BAB 2 TEORI-TEORI PENDUKUNG

Untuk lebih memahami isi dari tulisan ini dibutuhkan beberapa pengetahuan tentang konsep, formula, dan definisi yang berhubungan dengan rancangan jaringan distribusi. Secara keseluruhan konsep, formula dan definisi berdasarkan tulisan Anton J. Kleywegt (2006). Daganzo (1978) menganggap permintaan banyak asal ke banyak tujuan sebagai suatu sistem yang responsif, misalnya taksi paling banyak satu kali permintaan per waktu dan bus yang memungkinkan beberapa permintaan yang akan diangkut per waktu. Daganzo memodelkan tiga algoritma yang membahas tentang rute dan approximate expressions yang diperoleh dari waktu tunggu rata-rata dan waktu setiap kali pelanggan naik ke dalam kenderaan. Operasi distribusi berlangsung berulang kali dalam jangka waktu. Dimisalkan, O adalah titik asal dan D adalah titik tujuan. Diberikan beberapa asumsi: 1. Setiap pengiriman dilakukan melalui satu terminal dari titik asal ke titik tujuan. 2. Dalam satu periode waktu tertentu, pengiriman dimulai dari terminal (barangbarang tetap diambil dari daerah asal) ke tujuan dan kembali lagi ke terminal dimana kenderaan berada, dengan kata lain barang dipindahkan dari titik asal O yang ditetapkan ke himpunan tujuan D. Daganzo dan Hall (1993) membahas perkiraan biaya rute kenderaan untuk melakukan pengambilan dan pengiriman barang, dimana pengiriman telah selesai sebelum pengambilan dilakukan. Diasumsikan pengambilan dan pengiriman terdistribusi merata pada wilayah yang telah dipartisi menjadi approximate rectangles dan tidak terikat pada jumlah rute pengambilan.

6
Universitas Sumatera Utara

Pengiriman dari banyak asal ke banyak tujuan dengan semua beban bergerak dan dimana rute tidak dianggap. Pengiriman langsung dari satu asal ke satu tujuan. Dari pernyataan tersebut. 6. dapat dibuat suatu persamaan: ∀ terminal m ∈ X := XE ∪ XP Universitas Sumatera Utara . Setiap kenderaan memiliki kapasitas yang sama Qv . Berikut akan diberikan beberapa definisi yang diperlukan untuk meminimalkan biaya. Pengiriman dari banyak asal ke banyak tujuan dengan beberapa beban bergerak langsung dari asal ke tujuan. dan terminal potensial oleh XP . Diberikan sebuah himpunan berhingga jalur-jalur (Ω). Misalkan ∃ω ∈ Ω dengan probabilitas atau bobot sebesar p (ω ). Himpunan terminal yang ada dinotasikan dengan XE . Pengiriman langsung dari banyak asal ke banyak tujuan. Pengiriman langsung dari banyak asal ke satu tujuan. Diberikan sebuah pertidaksamaan: ∀ω ∈ Ω. 3. qij (ω ) ≥ 0 yaitu menunjukkan jumlah barang per periode waktu yang harus pindah dari titik asal i ∈ O ke tujuan j ∈ D pada ω . 5. 4. Pengiriman langsung dari satu asal ke banyak tujuan.7 Blumenfeld (1985) menjelaskan ekspresi biaya pada kasus-kasus sebagai berikut: 1. 2. Himpunan Ω menunjukkan probabilitas distribusi yang masuk atau dapat diperoleh dari probabilitas yang masuk dengan sampling atau dapat juga merupakan perbedaan prediksi jalur pada periode waktu.

jika lainnya terminal m . tidak tergantung oleh jarak yang ditempuh oleh kenderaan. dengan asumsi biaya berpindahnya kenderaan tidak tergantung pada beban yang dibawa. Area tersebut memiliki satu gerbang terminal yang terletak di pusat. dan cv untuk setiap kenderaan yang digunakan selama periode waktu. baik kenderaan yang digunakan atau tidak. akan diputuskan cara untuk memindahkan setiap pengiriman dari asal ke tujuan melalui terminal terbuka. yaitu:  1. Berikut akan diberikan beberapa definisi mengenai terminal yang berpotensi untuk dibuka pada semua jalur. Diberikan dij menunjukkan biaya untuk memindahkan kenderaan dari titik asal i ke titik tujuan j .8 Diberikan Cm yang menunjukkan perbedaan biaya per periode waktu antara terminal m yang beroperasi dengan terminal m yang tidak beroperasi. Diambil variabel keputusan um yang menunjukkan terminal m yang terbuka untuk semua jalur. (2. Hall (1993) menganggap desain banyak asal ke banyak tujuan sebagai angkutan jaringan distribusi di area lokal. Artinya. seperti daerah metropolitan. j ) ∈ O × D dengan qij > 0. Untuk setiap jalur ω ∈ Ω. akan ditentukan terminal terbuka yang digunakan dalam pengiriman dan akan diputuskan masalah rute yang akan dipakai. jika m ∈ χ terbuka um := 0. untuk setiap pasangan asal-tujuan (i . dimana semua pengiriman ke dan dari lokasi tersebut akan melewatinya.1) m Variabel keputusan integer nv menyatakan jumlah kenderaan yang ditugaskan ke Universitas Sumatera Utara . Notasi Cv menunjukkan biaya per periode waktu untuk setiap kenderaan berdasarkan tiap terminal.

yaitu : ∀m ∈ X dan z m (ω ) ∈ {0. Dimisalkan. nv adalah kenderaan dengan kapasitas Qv masing-masing. 3. asal dan tujuan diberikan oleh d ∈ R(1+|O| +|D |) . Diberikan beberapa asumsi: 1. Jumlah yang harus dijemput dan dikirimkan diberikan oleh Q ∈ R+ (1+|O |+|D |) (dimana untuk setiap asal i ∈ O . maka syarat perlu variabel zij tidak bergantung pada ω . jika terminal m ∈ χ digunakan dalam perpindahan    := pengiriman dalam rute ω ∈ Ω     0. d .9 m Diberikan variabel keputusan biner zij (ω ) yang menunjukkan pengiriman dari i ke j melalui terminal m .2) m zij menunjukkan bahwa penugasan terminal dari asal ke tujuan bervariasi sesuai rute. Q menunjukkan kuan- titas yang akan diambil dari terminal dan disampaikan di j ). dapat diperoleh beberapa persamaan dari fungsi τ dan bergantung pada variabel keputusan pada Persamaan (3. Om z m (ω ) := i ∈ O : Dm z m (ω ) := j ∈ D : m j ∈D zij (ω ) m i ∈O zij (ω ) 2 >0 >0 (3. yaitu:   1. jika lainnya m zij (2.4) Universitas Sumatera Utara . 2.2). Berdasarkan asumsi di atas. D .3) (3. 1}|O×|D| diambil. Biaya perpindahan kenderaan antara terminal. Q . O ⊂ O untuk daerah asal dan D ⊂ D untuk daerah tujuan. nv ) menunjukkan biaya optimum dari masalah rute dengan jumlah kenderaan tertentu pada suatu terminal. Jika pengangkutan dari asal ke tujuan melalui terminal harus sama untuk m semua rute. Pada bab ini hanya untuk menentukan bahwa τ (O .

j ∈ Om z m (ω ) ∪ Dm z m (ω ) ∪ {m } Dari Persamaan (3.nv m ∈X (cm um m + Cv nv )+ ω ∈Ω p (ω )V (u . ukuran armada angkutan yang ditentukan oleh nv . untuk i ∈ Om (z m (ω )) (3. 1}|X | dan nv ∈ N|X | dimana.7) jumlah yang harus dijemput dan ditunjukkan dalam periode waktu pada rute ω ditentukan oleh daerah asal dan daerah tujuan qij (ω ). ω ) := min Z (ω ) m ∈X τ Om (z m (ω ) . Dm (z m (ω )). Fungsi objektif: min{ u .11) (3. ma- Universitas Sumatera Utara . (3. dan rute dari asal ke tujuan yang ditentukan q (ω ).13) Pada Persamaan (3. ω )} (3. ω := m Qm j z (ω ).12) (3.10)-(3. V (u .3)-(3.8) diperoleh fungsi objektif yang memberikan rencana biaya minimum dari distribusi untuk rute yang diberikan oleh terminal terbuka ω yang ditentukan oleh u . Jadi interpretasi yang dapat diambil dari Formulasi (3.8) d m z m (ω ). nv . nv . j ∈ D .7) (3. untuk semua i ∈ O. j ∈ D. m ∈ X (3.6) m m m Qm z m (ω ). ω : l ∈ O (3.10) m Qm (z m (ω ). m m ∈X zij (ω ) = I{qij ω>0} m zij (ω ) ≤ um m zij (ω ) ∈ {0. ω := di j : i . m ∈ X .10 m Qm i z (ω ). untuk semua i ∈ O. untuk semua i ∈ O. nv dengan kendala. 1} .13) yaitu untuk mengantarkan barang-barang yang diperoleh dari periode waktu sebelumnya dan kemudian untuk mengambil dan selanjutnya membawa barang-barang tersebut untuk diangkut ke terminal yang akan disampaikan pada perode waktu berikutnya. ω := Qm z m (ω ) ∪ Dm z m (ω ) i z (ω ). ω := j ∈Dm (z i ∈O m (z m m (ω ))qij (ω )zij (ω ).5) m (ω ))qij (ω )zij (ω ). j ∈ D. Jika rute daerah asal ke daerah tujuan bervariasi setiap minggu.9) dengan u ∈ {0. untuk j ∈ Dm (z m (ω )) (3. ω )d m (z m (ω )).

lainnya xijk  1. dan nv kenderaan dengan kapasitas Qv . dengan kenderaan k . dan pengiriman akan selesai sebelum pengambilan dilakukan dalam satu rute. jumlah barang yang akan diambil dan dikirimkan ditunjukkan oleh Q .13) dapat didefinisikan fungsi τ . Karena pengiriman harus diselesaikan sebelum pengambilan yang dilakukan pada rute. lainnya aik ≥ 0. biaya berpindahnya kenderaan antara daerah asal. Dimisalkan 0 menyatakan terminal. daerah tujuan D . Diberikan V := {0} ∪ O ∪ D yang menyatakan himpunan titik-titik. j ) ∈ (V )2 \ O × D : i = j Diberikan variabel keputusan sebagai berikut:  1. jika kenderaan k digunakan vk := 0. jika kenderaan k berpindah pada arc (i . Fungsi τ merupakan kemungkinan beberapa kenderaan untuk mengunjungi daerah asal atau daerah tujuan selama periode waktu. Berdasarkan penjelasan di atas dan Formulasi (3. Dengan menetapkan daerah asal O . Universitas Sumatera Utara .3)-(3.11 ka jumlah total barang yang di jemput pada minggu tertentu tidak sama dengan jumlah total yang sama di antar pada minggu yang lainnya. maka himpunan feasible arc pada rute adalah A := {(i . daerah tujuan dan terminal yang dilewati diberikan oleh d . jumlah barang yang diambil pada i jika i ∈ O atau jumlah barang yang diantar ke i jika i ∈ D . j ) := 0.

.. nv }. {j :(j . untuk semua i ∈ O . untuk semua i ∈ O ∪ D . Contoh tersebut dapat diselesaikan dengan software Universitas Sumatera Utara .23) aik ≤ ( i ∈D i ∈O aik nv k =1 aik nv k =1 ajk {j :(j . .. . sehingga pengiriman barang diambil dari asal tetapi tidak memiliki tujuan.24) Fungsi τ yang diberikan dalam Formulasi (3. Berikut akan diberikan contoh dari masalah yang akan dibahas dan dapat diselesaikan dengan software yang tersedia....16) .j ∈S} xjik ... nv } ..14)-(3. nv } (3..13) dapat diformulasikan sebagai bentuk two-stage mixed integer linear program..i )∈A} xijk )Qv aik ≤ Qv vk ≤ Qv vk = Qi = Qj ≤ |S| − 1 {(i . untuk semua (i .22) (3.15) . .k ∈ {1. untuk semua i ∈ O ∪ D .. untuk semua k ∈ {1.18) (3. nv } .19) (3.. untuk semua k ∈ {1.. k ∈ {1. k ∈ {1. k ∈ {1.. nv ) := min dengan kendala. untuk semua j ∈ D (3.. 5 titik tujuan.j )∈A:i . Namun. . fungsi objektif (3. Laporte (1988) membahas tentang masalah optimasi yang menggabungkan kedua sarana lokasi dan rute kenderaan serta memberikan gambaran dari kedua algoritma branch and bound yang tepat.17) (3.21) (3.. Diberikan 5 titik asal. dan heuristic untuk sejumlah masalah sarana lokasi yang spesifik khusus kasus komoditas tunggal yaitu semua pengiriman dianggap sebagai produk yang sama. nv } (3. D . S ⊂ O atau S ⊂ D . untuk semua k ∈ {1. Selanjutnya.i )∈A} xijk . nv } vk ∈ {0. .. untuk semua i ∈ O ∪ D .24).. 3 calon terminal dan 1 jalur. . untuk semua k ∈ {1.v . diperoleh: τ (O ..a (i .12 Dari definisi fungsi τ dan penjelasan di atas.14) = {j :(j .. d .20) (3.j )∈A nv k =1 dij xijk + cv nv k =1 vk (3. 1} aik ≥ 0 . 1} xijk ∈ {0. |S| = 2 . . nv } . dkk (1989) kembali mengusulkan integer programming models of stochastic untuk masalah lokasi rute dan ukuran kenderaan.. nv } (3.. Laporte..11)-(3.. Q . j ) ∈ A.i )∈A xjik x .9) beserta kendalanya (3. Laporte juga tidak mempertimbangkan pengiriman pada rute yang sama.

Dari contoh tersebut. Pilih jumlah terminal.. Hal tersebut diakibatkan karena memori komputer tidak cukup untuk menyelesaikan masalah Branch and Bound. Faktor-faktor yang diperlukan dalam merancang jaringan distribusi yaitu: 1. ω )} ω ∈Ω = min f (N ) ∗ N ∈z (3.13 yang tersedia.27) dengan z ∗ = {1. Selanjutnya akan dijelaskan faktor-faktor yang penting dalam rancangan jaringan distribusi.. 2. nv .11)(3. tetapi jika diberikan 6 titik asal. nv . Jika memilih N jumlah terminal. untuk merancang jaringan distribusi dengan pola banyak asal ke banyak tujuan maka fungsi objektif pada Formulasi (3. 2. f (N ) := min ∗ N ∈z u ∈z ∗|X | : min P m ∈X um =N nv ∈N| X | m ∈X min { m (cm um + Cv nv ) + ω ∈Ω p (ω )V (u . 3. maka contoh tersebut tidak dapat diselesaikan dengan software yang tersedia.9) dapat dituliskan kembali menjadi N ∈z ∗ u ∈{0.13). ω )} (3. Tentukan lokasi terminal.1}|X | : P um =N nv ∈N|X | m ∈X m ∈X min min min { m (cm um + Cv nv )+ p (ω )V (u .9) akan diperbaiki dengan menyederhanakan masalah rute kenderaan pada Formulasi (3.26) dimana. maka yang harus diperhatikan bagaimana op- Universitas Sumatera Utara . Formulasi (3. 3 calon terminal dan 1 jalur. Tentukan jumlah lokasi pada setiap terminal. Berdasarkan faktor-faktor di atas.}. . 6 titik tujuan.

ω ). Jumlah m ∈X m nv dapat diperkirakan dengan data rute dan kenderaan yang dibutuhkan kapasitas kenderaan. Selanjutnya.. akan diberikan suatu pendekatan untuk memilih jumlah N terminal. ¯ := V ω ∈Ω ˆ (N . Universitas Sumatera Utara .2..28) Newell (1973) menjelaskan penggunaan metode continuous approximation (CA) untuk memberikan pemahaman tentang perilaku kualitatif berbagai masalah optimasi diskrit serta menemukan solusi masalah tersebut.} ˆ(N ) := cN + V ¯ (N )} min {f (3. yaitu pendekatan yang bergantung pada N . nv .9) diganti dengan cN . Dasci dan Verter (2001) mengembangkan sebuah continuous approximation (CA) yang dibutuhkan untuk ukuran area layanan atau ekuivalen terhadap kepadatan terminal yang akan dipilih pada setiap titik di wilayah tersebut.. max tetap m ∈X ω ∈Ω i ∈O j ∈D qij (ω )/Qv maka biaya total kenderaan m Cv nv tidak tergantung pada jumlah N terminal yang dipilih. Ouyang dan Daganzo (2006) mengusulkan sebuah algoritma untuk mengkonversi ukuran area pelayanan sebagai fungsi dari titik di dalam suatu daerah untuk solusi dengan lokasi terminal diskrit... Dimisalkan lokasi yang paling mungkin dipilih sebagai terminal (biasanya lokasi dengan nilai cm paling kecil) memiliki biaya tetap yang sama cm ≈ c .14 timisasi bergantung pada N . yaitu N ∈{1. Oleh karena itu. Misalnya. ω ).. Ouyang dan Daganzo juga mengevaluasi perbedaan antara biaya yang dihasilkan oleh metode continuous approximation (CA) dengan biaya yang dihasilkan oleh algoritma mereka. Kemudian.2.. p (ω )V Maka diperoleh formulasi pendekatan dari fungsi objektif.} u ∈{1.. Pemili- m han jumlah kenderaan yang optimal nv dari setiap terminal masing-masing akan diselesaikan pada bagian berikutnya. Selanjutnya pendekatan yang tersisa dari fungsi objektif. Kemudian m ∈X (cm um ) pada fungsi objektif (3.2. yaitu N ∈{1.. dengan.}|X | :P min min m ∈X um =N nv ∈N| X | ω ∈Ω min p (ω )V (u .

15 Selanjutnya. Universitas Sumatera Utara . Ahuja (1993) dan Bazaara (1977) juga memberikan referensi tentang teori rancangan distribusi.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.