MAKALAH BUDIDAYA DAN PASCA PANEN WORTEL

OLEH ADELINA WARBARNDIDO

DEPARTEMEN AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS NUSA BANGSA TAHUN 2013

Diantaranya ketiganya yang paling disukai adalah Chantenay karena rasanya yang lebih manis dibandingkan kedua varietas lainnya. Jawa Tengah dan Sumatera Utara. Umumnya varietas yang ditanam di Indonesia adalah varietas Chantenay.5-4 bulan dilakukan pemanenan dan diperoleh wortel dalam keadaan yang optimum baik ukuran maupun warnanya. Setelah tanaman berumur 2. Wortel diperbanyak dengan biji yang berasal dari tanaman yang sudah tua. . batangnya pendek dan hampir tidak tampak dari permukaan tanah.BAB I PENDAHULUAN Tanaman wortel berasal dari wilayah Eropa. Penanaman dilakukan dengan cara menyebarkan biji-biji langsung ke tanah tanpa melalui persemaian lebih dahulu. kelas angiospermae dan subkelas Dycotyledonae. Wortel yang bermutu baik adalah wortel yang renyah. Umbi wortel berwarna kuning kemerah-merahan karena kandungan karotennya yang tinggi Tanaman wortel dapat dibedakan menjadi beberapa varietas. Nantes dan Imperator. ordo Archychamydae. Tanaman wortel merupakan tanaman semusim yang berbentuk rumput. manis dan berwarna kuning tua sampai orange serta umbi tidak berserabut. Wortel banyak yang dihasilkan di daerah dataran tinggi Jawa Barat. langsing dan enak dimakan. berakar tunggang yang kemudia akar tersebut berubah bentuk dan fungsinya menjadi umbi bulat panjang. Asia dan Afrika yang kemudian menyebar sampai ke wilayah mediterania serta daerah-daerah lainnya. Tanaman wortel diklasifikasikan sebagai famili umbellifera.

menyebar luas ke kawasan Eropa. 2. Lampung. Afrika. Berdasarkan hasil survei pertanian produksi tanaman sayuran di Indonesia (BPS. Sumatera Utara. Maluku dan papua. Bali. Sejarah Singkat Wortel/carrots (Daucus carota L.) bukan tanaman asli Indonesia. 3. berasal dari negeri yang beriklim sedang (sub-tropis) yaitu berasal dari Asia Timur Dekat dan Asia Tengah. NTT. 1991) luas areal panen wortel nasional mencapai 13.500 tahun yang lalu. . UMUM 1. Sulawesi Selatan.398 hektar yang tersebar di 16 propinsi yaitu. Namun dalam perkembangannya menyebar luas ke daerahdaerah sentra sayuran di Jawa dan Luar Jawa.BAB II PEMBAHASAN A. Jenis Tanaman Dalam Kingdom Divisi Sub-Divisi Klas Ordo Famili Genus Spesies taksonomi tumbuhan. Bengkulu. Jawa Barat. Kalimantan Timur. Sumatera Barat. Sulawesi Utara. Sumatera Selatan. Asia dan akhirnya ke seluruh bagian dunia yang telah terkenal daerah pertaniannya. Jawa Timur. Rintisan budidaya wortel pada mulanya terjadi di daerah sekitar Laut Tengah. Jawa Tengah. Sulawesi Tengah. wortel diklasifikasikan sebagai berikut: : Plantae (tumbuh-tumbuhan) : Spermatophyta (tumbuhan berbiji) : Angiospermae : Dicotyledonae : Umbelliferales : Umbelliferae (Apiaceae) : Daucus : Daucus carrota L. Ditemukan tumbuh liar sekitar 6. Sentra Penanaman Di Indonesia budidaya wortel pada mulanya hanya terkonsentrasi di Jawa Barat yaitu daerah Lembang dan Cipanas.

yakni : a) Tipe Chantenay.Tanaman wortel banyak ragamnya. c) Tipe Nantes. berbentuk bulat panjang dengan ujung yang tumpul. . berbentuk bulat panjang dengan ujung runcing. b) Tipe Imperator. merupakan tipe gabungan antara imperator dan chantenay. tetapi bila dilihat bentuk umbinya dapat dipilih menjadi 3 golongan.

gembur. juga berkhasiat untuk penyakit dan memelihara kecantikan. Merupakan bahan pangan bergizi tinggi. harga murah dan mudah mendapatkannya. terutama untuk menghadapi masalah kekurangan vitamin A. Media Tanam a.6-21. Keadaan tanah yang cocok untuk tanaman wortel adalah subur.4. SYARAT PERTUMBUHAN 1. Wortel ini mengandung enzim pencernaan dan berfungsi diuretik. memperkuat mata. Tanaman wortel pada permulaan tumbuh menghendaki cuaca dingin dan lembab. Bahkan dengan hanya mengunyah daun wortel dapat menyembuhkan luka-luka dalam mulut/nafas bau. Dalam setiap 100 gram bahan mengandung 12.1 derajat C. Bahkan mengkonsumsi wortel sangat dianjurkan. Jenis tanah ini pada umumnya terdapat di daerah dataran tinggi (pegunungan). jantung dan hati.I vitamin A. maka umbi yang terbentuk menjadi panjang kecil. Tanaman ini bisa ditanaman sepanjang tahun baik musim kemarau maupun musim hujan. 2. Iklim Tanaman wortel merupakan sayuran dataran tinggi.000 S. Meminum segelas sari daun wortel segar ditambah garam dan sesendok teh sari jeruk nipis berkhasiat untuk mengantisipasi pembentukkan endapan dalam saluran kencing. bila suhu udara terlalu rendah (sangat dingin). Manfaat Tanaman Wortel merupakan bahan pangan (sayuran) yang digemari dan dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. gusi berdarah dan sariawan. B. paru-paru. b. Untuk pertumbuhan dan produksi umbi dibutuhkan suhu udara optimal antara 15. banyak mengandung bahan organik (humus). Jenis tanah yang paling baik adalah andosol. . Suhu udara yang terlalu tinggi (panas) seringkali menyebabkan umbi kecil-kecil (abnormal) dan berwarna pucat/kusam. tata udara dan tata airnya berjalan baik (tidak menggenang). Tanaman wortel membutuhkan lingkungan tumbuh dengan suhu udara yang dingin dan lembab. Selain sebagai "gudang vitamin A serta nutrisi".

tumbuhnya subur dan sehat. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA  Pembibitan a. sumber benih yang menjadi bibit harus memenuhi syarat sebagai berikut: a) Tanaman tumbuh subur dan kuat. tanaman wortel akan sulit membentuk umbi. Ketinggian Tempat Di Indonesia wortel umunya ditanam di dataran tinggi pada ketinggian 1. 3. kemudian amati umbinya .c.5-6.0-6. d) Dari jenis yang berumur pendek. Demikian pula tanah yang mudah becek atau mendapat perlakuan pupuk kandang yang berlebihan. C. b. terutama atas jenis/varietas wortel lokal dan non hibrida. sering menyebabkan umbi wortel berserat. Tanaman ini dapat tumbuh baik pada keasaman tanah (pH) antara 5. Penyiapan Benih Wortel diperbanyak secara generatif dengan biji-bijinya. e) Berproduksi tinggi. bercabang dan berambut. tetapi dapat pula ditanam di dataran medium (ketinggian lebih dari 500 m dpl. Pilih tanaman wortel yang umurnya cukup tua (± 3 bulan). c) Bentuknya seragam.200 m dpl. Biji (benih) wortel dapat dibeli di toko-toko saran produksi pertanian terdekat.8. Persyaratan Benih Untuk mendapatkan hasil yang optimal. tetapi dapat pula membenihkan sendiri.5 untuk hasil optimal diperlukan pH 6. Para petani di sentra produksi sayuran sudah umum mempraktekan pembenihan (pembijian) wortel lokal dengan tahap-tahap pekerjaan sebagai berikut : i.).0. b) Bebas hama dan penyakit/sehat. d.000-1. Pada tanah yang pH-nya kurang dari 5. Bongkar (cabut) tanaman wortel pilihan tadi. produksi dan kualitas kurang memuaskan.

Tatacara penyiapan benih wortel adalah sebagai berikut: 1. sisakan 10 cm yang lekat pada umbi. misal tampah hingga menjadi cukup kering. Tiriskan benih wortel dalam suatu wadah. v. Buat lubang tanam dengan alat bantu cangkul/tunggal pada jarak tanam 40-60 cm x 40-60 cm. Gosok-gosokan benih wortel dengan kedua belah telapak tangan agar diantara benih satu sama lain tidak berlekatan. Potong ujung umbi wortel maksimal sepertiga bagian. vii. 4. pangkas pula tangkai daun bersama daunnya. Benih wortel sudah siap ditanam (disebar) di lahan kebun. Petik tangkai buah wortel yang sudah tua (kering). Tujuan dari perendaman benih adalah mempercepat proses perkecambahannya.Umbi wortel yang baik dan sehat jadikan pohon induk. . 2. warna kulit mengkilap kuning/jingga dan halus. ii. Pelihara kebun bibit wortel selama ± 3 bulan hingga menghasilkan tangkai buah dan biji dalam jumlah banyak. iv. viii. Lakukakan pemberian pupuk buatan berupa campuran ZA+SP+KCL (1:2:2) sebanyak 10 gr/tanaman. Siapkan lahan untuk kebun pembibitan wortel dapat bentuk bedengan-bedengan yang diolah secara sempurna (dipupuk kandang optimal). padatkan tanahnya perlahan-lahan hingga menutup bagian leher batang. Pilih benih wortel yang baik. kemudian pupuk tersebut segera ditutup dengan tanah tipis . bentuk normal (tidak cacat). Buat alur-alur dangkal disepanjang barisan tanaman (umbi) wortel sejauh ± 5 cm dari batang (dalam bentuk lubang pupuk oleh tugal). ix. iii. Tanam umbi wortel pada lubang tanam. dan daya kecambahnya tinggi (lebih dari 90%). Rendam benih wortel dalam air dingin selama 12-24 jam atau dalam air hangat suamsuam kuku (60 derajat C) selama 15 menit. murni. yakni berasal dari varietas unggul. 3. vi. lalu jemur hingga kering untuk diambil biji-bijinya.

Biji wortel akan mulai berkecambah setelah 8-12 hari. Areal yang akan dijadikan kebun wortel. hingga siap ditanam.  Pengolahan Media Tanam 1. Untuk mengendalikan hama serangga Semiaphis aphid dan S. Persiapan Mula-mula tanah dicangkul sedalam 40 cm. misal Folidol 0. kemudian diberi pupuk kandang 20 ton/ha. kemudian kalau sudah tumbuh dapat dilakukan penjarangan sehingga tanaman wortel itu berjarak 3-5 cm satu sama lain. Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Selama ditanam. Teknik Penyemaian Benih Biji wortel di taburkan langsung di tempat penanaman.2%. pemeliharaan wortel relatif mudah. Jarak barisan paling tidak 15 cm. baik dicampur maupun menurut larikan sambil meratakan tanah. tanahnya diolah cukup dalam dan sempurna. d. daucisi penyerang daun serta lalat Psilarosae pelubang umbi wortel perlu disemprot insektisida yang dianjurkan.c. Tanah yang telah diolah itu diratakan dan dibuat alur sedalam 1 cm dan jarak antara alur 15-20 cm. Para petani sayuran jarang menggunakan lebih dari 10 kg benih untuk tiap hektar. Kebutuhan benih untuk penanaman setiap are antara 150-200 gram. yakni penyiangan bersamaan dengan pemupukan pada waktu tanaman berumur 1 bulan sejak tanam. dapat disebarkan merata di bedengan atau dengan dicicir memanjang dalam barisan. dan diberi pupuk kandang atau kompos sebanyak 15 ton setiap hektarnya. . Untuk merangsang pembentukkan umbi yang optimal perlu ditunjang pembubunan dan pengguludan sekaligus memperjarang tanaman yang tumbuhnya sangat rapat. baik sejajar dengan barisan maupun dilarutkan dalam air untuk disiramkan kepada tanah. Idealnya dipersiapkan dalam bentuk bedengan-bedengan selebar 100 cm dan langsung dibuat alur-alur/larikan jarak 20 cm. Sisakan tanaman yang pertumbuhannya baik dan sehat pada jarak 5-10 cm. Pupuk yang diberikan berupa ZA 2 kuintal dan ZK 1 kuintal/hektar diletakkan sejauh 5 cm dari batangnya.

Pada tanah yang masih subur (bekas kubis atau kentang). Campurkan kapur dengan lapisan tanah atas (top soil) sambil dibalikan hingga benar-benar merata. Ratakan permukaan bedengan hingga tampak datar dan rapi. Dolomit atau Zeagro 1 secara merata di permukaan tanah.  Pembentukan Bedengan a. Lakukan pengapuran bila pH tanah asam di bawah 5 dengan cara menaburkan bahan kapur seperti Calcit. Olah tanah sedalam 30-40 cm hingga strukturnya gembur dengan alat bantu cangkul.  Pemupukan a. Pembukaan Lahan  Membuka Lahan a.  Pengapuran a. b. Buat bedengan-bedengan dengan ukuran lebar 120-150 cm. batu kerikil dan sisa tanaman lain. agar kelak keadaan tanah benar-benar matang.  Mengolah Tanah a. Babat pohon-pohon atau semak-semak maupun tanaman lain yang tidak berguna. tanah yang telah dikapur sebaiknya disiram (diairi) hingga cukup basah. Bila tidak turun hujan. b. . tinggi 30-40 cm. jarak antar bedengan 50-60 cm dan panjang tergantung pada keadaan lahan. bajak/traktor.2. b. kemudian campurkan dengan lapisan tanah atas secara merata. Dosis kapur yang diberikan berkisar antara 0. Olah tanah untuk kedua kalinya dengan cangkul hingga struktur tanah bertambah gembur.75-10.24 ton/ha. Sebarkan pupuk kandang yang telah matang (jadi) sebanyak 15-20 ton/ha di permukaan bedengan. b. Bersihkan lahan dari rumput-rumput liar (gulma). Biarkan tanah di kering anginkan selama minimal 15 hari. b. pemberian pupuk dapat ditiadakan.

Setelah itu di buat bedengan tanaman selebar kurang lebih 100 cm dan dibuat guritan dengan jarak kurang lebih 20 cm. sehingga hasil produksinya dapat tinggi. Teknik Penanaman  Penentuan Pola Tanaman Tanah kebun dicangkul sedalam 30-40 cm dan digemburkan. 4. c.5-1 cm. . Tutup benih wortel dengan tanah tipis sedalam 0. Setelah benih wortel tumbuh di permukaan tanah. Sebarkan (taburkan) benih wortel secara merata dalam alur-alur/garitan-garitan yang tersedia. Buat alur-alur dangkal sejauh 5 cm dari tempat benih arah barisan (memanjang) untuk meletakkan pupuk dasar.3. Tujuan penjarangan adalah untuk memperoleh tanaman wortel cepat tumbuh dan subur. b. penutup tadi segera di buka kembali. d. e. Sebarkan pupuk tersebut secara merata.  Cara Penanaman Tata cara penanaman (penaburan) benih wortel melalui tahap-tahap sebagai berikut: a. kemudian tutup dengan tanah tipis. Pemeliharaan Tanaman  Penjarangan dan Penyulaman Penjarangan tanaman wortel dilakukan pada saat tanaman berumur 1 bulan setelah tanam. Jenis pupuk yang diberikan adalah campuran TSP ± 400 kg (± 200 kg P2 O5/ha) dengan KCl 150 kg (± 75 kg K2O/ha). Tutup tiap garitan (alur) dengan dedaunan kering atau pelepah daun pisang selama 710 hari untuk mencegah hanyutnya benih wortel oleh percikan (guyuran) air sekaligus berfungsi menjaga kestabilan kelembaban tanah.  Pembuatan Lobang Tanam Tanah diolah sedalam 30-40 cm hingga strukturnya gembur dengan menggunakan traktor/bajak dan alat cangkul.

 Pembubunan Pendangiran dilakukan pada saat umur tanaman 1 bulan. . unsur hara dan lain-lain. Tanah di sekitar barisan tanaman wortel digemburkan. Rumput liar yang tumbuh dalam parit dibersihkan agar tidak menjadi sarang hama dan penyakit. yaitu pada saat tanaman akan membentuk umbi. Saat pendangiran ini dilakukan juga pembubunan. kemudian ditimbunkan ke bagian pangkal batang wortel agar kelak umbinya tertutup oleh tanah. Waktu penyiangan biasanya saat tanaman wortel berumur 1 bulan. tanaman wortel memerlukan air yang memadai. sinar matahari. bersamaan dengan penjarangan tanaman dan pemupukan susulan. sehingga harus disiangi. Cara menyiangi yang baik adalah membersihkan rumput liar dengan alat bantu kored/cangkul. Dosis pupuk yang adalah urea 100 kg/ha atau ZA 200 kg/ha. Cara pemupukan yang baik adalah dengan menyebarkan secara merata dalam alur-alur atau garitan-garitan dangkal atau dimasukkan ke dalam lubang pupuk (tugal) sejauh 5-10 cm dari batang wortel. Waktu pemberian pupuk susulan dilakukan bersamaan dengan kegiatan penyiangan.  Pemupukan Jenis pupuk yang digunakan untuk pemupukan susulan adalah urea atau ZA. terutama pada musim kemarau. maka pengairan dapat dikurangi. Bila tanaman wortel sudah tumbuh besar. sehingga perlu disiram (diairi) secara kontinue 1-2 kali sehari. Penyiangan Rumput-rumput liar (gulma) yang tumbuh disekitar kebun merupakan pesaing tanaman wortel dalam kebutuhan air. Hal penting yang harus diperhatikan adalah agar tanah tidak kekeringan.  Pengairan dan Penyiraman Pada fase awal pertumbuhannya. kemudian segera ditutup dengan tanah dan disiram atau diairi hingga cukup basah. terutama sehabis hujan. yakni pada saat tanaman wortel berumur 1 bulan.

. Pengendalian kimiawi: dengan menggunakan insektisida Furadan 3G atau Indofuran 3G pada saat tanam atau disemprot Hostathion 40 EC dan lain-lain pada konsentrasi yang dianjurkan. Serangga dewasa berupa kupu-kupu berwarna coklat tua. hidup berkelompok di bawah daun atau pada pucuk tanaman. sehingga menyebabkan daun keriting atau abnormal. menjaga kebersihan kebun dan pergiliran tanaman. Ulat tanah (Agrotis ipsilon Hufn. Ciri: ulat tanah adalah berwarna coklat sampai hitam. Gejala: ulat tanah menyerang bagian pucuk atau titik tumbuh tanaman wortel yang masih muda. Pengendalian: mengatur waktu tanam secara serempak dalam satu hamparan lahan untuk memutus siklus hidupnya. dari tempat yang dicurigai bekas serangannya untuk segera dibunuh.) Ciri: kutu daun dewasa berwarna hijau sampai hitam. Akibat serangan. terutama pada bagian tanaman yang dirusak hama. tanaman layu atau terkulai.) Hama ini sering disebut uler lutung (Jawa) atau hileud taneuh (Sunda) dan "Cutworms" (Inggris). Stadium hama yang merugikan tanaman adalah ulat atau larva. Aphis spp. 5. Waktu Penyemprotan Pestisida Pengendalian secara kimiawi dapat dilakukan dengan menggunakan insektisida Furadan 3 G atau Indofuran 3 G pada saat tanam atau disemprot Hostathion 40 EC dan lain-lain pada konsentrasi yang dianjurkan. Hama dan Penyakit  Hama 1. Gejala: menyerang tanaman dengan cara mengisap cairan selnya. Pengendalian non kimiawi: dilakukan dengan mengumpulkan ulat pada pagi atau siang hari. panjangnya antara 4-5 cm dan bersembunyi di dalam tanah. Kutu daun (Aphid. bagian sayap depannya bergaris-garis dan terdapat titik putih. 2.

3. Nematoda bintil akar Penyebab: mikro organisme nematoda Sista (Heterodera carotae). 2. (3) pembersihan sisa-sisa tanaman dari sekitar kebun. . (2) pergiliran tanaman dengan jenis lain yang tidak sefamili. Gejala: Pada daun terjadi bercakbercak kecil. berbenjol-benjol abnormal.5 EC dan lain-lain dengan dosis yang dianjurkan. Gejala: pada daun-daun yang sudah tua timbul bercak-bercak berwarna coklat muda atau putih dengan pinggiran berwarna coklat tua sampai hitam.2%. pemberaan lahan dan penggunaan nematisida seperti Rugby 10 G atau Rhocap 10 G. kemudian membusuk berwarna hitam sampai hitam kelam. Bercak daun Cercospora Penyebab: cendawan (jamur) Cercospora carotae (Pass. Busuk alternaria Penyebab: cendawan Alternaria dauci Kuhn.  Penyakit 1. Larva masuk ke dalam umbi dengan cara menggerek atau melubanginya. Gejala: umbi dan akar tanaman wortel menjadi salah bentuk. berwarna coklat tua sampi hitam yang dikelilingi oleh jaringan berwarna hijau-kuning (klorotik). Pada umbi ada gejala bercak-bercak tidak beraturan bentuknya. Pengendalian: pergiliran tanaman dengan jenis yang tidak sefamili atau disemprot insektisida Decis 2. Lalat atau magot (Psila rosae) Gejala: stadium hama yang sering merusak tanaman wortel adalah larvanya. Pengendalian: (1) disinfeksi benih dengan larutan fungisida yang mengandung tembaga klorida satu permil selama 5 menit. Pengendalian: melakukan pergiliran tanaman dengan jenis lain yang tidak sefamili.3.) Solheim. (4) penyemprotan fungisida yang mangkus dan sangkil seperti Dithane M-45 0. Pengendalian: sama dengan cara yang dilakukan pada Cercospora.

atau busuk secara tersendiri. umur panen sekitar 50-60 hari setelah tanam. Varietas Ideal dipanen pada umur 100-120 hari setelah tanam (hst).. Panen yang terlalu tua (terlambat) dapat menyebabkan umbi menjadi keras dan berkatu. ukuran umbi sebesar ibu jari tangan.. Demikian pula panen terlalu awal hanya akan menghasilkan umbi berukuran kecil-kecil. Varietas Caroline 95 hst. Varietas All Season Cross 120 hst. sehingga produksinya menurun (rendah). Varietas Royal Cross 110 hst. Pilih umbi yang baik sambil memisahkan umbi yang rusak. Panen ( Ciri dan Umur Panen)  Ciri Panen Ciri-ciri tanaman wortel sudah saatnya dipanen adalah sebagai berikut: o Tanaman wortel yang telah berumur ± 3 bulan sejak sebar benih atau tergantung varietasnya. o Ukuran umbi telah maksimal dan tidak terlalu tua. panjangnya antara 6-10 cm dan diameternya sekitar 1-2 cm. cacat.  Penyortiran dan Penggolongan a. Pascapanen  Pengumpulan Kumpulkan seluruh rumpun (tanaman) wortel yang usai dipanen pada suatu tempat yang strategis.. atau di gudang penyimpanan hasil. misalnya di pinggir kebun yang teduh.6. yaitu dengan mencabut seluruh tanaman bersama umbinya. Tanaman yang baik dan dipelihara secara intensif dapat menghasilkan umbi antara 20-30 ton/hektar. Khusus bila dipanen umur muda atau "Baby Carrot" dapat dilakukan dengan kriteria sebagai berikut: 1. . sehingga kualitasnya rendah atau tidak laku dipasarkan.  Cara Panen Cara panen wortel relatif gampang. Kultivar lokal Lembang 100-110 hst. 7. 2.

 Penyimpanan Simpan hasil panen wortel dalam wadah atau ruangan yang suhunya dingin dan berventilasi baik. Khusus untuk sasaran pasar Swalayan. Potong sebagian tangkai daun untuk disisakan sekitar 15-20 cm. .  Pengemasan dan Pengangkutan a. dan lain-lain di kota-kota besar. Gelael. Klasifikasikan umbi wortel yang baik berdasarkan ukuran dan bentuknya yang seragam. c. Angkut hasil wortel ke pasar dengan menggunakan alat angkut yang tersedia di daerah setempat. b.b. Hero. umbi wortel biasanya dikemas dalam kantong plastik atau kontainer polietilin bening. Ikat umbi wortel menjadi ikatan-ikatan tertentu sehingga praktis dalam pengangkutan dan penyimpanannya.

krupuk. asinan. dan selai Jus wortel Asinan wortel Selai wortel Sop Wortel Kerupuk Wortel .BAB III PENGOLAHAN WORTEL Pengolahan wortel ini berupa pembuatan mie wortel. jus.

Mie Wortel Bubur Wortel .

1984. Bandung . Sunarjono. Bertanam wortel. Rukmana. 1997. Jakarta : Trubus. Kunci Bercocok Tanam Sayur-sayuran Penting di Indonesia. 1995. H. Kumpulan kliping wortel. Sinar Baru.DAFTAR PUSTAKA Anonymous. Rahmat. Yogyakarta : Kanisius.