PERANCANGAN DAN ANALISA SISTEM PAKAR PENATAAN PARKIR KENDARAAN DI KAMPUS PUSAT STMIK ASIA DENGAN QUEUEING THEORY

BERBASIS WEB MENGGUNAKAN PHP DAN MYSQL

ABSTRAKSI

Sistem pakar (expert system) secara umum adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. Atau dengan kata lain sistem pakar adalah sistem yang didesain dan diimplementasikan dengan bantuan bahasa pemrograman tertentu untuk dapat menyelesaikan masalah seperti yang dilakukan oleh para ahli.

Peningkatan tata letak parker kendaraan bermotor di kampus pusat STMIK ASIA merupakan salah satu konkrit yang sangat penting karena semakin meningkatnya jumlah Mahasiswa setiap tahun. Sejalan dengan itu, hal yang sangat penting untuk diperhatikan adalah pengaturan tempat parkir sesuai dengan status dan jurusan. Masalah umum yang sering dihadapi oleh para Pengguna parkir adalah lebihnya kapasitas parkir. Proses perparkiran di STMIK ASIA di atur oleh Satpam atau Juru Parkir kampus, tetapi terkadang mereka tidak berada di parkir sehingga para pengguna parkir kendaraannya sembarangan meletakkan kendaraan mereka. Berdasarkan permasalahan diatas, maka dibuatlah bahan Sistem Pakar yang berbasis web menggunakan PHP dan MySQL untuk mengatasi parkir yang tidak teratur dan meningkatkan keamanan kendaraan. Aplikasi ini menunjukkan lokasi parkir kendaraan sesuai dengan status dan jurusan masing - masing. Hasil yang akan dicapai dari pembuatan aplikasi ini adalah bahwa Mahasiswa tatu Dosen dapat menempati tempat yang lebih teratur. Hasil yang diperoleh dari aplikasi ini adalah mempermudah dalam mengatur parkir para pengguna parkir di kampus pusat STMIK ASIA. Kata Kunci : Sistem Pakar, PHP dan MySQL, Parkir.

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang Masalah

Perkembangan komputer dewasa ini telah mengalami banyak perubahan yang sangat pesat, seiring dengan kebutuhan manusia yang semakin banyak dan kompleks. Komputer yang pada awalnya hanya digunakan oleh para akademisi dan militer, kini telah digunakan secara luas di berbagai bidang, misalnya: Bisnis, Kesehatan, Pendidikan, Psikologi, Permainan dan sebagainya. Hal ini mendorong para ahli untuk semakin mengembangkan komputer agar dapat membantu kerja manusia atau bahkan melebihi kemampuan kerja manusia.

Jika mengamati aktivitas perparkiran di area kampus pusat yang sering penuh selama proses perkuliahan aktif dan tidak teratur bahkan acap kali terjadi pencurian motor, Demi tercapainya kenyamanan memarkir dan keamanan kendaraan tersebut maka di ciptakanlah suatu sistem pakar yang membantu monitorisasi parkir sesuai dengan perkembangan teknologi, dan tidak terjadi kemungkinan peristiwa ini akan berkelanjutan dan menggagu kenyamanan pengguna parkir. Teknologi yang terus berkembang maka semua instansi berlomba – lomba mengotomatiskan semua sarana yang berada di lingkungan tersebut untuk mencapai kepuasan yang maksimal.

Aplikasi ini berfungsi sebagai sortir setiap kendaraan yang akan menggunakan area parkir seperti jenis kendaraan (motor, mobil dan sepeda), Status (Dosen, Mahasiswa, dan Tamu), dan jurusan mahasiswa ( Teknik Informatika, Teknik Informatika – DG, Sistem Komputer, akutansi, dan manajement). Peningkatan tata letak parkir kendaraan bermotor di kampus pusat STMIK ASIA merupakan salah satu konkrit yang sangat penting karena semakin meningkatnya jumlah Mahasiswa setiap tahun. Sejalan dengan itu, hal yang sangat penting untuk diperhatikan adalah pengaturan tempat parkir sesuai dengan status dan jurusan. Masalah umum yang sering dihadapi oleh para Pengguna parkir adalah lebihnya kapasitas parkir.Sebenarnya banyak faktor yang menyebabkan lebihnya kapasitas parkir yaitu selain lahan yang kurang luas tetapi juga tidak teraturnya tata letak kendaraan dan pengawasan sehingga sering terjadi parkir penuh dan juga laporan kehilangan kendaraan karena curanmor lebih mudah memanipulasi Petugas pintu masuk kampus STMIK ASIA.

1.2.

Rumusan Masalah

· Kurang efektifnya pengaturan area parkir, sehingga tidak maksimalnya penempatan kendaraan. · Adanya laporan kehilangan kendaraan di area parkir.

1.3.

Batasan Masalah

Sehubungan dengan adanya masalah tersebut, maka penulis mencoba untuk membuat aplikasi sistem pakar untuk tata letak dengan mengukur luas area parkir dan luas ukuran kendaraan dan menyortir status para pengguna untuk menentukan lokasi parkir., Identifikasi kendaraan di area parkir kampus pusat STMIK ASIA berbasis web menggunakan PHP dan MySQL. Pembahasan materi ini dilengkapi dengan sortir menggunakan status pengguna kendaraan. 1.4. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah mengatur tata letak agar lebih rapi dan terorganisasi sesuai status pengguna dan memonitor area parkir kendaraan. 1.5. Manfaat penelitian

Dengan adanya aplikasi ini akan membantu memaksimalkal sistem tata letak dan pengamanan kendaraan di area parkir kampus pusat STMIK ASIA. 1.6. Metode Penelitian

Metode Penelitian meliputi : a. Penelitian Rekayasa

Penelitian rekayasa merupakan penelitian yang menerapkan ilmu pengetahuan menjadi suatu rancangan, guna mendapatkan suatu kinerja sesuai dengan persyaratan yang ditentukan. Penelitian diarahkan untuk membuktikan bahwa rancangan tersebut memenuhi spesifikasi yang ditentukan. Penelitian berawal dari menentukan spesifikasi rancangan yang memenuhi spesifikasi yang ditentukan, memilih alternatif yang terbaik, dan membuktikan bahwa rancangan yang dipilih dapat memenuhi persyaratan yang ditentukan secara efisien, efektif dan dengan biaya yang murah.

b.

Metode pengumpulan data

Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu mencakup pengumpulan data mengenai penguna parkir dan luas area. pengumpulan data mengenai Sistem Pakar, dan Sistem Pakar tata letak parkir, dimana pengumpulan datanya didapat dari berbagai literatur, dan media penunjang lainnya seperti internet.

c.

Metode perancangan

Dalam perancangan suatu sistem diperlukan adanya suatu metode yang sesuai dengan kebutuhannya, sehingga dengan mengikuti metode atau prosedur-

status pengguna. aplikasi Portal Informasi dan Sistem Pakar ini mengacu kepada model proses pengembangan Perangkat Lunak waterfall. dll setelah itu dilakukan pendenahan area parkir yang telah akan dilakukan oleh sistem. Pembagian area parkir. Pembagian area parkir dilakukan setelah mengetahui : a.8. c. Setelah itu sistem memberikan identitas pada setiap kendaraan yang akan masuk guna menentukan lokasi kendaraan tersebut. jumlah kendaraan tiap status pengguna parkir sesuai dengan data dari pihak kampus. 1. METODOLOGI PENELITIAN Untuk masalah dia atas harus diatasi dengan cepat. maka diharapkan pengembangan sistem dapat berjalan dengan baik.akurat dan efisien karena terjadi penambahan pengguna parkir setiap bulannya. b.jenis kendaraan. Berhubungn dengn itu maka dilakukanlah sortir kendaraan yang masuk ke area parkir guna menentukan letak kendaraan tersebut sesuai dengan identitas kendaraan dan pengguna seperti nopol. Tahap Tahapan dan langkah-langkah Penelitian Langkah Aktivitas 1 Melakukan wawancara dengan pakar di Pra perancangan Model bidangnya : Luas area parkir : ± 25 x 40 Pembagian area parkir : 8 area Keamanan atau petugasan : 6 orang . d. Luas area parkir.prosedur yang diberikan. Gambar 1.7. maka disini kami membuat suatu analisa lapangan di kampus pusat STMIK ASIA untuk meninjau untuk mengetahui kendala yang terjadi di area parkir tersebut. Model proses PL waterfall 1. Luar kendaraan. Adapun dalam melakukan pengembangannya.

Menjelaskan tentang pemecahan kemungkinan masalah yang . Membuat denah lokasi parkir. Evaluasi model Penerapan model Revisi model 5 3 4 - Tabel 1.yaitu : BAB I PENDAHULUAN Menjelaskan tentang latar belakang dengan di ambilnya judul penelitian ilmiah “PERANCANGAN DAN ANALISA SISTEM PAKAR PENATAAN PARKIR KENDARAAN DI KAMPUS PUSAT STMIK ASIA DENGAN QUEUEING THEORY BERBASIS WEB MENGGUNAKAN PHP DAN MYSQL” dan tujuan yang akan di capai dalam pelaksanaan penelitian ilmiah ini.Observasi Melakukan survey lapangan untuk mengetahui jumlah kendaraan yang masuk ke area parkir sehingga bisa diambil keputusan untuk pembagian lokasi tiap jurusan atua status pengguna. Sistematika Penulisan Sistematika penulisan ilmiah ini dibagi menjadi beberapa bagian. Penulis juga memberikan batasan – batasan masalah dalam perancangan aplikasi. Perancangan Model 2 Melakukan pembagian area sesuai dengan kendaraan yang akan di parkir di lokasi tersebut. mengenai garis besar subtansi yang diberikan pada masalah – masalah tiap bab.9. Pada bagian akhir dari bab I di paparkan juga mengenai sistem pembuatan laporan penelitian ilmiah. akan timbul. Landasan teori yang akan digunakan dalam perancangan sistem Bab ini memaparkan mengenai alasan yang melandasi dan mendukung dalam perancangan aplikasi sistem pakar penataan area parkir. Tahapan Perancangan Model 1. BAB II LANDASAN TEORI ini.

Artificial Intellegence dan Sistem Pakar “Artificial Intellegence (AI) atau sering disebut Kecerdasan Buatan adalah merupakan sebuah studi khusus yang bertujuan membuat komputer berfikir dan bertindak seperti layaknya manusia” (Sri. . 2003 : 90). AI juga merupakan terobosan baru dalam ilmu komputer yang perkembangannya sangat pesat. Jaringan Syaraf Tiruan (Neural Network). Sistem Pakar 2. Bahasa Alami (Natural Language). BAB IV PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI Bab ini memaparkan tentang aspek – aspek perancangan aplikasi dengan tujuan penjabaran setiap fungsi pada sistem. Sistem Pakar (Expert System). Saat ini telah banyak sekali implementasi AI dalam bidang ilmu komputer. BAB V PENUTUP Bab ini berisi kesimpulan dan saran dari penulis mengenai perbaikan sistem tata letak dan petugasan parkir kampus pusat STMIK ASIA.0.1. halaman output yang diperlukan untuk mendukung sistem aplikasi ini. dan lain-lain. halaman seleksi. Robotic. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN BIOGRAFI BAB II LANDASAN TEORI 2. seperti Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support System).BAB III PEMBAHASAN Bab ini memaparkan tentang cara pembuatan serta pengujian terhadap aplikasi yang terdiri dari halaman input.

XCON & XSEL. 2003). Informasi dan pemrosesan umumnya digabung dalam satu program Sequential b. dan sebagainya (Kusumadewi. Sistem Konvensional a. Perbandingan sistem konvensional dengan sistem pakar sebagai berikut (Kusumadewi. Program tidak pernah salah (kecuali pemrogramnya yang salah) c. orang awam dapat menyelesaikan masalah tertentu baik ‘sedikit’ rumit ataupun rumit sekalipun ‘tanpa’ bantuan para ahli dalam bidang tersebut. seperti MYCIN. Data harus lengkap Perubahan pada program merepotkan . tetapi adalah untuk men-substitusi-kan pengetahuan manusia kedalam sebuah bentuk sistem komputer sehingga dapat diaplikasikan oleh orang banyak. Sampai saat ini sudah banyak sistem pakar yang dibuat. e. Sedangkan bagi para ahli. agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. 2003): A. FOLIO. Prospector. DELTA. 2. DENDRAL. sistem ini dapat digunakan sebagai asisten yang berpengalaman.2. Tidak menjelaskan mengapa input dibutuhkan atau bagaimana hasil diperoleh d.“Sistem Pakar (Expert System) adalah merupakan suatu sistem yang menggabungkan antara pengetahuan dengan penelusuran data untuk memecahkan masalah yang secara normal memerlukan keahlian manusia” (Sri. 2003 : 90). SOPHIE. Pengertian Sistem Pakar Sistem pakar (expert system) secara umum adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer. Diharapkan dengan sistem ini. Tujuan dari pengembang sistem pakar yang sebenarnya bukanlah untuk menggantikan peran manusia. Sistem pakar yang muncul pertama kali adalah General-purpose problem solver (GPS) yang dikembangkan oleh Newl dan Simon. Atau dengan kata lain sistem pakar adalah sistem yang didesain dan diimplementasikan dengan bantuan bahasa pemrograman tertentu untuk dapat menyelesaikan masalah seperti yang dilakukan oleh para ahli. Sistem pakar merupakan cabang dari Artificial Intelligence (AI) yang cukup tua karena sistem ini telah mulai dikembangkan pada pertengahan tahun 1960.

yaitu (Kusumadewi. e. d. Sistem Pakar a. Meningkatkan produktivitas kerja. 2003): . Pengetahuan dari seorang pakar dapat dikombinasikan tanpa ada batas waktu 6. f. B. antara lain (Kusumadewi. ada juga kelemahan perancangan sistem pakar. Memungkinkan penggabungan berbagai bidang pengetahuan dari berbagai pakar untuk dikombinasikan 2.4. Penghematan waktu dalam menyelesaikan masalah yang kompleks 4. Kelemahan Sistem Pakar Selain banyak manfaat yang diperoleh. Program bisa melakukan kesalahan Penjelasan (explanation) merupakan bagian dari ES Data tidak harus lengkap Perubahan pada rules dapat dilakukan dengan mudah Sistem bekerja secara heuristik dan logik 2.3. Masyarakat awam non-pakar dapat memanfaatkan keahlian di dalam bidang tertentu tanpa kesadaran langsung seorang pakar 2. Keunggulan Sistem Pakar Adapun banyak manfaat yang dapat diperoleh dengan mengembangkan sistem pakar. Knowledge base terpisah dari mekanisme pemrosesan (inference). b. 2003): 1.f. Sistem bekerja jika sudah lengkap. yaitu bertambahnya efisiensi pekerjaan tertentu serta hasil solusi kerja 3. c. Memberikan penyederhanaan solusi untuk kasus-kasus yang kompleks dan berulang-ulang 5.

Tipe Sistem Pakar Terdapat 2 (dua) kelas strategi penalaran yaitu strategi penalaran pasti (exact reasoning mechanism) dan strategi penalaran tidak pasti (inexact reasoning mechanism). modus tollens. Terbatas pada domain keahlian tertentu Dapat memberikan penalaran untuk data-data yang tidak pasti c. Kaidah modus ponens dapat digambarkan sebagai berikut: A—> B A . Berdasarkan pada kaidah atau rule tertentu Dirancang untuk dikembangkan sacara bertahap Keluarannya atau output bersifat anjuran. Berbagai contoh strategi penalaran pasti mencakup modus ponens. Pengembangan perangkat lunak sistem pakar lebih sulit dibandingkan dengan perangkat lunak konvensional. 2003): a. 2. sehingga dapat digunakan oleh orang banyak. Daya kerja dan produktivitas manusia menjadi berkurang karena semuanya ilakukan secara otomatis oleh sistem 2. Dapat mengemukakan rangkaian alasan-alasan yang diberikannya dengan cara yang dapat dipahami d. e. 2. f.1. dan teknik resolusi. Ciri dan Karakteristik Sistem Pakar Suatu sistem dikatakan sistem pakar apabila memiliki ciri-ciri sebagai berikut (Kusumadewi.6. tetapi untuk mensubstitusikan pengetahuan manusia ke dalam bentuk sistem. b.5. Tujuan pengembangan sistem pakar sebenarnya bukan untuk menggantikan peran manusia.

Kaidah modus tollens pada prinsipnva merupakan kebalikan dan kaidah modus ponens. maka dapat disimpulkan bahwa A salah. fasilitas penjelasan. Langkah-langkah Membangun Sistem Pakar Sistem pakar disusun oleh dua bagian utama.7. Gambar 2. workplace. Klasifikasi Sistem Pakar 2. yaitu lingkungan pengembangan (development environment) dan lingkungan konsultasi (consultation environment) (Turban. mesin inference. basis pengetahuan. 2. Lingkungan pengembangan sistem pakar digunakan untuk memasukkan pengetahuan pakar ke dalam lingkungan sistem pakar. akuisisi pengetahuan. A—> B NOT B NOT A Kaidah jika A maka B dan diketahui B salah. yaitu User Interface (antarmuka pengguna). maka dapat diambil kesimpulan bahwa B benar.B Artinya Apabila ada kaidah A dan B dan diketahui bahwa A benar. perbaikan pengetahuan. sedangkan lingkungan konsultasi digunakan oleh pengguna yang bukan pakar guna memperoleh pengetahuan pakar. Komponen-komponen sistem pakar dalam dua bagian tersebut dapat dilihat pada Gambar 1. Arsitektur sistem pakar .8. 1995). Komponen-komponen yang terdapat dalam sistem pakar adalah seperti yang terdapat pada Gambar 2.

Pakar menyimpan domain knowledge pada Long Term Memory (LTM) atau ingatan jangka panjangnya. Penggunaan kata “domain” untuk memberikan penekanan pengetahuan pada problem yang spesifik. Gambar 4. Dalam hal ini disebut domain knowledge. Struktur pemecahan masalah pada sistem pakar Sistem pakar dapat memecahkan masalah menggunakan proses yang sama dengan metode yang digunakan oleh pakar.9. Pemecahan masalah pada pakar Ketika pakar akan memberikan nasihat atau solusi kepada seseorang. pakar terlebih dahulu menentukan fakta-fakta dan menyimpannya ke dalam Short TermMemory (STM) atau ingatan jangka pendek. Elemen Sistem Pakar . Dengan menggunakan proses ini pakar mendapatkan informasi baru dan sampai pada kesimpulan masalah. Gambar 3. Gambar 3 menunjukan berkas diagram pemecahan masalah dengan pendekatan yang digunakan pakar.Seorang pakar mempunyai pengetahuan tentang masalah yang khusus. Kemudian pakar memberikan solusi tentang masalah tersebut dengan mengkombinasikan fakta-fakta pada STM dengan pengetahuan LTM. 2. struktur yang digunakan ditunjukan pada Gambar 4.

c. d. Cara Kerja Sistem Pakar Strukur dari sistem pakar dapat dilihat pada gambar 5 Gambar 5. c. Struktur Dari Sistem Pakar Keterangan : a. 2. b. b. Akuisisi Pengetahuan Basis Pengetahuan Mesin Inferensi Sedangkan menurut Aziz (1994). b. 1992). Basis Pengetahuan Basis data Mesin Inferensi Antarmuka pemakai (user interface). komponen-komponen sistem pakar terdiri dari : a. . Inference Engine : Pembangkit inferensi merupakan mekanisme analisa dari sebuah masalah tertentu yan selanjutnya mencari jawaban dari kesimpulan terbaik.Menurut Turban (1994). Database : Basis data mencatat semua fakta – fakta baik dari awal pada saat sistem mulai beroperasi atau fakta yang didapat dari hasil kesimpulan. Knowledge Base : Basis Pengetahuan yang dimiliki oleh seorang pakar yang merupakan bagian terpenting dalam Sistem Pakar.10. sistem pakar dapat dibagi dalam komponen-komponen sebagai berikut : a. c. d. User Interface : Bagian ini merupakan sarana komunikasi antar pemakai dan sistem Sedangkan struktur sistem pakar menurut Prof Dr Marimin dapat dilihat pada Gambar 6 (Marimin.

Gambar 7. kemudian fakta 2 merupakan fakta baru atau kesimpulan untuk kaidah D dan E. Pendekatan yang dipakai Sistem Pakar penataan lokasi parkir menggunakan pelacakan ke depan (forward chaining) dimana pelacakan tersebut dimotori oleh data masukan pengguna. 2. Adapun pada penerapannya. dalam hal ini bagaimana sistem dapat mengambil suatu kesimpulan berdasarkan manifestasi yang dimasukkan oleh pengguna. Pelacakan ( mata rantai) ke depan Dari gambar 7 dapat dijelaskan aturan dari foward chaining. Untuk mengaktifkan bagian THEN yang merupakan kesimpulan dari kaidah D dan kaidah E adalah dengan menggunakan fakta 2.11. penelusuran. pendekatan dari forward chaining dan metode depthfirst search tersebut akan di implementasikan kedalam serangkaian query database yang digunakan untuk melakukan penalaran.Gambar 6. maka fakta 1 dan 2 merupakan fakta baru atau kesimpulan Fakta 1 merupakan fakta baru untuk kaidah C.11. Untuk mengaktifkan bagian THEN yang merupakan kesimpulan dari kaidah C adalah dengan menggunakan fakta 1. Metode Forward Chaining Teknik Forward Chaining merupakan teknik yang sering digunakan untuk proses inferensia yang memulai penalarannya dan sekumpulan data menuju kesimpulan yang dapat ditarik. dan .Untuk Kaidah A menghasilkan fakta I dan fakta 2. Untuk kaidah B menghasilkan fakta 3. Diagram Forward chaining dapat dilihat pada Gambar 2. Struktur Sistem pakar Menurut Prof Marimin 2. Mekanisme Inferensi Mekanisme inferensi mengandung suatu mekanisme pola pikir dan penalaran yang digunakan dalam menyelesaikan suatu masalah. dan fakta 3 ini merupakan fakta baru dan sekaligus sebagai kesimpulan kaidah B. Teknik Forward Chaining yaitu metode penalaran yang bergerak dan IF part menuju THEN part.

12. pengguna hanya bisa memilah satu dari setiap pertanyaan karena dalam keadaan tertentu mungkin saja satu manifestasi dapat dimiliki lebih dari satu jenis penyakit infeksi. baik sistem lama maupun sistem baru secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut . 2.Context Diagram Context Diagram merupakan kejadian tersendiri dari suatu diagram alir data.12. Diagram Data 2.2. sistem pakar tidak lagi dipusingkan dengn manifestasi yang sama antar penyakit infeksi yang satu denggan yang lainnya. Dimana satu lingkaran merepresentasikan seluruh sistem.menggambarkan arus data dari suatu sistem menggambarkan arumenggambarkan arus data dari suatu sistem informasi.Penggunaan DFD Sebagai Modeling Tool dipopulerkan Oleh Demacro & Yordan (1979) dan Gane & Sarson (1979) dengan menggunakan pendekatan Metoda Analisis Sistem Terstruktur. sehingga pada proses penelusurannya. maka solusi yang dapat dilakukan adalah melakukan pengelompokan manifestasi berdasarkan jenis penyakitnya. yang mencakup masukan-masukan dasar. sehingga dengan jumlah nilai temuan tersebut. Data Flow Diagram (DFD) Salah satu tool yang paling penting bagi seorang analis sistem. Context Diagram ini harus berupa suatu pandangan. Sistem Pakar dapat menyimpulkan jenis penyakit infeksi yang paling dimungkinkan terjadi. 2. dan Sistem Pakar akan menggunakan suatu nilai temuan dari masingmasing manifestasi tersebut.12. Pada proses identifikasi.1.pencocokan data dari tabel-tabel yang saling berhubungan pada Sistem Pakar tersebut. Selanjutnya Sistem Pakar melakukan penghitungan jumlah temuannya. sistem-sistem dan keluaran.

Entity Relationship Diagram (ERD) Komponen ERD : a. baik sistem lama maupun sistem baru secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut berada 2. menggambarkan arus data dari suatu sistem informasi. Relasi merupakan asosiasi 2 atau lebih entitas biasanya menggunakan kata kerja untuk menggabungkan entitas tersebut.3. baik sistem lama maupun sistem baru secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut berada. baik sistem lama maupun sistem baru secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut berada informasi. e. c. . Entitas Relasi Atribut kardinalitas modalitas Entitas merupakan suatu barang atau objek yang dapat dibedakan dari objek lain. b.12. d.beradas data dari suatu sistem informasi.

Gambar. Contoh: Gambar. Contoh: Gambar. 10 contoh kardinalitas 2. Modalitas partisipasi suatu entitas pada suatu relasi.4. 9 contoh atribut Kardinalitas merupakan angka yang menunjukkan banyaknya kemunculan suatu objek terkait dengan kemunculan objek lain pada suatu relasi.12. 8 contoh relasi Atribut merupakan property yang dimiliki setian entitas yang dapat disimpan datanya. Normalisasi Definisi .

maka tabel tersebut perlu dipecah menjadi beberapa tabel yang lebih sederhana sampai memenuhi bentuk yang optimal.Normalisasi adalah suatu teknik untuk mengorganisasi data ke dalam tabel-tabel untuk memenuhi kebutuhan pemakai di dalam suatu organisasi. Tujuan dari normalisasi Ø Ø Ø Untuk menghilangkan kerangkapan data Untuk mengurangi kompleksitas Untuk mempermudah pemodifikasian data Proses Normalisasi Ø Data diuraikan dalam bentuk tabel. Ø Apabila tabel yang diuji belum memenuhi persyaratan tertentu. selanjutnya dianalisis berdasarkan persyaratan tertentu ke beberapa tingkat. Tahapan Normalisasi Bentuk Tidak Normal Menghilangkan perulangan group Bentuk Normal Pertama (1NF) .

12.Menghilangkan ketergantungan sebagian Bentuk Normal Kedua (2NF) Menghilangkan ketergantungan transitif Bentuk Normal Ketiga (3NF) Menghilangkan anomali-anomali hasil dari ketergantungan fungsional Bentuk Normal Boyce-Codd (BCNF) Menghilangkan Ketergantungan Multivalue Bentuk Normal Keempat (4NF) Menghilangkan anomali-anomali yang tersisa Bentuk Normal Kelima 2.5. Flowchart Definisi • • • Bagan-bagan yang mempunyai arus Menggambarkan langkah-langkah penyelesaian suatu masalah Merupakan salah satu cara penyajian algoritma Tujuan .

• • • Menggambarkan suatu tahapan penyelesaian masalah Secara sederhana. rapi dan jelas Menggunakan simbol-simbol standar Model / Jenis Flowchart • System Flowchart • Menggambarkan suatu sistem peralatan komputer yang digunakan dalam proses pengolahan data serta hubungan antar peralatan tersebut • Tidak digunakan untuk menggambarkan urutan langkah untuk memecahkan masalah Hanya untuk menggambarkan prosedur dalam sistem yang dibentuk Gambar. 11 penggunaan system flowchart • • • • Program Flowchart Flow direction symbols Digunakan untuk menghubungkan simbol satu dengan yang lain Disebut juga connecting line Processing symbols Menunjukan jenis operasi pengolahan dalam suatu proses / prosedur Input / Output symbols Menunjukkan jenis peralatan yang digunakan sebagai media input atau output Flow Direction Symbols Processing symbols . terurai.

1980). - Antrian Karakteristik suatu antrian ditentukan oleh unit maksimum yang boleh ada didalam sistemnya yang terbatas maupun tidak terbatas. 1997). Terdapat empat karakteristik system antrian (Hilier. 11 simbol – symbol flow chart 2. Ukuran kedatangan konsumen yaitu jumlah total unit yang memerlukan pelayanan dari waktu ke waktu disebut juga total langganan potensial. - Sumber Input Menggambarkan bentuk dan ukuran kedatangan konsumen pada fasilitas pelayanan yang kedatangannya mungkin saja tidak merata atau dapat mengikuti pola kedatangan poisson atau pola lain.1.5.Input / Output Symbols Gambar. Queueing Theory Teori antrian atau queueing theory adalah bagian utama dari pengetahuan tentang antrian (Heizer and Render. Fenomena antrian adalah hasil langsung dari sifat random dalam operasi pelayanan atau jasa Pendekatan melalui teori antrian ini mempunyai keuntungan .5. Struktur dasar model antrian adalah dimulai dari sumber input à antrian untuk mendapatkan pelayanan à satuan hasil pelayanan yang telah dilayani. karena lebih sederhana dan lebih mudah digunakan. Acuan Teori Tindakan yang Dipilih 2. 1991). . Teori antrian adalah bidang ilmu yang melakukan penelitian untuk mengidentifikasi dan mengukur penyebabpenyebab serta konsekuensi-konsekuensi dari kegiatan mengantri (Martinich.

2.5. Distribusi Probabilitas Poisson X = banyaknya kedatangan . First Come First Serve (FCFS) atau FIFO adalah system antrian yang mendahulukan yang dating lebih awal b. Priority Service (PS) . d. Suatu peristiwa dikatakan mengikuti distribusi poisson jika: a. Bentuk disiplin pelayanannya dapat berupa: a.2. Jumlah peristiwa rata-rata yang terjadi pada suatu satuan waktu adalah sebanding terhadap ukuran satuan waktu tersebut. adalah yang datang terakhir akan lebih dahulu dilayani atau lebih dahulu keluar. tidak jadi persoalan siapa yang lebih dahulu datang. Last Come First Served (LCFS) atau LIFO. Service In Random Order (SIRO) adalah pemanggilan didasarkan pada peluang secara acak. Banyaknya peristiwa yang terjadi dalam suatu satuan waktu tertentu adalah tidak tergantung banyaknya peristiwa yang terjadi dalam satuan waktu yang lain. melayani lebih dahulu orang yang mempunyai prioritas lebih tinggi ketiang orang yang mempunyai prioritas lebih rendah.1. 2.2. Distribusi Poisson adalah jenis distribusi yang paling mendekati pola kedatangan tersebut.5. Kemungkinan terjadinya suatu peristiwa dalam suatu waktu adalah rata-rata kedatangan yang dinotasikan sebagai  b. c. Distribusi Poisson Pada umumnya pola kedatangan memiliki pola acak sehingga setiap kedatangan terbebas dari kedatangan lain dan tidak dapat diprediksi kapan suatu kedatangan terjadi. c.- Distribusi Pelayanan Distribusi pelayanan berkaitan dengan cara memilih anggota antrian yang akan dilayani.

Analisa sistem .Pi l E ! = nilai kemungkinan kelas ke .5.t2 F(t) t (t) 1/m e batas bawah dan atas.2. 7183 (bilangan normal) = faktorial Untuk menguji apakah suatu kedatangan berdistribusi Poisson atau bukan.i = tingkat kedatangan rata-rata = 2.1.2. waktu pelayanan probabilitas kepada tanyang berhubungan dengan tingkat pelayanan rata-rata waktu pelayanan rata-rata 2. Distribusi Eksponensial Waktu pelayanan dalam proses antrian. BAB III PEMBAHASAN 3. dapat juga sesuai dengan salah satu bentuk distribusi probabilitas Eksponensial. dilakukan pengujian hipotesis sebagai berikut: 2. 7183. yaitu: dengan t1.

mengelola buku tamu.1. Dalam mengatur letak parkir. Analisis Kebutuhan Pengguna Berikut ini adalah daftar pengguna (user) yang terlibat pada Portal Informasi dan Sistem Pakar untuk spesifikasi penyakit infeksi.Bertambahnya mahasiswa tahun demi tahun di STMIK ASIA maka area parkir menjadi pemikiran yang serius selain proses belajar mengajar di dalam gedung kampus pusat STMIK ASIA demi kenyamanan dan ke amanan kendaraan selama pemilik melakukan aktifitas dalam gedung. mengelola data jajak pendapat polling). mengelola aplikasi Sistem Pakar. Sehingga hasil penataan parkir tidak bisa optimal. seorang petugas hanya mengandalkan kemampuan diri sendiri saja.1. dsb. Diharapkan hal tersebut dapat diimplementasikan guna kenyamanan para maha siswa atau pihak dari kampus selama beraktivitas di kampus pusat STMIK Asia Malang. Berikut ini merupakan aktifitas dan hak akses yang dimiliki pengguna Administrator : mengelola data pengguna (user) berdasarkan level Administrator. berada pada level yang pertama. mengelola links.1. Untuk itu diperlukan perancabgan sistem dalam penentuan dan mengatur tata letak parkir di kampus pusat STMIK Asia Malang agar hasil penataan parkir lebih optimal. dan memegang peranan yang sangat penting pada sistem. 3. dan adapun aktifitas dan hak akses masing-masing pengguna tersebut dibedakan berdasarkan tingkatan (level) yang dimiliki : 3. mengelola sekuritas sistem seperti blok IP address.1. mengelola data artikel. Administrator (level 1) Administrator merupakan pengguna dengan akses penuh terhadap sistem. Semakin banyaknya mahasiswa maupun pihak kampus yang bertugas terkadang membuat area parkir over load sehingga suasana di luar gedung kurang optimal maka dengan timbulnya permasalahn itu maka di buatlah rancangan untuk area parkir di kamus pusat STMIK ASIA.1. khususnya menyangkut sekuritas sistem. engelola data berita. mengelola data kontak admin. Jarang seorang petugas yang mau menyesuaikan penataan parkir dengan membuat suatu denah sesuai jurusan tau bidang pengguna parkiri. .

melihat atau mengisi jajak pendapat (polling). Kebutuhan Aplikasi Kebutuhan ini meliputi bagaimana sistem dapat menunjang penggunanya dalam mengakses sistem tersebut.2. dan memiliki peranan yang hampir sama dengan pengguna Administrator. Operator (level 2) Operator merupakan pengguna dengan akses semi penuh terhadap sistem. Berikut ini merupakan aktifitas dan hak akses yang dimiliki oleh pengguna Operator : mengelola data pengguna (user) berdasarkan level Operator.2. dan menggunakan Sistem Pakar. mengelola buku tamu. mengelola aplikasi Sistem Pakar.1. sehingga pada pelaksanaannya sistem tersebut dapat menjalankan proses dengan baik sesuai dengan kebutuhannya.2. 3. 3. 3. berada pada level yang kedua. mengelola data artikel.1.2. dsb. melihat atau mengirim pesan pada buku tamu. Berikut ini merupakan aktifitas dan hak akses yang dimiliki pengguna Member: melihat artikel dan berita. mengelola links. melihat atau merubah profil member yang bersangkutan. diperlukan adanya analisis dan pemodelan terhadap kebutuhan-kebutuhan sistem tersebut. mengelola data berita.2.3. Kinerja Sistem Yang Diharapkan . dan tidak memiliki hak terhadap pengelolaan sistem.1. berada pada level yang ketiga. Member (level 3) Member merupakan pengguna dengan akses terbatas terhadap sistem. Analisis kebutuhan Sistem Dalam mengembangkan suatu sistem. mengelola data Penggunaan Sistem Pakar dalam Pengembangan portal Informasi untuk Spesifikasi Jenis Penyakit Infeksi (R ahmadi Wijaya) 79 jajak pendapat (polling). menghubungi admin.3. Oleh karenanya pada penelitian ini dilakukan beberapa analisis dan pemodelan kebutuhan yang meliputi : 3.

Menyediakan berbagai media pendukung untuk membantu pengguna dalam mendapatkan informasi dari sistem. Pemodelan kebutuhan aplikasi Portal Informasi ini digambarkan dengan diagram konteks. Pembagian lokasi ini berdasarkan persentase yang di peroleh dari petugas parkir yaitu: . Akutansi. c. Model perancangan program yang memungkinkan aplikasi dapat diakses lebih cepat.3. dan bersifat fleksibel terhadap perubahan. Basis Pengetahuan Basis pengetahuan pada Sistem Pakar untuk penataan area parkir yang akan di bagi menjadi beberapa aturan yang membagi area parkir sesuai status pengguna sehingga mempermudah penataan kendaraan. pihak kampus(staf. Memberikan kemudahan untuk pengelola aplikasi (Admin. d.Komputer. sehingga dapat memberikan solusi atas permasalahan yang ada. Analisis Kebutuhan Sistem Pakar 3. dll. b. Adapun aturan pengaturan denah merupakan pengetahuan yang didasarkan pada lokasi parkir. Dukungan interface yang dapat memberikan kemudahan bagi pengguna aplikasi dalam mengakses informasi. f. Operator) dalam mengelola Portal Informasi dan Sistem Pakar. Berikut ini merupakan kinerja sistem yang diharapkan dari aplikasi Portal Informasi dan Sistem Pakar untuk spesifikasi jenis penyakit infeksi : a. rector). Sistem pakar dapat menghimpun data dalam jumlah yang sangat besar. denah are parkir dibagi menjadi 8 lokasi yaitu parkir mahasiswa(Teknik Informatika. Design Grafis..3. Manejemen). kendaraan mobil. Sistem Pakar dapat melakukan penelusuran secara cepat dan tepat.Sebuah aplikasi harus dirancang agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik. dan tamu.1. e. sedangkan pemodelan aliran data dan informasi yang masuk dan keluar dari sistem digambarkan dengan Data Flow Diagram. guna menggambarkan kesimpulan. g. 3. S.

Mahasiswa meliputi : Teknik informatika Design Grafis Sistem Komputer Akuntansi Manejemen Pihak Kampus Staf Dosen = 8% = 10% = 28% = 24% = 13% = 7% = 7% 3. a. a. e. d. harus dilakukan analisa data terlebih dahulu. Tamu Kendaraan Mobil = 3% = Sehingga di buatlah denah seperti gambar. Baik itu data masukan yang dibutuhkan dalam sistem maupun data keluaran yang dihasilkan oleh sistem. Analisa Kebutuhan Proses Untuk merancang sebuah sistem.1. Pada sistem pakar ini. harus ditentukan terlebih dahulu data keluaran yang diinginkan.2. 2. c. b. b. 4. Pada sistem pakar Penelitian Tindakan Lapangan (PTL) ini. . 8 Gambar.3. Sebelum mengetahui data masukan yang dibutuhkan. sistem membutuhkan data masukan yang akan digunakan dalam proses inferensi guna menghasilkan data keluaran sistem yaitu menentukan letak parkir pengguna berdasarkan data masukan tersebut. 12 Denah pembagian lokasi parkir 3. kebutuhan data keluaran berupa penentuan lokasi parkir .

Tabel. terlebih dahulu dilakukan penilaian terhadap gejala-gejala yang diinputkan pengguna. maka dibuatlah program sistem pakar untuk penetuan letak parkir guna membantu pengguna dalam menentukan area parkir yan sesuai dengan jurusan atau bidang masingmasing tersebut. Data area Data jumlah pengguna sesuai dengan substatusnya Setelah melakukan analisa data masukan dan data keluaran sistem.Setelah mengetahui data keluaran yang diinginkan dari sistem selanjutnya adalah melakukan analisa data masukan yang dibutuhkan. 2. selanjutnya dilakukan analisa proses data di dalam sistem. Untuk proses penalaran/inferensi. Mesin inferensi berisi penentuan letak parkir untuk menggunakan basis pengetahuan dalam menentukan objek yang sesuai dengan data masukan yang diinputkan ke dalam sistem. Adapun data masukan yang dibutuhkan adalah sebagai berikut: 1. yaitu basis pengetahuan dan mesin inferensi. Masing-masing data masukan (input) dilakukan penilaian (assessment) untuk merepresentasikan kondisi sebuah area sesuai dengan jurusan dan jenis kendaraan. Berdasarkan penilaian tersebut akan dilakukan proses inferensi untuk menentukan tata letak parkir sebagai hasilnya. 3.4. Basis pengetahuan dapat berupa gejala-gejala (data masukan) serta hubungannya dengan alternatif solusi (data keluaran). 2 Penilaian data jumlah siswa di dalam kelasNo. Proses di dalam sistem pakar akan melibatkan dua hal pokok. Pemecahan Masalah Berdasarkan permasalahan yang telah dijelaskan sebelumnya. area 1 2 3 4 5 6 Mobil M Rektor Staf/dosen Tamu TM Teknik informatika TI Design graphig DG RK staf Jurusan Kode .

teknik penalaran yang digunakan adalah penalaran maju yang merupakan pelacakan yang dimulai dari sekumpulan data menuju kesimpulan atau solusi dari permasalahan. Berikut alur proses penalaran yang digunakan dalam sistem pakar Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Jadi basis data dan mesin inferensi tidak bersifat statis.7 8 9 Sistem komputer Akutansi AK SK Menejemen MJ Masing-masing penilaian dan jenis data masukan diatas dapat ditambah dan diup-date sesuai dengan kondisi dan kebutuhan. serta memakai teknik penelusuran depth first search (mendalam pertama). Teknik ini bermula dari node akar dan bergerak kebawah/menurun ketingkat dalam yang berurutan. Didalam sistem pakar PTK ini. yaitu penalaran maju (forward chaining) dan penalaran mundur (backward chaining). tetapi dapat berubah sesuai dengan kebutuhan. . Dengan kata lain node anak atau node keturunannya dilahirkan oleh node orang tua atau node pendahulunya. Secara umum ada dua metode penalaran yang digunakan dalam mesin inferensi untuk pengujian aturan.

12 Alur proses penggunaan application Gambar. 13 Pohon Keputusan untuk penentuan PTK Keterangan gambar: NP MT MB TM PK MS DS ST RT TI DG SK = No. polisi = motor = mobil = tamu = pihak kampus = mahasiswa = dosen = staf = rektor = Teknik Informatika = Design Grafish = Sistem Komputer .Gambar.

sehingga dapat diimplementasikan dalam perancangan sistem pakar.2 Saran Adapun saran yang dapat diberikan penulis adalah : . 2. BAB IV PENUTUP 5. PK. Perancangan sistem pakar pengaturan tata letak parkir dapat membantu petugas dalam mengatur tata letak parkir di kampus pusat STMIK ASIA sesuai dengan bidang masing – masing sehingga lebih teratur. MS. Perancangan sistem pengaturan tata letak parkir merupakan permasalahan yang termasuk dalam karakteristik permasalahan dalam Artificial Intelligent. karena data masukan tersebut digunakan dalam proses inferensi (penalaran). Selanjutnya penalaran dibedakan berdasarkan jurusan atau bagian-bagian sehinng sistem memproses untuk menentukan lokasi. terbukti dapat mengatur dan menata area parkir di kampus pusat STMIK ASIA dengan baik.AK MJ = Akutansi = Menejemen K = Konklusi pengaturan tata letak parkir Pada gambar pohon keputusan diatas dijelaskan bahwa proses penalaran dibagi menjadi tiga bagian yaitu untuk penalaran TM. Queue theory yang digunakan dalam sistem pakar tata letak parkir ini. 3.1 Kesimpulan Dari hasil perancangan aplikasi sistem pakar pengaturan tata letak dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Data masukan ke dalam sistem sangat menentukan hasil yang di dapatkan. 5. 4.

id/download/TEORI%20SISTEM%20PAKAR.pdf di akses 24 juli 2011 http://lecturer. Sri.or.if. Yogyakarta http://yuwono.himatif.pdf di akses tanggal 21 juli 2011 .id/Downloads/files/5616/Flowchart.pdf di akses tanggal 24 juli 2011 http://kur2003. 2.gunadarma. Sistem Pakar. 3.pdf di akses tanggal 24 juli 2011 http://gesaf. Sistem pakar ini bisa di kembangkan dengan menggunakan kartu anggota atau kartu tanda mahasiswa(KTM) agar lebih efisien dan cepat.staff.id/Downloads/files/15824/DFD.id/file/SE6162%20ERD.eepis-its.1.ac. Graha Ilmu. Petugas parkir di STMIK ASIA diharapkan menggunakan aplikasi ini untuk mngatur dan menjaga kendaraan yang parkir di area kampus pusat STMIK ASIA .gunadarma. DAFTAR PUSTAKA Kusumadewi.zip di akses tanggal 21 juli 2011 http://febriani. dalam hal ini seorang pakar pendidikan.files. disarankan untuk menghimpun pengetahuan dari para pakar (ahli) yang sebenarnya.ac.staff. 4. Disarankan untuk mengembangkan sistem paka ini menggunakan metode atau teori lain yang lebih baik agar solusi dan pengaturan yang dihasilkan juga lebih baik. 2003.com/2009/05/teori-antrian. Agar hasil konsultasi lebih valid.wordpress.edu/~zenhadi/kuliah/InternetProgramming/ di akses 29 juni 2011 http://buset.ac.itb.

staff.pdf di akses tanggal 21 juli 2011 .http://ajiew.ac.id/Downloads/files/8624/Model+Antrian.gunadarma.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful