DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL R.I UNIVERSITAS JEMBER PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN Alamat : Jl. Kalimantan no. 37 Telp.

/ Fax (0331) 323450 Jember

UJIAN TENGAH SEMESTER Th. AKADEMIK 2011/2012 MATA KULIAH HARI/TANGGAL JUMLAH SOAL WAKTU : ILMU KEPERAWATAN DASAR IIB (Praktikum) : RABU / 28 MARET 2012 : 1 Soal ( Kasus 1) : 60 MENIT

Petunjuk mengerjakan soal : 1. Berdoalah sebelum mengerjakan soal ujian 2. Jawablah pertanyaan pada lembar jawaban sesuai ketentuan 3. Soal harap dikumpulkan kembali bersama lembar jawaban 4. Selamat mengerjakan Kasus 1 Seorang perempuan berusia 60 tahun dibawa ke rumah sakit karena mengalami kesulitan bernapas sejak dua hari yang lalu. Pasien mengatakan sejak dua hari yang lalu sulit bernapas disertai batuk dengan sekret (lendir) kental. Pasien merasa sulit bernapas dan cepat lelah terutama setelah beraktivitas ringan. Pasien mengatakan tidak mampu beraktivitas berat karena mudah lelah. Hal ini menyebabkan pasien lebih banyak berada di tempat tidur. Makan, minum dan buang air (BAB dan BAK) dilakukan diatas tempat tidur. Sejak seminggu yang lalu pasien tidak nafsu makan. Makan hanya habis ¼ porsi. Keluarga pasien mengatakan sejak 5 tahun yang lalu pasien mengalami hipertensi terkontrol. Setahun yang lalu suami pasien meninggal. Hal ini menyebabkan pasien sedih dan sejak saat itu kondisi kesehatan pasien semakin menurun. Berdasarkan hasil pemeriksaan tanda vital diketahui tekanan darah 150/100 mmHg, frekuensi pernapasan 25 x/menit, frekuensi nadi 85 x/menit dan suhu 370C. Bunyi napas ronkhi, terlihat menggunakan otot-otot bantu pernapasan, pasien tampak lemah. Pada area punggung dan bokong tampak adanya luka lecet dengan diameter sekitar 10 cm. Pasien mengatakan merasa nyeri pada area yang lecet tersebut. Turgor kulit pasien tampak tidak elastis. Berat badan 40 Kg, dan tinggi badan 160 cm. Berat badan sebelum sakit 56 Kg. Keluarga mengatakan selama ini pasien belum pernah berobat dan tidak mengetahui cara mengatasi keluhan-keluhan tersebut. Hasil pemeriksaan diagnostik diketahui adannya kardiomegali (pembesaran jantung) dan terlihat kabut tipis (gambaran pneumonia). Pertanyaan: 1. Tentukan data obyektif dan data subyektif dari kasus diatas 2. Lakukan analisa data dengan cara mengklasifikasikan data-data tersebut yang mendukung masalah keperawatan 3. Tentukan metode pengkajian yang digunakan untuk memperoleh data-data tersebut. ***SEMOGA SUKSES***

DO= -TD=150/100 mmHg -FP=25x/menit -FN=85x/menit -Suhu=37c -BB=40kg. b. -Mx: gangguan bersihan jalan napas -eti: adanya sekret kental pada saluran napas -DO: TD=150/100 mmHg. bunyi napas ronkhi menggunakan otot-otot bantu pernapasan DS: pasien mengatakan mengalami kesulitan bernapas sejak 2 hari yang lalu pasien mengatakan 2 hari yang lalu mengalami kesulitan bernapas disertai batuk dengan sekret (lendir) kental. -Dx: gangguan bersihan jalan napas berhubungan dengan penumpukan sekret pada saluran napas ditandai dengan bunyi napas ronkhi dan perasaaan sulit bernapas disertai batuk dengan sekret kental. Mx: Gangguan kekurangan volume cairan (Hipovolemi) -Et: kurangnya intake cairan tubuh . TB=160cm -BB (SS)= 56 kg -turgor tidak elastis -bunyi napas ronkhi -menggunakan otot-otot bantu pernapasan -pasien tampak lemah -pada area punggung dan bokong terdapat luka lecet dengan diameter sekitar 10 cm -adanya kardiomegali -terlihat kabut tipis pada paru DS= -pasien mengatakan mengalami kesulitan bernapas sejak 2 hari yang lalu -pasien mengatakan 2 hari yang lalu mengalami kesulitan bernapas disertai batuk dengan sekret (lendir) kental.Jawaban: 1. FN=85x/menit. FP=25x/menit. -pasien merasa sulit bernapas dan cepat lelah terutama setelah aktivitas ringan -pasien mengatakan lebih banyak d tempat tidur dan melakukan BAK dan BAB di atas tempat tidur -pasien mengatakan sejak seminggu yang lalu tidak nafsu makan -pasien mengatakan hanya habis ¼ porsi jika makan -keluarga pasien mengatakan sejak 5 tahun yang lalu pasien mengalami hipertensi terkontrol -keluarga pasien mengatakan setahun yang lalu pasien ditinngal mati suaminya 2. pasien merasa sulit bernapas dan cepat lelah terutama setelah aktivitas ringan. Diagnosa keperawatan a.

c. berat badan menurun dari 56 kg menjadi 40 kg. pasien mengatakan ia lebih banyak menghabiskan harinya di tempat tidur . d. -DS: pasien mengatakan sejak seminggu yang lalu tidak nafsu makan.-DO: turgor kulit tampak tidak elastis. . -Dx: gangguan intoleransi aktivitas berhungan dengankardiomegali ditandai dengan takhipnea (RR=25x/menit) dan pasien yang mengatakan mudah lelah terutama setelah beraktivitas ringan. e. -DO: tampak adanya luka lecet dengan diameter sekitar 10 cm. -DS: -Dx: Risiko infeksi berhubungan dengan perkembangan bakteri patogen pada daerah luka di bokong dan punggung ditandai dengan adanya luka lecet berdiameter 10 cm. -DS: pasien mengatakan sulit bernapas dan mudah lelah terutama setelah beraktivitas ringan. TD=150/100 mmHg. pasien mengatakan tidak mampu beraktivitas berat karena mudah lelah. FN=85x/menit. pasien mengatakan melakukan BAB dan BAK di tempat tidur.eti: perkembangan bakteri patogen yang ada pada luka lecet di sekitar bokong dan punggung. -Dx: gangguan kekurangan volume cairan (hipovolemi) berhubungan dengan intake cairan tubuh yang kurang ditandai dengan turgor kulit yang tampak tidak elastis dan pasien mengatakan tidak nafsu makan sejak seminggu yang lalu. pasien mengatakan ia hanya mengabiskan ¼ dari porsi makan biasanya. Mx: Gangguan Intoleransi aktivitas -Et: adanya kardiomegali -DO: terdapat takhipnea (RR=25x/menit). – Mx: Risiko Infeksi . -Dx: Gangguan kurangnya nutrisi dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan menurunnya nafsu makan dan perubahan pola makan ditandai dengan penurunan berat badan dari 56 kg menjadi 40 kg dan pasien mengatakan sejak seminggu lalu tidak nafsu makan. – Mx: Gangguan kurangnya nutrisi dari kebutuhan tubuh -Et: menurunnya nafsu makan (anoreksia) dan perubahan pola makan -DO: berat badan menurun dari 56 kg ke 40 kg -DS: pasien mengatakan sejak seminggu yang lalu tidak nafsu makan.

imma. Rasional: penurunan aliran udara terjadi pada area konsolidassi dengan cairan. ronkhi dan wheezing terdengar pada inspirasi dan atau ekspirasi pada respon terhadap pengumpulan cairan. pasien menunjukkan perilaku memperbaiki jalan napas. catat karakter. sekret kental. . ronki indikasi akumulasi secret/ ketidakmampuan membersihkan jalan napas sehingga otot aksesori digunakan dan kerja pernapasan meningkat. Suction dilakukan apabila pasien tidak mampu mengeluarkan sekret. kedalaman dan penggunaan otot aksesori. ventilasi maksimal membuka area ateletaksis dan peningkatan gerakan secret agar mudah dikeluarkan. Tujuan: mempertahankan jalan napas Kriteria hasil: pasien dapat menunjukkan tidak kesulitan saat batuk. Bunyi napas bronkial (normal pada bronkus) dapat juga terjadi pada area konsolidasi. pasien dapat bernapas tanpa menggunakan otot aksesori. tidak lagi terdengar bunyi ronkhi. Rasional: penurunan bunyi napas ateletaksis. Rasional: mencegah obstruksi/ aspirasi. 3. Dx: gangguan bersihan jalan napas berhubungan dengan penumpukan sekret pada saluran napas ditandai dengan bunyi napas ronkhi dan perasaaan sulit bernapas disertai batuk dengan sekret kental. Rasional: meningkatkan ekspansi paru. pasien dapat mengeluarkan secret dengan batuk efektif. -Dx: Gangguan kurangnya informasi mengenai tindakan yang harus dilakukan berhubungan dengan rendahnya pengetahuan dan kurangnya informasi mengenai tindakan yang harus dilakukan ditandai dengan keluarga yang mengatakan pasien belum mengetahui cara-cara mengatasi keluhan akibat penyakit yang dialaminya.  Bersihkan sekret dari mulut dan trakea. catat area penurunan/ tak ada aliran udara dan bunyi napas adventisius misal: creckels dan wheezing. -DO: -DS: keluarga mengatakan selama ini pasien belum mengetahui cara-cara mengatasi keluhan akibat penyakit yang dialaminya.f. bantu/ajarkan batuk efektif dan latihan napas dalam. adanya hemoptosis. –Mx: Kurangnya pengetahuan terhadap kebutuhan tindakan -Et: rendahnya pengetahuan dan kurangnya informasi mengenai tindakan yang harus dilakukan. sputum berdarah akibat kerusakan paru atau luka bronchial yang memerlukan evaluasi atau intervensi lanjut. Intervensi keperawatan:  Kaji fungsi pernapasan: bunyi napas. dan spasme jalan napas/ obstruksi. jumlah sputum.  Auskultasi area paru. Creckle.  Catat kemampuan untuk mengeluarkan secret atau batuk efektif. Rasional: pengeluaran sulit bila sekret tebal. kecepatan. suction bila perlu. Rencana asuhan keperawatan a.  Berikan pasien posisi semi atau fowler.

catat warna. ekspektoran. tindakan aerosol dan drainase postural. karakter urin.  Berikan wadah tertutup untuk sputum dan buang sesering mungkin.  Berikan bantuan untuk membersihkan mulut setelah muntah.  Identifikasi faktor yang menimbulkan mual/muntah. dan sebelum makan  Jadwalkan pengobatan pernapasan sedikitnya satu jam sebelum makan  Auskultasi bunyi usus. nyeri. b. gangguan kekurangan volume cairan (hipovolemi) berhubungan dengan intake cairan tubuh yang kurang ditandai dengan turgor kulit yang tampak tidak elastis dan pasien mengatakan tidak nafsu makan sejak seminggu yang lalu. berat badan pasien ideal.  Observasi tanda-tanda infeksi dan peradangan  Pasang kateter dan perawtan perineal yang baik . karakter urin normal kembali. berat badan ideal. turgor kulit normal dan mukosa lembab. bronkodilator. Rasional: alat untuk menurunkan spasme bronkus dengan mobilisasi sekret. pasien dapat membersihkan daerah perinelnya dengan baik. karena dapat menurunkan upaya batuk atau menekan pernapasan.  Ukur berat badan pasien sesuai indikasi  Tekankan cairan sedikitnya 2500ml/hari atau sesuai kondisi pasien. Tujuan: menjaga keseimbangan volume cairan Kriteria Hasil: terjadi keseimbangan masukan dan keluaran cairan. ukur berat badan dasar. d. Tujuan: mempertahankan keseimbangan nutrisi dengan keperluan tubuh Kriteria Hasil:passien berhasil mmebersihkan mulut dari sputum.  Berikan obat sesuai indikasi: mukolitik.  Observasi distensi abdomen  Berikan makan porsi kecil dan sering termasuk makanan kering (roti panggang. hipertensi ortostatik)  Kaji turgor kulit. krekers) dan atau makanan yang menarik untuk pasien. dispnea berat. c. Pertahankan intake cairan minimal 2500 ml/hari kecuali bila terjadi kontraindikasi.  Kaji perubahan tanda vital (peningkatan suhu/demam memanjang. pengobatan aerosol. Analgesik diberikan untuk memperbaiki batuk dengan menurunkan ketidaknyamanan tetapi harus digunakan secara hati-hati. analgesik.  Hitung keseimbangan cairan.  Evaluasi status nutrisi umum. tidak ada distensi abdomen. Gangguan kurangnya nutrisi dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan menurunnya nafsu makan dan perubahan pola makan ditandai dengan penurunan berat badan dari 56 kg menjadi 40 kg dan pasien mengatakan sejak seminggu lalu tidak nafsu makan. misal: sputum banyak. Tawarkan air hangat daripada air dingin. Risiko infeksi berhubungan dengan perkembangan bakteri patogen pada daerah luka di bokong dan punggung ditandai dengan adanya luka lecet berdiameter 10 cm Tujuan: mencegahpeningkatan risiko infeksi pada daerah yang luka Kriteria hasil: tanda-tanda infeksi dan peradangan berkurang. tidak terdengar bising usus. Waspadai kehilangan yang tak tampak. Rasional: membantu mengencerkan sekret sehingga mudah dikeluarkan. lidah)  Catat laporan mual dan muntah  Pantau masukan dan keluaran. takikardi. kelembapan membran mukosa (bibir.

lamanya penyembuhan. gangguan intoleransi aktivitas berhungan dengan kardiomegali ditandai dengan takhipnea (RR=25x/menit) dan pasien yang mengatakan mudah lelah terutama setelah beraktivitas ringan. Implementasi keperawatan .  Kaji fungsi normal paru. pasien menyadari pentingnya melanjutkan batuk efektif dan perlunya melanjutkan terapi antibiotik. pasien dapat melakukan aktivitas perawatan diri dengan baik.        f. dan harapan kesembuhan  Identifikasi perawatan diri dan kebutuhan/sumber pemeliharaan rumah  Berikan informasi dalam bentuk tertulis dan verbal  Tekankan pentingnya melanjutkan batuk efektif/ latihan pernapasan  Tekankan perlunya melanjutkan terapi antibiotik selama periode yang dianjurkan  Buat langkah untuk meningkatkan kesehatan umum dan kesejahteraan  Tikankan pentingnya melanjutkan evaluasi medik dan vaksin/imunisasi dengan tepat  Identifikasi tanda dan gejala yang memerlukan pelaporan pemberi perawatan kesehatan. evaluasi respon pasien terhadao aktivitas catat laporan dispnea. pasien mengetahui pentingnya pengobatan dan istirahat. Ajarkan pasien untuk membersihkan daerah perinelanya  Berikan perawatan kulit dengan teratur dan sungguh-sungguh  Posisikan pasien pada posisi semi Fowler e. Tujuan: meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga tentang pneumonia Kriteria hasil: pasien dapat menyatakan ketidakmampuan dalam menghadapi penyakit. pasien mengetahui informasi mengenai pneumonia. patologi kondisi  Diskusikan aspek ketidakmampuan dari penyakit. penggunaan menejemen stress yang baik. 4. peningkatan kelemahan/kelelahan dan perubahan tanda vital selama dan setelah akivitas berikan lingkungan yang tenang dan batasi pengunjung selama fase akut sesuai indikasi Dorong penggunaan manajemen stress dan pengalih yang tepat Jelaskan pentingnya istirahat dalam rencana pengobatan dan perlunya keseimbangan aktivitas dan istirahat Bantu pasien memilih posisi yang nyaman untuk istirahat Bantu aktivitas perawatan diri yang diperlukan Gangguan kurangnya pengetahuan mengenai tindakan yang harus dilakukan berhubungan dengan rendahnya pengetahuan dan kurangnya informasi mengenai tindakan yang harus dilakukan ditandai dengan keluarga yang mengatakan pasien belum mengetahui cara-cara mengatasi keluhan akibat penyakit yang dialaminya. Tujuan: meningkatkan kemampuan aktivitas pasien Kriteria hasil: pasien menyatakan penuruanan pada tingkat kelelahan dan kelemahan saat atau setelah aktivitas.

b. catat warna. catat karakter. ronkhi dan wheezing terdengar pada inspirasi dan atau ekspirasi pada respon terhadap pengumpulan cairan. hipertensi ortostatik)  Telah dikaji turgor kulit. catat area penurunan/ tak ada aliran udara dan bunyi napas adventisius misal: creckels dan wheezing. kedalaman dan penggunaan otot aksesori.  Telah dipertahankan intake cairan minimal 2500 ml/hari kecuali bila terjadi kontraindikasi. imma. Rasional: penurunan aliran udara terjadi pada area konsolidassi dengan cairan. Rasional: meningkatkan ekspansi paru. kecepatan. Suction dilakukan apabila pasien tidak mampu mengeluarkan sekret.  Talah diauskultasi area paru.  Telah dihitung keseimbangan cairan.  Telah dicatat kemampuan untuk mengeluarkan secret atau batuk efektif. Analgesik diberikan untuk memperbaiki batuk dengan menurunkan ketidaknyamanan tetapi harus digunakan secara hati-hati.  Telah dibersihkan sekret dari mulut dan trakea.  Telah diukur berat badan pasien sesuai indikasi  Telah diberikan cairan sedikitnya 2500ml/hari atau sesuai kondisi pasien. karena dapat menurunkan upaya batuk atau menekan pernapasan. lidah)  Telah dicatat laporan mual dan muntah  Telah dipantau masukan dan keluaran. ekspektoran.  Telsh diberikan obat sesuai indikasi: mukolitik. Bunyi napas bronkial (normal pada bronkus) dapat juga terjadi pada area konsolidasi. Rasional: mencegah obstruksi/ aspirasi. ronki indikasi akumulasi secret/ ketidakmampuan membersihkan jalan napas sehingga otot aksesori digunakan dan kerja pernapasan meningkat. Waspadai kehilangan yang tak tampak. jumlah sputum. c. Implementasi keperawatan: . analgesik. sekret kental. kelembapan membran mukosa (bibir. Dx: gangguan bersihan jalan napas berhubungan dengan penumpukan sekret pada saluran napas ditandai dengan bunyi napas ronkhi dan perasaaan sulit bernapas disertai batuk dengan sekret kental.a. Rasional: membantu mengencerkan sekret sehingga mudah dikeluarkan. dan spasme jalan napas/ obstruksi. adanya hemoptosis. Creckle. karakter urin. takikardi. Rasional: penurunan bunyi napas ateletaksis.  Telah diberikan pasien posisi semi atau fowler. ventilasi maksimal membuka area ateletaksis dan peningkatan gerakan secret agar mudah dikeluarkan. sputum berdarah akibat kerusakan paru atau luka bronchial yang memerlukan evaluasi atau intervensi lanjut. Tawarkan air hangat daripada air dingin. bantu/ajarkan batuk efektif dan latihan napas dalam. gangguan kekurangan volume cairan (hipovolemi) berhubungan dengan intake cairan tubuh yang kurang ditandai dengan turgor kulit yang tampak tidak elastis dan pasien mengatakan tidak nafsu makan sejak seminggu yang lalu. suction bila perlu. Rasional: alat untuk menurunkan spasme bronkus dengan mobilisasi sekret. Implementasi keperawatan:  Telah dikaji perubahan tanda vital (peningkatan suhu/demam memanjang. Gangguan kurangnya nutrisi dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan menurunnya nafsu makan dan perubahan pola makan ditandai dengan penurunan berat badan dari 56 kg menjadi 40 kg dan pasien mengatakan sejak seminggu lalu tidak nafsu makan. bronkodilator. Implementasi keperawatan:  Telah dikaji fungsi pernapasan: bunyi napas. Rasional: pengeluaran sulit bila sekret tebal.

lamanya penyembuhan. peningkatan kelemahan/kelelahan dan perubahan tanda vital selama dan setelah akivitas  Telah diberikan lingkungan yang tenang dan batasi pengunjung selama fase akut sesuai indikasi  Telah dilakukan dorongan pada pasien untuk menggunakan manajemen stress dan pengalih yang tepat  Telah dijelaskan pentingnya istirahat dalam rencana pengobatan dan perlunya keseimbangan aktivitas dan istirahat  Telah dilakukanbantuan terhadap pasien untuk memilih posisi yang nyaman untuk istirahat  Telah diberikan bantuan aktivitas perawatan diri yang diperlukan f. Implementasi keperawatan:      Telah dikaji fungsi normal paru. patologi kondisi Telahn didiskusikan aspek ketidakmampuan dari penyakit. Implementasi keperawatan:  Telah dievaluasi respon pasien terhadao aktivitas  Telah dicatat laporan dispnea. gangguan intoleransi aktivitas berhungan dengan kardiomegali ditandai dengan takhipnea (RR=25x/menit) dan pasien yang mengatakan mudah lelah terutama setelah beraktivitas ringan. Gangguan kurangnya pengetahuan mengenai tindakan yang harus dilakukan berhubungan dengan rendahnya pengetahuan dan kurangnya informasi mengenai tindakan yang harus dilakukan ditandai dengan keluarga yang mengatakan pasien belum mengetahui cara-cara mengatasi keluhan akibat penyakit yang dialaminya. misal: sputum banyak. dispnea berat. dan sebelum makan  Telah dijadwalkan pengobatan pernapasan sedikitnya satu jam sebelum makan  Telah diauskultasi bunyi usus. pengobatan aerosol. Risiko infeksi berhubungan dengan perkembangan bakteri patogen pada daerah luka di bokong dan punggung ditandai dengan adanya luka lecet berdiameter 10 cm. ukur berat badan dasar.  Telah dilakukan evaluasi status nutrisi umum. d. Telah diidentifikasi faktor yang menimbulkan mual/muntah. nyeri. tindakan aerosol dan drainase postural. krekers) dan atau makanan yang menarik untuk pasien. dan harapan kesembuhan Telah diidentifikasi perawatan diri dan kebutuhan/sumber pemeliharaan rumah Telah diberikan informasi dalam bentuk tertulis dan verbal Telah ditekankan pentingnya melanjutkan batuk efektif/ latihan pernapasan .  Telah diberikan bantuan untuk membersihkan mulut setelah muntah.  Telah diobservasi distensi abdomen  Telah diberikan makan porsi kecil dan sering termasuk makanan kering (roti panggang. Implementasi keperawatan:  Telah dilakukan observasi tanda-tanda infeksi dan peradangan  Telah dipasang kateter dan perawtan perineal yang baik  Telah diajarkan pasien untuk membersihkan daerah perinelanya  Telah diberikan perawatan kulit dengan teratur dan sungguh-sungguh  pasien telah diposisikan pada posisi semi Fowler e.  Telah diberikan wadah tertutup untuk sputum dan buang sesering mungkin.

pasientelah mampu mengeluarkan secret dengan batuk efektif. Kriteria hasil: pasien dapat menunjukkan tidak kesulitan saat batuk. tidak sering mual dan muntah lagi. Kriteria Hasil: tercapai keseimbangan masukan dan keluaran cairan. Subjektif: pasien mengatakan kulitnya tidak kering lagi dan badannya tidak lemah lagi. berat badan pasien telah ideal. 5. Evaluasi terhadap respon asien: . karakter urin normal kembali. pasien telah dapat bernapas tanpa menggunakan otot aksesori. membran mukosa lembab. Evaluasi terhadap respon pasien: 1. pasien telah menunjukkan perilaku memperbaiki jalan napas. Evaluasi Keperawatan Dx: gangguan bersihan jalan napas berhubungan dengan penumpukan sekret pada saluran napas ditandai dengan bunyi napas ronkhi dan perasaaan sulit bernapas disertai batuk dengan sekret kental. Dx: gangguan kekurangan volume cairan (hipovolemi) berhubungan dengan intake cairan tubuh yang kurang ditandai dengan turgor kulit yang tampak tidak elastis dan pasien mengatakan tidak nafsu makan sejak seminggu yang lalu. Objektif: masukan dan keluaran uri n seimbang. 2. b.    Telah ditekankan perlunya melanjutkan terapi antibiotik selama periode yang dianjurkan Telah dibuat langkah untuk meningkatkan kesehatan umum dan kesejahteraan Telah ditekankan pentingnya melanjutkan evaluasi medik dan vaksin/imunisasi dengan tepat Telah diidentifikasi tanda dan gejala yang memerlukan pelaporan pemberi perawatan kesehatan. Dx: Gangguan kurangnya nutrisi dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan menurunnya nafsu makan dan perubahan pola makan ditandai dengan penurunan berat badan dari 56 kg menjadi 40 kg dan pasien mengatakan sejak seminggu lalu tidak nafsu makan. Objektif: berdasarkan foto toraks sekret di lapang paru telah berkurang Evaluasi terhadap pencapaian 1. Subjektif: pasienmengatakan telah mampu mengeluarkan sekret dengan batuk efektif dan tidak kesulitan lagi saat batuk. tidak lagi terdengar bunyi ronkhi. Tujuan: jalan napas berhasil dipertahankan 2. Tujuan: keseimbangan volume cairan sudah tercapai b. Asuhan keperawatan dihentikan. Asuhan keperawatan dihentikan. turgor kulit normal dan mukosa lembab. Evaluasi terhadap pencapaian a. Evaluasi terhadap respon pasien: a.

pasien tidak dapat menggunakan menejemen stress yang baik. berat badan ideal. bising usus masih terdengar . tidak terdengar bising usus. Kriteria hasil: pasien menyatakan tetap lelah dan lemah saat atau setelah beraktivitas. Dx: Risiko infeksi berhubungan dengan perkembangan bakteri patogen pada daerah luka di bokong dan punggung ditandai dengan adanya luka lecet berdiameter 10 cm Evaluasi terhadap respon pasien: 1. Evaluasi terhadap respon pasien. Dx: Gangguan kurangnya pengetahuan mengenai tindakan yang harus dilakukan berhubungan dengan rendahnya pengetahuan dan kurangnya informasi mengenai tindakan yang harus dilakukan ditandai dengan keluarga yang mengatakan pasien belum mengetahui cara-cara mengatasi keluhan akibat penyakit yang dialaminya. pasien tidak dapat melakukan aktivitas perawatan diri dengan baik. Asuhan keperawatan dihentikan. Evaluasi terhadap pencapaian 1. Asuhan keprawatan perlu dimodifikasi ulang. Tujuan: pasien tetap tidak mau melakukan aktivitas 2. Subjektif: pasien datentang pneumonian keluarga mengatatakan telah mengetahui . 2. Objektif: luka terlihat mengering dan steril dari bakteri Evaluasi terhadap pencapaian: 1. Kriteria hasil: tanda-tanda infeksi dan peradangan telah berkurang. Asuhan keperawatan perlu dilanjutkan. Dx: gangguan intoleransi aktivitas berhungan dengan kardiomegali ditandai dengan takhipnea (RR=25x/menit) dan pasien yang mengatakan mudah lelah terutama setelah beraktivitas ringan. Kriteria Hasil: passien belum berhasil membersihkan mulut dari sputum. Subjektif: pasien mengatakan lukah mengering pada bokong sudah mengering dan tidak nyeri lagi 2. Tujuan: mempertahankan keseimbangan nutrisi dengan keperluan tubuh. pasientelah mampu membersihkan daerah perinelnya dengan baik. Tujuan: risiko infeksi pada daerah yang luka dapat dicegah 2.1. Subjektif: pasien mengatakan mulutnya masih kotor dan merasa sakit perut. tidak ada distensi abdomen. Evaluasi terhadap respon pasien: 1. Objektif: pasien masih terlihat kurang memperhatikan personal higine. Objektif: masih terdapat sisa sputum dan darah dimulut. 2. 1. Evaluasi terhadap pencapaian: 1. Subjektif: pasien mengatakan tetap lelah saat atau setelah melakukan aktivitas 2.

. Kriteria hasil: pasien dapat menyatakan ketidakmampuan dalam menghadapi penyakit. pasien mengetahui informasi mengenai pneumonia. Asuhan keperawatan dapat dihentikan.2. pasien menyadari pentingnya melanjutkan batuk efektif dan perlunya melanjutkan terapi antibiotik. Objektif: paien dan keluarga terlihat antusias saat mendengarkan informasi dari perawat. Evaluasi terhadap pencapaian: 1. Tujuan: meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga tentang pneumonia 2. keluarga mulai berani terlibat dalam memberikan perawatan mandiri kepada pasien.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful