Laporan Resmi Praktikum Kimia Fisika IV “VISKOSITAS”

A. JUDUL PERCOBAAN Menentukan Kekentalan Relatif Zat Cair dengan Viskometer Ostwald B. TUJUAN PERCOBAAN 1. Terampil menggunakan viscometer Ostwald 2. Menentukan sifat-sifat molekul 3. Menyelidiki angka kental relatif suatu zat cair dengan menggunakan air sebagai pembanding C. DASAR TEORI Viskositas diartikan sebagai resistensi atau ketidakmauan suatu bahan untuk mengalir yang disebabkan karena adanya gesekan atau perlawanan suatu bahan terhadap deformasi atau perubahan bentuk apabila bahan tersebut dikenai gaya tertentu (Kramer, 1996).Viskositas secara umum dapat juga diartikan sebagai suatu tendensi untuk melawan aliran cairan karena internal friction atau resistensi suatu bahan untuk mengalami deformasi bila bahan tersebut dikenai suatu gaya (Lewis, 1987). Viskositas biasanya berhubungan dengan konsistensi yang keduanya merupakan sifat kenampakan (appearance property) yang berhubungan dengan indera perasa. Konsistensi dapat didefinisikan sebagai ketidakmauan suatu bahan untuk melawan perubahan bentuk (deformasi) bila suatu bahan mendapat gaya gesekan (sheering fore). Gesekan yang timbul sebagai hasil perubahan bentuk cairan yang disebabkan karena adanya resistensi yang berlawanan yang diberikan oleh cairan tersebut dinamakan gaya irisan (sheering stress). Jika tenaga diberikan pada suatu cairan, tenaga ini akan menyebabkan suatu bentuk atau deformasi. Perubahan bentuk ini disebut sebagai aliran (Lewis, 1987). Rheologi, istilah ini berasal dari bahasa Yunani rheo (mengalir) dan logos (ilmu pengetahuan), digunakan oleh Bingham dan Crawford untuk memberikan aliran zat cair dan deformasi zat padat. Rheologi erat kaitannya dengan viskositas. Viskositas adalah suatu ungkapan untuk menyatakan tahanan yang mencegah zat cair untuk mengalir; semakin tinggi viskositas, semakin besar tahanannya untuk mengalir. Zat cair sederhana dapat diberikan dengan viskositas absolute, sedangkan untuk zat yang

KELOMPOK VI

1

koofisien viskositas bisa dinyatakan dengan persamaan. Pelat yang ada di sebelah bawah tidak ditarik (pelat sebelah bawah diam).Laporan Resmi Praktikum Kimia Fisika IV “VISKOSITAS” terdispersi heterogen tidak dapat langsung dinyatakan dengan satuan tunggal. Gaya adhesi bekerja antara pelat dan lapisan fluida yang nempel dengan pelat (molekul fluida dan molekul pelat saling tarik menarik). kita meninjau gerakan suatu lapisan tipis fluida yang ditempatkan di antara dua pelat sejajar. Rheologi penting untuk digunakan dalam farmasi terutama dalam hal formulasi dan analisa bentuk sediaan farmasi tersebut. pasta. Karena ada gaya adhesi yang bekerja antara pinggir pelat dengan bagian fluida yang menempel dengan pelat. Untuk membantu menurunkan persamaan. Mula-mula pelat dan lapisan fluida diam (gambar 1). dan dragee/tablet bersalut. maka fluida yang ada di sebelah bawah pelat juga ikut bergeser ke kanan. Sedangkan gaya kohesi bekerja di antara selaput fluida (molekul fluida saling tarik menarik). Hal ini penting dalam hal mampu menghasilkan produk dengan konsistensi yang baik dan mampu membuat produk ulang tersebut dengan kualitas yang sama. Setelah itu pelat yang ada di sebelah atas ditarik ke kanan (gambar 2). Secara matematis. suppositoria. KELOMPOK VI 2 . Lapisan fluida tipis ditempatkan di antara 2 pelat. seperti emulsi. Viskositas fluida dilambangkan dengan simbol  . Besar gaya tarik diatur sedemikian rupa sehingga pelat yang ada di sebelah atas bergeser ke kanan dengan laju tetap (v tetap). Jadi tingkat kekentalan suatu fluida dinyatakan oleh koefisien viskositas fluida tersebut.

Secara matematis. v / l dikenal dengan julukan gradien kecepatan. laju fluida (v) dan berbanding terbalik dengan jarak l. demikian seterusnya. maka fluida yang bergeser ke kanan menarik yang ada di sebelah bawah. Fluida yang ada di sebelah atas juga menahan fluida yang ada di sebelah atas. sedangkan yang berada di sebelah bawah bergerak dengan v yang lebih kecil. Sedangkan yang ada di sebelah bawah juga ikut bergeser ke kanan. sebaliknya fluida yang lebih kental lebih sulit mengalir. Secara matematis bisa ditulis sebagai berikut : KELOMPOK VI 3 . kecepatan lapisan fluida mengalami perubahan secara teratur dari atas ke bawah sejauh l (lihat gambar 2) Perubahan kecepatan lapisan fluida (v) dibagi jarak terjadinya perubahan (l) = v / l. Pelat yang ada di sebelah bawah diam. Dalam hal ini. karena itu bagian fluida yang menempel dengan pelat tersebut juga ikut diam (ada gaya adhesi). besarnya Gaya tarik yang dibutuhkan berbanding lurus dengan luas fluida yang menempel dengan pelat (A). dapat ditulis sebagai berikut : Fluida yang lebih cair biasanya lebih mudah mengalir. Untuk fluida tertentu. Fluida yang menempel dengan pelat menahan fluida yang ada di sebelah atas. Pelat yang berada di sebelah atas bisa bergerak karena ada gaya tarik (F). demikian seterusnya. maka laju fluida tersebut bervariasi. jika fluida makin kental maka gaya tarik yang dibutuhkan juga makin besar. gaya tarik berbanding lurus dengan koofisien kekentalan. Jadi makin ke bawah v makin kecil. Bagian fluida yang berada di sebelah atas bergerak dengan laju (v) yang lebih besar. Karena bagian fluida yang berada di sebelah atas menarik fluida sebelah bawah menahan fluida yang ada di sebelah atas. begitu seterusnya. Tingkat kekentalan fluida dinyatakan dengan koofisien viskositas.Laporan Resmi Praktikum Kimia Fisika IV “VISKOSITAS” Karena ada gaya kohesi antara molekul fluida. Dengan kata lain.

Viskositas juga sering dinyatakan dalam sentipoise (cP). Hal ini disebabkan karena adanya gerakan partikelpartikel cairan yang semakin cepat apabila suhu ditingkatkan dan menurun kekentalannya. Jika suhu naik maka viskositas akan turun.s (pascal sekon). 1 cP = 1/100 P. Satuan poise digunakan untuk mengenang seorang Ilmuwan Perancis. Suhu Viskositas berbanding terbalik dengan suhu. dan begitu pula sebaliknya. Satuan CGS (centimeter gram sekon) untuk si koofisien viskositas adalah dyn. Jean Louis Marie Poiseuille Viskositas suatu bahan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu (Bambang Kartika. Konsentrasi larutan Viskositas berbanding lurus dengan konsentrasi larutan. karena konsentrasi KELOMPOK VI 4 .Laporan Resmi Praktikum Kimia Fisika IV “VISKOSITAS” Keterangan : Satuan Sistem Internasional (SI) untuk koofisien viskositas adalah Ns/m2 = Pa.s/cm2 = poise (P). 1990): 1. 2. Suatu larutan dengan konsentrasi tinggi akan memiliki viskositas yang tinggi pula.

75 M Larutan Gliserol 0. cairan akan semakin sulit mengalir akibat dari beban yang dikenakannya. Pengukuran viskositas absolut secara langsung mendapat banyak kendala yang sukar diatasi.t 2 D. Semakin banyak partikel yang terlarut. Viskositas akan bernilai tetap pada tekanan 0-100 atm.25 M KELOMPOK VI 5 . Tekanan Viskositas berbanding lurus dengan tekanan. gesekan antar partikel semakin tinggi dan viskositasnya semakin tinggi pula.Laporan Resmi Praktikum Kimia Fisika IV “VISKOSITAS” larutan menyatakan banyaknya partikel zat yang terlarut tiap satuan volume.5 M Larutan Gliserol 0.t1   2 d 2 . karena semakin besar tekanannya. 4. Hubungan ini dapat dinyatakan sebagai berikut: 1 d1 . ALAT dan BAHAN Alat Viskometer Ostwald Pipet Volume 5 ml Stopwatch Beker glass Bahan Alkohol dan aseton Aquades Larutan Gliserol 1 M Larutan Gliserol 0. 3. Viskositas relatif suatu cairan merupakan perbandingan viskositas cairan Absolut air pada suhu yang bersamaan. Berat molekul solute Viskositas berbanding lurus dengan berat molekul solute. karena dengan adanya solute yang berat akan menghambat atau memberi beban yang berat pada cairan sehingga akan menaikkan viskositasnya.

. 0. Fluida yang mempunyai viscositas rendah.Aseton : Suatu alcohol yang bersifat polar.Aquades : Larutan yang bersifat polar yang digunakan sebagai pembanding untuk mengukur viskositas relative gliserol pada beberapa konsentrasi. misalnya air mempunyai tahanan dalam terhadap gesekan yang lebih kecil dibandingkan dengan fluida yang mempunyai viscositas yang lebih besar.Laporan Resmi Praktikum Kimia Fisika IV “VISKOSITAS” E. KELOMPOK VI 6 .5 M. Variabel Respon : Volume Larutan : Larutan yang dicuci : Harga t F.75 M. . 1. 0. Viskositas gliserol yang diperoleh kemudian akan dibandingkan dengan viskositas air yang telah diketahui.Angka kental relative : Ukuran gaya internal atau resistensi yang diberikan oleh suatu zat cair terhadap gaya gesek terapan.Viskositas Relatif : Pengukuran viskositas suatu emulsi atau suspensi yang dilakukan dengan membandingkannya dengan larutan murni. karenaalkohol memiliki sifat volatile sehingga tidak akan meninggalkan sisa di dalam viscometer Ostwald. Variabel Manipulasi 3. digunakan untuk mencuci viscometer Ostwald.Viscometer Ostwald : Suatu Alat yang digunakan untuk mengukur viskositas dari cairan newton dengan cara mengukur waktu yang dibutuhkan bagi cairan tersebut untuk lewat antara dua tanda ketika ia mengalir. DEFINISI OPERASIONAL .Larutan gliserol : Larutan yang digunakan sebagai variabel manipulasi.25 M. .0 M. Variabel Kontrol 2. . . . Pada percobaan ini viskositas gliserol pada berbagai konsentrasi dibandingkan dengan viskositas air. VARIABEL – VARIABEL 1.Viskositas fluida : Sifat yang menunjukkan besar dan kecilnya tahan dalam fluida terhadap gesekan. Konsentrasi gliserol yang akan digunakan adalah 0.

CARA KERJA Aseton  Digunakan untuk mencuci Viskometer Ostwald Viskometer Ostwald bersih  Lalu dialiri dengan zat yang akan dicari viskositasnya Viskometer Ostwald siap dipakai     Dimasukkan 5 mL gliserol Tiup sampai cairan berada di atas tanda bagian atas viskometer Dibiarkan mengalir turun Dicatat waktu untuk melewati 2 tanda tersebut Waktu (t)  Direplikasi sebanyak dua kali  Mengulangi langkah yang sama untuk larutan gliserol dengan konsentrasi yang berbeda : 0. HASIL PENGAMATAN Hasil Pengamatan Sebelum Aseton = larutan tidak berwarna Digunakan untuk mencuci viscometer ostwald Viskometer Ostwald bersih Perlakuan Larutan Aseton Sesudah Dugaan/Reaksi Kesimpulan KELOMPOK VI 7 . 1 M dan juga aquades H.5 M .75 M .25 M . 0. 0.Laporan Resmi Praktikum Kimia Fisika IV “VISKOSITAS” G.

75 M .5 M .068 t2 = 11.693 gram Mpikno+gli 0.1 s Gliserol 0.7 s t2 = 11.323 gram Mpikno+gli 0.6 s Gliserol 0. 0.25M besar waktu laju alirnya Mpiknometer = 20.2 s t1 = 10.Dimasukkan ke dalam viscometer Ostwald siap pakai .035 gram Mpikno+gli 1M = 71.2 s I. Sebelum ke langkah pertama.5M = 70.dibiarkan mengalir turun -dicatat t untuk melewati 2 tanda yaitu upper mark dan lower mark Viskometer Ostwald bersih Air = larutan tidak berwarna Gliserol = larutan tidak berwarna Air t1 = 10.5 s Gliserol 1M t1 = 12.25M = 70. mencari berat jenis dari masing – masing larutan terlebih dahulu dengan menggunakan piknometer. 1 M dan air sebagai pembandingnya.Tiup larutan sampai cairan berada di atas tanda pada bagian atas viscometer . Sehingga diperoleh data sebagai berikut : KELOMPOK VI 8 .Laporan Resmi Praktikum Kimia Fisika IV “VISKOSITAS” 5ml Larutan Gliserol .4 s Mpikno+air = 70.5M t1 = 11. PEMBAHASAN Pada percobaan ini bertujuan menyelidiki angka kental relatif suatu zat cair dengan menggunakan air sebagai pembanding dengan menggunakan viskometer Ostwald.5 s Semakin besar konsentrasi pada larutan semakin Gliserol 0.1 s t2 = 10.669 gram Vpiknometer = 50mL gram Mpikno+gli 0. 0.75M t1 = 11. Zat cair yang digunakan ialah gliserol dengan berbagai konsentrasi : 0.341 gram t2 = 10.5 s t2 = 12.75M = 71.25 M .

Fungsi pembilasan dengan aseton atau alkohol adalah agar zat cair yang dimasukkan dalam viskometer Ostwald setelah digunakan tidak tercampur dengan zat cair dengan konsentrasi yang berbeda yang akan dimasukkan dalam viskometer Ostwald.25 M Gliserol 0.9873 1. setelah itu dimasukkan sebanyak 5 mL gliserol.000 0. Untuk mengukur waktu yang diperlukan gliserol untuk melewati jarak antara dua tanda yang terdapat pada viskometer (waktu alir). Selanjutnya di dalam viskometer Ostwald dialiri dengan zat cair yang akan dicari viskositasnya. Viskometer Ostwald Kemudian membiarkan cairan mengalir turun.75 M Gliserol 1 M Berat Jenis (gram/mL) 0. Gambar 3. Fungsi lain ialah alkohol atau aseton bersifat lebih volatil (mudah menguap) daripada air sehingga dapat mempercepat proses pengeringan.9879 0.9930 1. caranya adalah dengan memberi tekanan dengan cara meniup larutan gliserol sampai berada di atas kedua tanda pada viskometer Ostwald. pada saat cairan tepat berada pada upper mark mencatat waktu yang dibutuhkan cairan tersebut untuk mengalir turun sampai KELOMPOK VI 9 .Laporan Resmi Praktikum Kimia Fisika IV “VISKOSITAS” Zat cair Air Gliserol 0.5 M Gliserol 0.013 Langkah pertama membilas viskometer Ostwald dengan menggunakan alkohol atau aseton.

t 2 Dari hasil perhitungan viskositas di atas terlihat bahwa nilai rata-rata dari η gliserol 0.0296 Pa. Gliserol larut dalam n-butana karena merupakan golongan lipid yang mengacu pada golongan senyawa hidrokarbon alifatik nonpolar dan hidrofobik.5 12.3 10.25 10.1011 Pa.1 11.50 M .75 M Gliserol 1 M 10. gesekan antar partikel semakin tinggi dan viskositasnya semakin tinggi pula. KELOMPOK VI 10 . Selanjutnya langkah tersebut diulangi sebanyak dua kali. kemudian membandingkan dengan harga viskositas dari air.s .5 M Gliserol 0.5 11. Nilai viskositas absolute gliserol di dapat dengan membandingkan nilai viskositas larutan gliserol dengan air. 0.s .2 10. Suatu larutan dengan konsentrasi tinggi akan memiliki viskositas yang tinggi pula.75 M dan 1 M berturut-turut adalah 1.3 t2 10.4 11. 1. karena konsentrasi larutan menyatakan banyaknya partikel zat yang terlarut tiap satuan volume.1261 Pa.s.6 11.6 12. maka penentuan viskositas larutan gliserol untuk masing-masing konsentrasi dapat ditentukan dengan persamaan berikut: 1 d1 . 1. dan 1.2 11.5 trata-rata 10. Dengan mengetahui viskositas air. Sehingga didapat data sebagai berikut : Cairan Waktu alir (sekon) t1 Air Gliserol 0.25 M. Nilai viskositas pada gliserol naik seiring dengan bertambahnya konsentrasi.2405 Pa.s .25 M Gliserol 0.4 Setelah mengetahui waktu dari masing-masing konsentrasi.15 11. Hal yang sama dilakukan untuk air dan gliserol dengan berbagai konsentrasi.Laporan Resmi Praktikum Kimia Fisika IV “VISKOSITAS” pada lower mark.t1   2 d 2 . Semakin banyak partikel yang terlarut. Dasar dari teknik ini tidak didasarkan bahwa gliserol larut dalam air. 0.55 12.

maka semakin sulit cairan tersebut mengalir. 0. Harun. eter atau kloroform. K. S. dan 1. Pratama. lipid tidak larut dalam pelarut polar seperti air. karena untuk mengalir harus dapat mengatasi gaya Van der Walls.s. Zat-zat yang mempunyai konsentrasi tinggi.Laporan Resmi Praktikum Kimia Fisika IV “VISKOSITAS” Karena nonpolar. semakin kuat ikatannya maka semakin kecil kemampuan untuk mengalir karena untuk dapat mengalir. Semakin besar viskositas cairan. Jakarta: UI-Press Nasruddin. Jakarta: Erlangga Dogra.1011 Pa. maka proporsi kecepatan molekul sesuai dengan Distribusi Boltzman.1261 Pa. 1996. harus mengatasi gaya Van Der Walls. DAFTAR PUSTAKA Atkins. maka ikatan molekulnya kuat. dkk. P.2405 Pa.25 M.2011.0296 Pa. Dari hasil perhitungan viskositas di atas terlihat bahwa nilai rata-rata dari η gliserol 0. KELOMPOK VI 11 .s .K. W. Surabaya: Laboratorium Kimia Fisikan Jurusan Kimia FMIPA Unesa.s .50 M . 1. Panduan Praktikum Mata Kuliah Kimia Fisika IV. sehingga kemampuan mengalir kecil. KESIMPULAN Dari percobaan yang telah dilakukan dapat diambiul beberapa kesimpulan: 1.75 M dan 1 M berturut-turut adalah 1. maka semakin kuat ikatannya. 2. 3. 2000. Dengan konsentrasi yang besar. Viskometer Ostwald bekerja berdasarkan prinsip pipa kapiler. Kimia Fisik dan Soal-soal. seperti alkohol. J. tetapi larut dalam pelarut nonpolar. Buku Materi Pokok Kimia Fisika II.s . Jakarta: Universitas Terbuka. 1990. dan Bertha Yonata. 0. 1. Jika zat cair tersebut sudah dapat mengalir. Kimia Fisik Jilid 2.

Laporan Resmi Praktikum Kimia Fisika IV “VISKOSITAS” LAMPIRAN Alat – Alat yang diperlukan Proses peniupan viscometer ostwald KELOMPOK VI 12 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful