54314290-DESAIN-EKSPERIMENTAL-SEBENARNYA

DESAIN EKSPERIMENTAL SEBENARNYA (True-Experimental Design

)

Desain eksperimental yang sebenarnya melengkapi kekurangan dari dua desain yang telah dibahas sebelumnya. Desain eksperimental yang sebenarnya melaksanakan kelompok control maupun cara mengukur perubahan yang muncul dalam kedua kelompok. Dalam arti ini, kita berusaha mengontrol semua variabel yang mencampuri, atau paling tidak memerhatikan pengaruhnya, sementara berusaha menentukan jika perlakuanlah yang benar-benar menyebabkan perubahan.

Eksperimen yang sebenarnya sering dianggap sebagai satu-satunya metode penelitian yang dapat secara tepat mengukur hubungan sebab dan akibat. Berikut ini adalah beberapa jenis desain true-experimental. 1. Desain Kelompok Kontrol Prates-Postes (The Pretest-Posttest Control Group Design) Desain ini merupakan yang paling efektif dalam istilah penunjukan hubungan sebab akibat, tetapi yang juga paling sulit dilakukan. Desain ini (Pretest-Posttest equivalent group design) melengkapi kelompok control maupun pengukuran perubahan, tetapi juga menambahkan suatu prates untuk menilai perbedaan antara kedua kelompok sebelum studi dilakukan. Untuk melaksanakan desain ini pada studi pengalaman kerja, kita memilih mahasiswa suatu akademi secara random kemudian menempatkan mahasiswa yang telah dipilih ke dalam salah satu kelompok dengan menggunakan penempatan secara random.

Pada akhir semester. Setiap kelompok. Adalah penting bahwa kedua kelompok diperlakukan dengan cara yang sama untuk mengontrol seperti sebagai sosialisasi.Kemudian kita akan mengukur peringkat semester setiap kelompok sebelumnya untuk memperoleh rata-rata peringkat. yang dipilih dan ditempatkan secara random diberi perlakuan atau beberapa jenis control. Perlakuan atau suatu pengalaman kerja kemudian diaplikasikan pada salah satu kelompok dan suatu control diapliksikan pada kelompok yang lain. eksperimen akan berakhir dan selanjutnya peringkat semester akan diperoleh dan dibandingkan. The Posttesst-Only Control Group Design Randomisasi dan perbandingan kedua kelompok control dan kelompok eksperimental digunakan dalam jenis desain ini. 2. Postes kemudian diberikan kepada setiap subjek untuk menentukan jika ada perbedaan antara kedua kelompok. Sementara desain ini mendekati metode yang . seperti liga sepak bola sementara kelompok yang lain berperan serta dalam program pengalaman kerja. demikian pula kita dapat mengizinkan kelompok control kita utnuk berperan serta dalam berbagai kegiatan. peringkat untuk kelompok eksperimen berbeda secara signifikan dari perubahan pada kelompok control. kita dapat mengatakan bahwa satu semester program pengalaman kerja dibandingkan satu semester tanpa aktivitas yang berhubunganh dengan pengalaman kerja menghasilkan perbedaan peringkat yang signifikan. Jika kita menemukan bahwa perubahan dala.

masing-masing). Cara yang benar untuk menganalisis data yang dihasilkan melalui aplikasi desain ini adalah menggunakan analisis varian factorial 2 X 2. Desain Solomon Empat Kelompok (The Solomon Four-Group Design) Desain ini melibatkan penempatan subjek secara random pada salah satu dari empat kelompok. Desain ini merupakan kombinasi dari desain kelompok control prates-postes (the pretest-posttest equivalent group design) dan desain kelompok control dengan hanya postes (the posttest-only equivalent group design).paling baik. 3. dengan kata lain. apakah suatu kelompok diberikan prates atau tidak adalah variabel bebas. Dengan kata lain. hanya ia karena variabel eksperimental. Masing-masing memiliki sumber ketidakvalidan (interaksi perlakuan-prates dan mortalitas. Sulit menentukan jika perbedaan pada akhir studi merupakan perbedaan actual dari kemungkinan perbedaan pada permulaan studi. Keempat kelompok diberi postes. randomisasi baik untuk mencampur subjek. Analisis vaktorial mengatakan pada peneliti apakah perlakuan efektif dan apakah ada interaksi . satu dari kelompok prates dan satu dari kelompok nonprates diberi perlakuan eksperimental. Kombinasi dua desain ini menghasilkan desain yang mengontrol interaksi perlakuan-prates dan mortalitas. Dua variabel bebas adalah variabel perlakuan dan variabel prates. ia mempunyai kelemahan sedikit pada pengukuran prates. Dua kelompok diberi prates dan kedua kelompok tidak. tetapi tidak dapat menjamin kita percampuran ini benar-benar menciptakan kesamaan antara kedua kelompok.

Desain penelitian eksperimental yang sebenarnya di atas dapat digambarkan dalam diagram-diagram berikut. . Desain mana yang terbaik tergantung pada hakikat studi dan kondisi tempat penelitian dilakukan. dan subjek tersebut sering sukar didapat. kemudian peneliti dapat lebih percaya pada generalisasi perbedaan perlakuan. maka desain dengan hanya postes mungkin yang terbaik. Untuk suatu hal. jika interaksi prates perlakuan tidak mungkin. dan testing merupakan bagian yang normal lingkungan subjek. jika kelompok eksperimental yang diberi prates berperilaku secara berbeda pada postes daripada kelompok yang tidak diberi prates. Ini tidak benar. desain ini memerlukan dua kali lebih banyak subjek untuk desain eksperimental yang sebenarnya. maka desain kelompok control prates-postes barangkali yang terbaik. Jika tidak ditemukan interaksi. Kesalahpahaman umum dikalangan peneliti pemula adalah bahwa karena desain Solomon empat kelompok mengontrol banyak sumber ketidakvalidan. Untuk meletakannya sesederhana mungkin. ia merupakan desain yang paling baik. jika mortalitas tidak menjadi masalah.antara perlakuan dan prates. maka terawatt kemungkinan suatu interaksi prates-perlakuan. dan data prates tidak diperlukan. Oleh karena itu.

2 Desain Eksperimental yang Sebenarnya ..02 Keterangan: X : Perlakuan 01 : Prates 02 : Postes R : Randiomisasi Gambar 3.Pretest Posttest Equivalent Groups R 01 X 0 2 R 01 X 02 Posttest Equivalent Groups R R X 02 X 02 The Solomon Four-Group Design R 01 X 02 R 01 .02 R .X 02 R .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful