P. 1
STREPTASE

STREPTASE

|Views: 541|Likes:
Published by azharyekaputra
Onko
Onko

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: azharyekaputra on Jul 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/23/2015

pdf

text

original

PEMBERIAN STREPTASE

I. PENDAHULUAN Penatalaksaan penderita dengan nyeri dada masih merupakan suatu pekerjaan yang memerlukan perhatian khusus, mengingat tidak semua keluhan tersebut menunjukkan gejala yang khas. Keluhan nyeri dada seringkali dikonotasikan dengan serangan jantung, walaupun mungkin banyak benarnya tetapi harus diingat bahwa lebih dari 40% nyeri dada tersebut bukan merupakan serangan jantung atau sindron koroner akut SKA. Sebaliknya jumlah penderita yang dipulangkan kaarena didiagnosa bukan SKA, kira-kira 10% dengan segala resiko yang harus diderita pasien. Diperlukan pengetahuan untuk triage bagi para penderita dengan sakit dada apakah mereka termasuk ke dalam kategori SKA atau bukan. Sindrom Koroner Akut (SKA) merupakan suatu keadaan gawat jantung dengan gambaran klinis yang bervaariasi, dimulai dengan nyeri dada sebagai gambaran angina tidak stabil sampai infark miokard akut (IMA). Sindrom Koroner Akut (SKA) adalah suatu sindroma yang disebabkan oleh erosi dan rupture plak ateroma pada penderita aterosklerosis koroner. Rupture plak ateroskleerotik akan memaparkan jaringan subendotel yang trombogenik pada sirkulasi darah dan kemudian membentuk thrombus yang kaya dengan fibrin dan platelet. Platelet akan melepaskan substansi yang bersifat vasokonstriktif yang akan memperberat obstruksi. Keadaan ini menyebabkan ketidakseimbangan antara pasokan dan kebutuhan oksigen miokard, hingga menimbulkan keadaan dari iskhemik sampai nekrosis miokard, tergantung derajat oklusinya. Manifestasi klinik penderita SKA dapat berupa : Angina Pektoris tidak Stabil (APTS), Infark Miokard tanpa gelombang Q (Non Q MI) dan Infark Miokard Gelombang Q

PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com

Penderita dengan depresi segment SST akan berkembang menjadi APTS dan Non QMI atau Non ST Elevasi Infark Miokard (NSTEMI). Pada umumnya IMA didasari oleh adanya aterosklerosis pembuluh darah koroner. menjadi komplet dan irreversible dalam 3-4 jam. Nekrosis miokard akut hampir selalu terjadi akibat penyumbatan total arteri koronaria oleh thrombus yang terbentuk pada plaque aterosklerosis yang tidak stabil. hipertensi dan diabetes serta berhenti merokok. Secara morfoligis IMA dapat transmural atau subendokardial. sasarannya adalah menyembuhkan lesi dengan menghindari faktor resiko dan pengobatan hiperkolesterolemia. Presentasi EKG meliputi : elevasi segment ST infark. Penderita dengan elevasi segmen ST sebagian besar akan menjadi Q MI. nekrosis hanya terjadi pada bagian dalam dinding ventrikel dan umumnya berupa bercak-bercak dan tidak kunfluens seperti IMA transmural. Tujuan obyektif pengobatan SKA adalah menstabilkan plak.(Q MI). Pada IMA elevasi gelombang ST. depresi segmen ST dan gelombang T atau EKG normal. IMA transmural menganai seluruh dinding miokard dan terjadi pada daerah distribusi suatu arteri koroner. PDF created with pdfFactory Pro trial version www.com . sasaran pengobatan adalah menstabilkan atau mem”pasif”kan lesi trombolitik yang aktif dalam periode beberapa jam sampai beberapa hari.pdffactory. Kerusakan miokard terjadi dari endokardium ke epikardium. Sebaliknya IMA subendokardial. Kemudian setelah dalam periode beberapa bulan sampai beberapa tahun. juga sering mengikuti ruptur plaque pada arteri koroner dengan stenosis ringan (50%-60%). obyektif pengobatan dalam menit sampai jam-jam pertama adalah membukaa arteri sehingga terjaadi reperfusi. sebagai usaha mengurangi terjadinya rupture plak koroner. Pada pasien APTS dan IMA non elevasi segmen ST. Infark Miokard Akut (IMA). adalah nekrosis miokard akibat aliran darah ke otot jantung terganggu.

APSAC) harus sudah dimulai dalam waktu 30 menit sejak pasien mulai diperiksa. daerah miokard setempat akan memperlihatkan penonjolan sistolik (Diskenesia) dengan akibat penurunan ejection fraction.pdffactory. rtPA. ditekan. Streptase bisa diberikan intrakoroner. Pengobatan dengan obat trombolitik sebagai salah satu usaha reperfusi (Streptase. Kadar total enzymenzym ini mencerminkan luas IMA. cirinya plasminogen fibrin dan cepatnya lisis dan non selektive fibrin. Takikardi.Segera setelah terjadi IMA. dan hipotensi ditemukan pada kasus yang relatif lebih berat. Nyeri dapat menjalar ke lengan (umumnya) kiri. enzym-enzym intrasel ini dikeluarkan ke dalam aliran darah. panas. isi sekuncup (SV) dan peningkatan volume akhir sistolik dan diastolic ventrikel kiri. Keluhan yang khas ialah nyeri dada retrosternal.com . leher. dingin. Pengobatan trombolitik memberi hasil yang baik bila diberikan dalam jangka waktu 6 jam pertama setelah serangan. kulit yang pucat. dicirikan dengan adanya PDF created with pdfFactory Pro trial version www. atau ditindih benda berat. bahu. Pada IMA non Q tidak ada gelombang Q patologis. AGEN TROMBOLITIK Agen Trombolitik dapat dibagi dalam 2 kategori mayor yaitu selektive fibrin. II. Peningkatan kadar enzym atau isoenzym merupakan indikator spesifik IMA. hanya dijumpai depresi segmen ST dan inversi simetrik gelombang T. tetapi yang lebih luas pemakaiannya adalah intravena. Paa IMA. rahang bahkan ke punggung dan epigastrium. Pada IMA dengan gelombang Q mula-mula terjadi elevasi segmen ST yang konveks pada hantaran yang mencerminkan daerah IMA. ditusuk. seperti diremas-remas.

Yang umum digunakan untuk IV dalam AMI adalah Streptokinase dan APSAC. Sedangkan APSAC 30 unit dalam 2-5 menit.5 juta unit dalam 1 jam.chain urokinase plasminogen aktivator (scu-PA atau prourokinase). Obat antiplatelet bermanfaat untuk mengurangi luas infark dn komplikasi yang banyak digunakan adalah aspirin dengan dosis 160-325 mg dimulai 30 hari. rt_PA diberikan 100 mg dalam 90 menit. lambatnya lisis dan panjangnya lisis ke arah sistemik. Kompleks ini mempunyai aktivitas plasminogen aktivator dan keduanya yaitu plasma dan trombus mengaktifkan enzym plasma. Non selektive terdiri dari streptokinase (SK). Didapatkan indikasi untuk IV trombolitik adalah nyeri dada MI yang disertai ST elevasi dalam 12 lead atau adanya LBBB baru.pdffactory.com .fibrigenolisis dan plasminogenolisis yang sistemik. Perubahan koagulasi protein (khususnya fibrinogen) menjadikan plasma disebut “proteolytic state” seperti fibrin menjadi trombus atau plak hemostatik. recombinant tissue-type plasminogen aktivator (alteplase [generic] activase rt-PA). Reperfusi juga dapat dilakukan dengan angioplasty koroner primer atau operasi pintas koroner. Dosis Streptase IV 1. dan urokinase (UK). PDF created with pdfFactory Pro trial version www. Streptokinase adalah “derived” dari Lancefield group C streptokokus ß – hemolitikus dan aktif dalam sistem fibrinolitik secara indirect yang dikombinasikan dalam plasminogen dalam bentuk komplek aktivator. selanjutnya 160-325 mg tiap hari atau tiap 2 hari. recombinannya (reteplase. Fibrin selektive terdiri dari t-PA (tissue-type-plasminogen aktivator). Plasminogen streptokinase aktivator complex (APSAC).r-PA) dan single.

III. dua atau lebih dalam lead tersebut. 2. Secara umum. PDF created with pdfFactory Pro trial version www. Sedang beberapa kontraindikasi yang dapat diubah. 1. 2. pasien dengan CVA.1mV dalam dua atau lebih lead. Pasien dengan tekanan darah lebih dari 180 mmHg (sistolik) Atau 110 mmHg (diastolik) yang diasosiasikan resiko tinggi AMI.REKOMENDASI PEMBERIAN TROMBOLITIK TERAPI DI DALAM IMA PASIEN TANPA KONTRAINDIKASI UNTUK DILAKUKAN TROMBOLITIK. dalam trombolisis dititikberatkan pada keuntungan terapi trombolisis pada pasien AMI. Pasien dengan BBB dan riwayat AMI 1. Pasien hanya dengan ST depresi. Pasien dengan adanya ST elevasi dan ischemik. Waktu terapi Kurang dari12 jam Kurang dari12 jam 12 sampai 24 jam III Tidak diindikasikan Lebih dari 24 jam Investigasi umum dari nyeri trombolitik dalam AMI yaitu resiko perdarahan. Pasien adanya ST elevasi di lebih dari 0.pdffactory. pasien yang menerima resusitasi jantung paru dan pasien lebih dari 75 tahun. pasien dengan hipertensi severe.1 mV pada sekurang-kurangnya 2 sandapan “contigous” atau adanya LBBB baru. Kelas I Berguna dan efektif Iia Kemungkinan berguna dan efektif Iib Dapat mungkin berguna dan efektif 1. 1.1mV dalam satu dua lead. resiko tidak terkontrolnya perdarahan. 2.com . INDIKASI 1) Usia kurang dari 75 tahun 2) Dalam 12 jam sejak mulainya sakit dada khas infark 3) Elevasi segmen precordial > 0. batas usia dan hipertensi.1 mV. Pasien kurang dari 75 tahun Dengan ST elevasi lebih dari 0. Pasien usia lebih dari 75 tahun dengan adanya ST elevasi lebih dari 0.

5) Tusukan vascular yang tidak dapat dikompresi.com . 10) Riwayat hipertensi severe khronis. 7) Pemberian Streptokinase atau anistreptase (khususnya antara 5 hari – 2 tahun) atau riwayat alergi sebelumnya. termasuk trauma kepala atau CPR yang traumatic atau berkepanjangan ( > 10 menit) atau operasi besar ( 3 minggu).pdffactory. KONTRA INDIKASI a. 4) Curiga diseksi aorta. 4) Trauma baru (dalam 2-4 minggu). Mutlak : 1) Riwayat stroke perdarahan tanpa melihat kapan terjadinya : stroke lainnya atau kejadian cerebrovaskuler dalam 1 tahun terakhir. b. diathesis perdarahan yang diketahui. 9) Ulkus peptikum aktif. PDF created with pdfFactory Pro trial version www.IV. 3) Perdarahan internal aktif (tidak termasuk menstruasi). Kontra relatif/hati-hati 1) Hipertensi severe tidak terkontrol sewaktu masuk (TD > 180/110 mmHg). 6) Perdarahan internal baru ( dalam 2-4 minggu). 2) Riwayat kejadian cerebrovask sebelumnya atau kelainan intracerebral lainnya yang tidak tercantum dalam indikasi kontra. 8) Kehamilan. 2) Neoplasma intracranial. 3) Sedang dalam dosis antikoagulan (INR > 2-3 ).

Kemudahan dalam puncak plasma level dalam otot miokard yaitu enzym CKMB. trombolotik/fibrinolitik dan antiplatelet.com . TERAPI ANTITROMBOTIK. ANTIKOAGULAN Antikoagulan yang paling sering dipakai adalah SKA adalah heparin (unfractional heparin. penurunan produk dan “site acces”.PA merupakan trombolisis yang cepat dalam reperfusi tetapi frekuensi stroke hemoragiknya lebih tinggi dari SK. 1. berikatan dengan antitrombin III suatu a globulin plasma yang merupakan PDF created with pdfFactory Pro trial version www. t. Tujuan terapi antitrombotik pada SKA adalah untuk menghambat pembentukan dan penyebaran thrombus (clot formation) serta melisiskannya. Termasuk obat-obat anti trombotik adalah : antikoagolan.pdffactory. UFH). V. Pada IMA dengan gelombang Q terjadi total oklusi koroner dengan thrombus yang lebih banyak mengandung fibrin disebut “red thrombus”. Thrombus terdiri daari fibrin dan platelet. Heparin menghambat pembentukan trombin dari protrombin secara tidak langsung.Perdarahan adalah komplikasi serius dari trombolisis terapi dan berhubungan dengan disolusi protektive vaskuler trombus sebaik koagulasi darah dari sirkulasi fibrin. Trombosis intrakoroner memegang peranan penting pada SKA. Pada APTS dan IMA non gelombang Q masih terdapat aliran yang terbatas melalui thrombus yang kaya akan platelet atau “white thrombus”. Pemilihan agent trombolitik sebagai dasar dalam pertimbangan efek dan efektifitasnya.

TROMBIN INHIBITOR LANGSUNG (HIRUDIN). Dosis yang diberikan umumnya 60 sampai 75 u/kgBB bolus. TROMBOLITIK/FIBRINOLITIK. Terdapat 3 tipe trombi. Obat-obat fibrinolitik sangat bermanfaat pada jam-jam pertama penderita IMA dengan ST elevasi dimana trombusnya kaya dengan fibrin atau red thrombus. Namun dalam trial yang besar tidak memperlihatkan manfaat yang bermakna pemakaian hirudin dibandingkan dengan heparin.kofaktor heparin yang identik dengan antitrombin. Obaminogen actifator yang akan mengubah plasminogen menjadi plasmin yang akan melepaskan ikatan fibrin pada thrombus sehingga terjadi lisis neo-trombin. thrombus putih tersusun dari trombosit dan fibrin dan relatif sedikit eritrosit. Tipe kedua dari thrombus adalah deposit fibrin yang tersebar dalam pembuluh-pembuluh kecil (kapiler).pdffactory. Pemberian intrafenus heparin cepat menurunkan aktifitas trombin di plasma dan efeknya diukur dengan perpanjangan APPT. 3. lebih kurang 2 kali normal (kontrol). kemudian dipertahankan dengan dosis 1000 – 1200 u/perjam. terutama pada daerah aliran darah cepat (arteri). Thrombus putih terbentuk pada tempat luka atau kelainan dinding pembuluh darah. Thrombus merah dapat terbentuk in vivo dalam daerah aliran darah lambat tanpa suatu kelainan pembuluh darah atau mungkin terbentuk pada tempat luka atau dinding PDF created with pdfFactory Pro trial version www. 2. Thrombus merah adalah tipe ketiga dari bekuan dan tersususn dari sel darah merah dan fibrin. Hirudin menghambat pembentukkan trombin dari protrombin secara langsung tanpa kofaktor antritrombin III baik yang berikatan dengan thrombus maupun yang bebas.com .

MANAJEMEN PRE DAN POST TROMBOLISIS Tujuan dari pasien AMI yaitu tercapainya reperfusi dengan cepat. 4. ANTIPLATELET Aspirin Aspirin acid menghambat cyclo-oxigenase 1 memblok pembentukan thromboxan 2. institusi harus mempunyai : 1.pdffactory. 3. institusi harus mempunyai pedoman. dengan demikian agregasi platelet melalui jalur ini diblok. Kemampuan untuk mengenal dini respon trombolitik. monitoring dan intervensi sebelum dan sesudah trombolisis. Dokter/ medical staff. chek list atau standar kerja untuk fasilitas dalam pemilikan pasien dan hubungannya dengan terapi trombilitik. 6. Minimal. Permulaan pembentukan bekuan sehingga respon terhadap jaringan yang luka dilakukan oleh jalan ekstrinsik pembekuan. Tempat menyimpan. Kriteria pasien yang diindikasikan. PDF created with pdfFactory Pro trial version www. 4.pembuluh darah abnormal berhubungan dengan pembentukan sumbatan trombosit. 2. Fibrinolitik tidak direkomendasikan pada penderita dengan APTS dan IMA non elevasi segmen ST.com . Parameter. Jenis trombolitik. 5. VI. yang pada akhirnya.

Sebelum trombilisis. EKG 12 lead diambil. Tekanan Darah. kaji riwayat dan lakukan pemeriksaan fisik untuk kepentingan indikasi trombolitik dan kejelasan dari karakteristik dan lamanya gejala. APTT. 160 mg atau 325 mg diberikan dengan obat trombolisis dan diteruskan tiap hari. Terapi dijelaskan kepada pasien dan indikasi trombolisis. PASIEN 1) Inform consent b. Indikasi kriteria AMI terdiri dari kenaikan lebih dari 0. Aspirin (Acetylsalicylic acid [ASA]). 2) Defibrilator / DC Shock 3) Emergency troly a) Obat-obatan PDF created with pdfFactory Pro trial version www. Morphine sulfat.pdffactory.com . Monitor EKG terus di lead yang jelas mengidentifikasi adanya ischemik kardial dan tanda-tanda awal aritmia yang menandakan adanya respon trombilisis seperti penyumbatan kembali. Heparin diberikan terus secara IV selama atau sesudah infus trombilisis dan menjaga maintenance APTT. Test laboratorium meliputi darah lengkap. atropine. lidokaine. ALAT 1) Monitor EKG dan perlengkapannya. Tambahan terapi seperti nitroglycerine IV. PERSIAPAN a.1 mV dari ST elevcsi di satu atau dua lead. atau ST depresi dengan gelombang R prominent dalam precordial lead di V2 dan V3 jika ada indikasi infark posterior. BBB baru. SL nitroglicerin mungkin diberikan untuk pertolongan pertama ischemik miokard. profil kimia. Nadi. dan ß bloker adrenergic mungkin diberikan. Saturasi. cardiac enzym.

Tanda vital tiap 5 menit 2. b) LDH. SGOT c) Profil lipid d) Darah rutin. Golongan darah.b) Intubasi set 4) Syringe pump 5) Obat-obatan a) Streptase : kabikinase. pembekuan darah 2) Radiology a) Foto thorax HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN : 1. Streptokinase b) D 5% 100 cc c) Spuit 10 cc d) NaCl 0. TENAGA 1) Dokter 2) Perawat Terlatih d. PENUNJANG DIAGNOSTIK 1) Laboratorium a) Cardiac enzim serial 8 jam meliputi CK. CKMB.9% 6) Pesawat EKG c.com . Perubahan EKG PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory. masa perdarahan.

Pasang infus satu lagi dengan IV kateter no. Sakit dada diatasi dengan Morphin Sulfat 2. Pasang jalan vena a. 8. loading cairan NaCl 0. EKG lengkap 1 jam setelah tindakan dan EKG lengkap serial tiap 8 jam. 7.5 – 5 mg atau Pethidin 25 – 50 mg IV. 2. lakukan posisi Tredelenberg. Dexamethasone 2 Ampul IV 4. Pasang infus dengan IV kateter no.5 juta unit dalam 100 cc D5% habis dalam 1 jam (100 tts/menit) atau menggunakan syringe pump. b.9% 100 – 250 cc.pdffactory. keluhan pasien 4. PELAKSANAAN 1. PDF created with pdfFactory Pro trial version www. Bila hipotensi. Tanda-tanda alergi 6. Jika TD menurun. Kesadaran pasien. Evaluasi TD tiap 5 menit. Periksa tanda vital tiap 15 menit. Pasang monitor EKG dan monitor TD. Tanda-tanda perdarahan VII. 5. Streptokinase 1. Adanya tanda-tanda syok selama tindakan 5. VIII. 3. 20 pada lengan kanan untuk mengambil darah atau memberikan obat lain dan hubungkan dengan cairan untuk persiapan emergensi. trombolitik dihentikan. PEMANTAUAN EVALUASI PASCA TINDAKAN 1. 22 pada lengan kiri untuk pengobatan trombolisis.3. 2.com . 6.

hentikan obat tromboliti dan heparin. Pantau APTT setiap 12 jam sekali selama infus heparin. 4. PUSTAKA 1. Pada SKA terjadi erosi dan rupture plak ateroma pada penderita aterosklerosis koroner serta akan terbentuk thrombus yang terdiri dari fibrin dan platelet. fibrinolitik dan antiplatelet berperanan menghambat pembentukan dan penyebaran thrombus serta membuat lisis thrombus. Pada perdarahan yang sedang atau berat. IX. Bila tekanan darah membaik.5 – 5 mg IV atau Pethidin 25 – 50 mg IV. 2003 PDF created with pdfFactory Pro trial version www. 5. EKG lengkap setiap 24 jam selama di ruang gawat intensif kardiovaskuler. 2. 6. dan kulit kemerahan mendadak (flushing) diatasi dengan Antihistamin dan steroid.pdffactory. KESIMPULAN 1. Obat-obatan antitrombitik yang meliputi antikoagulan. 7.9% untuk mengatasi hipovolemi relatif ini. RS Sardjito. Yogyakarta. Beri 100 – 250 cc NaCl 0.com .5 mg IV. beri Sulfas Atropin 0. Sakit dada diatasi dengan Morphin Sulfat 2. urtikaria.3. 8. Bila bradikardi. lanjutkan kembali obat trombolitik. Untuk mengetahui keberhasilan Streptase biasanya dilakukan cathetherisasi jantung. Pelatihan Kardiologi Dasar. bibir bengkak. Reaksi alergi seperti erupsi kulit. 3. 9. Pada IMA dengan elevasi segmen ST terjadi total oklusi koroner dengan thrombus yang lebih banyak mengandung fibrin (“white thrombus).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->