P. 1
penataan parkir badan jalan

penataan parkir badan jalan

|Views: 357|Likes:
Published by funkothendro
penataan,sudut , parkir,badan jalan,tata ruang,pendapatan daerah,kebijakan,pemerintah daerah,alokasi,tempat.
penataan,sudut , parkir,badan jalan,tata ruang,pendapatan daerah,kebijakan,pemerintah daerah,alokasi,tempat.

More info:

Published by: funkothendro on Jul 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/22/2015

pdf

text

original

Simposium VIII FSTPT, Universitas Sriwijaya Palembang, 5-6 Desember 2005

PENATAAN RUANG PARKIR BADAN JALAN UNTUK MENINGKATKAN KINERJA JALAN

Arliani Septy Wulan Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Sigit Priyanto Magister Sistem dan Teknik Transportasi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

ABSTRAK Akibat pembangunan yang semakin meningkat secara tidak langsung menimbulkan adanya pergerakan lalulintas yang cukup padat sehingga menyebabkan kemacetan yang terlihat di beberapa ruas jalan besar dan persimpangan di kota Solo. Ruas jalan yang cukup tinggi aktivitas lalulintasnya diantaranya adalah kawasan ruas Jalan Dr. Rajiman sebagai salah satu pusat perdagangan di kota Solo. Dengan adanya aktivitas pada pusat perdagangan akan mengakibatkan adanya bangkitan perjalanan, dari bangkitan perjalanan akan menimbulkan bangkitan parkir di daerah/kawasan perdagangan. Hal tersebut akan menumbuhkan lokasi-lokasi parkir baru di badan jalan (on-street parking). Akibat dari parkir di badan jalan menyebabkan hambatan pergerakan arus lalulintas pada ruas jalan tersebut, yang pada akhirnya terjadi penyempitan lebar jalan dan besar kemungkinan akan menurunkan kapasitas ruas, besarnya penyempitan tersebut dipengaruhi oleh volume parkir, ukuran kendaraan dan sudut parkir. Penelitian dilakukan dengan melakukan survai untuk mengetahui karakteristik parkir, volume lalulintas yang terjadi dan mengukur geometri jalan guna melakukan perhitungan kapasitas, derajat kejenuhan, kecepatan arus bebas dan kecepatan perjalanan. Dari parameter-parameter diatas dapat diketahui volume parkir dan indeks tingkat penilaian kinerja jalan. Kemudian untuk mengatasi permasalahan yang ada, dicoba untuk membuat simulasi konfigurasi parkir dengan berbagai sudut. Hasil penelitian menunjukkan dari beberapa simulasi yang dilakukan didapat 9 alternatif dengan nilai lebar efektif jalan 8 m, 7,45 m, 6,89 m, 6,6 m, 6,45 m dan 6,1m, 6,05 m, 5,49 m dan 5,37 m. Lebar efektif jalan tersebut menghasilkan indeks penilaian kinerja jalan yang terbesar. Karena dalam penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja jalan maka pemilihan alternatif solusi lebih didasarkan pada lebar jalan yang menghasilkan kapasitas jalan yang besar dengan masih memperhatikan keberadaan parkir badan jalan. Oleh karena itu konfigurasi yang dipilih adalah konfigurasi sudut parkir 300 untuk mobil penumpang untuk sepeda motor.

620

Simposium VIII FSTPT, Universitas Sriwijaya Palembang, 5-6 Desember 2005

PENDAHULUAN

Latar Belakang Akibat pembangunan yang semakin meningkat secara tidak langsung menimbulkan adanya pergerakan lalulintas yang cukup padat sehingga menyebabkan kemacetan yang terlihat di beberapa ruas jalan besar dan persimpangan di kota Solo seperti misalnya ruas Jalan Dr. Radjiman. Pergerakan lalulintas yang padat tersebut menyebabkan berbagai permasalahan seperti on street parking, tundaan, hambatan samping dan lain sebagainya. Parkir di tepi jalan merupakan fenomena yang menarik untuk dipelajari karena disatu sisi merupakan pilihan yang paling umum dilakukan oleh pengemudi dan di pihak lain merupakan hambatan samping yang dapat mempengaruhi kinerja jalan.

Tujuan Penelitian 1. Menganalisis karakteristik parkir meliputi volume, indeks, turnover dan kebutuhan ruang parkir pada ruas jalan Dr. Radjiman. 2. Menganalisis indikator kinerja lalulintas yang meliputi kapasitas lalulintas, kecepatan arus bebas kendaraan ringan, derajat kejenuhan dan waktu tempuh kendaraan 3. Memvariasikan berbagai sudut parkir sepeda motor dan mobil penumpang sehingga menghasilkan konfigurasi yang meningkatkan kapasitas lalulintas dengan masih

memperhatikan efektifitas kapasitas parkir.

Manfaat Penelitian Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah dapat memberi masukan bagi pemerintah daerah atau instansi yang terkait tentang masalah yang dihadapi berhubungan dengan peningkatan kinerja jalan dengan memanfaatkan perhitungan dari persamaan yang didapat dari penelitian ini.

TINJAUAN PUSTAKA

Tinjauan Umum Menurut Tamin (1991), lebar jalan yang tersita oleh kegiatan perparkiran (termasuk lebar manuver) tentu mengurangi kemampuan jalan tersebut dalam menampung arus kendaraan yang lewat, atau dengan perkataan lain, kapasitas jalan tersebut akan berkurang (penurunan kapasitas

621

Simposium VIII FSTPT, Universitas Sriwijaya Palembang, 5-6 Desember 2005

jalan bukan saja disebabkan oleh pengurangan lebar jalan tetapi juga oleh proses kegiatan kendaraan masuk dan keluar petak parkir). Semakin besar sudut parkir kendaraan, semakin besar pula pengurangan kapasitas jalannya. Menurut Munawar (1997), parkir di pinggir jalan merupakan salah satu masalah pokok lalulintas di kota-kota menengah keatas yang dapat menimbulkan kemacetan lalulintas, tetapi selain itu parkir juga merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang cukup besar.

Fasilitas Parkir Fasilitas parkir memiliki bermacam-macam keadaan yang dapat dibedakan menurut letak lokasi parkir dan pengoperasian parkir. Parkir adalah keadaan tidak bergerak suatu kendaraan yang bersifat sementara. Fasilitas parkir menurut letak lokasi parkir dibedakan menjadi dua, yaitu parkir badan jalan dan parkir di luar badan jalan.

Indikator Kinerja Jalan 1. Kapasitas Menurut MKJI 1997, kapasitas didefinisikan sebagai arus maksimum yang dapat dipertahankan per satuan jam yang melewati suatu titik di jalan dalam kondisi yang ada. Untuk jalan dua lajur dua-arah, kapasitas ditentukan untuk arus dua arah (kombinasi dua arah), tetapi untuk jalan dengan banyak lajur, arus dipisahkan per arah dan kapasitas ditentukan per lajur. 2. Kecepatan Arus Bebas Kecepatan arus bebas menurut MKJI 1997 didefinisikan sebagai kecepatan pada tingkat arus nol, yaitu kecepatan yang akan dipilih pengenudi jika mengendarai kendaraan bermotor tanpa dipengaruhi oleh kendaraann bermotor lain di jalan.

Penataan Ruang Parkir Penataan ruang parkir dilakukan agar kegiatan parkir terutama yang berada di badan jalan tidak mengganggu pergerakan arus lalulintas. Parkir di badan jalan merupakan alternatif paling umum yang dilakukan oleh pengemudi apabila tidak tersedia ruang parkir di luar badan jalan. Oleh karena itu dilakukan optimasi antara ruang parkir dengan parameter kinerja jalan.

622

Simposium VIII FSTPT, Universitas Sriwijaya Palembang, 5-6 Desember 2005

LANDASAN TEORI

Karakteristik Parkir Menurut Hobbs (1979), karakteristik parkir meliputi berikut ini. 1. Akumulasi parkir Akumulasi = Ei – Ex dengan : Ei Ex = Entry (kendaraan yang masuk lokasi) = Exit (kendaraan yang keluar lokasi ) Bila sebelum pengamatan sudah terdapat kendaraan yang parkir maka banyaknya kendaraan yang telah parkir dijumlahkan dalam harga akumulasi parkir yang telah dibuat, sehingga Persamaan (3.1) menjadi berikut. Akumulasi = Ei – Ex + X dengan : X = jumlah kendaraan yang telah diparkir sebelum pengamatan 2. Durasi parkir Durasi = Extime – Entime dengan : Extime Entime = waktu saat kendaraan keluar dari lokasi parkir = waktu saat kendaraan masuk ke lokasi parkir (3) (2) (1)

3. Pergantian parkir (turnover parking)

tingkatturnover =
4. Indeks parkir

volumeparkir ruangparkirtersedia

(4)

Indeksparkir =

Akumulasiparkir × 100% ruangparkirtersedia

(5)

5. Kebutuhan ruang parkir a. Rata-rata durasi parkir ;

D=
dengan :

∑ di
i=n

n

n

(6)

D = rata-rata durasi parkir kendaraan,

623

Simposium VIII FSTPT, Universitas Sriwijaya Palembang, 5-6 Desember 2005

di = durasi kendaraan ke-I (I dari kendaraan ke-I hingga ke-n) b. Jumlah ruang parkir yang dibutuhkan 1) Cara pendekatan rumus dasar

Z=

Y×D T
= ruang parkir yang dibutuhkan, = jumlah kendaraan parkir dalam satu waktu, = rata-rata durasi (jam), = lama survai (jam)

(7)

dengan : Z Y D T

2) Cara Direktorat Jendral Perhubungan Darat Pada laporan Akhir Studi Kriteria Perancangan dan Kebutuhan Ruang Parkir pada Pusatpusat Kegiatan (Direktorat Jendral Perhubungan Darat 1992) besarnya ruang parkir adalah mengikuti Persamaan 3.8. KRP = F1 × F2 × VPH Dimana: KRP = kebutuhan ruamg parkir untuk jenis kendaraan F1 F2 = faktor akumulasi = faktor fluktuasi (8)

VPH = volume parkir harian

Satuan Ruang Parkir Satuan ruang parkir adalah ukuran luas efektif untuk meletakkan kendaraan (mobil penumpang, bus/truk, atau sepeda motor) termasuk ruang bebas dan lebar bukaan pintu (Departemen Perhubungan, 1996). Dengan demikian dapat dikatakan satuan ruang parkir adalah ukuran kebutuhan ruang untuk parkir suatu kendaraan dengan aman dan nyaman dengan ruang seefisien mungkin untuk masing-masing jenis kendaraan mempunyai satuan ruang parkir (SRP) yang berbeda-beda.

Lalulintas 1. Volume lalulintas dan Komposisi Lalulintas Nilai arus lalulintas mencerminkan keadaan komposisi lalulintas, dengan menyatakan arus dalam satuan mobil penumpang (smp).

624

Simposium VIII FSTPT, Universitas Sriwijaya Palembang, 5-6 Desember 2005

2. Kapasitas MKJI 1997, mendefinisikan kapasitas sebagai arus maksimum yang dapat dipertahankan per satuan jam pada kondisi tertentu. Persamaan dasar untuk menentukan kapasitas adalah sebagai berikut. C = Co ×FCW × FCSP ×FCSF ×FCCS 3. Kecepatan Arus Bebas Persamaan untuk penentuan kecepatan arus bebas mempunyai bentuk umum berikut. FV = (FVO + FVW) ×FFVSF × FFVCS 4. Derajat Kejenuhan Derajat kejenuhan (DS) didefinisikan sebagai rasio arus terhadap kapasitas, digunakan sebagai faktor utama dalam penentuan tingkat kinerja simpang dan segmen jalan. Nilai DS menunjukkan apakah segmen jalan tersebut mempunyai masalah kapasitas atau tidak. Persamaan untuk penentuan DS adalah sebagai berikut. DS = Q/C 5. Kecepatan MKJI menggunakan kecepatan tempuh sebagai ukuran utama kinerja segmen jalan, karena mudah dimengerti dan diukur, dan merupakan masukan yang penting untuk biaya pemakai jalan dalam analisa ekonomi. Persamaan untuk waktu tempuh adalah sebagai berikut. V = L/TT (12) (11) (10) (9)

Simulasi Parkir Arus lalulintas yang melalui ruas jalan dapat ditingkatkan unjuk kerjanya dengan menurunkan friksi yang terjadi seperti berkurangnya lebar efektif jalan akibat adanya kegiatan parkir di badan jalan maka perilu penataan parkir.

METODE PENELITIAN

Pemilihan Lokasi Penelitian Lokasi penetian adalah ruas jalan yang merupakan kota dengan parkir di badan jalan (on street parking), alinemen relatif datar dan lurus dengan lebar konstan.

625

Simposium VIII FSTPT, Universitas Sriwijaya Palembang, 5-6 Desember 2005

Variabel yang Diukur 1. Parkir Variabel yang diukur dalam penelitian ini meliputi jumlah (akumulasi) kendaraan parkir baik yang masuk maupun yang keluar ruang parkir, lama (durasi) kendaraan parkir, tingkat turnover parkir dan luas ruangan parkir. Lama kendaraan parkir hanya mencatat untuk kendaraan golongan mobil penumpang yaitu dengan cara mencatat nomor plat mobil untuk kendaraan yang masuk dan keluar ruang parkir. Untuk akumulasi parkir kendaraan yang dihitung meliputi

kendaraan ringan, kendaraan berat, sepeda motor dan kendaraan tak bermotor. 2. Lalulintas Variabel lalulintas yang diukur meliputi jumlah arus kendaraan yang melewati ruas Jalan Dr. Radjiman dan kecepatan tempuh atau kecepatan perjalanan kendaraan. Jenis kendaraan yang dihitung jumlahnya adalah kendaraan ringan, kendaraan ringan, sepeda motor dan kendaraan tak bermotor. Untuk kecepatan tempuh kendaraan digunakan sampel sepeda motor dan kendaraan ringan dengan jarak tempuh 100 m.

PENGUMPULAN DATA DAN ANALISIS Berdasarkan pengumpulan data di lapangan yang berupa data durasi parkir, jumlah kendaraan masuk keluar ruang parkir, arus kendaraan yang lewat dan waktu tempuh kendaraan dilakukan analisis karakteristik parkir untuk menghitung akumulasi parkir, indeks parkir, turnover, satuan ruang parkir dan analisis lalulintas. Berikut adalah hasil analisis data yang telah dilakukan. 1. Karakteristik Parkir Karakteristik parkir meliputi akumulasi parkir, durasi, volume, turnover, indeks parkir dan kebutuhan ruang parkir yang nilainya direkap dan disajikan dalam tabel berikut. Tabel 1 Karakteristik Parkir Sepeda Motor
Hari Pengamatan Periode Waktu Kapasitas (kend) 153 153 153 153 153 153 Akumulasi Kendaraan (kend/mnt) Max Rerata 222 121 117 166 147 64 30,461 29,231 25,000 33,077 19,923 8,778 Durasi Parkir (mnt) Max 111 120 67 277 147 52 Rerata 31,906 21,355 19,188 21,903 23,923 18,319 396 380 225 430 259 79 12,411 17,794 11,726 19,632 10,826 4,312 Volume (satuan) Turnover Indeks Parkir (%) Max 145,10 79,08 76,47 108,50 96,08 41,83 Rerata 19,91 19,11 16,34 21,62 13,02 5,74 125,93 66,12 37,80 102,17 54,70 7,20 SRP (kend)

Minggu, 26 Desember 2004 Rabu, 29 Desember 2004

10.00 - 13.00 14.00 - 17.00 18.00 - 20.00 10.00 - 13.00 14.00 - 17.00 18.00 - 20.00

626

Simposium VIII FSTPT, Universitas Sriwijaya Palembang, 5-6 Desember 2005

Tabel 2 Karakteristik Parkir Mobil Penumpang
Hari Pengamatan Periode Waktu Kapasitas (kend) 87 87 87 87 87 87 Akumulasi Kendaraan (kend/mnt) Max Rerata 135 98 78 120 101 99 25,15 19,39 11,67 26,00 19,85 17,78 Durasi Parkir (mnt) Max 134 90 56 70 110 85 Rerata 42,58 26,10 20,36 23,97 28,35 26,00 327 252 105 338 258 160 7,680 9,654 5,157 14,104 9,100 6,153 Volume (satuan) Turnover Indeks Parkir (%) Max 155,17 112,64 89,66 137,93 116,09 113,79 Rerata 28,91 22,28 13,41 29,89 22,81 20,43 82,40 45,36 15,12 77,06 49,54 30,72 SRP (kend)

Minggu, 26 Des-04 Rabu, 29 Des 2004

10.00 - 13.00 14.00 - 17.00 18.00 - 20.00 10.00 - 13.00 14.00 - 17.00 18.00 - 20.00

2. Kapasitas Lalulintas Dengan adanya aktivitas pada pusat perdagangan akan mengakibatkan bangkitan perjalanan yang pada akhirnya akan mengakibatkan bangkitan parkir. Hal tersebut menumbuhkan lokasilokasi baru parkir salah satunya parkir di badan jalan apabila tidak tersedianya parkir di luar badan jalan. Tabel 3 Arus Lalulintas Jam Puncak Jenis Kendaraan MC LV HV 149,75 474 0 184 454 2,4 207 392 0 220,5 520 1,2

Periode Waktu 10:00-11:00 11:00-12:00 15:00-16:00 16:00-17:00

Total jumlah Kendaraan 623,75 640,4 1264,15 741,7

PEMBAHASAN

Simulasi Parkir Simulasi ruang parkir dilakukan dengan tujuan agar pergerakan lalulintas berjalan lancar dan kegiatan parkir masih ada mengingat tidak adanya parkir diluar badan jalan. Berikut dibuat beberapa alternatif konfigurasi parkir sebagai pertimbangan untuk memilih lebar efektif jalan yang menghasilkan kapasitas lalulintas yang optimum.

627

Simposium VIII FSTPT, Universitas Sriwijaya Palembang, 5-6 Desember 2005

Tabel 4 Alternatif Sudut Parkir Mobil dan Sepeda Motor
Sudut parkir mobil penumpang 00 300 450 600 900 00 8 6,6 5,37 4,26 3,4 Lebar efektif jalan hasil simulasi parkir (m) Sudut Parkir Sepeda Motor 300 450 600 7,45 6,89 6,45 6,05 5,49 5,05 4,82 4,26 3,82 3,71 3,15 2,71 2,85 2,29 1,85

900 6,1 4,7 3,47 2,36 1,5

Ukuran Kinerja Penilaian kinerja jalan dengan beberapa variasi sudut parkir disajikan dalam tabel berikut. Tabel 5 Penilaian Kinerja Jalan
Alternatif 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Lebar Efektif Jalan (m) 8 7,45 6,89 6,45 6,1 6,6 6,05 5,49 5,37 Kapasitas (smp/jam) 6365,3 6105,98 6076,51 5634,47 5469,45 5705,2 2722,94 2183,65 2148,29 Kecepatan arus bebas (km/jam) 42,42 40,93 39,41 38,22 37,27 38,63 37,14 33,79 33,14 DS (pada jam puncak) 0,20 0,21 0,21 0,22 0,23 0,22 0,46 0,58 0,59 V/C ratio 0,20 0,21 0,21 0,22 0,23 0,22 0,46 0,58 0,59

Keterangan: (Nilai V/C dihitung berdasarkan nilai arus lalulintas pada jam puncak) Alternatif 1 = sudut 00 untuk mobil penumpang dan sepeda motor Alternatif 2 = sudut 00 untuk mobil penumpang dan 300 untuk sepeda motor Alternatif 3 = sudut 00 untuk mobil penumpang dan 450 untuk sepeda motor Alternatif 4 = sudut 00 untuk mobil penumpang dan 600 untuk sepeda motor Alternatif 5 = sudut 00 untuk mobil penumpang dan 900 untuk sepeda motor Alternatif 6 = sudut 300 untuk mobil penumpang dan 00 untuk sepeda motor Alternatif 7 = sudut 300 untuk mobil penumpang dan 300 untuk sepeda motor Alternatif 8 = sudut 300 untuk mobil penumpang dan 450 untuk sepeda motor Alternatif 9 = sudut 450 untuk mobil penumpang dan 00 untuk sepeda motor Nilai kecepatan tempuh yang diambil saat jam puncak disajikan dalam Tabel 6 berikut. Tabel 6 Kecepatan Tempuh
Waktu Periode 1 jam 11.00-12.00 15.00-16.00 Waktu Tempuh (dtk) MC LV 8,49 7,05 8,64 7,84 Kecepatan (km/jam) MC LV 30,56 25,38 31,12 28,23

628

Simposium VIII FSTPT, Universitas Sriwijaya Palembang, 5-6 Desember 2005

Penataan Ruang Parkir Berdasarkan simulasi sudut parkir yang dilakukan, akhirnya dihasilkan kapasitas parkir pada beberapa alternatif sebagai berikut.

Tabel 7 Kapasitas Ruang Parkir
Alternatif Panjang Parkir yg Ada (m) 200 200 200 200 200 200 200 200 200 Mobil Penumpang Lebar Ruang Kapasitas Ruang Parkir Parkir Parkir Efektif (m) (m) (ruang) 6,7 2,5 30 5,84 3,9 34 4,82 5,13 41 3,5 6,24 57 2,5 7,1 80 5,84 3,9 34 5,84 3,9 34 5,84 3,9 34 5,37 5,13 37 Lebar Ruang Parkir (m) 3,20 2,85 2,41 1,85 1,30 3,2 2,85 2,41 3,2 Sepeda Motor Ruang Kapasitas Parkir Parkir Efektif (m) (ruang) 1,3 63 1,85 70 2,41 83 2,85 108 3,2 154 1,3 63 1,85 70 2,41 83 1,3 63 Lebar Jalan Efektif (m) 8 7,45 6,89 6,45 6,1 6,6 6,05 5,49 5,37

1 2 3 4 5 6 7 8 9

USULAN PENANGANAN MASALAH

Beberapa penanganan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut. 1. Kebijakan pengendalian perparkiran Penanganan yang kedua dapat dilakukan didasarkan pada hal-hal berikut. a. Pengaturan sudut parkir agar menghasilkan lebar efektif jalan yang besar. b. Tingkat manuver serta tingkat gangguan yang disebabkan oleh parkir. Tabel 8 Tingkat Manuver dan Daya Tampung pada Berbagai Sudut Parkir
Sudut Parkir 00 300 450 600 900 Waktu yg diperlukan untuk parkir (detik) 10,20 9,45 9,21 9,82 9,95 Tingkat Manuver ***** ** * *** **** Daya Tampung Parkir * ** *** **** *****

Keterangan: * = sangat kecil ** = kecil *** = sedang

629

Simposium VIII FSTPT, Universitas Sriwijaya Palembang, 5-6 Desember 2005

**** = besar ***** = sangat besar Tingkat manuver dan gangguan akibat kegiatan parkir yang tercantum dalam Tabel 8 menggunakan dasar kendaraan ringan dengan alasan bahwa kendaraan ringan merupakan salah satu penyebab terbesar kemacetan lalulintas. 2. Peningkatan peran dan pengadaaan juru parkir di setiap lokasi parkir 3. Pemerataan permintaan parkir Berdasarkan alternatif-alternatif yang disarankan, pemilihan konfigurasi sebagai solusi mengikuti pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut. a. Lebar jalan yang dihasilkan lebih besar dari kondisi lapangan saat ini. b. Kapasitas arus lalulintas lebih tinggi daripada kondisi lapangan saat ini c. Kecepatan arus bebas untuk kendaraan ringan besar d. Kapasitas untuk ruang parkir efektif e. Tingkat gangguan dan manuver gerakan parkir terhadap arus lalulintas kecil Dari pertimbangan-pertimbangan tersebut, akhirnya dipilih konfigurasi parkir pada alternatif 7 dengan sudut 300 untuk mobil dan sepeda motor. Perubahan sudut parkir dari keadaan semula menjadi konfigurasi yang ditawarkan dari hasil simulasi parkir tentunya menyebabkan pengurangan kapasitas parkir. Keadaan tersebut menjadi masalah bagi pengguna fasilitas parkir, oleh karena itu diusulkan pemerataan parkir ke daerah sekitar yang masih memiliki ruangan yang cukup sehingga bisa dipergunakan untuk parkir kendaraan.

Gambar 1 Konfigurasi Parkir Pilihan

630

Simposium VIII FSTPT, Universitas Sriwijaya Palembang, 5-6 Desember 2005

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data untuk karakteristik parkir, indikator kinerja jalan dan optimasi parkir yang dilakukan dengan objek penelitian ruas Jalan Dr. Radjiman dapat disimpulkan sebagai berikut. 1. Karakteristik parkir Karakteristik parkir meliputi berikut. a. Akumulasi parkir terbesar untuk mobil penumpang sebesar 222 kendaraan yang terjadi pada pukul 10.00-13.00 WIB. Sedangkan untuk sepeda motor akumulasi terbesar adalah 133 kendaraan terjadi pada pukul 10.00-13.00 WIB. b. Durasi parkir terbesar untuk mobil penumpang adalah 134 menit dan 277 menit untuk sepeda motor. Sedangkan durasi rata-rata terbesar untuk mobil penumpang adalah 51,5 menit dan untuk sepeda motor sebesar 38,52 menit. c. Indeks parkir terbesar untuk mobil penumpang adalah 155,172 % dan untuk sepeda motor sebesar 145,098 %. d. Turnover parkir terbesar untuk mobil penumpang adalah sebesar 3,759 dan untuk sepeda motor adalah 2,810. e. Kebutuhan Ruang Parkir untuk mobil penumpang adalah 82,4 yang dibulatkan menjadi 82 ruang, sedangkan untuk KRP untuk sepeda motor sebesar 125,93 yang dibulatkan menjadi 125 ruang. 2. Indikator kinerja jalan Indikasi penilaian kinerja jalan meliputi berikut. a. Kapasitas lalulintas terbesar adalah 1591,33 smp/jam yang dihasilkan pada konfigurasi sudut parkir 00 (alternatif 1) untuk kedua jenis kendaraan parkir (sepeda motor dan mobil penumpang). b. Arus lalulintas terbesar adalah 1264,15 smp/jam. c. Derajat kejenuhan (DS) terbesar 0,93 pada saat arus terbesar 1264,15 smp/jam yang dihasilkan oleh alternatif 1 konfigurasi sudut parkir 00 untuk mobil penumpang dan sepeda motor. d. Kecepatan arus bebas terbesar yaitu 43,32 km/jam yang terjadi pada konfigurasi sudut parkir 00 untuk mobil penumpang dan sepeda motor.

631

Simposium VIII FSTPT, Universitas Sriwijaya Palembang, 5-6 Desember 2005

e. Kecepatan tempuh kendaraan ringan dari hasil pengamatan yang terbesar adalah 28,23 km/jam dan untuk jenis kendaraan sepeda motor sebesar 31,12 km/jam. 3. Penataan ruang parkir Prinsip penataan ulang ruang parkir adalah meningkatkan kinerja jalan adalah memaksimalkan lebar efektif jalan agar kapasitas lalulintas dapat tertampung. Dari hasil simulasi berbagai sudut parkir dihasilkan 9 alternatif konfigurasi parkir dengan rincian sebagai berikut. a. Alternatif 1 dengan lebar efektif jalan 8 m, kapasitas jalan 6365,30 smp/jam, derajat kejenuhan saat arus jam puncak 0,2 dan kecepatan arus bebas sebesar 42,42 km/jam. b. Alternatif 2 dengan lebar efektif jalan 7,45 m, kapasitas jalan 6105,98 smp/jam, derajat kejenuhan saat arus jam puncak 0,21 dan kecepatan arus bebas sebesar 38,49 km/jam. c. Alternatif 3 dengan lebar efektif jalan 6,89 m, kapasitas jalan 6076,51 smp/jam, derajat kejenuhan saat arus jam puncak 0,21 dan kecepatan arus bebas sebesar 39,41 km/jam. d. Alternatif 4 dengan lebar efektif jalan 6,45 m, kapasitas jalan 5634,47 smp/jam, derajat kejenuhan saat arus jam puncak 0,22 dan kecepatan arus bebas sebesar 38,22 km/jam. e. Alternatif 5 dengan lebar efektif jalan 6,1 m, kapasitas jalan 5469,45 smp/jam, derajat kejenuhan saat arus jam puncak 0,23 dan kecepatan arus bebas sebesar 37,27 km/jam. f. Alternatif 6 dengan lebar efektif jalan 6,6 m, kapasitas jalan 5705,20 smp/jam, derajat kejenuhan saat arus jam puncak 0,22 dan kecepatan arus bebas sebesar 38,63 km/jam. g. Alternatif 7 dengan lebar efektif jalan 6,05 m, kapasitas jalan 2722,94 smp/jam, derajat kejenuhan saat arus jam puncak 0,46 dan kecepatan arus bebas sebesar 37,14 km/jam. h. Alternatif 8 dengan lebar efektif jalan 5,49 m, kapasitas jalan 2183,65 smp/jam, derajat kejenuhan saat arus jam puncak 0,58 dan kecepatan arus bebas sebesar 33,79 i. Alternatif 9 dengan lebar efektif jalan 5,37 m, kapasitas jalan 2148,29 smp/jam, derajat kejenuhan saat arus jam puncak 0,59 dan kecepatan arus bebas sebesar 33,14 km/jam. Dari pertimbangan-pertimbangan tersebut, akhirnya dipilih konfigurasi parkir dengan sudut 30 untuk mobil dan 300 untuk sepeda motor.
0

Saran 1. Perlu adanya pengendalian kegiatan parkir di depan kawasan pertokoan pada agar arus lalulintas yang melewati ruas jalan tersebut tidak terganggu. 2. Untuk hasil penelitian yang lebih akurat, perlu penambahan lama survai. 3. Dalam pengambilan data sebaiknya dilakukan secara teliti agar lebih valid.

632

Simposium VIII FSTPT, Universitas Sriwijaya Palembang, 5-6 Desember 2005

DAFTAR PUSTAKA

Chairani, 2003, Manajemen Ruas Jalan dan Jaringan Jalan Daerah CBD Kota Surakarta, Tesis, Program Pasca Sarjana, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Direktorat Jendral Perhubungan Darat, 1996, Pedoman Teknis Pnyelenggaraan Fasilitas Parkir, Departemen Perhubungan Jakarta Direktorat Jendral Perhubungan Darat, 1998, Pedoman Perencanaan dan Pengoperasian Fasilitas Parkir, Direktorat Bina Sistem lalu Lintas Angkutan Kota, Direktorat Perhubungan, Jakarta Hobbs, F.D., 1995, Perencanaan dan Teknik Lalulintas Angkutan Kota (terjemahan), Gadjah Mada Press, Yogyakarta Morlock, E.K., 1988, Pengantar Teknik dan Perencanaan Transportasi (terjemahan), Erlangga, Jakarta Munawar, Ahmad, 2004, Manajemen Lalulintas Perkotaan, Beta Offset, Yogyakarta.

Nicholson, W., 1991, Teori Mikroekonomi, Binarupa Aksara, Jakarta, Indonesia

Ratnanto, G.W., 2002, Kajian Kinerja Ruas Jalan Yogyakarta-Piyungan dan Penanganannya, Tugas Akhir S1, Teknik Sipil, UGM Subagyo.,dkk.,1999, Dasar-dasar Operations Research, Edisi Kedua, BPFE, Yogyakarta

Tamin, O.Z., 2000, Perencanaan dan Pemodelan Transportasi, Institut Teknologi Bandung

Wells, G.R., 1969, Traffic Engineering Introduction, Griffin, London

Yamit, Z., 1999, Manajemen Kuantitatif untuk Bisnis (Operations Research), Edisi Pertama, BPFE, Yogyakarta

633

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->