P. 1
Cara Penentuan Nilai Kkm

Cara Penentuan Nilai Kkm

|Views: 537|Likes:
Published by Reza Novianda

More info:

Published by: Reza Novianda on Jul 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/15/2015

pdf

text

original

CARA PENENTUAN NILAI KKM Bagaimana Menetapkan KKM?

Tujuan : Setelah membaca postingan ini, diharapkan semua pembaca – terutama guru – sanggup menyusun KKM mata pelajarannya sendiri. KKM yang merupakan singkatan dari Kriteria Ketuntasan Minimal adalah salah satu tuntutan dari kurikulum KTSP yang berlaku sejak tahun 2006 di Indonesia. Tuntutan ini merupakan kriteria untuk menentukan kelulusan peserta didik. Jika nilai peserta didik berada di atas atau sama dengan KKM maka peserta didik dinyatakan lulus, dan sebaliknya jika nilai peserta didik di bawah KKM, maka peserta didik itu belum dapat dikatakan sudah lulus. Jadi kita sebagai guru harus melihat pentingnya KKM dalan kurikulum KTSP. Pada jaman dulu, penilaian menggunakan sistem merah atau tidak. Nilai di bawah 6 dianggap merah dan nilai 6 ke atas dianggap sudah baik. Sekarang tidak lagi demikian. Tanpa nilai KKM, maka guru tidak punya acuan menentukan siswa lulus atau tidak. Siswa mendapat nilai 50 pun bisa dianggap lulus jika KKM yang ditetapkan sebesar 50 dan siswa dengan nilai 70 juga bisa tidak lulus jika KKM yang ditetapkan sebesar 75. Satu lagi yang penting, yaitu guru tidak bisa menentukan KKM mata pelajaran dengan metoda kira-kira atau asal menebak saja. Ada kriteria-kriteria tertentu untuk dapat menentukan KKM. Tulisan ini akan merangkum seluk-beluk penentuan KKM dengan ringkas tanpa teori-teori yang njlimet dengan harapan semua guru yang membaca tulisan ini langsung dapat menentukan KKM mata pelajarannya sendiri dengan benar. Hanya saja saya mohon maaf jika contoh-contoh yang saya gunakan saya ambil dari mata pelajaran Fisika SMA/MA karena saya adalah seorang guru Fisika SMA. 1. 2. 3. 4. 5. Pertama-tama yang perlu kita ketahui adalah tingkatan-tingkatan KKM, yaitu : KKM Indikator KKM Kompetensi Dasar KKM Standar Kompetensi KKM Mata Pelajaran selama 1 Semester atau 1 Tahun KKM seluruh mata pelajaran (atau KKM Satuan Pendidikan) Tingkatan tersebut berurutan, artinya tanpa ada KKM Indikator, tidak mungkin ada KKM Kompetensi Dasar, dan tanpa ada KKM Kompetensi Dasar, tidak mungkin ada KKM Standar Kompetensi, dan seterusnya. KKM Satuan Pendidikan adalah rata-rata dari seluruh KKM setiap Mata Pelajaran, sehingga semua guru yang mengajar harus dapat memberikan KKM mata pelajarannya kepada pihak sekolah. Jika satu mata pelajaran saja belum ada KKM-nya, maka perhitungan KKM Satuan Pendidikan tidak bisa dihitung. Jadi, guru harus mulai menghitung KKM-nya berdasarkan KKM yang paling awal, yaitu KKM Indikator, jadi minimal, guru harus mempunyai indikator yang selalu tercantum dalam silabus mata pelajaran. Karena Standar Isi KTSP yang diberikan oleh

juga nilai KKM untuk setiap pelajaran berbeda bahkan juga nilai KKM untuk semester 1 dan semester 2 dari pelajaran yang sama juga berbeda. SMP. hukum II Newton maupun kekekalan energi . saya menganggap semua guru sudah memilikinya sehingga saya tidak akan membahas cara membuat indikator di tulisan ini. dll) untuk dapat mengembangkan kurikulumnya sendiri. sehingga nilai KKM untuk setiap indikator berbeda. Contoh : Mata pelajaran Fisika SMA Kelas XI Semester 2 Standar Kompetensi : 2. yaitu : 1. Tingkat Kompleksitas => Berhubungan dengan tingkat kesukaran dari suatu indikator 2. momentum sudut.Pemerintah hanyalah berisi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar saja. dari segi pihak sekolah dan dari segi siswa. guru mata pelajaran dapat menambahkan atau mengurangi indikator dari MGMP tersebut sesuai tujuannya sendiri (atau membuat sendiri indikatornya) karena itulah inti dari KTSP. meskipun demikian.1. MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) telah mempermudah hal ini dengan memberikan acuan indikator yang seragam berdasarkan hasil musyawarah bersama para guru mata pelajaran di setiap sekolah di suatu wilayah (misalnya : MGMP Fisika Kota Bandung). berdasarkan hukum II Newton serta penerapannya dalam masalah benda tegarIndikator : 2. yaitu dari segi pelajaran itu sendiri. maka setiap guru harus dapat membuat indikatornya masing-masing. Untuk permasalahan indikator. Intake (Tingkat Kemampuan) Siswa => Berhubungan dengan kemampuan siswa sendiri. sekarang bagaimana cara menentukan KKM Indikator? Setidaknya guru harus memperhitungkan 3 aspek yang sangat penting. Daya Dukung Sekolah => Berhubungan dengan fasilitas sarana/prasarana dari sekolah masing-masing 3. yaitu memberikan kebebasan seluas-luasnya kepada Tingkat Satuan Pendidikan (contoh : SMA. Perbedaan nila KKM ini perlu disadari oleh guru karena setiap indikator memiliki tingkatan-tingkatan yang berbeda baik dari segi kesukaran pejarannya. Nah. Menerapkan konsep dan prinsip mekanika klasik sistem kontinu dalam menyelesaikan masalah Kompetensi Dasar : 2.6 Menganalisis masalah dinamika rotasi benda tegar dalam berbagai keadaan dengan menggunakan prinsip torsi. MA. karena semua soal ujian harus bertolak dari indikator yang dibuat oleh guru tersebut.1 Menformulasikan hubungan antara konsep torsi. Jadi. ketiga aspek dari KKM telah mencakup 3 segi yang penting.1.1 Menerapkan dan memformulasikan konsep torsi pada berbagai bentuk benda tegar yang berhubungan dengan rotasi benda itu 2. daya dukung sekolah atau kemampuan siswanya. Indikator yang ditentukan oleh MGMP hanyalah bersifat acuan saja. dan momen inersia. Indikator ini berfungsi utuk membuat soal-soal ujian.

6. 4. Bagi sekolahsekolah yang memberikan kriteria penerimaan siswa dari rata-rata nilai yang tinggi tentu akan berbeda dengan sekolah-sekolah yang menetapkan kriteria penerimaan siswa dari rata-rata yang lebih rendah. karena indikator kedua membutuhkan analisis gaya dan analisis torsi yang tidak mudah. 7. Juga aspek intake siswa juga perlu memperhatikan gaya belajar siswa. . daya dukung sekolah dan intake siswa) Langkah 3 Buat KKM KD.1.1. indikator no. tentu setiap sekolah akan berbeda-beda pendukungnya. file swf.1) jauh lebih mudah dibandingkan indikator kedua (nomor 2. karena itu dari segi tingkat kompleksitas. marilah kita melangkah lebih jauh untuk dapat membuat sendiri nilai KKM untuk mata pelajaran kita masing-masing. 2. Ada siswa yang gaya belajarnya kinestetik. gaya belajar audio maupun gaya belajar visual. 2. 9.1. karena tidak semua sekolah merata dalam hal daya dukung. 1. Suasana kelas yang menyenangkan. Segi daya dukung sekolah juga harus diperhitungkan dalam menilai KKM. Langkah 1 Buat indikator (berdasarkan SK dan KD pada standar isi) Langkah 2 Buat KKM untuk setiap indikator berdasarkan 3 aspek (Tingkat kompleksitas. Ini juga yang menyebabkan guru setiap mata pelajaran harus dapat membuat nilai KKM-nya sendiri.Perhatikan kedua indikator yang berasal dari Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang sama. Dukungan tersebut antara lain : Buku pelajaran yang merata pada semua siswa Modul pelajaran yang dibuat sendiri oleh guru Metode pembelajaran yang sesuai dengan materi Alat-alat Demo yang sesuai dengan materi Alat-alat eksperimen Animasi komputer (file flash.6). dll) beserta komputer/note book dan proyektor LCD yang mendukung. dari contoh di atas.1. Jumlah siswa yang tidak terlalu banyak dalam kelas. 3. Satu segi lagi adalah dari Intake siswa atau kemampuan dasar siswa. maka kita bisa mengharapkan nilai yang tinggi pada aspek ini untuk indikator yang tertentu Setelah kita mengerti hal ini. yaitu rata-rata seluruh KKM Indikator pada KD tersebut. file mpg. 5. Inilah sebabnya penentuan KKM tidak bisa hanya melalui forum MGMP. 2. Dll. 8.1. Guru Fisika pasti mengerti perbedaan jelas dari kedua indikator tersebut. Sekolah yang memiliki dukungan-dukungan tersebut tentu dapat memberi poin yang lebih pada segi ini dibandingkan sekolah yang hanya mempunyai 1 atau 2 pendukungpendukung tersebut. Indikator yang pertama (nomor 2. Jika materi pelajaran yang disajikan dengan metode tertentu sudah sesuai dengan gaya belajar siswa atau kelas.6 labih tinggi daripada indikator no.

Langkah yang pertama tidak akan dibahas pada postingan ini karena saya menganggap semua guru sudah memiliki indikator di silabus mereka masing-masing. Mudah kan??? Untuk penilaian cara kedua. jangan lupa untuk merata-ratakan sehingga diperoleh nilai tertinggi seratus. Langkah 5 Buat KKM Semester. harus dianalisa tiga aspek KKM. oleh kumpulan guru mata pelajaran. sedang maupun rendah. maka smakin tinggi juga nilainya. Cara ini lebih mudah daripada cara pertama. yang merupakan dasar dari seluruh KKM yang ada. daya dukung tinggi dan intake peserta didik sedang. Nilai-nilai di atas yang menyatakan mana nilai yang tinggi. Setiap indikator yang ada harus diberikan tiga penilaian di atas lalu jika hasilnya dirata-ratakan. Cara yang kedua dapat juga dengan menggunakan poin/skor pada setiap kriteria yang ditetapkan. untuk itu perlu membagi dengan 9. Hal ini berbeda dengan daya dukung dan intake siswa. yaitu rata-rata seluruh KKM KD pada SK tersebut. Setidaknya ada dua cara menilai KKM indikator. Yang sangat perlu dibahas dengan detil adalah langkah ke-2. Setiap aspek KKM memiliki cara penilaian yang berbeda. Perhatikan penilaian kompleksitas yang berkebalikan dengan penilaian daya dukung maupun intake siswa. semakin tinggi kompleksitas maka nilainya semakin rendah. yaitu rata-rata seluruh KKM SK pada semester tersebut. Untuk setiap indikator. bukanlah nilai yang mutlak. sehingga tidak usah dibahas dengan detil di sini. karena nilai tersebut bisa ditetntukan oleh guru itu sendiri. Perhatikan contoh di bawah ini : Menilai KKM menggunakan skala penilaian yang disepakati oleh guru mata pelajaran Perhatikan aspek penilaian Kompleksitas.7 . oleh pihak sekolah maupun oleh MGMP. maka jadilah yang namanya KKM indikator. jadi nilai yang ada di atas hanyalah sekedar gambaran saja. Langkah ketiga sampai kelima hanyalah merata-ratakan nilai dari langkah yang sebelumnya. tetapi cara pertama lebih teliti daripada cara kedua. Demikian juga dengan intake siswa. semakin tinggi daya dukung. maka nilai KKM-nya adalah: (1 + 3 + 2)/9 x 100 = 66. semakin tinggi juga nilainya.Langkah 4 Buat KKM SK. Contoh : Jika indikator memiliki kriteria kompleksitas tinggi. semakin tinggi kemampuan siswa.

Tabel di atas hanya memperhitungkan satu KD saja. Untuk melihat nilai KKM lengkap semester 2 kelas XI IPA SMA dalam pelajaran fisika. yaitu ada 2 SK. Demikian juga dengan KKM Semester yang adalah rata-rata dari KKM SK. nilai KKM SK (Standar Kompetensi) belum bisa ditentukan karena perlu mengetahui nilai KKM KD (Kompetensi Dasar) dulu dengan lengkap. Dengan tetap mengingat bahwa nilai aspek daya dukung dan intake siswa pasti berbeda untuk tiap sekolah meskipun nilai kompleksitas mungkin sama. karena pada SK tersebut. tentu kita tidak bisa mengetahui bagaimana intake siswa yang sesungguhnya. maka nilai KKM-nya adalah 67.Nilai KKM merupakan angka bulat. 2.. 3. . maka KKM semester bisa dihitung. Dengan melihat nilai pretest untuk masuk ke sekolah (jika ada) Dengan melihat nilai raport SMP dari siswa secara rata-rata Dengan mengadakan pretest sendiri 1. LANGKAH-LANGKAH MENETAPKAN KKM Posted on 21 Februari 2007 | 9 Komentar . karena itu bisa dicari dengan beberapa cara : Dengan mengambil dulu nilai minimal sebagai batas masuk sekolah tersebut. 4. Contoh dari mata pelajaran fisika untuk satu Kompetensi Dasar : Mata Pelajaran : FISIKA Kelas/semester : XI IPA / semester 2 Standar Kompetensi : 2. Menerapkan konsep dan prinsip mekanika klasik sistem kontinu dalam menyelesaikan masalah Untuk diperhatikan. harus menghitung dulu KKM SK pada semester 2 tersebut. ada 2 KD. Untuk kelas X di semester awal.

KKM ditetapkan pada awal tahun pelajaran. kompleksitas indikator.1321/c4/MN/2004 tentang Pengkajian Standar Ketuntasan Belajar Minimal (SKBM)). KKM ditetapkan oleh forum MGMP sekolah. Adapun ramburambu yang dimaksud adalah : 1. Ada beberapa kreteria penetapan KKM yang dapat dilaksanakan . Dari berbagai rambu-rambu yang ada itu. Wannef Jambak (Disampaikan pada MGMP SMP Negeri 2 Sirandorung) Berdasarkan surat Dirjendikdasmen No. Sesuai dengan petunjuk yang ditetapkan oleh BSNP maka ada beberapa ramburambu yang harus diamati sebelum ditetapkan KKM di sekolah. Intake siswa ( masukan kemampuan siswa ) Kemudian dalam menafsirkan KKM dapat pula dilakukan dengan beberapa cara. KKM dapat dicantumkan dalam LHBS sesuai model yang ditetapkan atau dipilih sekolah. 3. Kompleksitas: ( tingkat kesulitan / kerumitan ) Kompleksitas tinggi pointnya = 1 . Dalam penetapam KKM ini masih ada beberapa sekolah atau guru bidang study yang belum memahaminya. maka dipandang perlu setiap sekolah-sekolah untuk menentukan Standar Ketuntasan Minimal (KKM)-nya masing-masing sesuai dengan keadaan sekolah dimana sekolah itu berada Artinya antara sekolah A dengan sekolah B bisa KKM-nya berbeda satu sama lainnya. Kreteria ditetapkan untuk masing-masing indikator idealnya berkisar 75 % 5. dainataranya : A. yang menyangkut masalah Standar Kopetensi (SK) dan Kopetensi dasar (KDmaka sesuai dengan petunjuk dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) tahun 2006. Sekolah dapat menetapkan KKM dibawah kreterian ideal ( sesuai kondisi sekolah) 6. KKM dinyatakan dalam bentuk prosentasi berkisar antara 0-100. lingkungan. atau rentang nilai yang sudah ditetapkan. diantaranya : 1. kemampuan guru. dan juga masalah biaya) 3. Dalam menentukan KKM haruslah dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik.Dengan cara memberikan point pada setiap kreteria yang ditetapkan (dalam bentuk %): 1. 7. Akibatnya beberapa diantara guru mengalami kesulitan untuk menetapkam KKM pada Laporan Hasil Belajar Siswa (LHBS) atau dulu kita kenal dengan Rapor.Oleh : Drs. Daya dukung ( sarana dan prasarana yang ada. 4. selanjutnya melalui kegiatan Musyawarah Guru Bidang Study (MGMP) maka akan dapat diperoleh berapa KKM dari masing-masing bidang study. 2. serta kemampuan sumber daya pendudkung. Kompleksitas indikator ( kesulitan dan kerumitan) 2.> atau Kretyeria Ketuntasan Minimal (KKM) Kurikulum 2004 dan sesuai dengan pelaksanaan Standar Isi.

Daya dukung : ( Sarana/ prasarana.89 % 9 B. intake sedang = 70 maka KKMnya adalah ( 75 + 90 +70) = 78. kemampuan guru. kemampuan guru. Contoh: Kompleksitas sedang =75. Daya dukung : ( Sarana/ prasarana. ( Dalam menentukan rentang nilai dan menentuikan nilai dari setiap kreteria perlu kesepakatan dalam forum MGMP). yakni : 1. lingkungan dan biaya) Daya dukung tinggi rentang nilainya = 81-100 Daya dukung sedang rentang nilainya = 65-80 Daya dukung rendah rentang nilainya = 50-64 3. kemampuan guru. daya dukung tinggi. Kompleksitas: ( tingkat kesulitan / kerumitan ) Kompleksitas tinggi rentang nilainya = 50-64 Kompleksitas sedang rentang nilainya = 65-80 Kompleksitas rendah rentang nilainya = 81-100 2. daya dukung tinggi= 90. Intake Siswa : ( masukan kemampuan siswa) Intake siswa tinggi pointnya = 3 Intake siswa sedang pointnya = 2 Intake siswa rendah poinnya = 1 Contoh : Jika indikator memiliki kreteria sebagai berikut: Kompleksitas rendah =3. maka KKM-nya adalah rata-rata setiap unsur dari kreteria yang telah kita tentukan.Intake Siswa : ( masukan kemampuan siswa) Intake siswa tinggi rentang nilainya = 81-100 Intake siswa sedang rentang nilainya = 65-80 Intake siswa rendah rentang nilainya = 50-64 Jika indikatyor memiliki Kreteria sebagai berikut: kompleksitas sedang.Kompleksitas sedang pointnya = 2 Kompleksitas rendah poinya = 3 2. daya dukung tinggi =3.33 c.Daya dukung : ( Sarana/ prasarana. Kompleksitas: ( tingkat kesulitan / kerumitan ) Kompleksitas tinggi Kompleksitas sedang Kompleksitas rendah 2. Dengan cara memberikan pertimbangan profesional judgment pada setiap kreteria untuk menetapkan nilai : 1. intake siswa sedang = 2. lingkungan dan biaya) Daaya dukung tinggi Daya dukung sedang Daya dukung rendah 3. lingkungan dan biaya) Daya dukung tinggi pointnya = 3 Daya dukung sedang pointnya = 2 Daya dukung rendah pointnya = 1 3. Dengan menggunakan rentang nilai pada setiap kreteria. maka KKM-nya adalah (3 + 3 + 2) x 100 = 88. dan intake sedang.Intake Siswa : ( masukan kemampuan siswa) .

20006) Dalam menafsirkan KKM sebelumnya kita harus mengetahui bagaimana tingkatantingkatan dari komponen seperti kompleksitas. Setelah KKM diperoleh. karana bila salah dalam menentukan KKM akan sangat merugikan pada siswa. sarana dan prasdarana pendukung dalam bidang pendidikan. Dari KKM inilah kita nantinya akan dapat mengetahui apakah siswa tuntas atau tidak tuntas dalam pencapaian Kompetensi Dasar serta indikator yang diharapkan. daya dukung. diantaranya waktunya cukup lama. karena perlu penguilangan.Intake siswa tinggi Intake siswa sedang Intake siswa rendah Contoh : Jika indikator memiliki kreteria sebagai berikut : kompleksitas rendah. Artinya kompetensi dasar yang diharapkan pada siswa tersebut tidak tercapai. biaya manajemen. Serta Penalaran dan Kecermatan siswa yang tinggi. diantaranya dari hasil seleksi penerimaan siswa baru. Untuk itu. maka selanjutnya KKM itu dimasukkan pada Laporan Hasil Belajar Siswa. Kalau nilai yang diperoleh siswa berada dibawah KKM maka diartikan bahwa siswa itu belum tuntas. daya dukung tinggi dan intake siswa sedang. Untuk komponen kompleksitas misalnya. kapan kompleksitas ( kesulitan/ kerumitan) itu dikatakan Tingkat Kompleksitas Tinggi ? yakni bila dalam pelaksanaannya menuntut Sumber Daya Manusia (SDM). dan juga bisa dari ujian nasional pada jenjang sebelumnya. ( Pedoman penetapa KKM dar BSNP. Selamat merumuskan penetapan KKM di sekolah masing-masing. dan intake. Hal ini dimaksudkan agar guru bidang study melalui MGMP atau pihak sekolah jangan sampai salah dalam menetapkan KKM. maka anak tersebut tidak memenuhi syarat untuk naik kelas. kreatif dan inofatif dalam melaksanakan pembelajaran. Jadi dalam hal ini guru dapat menetapkan kreteria ketuntasan antara 90-80.. dari hasil raport kelas terakhir dari tahun sebelumnya. untuk memperoleh gambaran intake ini kita bisa melihat dari berbagai cara. sebelum melaksanakan penilaian maka terlebih dahulu harus ditetapkan KKM (Kreteria Ketuntasan Minimal ) terlebih dahulu. komite sekolah dan stakeholders sekolah. Sedangkan Kemampuan Sumber Daya pendukung. dan begitu juga sebaliknya bila nilai siswa berada diatas KKM maka siswa tersebut dinyatakan tuntas dalam pencapaian kompetensi dasar serta indikator-indikator yang dilaksanakan oleh guru. termasuk didalamnya memahami kopetensi yang harus dicapai oleh siswa. )* (Penulis adalah Wakil Kepala Sekolah . Terakhir Intake ( tingkat kemampuan rata-rata siswa). bila samapi minimimal tiga mata pelajaran yang tidak tuntas. yaitu tenaga pengajar yang memadai(sesuai dengan latar belakang keahliannya). maka dapat dikatakan bahwa dari ketiga komponen diatas hanya satu komponen saja yang mempengaruhi untuk mencapai ketuntasan masimal 100 yaitu intake (sedang). Karena sesuai dengan peraturan apabila sampai mata pelajaran diperoleh anak berada dibawah KKM ( tidak tuntas ). dari tes seleksi masuk atau psikotes. Kemudian waktu.

Tentukan kekuatan/nilai untuk setiap aspek/komponen. b. Aspek intake Semakin tinggi kemampuan awal siswa (intake) maka nilainya semakin tinggi. Satuan pendidikan diharapkan meningkatkan kriteria ketuntasan belajar secara terus menerus untuk mencapai kriteria ketuntasan ideal. KKM setiap mata pelajaran pada setiap kelas tidak sama tergantung pada kompleksitas KD. dan potensi siswa. Hitung jumlah Kompetensi Dasar (KD) setiap mata pelajaran setiap kelas! 2. Aspek Kompleksitas: Semakin komplek (sukar) KD maka nilainya semakin rendah tetapi semakin mudah KD maka nilainya semakin tinggi. 3. sarana dan prasarana dalam penyelenggaraan pembelajaran. kompleksitas kompetensi. daya dukung. Aspek Sumber Daya Pendukung Semakin tinggi sumber daya pendukung maka nilainya semakin tinggi.pada SMP Negeri 2 Sirandorung/ Konselor Sekolah dan Pemerhati Masalah Pendidikan di Tapteng (Dikutip dari berbagai sumber) Cara Menentukan KKM Posted on 12 Juli 2009 by Kak Ichsan 62 Votes Menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) adalah dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik. Contoh: . selanjutnya dibagi 3 untuk menentukan KKM setiap KD! 4. selanjutnya dibagi dengan jumlah KD untuk menentukan KKM mata pelajaran! 5. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menentukan KKM adalah sebagai berikut: 1. Jumlahkan seluruh KKM KD. Jumlahkan nilai setiap komponen. sesuaikan dengan kemampuan masing-masing aspek: a. serta kemampuan sumber daya pendukung meliputi warga sekolah. c.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->