Bahan tulisan Penilaian Pendidikan Karakter Universitas Negeri Yogyakarta

PENILAIAN PENDIDIKAN KARAKTER

Oleh : Djemari Mardapi *)

1

A. Pendahuluan

Aristotle, filsof Yunani, menyatakan

bahwa karakter

yang baik merupakan

pengamalan tingkah laku yang benar (Lickona, 1991:50). Tingkah laku yang benar dilihat dari sisi orang lain dan lingkungan. Lebih lanjut Aristotle mengatakan bahwa kehidupan pada zaman modern cenderung melupakan budi pekerti termasuk orientasi diri, seperti kontrol diri, sikap dermawan, dan rasa sosial. Karakter adalah seperangkat trait yang

menentukan sosok seseorang sebagai individu (Kurtus, 2010). Karakter menentukan apakah sesorang dalam mencapai keinginannya menggunakan cara yang benar menurut

lingkungannya dan mematuhi hukum dan aturan kelompok. Jadi, karakter merupakan sifat atau watak seseorang yang bisa baik dan bisa tidak baik berdasarkan penilaian lingkungannya. Karakter berkaitan dengan personalitas walaupun ada perbedaannya. Personalitas merupakan trait bawaan sejak lahir, sedang karakter merupakan perilaku hasil pembelajaran. Sesorang lahir dengan trait personaliti tertentu, Seseorang ada yang pemalu dan ada yang terbuka dan mudah bicara. Klasifikasi lain adalah apakah sesorang beroritentasi pada tugas atau senang kegiatan sosial. Hal ini yang menjadikan sesorang memiliki sifat menguasai, ingin mempengaruhi, personaliti stabil atau patuh. Karakter pada dasarnya diperoleh melalui interaksi dengan orang tua, guru, teman, dan lingkungan. Karakter diperoleh dari hasil pembelajaran secara langsung atau ingin

pengamatan terhadap orang lain. Pembelajaran langsung dapat berupa ceramah dan diskusi tentang karakter, sedang pengamatan diperoleh melalaui pengalaman sehari-hari apa yang dilihat di lingkungan termasuk media televisi. Karakter berkaitan dengan sikap dan nilai. Sikap merupakan predisposisi terhadap suatu objek atau gejala, yaitu positif atau negatif. Nilai berkaitan dengan baik dan buruk yang berkaitan dengan keyakinan individu. Jadi, karakter seseorang dibentuk melalui pengalaman sehari-hari, apa yang dilihat dan apa yang didengar terutama dari seseorang yang menjadi acuan atau idola seseorang. Karakter yang selalu dikaitkan dengan pendidikan karakter sering digunakan untuk menyatakan seberapa baik seseorang. Atau dengan kata lain, sesorang yang menampilkan kualitas personal yang cocok dengan yang diinginkan masyarakat dapat dinyatakan memiliki karakter yang baik dan mengembangkan kualitas karakter sering dilihat sebagai tujuan

2

yaitu sebagian dari perilakunya. Valuing adalah sesuatu yang memiliki manfaat atau kepercayaan atas manfaat sesuatu. Pada peringkat ini peserta didik tidak saja mengunjungi fenomena khusus tetapi ia juga bereaksi. Misalnya 3 . nilai satu dengan nilai lain dikaitkan dan konflik antarnilai diselesaikan. Dalam pembelajaran sains. peserta didik memiliki keinginan memperhatikan suatu penomena khusus atau stimulus. yaitu hal-hal yang menekankan pada pencarian hasil dan kesenangan pada aktivitas khusus. kegiatan belajar. Menurut Krathwohl (1961).pendidikan. Peringkat (level) ranah afektif menurut taksonomi Krathwol ada lima. bila ditelusuri hampir semua tujuan kognitif mempunyai komponen afektif. responding. Pada peringkat ini siswa memiliki sistem nilai yang mengendalikan perilaku sampai pada sistem nilai. Dilihat dari tugas pendidik. misalnya keinginan untuk meningkatkan keterampilan tingkat komitmen. Peringkat ranah afektif tertinggi adalah characterization atau nilai yang kompleks. penilaian ini diklasifikasi sebagai sikap dan apresiasi. kegiatan olah raga. Responding merupakan partisipasi aktif siswa. Hal ini menyangkut pikiran atau tindakan yang dianggap sebagai nilai keyakinan atau sikap dan menunjukan derajat internalisasi dan komitmen. Misalnya. organization. Sikap ilmiah adalah komponen afektif. kepuasan dalam memberi respons. Dalam tujuan pembelajaran. kesenangan dalam membaca buku. Derajat rentangannya mulai dari sampai pada menerima suatu nilai. Komponan ini merupakan bagian dari aspek afektif pada standar nasional pendidikan. di dalamnya ada komponen sikap ilmiah. Hasil pembelajaran pada peringkat ini berupa konseptualisasi nilai atau organisasi pengembangan filsafat hidup. Pada peringkat receiving atau attending. dan mulai membangun sistem nilai internal yang konsisten. Hasil belajar pada peringkat ini berhubungan dengan perilaku yang konsisten dan stabil. valuing. yaitu: receiving (attending). Peringkat yang tinggi pada kategori ini adalah minat. misalnya kegiatan musik. dan sebagainya. hal ini berkaitan dengan pengarahan perhatian siswa terhadap suatu kegiatan. dan characterization. Hasil pembelajaran pada daerah ini menekankan keinginan memberi respons. Pada peringkat organisasi. misalnya. Valuing atau penilaian berbasis pada internalisasi dari seperangkat nilai yang spesifik..

Kultur ini yang membangun kebiasaan. etika normatif (studi penentuan nilai etika). Pengertian yang sederhana. Penggunaan metode observasi berdasarkan pada asumsi bahwa karateristik afektif dapat dilihat dari perilaku atau perbuatan yang ditampilkan. reaksi psikologi. termasuk dalam menggunakan jalan bagi pengendera dan pejalan kaki. dan tanggung jawab. sedang etika adalah standar atau kriteria untuk menyatakan benar atau salah. Oleh karena itu. perlu diajarkan bagaimana keyakainan itu menjadi kebiasaan sehari-hari. moral adalah tindakan yang dapat dikategorikan benar atau salah. Etika berkaitan dengan moral.suatu waktu tertentu hingga terbentuk gaya hidup. dan etika terapan (studi penggunaan nilai-nilai etika). yang dikenal dengan istilah “pembiasaan” dalam pembelajaran. salah. B. Namun sering terjadi. emosi. yaitu metode observasi dan metode laporan-diri. yaitu ketentuan-ketentuan yang telah ditentukan dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Penilaian Karakter Karakter merupakan bagian dari ranah afektif. dan sosial. sering kali keyakinan tidak menjadi kebiasaan. Menurut Andersen (1980) ada dua metode yang dapat digunakan untuk mengukur ranah afektif. yaitu menerapkan dengan kultur positif. tetapi lebih jauh lagi adalah untuk membangun kebiasaan. buruk. Etika adalah cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Hasil pembelajaran pada peringkat ini berkaitan dengan personal. Hal ini selalu berkaitan dengan keyakinan dan kebiasaan seseorang. Metode laporan-diri berasumsi bahwa yang mengetahui keadaan 4 . Etika terbagi menjadi tiga bagian utama: meta-etika (studi konsep etika). Pembisaan ini tidak cukup dengan pembelajaran untuk memahami saja. fokusnya adalah pada etika normatif. Seseorang yakin kalau tertib itu akan membuat kita nyaman. atau keduanya. Kebiasaan ini berkaitan dengan kultur masyarakat yang merupakan perpaduan kultur dari berbagai kultur. baik. kenyamanan sering hanya untuk diri sendiri tanpa memperhatikan orang lain. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar. Kultur positif adalah kebiasaan mengikuti norma yang telah disepakati yang berupa peraturan dalam melakukan pekerjaaan atau kegiatan. namun karena sudah menjadi kebiasaan. Berkaitan dengan masalah dalam pembahasan ini.

hal ini menuntut kejujuran dalam mengungkap karakteristik afektif diri sendiri. tindakan atau perbuatan seseeorang ditentukan watak dirinya dan kondisi lingkungan. Instumen untuk pendidikan karakter yang akan dibahas di sini adalah instrumen minat. Penilaian adalah kegiatan untuk menentukan pencapaian hasil pembelajaran. yaitu instrumen yang hasilnya tidak ada yang salah atau benar. Instrumen sikap bertujuan untuk mengetahui sikap peserta didik terhadap suatu objek. diperlukan instrumen nontes. dan ada yang memiliki keunggulan pada ranah psikomotor atau keterampilan. instrumen konsep diri. sikap terhadap guru. Hasil pengukuran sikap berguna untuk menentukan strategi pembelajaran yang tepat untuk peserta didik. afektif. Setiap peserta didik memiliki tiga ranah tersebut. instrumen nilai. atau pengetahuan. psikomotor. Sikap terhadap mata pelajaran bisa positif bisa negatif. dan sebagainya. Ada peserta didik yang memiliki keunggulan pada ranah kognitif. Namun. keduanya harus dilandasi oleh ranah afektif yang baik. dan karakteristik lingkungan saat perilaku atau perbuatan ditampilkan. 1980). dan afektif. Menurut Lewin (dalam Andersen.afektif seseorang adalah dirinya sendiri. yaitu ranah kognitif. instrumen sikap. hanya kedalamannya tidak sama. Data kualitiatif pada umumnya melalui pengamatan. Instrumen minat bertujuan untuk memperoleh informasi tentang minat peserta didik terhadap mata pelajaran yang selanjutnya digunakan untuk meningkatkan minat peserta didik terhadap mata pelajaran. yaitu dimanfaatkan untuk kebaikan orang lain. dan psikomotor. Jadi. Untuk itu. seperti pada ranah lainnya memerlukan data yang bisa berupa kuantitaitf atau kualitatif. Penilaian pada ranah afektif. Namun. Pengetahuan yang dimiliki seseorang harus dimanfaatkan untuk kebaikan masyarakat. Demikian juga keterampilan yang dimiliki peserta didik juga harus dilandasi olah ranah afektif yang baik. 5 . Data kuantatif diperoleh melalui pengukuran atau diperoleh pengamatan dan hasilnya berbentuk angka. Hasil pembelajaran dapat dikategorikan menjadi tiga ranah. Data kualitatif diperoleh dengan menggunakan isntrumen dalam bentuk pedoman pengamatan. misalnya sikap terhadap kegiatan sekolah. perilaku seseorang merupakan fungsi dari watak yang terdiri atas kognitif. dan instrumen moral.

Hal-hal yang positif diperkuat positif dan yang sedang yang negatif diperlemah dan akhirnya dihilangkan. Peserta didik berkembang untuk memahamai nilai inti dengan mempelajarinya. dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai etika. Pendekatan yagn holistik terhadap pengembangan karakter oleh karenanya mencari untuk mengembangkan kognitif. Instrumen moral dimaksudkan untuk mengungkap moral. Karena yang dijawab belum tentu yang dipraktikkan sehari-hari. hormat pada orang lain. Kebaikannya adalah cakupan materi yang ditanyakan bisa lebih banyak. tanggungjawab. Karakter yang baik melibatkan pemahaman. Informasi moral seseorang diperoleh melalui pengamatan perbuatan yang ditampilkan dan laporan diri. perhatian. Peserta didik melakukan evaluasi secara objektif terhadap potensi yang ada dalam dirinya. 6 . Untuk mengetahui keadaan ranah afektif peserta didik.Instrumen konsep diri dimaksudkan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan diri sendiri. pendidik harus menyiapkan diri untuk mencatat setiap tindakan yang muncul dari peserta didik yang berkaitan dengan indikator ranah afektif peserta didik. perlu ditentukan indikator substansi yang akan diukur. Kelemahan penggunaan instrumen kuesioner dalam mengukur karakter atau aspek afektif sesorang adalah pada validitas jawaban. instrumen tersebut harus dilengkapi dengan data hasil kegiatan pengamatan. yaitu mengisi kuesioner. Informasi yang diperoleh berupa nilai dan keyakinan yang negatif. dan sebagainya. yaitu apa yang dianggap baik oleh masyarakat. dan aspek prilaku dari kehidupan moral. Karakteristik potensi peserta didik sangat penting untuk menentukan jenjang karirnya. Oleh karena itu. Bentuk kuesioner ini memiliki kelemahan dan kebaikannya. Seperti indikator jujur. Informasi hasil pengamatan bersama dengan hasil kuesioner menjadi informasi penting tentang moral seseorang. emosi. Informasi karakteristik peserta didik diperoleh dari hasil pengukuran dan pengamatan. Instrumen nilai dan keyakinan dimaksudkan untuk mengungkap nilai dan keyakinan individu. Untuk itu. ingin selalu berbuat baik. kerja sama. Informasi kekuatan dan kelemahan peserta didik digunakan untuk menentukan program yang sebaiknya ditempuh oleh peserta didik. Pengamatan karakteristik afektif peserta didik dilakukan di tempat terjadinya kegiatan belajar dan mengajar serta di lingkungan sekolah. Ada unsur social desirability. Instrumen yang digunakan bisa dalam bentuk kuesioner.

Pertama. Dalam praktik di sekolah hal ini dapat dilakukan melalui praktik bagaimana membangun kelompok belajar koperatif. dan memecahkan masalah yang mencakup nilai-nilai. menghargai hak dan kebutuhan orang lain. dan bagaimana semangat kebersamaan dan kepedulian sesama. peserta didik harus paham nilai inti dan komitmen mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Karakter sering didefinisikan sebagai melakukan yang benar tanpa ada yang melihat. Pembelajaran yang dilaksanakan harus menarik dan bermakna bagi peserta didik. Peserta didik merupakan pembelajar konstruktif. jujur. Peserta didik diharapkan menjadi orang selalu berbuat baik kepada orang lain. Kriteria lain yang 7 . yaitu dengan membangun minat peserta didik. pendekatan penyelesaian masalah. tanggung jawab. prilaku ini melibatkan perasaan dan emosi seseorang. Pembelajaran yang bermakna dan menarik dapat melalui penggunakan metode pembelajaran yang aktif. Pendekatan ini akan meningkatkan otonomi peserta didik. peserta didik memerlukan banyak kesempatan untuk menerapkan rasa sosial. dan projek berbasis pengalaman. mendiskusiakan trait karakter dan dilema etika dalam literatur atau buku. sekolah harus bekerja sama dengan peserta didik dalam memahami aturan. dan keadilan dalam interaksi sehari-hari dan dalam diskusi-diskusi. mengurangi pertentangan dalam suatu permainan olah raga. Pemikiran atau perilaku harus memiliki dua kriteria untuk diklasifikasikan sebagai ranah afektif (Andersen. mendiskusikan praktik selama ini dan bagaimana yang seharusnya. Kedua prilaku ini harus tipikal pemikiran prilaku seseorang. seperti menentukan isu etika mutakhir dalam bidang sains. membangun konsensus dalam pertemuan kelas. Etika yang baik adalah selalu mengikuti aturan yang telah disepakati. tidak takut hukuman atau ingin mendapat pujian saja. 1981:4). Untuk itu. Tanamkan keyakinan bahwa untuk memperoleh perlakukan yang baik harus memberi kebaikan kepada orang lain. seperti belajar kooperatif. Jadi. memberi kesempatan untuk berpikir kreatif. Untuk membangun karakter yang baik. mereka belajar paling baik melalui melakukan. Koneksi karakter ini bisa dalam bentuk yang banyak. dan menguji ide mereka. tidak hanya sebagai pendengar saja. mengamati model perilaku. Pendidik karakter yang efektif selalu mencari interseksi antara konten akademik dan kualitas karakter yang ingin dikembangkan.mendiskusikannya. dan kesadaran akan pengaruh tingkah laku seseorang terhadap orang lain.

menerapkan. Sesuai dengan karakteristik afektif yang terkait dengan mata pelajaran. Pembahasan meliputi definisi konseptual. Karakteristik afektif yang ketiga adalah target. yaitu minat. atau ide sebagai arah perasaan. dan target. Objek sekolah adalah sikap siswa terhadap sekolah. Pimpinan lembaga pendidikan harus memimpin usaha membangun karakter yang baik. masalah yang akan dibahas mencakup empat ranah. aktivitas. sikap. 8 . minat. arah. atau orang. matematika. dan nilai. Intensitas menyatakan derajatatau kekuatan dari perasaan. karakteristik afektif berada dalam suatu skala yang kontinum. khususnya tentang penilaiannya. konsep. Paling awal usaha membangun pendidikan karakter adalah sekolah membentuk komite pendidikan karakter yang terdiri atas pendidik. Kadang-kadang target ini diketahui oleh seseorang. Sikap Sikap menurut Fishbein dan Ajzen (1975) adalah suatu predisposisi yang dipelajari untuk merespon secara positif atau negatif terhadap suatu objek. definisi operasional dan penentuan indikator. Beberapa perasaan lebih kuat dari yang lain. orang tua. situasi. Arah berkaitan dengan orientasi positif atau negatif dari perasaan. peserta didik. sebagian orang kemungkinan memiliki perasaan yang lebih kuat dibanding yang lain. yaitu sikap. Apabila empat komponen tersebut bisa bekerja sama dalam membangun karakter peserata ddik. dan memberi dukungan. 1. sikap siswa terhadap mata pelajaran. Peserta didik tersebut cenderung sadar bahwa target ketegangan adalah tes. akan diperoleh hasil seperti yang diharapkan. namun kadang-kadang tidak diketahui. sedang kecemasan dimaknai negatif. konsep diri. dan konsep diri. Seringkali peserta didik merasa tegang bila menghadapi tes di kelas. Selain itu. senang pada pelajaran dimaknai positif. Bila intensitas dan arah perasaan ditinjau bersamasama. Peserta didik mungkin bereaksi terhadap sekolah. Empat tipe afektif yang akan dibahas dalam pedoman ini. Bila kecemasan merupakan karakteristik afektif yang ditinjau. dan masyarakat yang bertugas merencanakan. Ada empat tipe karakteristik afektif yang penting.termasuk ranah afektif ini adalah: intensitas. Target mengacu pada objek. Tiap unsur ini bisa merupakan target dari kecemasan. Arah menunjukkan apakah perasaan itu baik atau buruk. ada beberapa kemungkinan target.. atau pengajaran. Misalnya. situasi sosial. misalnya cinta lebih kuat dari senang. nilai.

harus lebih positif setelah siswa mengikuti pelajaran bahasa Inggeris. dijelaskan bahwa sejak manusia belajar menilai suatu objek.Ranah sikap siswa ini penting untuk ditingkatkan (Popham. Secara umum minat termasuk karakteristik afektif yang memiliki intensitas tinggi. Definisi lain tentang nilai disampaikan oleh Tyler (1973:7). Jadi. Beberapa ranah afektif yang tergolong penting adalah sebagai berikut. dan kepuasan. dan kepuasan. Selanjutnya. Minat Menurut Getzel (1966:98). sikap. aktivitas. guru harus membuat rencana pembelajaran termasuk pengalaman belajar siswa yang membuat sikap siswa terhadap matapelajaran menjadi lebih positif. sikap siswa setelah mengikuti pelajaranharus lebih positif dibanding sebelum mengikuti pelajaran. dan ide sehingga objek ini menjadi pengatur penting minat. atau perilaku yang dianggap baik dan yang dianggap jelek. 1999:204). misalnya bahasa Inggeris. atau ide yang dinyatakan oleh individu yang mengendalikan pendidikan dalam mengarahkan minat. target dapat juga berupa sesuatu seperti sikap dan perilaku. Selanjutnya intensitas nilai dapat dikatakan tinggi atau rendah tergantung pada situasi dan nilai yang diacu. minat adalah suatu disposisi yang terorganisir melalui pengalaman yang mendorong seseorang untuk memperoleh objek khusus. aktivitas. sekolah harus menolong siswa dalam menemukan dan menguatkan nilai yang bermakna dan signifikan bagi siswa memperoleh kebahagiaan personal dan memberi konstribusi positif terhadap masyarakat. 2. 3. Untuk itu. Perubahan ini merupakan salah satu indikator keberhasilan guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar. aktivitas. 9 . yaitu nilai adalah suatu objek. Hal penting pada minat adalah intensitasnya. tetapi sesuai dengan definisi oleh Rokeach. pemahaman. Nilai Nilai menurut Rokeach (1968) merupakan suatu keyakinan yang dalam tentang perbuatan. Sikap siswa terhadap mata pelajaran. tindakan. Menurut Andersen target nilai cenderung menjadi ide. dan keterampilan untuk tujuan perhatian atau pencapaian. sikap. Arah nilai dapat positif dapat negatif. Oleh karena itu.

yaitu dengan mengetahui kekuatan dan kelemahan diri sendiri sehingga ia bisa memilih karir yang tepat bagi dirinya. arah. para pengelola pendidikan harus mempertimbangkan rational teorie dan isi program sekolah. hal yang pertama diperhatikan adalah target dan arah karakteristik afektif dan selanjutnya memperhatikan intensitasnya.(a) Kejujuran: peserta didik harus jujur dalam perkataan dan perbuatan berinteraksi dengan lingkungan termasuk orang lain. Konsep Diri Menurut Smith (……. konsep diri adalah evaluasi yang dilakukan individu terhadap kemampuan dan kelemahan yang dimilikinya. : …. 4. 10 . Target. Konsep diri ini penting untuk menentukan jenjang karir peserta didik. yaitu pendekatan acuan ranah dan pendekatan peta kalimat. dan moral. dan intensitasnya bisa dinyatakan dalam suatu daerah kontinum. dalam (b) Integritas: peserta didik harus mengikat pada kode nilai. Isi dan validitas konstruk ranah afektif tergantung pada definisi operasional yang secara langung mengikuti definisi konseptual. dalam arti bebas tetapi tidaka merugikan pihak lain. Arah konsep diri bisa posititf atau negatif. informasi konsep diri ini penting bagi sekolah untuk memotivasi belajar siswa dengan tepat. (c) Adil: peserta didik harus berpendapat bahwa semua orang memperoleh perlakuan hukum yang sama. Selain itu. Target konsep diri biasanya orang tetapi dapat juga institusi seperti sekolah. Pada pendekatan acuan ranah. (e) Kerjasama: peserta didik harus mempu bekerja sama dengan orang lain dalam mengerjakan kebaikan..). dan intensitas konsep diri pada dasarnya seperti ranah afektif yang lain. misalnya etika. yaitu mulai dari yang rendah sampai yang tinggi. (d) Kebebasan: peserta didik harus yakin bahwa mereka memiliki kebebasan yang terbatas. Andersen (1980) menggambarkan dua pendekatan untuk mengukur ranah afektif.. Masalah yang timbul adalah bagaimana ranah afektif akan diukur. Dalam memililih karakterisitk afektif untuk pengukuran.

(b) instrumen minat. Sikap terhadap mata pelajaran bisa positif bisa negatif. Instrumen konsep diri bertujuan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan diri sendiri. Instrumen sikap bertujuan untuk mengetahui sikap peserta didik terhadap suatu objek. Pengembangan Instrumen Instrumen afektif yang dibahas pada tulisan ini adalah sikap. Instrumen minat bertujuan untuk memperoleh informasi tentang minat peserta didik terhadap mata pelajaran yang selanjutnya digunakan untuk meningkatkan minat peserta didik terhadap suatu mata pelajaran. Ada sepuluh langkah yang harus diikuti dalam mengembangkan instrumen afektif. dan konsep diri. Hal ini berdasarkan informasi 11 . (1) Menentukan spesifikasi instrumen (2) Menulis instrumen (3) Menentukan skala instrumen (4) Menentukan sistem penskoran (5) Mentelaah instrumen (6) Melakukan ujicoba (7) Menganalisis instrumen (8) Merakit instrumen (9) Melaksanakan pengukuran (10) Menafsirkan hasil pengukuran 1. dan (d) instrumen nilai. (c) instrumen konsep diri. yaitu (a) instrumen sikap. Dalam bidang pendidikan pada dasarnya pengukuran afektif ditinjau dari tujuannya . minat. Hasil pengukuran sikap berguna untuk menentukan strategi pembelajaran yang tepat untuk siswa. Spesifikasi Instrumen Spesifikasi instrumen terdiri atas tujuan dan kisi-kisi instrumen. nilai. Insformasi kekuatan dan kelemahan peserta didik digunakan untuk menentukan program yang sebaiknya ditempuh oleh peserta didik tersebut.C. yaitu sebagai berikut. misalnya kegiatan sekolah. yaitu ada empat macam instrumen. Peserta didik melakukan evaluasi terhadap potensi yang ada dalam dirinya.

Indikator ini menjadi acuan penulis instrumen. 2. Instrumen Sikap Definisi konseptual: sikap mengacu pada konsisten baik menyukai atau tidak menyukai kecenderungan merespons secara suatu objek. sedang yang negatif diperlemah dan akhirnya dihilangkan. Hal ini akan dibahas berturut-turut di bahah ini. Indikator ini merupakan acuan untuk menulis diuraikan menjadi sejumlah instrumen. Sikap dapat positif dapat negatif. dan nilai. Objek dapat berupa kegiatan atau mata 12 . minat. kegiatan berikutnya adalah menyusun kisi-kisi instrumen. Penilaian ranah afektif siswa dilakukan dengan menggunakan instrumen afektif. definisi operasional dikembangkan menjadi sejumlah indikator. merupakan tabel matrik yang berisi spesifikasi instrumen yang akan ditulis.karakteristik siswa yang diperoleh dari hasil pengukuran. percaya diri. Setelah tujuan pengukuran afektif ditetapkan. Jadi. yaitu sikap. Selanjutnya ditentukan definisi operasional. Kisi-kisi. yaitu yang bisa diukur. Langkah pertama dalam menentukan kisi-kisi adalah menentukan definisi konseptual yang diambil dari buku teks. pertanyaan atau pernyataan ditulis berdasarkan indikator. Definisi konseptual diambil dari teori-teori yang ada dalam buku. a. Selanjutnya. Salah satu format kisi-kisi instrumen afektif ditunjukkan Tabel 1. Definisi operasional kemudian dijabarkan menjadi sejumlah indikator. Instrumen nilai dan keyakinan bertujuan untuk mengungkap individu. dan selanjutnya indikator. Definisi operasional: sikap adalah perasaan positip atau negatif terhadap suatu objek. Karakteristik potensi peserta didik sangat penting untuk menentukan jenjang karirnya. Instrumen sikap dimaksudkan untuk mengetahui sikap siswa terhadap suatu objek. Indikator merupakan pedoman dalam menulis instrumen. Kisi-kisi ini pada dasarnya berisi definisi konseptual yang ingin diukur. Informasi yang diperoleh berupa nilai dan keyakinan yang nilai dan keyakinan positif dan yang negatif. misalnya kegiatan sekolah. Hal-hal yang positif diperkuat. kemudian ditentukan definisi operasional. sedang definisi operasional dapat dikembangkan oleh tim pembuat instrumen. Penulisan Instrumen Ada empat aspek dari ranah afektif yang dapat dinilai di sekolah. juga disebut blue-print. Tiap indikator dapat ditulis dua atau lebih butir instrumen.

Kata-kata yang digunakan pada pertanyaan sikap menyatakan arah perasaan seseorang: menerima-menolak. Jumlah butir Pertanyaan/Pernyataan Skala Pertanyaan tentang sikap meminta responden menunjukkan perasaan yang positif atau negatif terhadap suatu objek. diingini-tidak diingini.. Indikator sikap terhadap mata pelajaran matematika misalnya sebagai berikut.pelajaran. menyenangi-tidak menyenangi. 13 . (1) Membaca buku matematika (2) Belajar matematika (3) Interaksi dengan guru matematika (4) Mengerjakan tugas matematika (5) Diskusi tentang matematika (6) Memiliki buku matematika Contoh kuesioner: (1) Saya senang membaca buku matematika. Tabel 1. baik-buruk.…………….. Indikator No. 1 2 3 4 5. (3) Saya sering bertanya pada guru tentang pelajaran matematika. Cara yang mudah untuk mengetahui sikap peserta didik adalah melalui kusioner. atau satu kebijakan. Kisi-Kisi Instrumen Afektif Definisi konseptual: Sikap adalah ………………………………………. Definisi operasional: ……………………………………………………………………. (2) Saya senang belajar matematika.

pengertian. keterampilan untuk tujuan perhatian atau penguasaan. (3) Saya senang membaca buku yang berkaitan dengan matematika. Indikator minat. misalnya minat terhadap matematika.(4) Saya senang mengerjakan soal matematika. Informasi kekuatan dan kelemahan siswa digunakan untuk menentukan 14 . (2) Saya berusaha memahami mata pelajaran matematika. Definisi konseptual: minat adalah watak yang tersusun melalui pengalaman yang mendorong individu mencari objek. (5) Saya selalu mencari soal-soal matematika. c. b. aktivitas. (1) Manfaat belajar matematika. (5) Saya berusaha memahami pelajaran matematika dengan bertanya kepada siapa pun. (4) Saya selalu bertanya di kelas pada pelajaran matematika. (2) Usaha memahami matematika (3) Membaca buku matematika (4) Bertanya di kelas (5) Bertanya pada teman (6) Bertanya pada orang lain (7) Mengerjakan soal matematika Contoh kuesioner: (1) Matematika bermanfaat untuk menuju kesuksesan belajar. Instrumen Minat Instrumen minat bertujuan untuk memperoleh informasi tentang minat peserta didik terhadap suatu mata pelajaran yang selanjutnya digunakan untuk meningkatkan minat siswa terhadap suatu mata pelajaran. Definisi operasional: minat adalah keingintahuan seseorang tentang keadaan suatu objek. Instrumen Konsep diri Instrumen konsep diri dimaksudkan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan diri sendiri.

Namun Kohlberg mengabaikan masalah hubungan antara judgment moral dan tindakan 15 . (6) Saya bisa bermain sepak bola dengan baik. Hal ini berdasarkan informasi karakteristik siswa yang diperoleh dari hasil pengukuran. (5) Saya merasa sulit mengikuti pelajaran fisika. Kemampuan lulusan suatu jenjang pendidikan akan baik bila digunakan untuk membantu orang lain. Contoh instrumen: (1) Saya sulit mengikuti pelajaran matemeatika. Hal inilah letak pentingnya kemampuan afektif. Pencapaian kemampuan kognitif dan psikomotorik tidak akan memberi manfaat bagi masyarakat apabila tidak diikuti dengan kempetensi. dan etika merupakan konsep penting dalam pembentukan kompetensi peserta didik. (3) Keunggulan saya adalah fisik yang tinggi. (2) Mata pelajaran bahasa mudah saya pahami. namun dapat menjadi tidak baik bila kemampuan tersebut digunakan untuk merugikan orang lain. Definisi konsep diri: persepsi seseorang terhadap dirinya sendiri yang menyangkut keunggulan dan kelemahannya.program yang sebaiknya ditempuh oleh siswa. Instrumen Nilai Moral. Definisi operasional: konsep diri adalah pernyataan tentang kemampuan diri sendiri yang menyangkut mata pelajaran. (5) Saya senang membantu teman belajar ketrampilan. (4) Kelemahan saya adalah kemampuan berkomunakasi. (4) Saya mampu membuat karangan yang baik. (3) Saya mudah menghapal. (7) Saya mampu membuat karya seni yang variatif. nilai. (2) Mata pelajaran bahasa Inggeris saya rasakan paling mudah. Peaget dan Kohlberg banyak membahas tentang perkembangan moral anak. Indikator konsep diri adalah: (1) Fisika saya rasakan sebagai mata pelajaran yang paling sulit. d.

Tindakan merupakan refleksi dari nilai yang dianutnya. Definisi konseptual: nilai adalah keyakinan yang dalam terhadap suatu pendapat. kayakinan tentang kinerja guru. Misalnya. Hal-hal yang positif diperkuat sedang yang negatif diperlemah dan akhirnya dihilangkan. Indikator nilai adalah sebagai berikut. sikap dan aktivitas atau tindakan seseorang. atau suatu objek. sikap. 16 . antar lain yang didukung dan terpadu dengan prilaku yang sessungguhnya serta berulang dalam kehidupan seseorang. bukan pada bagaimana sesungguhnya seseorang bertindak.moral. Atau ada yang berkeyakinan bahwa guru sulit untuk melakukan perubahan. Hermin dan Simon memasukkan pada bagian nilai seperti keyakinan. Nilai seseorang pada dasarnya terungkap melalui bagiamana ia berbuat atau keinginan berbuat. Ia hanya mempelajari prinsip moral seseorang melalui penafsiran respon verbal terhadap dilema hipetetikal. kegiatan. (4) Keyakinan atas dukungan masyarakat. (3) Saya berkeyakinan bahwa siswa yang ikut bimbingan tes cenderung akan diterima di perguruan tinggi. Jadi nilai berkaitan dengan keyakinan. Kemungkinan ada yang berkeyakinan bahwa prestasi siswa sulit untuk ditingkatkan. (5) Keyakinan atas sekolah dapat mengubah nasip seseorang Contoh kuesioner tentang nilai siswa: (1) Saya berkeyakinan bahwa prestasi belajar siswa sulit untuk ditingkatkan. Informasi yang diperoleh berupa nilai dan keyakinan yang positif dan yang negatif. Instrumen nilai dan keyakinan dimaksudkan untuk mengungkap nilai dan keyakinan individu. (2) Saya berkeyakinan bahwa kinerja guru sudah maksimum. keyakinan akan kemampuan siswa. aktivitas atau perasaan yang memuaskan. (1) Keyakinan tentang prestasi belajar siswa (2) Keyakinan atas keberhasilan siswa (3) Keyakinan atas harapan orang tua. Definsi operasional: nilai adalah keyakinan seseorang tentang keadaan suatu objek atau kegiatan.

perlu ditentukan dulu indikator substansi yang akan diukur. 17 . saya tidak harus selalu menepatinya. minat. (5) Bila ada orang lain yang menghadapi kesulitan. saya selalu minta bantuan orang lain. (6) Saya berkeyakinan bahwa hasil yang dicapai siswa adalah karena nasip keberuntungan. (1) Bila berjanji pada teman. (5) Saya berkeyakinan bahwa perubahan selalu membawa masalah. Untuk itu. guru harus menyiapkan diri untuk mencatat setiap tindakan yang muncul dari siswa yang berkaitan dengan indikator ranah afektif siswa. saya selalu menyapanya walau ia tidak melihat saya. tindakan yang dianggap baik dan yang dianggap tidak baik. Instrumen Nilai Moral Instrumen ini bertujuan untuk mengetahui nilai moral peserta didik. saya berusaha menepatinya. (1) Memegang janji (2) Membantu orang lain (3) Menghormati orang lain (4) Kejujuran Contoh instrumen dengan skala Likert. konsep diri. sikap. (3) Bila berjanji pada anak kecil. Moral didefinisikan sebagai pendapat. Untuk mengetahui keadaan ranah afektif siswa. d. Pengamatan karakteristik afektif siswa dilakukan di tempat terjadinya kegiatan belajar dan mengajar. Selain melalui kuesioner ranah afektif siswa. (6) Kesulitan orang lain merupakan tanggung jawabnya sendiri.(4) Saya berkeyakinan sekolah tidak akan mampu mengubah tingkat kesejahteraan masyarakat. Indikator nilai moral sesuai dengan definisi di atas adalah sebagai berikut. saya berusaha membantunya. dan nilai dapat digali melalui pengamatan. (7) Bila bertemu teman. (2) Bila berjanji kepada orang yang lebih tua. saya tidak harus selalu menepati. (4) Bila menghadapi kesulitan.

saya tidak selalu mempercayainya.. Bahasa yang digunakan adalah yang sesuai dengan tingkat pendidikan responden..!....!.....!. .. ..........!. .... .. .! 18 ...! !. !... yaitu Skala Thurstone. walau ia tidak melihat saya...!. Telaah Instrumen Kegiatan pada telaah instrumen adalah meniliti: a) apakah butir pertanyaan atau pernyataan sesuai dengan indikator..!... Skala Pengukuran Secara garis besar skala instrumen yang sering digunakan dalam penelitian.....!.... 4..!..!. . b) bahasa yang digunakan apa sudah komunikatif dan menggunakan tata bahasa yang benar. .... !... 3..... D.. e) apakah jumlah butir sudah tepat sehinggga tidak menjemukan menjawabnya. . 7 6 5 4 3 2 1 !. Bila ada orang yang bercerita. Contoh Skala Thurstone. 2..!..! ... ......! …... Pelajaran sejarah membosankan 1...! .....!. d) apakah format instrumen menarik untuk dibaca.. .!..! !.. 3. Skala Likert.. !.. Hasil telaah ini selanjutnya digunakan untuk memperbaiki instrumen.....!......! ..! ....! !... yang paling banyak bernilai 7 dan yang paling kecil bernilai 1... . Minat terhadap pelajaran Sejarah Saya senang belajar Sejarah Pelajaran sejarah bermanfaat Saya berusaha hadir tiap pelajaran sejarah Saya berusaha memiliki buku pelajaran sejarah 5.! …. ... .. Skala Thurstone terdiri dri 7 kategori.. ..... !..! . Telaah dilakukan oleh pakar dalam bidang yang diukur dan akan lebih baik bila ada pakar pengukuran.. saya selalu menyapanya...!... dan c) apakah butir peranyaaan atau pernyataan tidak bias.! ….. .....!... . ...! …........(8) Bila bertemu guru saya... Telaah bisa juga dilakukan oleh teman sejawat bila yang diinginkan adalah masukan tentang bahasa dan format instrumen.... ...! …..! !. ..... (9) Saya selalu bercerita tentang hal yang menyenangkan teman saya walau tidak seluruhnya benar. (10) .. dan Skala Beda semantik.!.

..!..! !........ Pertanyaan yang diajukan jangan sampai bias.........!..........!....! !.........!.!..!..... dan pemilihan kata-kata.. Harus banyak aplikasi pada pelajaran Matematika SS SS SS SS SS 3 S S S S S 2 TS TS TS TS TS 1 STS STS STS STS STS Keterangan: SS : Sangat setuju S : Setuju TS: Tidak setuju STS: Sangat tidak setuju Contoh skala Beda semantik Pelajaran sejarah Menyenangkan Sulit Bermanfaat Menantang Hapalan !.!. Pelajaran matematika bermanfaat 2......... Lama pengisian instrumen sebaiknya tidak lebih dari 30 menit........!. yaitu tingkat kejemuan dalam mengisi instrumen......... 19 ...!....!..........!.......... Sikap terhadap pelajaran matematika 4 1.....!..............!... Langkah pertama dalam menulis suatu pertanyaan atau pernyataan adalah informasi apa yang ingin diperoleh...!.....! !........!. Pelajaran matematika harus dibuat mudah 5..!........!........!.......!......Contoh skala Likert..!.........!....! Membosankan Mudah Sia-sia Menjemukan Penalaran Panjang instrumen berhubungan dengan masalah kebosanan..!.!........!...... yaitu mengarahkan jawaban responden pada arah tertentu............ Tidak semua siswa harus belajar matematika 4..!... Pelajaran matematika sulit 3...!. positif atau negatif.!... struktur pertanyaan.....! !.........!........!....!.............

20 . Jika indikator tersebut muncul. Definisi konseptual kemudian diturunkan menjadi sejumlah indikator. yaitu sebagai berikut.Contoh pertanyaan yang bias. diberi tanda V atau tulis kata "ya" pada tempat yang telah disediakan. (2) susunlah indikator-indikator tersebut sesuai dengan urutan penampilannya. (d) Hindari pertanyaan hipotetikal atau pengandaian. Oleh karena itu. F. namun sebagian lain tidak setuju. jangan samar-samar (c) Hindari pertanyaan yang bias. Prosedurnya sama. dalam menyusun daftar cek: (1) carilah indikator-indikator penguasaan keterampilan yang diujikan. yang merupakan indikatorindikator dari keterampilan yang akan diukur. Apakah saudara setuju bila semua perserta didik yang mengikuti ulangan lulus semua? Contoh pertanyaan yang tidak bias: Sebagian guru setuju bahwa tidak semua siswa harus lulus. Apakah saudara setuju bila semua siswa yang menempuh ujian akhir lulus semua? Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan kata-kata untuk suatu kuesioner. Kemudian dilakukan pengamatan terhadap subjek yang dinilai untuk melihat pemunculan indikator-indikator yang dimaksud. Penyusunan Butir Soal Bentuk Daftar Cek Daftar cek berisi seperangkat butir soal yang mencerminkan rangkaian tindakan/perbuatan yang harus ditampilkan oleh peserta ujian. Pengamatan Penilaian ranah afektif peserta didik selain menggunakan kuesioner juga bisa dilakukan melalui observasi atau pengamatan. Indikator ini menjadi isi pedoman observasi. E. Sebagian besar guru setuju semua peserta didik yang menempuh ulangan akhir lulus. yaitu dimulai dengan penentuan definisi konseptual dan definisi operasional. (a) Gunakan kata-kata yang sederhana sesuai dengan tingkat pendidikan. (b) Pertanyaannya.

dan indeks keandalan instrumen. Pengembangan instrumen afektif dilakukan melalui langkah berikut ini. (1) Menentukan definisi konseptual atau konstruk yang akan diukur. indikator peserta didik berminat pada mata pelajaran matematika adalah banyaknya bertanya. Hasil uji coba akan menghasilkan informasi yang berupa variasi jawaban. Namun. instrumen tersebut di uji coba di lapangan. G. pada tahap awal dicari komponen afektif yang bisa dinilai untuk guru. Hal yang penting pada instrumen afektif adalah besarnya indeks keandalan instrumen yang dikatakan baik adalah minimum 0. Kesimpulan Cukup banyak ranah afektif yang penting untuk dinilai. pada tahun berikutnya bisa ditambah ranah afektif lain untuk dinilai. Dengan demikian. Jenis instrumen yang dikembangkan dibatasi sesuai dengan ranah afektif yang penting di kelas agar guru dan para pengelola pendidikan dapat mengembangkannya. kerapian dan kelengkapan catatan.Misalnya. Hasil observasi akan melengkapi informasi kuesioner. yang perlu diperhatikan adalah kemampuan guru untuk melakukan penilaian. substansi yang ditanyakan. indeks beda. kerajinan dalam mengerjakan tugas-tugas. informasi yang diperoleh akan lebih akurat sehingga kebijakan yang ditempuh akan lebih tepat. Penafsiran hasil pengukuran menggunakan distribusi normal dengan dua kategori yaitu positif atau negatif. Selanjutnya. hasil kehadiran di kelas.70. Hasil telaah digunakan untuk memperbaiki instrumen. sedang negatif berarti minat peserta didik kecil atau 21 . Instrumen yang dibuat harus ditelah oleh teman sejawat untuk mengetahui keterbacaan. (2) Menentukan definisi operasional (3) Menentukan indikator (4) Menulis instrumen. Positif berarti minat peserta didik baik atau sikap peserta didik terhadap suatu objek adalah positif. Ranah afektif yang penting dikembangkan adalah sikap dan minat peserta didik. Hasil uji coba digunakan untuk memperbaiki instrumen. Namun. Untuk itu. dan bahasa yang digunakan.

I. and behavior: An Introduction to theory and research.1999. J. Wendy. Social intelligence. 1979.sikap peserta didik terhadap objek negatif. 2006.Boston: KluwerNijhoff Publishing Golemen. 1991. _______________________________________________________________ Daftar Bacaan Allen. Classroom assessment. Emile. 22 . New York:Josey-Bass Inc.1975. 1986. W. New York: Bantam Deli.&Ajzen. Intrductioan measurement theory. Belief. K. Lickona. Boston: Allyn and Bacon. Boston:Allyn and Bacon Rokeach. intention. M. Beliefs attitudes and values. J.. New York: Bantam Books Popham. Yen. Robert. 1991...W. Thomas. & Yen. Reading. Daniel. Allan Bloom (trans) London: Penguin Books. attitude.1968. Fishbein.Milton. 1981. Mary.J. Educating for character.Pub Rousseau. Andersen. Lorin.M. California: Brooks/Cole Publishing Company. Demikian juga untuk instrumen yang direncanakan untuk mengukur ranah afektif yang lain. MA: Gable. Berkeley. Instrument development in the affective domain. Assessing affective characteristic in the schools.