BAB I PENDAHULUAN

Dewasa ini, bisnis MLM semakin menjamur di masyarakat. Masing-masing MLM mempunyai cara dan trik yang berbeda-beda dalam menarik masyarakat untuk menjadi anggotanya dan juga agar mereka juga tertarik membeli produk yang ditawarkan. Multi Level Marketing (MLM) adalah model pemasaran yang menggunakan mata rantai down line, dimana pihak produsen dapat mengurangi biaya marketing sehingga sebagian biaya marketing dipakai untuk bonus bagi orang yang memperoleh jaringan yang besar. Memang banyak alasan orang yang bergabung dalam bisnis MLM ini, di antaranya karena iming-iming bonus tetapi ada juga yang memang karena motivasi ingin memiliki produknya. Multi Level Marketing (MLM) menjual/memasarkan langsung suatu produk baik berupa barang atau jasa kepada konsumen. Sehingga biaya distribusi barang sangat minim atau sampai ketitik nol. MLM juga menghilangkan biaya promosi karena distribusi dan promosi ditangani langsung oleh distributor dengan sistem berjenjang (pelevelan). Dalam MLM ada unsur jasa, artinya seorang distributor menjualkan barang yang bukan miliknya dan ia mendapatkan upah dari prosentasi harga barang dan jika dapat menjual sesuai target dia mendapat bonus yang ditetapkan perusahaan. Salah satu contoh perusahaan MLM yaitu AHAD-NET International. MLM ini merupakan MLM yang berbasis syariah di mana prinsip-prinsip yang digunakan berdasarkan Al Quran dan Hadis.

Sampai sekarang sudah ada sekitar 200 perusahaan yang mengatasnamakan dirinya menggunakan sistem MLM. (QS Al Baqarah: 275) Tolong menolonglah atas kebaikan dan taqwa dan jangan tolong menolong atas dosa dan permusuhan. Allah SWT berfirman: Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.BAB II PEMBAHASAN MLM banyak sekali macamnya dan setiap perusahaan memiliki spesifikasi tersendiri. (HR al-Baihaqi dan Ibnu Majah) . Memang pada dasarnya segala bentuk mu’amalah atau transaksi hukumnya boleh (mubah) sehingga ada argumentasi yang mengharamkannya. (QS Al Maidah: 2) Rasulullah SAW bersabda: Perdagangan itu atas dasar sama-sama ridha. Kami akan memberi jawaban yang bersifat batasan-batasan umum sebagai panduan bagi umat Islam yang akan terlibat dalam bidang MLM.

Transparansi peningkatan anggota pada setiap jenjang (level) dan kesempatan untuk berhasil pada setiap orang. Produk yang ditawarkan jelas kehalalannya. Seorang anggota atau distributor biasanya mendapatkan untung dari penjualan yang dilakukan dirinya dan dilakukan down line-nya. Sehingga dia harus tahu status barang tersebut dan bertanggung-jawab kepada konsumen lainnya. 2. Hak dan kesempatan yang diperoleh sesuai dengan prestasi kerja anggota. setingkat maupun di atas. . 5.Umat Islam terikat dengan persyaratan mereka. 3. 4. Ciri khas sistem MLM terdapat pada jaringannya. Perolehan untung dari penjualan langsung yang dilakukan dirinya adalah sesuatu yang biasa dalam jual beli. Penetapan biaya pendaftaran anggota yang tinggi tanpa memperoleh kompensasi yang diperoleh anggota baru sesuai atau yang mendekati biaya tersebut adalah celah dimana perusahaan MLM mengambil sesuatu tanpa hak dam hukumnya haram. Pada dasarnya sistem MLM adalah muamalah atau buyu’ yang prinsip dasarnya boleh (mubah) selagi tidak ada unsur: – Riba’ – Gharar (penipuan) – Dharar (merugikan atau mendzalimi fihak lain) – Jahalah (tidak transparan). Abu Dawud dan al-Hakim) Berdasarkan penjelasan tersebut bisa disimpulkan sebagai berikut: 1. sehingga perlu diperhatikan segala sesuatu menyangkut jaringan tersebut: – Transparansi penentuan biaya untuk menjadi anggota dan alokasinya dapat dipertanggungjawabkan. bukan sarana untuk mendapatkan uang tanpa ada produk atau produk hanya kamuflase. MLM adalah sarana untuk menjual produk (barang atau jasa). adapun perolehan prosentase keuntungan diperolehnya disebabkan usaha down line-nya adalah sesuatu yang dibolehkan sesuai perjanjian yang disepakati bersama dan tidak terjadi kedholiman. tidak menzhalimi fihak yang ada di bawah. karena anggota bukan hanya konsumen barang tersebut tetapi juga memasarkan kepada yang lainnya. Sehingga yang terjadi adalah money game atau arisan berantai yang sama dengan judi dan hukumnya haram. Sehingga peningkatan level dalam sistem MLM adalah suatu hal yang dibolehkan selagi dilakukan secara transparan. (HR Ahmad. Peningkatan posisi bagi setiap orang dalam profesi memang terdapat disetiap usaha.

maka hukumnya haram. juga memberikan beberapa ciri-ciri praktek Money Game maupun Piramid agar anda tidak tertipu dengan bisnis Network Marketing (Pemasar Jaringan) atau Multi Level Marketing (Pemasar Berjenjang) 1. misalnya bulanan. Pertama. Daftar Perusahaan MLM yang telah bersertifikat Dewan Syariah Nasional: PERUSAHAAN 1 2 3 4 Ahad Net UHO BKB Syariah Exer Mitra Permata Mandiri K-Link Pelaksanaan Haji ONH plus Berbagai produk kesehatan. 3. seyogianya ditinggalkan secepatnya.D. Jika seseorang yang lebih dulu masuk selalu diuntungkan ketimbang belakangan. . terutama menyangkut izin dan integritasnya. dan pengobatan penyakit PRODUK Berbagai produk kebutuhan sehari-hari Bisnis jasa dan tur Pengobatan dan kesehatan 5 Dari setiap batasan yang dijelaskan di atas. meneliti tentang Marketing Plan-nya. apakah perusahaan itu menjanjikan kaya tanpa bekerja atau tidak? Jika dalam waktu singkat. Kedua. produk yang dipasarkan mengandung zat-zat haram atau tidak? Apakah produknya punya jaminan dan bisa dikembali atau tidak? 4. pencegahan. Ketiga.Salah seorang Presiden INFANCA (The Islamic Food And Nutrition of America) yang bernama Muhammmad Munir Chaundry. apakah perusahaan itu memungut uang pendaftaran anggota yang cukup besar atau tidak? 5. Ph. teliti perusahaan MLM itu sebaik-baiknya. Kelima. menurut kami AHAD-NET International sudah memenuhi syarat yang dikeluarkan oleh INFANCA (The Islamic Food And Nutrition of America). Keempat. 2. menghasilkan puluhan atau ratusan juta.

Niat: . Pembinaan: tarbiyah. 3. Izin dan integritas dari AHAD-NET International sudah mendapatkan sertifikat MLM berbasis syariah dari MUI.Irtifah ummah (mengangkat derajat ekonomi umat) . Prinsip: sesuai dengan prinsip-prinsip muamalah Islam 3. Berikut adalah 12 syarat MUI yang telah dipenuhi oleh AHAD-NET International sehingga bisa mendapatkan sertifikat MLM berbasis syariah: 1. maka AHAD-NET akan memberikan kompensasi berupa ganti rugi sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku di AHAD-NET. dakwah bil hal . Marketing plan dari AHAD-NET International adalah orang yang lebih dulu masuk (upliner) sebagai anggota belum tentu memperoleh keuntungan yang lebih besar dibandingkan orang yang belakangan masuk (downliner). 2. pemakaian dan pemanfaatan barang dan/atau jasa dari perusahaan. Orientasi: meraih kebahagiaan dunia dan akhirat 4. AHAD-NET tidak menjanjikan kepada para anggotanya bisa menjadi kaya dalam sekejap tanpa bekerja karena AHAD-NET mengukur setiap penghasilan dan bonus para anggotanya sesuai dengan kerja kerasnya.Kasbil halal (memperoleh penghasilan yang halal) .1. 4. Produk dari MLM AHAD-NET International sudah terjamin halal dan jika terjadi kerugian akibat penggunaan. Komoditas: halalan tayiban (halal lagi baik) 5. 5. ukhuwah. Uang pendaftaran AHAD-NET tergolong wajar.Muamalah Islami (melakukan perniagaan secara Islami) 2.

6. Strategi pengembangan jaringan: metode silaturahim dan ukhuwah 8.Non-Muslim. Sistem pendapatan: lebih adil dan menyejahterakan 10.Muslim . Pengawas syariah: Dewan Pengawas Syariah dari MUI Pusat. . memenuhi rukun jual beli. dengan syarat mau mengikuti aturan yang telah ditetapkan 9. sedekah (ZIS) dan kemaslahatan umat Islam 11. Strategi pemasaran: akhlakul karimah. Sistem Pengelolaan: amanah 12. Alokasi Pendapatan: zakat. Keanggotaan: . infak. ikhlas 7.

Saran Kepada masyarakat yang memiliki niat untuk mencoba baergabung ke dalam bisnis MLM diharapkan agar memperhatikan prinsip-prinsip dari MLM yang akan di masuki sehingga tidak tertipu oleh Money Game yang berkedok MLM. menghasilkan puluhan atau ratusan juta. 3. 2. Apakah perusahaan itu menjanjikan kaya tanpa bekerja atau tidak? Jika dalam waktu singkat.BAB III PENUTUP A. terutama menyangkut izin dan integritasnya. Produk yang dipasarkan mengandung zat-zat haram atau tidak? Apakah produknya punya jaminan dan bisa dikembali atau tidak? 4. Meneliti tentang Marketing Plan-nya. . B. maka hukumnya haram. KESIMPULAN MLM dikatakan berbasis syariah apabila telah memenuhi syarat-syarat berikut ini : 1. misalnya bulanan. Sebaiknya memilih MLM berbasis syariah yang bersertifikat. seyogianya ditinggalkan secepatnya. Jika seseorang yang lebih dulu masuk selalu diuntungkan ketimbang belakangan. Apakah perusahaan itu memungut uang pendaftaran anggota yang cukup besar atau tidak? 5. Teliti perusahaan MLM itu sebaik-baiknya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful