P. 1
Materi 3 = Surah Al-Insan

Materi 3 = Surah Al-Insan

|Views: 16|Likes:
tafsir
tafsir

More info:

Published by: Muhammad Khazin Alhusni on Jul 15, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/12/2014

pdf

text

original

No.

Dok

: 02/MT/LKMT/02

LEMBAGA KAJIAN MANHAJ TARBIYAH (LKMT )

Pokok Bahasan : Tafsir surat MINHAJ TARBIYAH MARHALAH MUAYYID
______________________

Al-Insan No Kode PB Status Revisi : 2.2.4.01.123 : 0/0

MADAH : Al- Qur’an

Jumlah Halaman : 23

I.

TUJUAN UMUM Memperkuat tali ikatan dengan kitabullah, dasar pemahaman yang benar, penanaman cinta, penguasaan untuk mengajarinya, merasa terikat dengan taujihnya, mengamalkan kandungannya, memurnikan sasaran-sasaran dengan menyesuaian ruang dan waktu, dan kembali kepada Al-Qur’an ketika .berselisih

II.

TUJUAN KHUSUS 1. Memberikan dalil yang menerangkan bahwa surat Al-Insan itu adalah makkiyyah bukan madaniyyah. 2. Menjelaskan maksud dari dimulainya surat ini dengan kalimat istifhaam (pertanyaan) 3. Menerangkan sebagian makna dari kata-kata yang sulit dalam surat ini, misalnya: amsyaaj, sundus, istabroq. 4. Mengisahkan awal dari penciptaan manusia. 5. Menjelaskan maksud dai penciptaan manusia. 6. Menerangkan apa yang dipersiapkan Allah bagi orang-orang kafir. 7. Menejelaskan sifat-sifat al-abraar (orang-orang yang berbuat baik), dan apa yang Allah persiapkan bagi mereka. 8. Menerangkan nikmat-nikmat yangada di syurga. 9. Menentukan sumber taklif dengan kewajiban dakwah ini dan sumbernya.

.III. SASARAN APLIKATIF dan PSIKOMOTORIK 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Bersyukur kepada Allah yang telah menciptakan dari ketiadaan. Selalu menjaga sifat tawadhu’ dan pema’af. Menepati (menunaikan) nadzar. Waspada dari kiamat dimana pada hari itu keburukannya menyebar. Memberi makan pada orang-orang miskin, yatim dan tawanan. Selalu berharap kepada Allah dari setiap amalannya. Sabar dengan hukum (ketentuan) dari Allah. Menjauhi orang-orang yang suka berbuat dosa dan orang-orang kafir. Selalu berdzikir di setiap pagi dan petang. 1

________________________________________________ Materi Tarbiyah Muayyid, madah Alquran,pb.tafsir Al Insan

10. Selalu membiasakan diri untuk bersujud dan bertasbih di malam hari. 11. Yakin bahwa Allah berkuasa untuk membinasakan orang-orang kafir. 12. Yakin bahwa Allah Maha kuasa, Maha memilih. Maha mengatur dan Maha memaksa 13. Membedakan antara Makiyyah dan Madaniyyah 14. Memperhatikan jalan tengah dalam Ibadah 15. Memperbanyak istighfar 16. Menghubungkan nilai-nilai da’awiyyah yang tadi dengan kenyataan dakwah yang sebenarnya. 17. Bercerita tentang bumi yang merupakan sebagian dari ayat-ayat Allah. 18. Bercerita tentang orang-orang yang bertakwa dan apa yang telah dipersiapkan bagi mereka daripada nikmat-nikmat surga. 19. Meyakini akan terjadinya hari kiamat. V. KEGIATAN PEMBELAJARAN : Pilihan kegiatan yang bisa diselenggarakan dalam halaqah adalah 1.Kegiatan Pembuka Mengkomunikasikan tentang urgensi mengkaji surat Tafsir surat Al-Insan 2. Kagiatan Inti: a. Kajian tentang Tafsir surat Al-Insan b. Berdikusi dan tanya jawab seputar pokok bahasan (lihat tujuan kognitif, afektif, dan psikomotor) c. Penekanan dari murobbi tentang nilai dan hikmah yang terkandung dalam materi tersebut 3. Kegiatan Penutup: a. Tugas mandiri (lihat kegiatan pendukung) b. Evaluasi (dibuat soal sesuai tujuan khusus, afektif, dan psikomotor) .VI. PILIHAN KEGIATAN PENDUKUNG 1. Memperbaiki bacaan Surat dan menghafalnya sesuai dengan kandungan maknanya 2. Mengambil faedah dari arahan-arahan dakwah yang terkandung dalam Surat 3. Menulis bahasan-bahasan yng berkaitan dengan tema-tema Surat 4. Mentarbiah binaan untuk komitmen terhadap nilai-nilai da’awiah imaniah yang terkandung dalam surat 5. Memberikan kajian-kajian di Masjid sekitar makna-makna Surat 6. Mengajarkan Surat dalam halaqah tajwid 7. Memilih ayat-ayat yang khusus berkaitan dengan targhib (memberikan dorongan) dan tarhib (memberikan ancaman) serta menulisnya di spanduk-spanduk 8. Membuat rekaman film tentang “al-I’jaz al-ilahy” dalam penciptaan manusia 9. Merangkum arahan-arahan Surat dan memasangnya di tempat-tempat umum 10. Menulis kisah yang isinya menceritakan perbandingan kondisi mukmin dan mujrim (kafir) di dunia dan akhirat
________________________________________________ Materi Tarbiyah Muayyid, madah Alquran,pb.tafsir Al Insan

2

dan apa yang Allah persiapkan bagi mereka. sundus. 9. Maha Mengatur dan Maha Memaksa. 8. 3. Selalu berdzikir di setiap pagi dan petang. 2. 6. Menjelaskan maksud dari penciptaan manusia. 12.tafsir Al Insan 3 . 21. 7. Menejelaskan sifat-sifat al-abraar (orang-orang yang berbuat baik).pb.VII. Maha Memilih. ________________________________________________ Materi Tarbiyah Muayyid. 18. Menyediakan kitab. Menjauhi orang-orang yang suka berbuat dosa dan orang-orang kafir. Menjelaskan maksud dari dimulainya surat ini dengan kalimat istifhaam (pertanyaan) 3. 13. Menerangkan apa yang dipersiapkan Allah terhadap orang-orang kafir. 4. 2. Yakin bahwa Allah berkuasa untuk membinasakan orang-orang kafir. Memberi makan pada orang-orang miskin. madah Alquran. 11. 10. Memiliki wirid sendiri untuk muhasabah harian 15. Menepati (melunasi) nadzar. Memberikan dalil yang menerangkan bahwa surat Al-Insan itu adalah makkiyyah bukan madaniyyah. Selalu mengharap Allah dari setiap amalannya. 5. Bersyukur kepada Allah yang telah menciptakan dari ketiadaan. yatim dan tawanan. SARANA EVALUASI DAN MUTABA’AH Menguji peserta sekitar hukum-hukum tajwid baik teori maupun praktek Menguji hafalan Surat setiap peserta secara lafazh dan maknanya Mengevaluasi perilaku peserta dan komitmennya terhadap adab-adab Al-Quran Membuat format untuk mengevaluasi keikutsertaan dalam kegiatan-kegiatan di atas VIII. kaset dan vcd tentang tafsir Surat 13. istabroq. Waspada terhadap kiamat dimana saat itu tersebar. 1.11. 16. Sabar dengan hukum (ketentuan) dari Allah. 20. Selalu membiasakan diri untuk bersujud dan bertasbih di malam hari. Yakin bahwa Allah Maha kuasa. Selalu menjaga sifat tawadhu’ dan pema’af. Menerangkan kenikmatan yang terdapat di syurga. SASARAN PEMBELAJARAN. Menentukan sumber taklif dari dakwah ini dan hakikatnya. Menziarahi kuburan untuk mengambil pelajaran 14. 14. 17. 19. Mengisahkan awal penciptaan manusia. Melakukan “rihlah khalwiah” (wisata muhasabah) untuk merenungkan fokusfokus ayat 12. misalnya: amsyaaj. Menerangkan sebagian makna dari kata-kata yang sulit dalam surat ini. 4. Memberikan ceramah tentang aqidah “al-ba’ts wal jaza” (hari kebangkitan dan balasan) . 1. 15.

sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut? ________________________________________________ Materi Tarbiyah Muayyid. Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa. Muhtawa                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                1. Zubdatut-tafsir DR. Referensi 1. Tafsir Al-Qurthubi 3. Muhammad al-Asyqar 5.IX. Tafsir Ibnu Katsir 4.tafsir Al Insan 4 . Shofwatul Bayaan Li ma’anil Qur’an Syikh Muhammad Husain Makhluf X. madah Alquran. Fii Zhilaalil Qur’an karya Sayyis Quthb 2.pb.

12. mutiara yang bertaburan. 9. Sesungguhnya kami takut akan (azab) Tuhan kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan. 13. Mereka memakai pakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak. (yang didatangkan dari) Sebuah mata air surga yang dinamakan salsabil. 14. (yaitu) Mata air (dalam surga) yang daripadanya hamba-hamba Allah minum.tafsir Al Insan 5 . belenggu dan neraka yang menyala-nyala. 22. Dan diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kaca. 17. Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera. Dan mereka dikelilingi oleh pelayan-pelayan muda yang tetap muda. kamu akan mengira mereka. Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus. 16. madah Alquran. anak yatim dan orang yang ditawan. (yaitu) Kaca-kaca (yang terbuat) dari perak yang telah diukur mereka dengan sebaik-baiknya. ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir. 10. Apabila kamu melihat mereka. 18. dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih. karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.2. 20. Dan apabila kamu melihat di sana (surga). dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati. 4. dan usahamu adalah disyukuri (diberi balasan). Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin. 8. Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu. Sesungguhnya Kami menyediakan bagi orang-orang kafir rantai. 21. 15. 19. Sesungguhnya ini adalah balasan untukmu. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan). 23. 3. Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe. mereka tidak merasakan di dalamnya (teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang bersangatan. kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya. 5. Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah. 6. Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur. yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya. Di dalamnya mereka duduk bertelakan di atas dipan. Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al Quran kepadamu (hai Muhammad) ________________________________________________ Materi Tarbiyah Muayyid. Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. 11. niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar.pb. 7.

. untuk kembali kepada Allah.. 24. maka barangsiapa menghendaki (kebaikan bagi dirinya) niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya.. Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu). apabila Kami menghendaki. Menetapkan kemungkinan bahwa surat ini sebagai surat Madaniyah menurut pendapat kami adalah kemungkinan yang lemah sekali. ________________________________________________ Materi Tarbiyah Muayyid. kecuali bila dikehendaki Allah. 28.. dan surat Al Muddatstsir yang dekat sekali dengan isi pengarahan surat ini. dan ke-Makkiyahannya ini sangat jelas terlihat dalam temanya. menjaga diri dari azab-Nya. Dan pada sebagian dari malam... sebagaimana disebutkan dalam surat Al Qalam. dan bagi orang-orang zalim disediakan-Nya azab yang pedih. Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak memperdulikan kesudahan mereka. mencari ridha-Nya. Kami telah menciptakan mereka dan menguatkan persendian tubuh mereka. kami menguatkan riwayatriwayat lain yang mengatakan bahwa ia Makkiyah. Selain itu juga dimantapkanlah hati Rasulullah saw terhadap kebenaran yang futon kepada beliau. 25. 29.pb. dan ciri-cirinya.tafsir Al Insan 6 . Bahkan.. dari konteksnya kami melihat bahwa ia termasuk surat-surat Makkiyah yang futon pada masa-masa permulaan. dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antara mereka. Sesungguhnya Allah adalah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana. juga supaya bersabar terhadap sikap kaum musyrikin yang mengabaikan dakwah tersebut. menyadari ujian-Nya.. memberi ujian. mengingat nikmat-Nya. Dan sebutlah nama Tuhanmu pada (waktu) pagi dan petang. madah Alquran. dan supaya tidak mengikuti orang-orang yang suka berbuat dosa atau orang-orang kafir yang bersikap amat keras dan kasar mengganggu dakwah dan pelaku-pelakunya di Mekah. Surat ini melukiskan kenikmatan indrawi dengan lukisan yang terperinci dan panjang. dan memahami hikmahNya di dalam menciptakan. Sesungguhnya (ayat-ayat) ini adalah suatu peringatan. dan agar tidak condong kepada sikap manis muka mereka. 26. Dan memasukkan siapa yang dikehendakinya ke dalam rahmat-Nya (surga). Pendahuluan Dalam beberapa riwayat dikatakan bahwa surat ini Madaniyah (diturunkan di Madinah). merasakan karunia-Nya. akan tetapi sebenarnya ia diturunkan di Mekah. 27. pada hari yang berat (hari akhirat). 31. Oleh karena itu. Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu. Kami sungguh-sungguh mengganti (mereka) dengan orang-orang yang serupa dengan mereka. memberi nikmat. dan melukiskan gambaran azab yang besar. surat Al Muzzammil. Di samping itu juga memuat pengarahan kepada Rasulullah saw supaya bersabar terhadap keputusan Tuhannya. dan memberi kesempatan.dengan berangsur-angsur. yang tidak perlu dihiraukan! Surat ini secara keseluruhan berisi seruan yang berkumandang untuk melakukan ketaatan. susunan kalimatnya. maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang dimalam hari. 30..

jangan sampai menempuh jalan menuju ke neraka. surat ini menyeru manusia yang berada di persimpangan jalan agar berhati-hati. pertolongan-Nya kepada manusia untuk mengikuti petunjuk itu. yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin.. rayuan) dan dengan dibisikkannya bermacam-macam kesenangan. dan diajaknya mereka untuk menempuh jalan ke surga dengan menggunakan bermacam-macam bentuk targhib (persuasi.? 'Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa.an: 4-6) Sebelum melanjutkan pemaparan tentang bentuk-bentuk kenikmatan itu. Sesudah diberikan ketiga sentuhan ini.pb. yang memberi pengaruh yang dalam di dalam hati dan pikiran. " (Al Insaan: 7-10) Kemudian dipaparkanlah balasan bagi orang-orang yang rajin melaksanakan tugas-tugas ________________________________________________ Materi Tarbiyah Muayyid. "Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus. kebagusan. Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur. surat ini melukiskan ciri-ciri dan sifat-sifat orang-orang yang baik. dan diberinya mereka bekal dengan bermacam-macam potensi dan pengetahuan. Sesungguhnya kami takut akan (azab) Tuhan kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan. baik itu dengan menggunakan kalimat-kalimat yang semuanya menggambarkan kehalusan."(Al Insa. "Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan).Surat ini dimulai dengan sentuhan yang lembut terhadap hati manusia: di manakah mereka berada sebelum menjadi manusia? Siapakah yang menjadikan dirinya? Siapakah yang menjadikannya layak disebut-sebut dan menjadi percaturan di alam semesta ini? Padahal sebelumnya ia tidak pernah disebut-sebut dan belum ada wujudnya. dan kemuliaan. dan dibebaskannya manusia setelah itu untuk memilih tempat kembalinya nanti. kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. 'Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di manamana. supaya manusia menengok ke belakang. "Sesungguhnya Kami menyediakan bagi orang-orang kafir rantai. (yaitu) mata air (dalam surga) yang darinya hamba-hamba Allah minum. kemudian melihat ke depan. kelembutan. sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?" (Al Insaan: 1) Sentuhan ini diikuti oleh sentuhan lain tentang hakikat asa. ada yang bersyukur dan ada pula yang kaftr.usul manusia dan kejadiannya. kenikmatan.tafsir Al Insan 7 ."(Al Insaan: 2) Sentuhan ketiga adalah tentang pemberian petunjuk-Nya ke jalan yang lurus. karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat . Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah. belenggu dan neraka yang menyala-nyala. "(Al Insaan: 3) Setelah diberikan tiga macam sentuhan yang mengesankan. anak yatim dan orang yang ditawan. hikmah Allah di dalam menciptakannya. dan kekhusyu’an yang sesuai dengan kenikmatan yang nyaman dan menyenangkan itu.. lantas mencurahkan perhatian untuk memilih jalan hidup. madah Alquran.

dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati. kamu akan mengira mereka. untuk memantapkan hati beliau di dalam menghadapi tantangan. dan diberi-Nya beliau pengarahan supaya bersabar dan menunggu keputusan Allah dalam urusan ini. yang semuanya mereka lakukan hanya untuk mencari keridhaan Allah saja. dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antara mereka. Mereka hanya takut terhadap hari yang ketika itu ada wajah-wajah yang masam penuh kesulitan. dan kenikmatan yang lembut dan nyaman. kekafiran. Dan diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kaca.tafsir Al Insan 8 . Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu. (yang didatangkan dari) Sebuah mata air surga yang dinamakan salsabil. Di dalamnya mereka duduk bertelakan di atas dipan. mereka tidak merasakan di dalamnya (teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang bersangatan. niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar. Dan apabila kamu melihat di sana (surga). Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu. Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera. Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe.dan kewajiban-kewajiban itu. dan pendustaan orang-orang kafir. tidak mengharapkan balasan dan ucapan terima kasih dari seorang pun. Apabila kamu melihat mereka. dan usahamu adalah disyukuri (diberi balasan). yang takut kepada suatu hari yang ketika itu ada orang-orang yang bermuka masam penuh kesulitan. madah Alquran. Dan sebutlah nama Tuhanmu pada (waktu) pagi dan petang. menenteramkan. " (Al Insaan: 23-26) Kemudian diingatkannya mereka terhadap hari yang berat yang tidak dapat mereka ________________________________________________ Materi Tarbiyah Muayyid. Mereka memakai pakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak. dan suka berbuat baik kepada orang lain itu. dan supaya beliau terus berhubungan dengan Tuhannya dan selalu memohon pertolongan kepada-Nya sepanjang jalan perjuangannya. maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari. "Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al Qur’an kepadamu (hai Muhammad) dengan berangsur-angsur. kemakmuran. dan menyenangkan ini maka beralihlah sasaran khithab (firman IIahi) ini kepada Rasulullah saw. Dipaparkanlah balasan bagi orang-orang yang senantiasa takut kepada Allah. Sesungguhnya ini adalah balasan untukmu. nyaman. suka memberi makan kepada orang-orang miskin. dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih. yang suka memberi makan kepada orang-orang yang membutuhkan (yakni orang-orang miskin). Mereka mendapatkan balasan yang berupa keamanan.pb. mutiara yang bertaburan. (yaitu) Kaca-kaca (yang terbuat) dari perak yang telah diukur mereka dengan sebaik-baiknya. Dan mereka dikelilingi oleh pelayan-pelayan muda yang tetap muda. menenangkan. Dan pada sebagian dari malam. (Al Insaan: 11-22) Setelah memaparkan kenikmatan yang halus. Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya.

maka barangsiapa menghendaki (kebaikan bagi dirinya) niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya. karena dia adalah makhluk yang diciptakan untuk diuji. tanpa merenungkan dan memikirkannya. dan diakhiri dengan menerangkan akibat atau konsekuensi ujian tersebut. "Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak mempedulikan kesudahan mereka. kecuali bila dikehendaki Allah. dan ditunjukkan kepada mereka betapa entengnya urusan mereka menurut pandangan Allah yang telah menciptakan mereka dan memberi kekuatan kepada mereka. apabila Kami menghendaki. Kami telah menciptakan mereka dan menguatkan persendian tubuh mereka.tafsir Al Insan 9 . (yaitu) Kaca-kaca (yang terbuat) dari perak yang telah diukur mereka dengan sebaik-baiknya. Di dalamnya mereka duduk bertelakan di atas dipan. di samping penerimaan (amal) dan penghormatan. pada bagian terakhir diberitahukanlah kepada mereka akibat dari ujian ini. mereka tidak merasakan di dalamnya (teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang bersangatan. "(Al Insaan: 27-31) Surat ini dimulai dengan mengingatkan kejadian manusia dan ketentuan Allah dalam menciptakan mereka itu sebagai sasaran ujian. madah Alquran. Dengan permulaan dan penutup yang demikian ini surat ini memberi petunjuk tentang apa yang ada di belakang kehidupan ini. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati.perhitungkan.pb. Atau lukisan ini merupakan lukisan terpanjang apabila kita perhatikan apa yang disebutkan di dalam surat Al Waaqi'ah di dalam menggambarkan bermacam-macam kenikmatan. dan yang ditakuti oleh orang-orang yang baik-baik dan bertakwa. dan dia sudah diberi karunia pemahaman dan pemikiran supaya selamat di dalam menghadapi ujian itu. Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu). sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah sejak menciptakannya dahulu. Dia memasukkan siapa yang dikehendakiNya ke dalam rahmat-Nya (surga). masih kuat Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu. Dan bagi orang-orangzalim disediakan-Nya azab yang pedih. Dan diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kaca. Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang ________________________________________________ Materi Tarbiyah Muayyid. Dan. sedang Dia berkuasa untuk melenyapkan mereka dan mendatangkan kaum yang lain. Sesungguhnya (ayat-ayat) ini adalah suatu peringatan. yaitu adanya rencana dan pengaturan. Kalau bukan karena karunia-Nya untuk membiarkan mereka eksis. Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera. Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya. Kami sungguh-sungguh mengganti (mereka) dengan orang-orang yang serupa dengan mereka. yang mana masyarakat waktu itu masih dekat dengan zaman jahiliah. Di antara permulaan dan penutup terdapat lukisan-lukisan Al Qur'an yang panjang tentang pemandangan-pemandangan kenikmatan. pada hari yang berat (hari akhirat). yang tidak boleh manusia mengabaikannya begitu saja. niscaya sudah dimusnahkanlah mereka melalui cobaan-cobaan dan azab-Nya. yang secara garis besar merupakan kenikmatan indrawi. Surat ini dengan perinciannya dan pemaparan keindraan kenikmatan itu memberikan kesan sebagai surat Makkiyah.

apabila kami menghendaki. Dan apabila kamu melihat di sana (surga). dan bagi orang-orang zalim disediakan-Nya azab yang pedih. maka barangsiapa menghendaki (kebaikan bagi dirinya) niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya. kamu akan mengira mereka. dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih. mutiara yang bertaburan. dan yang ditakuti oleh orang-orang yang baik-baik dan bertakwa. pada bagian terakhir diberitahukanlah kepada mereka akibat dari ujian ini. "Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al Qur’an kepadamu (hai Muhammad) dengan berangsur-angsur. Sesungguhnya (ayat-ayat) ini adalah suatu peringatan. dan diberi-Nya beliau pengarahan supaya bersabar dan menunggu keputusan Allah dalam urusan ini. nyaman. niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar. Dan memasukkan siapa yang dikehendakinya ke dalam rahmat-Nya (surga). Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu. niscaya sudah dimusnahkanlah mereka melalui cobaan-cobaan dan azab-Nya. Mereka memakai pakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak. (Al Insaan: 11-22) Setelah memaparkan kenikmatan yang halus. dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antara mereka. dan pendustaan orang-orang kafir. Dan pada sebagian dari malam. dan usahamu adalah disyukuri (diberi balasan). dan ditunjukkan kepada mereka betapa entengnya urusan mereka menurut pandangan Allah yang telah menciptakan mereka dan memberi kekuatan kepada mereka. menenteramkan. (yang didatangkan dari) Sebuah mata air surga yang dinamakan salsabil. Sesungguhnya ini adalah balasan untukmu. menenangkan. madah Alquran. dan supaya beliau terus berhubungan dengan Tuhannya dan selalu memohon pertolongan kepada-Nya sepanjang jalan perjuangannya. Kalau bukan karena karunia-Nya untuk membiarkan mereka eksis. (Al Insaan: 27-31) Surat ini dimulai dengan mengingatkan kejadian manusia dan ketentuan Allah dalam menciptakan mereka itu sebagai sasaran ujian dan diakhiri dengan menerangkan akibat atau konsekuensi ujian tersebut. Kami telah menciptakan mereka dan menguatkan persendian tubuh mereka.campurannya adalah jahe.pb.Kami sungguh-sungguh mengganti (mereka) dengan orang-orang yang serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. dan menyenangkan ini maka beralihlah sasaran khithab (firman IIahi) ini kepada Rasulullah saw. sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah sejak ________________________________________________ Materi Tarbiyah Muayyid. Dan mereka dikelilingi oleh pelayan-pelayan muda yang tetap muda. Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak memperdulikan kesudahan mereka. kecuali bila dikehendaki Allah. Dan sebutlah nama Tuhanmu pada (waktu) pagi dan petang. pada hari yang berat (hari akhirat). untuk memantapkan hati beliau di dalam menghadapi tantangan.tafsir Al Insan 10 . Apabila kamu melihat mereka. maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari. Dan. Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu). kekafiran. sedang Dia berkuasa untuk melenyapkan mereka dan mendatangkan kaum yang lain. " (Al Insaan: 23-26) Kemudian diingatkannya mereka terhadap hari yang berat yang tidak dapat mereka perhitungkan.

yang secara garis besar merupakan kenikmatan indrawi. yang mana masyarakatwaktu itu masih dekat dengan zaman jahiliah.pb. Di sana terdapat sesuatu yang lebih tinggi dan lebih halus daripada itu sebagaimana yang disebut kan dalam surat Al Qiyaamah. dan dia sudah diberi karunia pemahaman dan pemikiran supaya selamat di dalam menghadapi ujian itu. Kenikmatan macam ini memang senantiasa menarik perhatian banyak orang.tafsir Al Insan 11 . mengapa dia tidak merenungkan pada dirinya suatu perasaan akan adanya tangan yang membawanya ke pentas kehidupan. Kepada Tuhannyalah mereka melihat. Atau lukisan ini merupakan lukisan terpanjang apabila kita perhatikan apa yang disebutkan di dalam surat Al Waqi'ah di dalam menggambarkan bermacam-macam kenikmatan. " (Al Insaan: 1-3) Pertanyaan pada permulaan surat ini adalah littaqrir (untuk menetapkan). yaitu adanya rencana dan pengaturan. tanpa merenungkan dan memikirkannya. madah Alquran. Dengan permulaan dan penutup yang demikian ini surat ini memberi petunjuk tentang apa yang ada di belakang kehidupan ini. dan layaklah mereka diberi balasan dengan sesuatu yang sangat menggembirakan hatinya. Di antara permulaan dan penutup terdapat lukisan-lukisan Al Qur’an yang panjang tentang pemandangan-pemandangan kenikmatan. dan menjadikannya sesuatu yang dapat disebut padahal sebelumnya dia belum merupakan sesuatu yang dapat disebut. ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir.sebut? ________________________________________________ Materi Tarbiyah Muayyid. dan apa yang sesuai dengan keberadaan dan perasaan mereka. Allah Maha Mengetahui tentang apa yang baik bagi mereka dan bagi hati mereka. sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut? Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan). di samping penerimaan (amal) dan penghormatan. Surat ini dengan perinciannya dan pemaparan keindraan kenikmatan itu memberikan kesan sebagai surat Makkiyah.menciptakannya dahulu. " (Al Qiyaamah: 22-23) Allah lebih mengetahui apa yang baik bagi hamba-hamba-Nya dalam setiap keadaan. "Wajah-wajah (orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. akan tetapi penyebutannya dengan redaksional seperti ini seakan-akan untuk bertanya kepada diri manusia itu sendiri: apakah dia tidak mengetahui bahwa pernah datang kepadanya suatu masa yang waktu itu dia belum berujud apa-apa yang dapat disebut? Kemudian. Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus. yang tidak boleh manusia mengabaikannya begitu saja. masih kuat bergantung kepada kesenangan-kesenangan indrawi (lahiriah) di mana kenikmatan-kenikmatan indrawi ini sangat menyenangkan dan menarik hati mereka. memberinya cahaya. apakah dia tidak memikirkan dan merenungkan hakikat ini? Selanjutnya. karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat. karena dia adalah makhluk yang diciptakan untuk diuji. Asal Usul Kejadian Manusia dan Tujuan Diciptakannya Mereka 'Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa.

Masih banyak lagi isyarat dan renungan yang bermacam-macam. yang diperhitungkan peranannya di dalam program semesta yang panjang.. mengarahkan jiwa manusia untuk merenungkan tangan kekuasaan yang memunculkan makhluk baru ini ke panggung alam semesta.? Manusia adalah makhluk yang terpedaya terhadap dirinya dan harga dirinya. yang membangkitkan kesadaran di dalam hati tentang adanya maksud. yang menyiapkannya untuk memainkan peranannya dan menyiapkan peranan untuk dimainkannya. Boleh jadi yang dimaksud dengan percampuran ini adalah warisan-warisan yang tersimpan di dalam nuthfah. tujuan.. dan mengikatkan benang-benang kehidupannya dengan poros semesta seluruhnya.. mengarahkan jiwa manusia untuk merenungkan saat diwujudkannya manusia di alam semesta ini. Pertama. di dalam perjalanan hidupnya. dan merenungkan bagaimana keadaan semesta dengan ditambahkannya makhluk baru ini. "Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan). sehingga ia lupa bahwa alam ini sudah ada dan sudah hidup dalam waktu yang amat panjang sebelum ia terwujud. Kedua. bukan janin makhluk hidup lainnya. " (Al Insaan: 2) Al amsyaaj artinya yang bercampur ini boleh jadi mengisyaratkan adanya percampuran antara sel sperma laki-laki dan sel telur wanita setelah terjadinya pembuahan. yaitu isyarat isyarat yang halus dan mendalam. Dan sesudah itu. yang di dalam istilah ilmiahnya mereka namakan dengan "gen". namun masih kosong dari manusia. dan dimunculkannya bermacam-macam bayangan dan lukisan masa itu yang tidak ada yang mengetahui bagaimana keadaan yang sebenarnya kecuali Allah. mengarahkan jiwa manusia untuk merenungkan kondisi sebelum diciptakannya manusia dan sebelum terwujudnya. Ia hidup dalam masa itu bersama alam. dan ketentuan di dalam penciptaan insan dan alam semesta. sehingga muncullah makhluk ini atas kehendak Allah. yang karenanya nuthfah manusia berproses untuk membentuk janin manusia..pb. tangan kekuasaan itu masih terus mengikuti dan memantau setiap langkahnya. Bagaimanakah keadaannya waktu itu. yang menebarkan berbagai renungan di dalam jiwa. dan di tempat kembalinya di akhirat nanti.tafsir Al Insan 12 . sebagaimana ia juga mewariskan sifat sifat tertentu dalam keluarga. yang sudah ditentukan urusannya di dalam perhitungan Allah sebelum ia terwujud. dengan mengikatnya dengan benang untuk memandunya bersama seluruh benang pengikat alam semesta yang besar ini. Adapun perkembangan manusia sesudah itu beserta keberadaannya. Ketiga. Mungkin juga yang dimaksud dengan percampuran ini adalah percampuran dari warisan-warisan yang beraneka ________________________________________________ Materi Tarbiyah Muayyid.. dan telah menyiapkan untuknya kondisi-kondisi yang menjadikan keberadaannya dapat menunaikan peranannya dengan mudah. yaitu plasma yang membawa sifat keturunan dari seseorang kepada janin. karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat..Banyak sekali isyarat yang keluar dari belakang kalimat tanya dalam konteks ini. Barangkali alam semesta sendiri tidak pernah mengharapkan diciptakannya makhluk yang bernama "manusia" ini. yang dilepaskan oleh nash ini di dalam nurani. madah Alquran. maka ia mempunyai cerita lain.

atau memilih jalan yang sesat dan menempuh jalan yang sesat itu.. dan agar dapat mengerti segala sesuatu serta semua norma dan nilai. dan diterangkan-Nya untuknya jalan yang bisa menyampaikan kepada-Nya. Oleh karena itu.. ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir. Kemudian ditunjukkan kepadanya jalan dan dibiarkannya dia untuk memilihnya. Sedang Allah swt mengetahui siapakah gerangan manusia itu? Apakah ujian yang diberikannya? Dan. semuanya dengan ukuran tertentu! Kemudian.. Manusia diciptakan oleh tangan kekuasaan sedemikian rupa dari nuthfah yang bercampur.. Akan tetapi ia diciptakan untuk diuji dan diberi cobaan. kalau dia tidak bersyukur. diberi-Nyalah mereka perangkat untuk menerima dan merespons. dan ia tempuhlah ujian itu sesuai dengan pilihannya. lalu Tuhannya menghendakinya menjadi sesuatu yang dapat disebut. agar dia mampu menerima dan merespons...tafsir Al Insan 13 . iradah Allah mengembangkan jenis makhluk (manusia) ini dan pewujudan personAl personalnya dengan sarana yang telah ditentukan-Nya. dia juga dibekali kemampuan untuk memilih jalan. sesudah ia mengetahui bahwa dahulunya ia bukan merupakan sesuatu pun yang dapat disebut-sebut.. dan diberinya pendengaran dan penglihatan. yakni diberinya bekal dengan alat alat pemahaman.. memahami dan memilih.pb. dan tahulah ia bahwa ia adalah makhluk yang diciptakan untuk tujuan tertentu. di samping pengetahuan. dan karena itulah ia akan dihisab dan dimintai pertanggungjawaban. yang dimaksud adalah untuk memunculkannya di panggung kehidupan di alam semesta ini dengan segala tanggung jawab yang harus dipikulnya terhadap apa saja yang diperbuatnya. Syukur adalah getaran pertama yang datang ke dalam hati yang beriman di dalam momentum ini. Dan segala sesuatu pada makhluk-Nya serta pembekalannya dengan perangkat-perangkat pengetahuan dan ujiannya dalam kehidupan. dan ia di sini (di dunia ini) adalah untuk diuji dan untuk menempuh ujian itu.. bukanlah suatu hal yang sia-sia dan kebetulan belaka. lantas memilahnya dan memilihnya....macam. dan dibekalinya dengan kemampuan untuk memahami dan mengerti.. Maka selama masa hidupnya ________________________________________________ Materi Tarbiyah Muayyid. Setelah itu. yang tidak dapat menyampaikannya kepada Allah. Karena itu. apa buah ujian itu? Akan tetapi. Kalau begitu. Manusia merasakan keseriusan urusan ini dan kecermatannya sesudah dikemukannya tiga macam sentuhan tersebut.. Di belakangnya ada ujian dan cobaan. dijadikanlah dia dapat mendengar dan melihat. dia kafir. Oleh karena itu.. madah Alquran. kemudian diberi balasan sesuai dengan hasilnya.. di belakangnya tentu ada hikmah-hikmah tertentu dan maksud-maksud tertentu... dibiarkanNya dia untuk memilihnya sendiri. "Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus. " (Al Insaan: 3) Diungkapkannya petunjuk dengan kata "syukur" karena syukur merupakan getaran terdekat yang datang ke dalam hati orang yang mendapat petunjuk. ia terikat pada poros as. yang diciptakan-Nya dari nuthfah yang bercampur. bukan sia-sia tiada guna.. Digunakannya bentuk kata "kafuur"ini adalah untuk menunjukkan intensitas kekafiran. dan ia dibekali dengan pengetahuan dan pengertian.

Sesungguhnya kami menyediakan bagi orang-orang kafir rantai. maka dapatlah dipahami bahwa ia lebih manis daripada minuman dunia. menghormati. (Al Insaan: 4) Rantai amuk kaki dan belenggu amuk tangan. dan bayang-bayang panggilan persuasif terhadap kenikmatan yang menyenangkan. karena Allah mengetahui bahwa manusia tidak mampu menggambarkan sesuatu yang gaib dan tersembunyi ini kecuali sebagaimana yang dilukiskan itu saja. sebagai pelaksanaan ujian yang diharapkan membawa hasil dan nilai yang baik. belenggu dan neraka yang menyalanyala. Penyebutan mereka pada ayat pertama dengan "abrar" (orang-orang yang suka berbuat kebajikan) dan pada ayat kedua dengan "ibaadullah" (hamba-hamba Allah) adalah untuk menyenangkan. Menuai Hasil Ujian Kehidupan Selanjutnya. bukan masa untuk bermain dan bersenang-senang serta berbuat yang sia-sia. Dari tiga buah ayat pendek yang menelorkan renungan-renungan yang lembut dan mendalam. yang harus diaplikasikan di dalam kehidupan ini. Dan di dunia ini kita tidak bisa membandingkan kualitas dan jenisnya dengan kelezatan di surga nanti. dipaparkan di dalam ayat-ayat berikut ini secara global. Apa yang akan diperoleh orangorang kafir. Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. madah Alquran. dan mengumumkan keutamaannya suatu kali. ditelorkan pulalah adanya beban berat yang harus dipikulnya yang harus dipertanggungjawabkannya dan harus disikapi dengan penuh keseriusan dan kepatuhan. dan kelezatannya berkali lipat melebihinya. adalah masa ujian yang harus ditempuhnya. Ketiga ayat yang pendek ini mengubah pandangannya tentang tujuan keberadaannya.pb. Adapun mengenai azab.di muka bumi. Kemudian cepat-cepat disebutkanlah kenikmatan-kenikmatan yang banyak. Maka penyebutan sifat-sifat minuman ini hanyalah untuk mendekatkan kepada perasaan saja.tafsir Al Insan 14 . maka diisyaratkannya secara global. dan neraka yang menyala-nyala yang orangorang yang dirantai dan dibelenggu itu dilemparkan ke dalamnya. Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah. kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. Kemudian diperkenalkanlah sikap hidup orang-orang baik sebagai hambahamba Allah itu yang telah dipastikan mendapatkan kenikmatan dan kesenangan ini dengan firman-Nya. (Al Insaan 7-10) ________________________________________________ Materi Tarbiyah Muayyid. dan pada kali lain untuk menunjukkan kedekatannya kepada Allah dalam hamparan nikmat dan kemuliaan. anak yatim dan orang yang ditawan. karena bayang-bayang surat ini adalah bayang-bayang kemakmuran lahiriah dalam lukisan dan kesan. dipaparkanlah apa yang bakal diperoleh manusia setelah menempuh ujian itu dan setelah memilih jalan kesyukuran atau kekafiran. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin. Sesungguhnya kami takut akan (azab) Tuhan kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan. mengubah perasaannya tentang keberadaannya. dan mengubah pandangannya terhadap kehidupan dan nilainya secara umum.

. lembut. bahwa mereka tidak menaruh perhatian sedikit pun terhadap orang-orang lemah yang membutuhkan pertolongan.. " (A1-Insaan: 8) Ayat ini menggambarkan perasaan yang baik. dan menimpa orang-orang yang suka mengabaikan kewajiban dan berbuat jahat. dengan bahasa yang menyentuh kalbu. bersikap lebih mengutamakan orang lain daripada diri sendiri. dan tidak berusaha melakukan tipu daya untuk melepaskan diri dari tanggung jawab. Mereka memberi makan kepada orang-orang miskin dengan jiwa yang lapang.Inilah gambaran yang jelas dan transparan pada hati yang lurus. merasa sedih dan takut kepada Allah. "Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah. mengharapkan ridha-Nya.pb. maka mereka adalah sumber air yang sejuk di tengah panasnya kebakhilan ini. 'Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin. dengan hati yang penuh kasih sayang. Hal ini menunjukkan kerasnya langkah Mekah di kalangan kaum musyrikin. yang merasakan betapa beratnya kewajiban dan besarnya tugas yang diembannya. meski bagaimanapun mereka telah melakukan pendekatan dan ketaatan kepada Allah. dan kuat kemauannya untuk menunaikan tugas-tugas akidahnya karena Allah disertai dengan rasa kasih sayang yang teduh terhadap sesama hamba-hamba Allah yang lemah. akan tetapi ia lebih mementingkan orang-orang yang lebih membutuhkannya. anak yatim dan orang yang ditawan. maka dilaksanakanlah ketaatan-ketaatan yang sudah menjadi tekadnya. Maka mereka takut jangan sampai azab-Nya mengenai dirinya. serius. dan takut akan azab-Nya yang dipicu oleh ketakwaannya dan keseriusannya di dalam memandang kewajibannya yang berat. Mereka laksanakan urusan itu dengan serius dan tulus.. sebagaimana diceritakan keadaan mereka oleh ayat ayat itu. dengan niat yang ikhlas dan bersih dari tujuan yang bukan-bukan. Mereka mengerti betul sifat dan keadaan hari kiamat itu. madah Alquran. yang merasa takut jangan-jangan ia menguranginya dan tidak menunaikannya dengan sempurna. Terhadap hati semacam ini tidak pantas dikatakan bahwa ia suka memberi makan kepada orang-orang lemah yang membutuhkannya dengan makanan yang tidak ia perlukan.tafsir Al Insan 15 . kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. Adapun hamba-hamba Allah yang baik itu. tidak ingin melepaskan beban dan tugasnya setelah bertekad untuk melaksanakannya. Begitulah tanda orang-orang yang bertakwa. padahal dia sendiri mencintainya karena membutuhkannya. Harta yang banyak untuk berbangga-banggaan. yang keburukan dan azabnya merata di mana-mana. meskipun mereka biasa mengorbankan. 'Dan mereka takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. Kalimat ini lebih luas cakupannya daripada pengertian "nazar" menurut tradisi sebagaimana yang dipahami sepintas kilas oleh manusia. dan selalu menghadap kepada Allah dengan melakukan berbagai amalan. Sesungguhnya kami takut akan (azab) Tuhan kami pada suatu hari yang ________________________________________________ Materi Tarbiyah Muayyid. ditunaikanlah kewajiban-kewajibannya. dan bagus yang tercermin dalam tindakan memberi makan orang-orang miskin. Inilah makna dari "mereka menunaikan nazar". Sebenarnya ia sendiri memerlukan makanan itu. ". 'Mereka menunaikan nazar'.

yang ia takuti mengenai dirinya. melainkan bahwa yang harus dijaga adalah perasaan hati.. dan yang dimaksud adalah kewajiban zakat. Akan tetapi. dan sebagai jalan untuk memenuhi kebutuhan orang-orang yang membutuhkan. telah diwajibkan tugas-tugas. dan tidak mencari balasan dari makhluk dan tidak pula mengharapkan ucapan terima kasih dari orang lain. dan hari ________________________________________________ Materi Tarbiyah Muayyid. atau kemanfaatan hidup lainnya.pb. tidak bermaksud mencari popularitas dan menyombongi atau mengungguli orang-o rang yang berkeperluan itu. " (A1 Insaan: 9-10) Inilah kasih sayang yang melimpah dari hati yang lembut dan penyayang. Hati yang mulia akan mendidik pemiliknya dan suka memberi manfaat kepada saudara-saudaranya yang datang menghadap kepadanya. Oleh karena itu. dan tindakan-tindakan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan orang yang berkebutuhan." Memberi makan secara langsung seperti ini merupakan implementasi dari jiwa yang lembut. terlukislah. Sedang bagian lain adalah membersihkan jiwa orang-orang yang memberikan bantuan itu. Disebutkan bahwa mereka akan mendapatkan pencerahan wajah dan kegembiraan dari Allah. hidupnya perasaan. Oleh karena itu. cerdas.. ucapan terima kasih. Akan tetapi. dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati.tafsir Al Insan 16 . yang selalu menghadap kepada Allah untuk mendapatkan ridha-Nya. dan membersihkannya dari motivasi-motivasi duniawi seperti menginginkan balasan.. Mereka lakukan semua itu karena hendak menjaga diri dari bencana hari kiamat yang menjadikan orang bermasam muka penuh kesulitan. madah Alquran. dan mulia. tidak dibayangkan dalam gambaran ini secara mendasar dan langsung. bentuk-bentuk kebaikan dan caranya berbeda-beda sesuai dengan lingkungan dan kondisi. Ini merupakan sisi yang tidak boleh dilupakan dan diremehkan. dan dikatakan bahwa yang demikian itu berarti menghina orang-orang yang menerima dan merusak yang memberi.. Rasulullah saw pun telah memberi petunjuk kepada mereka dengan sabdanya. dan mengangkatnya kepada posisi yang mulia. Telah diatur jenis-jenis bantuan. apalagi dibalik tolok ukurnya lalu dicacat. ‘Jagalah dirimu dari api neraka walaupun dengan memberi bantuan-separo butir kurma. dijelek-jelekkan.(di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan. dan keinginan terhadap kebaikan karena mengharapkan ridha Allah. dan dinodai.. yang ia jaga dan lindungi dirinya dengan melakukan pemeliharaan dan penjagaan semacam ini. Maka cukuplah bagi hati dengan kedua sisi pendidikan yang dimaksudkan oleh agama ini untuknya. semua ini baru satu sisi saja dari sisi-sisi pengarahan Islam yang dipaparkan dalam ayat-ayat tersebut. dan telah ditentukan tanggung jawab sosial. sesuatu yang bagus bagi perasaan atau hati yang mulia ini. Bagian ini adalah untuk memenuhi kebutuhan orang-orang yang membutuhkan bantuan. Islam adalah akidah bagi hati dan manhaj tarbiyah 'sistem pendidikan' bagi hati ini. untuk menenteramkan hati mereka di dunia ketika mereka sedang menghadapi Al Qur'an ini dan membenarkannya. (A1 Insaan: 11) Rangkaian ayat ini begitu cepat menyebut pemeliharaan Allah kepada mereka dari kesusahan hari itu yang sangat mereka takuti. Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu..

Tidak ada terik matahari yang menyengat. dan buah-buahannya mudah diambil. Dapatlah kita katakan bahwa alamnya adalah alam yang lain.. tidak pula dingin yang sangat.. (Yang didatangkan dari) sebuah mata air surga yang dinamakan salsabil. Kemudian minumannya dicampur dengan zanjabil dan adakalanya dicampur dengan kaafur. Bejana-bejana dan gelas-gelas perak itu suci dari mata air yang bernama Salsabil... Bejana-bejana yang besarnya telah diukur sedemikian rupa sehingga terlihat apik dan indah..kiamat itu baginya bukan hari bermuram durja yang penuh dengan kesulitan. " (Al Insaan: 13) Mereka duduk bersantai ria. (yaitu) kaca-kaca (yang terbuat) dari perak yang telah diukur mereka dengan sebaik-baiknya? Dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe. dan cerah di dunia. 'Di dalamnya mereka duduk bertelekan di atas dipan."(A1-Insaan: 14) Apabila naungan rerimbunan pohon-pohon surga dekat kepada mereka. sambil duduk-duduk di antara naungan dedaunan yang rimbun dan buah-buahannya yang dekat serta udaranya yang segar. Diedarkan kepada mereka minuman-minuman di dalam bejana-bejana perak dan gelas-gelas perak. tetapi tidak panas dan gerah. hangat. dan sesuai dengan kesejukan hati mereka dan kecerahan perasaan mereka. sedang udara di sekitarnya segar dan nikmat. yang di sana tidak ada matahari seperti matahari kita. Inilah kondisi umum bagi surga yang akan dibalaskan Allah buat hamba-hamba-Nya yang baikbaik yang dilukiskan sifat-sifatnya oleh ayat-ayat di atas dengan gambaran yang bagus. maka inilah kesenangan dan kenikmatan yang dapat dijangkau oleh khayalan. dan tidak ada mataharimatahari lain seperti di dalam tata surya kita. Cukuplah kita katakan begitu saja! 'Dan naungan (pohon pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya.pb.. segar tapi tidak dingin. lembut.tafsir Al Insan 17 . karena sangat tawar dan segar bagi orang-orang yang meminumnya! Untuk menambah kenikmatan. madah Alquran.. 'Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutra. akan tetapi peraknya jernih bagaikan kaca. Kemudian datanglah perincian kenikmatan dan layanan di sana 'Dan diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kaca." (Al Insaan: 12) Surga yang mereka tempati dan sutra yang mereka pakai. sebagai balasan yang sesuai dengan rasa takut mereka kepada Allah dan kengerian hari itu ketika hidup di dunia. Mereka abadi dalam usia muda dan usia anak-anak yang ________________________________________________ Materi Tarbiyah Muayyid. yang tidak pernah dimakan masa dan usia. mereka tidak merasakan di dalamnya (teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang bersangatan.. maka yang mergedarkan bejana bejana dan gelas-gelas yang berisi minuman ini adalah anak-anak kecil dengan wajah yang cerah ceria. yang belum pernah ada di dunia bejana perak yang seperti itu."(A1-Insaan: 15-18) Mereka berada di dalam kesenangan dan kenikmatan..

surga..pb. secara global ayat berikutnya melukiskan garis-garis pemandangan itu. dan kenikmatan.. yang tidak mengerti hakikat dakwah. Dan. dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih. jalan yang satu membawa manusia ke surga dan yang satunya lagi membawa ke neraka! Pengarahan buat Rasulullah saw Setelah selesai menyampaikan panggilan ke surga dan kenikmatannya yang nyaman dan menyenangkan. menghalangi mereka dari jalan Allah. Di antara penawaran mereka kepada Nabi saw dan memfitnah kaum mukminin. "(Al Insaan: 19) Kemudian. "Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al Qur’an kepadamu (hai Muhammad) dengan berangsur-angsur.lucu-lucu dan ceria. Demikianlah paparan terperinci dan bisikan yang mengesankan di dalam hati. maka dipecahkanlah keadaan kaum musyrikin yang terus-menerus menentang dan mendustakan. Apabila kamu melihat mereka kamu akan mengira mereka. dan usahamu adalah disyukuri (diberi balasan). atau berhenti dari mencela mereka. 'Dan mereka dikelilingi oleh pelaya.. Itu adalah pemberian yang mulia dari Maha Pemberi Yang Maha Mulia.. bisikan terhadap kenikmatan yang bagus itu dan keterbebasan dari rantai. dan berpaling dari kebaikan. seakan-akan sebagai penjabaran dan penafsiran terhadap keglobalan di atas. Memang terdapat dua jalan kehidupan.pelayan muda yang tetap muda. madah Alquran. dan memberikan nilai tersendiri yang melebihi nilai kenikmatan itu sendiri.tafsir Al Insan 18 . Kemudian disebutkan secara khusus salah satu bentuk kenikmatan dan kerajaan yang besar itu. 'Mereka memakai pakaian sutra halus yang hijau dan sutra tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak. "Sesungguhnya ini adalah balasan untukmu. niscaya kamu akan melihat berbagai kenikmatan dan kerajaan yang besar. Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu. dan api neraka yang menyala-nyala. dan memberikan pemandangan yang sempurna yang diringkas di dalam hati dan pandangan. dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antara mereka. 'Dan apabila kamu melihat di sana (surga).. dan ucapan ini sebanding dengan seluruh kenikmatan itu. " (Al Insaan: 22) Mereka terima ucapan ini dari alam tertinggi. di antara semua ini datanglah segmen terakhir dalam surat ini untuk memecahkan sikap demikian itu dengan metode Al Qur'anul Karim.. "(Al Insaan: 21) Sundus adalah sutra halus dan istibrag adalah sutra tebal. lantas mereka melakukan penawaran kepada Rasulullah saw agar beliau menghentikan dakwahnya. ________________________________________________ Materi Tarbiyah Muayyid. Perhiasan dan kenikmatan ini semua mereka terima dari Tuhan mereka. ini menambah nilai kenikmatan itu! Kemudian mereka peroleh pula kasih sayang dan penghormatan.. Mereka di sini dan di sana bagaikan mutiara yang bertaburan.. Kehidupan yang dilukiskan secara garis besar dan umum. Di sanalah hidup hamba-hamba Allah yang baik-baik dan dekat kepada-Nya. mutiara yang bertaburan. " (Al Insaan: 20) Kenikmatan dan kerajaan yang besar. belenggu. mengganggu mereka.

dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antara mereka. sebagaimana yang biasa dilakukan manusia yang di tengah perjalanannya ketika terjadi perselisihan lantas mereka mau melakukan kompromi terhadap kepentingan-kepentingan. Di sini datanglah peringatan kedua. melebihi keajegan mereka membela akidahnya.tafsir Al Insan 19 . tradisinya. Ayat ayat ini memuat hakikat pertolongan. tidak boleh dipakai. meskipun beliau seorang Rasul yang dipelihara Allah dari fitnah dan dilindungi-Nya dari gangguan manusia... dan Allah tentu mengetahui hal ini. dan tradisi mereka. 'Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu.. tata aturan. "Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al Qur’an kepadamu (haiMuhammad) dengan berangsur-angsur.Karena.pb. karena Dialah yang menugaskannya dan menurunkan Al Qur'an kepadanya. berusaha membujuk dan merayu Rasuiullah saw di samping mengancam dan mengganggu agar mau berkompromi dengan mereka di tengah jalan dan menghentikan celaan terhadap akidah.14 Cara-cara begini atau yang serupa dengannya merupakan sesuatu yang selalu dihadapi oleh juru dakwah ke jalan Allah di setiap tempat dan setiap generasi. Allah yang telah menurunkan Al Qur'an dan memberi tugas untuk mendakwahkan Al Qur'an ini tidak akan membiarkan dakwah itu dan tidak akan membiarkan juru dakwahnya.. maka tidak ada sumber lain bagi dakwah dan tidak mungkin dicampur hakikatnya dengan sesuatu yang lain yang tidak mengalir dari sumber ini. keburukan terus meluas. madah Alquran.. keuntungan-keuntungan materi. Dia adalah sumber dakwah satu-satunya dan Dialah yang menurunkan Al Qur'an. juga tidak boleh dicampur dengan sesuatu apa pun. dan terhadap urusan-urusan tanah air ini. dan fitnah terus memantau mereka. dan keburukan-keburukan yang mereka masuki. bantuan. Sarana penghalangan dari jalan Allah dikuasai oleh musuh-musuh dakwah. dan terus dijalankan. dan bertemu di tengah jalan." (Al Insaan: 23) Inilah perhatian pertama terhadap sumber penugasan dakwah ini dan sumber hakikatnya bahwa dakwah ini adalah dari Allah. dan pengarahan itu. Nabi saw. kebatilan terus merebak. dilakukan. karena itu tidak dibiarkan-Nya beliau sendirian. mencegah manusia dari bergabung di bawah bendera akidah itu kadang-kadang lebih mudah daripada memfitnah orang-orang yang telah mengetahui hakikat akidah itu dan telah merasakannya. Ini merupakan tawaran yang sukar ditolak dalam kondisi sulit seperti itu. Kedua. Kemudian. dan mau berdamai dengan mereka terhadap sesuatu yang ia sukai dan disukai oleh mereka.. Kemudian mereka menawarkan perdamaian. kerusakannya. membagi negara menjadi dua. " (A1 Insaan: 24) ________________________________________________ Materi Tarbiyah Muayyid. dan tidak dibiarkannya menghadapi kenyataan berat ini dengan tanpa pertolongan dan pengarahan kepada petunjuk-petunjuk dan rambu-rambu. gangguan menimpa orangorang mukmin. Akan tetapi. dan tidak boleh dipinjam untuk menetapkan akidah ini. Sumber selain ini tidak boleh diterima. namun beliau juga seorang manusia biasa yang menghadapi kenyataan yang berat di kalangan minoritas mukminin yang lemah. undang-undangnya.

dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antara mereka. Dan pada sebagian dari malam. dan kejahatan yang berkembang. "Karena mereka tidak akan mengajakmu kepada ketaatan.. dan ________________________________________________ Materi Tarbiyah Muayyid. ketika utbah bin Rabi'ah berkata kepada beliau. serta tidak mungkin dapat dipasang jembatan penyeberangan di atas jurang yang luas yang memisahkan antara manhajmu dan manhaj mereka.. "Tinggalkanlah tugas dakwah ini nanti kukawinkan engkau dengan putriku.. dan antara pengetahuanmu terhadap kebenaran dengan kejahilan dan kejahiliahan mereka. 'Maka bersabarlala kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu ketika tiba waktu yang ditentukan.Urusan-urusan itu digantungkan kepada qadar Allah.. hingga beliau menjadi orang yang paling kaya di antara mereka. Mereka hanya akan mengajakmu kepada dosa dan kekufuran ketika mereka mengajakmu untuk berkompromi di tengah jalan dakwahmu... yang memisahkan antara kebenaranmu dan kebatilan mereka. dan untuk mendapatkan kenikmatan fisik. Bersabarlah. 'D an janganlah kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antara mereka. Bersabarlah dan janganlah kamu dengar tawaran mereka untuk berdamai dan berkompromi di tengah jalan menurut perhitungan akidah. " (Al Insaan: 24) Karena tidak ada kompromi antara engkau dan mereka. walaupun masanya panjang. fitnahnya berat.. Semua itu karena adanya hikmah yang hanya Dia yang mengetahui. karena yang demikian itu adalah berhubungan dengan sumber yang telah menurunkan Al Qur'an kepadamu. " (Al Insaan: 25-26) Inilah bekal itu! Sebutlah nama Tuhanmu pada waktu pagi dan petang." Semua tawaran yang diberikan para pemeluk kebatilan itu adalah untuk membeli para juru dakwah di setiap bumi dan setiap generasi! 'Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu. sebagaimana mereka menawarkan kebaikankebaikan (duniawi) yang sarat dengan fitnah.. dan ketika mereka menawarkan kepadamu sesuatu yang mereka kira akan menyenangkanmu dan memuaskanmu. maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari. dan bersujudlah dan bertasbihlah kepada-Nya pada malam yang panjang. dan kebaikan. dan pandanganmu dengan pandangan mereka terhadap alam wujud.pb. keimananmu dengan kekafiran mereka. Akan tetapi bersabar itu berat dan membutuhkan perbekalan dan faktor penunjang yang jelas. yang dengannya Dia jalankan qadar-Nya dan Dia laksanakan ketetapanNya. kebajikan.tafsir Al Insan 20 . sebab mereka adalah orang-orang yang suka berbuat dosa dan melakukan kekufuran... tipu dayanya kuat.. cahayamu dengan kegelapan mereka. karena aku adalah orang Quraisy yang memiliki putri-putri yang cantik-cantik. 'Dan sebutlah nama Tuhanmu pada (waktu) pagi dan petang. Bersabarlah terhadap gangguan dan fitnah. dan jalannya juga panjang. untuk mendapatkan harta yang menyenangkan.. member waktu yang panjang untuk memberi ujian dan cobaan kepada orang-orang yang beriman. Kemudian lebih bersabarlah berpegang pada kebenaran yang diberikan kepadamu yang diturunkan bersama Al Qur'an. Mereka memberikan tawaran kepada beliau untuk menjadi penguasa. Bersabarlah menghadapi kebatilan yang menang. madah Alquran. Maka mereka menawarkan kepadanya kedudukan dan kekayaan. Dia memberi kesempatan kepada kebatilan dan keburukan.

Karena jalan dakwah itu panjang dan bebannya berat.. Adapun jika kebatilan dengan segala kekuatan dan pasukannya dapat mengalahkan golongan mukmin yang minoritas dan lemah. dan sarana sarana kebatilan itu sendiri pada dasarnya adalah satu. untuk menjadi bekal di dalam menempuh jalan ini. ketika ia bertemu dengan Tuhannya di malam sunyi. dan melihat tugas yang agung dan amanat yang besar. Pada waktu itu ruh dapat merasakan perasaan-perasaan dan kesibukan-kesibukan yang kecil-kecil dan lembut-lembut. Oleh karena itu... di malam panjang itu. Oleh karena itu. Bantuan yang diberikan Allah swt ini merupakan bekal yang sebenarnya serta layak bagi perjalanan berat di jalan yang penuh duri itu. Sungguh ini merupakan hakikat yang besar yang harus dimengerti dan dijalani dalam kehidupan para penempuh jalan dakwah ini. Karena itu. memancarlah kekuatan untuk memikul tugas dan beban.... dan sudah tentu membutuhkan perbekalan yang banyak dan dukungan yang besar.. beribadah. pada hari yang berat (hari akhirat). Di sanalah. bahwa cita-cita mereka sangat rendah. Hakikat yang seharusnya para juru dakwah hidup di dalamnya adalah hakikat yang diberitahukan Allah kepada shahibud-da'wah pertama Nabi saw. Karena itu.memberikan jaminan kepadamu di dalam melaksanakan dakwah.. dan dua jalan yang tidak mungkin bertemu. memancarlah darinya kekuatan bagi kelemahan dan keminoritasan. ditegaskan lagi persimpangan antara manhaj Rasulullah saw dan manhaj jahiliah. Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak mempedulikan kesudahan mereka. dan pandangan mereka sangat kerdil.. dan bertasbih dalam malam yang panjang. Dialah sumber kekuatan. karena keduanya merupakan dua sistem yang berbeda. dan kebenaran yang diturunkanNya tidak mungkin boleh dicampur dengan kebatilan yang diserukan oleh orang-orang yang suka berbuat dosa dan kafir itu. yaitu bahwa penugasan dakwah itu turun dari sisi Allah. tidak dibiarkan-Nya Nabi-Nya saw tanpa pertolongan dan bantuan.. Sesungguhnya Allah Maha Penyayang. hendaklah sarana-sarana dan jalan jalan kebenaran itu adalah sarana-sarana yang diketahui Allah sebagai sarana-sarana jalan dakwah ini. Ia menjamin dakwah hamba-Nya. karena dakwah itu adalah satu.. Berhubungan dengan-Nya melalui berzikir. dalam bisikan syahdu. maka hal itu adalah untuk suatu hikmah yang hanya Allah yang mengetahuinya. sebab-sebab yang menjadikan orang bersikap demikian adalah satu. sikap kebatilan terhadapnya adalah satu. kondisi yang dihadapinya adalah satu jua. menurunkan Al Qur'an kepadanya. perbekalan.pb. tidak ada kerja sama antara kebenaran dan kebatilan." (Al Insaan: 27) ________________________________________________ Materi Tarbiyah Muayyid. bahwa mereka lupa melihat kebaikan buat diri mereka. sehingga terasa kecil duri-duri dan hambatan-hambatan yang ditemuinya di tengah jalan. Cinta Dunia Selanjutnya. berdoa. Allah berfirman.. madah Alquran.tafsir Al Insan 21 . Hendaklah terus memohon kekuatan dan pertolongan kepada Allah dengan berdoa dan bertasbih pada-Nya pada malammalam yang panjang. diperlukan kesabaran sehingga Allah mendatangkan keputusan-Nya. itulah bekal ashhabud-dakwah 'para pelaku dakwah' ke jalan Allah di setiap tempat dan setiap generasi.... karena Dia adalah pemilik dakwah itu. dalam kecerahan dan dalam keluluhan jiwa di hadapan IIahi. serta mengetahui beban-beban tugasnya dan hambatan-hambatan jalannya. dan pertolongan.

mereka memilih kehidupan dunia yang akan segera lenyap dan tidak mempedulikan hari yang berat yang sudah menantikan mereka di sana dengan rantai untuk merantai kakinya dan belenggu untuk membelenggu tangannya. seperti kekayaan.. mereka ini tidak pantas diikuti jalan hidupnya. Nah. Kami sungguh-sungguh mengganti (mereka) dengan orangorang yang serupa dengan mereka. Kesenangan dan kekayaan mereka itu hanya sedikit. di dalam menghadapi orang-orang yang telah diberi kesenangan dari kehidupan duniawi ini.. dan kesenangan. padahal Allah berkuasa untuk melenyapkan mereka dan menggantinya dengan yang lain. bahkan sumber keberadaan mereka sendiri. dan berat timbangannya dalam timbangan yang sebenarnya. " (Al Insaan: 28) Poin ini mengingatkan orang-orang yang membangga-banggakan kekuatannya.Mereka yang sangat rendah keinginan dan cita-citanya. berat akibatnya. " Maka mereka dengan kekuatannya tidak akan dapat melepaskan diri dari kekuasaan Allah. setelah menjalani hisab dengan sangat sulit. karena semua itu hanya akan berlangsung singkat dan segera lenyap. sedang mereka sendiri adalah orang-orang yang kerdil dan hina. "Kami telah menciptakan mereka dan menguatkan persendian tubuh mereka. Kami sungguh-sungguh mengganti (mereka) dengan orang-orang yang serupa dengan mereka. Kemudian ayat itu mengisyaratkan betapa mereka tidak memikirkan kebaikan yang hakiki bagi dirinya sendiri. Allah membiarkan mereka karena suatu hikmat sesuai dengan qadar-Nya terdahulu. kekuasaan. Dia berkuasa menciptakan orang-orang yang seperti mereka untuk menggantikan mereka.. Maka ayat ini merupakan kelanjutan ayat di atas untuk memantapkan hati Rasulullah saw dan orang-orang mukmin bersama beliau. apabila Kami menghendaki. serta api neraka yang menyala-nyala... Ayat berikutnya masih memaparkan kehinaan urusan mereka di sisi Allah yang telah memberikan mereka kekuatan dan keperkasaan. yang kecil tuntutannya dan kerdil pandangannya.pb.tafsir Al Insan 22 . dengan menunjukkan kepada mereka sumber kekuatan itu sendiri. di samping sebagai ancaman bagi pecinta-pecinta dunia itu dengan hari yang berat. Tidak layak dihiraukan apa yang ada pada mereka dari kehidupan dunia ini. Karena itu. tidak pantas berkompromi dengan orang-orang mukmin dalam tujuan dan cita-cita hidup. Akan tetapi.... karena Allahlah yang menciptakan mereka dan memberi kekuatan kepada mereka.. madah Alquran. 'Apabila Kami menghendaki. Mereka yang kecil dan hina serta tenggelam dalam kehidupan duniawi dan tidak memperdulikan hari yang berat. berat tanggung jawabnya. hingga Allah memutuskan semua urusan.. apabila Allah memberi tangguh kepada mereka dan tidak mengganti mereka dengan orang-orang lain seperti mereka. maka yang demikian itu adalah karunia-Nya dan nikmat ________________________________________________ Materi Tarbiyah Muayyid.. sebagaimana ayat ini juga menetapkan di dalam jiwa mereka akan hakikat qadar Allah dan hikmah yang dimaksudkan di belakangnya. sedang Dia adalah sebaik-baik pemberi keputusan. yang segala peristiwa berjalan sesuai dengannya.. Kemudian ditenangkanlah hati orang-orang yang beriman ketika mereka dalam kondisi lemah dan dalam jumlah yang sedikit bahwa yang memberi kekuatan itu adalah Tuhan yang mereka menisbatkan diri kepada-Nya dan menjalankan dakwah-Nya.

'Dia memasukkan siapa yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya (surga). di antara ________________________________________________ Materi Tarbiyah Muayyid. Inilah Islam yang sebenarnya. agar arah terakhir adalah kepadanya (kehendak Allah). semua ini berujung pada qadar Allah. 'Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu)... amok memberi kemampuan kepada mereka buat mengetahui yang hak dan yang batil. yang di lapangan inilah ia berlaku sebagaimana disebutkan dalam nash-nash seperti ini.. di samping menetapkan apa yang dikehendaki Allah buat mereka." (Al Insaan: 29) Kemudian poin ini diakhiri dengan menyebutkan kemutlakan kehendak Allah dan dikembalikannya segala sesuatu kepada-Nya..pb. dan tidak berlindung kepadanya agar menolongnya dan memberinya kemudahan. dan itu sudah menjadi keputusan-Nya dan kebijaksanaan-Nya. Dan ini adalah lapangan hakikat ini.Nya. dan tidak ada taufik (pertolongan) kepada kebaikan. Kemutlakan Kehendak Allah Kemudian diingatkannya mereka terhadap kesempatan yang diberikan kepada mereka dan Al\Qur'an menawarkan kepada mereka. yang mereka bangga-banggakan tetapi tidak mereka syukuri. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana....Karena itu. Dan apa saja yang diberikan Allah kepada hamba-hamba-Nya seperti pengetahuan dan pengertian. yaitu ujian yang telah ditetapkan buat mereka pada permulaan surat. Apabila ia tidak mengetahui di dalam hatinya terhadap hakikat kekuasaan yang berlaku. penjelasan tentang jalan kehidupan. Sebagaimana ayat ini juga merupakan sentuhan terhadap hati orangorang yang tenggelam dalam kehidupan dunia. maka barangsiapa menghendaki (kebaikan bagi dirinya) niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhan nya. " (Al Insaan: 30) Hal itu supaya hati manusia mengerti bahwa Allah itu berbuat dan berkehendak." (Al Insaan: 31) Itulah kehendak mutlak yang bertindak sesuai kehendaknya. yang menjadi tempat berlindungnya orang yang berlindung. dan surat ini pun mengingatkan mereka. madah Alquran. dan amok menetapkan hakikat kedudukan mereka dan kedudukan orang lain. dan daya upayanya kepada daya upaya-Nya. Dari sini maka ayat ini sebagai susulan untuk memantapkan hati Rasulullah saw dan orang-orang yang bersama beliau. dan agar manusia melepaskan kekuatannya dan menghimpunkan kepada kekuatan kehendak-Nya. dan agar mereka menyadari adanya ujian yang tersembunyi di balik nikmat ini. Dan. yang bertindak dan Maha Kuasa. pengutusan para Rasul. sesuai dengan kehendak Allah Yang Maha Mengetahui terhadap hakikat hati. maka dalam hati yang demikian ini tidak terdapat petunjuk dan kesadaran. dan kepasrahan terakhir kepada keputusan-Nya. "Sesungguhnya (ayat-ayat) ini adalah suatu peringatan.tafsir Al Insan 23 ... sehingga hati itu mengetahui bagaimana ia menghadap kepada-Nya dan menyerah kepada kekuasaan-Nya. Dan bagi orang-orang zalim disediakan-Nya azab yang pedih. yang terpedaya oleh kekuatan keluarganya. dan memilih arah kepada yang ini atau yang itu. kecuali bila dikehendaki Allah. dan penurunan Al Qur’an. lantas ia mendapat taufik untuk sadar dan taat. agar mereka mengingat nikmat Allah.

" Mereka telah diberi tempo dan diberi kesempatan. amok sampai kepada azab yang pedih ini.kehendaknya ialah memasukkan ke dalam rahmat-Nya orang yang dikehendaki-Nya.. zalim disediakan-Nya azab yang pedih. dan diberiNya pendengaran dan penglihatan. dan memohon taufik-Nya supaya diberi petunjuk. yang amok diuji inilah Allah menciptakan manusia dari nuthfah yang bercampur. 'Dan bagi orang-orang yang. Penutup ini serasi benar dan dengan bagian permulaan dan menggambarkan akhir ujian. yaitu orang-orang yang mencari perlindungan kepada-Nya.. ________________________________________________ Materi Tarbiyah Muayyid. serta ditunjukkannya jalan ke surga atau ke neraka .tafsir Al Insan 24 ..pb. madah Alquran. yang mencari pertolongan kepada-Nya dengan melakukan ketaatan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->