MAKALAH

INSTRUMEN PENELITIAN
EDWARD ZAMAN
090610064

DEPARTEMEN KESEHATAN MASYARAKAT PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER UNIVERSITAS MALIKUSSALEH 2013

dan atau benda lainnya yang non angka. yaitu suatu proses pemberian angka pada subyek. yaitu membedakan jenis subyek yang lainnya. sedangkan angket digunakan untuk mengukur fakta. motivasi. Pendahuluan Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. minat. jumlah meja. angket. sedangkan data kuantitatif adalah data yang bersifat atau berbentuk angka. seperti: jumlah kursi. dll. dan trait lainnya. baik data yang kualitatif maupun kuantitatif. Sementara itu data yang kontinum terdiri data yang berskala ordinal. yaitu: data nominal dan data kontinum. kegiatan pengumpulan. B. Sementara itu. Data kuantitatif itu sendiri dapat dikelompokkan menjadi dua. inventori digunakan untuk mengungkap kepemilikan benda nyata. Sebaliknya. penyelidikan. Dalam penelitian kualitatif instrumen utamanya adalah peneliti sehingga yang dimaksud dengan instrumen penelitian dalam kesempatan ini adalah instrumen penelitian kuantitatif. Data kuantitatif biasanya diperoleh melalui pengukuran. interval. pengolahan. dan rasio. dan alat ukur ini dapat berupa tes dan nontes. pendapat. Data diakatakan pada tingkat nominal atau berskala nominal apabila angka tersebut berfungsi untuk identifikasi. Pengertian Instrumen Penelitian Instrumen itu merupakan alat yang digunakan untuk melakukan sesuatu. atau mengumpulkan. Perbedaan angka hanya menunjukkan adanya obyek atau subyek yang terpisah dan tidak sama. Data kualitatif dapat berupa gambar. Oleh karenanya instrumen penelitian dapat pula disebut dengan alat ukur. analisis dan penyajian data secara sistematis dan objektif. Alat ukur dikatakan tes apabila memuat pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya ada benar dan salah. 1 . atau yang dianggap fakta seperti: pendidikan terakhir. Sedangkan penelitian memiliki arti pemeriksaan.INSTRUMEN PENELITIAN A. obyek atau trait lainnya. penghasilan setiap bulan. jumlah anggota. atau dapat pula disebut dengan inventori. Dengan masing-masing pengertian kata tersebut di atas maka instrumen penelitian adalah semua alat yang digunakan untuk mengumpulkan. menyelidiki suatu masalah. kata. Skala biasanya digunakan untuk mengukur konstruk atau konsep psikologis seperti: sikap. memeriksa. mengolah. alat ukur yang jawabannya tidak ada benar-salah dapat disebut dengan skala. dll.

menganalisa dan menyajikan data-data secara sistematis serta objektif dengan tujuan memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis. (Perbedaan antara teknik angket dan survey terletak pada penentuan responden yang memang tidak akan sama). tergantung pada alat ukur tersebut. Instrumen penelitian digunakan untuk mengukur nilai variabel yang diteliti. Hal ini karena perolehan suatu informasi atau data relevan atau tidaknya. yang nantinya akan digunakan dalam proses pengumpulan informasi dari responden. Kemudian responden didatangi oleh pencacah untuk menanyakan informasi yang diminta serta dicatat dalam daftar kuesioner yang telah disiapkan. survey. Jadi jika variable yang digunakan jumahnya 3. Oleh karena itu. maupun pendapat si responden). membutuhkan suatu instrumen penelitian. Teknik wawancara dilakukan dengan mendatangi secara langsung para responden untuk dimintai keterangan mengenai sesuatu yang diketahuinya (bisa mengenai suatu kejadian. fakta. Jadi semua alat yang bisa mendukung suatu penelitian bisa disebut instrumen penelitian. Kekhasan setiap obyek penelitian membuat seorang peneliti harus merancang sendiri instrumen yang akan digunakannya. Apapun teknik pengumpulan informasi yang dipilih penelitian sosial yang melibatkan banyak orang. Teknik angket dilakukan dengan meminta informasi dari responden mengenai sesuatu masalah dengan sukarela. Instrumen penelitian dirancang untuk satu tujuan penelitian dan tidak akan bisa digunakan pada penelitian lain. Hal ini disebabkan karena setiap penelitian mempunyai tujuan dan mekanisme kerja yang berbeda-beda. Dalam mekanisme pengumpulan informasi dalam penelitian sosial dilakukan secara langsung dengan berbagai cara. maka instrumen yang digunakan juga 3 jumlahnya . Dengan demikian jumlah instrument yang akan digunakan tergantung pada jumlah variable yang diteliti. Susunan instrumen untuk setiap penelitian tidak selalu sama dengan penelitian yang lain. pengamatan dan angket. alat ukur penelitian harus memiliki validitas dan reliabilitas yang memadai. Instrumen merupakan hal yang sangat penting di dalam kegiatan penelitian. 2 . yang antara lain melalui teknik wawancara (baik secara langsung maupun dengan telepon). Teknik survey dilakukan dengan cara menyusun daftar pertanyaan yang diajukan kepada responden.

atu halhal yang ia ketahui.  Observasi Didalam artian penelitian observasi adalah mengadakan pengamatan secara langsung. Pedoman observasi berisi sebuah daftar jenis kegiatan yang mungkin timbul dan akan diamati. maka akan semakin baik pula instrumen penelitian tersebut dikembangkan. misalnya untuk mencari data tentang variabel latar belakang murid. Semakin suatu peubah. ragam gambar. pendidikan.  Kuesioner Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya.. orang tua. abservasi dapat dilakukan dengan tes. kuesioner. perhatian. inteligensi. kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. Secara sederhana fungsi dari instrumen penelitian (1) sebagai alat pencatat informasi yang disampaikan oleh responden (2) sebagai alat untuk mengorganisasi proses wawancara dan (3) sebagai alat evaluasi terhadap hasil penelitian dari staff peneliti. dan rekaman suara. 3 . pengukuran.  Wawancara (Interviw) Interview digunakan oleh peneliti unyuk menilai keadaan seseorang.Kegunaan instrumen penelitian antara lain : Suatu alat ukur atau instrumen dikembangkan untuk menterjemahkan variabel (peubah). sikap terhadap sesuatu. konsep. konsep dan indikator yang dipergunakan dalam mengungkap data dalam suatu penelitian. dan indikator penelitian diukur dengan baik. Beberapa jenis instrumen dalam suatu penelitian adalah sebagai berikut :  Tes Tes adalah sederetan pertanyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur ketrampilan.

harus dirancang dalam satu kesatuan. perancangan daftar kuesioner membutuhkan perhatian yang 4 . Diantara ketiga instrumen penelitian tersebut. formulir tabulasi.  Survey : digunakan bila obyek penelitian bersifat perilaku manusia. dari asal kata dokumen. majalah. dapat membaca dengan baik. Intrumen ini depat dengan mudah menberikan gambaran penampilan. yang perlu diperhatikan adalah bagaimana menentukan variabel skala. yang menjukan frekuensi munculnya sifat-sifat. proses kerja. yang artinya barang-barang tertulis.  Dokumentasi Dokumentasi. notulen rapat. gejala alam serta jumlah respondennya kecil.  Wawancara : digunakan bila ingin mengetahui hal – hal dari responden secara lebih mendalam serta jumlah responden sedikit. tetapi cukup memberikan informasi tertentu tentang program atau orang. Sehingga dalam proses penelitian para peneliti dapat bekerja dalam satu arahan yang terpadu.metode pengumpulan data tersebut digunakan saat :  Angket : digunakan bila responden jumlahnya besar. Ketiga macam instrumen tersebut. Didalm menyusun skala. peraturan-peraturan. dan dapat mengungkapkan hal – hal yng sifatnya rahasia. terutama panampilan didalam orang menjalankan tugas. Didalam melaksanakan metode dokumentasi. Apa yang ditanyakan harus apa yang dapat diamati responden. Teknik penyusunan instrumen penelitian Dalam setiap penelitian yang bersifat empiris selalu dibutuhkan instrumen penelitian yang terdiri dari daftar kuesioner (daftar pertanyaan). C. Skala bertingkat (ratings) Rating atau skala bertingkat adalah suatu ukuran subyaktif yang dibuat bersekala. dokumen. penelitian menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku. dan sebagainya. dan formulir analisis. Walaupun skala bertingkat ini menghasilkan data yang kasar. Metode .

Sebab responden dan pewawancara dapat menginterpretasi makna suatu kalimat yang berbeda dengan maksud peneliti. Seorang peneliti dalam menyusun daftar pertanyaan hendaknya memepertimbangkan hal-hal berikut : Apakah peneliti menggunakan tipe pertanyaan terbuka atau tertutup atau gabungan keduanya  Dalam mengajukan pertanyaan hendaknya jangan langsung pada masalah inti/pokok dalam penelitian anda. tanggapn ataupun dirinya sendiri. Oleh karena itu daftar pertanyaan penelitian yang diajukan harus benar – benar bisa membantu dalam penyelesaian tujuan dari penelitian. Buatlah pertanyaan yang setahap demi setahap. sehingga peneliti akan menerima informasi dengan tepat dari responden.lebih besar dibanding jenis instrumen penelitian yang lainnya. hendaknya setiap pertanyaan maupun jawaban diidentifikasi dan diberi kode guna memudahkan dalam pengolahan informasi 5 . maka pertanyaan – pertanyaan tersebut tidak boleh menyimpang dari arah yang akan dicapai oleh usulan proyek penelitian. Mutu daftar kuesioner sangat menentukan keberhasilan penelitian yang sedang dilakukan. Keterpaduan semua aspek instrumen diharapkan dapat menghasilkan instrumen yang baik dan memenuhi tujuan penelitian tersebut. sehingga isi pertanyaan justru tidak dapat dijawab. Sebagai suatu instrument peneliian. Disamping itu harus pula diperhatikan kemana arah yang dicapai.   Pertanyaan hendaknya disusun dengan menggunakan bahasa Nasional atau setempat agar mudah dipahami oleh responden. yang tercermin dalam rumusan hipotesis. Jenis instrumen lain perancangannya menyesuaikan dengan struktur daftar pertanyaan yang dibuat. . Pertanyaan yang diajukan oleh responden harus jelas rumusannya. sehingga mampu mengorek informasi yang dibutuhkan. Daftar kuesioner adalah serangkaian pertanyaan yang diajukan kepada responden guna mengumpulkan informasi dari responden mengenai obyek yang sedang diteliti. baik berupa pendapat. Apabila menggunakan pertanyaan tertutup. mengingat tanpa arah yang jelas tidak mungkin dapat disusun suatu daftar pertanyaan yang memadai.

Langkah – langkah penyusunan instrumen penelitian Dalam metode pengumpulan data sudah ditetapkan bagaimana data itu dikumpulkan. tertutup. atau menggunakan checklist. tetapi pihak yang membutuhkan informasi dari pihak lain. Keterlibatan semua anggota team peneliti akan memberikan konstribusu penyempurnaan kontruksi instrument penelitian. Sekarang bagaimana caranya ? Untuk itu kita harus tetapkan instrumen-instrumen dari metode yang ditetapkan tersebut Misalkan sudah ditetapkan data dikumpulkan dengan cara menyebar angket atau kuesioner. hendaknya diingat bahwa anda bukanlah seorang introgator.Kisi instrumen Contoh penyusunan Instrumen 6 . Dalam membuat daftar pertanyaan. Langkah-langkah menyusun instrumen penelitian : • Mengidentifikasi variabel-variabel penelitian • Menjabarkan variabel tersebut menjadi sub-variabel • Menderetkan diskriptor dari setiap indikator • Merumuskan setiap deskriptor menjadi butir-butir instrumen. Proses Perancangan Daftar Pertanyaan :  Menyususun suatu rancangan daftar pertanyaan sebetulnya merupakan kerja kolektif seluruh anggota team peneliti.      Berikut adalah langkah-langkah dalam menyusun daftar pertanyaan: Penentuan Informasi yang dibutuhkan Penentuan proses pengumpulan data Penyusunan instrument penelitian Pengujian instrumen penelitian D. Untuk itu instrumen yang harus dibuat bisa berbentuk kuesioner terbuka. Kisi .

4 1. MOTIF 1. Loyalitas : Kualitas Kerja KISI-KISI INSTRUMEN Variabel Dimensi (sub-variabel) I Motivasi 1. Penilaian kerja 3.2 1.1 1. Cukup c. Upah yang layak 2. Saya bekerja dengan menerima upah : a.3 Indikator Deskriptor Nomer Butir E.Sifat kepemimpinan (b). Tinggi B. Rendah d.Tempat kerja yang baik 4.Kenyamanan Kerja (c). Pekerjaan saya oleh pimpinan selalu dinilai : a. Kemampuan dan Loyalitas terhadap Kualitas Kerja Variabel penjelas (bebas) Variabel Yang Dijelaskan ( Terikat ) : Motivasi. Pengujian Instrumen Penelitian Sebuah instrumen dikatakan baik jika memenuhi dua kriteria sebagai berikut : a. Tinggi b.Contoh Penelitian : Pengaruh Motivasi. Motif Kerja (a). Sangat rendah 1. Rendah d. Gaji (b). Kemampuan.6 1. HARAPAN 1. Sangat rendah b. Fasilitas kerja 2.Disiplin yang bijaksana Contoh pertanyaan tentang : Motivasi Kerja A. Cukup c.5 1. Valid 7 . Kedisiplinan 1. Harapan (a).Loyalitas pimpinan 5 Simpatik 6.

peneliti harus mampu mengendalikan dan menggunakan instrumen untuk mengukur variabel yang diteliti. Meteran dari karet yang digunakan untuk mengukur panjang merupakan contoh alat ukur yang tidak reliabel. Reliable Reliable adalah keajekan (konsistensi) alat pengumpul data/ instrumen dalam mengukur apa saja yang diukur. walaupun instrumen yang valid umumnya pasti reliable. Instrumen yang reliabel maksudnya instrumen yang jika digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama. Misalnya meteran yang putus dibagian ujungnya. Oleh karena itu. dsb). Jadi hasil penelitian dikatakan valid jika terdapat kesamaan antara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada obyek yang diteliti. Analoginya misalnya meteran yang valid dapat digunakan untuk mengukur panjang dengan teliti. Instrumen yang reliable belum tentu valid. Dengan menggunakan instrumen yang valid dan reliable dalam pengumpulan data.Valid adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat keandalan atau kesahihan suatu alat ukur. bila digunakan berkali – kali akan menghasilkan data yang sama (reliable) tetapi selalu tidak valid. Reliabilitas instrumen merupakan syarat untuk pengujian validitas instrument. untuk 8 . Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. otomatis hasil (data) penelitian menjadi valid dan reliable. Meteran tersebut menjadi tidak valid jika digunakan untuk mengukur berat. tepi pengujian reliabilitas instrumen perlu dilakukan. Jadi instrumen yang valid dan reliable merupakan syarat mutlak untuk mendapatkan hasil penelitian yang valid dan reliable. akan menghasilkan data yang sama. maka diharapkan hasil penelitian akan menjadi valid dan reliable. Hal ini tidak berarti bahwa dengan menggunakan instrument yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. b.langkah yang dilakukan dalam suatu proses penelitian adalah dengan mengumpulkan informasi. Jadi hasil penelitian dikatakan reliable jika terdapat kesamaan data pada waktu yang berbeda. tersier. Karena hal tersebut masih dipengaruhi oleh kondisi obyek yang diteliti. Informasi tersebut bisa didapat baik secara langsung (data primer) maupun tidak langsung (data sekunder. karena instrument tersebut sudah rusak. Oleh karena itu. Sebagian besar langkah . dan kemampuan orang yang menggunakan instrumen untuk mengumpulkan data. karena meteran memang alat untuk mengukur panjang.

artinya suatu instrumen dikatakan valid untuk mengukur atribut A tidak harus valid untuk mengukur atribut B. Validitas suatu instrumen juga hanya dilihat dari tujuan tertentu. Oleh karena sulitnya menentukan validitas yang sebenarnya. Validitas suatu alat ukur adalah sejauhmana alat ukur itu mampu mengukur apa yang seharus-nya diukur. orang. instrumentation effects. maturity effect. (2) validitas isi. Instrumen Yang Baik Syarat utama instrumen yang baik adalah valid dan reliabel. Ancaman yang mempengaruhi validitas eksternal adalah perbedaan situasi lingkungan penelitian. selection effects. Dalam pengukuran terhadap atribut psikologis. Validitas pada umumnya bersifat tingkat bukan ada atau tidak ada sama sekali. statistical regression. 1978). testing effect. dan mortality. dan perbedaan subyek penelitian F. Dalam analisis validitas prediktif. Validitas prediktif atau ada juga yang menyebut dengan validitas kriteria terkait dicari manakala instrumen akan digunakan untuk mengestimasi beberapa bentuk tingkahlaku penting yang ada di luar dari hasil pengukuran instrumen itu sendiri.  Validitas internal adalah keyakinan terhadap hubungan sebab akibat atau pengaruh dalam desain penelitian yang dilakukan. yakni: (1) validitas prediktif.  Validitas Eksternal adalah berkenaan dengan kemampuan digeneralisasinya hasil penelitian pada lingkungan. validitas sebagaimana dijelaskan di atas sangat sulit dicapai. Besar kecilnya 9 .menambah keakuratan data. performansi yang hendak diprediksikan disebut dengan kriteria. Atau. Selain itu Kriteria lain Instrumen yang baik adalah Kekuatan penelitian bisa diketahui dari validitas baik internal maupun eksternalnya. Ada tiga tipe validitas. maka yang dapat dilakukan adalah mengestimasi validitas instrumen dengan perhitungan tertentu. validitas prediktif diestimasi manakala instrumen dimaksudkan untuk ber-fungsi sebagai prediktor bagi performansi di waktu yang akan datang. Ancaman yang mempengaruhi validitas internal adalah history effects. atau peristiwa lain. Hal ini dapat difahami karena pengukuran terhadap variabel psikologis dan sosial mengandung kesalahan yang lebih banyak daripada pengukuran variabel yang bersifat fisik. dan (3) validitas konstruk (Nunnaly.

Validitas konstruk adalah validitas yang menunjukkan sejauhmana instrumen mengungkap suatu trait atau konstruk teoritik yang hendak diukurnya. Analisis faktor merupakan sekumpulan prosedur matematik yang cukup komplek untuk menganalisis saling hubungan di antara variabel-variabel dan menjelaskan saling hubungan itu dalam bentuk kelompok variabel yang terbatas yang disebut faktor. Hasil-hasil penilaian hanya memberikan ukuran unjuk kerja terbatas yang diperoleh pada waktu tertentu. Sebenarnya reliabilitas itu mengacu pada konsistensi pengukuran. sama) dari satu pengukuran ke pengukuran yang lain. Hal ini diperkuat dengan adanya kenyataan bahwa estimasi validitas isi tidak melibatkan perhitungan statistik apapun melainkan hanya menggunakan analisis rasional. Pengujian validitas konstruk merupakan proses yang terus berlanjut sejalan dengan perkembangan konsep trait yang akan diukur. dan konskuensi inilah yang akan diuji. 10 . Dari teori ini ditarik suatu konskuensi praktis mengenai hasil pengukuran pada kondisi tertentu. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat validitas isi suatu instrumen sedikitbanyak tergantung pada penilaian subyektif individual penilai. Oleh karenanya validitas yang ditegakkan melalui prosedur analisis faktor disebut sebagai validitas faktorial. Validitas isi suatu instrumen adalah sejauhmana butir-butir dalam instrumen itu mewakili komponen-komponen dalam keseluruhan kawasan isi obyek yang hendak diukur (aspek representasi) dan sejauh mana butir-butir itu mencerminkan ciri perilaku yang hendak diukur (aspek relevansi).harga estimasi validitas prediktif suatu instrumen digambarkan dengan keofisien korelasi antara prediktor dengan kriteria tersebut. yaitu bagaimana skor tes atau hasil penilaian yang lain tetap (tidak berubah. Prosedur validasi konstruk juga dapat ditempuh melalui teknik analisis faktor. Apabila hasilnya sesuai dengan harapan maka instrumen itu dianggap meiliki validitas konstruk yang baik. Validitas isi suatu instrumen ditentukan dengan cara mencocokkan apakah butir-butir yang ada di instrumen itu sudah mewakili komponen-komponen yang akan diukur atau belum. Syarat utama lainnya adalah instrumen itu harus reliabel. Untuk itu prosedur validasi konstruk diawali dari suatu identifikasi dan batasan mengenai variabel yang hendak diukur dan dinyatakan dalam bentuk konstruk logis berdasarkan teori me-ngenai variabel tersebut. Konsep validitas konstruk sangat ber-manfaat pada tes yang mengukur trait yang tidak memiliki kriteria eksternal. Perubahan dan perkembangan konsep seperti ini merupakan hal biasa dalam bidang psikologi karena variabel itu pada dasarnya merupakan konsep hipotetik yang tidak selalu mudah untuk dioperasionalkan.

Jika suatu penilaian dikenakan kepada kelompok yang sama dua kali secara berurutan. penilai yang berbeda. Reliabilitas konsistensi internal ditaksir dengan satu kali pelaksanaan tes sehingga 11 . tetapi metode ini ternyata memiliki beberapa kelemahan. usaha kelelahan. Sebaliknya jika dilaksanakan dalam waktu yang lama antara tes pertama dan tes kedua variasi skor kemungkinan disebabkan oleh pengaruh pengalaman belajar. pada metode tes ulang pengambil tes yang sama mengikuti tes dua kali dengan menggunakan tes yang sama kemudian hasilnya dikorelasikan diperoleh taksiran reliabilitas. yang berbeda. perubahan kesehatan. Jadi yang dihasilkan hanyalah taksiran. dan keduanya mungkin memiliki rerata skor amatan. Banyak faktor yang mempengaruhi hasil penilaian. Kelemahan kedua berkenaan dengan waktu pelaksanaan tes. Sesuai dengan namanya. Dalam kenyataannya dua tes yang paralel hanyalah konsep teoritis. mengemukakan tiga metode yang umum digunakan untuk menaksir koefisien reliablitas yaitu: (1) metode tes ulang. tes pertama sangat mungkin mempengaruhi hasil tes kedua. atau sampel yang berbeda dan domain unjuk kerja yang sama. Pertama metode ini sangat potensial terpengaruh oleh carry-over effect antar tes. Bentuk tes alternatif adalah setiap dua bentuk tes yang telah disusun dalam rangka untuk membuatnya paralel. Allen dan Yen (1979).Kecuali kalau pengukuran dapat menunjukkan layak konsistensi atas kesempatan yang berbeda. Metode tes ulang menghasilkan taksiran reliabilitas tes yang sangat beralasan. karena nilai sebenarnya koefisien ini adalah tidak dapat diamati. tebak-tebak dan sejenisnya. (2) metode tes parelel. sangat sulit untuk membuktikan bahwa dua tes adalah paralel. Variasi skor juga mungkin akan terjadi jika tes essay atau penilaian type unjuk kerja siswa lainnya yang dinilai oleh penilai yang berbeda. Oleh karena itu sering digunakan bentuk tes alternatif sebagai pengganti tes paralel. Sedangkan interval waktu yang lama akan membawa pengaruh pada perubahan informasi. Taksiran reliabilitas tes paralel adalah korelasi antara nilai amatan dua tes yang paralel. dan (3) metode konsistensi internal. Interval waktu yang sangat pendek akan membuat carry-over effect dalam memori pengambil tes. beberapa variasi skor dapat terjadi karena adanya fluktuasi pada memori sesat. Secara umum masing-masing dari ketiga metode tersebut akan menghasilkan taksiran koefisien reliabilitas (rx). variansi. Korelasi antara skor amatan tes pertama dengan skor amatan tes alternatif rx2 adalah merupakan taksiran reliabilitas baik untuk tes pertama maupun tes alternatifnya. Hasil penilaian yang konsisten sempurna tidak mungkin dapat diperoleh. lupa dan lain-lain. dan korelasi dengan pengukuran lain yang sama atau hampir sama. perhatian. ketegangan emosional.

butir-butir tes dikelompokkan berdasarkan butir-butir bernomor gasal dalam satu kelompok dan butir-butir tes bernomor genap ke dalam kelompok kedua. yaitu: 1. 5. (2) metode belah dua sesuai dengan nomor urut. dan 8. Namun demikian metode konsistensi internal tidak cocok jika tes tidak dapat dibagi menjadi bagian-bagian yang paralel atau pada dasarnya -ekuivalen atau jika tes tidak memiliki butir-butir independen yang dapat dipisahkan.permasalahan yang menyertai metode tes ulang dapat dihilangkan. Menurut Allen dan Yen (1979) ada tiga cara yang biasa digunakan untuk membelah tes menjadi dua bagian yaitu: (1) metode gasal-genap. Keuntungan utama penaksiran reliabilitas konsistensi internal adalah bahwa hanya diperlukan satu kali tes saja untuk menghitung taksiran reliabilitas. Menelaah pertanyaan 4. G. pertama butir nomor 1. yang satu dan lainnya adalah dianggap sebagai tes alternatif. 6. 4 dan 7. dan ketiga nomor 3. Peneliti harus menentukan defenisi konseptual kemudian definisi operasional. ada enam langkah untuk mengembangkan instrumen alat ukur. dan 9. Selanjutnya definisi operasional ini dijabarkan menjadi indikator dan butir-butir. Metode untuk menaksir reliabilitas yang sangat luas telah diketahui dalam pendekatan ini adalah taksiran reliabilitas belah dua. Langkah-Langkah Pengembangan Instrumen Langkah pertama yang harus dilakukan oleh peneliti adalah mengkaji secara teoritik tentang substansi yang akan diukur. Melakukan ujicoba 5. Menulis pertanyaan 3. dan pembelahannya diatur sedemikian rupa sehingga keduanya merupakan tes paralel atau pada dasarnya -ekuivalen. Sebagai contoh metode gasal genap dapat dimodifikasi untuk membuat tiga komponen dari tes yang terdiri dari 9 butir dapat dikelompokkan menjadi. Menyusun spesifikasi alat ukur termasuk kisi-kisi dan indikator 2. Pada pendekatan ini tes dibagi menjadi dua bagian. Merakit instrument dan memberi label 12 . Berdasarkan asumsi tersebut maka pada dasarnya sebuah tes dapat dibagi menjadi N komponen di mana N maksimum adalah sebanyak jumlah butir dalam tes tersebut. Menurut Tim Pusisjian (1997/1998. Teknik untuk membelah tes menjadi dua dapat digeneralisasikan untuk membagi tes menjadi lebih dari dua komponen. Menganalisis butir instrumen 6. kedua nomor 2.

pendapat. 2. kemudian dijabarkan lagi kedefinisi operasional. Di depan telah dikemukakan bahwa ada dua macam instrumen. atau yang dianggap fakta seperti: pendidikan terakhir. Skala digunakan untuk mengukur konstruk atau konsep psikologis seperti: sikap. dll. yaitu instrumen untuk tes dan nontes.Spesifikasi alat ukur ini mencakup: tujuan pengukuran. dan menentukan panjang instrumen. ada dua bentuk tes yang banyak digunakan oleh guru. kompetensi dasar. jumlah anggota. (3) menulis indikator. yaitu skala. motivasi. Kisi-kisi ini padadasarnya merupakan tabel matrik yang berisi spesifikasi soal yang akan ditulis. angket. dan dari indikator inilah dibuat butir-butir instrumen. dan (4) menentukan bentuk tes. Ada tiga langkah yang harus dipenuhi untuk menulis kisi-kisi. hubungan antara tujuan. mengembangkan kisi-kisi instrumen. 13 . Oleh karenanya dalam menentukan spesifikasi alat ukur berarti menentukan tujuan instrumen. materi pokok. skala pengukuran. dan trait lainnya. Dari definisi operasional ini kemudian dijabarkan menjadi beberapa indikator yang selanjutnya dijabarkan menjadi butir-butir instrumen. masingmasing bentuk tes memiliki kelebihan dan kekurangan. dan penilaian yang berisi bentuk dan jenis tagihan. Kisi-kisi Instrumen /Tes Setelah tujuan tes ditetapkan. kompetensi dasar dipecah menjadi beberapa iindikator. menentukan skala pengukuran. Oleh karenanya. instrumen nontes ini dibedakan menjadi dua. dan inventori. dan panjang instrumen. sedangkan angket digunakan untuk mengukur fakta. kisi-kisi instrumen. Seperti yang telah dijelaskan di muka. minat. dll. inventori digunakan untuk mengungkap kepemilikan benda nyata. perlu dibedakan antara kisi-kisi instrumen untuk tes dan kisi-kisi instrumen nontes. standar kompetensi. Sementara itu. (2) memilih kompetensi dasar. Kisi-kisi berisi tentang tujuan. kegiatan berikuimya adalah menyusun kisi-kisi tes. Sudah barang tentu. Secara rinci penyusunan kisi-kisi keduanya adalah sebagai berikut. yaitu: 1) memilih standar kompetensi dasar. yaitu bentuk obyektif dan bentuk uraian atau nonobyektif. 1. penghasilan setiap bulan. jumlah meja. seperti: jumlah kursi. Kisi-kisi Instrumen nontes Penyusunan instrumen nontes didahului dengan penentuan definisi konseptual. metode dan instrumen yang digunakan pada Tabel berikut. Standar kompetenssi dijabarkan menjadi kompetensi dasar. Secara garis besar. Secara ringkas.

data pribadi. H.potensi termasuk di dalamnya unjuk kerja tes. survei wawancara. survei dokumentasi angket. ketrampilan Metode observasi. data nyata . Cara Memvalidasi Instrumen Di muka telah dijelaskan pengertian dan jenis validitas dan reliabilitas instrumen. Secara ringkas cara memvalidasi dan mengestimasi reliabilitas instrumen dapat dilihat pada instrumen berikut. wawancara mendalam Instrumen yg digunakan lembar observasi. Jenis Validitas Validitas isi: validitas kurikulum. daftar dokumen Tabel di atas menjelaskan bahwa metode dan instrumen yang digunakan harus mengacu pada tujuan pengukuran. data sekunder wawancara. kebiasaan. sikap. inventori. lembar perintah dilengkapi dg lembar observasi/ lembar penilaian pedoman wawancara. perintah mengerjakan soal tes. kesukaan. lembar penilaian. minat .menggunakan kisi-kisi .Tujuan untuk mengungkap: . peneliti sendiri .konsultasi keahlinya Keterangan -tanpa menggunakan teknik statistik 14 . catatan. validitas Cara Memvalidasi .perilaku. Hal ini penting agar tidak terjadi kesalahan pengukuran.afektif: motivasi. skala . dll .data yang lalu.

Untuk kasus ini atau untuk menyusun instrumen untuk mengukur kinerja SMK-SBI kali ini tidak perlu dituliskan kisis-kisi dan indikator karena sudah ada (WS 2). Spearman Brown Stabilitas Tes dua kali dengan soal sama. data nominal Prosedur 1 dan 2. instrumen juga tidak perlu diuji coba dan analisis empirik karena memerlukan keahlian khusus dan memakan waktu tambahan. data ordinal 2. KR 20. yang harus dilakukan dalam 15 . kemudian skor dibelah dua dan diestimasi Teknik yang dipakai 1.product moment -analisis butir Jenis Reliabilitas Internal Consistency: 1. Selain itu. Alpha 2. tes satu kali. Harus diupayakan agar proses dan estimasi ini dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Jadi dalam kegiatan ini. kemudian dianalisis atau diestimasi reliabilitasnya 3 tes sekali.tampang Korelasi product moment Validitas validitas konkuren kriteria prediktif.analisis faktor . KR 21 3. kemudian hasilnya dikorelasikan. Koef. atau validitas terkait -mengkorelasikan dengan empirik: data di masa datang validitas Validitas konstruk: validitas faktor -mengkorelasikan skor butir dengan total . Product moment dan korelasi intra kelas Ekivalen Beri tes dua kali dengan soal yang berbeda kemudian dikorelasikan Product moment dan korelasi intra kelas Tabel di atas menunjukkan bahwa untuk mengestimasi validitas dan reliabilitas instrumen diiperlukan kerja yang sangat hati-hati.

(4) dalam satu komponen.penyusunan instrumen hanya menulis butir-butir instrumen dan menelaah butir. (3) pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu. 16 . setiap butir diberi skor sama (skor sama tidak berarti pilihan jawabannya sama). sebaiknya diurutkan. misal dalam bentuk buku yang agak kecil. Setelah butir ditulis lalu ditelaah (diusahakan telaah dilakukan oleh orang lain atau bukan penulis butir). dan (5) butir ditulis dengan menggunakan bahasa baku. Hal-hal yang harus diperhatikan adalah: (1) butir instrumen harus sesuai indikator. (2) diusahakan jumlah butir untuk setiap jenis responden tidak terlalu banyak (maksimum 40 butir). (2) butir ditulis secara singkat dan jelas. Selain itu. untuk menarik responden agar mau merespon dengan baik maka instrumen sebaiknya: (1) dikemas dalam bentuk yang menarik. dan (3) diusahakan butir pertanyaan dan jawaban pada halaman yang sama.

J. Jakarta: Salemba humanika. 17 . J. 1979. M. W. Introduction to measurement theory. & Yen. Bandung: Alfa Beta . Metode Penelitian Pendekatan Kuantitatif. Inc Erdiansyah. Nunnally.Haris.DAFTAR PUSTAKA Allen.2 009. Kualitatif dan R & D.M. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif untuk Ilmu Sosial. Bandung: Mandar Maju Sugiono. Kartono. Pengantar Metodologi Riset Sosial. Kartini. New York: McGraw Hill Book Company.C. Monterey.2009. CA: Brooks/Cole Publishing Company. Psychometric theory. 1978.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful