Hakikat filasafat dan filsafat ilmu 1.

Faktor pendorong timbulnya filsafat dan ilmu Suatu peristiwa atau kejadian pada dasranya tidak pernah lepas dari peristiwa lain yang mendahuluinya. Begitu pula terjadinya perkembangan filsafat dan ilmu. a. Manusia merupakan makhluk berakal budi Dengan akal budinya manusia dapat berpikir abstrak dan konseptual sehingga disebut sebagai homo sapiens. Pada diri manusia melekat kehausan intelektual (intellectual curiosity), yang ditandai dengan munculnya berbagai macam pertanyaan karena bertanya adalah berpikir dan berpikir dimanifestasikan dalam bentuk pertanyaan. b. Manusia memiliki rasa kagum (thauma) pada alam semesta dan segala isinya Manusia merupakan makhluk yang memiliki rasa kagum pada apa yang diciptakan oleh Sang Pencipta. Rasa kekaguman tersebut mendorong manusia untuk lebih lagi mengetahui alam semesta itu apa, bagaimana asal usulnya (masalah kosmologis). Ia juga berusaha mengetahui dirinya sendiri, mengenai eksistensi, hakikat dan tujuan hidupnya. c. Manusia senantiasa menghadapi masalah Masalah yang dihadapi manusia (aporia) merupakan faktor yang mendorong timbulnya filsafat dan ilmu. Masalah mendorong manusia untuk berbuat dan mencari jalan keluar yang tidak jarang menghasilkan temuan yang sangat berharga (necessity is the mother of science). 2. Hakikat Filsafat a. Pengertian filsafat Diambil dari bahasa Yunani philo (love of) dan shopia (wisdom). Secara etimologis filsafat artinya cinta atau gemar akan kebijakan (love of wisdom). Filsafat berarti hasrat atau keinginan yang sungguh-sungguh akan kebenaran yang sejati. Filsafat dipandang sebagai suatu usaha untuk berpikir secara radikal dan menyeluruh, suatu cara berpikir dengan mengupas sesuatu sedalam-dalamnya. b. Objek filsafat 1) Objek material filsafat adalah segala sesuatu yang ada, yang meliputi: ada dalam kenyataan, ada dalam pikiran, dan yang ada dalam kemungkinan (Lasiyo dan Yuwono, 1994) 2) Objek formal filsafat adalah hakikat dari segala sesuatu yang ada (Lasiyo dan Yuwono, 1994). c. Sistematika filsafat filsafat telah mengalami perkembangan yang pesat yang ditandai dengan bermacammacam aliran dan cabang. 1) Aliran-aliran filsafat Aliran filsafat diantaranya adalah realisme, rasionalisme, empirisme, idealisme, materialisme, eksistensialisme. 2) Cabang-cabang filsafat Cabang filsafat diantaranya adalah metafisika, epistemologi, logika, etika, estetika, filsafat sejarah, filsafat politik. 3. Hakikat Filsafat Ilmu a. Pengertian filsafat ilmu 1) A. Cornelius Benjamin (dalam The Liang Gie, 19 : 58) memandang filsafat ilmu sebagai berikut. ”That philosophic discipline which is the systematic study of the nature of science, especially of its methods, its concepts and presuppositions, and its place in the general scheme of intellectual disciplines.” Filsafat ilmu, merurut Benjamin, merupakan cabang dari filsafat yang secara sistematis menelaah sifat dasar

tetapi pengetahuan yang mempersyaratkan objek. epistemologis dan aksiologis. Objek filsafat ilmu 1) Objek material filsafat ilmu adalah ilmu 2) Objek formal filsafat ilmu adalah ilmu atas dasar tinjauan filosofis. ilmu merupakan keseluruhan pengetahuan yang tersusun secara sistematis dan logis dan bukanlah sekadar kumpulan fakta. dan produk. khususnya mengenai metoda. Menurut Rinjin (1997 : 57-58). Sebagai proses. The Liang Gie (1991 : 90). merupakan paham yang berdasarkan naturalisme. dan pengetahuan ilmiah oleh The Liang Gie (1991 : 88) digambarkan sebagai segitiga. Sedangkan objek formal adalah pusat . Menurut supernaturalisme. ilmu merupakan pengetahuan yang tersusun secara sistematis. ilmu terwujud dalam aktivitas penelitian. yang dapat dipelajari dan dengan demikian dapat diketahui. dan praanggapan-praanggapannya. yaitu secara ontologis. menyatakan bahwa ilmu dapat dipandang sebagai proses. Kesatuan dan interaksi antara aktivitas. menurut Jujun S. yang dalam bahasa Inggris dinyatakan dengan knowledge. Aktivitas Ilmu Metode Pengetahuan 3. Objek Ilmu Objek setiap ilmu dibedakan menjadi dua : objek material dan objek formal. Karakteristik filasafat ilmu karakteristik filsafat ilmu dapat dibagi menjadi 2. metoda.ilmu. Ada beberapa tafsiran tentang kenyataan diantaranya adalah supernaturalisme dan naturalisme. atau prinsip. 2. Tokoh yang dipandang sebagai pioner materialisme adalah Democritos (460-370 SM). hukum. A. Beberapa tafsiran Metafisika Ontologi merupakan cabang dari metafisika yang membicarakan eksistensi dan ragam-ragam dari suatu kenyataan. c. b. Dan sebagai produk. termasuk di dalamnya adalah ilmu. epistemologis dan aksiologis. konsepkonsep. (2005 : 104). 2) Conny Semiawan at al (1998 : 45) menyatakan bahwa filsafat ilmu pada dasarnya adalah ilmu yang berbicara tentang ilmu pengetahuan (science of sciences) yang kedudukannya di atas ilmu lainnya. Hakikat ilmu Pengetahuan. mengganggap bahwa gejalagejala alam tidak disebabkan oleh pengaruh kekuatan gaib tetapi oleh kekuatan yang terdapat dalam itu sendiri. serta letaknya dalam kerangka umum dari cabang-cabang pengetahuan intelektual. pada hakikatnya merupakan segenap apa yang kita ketahui tentang suatu objek tertentu. Objek material adalah fenomena di dunia ini yang ditelaah ilmu. Materialisme. yaitu: 1) Filsafat ilmu merupakan cabang dari filsafat 2) Filsafat ilmu berusaha menelaan ilmu secara filosofis dari sudut pandang ontologis. metoda. prosedur. bahwa terdapat wujud-wujud yang bersifat gaib (supernatural) dan wujud ini bersifat lebih tinggi atau lebih kuasa dibanding wujud alam yang nyata. Sebagai prosedur. teori. ilmu tidak lain adalah metoda ilmiah. Dimensi Ontologis Ilmu 1. jadi ilmu merupakan bagian dari pengetahuan yang diketahui oleh manusia di samping berbagai pengetahuan lainnya seperti seni dan agama.

1) Deskripsi Deskripsi merupakan pernyataan yang bersifat menggambarkan tentang bentuk. pembagian sistematis. ciri. dan e. Atau dengan kata lain. preskripsi. Saling hubungan di antara berbagai komponen tersebut merupakan struktur dari pengetahuan ilmiah. c. peranan dan hal rinci lainnya dari fenomena yang dipelajari ilmu. objek formal merupakan kajian terhadap objek material atas dasar tinjauan atau sudut pandang tertentu. Jenis-jenis sasaran Ada bermacam-macam fenomena yang ditelaah ilmu. 2) Preskripsi Preskripsi merupakan bentuk pernyataan yang berupa petunjuk-petunjuk atau ketentuan mengenai apa yang perlu berlangsung atau sebaiknya dilakukan berkenaan dengan objek formal ilmu. a. ciri-ciri pokok. Dengan demikian ilmu terdiri dari komponenkomponen yang saling berhubungan. bentukbentuk pernyataan. 4) Rekonstruksi historis Rekonstruksi hstoris merupakan suatu bentuk pernyataan yang berusaha mengambarkan atau menceritakan sesuatu secara kronologis. 4. yaitu : deskripsi. eksposisi pola. yaitu azaz ilmiah.perhatian ilmuwan dalam penelaahan objek material. 3) Teori ilmiah Teori ilmiah adalah sekumpulan proposisi yang saling berkaitan secara logis berkenaan dengan penjelasan terhadap sejumlah fenomena. 3) Eksposisi pola Bentuk ini biasanya memaparkan pola-pola dalam sekumpulan sifat. Bentuk-bentuk pernyataan Kumpulan pernyataan yang merupakan penjelasan ilmiah terdiri dari empat bentuk (The Liang Gie. susunan. yaitu : a. Dari bermacam-macam fenomena tersebut The Liang Gie (1991 : 141) telah mengidentifikasi 6 macam fenomena yang menjadi objek material ilmu. kaidah ilmiah dan teori ilmiah. ragam-ragam proposisi. yaitu : 1) ide abstrak 2) benda fisik 3) jasad hidup 4) gejala rohani 5) peristiwa sosial 6) proses tanda b. Menurut The Liang Gie (1991 : 139) sistem pengetahuan ilmiah mencakup lima kelompok unsur. d. 1991 : 142-143). 1) Azaz ilmiah Azaz ilmiah adalah sebuah proposisi yang mengandung kebenaran umum berdasarkan fakta-fakta yang diamati. Struktur ilmu Ilmu sebagai produk merupakan suatu sistem pengetahuan yang di dalamnya berisi penjelasan-penjelasan tentang berbagai fenomena yang menjadi objek kajiannya. 2) Kaidah ilmiah Kaidah ilmiah adalah suatu proposisi yang mengungkapkan keajegan atau hubungan tertib yang dapat diuji kebenarannya. Ragam-ragam proposisi Ilmu juga memiliki ragam-ragam proposisi. kecenderungan atau proses lainnya dari fenomena yang ditelaah. b. Ciri-ciri pokok ilmu . dan rekonstruksi historis. jenis-jenis sasaran. c. d.

Teori-teori kebenaran ada beberapa teori yang berbicara tentang kebenaran. Huitt (1998). diteliti kembali. 2) Keumuman (Generality) Ciri keumuman menunjuk pada kualitas pengetahuan ilmiah untuk merangkum berbagai fenomena yang senantiasa makin luas dengan penentuan konsep-konsep yang paling umum dalam pembahasannya. 6) Komunalitas Ciri komunalitas mengandung arti bahwa ilmu merupakan pengetahuan yang menjadi milik umum (public knowledge). B. Dengan cara-cara tersebut dapat diperoleh diperoleh kebenaran pengalaman atau kebenaran indera. Penelitian yang telah dilakukan harus dipublikasikan dan tidak boleh disimpan untuk kepentingan pribadi / kelompok. yaitu teori koherensi. intuisi. Dimensi Epistemologis Ilmu 1. 3) Rasionalitas Ciri rasionalitas berarti bahwa ilmu sebagai pengetahuan ilmiah bersumber pada pemikiran rasional yang mematuhi kaidah-kaidah logika. Kebenaran a.1) Sistematisasi Sistematisasi memiliki arti bahwa pengetahuan ilmiah tersusun sebagai suatu sistem yang di dalamnya terdapat pernyataan-pernyataan yang berhubungan secara fungsional. dan ilmu.Evaluation. kebenaran intuitif. kebenaran filosofis. 2. kebenaran filosofis dan kebenaran ilmiah. yaitu kebenaran pengalaman. dan kebenaran ilmiah. kebenaran religius. dalam artikelnya yang berjudul “Measurement. diuji ulang oleh ilmuan lain. menyatakan bahwa ada lima macam cara untuk mendapatkan pengetahuan yang benar (kebenaran) yaitu : pengalaman. kebenaran intuisi. 4) Objektivitas Ciri objektivitas ilmu merujuk pada keharusan untuk bersikap objektif dalam mengkaji suatu kebenaran ilmiah tanpa melibatkan unsur emosi dan kesukaan. filsafat. suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koheren atau konsisten dengan pernyataan sebelumnya yang dianggap benar. and Research : Ways of Knowing”. agama. kebenaran religius. b. 2) Teori korespondensi . 1) Teori koherensi Menurut teori koherensi. Cara-cara mendapatkan pengetahuan W. Jenis-jenis kebenaran cara memperoleh kebenaran dibedakan menjadi lima jenis. teori korespondensi dan teori pragmatisme. 5) Verifiabilitas Verifiabilitas berarti bahwa pengetahuan ilmiah harus dapat diperiksa kebenarannya.

c. Adanya masalah membuat proses kegiatan berpikir dimulai. Teori merupakan abstraksi intelektual di mana pendekatan secara rasional digabungkan dengan pengalaman empiris. c. f. wawancara dengan narasumber yang terkait dengan permasalahan yang akan dicarikan solusi pemecahannya. artinya pendapat yang merupakan uraian kefilsafatan itu harus saling berhubungan secara teratur dan terkandung adanya maksud atau tujuan tertentu. Menentukan khasanah pengetahuan ilmiah. apa pun teori yang menjembatani keduanya. metode filsafat ilmu Ilmu dapat dicari menggunakan prosedur yang disebut dengan metode ilmiah. yang mempunyai langkah-langkah yang sistematik. d. Bertanggungjawab. Universal. merupakan langkah dalam metode ilmiah berisi kumpulan informasi-informasi ilmiah yang digali melalui berbagai literatur ilmiah. artinya seseorang yang berfilsafat adalah orang yang berpikir sekaligus bertanggungjawab terhadap hasil pemikirannya. 2001). artinya pemikiran filsafat menyangkut pengalaman umum manusia. artinya mencakup atau menyeluruh. Ilmu dimulai dengan fakta dan diakhiri dengan fakta pula. Sistematis. Artinya merupakan hasil generalisasi dan abstraksi pengalaman manusia d. Bebas.Ciri berfikir kefilsafatan dapat dikemukakan sebagai berikut : a. Metode ilmiah dalam pelaksanaanya menggunakan langkahlangkah yang melibatkan dua cara berpikir yaitu cara berpikir deduktif dan cara berpikir induktif dalam membangun tubuh pengetahuannya. koheren artinya sesuai kaidah-kaidah berpikir logis. Penyusunan hipotesis. Konsisten artinya taat asas. arinya sampai batas-batas yang luas h. mrupakan langkah keempat dalam metode ilmiah berisi jawaban sementara atau dugaan sementara terhadap pertanyaan yang diajukan . e. merupakan langkah ketiga dalam metode ilmiah berisi argumentasi yang dibangun berdasarkan khasanah ilmu pengetahuan ilmiah yang diambil sebagai landasan teori . Radikal. sehingga menjelaskan hubungan yang mungkin terdapat antara berbagai faktor yang saling terkait dan membentuk konstelasi permasalahan atau hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. merupakan langkah pertama dalam metode ilmiah berisi pertanyaan mengenai objek empiris yang helas batas-batasnya dan dapat diidentifikasi faktor-faktor yag terkait di dalamnya. Komprehensif. g. tidak mengandung kontradiksi. Kerangka berpikir ilmiah yang berintikan logico-hypotetico-berifikatif ini pada dasaranya terdiri dari langkahlangkah sebagai berikut : a. Artinya teori ilmu merupakan suatu penjelasan rasional yang berkesesuaian dengan objek yang dijelaskannya. 2. Metode ilmiah merupakan ekspresi mengenai cara bekerja pikiran tersebut. dan proses berpikir diarahkan pada pengamatan objek yang bersangkutan yang bereksistensi dalam dunia empiris. b. Konseptual. Koheren dan konsisten. jurnal ilmiah. Rumusan masalah. Metode dapat diartikan sebagai suatu proses atau cara mengetahui sesuatu. diskusi ilmiah. artinya berpikir sampai ke akar-akarnya sampai substansi yang dipikirkan b. paling tidak terhadap hati nuraninya sendiri (Mustansyir dan Munir. Penyusunan kerangka berpikir dalam penyusunan hipotesis.

Filsafat alam. Masalah epistemologi (epistemological problem) 4. 2. Avrun Astroll dalam buku mereka. Philosophy Made Simple. Prof. Logika. Section V Theory of Knowledge (teori pengetahuan) 6. Masalah teologis (theological problem) 2. Richard H. merupaan langkah keenam dalam metode ilmiah berisi penilaian apakah hipotesis yang diajukan berdasarkan data yang ditemukan di lapangan diterima atau ditolak. Lingkungan masalah nilai (teori nilai etika. Lingkungan masalah keadaan (metafisika manusia. 8. estetika yang bernilai berdasarkan religi). Section III Mataphysics (metafisika) 4. Pengujian hipotesis. Section I Ethics (etika) 2. 3. 7. Masalah sejarah (historical problem) c. Secton VII Contempory Philosophy d. teori pengetahuan dan logika) 3. Masalah etika (ethical problem) 5. Albuerey Castel membagi masalah filsafat menjadi enam bagian. D. Dr. 5. Penarikan kesimpulan. Popkin dan Dr. Masalah politik (political problem) 6. Section IV Philosophy of Religion (filsafat agama) 5. M. f. merupakan langkah kelima dalam metode ilmiah berisi kegiatan pengumpulan fakta atau data-data empiris yang relevan dengan hipotesis yang diajukan. 9. J. Langeveld mengatakan : filsafat adalah ilmu kesatuan yang terdiri atas tiga lingkungan masalah : 1.dalam perumusan masalah. rumusan masalah dibuat berupa kesimpulan dari kerangka berpikir yang dikembangkan. Dr. 6. Filsafat sejarah. Etika. Section II Political Philosophy (filsafat politik) 3. . Filsafat kebudayaan. yaitu : 1. Antropologi b. Ajaarn tentang ilmu pengetahuan. Perhatikan sarjana-sarjana filsafat di bawah ini : a. Masalah metafisika (metaphysical problem) 3. H. 4. e. membagi pembahasan mereka ke dalam tujuh bagian. cabang-cabang filsafat Ahli filsafat biasanya mempunyai pembagian yang berbeda-beda. alam dan seterusnya) 2. cabang-cabang filsafat dan kegunaan filsafat 1. Metafisika. Estetika. Lingkungan masalah pengetahuan (teori kebenaran. yaitu: 1. De Vos menggolongkan filsafat sebagai berikut : 1. Section VI Logics (Logika) 7.

filsafat pendidikan. Tiap-tiap pembagian sejak zaman Aristoteles hingga dewasa ini lapangan-lapangan yang paling utama dalam ilmu filsafat selalu berputar di sekitar logika.Ilmu etikam yang mengatur kesusilaan dan kebahagiaan dalam hidup perseorangan . b.Ilmu matematika yang mempersoalkan benda-benda alam dalam kuantitasnya . yakni tanggung jawab terhadap dasar hidup yang sedalam-dalamnya. Ilmu ini dianggap sebagai ilmu pendahuluan bagi filsafat. yaitu : 1. takdir Alisyabana menulis dalam bukunya: Pembimbing ke Filsafat. Hosein mengatakan: ilmu memberi kepada kita pengetahuan. senetralnetralnya dengan perasaan tanggung jawab. estetika. a. 4. Estetika: filsafat tentang kreasi yang indah dan yang jelek. sekalipun menghadapi maut. di luar jangkauan pengalaman manusia. etika. f. Cabang ini mencakup : . melainkan membimbingnya maju. Aristoteles. Apabila tujuan ilmu adalah kontrol.Ilmu metafisika yang mempersoalkan hakikat segala sesuatu. Metafisika. Filsafat poetika (kesenian) Dari pandangan para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa filsafat dalam coraknya yang baru ini mempunyai beberapa cabang. Cabang ini mencakup : . Oemar A. e. yaitu metafisika. Radhakrishman dalam bukunya. Inilah yang paling utama dari filsafat. hakikat yang bersifat transenden. Bagi manusia. kesempurnaan. maka tujuan filsafat adalah pengertian dan kebijaksanaan (understanding and wisdom) Dr. Logika. filsafat sejarah. Titus. menerapkan nilai. dan tujuan seni adalah kreatifitas.Ilmu politik. dan etika. c. metafisika. S. logika.Ilmu fisika yang mempersoalkan dunia materi dari alam nyata ini . bentuk keindahan komunikasi dan ekspresi. History of Philosophy menyebutkan: tugas filsafat bukanlah sekadar mencerminkan semangat masa ketika kita hadapi.e. 3. alam. yang mengatur kesusilaan dan kemakmuran di dalam negara. Epistemologi: filsafat tentang ilmu pengetahuan. Filsafat-filsafat khusus lainnya: filsafat agama. menerapkan tujuan. filsafat adalah suatu usaha untuk memahami alam semesta. Logika: filsafat tentang pikiran yang benar dan yang salah.Ilmu ekonomi . 2. dan sebagainya. d. Filsfat memberikan kepuasan kepada keinginan manusia akan pengethuan yang tersusun dengan tertib. ataupun kebenaran. filsafat hukum. akan kebenaran. filsafat itu dapat memberikan ketenangan pikiran-pikiran dan kemantapan hati. berfilsafat itu berati mengatur hidupnya seinsyaf-insyafnya. murid Plato mengadakan pembagian secara konkret dan sistematis menjadi empat cabang. filasafat alam . 2. baik Tuhan. dan filsafat-filsafat khusus lainnya. Metafisika: filsafat tentang hakikat yang ada di balik fisika. Fungsi filsafat adalah kreatif. yang mengatur kesusilaan dan kemakmuran dalam keluarga (rumah tangga) . Kegunaan filsafat Menurut Harold H. Etika: filsafat tentang perilaku yang baik dan yang buruk. dan filsafat memberikan hikmah. Filsafat teoritis. epistemologi. maknanya dan nilainya. menentukan arah dan . Filsafat praktis. filsafat manusia.

menuntun pada jalan baru. Filsafat memberikan kebiasaan dan kepandaian untuk melihat dan memecahkan persoalan-persoalan dalam hidup sehari-hari. Agar mungkin menjadi ahli filsafat d. mempunyai pendapat sendiri. apalagi melihat pemecahannya. manfaat mempelajari filsafat adalah: a. yang sempit dan yang dogmatis. Belajar filsafat merupakan salah satu bentuk latihan untuk memperoleh berpikir serius. c. Filsafat tidak ada artinya sekali apabila tidak universal. Manfaat mempelajari filsafat ada bermacam-macam. percaya akan setiap semboyan dalam suratsurat kabar. Agar menjadi warga negara yang baik Berfilsafat adalah berusaha menemukan kebenaran tentang segala sesuatu dengan menggunakan pemikiran secara serius. para ilmuan akan menyadari keterbatasan dirinya dan ttidak terperangkap ke dalam sikap arogansi intelektual. menguji. tetapi secara kritis menyelidiki apa yang dikemukakan orang. Filsafat ilmu merupakan usaha merefleksi. ilmu mendidik. Filsafat ilmu sebagai cabang filsafat yang membicarakan tentang hakikat ilmu secara umum mengandung manfaat sebagai berikut: a. sehingga orang menjadi kritis terhadap kegiatan ilmiah. seperti sosiologi. Filsafat ilmu sebagai sarana pengujian penalaran ilmiah. maupun metafisika (hakikat keaslian). dengan cita-cita mencari kebenaran. . baik untuk hidup kita sendiri (terutama dalam etika) maupun untuk ilmu-ilmu pengetahuan lainnya. Agar mampu memahami filsafat c. Filsafat memberikan pandangan yang luas. membuntut pada pandangan umum. tidak mudah melihat persoalan-persoalan. menemukan akar persoalan yang terdalam. ilmu jiwa. e. terakhir satu penampakan. kita mengalami dan menyadari kerohanian kita. Agar terlatih berpikir serius b. b. membendung akuisme dan akusentrisme (dalam segala hal hanya melihat dan mementingkan kepentingan dan kesenangan si aku). Orang yang hidup dangkal saja. baik dalam logika (kebenaran berpikir). yaitu: a. sehingga mereka dapat saling menyapa dan mengarahkan seluruh potensi keilmuan yang dimilikinya intik kepentingan umat manusia. b. Hal yang lebih diperlukan adalah sikap keterbukaan diri di kalangan ilmuwan. Kemampuan ini akan memberikan kemampuan memecahkan masalah secara serius. Filsfat dapat mendukung kepercayaan keagamaan seseorang. Filsafat merupakan latihan untuk berpikir sendiri. membangun diri kita sendiri: dengan berpikir mendalam. menentukan sebab. berdiri sendiri. Filsafat menolong mendidik. etika (berperilaku). yang prailmiah. dan sebagainya. d. baik dalam ruang lingkupnya maupun dalam semangatnya. Dengan mempelajari filsafat ilmu. dan metode keilmuan. hingga kita tak hanya ikut-ikutan saja. yang usang. Filsafat memberikan dasar-dasar. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan filsafat adalah mencari hakikat kebenaran sesuatu. asal saja kepercayaan tersebut tidak bergantung kepada konsepsi. mengkritik asumsi. Secara konkret.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful