P. 1
FILSAFAT ILMU

FILSAFAT ILMU

|Views: 116|Likes:
Published by Paulus Damar
tentang filsafat
tentang filsafat

More info:

Categories:Types, Presentations
Published by: Paulus Damar on Jul 15, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/05/2014

pdf

text

original

Hakikat filasafat dan filsafat ilmu 1.

Faktor pendorong timbulnya filsafat dan ilmu Suatu peristiwa atau kejadian pada dasranya tidak pernah lepas dari peristiwa lain yang mendahuluinya. Begitu pula terjadinya perkembangan filsafat dan ilmu. a. Manusia merupakan makhluk berakal budi Dengan akal budinya manusia dapat berpikir abstrak dan konseptual sehingga disebut sebagai homo sapiens. Pada diri manusia melekat kehausan intelektual (intellectual curiosity), yang ditandai dengan munculnya berbagai macam pertanyaan karena bertanya adalah berpikir dan berpikir dimanifestasikan dalam bentuk pertanyaan. b. Manusia memiliki rasa kagum (thauma) pada alam semesta dan segala isinya Manusia merupakan makhluk yang memiliki rasa kagum pada apa yang diciptakan oleh Sang Pencipta. Rasa kekaguman tersebut mendorong manusia untuk lebih lagi mengetahui alam semesta itu apa, bagaimana asal usulnya (masalah kosmologis). Ia juga berusaha mengetahui dirinya sendiri, mengenai eksistensi, hakikat dan tujuan hidupnya. c. Manusia senantiasa menghadapi masalah Masalah yang dihadapi manusia (aporia) merupakan faktor yang mendorong timbulnya filsafat dan ilmu. Masalah mendorong manusia untuk berbuat dan mencari jalan keluar yang tidak jarang menghasilkan temuan yang sangat berharga (necessity is the mother of science). 2. Hakikat Filsafat a. Pengertian filsafat Diambil dari bahasa Yunani philo (love of) dan shopia (wisdom). Secara etimologis filsafat artinya cinta atau gemar akan kebijakan (love of wisdom). Filsafat berarti hasrat atau keinginan yang sungguh-sungguh akan kebenaran yang sejati. Filsafat dipandang sebagai suatu usaha untuk berpikir secara radikal dan menyeluruh, suatu cara berpikir dengan mengupas sesuatu sedalam-dalamnya. b. Objek filsafat 1) Objek material filsafat adalah segala sesuatu yang ada, yang meliputi: ada dalam kenyataan, ada dalam pikiran, dan yang ada dalam kemungkinan (Lasiyo dan Yuwono, 1994) 2) Objek formal filsafat adalah hakikat dari segala sesuatu yang ada (Lasiyo dan Yuwono, 1994). c. Sistematika filsafat filsafat telah mengalami perkembangan yang pesat yang ditandai dengan bermacammacam aliran dan cabang. 1) Aliran-aliran filsafat Aliran filsafat diantaranya adalah realisme, rasionalisme, empirisme, idealisme, materialisme, eksistensialisme. 2) Cabang-cabang filsafat Cabang filsafat diantaranya adalah metafisika, epistemologi, logika, etika, estetika, filsafat sejarah, filsafat politik. 3. Hakikat Filsafat Ilmu a. Pengertian filsafat ilmu 1) A. Cornelius Benjamin (dalam The Liang Gie, 19 : 58) memandang filsafat ilmu sebagai berikut. ”That philosophic discipline which is the systematic study of the nature of science, especially of its methods, its concepts and presuppositions, and its place in the general scheme of intellectual disciplines.” Filsafat ilmu, merurut Benjamin, merupakan cabang dari filsafat yang secara sistematis menelaah sifat dasar

yang dalam bahasa Inggris dinyatakan dengan knowledge.ilmu. ilmu merupakan keseluruhan pengetahuan yang tersusun secara sistematis dan logis dan bukanlah sekadar kumpulan fakta. serta letaknya dalam kerangka umum dari cabang-cabang pengetahuan intelektual. A. jadi ilmu merupakan bagian dari pengetahuan yang diketahui oleh manusia di samping berbagai pengetahuan lainnya seperti seni dan agama. Dan sebagai produk. pada hakikatnya merupakan segenap apa yang kita ketahui tentang suatu objek tertentu. Objek filsafat ilmu 1) Objek material filsafat ilmu adalah ilmu 2) Objek formal filsafat ilmu adalah ilmu atas dasar tinjauan filosofis. ilmu tidak lain adalah metoda ilmiah. Sedangkan objek formal adalah pusat . 2. Tokoh yang dipandang sebagai pioner materialisme adalah Democritos (460-370 SM). Dimensi Ontologis Ilmu 1. yang dapat dipelajari dan dengan demikian dapat diketahui. Kesatuan dan interaksi antara aktivitas. menurut Jujun S. teori. hukum. yaitu: 1) Filsafat ilmu merupakan cabang dari filsafat 2) Filsafat ilmu berusaha menelaan ilmu secara filosofis dari sudut pandang ontologis. konsepkonsep. dan produk. Ada beberapa tafsiran tentang kenyataan diantaranya adalah supernaturalisme dan naturalisme. Karakteristik filasafat ilmu karakteristik filsafat ilmu dapat dibagi menjadi 2. Menurut supernaturalisme. The Liang Gie (1991 : 90). epistemologis dan aksiologis. Objek Ilmu Objek setiap ilmu dibedakan menjadi dua : objek material dan objek formal. khususnya mengenai metoda. (2005 : 104). metoda. epistemologis dan aksiologis. b. Sebagai prosedur. ilmu terwujud dalam aktivitas penelitian. prosedur. Menurut Rinjin (1997 : 57-58). Materialisme. Sebagai proses. termasuk di dalamnya adalah ilmu. bahwa terdapat wujud-wujud yang bersifat gaib (supernatural) dan wujud ini bersifat lebih tinggi atau lebih kuasa dibanding wujud alam yang nyata. dan praanggapan-praanggapannya. Objek material adalah fenomena di dunia ini yang ditelaah ilmu. dan pengetahuan ilmiah oleh The Liang Gie (1991 : 88) digambarkan sebagai segitiga. atau prinsip. tetapi pengetahuan yang mempersyaratkan objek. metoda. merupakan paham yang berdasarkan naturalisme. Aktivitas Ilmu Metode Pengetahuan 3. Hakikat ilmu Pengetahuan. Beberapa tafsiran Metafisika Ontologi merupakan cabang dari metafisika yang membicarakan eksistensi dan ragam-ragam dari suatu kenyataan. c. menyatakan bahwa ilmu dapat dipandang sebagai proses. yaitu secara ontologis. 2) Conny Semiawan at al (1998 : 45) menyatakan bahwa filsafat ilmu pada dasarnya adalah ilmu yang berbicara tentang ilmu pengetahuan (science of sciences) yang kedudukannya di atas ilmu lainnya. ilmu merupakan pengetahuan yang tersusun secara sistematis. mengganggap bahwa gejalagejala alam tidak disebabkan oleh pengaruh kekuatan gaib tetapi oleh kekuatan yang terdapat dalam itu sendiri.

Menurut The Liang Gie (1991 : 139) sistem pengetahuan ilmiah mencakup lima kelompok unsur. Dengan demikian ilmu terdiri dari komponenkomponen yang saling berhubungan. Ciri-ciri pokok ilmu . 2) Kaidah ilmiah Kaidah ilmiah adalah suatu proposisi yang mengungkapkan keajegan atau hubungan tertib yang dapat diuji kebenarannya. 3) Eksposisi pola Bentuk ini biasanya memaparkan pola-pola dalam sekumpulan sifat. dan e. d. kaidah ilmiah dan teori ilmiah. dan rekonstruksi historis. preskripsi. b. Dari bermacam-macam fenomena tersebut The Liang Gie (1991 : 141) telah mengidentifikasi 6 macam fenomena yang menjadi objek material ilmu. 3) Teori ilmiah Teori ilmiah adalah sekumpulan proposisi yang saling berkaitan secara logis berkenaan dengan penjelasan terhadap sejumlah fenomena.perhatian ilmuwan dalam penelaahan objek material. jenis-jenis sasaran. peranan dan hal rinci lainnya dari fenomena yang dipelajari ilmu. a. 1) Deskripsi Deskripsi merupakan pernyataan yang bersifat menggambarkan tentang bentuk. Atau dengan kata lain. 4. pembagian sistematis. Bentuk-bentuk pernyataan Kumpulan pernyataan yang merupakan penjelasan ilmiah terdiri dari empat bentuk (The Liang Gie. objek formal merupakan kajian terhadap objek material atas dasar tinjauan atau sudut pandang tertentu. Struktur ilmu Ilmu sebagai produk merupakan suatu sistem pengetahuan yang di dalamnya berisi penjelasan-penjelasan tentang berbagai fenomena yang menjadi objek kajiannya. 2) Preskripsi Preskripsi merupakan bentuk pernyataan yang berupa petunjuk-petunjuk atau ketentuan mengenai apa yang perlu berlangsung atau sebaiknya dilakukan berkenaan dengan objek formal ilmu. Jenis-jenis sasaran Ada bermacam-macam fenomena yang ditelaah ilmu. bentukbentuk pernyataan. yaitu : 1) ide abstrak 2) benda fisik 3) jasad hidup 4) gejala rohani 5) peristiwa sosial 6) proses tanda b. 1) Azaz ilmiah Azaz ilmiah adalah sebuah proposisi yang mengandung kebenaran umum berdasarkan fakta-fakta yang diamati. yaitu : a. ciri-ciri pokok. d. 1991 : 142-143). yaitu azaz ilmiah. ragam-ragam proposisi. Saling hubungan di antara berbagai komponen tersebut merupakan struktur dari pengetahuan ilmiah. susunan. c. kecenderungan atau proses lainnya dari fenomena yang ditelaah. yaitu : deskripsi. c. eksposisi pola. ciri. 4) Rekonstruksi historis Rekonstruksi hstoris merupakan suatu bentuk pernyataan yang berusaha mengambarkan atau menceritakan sesuatu secara kronologis. Ragam-ragam proposisi Ilmu juga memiliki ragam-ragam proposisi.

Dengan cara-cara tersebut dapat diperoleh diperoleh kebenaran pengalaman atau kebenaran indera. intuisi. kebenaran religius. filsafat. diuji ulang oleh ilmuan lain. diteliti kembali. B. and Research : Ways of Knowing”. Cara-cara mendapatkan pengetahuan W. 6) Komunalitas Ciri komunalitas mengandung arti bahwa ilmu merupakan pengetahuan yang menjadi milik umum (public knowledge). menyatakan bahwa ada lima macam cara untuk mendapatkan pengetahuan yang benar (kebenaran) yaitu : pengalaman. kebenaran filosofis. kebenaran religius. kebenaran filosofis dan kebenaran ilmiah. Kebenaran a. 2) Keumuman (Generality) Ciri keumuman menunjuk pada kualitas pengetahuan ilmiah untuk merangkum berbagai fenomena yang senantiasa makin luas dengan penentuan konsep-konsep yang paling umum dalam pembahasannya. suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koheren atau konsisten dengan pernyataan sebelumnya yang dianggap benar. Dimensi Epistemologis Ilmu 1. 3) Rasionalitas Ciri rasionalitas berarti bahwa ilmu sebagai pengetahuan ilmiah bersumber pada pemikiran rasional yang mematuhi kaidah-kaidah logika.1) Sistematisasi Sistematisasi memiliki arti bahwa pengetahuan ilmiah tersusun sebagai suatu sistem yang di dalamnya terdapat pernyataan-pernyataan yang berhubungan secara fungsional. kebenaran intuisi. 1) Teori koherensi Menurut teori koherensi. 2. agama. Huitt (1998). yaitu kebenaran pengalaman. dan ilmu. 5) Verifiabilitas Verifiabilitas berarti bahwa pengetahuan ilmiah harus dapat diperiksa kebenarannya. Jenis-jenis kebenaran cara memperoleh kebenaran dibedakan menjadi lima jenis. b. 4) Objektivitas Ciri objektivitas ilmu merujuk pada keharusan untuk bersikap objektif dalam mengkaji suatu kebenaran ilmiah tanpa melibatkan unsur emosi dan kesukaan.Evaluation. teori korespondensi dan teori pragmatisme. dan kebenaran ilmiah. yaitu teori koherensi. Penelitian yang telah dilakukan harus dipublikasikan dan tidak boleh disimpan untuk kepentingan pribadi / kelompok. dalam artikelnya yang berjudul “Measurement. kebenaran intuitif. 2) Teori korespondensi . Teori-teori kebenaran ada beberapa teori yang berbicara tentang kebenaran.

Sistematis. Artinya merupakan hasil generalisasi dan abstraksi pengalaman manusia d. g. sehingga menjelaskan hubungan yang mungkin terdapat antara berbagai faktor yang saling terkait dan membentuk konstelasi permasalahan atau hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. artinya mencakup atau menyeluruh. b. artinya berpikir sampai ke akar-akarnya sampai substansi yang dipikirkan b. merupakan langkah pertama dalam metode ilmiah berisi pertanyaan mengenai objek empiris yang helas batas-batasnya dan dapat diidentifikasi faktor-faktor yag terkait di dalamnya. Komprehensif. Konseptual. Penyusunan kerangka berpikir dalam penyusunan hipotesis. 2. Teori merupakan abstraksi intelektual di mana pendekatan secara rasional digabungkan dengan pengalaman empiris. jurnal ilmiah. Radikal. Artinya teori ilmu merupakan suatu penjelasan rasional yang berkesesuaian dengan objek yang dijelaskannya. koheren artinya sesuai kaidah-kaidah berpikir logis. Metode dapat diartikan sebagai suatu proses atau cara mengetahui sesuatu. Bertanggungjawab. c. e. tidak mengandung kontradiksi. apa pun teori yang menjembatani keduanya. d. artinya seseorang yang berfilsafat adalah orang yang berpikir sekaligus bertanggungjawab terhadap hasil pemikirannya. mrupakan langkah keempat dalam metode ilmiah berisi jawaban sementara atau dugaan sementara terhadap pertanyaan yang diajukan . Universal. Konsisten artinya taat asas. Metode ilmiah dalam pelaksanaanya menggunakan langkahlangkah yang melibatkan dua cara berpikir yaitu cara berpikir deduktif dan cara berpikir induktif dalam membangun tubuh pengetahuannya. Kerangka berpikir ilmiah yang berintikan logico-hypotetico-berifikatif ini pada dasaranya terdiri dari langkahlangkah sebagai berikut : a. artinya pendapat yang merupakan uraian kefilsafatan itu harus saling berhubungan secara teratur dan terkandung adanya maksud atau tujuan tertentu. Adanya masalah membuat proses kegiatan berpikir dimulai. Menentukan khasanah pengetahuan ilmiah. Koheren dan konsisten. arinya sampai batas-batas yang luas h.Ciri berfikir kefilsafatan dapat dikemukakan sebagai berikut : a. diskusi ilmiah. Ilmu dimulai dengan fakta dan diakhiri dengan fakta pula. yang mempunyai langkah-langkah yang sistematik. dan proses berpikir diarahkan pada pengamatan objek yang bersangkutan yang bereksistensi dalam dunia empiris. artinya pemikiran filsafat menyangkut pengalaman umum manusia. 2001). Rumusan masalah. Metode ilmiah merupakan ekspresi mengenai cara bekerja pikiran tersebut. merupakan langkah ketiga dalam metode ilmiah berisi argumentasi yang dibangun berdasarkan khasanah ilmu pengetahuan ilmiah yang diambil sebagai landasan teori . wawancara dengan narasumber yang terkait dengan permasalahan yang akan dicarikan solusi pemecahannya. Bebas. paling tidak terhadap hati nuraninya sendiri (Mustansyir dan Munir. metode filsafat ilmu Ilmu dapat dicari menggunakan prosedur yang disebut dengan metode ilmiah. f. c. merupakan langkah dalam metode ilmiah berisi kumpulan informasi-informasi ilmiah yang digali melalui berbagai literatur ilmiah. Penyusunan hipotesis.

5. De Vos menggolongkan filsafat sebagai berikut : 1. Secton VII Contempory Philosophy d. Prof. 4. membagi pembahasan mereka ke dalam tujuh bagian. Richard H. merupaan langkah keenam dalam metode ilmiah berisi penilaian apakah hipotesis yang diajukan berdasarkan data yang ditemukan di lapangan diterima atau ditolak. alam dan seterusnya) 2. Masalah teologis (theological problem) 2. merupakan langkah kelima dalam metode ilmiah berisi kegiatan pengumpulan fakta atau data-data empiris yang relevan dengan hipotesis yang diajukan. D. Avrun Astroll dalam buku mereka. M. J. . Lingkungan masalah nilai (teori nilai etika. Masalah politik (political problem) 6. Metafisika. Philosophy Made Simple. teori pengetahuan dan logika) 3. 7. Pengujian hipotesis. Filsafat alam. Lingkungan masalah pengetahuan (teori kebenaran. Penarikan kesimpulan. 8. Section VI Logics (Logika) 7.dalam perumusan masalah. yaitu : 1. Antropologi b. Section II Political Philosophy (filsafat politik) 3. Masalah epistemologi (epistemological problem) 4. cabang-cabang filsafat Ahli filsafat biasanya mempunyai pembagian yang berbeda-beda. yaitu: 1. Popkin dan Dr. Etika. Estetika. Section V Theory of Knowledge (teori pengetahuan) 6. 6. Masalah etika (ethical problem) 5. Masalah metafisika (metaphysical problem) 3. e. Perhatikan sarjana-sarjana filsafat di bawah ini : a. H. Dr. Masalah sejarah (historical problem) c. Filsafat kebudayaan. cabang-cabang filsafat dan kegunaan filsafat 1. Ajaarn tentang ilmu pengetahuan. Lingkungan masalah keadaan (metafisika manusia. Dr. f. rumusan masalah dibuat berupa kesimpulan dari kerangka berpikir yang dikembangkan. Langeveld mengatakan : filsafat adalah ilmu kesatuan yang terdiri atas tiga lingkungan masalah : 1. Logika. Filsafat sejarah. 9. Section I Ethics (etika) 2. Albuerey Castel membagi masalah filsafat menjadi enam bagian. 3. Section III Mataphysics (metafisika) 4. 2. Section IV Philosophy of Religion (filsafat agama) 5. estetika yang bernilai berdasarkan religi).

yaitu metafisika. Oemar A. maknanya dan nilainya. dan filsafat-filsafat khusus lainnya. Etika: filsafat tentang perilaku yang baik dan yang buruk. Filsafat praktis. yang mengatur kesusilaan dan kemakmuran dalam keluarga (rumah tangga) . filsafat hukum. 3. 4. alam. dan sebagainya. metafisika. S. Cabang ini mencakup : . d. yang mengatur kesusilaan dan kemakmuran di dalam negara. yakni tanggung jawab terhadap dasar hidup yang sedalam-dalamnya.Ilmu matematika yang mempersoalkan benda-benda alam dalam kuantitasnya . Cabang ini mencakup : . filasafat alam . hakikat yang bersifat transenden. menerapkan nilai. Aristoteles. Logika. 2. baik Tuhan. berfilsafat itu berati mengatur hidupnya seinsyaf-insyafnya. filsafat sejarah. ataupun kebenaran. maka tujuan filsafat adalah pengertian dan kebijaksanaan (understanding and wisdom) Dr.e. takdir Alisyabana menulis dalam bukunya: Pembimbing ke Filsafat. menentukan arah dan . Filsafat teoritis.Ilmu ekonomi . c. Apabila tujuan ilmu adalah kontrol. estetika. Radhakrishman dalam bukunya. kesempurnaan. dan etika. Ilmu ini dianggap sebagai ilmu pendahuluan bagi filsafat. e. History of Philosophy menyebutkan: tugas filsafat bukanlah sekadar mencerminkan semangat masa ketika kita hadapi. sekalipun menghadapi maut. Metafisika. melainkan membimbingnya maju. Kegunaan filsafat Menurut Harold H. Filsafat-filsafat khusus lainnya: filsafat agama. murid Plato mengadakan pembagian secara konkret dan sistematis menjadi empat cabang. filsafat itu dapat memberikan ketenangan pikiran-pikiran dan kemantapan hati. Fungsi filsafat adalah kreatif. f. akan kebenaran. Tiap-tiap pembagian sejak zaman Aristoteles hingga dewasa ini lapangan-lapangan yang paling utama dalam ilmu filsafat selalu berputar di sekitar logika. etika. dan filsafat memberikan hikmah. Filsafat poetika (kesenian) Dari pandangan para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa filsafat dalam coraknya yang baru ini mempunyai beberapa cabang. 2. Bagi manusia. b. logika.Ilmu fisika yang mempersoalkan dunia materi dari alam nyata ini . epistemologi. dan tujuan seni adalah kreatifitas.Ilmu metafisika yang mempersoalkan hakikat segala sesuatu. filsafat pendidikan.Ilmu politik. Logika: filsafat tentang pikiran yang benar dan yang salah. menerapkan tujuan. a. Metafisika: filsafat tentang hakikat yang ada di balik fisika. Inilah yang paling utama dari filsafat. Hosein mengatakan: ilmu memberi kepada kita pengetahuan.Ilmu etikam yang mengatur kesusilaan dan kebahagiaan dalam hidup perseorangan . Estetika: filsafat tentang kreasi yang indah dan yang jelek. Epistemologi: filsafat tentang ilmu pengetahuan. filsafat adalah suatu usaha untuk memahami alam semesta. filsafat manusia. yaitu : 1. Titus. Filsfat memberikan kepuasan kepada keinginan manusia akan pengethuan yang tersusun dengan tertib. bentuk keindahan komunikasi dan ekspresi. senetralnetralnya dengan perasaan tanggung jawab. di luar jangkauan pengalaman manusia.

Agar terlatih berpikir serius b. Belajar filsafat merupakan salah satu bentuk latihan untuk memperoleh berpikir serius. membuntut pada pandangan umum. menemukan akar persoalan yang terdalam. . membangun diri kita sendiri: dengan berpikir mendalam. ilmu mendidik. para ilmuan akan menyadari keterbatasan dirinya dan ttidak terperangkap ke dalam sikap arogansi intelektual. Orang yang hidup dangkal saja. manfaat mempelajari filsafat adalah: a. terakhir satu penampakan. tetapi secara kritis menyelidiki apa yang dikemukakan orang. baik dalam logika (kebenaran berpikir). dengan cita-cita mencari kebenaran. baik untuk hidup kita sendiri (terutama dalam etika) maupun untuk ilmu-ilmu pengetahuan lainnya. ilmu jiwa. mengkritik asumsi. yang usang. Hal yang lebih diperlukan adalah sikap keterbukaan diri di kalangan ilmuwan. Filsafat memberikan dasar-dasar. asal saja kepercayaan tersebut tidak bergantung kepada konsepsi. mempunyai pendapat sendiri. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan filsafat adalah mencari hakikat kebenaran sesuatu. menentukan sebab. yang sempit dan yang dogmatis. berdiri sendiri. yaitu: a. Filsafat memberikan kebiasaan dan kepandaian untuk melihat dan memecahkan persoalan-persoalan dalam hidup sehari-hari. Filsafat ilmu merupakan usaha merefleksi. yang prailmiah. dan sebagainya. seperti sosiologi. Filsafat tidak ada artinya sekali apabila tidak universal. b. Agar menjadi warga negara yang baik Berfilsafat adalah berusaha menemukan kebenaran tentang segala sesuatu dengan menggunakan pemikiran secara serius. Filsafat memberikan pandangan yang luas. e. Dengan mempelajari filsafat ilmu. c. Agar mampu memahami filsafat c. Filsafat merupakan latihan untuk berpikir sendiri. dan metode keilmuan. membendung akuisme dan akusentrisme (dalam segala hal hanya melihat dan mementingkan kepentingan dan kesenangan si aku). tidak mudah melihat persoalan-persoalan. Filsafat menolong mendidik. Agar mungkin menjadi ahli filsafat d. percaya akan setiap semboyan dalam suratsurat kabar. Kemampuan ini akan memberikan kemampuan memecahkan masalah secara serius. Filsfat dapat mendukung kepercayaan keagamaan seseorang. sehingga mereka dapat saling menyapa dan mengarahkan seluruh potensi keilmuan yang dimilikinya intik kepentingan umat manusia. etika (berperilaku). sehingga orang menjadi kritis terhadap kegiatan ilmiah. apalagi melihat pemecahannya. Manfaat mempelajari filsafat ada bermacam-macam. kita mengalami dan menyadari kerohanian kita. baik dalam ruang lingkupnya maupun dalam semangatnya. Filsafat ilmu sebagai sarana pengujian penalaran ilmiah. Secara konkret. maupun metafisika (hakikat keaslian). d. hingga kita tak hanya ikut-ikutan saja. Filsafat ilmu sebagai cabang filsafat yang membicarakan tentang hakikat ilmu secara umum mengandung manfaat sebagai berikut: a. menguji.menuntun pada jalan baru. b.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->