Gaya London (Gaya Dispersi) Frits London (1930), fisikawan Jerman, menerangkan terjadnya gaya tarik menarik antarmolekul

yang bersifat nonpolar. Suatu molekul nonpolar, seperti gas H2, N2, O2, CO2 dan CH4 yang tidak memiliki ujung-ujung kutub listrik, tetapi dapat saling tarik menarik sehingga gas-gas tersebut dapat dicairkan dan dipadatkan pada keadaan suhu dan tekanan yang tepat. Gaya yang bekerja pada molekul nonpolar itu disebut gaya london atau gaya dispersi. Frist London menjelaskan bahwa pada suatu saat elektron-elektron yang senantiasa bergerak dan bergeser dalm sebuah molekul akan menimbulkan dipol sesaat (ujung-ujung listrik yang terjadi sesaat). Dipol sesaat tersebut akan mengimbas atau menginduksi molekul sebelahnya sehingga terjadi dipol terinduksi atu imbasan dipol sesaat dan dipol imbasan tersebut menimbulkan tarik menarik yang menghasilkan gaya london. Titik didih gas-gas mulia semakin bertambah besar dari atas ke bawah dalam satu golongan sesuai dengan bertambahnya massa atom relatifnya. Gaya London termasuk gaya antarmolekul yang relatif lemah. Pada umumnya, molekulmolekul kecil berwujud gas pada suhu kamar, seperti hidrogen, oksigen, nitrogen, metana, dan karbon dioksida. Dalam-suatu kumpulan atom atau molekul pergerakan elektron pada partikel-partikel tak begitu bebas. Ketika ujung negatif dari dipol sesaat dimulai terbentuk maka ini akan mengusir elektron disekitar partikel seperti terlihat pada (Gambar 12.4). Sesuatu yang penting mengenai Gaya London adalah cara bagaimana ini berputar dan berhenti secara cepat. Dipol sesaat yang menyebabkan adanya gaya tarik sementara kemudian hilang ketika elektron melanjutkan pedalanannya. Pergerakan yang sebentar ada, kemudian

Gamber 12.4. Gaya Umdon. Ketika dipol sesaat terbeniuk pada atom A ini, akan menginduksi suatu dipol pads atom B.

Peranannya sangat kecil pada gaya tarik antara ion karena gaya tarik antara ion sangatlah kuat. Tetapi Gaya London memegang peranan penting dalam gaya tarik antara molekulmolekul terutama yang nonpolar. Salah satu adalah bagaimana kompleksnya molekul. Tetapi gaya tarik yang mengikat molekul-molekul heksana dalam cairannya lebih kuat daripada yang mengikat molekul-molekul propana dalam cairannya. Alasannya beranjak dari sejumlah tempat sepanjang rantai yang dapat tertarik oleh molekulmolekul lain yang mengelilinginya. Kekuatan Gaya London tergantung dari beberapa faktor. . hilang dari dipol digambarkan dalam (Gambar 12. molekul-molekulnya akan saling tarik menarik dengan Gaya London. dan heksana C6H141 yang strukturnya digambarkan di bawah ini: HHHHHH I I I I I I H H H I' I H—C—C—C—H H-C-C-C-CI I I H H H H H H heksan H H H propan Setiap molekul-molekul ini mengandung relatif ikatan C–H yang non-polar dan secara keseluruhan molekul-molekulnya adalah nonpolar. Gaya tarik hanya antara hidrogen dari satu molekul dan hidrogen lain dari molekul sekelilingnya. memberikan gays tarik pada antara dipol sesaat. pada umumnya Gaya London ini agak lemah. Walaupun demikian gaya ini tetap ada pada semua partikel baik pada ion-ion maupun pada molekul-molekul polar atau tidak.5) dan karena keberadaannya yang sebentar ini. karbonnya terkubur di bawah penutup luar yang terdiri dari atom-atom hidrogen. Dalam cairannya masing-masing. Misalkan molekul-molekul hidrokarbon propana C 3 H 8 .Pemandangan saat bagaimana kepadatan elektron berubah-ubah dalam dua atom tetangga.

maka keseluruhan gaya tarik akan lebih terasa oleh sekitarnya. tetapi karena heksana mempunyai lebih banyak hidrogen.. jadi ada 14 atom hidrogen yang dapat mengikat pada molekul lain. . Hasilnya adalah bahwa Gaya London akan lebih kuat antara molekul-molekul yang besar dan atomnya mudah berpolarisasi seperti brom dibandingkan molekul yang terdapat molekulmolekul kecil seperti fluor.6. Kemudahan rusaknya awan elektron disebut kemampuan berpolarisasi. maka atom-atom yangmembentuk molekulnya mempunyai ukuran makin besar. Faktor lain yang mempengaruhi kekuatan gaya London adalah ukuran molekulnya. Dalam heksana ada 14 atom hidrogen.6). Molekul CH. Walaupun mungkin gaya ikatan pada tiap hidrogen sama. jadi lebih mudah terbentuk dipol sesaat yang membentuk Gaya London. C12 dan Br2). Keterangannya adalah sebagai berikut: Bila kita mulai melangkah dari F2 ke Br2. ternyata molekul-molekul yang lebih besar. Makin besar ukurannya. dibandingkan dengan molekul C~. yang lebih pendek Dalam propana CH. Bila kita memeriksa molekul-molekul dengan rumus umum yang sama misalnya seperti halogen (F2. Maka awan elektron dari molekul besar mudah rusak atau terpolarisasi. gaya tarik menarik sesamanya akan lebih kuat dari pada molekul-molekul yang kecil. yang dapat melekat pada molekul lain (Gambar 12.H. ada 8 atom hidrogen sehingga ada 8 tempat dari molekul ini CH.Gambar 12. elektron-elektron terluar jaraknya akan jauh dari inti sehingga ikatannya kurang kuat. mempunyai tempat lebih banyak di sepanjang rantainya untuk melekatkan diri.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful