P. 1
Pertumbuhan Dan Perkembangan Manusia

Pertumbuhan Dan Perkembangan Manusia

|Views: 128|Likes:
pertumbuhan dan perkembangan dalam ilm,u psikologi
pertumbuhan dan perkembangan dalam ilm,u psikologi

More info:

Categories:Types, Presentations
Published by: Julie Kristine Charoline Situmorang on Jul 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $0.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

03/12/2014

$0.99

USD

pdf

text

original

MAKALAH PSIKOLOGI

1. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN MANUSIA 2. KONSELING DALAM PSIKOLOGI

DISUSUN OLEH: JULIE KROSTINE CHAROLINE 201202061

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) WIDYA NUSANTARA
TAHUN AJARAN 2012/2013

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN MANUSIA

BAB I PENDAHULUAN

Studi tentang perkembangan dan pertumbuhan manusia merupakan usaha yang terus berlangsung dan berkembang. Seiring dengan perkembangannya, studi tentang perkembangan dan pertumbuhan manusia telah menjadi sebuah disiplin ilmu dengan tujuan untuk memahami lebih dalam tentang apa dan bagaimana proses perkembangan dan pertumbuhan manusia baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif.

Sampai dengan saat ini kajian mengenai perkembangan dan pertumbuhan manusia telah banyak menunjukkan manfaat yang signifikan. Dan salah satu manfaat dari berkembangnya disiplin ilmu tentang perkembangan manusia ini adalah pendidikan. Dan jika kita berbicara pendidikan tentunya unsur yang mutlak ada ialah manusia itu sendiri. Nah, dalam hal ini kajian ataupun teori-teori mengenai perkembangan dan pertumbuhan manusia sangat dibutuhkan oleh dunia pendidikan. Pendidikan ialah usaha sadar orang dewasa / pendidik untuk membantu membimbing pertumbuhan dan perkembangan anak kearah kedewasaan.

Definisi pendidikan diatas mengisyaratkan bahwa agar setiap pendidik baik orang tua maupun guru memahami benar hakikat pertumbuhan dan perkembangan anak agar dapat membimbing atau mengarahkan mereka kearah kedewasaan yang diharapkan.

prinsip perkembangan dapat diartikan sebagai “kaidah atau patokan yang menyatakan kesamaan sifat dan hakikat dalam perkembangan”. prinsip tersebut adalah : . sehingga dangan perkembangan tersebut si anak akan semakin bertambah banyak pengatahuan dan kemampuannya juga semakin baik sifat sosialnya. Prinsip Perkembangan Secara spesifik.sehingga anak semakin bertambah umurnya semakin besar dan semakin tinggi pula badan nya.sifat sosial.keyakinan agam dan sebagainya. moral.moral. moral.1[1] perkembangan secara khusus diartikan sebagai “perubahan – perubahan yang bersifat kualitatif dan kuantitatif yang menyangkut aspek-aspek mental – psikologis manusia.kemampuan.sehingga dengan perkembangan tersebut si anak akan semakin bertambah banyak pengetahuan dan kemampuan nya juga semakin baik sifat sosial.seperti perubahan-perubahan yang terjadi pada organorgan dan struktur organ fisik.keyakinan agama. Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia Pertumbuhan dapat diartikan sebagai perubahan-perubahan yang bersifat Kuantitatif yang menyangkut aspek fisik jasmaniah. Seperti misal nya perubahan-perubahan yang berkaitan dengan aspek pengetahuan.BAB II PEMBAHASAN A. Prinsip-prinsip ini merupakan ciri mutlak dari pertumbuhan dan perkembangan yang dialami oleh seorang anak. prinsip perkembangan adalah “patokan generalisasi mengenai sebab dan akibat terjadinya peristiwa perkembangandalam diri manusia”. sifat sosial. Bisa pula dikatakan. B. Perkembangan secara khusus diartikan sebagai perubahan-perubahan yang bersifat Kualitatif dan Kuantitatif yang menyangkut aspek-aspek mental psikologis manusia. Pada pembahasan ini akan diterangkan prinsip perkembangan menurut Hurlock (1991).kecerdasan dan sebagainya.moral. keyakinan agama. kecerdasan dan sebagainya. keyakinan agama dan sebagainya. kemampuan. ”seperti halnya perubahan – perubahan yang berkaitan dengan aspek pengatahuan.

f. Semakin dini sebuah perubahan dilakukan maka semakin mudah bagi seorng anak untuk mengadakan perubahan bagi dirinya. terdapat 4 bukti yang membenarkan pendapat ini. Pola perkembangan mempunyai karateristik yang dapat diramalkan Karateristik tertentu dalam perkembangan juga dapat diramalkan. Hasil belajar dan pengalaman merupakan hal yang dominan dalam perkembanga anak 2. Perkembangan merupakan hasil proses kematangan dan belajar Perkembangan seorang anak akan sangat diperngaruhi oleh proses kematangan yaitu terbukanya karateristik yang secara potensial sudah ada pada individu yang berasal dari warisan genetik individu. Lingkungan tempat anak menghaiskan masa kecilnya akan sangat berpengaruh kuat terhadap kemampuan bawaan mereka. ini berlaku baik untuk perkembangan fisik maupun mental. Perbuhan tersebut bisa menanjak. hal ihi tentunya akan berpengaruh sepanjang hidup dalam penyesuaian sosial dan pribadi anak 3. 1. Perkembangan awal lebih kritis daripada perkembangan selanjutnya. d. Hukum yang kedua yaitu proxmodistal perkembangan dari yang dekat ke yang jauh. Dasar awal sangat sulit berubah meskipun hal tersebut salah 4.a. setiap anak akan megikuti pola yang dapat diramalkan dengan cara dan kecepatanya sendiri. Bukti-bukti ilmiaih telah menunjukkan bahwa dasar awal cenderung bertahan dan mempengaruhi sikap dari perilaku anak sepanjang hidupnya. kemudian berada di titik puncak kemudian mengalami kemunduran. c. Terdapat perbedaan individu dalam perkembangan Walaupun pola perkembangan sama bagi semua anak. Manusia tidak pernah dalam keadaan statis dia akan selalu berubah dan mengalami perubahan mulai pertama pembuahan hingga kematian tiba. Adanya perubahan. Kemampuan jari-jemari seorang anak akan didahului oleh ketrampilan lengan terlebih dahulu. b. Pola perkembangan dapat diramalkan Dalam perkembangan motorik akan mengikuti hukum chepalocaudal yaitu perkembangan yang menyebar keseluruh tubuh dari kepala ke kaki ini berarti bahwa kemajuan dalam struktur dan fungsi pertama-tama terjadi di bagian kepala kemudian badan dan terakhir kaki. Semua anak mengikuti pola perkembangan yang sama dari saatu tahap menuju tahap berikutnya. Dasar awal cepat menjadi pola kebiasaan. Beberapa anak berkembang dengan . e.

sedangkan yang kurang baik akan menghambatnya Aliran Psikologi dan Implikasinya dalam Pembelajaran Aliran gestalt Menurut para pengikut gestalt perkembangan itu adalah proses diferensiasi. pertumbuhan fisik. Perbedaan ini disebabkan karena setiap orang memiliki unsur biologis dan genetik yang berbeda. Dan dapat dikatakan bahwa anak sedang mengalami gangguan penyesuaian yang buruk atau ketidakmatangan. Faktor yang Memengaruhi Perkembangan Faktor genetik Yang dimaksud dengan faktor pembawaan (hereditas) ialah sifat-sifat kecenderungan yang dimiliki oleh setiap manusia sejak masih dalam kandungan sampai lahir. g. Faktor eksternal / lingkungan Faktor lingkungan disebut juga faktor eksteren yaitu faktor yang berasal dari luar diri manusia. dan pada anak lain terjadi penyimpangan. misalnya :   Mempengaruhi individu setiap hari mulai konsepsi sampai akhir hayatnya. . bertahap langkah demi langkah. Beberapa hal yang dapat menyebabkan antara lain dari lingkungan dari dari anak itu sendiri. ras. warna mata. sedangkan bagian-bagian adalah sekunder. Kemudian juga faktor lingkungan yang turut memberikan kontribusi terhadap perkembangan seorang anak. alam sekitar dan sebagainya. sedangkan lain bergerak dengan kecepatan yang melonjak. pendidikan. sikap tubuh dan beberapa keunikan psikologis seperti temperamen Potensi genetik yang bermutu hendaknya dapat berinteraksi dengan lingkungan secara positif sehingga diperoleh hasil akhir yang optimal. pada setiap usia mengandung bahaya yang dapat mengganggu pola normal yang berlaku. faktor ini dapat berupa pengalaman-pengalaman. misalnya :     Faktor keturunan Bersifat tetap atau tidak berubah sepanjang kehidupan Menentukan beberapa karakteristik seperti jenis kelamin. Setiap tahap perkembangan memiliki bahaya yang potensial Pola perkembangan tidak selamanya berjalan mulus. Bahaya ini dapat mengakibatkan terganggunya penyesuaian fisik. dan sangat menentukan tercapai atau tidaknya potensi bawaan Faktor eksternal yang cukup baik akan memungkinkan tercapainya potensi bawaan.lancar. Semuanya akan memberi pengaruh terhadap manusia dalam perkembanganya. psikologis dan sosial. Dalam proses diferensiasi itu yang primer adalah keseluruhan. Sehingga pola perkembangan anak tidak menaik tapi datar artinya tidak ada peningkatan perkembangan. rambut.

2) Mengutamakan peran siswa dalam berinisiatif sendiri dan keterlibatan aktif dalam kegiatan belajar. melainkan justru teman kita itu sebagai keseluruhan. 1997):     Proses belajar dapat berhasil dengan baik apabila si belajar ikut berpartisipasi secara aktif didalamnya Materi pelajaran dibentuk dalam bentu unit-unit kecil dan diatur berdasarkan urutan yang logis sehingga si belajar mudah mempelajarinya Tiap-tiap respons perlu diberi umpan balik secara langsung. dari kejauhan yang kita saksikan terlebih dahulu bukanlah bajunya yang baru atau pulpennya yang bagus. seseorang dianggap belajar sesuatu bila ada menunjukkan perubahan tingkah laku. Misalnya. Penguatan positif ternyata memberikan pengaruh yang lebih baik daripada penguatan negatif Teori Kognitif Piaget menjabarkan implikasi teori kognitif pada pendidikan yaitu: 1) Memusatkan perhatian kepada cara berpikir atau proses mental anak. Teori Behaviorisme Menurut teori belajar ini adalah perubahan tingkah laku. keseluruhan ada terlebih dahulu baru disusul oleh bagian-bagiannya. seorang siswa belum bisa membaca maka betapapun gurunya berusaha sebaik mungkin mengajar atau bahkan sudah hafal huruf A sampai Z di luar kepala. Guru harus memahami proses yang digunakan anak sehingga sampai pada hasil tersebut. namun bila siswa itu gagal mendemonstrasikan kemampuannya dalam membaca. Ia dikatakan telah belajar apabila ia menunjukkan suatu perubahan dalam tingkah laku ( dari tidak bisa menjadi bisa membaca).bagian-bagian hanya mempunyai arti sebagai bagian daripada keseluruhan dalam hubungan fungsional dengan bagian-bagian yang lainnya. Prinsip-prinsip teori behaviorisme yang banyak dipakai didunia pendidikan ialah (Harley & Davies. atau dahinya yang terluka. pulpennya yang bagus. tidak sekedar kepada hasilnya. maka siswa itu belum bisa dikatakan belajar. sebagai Gestalt. dahinya yang terluka. dan sebagainya. baru kemudian menuyusul kita saksikan adanya hal-hal khusus tertentu seperti bajunya yang baru. . 1978 dalam Toeti. belajar merupakan bentuk perubahan yang dialami siswa dalam hal kemampuannya untuk bertingkah laku dengan cara yang baru sebagai hasil interaksi antara stimulus dan respon. Dengan kata lain. sehingga si belajar dapat mengetahui apakah respons yang diberikan telah benar atau belum Setiap kali si belajar memberikan respons yang benar maka ia perlu diberi penguatan. Bila kita bertenu dengan seorang teman misalnya.

c. Tugas setiap guru dalam memfasilitasi siswanya. Masa Pranatal ini berlangsung dari sejak terjadinya konsepsi sampai bayi lahir kira-kira lamanya 9 bulan 10 hari atau 280 hari. d. . namun seluruh atau sebagian siswanya tidak belajar sama sekali. Usaha keras seorang guru dalam mengajar tidak harus diikuti dengan hasil yang baik pada siswanya. Siswa perlu mengkonstruksi pemahaman yang mereka sendiri untuk masing-masing konsep materi sehingga guru dalam mengajar bukannya “menguliahi”. Periode telur. Para sisiwa harus dapat secara aktif mengasimilasikan dan mengakomodasi pengalaman baru kedalam kerangka kognitifnya.yaitu : a. Setiap guru akan pernah mengalami bahwa suatu materi telah dibahas dengan jelas-jelasnya namun masih ada sebagian siswa yang belum mengerti ataupun tidak mengerti materi yang diajarkan sama sekali. 4) Mengutamakan peran siswa untuk saling berinteraksi. Dari akhir minggu kedua sampai akhir bulan kedua. sehingga pengetahuan materi yang dibangun atau dikonstruksi para siswa sendirisan bukan ditanamkan oleh guru. Masa periode ini terbagi kepada 3 periode.kembangan. Teori konstruktivisme Implikasi teori konstruktivisme pada pembelajaran diantaranya : a. b. menerangkan atau upaya-upaya sejenis untuk memindahkan pengetahuan pada siswa tetapi menciptakan situasi bagi siswa yang membantu perkembangan mereka membuat konstruksi-konstruksi mental yang diperlukan. hanya dengan usaha yangkeras para sisiwa sedirilah para siswa akan betulbetul memahami suatu materi yang diajarkan. Tahap perkembangan manusia : 1. Berlangsung sejak pembuahan sampai akhir minggu kedua. b. Periode embrio.3) Memaklumi akan adanya perbedaan individual dalam hal kemajuan per. B. guru harus memahami model-model mental yang digunakan para siswa untuk mengenal dunia mereka dan penalaran yang dikembangkandan yang dibuat para sisiwa untuk mendukung model-model itu. Hal ini menunjukkan bahwa seorang guru dapat mengajar suatu materi kepada sisiwa dengan baik. Masa sebelum lahir (PRANATAL) selama 280 hari. Tahap – tahap Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia. Karena. Untuk mengajar dengan baik.

Bayi berkembang pesat baik fisik maupun psikologisnya sehingga penampilan dan kemampuan nya pada masa ini mengalami banyak perubahan. b. yaitu :      pada masa ini potensi sifat-sifat bawaan dan jenis kelamin setiap individu ditentukan. 3. c. Ada 6 ciri-ciri kondisi Pranatal yang penting. Ciri-ciri masa ini adalah : a. Kedua disebut peride neonate sampai sekitar akhir minggu kedua setelah kelahiran. Periode ini ditandai dengan terhentinya perkembangan. Masa ini juga dikenal dengan masa “resting age” yaitu masa istirahat. b. 2. d. Diakhir periode ini bila si bayi selamat maka merupakan awal perkembangan lebih lanjut.juga merupakan masa pemrmulaan sosialisasi.sikap dan pola ekspresi emosi terbentuk. Masa ini merupakan fase pemberhentian. Masa bayi merupakan masa dasar yaitu masa pembentukan dasar-dasar kehidupan yang sesungguhnya. Periode ini dibagi menjadi 2 tahap.yaitu : Pertama disebut periode parunate yaitu sejak janin baru keluar dari Rahim sampai tali pusar dipotong. c. guna menyesuaikan diri dengan keadaan baru didunia ini. Periode ini merupakan saat penyesuaian diri untuk kelangsungan hidup janin. pada masa ini kondisi si ibu sangat menetukan pola pertumbuhan Pranatal. pada masa ini terdapat banyak bahaya fisik maupun psikologis.karena pada saat ini banyak pola prilaku. . Periode janin.artinya masa tidak terjadi pertumbuhan atau perkembangan. Masa bayi (BABYHOOD) 2 Minggu-2 tahun. secara Prporsional pertumbuhan pada fase ini lebih besar dan lebih luas dari fase-fase lain nya. pada saat orang-orang yang berarrti dalam keluarga dapat membentuk sikap kepada si janin. Dari akhir bulan kedua sampai bayi lahir. Ciri –ciri yang penting pada masa ini adalah : a. Masa bayi baru lahir (NEW BORN) 0-2 minggu Masa ini dimulai sejak lahir sampai bayi berumur kira-kira 15 hari. Periode ini merupakan fase perkembangan yang tersingkat dari seluruh periode perkembangan manusia. Masa bayi selain meningkatnya individualitas. Masa ini berlangsung dari umur 2 minggu-2 tahun.c.

hal ini penting artinya dalam belajar keterampilan. Karena anak senang mengulang-ngulang. Masa bayi adalah masa yang menarik sehingga semua orang suka kepada bayi.dan untuk penyesuaian diri nya dengan pola-pola yang diletakkan orang lain atau orang tua.tidak mau menerima perubahan jasmani atau peran seks yang memperoleh dukungan sosial dan penyimpangan pematangan seksual. Masa kanak-kanak awal (EARLY CHILDHOOD) 2-6 tahun. b. Pada masa ini mereka juga belum banyak memiliki leterampilan sehingga tidak ada gangguan untuk mendapatkan keterampilan-keterampilan baru. . Bahaya psikologis yangb paling umum terjadi adalah kecenderungan mengembangkan konsep diri yang kurang baik. Masa kanak-kanak awal ini berlangsung dari umur 2-6 tahun. karena memellihara atau mendidik mereka sulit. masa “bertengkar” dan masa “menyulitkan” Pada masa keserasian bersekolah ini anak=anak relatif lebih mudah untuk dididik disekolah dari masa sebelum dan sesudahnya nanti. e.bahay fisik tampaknya lebih ringan dibandingkan dengan bahaya Psikolohis. Pada masa puber ini. Masa ini juga disebut sebagai usia main karena sebagian besar hidup anak dihabiskan untuk bermain. Masa kanak-kanak awal merupakan saat yang tepat untuk belajar mencapai berbagai keterampilan. Masa ini disebut orang tua dengan masa “tidak rapi”.d.sikap dan prilakku. Masa bayi adalah permulaan masa kreatifitas.berprestasi rendah. Masa kelas-kelas tinggi sekolah dasar umur kira-kira 9 atau 10 sampai 12 atau 13 tahun. Masa ini sering disebut usia sulit atau problematis. Masa bayi adalah masa permulaan penggolongan seks atau jenis kelamin. 7. Perubahan pada masa puber mempengaruhi keadaan fisik. f. 6.yaitu dari umur 12 atau 13 sampai umur 16 atau 17. Masa remaja (ADOLESCENCE) 15-21 Tahun. Selain itu anak pada masa ini juga berani dan senang mencoba hal-hal baru. 4. Karena kaibat perubahan nya cenderung buruk. Mas ini dapad dibagi dalam 2 fase. terutama sselama awal masa puber. 5. Masa puber (PUBERTY) Masa puber merupakan periode tumpang tindih karena mencakup akhir masa kanak-kanak dan awal masa remaja. Masa kelas sekolah dasar umur 6 atau 7 ampai 9atau 10 tahun. maka masa puber sering disebut “masa negatif”.pada bulan-bulan pertama bayi mulai belajar mengembangkan minat dan sikap yang merupakan dasar bagi kreatifitasnya kemudian.yaitu : a. Masa kanak-kanak akhir (LATER CHILDHOOD) 6-12 Tahun Masa kanka-kanak akhir atau disebut juga masa anak sekolah ini berlangsung dari umur 6-12 tahun.

c. Minat terhadap agama. d. Minat rekreasi. Fungsi sosialisasi. d. g. c. Dengan berubahnya minat dan prilaku. b. Fungsi agama. Fungsi ekonomis. Fungsi rekreatif. Minat terhadap pekerjaan. Bersikap ambivalensi. d. merka berpakaian dan bertindak seperti orang dewasa. Masa remaja ini dibagi 2 bagian yaitu : a. b. yaitu para remaja menjadi gelisah untk meninggalkan tingkah laku remaja belasan tahun dan untuk memberikan kesan bahwa dirinya telah hampir dewasa. Ada 7 kategori minat yang paling penting dari para remaja masa kini yaitu : a. e. Fungsi biologis. Minat pribadi dan sosial. Masa remaja merupakan periode perubahan yang sangat pesat baik dalam perubahan fisik nya maupun perubahan sikap dan perilakunya. b. Menigkatnya emosi. Fungsi pendidikan. c. si remaja umumnya mengalami ambang dewasa. Minat kepada pendidikan.Pada masa remaja ini berlangsung dari umur 15-21 tahun atau berlangsung saat individu matang secara seksual sampai mencapai usia matang menurut hukum. Fungsi perlindungan. Masa remaja awal yang berlangsung hingga 17 tahun.2[2] .fungsi keluarga sangat berperan diantaranya : a. f. b. Minat terhadap simbol status. f. Perubahan fisik.ada 4 perubahan yang bersifat Universal selama masa remaja yaitu : a. Masa remaja akhir yang berlangsung hingga mencapai usia kematangan resmi secra hukum yaitu 21 tahun. Selain dari minat anak. e. Di akhir masa remaja.

c. Orang mulai dapat membedakan adanya 3 macam tujuan hidup pribadi. b. c.3[3] 8..sering kali diharapkan berprestasi lebuh baik diatas kemampuannya Ciri-ciri yang menunjukkan bahwa remaja kurang berminat pada pendidikan disekolah yaitu : a.sehingga orang dalam masa perkembangan ini mulai mampu melakukan pengoreksian dan pengontrolan diri. Remaja yang kurang diterima oleh teman-temannya sekelas yang merasa dirinya kurang mampu berprestasi dalam berbagai kegiatan kurikuler. sekolah bagi dirinya bukan saja merupakan pengalaman yang tidak menyenangkan tetapi juga pengalaman yang merendahkan dirinya. Mereka sering membolos atau berterus terang meminta berhenti sekolah kepada orang tua nya... b.perkembangan fungsi kehendak mulai dominan.Ada 3 macam remaja yang tidak berminat kepada sekolah dan biasanya membenci sekolah yaitu : a.) Masa pematangan diri dalam tahap ini.. Remaja yang badan nya lebih besar dari umurnya yang merasa tubuh nya jauh lebih besar dibandingkan dengan teman-teman sekelasnya yang karena penampilannya yang lebih tua.pemuasan keinginan kelompok.dan pemuasan keinginan masyarakat.yaitu pemuasan keiinginan pribadi. Ini sering terjadi pada remaja yang badannya jauh lebih besar dari umurnya. Remaja yang orang tua nya memiliki cita-cita tinggi yang tidak realistik yang terus menerus mendesak untuk mencapai sasaran yang dikehendaki tanpa memperhatikan kondisi prestasi anaknya. Masa dewasa awal-usia lanjut (21-.. Realisasi setiap keinginan ini menggunakan fungsi penalaran. . Dengan kemmpuannya. mereka menjadi siswa yang prestasinya selalu rendah..orang melatih diri uuntuk memilih keinginan yang akan direalisasi dalam tindakan nya. Dengan kemampuan ini manusia tumbuh berkembang menuju kematangan untuk hidup berdiri sendiri dan bertanggung jawab.. Semua ini akan direalisasi oleh individu dengan belajar mengandalkan daya kehendaknya. Mereka bekerja/belajar dibawah kemampuan nya disetiap mata pelajaran atau pada mata pelajaran tertentu yang tidak disukainya.

Aliran filosof natifisme konon dijuluki sebagai aliran psimistis yang memandang segala sesuatu dengan kaca mata hitam. Tokoh utama aliran ini bernama Arthur Schopenhauer (1788-1860) seorang filosof Jerman. tetapi pengaruh pembawaan bertata bahasa jauh lebih besar lagi bagi perkembangan bahasa manusia (Bruno.1. Tokoh aliran ini adalah Schopenhaeur seorang filosof bangsa jerman. Nativisme berasal dari kata dasar natus = lahir. pembawaaan. Karena keyakinannya yang demikian itulah maka mereka di dalam ilmu pendidikan disebut juga aliran Pesimisme Paedagogis. seorang ahli linguistic yang sangat terkenal hingga saat ini. karena para ahli penganut aliran ini berkeyakinan bahwa perkembangan manusia itu ditentukan oleh pembawaannya. nativius = kelahiran. Baginya. juga lingkungan. 1987). Chomsky menganggap bahwa perkembangan penguasaan bahasa pada manusia tidak dapat dijelaskan semata-mata oleh proses belajar. sedangkan pengalaman dan pendidikan tidak berpengaruh apa-apa. Kalau dipandang dari segi ilmu pendidikan tidak dapat dibenarkan: sebab jika benar segala sesuatu itu tergantung pada dasar. Nativisme berkeyakinan bahwa pendidikan tidak dapat mengubah sifat-sifat pembawaaan. tetapi juga (yang lebih penting) oleh adanya “biological predisposition” (kecenderungan biologis) yang dibawa sejak lahir. semua ini ada pengaruhnya. sebab sekolah tidak mampu . Nativisme adalah suatu aliran yang secara ekstri menyatakan bahwa perkembangan manusia itu sepenuhnya ditentukan oleh faktor pembawaan atau faktor-faktor yang dibawa sejak lahir. Chomsky kelahiran 1928. Dengan demikian menurut mereka pendidikan tidak membawa manfaat bagi manusia.4[5] Nativisme adalah sebuah doktrin filosofis yang berpengaruh besar terhadap aliran pemikiran psikologis. maka konsekuensinya harus harus kita tutup saja semua sekolah. Chomsky tidak menafikan sama sekali peranan belajar dan pengalaman berbahasa. Diantara ahli yang dipandang sebagai nativis ialah Noam A. Aliran Nativisme. Para ahli yang berpendirian Nativis biasanya mempertahankan kebenaran konsep ini dengan menunjukkan berbagai kesamaan atau kemiripan antara orang tua dengan anak-anaknya. jadi pengaruh lingkungan dan pendidikan dianggap tidak ada. Namun demikian. Aliran ini berpendapat bahwa perkembangan manusia ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir itulah yang menentukan perkembangannya dalam kehidupan.

Baik buruknya perkembangan pribadi seseorang sepenuhnya ditentukan oleh lingkungan atau pendidikan. Tokoh perintis pandangan ini adalah seorang filsuf Inggris bernama John Locke (17041932) yang mengembangkan teori “Tabula Rasa”. guru.5[6] bertolak dari Lockean Tradition yang mementingkan stimulasi eksternal dalam perkembangan manusia. Jadi konsepsi nativisme itu tidak dapat dipertahankan dan tidak di pertanggung jawabkan.faktor lingkungan atau pendidikan menurut aliran ini dikembangkan seseorang. perlu. Aliran empirisme dipandang berat sebelah. 2. Jadi. Pengalaman yang diperoleh dari lingkungan akan berpengaruh besar dalam menentukan perkembangan anak. Dalam ilmu pendidikan ini dikenal sebagai ilmu pedagogik pesimisme. yakni anak lahir di dunia bagaikan kertas putih yang bersih. tak dapat memperbaiki keadaan yang sudah tersedia (ada) menurut dasar.mengubah anak yang membutuhkan pertolongan.teori ini menganggap bahwa faktor pembawaan tidak berperan sama sekali dalam proses perkembangan manusia. bahkan harus dilakukan. karena pendidikan itu adalah hal yang dapat. dan menyatakan bahwa perkembangan anak tergantung kepada lingkungan. sebab hanya mementingkan peranan pengalaman yang diperoleh dari lingkungan. karena sudah ternyata sejak zaman dahulu hingga sekarang orang berusaha mendidik generasi muda. Tidak perlu para ibu. Menurut teori ini lingkungan adalah yang menjadi penentu perkembangan seseorang. Sedangkan kemampuan dasar yang dibawa anak . Akan tetapi hal yang demikian itu justru bertentangan dengan kenyataan yang kita hadapi. orang tua mendidik anak-anak karena hal itu tidak aka nada gunanya. sedangkan pembawaan tidak dipentingkan. yaitu pendidikan tidak dapat mempengaruhi perkembangan anak kearah kedewasaan yang dikehendaki oleh pendidikan. Dengan demikian. Aliran Empirisme. Pengalaman yang diperoleh anak dalam kehidupan sehari-hari di dapat dari dunia sekitarnya yang berupa pengetahuan. Pengetahuan ini berasal dari alam bebas ataupun diciptakan oleh orang dewasa dalam bentuk program pendidikan.

Manusia dapat dididik menjadi apa saja (kearah yang baik atau kearah yang buruk) menurut kehendak lingkungan atau pendidik-pendidiknya. Karena ia memiliki pengalaman belajar di bidang politik. maka dalam ilmu pendidikan disebut juga Aliran Optimisme Paedagogis.[ Kebalikan dari aliran nativisme adalah aliran empirisme (empiricisim) dengan tokoh utama John Locke (1632-1704). sedangkan bakat dan pembawaan sejak lahir dianggap tidak ada pengaruhnya. tentu kelak ia akan menjadi seorang polisi. Aliran ini berpendapat bahwa perkembangan manusia itu ditentukan oleh faktor lingkungan atau pendidikan dan pengalaman yang diterimanya sejak kecil. ia tak akan pernah menjadi pemusik. menurut kenyataan dalam kehidupan sehari-hari terdapat anak yang berhasil karena berbakat. Hendak menjadi apa seorang anak kelak bergantung pada pengalaman/lingkungan yang mendidiknya. tak punya kemampuan dan bakat apa-apa. lingkungan. Padahal ada anak yang berbakat dan berhasil meskipun lungkungan tidak terlalu mendukung. sedangkan kemampuan dasar yang di bawa anak sejak lahir. sehingga melahirkan sebuah aliran filsafat bernama “environmentalisme” (aliran lingkungan) dan psikologi bernama “environmental psychology” (psikologi lingkungan) yang relatif masih baru (Rober. Aliran Konvergensi. Kelemahan aliran ini adalah hanya mementingkan pengalaman. Dalam hal ini para penganut empirisme (bukan empirisme) menganggap setiap anak lahir seperti tabula rasa. dan pendidikan dalam arti perkembangan manusia itu semata-mata bergantung pada lingkungan dan pengalaman pendidikannya. Doktrin aliran empirisme yang amat mashyur adalah “tabula rasa”. Nama asli aliran ini adalah “The School of British Empircism” (aliran empirisme inggris). dalam keadaan kosong. . Doktrin tabula rasa menekankan arti penting pengalaman.sejak lahir dianggap tidak menentukan. Tokoh aliran ini yaitu John Locke. di kesampingkan. sebuah istilah bahasa latin yang berarti batu tulis kosong atau lembaran kosong (blank slate/blank tablet). aliran lebih berpengaruh terhadap para pemikir Amerika Serikat. Jika seorang siswa memperoleh kesempatan yang memadai untuk mempelajari ilmu politik. Sesuai dengan namanya. Dengan demikian pendidikan diyakini sebagai sebagai maha kuasa bagi pembentukan anak didik. 3.Konvergensi yaitu teori yang menjembatani atau menengahi kedua teori atau paham sebelumnya yang bersifat ekstrim yaitu teori nativisme dan empirisme. meskipun lingkungan sekitarnya tidak mendukung. Karena pendapatnya yang demikian. walaupun orang tuanya pemusik sejati. Namun. 1988).

Penganut aliran ini berpendapat bahwa dalam proses perkembangan anak. 1988). hakikat kemampuan anak manusia berbahasa dengan kata-kata. Faktor Eksternal yaitu hal-hal yang datang atau ada diluar diri siswa yang meliputi lingkungan (khususnya pendidikan) dan pengalaman berinteraksi sisw a tersebut dengan lingkungannya. sebuah pemikiran filosofis yang sangat berpengaruh terhadap disiplin-disiplin ilmu yang berkaitan dengan manusia. Faktor Intern yaitu factor yang ada dalam diri siswa itu sendiri yang meliputi pembawaan dan potensi psikologis tertentu yang turut mengembangkan dirinya sendiri. Menurut teori ini baik unsur pembawaan maupun unsur lingkungan kedua-duanya sama-sama merupakan faktor yang dominan pengaruhnya bagi perkembangan seseorang. Bakat yang dibawa pada waktu lahir tidak akan berkembang dengan baik tanpa adanya dukungan lingkungan yang sesuai untuk perkembangan bakat itu. Aliran ini menggabungkan arti penting hereditas (pembawaan) dengan lingkungan sebagai factor-faktor yang berpengaruh dalam perkembangan manusia.kedua-duanya sama-sama merupakan faktor yang dominan pengaruhnya bagi perkembangan. seorang filosof dan psikolog Jerman. Sebagai contoh. baik factor pembawaan maupun factor lingkungan sama-sama mempunyai peranan yang sangat penting. . b. Aliran filsafat yang dipeloporinya disebut “personalisme”.maka berarti teori ini tidak memihak bahkan memadukan pengaruh kedua unsur pembawaan maupun unsur lingkungan. penyusun pandangan bahwa factor yang memengaruhi tinggi rendahnya mutu hasil perkembangan siswa pada dasarnya terdiri atas dua macam: a. adalah juga hasil konvergensi. Perintis aliran ini adalah William Stern (1871-1939). Berdasarkan uraian mengenai aliran-aliran doktrin filosofis yang berhubungan dengan proses perkembangan diatas.6[7] Aliran konvergensi (convergence) merupakan gabungan antara aliran empirisisme dengan aliran nativisme. Di antara disiplin ilmu yang menggunakan asas personalisme adalah “personologi” yang mengembangkan teori yang komprehensif (luas dan lengkap) mengenai kepribadian manusia (Rober. lingkungan yang baik tidak dapat menghasilkan perkembangan anak yang optimal kalau memang pada diri anak tidak terdapat bakat yang diperlukan untuk mengembangkan itu. seorang ahli pndidikan bangsa jerman yang berpendapat bahwa seorang anak dilahirkan di dunia sudah disertai pembawaan baik maupun pembawaan buruk. Tokoh utama konvergensi bernama Louis William Stren (1871-1938).Sesuai dengan namanya konvergensi yang artinya perpaduan. Sebaliknya.

terdapat variasi pendapat tentang factor mana yang paling penting dalam menentukan tumbuh-kembang itu. dan lain-lain). Dari sisi lain. perumusan tujuan pengajaran yang sangat behavioral. Jadi menurut teori konvergensi: 1) Pendidikan mungkin untuk dilaksanakan. Stern disebut teori konvergensi (konvergen artinya memusat kesatu titik). variasi pendapat itu juga melahirkan berbagai pendapat/gagasan tentang belajar mengajar. penekanan pada peran teknologi pengajaran (The Teaching Machine. Aliran konvergensi pada umumnya diterima secara luas sebagai pandangan yang tepat dalam memahami tumbuh-kembang manusia. Meskipun demikian. belajar berprogram. seperti peran guru sebagai fasilitator ataukah informator. 3) Yang membatasi hasil pendidikan adalah pembawaan dan lingkungan.Teori W. dan sebagainya . 2) Pendidikan diartikan sebagai pertolongan yang diberikan lingkungan kepada anak didik untuk mengembangkan potensi yang baik dan mencegah berkembangnya potensi yang kurang baik. teknik penilaian pencapaian siswa dengan tes objektif atau tes esai.

KONSELING DALAM PSIKOLOGI MAKALAH PSIKOLOGI .

Psikologi berasal dari bahasa yunani. Sebagai tugas kelompok mata kuliah Psikologi konseling di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung . selain itu juga kita dituntut mampu memahami isi dari psikologi konseling. Apa pengertian dari psikologi konseling ? 3. kita harus mengetahui apa sebenarnya pengertian psikologi konseling secara utuh. Jadi.1 Latar Belakang Sebagai calon konselor sekolah. Kita harus mampu memahami psikologi konseling agar kita bisa mengerti dan menjadi acuan dalam melakukan konseling. Konseling sebagai cabang dari psikologi merupakan praktik pemberian bantuan kepada individu. yang merupakan cabang dari psikologi. yaitu psikologi konseling. yaitu psyche yang berarti jiwa dan logos yang berarti ilmu. atau nasihat kepada pihak lain. informasi. secara harfiah psikologi adalah ilmu tentang jiwa atau ilmu jiwa.2 Rumusan Masalah 1. Apa pengertian dari psikologi dan konseling ? 2.3 Tujuan 1. kita harus mampu melakukan konseling. diantaranya langkah – langkah psikologi konseling dan tahap konseling dan dapat mengaplikasikannya sebagai bagian dari tugas seorang konselor ! 1. Konseling (counseling) biasanya kita kenal dengan istilah penyuluhan. Bagaimana tahap-tahap proses dalam konseling 1.Oleh karena itu.BAB I PENDAHULUAN 1. Apa saja aliran yang terdapat dalam psikologi ? 4. Dengan mengerti pengertian psikologi dan pengertian konseling saja tidak cukup untuk kita sebagai calon konselor. hal ini dipelajari dalam psikologi. yang secara awam dimaknakan sebagai pemberian penerangan. Apa saja langkah – langkah dalam melakukan konseling ? 5.

dengan memahami psikologi konseling tentu diharapkan konselor dapat melakukan konseling dengan baik. Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memahami secara sederhana tentang psikologi konseling dan apa saja yang ada didalamnya. 3. Dapat memahami tahapan konseling 1. seperti mengantisipasi diri terhadap kemungkinan kesulitan dalam melakukan konseling. Dapat memahami dan mengaplikasikan langkah – langkah dalam konseling 5. data yang diperoleh dari buku yang menunjang dan berhubungan dengan penulisan makalah.2. penulis menggunakan metode pengumpulan data berupa browsing dan study pustaka. Dalam metode studi pustaka. 1. untuk kepentingan yang baik sebagai calon konslor. selain itu juga dapat menganalisis aplikasi dari psikologi konseling.5 Metode Pengumpulan Data Dalam menyusun makalah ini. . Dalam browsing penulis mencari informasi yang terkait tentang psikologi konseling. Mengetahui berbagai aliran psikologi konseling 4.4 Manfaat Manfaat dari pembuatan dan mempelajari makalah ini adalah agar kita mampu menganalisis dan memahami makna psikologi konseling.

2. .1 PENGERTIAN PSIKOLOGI KONSELING 2. artinya ”bersama” atau ”bicara bersama”. Dari batasan tersebut diatas jelas bahwa yang dipelajari oleh psikologi adalah tingkahlaku manusia.1. Pengertian ”berbicara bersama-sama” dalam hal ini adalah pembicaraan antara konselor (counselor) dengan seseorang atau beberapa klien (Counselee).BAB II ISI PEMAHAMAN PSIKOLOGI KONSELING 2. ”people coming together to again an understanding of problem that beset them were evident”. perasaan.1 Pengertian Psikologi Psychology berasal dari bahasa Latin yang terdiri dari dua kata yaitu:  Psyche = soul.1.2 Pengertian Konseling Kata konseling (counseling) berasal dari kata counsel yang diambil dari bahasa latin yaitu counselium. kebutuhan. Menurut Crow and Crow. 2. arti berdasarkan komponen katanya adalah: The study of soul / mind. yang ditulis oleh Baruth dan Robinson (1987:2) dalam bukunya An Introduction to The Counseling Profession. Dengan demikian counselium berarti. Bagi seorang konselor. yakni interaksi manusia dengan dunia disekitarnya. nilai. Jadi jelaslah sebenarnya psikologi tidak hanya berhubungan dengan tingkah laku manusia. iklim.1. seperti hewan. psikologi yang mereka tekankan mungkin lebih banyak terfokus pada human relationship guna memudahkan dalam aplikasi konseling. kebudayaan dan sebagainya. mind (jiwa)  Logos = ilmu Jadi. baik yang berupa manusia lain ( human relationship ) maupun yang bukan manusia. Psichology is the study of human behavior and human relationship.3 Pengertian Psikologi Konseling Psikologi Konseling merupakan suatu kegiatan yang dibangun melalui adanya interaksi antara klien dengan psikolog / konselor untuk mengidentifikasi persepsi.

seorang psikolog humanistik terkemuka. Menurut Stefflre dan Grant. Pietrofesa (1978) dalam bukunya The Authentic Counselor. berpandangan bahwa konseling merupakan hubungan terapi dengan klien yang bertujuan untuk melakukan perubahan self (diri) pada pihak klien. dan proses penyelenggaraannya. bahkan secara khusus dapat dikatakan bahwa konseling merupakan aplikasi dari psikologi. Mereka menegaskan konselor adalah tenaga terlatih yang berkemauan untuk membantu klien.2 SPESIFIKASI KONSELING Carl Rogers. membuat keputusan dan pemecahan masalah. Meskipun bukan bermaksud merangkum berbagai pengertian yang dikemukakan oleh banyak ahli. mengemukakan dengan singkat bahwa konseling adalah proses yang melibatkan seorang profesional berusaha membantu orang lain dalam mencapai pemahaman dirinya. Oleh karena itu telaah mengenai konseling dapat disebut dengan psikologi konseling (counseling psychology). harapan. sekalipun tidak berbeda dengan rumusan sebelumnya.pengalaman. Ahli lain. seringkali mereka menghadapi masalah tersebut tanpa tahu benar dan menyadari apa sebenarnya akar dari masalah mereka tersebut. Stefflre dan Grant menyusun pengertian yang cukup lengkap mengenai konseling ini. yaitu: . 2. Seorang yang menghadapi permasalahan dalam hidupnya. serta masalah yang dihadapi klien. Pada intinya Rogers dengan tegas menekankan pada perubahan system self klien sebagai tujuan koseling akibat dari struktur hubungan konselor dengan kliennya. terutama jika dilihat dari tujuan. Melalui proses konseling inilah bersama-sama antara konselor dengan klien menemukan akar masalah yang ada dan menyadarkan klien akan apa yang harus dilakukannya untuk memecahkan masalahnya tersebut. terdapat empat hal yang mereka tekankan. Diantara berbagai disiplin ilmu. kadang kala diraskan begitu berat atau mengganggu kehidupannya dalam keseharian. yang memiliki kedekatan hubungan dengan konseling adalah psikologi. Cormier (1979) lebih memberikan penekanan pada fungsi pihak-pihak yang terlibat. Namun. teori yang digunakan. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk memecahkan masalah-masalah psikologis klien dengan menyadarkan klien akan akar masalah yang sebenarnya dihadapi hingga akhirnya klien dapat menemukan sendiri solusi dari masalah yang dihadapinya.

2.2. konseling dapat dilakukan beberapa kali dalam pertemuan secara berkelanjutan.1 Konseling Sebagai Proses Konseling sebagai proses berarti konseling tidak dapat dilakukan sesaat. melalui sumbersumber eksternal. yang berarti mengabaikan perasaan atau terlalu mengendalikan pandangan-padangan individu. Tujuan akhir konseling pada dasarnya adalah sejalan dengan tujuan hidupnya yang oleh Maslow (1968) disebut aktualisasi diri. Permasalahan klien yang kompleks dan cukup berat. Membantu tetap memberikan kepercayaan pada klien dalam menghadapi dan mengatasi permasalahan mereka. dan bukan terjadi hanya dalam satu pertemuan. 2.2. 2. dan belajar melakukan pemahaman yang lebih luas tentang dirinya yang tidak hanya membuat ”know about” tetapi juga ”how to” sejalan dengan kualitas dan kapasitasnya. Butuh proses yang merupakan waktu untuk membantu klien dalam memecahkan masalah mereka. tetapi memotivasi klien untuk lebih bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri dan mengatasi masalahnya. Tetapi lebih kepada merefleksikan secara pasif pandanganpandangan individu.2 Koseling Sebagai Hubungan Spesifik Hubungan antara konselor dan klien merupakan unsur penting dalam konseling. proses belajar dari perilaku adaptif.3 KAJIAN PSIKOLOGI KONSELING 2. memandu berarti menyelesaikan suatu masalah yang ada dalam diri seseorang atau secara potensial ada dalam diri seseorang. Karena konseling membutuhkan hubungan yang diantaranya perlu adanya keterbukaan.2. penghargaan secara positif tanpa syarat.4 Konseling untuk Mencapai Tujuan Hidup Konseling diselenggarakan untuk mencapai pemahaman dan penerimaan diri. 2. Dalam perspektif pendidikan. dan empati.2. Hubungan koseling harus dibangun secara spesifik dan berbeda dengan hubungan sosial lainnya.3.1 Memandu ( Guiding ) Memandu bukanlah paksaan.3 Konseling adalah Membantu Klien Hubungan konseling bersifat membantu (helping). pemahaman. 2. . Hubungan konseling tidak bermaksud mengalihkan pekerjaan klien pada konselor.

dan memberdayakan klien dalam aktivitas-aktivitas yang diprakarsai oleh dirinya sendiri. diantaranya adalah melalui : (1) exorcism atau pengusiran roh jahat. Inti dari perspektif memfasilitasi (disebut juga sebagai pendekatan kekuatan ketika) dipercayai bahwa individu memiliki kemampuan untuk mengarahkan dirinya sendiri.3. Dalam tradisi spiritual. Memfasilitasi lebih bermakna sebagai membolehkan. dan mengejar keunggulan.3. helper mengandalkan kepada sumber-sumber klien tanpa mengangu atau mencampuri terhadap pengalaman-pengalaman klien.Tetapi bukan merupakan paksaan eksternal atau paksaan yang muncul karena ada penolakan konselor. Dalam konteks yang positif ini. Namun. menyemangati atau mendorong. penderitaan manusia disebabkan oleh kerasukan psiritual. Dengan demikian memandu bukan menghalangi kebutuhan pengajaran atau informasi. resolusi masalah. perspektif modern tentang penyembuhan berakar dalam beberapa tradisi sejarah yang mendasari psikoterapi dinamik. yang dalam konteks konseling kemudian diadaptasi dalam bentuk psikoterapi singkat (brief psychoterapy) dan konseling psikoanalitik. 2. suatu pertanda penting lain dari psikoterapi dinamik. 2. Dalam tradisi ilmiah ditandai dengan digunakannya metode hipnotisme sebagai metode penyembuhan.2 Menyembuhkan ( Healing ) Dalam psikologi konseling. khususnya tradisi spiritual dan ilmiah. sedangkan dalam psikoterapi dinamik yang diawali dengan praktek-praktek penyembuhan terhadap pasien neruroses. tetapi sumber-sumber eksternal tersebut merupakan bagian dari suatu pertukaran pandangan antara konselor dengan klien menuju kepada pemahaman bersama.3 Memfasilitasi ( Facilitating ) Memfasilitasi merupakan reaksi terhadap model-model dan praktek autoritarian dalam psikoterapi. sehingga bentuk-bentuk tritmennya dilakukan dengan meminjam dari masyarakat primitif. Penggunaan istilah nondirektif dan berpusat kepada klien untuk menjelaskan refleksi perspektif memfasilitasi merupakan upaya untuk menolak konotasi pengarahan langsung oleh terapis dan pasien sebagai . dan (2) pengobatan jiwa yang dilakukan melalui pengakuan dosa sebagaimana tradisi dalam komunitas protestan. yaitu penderita histeria dan neurathenia yang dipelopori oleh Freud. lebih sebagai hasil yang dibuat melalui kontak dengan dunia dalam klien itu sendiri.

1958 )  dan beberapa prosedur terapi kognitif (seperti Beck. 1980) Walaupun dalam perspektif memodifikasi kurang ada definisi yang tegas. Sebagai suatu perspektif. Mishel. . 1973). telah memberikan makna baru terhadap makna persepsi. belajar dan motivasi. 1971). 1958). Hilgard).  belajar sosial (Bandura. 2. 1969. tidur dan mimpi (Dement). memfasilitasi selalu dicirikan dengan adanya pendekatan yang berpusat kepada klien dari Carl Rogers. Psikolog kepribadian. termasuk beberapa metode perubahan prilaku yang berdasarkan pada prinsip dan prosedur yang berbeda.3. 2. seperti :  pengkondisian klasik (Wolpe. Shepart). Barber. 1975). Mahoney. serta pengaruh atribusi terhadap masalah kemanusiaan. yang merupakan paduan antara metode behavioral dengan teori kognitif. suatu pendekatan yang berkenaan dengan mengubah organisme yang disebabkan oleh faktor lingkungan. 1974. 1953). 1974/1976. psikolog perkembangan tertarik lagi dengan Piaget (Piaget. mulai merekonseptualisasikan kepribadian dalam istilah belajar sosial (Bandura. menekankan peran central-mediational process terhadap pengalaman manusia. 1975)  pendekatan klinis dari terapi tingkah laku (Lazarus.orang yang sakit. 1969).  prinsip-prinsip belajar yang luas (broad principles of learning) (Ullman dan Krasner. Dan banyak lagi peneliti yang menekankan pada kognitif. dan meluaskan minat mereka dalam perkembangan kodnitif terhadap moral (Kohlberg. Pendekatan ini menggambarkan suatu tujuan umum terhadap beberapa perspektif bantual lain.  pengkondisian operan (Skinner. seperti di bidang psikolinguistik (chomsky). Kebangunan kembali kognitif yang mengarahkan kepada reinterpretasi terhadap psikologi eksperimental.5 Merestrukturisasi ( Restructuring ) Pemunculan kembali kognisi dalam tepai psikologi selama tahun 1970 dan tahun 1980-an telah mengarahkan kepada perspektif merestrukturisasi.4 Memodifikasi ( Modifying ) Perspektif memodifikasi sering dikenal dengan modifikasi prilaku. dan hiposis (Orne. Paivio. pembayangan (Singer. namun terdapat kesatuan karakteristik yaitu menggantungkan kepada suatu metodologi empirik berdasar data yang obyektif dan terukur. Psikolog sosial mulai menggunakan pelaporan subyektif.3. Dalam studi psikologi. serta kognisi sosial (Shantz. 1970). Stone.

3.6 Pengembangan ( Develoving ) Salah satu karakteristik yang membedakan psikologi konseling dengan profesi klinis yang lain adalah kepeduliannya terhadap perkembangan manusia. Pengaruh sosial dalam konseling bukan berarti bahwa konselor membatasi klien pada prilaku yang tidak muncul sebelumnya. yaitu diantara beberapa orang yang ada (keluarga dan konselor). tetapi sebagai suatu sirkuler. dan arah perkembangannya. Pengaruh sosial juga bukan tidak membatasi pada orientasi khusus. dengan metode apa. khususnya berkenaan dengan karir. tergantung kepada fungsi. sebagai hasil analog dan model baru.2.8 Mengkomunikasikan ( Comunicating ) Komunikasi ditunjukkan dengan adanya keterlibatan dalam seluruh perspektif. membuat nyata. Pandangan ini muncul sebagai perubahan dari kepribadian individu kepada konteks individu. dan perasaan orang lain (helppe) dapat diidentifikasi sebagai pengaruh sosial. dengan fokus kepada penonjolan interkasi manusia yang berkontribusi terhadap pengaruh sosial (bagaimana merubah) dari pada apa yang dikatakan terapis (apa yang berubah).7 Mempengaruhi ( Influencing ) Proses interaksional seseorang (helper) dalam upaya merubah tindakan. Dimana dalam perspektif perkembangan diasumsikan bahwa individu akan tumbuh efektif melalui interaksi yang sehat antara pertumbuhan diri dengan lingkungan. Sementara itu beberapa perspektif model bantuan modern lebih menekankan kepada tindakan saat ini dan di sini. membantu klien memahami masalahnya. . serta perubahan struktural yang terjadi. kecepatan. Dalam konseling dan psikoterapi tradisional. tetapi lebih kepada menawarkan kontrol baru yang dipandang lebih efektif dalam rangka mengatur prilaku klien yang jelek di masa lalu. 2. maka hal tersebut berkenaan dengan pandangan tentang perkembangan yang berlangsung sepanjang waktu sebagai hasil interaksi antara faktor internal (pribadi) dengan faktor eksternal (lingkungan).3. komunikasi dipandang dalam konteks yang lebih luas. Dalam terapi keluarga. tetapi bagaimana menguji prilaku tersebut berbeda dari satu waktu ke waktu lainnya. sikap. dan apa tujuannya. Karena itu pertanyaannya lebih kepada oleh siapa. 2. Komunikasi bukanlah sesuatu yang linier. dan dari konteks komunikasi kepada komunikasi tentang komunikasi (metakomunikasi). Interaksi ini berbeda dalam tipe.3. tetapi lebih sebagai kerangka konseptual yang mungkin dapat diperhitungkan untuk menjamin kefektivan keragaman metode konseling dalam berbagai perspektif teoritik. dari konselor kepada klien. mengkomunikasikan dipahami sebagai mengklarifikasi.

yaitu menyusun. 2. Dalam perspektif tradisional. dan lebih berbeda dengan pendekatan-pendekatan lain dalam konseling. dengan didasari keterbukaandan kejujuran atas semua pernyataan klien dan Konselor dalam proses konseling. dan sekaligus merepresentasikan adanya perubahan atau transisi dari psikologi dan psikiatri kepada ilmu pengetahuan sosial. yaitu bagaimana . Melalui kegiatan ini diharapkan klien berkeinginan untuk dan semangat untuk menyelesaikan masalahnya. Namun. 2. Membentuk Hubungan Membangun hubungan yang bercirikan kepercayaan. terutama dalam melihat prilaku. atau dalam hubungan dengan lingkungan. Dalam pandangan organik. 2. dan memberikan penjelasan serta pengertian agar klein menyadari perlunya bantuan untuk menyelesaikan masalahnya dank lien mau mengikuti proses konseling. merestrukturisasi.4 LANGKAH – LANGKAH DALAM PSIKOLOGI KONSELING 1. Pada proses ini diharapkan akan terjadi hubungan ketergantungan pada Konselor.Dengan demikian. perspektif komunikasi muncul dari gerakan terapi keluarga. Maksudnya bahwa dalam penyesuaian pribadi. dan merubahnya sehingga dapat berubah. adan komunitas. karena itu dalam membantu klien adalah menguji tindakan. dunia luar bukan merupakan realitas yang tidak dapat dirubah.3. walaupun peduli dengan fungsi otonomi. yaitu membuat suatu organ berproses melalui pemeliharaan dan tindakan dari bagian-bagian dari tubuh itu sendiri. individualisme dan otonomi adalah kerangka kerja dalam proses konseling. Mengorganisasikan juga mempunyai konotasi lain. efeisiensi atau befungsinya bagian-bagian yang berhubungan. bantuan memiliki perbedaan ideologi. dalam masyarakat modern. keyakinan.9 Mengorganisasikan ( Organizing ) Mengorganisasikan secara metaporik dapat dipersamakan pada biologi. sebagaimana dijelaskan dalam riset-riset dalam relasi interpersonal dalam kelompok yang berlangsung secara terus menerus. Keseriusan dan kejujuran klien akan nampak. mengambil tangggungjawab. kelompok. Proses ini juga akan memberikan gambaran tentang tujuan nya mengikuti konseling. Menyatakan Kepedulian & Membentuk Kebutuhan akan Bantuan Menyatakan kepedulian atau keprihatinan dan membentuk hubungan dengan klien sebagai upaya menjalin kedekatan. konselor dapat membantu seseorang dengan merubah keluarga. Dengan demikian. tetapi hal tersebut hanya bagian dalam relasi dengan keseluruhan tubuh. tetapi dapat dapat dirubah.

Konselor mengarahkan klien pada masalah yang menjadi prioritas utama. tindakan atau perasaan. Merencanakan Cara Bertindak Kesulitan selanjutnya adalah mengambil satu tindakan atau keputusan penyelesaian masalah. Menangani Masalah Pada langkah ini Konselor berusaha untuk dapat menentukan masalah mana yang akan diselesaikan terlebih dahulu dan mana masalah-masalah yang harus ditinggalkan. d. Hal ini menyebabkan kepercayaan klien cukup besar terhadap koselor maka bantuan akan mudah diberikan. Menilai Hasil dan Mengakhiri Konseling Dari setiap langkah perlu diperhatikan sejauh mana tujuan konseling yang telah didapat. 4. 5. . dan memantulkan perasaan. Menentukan Tujuan dan Mengeksplorasi Pilihan Mendiskusikan tujuan kepada klien adalah hal penting yang harus dilakukan. Untuk mencari kejelasan. b. c. Biasanya klien merasa kebingungan dan rasa keraguan. Keputusan untuk mengakhiri konseling adalah usaha bersama antara klien dan Konselor. diantaranya: a. 6. Terbentuknya perasaan diterima dan dipercaya adanya masalah dalam dirinya. Mampu menyelesaikan dan mengatasi masalahnya dan masaah yang akan datang. Dalam menumbuhkan kesadaran klien Konselor berusaha mengarahkan klien mencapai apa yang disebut insight atau understanding. maka Konselor memberikan pilihan dan mengajak klien untuk merencanakan dan melakukan tindakan dari hasil insight.Konselor dapat dijadikan sebagai pribadi yang dijadikan contoh. 3. Adanya perubahan pada diri klien secara fisik maupun psikis. 7. Tehnik yang biasa digunakan adalah keterampilan mendengarkan. maksud dan tujuan konseling. Terciptanya pemahaman dan pengertian klien terhadap masalahnya. Menumbuhkan Kesadaran Manumbuhkan kesadaran klien agar klien benar-benar memahami apa yang sedang dialami dan apa yang harus dikerjakan dalam menyelesaikan masalahnya.

Pengujian dan penetapan alternative pemecahan Meminta klien untuk merealisasikan dari pilihan / keputusan yang diambil. saling menerima dan bekerja sama dalam menyelesaikan masalah. Dalam membina hubungan baik antara Konselor dengan klien. 2. Identifikasi masalah dan penyebabnya Mengadakan pendataan masalah dan mencari tahu latar belakang terjadinya masalah .5.1 Tahapan Awal Tahap awal merupakan upaya untuk menjalin hubungan baik antara Konselor dengan klien agar klien dapat terlibat langsung dalam proses konseling. b.Walaupun Konselor sebagai penentu proses konseling tapi bukan berarti mengakhiri konseling sesuka hati menghantikan konseling tanpa persetujuan klien. Batasan yang diberikan maksudnya Konselor berusaha mengarahkan masalah yang terjadi pada klien seperti dari beberapa masalah yang dialami Konselor coba memberikan proiritas pada masalah yang paling penting untuk diselesaikan. klien mengungkakan masalahnya dengan terbuka. . Evaluasi alternative pemecahan adalah Meninjau kembali pengujian alternative pamecahan masalah serta hasil pemecahan masalah.5 TAHAPAN KONSELING 2. Identifikasi alternative pemecahan adalah Memberikan beberapa pilihan penyelesaian dan pemecahan masalah diharapkan klien sendiri yang memilih. Klien percaya dan menerima Konselor untuk membantu masalah yang dihadapi. Dalam tahap awal ada dua langkah yang harus diperhatikan.2 Tahapan Inti a. Eksplorasi kondisi klien Usaha Konselor mengkondisikan keadaan klien dalam konseling. Diharapkan dapat memberikan arahan konseling secara tepat. Konselor menerima bahwa masalah klien bear-benar terjadi dan memberi bantuan dengan cara menciptakan rapport atau menggunakan teknik konseling lain. 2. atau berusaha mengadakan perubahan pada tingkah laku dan perasaan klien. adanya rasa percaya antara keduanya.5. c.

Analisis Analisis adalah tahap pengumpulan data atau informasi tentang diri klien dan lingkunganya. 2. Implementasi alternative pemecahan Menganjurkan untuk mengerjakan dari salah satu pemecahan masalah yang telah berhasil. Masalah yang tidak dapat diklasifikasikan (no problem) . a. keluarga. Dirumuskan secara spesifik.3 Tahap Akhir Tahap ini memberikan penilaian terhadap keefektifan proses bantuan konseling yang telah dilakukan. sehingga dapat memberikan gambaran diri klien yang terdiri dari kelemahan dan kelebihan yang dimiliki. untuk lebih mengerti terhadap keadaan klien. Identifikasi masalah Identifikasi masalah merupakan upaya menentukan hakikat masalah yang dihadapi oleh klien. Ada beberapa tahapan dalam diagnosis yaitu : 1. Kurang menguasai keterampilan (lack of skill) c. Penentuan ini dapat menggunakan klasifikasi masalah sebagai berikut: Klasifikasi masalah menurut Bordin a. serta kemampuan dan ketidakmampuannya menyesuaikan diri. Diagnosis Diagnosis merupakan tahapan untuk menetapkan hakikat masalah yang dihadapi klien beserta sebab-sebabnya dengan membuat perkiraan atau dugaan. Konflik diri (self conflict) d. nilainilai yang dianut serta aktivitas klien dengan data pendukung yang didapat dari berbagai sumber. c. b.5. kemungkinan yang akan dihadapi klien berkaitan dengan masalahnya.d. Kecemasan menentukan pilihan (choice anxiety) e. Ketergantungan pada orang lain (dependence) b. teman sebaya. singkat dan padat juga sebagai diagnosis awal. Mulai dari fisik dan psikis. Sintesis Sintesis merupakan tahapan untuk merangkum dan mengorganisasikan data hasil tahap analisis.

dan dukungan sosial ekonomi yang kurang menunjang. gangguan kesehatan. Kurang menguasai keterampilan yang diperlukan(lack of skill) d. Penemuan sebab-sebab masalah (etiologi) Langkah ini merupakan upaya penentuan dari sumber penyebab timbulnya masalah. 2. 3.dan gangguan tingkah laku. atau kurang perhtian. kurangnya informasi. kurang peka terhadap lingkungan. gangguan pikiran. Prognosis .Klasifikasi masalah menurut Pepinsky a. Penyebab yang berasal dari diri klien antara lain. Penyebab yang berasal dari luar diri klien antara lain. Dengan klasifikasi masalah dalam disgnosis sebagai berikut :  Faktor ketidakpercayaan diri Ketergantungan pada oranglain. Yakni diantaranya mencari hubungan antara masa lalu. Dengan melihat hasil identifikasi masalah dapat timbul dari dalam diri dan luar diri klien. kemampuan intelektual yang rendah dan lain-lain. serta masyarakat yang tidak kondusif. sikap orang tua/guru yang tidak menunjang perkembangan klien. Kurang percaya diri (lack of assurance) b. lingkungan rumah/sekolah yang tidak sesuai dengan karakteristik klen. ketidaktahuan potensi yang ada. mementingkan diri sendiri. kurang informasi. Diagnosa mengambil kesimpulan untuk menentukan derita klien atau yang dirasakan klien. kebiasaan-kebiasaan buruk. Konflik diri (self conflict) Dalam identifikasi masalah kita berusaha memahami apa yang dialami klien dan mencari kesulitan masalah yang dihadapi klien. gangguan perasaan. sulit mengambil keputusan. sikap negatif. Bergantungan pada orang lain (dependence) e. sekarang dan masa yang akan datang.  Faktor miskomunikasi atau misunderstanding Kurang informasi.  Faktor depresi atau konflik diri Kecemasan(anxiety). Kurang informasi (lack of information) c. kurang tanggap.

.Melaksanakan pemecahan masalah terpilih. Setelah pemecahan masalah dipilih maka konselor membantu klien dan menetapkan kapan akan direlisasikan. Tujuan konselor memberikan tugas ini adalah:  Mengadakan perubahan pada lingkungan klien yang tidak menunjang perkembangannya.  Membantu klien memperoleh keterampilan dan persyaratan yang diperlukan sehinggan masalah dapat diatasi. konselor dan pihak terkait lain.  Membantu klien menyesuaikan diri dengan keadaan yang dihadapi. Pengujian dan pemilihan alternatif pemecahan masalah Merupakan tindakan yang kan memperjelas altenatif mana yang akan dilakukan sebagai pemecahan masalah.Langkah ini merupakan usaha memprediksi apa yang akan terjadi pada diri klien pada kemudian hari dengan memperhatikan masalah yang dialami klien. Bentuk bantuannya dalam bentuk sebagai berikut : 1.  Membantu klien menemukan lingkungan yang sesuai dengan dirinya. 4. Dengan memberikan informasi berkaitan dengan prediksi yang dilakukan pada proses diagnosis klien dapat melakukan tindakan sebagai usaha penyelesaian masalahnya. Pemecahan masalah tentu akan melibatkan klien. Konseling / treatment (perlakuan) Konseling merupakan proses tatap muka antara klien dengan konselor sebagai usaha pemberian bantuan yang dilakukan secara komunikasi verbal. Identifikasi alternatif masalah Usaha membuta beberapa pilihan pemecahan masalah berdasarkan hasil diagnosis dan sintesis baik untuk masalah yang berasal dari dalam diriklien atau masalah yang ber asal dari luar diri klien.  Mengubah sikap negatif klien baik terhadap dirinya dan lingkungannya sehingga klien tidak mengalami masalah. Dengan tujuan agar klien memiliki kepercayaan dan dapat melakukan penyesuaian dirin dengan optimal terhadap lingkungan kehidupannya. 2.

“Jiwa”. di depan anjing eksperimennya yang lapar.berada diluar wilayah psikologi. Anjing yang semula sangat penurut dan patuh menjadi pemberang dan galak.pada suatu hari. setiap kali lampu dinyalakan dan daging segar dihidangkan.3. Kaum behavioris sangat mengagungkan proses belejar asosiatif atau proses belejar stimulus-respon sebagai penjelasan terpenting tentang tingkah laku manusia. Pavlov menyalakan lampu.anjing itu menderita “neurosis eksperimen”. Nenurut Pavlov. Tindak lanjut (follow up) Tindak lanjut berguna untuk melihat sejauh mana keberhasilan pemberian bantuan melalui proses konseling yang telah berlangsung.6. 2. “kepribadian merupakan himpunan aneka tindakan yang dapat diungkap lewat pengamatan yang sungguh-sungguh terhadap tingkah laku dalam waktu yang cukup lama agar diperoleh informasi yang dapat diandalkan. Anjing itu mengeluarkan air liur. Perilaku maladaptif didefinisikan sebagai akibat proses belajar yang keliru atau stress yang berlebihan. Selanjutnya. perilaku anjing pun dapat berubah. setiap kali lampu dinyalakan. melainkan perilaku yang menyimpang (maladaptive behavior) akibat dari pelaziman (conditioning) yang terus menerus. dan sains hanya berhubungan dengan apa saja yang dapat diamati. anjing itu mengeluarkan air liur walaupun tidak ada daging dihadapannya. kini daging disimpan di hadapannya.karena psikologi menurut aliran ini adalah sains. Juga sebagai upaya pemeliharaan yang dikembangkan oleh klien untuk mampu mengatasi masalahnya. Manusia akan menderita penyakit yang sama bila dia berhadapan dengan situasi stress yang tidak dapat diatasi. psikolog hanya mempelejari perilaku yang tampak dan dapat diukur. anjing itu menyalak keras dan siap menyerang. Seperti kita ketahui.” . Air liur anjing suidah menjadi condisioned response dan cahaya lampu menjadi conditioned stimulus. Psikosis bukan gangguan kejiwaan.1 Psikologi Behaviorisme Aliran ini dimulai dari Pavlov pada akhir abad ke-19 dan mencapai puncaknya pada ribuan eksperimen dengan tikus yang dilakukan diAmerika pada tahun 1940-an dan 1950-an. Ketika dibawa ke ruang eksperimen. pelaziman itu lahir dari eksperimen anjing Pavlov. Ia mencabik-cabik alat-alat eksperimen dengan gigi-giginya. Dan setelah beberapa kali percobaan. Anjing tidak mengeluarkan air liurnya. jika dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang tidak bias diamati.6 ALIRAN – ALIRAN PSIKOLOGI KONSELING 2. Kata Watson.

serta tiak mapu menekan impuls. mencari sebab-sebab perilaku manusia pada dinamika jauh dalam dirinya pada alam tak sadarnya. Menurut Frued. 2. Anak tidak mapu membedakan antara yang real dan tidak real. yang merupakan bagian dari gunung es kepribadian kita. satu-satuny ukuran kebenaran adalah kelangsungan hidup peradapan. Freuud menghipnotis peasiennya untuk menghilangkan gejala-gejala histerianya. Pada masa kanak-kanak kita dikendalikan sepenuhnya oleh id.etika. dan ada yang sulit kita bawa ke alam sadar (unconscious). terjadilah perilaku abnormal. Dialam tak sadar inilah tinggal dua struktur mental.6. Sebetulnya di antara ketiga struktur mental itu. moral dan nilai-ilai hanyalah hasil proses belajar asosiatif. Sigmund freud adalah bapak madzhab ini. Keduanya dianggap telah mereduksi manusia sebagai mesin atau mahkluk yang rendah. baik yang tampak maupun yang tersembunyi disebabkan oleh peristiwa sebelumnya. reservoir kaidah moral dan nilai-nilai social yang diserap individu dari lingkungannya.3 Psikologi Humanistis Psikologi humanistis muncul pada pertengahan abad ke-20 sebagai reaksi terhadap behaviorisme dan psikoanalisis. Id.Tahun-tahun awal kehidupan seseorang merupakan tahun-tahun yang penting. Dia adalah seorang neorolog. Pada tahap ini berlaku proses yang disebut Freud sebagai primary process thinking. reservoir psikis. Jika pola pikir anak-anak meguasai seorang dewasa.tetapi dia berusaha mencari penggantinya. Ada peristiwa mental yang kita sadari dan ada yang tidak kita sadari.karena bentuk frustasi dimasa anak-anak dapat melahirkan kecenderungan kearah neurosis di masa dewasa. Psikoanalisis berkutat pada insting-insting hewani dan memahami manusia dari perilaku . secondary process thinking. 2. Salah satu penyakit yang banyak terjadi adalah hysteria. semua perilaku manusia. Dari situ muncul imbauan agar para orang tua bersikap serba membolehkan tidak menuntut terhadap anak-anak Selam awal kehidupan mereka. Dan ini disepakati oleh semua aliran psikologi. ego sudah berkembang. berfikir proses pertama. Dia sudah belajar menangguhkan pemuasan keinginannya untuk sesuatu yang lebih bagus. Apa yang kita lakukan sekarang adalah hasil dari interaksi. tidak bias menangguhkannya sampai nanti. Mereka mengikuti berfikir proses kedua. Dia ingin memenuhi keinginannya waktu itu juga. Pada anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa. yang hanya memikirkan kesenangan dan super ego.2 Psikoanalisis Psikoanalisis disebut juga dept psychology. Di puncak gunung es ada ego yang berfungsi sebagai pengawas reallitas. tetapi gampang kita akses (preconscious).6.

Penyebab berbedanya aliran-aliran dalam psikologi Berbeda sudut pandang (perspektif) yaitu tentang : # Filsafat manusia # Latar belakang keilmuan # Budaya (culture) # Metode # Fokus .pasien. dan sekarang kita harus mengisinya dengan separuh lainnya yang sehat”. kita dapat menyatakan bahwa Freud seakan-akan memasok kita dengan separuh psikologi yang sakit. Abraham Maslow adalah salah satu perintis angkatan ini. berkata.Victor Frank menentang Freud ketika dia menganggap dimensi sipiritual manusia sebagai sublimasi dari ina\sting hewani. “Dengan sedikit menyederhanakan.

serta masalah yang dihadapi klien. layanan dan tahapan dalam konseling serta spesifikasi konseling. nilai.2 SARAN Diharapkan kepada para pembaca agar memahami psikologi konseling secara utuh atau mendalam. kadang kala diraskan begitu berat atau mengganggu kehidupannya dalam keseharian. Setelah dilakukannya Proses konseling diharapkan setiap konflik yang terjadi dapat diatasi sendiri oleh klien. Namun. Dengan menggunakan segala kelebihan atau potensi yang ada pada diri klien. terutama yang berkaitan dengan arti dari psikologi konseling itu sendiri. Melalui proses konseling inilah bersama-sama antara konselor dengan klien menemukan akar masalah yang ada dan menyadarkan klien akan apa yang harus dilakukannya untuk memecahkan masalahnya tersebut. kebutuhan. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk memecahkan masalah-masalah psikologis klien dengan menyadarkan klien akan akar masalah yang sebenarnya dihadapi hingga akhirnya klien dapat menemukan sendiri solusi dari masalah yang dihadapinya.1 KESIMPULAN Psikologi Konseling merupakan suatu kegiatan yang dibangun melalui adanya interaksi antara klien dengan psikolog / konselor untuk mengidentifikasi persepsi. harapan. seringkali mereka menghadapi masalah tersebut tanpa tahu benar dan menyadari apa sebenarnya akar dari masalah mereka tersebut. Setiap upaya yang dilakukan dalan psikologi konseling tidak lain sebagai upaya membantu klien untuk memahami dirinya dan lingkungannya agar dapat melakukan penyesuaian dengan optimal. perasaan. Seorang yang menghadapi permasalahan dalam hidupnya.BAB III PENUTUP 3. Seorang konselor hanya mengarahkan dan membantu mencari pilihan pemecahan masalah yang dialami oleh klien bukan menginterfensi diri klien. pengalaman. agar mampu mengaplikasikannya dalam proses konseling nantinya . aliran – aliran dari psikologi konseling. 3.

Psikologi Belajar.DAFTAR PUSTAKA Djamarah Syaiful Bahri (2008). Jakarta : Rineka Cipta .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->