Model Pembelajaran(Project Based Learning) PRINSIP-PRINSIP PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK Sebagai sebuah model pembelajaran, menurut

Thomas (2000) dalam Wena (2009:145), pembelajaran berbasis proyek memiliki berbagai prinsip, yaitu:

a) Prinsip sentralistis (centrality) Prinsip ini menegaskan bahwa kerja proyek merupakan esensi dari kurikulum. Model ini merupakan pusat strategi pembelajaran, dimana siswa belajar konsep utama dari suatu pengetahuan melalui kerja proyek. Oleh karena itu, kerja proyek. Oleh karena itu, kerja proyek bukan merupakan praktik tambahan dan aplikasi praktis dari konsep yang sedang dipelajari, melainkan menjadi sentral kegiatan pembelajaran di kelas. Dengan demikian, kegiatan pembelajaran akan dapat dilaksanakan secara optimal. Dalam pembelajaran berbasis proyek, proyek adalah strategi pembelajaran; siswa mengalami dan belajar konsep-konsep inti suatu disiplin ilmu melalui proyek.

b) Prinsip pertanyaan pendorong/ penuntun (driving question) Kerja proyek berfokus pada “pertanyaan atau permasalahan” yang dapat mendorong siswa untuk berjuang memperoleh konsep atau prinsip utama suatu bidang tertentu. Kaitan antara pengetahuan konseptual dengan aktivitas nyata dapat ditemui melalui pengajuan pertanyaan (Blumenfeld, dkk., 1991) ataupun dengan cara memberikan masalah dalam bentuk definisi yang lemah (Stepien & Gallagher, 1993). Jadi dalam hal ini kerja sebagai external motivation yang mampu menggugah siswa (internal motivation) untuk menumbuhkan kemandiriannya dalam mengerjakan tugas-tugas pembelajaran (Clegg, 2001).

pemecahan masalah. yaitu bebas menentukan pilihannya sendiri. Dalam hal ini guru hanya berperan sebagai fasilitator dan motivator untuk mendorong tumbuhnya kemandirian siswa. dan resolusi. dan bertanggung jawab. Dalam hal ini guru harus mampu merancang suatu kerja proyek yang mampu menumbuhkan rasa ingin meneliti. lembar kerja siswa. rasa untuk berusaha memecahkan masalah. dalam kegiatan pembelajaran berbasis proyek ini harus tercakup proses transformasi dan konstruksi pengetahuan (Bereiter & Scardamalia. yang mengandung kegiatan inkuiri. Jika kegiatan utama dalam kerja proyek tidak menimbulkan masalah bagi siswa. Dalam investigasi memuat proses perancangan. pembangunan konsep. 2001). 2001).c) Prinsip investigasi konstruktif (contructive investigation) Merupakan proses yang mengarah pada pencapaian tujuan. bukan proyek dalam konteks pembelajaran berbasis proyek (Suhartadi. Oleh karena itu. Di samping itu. d) Prinsip otonomi (autonomy) Dalam Pembelajaran Berbasis Proyek dapat diartikan sebagai kemandirian siswa dalam melaksanakan proses pembelajaran. bekerja dengan minimal supervisi. penemuan masalah. 1999). penentuan jenis proyek haruslah dapat mendorong siswa untuk mengonstruksi pengetahuan sendiri untuk memecahkan persoalan yang dihadapinya. Oleh karena itu. e) Prinsip realistis (realism) . discovery. maka kerja proyek itu sekadar “latihan”. dan rasa ingin tahu yang tinggi. dan pembentukan model. atau permasalahan itu dapat dipecahkan oleh siswa memalui pengetahuan yang dimiliki sebelumnya. pembuatan keputusan. dan yang sejenisnya bukan merupakan aplikasi dari prinsip pembelajaran berbasis proyek (Suhartadi. petunjuk kerja praktikum.

pelanggan. (c) Melakukan inquiry dalam konteks masyarakat. (d) mencerminkan hubungan berbagai gagasan. Pembelajaran Berbasis Proyek harus dapat memberikan perasaan realistis kepada siswa. termasuk dalam memilih topik. Menetapkan konteks belajar. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PBL) Menurut Purnawan (2007) PBL dapat diterapkan untuk semua bidang studi. Implementasi model PBL mengikuti lima langkah utama. dan hal ini bisa dilakukan dengan mengajak siswa belajar pada dunia kerja yang sesungguhnya (Dryden & Vos. Kegiatan ini akan dapat meningkatkan motivasi. bukan yang dibuat-buat. guru harus mampu menggunakan dunia nyata sebagai sumber belajar bagi siswa. krativitas. (e) mengutamakan pemecahan masalah ill defined. sebagai berikut : . (2) . (1) Menetapkan tema proyek. tantangan yang dibuat-buat. 2001). (c) mendeskripsikan masalah kompleks. Tema proyek hendaknya memenuhi indikator-indikator berikut: (a) memuat gagasan umum dan orisinil. Untuk itu. dan solusinya dapat diimplementasikan di lapangan. bukan seperti di sekolah (Suhartadi. (d) Siswa mampu mengelola waktu secara efektif dan efesien. guru harus mampu merancang proses pembelajaran yang nyata. dan tantangan nyata. 2001). sekaligus kemandirian siswa dalam pembelajaran. kolaborasi kerja.Proyek merupakan sesuatu yang nyata. (b) penting dan menarik. produk. tugas dan peran konteks kerja. Konteks belajar hendaknya memenuhi indikatorindikator berikut: (a) Pertanyaanpertanyaan proyek mempersoalkan masalah dunia nyata. maupun standar produknya Gordon (1998) membedakan antara tantangan akademis. (b) mengutamakan otonomi siswa. Jadi. Pembelajaran Berbasis Proyek mengandung tantangan yang berfokus pada permasalahan yang autentik (bukan simulasi). (f) Mensimulasikan kerja secara professional. (e) Siswa belajar penuh dengan kontrol diri.

Penerapan aktivitas-aktivitas untuk menyelesaikan proyek. (3) observasi. (e) mengklasifikasi hasil terbaik. Pengalaman belajar terkait dengan merencanakan proyek adalah sebagai berikut: (a) membaca. (5) mengunjungi obyek yang berkaitan dengan proyek. (6)akses internet.(3) Merencanakan aktivitas-aktivitas. sementara teman-temannya mendengarkan. secara rinci peran fasilitator adalah sebagai berikut: Mengajar kelompok dan menciptakan suasana yang nyaman. Memproses aktivitas-aktivitas. adalah: (a) mencoba mengerjakan proyek berdasarkan sketsa. d. (3) menghitung . c. Memastikan bahwa sebelum mulai setiap kelompok telah memiliki seorang anggota yang bertugas membaca materi. agar tidak ada tahapan dalam proses belajar yang dilewati atau diabaikan dan agar tiap tahapan dilakukan dalam urutan yang tepat. (c) mengevaluasi hasil yang telah diperoleh. Indikator-indikator memeroses aktivitas meliputi antara lain: (a) membuat sketsa. (d) men-generate. Memberikan materi atau informasi pada saat yang tepat. (b) meneliti. dan seorang anggota yang bertugas mencatat informasi yang penting sepanjang jalannya diskusi. serta mengajar agar proses belajar terus berlangsung. (b) menguji langkah-langkah yang telah dikerjakan dan hasil yang diperoleh. a. . (4) (5) PERAN GURU DAN SISWA PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK PERANAN GURU Menurut Waras Khamdi. (4) merevisi hasil yang telah diperoleh. b. f. (4) wawncara (5) merekam. selama berlangsungnya proses pembelajaran berbasiskan proyek pelajar akan mendapat bimbingan dari narasumber atau fasilitator. Memastikan bahwa setiap sesi diskusi kelompok diakhiri dengan selfevaluation Menjaga agar kelompok terus memusatkan perhatian pada pencapaian tujuan. sesuai dengan perkembangan kelompok. Memonitor jalannya diskusi dan membuat catatan tentang berbagai masalah yang muncul dalam proses belajar. (e) mengembangkan prototipe. (b) melukiskan analisa. Langkah-langkha yang dilakukan. (d) melakukan daur ulang proyek yang lain. e.

Guru juga melaporkan pengembangan dalam kehadiran dan berkurangnya keterlambatan. Mengevaluasi penerapan pembelajaran berbasis proyek yang telah dilakukan PERANAN SISWA Menggunakan kemampuan bertanya dan berpikir Melakukan riset sederhana Mempelajari ide dan konsep baru Belajar mengatur waktu dengan baik Melakukan kegiatan belajar sendiri/kelompok Mengaplikasikanhasil belajar lewat tindakan elakukan interaksi sosial (wawancara. Siswa melaporkan bahwa belajar dalam proyek lebih fun daripada komponen kurikulum yang lain. sudut pandang dan lain. pengajar perlu memastikan bahwa setiap pelajar terlibat dalam proses kelompok dan berbagai pemikiran dan pandangan. j. Mengevaluasi kegiatan belajar pelajar. termasuk partisipasinya dalam proses kelompok. i. penjelasan. f. Membimbing proses belajar pelajar dengan mengajukan pertanyaan yang tepat pada saat yang tepat.g. yang lebih mendalam tentang berbagai konsep. Meningkatkan motivasi. berusaha keras dalam mencapai proyek. Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah.observasi. h. Menjaga motivasi pelajar dengan mempertahankan unsur tantangan dalam penyelesaian tugas dan juga mempertahankan untuk mendorong pelajaran keluar dari kesulitannya. terutama bagaimana guru menggunakan proyek dan persepsi mereka tentang bagaimana keberhasilannya. Laporan-laporan tertulis tentang proyek itu banyak yang mengatakan bahwa siswa suka tekun sampai kelewat batas waktu. Bielefeldt. d.dll) Kegiatan lebih banyak pada kerja kelompok KELEBIHAN DAN KELEMAHAN PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK KELEBIHAN Moursund. g. & Underwood (1997) meneliti sejumlah artikel tentang proyek di kelas yang dapat dipertimbangkan sebagai bahan testimonial terhadap guru. . c. 2.lain. b.ide. Penelitian pada pengembangan keterampilan kognitif tingkat tinggi siswa menekankan perlunya bagi siswa untuk a. h. Kelebihan dari Pembelajaran Berbasis Proyek adalah sebagai berikut: 1.survey. e.

Bagian dari menjadi siswa yang independen adalah bertanggungjawab untuk menyelesaikan tugas yang kompleks. Banyak instruktur yang merasa nyaman dengan kelas tradisional. dan bahwa siswa akan belajar lebih di dalam lingkungan kolaboratif (Vygotsky. Meningkatkan kolaborasi. Pentingnya kerja kelompok dalam proyek memerlukan siswa mengembangkan dan mempraktikkan keterampilan komunikasi ( Johnson & Johnson. pertukaran informasi online adalah aspek-aspek kolaboratif dari sebuah proyek. dan membuat alokasi waktu dan sumber-sumber lain seperti perlengkapan untuk menyelesaikan tugas. Meningkatkan keterampilan mengelola sumber. Teori-teori kognitif yang baru dan konstruktivistik menegaskan bahwa belajar adalah fenomena sosial. Membutuhkan biaya yang cukup banyak 4. Kelompok kerja kooperatif. Banyaknya peralatan yang harus disediakan. Pembelajaran Berbais Proyek yang diimplementasikan secara baik memberikan kepada siswa pembelajaran dan praktik dalam mengorganisasi proyek. 5. 3. 3. dimana instruktur memegang peran utama di kelas. 2. Memerlukan banyak waktu yang harus diselesaikan untuk menyelesaikan masalah. 1978. Kebanyakan permasalahan “dunia nyata” yang tidak terpisahkan dengan masalah kedisiplinan. 1989). untuk itu disarankan mengajarkan dengan cara melatih dan memfasilitasi peserta didik dalam menghadapi masalah. KELEMAHAN Adapun kelemahan dari pembelajaran berbasiskan proyek ini antara lain: 1. Davidov. evaluasi siswa. 4. 1995). Banyak sumber yang mendiskripsikan lingkungan belajar berbasis proyek membuat siswa menjadi lebih aktif dan berhasil memecahkan problem-problem yang kompleks. Cara Mengatasi Kelemahan .terlibat di dalam tugas-tugas pemecahan masalah dan perlunya untuk pembelajaran khusus pada bagaimana menemukan dan memecahkan masalah.

meminimalisir dan menyediakan peralatan yang sederhana yang terdapat lingkungan sekitar. menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga instruktur dan peserta didik merasa nyaman dalam proses pembelajaran. 4. memilih lokasi penelitian yang mudah dijangkau sehingga tidak membutuhkan banyak waktu dan biaya. 2. 3. seorang pendidik harus dapat mengatasi dengan cara: 1. 5. Memfasilitasi peserta didik dalam menghadapi masalah. membatasi waktu peserta didik dalam menyelesaikan proyek. .Untuk mengatasi kelemahan dari Pembelajaran Berbasis Proyek tersebut di atas.