SPESIFIKASI TEKNIS

KEGIATAN : LANJUTAN PEMASANGAN PIPA DISTRIBUSI DAN AKSESSORIS AIR BERSIH BR. CANGGU DESA CANGGU KECAMATAN KUTA UTARA
Spesifikasi teknis ini merupakan ketentuan yang harus di baca dan dimengerti bersama – sama dengan gambar-gambar rencana, yang keduanya menguraikan tentang pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh Pemborong. Identitas pekerjaan seperti peta lokasi, tempat pekerjaan dilaksanakan dijelaskan dalam gambar rencana. Lingkup dan item pekerjaan selengkapnya akan uraikan dalam daftar quantity pekerjaan, sedangkan uraian teknis pekerjaan adalah sebagai berikut :
1.

PEKERJAAN PERSIAPAN
1.1 Penyerahan Lapangan

Sebelum memulai kegiatan, pemborong harus sudah menerima surat/berita acara penyerahan lapangan dari Pemberi Tugas.
1.2

Perijinan Bila ada sebagian atau seluruhnya pekerjaan yang harus memerlukan perijinan dari instansi yang berwenang, maka Pemborong harus sudah memiliki perijinan yang dimaksud sebelum memulai bagian dari pekerjaan tersebut. Pemborong tidak diperkenankan memulai kegiatan sebelum memegang perijinan yang dimaksud. Segala biaya yang dikeluarkan untuk mengurus perijinan menjadi tanggung jawab pemborong. Penyediaan Fasilitas Penunjang Pekerjaan Semua keperluan fasilitas penunjang pekerjaan seperti listrik, air bersih dan lainnya yang dibutuhkan menjadi tanggung jawab Pemborong. Mobilisasi Peralatan dan Material Semua peralatan kerja yang akan dipakai dalam pekerjaan ini harus sudah dipersiapkan oleh Pemborong. Peralatan tersebut harus dalam kondisi baik dan laik pakai. Jika dalam masa pelaksanaan pekerjaan, peralatan mengalami kerusakan/tidak bisa dipergunakan, pemborong harus segera menyiapkan peralatan pengganti yang baru yang laik pakai. Penempatan material di areal site harus dikonsultasikan dengan Direksi Tenis, agar tidak mengganggu pekerjaan selama proses pekerjaan berlangsung.Pemborong harus sudah menghitung biaya mobilisasi material sampai ke tempat lokasi pekerjaan sesuai dengan tingkat kesulitannya.

1.3

1.4

1.5

Contoh – Contoh Material Contoh – contoh material yang akan dipakai harus diajukan lebih awal oleh Pemborong, mengacu pada spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Contohcontoh material yang telah disetujui oleh Direksi Teknis, dituangkan dalam lembaran persetujuan material.

1.6

Pengukuran Sebelum memulai pekerjaan Kontraktor harus mengadakan pengukuran kembali dengan teliti elevasi dasar galian, permukaan tanah, ketinggian tanggul dan jalan atau elevasi lainnya sesuai permintaan Direksi. Semua pengukuran kembali harus dikaitkan terhadap titik tetap yang terdekat. Alat – alat ukur yang dipergunakan harus dalam keadaan berfungsi baik dan sebelum pekerjaan dimulai semua alat ukur yang akan dipakai harus mendapat persetujuan Direksi, baik dari jenisnya maupun kondisinya. Alat – alat yang dipergunakan adalah waterpass lengkap dengan statip dan rambu – rambunya, theodolite lengkap dengan instruksi Direksi. Cara pengukuran ketepatan hasil pengukuran, toleransi, dan pembuatan serta pemasangan patok bantu akan ditentukan oleh Direksi. Ukuran – ukuran pokok dari pekerjaan adalah sesuai dengan yang tercantum dalam gambar. Ukuran – ukuran yang tidak tercantum, tidak jelas 1

maka pengukuran ulang menjadi tanggung jawab Kontraktor. tulisan warna biru. kontraktor harus mengajukan kembali gambar yang Direksi diminta untuk direvisi. Pembuatan dan pemasangan papan dasar pelaksanaan (bouwplank) termasuk pekerjaan Kontraktor dan harus dibuat dari kayu jenis meranti kelas II yang tidak berubah oleh cuaca. terbuat dari bahan multiplek tebal 9 mm. letak atau ukuran suatu bagian pekerjaan. ditanam dalam tanah dengan ketinggian 1. harus segera dilaporkan kepada Pengawas Lapangan. Selanjutnya Kontraktor wajib melakukan penggambaran kembali tapak proyek sesuai dengan keadaan sebenarnya di lapangan. 1. Apabila dianggap perlu. 1. Pemborong wajib membuat Gambar-gambar kerja ( shop drawing ) yang acuannya dari Gambar Rencana yang terakhir. sekurang-kurangnya pada saat dilakukan opname kemajuan pekerjaan. Kekeliruan dari hasil pengukuran.  Sepatu karet dan helm proyek. Kontraktor bertanggung jawab penuh atas tepatnya pelaksanaan pekerjaan menurut peil – peil dan ukuran dalam gambar dan uraian / syarat – syarat pelaksanaan itu. Setelah diperbaiki. maka Kontraktor akan menyerahkan kepada Direksi gambar asli dan 3 (tiga) lembar hasil rekamannya. Jika terdapat perbedaan antara gambar kerja dengan keadaan sebenarnya di lapangan. rapat-rapat rutin lapangan dan lain-lain. laporan harian pelaksanaan .  Kotak P3K beserta isinya 1. Pemborong harus menyiapkan administrasi pelaksanaan pekerjaan antara lain : Request. besar huruf disesuaikan. Apabila timbul keragu – raguan dari pihak Kontraktor dalam menginterpretasi angka – angka elevasi dalam gambar maka hal ini harus dilaporkan kepada Direksi untuk dimintakan penjelasannya.atau saling berbeda. Papan nama kegiatan dipasang pada patok kayu yang kuat.Semua ketetapan pekerjaan pengukuran. Letak pemasangan Papan Nama pada lokasi proyek dan Redaksi Papan Nama akan ditentukan kemudian dengan Direksi Teknis. Direksi berhak memerintahkan kepada Kontraktor untuk merubah ketinggian. Yang tidak termasuk pekerjaan persiapan akan tetapi pemborong wajib menyiapkan dan menyediakan adalah : a.7 Gambar-gambar Kerja Sebelum mengerjakan pekerjaan. baik ukuran panjang maupun sudut harus terjamin kebenarannya.Pada keadaan dimana ada penyimpangan dari gambar rencana. Pengukuran sudut siku – siku dengan prisma atau benang hanya dibenarkan untuk bagian – bagian kecil dari pekerjaan dan mendapat persetujuan Direksi. Ukuran Papan Nama Proyek adalah 80 x 120 cm.  Almari/Rak penyimpan alat-alat Kantor/pengawasan. sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kontraktor. Pemasangannya harus kuat dan permukaan atasnya rata dan sifatnya datar (waterpass). Gambar tersebut harus digambar kembali diatas kertas A3 dan setelah disetujui oleh Direksi. Apabila terdapat kesalahan dalam pengukuran kembali. Time schedule pekerjaan dan foto-foto kemajuan pekerjaan dibuat sesuai dengan laporan prestasi pekerjaan. Administrasi dan Dokumentasi. kontraktor harus mengajukan 3 (tiga) lembar gambar penampang dari daerah yang dipatok. dicat dasar warna putih. Kantor Direksi dengan luas  40 m2 (atau disesuaikan dengan kondisi yang memungkinkan di lapangan) untuk kegiatan/ruang kerja Direksi Teknis/pengawas.  2 stel meja tulis dan tempat duduk.5 meter.8 Papan Nama Proyek. Direksi akan membubuhkan tanda tangan persetujuan atau pendapat / revisi pada satu lembar gambar tersebut dan mengembalikannya kepada kontraktor. laporan mingguan.  Papan tulis/white board ukuran 90 x 120 cm. prestasi fisik pekerjaan. maka yang dilaksanakan adalah keputusan yang diberikan oleh Direksi. dengan perlengkapan sebagai berikut :  Meja rapat lengkap kursi untuk lebih kurang 15 orang.9 2 .

b. Bila diperlukan sebelum dimulainya dan selama berlangsungnya pekerjaan.Kantor Direksi harus terang. mengikuti semua persyaratan yang ditentukan dalam rencana kerja dan syarat-syarat termasuk standar material yang akan dipakai yang mengacu pada SNI (Standar Nasional Indonesia). 2. WC darurat untuk Direksi. Penempatan /lokasi dari kantor Direksi harus mendapatkan persetujuan dari Direksi Teknis. dipasang lampu merah yang cukup jelas dan terang menurut petunjuk Direksi untuk menghindari terjadinya kecelakaan. c. aman dan nyaman. maka dapat dipakai standar lain yang lebih tinggi kwalitasnya dari standar Nasional diatas antara lain:  ISO : International Organization for Standardization  JIS : Japanese Industrial Standart  BS : British Standart  DIN : Deutsche Industrie Norm  AWWA : American Water Works Association  ASTM : American Society for Testing and Materials  ANSI : American National Standard Institute  AS : Australian Standard  AWS : American Welding Society dan standar standar lainnya yang telah mendapat persetujuan dari Direksi. Menutup lalu lintas secara total tidak dibenarkan. f. Kontraktor diwajibkan untuk memasang tanda – tanda pengaman lalu lintas dengan ketentuan sebagai berikut : Semua papan – papan dan tanda – tanda perhatian harus dibuat dari papan Kayu Kelas II tebal minimum 3 mm dengan warna dasar kuning dan Penunjuk Pengaman Lalu Lintas dengan warna hitam dengan ukuran sesuai petunjuk direksi. SII (Standar Industri Indonesia). Kantor Pemborong. dengan tidak mengganggu lalu lintas selambat – lambatnya dalam waktu satu kali 24 jam sesudah penurunan bahan – bahan harus sudah dipindah ketempat penyimpanannya. Penempatan alat – alat dan bahan – bahan yang berada di tepi jalan pada malam hari harus juga diberi seperti lampu merah atau tanda – tanda yang sifatnya membantu keamanan jalannya lalu lintas. Kantor direksi. Penetapan alat – alat dan bahan – bahan diusahakan sedapat mungkin tidak 3 . pemborong harus memahami. b. Pemborong dan pekerja secukupnya serta tersedia cukup air dan terjamin kebersihannya. serta selalu terjaga kebersihannya. mengganggu lalu lintas. Jika spesifikasi material yang disaratkan belum ada dalam standar SNI dan SII. d. kecuali setelah ada persetujuan tertulis dari Direksi. Pada malam hari ditempat – tempat yang berbahaya bagi yang lewat harus c. d. RAMBU–RAMBU KESELAMATAN KERJA a. Gudang bahan dan los kerja luasnya disesuaikan dengan kebutuhan dan keamanan kerja para pekerja serta terlindungnya bahan banguan dari cuaca dan hujan. Bila karena terpaksa bahan – bahan harus dituangkan di tepi jalan. Kontraktor harus menjaga jangan sampai lalulintas macet dan Kontraktor harus menyediakan orang untuk mengatur lalu lintas jalannya bila diperlukan Kontraktor harus menyediakan pesawat HT untuk mempermudah sistem pengaturannya. e. ACUAN NORMATIF Dalam pelaksanaan pekerjaan. kantor Pemborong/Los Kerja serta wc darurat setelah selesainya pekerjan adalah milik pemborong dan segera harus dibersihkan dari tempat pekerjaan. 3.

Pada setiap saat sewaktu pekerja atau yang lainnya berada dalam galian yang mengharuskan kepala mereka berada di permukaan tanah. pembuangan. Seluruh galian terbuka harus diberi penghalang yang cukup untuk mencegah 6. 4. Sebelum pekerjaan Penggalian Badan jalan dimulai. Pekerjaan penggalian dilaksanakan sedemikian rupa sehingga memungkinkan pipa dapat dipasang dengan posisi yang baik dan aman.Bahan yang berlebih harus dibuang dengan penggalian lebih lanjut. yang sesuai dengan pengarahan Direksi Teknik. harus diurug kembali dengan timbunan pilihan atau lapis pondasi agregat seperti yang diperintahkan Direksi. b. Galian batu karang / tanah keras. c. Pekerjaan ini harus mencakup penggalian. Daerah dimana telah tergali lebih atau daerah retak atau lepas. Segala hal yang diakibatkan oleh pekerjaan penggalian dan pembuatan parit galian. PERBAIKAN DARI PEKERJAAN GALIAN YANG TAK MEMUASKAN a. PEKERJAAN GALIAN PIPA a. pipa. Kontraktor harus memikul seluruh tanggung jawab untuk menjamin keselamatan pekerja yang melaksanakan pekerjaan galian serta penduduk sekitar. c.g. c. Galian tanah dilaksanakan untuk semua pemasangan pipa dan peralatannya serta bangunan pelengkap yang termasuk dalam pekerjaan ini.batu atau material lain yang diperlukan untuk penyelesaian dari pekerjaan dalam kontrak ini. harus segera diurug kembali dengan urugan dari bahan – bahan terpilih atau lapis pondasi agregat. PROSEDUR PENGGALIAN a. b. Pekerjaan ini umumnya diperlukan untuk pembuatan dasar galian saluran 5. dan setiap galian terbuka pada badan jalan atau bahu harus ditambah dengan rambu pada malam hari dengan drum dicat putih (atau yang serupa) Ketentuan pengaturan dan pengendalian lalu lintas selama pelaksanaan konstruksi harus diterapkan pada seluruh galian dalam daerah milik jalan. penanganan. sepenuhnya adalah tanggung jawab Kontraktor. Pekerjaan galian yang tidak memenuhi toleransi dimensi diatas harus diperbaiki oleh Kontraktor. seluruh galian dapat merupakan salah satu dari : Galian tanah biasa. Segala biaya pengurusan ijin galian menjadi tanggungan Kontraktor. aman dan tepat untuk menghindari kemungkinankemungkinan timbulnya bahaya bagi keselamatan manusia dan kerusakan bangunan atau instalasi yang ada. 4 . b. Pekerjaan galian yang terlalu lebar dari batas daerah yang ditentukan dan dapat menyebabkan longsor. JAMINAN KESELAMATAN PEKERJAAN GALIAN a. Pekerjaan galian dan pembuatan parit galian hendaknya dilakukan dengan cara-cara yang layak. Kontraktor harus menempatkan pengawas keamanan pada tempat kerja yang tugasnya hanya memonitor kemajuan dan keamanan. menjadi tanggung jawab rekanan. pekerja atau orang lainnya terjatuh kedalamannya. penumpukan tanah biasa. 7.Pembuangan sisa galian ke luar lokasi dengan kendaraan c. Kontraktor harus menyelesaikan perijinan untuk penggalian pada Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Badung. Setiap kecelakaan yang disebabkan karena kelalaian kontraktor memberi pengaman seperti tersebut diatas. b. Pada setiap saat peralatan galian cadangan (yang belum terpakai) serta perlengkapan P3K harus tersedia pada tempat kerja galian.

Tempat galian. Batu-batu dengan diameter lebih besar dari 40 mm harus dibuang dari parit galian. Bila dijumpai adanya sarana-sarana atau instalasi diatas permukaan tanah atau dibawah tanah. ditambah diameter luar pipa dan tebal lapisan pasir dibawah pipa. f. a. rapat. LEBAR DAN KEDALAMAN PARIT GALIAN. haruslah diadakan konstruksi penguat (dari turap kayu atau lainnya) agar terjamin keselamatan dan keamanan pekerja. Bila pada bagian parit pipa terdapat galian-galian berlumpur atau penggalian terlalu dalam maka dapat diurug dengan pasir ataupun diurug dengan bahan-bahan lainnya yang disetujui oleh Direksi Proyek. l. penyambungan. k. h. Biaya yang mungkin timbul akibat adanya konstruksi penguat tersebut harus sudah diperhitungkan dalam harga penawaran dan tidak diterima adanya tuntutan tambahan biaya untuk pekerjaaan ini. Parit dan tempat sambungan atau peralatan pipa hendaknya digali hingga didapatkan suatu lebar yang cukup untuk ruang kerja. profil melintang dan potongan ). g. f. maka harus diadakan pengamanan terhadapnya agar tidak terjadi kerusakan sebagai akibat pekerjaan rekanan. b. Parit pipa harus digali dengan kedalaman yang dikehendaki sehingga terdapat pembebanan yang merata dan menerus pada dasar galian (yang tidak terganggu antara dua sambungan pipa). i. lapisan tersebut harus dibuang. Bila tidak dinyatakan lain. lebar parit galian disesuaikan dengan besarnya pipa yang akan dipasang dan lebar galian tersebut harus menjamin pekerjaan penyambungan pipa dengan baik sehungga kebocoran-kebocoran pada sambungan dapat di hindarkan. Lapisan lumpur atau tanah lunak pada dasar parit tidak boleh lebih tebal dari 1. profil memanjang. Bila pada bagian parit galian ternyata tidak stabil atau dijumpai lapisanlapisan bekas sampah ataupun humus. Apabila ternyata didalam pelaksanaan penggalian terjadi kelongsorankelongsoran dan keruntuhan-keruntuhan terus menerus yang mengganggu.Perbaikan atas kerusakan yang terjadi sebagai akibat pekerjaan penggalian menjadi tanggung jawab rekanan. effisien kerja. Penerapan hendaknya direncanakan dan dibuat untuk menahan semua beban dan muatan yang mungkin timbul akibat pergerakan tanah atau tekanan. lebar dan kedalaman minimum untuk pemasangan pipa berikut perlengkapannya serta bangunan-bangunan yang nyata-nyata termasuk dalam pekerjaan ini harus dibuat sesuai dengan gambar kerja (gambar situasi. Kedalaman galian hendaknya selalu diperiksa untuk mendapatkan kedalaman jalur pipa yang tepat. terkonsolidasi dan digali pada kedalaman yang tepat untuk meletakan pipa. penanaman maupun pekerjaan konstruksi. struktur dan fasilitas lain yang ada. Parit galian yang masih terbuka harus dijaga sehingga effisiensi pekerjaan dan keselamatan pekerja serta masyarakat dapat terjamin. Pekerjaan penggalian tanah untuk parit pemasangan pipa harus segera diikuti dengan pelaksanaan pemasangan pipa dan perlengkapannya. e. d. Dasar parit galian hendaknya rata. j. serta diikuti pula dengan penimbunan/pengurugan kembali dengan segera. Dasar parit yang sebelumnya padat tapi menjadi lunak bagian atasnya akibat pelaksanaan pekerjaan hendaknya diperkuat dengan satu atau lebih lapisan batu pecah atau kerikil. direksi proyek dapat memerintahkan untuk memindahkan 5 . pemasangan. 8. d. Patokan /pedoman yang dipakai untuk dalamnya galian adalah diukur dari atas pipa sampai permukaan jalan/ tanah asal.25 cm. c. Bila perlu lebar galian diperbesar untuk memudahkan penempatan alat-alat penyangga dan sebagainya. Konstruksi penguat ini hendaknya kaku hingga tidak terjadi perubahan bentuk dan posisi dalam keadaan apapun. e. serta harus bebas dari lumpur dan tetap rata bila diinjak kaki para pekerja. Bila dianggap perlu.Penggalian harus bertahap sesuai dengan perkiraan jumlah pipa yang dapat dipasang untuk setiap harinya dan mengikuti petunjuk Direksi Proyek.

Semua penggalian untuk struktur beton dan parit yang diperdalam hingga mencapai atau dibawah elevasi statik. p. PEMBUANGAN SISA GALIAN KELUAR LOKASI DENGAN KENDARAAN a. pengangkutan dan penghamparan dari tanah pilihan pada lubang – lubang galian pipa yang telah disiapkan. Pengukuran ketebalan urugan pasir dilakukan setelah urugan pasir benar – 12. diurug kembali dengan lapis pondasi dari agregat A yang merupakan bahan urugan campuran dari material batu pecah dari ukuran 3-5 cm. untuk pengurugan kembali galian pipa atau struktur dan untuk urugan umum yang diperlukan untuk membuat bentuk dimensi timbunan antara lain ketinggian yang sesuai persyaratan atau penampang melintangnya. benar padat. Urugan yang dicakup oleh ketentuan ini merupakan urugan pilihan yaitu urugan dari berbagai material sesuai yang ditentukan. Air permukaan hendaknya dipintaskan atau dengan cara-cara lain. Urugan pasir dipergunakan pada dasar galian pipa dan diatas pipa sesuai gambar rencana. Pemadatan urugan pasir lapis demi lapis dengan penyiraman seperlunya.Pekerjaan Urugan / Timbunan yang dilakukan sehubungan dengan Kontrak. penghamparan dan pemadatan tanah atau bahan berbutir yang disetujui untuk konstruksi urugan. d. 1-2 cm. c. dan seluruh Urugan / Timbunan Adalah :  Urugan Pasir  Urugan Tanah dipilih dan Pemadatan  Urugan Agregat A dan pemadatan 11. b. Biaya yang ditimbulkan akibat pekerjaan pengeringan tersebut berikut pompa dan peralatannya adalah tanggungan rekanan. URUGAN TANAH PILIHAN DAN PEMADATAN a. dengan pemadatan lapis demi lapis setiap 15 cm dengan menggunakan stamper atau hand press sampai tercapai dimensi urugan yang dikehendaki. maka rekanan harus menyediakan pompa atau peralatan lain untuk pengeringan. m. b. Setiap galian hendaknya dijaga tetap kering sampai konstruksi yang harus dibangun atau pipa yang harus dipasang selesai dilaksanakan. Penempatan material tersebut pada tempat yang aman atas persetujuan Direksi. URUGAN PASIR a. Pekerjaan ini mencakup pengambilan.5 – 1 cm serta bagian bahan timbunan. hendaknya dikeringkan dengan menurunkan permukaan air tanah sampai jarak tidak kurang 30 cm dibawah dasar galian. Pekerjaan urugan ini mencakup pengadaan. q. Pada tempat – tempat parit galian yang mudah longsor harus diberi turap pengaman. 6 . 9. n. o. Bahan urugan adalah pasir urug yang bebas dari kotoran dan biji – bijian yang tumbuh sesuai kebutuhan. Apabila juga ternyata bahwa didalam galian dijumpai air yang mengganggu pengeringan. URUGAN AGREGAT A a. 0. 10. PEKERJAAN URUGAN a. Alat angkut dan operatornya disediakan oleh kontraktor. 2-3 cm. Untuk keperluan pengangkutan jauh keluar lokasi kerja dengan alat angkut yang memadai. Diatas urugan tanah dipilih. dicegah tidak memasuki daerah pemaritan sejauh mungkin tanpa mengakibatkan kerusakan-kerusakan pada tanah milik sekitarnya. pengangkutan. pengambilan.tanah pada lokasi galian dan mengisi kembali dengan bahan-bahan yang sesuai. 13. dan biaya yang timbul untuk pekerjaan ini merupakan tanggung jawab rekanan.

Pemadatan dilakukan lapis demi lapis dengan ketebalan tidak lebih dari 20 c. pada bagian luar yang menunjukkan diameter nominal. Hasil uji tersebut harus dituangkan dalam berita acara dan ditanda tangani oleh direksi. 14. maka Direksi berhak memerintahkan rekanan melakukan uji kualitas di laboratorium yang disaksikan langsung oleh Direksi ataupun pemimpin kegiatan. Semua biaya pengetesan menjadi beban kontraktor. baik pada ujung maupun bagian tengah pipa. nama pabrik pembuat. Perbaikan dengan urugan yang tidak memenuhi kepadatan atau persyaratan sifat bahan dari spesifikasi ini harus seperti yang diperintahkan direksi dan dapat meliputi tambahan pemadatan. d. c. dengan sandart pemadatan. Bila dilapangan terdapat barang yang tidak memenuhi standar dalam kelasnya maka Rekanan dapat dikenakan sangsi untuk mengganti seluruhnya barang yang telah dikirim dan segala biaya ditanggung rekanan sendiri. walaupun mendapat jaminan dari pabrik. atau pembuangan dan penggantian bahan. agregat harus dites kepadatannya agar sesuai cm. dalam hal kadar airnya kurang memenuhi persyaratan atau seperti yang diperintahkan Direksi.5 Mpa dengan panjang effektive 6 meter. dan pemadatan tidak boleh dilaksanakan setelah hujan. kelas. trademark dan tanggal pembuatannya. Kontraktor pelaksana harus menyertakan surat dukungan resmi dan brosur produk pipa dan aksesoriesnya dari produsen pipa PCV. penggaruan yang disusul dengan pengaturan kadar air dan pemadatan kembali. Setiap pipa harus mempunyai tanda marking /cap. 7 . Bila kualitas pipa menurut pandangan direksi meragukan. Pipa PVC . Urugan yang terlalu sering untuk pemadatan.Standar pipa PVC yang digunakan sesuai SNI dan SII . walau tidak masuk dalam penawaran. hampar atau dipadatkan sewaktu hujan.Pipa yang ditawarkan harus buatan pabrik yang sudah mendapat ijin untuk penggunaan SII yang dikeluarkan oleh Departemen Perindustrian. Urugan akhir yang tidak memenuhi penampang melintang yang diisyaratkan atau disetujui atau toleransi permukaan yang diisyaratkan harus diperbaiki dengan menggaru permukaan dan membuang atau menambah bahan sebagaimana diperlukan yang dilanjutkan dengan pembentukan dan pemadatan kembali. Kelas yang telah ditentukan tak dapat diganti dengan kelas yang lebih rendah mutunya.Bila tidak disebutkan lain dalam uraian pekerjaan. Rekanan menyediakan Washer/cleaner untuk pembersih sambungan pipa. 15. Urugan yang menjadi jenuh akibat hujan atau banjir atau karena hal lain setelah dipadatkan dalam batasan persyaratan ini biasanya tidak memerlukan pekerjaan perbaikan asal sifat material dan kerataan masih memenuhi persyaratan spesifikasi ini. . SYARAT – SYARAT KHUSUS BAHAN PERPIPAAN a. b. . maka harus diperbaiki. Setiap pipa mempunyai ketebalan menurut kelasnya dan merata.Semua biaya pengujian menjadi tanggung jawab Rekanan. pipa PVC terdiri dari sambungan Bell End / Rubber Ring Joint / dengan cincin karet. Setelah selesai pemadatan .Urugan tidak boleh dipasang.Kelas pipa PVC beserta fittingnya yang digunakan pada pekerjaan ini adalah S-10 yang mempunyai tekanan Nominal 12. disusul dengan penyiraman air secukupnya dan dicampur dengan menggunakan “motor grader” atau peralatan lain yang disetujui.b. PERBAIKAN DARI URUGAN YANG TAK MEMUASKAN ATAU TIDAK STABIL a.

8 75.1 TEBAL mm 2.25 3.1 26. .3 138.Semua pipa GWI yang dipakai mempunyai diameter nominal.8 76. baut.9 2.20 19. SII ).8 13.58 2.4 27. Pipa GWI .40) sesuai keterangan dalam gambar dan dalam daftar Quantity. Dimensi flange dibuat sesuai standar yang lazim digunakan untuk air minum dan khusus dibuat untuk tahan Pengujian Tekanan Air 50 Kg/cm2.5 114.51 8.Pipa GWI yang dipakai adalah kelas Medium A yang tahan terhadap Pengujian Tekanan Air sebesar 50 Kg/cm2.65 3.65 4.05 4.44 3.0 4. Sedangkan untuk fittingnya menggunakan CI dan atau Black Steel (SCH. ring dan gasket/karet packing.4 15. diameter luar.1 Min (mm) 21.6 166.25 3. .47 12.6 1.(mm) mm inch 15 ½ 20 20 ¾ 25 25 1 32 30 1¼ 40 40 1½ 50 50 2 63 75 3 90 Tebal (mm) S-10 1.(mm) mm inch 50 2 63 75 3 90 100 4 110 150 6 160 200 8 225 250 10 280 300 12 315 Tebal (mm) S-10 3.4 88.Semua pipa beserta perlengkapan penyambungan adalah dalam kondisi baru dan siap pakai ( tidak dibenarkan menggunakan barang bekas ).4 33.1 113.65 2. .65 3.0 1. tebal dinding harus sesuai dengan yang disyaratkan dalam uraian ( SNI.0 59.flange las dan atau pengelasan.20 8 . disesuaikan dengan kondisi di lapangan.3 7.D.9 48.8 60.05 4.85 4.0 4.2 42.4 42.7 164.1 48.10 6.22 1.25 3. Harga penawaran yang diajukan sudah termasuk perlengkapannya.6 89. SPESIFIKASI : PIPA BAJA MEDIUM GALVANIS DIAMETER NOMINAL inch mm 1/2 15 3/4 20 1 25 1¼ 32 1½ 40 2 50 2½ 65 3 80 4 100 5 125 6 150 DIAMETER LUAR Max(mm) 21.0 SPESIFIKASI : PIPA PVC “TS END” Ukuran Nominal Nominal O.2 34.3 b.85 BERAT Kg/m 1.7 10.4 3.00 16.61 5.SPESIFIKASI : PIPA PVC “BELL END” Ukuran Nominal Nominal O.2 1.D. seperti mur.14 3.9 140.Sambungan pipa GWI yang dipergunakan adalah dengan screw.3 5.

16 K : FCD-S : SUS 304 : SUS 304/S45C  CI Y-Pattern Strainer ( connect flange) Design Class Body Disc : JIS Standard Material : 10K. maka Direksi berhak merekomendasikan kepada rekanan untuk mengganti dengan jenis serta kualitas yang telah memenuhi standar dan teruji pemakaiannya. 16 K : FCD-S : SUS 403  CI Air Valve ( connect srew/flange) Standar Type Body & Cover : SCI ( Siam Cast Iron) Air valve : Single small orifice valve ( screwed end & Flange end) : Cast iron 9 . Bila kualitas valve yang dipakai meragukan.16 K : FCD-S : SUS 403 : SUS 403  CI Swing Check Valves (connect Flange ) Design Class Body Screen Plug : JIS Standard Material : 10K. Seluruh valve pada badan luar harus tercetak asli dari pabrik dan dicor dengan huruf timbul yang dapat menunjukkan nama atau merk dagang pembuatnya. melepaskan udara bila udara terjebak dalam pipa.R.c. mur karet packing ( unit set ) . 150 Lbs. include dengan upah kerja pemasangan ( Complete Works Joint Materials ). Harga penawaran setiap macam valve harus sudah termasuk dengan kelengkapannya masing-masing seperti bout. Ball valve. Air valve harus dapat berfungsi melepaskan udara selama pengaliran air dalam pipa. Design Class Body Stem Disc : JIS Standard : 125 Lbs.Valve yang akan dipergunakan harus mengikuti salah satu standar yang disetujui oleh Direksi.fitting pipa dan accessories pipa lainnya yang untuk dijadikan acuan dalam penawaran antara lain:  Bronze & Brass Valve ( connect srew ) Gate valve. etc. tekanan kerja.Swing Check valve. Valve dan fitting . dapat mencegah penutupan yang dini bila udara sedang dilepaskan serta aman terhadap vacum. class serta diameter nominalnya. Beberapa Standar Valve.S) connect flange Design Class Body Stem Disc : JIS Standard Material : 10K. Valve yang ditawarkan adalah dalam kondisi baru ( bukan valve bekas) dan sesuai dengan Tekanan kerja yang diminta dalam spesifikasi teknis dan yang tercantum dalam Bill of Quantity.1 bar.Air valve yang dipergunakan harus dapat beroperasi secara otomatis dan mempunyai tekanan sebesar 1 bar diatas tekanan kerja dan tidak terjadi kebocoran bila tekanan minimum 0.  CI Gate Valve (N.Ball Foot valve. . : Bronze : Brass : Bronze d. Y-Strainner. dapat memasukkan udara selama penggelontoran.

9 : Carbon steel  Steel Pipe Flange Class  CI Giboult Joint Standart Class  PVC Tapper core Standart Class : SII : 10 Bar.Sebelum dan sesudah dipasang pipa-pipa dan perlengkapannya.40 ( Tee.3 Bar FITTING SCH. tersimpan digudang penyimpanan pipa yang disediakan oleh Pemberi Tugas. Biaya untuk pengembalian pipa dan potonganpotongan pipa dan perlengkapannya tersebut menjadi tanggungan rekanan. 16 Bar : 10 K 16. harus diganti sesuai dengan kwalitas/bentuk aslinya dan biaya yang ditimbulkan akibat penggantian tersebut menjadi tanggungan rekanan. . rekanan harus mengembalikan kegudang/tempat pengumpulan yang ditentukan oleh Direksi Proyek. penyambungan dari pipa-pipa dan ketentuanketentuan teknis cara pemasangan akan diberikan petunjuk oleh Direksi Proyek. fitting dan perlengkapannya terdapat kelebihaan pipa atau perlengkapannya. Reducer. Pengakutan dari gudang ke tempat pemasangan menjadi tanggung jawab rekanan termasuk pembiayaannya. . .Orifice & sealing ring Float Float guide : Moulded Synthetic Rubber : ABS ( Acryloitrilile Butadiene Styrene ) /Stainless Steel : ABS/Gunmetal/Cast iron  CI Water Meter (connect flange) Standar Setara Status : ISO 4064 B : Linflow : Lulus uji Kalibrasi  Surge/pressure Tank dengan pressure switch Standart Setara Max Press Tes Press  : ISO 9001 : CIMM( 500 liter ) : 10 Bar : 14. Apa bila ternyata dalam pelaksanaan pemasangan pipa. Bend. Reducer Tee ) Standar specification Standar dimension Material : ASTM A234 : ASME B16. fitting dan perlengkapannya yang akan dipasang. harus dijaga kebersihannya dan diperiksa lagi atas kerusakan dan retakretak. 10 . .Pipa. Umum. 16 Bar : SII : 10 Bar. PEMASANGAN PIPA a.Cara-cara pengakutan. Kerusakan atau hilang setelah diserahkan kepada rekanan.Pipa dan perlengkapan pipa yang telah diserahkan kepada rekanan untuk dilaksanakan pemasangannya harus dijaga baik-baik jangan sampai hilang atau rusak.

Pipa yang akan dipasang diturunkan kedalam galian dengan alat-alat khusus yang disediakan oleh rekanan. .Tali yang digunakan haruslah bersifat lemas dan tidak boleh menggunakan seling baja atau rantai.Semua ujung pipa yang terakhir yang pada saat pemasangannya berhenti.Bila ada ujung pipa terdapat bengkokan-bengkokan hal tersebut harus dihindarkan. . . serta dipadatkan dengan sempurna kecuali pengurugan pada tempat-tempat sambungan pipa harus diperiksa dan disetujui terlebih dahulu oleh direksi proyek. f. Pemeriksaan Sebelum pemasangan. Menurunkan Pipa Kedalam Parit. . karena dapat merusak dan menggores pipa. alat-alat. Pembersihan Pipa dan Perlengkapannya. . e. Bagian luar ujung pipa. bekas pakaian dan lain-lain kotoran yang dapat mengganggu kebersihan dn kelancaran aliran air didalam pipa. . Setelah diperiksa dan di setujui Direksi Proyek baru diperbolehkan untuk diurug.Pipa dibongkar sedekat mungkin dengan parit galian dan diletakan setiap interval panjang pipa sehingga memudahkan penurunan pipa kedalam parit. . .Semua pipa yang akan dipasang harus bebas dari segala macam jenis kotoran. Semua pipa. d. Pipa atau fitting yang rusak harus dipisahkan untuk diperiksa oleh Direksi Proyek. tali – tali dan lain-lain alat yang sesuai untuk menghindari dari kerusakan. maka ujung kait ini harus dilindungi karet. Pembokaran Sepanjang Jalur Parit Galian. rekanan harus mengganti pipa-pipa yang rusak atau memperbaiki kembali (bila masih dapat diperbaiki) seperti semula dengan persetujuan Direksi Proyek. untuk menghindari kerusakan pada ujung-ujung pipa dan inner lining dari pipa baja. kopling dan semua bagian sambungan yang akan dipasang harus dicuci terlebih dahulu sampai bersih sehingga diperoleh sambungn pipa yang stabil dan baik. . Pemasangan Pipa. Cara-cara penutupan pada ujung pipa tersebut harus disetujui Direksi Proyek. atau ujung pipa yang bengkok harus dipotong sesuai dengan petunjuk-petunjuk direksi proyek. .Pada pipa-pipa yang sudah dipasang harus dicegah jangan sampai kemasukan segala macam jenis kotoran umpanya bekas puing-puing.Bila terjadi kerusakan pada pipa dan perlengkapannya akibat kelalaian rekanan.Semua pipa dan perlengkapan pipa yang akan dipasang serta alat-alat bantu untuk pemasangan tersebut harus diperiksa dengan cermat dan hati-hati sesaat sebelum pipa-pipa/perlengkapan pipa tersebut diturunkan pada lokasi yang sebenarnya. . . karena dapat menimbulkan pecah atau retak-retak pada pipa dan lapisan cement liningnya atau kerusakan pada ujung pipa yang akan menyulitkan pemasangan sambungannya. . fitting dan perlengkapannya harus diturunkan dengan hati-hati kedalam parit galian secara satu persatu dengan derek.Bila rekanan menggunakan kait untuk mengangkat dan menurunkan pipa.Tikungan/belokan (vertikal/horisontal) tanpa elbow/bend dilaksanakan sedemikian rupa sehingga sudut sambungan antara dua 11 c.Selama penurunan pipa-pipa harus dihindari terbantingnya atau terbeturnya pipa.b.Setiap pipa yang sudah dimasukan kedalam parit galian harus langsung dipasang dan distel sambungnnya dan kemudian diurug dengan bahan-bahan yang disetujui Direksi Proyek. harus ditutup sehingga kotoran ataupun air buangan tidak masuk kedalam pipa. .

pemotongan pipa dapat dilakukan rekanan dengan persetujuan Direksi Proyek dan harus dilaksanakan dengan alat yang sesuai/khusus untuk jenis atau bahan pipa yang dipasang. harus diperbaiki dan dikembalikan seperti keadaan kondisi semula. untuk itu akan diberikan petunjuk lebih lanjut oleh Direksi Proyek. Umum.Apabila benar-benar diperlukan. Membengkokan atau merubah bentuk pipa dengan cara apapun tidak diperbolehkan (secara mekanis maupun dengan cara pemanasan) tanpa persetujuan Direksi Proyek. ujung-ujung pipa yang terakhir harus ditutup rapat air untuk mencegah masuknya kotoran/benda-benda asing/ air kotor kedalam pipa.Ujung-ujung bekas pemotongan harus dihaluskan dengan alat-alat yang sesuai misalnya dengan gurinda. Semua ujung pipa yang terakhir dan tidak dilanjutkan lagi harus ditutup (didop/plug) dan diberi beton penahan (K-175). Pada waktu pemasangan pipa serta tingggi terhadap muka jalan/tanah asal harus diperiksa dengan teliti dan disaksikan dan mendapat persetujuan dari Direksi Proyek.Segala sarana yang perlu disingkirkan akibat penggalian pekerjaan pemasangan pipa. harus dilaksanakan dengan penyambungan bend/elbow yang sesuai.Penyambungan pipa yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut :  Pipa baja dengan sambungan Flens  Pipa baja dengan sambungan las  Pipa GWI dengan sambungan shock. Setiap pekerjaan pemasangan pipa yang dihentikan pada waktu diluar jam-jam kerja. agar benar-benar terjamin penyambungannya yang baik sesuai dengan syarat-syarat teknis/petunjuk dari pabrik pipa bersangkutan (misal pipa baja dengan pemotongan dan snay pipa kemudian dengan alat perapih ujung pipa). . Untuk pipa yang ditanam waktu pemasangan pipa. elbow/bend. begitu pula untuk percabangan harus dengan tee atau cross tee (sesuai kebutuhannya). ter/aspalt atau bahan-bahan minyak pelumas lainnya. a. . PENYAMBUNGAN PIPA.- - - - - - - - g. Pemulihan Sarana-Sarana Yang Ada. 12 . flens dan las.  Pipa PVC dengan sambungan Solvent Cement. 17. Semua pemasangan fitting penyambungan pipa seperti tee. Material yang digunakan untuk tutup ujung pipa tersebut harus bersih dan bebas dari minyak/oli.Penyambungan pipa-pipa dilaksanakan sesuai dengan petunjuk penyambungan pipa dari pabrik pembuatan pipa dan atau berdasarkan petunjuk-petunjuk dari direksi proyek. . parit galian untuk perletakan pipa harus kering. h.  Pipa PVC dengan sambungan push-fit ( cincin karet). . Pemotongan Pipa . Peil dari perletakan pipa serta tinggi terhadap muka jalan/tanah asal harus diperiksa dengan teliti dan disaksikan dan mendapat persetujuan Direksi Proyek. tidak boleh ada air sama sekali dan bagian dalam pipa harus bersih.Biaya-biaya yang timbul akibat kerusakan tersebut menjadi tanggung jawab rekanan. pipa tidak boleh lebih besar dari yang diizinkan oleh pabrik pipa yang bersangkutan. Perubahan arah perletakan pipa (belokan/tikungan). dan sebagainya harus diberi blok-blok penahan ( anker block ) dari beton (K 175).

maka jumlah pipa-pipa yang dilas harus sedemikian rupa. . semua baut dan mur harus diberi gemuk dengan sempurna. maka sertifikat ini harus diberikan. dan dibalut dengan rapi. kemudian di cat akhir minimum 2 lapis dengan cat besi yang tahan terhadap karat. . c. dengan cairan pembersih ( cleaner ).Setelah dilas lapisan bagian dalam (lining) dan luar (coating) pipa dipasang kembali seperti semula dengan cara-cara menurut petunjuk dan peraturan-peraturan pabrik membuat pipa. 13 . . . Sabungan Flens. . pipa tidak mengalami kerusakan.Potong pipa spigot dengan rata. . d.Semua sambungan pipa yang sudah dilas dites.Pengelasan harus dilakukan oleh tenaga-tenaga yang berpengalaman dalam bidangnya dan mempunyai sertifikat keahlian dalam bidang ini. . .Baut-baut harus diputar dengan kunci-kunci yang sesuai sehingga dapat menjamin kesamarataan baut-baut pipa dengan kedudukan flens pipa sehingga terdapat tekanan yang sama pada seluruh permukaan dari flens. .Sebelum baut dipasang.b. . Sambungan Dengan Pengelasan.Alat-alat yang dipergunakan untuk menyambung pipa PVC dengan gelang karet adalah sebagai berikut :  Kikir  Meteran  Marker (spidol)  Kuas  Pelumas  Kain lap  Tuas perapat  Gelang karet (rubber ring ) . Bila Direksi proyek meminta. Jangan melumasi spigot menggunakan oli atau deterjen (wing ) karena akan menyebabkan terjadinya polusi air.5 % untuk kawat yang mengandung Zat air yang rendah.Setelah flens pipa sudah bersih permukaannya.Untuk pipa baja diameter 500 mm kebawah. Dalam hal ini rekanan terlebih dahulu harus meminta persetujuan dari Direksi Proyek. kemudian dikikir ujung pipa spigot yang akan disambung sehingga membentuk sudut kurang lebih15 derajat.Semua sambungan las harus dicat dengan cat dasar anti karat synchromate setara produksi Kansai Paint minimum 2 lapis. Pengetesan dilaksanakan dengan cara-cara yang disetujui Direksi Proyek. .Kawat las yang lembab tidak dapat dipakai dan kadar kelembaban harus kurang dari 2. maka lebar galian perlu ditambah agar juru las dapat bekerja dengan baik dan posisi pipa dijaga tetap stabil untuk memperoleh hasil pengelasan yang baik.Mesin las yang dapat dipakai harus disetujui Direksi Proyek. .Kawat las yang dipergunakan untuk pipa baja adalah jenis JISz 3211 atau semutu dan disetujui Direksi Proyek.Bila pengelasan dilakukan diluar parit galian.Bila pekerjaan pengelasan dilaksanakan didalam parit.5 % untuk kawat yang dapat memancarkan sinar (cahaya) dan 0. pembersihan dan perbaikan kembali hanya lapisan bagian luar (coating) saja. kemudian di las dan dipasang bout dengan putaran secukupnya. dan cara penempatan pada posisi yang benar sehingga pada waktu pengelasan dan penurunan pipa kedalam parit galian. kemudian lipat gelang karet sampai berbentuk hati.Bersihkan gelang karet. . Sambungan pipa PVC dengan push-fit dengan gelang karet.Bersihkan kedua ujung pipa spigot dan socket serta bagian kedudukan gelang karet yang akan disambung. . sehingga terdapat suatu panjang tertentu dari pipa yang dilas. .

Siapkan tuas perapat. . .Pipa yang telah dipasang harus ditest diuji/pada setiap sambungannya untuk diketahui apakah penyambungan pipa sudah dilakukan dengan sempurna.Periksa dahulu sebelum tuas perapat dibuka. b.Pengetesan pipa dilaksanakan harus dengan sepengetahuan dan disaksikan oleh direksi proyek. Pengetesan ulang harus dilaksanakan kembali bila hasil pengetesan belum mendapat persetujuan direksi proyek. Hydrostatic Pressure Test. Umum. Tempat Pemasangan. . Pipa yang digunakan untuk perlintasan ini adalah pipa baja. . 20. Rekanan hendaknya mendapatkan izin-izin yang diperlukan untuk membuat bangunan perlintasan dan biaya yang timbul untuk itu menjadi tanggung jawab rekanan. . a. . 200 mm Beton Path box. harus dibuat konstruksi khusus seperti terlihat pada gambar rencana. . . . test dinyatakan berhasil dan dapat diterima.5 atmosfir atau satu kali tekanan kerja pipa.Masukkan gelang karet yang telah berbentuk hati kedalam socket tepat di kedudukkannya.Pada prinsipnya pengetesan dilakukan dengan cara bagian demi bagian dari panjang pipa. maka semua biaya yang timbul akibat pekerjaan pengetesan ini menjadi tanggung jawab rekanan. 19. pipa meliputi perlintasan pipa dengan saluran air kotor.Lokasi pemasangan valve cover sesuai dengan gambar atau sesuai petunjuk Direksi Proyek . jika sudah pas berarti selesai. apakah posisi gelang karet terhadap spigot dan socket sudah benar.Setelah pipa dipasang dan sebagian telah di urug.Path box tidak boleh meneruskan goncangan atau tekanan kepada valve jadi pemasangannya harus tepat dan lurus diatas valve. Perlintasan b. .Bukalah tuas perapat dan periksa sekali lagi.Masukkan ujung pipa spigot ke dalam socket. Penutup dari box tingginya harus sama dengan permukaan jalan/tanah yang ada. untuk pipa-pipa yang melintasi saluran. PERLINTASAN PIPA. . atau memenuhi level dan ketinggian yang ditentukan oleh Direksi Proyek. dengan panjang pipa untuk tiap kali pengetesan tidak lebih dari 500 m.Pengetesan pipa harus dilakukan dengan tekanan minimal 12.Pengetesan dapat dilaksanakan dengan cara-cara sebagai berikut:  Hydrostatic pressure test. a. PENGETESAN PIPA. .. b.Oleskan pelumas/lumbricant pada ujung spigot dan bibir bagian dalam gelang karet. PEMASANGAN VALVE COVER.Selubung valve menggunakan pipa PVC S-10 Dia.  Leakage test. a.Bila tidak ditentukan lain. pada pipa tersebut harus dilakukan pengujian hidrostatis (Hydrostatic pressure test) 14 . . kemudian rapatkan sambungan spigot dengan socket sampai batas yang dikehendaki.Tandailah pipa spigot dengan garis sesuai panjang lekukan socket. . . posisi kedua pipa harus dalam keadaan sejajar. seperti yang terlihat dalam gambar. 18. dan apabila selama 1(satu) jam tekanan tidak berubah atau turun.

22. keran pembuang udara dapat ditutup rapat-rapat dan kemudian pengujian dapat dilakukan. Bila dari hasil pemeriksaan tersebut menunjukan sisa chloor kurang dari 5 mg/liter. Desinfeksi didalam pipa dilakukan dengan mengisi air yang dicampur dengan chloor sebanyak 10 mg/liter kedalam pipa. semua keran-keran harus dalam keadaan tertutup. d. pipa terpasang dan dikuras.Setelah 24 jam sisa chloor lebih dari 5 mg/liter berarti pekerjaan desinfeksi tersebut sudah memenuhi persyaratan.Lama pengujian dilaksanakan minimum 60 menit. fitting maupun perlengkapan lainnya harus diuji/dites pada galian parit yang terbuka (belum diurug). Setelah udara habis terbuang dari dalam pipa. Demikian seterusnya sampai sisa chloor lebih dari 5 mg/liter.Sebelum dilaksanakan pengujian semua udara harus dikeluarkan dari dalam pipa dengan cara mengisi pipa dengam air sampai penuh. a. . c.Semua sambungan pipa baja yang dilas. Semua bagian-bagian besi baja yang terdapat pada jembatan pipa seperti pipa support. 21.Hasil pengujian dianggap baik dan akan disetujui direksi proyek bila memenuhi standar pengujian kerbocoran pada sambungansambungan pipa sampai hasil pengujian kebocoran memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Semua pipa baja yang terbuka terhadap udara. harus diberi dua lapisan b. Air dan bahan-bahan kimia yang dipakai untuk desinfeksi menjadi tanggung jawab rekanan.Rekanan harus mempersiapkan semua peralatan-peralatan yang diperlukan untuk melaksanakan pengujian kebocoran. Rekanan harus mencuci semua pipa yang sudah selesai dipasang. .c. semua pipa-pipa tersebut seluruhnya di desinfeksi oleh rekanan. Bagian pipa yang sudah 15 . 23. Semua pipa b. DESINFEKSI. setelah selesai dilas bagian lapisan dalam dan luar harus diperbaiki kembali. Pengurasan dilaksanakan mulai dari hulu pipa yang sudah dipasang dan dibuang kesaluran-saluran drainage. a.Pengujian kebocoran harus dilaksanakan setelah pengujian tekanan hidrostatis selesai dilaksanakan dan disetujui direksi proyek. Pekerjaan desinfeksi tidak dapat dilaksanakan tanpa ada persetujuan dari direksi proyek. Pengujian Kebocoran (Leakage test) .Saat-saat dilaksanakan pengujian. Air yang dipakai untuk mencuci pipa tersebut adalah air bersih ( portable) yang di setujui direksi proyek. . Bila kelihatan ada kebocoran-kebocoran pada sambungan-sambungan tersebut maka sambungan tersebut harus diperbaiki sehingga tidak terdapat kebocoran pada tempat sambungan tersebut. cat dasar setelah dipermukaan pipa terlebih dahulu dibersihkan dan sudah kering. secara berangsur-angsur segala kotoran-kotoran yang aada didalam pipa dibersihkan. pipa-pipa harus tetap menunjukan tekanan normal. PENGURASAN PIPA.Semua peralatan yang diperlukan untuk pengujian ini disedikan oleh rekanan. cara-cara pelaksanaan pengujian harus mendapat persetujuan Direksi proyek. semua sambungan pipa. . . klem pipa anchor dan lain-lain harus pula dicat. maka chloor harus ditambah dan dicampur dan selanjutnya ditunggu selama 24 jam lagi dan pemeriksaan dilakukan kembali.Pada waktu pengujian. PENGECATAN PIPA.Lamanya pengujian untuk tiap-tiap kali pengujian adalah 2 jam dan selama pengujian. Bila pada jalur pipa yang diuji tidak terdapat valve pembuangan udara (air valve) rekanan dapat memasang kran pembuang udara pada tempat yang disetujui direksi proyek.

25. PERBAIKAN KEMBALI. Termasuk lining jembatan. Rekanan harus memberikan perhatian lebih besar pada pengaruh pengkaratan terhadap pipa baja. serta bertanggung jawab untuk perbaikan kembali seperti keadaan/ konstruksi semula (sebelum pemasangan pipa) dengan konstruksi dan kwalitas yang minimal harus sama. . diperbaiki tersebut.Trotoar beton/paving stone harus kembali berbeton/paving stone. untuk semua bangunan dan konstruksi lainnya yang rusak oleh rekanan akibat pelaksanaan pekerjaan pemasangan pipa. . .c.Pembersihan kembali lapangan kerja dari sisa – sisa bahan / peralatan kerja menjadi tanggung jawab kontraktor. Untuk pekerjaan pengembalian kondisi perkerasan dengan campuran aspal panas seperti lapisan pondasi atas dengan ATB dan lapis permukaan AC disesuaikan dengan ketentuan peraturan Bina Marga.Perbaikan – perbaikan kecil terhadap bagian dari pekerjaan yang kurang sempurna dengan nilai pekerjaan setinggi – tingginya 1% dari harga jenis pekerjaannya dan bukan pekerjaan pokok. terutama untuk pipa baja yang dipasang di daerah dekat pantai atau saluran air. a. Rekanan berkewajiban b.Membongkar barak kerja / gudang bahan dan membersihkannya . Hal ini harus dilengkapi data pendukung / photo dan atas sepengetahuan direksi.Jalan hotmix harus kembali berhotmix. . seperti : . 24.Bidang tanah berumput /tanaman-tanaman yang rusak harus kembali berumput/tanaman seperti semula. 16 . Selama masa pemeliharaan. harus dicat dasar anti karat syncromate minimum 2 lapis dan dicat akhir dengan cat besi tahan karat minimum 2 lapis.Pembersihan dan pembuangan lumpur / sampah / pasir bawaan . kontraktor diwajibkan untuk : . Hasil pembersihan (tanah / pasir) yang kualitasnya baik dapat digunakan untuk timbunan atas persetujuan direksi.Jalan aspal penetrasi harus kembali beraspal penetrasi.Semua alat bantu milik Negara yang dipinjamkan / diperbantukan dikembalikan setelah diservice / diperbaiki sebagaimana keadan pada waktu penyerahan dari proyek. . .pekerjaan pembersihan sebelumnya baik pada saluran maupun sungai. PENYELESAIAN PEKERJAAN a.Jalan batu harus kembali berbatu.Dan lain-lain yang di jumpai selama pelaksanaan pekerjaan.Memperbaiki bangunan – bangunan setempat yang rusak sehubungan dengan pelaksanaan / kegiatan pekerjaan. . . deker / gorong – gorong yang rusak akibat kendaraan – kendaraan kontraktor selama pelaksanaan pekerjaan.Yang dimaksud dengan item ini adalah pembersihan sampah / lumpur / pasir yang terbawa aliran air setelah dilaksanakan . . Yang dimaksud dengan pekerjaan penyelesaian adalah : b.

Hal – hal yang belum jelas disebutkan dalam Rencana Kerja dan syarat-syarat ini. Dalam gambar as built drawing tersebut dicantumkan pula tabel mengenai spesifikasi material yang dipakai. . .Pemborong harus membuat gambar As Built Drawing sebanyak 5 ( lima ) exemplar yang telah disetujui oleh Direksi dan Pengguna Jasa. akan disampaikan dan dijelaskan dalam Berita Acara Rapat Penjelasan Pekerjaan (Aanwijzing). Pejabat Pembuat Komitmen/ Kepala Seksi Bahan Galian Dinas Cipta Karya Kabupaten Badung I Gusti Putu Ngurah Jaya. baik material dasar maupun material finishing.26. 19701006 200312 1 012 17 . P E N U T U P. ST Penata NIP.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful