Makalah Patologi Tentang Penyakit Bawaan Lahir “Bibir Sumbing”

Disusun oleh:
Ega Effendi 11.0601.0011 Nur Rahman Stiawan 11.0601.0023

Prodi D3 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Magelang -2011/2012-

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb Alhamdulillah , segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat, hidayah dan karunianya yang tiada ternilai kepada penyusun, shalawat serta salam semoga tercurah pada Rasululloh Muhammad SAW, keluarga dan segenap sahabat – sahabatnya, hingga akhir jaman, Amin. Penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telahmemberikan bantuan, dorongan dan do’a, semoga Allah membalas amal baik yang telah dilakukan umat-Nya atas sesama.Amin Kritik dan saran yang membangun dari para pembaca makalah ini sangat penyusun harapkan demi penyempurnaan makalah ini, karena penyusun menyadari bahwa makalah ini jauh dari sempurna. Akhirnya hanya kepada-Nyalah kita memohon semoga Allah SWT menjadikan berbagai amalan kita ikhlas karena-Nya. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Magelang, april 2012 Penyusun

.. Akibatnya operasi dilakukan terlambat dan malah dibiarkan sampai dewasa.. BAB II TINJAUAN PUSTAKA A...(3) .......... BAB I PENDAHULUAN………………………………………….... Pelayanan Kesehatan di Indonesia.. Kesimpulan…………………………………………….... DAFTAR PUSTAKA BAB I PENDAHULUAN Labioschisis atau biasa disebut bibir sumbing adalah cacat bawaan yang menjadi masalah tersendiri di kalangan masyarakat.... Kebijakan Kesehatan di Indonesia ….... D......DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ………………………………….........…………...... B.... C...………….. BAB V PENUTUP A.........……..................….. Undang-undang Kesehatan di Indonesia……. DAFTAR ISI …………………………………………………. terutama penduduk dengan status sosial ekonomi yang lemah. Pengertian Sistem Kesehatan di Indonesia…………....…...

dan pada akhirnya hasil fungsional yang baik dari rekonstruksi yang dikerjakan juga dipengaruhi oleh masalah-masalah tersebut.PKIRANRAKYAT Hidayat dan kawan-kawan di propinsi Nusa Tenggara Timur antara April 1986 sampai Nopember 1987 melakukan operasi pada 1004 kasus bibir sumbing atau celah langit-langit pada bayi. masih ada masalah lain yang perlu dipertimbangkan yaitu masalah pendengaran. Masalahmasalah ini sama pentingnya dengan rekonstruksi anatomis. bicara. Hasil yang hampir sama juga dilaporkan oleh Woolf dan Broadbent di Amerika Serikat serta Wilson untuk daerah Inggris. bedah plastik. merupakan kelainan kongenital yang paling umum pada kepala dan leher di dunia.Bibir sumbing dengan atau tanpa celah pada langit-langit. ahli nutrisi dan audiolog. serta terapis wicara. Diperkirakan 45% dari populasi adalah non-Kaukasia. Selain masalah rekonstruksi bibir yang sumbing. Penelitian epidemiologi untuk pencegahan terjadinya bibir sumbing masih sedikit namun teknik bedah untuk mengobatinya banyak dilakukan.(6) Insiden bibir sumbing di Indonesia belum diketahui diketahui secara pasti. (22) Fogh Andersen di Denmark melaporkan kasus bibir sumbing dan celah langit-langit 1. Neel menemukan insiden 2. psikolog. gigi-geligi dan psikososial. (31) . Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya bibir sumbing dan celah langit-langit adalah usia ibu waktu melahirkan. gigi ortodonti.47/1000 kelahiran hidup. THT. Dengan pendekatan multidisipliner.1/1000 penduduk di Jepang. dan sebaiknya kontinyu sejak bayi lahir sampai remaja. (12) Etiologi bibir sumbing dan celah langit-langit adalah multifaktorial. anak maupun dewasa di antara 3 juta penduduk. agar memungkinkan koordinasi efektif dari berbagai aspek multidisiplin tersebut. Selain faktor genetik juga terdapat faktor non genetik atau lingkungan.(22) Bayi yang terlahir dengan labioschisis harus ditangani oleh klinisi dari multidisiplin dengan pendekatan team-based. tatalaksana yang komprehensif dapat diberikan. (22) Sumbing memiliki frekuensi yang berbeda-beda pada berbagai budaya dan ras serta negara.(3). Diperlukan tenaga spesialis bidang kesehatan anak. perkawinan antara penderita bibir sumbing. hanya disebutkan terjadi satu kejadian setiap 1000 kelahiran. defisiensi Zn waktu hamil dan defisiensi vitamin B6.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Bustami dan kawan-kawan diketahui bahwa alasan terbanyak anak penderita labioschisis terlambat (berumur antara 5-15 tahun) untuk dioperasi adalah keadaan sosial ekonomi yang tidak memadai dan pendidikan orang tua yang masih kurang. (8) Pelayanan kesehatan gigi dan mulut terutama ditujukan kepada golongan rawan terhadap gangguan kesehatan gigi dan mulut yaitu: ibu hamil/menyusui. (8) BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. pada Demos : rakyat .1 Definisi Istilah epidemiologi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari: Epi : atas. (8) Dengan penyelenggaraan upaya kesehatan gigi di Puskesmas ini diharapkan tercapainya keadaan kesehatan gigi masyarakat yang layak (optimum).(3) Penyelenggaraan upaya kesehatan gigi sebagai salah satu kegiatan pokok Puskesmas juga dilaksanakan sesuai dengan pola pelayanan Puskesmas tersebut. anak pra sekolah dan anak sekolah dasar serta ditujukan pada keluarga dan masyarakat berpenghasilan rendah di pedesaan dan perkotaan.

penyebab. geografi. Kelainan ini dapat berupa takik kecil pada bahagian bibir yang berwarna samapai pada pemisahan komplit satu atau dua sisi bibir memanjang dari bibir ke hidung. dan kematian akibat bibir sumbing dalam populasi manusia.Logos : ilmu Maka epidemiologi sebenarnya berarti: ‖ilmu mengenai hal-hal yang terjadi pada rakyat‖. Pada epidemiologi terdapat sejumlah pertanyaan penting yang harus selalu diingat. Ruang lingkup epidemiologi yang semula mempelajari penyakit menular lambat laun diperluas. pengemudi atau penumpang kendaraan? Why : Mengapa kasus vivir sumbing dapat terjadi ? . Epidemiologi juga meliputi pemberian ciri pada distribusi status kesehatan. pengendalian dan factor-faktor yang mempengaruhi frekuensi dan distribusi penyakit. pendidikan. ras. penyebab. sehingga epidemiologi menjadi ‖ilmu yang mempelajari factor-faktor yang menentukan frekuensi dan distribusi penyakit pada rakyat‖.(29) Labioschisis atau cleft lip atau bibir sumbing adalah suatu kondisi dimana terdapatnya celah pada bibir atas diantara mulut dan hidung. perilaku. pengendalian dan faktor-faktor yang mempengaruhi frekuensi dan distribusi penyakit. atau pada waktu-waktu tertentu? Who : Siapakah yang terkena kecelakaan tersebut? Bagaimana dengan umur dan jenis kelaminnya? Apakah ia pejalan kaki. jenis kelamin. (32) Apabila coba kita campurkan kedua pengertian di atas maka epidemiologi bibir sumbing ialah ilmu yang mempelajari tentang sifat. dan jika celah terdapat pada kedua sisi disebut labioschisis bilateral. kecacatan dan kematian dalam populasi manusia. tempat. kecacatan. agama. (11) Definisi epidemiologi lainnya ialah ilmu yang mempelajari tentang sifat. waktu. Celah pada satu sisi disebut labioschisis unilateral. pekerjaan. sepanjang tahun. orang dan sebagainya. yaitu sebagai berikut : What : Apakah sebenarnya yang terjadi (atau kejadian apa)? Where : Di mana kasus bibir sumbing terjadi atau berlangsung? Lokasinya dimana? When : Kapan penyakit bibir sumbing tersebut terjadi? Apakah insidental. penyakit atau kesehatan masyarakat lainnya berdasarkan usia.

Ibu yang mengkonsumsi alcohol dan narkotika. (33) Menurut Mansjoer dan kawan-kawan. kekurangan vitamin (terutama asam folat) selama trimester pertama kehamilan. Di Amerika Serikat dan bagian barat Eropa.How : Bagaimana cara menanggulangi penyakit bibir sumbing tersebut? Bagaimana cara pencegahannya ? Dan lain sebagainya.2. prosesnya karena tidak terbentuknya mesoderm pada daerah tersebut sehingga bagian yang telah menyatu (prosesus nasalis dan maksilaris) pecah kembali. dan Zn) Kelainan ini terjadi pada trimester pertama kehamilan. Kebanyakan ilmuwan berpendapat bahwa labioschisis muncul sebagai akibat dari kombinasi faktor genetik dan factorfaktor lingkungan. (18) Pada hewan percobaan vitamin A dikenal sebagai "teratogen universal". Namun kemungkinan teratogenitas pada manusia yang mengkonsumsi suplemen vitamin A masih kontroversi. hipotesis yang diajukan antara lain: (18) (pada gangguan sirkulasi feto-maternal) dan kualitas (defisiensi asam folat.1 Etiologi Penyebab terjadinya labioschisis belum diketahui dengan pasti.2 Bibir dan Langit-langit Sumbing Dari Segi Klinis 2. saudara kandung) mempunyai riwayat labioschisis. 2. Kemungkinan seorang bayi dilahirkan dengan labioschisis meningkat bila keturunan garis pertama (ibu. para peneliti melaporkan bahwa 40% orang yang mempunyai riwayat keluarga labioschisis akan mengalami labioschisis. vitamin C. ayah.(35) . atau menderita diabetes akan lebih cenderung melahirkan bayi/ anak dengan labioschisis.

Tekanan lembut pada pipi bayi dengan labioschisis mungkin dapat meningkatkan .Unilateral . (35) Salah satu penyebab terjadinya celah orofasial ialah heterogenitas. sebanyak sekitar 20% menyertai sindrom yang disebabkan mutasi yang spesifik. sehingga menyulitkan untuk mencari efeknya.Vitamin B-6 memiliki peran vital dalam metabolisme asam amino.Bilateral 2. Beberapa mungkin memiliki etiologi karena asam folat namun sebagian lagi tidak.2. Dan Miller (1972) menunjukkan bahwa pemberian vitamin B-6 dapat mencegah terjadinya celah orofasial. (28).Komplit . Namun juga terjadinya celah orofasil juga berhubungan dengan asam folat dan multivitamin lainnya.2.Masalah asupan makanan Merupakan masalah pertama yang terjadi pada bayi penderita labioschisis. (32) . .2 Klasifikasi Labioschisis diklasifikasikan berdasarkan lengkap/ tidaknya celah yang terbentuk : (34) (18).(35) 2. Adanya labioschisis memberikan kesulitan pada bayi untuk melakukan hisapan pada payudara ibu atau dot.Inkomplit Dan berdasarkan lokasi/ jumlah kelainan : (32) .3 Manifestasi Klinis Manifestasi klinis dari kelainan labioschisis antara lain : (4). Defisiensi vitamin B6 tunggal telah terbukti dapat menyebabkan langit-langit mulut sumbing dan kelainan defek lahior lainnya pada tikus percobaan.

. maka didapatkan suara dengan kualitas nada yang lebih tinggi (hypernasal quality of 6 speech). namun pada bayi dengan labioplatoschisis biasanya membutuhkan penggunaan dot khusus. Gambar 2. Memegang bayi dengan posisi tegak lurus mungkin dapat membantu proses menyusu bayi.Masalah Dental Anak yang lahir dengan labioschisis mungkin mempunyai masalah tertentu yang berhubungan dengan kehilangan.kemampuan hisapan oral. . dan bayi dapat menghisap lebih banyak udara pada saat menyusu. Meskipun telah dilakukan reparasi palatum.Gangguan berbicara Pada bayi dengan labio-palatoschisis biasanya juga memiliki abnormalitas pada perkembangan otot-otot yang mengurus palatum mole.1 Klasifikasi Labioschisis. Menepuk-nepuk punggung bayi secara berkala juga daapt membantu. Penderita celah palatum memiliki kesulitan bicara. Keadaan tambahan yang ditemukan adalah reflex hisap dan reflek menelan pada bayi dengan labioschisis tidak sebaik bayi normal. dan malposisi dari gigi geligi pada arean dari celah bibir yang terbentuk. Dot khusus (cairan dalam dot ini dapat keluar dengan tenaga hisapan kecil) ini dibuat untuk bayi dengan labio-palatoschisis dan bayi dengan masalah pemberian makan/ asupan makanan tertentu. (32) . Saat palatum mole tidak dapat menutup ruang/ rongga nasal pada saat bicara. Bayi yang hanya menderita labioschisis atau dengan celah kecil pada palatum biasanya dapat menyusui. malformasi. kemampuan otot-otot tersebut diatas untuk menutup ruang/ rongga nasal pada saat bicara mungkin tidak dapat kembali sepenuhnya normal. sebagian karena palatum lunak cenderung pendek dan kurang dapat bergerak sehingga selama berbicara udara .Infeksi telinga Anak dengan labio-palatoschisis lebih mudah untuk menderita infeksi telinga karena terdapatnya abnormalitas perkembangan dari otot-otot yang mengontrol pembukaan dan penutupan tuba eustachius.

jika bayi belum mencapai rule of ten ada beberapa nasehat yang harus diberikan pada orang tua agar kelainan dan komplikasi yang terjadi tidak bertambah parah. Misalnya memberi minum harus dengan dot khusus dimana ketika dot dibalik susu dapat memancar keluar sendiri dengan jumlah yang optimal artinya tidak terlalu besar sehingga membuat bayi tersedak atau terlalu kecil sehingga membuat asupan gizi menjadi tidak cukup. sh. dan ch". maksilofasial. h. g. Perawatan dan dukungan pada bayi dan keluarganya diberikan sejak bayi tersebut lahir sampai berhenti tumbuh pada usia kira-kira 18 tahun. karena jika hal ini terjadi tindakan koreksi pada saat operasi . terapis bicara dan bahasa. Patokan yang biasa dipakai adalah rule of ten meliputi berat badan lebih dari 10 pounds atau sekitar 4-5 kg . (5) Ada tiga tahap penatalaksanaan labioschisis yaitu : (24) 1. Hb lebih dari 10 gr % dan usia lebih dari 10 minggu . d.4 Penatalaksanaan Idealnya. jika dot dengan besar lubang khusus ini tidak tersedia bayi cukup diberi minum dengan bantuan sendok secara perlahan dalam posisi setengah duduk atau tegak untuk menghindari masuknya susu melewati langit-langit yang terbelah.2. asupan gizi yang cukup dilihat dari keseimbangan berat badan yang dicapai dan usia yang memadai. s. (30) Anak mungkin mempunyai kesulitan untuk menproduksi suara/ kata "p. dan terapi bicara (speech therapy) biasanya sangat membantu.keluar dari hidung. Tahap sebelum operasi Pada tahap sebelum operasi yang dipersiapkan adalah ketahanan tubuh bayi menerima tindakan operasi. b. psikoloog. dan perawat spesialis. dokter gigi. k. Selain itu celah pada bibir harus direkatkan dengan menggunakan plester khusus non alergenik untuk menjaga agar celah pada bibir menjadi tidak terlalu jauh akibat proses tumbuh kembang yang menyebabkan menonjolnya gusi kearah depan (protrusio pre maxilla) akibat dorongan lidah pada prolabium . anak dengan labioschisis ditatalaksana oleh ―tim labio-palatoschisis‖ yang terdiri dari spesialistik bedah. t. Tindakan pembedahan dapat dilakukan pada saat usia anak 3 bulan. ortodonsi. 2.

Bila gusi juga terbelah (gnatoschizis) kelainannya menjadi labiognatopalatoschizis. sering hasil operasi dalam hal kemampuan mengeluarkan suara normal atau tidak sengau sulit dicapai. koreksi untuk gusi dilakukan pada saat usia 8–9 tahun bekerja sama dengan dokter gigi ahli ortodonsi. (D) bagian atas bibir disatukan. Operasi untuk langit-langit (palatoplasty) optimal pada usia 18 – 20 bulan mengingat anak aktif bicara usia 2 tahun dan sebelum anak masuk sekolah. Tahap selanjutnya adalah tahap setelah operasi. penatalaksanaanya tergantung dari tiaptiap jenis operasi yang dilakukan. hal ini hanya bisa diputuskan oleh seorang ahli bedah Usia optimal untuk operasi bibir sumbing (labioplasty) adalah usia 3 bulan. Usia ini dipilih mengingat pengucapan bahasa bibir dimulai pada usia 5-6 bulan sehingga jika koreksi pada bibir lebih dari usia tersebut maka pengucapan huruf bibir sudah terlanjur salah sehingga kalau dilakukan operasi pengucapan huruf bibir tetap menjadi kurang sempurna. (24) 2. (19) Operasi yang dilakukan sesudah usia 2 tahun harus diikuti dengan tindakan speech teraphy karena jika tidak. Tahap sewaktu operasi Tahapan selanjutnya adalah tahapan operasi. Tahap setelah operasi. sudah ada mekanisme kompensasi memposisikan lidah pada posisi yang salah. biasanya dokter bedah yang menangani akan memberikan instruksi pada orang tua pasien misalnya setelah operasi bibir sumbing luka bekas operasi dibiarkan terbuka dan tetap menggunakan sendok atau dot khusus untuk memberikan minum . setelah operasi suara sengau pada saat bicara tetap terjadi karena anak sudah terbiasa melafalkan suara yang salah. Plester non alergenik tadi harus tetap direkatkan sampai waktu operasi tiba. Kalau operasi dikerjakan terlambat. (C) bagian bawah nostril disatukan dengan sutura. pada saat ini yang diperhatikan adalah soal kesiapan tubuh si bayi menerima perlakuan operasi. (A and B) pemotongan sudut celah pada bibir dan hidung. (33) 3.(24) Gambar 2.akan menjadi sulit dan secara kosmetika hasil akhir yang didapat tidak sempurna. dan (E) jahitan memanjang sampai kebawah untuk menutup celah secara keseluruhan. Palatoplasty dilakukan sedini mungkin (15-24 bulan) sebelum anak mulai bicara lengkap sehingga pusat bicara di otak belum membentuk cara bicara.2 Reparasi labioschisis (labioplasti).

fungsi bicara tetap terganggu seperti sengau dan lafalisasi beberapa huruf tetap tidak sempurna.(9) Bibir sumbing dan / atau dengan langit-langit terbelah adalah kelainan bawaan yang sering dilihat di seluruh dunia. (24) Gambar 2.000). dan hal ini sangat memperbaiki penampilan wajah secara signifikan. prevalensi untuk bibir sumbing dengan . 80% anak dengan labioschisis yang telah ditatalaksana mempunyai perkembangan kemampuan bicara yang baik.(36) 2.3:1000). kadangkadang payudara ibu menutup celah itu. Kebanyakan anak yang lahir dengan kondisi ini melakukan operasi saat usia masih dini. Terapi bicara yang berkesinambungan menunjukkan hasil peningkatan yang baik pada masalah-masalah berbicara pada anak labioschisis. b. Memberi tahu ibu kepentingan ASI untuk bayinya. Selain itu. Usaha untuk menutup celah atau sumbing bibir agar bayi dapat memegang puting dan areola dalam mulutnya waktu menyusui (jari ibu atau plak gigi yg khusus atau obturator). sekitar 1 dalam setiap 500-750 kelahiran hidup menghasilkan sumbing. c.2. dan Amerika Afrika (0. Memerah susu dan memberikan kepada anaknya menggunakan cangkir atau sendok teh.6:10.3 Sebelum dan sesudah tindakan operasi. Insidensinya bervariasi antar kelompok etnis sebagai berikut: American Indian (3. Dengan adanya teknik pembedahan yang makin berkembang. (14) Cara menyusui bagi ibu yang memiliki anak dengan bibir sumbing: a.3 Prevalensi Bibir dan Langit-Langit Sumbing Bibir sumbing langit-langit (palatum) secara rutin terkait dengan lebih dari 200 sindrom / malformasi. Banyaknya penderita bibir sumbing yang datang ketika usia sudah melebihi batas usia optimal untuk operasi membuat operasi hanya untuk keperluan kosmetika saja sedangkan secara fisiologis tidak tercapai. Asia (3:1000).5 Prognosis Kelainan labioschisis merupakan kelainan bawaan yang dapat dimodifikasi/ disembuhkan.bayi. (33) 2. di Amerika Serikat. Rata-rata. tindakan speech teraphy pun tidak banyak bermanfaat.

(27) Afrika-Amerika memiliki tingkat prevalensi yang lebih rendah dari bibir dan/atau langit-langit sumbing bila dibandingkan dengan orang Kaukasia.000 kelahiran hidup untuk bibir dan/atau langit-langit sumbing .(20) Orang Afrika Atau Afrika Amerika Satu per 2. (2004) meneliti prevalensi sumbing selama periode sebelas tahun di Yordania dan menemukan tingkat keseluruhan sebesar 1. tingkat prevalensi bibir dan/atau langit-langit sumbing di Bolivia adalah 1. (7) Orang latin memiliki prevalensi sumbing sebesar 9.5-6.05 per 1. (10) Bibir sumbing. langit-langit mulut.39 per 1. Sumbing langit-langit saja menghasilkan tingkat prevalensi 5.atau tanpa langit-langit terbelah adalah 2.(1) Gambar 2. Shaw. Amerika Tengah dan Amerika Selatan.2-11.61 per 1.000 kelahiran.23 per 1.500 Afrika Amerika dilahirkan dengan sumbing.6 per 10.000 kelahiran hidup. namun masih lebih tinggi daripada Afrika Amerika.000 dan 1. Tingkat prevalensi sebesar 0. dan Karibia.7 per 10. langit.(15) Dalam Sucre.(23) Amerika Latin Dan Penduduk Latin Asli Amerika Latin berasal dari Meksiko.000 kelahiran hidup.7 per 1.4 Bibir dan/atau langit-langit sumbing di Eropa Amerika Serikat Hawaii adalah negara bagian Amerika Serikat yang memiliki populasi yang sangat beragam yang terdiri dari 73% orang Asia dan Kepulauan Pasifik keturunan.000 kelahiran. (20) Yordania Al Omari et al.7 per 10. 0. Prevalensi Amerika Latin lebih rendah daripada Kaukasia dan penduduk asli Amerika.000 kelahiran hidup masing-masing dilaporkan oleh Croen. Wasserman dan Tolarova (1998).69/1000 antara berbagai belahan dunia. atau keduanya adalah salah satu kelainan bawaan yang paling umum dan memiliki tingkat kelahiran prevalensi berkisar dari 1 / 1000 sampai 2. Forrester & Merz (7) Di Malawi dilaporkan terdapat tingkat prevalensi yang rendah untuk bibir sumbing dan / atau langit- .000 kelahiran hidup.

472 di seluruh Indonesia atau 395 orang per tahun.500 pasien per tahun yang mendapat kesempatan menjalani operasi. Afrika 2. dan 14.(25) Berdasarkan data dari Yayasan Pembina Penderita Celah Bibir dan Langit-Langit (YPPCBL) kepada Radar Bandung tahun 2008.4 Pengaruh Lingkungan Pengaruh lingkungan juga dapat menyebabkan. Ditemukan bahwa PHF8 mengkodekan demethylase lisin histone.(10) Gambar 2. (16) Gambar 2. Sebuah contoh bagaimana faktor lingkungan dapat dihubungkan dengan genetika berasal dari penelitian tentang mutasi pada gen PHF8 yang menyebabkan celah bibir / langit-langit.000-1.5 Bibir dan/atau langit-langit sumbing di Amerika Indonesia Berdasarkan Pikiran Rakyat On Line tanggal 1 Juni 2009.000-7.6 Bibir dan/atau langit-langit sumbing di Asia. bahwa sejak tahun 1979 sampai tahun 2008 operasi dan perawatan bibir sumbing mencapai 11. Timuh Tengah. Aktivitas katalitik PHF8 tergantung pada oksigen molekuler. Namun. fakta yang dianggap penting sehubungan dengan laporan mengenai kejadian peningkatan (21) celah bibir / langit-langit pada tikus yang telah terkena hipoksia dini selama kehamilan.000-6. 16 pada orang-orang keturunan Asia Timur Jauh. Australia dan Oseania.000 orang setiap tahun atau satu bayi setiap 1.000 kelahiran adalah penderita bibir sumbing. Hanya 1.(2004) menemukan bahwa tingkat prevalensi bibir dan/atau langit-langit sumbing per 10. atau berinteraksi dengan genetika untuk memproduksi. jumlah penderita yang bisa dioperasi jauh dari ideal.RADARBANDUNG Sedangkan pada tahun 2009 Ketua Pengurus YPPCBL kepada harian Kompas menyatakan bahwa saat ini diperkirakan jumlah penderita bertambah 6. 11 pada orang-orang keturunan Kepulauan Pasifik. (17) (17) dan terlibat dalam regulasi epigenetik. karena berbagai macam kendala. celah orofacial. Pada .5 pada orang keturunan Filipina. disebutkan bahwa jumlah penderita bibir sumbing atau celah bibir di Indonesia bertambah 3.000 kelahiran hidup di Hawaii adalah: 10 pada orang Kaukasia.000 kasus per tahun.

5 Pengaruh Sosial Ekonomi Status sosial ekonomi memiliki variabel-variabel yang berkaitan dengan kontribusi terhadap terjadinya bibir dan/atau langit-langit sumbing . senyawa nitrat. beberapa bentuk pengobatan hipertensi ibu (13) (26) ibu penyalahgunaan alkohol atau faktor lingkungan lain yang telah dipelajari meliputi: penyebab musiman (seperti eksposur pestisida). dan penampilan. Bukti untuk prevalensi celah orofasial yang lebih banyak terjadi pada masyarakat kelas sosial ekonomi rendah masih samar-samar.manusia. seperti yang disebabkan oleh misalnya ibu merokok. Aspek lain dari gizi yang belum secara baik dipelajari adalah efek dari obesitas / kelaparan dan hal tersebut mungkin berguna untuk studi di masa depan untuk menilai tinggi dan berat badan untuk mendapatkan ukuran indeks massa tubuh sehingga diperoleh kaitannya dengan celah orofacial. romantika. Faktor-faktor tersebut cenderung telah diteliti secara retrospektif pada beberapa negara di dunia dan studi tersebut sekarang dilakukan secara prospektif di Denmark dan Norwegia yang berhubungan dengan hasil reproduksi. dan obat-obatan terlarang (kokain. pelarut organik. bibir sumbing janin dan kelainan bawaan lain juga telah dihubungkan dengan hipoksia ibu. 2. diet ibu dan asupan vitamin. alkohol. obat-obatan antikonvulsan. retinoid yang merupakan anggota vitamin A keluarga. merokok.6 Aspek Psikologis Terhadap Individu Bibir Sumbing Memiliki bibir dan/atau langit-langit sumbing mengakibatkan masalah psikososial. paparan orangtua untuk memimpin. .. Sebagian besar anak yang telah dioperasi celahnya dapat memiliki masa anak-anak yang bahagia dan kehidupan sosial yang sehat. Namun. 2.penyakit dan infeksi. heroin. seperti gizi. dll). Hal ini penting bagi orang tua untuk menyadari permasalahan psikososial anak remaja mereka agar dapat menghadapi masalahnya dan mengetahui di mana mencari bantuan tenaga profesional jika masalah timbul. penggunaan rokok. penting untuk diingat bahwa pada remaja dengan bibir dan/atau langit-langit sumbing dapat meningkatkan risiko adanya masalah psikososial khususnya yang berkaitan dengan konsep diri. alkohol.

Sebagai contoh. depresi dan palpitasi dilaporkan dua kali lebih sering pada orang bibir dan langit-langit sumbing dibandingkan dengan kontrol. Penelitian menunjukkan bahwa pilihan untuk menarik secara individual mempengaruhi harga diri.Bukti-bukti menunjukkan bahwa masalah komunikasi berhubungan dengan bibir dan langit-langit sumbing yang tampak pada masa anak-anak. gangguan komunikasi pada individu dengan bibir dan langit-langit sumbing tidak dihasilkan dari gangguan bicaranya (fonasinya) namun dari masalah psikologis yang dapat mempengaruhi keseluruhan perkembangan anak. Penerimaan sosial seringkali tergantung pada fisik seseorang.7 Pencegahan . romantika. kompentensi sosial. keterbatasan tersebut dibangun dalam banyak periode waktu karena masalah psikologis yang dihadapi. juga stres ketika membawa anak dengan bibir sumbing. sekolah. (2) 2. dialog. kerja dan lain-lain. menyatakan bahwa bibir sumbing pada todler memiliki penundaan atau keterlambatan perkembangan dalam daerah bahasa ekspresif pada usia 36 bulan. Penelitian menunjukkan orang tuanya dapat mengalami krisis mental. Kecemasan. dan penilaian terhadap daya tarik di masa depan. (2) Sudah menjadi bukti bahwa terdapat keterbatasan-keterbatasan yang dimiliki orang dengan bibir dan langit-langit sumbing mengalami berbagai kesulitan. Hubungan tersebut antara kecantikan secara fisik dan penerimaan sosial merupakan hambatan pada orang dengan bibir dan langit-langit sumbing dalam berkomunikasi. dan masalah psikologis ini memiliki hubungan yang kuat dengan hal-hal menyangkut penampilan. pertumbuhan gigi. Daya tarik fisik menunjukkan peran yang signifikan dalam kehidupan sosial seperti membangun hubungan kekerabatan dalam setiap tahap kehidupan. secara nyata atau hanya perasaan saja. Gangguan kecemasan dan depresi dilaporkan mempunyai prevalensi dua kali lebih besar pada orang dewasa bibir dan langit-langit sumbing dibandingkan kontrol normal. Respon negatif dari orang lain. atau sejak lahir sampai usia 3 tahun. dapat mempengaruhi kesan terhadap diri sendiri. tetapi juga pada orang tuanya. disebabkan latar belakang orang tuanya. dan hasrat untuk pengobatan lebih lanjut. Penelitian perkembangan anak pada bibir dan langit-langit sumbing pada infant dan toddler (anak baru bisa berdiri dan berjalan). Masalah psikologis yang didapat oleh anak dengan bibir dan langit-langit sumbing tidak hanya terbatas pada anak/individualnya saja. Oleh karena itu.

namun tidak ada hasil yang benar-benar disebabkan murni karena alkohol. Banyak laporan telah mendokumentasikan bahwa tingkat prevalensi merokok pada kalangan perempuan berusia 15-25 tahun terus meningkat secara global pada dekade terakhir (Windsor.1. alkohol diketemukan juga sebagai pendamping. Menghindari merokok Ibu yang merokok mungkin merupakan faktor risiko lingkungan terbaik yang telah dipelajari untuk terjadinya celah orofacial. diketahui bahwa interpretasi hubungan antara alkohol dan celah orofasial dirumitkan oleh bias yang terjadi di masyarakat. dan langit-langit mulut sumbing telah dijelaskan memiliki hubungan dengan terjadinya defek sebanyak 10% kasus pada sindrom alkohol fetal (fetal alcohol syndrome). (35) 2. (35) Lebih dari satu miliar orang merokok di seluruh dunia dan hampir tiga perempatnya tinggal di negara berkembang. Dalam banyak penelitian tentang merokok. Memperbaiki Nutrisi Ibu Nutrisi yang adekuat dari ibu hamil saat konsepsi dan trimester I kehamilan sangat penting bagi tumbuh kembang bibir. Menghindari alkohol Peminum alkohol berat selama kehamilan diketahui dapat mempengaruhi tumbuh kembang embrio. ketika merokok secara pasif juga dicatat. (35) 3. 2002). Mengingat frekuensi kebiasaan kalangan perempuan di Amerika Serikat. (Aghi et al. merokok dapat menjelaskan sebanyak 20% dari celah orofacial yang terjadi pada populasi negara itu. palatum dan struktur kraniofasial yang normal dari fetus. Pada tinjauan yang dipresentasikan di Utah Amerika Serikat pada acara pertemuan konsensus WHO (bulan Mei 2001). 12-14 juta perempuan di seluruh dunia merokok selama kehamilan mereka dan. .2002). Diperkirakan bahwa pada tahun 1995. sering kali dengan adanya dukungan public dan politik tingkat yang relatif rendah untuk upaya pengendalian tembakau. Ibu yang menggunakan tembakau selama kehamilan secara konsisten terkait dengan peningkatan resiko terjadinya celah-celah orofacial. 2002). dari total 130 juta terpapar asap tembakau selama kehamilan mereka (Windsor. 50 juta perempuan hamil..

Folat merupakan bentuk poliglutamat alami dan asam folat ialah bentuk monoglutamat sintetis. Asam folat memiliki dua peran dalam menentukan hasil kehamilan. Hale adalah peneliti pertama yang menemukan bahwa defisiensi vitamin A pada ibu menyebabkan defek pada mata. ialah dalam proses maturasi janin jangka panjang untuk mencegah anemia pada kehamilan lanjut. Satu. Namun penelitian pada manusia masih kurang untuk membuktikan peran vitamin B-6 dalam terjadinya vitamin B-6. ialah dalam mencegah defek kongenital selama tumbuh kembang embrionik. Pada penelitian prospektif lebih dari 22. (35) c. atau antagonis vitamin B-6. celah orofasial. Kedua. mineral dan elemenelemen lainnya yang juga mungkin memiliki efek protektif terhadap terjadinya celah orofasial. Vitamin B-6 Vitamin B-6 diketahui dapat melindungi terhadap induksi terjadinya celah orofasial secara laboratorium pada binatang oleh sifat teratogennya demikian juga kortikosteroid. dan siklofosfamid. kelebihan vitamin A.000 kelahiran pada wanita di Amerika Serikat. Asam Folat Peran asupan folat pada ibu dalam kaitannya enan celah orofasial sulit untuk ditentukan dalam studi kasus-kontrol manusia karena folat dari sumber makanan memiliki bioavaibilitas yang luas dan suplemen asam folat biasanya diambil dengan vitamin. Vitamin A Asupan vitamn A yang kurang atau berlebih dikaitkan dengan peningkatan resiko terjadinya celah orofasial dan kelainan kraniofasial lainnya. (35) b.a. Deoksipiridin. Telah disarankan bahwa suplemen asam folat pada ibu hamil memiliki peran dalam mencegah celah orofasial yang non sindromik seperti bibir dan/atau langit-langit sumbing. dan defek kelahiran lainya pada babi. diketahui menginduksi celah orofasial dan defisiensi vitamin B-6 sendiri cukup untuk membuktikan terjadinya langit-langit mulut sumbing dan defek lahir lainnya pada binatang percoban. . Pemberian asam folat pada ibu hamil sangat penting pada setiap tahap kehamilan sejak konsepsi sampai persalinan. Penelitian klinis manusia menyatakan bahwa paparan fetus terhadap retinoid dan diet tinggi vitamin A jugadapat menghasilkan kelainan kraniofasial yang gawat.

(35) Maka sebaiknya pada wanita hamil lebih baik mengurangi jenis pekerjaan yang terkait. Modifikasi Pekerjaan Dari data-data yang ada dan penelitian skala besar menyerankan bahwa ada hubungan antara celah orofasial dengan pekerjaan ibu hamil (pegawai kesehatan. (35) BAB III KESIMPULAN . pemadam kebakaran atau bertani telah diketahui meningkatkan resiko terjadinya celah orofasial.kelainan kraniofasial dan malformasi lainnya umum terjadi pada wanita yang mengkonsumsi lebih dari 10. namun tidak semua. Teratogenesis karena trichloroethylene dan tetrachloroethylene pada air yang diketahui berhubungan dengan pekerjaan bertani mengindikasikan adanya peran dari pestisida. Hal ini dimotivasi oleh hasil baik yang dilakukan pada percobaan pada binatang. (35) 5.000 IU vitamin A pada masa perikonsepsional. hal ini diketahui dari beberapa penelitian. namun penelitian tersebut memiliki data yang tidak mencukupi untuk mengevaluasi hasilnya. Usaha pertama dilakukan tahun 1958 di Amerika Serikat namun penelitiannya kecil.Salah satu tantangan terbesar dalam penelitian pencegahan terjadinya celah orofasial adalah mengikutsertakan banyak wanita dengan resiko tinggi pada masa produktifnya. industri reparasi. Penelitian lainnya dalam usaha memberikan suplemen multivitamin dalam mencegah celah orofasial dilakukan di Eropa dan penelitinya mengklaim bahwa hasil pemberian suplemen nutrisi adalah efektif. (35) 4. seperti pabrik cat. pegawai agrikulutur). Pekerjaan ayah dalam industri cetak. metodenya sedikit dan tidak ada analisis statistik yang dilaporkan. operator motor. Suplemen Nutrisi Beberapa usaha telah dilakukan untuk merangsang percobaan pada manusia untuk mengevaluasi suplementasi vitamin pada ibu selama kehamilan yang dimaksudkan sebagai tindakan pencegahan.

Desa Jayagiri.000-6. Namun. penderita bibir sumbing yang mengakibatkan kerusakan pada wajahnya diperkirakan hingga 70 persen. Mengingat keterbatasan alat medis. Sebagaimana diberitakan sebelumnya.html DIPELUK : Wartini (35) memeluk putri keduanya.500 orang. pihaknya akan mengupayakan melalui dana yang ada di bagian kesra. http://referensikedokteran. Sementara untuk keperluan sehari-harinya. Penyebabnya terjadinya bibir sumbing ialah multifaktorial. sehingga. asalkan anak saya bisa dioperasi dan sembuh. program tersebut sudah selesai. yang memiliki program operasi bibir sumbing gratis. (FOTO: ZULFAH ROBBANIA/RADAR CIANJUR) CIANJUR—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur berjanji akan mengupayakan untuk membantu Siti Aminah (6). Walaupun harus menjual kambing untuk bisa sampai di sini. bahkan sosial ekonomi. Aminah harus ditangani rumah sakit lain.Bibir sumbing merupakan penyakit cacat bawaan. proses pengobatan putri pasangan Rahmat (35) dan Wartini (35) ini. wajahnya normal kembali. bersama kedua orangtuanya. Pihaknya menjelaskan.blogspot. Saya tidak memilik jamkesmas. paling tidak di rumah sakit di Bandung atau Jakarta. Tidak hanya itu. Cianjur. Hal tersebut dikemukakan oleh Wakil Bupati Cianjur Suranto.‖ paparnya. Pihaknya mengaku. untuk keperluan pengobatan Aminah. persoalan Aminah. beberapa hari lalu. Saya ingin anak saya. angka ini masih jauh dari idealnya sehingga tindakan-tindakan pencegahan sebaiknya lebih diutamakan. nutrisi. saat di Kantor LBK FP2C. mendatangi LBK FP2C untuk meminta bantuan.com/2010/10/epidemiologi-bibir-sumbing. dikatakan Suranto. jamkesda ataupun SKTM. Akan tetapi. saya rela. saya juga akan menginstruksikan baik aparat desa. Saya telah mencoba menghubungi Rumah Sakit Santosa Bandung. tak sanggup melihat derita yang dialami anaknya. apalagi saat ini Aminah terus merengek untuk disekolahkan. ―Kondisi Aminah memang tidak dapat ditangani di Cianjur. Jumlah penderita bibir sumbing di Indonesia bertambah 3. Akan tetapi. jumlah total penderita bibir sumbing di Indonesia belum diketahui secara pasti. . di RSUD Cianjur. kecamatan maupun puskesmas di Sindangbarang untuk membantu mengurus seluruh administrasi yang dibutuhkan dalam penanganan Aminah. sudah seharusnya menjadi tanggungjawab Pemkab Cianjur. namun memerlukan biaya yang besar. ―Saya sudah tak sanggup melihat anak saya diejek terus. Orangtua Aminah. Penderita bibir sumbing dapat diperbaiki dengan jalan operasi. pihaknya mengupayakan melalui dana yang ada di bagian dinas sosial. Siti Aminah. ―Kita akan usahakan agar aminah bisa ditangani.000 kelahiran. sedangkan kesempatan penderita yang menjalani operasi setiap tahunnya hanya sekitar 1. seperti genetik. perlu waktu dan tidak dapat ditangani di Cianjur. warga Kampung Mekarlaksana. karena wajahnya rusak. lingkungan. Kecamatan Sindangbarang. Siti Aminah (6).000 setiap tahun atau 1 bayi setiap 1.‖ ungkapnya.

sehingga mengharapkan bantuan pihak lain untuk kesembuhan anak saya. Celah bibir (Bibir sumbing) adalah suatu ketidaksempurnaan pada penyambungan bibir bagian atas. Cianjur. kelainan ini juga menyebabkan anak mengalami kesulitan ketika makan. Kaum. Selain tidak sedap dipandang. Celah langit-langit adalah suatu saluran abnormal yang melewati langit-langit mulut dan menuju ke saluran udara di hidung. gangguan perkembangan berbicara dan infeksi telinga. Penyebabnya mungkin adalah mutasi genetik atau teratogen (zat yang dapat menyebabkan kelainan pada janin. saat ditemui di Kantor LBK FP2C. PENYEBAB Celah bibir dan celah langit-langit bisa terjadi secara bersamaan maupun sendiri-sendiri. Faktor resiko untuk kelainan ini adalah riwayat celah bibir atau celah langit-langit pada keluarga .(zul) Short URL: http://radarsukabumi.‖ ujar Wartini. Kelainan ini juga bisa terjadi bersamaan dengan kelainan bawaan lainnya. yang biasanya berlokasi tepat dibawah hidung. contohnya virus atau bahan kimia). ibu Aminah.com/?p=1527 Celah Bibir (Bibir Sumbing) & Celah Langit-langit DEFINISI Celah Bibir dan Celah Langit-langit adalah suatu kelainan bawaan yang terjadi pada bibir bagian atas serta langit-langit lunak dan langit-langit keras mulut.

GEJALA Gejalanya berupa:        pemisahan bibir pemisahan langit-langit pemisahan bibir dan langit-langit distorsi hidung infeksi telinga berulang berat badan tidak bertambah regurgitasi nasal ketika menyusu (air susu keluar dari lubang hidung).serta adanya kelainan bawaan lainnya. .

ortodontis. terapi wicara dan lainnya. . Pembedahan untuk menutup celah bibir biasanya dilakukan pada saat anak berusia 3-6 bulan. tetapi kebanyakan anak akan memiliki penampilan yang normal serta berbicara dan makan secara normal pula. Penutupan celah langit-langit biasanya ditunda sampai terjadi perubahan langit-langit yang biasanya berjalan seiring dengan pertumbuhan anak (maksimal sampai anak berumur 1 tahun).DIAGNOSA Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan fisik di daerah wajah. Pengobatan mungkin berlangsung selama bertahun-tahun dan mungkin perlu dilakukan beberapa kali pembedahan (tergantung kepada luasnya kelainan). PENGOBATAN Pengobatan melibatkan beberapa disiplin ilmu. Beberapa diantara mereka mungkin tetap memiliki gangguan berbicara. yaitu bedah plastik. Sebelum pembedahan dilakukan. bisa dipasang alat tiruan pada langit-langit mulut untuk membantu pemberian makan/susu.