SPESIFIKASI TEKNIS

BAB VI SPESIFIKASI TEKNIS

PEKERJAAN

: RENOVASI GEDUNG UATAMA KPPN (RENOV. ATAP DAN PLAFOND) DAN PEMASANGAN DINDING ALUMINIUM COMPOSITE PANEL

LOKASI

: JL. SUTOMO No. 2 TEBING TINGGI

A. 1.

PENDAHULUAN PENJELASAN UMUM MENGENAI LINGKUP PEKERJAAN Lingkup Pekerjaan yang dimaksud dalam uraian ini adalah Renovasi Gedung Utama KPPN (Renov. Atap dan Plafond) dan Pemasangan Dinding Aluminium Composite Panel, guna menunjang kinerja Instansi Kementerian Keuangan Republik Indonesia pada khususnya di Provinsi Sumatera Utara yang terdiri dari : a. Pekerjaan Pendahuluan b. Pekerjaan Pembongkaran c. Pekerjaan Tanah d. Pekerjaan Beton e. Pekerjaan Atap f. Pekerjaan Langit-langit /Plafond g. Pekerjaan Jendela dan Kaca h. Pekerjaan Dinding Aluminium i. Pekerjaan Cat Plafond j. Pekerjaan Akhir

2. 2.1.

PERATURAN-PERATURAN UMUM PELAKSANAAN PEKERJAAN UNTUK PEKERJAAN SIPIL Untuk melaksanakan Pekerjaan Sipil, digunakan peraturan umum yang lazim dipakai yakni A.V/SU/41 (Syarat-syarat Umum untuk Pelaksanaan Bangunan Umum yang dilelangkan), kecuali ditentukan lain dalam Spesifikasi Teknik ini. Peraturan Bangunan yang dimaksud dalam Spesifikasi Teknik ini adalah :

Rehabilitasi Gedung Kantor Pelayanan Pembendaharaan (KPPN) Tebing Tinggi

SPESIFIKASI TEKNIS

   

Undang-undang Republik Indonesi No. 18 Tahun 1999 tentang jasa konstruksi; Undang-undang Republik Indonesia No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung; Undang-undang Nomor 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja; Keputusan Menteri Pekerjaan Umum RI No. 441/ KPTS/1998 tentang Persyaratan Teknis Bangunan Gedung;

Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Per. 01/MEN/1980 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pada Konstruksi Bangunan;

Surat Keputusan Bersama Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Pekerjaan Umum No. Kep. 174/MEN/1986, dan No. 104/KPTS/1986 tentang K3 Pada Tempat Kegiatan Konstruksi;

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 09/PRT/M/2008 tentang Pedoman SMK3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum;

       

SK SNI T-15-1991 (Tata Cara Penghitungan Struktur Beton Bangunan Indonesia); PBI-1971/NI-2 (Peraturan Beton Bertulang Indonesia); PUBI-1982 (Peraturan Umum untuk Bangunan Indonesia); PKKI-1971/NI-5 (Peraturan Kontruksi Kayu Indonesia); PPBBI-1980 (Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia); PUBI-1970/NI-3 (Peraturan Umum Bahan Bangunan Indonesia); Peraturan Cat lndonesia/NI-4 (PTI-1961); Peraturan-peraturan lain yang harus dipenuhi adalah peraturan-peraturan daerah setempat ;

2.2.

PELAKSANAAN DAN GAMBAR PELAKSANAAN a) Penyedia diwajibkan meneliti semua gambar, peraturan-peraturan dan syarat-syarat sebelum pekerjaan dilaksanakan, baik pekerjaan sipil maupun mekanikal/elektrikal. b) Apabila ada persyaratan yang tidak lazim dilaksanakan atau bila dilaksanakan akan menimbulkan bahaya, maka Penyedia diwajibkan untuk mengadakan perubahan seperlunya dengan terlebih dahulu memberitahukan secara tertulis kepada

Direksi/Pengawas Pekejaan. c) Apabila ada perubahan pada gambar atau pelaksanaan pekerjaan dilokasi atau ada perbedaan antara Bestek (RKS) dengan gambar maka yang berlaku adalah menurut urutan- urutan yang menentukan di bawah ini :  Bestek (RKS)

Rehabilitasi Gedung Kantor Pelayanan Pembendaharaan (KPPN) Tebing Tinggi

SPESIFIKASI TEKNIS

 

Gambar dengan skala yang lebih besar/sesuai ukuran tertera pada gambar. Keputusan Direksi/Pengawas Pekerjaan proyek diselenggarakan secara lengkap termasuk

d) Pelaksanaan Pembangunan

mendatangkan, mengangkut dan mengerjakan semua bahan - bahan yang diperlukan, menyediakan tenaga kerja berikut pengawasan dan hal-hal lain yang dianggap perlu. e) Penyedia diwajibkan menangani semua keperluan yang dibutuhkan untuk menunjuk penyelesaian dan pelaksanaan secara cepat, baik dan lengkap. f) Didalam pelaksanaan pekerjaan, misalnya pekerjaan beton bertulang, konstruksi baja, konstruksi kayu dan pekerjaan struktur lainnya disamping pekerjaan pengolahan tanah, baik menurut perhitungan dan gambar-gambar konstruksi yang disediakan oleh Direksi jika diduga terdapat kekurangan, maka Penyedia diwajibkan mengadakan Konsultasi dengan Direksi/ Pengawas sebelum melaksanakan pekerjaan. g) Pihak Penyedia dianggap telah mempertimbangkan semua resiko yang mungkin terjadi dan memperhitungkan di dalam harga penawaran. h) Penyedia harus menjaga ketertiban selama pekerjaan dilaksanakan, sehingga lingkungan sekitarnya menjadi tertib, misalnya pelaksanaan pekerjaan pada malam hari, Penyedia harus meminta persetujuan kepada Direksi /Pengawas terlebih dahulu. i) Pekerjaan harus diserahkan dengan lengkap, se!esai dengan sempurna kepada Pemberi Tugas/Direksi termasuk perbaikan-perbaikan yang timbul sebagai akibat pelaksanaan pada lingkungan pembangunan termasuk pembersihan.

2.3.

RENCANA KERJA a) Sebelum memulai pekerjaan, Penyedia menyusun rencana kerja yaitu suatu rencana yang terperinci termasuk jadwal pelaksanaan (Time Schedule) dan diajukan kepada Direksi selambat-lambatnya 1 (satu) minggu setelah dikeluarkannya Surat Keputusan dan Penunjukan Mulai Kerja (SPMK) dan mengadakan Pre Construction Meeting (PCM) dengan pihak Konsultan pengawas dan Direksi Lapangan. b) Setelah disetujui maka Time Schedule dimaksud diserahkan kepada Direksi Pekerjaan sebanyak 3 (tiga) salinan. Sedangkan cetakan aslinya harus selalu terpampang di Kantor Proyek dan merupakan lampiran Dokumen Kontrak c) Sebelum pelaksanaan pekerjaan, Penyedia telah menyerahkan Request Pekerjaan beserta Shop Drawing kepada Konsultan Pengawas untuk dimintai persetujuannya.

Rehabilitasi Gedung Kantor Pelayanan Pembendaharaan (KPPN) Tebing Tinggi

RKS dan lain-lain. Gambar   Gambar-gambar yang dilampirkan pada rencana kerja dan syarat-syarat pekerjaan ini. f) Rencana Kerja ini akan dipakai Pemberi Tugas/Konsultan Pengawas sebagai dasar untuk menentukan segala sesuatu yang berhubungan dengan kemajuan. Bahan-bahan utama atau bahan-bahan tambahan yang seharusnya mendapat perlindungan. DIREKSI KEET. ketentuan-ketentuan lain yang mengikuti di dalam pelaksanaan pekerjaan ini adalah sebagai berikut : a. baru memberikan persetujuan kepada Penyedia untuk segera dilaksanakan. 2. Gambar Detail yang diserahkan oleh Pemberi Tugas/Direksi. mendatangkan bahan-bahan dan alat bantu sesuai dengan rencana kerja kecuali jika terpaksa menyimpang karena sesuatu hal yang harus dipertimbangkan. 2.4. Kontraktor pada tahap ini diharuskan mengadakan penyempurnaan-penyempurnaan b) pada bangunan yang sudah ada. harus disimpan di dalam gudang yang cukup menjamin perlindungan terhadap bahan-bahan tersebut. e) Penyedia harus melaksanakan pekerjaan. b. c) Penyedia wajib mengikuti rapat-rapat lapangan yang diselenggarakan oleh Direksi bersama-sama dengan Pemberi Tugas untuk membicarakan segala sesuatu mengenai pembangunan proyek tersebut.5. keterlambatan dan penyimpangan pekerjaan yang dilaksanakan oleh Penyedia. Rehabilitasi Gedung Kantor Pelayanan Pembendaharaan (KPPN) Tebing Tinggi . maka terlebih dahulu harus disetujui oleh Direksi.SPESIFIKASI TEKNIS d) Konsultan Pengawas setelah mempelajari usulan tersebut dengan memperhatikan gambar-gambar rencana. KETENTUAN-KETENTUAN LAIN Selain Rencana Kerja dan Syarat-syarat ini. GUDANG DAN RUANG RAPAT LAPANGAN a) Gudang dan ruang rapat di lapangan telah dibuat di sekitar bangunan yang letaknya ditentukan oleh Direksi Pekerjaan. Petunjuk  Petunjuk atau keterangan yang diberikan dalam Rapat Penjelasan (Aanwijzing) yang tercantum di dalam Berita Acara Rapat Penjelasan.

Peraturan  Semua Undang-undang dan Peraturan Pemerintah yang berlaku untuk semua pelaksanaan penyediaan. syarat-syarat yang diberikan dalam masa pelaksanaan oleh Pemberi Tugas/Direksi.tepatnya. c. dipakai air yang tidak mengandung minyak. Konsultan Perencana dan Instansi terkait. Dinas Tata Kota maupun Dinas Keselamatan Kerja. Kadar lumpur tidak boleh lebih dari 5% (lima persen). 3. Pasir Pasang. PBI 1971/NI-2) a. alkali.1. bahan-bahan organik atau bahan-bahan lain yang dapat merusak bangunan. adukan plesteran dan beton bitumen harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : i. ii. jumlah air yang digunakan untuk membuat adukan disesuaikan dengan jenis pekerjaan beton atau dapat ditentukan dengan ukuran isi atau ukuran berat serta harus dilakukan setepat. Khusus untuk beton. peninggian dan lain-lain tujuan harus bersih dan keras. iv. iii. Rehabilitasi Gedung Kantor Pelayanan Pembendaharaan (KPPN) Tebing Tinggi . Pasir untuk adukan pasangan. b. Untuk seluruh pelaksanaan pekerjaan.  Syarat-syarat umum untuk pelaksanaan penyediaan dari Dirjen Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum yang disahkan dengan Surat Keputusan Pemerintah tanggal 28 Mei 1941 (AV) kecuali dinyatakan lain dalam Rencana Kerja dan Syarat-syarat ini. AIR (PUBI 1970/N1-3) a. b.2. SYARAT-SYARAT UMUM PEKERJAAN SIPIL 3. Butiran-butiran harus tajam dan keras tidak dapat dihancurkan dengan jari. asam. Pasir laut tidak boleh dipergunakan.SPESIFIKASI TEKNIS  Petunjuk. PASIR (PUBI 1970/NI-3. Pasir laut untuk maksud-maksud tersebut harus terlebih dahulu mendapat persetujuan dan Direksi Pekerjaan. garam. Butiran-butiran harus dapat melalui ayakan berlubang persegi 3 mm. Pasir Urug Pasir untuk pengurugan. 3.

bergantung pada penggunaannya d) Kerikil/Batu Pecah tidak boleh mengandung lumpur lebih besar dari 1% (satu persen) e) Warnanya harus hitam mengkilat keabu-abuan bersih serta sesuai butiran dan gradasinya 3. ii. d. PBI 1971/N1. berkisar antara 60% sampai dengan 90% dari berat e. b. Butiran-butiran harus tajam dan keras dan tidak dapat dihancurkan dengan jari dan pengaruh cuaca.SPESIFIKASI TEKNIS c. begitu pula penempatannya harus ditempatkan di tempat kering.4. d. PC yang sudah membatu (menjadi keras dan sweeping) tidak boleh dipakai/dipergunakan lagi. apabila diayak dengan ayakan 150 maka sisa butiran-butiran di atas ayakan 0. c) Kerikil atau Batu Pecah harus keras. b) Kerikil atau Batu Pecah untuk beton harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam SK SNI T-15-1991 diantaranya : harus terdiri dari butir-butir yang keras. Rehabilitasi Gedung Kantor Pelayanan Pembendaharaan (KPPN) Tebing Tinggi . c. Pasir untuk pekerjaan beton harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam PBI 1971 (Nl-2) diantaranya yang paling penting adalah: i. Pasir laut tidak boleh dipergunakan Syarat-syarat tersebut di atas harus dibuktikan dengan pengujian laboratorium 3.25 mm. Pasir harus terdiri dari butiran-butiran yang beraneka ragam besarnya. f. tidak pecah/hancur o!eh pengaruh cuaca.2} a.8. Kadar lumpur tidak boleh lebih dari 5% (lima persen). Pasir Beton. PORTLAND CEMENT (N1. AGREGAT KASAR (KERIKIL DAN BATU PECAH) a) Yang dimaksud dengan Agregat Kasar dapat berupa kerikil atau batu pecah yang diperoleh dari pemecahan batu (Stone Chruser) dengan besar butiran lebih besar dari 5 mm (split).3. Portland Cement (PC) yang digunakan harus PC jenis (NI-8) dengan type I (satu) dan dalam Kantong Baru/Utuh. Bila menggunakan PC yang telah disimpan !ama harus diadakan pengujian terlebih dahulu oleh laboratorium yang berkompeten. tidak berpori. Dalam pengangkutan PC ke tempat pekerjaan harus dijaga agar tidak menjadi lembab.

tidak boleh mempunyai kesalahan lebih dari ± 2. 3. kering.SPESIFIKASI TEKNIS e. c. 3. kelembaban tidak dibenarkan melebihi 19% dan kayu papan (kayu yang ketebalannya kurang dari 2. 3. c. PBI 1971 (NI-l). BETON (PBI 1971/N1-2) a) Beton yang dipakai untuk pekerjaan ini pada umumnya dapat dipakai/diperkirakan dengan campuran 1 PC : 2 Pasir : 3 Kerikil/ Spilit atau dipakai 1 PC : 3 Pasir: 5 Kerikil/Split perbandingan berat. 3.7. Kawat pengikat harus terbuat dari besi baja lunak dengan diameter minimum 1 mm yang telah dipijarkan terlebih dahulu dan tidak bersepuh seng.4. Pada umumnya kayu harus bersifat baik dan segar dengan ketentuan bahwa sifat dan kekurangan-kekurangan yang berhubungan dengan pemakaiannya tidak akan merusak atau mempengaruhi nilai konstruksi bangunan b. KAYU (PPKI 1961) a. b. Jenis baja besi tulangan harus dihasilkan dari pabrik-pabrik baja yang dikenal dan bentuk belahan-belahan polos. lurus dan dihindarkan adanya cacat kayu antara lain yang berupa putih kayu. BATU BATA Persyaratan Batu Bata harus memenuhi persyaratan seperti tertera dalam Nl-10 atau secara singkatnya diuraikan sebagai berikut : Rehabilitasi Gedung Kantor Pelayanan Pembendaharaan (KPPN) Tebing Tinggi . BAJA TULANGAN BETON DAN KAWAT PENGIKAT (PUBI 1970/N1-3) a. Nilai-nilai slump untuk berbagai pekerjaan beton harus menurut Tabel 4. Pengukuran semen. Mutu baja besi tulangan dipakai U-24. melinting basah dan lapuk.5. Untuk kayu balok. mata kayu.5%.6. pecah-pecah. Jenis kayu yang digunakan harus sudah cukup tua. dipilih dan mutu yang terbaik.1.5 cm) disyaratkan kelembabannya tidak lebih dari 12%. b) Kekentalan adukan beton harus diperiksa dengan pengujian slump dengan sebuah kerucut terpancung Abram.8.

PAPAN PATOK UKUR (BOWPLANK) a) Papan patok ukur (bowplank) dipasang pada patok kayu yang kuat. bahan – bahan.1. lebar 110 mm dan tebal 50 mm. Penyimpangan terbesar dan ukuran seperti tersebut di atas adalah panjang maksimum 3%. Bila dipukul dengan benda keras suaranya harus nyaring A. PEKERJAAN PENDAHULUAN 1. pendayagunaan tenaga kerja. PEKERJAAN PENDAHULUAN Lingkup Pekerjaan 1. 1. sudut-sudutnya. sehingga tidak bias digerak-gerakkan Rehabilitasi Gedung Kantor Pelayanan Pembendaharaan (KPPN) Tebing Tinggi . Warna penampang harus sama dan merata kemerah-merahan e. Pekerjaan ini meliputi penyedian. 2. Batu Bata merah harus satu Pabrik. pembakaran dan pengadukannya harus sama dan sempuma g. Bagian ini meliputi pembersihan lokasi. atau. serta mobilisasi dan demobilisasi. lebar 4% tetapi antara batu bata ukuran terbesar dengan ukuran selisih maksimum adalah sebagai berikut :    Untuk Panjang diperbolehkan maksimum 10 mm Untuk lebar diperbolehkan maksimum 5 mm Untuk tebal diperbolehkan 4 mm satu sama lainnya harus sama dan bila dipatahkan warna d. Bentuk bidang-bidangnya harus rata. pemasangan bowplank.SPESIFIKASI TEKNIS a. lebar 115 mm dan tebal 52 mm. c. berarti ukuran. Berat satu sama lainnya harus sama. Ukuran harus sama :   Panjang 240 mm. satu ukuran. atau Panjang 230 mm. pembuatan Direksi Keet dan Gudang Material. satu warna atau satu kualitas b. penyediaan air kerja dan penerangan kerja. peralatan dan alat – alat bantunya yang dibutuhkan dalam melaksanakan pembangunan pada proyek ini. rusuk-rusuknya harus siku atau bersudut 90 derajat dan bidangnya tidak boleh retak-retak f.

2. PENYEDIAAN AIR DAN DAYA LISTRIK UNTUK KERJA a) Air untuk bekerja harus disediakan Penyedia dengan membuat sumur pompa ditapak proyek atau air dari PDAM.5 cm. lebar 20 cm. minyak dan bahan kimia lainnya.SPESIFIKASI TEKNIS b) Papan patok ukur dibuat dari kayu kelas-III.3. Penggunaan Diesel untuk pembangunan sementara harus melalui persetujuan Direksi Lapangan 1. b) Listrik untuk bekerja harus disediakan Penyedia dan diperoleh dari sambungan sementara PLN setempat selama masa pelaksanaan pembangunan dengan daya minimal 300 watt.penyempurnaan terhadap Direksi Keet yang telah ada dimana dilaksanakan pada tahap sebelumnya 1. KANTOR DIREKSI LAPANGAN Untuk daerah yang ditentukan sesuai dengan Bill of Quantity (BQ) : a) Kantor Direksi Lapangan cukup representatif untuk bekerja selama pelaksanaan proyek. Pokok-pokok pembicaraan dalam rapat ini antara lain : Rehabilitasi Gedung Kantor Pelayanan Pembendaharaan (KPPN) Tebing Tinggi .4. b) Luas dan peralatan yang disediakan untuk Kantor Direksi minimal harus memenuhi persyaratan. RAPAT LAPANGAN Sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 1 (satu) minggu diadakan Rapat Lapangan (Site Meeting) di Ruang Rapat di Kantor Direksi yang dipimpin langsung oleh Direksi. dengan ukuran tebal 2. d) Setelah selesai pemasangan papan patok ukur. serta harus menjaga dan memelihara keutuhan serta ketetapan patok-patok ukur sampai tidak diperlukan lagi dan dibongkar atas persetujuan Direksi Lapangan 1. lurus pada sisi sebelah atasnya c) Tinggi sisi atas papan bouplank harus sama satu sama lain kecuali dikehendaki lain oleh Direksi Lapangan. c) Pada tahap ini yang dibutuhkan adalah penyempurnaan. Air harus bersih bebas dari lumpur. Penyedia harus melapor kepada Direksi Lapangan untuk diminta persetujuannya.

yang dicapai.SPESIFIKASI TEKNIS a) Kemajuan Pekerjaan (Progress Laporan Mingguan b) Perihal Administrasi Proyek Report) dan hal-hal yang tercantum dalam c) Hal-hal teknis (penjelasan gambar/spesifikasi serta instruksi Direksi dan Pemberi Tugas) d) Koordinasi Pekerjaan e) Seluruh Hasil Rapat ditulis dalam suatu Risalah Rapat dan masing-masing peserta rapat menerima satu berkas risalah rapat yang dapat dijadikan acuan dan kontrol bagi pelaksanaan pekerjaan selanjutnya 1. dan dibandingkan dengan minggu sebelumnya dalam suatu Curva "S" Rehabilitasi Gedung Kantor Pelayanan Pembendaharaan (KPPN) Tebing Tinggi . e) Hal ikhwal mengenai pekerja. b) Catatan dari Pemberi Tugas/Direksi/Konsultan Pengawas yang telah disampaikan secara tertulis maupun lisan.5. peralatan/mesin yang masuk. dibandingkan dengan program. c) Hal ikhwal mengenai bahan-bahan. Perselisihan mengenai hal ini mengakibatkan pekerjaan dihentikan untuk diadakan opname. oleh kontraktor disusun laporan mingguan yang minimal berisikan : Jumlah hasil pekerjaan yang diperoleh dalam waktu 1 (satu) minggu serta perbandingannya dengan schedule yang disepakati Prestasi fisik . Dan berdasarkan laporan harian ini. g) Hal ikhwal mengenai kesulitan-kesulitan atau gangguan yang mungkin ada Setiap laporan harian pada hari dan tanggal yang sama diperiksa dan disetujui kebenarannya oleh Pengawas Harian dan Konsultan Pengawas. LAPORAN-LAPORAN Kontraktor harus membuat catatan-catatan berupa laporan harian yang memberikan gambaran dan catatan singkat dan jelas mengenai : a) Taraf berlangsungnya pekerjaan-pekerjaan yang dilaksanakan oleh Kontraktor bawahan. d) Keadaan Cuaca. f) Hal ikhwal mengenai pekerjaan tambah kurang.

peralatan. bahan dan peralatan serta rencana penanggulangannya - Catatan-catatan mengenai ada tidaknya pekerjaan tambah/kurang. PC harus memakai produksi dalam negeri dengan jenis type I. Pengendalian Pekerjaan lain-lain sesuai dengan Rehabilitasi Gedung Kantor Pelayanan Pembendaharaan (KPPN) Tebing Tinggi . tegoran-tegoran dan sebagainya yang telah diterima oleh Kontraktor dan Pemberi Tugas. PEKERJAAN BETON BERTULANG 1. Pekerjaan Pondasi Beton Cor meliputi pondasi pada dinding dan seluruh detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam gambar atau sesuai petunjuk Direksi/Konsultan Pengawas 2. 5. SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN PEKERJAAN STRUKTUR 1.1.1. 4. Lokal dengan kualitas yang baik dengan ukuran pecah 1 – 2 cm atau 2 – 3 cm sebelum dipasang harus dibersihkan dan dibasahi permukaannya serta telah disetujui oleh Pengawas Lapangan.2. PONDASI TAPAK/ BETONCOR 1. PEKERJAAN SUB STRUKTUR 1. Instruksi-instruksi.1.5 % kualitas baik diambil dari daerah setempatsesuai petunjuk Pengawas/Direksi. Direksi dan Konsultan pengawas dan solusinya. tenaga kerja dan jasa-jasa lain sehubungan dengan pekerjaan beton biasa. beton bertulang dan gambar-gambar persyaratan teknis ini Dalam hal ini Penyedia yang harus menyediakan tenaga. B. C. setelah galian mencapai peil sesuai dengan gambar rencana dan telah mendapat persetujuan Pengawas/ Direksi. Pondasi Tapak/Beton Cor dengan menggunakan adukan 1 PC : 2 PS : 3 KR . Lingkup Pekerjaan Bagian ini meliputi pengadaan bahan-bahan.1. Kerikil Beton yang digunakan adalah Kerikil Beton Ex. peralatan seperti Lift/Crane berikut Concrete Mixer dan peralatan-peralatan lain yang harus selalu berada di lapangan sesuai dengan standard dan kapasitas untuk pekerjaan tersebut 1. Pasir pasangan harus bersih dari lumpur max. BETON COR DI TEMPAT 1.SPESIFIKASI TEKNIS - Hambatan-hambatan yang timbul mengenai tenaga. 3.

keras tidak berpori dan berbentuk kubus.SPESIFIKASI TEKNIS Kecuali disebutkan lain.1. maka semua pekerjaan beton harus mengikuti ketentuan-ketentuan seperti tertera dalam : SK SNI T-15-1991-03 NI-2-PBI-1971. Syarat-syarat Pelaksanaan Untuk seluruh Pekerjaan Struktur digunakan Beton Cor adukan 1PC : 2Pasir : : 3 Kerikil dan cara pelaksanaannya harus rnenggunakan adukan beton seperti molen (conrete mixer). Bila ada butir-butir yang pipih jumlahnya tidak melampaui 20% dari jumlah berat keseluruhannya  Agregat Kasar tidak boleh mengalami pembubukan hingga melebihi 50% kehilangan berat menurut test mesin Los Angeles ASTM-C 131-55  Agregat Kasar harus bersih dari zat-zat organis.5 cm Sistem penyimpanan harus sedemikian rupa agar memudahkan pekerjaan dan menjaga agar tidak terjadi kontaminasi bahan yang tidak diinginkan  Agregat harus bersih dari segala kotoran. tidak melebihi 5% (lima persen) b) Agregat Kasar  Agregat Kasar untuk beton harus terdiri dari butir-butir yang kasar..3.1. NI-3-1970 NI-5-1961 NI-8-1974 SKTM-JLS G 3445.4. zat-zat reaktif alkali atau substansi yang merusak beton boleh Rehabilitasi Gedung Kantor Pelayanan Pembendaharaan (KPPN) Tebing Tinggi . . Bahan-bahan a) Agregat Beton     Agregat Beton berupa batu pecah/ kerikil Agregat Beton harus sesuai spesifikasi agregat beton menurut ASTM-C 33 Ukuran terbesar Agregat Beton adalah 2. 1. 1.

50 No. 30 No.149 mm 0. zat alkali tanah dan substansi lain yang dapat merusak beton.00 mm 95.074 mm Lewat Saringan (%) 100 90 – 100 80 – 100 50 – 85 25 – 65 10 – 30 5 – 10 0-5 Rehabilitasi Gedung Kantor Pelayanan Pembendaharaan (KPPN) Tebing Tinggi . 8 No.10 c) Agregat Halus  Agregat Halus dapat menggunakan pasir alam yang berasal dari Quarry yang telah disepakati pihak Pengawas  Pasir harus bersih dari zat organis.500 mm 4. 100 No. 16 No. 4 No.190 mm 0.760 mm 2. 200 Ukuran 9. 4 Ukuran 25.595 mm 0.297 mm 0.380 mm 1.00 mm 04.76 mm Lewat Saringan (%) 100 90 – 100 20 – 55 0 .00 mm 20.SPESIFIKASI TEKNIS Gradasi Saringan 1” ¾” 3/8” No. Pasir tidak boleh mengandung substansi tersebut lebih dari 5 %    Pasir Laut tidak boleh digunakan untuk beton Pasir harus terdiri dari partikel-partikel yang tajam dan keras Cara dan penyimpanan harus baik agar menjamin kemudahan pelaksanaan pekerjaan dan menjaga tidak terjadi kontaminasi yang tidak diinginkan Gradasi Saringan 3/8” No.

U-24 untuk diameter lebih keci! dari 16 mm Besi penulangan yang akan digunakan harus bebas dari karat dan kotoran lain. Semen yang rusak atau tercampur apapun tidak boleh dipakai dan harus dikeluarkan dari lapangan pekerjaan. Direksi/Pengawas berhak memerintahkan untuk menambah besi tulangan di tempat yang dianggap perlu sampai maksimum 5% dari tulangan yang ada di tempat tersebut.SPESIFIKASI TEKNIS d) PC (Portland Cement) Semen yang dipakai harus dari mutu yang diisyaratkan dalam Nl-8 Bab 3. tanpa biaya tambahan. atau dengan bahan cairan sejenis "Vikaoxy Off” yang disetujui Pengawas. f) Kawat Pengikat Harus berukuran minimal diameter 1 mm seperti diisyaratkan dalam Nl-2 Bab 3. apabila harus dibersihkan dengan cara disikat atau digosok tanpa mengurangi diameter penampang besi. Kontraktor harus mengusahakan agar semen yang dipakai untuk seluruh pekerjaan beton berasal dari satu merk saja. Besi penulangan rata maupun besi penulangan bergelombang (Deformed Bars) harus sesuai dengan persyaratan dalam NI-2 Bab 3. Besi penulangan harus disimpan berkelompok berdasarkan ukuran masing-masing. Sebelum air untuk pengecoran beton dipergunakan.6. Semen ini harus dibawa ke tempat pekerjaan dalam zak yang tertutup oleh pabrik dan terlindung serta harus pengirimannya. Penyimpanannya harus dilaksanakan dalam tempat-tempat rapat air dengan lantai terangkat dan ditumpuk dalam urutan pengiriman. e) Pembesian Besi tulangan harus memenuhi persyaratan PBI NI – 2 1971 dengan tegangan leleh (σ = 3.2.7. g) Air Air harus bersih dan jernih sesuai dengan persyaratan dalam NI-2 Bab 3. yang dinyatakan sebagai U-24 seperti dinyatakan dalam gambar-gambar dengan persyaratan sebagai berikut : . meski tidak tertera dalam gambar struktur.7. Besi penulangan beton harus disimpan dengan cara-cara sedemikian rupa. sehingga bebas dari hubungan langsung dengan tanah lembab maupun basah.200 kg/cm2 ) atau Baja U-32. harus terlebih dahulu disetujui Pengawas dan dalam jumlah sesuai dengan urutan Rehabilitasi Gedung Kantor Pelayanan Pembendaharaan (KPPN) Tebing Tinggi .

Dan Kontraktor harus menyediakan air atas biayanya sendiri. Permohonan izin rencana pengecoran harus diserahkan paling lambat 2 (dua) hari sebelumnya.  Persetujuan di atas tidak mengurangi tanggung jawab Kontraktor atas pelaksanaan pekerjaan beton secara menyeluruh  Adukan beton tidak boleh dituang bila waktu sejak dicampurnya air pada semen dan agregat atau semen pada agregat telah melampaui 1 jam dan waktu ini dapat berkurang lagi jika Direksi menganggap perlu didasarkan pada kondisi tertentu  Beton harus dicor sebagaimana mestinya sehingga menghindari terjadinya pemisahan material (segregation) dan perubahan letak tulangan. Pelaksanaan a. bila diperlukan campuran beton dapat menggunakan bahan-bahan additive merk POZZOLITK 300 atau yang setara. Sebelum pengecoran dimulai. Kecuali dinyatakan lain pada gambar. Bahan tersebut harus disetujui oleh Pengawas. h) Additive Untuk mencapai slump yang diisyaratkan dengan mutu yang tinggi. Additive yang mengandung chloride atau nitrat tidak boleh dipergunakan. Cara penulangan dengan alat-alat bantu seperti talang. chute dan sebagainya dan harus mendapat persetujuan dari Direksi Rehabilitasi Gedung Kantor Pelayanan Pembendaharaan (KPPN) Tebing Tinggi . Kontraktor harus sudah menyiapkan seluruh steak-steak maupun anker-anker dan sparing-sparing yang diperlukan. 1.5.  Memberitahukan Direksi selambat-lambatnya 24 (dua puluh empat) jam sebelum pengecoran beton dilaksanakan  Persetujuan Direksi ini berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan cetakan dan pemasangan besi serta bukti bahwa Kontraktor dapat melaksanakan pengecoran tanpa gangguan.1. Pengecoran Beton Pengecoran beton dapat dilaksanakan setelah Kontraktor mendapat izin secara tertulis dari Pengawas. pada kolom-kolom. maka stek-stek dan anker-anker dipasang dengan jarak setiap 1 (satu) meter. pipa. balok-balok beton untuk bagian yang akan berhubungan dengan dinding belah maupun pekerjaan instalasi.SPESIFIKASI TEKNIS biaya sepenuhnya ditanggung oleh Kontraktor.

2 cm. agar dijamin pengisian beton dan pemadatan yang baik  c.SPESIFIKASI TEKNIS  Alat-alat penuang seperti talang. harus dibersihkan dari air semen (laitances) dan partikel-partikel yang terlepas sampai suatu kedalaman yang cukup sampai tejadi beton yang padat. Selama dapat dilaksanakan sebaiknya digunakan pipa yang terisi penuh adukan dengan pangkalnya terbenam dalam adukan baru yang dituang  Penggetaran tidak boleh dilaksanakan pada beton yang telah mengalami "intialset" atau yang telah mengeras dalam belah dimana akan terjadi plastis karena getaran  Semua pengecoran bagian dasar konstruksi beton yang menyentuh tanah harus diberi lantai dasar setebal 5 cm agar menjamin duduknya tulangan dengan baik dan penyerapan air semen dengan tanah  Bila pengecoran harus berhenti untuk sementara sedang beton sudah menjadi keras dan tidak berubah bentuk.20 dan 30 cm atau sesuai yang ditunjukkan dalam gambar. Rehabilitasi Gedung Kantor Pelayanan Pembendaharaan (KPPN) Tebing Tinggi . Penggetaran beton harus dilaksanakan oleh tenaga kerja yang mengerti dan terlatih Lantai Kerja Semua beton yang berhubungan dengan tanah sebagai dasarnya harus diurug pasir padat setebal 15. Beton digetarkan dengan vibrator secukupnya dan dijaga agar tidak berlebihan (overvibrate). Pemadatan Beton  Kontraktor harus bertanggung jawab untuk menyediakan peralatan untuk mengangkut dan menuang beton dengan kekentalan secukupnya agar didapat beton padat tanpa menggetarkan secara berlebihan  Pelaksanaan penuangan dan penggetaran beton adalah sangat penting. pipa chute dan sebagainya harus bersih dan bebas dari lapisan-lapisan beton yang mengeras.  Segera setelah pemberhentian pengecoran ini maka adukan yang lekat pada tulangan dan cetakan harus dibersihkan. Hasil beton yang berongga-rongga dan terjadi pengantongan beton-beton tidak akan diterima   Penggetaran tidak boleh dilakukan bila dengan maksud untuk mengalirkan beton Pada daerah pembesian yang penuh (padat) harus digetarkan dengan penggetar dengan frekwensi tinggi 0. Adukan beton tidak boieh dijatuhkan secara bebas dari ketinggian lebih dari 2 (dua) meter. b.

Nl-2-1971 .Nl-3-1970 b.  Apabila acuan harus memikul beban yang besar atau bentang-bentang yang besar serta memerlukan bentuk yang khusus. guna mengetahui beban pelaksanaan. termasuk beban vertikal dan horizontal dan kegiatan-kegiatan serta faktor-faktor lain mempengaruhi. Bahan-bahan  Bahan pelepas acuan (Realising Agent) harus sepenuhnya digunakan pada semua acuan untuk pekerjaan beton. kokoh. harus diadakan perlengkapan dan peralatan khusus untuk menyingkirkan kotoran-kotoran. Permukaan cetakan harus diberi minyak yang biasa diperdagangkan (Form Oil) untuk mencegah lekatnya beton pada yang bisa cetakan. balok. ukuran dan belahs-belahs yang sesuai dengan yang ditunjukkan dalam gambar. Pelaksanaannya dilakukan di tempat pabrikasi bekisting. rapat. CETAKAN BETON a. Rehabilitasi Gedung Kantor Pelayanan Pembendaharaan (KPPN) Tebing Tinggi .  Pada cetakan kolom. konstruksi cetakan harus diteliti untuk memastikan sehingga dapat terjamin kedudukan yang tepat.SPESIFIKASI TEKNIS kemudian dipasang lantai kerja dengan mutu beton cor adukan 1PC : 3Pasir : 5Kerikil setebal 7 cm atau sesuai dengan gambar kerja.2. potongan kawat pengikat dan lain-lain.  Cetakan beton ditempat biasa Bahan cetakan harus dibuat dari multiplex dengan diberi penguat secukupnya sehingga keseluruhan form work dapat berdiri stabil dan tidak terpengaruh oleh desakan-desakan beton pada waktu pengecoran serta dapat menghasilkan konstruksi akhir yang mempunyai bentuk. tidak terjadi penurunan dan pengembangan pada saat beton dituang serta bersih dan segala benda dan kotoran-kotoran yang tidak diinginkan. maka harus dibuat perhitungan. serbuk gergaji.  Sebelum beton dibuang. di bawah konstruksi beton tersebut 1. Standard Seluruh cetakan harus mengikuti persyaratan-persyaratan normalisasi dibawah ini: .perhitungan dan gambar kerja.

aliran air hujan dan dari kerusakan yang disebabkan oleh alat-alat.4. Hasil Pengecoran dan Finishing a. 1.5. Sernua permukaan beton yang dihasilkan harus rapi. c. permukaan cetakan harus dibasahi terlebih dahulu dengan rata agar tidak terjadi penyerapan air beton yang harus dituang. Pengecatan dapat dilakukan setelah Pengawas memeriksa dan menyatakan persetujuannya 1. SIAR MUAI Siar muai harus dibuat pada lokasi dan dimensi tepat seperti gambar. Penulangan tidak boleh menerus melalui sambungan. Rehabilitasi Gedung Kantor Pelayanan Pembendaharaan (KPPN) Tebing Tinggi . lurus dan tepat pada posisinya sesuai dengan gambar rencana b. tidak akan diplester lagi tetapi langsung diberi plamur dan cat c. Permukaan beton yang akan difinish dengan cat. cetakan beton dapat dibongkar lebih awal asal benda uji yang kondisi perawatannya sama dengan beton sebenarnya telah mencapai kekuatan pada umur 28 hari.3. PEKERJAAN AKHIR PELAT BETON Pelat beton harus dilicinkan atau dikasarkan sesuai dengan lokasi dan pemakaian ruang dengan sendok besi/mesin. Segala izin yang diberikan oleh Direksi sekali-kaii tidak boleh menjadi bahan untuk mengurangi/membebaskan tanggung jawab Kontraktor dari adanya kerusakan-kerusakan yang timbul akibat pembongkaran cetakan tersebut. Semua beton harus dalam keadaan basah. 1. Pembongkaran cetakan beton tersebut harus dilaksanakan dengan hati-hati sehingga tidak menyebabkan cacat pada permukaan beton dan tetap menghasilkan sudut-sudut yang tajam dan tidak pecah.  Cetakan beton dapat dibongkar dengan persetujuan tertulis dari Direksi atau jika umur beton telah melampaui waktu sebagai berikut : - Bagian sisi balok Balok tanpa beban konstruksi : 48 jam : 7 hari Balok dengan beban konstruksi : 21 hari Pelat Lantai/Atap : 21 hari Dengan persetujuan Direksi. bersih tanpa cacat. PERAWATAN Beton harus dilindungi dari hujan lebat. paling sedikit 7 hari.SPESIFIKASI TEKNIS  Sebelum pengecoran dimulai.gambar rencana.

Pemasangan penutup atap. 3. Pengiriman kuda-kuda dan bahan lain yang terkait ke lokasi proyek. 3. 5. 2. Penyediaan tenaga kerja beserta alat/bahan lain yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan.SPESIFIKASI TEKNIS 2. balok tembok (top plate/murplat). trapesium dan persegi panjang yang terdiri dari : 1. 4. Pekerjaan pambuatan kuda-kuda dikerjakan di Workshop permanen (Fabrikasi). reng. sekur overhang. Pada Pekerjaan Rangka Atap Baja Ringan meliputi : Pengukuran bentang bangunan sebelum dilakukan fabrikasi 1. Rangka batang berbentuk segitiga. Seluruh rangka tersebut disambung menggunakan baut menakik sendiri (self drilling screw) dengan jumlah yang cukup. Accesories atap. Talang selain jurai dalam. Rangka utama atas (top chord) 2. Pekerjaan pemasangan seluruh rangka atap kuda-kuda meliputi struktur rangka kuda-kuda (truss). RANGKA ATAP BAJA RINGAN DAN ATAP Pekerjaan rangka atap baja ringan adalah pekerjaan pembuatan dan pemasangan struktur atap berupa rangka batang yang telah dilapisi lapisan anti karat. Pemasangan jurai dalam (valley gutter). 2. Rangka utama bawah (bottom chord) 3. 4. Pekerjaan rangka atap baja ringan tidak meliputi: 1. ikatan angin dan bracing (ikatan pengaku). Persyaratan Material Rangka Atap Material struktur rangka atap Properti mekanikal baja (Steel mechanical properties) Rehabilitasi Gedung Kantor Pelayanan Pembendaharaan (KPPN) Tebing Tinggi . Rangka reng (batten) langsung dipasang diatas struktur rangka atap utama dengan jarak sesuai dengan ukuran jarak genteng. Rangka pengisi (web). 4. Pemasangan kap finishing atap.

5% zinc dan 1. Dimensi :    Ukuran Chanel Ukuran Reng Merek 70 x 50 tebal = 0.5% silicon.75 mm 30 x 40 tebal = 0.000 Mpa Lapisan anti karat : Material baja harus dilapisi perlindungan terhadap serangan korosi. 43. dua jenis lapisan anti karat (coating): Galvanised (Z220)      Pelapisan Galvanised Jenis Hot-dip zinc Kelas Z22 katebalan pelapisan 220 gr/m2 komposisi 95% zinc.50 mm : Smartruss atau setara Chanel Reng Rehabilitasi Gedung Kantor Pelayanan Pembendaharaan (KPPN) Tebing Tinggi .SPESIFIKASI TEKNIS      Baja Mutu Tinggi G 550 Kekuatan Leleh Minimum 550 Mpa Tegangan Maksimum 550 Mpa Modulus Elastisitas 200.000 Mpa Modulus geser 80. 5% bahan campuran Galvalume (AZ100) Pelapisan Zinc-Aluminium     Jenis Hot-dip-allumunium-zinc Kelas AZ100 Ketebalan pelapisan 100 gr/m2 Komposisi 55% alumunium.

Pengaku/bracing diagonal antara web pada kuda-kuda baja ringan dengan bentuk yang sama dan letak berdampingan. Untuk kebutuhan strap brace berdasarkan perhitungan desain struktur. standart teknis sebagai berikut:    Galvabond Z275 Yield Strength 250 MPa Design Tensile Strength 150 MPa Brace System (bracing)  BOTTOM CHORD BRACING.standar teknis mengacu pada desain struktur kuda-kuda tersebut.SPESIFIKASI TEKNIS Multigrip ( MG ) Konektor antara kuda-kuda baja ringan dengan murplat (top plate) berfungsi untuk menahan gaya lateral tiga arah. Pengaku/bracing antara web pada kuda-kuda baja ringan.  DIAGONAL WEB BRACING (IKATAN ANGIN). Yaitu pengaku /ikatan pada top chord dan bottom chord kuda-kuda baja ringan. Pengaku/ikatan pada batang tarik bawah (bottom chord) pada kuda-kuda baja ringan. Rehabilitasi Gedung Kantor Pelayanan Pembendaharaan (KPPN) Tebing Tinggi .  LATERAL TIE BRACING.sekaligus berfungsi untuk mengurangi tekuk lokal (buckling) pada batang tekan (web).  STRAP BRACE (PITA BAJA).

spesifikasi screw sebagai berikut: Kelas Ketahanan Korosi Minimum Kelas 2     Panjang (termasuk kepala baut) 16mm Kepadatan Alur 16 alur/inci Diameter Bahan dengan alur 4. Pertemuan dua bidang atap yang membentuk sudut tertentu.10 KN Gaya aksial 8. Alat Sambung (Screw) Baut menaik sendiri (self drilling screw) digunakan sebagai alat sambung antar elemen rangka atap yang digunakan untuk fabrikasi dan instalasi.90 KN Rehabilitasi Gedung Kantor Pelayanan Pembendaharaan (KPPN) Tebing Tinggi .45 mm dengan detail profil seperti gambar dibawah. Ketebalan material jurai dalam minimal 0.60 KN Gaya Torsi 6.80 mm Diameter Bahan tanpa alur 3. pada pertemuan sisi dalam harus manggunakan talang dalam (Valley Gutter) untuk mengalirkan air hujan.80 mm Kekuatan Mekanikal    Gaya geser satu baut 5.SPESIFIKASI TEKNIS  Talang Jurai Dalam (Valley Gutter).

Accesories atap. Pemasangan kap finishing atap/rabung.SPESIFIKASI TEKNIS Pekerjaan atap meliputi: 1. 2.3 lembar Rehabilitasi Gedung Kantor Pelayanan Pembendaharaan (KPPN) Tebing Tinggi . Stone Chips Acrylic Base Coat Epoxy Primer Zincalume Coated Base Metal Zincalume Coateted Epoxy Primer Merek Panjang Lebar Berat Perlembar 2x5 1 meter persegi :Multi Roof atau setara : 770 mm : 1000 mm : 5 kg/m² : 10 daun : 1. Persyaratan Material Atap               Acrylic overglass. Pemasangan penutup atap. 3.

sesuai dengan RKS (Rencana Kerja dan Syarat) . Persyaratan Pelaksanaan 1. Berkenaan dengan hal itu. Konsultan Perencana dan Pihak DIreksi untuk mendapatkan persetujuan secara tertulis. 6. Pembuatan dan pemasangan kuda-kuda dan bahan lain terkait. 2.SPESIFIKASI TEKNIS Persyaratan Pra-Konstruksi 1. Dalam hal ini meliputi dimensi profil. harus dilaksanakan sesuai gambar dan desain yang telah dihitung dengan aplikasi khusus perhitungan baja ringan sesuai dengan standar perhitungan mengacu pada standar peraturan yang berkompeten. Pihak kontraktor bersedia menyediakan minimal 8 (delapan) buah genteng yang akan dipakai sebagai penutup atap. 4. panjang profil dan jumlah alat sambung pada setiap titik buhul. Perakitan kuda-kuda harus dilakukan di workshop permanen dengan menggunakan mesin rakit (Jig) dan pemasangan sekrup dilakukan dengan mesin screw driver yang dilengkapi dengan kontrol torsi. Kontraktor wajib menyerahkan gambar kerja yang lengkap berserta detail dan bertanggung jawab terhadap semua ukuran-ukuran yang tercantum dalam gambar kerja. 2. Kontraktor wajib menyediakan surat keterangan keahlian tenaga dari Fabrikan penyedia jasa Rangka Atap Baja ringan. pihak konsultan ataupun tenaga ahli berhak meminta informasi mengenai reaksi-reaksi perletakan kuda-kuda. Pihak kontraktor harus menjamin kekuatan dan ketahanan semua struktur yang dipakai untuk tumpuan kuda-kuda. Pihak kontraktor harus menyiapkan semua struktur balok penopang dengan kondisi rata air (waterpas level) untuk dudukan kuda-kuda sesuai dengan desain sistem rangka atap. 3. 4. Perubahan bahan/detail karena alasan apapun harus diajukan ke Konsultan Pengawas. 5. Kontraktor wajib memberikan pemaparan produk sebelum pelaksanaan pemasangan rangka atap baja ringan. 7. 3. Eleman utama rangka kuda-kuda (truss) dilakukan fabrikasi diworkshop permanen dengan menggunakan alat bantu mesin JIG yang menjamin keakurasian hasil perakitan (fabrikasi) 6. 5. Semua detail dan konektor harus dipasang sesuai dengan gambar kerja. agar pihak penyedia konstruksi baja ringan dapat memasang Rehabilitasi Gedung Kantor Pelayanan Pembendaharaan (KPPN) Tebing Tinggi . Produk yang dipaparkan sesuai dengan surat dukungan dan brosur yang dilampirkan pada dokumen tender. Kontraktor wajib menyertakan hasil uji lab dari bahan baja ringan dari badan akreditasi nasional (instansi yang berwenang sesuai dengan kompetensinya).

dan penyediaan genteng tersebut sudah harus ada pada saat kuda-kuda tiba dilokasi proyek. Gybsum board yang digunakan merk : ex Jayaboard atau setara 4. PEKERJAAN LANGIT-LANGIT GYPSUM BOARD a.5cm tebal = 0.5 mm bahan terbuat dari zincaluminume.1 Part 1) & “Wind load”(Australian Standard 1170. 7. c.SPESIFIKASI TEKNIS reng dengan jarak yang setepat mungkin. b. Rangka Langit-langit Rangka langit-langit dibuat dari batang besi furing ukuran 3. Rehabilitasi Gedung Kantor Pelayanan Pembendaharaan (KPPN) Tebing Tinggi . Lingkup Pekerjaan Meliputi penyediaan bahan langit-langit gypsum board dan konstruksi penggantungannnya. Pemasangan Lembaran Gypsum Board   Bahan penutup langit-langit gypsum board yang digunakan adalah gypsumboard tebal 9 mm atau ukuran lain. 8. Kekuatan struktur Baja Ringan dijamin dengan kondisi sesuai dengan Peraturan Pembebanan Indonesia dan mengacu pada persyaratan-persyaratan seperti yang tercantum pada “Cold formed code for structural steel”(Australian Standard/New Zealand Standard 4600:1996) dengan desain kekuatan strukural berdasarkan ”Dead and live loads Combination (Australian Standard 1170. Jaminan Struktural yang dimaksud di sini adalah jika terjadi deformasi yang melebihi ketentuan maupun keruntuhan yang terjadi pada struktur rangka atap Baja Ringan. 3. meliputi kuda-kuda. pengaku-pengaku dan reng. PEKERJAAN KAYU Lingkup Pekerjaan Bagian ini meliputi pengadaan dan pemasangan kosen dan daun pintu / jendela serta listplank dan pekerjaan lainnya yang tertera dalam gambar.2 Part 2) dan menggunakan sekrup berdasarkan ketentuan “Screws-self drilling-for the building and construction industries”(Australian Standard 3566). sesuai dengan gambar untuk itu. penyiapan tempat serta pemasangan pada tempat-tempatyang tercantum pada gambar untuk itu.5cm x 1.

Kadar air maksimal 12% untuk tebal kayu sampai dengan 7 cm dan 20% untuk tebal kayu di atas 7 cm.SPESIFIKASI TEKNIS Seluruh pekerjaan kayu harus sesuai dengan : NI – 5 – 1961 NI – 5 – 1981 Pada pekerjaan ini kosen dan daun pintu / jendela serta listplank dengan memakai kayu jenis meranti kelas I .  Pekerjaan ini dilaksanankan pada tempat-tempat seperti yang dianjurkan dalam gambar. 5. bahan-bahan dan peralatan yang dipergunakan untuk melaksanakan pekerjaan pemasangan panel aluminium composite seperti yang diajukan dalam ganbar rencana.  Bahan – bahan yang harus memenuhi standart antara lain. baik kering alami atau proses (dry klin). − − − − AA The aluminium Association AAMA Architectural Aluminium Manufactures Association ASTM E84 American Standart for Testing Materials DIN 4109 Isolasi udara Rehabilitasi Gedung Kantor Pelayanan Pembendaharaan (KPPN) Tebing Tinggi . Kayu harus utuh. b. Pengendalian pekerjaan  Semua pekerjaan yang disebutkan dalam bab ini harus dikerjakan sesuai dengan standart dan spesifikasi dari pabrik. Kayu yang digunakan untuk kayu expose ini adalah kayu klas I.Kayu pada umumnya harus kering. Kayu-kayu harus dikerjakan mengikuti pola-pola seperti yang tertera pada gambar atau yang diisyaratkan atau atas petunjuk Direksi/Pengawas. tanpa cacat atau cela seperti mata kayu. PEKERJAAN DINDING ALUMINIUM COMPOSITE PANEL a. lubang-lubang dan sebagainya. Kayu harus mempunyai 4 (empat) sisi permukaan (balok) yang rata dan lurus-lurus dalam ukuran-ukuran yang sesuai dengan persyaratan pada gambar. Lingkup Pekerjaan  Pekerjaan ini meliputi tenaga kerja.

SPESIFIKASI TEKNIS − − − − − DIN 52212 Penyerapan Sura DIN 53440 Pengurangan getaran DIN 17611/BS 1615 Proses anoda DIN 476 Panel Kerangka AS. lihat Bab Seanlant Wrana akan ditentukan kemudian berdasarkan color chart dari pabrik Lokasi sealant antar panel dengan komponen lain d. − − − Untuk pekerjaan luar. 1530 Hasil Indikasif c. warna akan ditentukan kemudian. 3mm Polyetlene dan 0. Rangka vertikal dan horizontal dari material aluminium ekstrussion Rangka tepi panel aluminium composite dan reinforoe dari material dari material aluminium ekstrussion. : 2440.bahan  Bahan : Aluminium composite − Tebal Aluminium − − − − − − − −  Length (mm) Width (mm) : 4mm terdiri dari 0.  Infil Dari aluminium ekstrussion finish powder coating warna ditentukan kemudian sealant.5mm Aluminium. Rehabilitasi Gedung Kantor Pelayanan Pembendaharaan (KPPN) Tebing Tinggi . Komponen    Bracket/angkur dari material besi finis galvanis atau material aluminium ekstrussion. 4880 or custum : 1220 or custom Bending Strengh : 45-50kg/4mm Heat Deformation : 200o C Sound Insulation : 24-39 Db Finished Warna Merek : Flouracarbond factory firished/PVdF Coating : Lihat gambar : Goodsense atau setara Bahan composite harus dalam keadaan rata.5mm Aluminium. Bahan .

Standar Pengerjaan (Mock Up)  Sebelum pengecatan yang dimulai. Jika contoh-contoh tersebut telah disetujui secara tertulis oleh Direksi Lapangan/Pengawas. Bidang-bidang tersebutakan dijadikan contoh pilihan warna. Contoh-contoh: Kontraktor diharuskan menyerahkan contoh-contoh bahan kepada direksi lapangan untuk mendapatkan persetujuan Pemberi Tugas.  Semua bidang contoh tersebut harus diperhatikan kepada Direksi Lapangan/Pengawas.  Toleransi Dimensi mill finish : Stove dipernish + 0. texture.2 mm 6. bahan-bahan.SPESIFIKASI TEKNIS   Bahan yang digunakan (produksi korea) atau setara. peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan. Contoh Dan Bahan Untuk Perawatan  Penyedia harus menyiapkan contoh pengecatan tiap warna dan jenis cat pada bidang. jumlah lapisan dan jenis lapisan (dari catdasar s/d lapisan akhir). hingga dapat tercapai hasi! pekerjaan yang bermutu baik dan sempuma. barulah penyedia melanjutkan dengan pembuatan mock up seperti tercantum pada 6. Lingkup Pekerjaan  Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja.a diatas. formula cat.bidang transparan ukuran 30 x 30 cm Dan pada bidang-bidang tersebut harus dicantumkan dengan jelas warna. bidang-bidang ini akan dipakai sebagai standard minimal keseluruhan pekerjaan pengecatan c. Rehabilitasi Gedung Kantor Pelayanan Pembendaharaan (KPPN) Tebing Tinggi .    Persiapan permukaan yang akan diberi cat Pengecatan permukaan dengan bahan-bahan yang telah ditentukan Pengecatan semua permukaan dan area yang ada gambar tidak disebutkan secara khusus dengan warna dan bahan yang sesuai dengan petunjuk Perencana b. Bidang-bidang yang akan dipakai sebagai mockup ini akan ditentukan oleh Direksi Lapangan.  Jika masing-masing bidang tersebut telah disetujui oleh Direksi Lapangan. PEKERJAAN PENGECATAN a. Penyedia harus melakukan pengecatan padasuatu bidang untuk tiap warna dan jenis cat yang diperlukan. material dan cara pengerjaan.

untuk kemudian akan diteruskan kepada pemberi tugas. − Pengendalian seluruh pekerjaan harus memenuhi persyaratan dalam PUBI 1982 Pasal 54. BS Nomor 3900-1970.  Syarat-syarat Pelaksanaan − Bahan-bahan yang dipergunakan. Mowilex Weathercoat untuk gypsum board atau merk lain yang setara dan disetujui oleh Konsultan Pengawas − − Warna Bahan Plamur : Akan ditentukan kemudian : Mowilex Undsrcoat atau yang setara yang disetujui oleh Konsultan Pengawas − − − Cat Dasar Pengencer Pengeringan : Cat dasar digunakan Mowilex Emulsion : Air bersih sesuai spesifikasi yang Ditentukan : Minimum setelah 4 (empat) jam lapis berikutnya dapat dilakukan − Sistem pengecatan : Minimal dilakukan 3 (tiga) lapis atau hingga warna merata dan tidak membayang − Sambungan-sambungan multiplex harus diberi flexsible sealant agar tidak terlihat sebagai retakan sesudah dicat. Rehabilitasi Gedung Kantor Pelayanan Pembendaharaan (KPPN) Tebing Tinggi . Pekerjaan Cat Langit-Langit   Yang termasuk dalam pekerjaan cat langit-langit gypsum board.SPESIFIKASI TEKNIS  Penyedia harus menyerahkan kepada Direksi Lapangan. Persyaratan Bahan − Bahan Cat : Produk Dalam Negeri merk ICI Catylac. oleh pemberi tugas. d. Decolith. Cat ini akan dipakai sebagai cadangan untuk perawatan. sebelum digunakan terlebih dahulu diserahkan contohnya untuk mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas atau direksi teknis. AS K-41 dan sesuai ketentuan teknis dan pabrik yang bersangkutan. minimal 5 galon tiap warna dan jenis cat yangdipakai. NI-4. Kaleng-kaleng tersebut harus tertutup rapat dan mencantumkan dengan jelas indentitas cat yang ada di dalamnya.

peralatan dan alat-atat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksaan. bahan-bahan. dipakai kuas halus/baik − Setiap kali lapisan cat dilaksanakan harus dihindarkan terjadinya sentuhan benda-benda (dua) jam. Sebelum diplamur/dempul gypsum. dan pengaruh pekerjaan-pekerjaan sekelilingnya selama 2 Rehabilitasi Gedung Kantor Pelayanan Pembendaharaan (KPPN) Tebing Tinggi . − Bahan yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam NI-4 serta sesuai ketentuan dari pabrik yang bersangkutan. atau dari produk lain yang setara serta disetujui oleh Konsultan Pengawas. Pengecatan Kayu  Lingkup pekerjaan − Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. Untuk permukaan dimana pemakaian roller tidak memungkinkan. tidak terdapat gelombag/retak-retak dan telah disetujui oleh Konsultan Pengawas − Lapisan plamur/dempul gypsum dibuat setipis mungkin sampai membentuk bidang yang rata − Setelah pelamuran/dempul gypsum 3 (tiga) dan percobaan warna sudah disetujui oleh Konsultar Pengawas. hingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu baik dan sempurna. penyambungan harus benar-benar rata.  Persyaratan Bahan − Digunakan Bahan Buatan Dalam Negeri dari mutu terbaik jenis Mowilex Wood Stain.SPESIFIKASI TEKNIS − Penyedia harus menyerahkan 2 (dua) copy yang berisikan ketentuan dan persyaratan teknis operatif dari pabrik dan contoh percobaan warna cat kepada Konsultan Pengawas − Sebelum pengecatan dimulai. bidang pelamuran diamplas dengan amplas besi yang halus kemudian dibersihkan sampai bersih − Sebelum pengecatan dilakukan. kering dan bersih dari segala kotoran. e. minyak dan debu − Bidang pengecatan siap dicat setelah diplamur/dempul gypsum terlebih dahulu. untuk disetujui oleh Konsultan Pengawas − Pengecatan dilsyaratkan dengan menggunakan kuas. Penyedia diwajibkan membuat contoh-contoh warna. permukaan bidang pengecatan harus rata.

− Bidang permukaan pengecatan dibersihkan dan debu. Digunakan bahan campuran yang bermutu baik serta disetujui oleh Pengawas.SPESIFIKASI TEKNIS  Syarat-syarat Pelaksanaan − Bidang permukaan pengecatan harus diratakan/dihaluskan dengan bahan/alat mesin amplas elektrik yang bermutu baik. Seluruh pekerjaan diselesaikan secara baik serta rapi dan disesuaikan dengan rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). Pekerjaan yang tidak rapi dan kurang baik. Uraian dan syarat-syarat ini meliputi pengecatan listplank dan lain-lain yang ditentukan dalam detail gambar. − Pengecatan harus dilakukan sejauh mungkin dari pengaruh pekerjaan lain serta jauh dari tumbuh-tumbuhan. maka seluruh halaman harus dibersihkan dari sisa-sisa bahan dan diratakan sebaik mungkin. Disetujui Oleh : Kuasa Pengguna Aggaran KPPN Tebing Tinggi Juli 2012 Dibuat Oleh: Konsultan Perencana CV. Penggunaan alat sprayer dari mutu yang diisyaratkan serta disetujui oleh Konsultan Pengawas. sampai permukaannya halus dan licin. PENYELESAIAN PEKERJAAN 1. serbuk gergaji. − − − − Harus dihindarkan adanya celah/pori-pori kayu pada permukaan pengecatan Aduk bahan dengan sempurna sebelum pemakaian. 3. BILLINDO ENGINERING Rehabilitasi Gedung Kantor Pelayanan Pembendaharaan (KPPN) Tebing Tinggi . harus diperbaiki sampai diperoleh hasil yang memenuhi syarat. bebas dari minyak kering dan sebagainya. Pekerjaan yang belum jelas dan tercantum dalam rencana kerja dan syarat-syarat ini (RKS) akan dijelaskan pada berita acara Aanwijzing. Medan. Setelah seluruh pekerjaan dikerjakan sesuai dengan rencana kerja dan syarat-syarat. D. 2. segala persiapan pengecatan telah memenuhi persyaratan yang ditentukan dan telah disetujui oleh Konsultan Pengawas.

SPESIFIKASI TEKNIS Rehabilitasi Gedung Kantor Pelayanan Pembendaharaan (KPPN) Tebing Tinggi .