P. 1
Pengkajian Jantung

Pengkajian Jantung

|Views: 6|Likes:
Published by barcelomania
hgfhjgjhkhjjk
hgfhjgjhkhjjk

More info:

Categories:Types, Recipes/Menus
Published by: barcelomania on Jul 15, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/06/2014

pdf

text

original

Pengkajian a.

Riwayat kesehatan Pengkajian keperawatan pada pasien jantung akut memerlukan riwayat kesehatan yang berbeda dari pasien jantung kronis atau stabil. Pasien yang mengalami infark miokardium akut (biasanya disebut serangan jantung) memerlukan intervensi medis dan perawatan segera dan mungkin tindakan penyelamatan nyawa misalnya, pengurangan nyeri dada atau pencegahan disritmia. Untuk pasien seperti ini beberapa pertanyaan terpilih mengenai nyeri dada dan gejala yang berhubungan (seperti nafas pendek atau palpitasi), alergi obat, dan riwayat merokok ditanyakan bersamaan dengan pengkajian kecepatan, irama jantung, tekanan darah, dan pemasangan pipa infus. Saat merawat jantung kronis, perawat pertama kali harus memusatkan pada pengkajian jantung dan curah jantung. Pasien dengan penyakit arteri koroner asterosklerotik biasanya mengalami gejala dibawah ini :  Nyeri dada (angina pektoris atau infark miokardium)  Napas pendek, kelelahan, dan penurunan haluaran urin (gagal jantung kiri dengan penuruna curah jantung)  Palpitasi dan pusing (disritmia akibat iskemia [suplai darah yang tidak memadai], aneurisma, stress atau ketidakseimbangan elektrolit)  Edema dan pertambahan berat badan (gagal jantung kanan)  Hipotensi postural dengan pusing dan rasa melayang pada saat berdiri (kehilangan volume intravaskuler akibat terapi diuretik) Pasien dengan penyakit katup dapat mengalami gejala gagal jantung, disritmia, dan nyeri dada. Bila pasien mengalami nyeri dada, langkah pertanyaan harus fokuskan untuk menyingkirkan kondisi serius dan mengancam jiwa, seprti infark miokardium, dibandingkan kondisi yang kuarang serius atau yang dapat ditangani dengan cara lain. Tidak senuanya di dada berhubungan dengan iskemia miokardium (aliran darah ke jantung yang tidak memadai). Namun ada berbagai poin penting yang harus diingat, saat mengevaluasi nyeri dada:  Hanya terdapat hubungan kecil antara beratnya nyeri dada dan beratnya penyebab. Bebrapa pasien, seperti manula atau diabetes, mungkin tidak merasakan nyeri saat mengalami angina atau infark miokardium. Kelelahan mungkin jadi gejala Ada hubungan yang buruk antara lokasi nyeri dan sumbernya Pasien bisa saja mengalami berbagai masalah klinis secara bersamaan.

 

harus dianggap bahwa nyeri dadanya adalah disebabkan karena iskemia sampai dapat bukti lain. Pada pasien dengan riwayat penyakit arteri koroner arterosklerosis. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->