P. 1
SOAL PHB

SOAL PHB

|Views: 25|Likes:
Published by abukayyis

More info:

Published by: abukayyis on Jul 14, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/18/2013

pdf

text

original

SOAL PHB 1. Apa yang dimaksud dengan Sistem Distribusi Listrik ?

Jawab : Sistem Distribusi Listrik adalah Suatu sistem untuk mengalirkan arus listrik dari pembangkit ke konsumen. 2. Jelaskan tentang Gardu Distribusi dan Peralatan Sistem Distribusi
Jawab : Gardu distribusi / Gardu Trafo merupakan suatu sistem Instalasi listrik yang terdiri dari beberapa perlengkapan peralatan listrik dan menjadi penghubung listrik dari jaringan distribusi ke jaringan konsumen

a. b. c. d.

Peralatan sistem distribusi : Hantaran TM dan TR Gardu Distribusi Transformator Peralatan Pengaman (Penghubung dan Pemutus)
3.

Apa Fungsi Transformator pada Sistem Distribusi Listrik ?

Jawab : Menstabilkan tegangan dari transmisi dimana pada transmisi terdapat rugi-rugi tegangan , maka dari itu trafo pada distribusi berfungsi untuk menaikkan / menstabilkan tegangan kembali sebelum di lanjutkan ke konsumen .
4.

Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis trafo pada Gardu Distribusi Listrik

Jawab : -

- Trafo Daya merupakan salah satu jenis trafo yang berfungsi mentransformasikan daya ac dari tegangan tinggi ke tegangan rendah atau sebaliknya. Trafo Distribusi merupakan salah satu jenis trafo yang berfungsi untuk menurunkan tegangan dari tegangan menengah ke tegangan rendah. - Trafo instrument digunakan untuk proses pengukuran digardu induk. a. VT (trafo tegangan) adalah trafo satu fasa yang menurunkan tegangan tinggi menjadi tegangan rendah yang dapat diukur dengan Voltmeter yang berguna untuk indikator, relai dan alat sinkronisasi. b. CT (trafo arus) digunakan untuk pengukuran arus yang besarnya ratusan amper lebih yang mengalir pada jaringan tegangan tinggi.
5.

Sebutkan Komponen-komponen dari Trafo - Bak Trafo

Jawab : - Lilitan/Belitan (Hubungan Lilitan) - Minyak Trafo - Bushing Trafo - Sistem Pengaman Trafo - Conservator
6.

Jelaskan kerja dari Protection System ( internal and external ) pada Trafo Daya

2. Frekuensi dan besaran arus gangguan diprediksi akan mengurangi umur operasi trafo. Penyebab dari gangguan Active fault adalah sebagai berikut: ung singkat fasa-fasa atau fasa dengan ground. Gangguan internal dapat dikelompokan menjadi 2 (dua) kelompok. tercemar uap air dan adanya dekomposisi karena overheating.  Kebocoran minyak. yaitu: Overheating. ung singkat antar lilitan sefasa (intern turn). baik didalam trafo maupun diluar trafo sebatas lokasi CT.  Kebocoran minyak.  Hubung singkat belitan-belitan sefasa. oksidasi akibat sambungan listrik yang buruk. Active fault: Disebabkan oleh kegagalan isolasi atau komponen lainnya yang terjadi secara cepat dan biasanya dapat menyebabkan kerusakan yang parah.  Pelepasan gas akibat proses kimia. Gangguan Internal Gangguan yang terjadi di daerah proteksi trafo. Gangguan Eksternal Gangguan yang terjadi diluar daerah proteksi trafo. dan akan berkembang menjadi gangguan besar jika tidak terdeteksi dan tidak diatasi. Yang termasuk kedalam gangguan incipient fault.  Kegagalan kipas atau pompa sistem pendingin. Penyebab overfluxing Terjadi saat overvoltage dan under frekuensi. Umumnya gangguan ini terjadi pada jaringan yang akan dirasakan dan berdampak terhadap ketahanan kumparan primer maupun sekunder/tersier Trafo.  Gangguan pada bushing. Overvoltage akibat surja hubung atau surja petir. e faults. b. • • • Pembebanan lebih (Overload ). Penyebab gangguan internal biasanya akibat:  Kegagalan isolasi pada belitan. k faults. Fenomena gangguan ekternal seperti: Hubung singkat pada jaringan sekunder atau tersier (penyulang) yang menimbulkan through fault current.  Ketidaktahanan terhadap arus gangguan (electrical dan mechanical stresses). Penyebab Overpressure  Pelepasan gas akibat overheating. Penyebab Overheating  Ketidaksempurnaan sambungan baik elektrik maupun magnetic.Jawab : Gangguan Pada Trafo Tenaga terdiri dari: 1. dapat menyebabkan bertambahnya rugi-rugi besi sehingga terjadi pemanasan yang dapat menyebabkan kerusakan isolasi lempengani inti dan bahkan isolasi belitan. lempengan inti atau baut pengikat inti atau Penurunan nilai isolasi minyak yang dapat disebabkan oleh kualitas minyak buruk. overfluxsing. • .  Aliran sistem pendingin tersumbat. Under atau over frequency akibat gangguan system. Bushing flashovers. Incipient fault: Gangguan terbentuk lambat. dan over pressure.  Gangguan pada tap changer.  Gangguan pada sistem pendingin. yaitu: a.

Apa yang dimaksud dengan Pemutus Balik Otomatis (PBO)/Automatic Recloser. Gas yang timbul karena dekomposisi minyak menimbulkan tekanan terhadap minyak. karena panas yang ditimbulkan busur api. pemadaman busur api tergantung pada pemanjangan dan pendinginan busur api dan juga tergantung pada jenis gas hasil dekomposisi minyak.• External system short circuit. 9. sehingga minyak terdorong ke bawah melalui leher bilik. Hal ini akan menimbulkan pendinginan busur api.PMS tidak dapat ditutup ketika PMT dalam posisi tertutup. dan jelaskan Fungsinya? . Minyak yang berada diantara kontak sangat efektif memutuskan arus. sehingga minyak menguap dan menimbulkan gelembung gas yang menyelubungi busur api. .Sakelar Pemutus Tenaga (PMT) atau Circuit Breaker (CB) Berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan rangkaian pada saat berbeban (pada kondisi arus beban normal atau pada saat terjadi arus gangguan). minyak mengalami dekomposisi dan menghasilkan gas hydrogen yang bersifat menghambat produksi pasangan ion. busur api akan terjadi didalam minyak. Oleh karena itu. . sehingga tidak cocok untuk sistem yang membutuhkan pemutusan arus yang cepat. minyakini melakukan kontak yang intim dengan busur api. . mendorong proses rekombinasi dan menjauhkan partikel bermuatan dari lintasan busur api. Di leher bilik.PMS dapat ditutup hanya ketika PMT dan ES terbuka. PMS ini boleh dibuka atau ditutup hanya pada rangkaian yang tidak berbeban.Sakelar pembumian (Earthing Switch) dapat ditutup hanya ketika PMS dalam keadaan terbuka. 8. 7. Apa yang dimaksud dengan (Penghubung dan Pemutus) pada sistem distribusi listrik ? Jawab : . . PMT : Pada saat kontak dipisahkan.PMT dapat ditutup hanya ketika PMS dalam kondisi telah terbuka atau telah tertutup.Sakelar Pemisah (PMS) atau Disconnecting Switch (DS) Berfungsi untuk mengisolasikan peralatan listrik dari peralatan lain atau instalasi lain yang bertegangan. Kelemahannya adalah minyak mudah terbakar dan kekentalan minyak memperlambat pemisahan kontak. Jelaskan Kerja dari PMS dan PMT PMS : .

10. Apa yang dimaksud dengan Reil pada sistem jaringan listrik? Jawab : Reil pada sistem jaringan maksudnya adalah sebuah tembaga berbentuk bulat (pipa) yang digunakan untuk menghubungkan ke cabang-cabang / Tembaga berbentuk pipa yang digunakan untuk menghubungkan sisi utama dengan sisi cabang 11. Jelaskan Perbedaan antara Reil dan Busbar pada sistem distribusi listrik - Jawab : .Reil pada distribusi listrik digunakan pada gardu-gardu listrik Busbar digunakan pada panel .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->