SPESIFIKASI TEKNIS

KEGIATAN : LANJUTAN PEMASANGAN PIPA DISTRIBUSI DAN AKSESSORIS AIR BERSIH BR. CANGGU DESA CANGGU KECAMATAN KUTA UTARA
Spesifikasi teknis ini merupakan ketentuan yang harus di baca dan dimengerti bersama – sama dengan gambar-gambar rencana, yang keduanya menguraikan tentang pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh Pemborong. Identitas pekerjaan seperti peta lokasi, tempat pekerjaan dilaksanakan dijelaskan dalam gambar rencana. Lingkup dan item pekerjaan selengkapnya akan uraikan dalam daftar quantity pekerjaan, sedangkan uraian teknis pekerjaan adalah sebagai berikut :
1.

PEKERJAAN PERSIAPAN
1.1 Penyerahan Lapangan

Sebelum memulai kegiatan, pemborong harus sudah menerima surat/berita acara penyerahan lapangan dari Pemberi Tugas.
1.2

Perijinan Bila ada sebagian atau seluruhnya pekerjaan yang harus memerlukan perijinan dari instansi yang berwenang, maka Pemborong harus sudah memiliki perijinan yang dimaksud sebelum memulai bagian dari pekerjaan tersebut. Pemborong tidak diperkenankan memulai kegiatan sebelum memegang perijinan yang dimaksud. Segala biaya yang dikeluarkan untuk mengurus perijinan menjadi tanggung jawab pemborong. Penyediaan Fasilitas Penunjang Pekerjaan Semua keperluan fasilitas penunjang pekerjaan seperti listrik, air bersih dan lainnya yang dibutuhkan menjadi tanggung jawab Pemborong. Mobilisasi Peralatan dan Material Semua peralatan kerja yang akan dipakai dalam pekerjaan ini harus sudah dipersiapkan oleh Pemborong. Peralatan tersebut harus dalam kondisi baik dan laik pakai. Jika dalam masa pelaksanaan pekerjaan, peralatan mengalami kerusakan/tidak bisa dipergunakan, pemborong harus segera menyiapkan peralatan pengganti yang baru yang laik pakai. Penempatan material di areal site harus dikonsultasikan dengan Direksi Tenis, agar tidak mengganggu pekerjaan selama proses pekerjaan berlangsung.Pemborong harus sudah menghitung biaya mobilisasi material sampai ke tempat lokasi pekerjaan sesuai dengan tingkat kesulitannya.

1.3

1.4

1.5

Contoh – Contoh Material Contoh – contoh material yang akan dipakai harus diajukan lebih awal oleh Pemborong, mengacu pada spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Contohcontoh material yang telah disetujui oleh Direksi Teknis, dituangkan dalam lembaran persetujuan material.

1.6

Pengukuran Sebelum memulai pekerjaan Kontraktor harus mengadakan pengukuran kembali dengan teliti elevasi dasar galian, permukaan tanah, ketinggian tanggul dan jalan atau elevasi lainnya sesuai permintaan Direksi. Semua pengukuran kembali harus dikaitkan terhadap titik tetap yang terdekat. Alat – alat ukur yang dipergunakan harus dalam keadaan berfungsi baik dan sebelum pekerjaan dimulai semua alat ukur yang akan dipakai harus mendapat persetujuan Direksi, baik dari jenisnya maupun kondisinya. Alat – alat yang dipergunakan adalah waterpass lengkap dengan statip dan rambu – rambunya, theodolite lengkap dengan instruksi Direksi. Cara pengukuran ketepatan hasil pengukuran, toleransi, dan pembuatan serta pemasangan patok bantu akan ditentukan oleh Direksi. Ukuran – ukuran pokok dari pekerjaan adalah sesuai dengan yang tercantum dalam gambar. Ukuran – ukuran yang tidak tercantum, tidak jelas 1

ditanam dalam tanah dengan ketinggian 1. Kantor Direksi dengan luas  40 m2 (atau disesuaikan dengan kondisi yang memungkinkan di lapangan) untuk kegiatan/ruang kerja Direksi Teknis/pengawas. besar huruf disesuaikan.  2 stel meja tulis dan tempat duduk. sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kontraktor. Direksi berhak memerintahkan kepada Kontraktor untuk merubah ketinggian. Pemborong harus menyiapkan administrasi pelaksanaan pekerjaan antara lain : Request.8 Papan Nama Proyek. Setelah diperbaiki.  Papan tulis/white board ukuran 90 x 120 cm. harus segera dilaporkan kepada Pengawas Lapangan. Pemborong wajib membuat Gambar-gambar kerja ( shop drawing ) yang acuannya dari Gambar Rencana yang terakhir.atau saling berbeda. terbuat dari bahan multiplek tebal 9 mm.Pada keadaan dimana ada penyimpangan dari gambar rencana. Letak pemasangan Papan Nama pada lokasi proyek dan Redaksi Papan Nama akan ditentukan kemudian dengan Direksi Teknis. 1.  Sepatu karet dan helm proyek. Gambar tersebut harus digambar kembali diatas kertas A3 dan setelah disetujui oleh Direksi. Apabila terdapat kesalahan dalam pengukuran kembali. Apabila timbul keragu – raguan dari pihak Kontraktor dalam menginterpretasi angka – angka elevasi dalam gambar maka hal ini harus dilaporkan kepada Direksi untuk dimintakan penjelasannya. Pemasangannya harus kuat dan permukaan atasnya rata dan sifatnya datar (waterpass). kontraktor harus mengajukan 3 (tiga) lembar gambar penampang dari daerah yang dipatok.  Almari/Rak penyimpan alat-alat Kantor/pengawasan.Semua ketetapan pekerjaan pengukuran. laporan harian pelaksanaan . Papan nama kegiatan dipasang pada patok kayu yang kuat. dengan perlengkapan sebagai berikut :  Meja rapat lengkap kursi untuk lebih kurang 15 orang. rapat-rapat rutin lapangan dan lain-lain. Jika terdapat perbedaan antara gambar kerja dengan keadaan sebenarnya di lapangan. tulisan warna biru. Direksi akan membubuhkan tanda tangan persetujuan atau pendapat / revisi pada satu lembar gambar tersebut dan mengembalikannya kepada kontraktor. Apabila dianggap perlu. maka yang dilaksanakan adalah keputusan yang diberikan oleh Direksi. prestasi fisik pekerjaan. Pembuatan dan pemasangan papan dasar pelaksanaan (bouwplank) termasuk pekerjaan Kontraktor dan harus dibuat dari kayu jenis meranti kelas II yang tidak berubah oleh cuaca. Yang tidak termasuk pekerjaan persiapan akan tetapi pemborong wajib menyiapkan dan menyediakan adalah : a. Pengukuran sudut siku – siku dengan prisma atau benang hanya dibenarkan untuk bagian – bagian kecil dari pekerjaan dan mendapat persetujuan Direksi. Kekeliruan dari hasil pengukuran. laporan mingguan. kontraktor harus mengajukan kembali gambar yang Direksi diminta untuk direvisi. sekurang-kurangnya pada saat dilakukan opname kemajuan pekerjaan. baik ukuran panjang maupun sudut harus terjamin kebenarannya.  Kotak P3K beserta isinya 1. Administrasi dan Dokumentasi.5 meter. 1. Kontraktor bertanggung jawab penuh atas tepatnya pelaksanaan pekerjaan menurut peil – peil dan ukuran dalam gambar dan uraian / syarat – syarat pelaksanaan itu. Selanjutnya Kontraktor wajib melakukan penggambaran kembali tapak proyek sesuai dengan keadaan sebenarnya di lapangan.9 2 . maka pengukuran ulang menjadi tanggung jawab Kontraktor.7 Gambar-gambar Kerja Sebelum mengerjakan pekerjaan. maka Kontraktor akan menyerahkan kepada Direksi gambar asli dan 3 (tiga) lembar hasil rekamannya. Ukuran Papan Nama Proyek adalah 80 x 120 cm. dicat dasar warna putih. Time schedule pekerjaan dan foto-foto kemajuan pekerjaan dibuat sesuai dengan laporan prestasi pekerjaan. letak atau ukuran suatu bagian pekerjaan.

d. dengan tidak mengganggu lalu lintas selambat – lambatnya dalam waktu satu kali 24 jam sesudah penurunan bahan – bahan harus sudah dipindah ketempat penyimpanannya. Menutup lalu lintas secara total tidak dibenarkan. Bila diperlukan sebelum dimulainya dan selama berlangsungnya pekerjaan. d. maka dapat dipakai standar lain yang lebih tinggi kwalitasnya dari standar Nasional diatas antara lain:  ISO : International Organization for Standardization  JIS : Japanese Industrial Standart  BS : British Standart  DIN : Deutsche Industrie Norm  AWWA : American Water Works Association  ASTM : American Society for Testing and Materials  ANSI : American National Standard Institute  AS : Australian Standard  AWS : American Welding Society dan standar standar lainnya yang telah mendapat persetujuan dari Direksi. Penempatan /lokasi dari kantor Direksi harus mendapatkan persetujuan dari Direksi Teknis. aman dan nyaman. mengganggu lalu lintas. serta selalu terjaga kebersihannya. b. Kontraktor harus menjaga jangan sampai lalulintas macet dan Kontraktor harus menyediakan orang untuk mengatur lalu lintas jalannya bila diperlukan Kontraktor harus menyediakan pesawat HT untuk mempermudah sistem pengaturannya. WC darurat untuk Direksi. Bila karena terpaksa bahan – bahan harus dituangkan di tepi jalan. ACUAN NORMATIF Dalam pelaksanaan pekerjaan. dipasang lampu merah yang cukup jelas dan terang menurut petunjuk Direksi untuk menghindari terjadinya kecelakaan. kecuali setelah ada persetujuan tertulis dari Direksi. Penetapan alat – alat dan bahan – bahan diusahakan sedapat mungkin tidak 3 . Kantor direksi. e. mengikuti semua persyaratan yang ditentukan dalam rencana kerja dan syarat-syarat termasuk standar material yang akan dipakai yang mengacu pada SNI (Standar Nasional Indonesia). Pada malam hari ditempat – tempat yang berbahaya bagi yang lewat harus c. c. Kontraktor diwajibkan untuk memasang tanda – tanda pengaman lalu lintas dengan ketentuan sebagai berikut : Semua papan – papan dan tanda – tanda perhatian harus dibuat dari papan Kayu Kelas II tebal minimum 3 mm dengan warna dasar kuning dan Penunjuk Pengaman Lalu Lintas dengan warna hitam dengan ukuran sesuai petunjuk direksi. pemborong harus memahami. f. kantor Pemborong/Los Kerja serta wc darurat setelah selesainya pekerjan adalah milik pemborong dan segera harus dibersihkan dari tempat pekerjaan. 3. Kantor Pemborong. SII (Standar Industri Indonesia). Jika spesifikasi material yang disaratkan belum ada dalam standar SNI dan SII. Gudang bahan dan los kerja luasnya disesuaikan dengan kebutuhan dan keamanan kerja para pekerja serta terlindungnya bahan banguan dari cuaca dan hujan. RAMBU–RAMBU KESELAMATAN KERJA a. Pemborong dan pekerja secukupnya serta tersedia cukup air dan terjamin kebersihannya.Kantor Direksi harus terang. b. 2. Penempatan alat – alat dan bahan – bahan yang berada di tepi jalan pada malam hari harus juga diberi seperti lampu merah atau tanda – tanda yang sifatnya membantu keamanan jalannya lalu lintas.

pekerja atau orang lainnya terjatuh kedalamannya. Segala hal yang diakibatkan oleh pekerjaan penggalian dan pembuatan parit galian. Pekerjaan penggalian dilaksanakan sedemikian rupa sehingga memungkinkan pipa dapat dipasang dengan posisi yang baik dan aman.batu atau material lain yang diperlukan untuk penyelesaian dari pekerjaan dalam kontrak ini. Galian tanah dilaksanakan untuk semua pemasangan pipa dan peralatannya serta bangunan pelengkap yang termasuk dalam pekerjaan ini. PROSEDUR PENGGALIAN a. Daerah dimana telah tergali lebih atau daerah retak atau lepas. b. dan setiap galian terbuka pada badan jalan atau bahu harus ditambah dengan rambu pada malam hari dengan drum dicat putih (atau yang serupa) Ketentuan pengaturan dan pengendalian lalu lintas selama pelaksanaan konstruksi harus diterapkan pada seluruh galian dalam daerah milik jalan.Bahan yang berlebih harus dibuang dengan penggalian lebih lanjut. Seluruh galian terbuka harus diberi penghalang yang cukup untuk mencegah 6. Sebelum pekerjaan Penggalian Badan jalan dimulai. 4 . Galian batu karang / tanah keras. b. harus segera diurug kembali dengan urugan dari bahan – bahan terpilih atau lapis pondasi agregat. PEKERJAAN GALIAN PIPA a. JAMINAN KESELAMATAN PEKERJAAN GALIAN a. Pekerjaan ini harus mencakup penggalian. Pekerjaan galian yang terlalu lebar dari batas daerah yang ditentukan dan dapat menyebabkan longsor.Pembuangan sisa galian ke luar lokasi dengan kendaraan c. seluruh galian dapat merupakan salah satu dari : Galian tanah biasa. 7. Pada setiap saat peralatan galian cadangan (yang belum terpakai) serta perlengkapan P3K harus tersedia pada tempat kerja galian. menjadi tanggung jawab rekanan. pipa. PERBAIKAN DARI PEKERJAAN GALIAN YANG TAK MEMUASKAN a. c. yang sesuai dengan pengarahan Direksi Teknik. Setiap kecelakaan yang disebabkan karena kelalaian kontraktor memberi pengaman seperti tersebut diatas. Kontraktor harus menempatkan pengawas keamanan pada tempat kerja yang tugasnya hanya memonitor kemajuan dan keamanan. Pekerjaan ini umumnya diperlukan untuk pembuatan dasar galian saluran 5.g. penanganan. sepenuhnya adalah tanggung jawab Kontraktor. Pekerjaan galian yang tidak memenuhi toleransi dimensi diatas harus diperbaiki oleh Kontraktor. harus diurug kembali dengan timbunan pilihan atau lapis pondasi agregat seperti yang diperintahkan Direksi. Kontraktor harus memikul seluruh tanggung jawab untuk menjamin keselamatan pekerja yang melaksanakan pekerjaan galian serta penduduk sekitar. 4. b. b. Pekerjaan galian dan pembuatan parit galian hendaknya dilakukan dengan cara-cara yang layak. penumpukan tanah biasa. Pada setiap saat sewaktu pekerja atau yang lainnya berada dalam galian yang mengharuskan kepala mereka berada di permukaan tanah. aman dan tepat untuk menghindari kemungkinankemungkinan timbulnya bahaya bagi keselamatan manusia dan kerusakan bangunan atau instalasi yang ada. Kontraktor harus menyelesaikan perijinan untuk penggalian pada Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Badung. c. Segala biaya pengurusan ijin galian menjadi tanggungan Kontraktor. c. pembuangan.

25 cm. f. e. b. Dasar parit galian hendaknya rata. i. f.Penggalian harus bertahap sesuai dengan perkiraan jumlah pipa yang dapat dipasang untuk setiap harinya dan mengikuti petunjuk Direksi Proyek. pemasangan. Kedalaman galian hendaknya selalu diperiksa untuk mendapatkan kedalaman jalur pipa yang tepat. Bila dianggap perlu. a. lebar parit galian disesuaikan dengan besarnya pipa yang akan dipasang dan lebar galian tersebut harus menjamin pekerjaan penyambungan pipa dengan baik sehungga kebocoran-kebocoran pada sambungan dapat di hindarkan. maka harus diadakan pengamanan terhadapnya agar tidak terjadi kerusakan sebagai akibat pekerjaan rekanan. haruslah diadakan konstruksi penguat (dari turap kayu atau lainnya) agar terjamin keselamatan dan keamanan pekerja. c. l. Biaya yang mungkin timbul akibat adanya konstruksi penguat tersebut harus sudah diperhitungkan dalam harga penawaran dan tidak diterima adanya tuntutan tambahan biaya untuk pekerjaaan ini. serta diikuti pula dengan penimbunan/pengurugan kembali dengan segera. serta harus bebas dari lumpur dan tetap rata bila diinjak kaki para pekerja. profil melintang dan potongan ). Dasar parit yang sebelumnya padat tapi menjadi lunak bagian atasnya akibat pelaksanaan pekerjaan hendaknya diperkuat dengan satu atau lebih lapisan batu pecah atau kerikil. 8. Batu-batu dengan diameter lebih besar dari 40 mm harus dibuang dari parit galian. lapisan tersebut harus dibuang. d. LEBAR DAN KEDALAMAN PARIT GALIAN.Perbaikan atas kerusakan yang terjadi sebagai akibat pekerjaan penggalian menjadi tanggung jawab rekanan. e. Apabila ternyata didalam pelaksanaan penggalian terjadi kelongsorankelongsoran dan keruntuhan-keruntuhan terus menerus yang mengganggu. Pekerjaan penggalian tanah untuk parit pemasangan pipa harus segera diikuti dengan pelaksanaan pemasangan pipa dan perlengkapannya. Lapisan lumpur atau tanah lunak pada dasar parit tidak boleh lebih tebal dari 1. Penerapan hendaknya direncanakan dan dibuat untuk menahan semua beban dan muatan yang mungkin timbul akibat pergerakan tanah atau tekanan. effisien kerja. k. direksi proyek dapat memerintahkan untuk memindahkan 5 . h. Patokan /pedoman yang dipakai untuk dalamnya galian adalah diukur dari atas pipa sampai permukaan jalan/ tanah asal. penanaman maupun pekerjaan konstruksi. penyambungan. d. Parit dan tempat sambungan atau peralatan pipa hendaknya digali hingga didapatkan suatu lebar yang cukup untuk ruang kerja. terkonsolidasi dan digali pada kedalaman yang tepat untuk meletakan pipa. struktur dan fasilitas lain yang ada. Bila dijumpai adanya sarana-sarana atau instalasi diatas permukaan tanah atau dibawah tanah. rapat. j. Bila pada bagian parit pipa terdapat galian-galian berlumpur atau penggalian terlalu dalam maka dapat diurug dengan pasir ataupun diurug dengan bahan-bahan lainnya yang disetujui oleh Direksi Proyek. ditambah diameter luar pipa dan tebal lapisan pasir dibawah pipa. g. Parit pipa harus digali dengan kedalaman yang dikehendaki sehingga terdapat pembebanan yang merata dan menerus pada dasar galian (yang tidak terganggu antara dua sambungan pipa). Tempat galian. Bila perlu lebar galian diperbesar untuk memudahkan penempatan alat-alat penyangga dan sebagainya. lebar dan kedalaman minimum untuk pemasangan pipa berikut perlengkapannya serta bangunan-bangunan yang nyata-nyata termasuk dalam pekerjaan ini harus dibuat sesuai dengan gambar kerja (gambar situasi. profil memanjang. Parit galian yang masih terbuka harus dijaga sehingga effisiensi pekerjaan dan keselamatan pekerja serta masyarakat dapat terjamin. Bila pada bagian parit galian ternyata tidak stabil atau dijumpai lapisanlapisan bekas sampah ataupun humus. Bila tidak dinyatakan lain. Konstruksi penguat ini hendaknya kaku hingga tidak terjadi perubahan bentuk dan posisi dalam keadaan apapun.

dicegah tidak memasuki daerah pemaritan sejauh mungkin tanpa mengakibatkan kerusakan-kerusakan pada tanah milik sekitarnya. Air permukaan hendaknya dipintaskan atau dengan cara-cara lain. Urugan pasir dipergunakan pada dasar galian pipa dan diatas pipa sesuai gambar rencana. diurug kembali dengan lapis pondasi dari agregat A yang merupakan bahan urugan campuran dari material batu pecah dari ukuran 3-5 cm. 2-3 cm. 9. Urugan yang dicakup oleh ketentuan ini merupakan urugan pilihan yaitu urugan dari berbagai material sesuai yang ditentukan. Apabila juga ternyata bahwa didalam galian dijumpai air yang mengganggu pengeringan. Alat angkut dan operatornya disediakan oleh kontraktor. penghamparan dan pemadatan tanah atau bahan berbutir yang disetujui untuk konstruksi urugan. maka rekanan harus menyediakan pompa atau peralatan lain untuk pengeringan.5 – 1 cm serta bagian bahan timbunan. Diatas urugan tanah dipilih. Penempatan material tersebut pada tempat yang aman atas persetujuan Direksi.Pekerjaan Urugan / Timbunan yang dilakukan sehubungan dengan Kontrak. q. Untuk keperluan pengangkutan jauh keluar lokasi kerja dengan alat angkut yang memadai. Biaya yang ditimbulkan akibat pekerjaan pengeringan tersebut berikut pompa dan peralatannya adalah tanggungan rekanan. o. b. 1-2 cm. Pengukuran ketebalan urugan pasir dilakukan setelah urugan pasir benar – 12. pengambilan. dan seluruh Urugan / Timbunan Adalah :  Urugan Pasir  Urugan Tanah dipilih dan Pemadatan  Urugan Agregat A dan pemadatan 11. Pemadatan urugan pasir lapis demi lapis dengan penyiraman seperlunya. Bahan urugan adalah pasir urug yang bebas dari kotoran dan biji – bijian yang tumbuh sesuai kebutuhan. n. d. Pada tempat – tempat parit galian yang mudah longsor harus diberi turap pengaman. URUGAN PASIR a. c. pengangkutan. p. URUGAN AGREGAT A a. Pekerjaan ini mencakup pengambilan.tanah pada lokasi galian dan mengisi kembali dengan bahan-bahan yang sesuai. pengangkutan dan penghamparan dari tanah pilihan pada lubang – lubang galian pipa yang telah disiapkan. 0. hendaknya dikeringkan dengan menurunkan permukaan air tanah sampai jarak tidak kurang 30 cm dibawah dasar galian. b. benar padat. dengan pemadatan lapis demi lapis setiap 15 cm dengan menggunakan stamper atau hand press sampai tercapai dimensi urugan yang dikehendaki. dan biaya yang timbul untuk pekerjaan ini merupakan tanggung jawab rekanan. untuk pengurugan kembali galian pipa atau struktur dan untuk urugan umum yang diperlukan untuk membuat bentuk dimensi timbunan antara lain ketinggian yang sesuai persyaratan atau penampang melintangnya. URUGAN TANAH PILIHAN DAN PEMADATAN a. 10. 6 . Setiap galian hendaknya dijaga tetap kering sampai konstruksi yang harus dibangun atau pipa yang harus dipasang selesai dilaksanakan. m. PEMBUANGAN SISA GALIAN KELUAR LOKASI DENGAN KENDARAAN a. Semua penggalian untuk struktur beton dan parit yang diperdalam hingga mencapai atau dibawah elevasi statik. PEKERJAAN URUGAN a. 13. Pekerjaan urugan ini mencakup pengadaan.

b. Hasil uji tersebut harus dituangkan dalam berita acara dan ditanda tangani oleh direksi. kelas. . PERBAIKAN DARI URUGAN YANG TAK MEMUASKAN ATAU TIDAK STABIL a. SYARAT – SYARAT KHUSUS BAHAN PERPIPAAN a. Bila kualitas pipa menurut pandangan direksi meragukan. Urugan akhir yang tidak memenuhi penampang melintang yang diisyaratkan atau disetujui atau toleransi permukaan yang diisyaratkan harus diperbaiki dengan menggaru permukaan dan membuang atau menambah bahan sebagaimana diperlukan yang dilanjutkan dengan pembentukan dan pemadatan kembali. disusul dengan penyiraman air secukupnya dan dicampur dengan menggunakan “motor grader” atau peralatan lain yang disetujui. Urugan yang menjadi jenuh akibat hujan atau banjir atau karena hal lain setelah dipadatkan dalam batasan persyaratan ini biasanya tidak memerlukan pekerjaan perbaikan asal sifat material dan kerataan masih memenuhi persyaratan spesifikasi ini. Setiap pipa harus mempunyai tanda marking /cap. d. atau pembuangan dan penggantian bahan. baik pada ujung maupun bagian tengah pipa. walau tidak masuk dalam penawaran. Kontraktor pelaksana harus menyertakan surat dukungan resmi dan brosur produk pipa dan aksesoriesnya dari produsen pipa PCV. 15. Bila dilapangan terdapat barang yang tidak memenuhi standar dalam kelasnya maka Rekanan dapat dikenakan sangsi untuk mengganti seluruhnya barang yang telah dikirim dan segala biaya ditanggung rekanan sendiri. trademark dan tanggal pembuatannya. maka harus diperbaiki. maka Direksi berhak memerintahkan rekanan melakukan uji kualitas di laboratorium yang disaksikan langsung oleh Direksi ataupun pemimpin kegiatan. 7 .5 Mpa dengan panjang effektive 6 meter. Setiap pipa mempunyai ketebalan menurut kelasnya dan merata. dengan sandart pemadatan. Pemadatan dilakukan lapis demi lapis dengan ketebalan tidak lebih dari 20 c. hampar atau dipadatkan sewaktu hujan.Kelas pipa PVC beserta fittingnya yang digunakan pada pekerjaan ini adalah S-10 yang mempunyai tekanan Nominal 12. nama pabrik pembuat. Perbaikan dengan urugan yang tidak memenuhi kepadatan atau persyaratan sifat bahan dari spesifikasi ini harus seperti yang diperintahkan direksi dan dapat meliputi tambahan pemadatan.Standar pipa PVC yang digunakan sesuai SNI dan SII .Urugan tidak boleh dipasang. Semua biaya pengetesan menjadi beban kontraktor. Pipa PVC . Setelah selesai pemadatan . Kelas yang telah ditentukan tak dapat diganti dengan kelas yang lebih rendah mutunya. c.Pipa yang ditawarkan harus buatan pabrik yang sudah mendapat ijin untuk penggunaan SII yang dikeluarkan oleh Departemen Perindustrian. agregat harus dites kepadatannya agar sesuai cm.b. dalam hal kadar airnya kurang memenuhi persyaratan atau seperti yang diperintahkan Direksi.Semua biaya pengujian menjadi tanggung jawab Rekanan. pada bagian luar yang menunjukkan diameter nominal. walaupun mendapat jaminan dari pabrik. dan pemadatan tidak boleh dilaksanakan setelah hujan. .Bila tidak disebutkan lain dalam uraian pekerjaan. Rekanan menyediakan Washer/cleaner untuk pembersih sambungan pipa. pipa PVC terdiri dari sambungan Bell End / Rubber Ring Joint / dengan cincin karet. Urugan yang terlalu sering untuk pemadatan. 14. penggaruan yang disusul dengan pengaturan kadar air dan pemadatan kembali.

7 10.D.8 75. diameter luar.Pipa GWI yang dipakai adalah kelas Medium A yang tahan terhadap Pengujian Tekanan Air sebesar 50 Kg/cm2.(mm) mm inch 50 2 63 75 3 90 100 4 110 150 6 160 200 8 225 250 10 280 300 12 315 Tebal (mm) S-10 3.8 76.3 138.85 4. .0 59.65 2.SPESIFIKASI : PIPA PVC “BELL END” Ukuran Nominal Nominal O.4 33. baut.4 27.0 SPESIFIKASI : PIPA PVC “TS END” Ukuran Nominal Nominal O. seperti mur.58 2.2 1.3 5.8 13.25 3.6 89. SPESIFIKASI : PIPA BAJA MEDIUM GALVANIS DIAMETER NOMINAL inch mm 1/2 15 3/4 20 1 25 1¼ 32 1½ 40 2 50 2½ 65 3 80 4 100 5 125 6 150 DIAMETER LUAR Max(mm) 21.20 8 .22 1.8 60.65 3.05 4.47 12.61 5. tebal dinding harus sesuai dengan yang disyaratkan dalam uraian ( SNI. SII ).Semua pipa beserta perlengkapan penyambungan adalah dalam kondisi baru dan siap pakai ( tidak dibenarkan menggunakan barang bekas ).0 4.1 Min (mm) 21.1 26.(mm) mm inch 15 ½ 20 20 ¾ 25 25 1 32 30 1¼ 40 40 1½ 50 50 2 63 75 3 90 Tebal (mm) S-10 1.00 16.20 19.D.1 113.9 2. . .6 166.25 3.0 1.0 4.7 164.Semua pipa GWI yang dipakai mempunyai diameter nominal.40) sesuai keterangan dalam gambar dan dalam daftar Quantity. Harga penawaran yang diajukan sudah termasuk perlengkapannya.65 4. Dimensi flange dibuat sesuai standar yang lazim digunakan untuk air minum dan khusus dibuat untuk tahan Pengujian Tekanan Air 50 Kg/cm2.1 48.5 114.9 48.51 8.4 88.10 6.4 3. Sedangkan untuk fittingnya menggunakan CI dan atau Black Steel (SCH.4 15. Pipa GWI .2 34.2 42.3 7.flange las dan atau pengelasan.6 1.1 TEBAL mm 2. ring dan gasket/karet packing. disesuaikan dengan kondisi di lapangan.05 4.44 3.4 42.65 3.Sambungan pipa GWI yang dipergunakan adalah dengan screw.25 3.85 BERAT Kg/m 1.3 b.9 140.14 3.

R.16 K : FCD-S : SUS 304 : SUS 304/S45C  CI Y-Pattern Strainer ( connect flange) Design Class Body Disc : JIS Standard Material : 10K.fitting pipa dan accessories pipa lainnya yang untuk dijadikan acuan dalam penawaran antara lain:  Bronze & Brass Valve ( connect srew ) Gate valve. Air valve harus dapat berfungsi melepaskan udara selama pengaliran air dalam pipa. Seluruh valve pada badan luar harus tercetak asli dari pabrik dan dicor dengan huruf timbul yang dapat menunjukkan nama atau merk dagang pembuatnya. Ball valve. mur karet packing ( unit set ) .Valve yang akan dipergunakan harus mengikuti salah satu standar yang disetujui oleh Direksi.Ball Foot valve.c. dapat mencegah penutupan yang dini bila udara sedang dilepaskan serta aman terhadap vacum.  CI Gate Valve (N. dapat memasukkan udara selama penggelontoran. Harga penawaran setiap macam valve harus sudah termasuk dengan kelengkapannya masing-masing seperti bout. Valve yang ditawarkan adalah dalam kondisi baru ( bukan valve bekas) dan sesuai dengan Tekanan kerja yang diminta dalam spesifikasi teknis dan yang tercantum dalam Bill of Quantity. Beberapa Standar Valve.16 K : FCD-S : SUS 403 : SUS 403  CI Swing Check Valves (connect Flange ) Design Class Body Screen Plug : JIS Standard Material : 10K. : Bronze : Brass : Bronze d. Y-Strainner. 150 Lbs. include dengan upah kerja pemasangan ( Complete Works Joint Materials ). Design Class Body Stem Disc : JIS Standard : 125 Lbs. .S) connect flange Design Class Body Stem Disc : JIS Standard Material : 10K. melepaskan udara bila udara terjebak dalam pipa.Swing Check valve. Bila kualitas valve yang dipakai meragukan. etc.1 bar. maka Direksi berhak merekomendasikan kepada rekanan untuk mengganti dengan jenis serta kualitas yang telah memenuhi standar dan teruji pemakaiannya. tekanan kerja. 16 K : FCD-S : SUS 403  CI Air Valve ( connect srew/flange) Standar Type Body & Cover : SCI ( Siam Cast Iron) Air valve : Single small orifice valve ( screwed end & Flange end) : Cast iron 9 . class serta diameter nominalnya. Valve dan fitting .Air valve yang dipergunakan harus dapat beroperasi secara otomatis dan mempunyai tekanan sebesar 1 bar diatas tekanan kerja dan tidak terjadi kebocoran bila tekanan minimum 0.

40 ( Tee. Bend. fitting dan perlengkapannya yang akan dipasang. . penyambungan dari pipa-pipa dan ketentuanketentuan teknis cara pemasangan akan diberikan petunjuk oleh Direksi Proyek. fitting dan perlengkapannya terdapat kelebihaan pipa atau perlengkapannya.Orifice & sealing ring Float Float guide : Moulded Synthetic Rubber : ABS ( Acryloitrilile Butadiene Styrene ) /Stainless Steel : ABS/Gunmetal/Cast iron  CI Water Meter (connect flange) Standar Setara Status : ISO 4064 B : Linflow : Lulus uji Kalibrasi  Surge/pressure Tank dengan pressure switch Standart Setara Max Press Tes Press  : ISO 9001 : CIMM( 500 liter ) : 10 Bar : 14. . Pengakutan dari gudang ke tempat pemasangan menjadi tanggung jawab rekanan termasuk pembiayaannya. .Pipa. rekanan harus mengembalikan kegudang/tempat pengumpulan yang ditentukan oleh Direksi Proyek. Reducer Tee ) Standar specification Standar dimension Material : ASTM A234 : ASME B16. harus dijaga kebersihannya dan diperiksa lagi atas kerusakan dan retakretak. . harus diganti sesuai dengan kwalitas/bentuk aslinya dan biaya yang ditimbulkan akibat penggantian tersebut menjadi tanggungan rekanan. PEMASANGAN PIPA a. Apa bila ternyata dalam pelaksanaan pemasangan pipa.9 : Carbon steel  Steel Pipe Flange Class  CI Giboult Joint Standart Class  PVC Tapper core Standart Class : SII : 10 Bar.3 Bar FITTING SCH. Kerusakan atau hilang setelah diserahkan kepada rekanan. Umum. Reducer.Cara-cara pengakutan. 16 Bar : 10 K 16. 16 Bar : SII : 10 Bar. Biaya untuk pengembalian pipa dan potonganpotongan pipa dan perlengkapannya tersebut menjadi tanggungan rekanan. tersimpan digudang penyimpanan pipa yang disediakan oleh Pemberi Tugas.Sebelum dan sesudah dipasang pipa-pipa dan perlengkapannya. 10 .Pipa dan perlengkapan pipa yang telah diserahkan kepada rekanan untuk dilaksanakan pemasangannya harus dijaga baik-baik jangan sampai hilang atau rusak.

. bekas pakaian dan lain-lain kotoran yang dapat mengganggu kebersihan dn kelancaran aliran air didalam pipa. . Pemeriksaan Sebelum pemasangan. karena dapat merusak dan menggores pipa. tali – tali dan lain-lain alat yang sesuai untuk menghindari dari kerusakan. Bagian luar ujung pipa. . untuk menghindari kerusakan pada ujung-ujung pipa dan inner lining dari pipa baja.Tikungan/belokan (vertikal/horisontal) tanpa elbow/bend dilaksanakan sedemikian rupa sehingga sudut sambungan antara dua 11 c.Selama penurunan pipa-pipa harus dihindari terbantingnya atau terbeturnya pipa. . kopling dan semua bagian sambungan yang akan dipasang harus dicuci terlebih dahulu sampai bersih sehingga diperoleh sambungn pipa yang stabil dan baik.Semua pipa dan perlengkapan pipa yang akan dipasang serta alat-alat bantu untuk pemasangan tersebut harus diperiksa dengan cermat dan hati-hati sesaat sebelum pipa-pipa/perlengkapan pipa tersebut diturunkan pada lokasi yang sebenarnya. Menurunkan Pipa Kedalam Parit.Pipa yang akan dipasang diturunkan kedalam galian dengan alat-alat khusus yang disediakan oleh rekanan. . Pipa atau fitting yang rusak harus dipisahkan untuk diperiksa oleh Direksi Proyek. .Bila terjadi kerusakan pada pipa dan perlengkapannya akibat kelalaian rekanan. fitting dan perlengkapannya harus diturunkan dengan hati-hati kedalam parit galian secara satu persatu dengan derek. . . e. . . Setelah diperiksa dan di setujui Direksi Proyek baru diperbolehkan untuk diurug. d. .Pipa dibongkar sedekat mungkin dengan parit galian dan diletakan setiap interval panjang pipa sehingga memudahkan penurunan pipa kedalam parit. Pembokaran Sepanjang Jalur Parit Galian.Tali yang digunakan haruslah bersifat lemas dan tidak boleh menggunakan seling baja atau rantai. . harus ditutup sehingga kotoran ataupun air buangan tidak masuk kedalam pipa. .Bila rekanan menggunakan kait untuk mengangkat dan menurunkan pipa. atau ujung pipa yang bengkok harus dipotong sesuai dengan petunjuk-petunjuk direksi proyek. alat-alat. Semua pipa. maka ujung kait ini harus dilindungi karet.Semua pipa yang akan dipasang harus bebas dari segala macam jenis kotoran. rekanan harus mengganti pipa-pipa yang rusak atau memperbaiki kembali (bila masih dapat diperbaiki) seperti semula dengan persetujuan Direksi Proyek.Bila ada ujung pipa terdapat bengkokan-bengkokan hal tersebut harus dihindarkan. karena dapat menimbulkan pecah atau retak-retak pada pipa dan lapisan cement liningnya atau kerusakan pada ujung pipa yang akan menyulitkan pemasangan sambungannya. .b.Setiap pipa yang sudah dimasukan kedalam parit galian harus langsung dipasang dan distel sambungnnya dan kemudian diurug dengan bahan-bahan yang disetujui Direksi Proyek.Pada pipa-pipa yang sudah dipasang harus dicegah jangan sampai kemasukan segala macam jenis kotoran umpanya bekas puing-puing. Pembersihan Pipa dan Perlengkapannya. serta dipadatkan dengan sempurna kecuali pengurugan pada tempat-tempat sambungan pipa harus diperiksa dan disetujui terlebih dahulu oleh direksi proyek. f. Pemasangan Pipa.Semua ujung pipa yang terakhir yang pada saat pemasangannya berhenti. Cara-cara penutupan pada ujung pipa tersebut harus disetujui Direksi Proyek.

ujung-ujung pipa yang terakhir harus ditutup rapat air untuk mencegah masuknya kotoran/benda-benda asing/ air kotor kedalam pipa.Segala sarana yang perlu disingkirkan akibat penggalian pekerjaan pemasangan pipa. Semua pemasangan fitting penyambungan pipa seperti tee. . begitu pula untuk percabangan harus dengan tee atau cross tee (sesuai kebutuhannya). pemotongan pipa dapat dilakukan rekanan dengan persetujuan Direksi Proyek dan harus dilaksanakan dengan alat yang sesuai/khusus untuk jenis atau bahan pipa yang dipasang. a.Ujung-ujung bekas pemotongan harus dihaluskan dengan alat-alat yang sesuai misalnya dengan gurinda. . 17. parit galian untuk perletakan pipa harus kering. . Perubahan arah perletakan pipa (belokan/tikungan). Untuk pipa yang ditanam waktu pemasangan pipa. h. agar benar-benar terjamin penyambungannya yang baik sesuai dengan syarat-syarat teknis/petunjuk dari pabrik pipa bersangkutan (misal pipa baja dengan pemotongan dan snay pipa kemudian dengan alat perapih ujung pipa). ter/aspalt atau bahan-bahan minyak pelumas lainnya. PENYAMBUNGAN PIPA. flens dan las. Peil dari perletakan pipa serta tinggi terhadap muka jalan/tanah asal harus diperiksa dengan teliti dan disaksikan dan mendapat persetujuan Direksi Proyek.  Pipa PVC dengan sambungan push-fit ( cincin karet). Pemotongan Pipa .Apabila benar-benar diperlukan. Umum. dan sebagainya harus diberi blok-blok penahan ( anker block ) dari beton (K 175). Setiap pekerjaan pemasangan pipa yang dihentikan pada waktu diluar jam-jam kerja.Biaya-biaya yang timbul akibat kerusakan tersebut menjadi tanggung jawab rekanan. harus dilaksanakan dengan penyambungan bend/elbow yang sesuai. tidak boleh ada air sama sekali dan bagian dalam pipa harus bersih. Membengkokan atau merubah bentuk pipa dengan cara apapun tidak diperbolehkan (secara mekanis maupun dengan cara pemanasan) tanpa persetujuan Direksi Proyek.  Pipa PVC dengan sambungan Solvent Cement. Semua ujung pipa yang terakhir dan tidak dilanjutkan lagi harus ditutup (didop/plug) dan diberi beton penahan (K-175). 12 .Penyambungan pipa yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut :  Pipa baja dengan sambungan Flens  Pipa baja dengan sambungan las  Pipa GWI dengan sambungan shock. Material yang digunakan untuk tutup ujung pipa tersebut harus bersih dan bebas dari minyak/oli. Pada waktu pemasangan pipa serta tingggi terhadap muka jalan/tanah asal harus diperiksa dengan teliti dan disaksikan dan mendapat persetujuan dari Direksi Proyek.- - - - - - - - g. Pemulihan Sarana-Sarana Yang Ada. elbow/bend. harus diperbaiki dan dikembalikan seperti keadaan kondisi semula. untuk itu akan diberikan petunjuk lebih lanjut oleh Direksi Proyek.Penyambungan pipa-pipa dilaksanakan sesuai dengan petunjuk penyambungan pipa dari pabrik pembuatan pipa dan atau berdasarkan petunjuk-petunjuk dari direksi proyek. . pipa tidak boleh lebih besar dari yang diizinkan oleh pabrik pipa yang bersangkutan.

. semua baut dan mur harus diberi gemuk dengan sempurna.Setelah flens pipa sudah bersih permukaannya. . . . .Sebelum baut dipasang.Pengelasan harus dilakukan oleh tenaga-tenaga yang berpengalaman dalam bidangnya dan mempunyai sertifikat keahlian dalam bidang ini.Setelah dilas lapisan bagian dalam (lining) dan luar (coating) pipa dipasang kembali seperti semula dengan cara-cara menurut petunjuk dan peraturan-peraturan pabrik membuat pipa. dengan cairan pembersih ( cleaner ). pembersihan dan perbaikan kembali hanya lapisan bagian luar (coating) saja. 13 . dan dibalut dengan rapi. .Alat-alat yang dipergunakan untuk menyambung pipa PVC dengan gelang karet adalah sebagai berikut :  Kikir  Meteran  Marker (spidol)  Kuas  Pelumas  Kain lap  Tuas perapat  Gelang karet (rubber ring ) .Semua sambungan las harus dicat dengan cat dasar anti karat synchromate setara produksi Kansai Paint minimum 2 lapis. Sabungan Flens. c. . .Baut-baut harus diputar dengan kunci-kunci yang sesuai sehingga dapat menjamin kesamarataan baut-baut pipa dengan kedudukan flens pipa sehingga terdapat tekanan yang sama pada seluruh permukaan dari flens.Kawat las yang dipergunakan untuk pipa baja adalah jenis JISz 3211 atau semutu dan disetujui Direksi Proyek. Bila Direksi proyek meminta.Bersihkan gelang karet. maka jumlah pipa-pipa yang dilas harus sedemikian rupa. . maka sertifikat ini harus diberikan. Sambungan pipa PVC dengan push-fit dengan gelang karet. kemudian di las dan dipasang bout dengan putaran secukupnya.Semua sambungan pipa yang sudah dilas dites.Mesin las yang dapat dipakai harus disetujui Direksi Proyek.Kawat las yang lembab tidak dapat dipakai dan kadar kelembaban harus kurang dari 2. kemudian di cat akhir minimum 2 lapis dengan cat besi yang tahan terhadap karat. .b. . d. kemudian dikikir ujung pipa spigot yang akan disambung sehingga membentuk sudut kurang lebih15 derajat. Pengetesan dilaksanakan dengan cara-cara yang disetujui Direksi Proyek.Bila pekerjaan pengelasan dilaksanakan didalam parit.Bersihkan kedua ujung pipa spigot dan socket serta bagian kedudukan gelang karet yang akan disambung. .5 % untuk kawat yang mengandung Zat air yang rendah. kemudian lipat gelang karet sampai berbentuk hati. pipa tidak mengalami kerusakan.5 % untuk kawat yang dapat memancarkan sinar (cahaya) dan 0. Dalam hal ini rekanan terlebih dahulu harus meminta persetujuan dari Direksi Proyek. . dan cara penempatan pada posisi yang benar sehingga pada waktu pengelasan dan penurunan pipa kedalam parit galian. . . maka lebar galian perlu ditambah agar juru las dapat bekerja dengan baik dan posisi pipa dijaga tetap stabil untuk memperoleh hasil pengelasan yang baik.Untuk pipa baja diameter 500 mm kebawah.Bila pengelasan dilakukan diluar parit galian.Potong pipa spigot dengan rata. Jangan melumasi spigot menggunakan oli atau deterjen (wing ) karena akan menyebabkan terjadinya polusi air. sehingga terdapat suatu panjang tertentu dari pipa yang dilas. Sambungan Dengan Pengelasan.

Penutup dari box tingginya harus sama dengan permukaan jalan/tanah yang ada.Setelah pipa dipasang dan sebagian telah di urug.Pipa yang telah dipasang harus ditest diuji/pada setiap sambungannya untuk diketahui apakah penyambungan pipa sudah dilakukan dengan sempurna.  Leakage test. PENGETESAN PIPA. b.Lokasi pemasangan valve cover sesuai dengan gambar atau sesuai petunjuk Direksi Proyek . . Umum. Tempat Pemasangan. a. atau memenuhi level dan ketinggian yang ditentukan oleh Direksi Proyek. . kemudian rapatkan sambungan spigot dengan socket sampai batas yang dikehendaki. .Masukkan ujung pipa spigot ke dalam socket. . b. .Path box tidak boleh meneruskan goncangan atau tekanan kepada valve jadi pemasangannya harus tepat dan lurus diatas valve. Rekanan hendaknya mendapatkan izin-izin yang diperlukan untuk membuat bangunan perlintasan dan biaya yang timbul untuk itu menjadi tanggung jawab rekanan. . posisi kedua pipa harus dalam keadaan sejajar.Pengetesan pipa dilaksanakan harus dengan sepengetahuan dan disaksikan oleh direksi proyek. .Pada prinsipnya pengetesan dilakukan dengan cara bagian demi bagian dari panjang pipa. . PERLINTASAN PIPA. . Pipa yang digunakan untuk perlintasan ini adalah pipa baja.Tandailah pipa spigot dengan garis sesuai panjang lekukan socket. 18.Masukkan gelang karet yang telah berbentuk hati kedalam socket tepat di kedudukkannya. dengan panjang pipa untuk tiap kali pengetesan tidak lebih dari 500 m.Oleskan pelumas/lumbricant pada ujung spigot dan bibir bagian dalam gelang karet. untuk pipa-pipa yang melintasi saluran. harus dibuat konstruksi khusus seperti terlihat pada gambar rencana. seperti yang terlihat dalam gambar.Periksa dahulu sebelum tuas perapat dibuka. a. . apakah posisi gelang karet terhadap spigot dan socket sudah benar. .Selubung valve menggunakan pipa PVC S-10 Dia.Siapkan tuas perapat. . Perlintasan b.Pengetesan pipa harus dilakukan dengan tekanan minimal 12. jika sudah pas berarti selesai. dan apabila selama 1(satu) jam tekanan tidak berubah atau turun. . 200 mm Beton Path box. . test dinyatakan berhasil dan dapat diterima.. 19.Pengetesan dapat dilaksanakan dengan cara-cara sebagai berikut:  Hydrostatic pressure test. a. pipa meliputi perlintasan pipa dengan saluran air kotor.5 atmosfir atau satu kali tekanan kerja pipa. Hydrostatic Pressure Test. Pengetesan ulang harus dilaksanakan kembali bila hasil pengetesan belum mendapat persetujuan direksi proyek.Bila tidak ditentukan lain. . pada pipa tersebut harus dilakukan pengujian hidrostatis (Hydrostatic pressure test) 14 .Bukalah tuas perapat dan periksa sekali lagi. maka semua biaya yang timbul akibat pekerjaan pengetesan ini menjadi tanggung jawab rekanan. PEMASANGAN VALVE COVER. 20.

Pengujian Kebocoran (Leakage test) . Air dan bahan-bahan kimia yang dipakai untuk desinfeksi menjadi tanggung jawab rekanan. . . semua keran-keran harus dalam keadaan tertutup. pipa terpasang dan dikuras.Semua sambungan pipa baja yang dilas. keran pembuang udara dapat ditutup rapat-rapat dan kemudian pengujian dapat dilakukan. d. secara berangsur-angsur segala kotoran-kotoran yang aada didalam pipa dibersihkan. setelah selesai dilas bagian lapisan dalam dan luar harus diperbaiki kembali.Lama pengujian dilaksanakan minimum 60 menit. . Air yang dipakai untuk mencuci pipa tersebut adalah air bersih ( portable) yang di setujui direksi proyek. a. Semua bagian-bagian besi baja yang terdapat pada jembatan pipa seperti pipa support. Demikian seterusnya sampai sisa chloor lebih dari 5 mg/liter.c. pipa-pipa harus tetap menunjukan tekanan normal. a. Rekanan harus mencuci semua pipa yang sudah selesai dipasang. .Rekanan harus mempersiapkan semua peralatan-peralatan yang diperlukan untuk melaksanakan pengujian kebocoran. DESINFEKSI. Semua pipa b.Saat-saat dilaksanakan pengujian.Setelah 24 jam sisa chloor lebih dari 5 mg/liter berarti pekerjaan desinfeksi tersebut sudah memenuhi persyaratan.Pada waktu pengujian.Lamanya pengujian untuk tiap-tiap kali pengujian adalah 2 jam dan selama pengujian. harus diberi dua lapisan b. Bagian pipa yang sudah 15 . . cat dasar setelah dipermukaan pipa terlebih dahulu dibersihkan dan sudah kering. PENGURASAN PIPA. klem pipa anchor dan lain-lain harus pula dicat. Pekerjaan desinfeksi tidak dapat dilaksanakan tanpa ada persetujuan dari direksi proyek. Bila pada jalur pipa yang diuji tidak terdapat valve pembuangan udara (air valve) rekanan dapat memasang kran pembuang udara pada tempat yang disetujui direksi proyek. Bila kelihatan ada kebocoran-kebocoran pada sambungan-sambungan tersebut maka sambungan tersebut harus diperbaiki sehingga tidak terdapat kebocoran pada tempat sambungan tersebut.Pengujian kebocoran harus dilaksanakan setelah pengujian tekanan hidrostatis selesai dilaksanakan dan disetujui direksi proyek. Desinfeksi didalam pipa dilakukan dengan mengisi air yang dicampur dengan chloor sebanyak 10 mg/liter kedalam pipa. cara-cara pelaksanaan pengujian harus mendapat persetujuan Direksi proyek. Semua pipa baja yang terbuka terhadap udara. semua pipa-pipa tersebut seluruhnya di desinfeksi oleh rekanan. Setelah udara habis terbuang dari dalam pipa. PENGECATAN PIPA. Pengurasan dilaksanakan mulai dari hulu pipa yang sudah dipasang dan dibuang kesaluran-saluran drainage. 21. maka chloor harus ditambah dan dicampur dan selanjutnya ditunggu selama 24 jam lagi dan pemeriksaan dilakukan kembali.Sebelum dilaksanakan pengujian semua udara harus dikeluarkan dari dalam pipa dengan cara mengisi pipa dengam air sampai penuh.Hasil pengujian dianggap baik dan akan disetujui direksi proyek bila memenuhi standar pengujian kerbocoran pada sambungansambungan pipa sampai hasil pengujian kebocoran memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. 22. Bila dari hasil pemeriksaan tersebut menunjukan sisa chloor kurang dari 5 mg/liter. fitting maupun perlengkapan lainnya harus diuji/dites pada galian parit yang terbuka (belum diurug).Semua peralatan yang diperlukan untuk pengujian ini disedikan oleh rekanan. c. semua sambungan pipa. 23.

. seperti : . deker / gorong – gorong yang rusak akibat kendaraan – kendaraan kontraktor selama pelaksanaan pekerjaan.Memperbaiki bangunan – bangunan setempat yang rusak sehubungan dengan pelaksanaan / kegiatan pekerjaan. Rekanan berkewajiban b. diperbaiki tersebut.pekerjaan pembersihan sebelumnya baik pada saluran maupun sungai.Membongkar barak kerja / gudang bahan dan membersihkannya . . harus dicat dasar anti karat syncromate minimum 2 lapis dan dicat akhir dengan cat besi tahan karat minimum 2 lapis. Termasuk lining jembatan.Pembersihan dan pembuangan lumpur / sampah / pasir bawaan .Dan lain-lain yang di jumpai selama pelaksanaan pekerjaan. .Perbaikan – perbaikan kecil terhadap bagian dari pekerjaan yang kurang sempurna dengan nilai pekerjaan setinggi – tingginya 1% dari harga jenis pekerjaannya dan bukan pekerjaan pokok. . 25.c.Jalan hotmix harus kembali berhotmix. . Hal ini harus dilengkapi data pendukung / photo dan atas sepengetahuan direksi. . kontraktor diwajibkan untuk : .Yang dimaksud dengan item ini adalah pembersihan sampah / lumpur / pasir yang terbawa aliran air setelah dilaksanakan . Untuk pekerjaan pengembalian kondisi perkerasan dengan campuran aspal panas seperti lapisan pondasi atas dengan ATB dan lapis permukaan AC disesuaikan dengan ketentuan peraturan Bina Marga. .Trotoar beton/paving stone harus kembali berbeton/paving stone.Pembersihan kembali lapangan kerja dari sisa – sisa bahan / peralatan kerja menjadi tanggung jawab kontraktor. 16 .Jalan batu harus kembali berbatu. Selama masa pemeliharaan. Hasil pembersihan (tanah / pasir) yang kualitasnya baik dapat digunakan untuk timbunan atas persetujuan direksi.Jalan aspal penetrasi harus kembali beraspal penetrasi. terutama untuk pipa baja yang dipasang di daerah dekat pantai atau saluran air. untuk semua bangunan dan konstruksi lainnya yang rusak oleh rekanan akibat pelaksanaan pekerjaan pemasangan pipa. a. serta bertanggung jawab untuk perbaikan kembali seperti keadaan/ konstruksi semula (sebelum pemasangan pipa) dengan konstruksi dan kwalitas yang minimal harus sama.Semua alat bantu milik Negara yang dipinjamkan / diperbantukan dikembalikan setelah diservice / diperbaiki sebagaimana keadan pada waktu penyerahan dari proyek.Bidang tanah berumput /tanaman-tanaman yang rusak harus kembali berumput/tanaman seperti semula. 24. Yang dimaksud dengan pekerjaan penyelesaian adalah : b. . PENYELESAIAN PEKERJAAN a. Rekanan harus memberikan perhatian lebih besar pada pengaruh pengkaratan terhadap pipa baja. . PERBAIKAN KEMBALI.

Dalam gambar as built drawing tersebut dicantumkan pula tabel mengenai spesifikasi material yang dipakai.Hal – hal yang belum jelas disebutkan dalam Rencana Kerja dan syarat-syarat ini. akan disampaikan dan dijelaskan dalam Berita Acara Rapat Penjelasan Pekerjaan (Aanwijzing).26. ST Penata NIP. 19701006 200312 1 012 17 . . Pejabat Pembuat Komitmen/ Kepala Seksi Bahan Galian Dinas Cipta Karya Kabupaten Badung I Gusti Putu Ngurah Jaya.Pemborong harus membuat gambar As Built Drawing sebanyak 5 ( lima ) exemplar yang telah disetujui oleh Direksi dan Pengguna Jasa. baik material dasar maupun material finishing. . P E N U T U P.