P. 1
WORTEL

WORTEL

|Views: 259|Likes:
Published by Kotopa Bobii

More info:

Published by: Kotopa Bobii on Jul 15, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/13/2015

pdf

text

original

MAKALAH BUDIDAYA DAN PASCA PANEN WORTEL

OLEH ADELINA WARBARNDIDO

DEPARTEMEN AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS NUSA BANGSA TAHUN 2013

Nantes dan Imperator. Asia dan Afrika yang kemudian menyebar sampai ke wilayah mediterania serta daerah-daerah lainnya. kelas angiospermae dan subkelas Dycotyledonae. Tanaman wortel diklasifikasikan sebagai famili umbellifera. Setelah tanaman berumur 2. Wortel banyak yang dihasilkan di daerah dataran tinggi Jawa Barat. Diantaranya ketiganya yang paling disukai adalah Chantenay karena rasanya yang lebih manis dibandingkan kedua varietas lainnya. Umbi wortel berwarna kuning kemerah-merahan karena kandungan karotennya yang tinggi Tanaman wortel dapat dibedakan menjadi beberapa varietas. . berakar tunggang yang kemudia akar tersebut berubah bentuk dan fungsinya menjadi umbi bulat panjang. batangnya pendek dan hampir tidak tampak dari permukaan tanah. Jawa Tengah dan Sumatera Utara. Tanaman wortel merupakan tanaman semusim yang berbentuk rumput. Wortel yang bermutu baik adalah wortel yang renyah.BAB I PENDAHULUAN Tanaman wortel berasal dari wilayah Eropa. Wortel diperbanyak dengan biji yang berasal dari tanaman yang sudah tua. manis dan berwarna kuning tua sampai orange serta umbi tidak berserabut. Penanaman dilakukan dengan cara menyebarkan biji-biji langsung ke tanah tanpa melalui persemaian lebih dahulu. langsing dan enak dimakan. Umumnya varietas yang ditanam di Indonesia adalah varietas Chantenay.5-4 bulan dilakukan pemanenan dan diperoleh wortel dalam keadaan yang optimum baik ukuran maupun warnanya. ordo Archychamydae.

Sulawesi Utara. UMUM 1. Asia dan akhirnya ke seluruh bagian dunia yang telah terkenal daerah pertaniannya. 3. . Sulawesi Tengah. Jenis Tanaman Dalam Kingdom Divisi Sub-Divisi Klas Ordo Famili Genus Spesies taksonomi tumbuhan. Berdasarkan hasil survei pertanian produksi tanaman sayuran di Indonesia (BPS. Kalimantan Timur.) bukan tanaman asli Indonesia. berasal dari negeri yang beriklim sedang (sub-tropis) yaitu berasal dari Asia Timur Dekat dan Asia Tengah. Maluku dan papua. Sejarah Singkat Wortel/carrots (Daucus carota L. Sumatera Barat. 2.398 hektar yang tersebar di 16 propinsi yaitu. Jawa Tengah. Afrika. Sumatera Selatan. menyebar luas ke kawasan Eropa. NTT. Rintisan budidaya wortel pada mulanya terjadi di daerah sekitar Laut Tengah. Namun dalam perkembangannya menyebar luas ke daerahdaerah sentra sayuran di Jawa dan Luar Jawa. Sumatera Utara. Bengkulu. Jawa Barat. Lampung. Bali. Jawa Timur. wortel diklasifikasikan sebagai berikut: : Plantae (tumbuh-tumbuhan) : Spermatophyta (tumbuhan berbiji) : Angiospermae : Dicotyledonae : Umbelliferales : Umbelliferae (Apiaceae) : Daucus : Daucus carrota L. Ditemukan tumbuh liar sekitar 6.BAB II PEMBAHASAN A. Sulawesi Selatan. 1991) luas areal panen wortel nasional mencapai 13.500 tahun yang lalu. Sentra Penanaman Di Indonesia budidaya wortel pada mulanya hanya terkonsentrasi di Jawa Barat yaitu daerah Lembang dan Cipanas.

yakni : a) Tipe Chantenay. merupakan tipe gabungan antara imperator dan chantenay. b) Tipe Imperator. . berbentuk bulat panjang dengan ujung runcing. tetapi bila dilihat bentuk umbinya dapat dipilih menjadi 3 golongan. c) Tipe Nantes. berbentuk bulat panjang dengan ujung yang tumpul.Tanaman wortel banyak ragamnya.

maka umbi yang terbentuk menjadi panjang kecil.000 S. B. paru-paru. . Media Tanam a. Wortel ini mengandung enzim pencernaan dan berfungsi diuretik.I vitamin A. tata udara dan tata airnya berjalan baik (tidak menggenang). Tanaman wortel pada permulaan tumbuh menghendaki cuaca dingin dan lembab. juga berkhasiat untuk penyakit dan memelihara kecantikan. Bahkan mengkonsumsi wortel sangat dianjurkan. Untuk pertumbuhan dan produksi umbi dibutuhkan suhu udara optimal antara 15. gusi berdarah dan sariawan. Jenis tanah yang paling baik adalah andosol.6-21. Bahkan dengan hanya mengunyah daun wortel dapat menyembuhkan luka-luka dalam mulut/nafas bau. jantung dan hati. Suhu udara yang terlalu tinggi (panas) seringkali menyebabkan umbi kecil-kecil (abnormal) dan berwarna pucat/kusam. Merupakan bahan pangan bergizi tinggi. Dalam setiap 100 gram bahan mengandung 12. terutama untuk menghadapi masalah kekurangan vitamin A. Iklim Tanaman wortel merupakan sayuran dataran tinggi. bila suhu udara terlalu rendah (sangat dingin). Tanaman ini bisa ditanaman sepanjang tahun baik musim kemarau maupun musim hujan. memperkuat mata. Manfaat Tanaman Wortel merupakan bahan pangan (sayuran) yang digemari dan dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Selain sebagai "gudang vitamin A serta nutrisi". gembur. SYARAT PERTUMBUHAN 1. b.1 derajat C. banyak mengandung bahan organik (humus). harga murah dan mudah mendapatkannya.4. Tanaman wortel membutuhkan lingkungan tumbuh dengan suhu udara yang dingin dan lembab. Meminum segelas sari daun wortel segar ditambah garam dan sesendok teh sari jeruk nipis berkhasiat untuk mengantisipasi pembentukkan endapan dalam saluran kencing. Keadaan tanah yang cocok untuk tanaman wortel adalah subur. 2. Jenis tanah ini pada umumnya terdapat di daerah dataran tinggi (pegunungan).

b. Bongkar (cabut) tanaman wortel pilihan tadi. Ketinggian Tempat Di Indonesia wortel umunya ditanam di dataran tinggi pada ketinggian 1. sumber benih yang menjadi bibit harus memenuhi syarat sebagai berikut: a) Tanaman tumbuh subur dan kuat. tanaman wortel akan sulit membentuk umbi. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA  Pembibitan a. d) Dari jenis yang berumur pendek.8. tetapi dapat pula membenihkan sendiri.5 untuk hasil optimal diperlukan pH 6. Penyiapan Benih Wortel diperbanyak secara generatif dengan biji-bijinya. Pilih tanaman wortel yang umurnya cukup tua (± 3 bulan). c) Bentuknya seragam.0. e) Berproduksi tinggi. kemudian amati umbinya . C.000-1. terutama atas jenis/varietas wortel lokal dan non hibrida.0-6. d. bercabang dan berambut. Persyaratan Benih Untuk mendapatkan hasil yang optimal.200 m dpl. Biji (benih) wortel dapat dibeli di toko-toko saran produksi pertanian terdekat. sering menyebabkan umbi wortel berserat. Tanaman ini dapat tumbuh baik pada keasaman tanah (pH) antara 5. b) Bebas hama dan penyakit/sehat.5-6. tetapi dapat pula ditanam di dataran medium (ketinggian lebih dari 500 m dpl.). Demikian pula tanah yang mudah becek atau mendapat perlakuan pupuk kandang yang berlebihan. tumbuhnya subur dan sehat. Para petani di sentra produksi sayuran sudah umum mempraktekan pembenihan (pembijian) wortel lokal dengan tahap-tahap pekerjaan sebagai berikut : i.c. Pada tanah yang pH-nya kurang dari 5. produksi dan kualitas kurang memuaskan. 3.

4. kemudian pupuk tersebut segera ditutup dengan tanah tipis . misal tampah hingga menjadi cukup kering. iii. Gosok-gosokan benih wortel dengan kedua belah telapak tangan agar diantara benih satu sama lain tidak berlekatan. lalu jemur hingga kering untuk diambil biji-bijinya. Petik tangkai buah wortel yang sudah tua (kering). viii. Tujuan dari perendaman benih adalah mempercepat proses perkecambahannya. 2. Buat alur-alur dangkal disepanjang barisan tanaman (umbi) wortel sejauh ± 5 cm dari batang (dalam bentuk lubang pupuk oleh tugal). Rendam benih wortel dalam air dingin selama 12-24 jam atau dalam air hangat suamsuam kuku (60 derajat C) selama 15 menit. Pilih benih wortel yang baik. padatkan tanahnya perlahan-lahan hingga menutup bagian leher batang. ix. murni. Tiriskan benih wortel dalam suatu wadah. Benih wortel sudah siap ditanam (disebar) di lahan kebun.Umbi wortel yang baik dan sehat jadikan pohon induk. pangkas pula tangkai daun bersama daunnya. dan daya kecambahnya tinggi (lebih dari 90%). sisakan 10 cm yang lekat pada umbi. vi. Tanam umbi wortel pada lubang tanam. Pelihara kebun bibit wortel selama ± 3 bulan hingga menghasilkan tangkai buah dan biji dalam jumlah banyak. warna kulit mengkilap kuning/jingga dan halus. yakni berasal dari varietas unggul. . Siapkan lahan untuk kebun pembibitan wortel dapat bentuk bedengan-bedengan yang diolah secara sempurna (dipupuk kandang optimal). v. ii. bentuk normal (tidak cacat). 3. Buat lubang tanam dengan alat bantu cangkul/tunggal pada jarak tanam 40-60 cm x 40-60 cm. Tatacara penyiapan benih wortel adalah sebagai berikut: 1. Potong ujung umbi wortel maksimal sepertiga bagian. Lakukakan pemberian pupuk buatan berupa campuran ZA+SP+KCL (1:2:2) sebanyak 10 gr/tanaman. vii. iv.

baik sejajar dengan barisan maupun dilarutkan dalam air untuk disiramkan kepada tanah. dan diberi pupuk kandang atau kompos sebanyak 15 ton setiap hektarnya. Biji wortel akan mulai berkecambah setelah 8-12 hari. Teknik Penyemaian Benih Biji wortel di taburkan langsung di tempat penanaman. Pupuk yang diberikan berupa ZA 2 kuintal dan ZK 1 kuintal/hektar diletakkan sejauh 5 cm dari batangnya. Sisakan tanaman yang pertumbuhannya baik dan sehat pada jarak 5-10 cm. hingga siap ditanam. d. pemeliharaan wortel relatif mudah.c. tanahnya diolah cukup dalam dan sempurna. Untuk mengendalikan hama serangga Semiaphis aphid dan S. Persiapan Mula-mula tanah dicangkul sedalam 40 cm. daucisi penyerang daun serta lalat Psilarosae pelubang umbi wortel perlu disemprot insektisida yang dianjurkan. yakni penyiangan bersamaan dengan pemupukan pada waktu tanaman berumur 1 bulan sejak tanam. dapat disebarkan merata di bedengan atau dengan dicicir memanjang dalam barisan. . kemudian diberi pupuk kandang 20 ton/ha. Tanah yang telah diolah itu diratakan dan dibuat alur sedalam 1 cm dan jarak antara alur 15-20 cm. Untuk merangsang pembentukkan umbi yang optimal perlu ditunjang pembubunan dan pengguludan sekaligus memperjarang tanaman yang tumbuhnya sangat rapat. misal Folidol 0. Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Selama ditanam. Para petani sayuran jarang menggunakan lebih dari 10 kg benih untuk tiap hektar. kemudian kalau sudah tumbuh dapat dilakukan penjarangan sehingga tanaman wortel itu berjarak 3-5 cm satu sama lain. Idealnya dipersiapkan dalam bentuk bedengan-bedengan selebar 100 cm dan langsung dibuat alur-alur/larikan jarak 20 cm.2%. Kebutuhan benih untuk penanaman setiap are antara 150-200 gram. baik dicampur maupun menurut larikan sambil meratakan tanah. Jarak barisan paling tidak 15 cm.  Pengolahan Media Tanam 1. Areal yang akan dijadikan kebun wortel.

Olah tanah sedalam 30-40 cm hingga strukturnya gembur dengan alat bantu cangkul. tinggi 30-40 cm. Pada tanah yang masih subur (bekas kubis atau kentang). b.  Pemupukan a. Dolomit atau Zeagro 1 secara merata di permukaan tanah. Sebarkan pupuk kandang yang telah matang (jadi) sebanyak 15-20 ton/ha di permukaan bedengan. Dosis kapur yang diberikan berkisar antara 0. Bersihkan lahan dari rumput-rumput liar (gulma). Pembukaan Lahan  Membuka Lahan a.  Pengapuran a.  Mengolah Tanah a. agar kelak keadaan tanah benar-benar matang. Bila tidak turun hujan. b. Biarkan tanah di kering anginkan selama minimal 15 hari. b. b.2. Olah tanah untuk kedua kalinya dengan cangkul hingga struktur tanah bertambah gembur. Lakukan pengapuran bila pH tanah asam di bawah 5 dengan cara menaburkan bahan kapur seperti Calcit. tanah yang telah dikapur sebaiknya disiram (diairi) hingga cukup basah. Ratakan permukaan bedengan hingga tampak datar dan rapi. batu kerikil dan sisa tanaman lain. bajak/traktor.24 ton/ha. pemberian pupuk dapat ditiadakan. kemudian campurkan dengan lapisan tanah atas secara merata. Babat pohon-pohon atau semak-semak maupun tanaman lain yang tidak berguna.  Pembentukan Bedengan a.75-10. Campurkan kapur dengan lapisan tanah atas (top soil) sambil dibalikan hingga benar-benar merata. jarak antar bedengan 50-60 cm dan panjang tergantung pada keadaan lahan. b. . Buat bedengan-bedengan dengan ukuran lebar 120-150 cm.

Sebarkan (taburkan) benih wortel secara merata dalam alur-alur/garitan-garitan yang tersedia. Sebarkan pupuk tersebut secara merata.  Cara Penanaman Tata cara penanaman (penaburan) benih wortel melalui tahap-tahap sebagai berikut: a. Tutup benih wortel dengan tanah tipis sedalam 0. Teknik Penanaman  Penentuan Pola Tanaman Tanah kebun dicangkul sedalam 30-40 cm dan digemburkan.  Pembuatan Lobang Tanam Tanah diolah sedalam 30-40 cm hingga strukturnya gembur dengan menggunakan traktor/bajak dan alat cangkul. 4. Setelah benih wortel tumbuh di permukaan tanah. sehingga hasil produksinya dapat tinggi. Jenis pupuk yang diberikan adalah campuran TSP ± 400 kg (± 200 kg P2 O5/ha) dengan KCl 150 kg (± 75 kg K2O/ha). Tujuan penjarangan adalah untuk memperoleh tanaman wortel cepat tumbuh dan subur. Setelah itu di buat bedengan tanaman selebar kurang lebih 100 cm dan dibuat guritan dengan jarak kurang lebih 20 cm. Pemeliharaan Tanaman  Penjarangan dan Penyulaman Penjarangan tanaman wortel dilakukan pada saat tanaman berumur 1 bulan setelah tanam. . e.5-1 cm. Tutup tiap garitan (alur) dengan dedaunan kering atau pelepah daun pisang selama 710 hari untuk mencegah hanyutnya benih wortel oleh percikan (guyuran) air sekaligus berfungsi menjaga kestabilan kelembaban tanah. kemudian tutup dengan tanah tipis. d. c.3. Buat alur-alur dangkal sejauh 5 cm dari tempat benih arah barisan (memanjang) untuk meletakkan pupuk dasar. b. penutup tadi segera di buka kembali.

sehingga harus disiangi. Penyiangan Rumput-rumput liar (gulma) yang tumbuh disekitar kebun merupakan pesaing tanaman wortel dalam kebutuhan air. terutama sehabis hujan. yakni pada saat tanaman wortel berumur 1 bulan. Cara pemupukan yang baik adalah dengan menyebarkan secara merata dalam alur-alur atau garitan-garitan dangkal atau dimasukkan ke dalam lubang pupuk (tugal) sejauh 5-10 cm dari batang wortel. sehingga perlu disiram (diairi) secara kontinue 1-2 kali sehari. yaitu pada saat tanaman akan membentuk umbi. Rumput liar yang tumbuh dalam parit dibersihkan agar tidak menjadi sarang hama dan penyakit.  Pemupukan Jenis pupuk yang digunakan untuk pemupukan susulan adalah urea atau ZA. kemudian ditimbunkan ke bagian pangkal batang wortel agar kelak umbinya tertutup oleh tanah.  Pengairan dan Penyiraman Pada fase awal pertumbuhannya. Hal penting yang harus diperhatikan adalah agar tanah tidak kekeringan. Waktu pemberian pupuk susulan dilakukan bersamaan dengan kegiatan penyiangan. Cara menyiangi yang baik adalah membersihkan rumput liar dengan alat bantu kored/cangkul. Waktu penyiangan biasanya saat tanaman wortel berumur 1 bulan. Bila tanaman wortel sudah tumbuh besar. . sinar matahari. kemudian segera ditutup dengan tanah dan disiram atau diairi hingga cukup basah. Dosis pupuk yang adalah urea 100 kg/ha atau ZA 200 kg/ha. Saat pendangiran ini dilakukan juga pembubunan. Tanah di sekitar barisan tanaman wortel digemburkan.  Pembubunan Pendangiran dilakukan pada saat umur tanaman 1 bulan. maka pengairan dapat dikurangi. bersamaan dengan penjarangan tanaman dan pemupukan susulan. tanaman wortel memerlukan air yang memadai. unsur hara dan lain-lain. terutama pada musim kemarau.

hidup berkelompok di bawah daun atau pada pucuk tanaman. dari tempat yang dicurigai bekas serangannya untuk segera dibunuh. 5. Gejala: menyerang tanaman dengan cara mengisap cairan selnya.) Hama ini sering disebut uler lutung (Jawa) atau hileud taneuh (Sunda) dan "Cutworms" (Inggris). Hama dan Penyakit  Hama 1. . menjaga kebersihan kebun dan pergiliran tanaman. Pengendalian non kimiawi: dilakukan dengan mengumpulkan ulat pada pagi atau siang hari.) Ciri: kutu daun dewasa berwarna hijau sampai hitam. Kutu daun (Aphid. 2. bagian sayap depannya bergaris-garis dan terdapat titik putih. sehingga menyebabkan daun keriting atau abnormal. Waktu Penyemprotan Pestisida Pengendalian secara kimiawi dapat dilakukan dengan menggunakan insektisida Furadan 3 G atau Indofuran 3 G pada saat tanam atau disemprot Hostathion 40 EC dan lain-lain pada konsentrasi yang dianjurkan. Ulat tanah (Agrotis ipsilon Hufn. panjangnya antara 4-5 cm dan bersembunyi di dalam tanah. terutama pada bagian tanaman yang dirusak hama. Akibat serangan. Ciri: ulat tanah adalah berwarna coklat sampai hitam. tanaman layu atau terkulai. Pengendalian kimiawi: dengan menggunakan insektisida Furadan 3G atau Indofuran 3G pada saat tanam atau disemprot Hostathion 40 EC dan lain-lain pada konsentrasi yang dianjurkan. Gejala: ulat tanah menyerang bagian pucuk atau titik tumbuh tanaman wortel yang masih muda. Aphis spp. Pengendalian: mengatur waktu tanam secara serempak dalam satu hamparan lahan untuk memutus siklus hidupnya. Serangga dewasa berupa kupu-kupu berwarna coklat tua. Stadium hama yang merugikan tanaman adalah ulat atau larva.

Nematoda bintil akar Penyebab: mikro organisme nematoda Sista (Heterodera carotae). (2) pergiliran tanaman dengan jenis lain yang tidak sefamili. Pengendalian: melakukan pergiliran tanaman dengan jenis lain yang tidak sefamili. Pengendalian: pergiliran tanaman dengan jenis yang tidak sefamili atau disemprot insektisida Decis 2. Bercak daun Cercospora Penyebab: cendawan (jamur) Cercospora carotae (Pass. Lalat atau magot (Psila rosae) Gejala: stadium hama yang sering merusak tanaman wortel adalah larvanya.2%. (3) pembersihan sisa-sisa tanaman dari sekitar kebun. 2. 3.5 EC dan lain-lain dengan dosis yang dianjurkan.  Penyakit 1. . Pada umbi ada gejala bercak-bercak tidak beraturan bentuknya. Gejala: umbi dan akar tanaman wortel menjadi salah bentuk. Pengendalian: (1) disinfeksi benih dengan larutan fungisida yang mengandung tembaga klorida satu permil selama 5 menit. Pengendalian: sama dengan cara yang dilakukan pada Cercospora. kemudian membusuk berwarna hitam sampai hitam kelam. berbenjol-benjol abnormal. Busuk alternaria Penyebab: cendawan Alternaria dauci Kuhn.3. (4) penyemprotan fungisida yang mangkus dan sangkil seperti Dithane M-45 0.) Solheim. pemberaan lahan dan penggunaan nematisida seperti Rugby 10 G atau Rhocap 10 G. Gejala: Pada daun terjadi bercakbercak kecil. Larva masuk ke dalam umbi dengan cara menggerek atau melubanginya. berwarna coklat tua sampi hitam yang dikelilingi oleh jaringan berwarna hijau-kuning (klorotik). Gejala: pada daun-daun yang sudah tua timbul bercak-bercak berwarna coklat muda atau putih dengan pinggiran berwarna coklat tua sampai hitam.

Demikian pula panen terlalu awal hanya akan menghasilkan umbi berukuran kecil-kecil. sehingga kualitasnya rendah atau tidak laku dipasarkan. 2. o Ukuran umbi telah maksimal dan tidak terlalu tua. Panen yang terlalu tua (terlambat) dapat menyebabkan umbi menjadi keras dan berkatu. . sehingga produksinya menurun (rendah). Pilih umbi yang baik sambil memisahkan umbi yang rusak. Khusus bila dipanen umur muda atau "Baby Carrot" dapat dilakukan dengan kriteria sebagai berikut: 1. cacat. Varietas Caroline 95 hst. atau di gudang penyimpanan hasil.6.  Penyortiran dan Penggolongan a. Panen ( Ciri dan Umur Panen)  Ciri Panen Ciri-ciri tanaman wortel sudah saatnya dipanen adalah sebagai berikut: o Tanaman wortel yang telah berumur ± 3 bulan sejak sebar benih atau tergantung varietasnya. panjangnya antara 6-10 cm dan diameternya sekitar 1-2 cm. Varietas Royal Cross 110 hst. yaitu dengan mencabut seluruh tanaman bersama umbinya.  Cara Panen Cara panen wortel relatif gampang.. Pascapanen  Pengumpulan Kumpulkan seluruh rumpun (tanaman) wortel yang usai dipanen pada suatu tempat yang strategis. misalnya di pinggir kebun yang teduh. umur panen sekitar 50-60 hari setelah tanam. atau busuk secara tersendiri. Tanaman yang baik dan dipelihara secara intensif dapat menghasilkan umbi antara 20-30 ton/hektar. Varietas All Season Cross 120 hst. 7. ukuran umbi sebesar ibu jari tangan. Varietas Ideal dipanen pada umur 100-120 hari setelah tanam (hst)... Kultivar lokal Lembang 100-110 hst.

b. Khusus untuk sasaran pasar Swalayan. Ikat umbi wortel menjadi ikatan-ikatan tertentu sehingga praktis dalam pengangkutan dan penyimpanannya. umbi wortel biasanya dikemas dalam kantong plastik atau kontainer polietilin bening. .  Penyimpanan Simpan hasil panen wortel dalam wadah atau ruangan yang suhunya dingin dan berventilasi baik. dan lain-lain di kota-kota besar. Hero. c. Gelael. Angkut hasil wortel ke pasar dengan menggunakan alat angkut yang tersedia di daerah setempat. Potong sebagian tangkai daun untuk disisakan sekitar 15-20 cm. Klasifikasikan umbi wortel yang baik berdasarkan ukuran dan bentuknya yang seragam.b.  Pengemasan dan Pengangkutan a.

dan selai Jus wortel Asinan wortel Selai wortel Sop Wortel Kerupuk Wortel . asinan.BAB III PENGOLAHAN WORTEL Pengolahan wortel ini berupa pembuatan mie wortel. krupuk. jus.

Mie Wortel Bubur Wortel .

Bandung .DAFTAR PUSTAKA Anonymous. Rukmana. Sunarjono. H. 1995. Rahmat. Jakarta : Trubus. Bertanam wortel. Kunci Bercocok Tanam Sayur-sayuran Penting di Indonesia. 1984. Yogyakarta : Kanisius. Kumpulan kliping wortel. Sinar Baru. 1997.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->