www.hukumonline.

com

LAMPIRAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 129 TAHUN 2000 TANGGAL 13 DESEMBER 2000 TENTANG PERSYARATAN PEMBENTUKAN DAN KRITERIA PEMEKARAN, PENGHAPUSAN DAN PENGGABUNGAN DAERAH

CARA PENILAIAN PEMBENTUKAN, PEMEKARAN, PENGHAPUSAN DAN PENGGABUNGAN DAERAH I. PERSYARATAN/KRITERIA, INDIKATOR DAN SUB INDIKATOR 1. Pembentukan, Pemekaran, Penghapusan dan Penggabungan Daerah Otonom memerlukan penilaian dengan menggunakan Indikator tersedia; 2. Indikator tersedia terdiri dari 7 kriteria/syarat dengan 19 indikator dan 43 sub indikator, sub indikator dan indikator tersedia adalah seperti pada Tabel 1; 3. Indikator tersedia dikumpulkan dari sumber data Pemerintah Daerah dan instansi terkait dengan menggunakan daftar pertanyaan sesuai dengan indikator/sub indikator pada Tabel 1. TABEL 1: INDIKATOR TERSEDIA

www.hukumonline.com

000 penduduk 2. Sarana transportasi dan komunikasi www.hukumonline.com .000 penduduk 21. Rasio tenaga medis per 10. 2. Persentase rumah tangga yang mempunyai kendaraan bermotor roda 2.000 penduduk 15.000 penduduk Rasio Pasar per 10. Rasio sekolah SLTA per penduduk usia SLTA 13. 4. Rasio sekolah SLTP per penduduk usia SLTP 12. 4. Rasio kantor pos termasuk jasajasa per 10. 3. Rasio panjang jalan terhadap jumlah kendaraan bermotor 6. 7. 1.000 penduduk Rasio bukan Bank per 10.000 penduduk Rasio Kelompok pertokoan per 10. Syarat/kriteria Kemampuan Ekonomi 1. 5. Penerimaan Daerah sendiri 5.www. Persentase rumah tangga yang mempunyai kendaraan bermotor roda 4 atau lebih atau kapal motor 18. Lembaga Keuangan 6. Sub Indikator PDRB perkapita Pertumbuhan Ekonomi Kontribusi PDRB terhadap PDRB total Rasio penerimaan Daerah Sendiri terhadap Pengeluaran Rutin Rasio Penerimaan Daerah Sendiri terhadap PDRB Rasio Bank per 10. Sarana dan prasarana Ekonomi 8. Rasio sekolah SD per penduduk usia SD 11. Persentase pelanggan listrik terhadap jumlah rumah tangga 20. Persentase pelanggan telepon terhadap jumlah rumah tangga 19.000 penduduk 16. Sarana Pendidikan 10. Rasio fasilitas kesehatan per 10. Indikator Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 1. Rasio penduduk usia Perguruan Tinggi per penduduk 19 tahun ke atas 14. Potensi Daerah 3.com No. 9.hukumonline.3 atau perahu atau perahu motor 17. Sarana kesehatan 7. 2.

6. Tempat/Kegiatan Institusi Sosial 12.000 penduduk 30. Sarana Olahraga 4. Rasio gedung yang ada terhadap kebutuhan minimal gedung pemerintahan 41. Rasio fasilitas lapangan Olahraga per 10. Tingkat Partisipasi Angkatan kerja 27. Organisasi Kemasyarakatan 5.www. Rasio lahan yang ada terhadap kebutuhan minimal untuk sarana/prasarana pemerintahan 9.000 penduduk 33. Luas wilayah keseluruhan 38. Lain-lain 17. Rasio Pegawai Negeri Sipil terhadap penduduk 29. Rasio panti sosial per 10. Sosial Politik 13. Jumlah Obyek Wisata 25.com 8. Luas wilayah efektif yang dapat dimanfaatkan 39. Jumlah Hotel/Akomodasi lainnya 23.hukumonline. Jumlah Penduduk 36. Sosial Budaya 10. Rasio Sarana Peribadatan per 10. Jumlah penduduk Luas Daerah 15. Tempat Peribadatan 11.000 penduduk 40.com . Jumlah Organisasi Kemasyarakatan 35. Rasio jumlah penduduk urban terhadap jumlah penduduk* 37. Sarana Pariwisata 22.000 penduduk 32.000 penduduk 31.hukumonline. Rasio penduduk yang ikut pemilu terhadap penduduk yang mempunyai hak pilih 34. Angka kriminalitas per 10. Ketersediaan Sarana dan Prasarana Pemerintahan www. Rasio tempat pertunjukan seni per 10. Luas Daerah 7. Persentase pekerja yang berpendidikan minimal SLTA terhadap penduduk usia 18 tahun ke atas 26. Ketenagakerjaan 3. Persentase penduduk yang bekerja 28. Jumlah Penduduk 16. Jumlah Restoran/Rumah Makan 24. Keamanan dan ketertiban 18. Partisipasi Masyarakat dalam Berpolitik 14.

Rentang kendali 42.com .com 19.hukumonline. Rata-rata lama waktu perjalanan dari Kecamatan ke pusat Pemerintahan (ibukota Propinsi/ Kabupaten Induk) www. Rata-rata jarak Kecamatan ke pusat Pemerintahan (ibukota Propinsi/Kabupaten induk) 43.www.hukumonline.

hukumonline. Indikator yang dihitung untuk penyusunan indeks komposit penentuan Daerah Otonom harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : (1) data tersedia. Seluruh pengeluaran daerah untuk membiayai kegiatankegiatan rutin. yang biasanya dilengkapi dengan fasilitas rawat inap. Seluruh penerimaan daerah yang berasal dari pendapatan asli daerah. mantri Kesehatan/perawat. Sejumlah toko yang terdiri dari paling sedikit ada 10 toko dan mengelompok. (3) relevan.hukumonline. (2) mudah dihitung. bea perolehan hak atas tanah dan bangunan. meliputi Asuransi.com Keterangan: * khusus untuk pembentukan daerah otonom perkotaan.com . Persentase PDRB Kabupaten/Kota terhadap PDRB Propinsi dan atau persentase PDRB Propinsi terhadap PDB nasional. Prasarana fisik yang khusus dibangun untuk tempat pertemuan antara penjual dan pembeli barang dan jasa. Potensi fisik dan non fisik dari suatu daerah/wilayah seperti penduduk. dan Koperasi. DEFINISI INDIKATOR DAN SUB INDIKATOR Indikator/Sub Indikator Indikator Definisi Suatu parameter atau suatu nilai yang diturunkan dari parameter yang memberikan informasi tentang keadaan dari suatu fenomena/lingkungan/ wilayah. dan sejenisnya. Pegadaian. Dokter. (4) terukur. penerimaan dari sumber daya alam. dan klinik. sumber daya buatan dan sumber daya sosial. Dalam satu kelompok pertokoan bangunan fisiknya dapat lebih dari satu. berada di bawah pengawasan dokter/tenaga medis. Pertumbuhan nilai PDRB atas dasar harga konstan dari suatu periode/ tahun terhadap periode/tahun sebelumnya. Nilai PDRB atas dasar harga berlaku dibagi jumlah penduduk di suatu daerah. Jumlah nilai tambah bruto seluruh sektor kegiatan ekonomi yang terjadi/ muncul di suatu daerah pada periode tertentu. sumber daya alam. yang dapat memberikan pengobatan baik yang buka praktek maupun tidak. Tempat pemeriksaan dan perawatan kesehatan. bagian daerah dari penerimaan pajak bumi dan bangunan. Potensi Daerah PDRB PDRB per kapita Pertumbuhan Ekonomi Kontribusi PDRB Penerimaan daerah sendiri (PDS) Pengeluaran rutin Bank Non Bank Kelompok Pertokoan Pasar Fasilitas Kesehatan Tenaga medis www. biasanya aktivitasnya rutin dilakukan setiap hari. dan reliabel. potensi daerah yang dapat diukur saja (tangible) dimasukkan dalam indikator tersedia.www. II. dengan signifikansi dari indikator tersebut berhubungan secara langsung dengan nilai parameter. Badan usaha selain Bank. tidak termasuk bidan. Badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Untuk keperluan Otonomi Daerah.

www. bulu tangkis dan kolam renang). Bangunan yang digunakan sebagai tempat melakukan peribadatan sesuai dengan agama yang dianut. perahu/ jukung baik yang menggunakan tenaga penggerak motor tempel atau tidak. Tempat rekreasi yang mempunyai daya tarik secara alamiah maupun buatan manusia yang memberikan penerimaan baik langsung maupun tidak langsung bagi Pemerintah Daerah. penyimpanan dan penyajian.com . dan menjual makanan dan minuman bagi umum di tempat usahanya yang bertempat di sebagian atau seluruh bangunan permanen.hukumonline. Rumah tangga yang mempunyai sambungan telepon (yang dimiliki dan dikuasai oleh rumah tangga secara pribadi). Penduduk adalah semua orang yang berdomisili di suatu daerah selama 6 bulan atau lebih dan atau mereka yang berdomisili kurang dari 6 bulan tetapi bertujuan menetap. bola voli. Rumah tangga yang menggunakan listrik PLN dan non PLN sebagai alat penerangan rumah. Bangunan yang khusus disediakan bagi orang untuk dapat menginap/ istirahat memperoleh pelayanan. bajaj dan motor. kecuali untuk pertokoan dan perkantoran. Penduduk usia 18 tahun ke atas yang terlibat dalam kegiatan ekonomi. Tempat pelayanan pengiriman surat kartu pos. Mereka yang mengurus rumah tangga. dilengkapi peralatan dan perlengkapan proses pembuatan. 3 atau perahu atau perahu motor Kendaraan bermotor roda 4 atau lebih/kapal motor Pelanggan telepon Pelanggan listrik Kantor Pos Hotel/Akomodasi lainnya Alat untuk mengangkut orang seperti bemo. Perahu motor menggunakan motor penggerak dipasang tidak permanen. Tempat(fasilitas) yang digunakan untuk melakukan aktivitas olah raga baik di ruangan terbuka maupun ruangan tertutup (seperti lapangan sepak bola. Penduduk yang menggunakan hak pilihnya sesuai dengan UU Pemilu. Alat untuk mengangkut orang seperti mobil. pos wesel. termasuk bangunan lainnya yang menyatu. Termasuk di dalamnya Motel/Hostel/Losmen/Penginapan. warkat pos. Tempat penampungan anak yatim piatu (panti asuhan). yaitu penduduk yang bekerja dan mencari pekerjaan. paket dari satu tempat ke tempat lain. Perusahaan/usaha berbadan hukum yang menyajikan. bus/kapal yang menggunakan motor sebagai tenaga penggerak. Tempat (gedung) yang digunakan untuk melakukan pertunjukan kesenian termasuk di dalamnya galeri. dan panti cacat.hukumonline.com Kendaraan bermotor roda 2. dan lainnya. panti jompo/wreda. Restoran/Rumah Makan Obyek wisata Angkatan kerja Bukan angkatan kerja Sarana Peribadatan Tempat pertunjukan kesenian Panti Sosial Fasilitas lapangan olah raga Penduduk yang ikut Pemilu Organisasi Kemasyarakatan Jumlah penduduk www. Proses pembuatan dari bahan baku menjadi bahan jadi dilakukan di tempat usahanya. dan atau fasilitas lainnya dengan dipungut bayaran. sekolah. dikelola dan dimiliki oleh pihak yang sama. Organisasi masyarakat yang mempunyai tujuan tertentu di bidang sosial dan kemasyarakatan. motor dipasang secara permanen di dalamnya.

Luas daratan ditambah luas 4 mil laut dari pantai untuk Kabupaten/Kota atau 4 sampai dengan 12 mil laut dari pantai untuk Propinsi. www. Rata-rata Kecamatan dalam wilayah calon daerah otonomi ke pusat pemerintahan (ibukota propinsi/Kabupaten induk).com Penduduk urban Luas Daerah/Wilayah Keseluruhan Wilayah efektif yang dapat dimanfaatkan Gedung Pemerintahan Rentang kendali Penduduk yang bertempat tinggal di wilayah perkotaan.hukumonline. Gedung yang dipakai untuk aktivitas pemerintahan. dan rata-rata lama waktu perjalanan dari kecamatan dalam wilayah calon daerah otonom ke pusat pemerintahan (ibukota propinsi/kabupaten induk).www. Wilayah yang dapat dimanfaatkan untuk kawasan budi daya di luar kawasan lindung.com .hukumonline.

www.com III. RUMUS/CARA PENGHITUNGAN SUB INDIKATOR www.hukumonline.com .hukumonline.

000 penduduk 16.000. Rasio tenaga medis per 10. Jumlah penduduk usia 19-24 tahun dibagi jumlah penduduk usia 19 tahun ke atas. 8. 3.000 penduduk Rasio Pasar per 10. Jumlah rumah tangga yang mempunyai kendaraan bermotor roda 4 atau lebih atau kapal motor dibagi jumlah rumah tangga dikali 100. Rasio penduduk usia Perguruan Tinggi per penduduk 19 tahun ke atas 14. Rasio sekolah SD per penduduk usia SD 11. Jumlah pasar dibagi jumlah penduduk dikali 10.000. Rasio sekolah SLTP per penduduk usia SLTP 12. Jumlah sekolah SLTP dibagi jumlah penduduk usia 13-15 tahun. poliklinik baik negeri maupun swasta dibagi jumlah penduduk dikali 10.3 atau perahu atau perahu motor dibagi dengan jumlah rumah tangga dikali 100. rumah sakit bersalin.000 penduduk 5.com . Rasio fasilitas kesehatan per 10.com Nomor Sub Indikator 1. Rasio sekolah SLTA per penduduk usia SLTA 13. 7. 6. Nilai PDRB atas dasar harga berlaku suatu daerah dibagi PDRB nasional atas dasar harga berlaku dikalikan 100. Persentase rumah tangga yang mempunyai kendaraan bermotor roda 2. 2.000.000.000 penduduk Rasio bukan Bank per 10. 9. 3 atau perahu atau perahu motor 17. perawat. Jumlah sekolah SLTA dibagi jumlah penduduk usia 16-18 tahun. Jumlah sekolah SD dibagi jumlah penduduk usia 7-12 tahun. Persentase rumah tangga yang mempunyai kendaraan bermotor roda 4 atau lebih atau kapal motor Jumlah rumah sakit.000. 4. Kontribusi PDRB terhadap PDRB total Rasio penerimaan daerah sendiri terhadap pengeluaran rutin Rasio penerimaan sendiri terhadap PDRB Rasio Bank per 10. PDRB perkapita Pertumbuhan ekonomi Rumus/Cara Penghitungan Nilai PDRB atas dasar harga berlaku dibagi jumlah penduduk (Nilai besaran PDRB atas dasar harga konstan tahun ke-t dikurangi nilai PDRB atas dasar harga konstan tahun ke t-1 dibagi nilai PDRB atas dasar harga konstan tahun ke t-1 dikalikan 100) dikurangi 100. 10. Jumlah Penerimaan Daerah Sendiri dibagi PDRB.hukumonline. Jumlah rumah tangga yang mempunyai kendaraan bermotor roda 2.000 Jumlah bukan Bank dibagi jumlah penduduk dikali 10.hukumonline.000 penduduk Rasio kelompok pertokoan/toko per 10.www. Jumlah kelompok pertokoan/toko dibagi jumlah penduduk dikali 10. Jumlah dokter. dan mantri kesehatan dibagi jumlah penduduk dikali 10. Jumlah Penerimaan Daerah Sendiri dibagi jumlah pengeluaran rutin. Jumlah Bank dibagi jumlah penduduk dikali 10. www.000 penduduk 15.

000. gereja. Jumlah Obyek Wisata. Jumlah Kantor Pos dan sejenisnya dibagi jumlah penduduk dikali 10. Rasio Pegawai Negeri Sipil terhadap 10.com 18. Rasio panjang jalan terhadap jumlah kendaraan bermotor 22. Jumlah Hotel/Akomodasi lainnya 23. Persentase penduduk yang bekerja 28. pura.000. Jumlah penduduk seluruhnya.000.000 penduduk 32. Rasio Kantor Pos termasuk jasa-jasa per 10. Jumlah organisasi kemasyarakatan yang terdaftar. Jumlah penduduk usia yang mencoblos saat pemilu dibagi jumlah penduduk usia 17 tahun ke atas atau sudah kawin. Persentase pekerja yang berpendidikan minimal SLTA terhadap penduduk usia 18 tahun ke atas 26. Jumlah PNS Gol I/II/III/IV dibagi jumlah penduduk dikalikan 10. bola volly. Persentase pelanggan listrik terhadap jumlah rumah tangga 20. Persentase pelanggan telepon terhadap jumlah rumah tangga 19.000 Jumlah lapangan bulu tangkis. Jumlah panjang jalan dibagi jumlah kendaraan bermotor. Jumlah hotel/losmen/motel/hostel/penginapan lainnya Jumlah Restoran/Rumah Makan/Warung.000 penduduk 30. Rasio fasilitas lapangan olah raga per 10. vihara dibagi jumlah penduduk dikali 10.hukumonline.hukumonline. Jumlah tempat pertunjukan Seni dibagi jumlah penduduk dikali 10.000 Jumlah panti sosial dibagi jumlah penduduk dikali 10. Jumlah penduduk yang bekerja dibagi dengan jumlah angkatan kerja dikali 100. Rasio sarana Peribadatan per 10.000 Jumlah masjid. Jumlah Obyek Wisata 25. Jumlah Restoran/Rumah Makan 24.www.000 penduduk 31.com . Tingkat partisipasi angkatan kerja 27. Jumlah pekerja yang berpendidikan SLTA/Keatas dibagi jumlah penduduk usia 18 tahun dikali 100. Jumlah rumah tangga yang menggunakan listrik PLN dan Non PLN dibagi jumlah rumah tangga dikali 100. Rasio tempat pertunjukan Seni per 10.000 penduduk 21. Rasio panti sosial per 10. Jumlah Organisasi Kemasyarakatan 35. dan kolam renang dibagi jumlah penduduk dikali 10.000 penduduk 33.000 penduduk 29. www. Jumlah penduduk yang bekerja dan mencari pekerjaan dibagi dengan penduduk usia 18 tahun ke atas dikali 100. Jumlah Penduduk Jumlah rumah tangga pelanggan telepon dibagi jumlah rumah tangga dikali 100. Rasio Penduduk yang ikut Pemilu terhadap Penduduk yang mempunyai hak pilih 34. sepak bola.

Luas wilayah efektif yang dapat dimanfaatkan 39. Jumlah waktu perjalanan dari kecamatan ke pusat pemerintahan dibagi jumlah kecamatan. Jumlah luas daratan ditambah luas lautan. Rata-rata jarak kecamatan ke pusat pemerintahan (ibukota Propinsi/Kabupaten induk) 43. www.com 36. Luas wilayah keseluruhan 38. Angka kriminalitas per 10. Jumlah gedung yang ada dibagi jumlah gedung yang dibutuhkan.000. Rata-rata waktu perjalanan dari kecamatan ke pusat pemerintahan (ibukota Propinsi/Kabupaten induk) Jumlah penduduk yang tinggal di daerah perkotaan dibagi jumlah penduduk. Rasio gedung yang ada terhadap kebutuhan minimal gedung pemerintahan 41. Jumlah korban kriminalitas dibagi dengan jumlah penduduk dikali 10.www. Rasio lahan yang ada terhadap kebutuhan minimal untuk sarana/prasarana pemerintahan 42. Jumlah lahan yang ada dibagi dengan kebutuhan lahan minimal untuk sarana dan prasarana pemerintahan. Jumlah jarak dari kecamatan ke pusat pemerintahan dibagi jumlah kecamatan.hukumonline. Jumlah luas wilayah yang dapat digunakan untuk permukiman dan industri.hukumonline.com .000 penduduk 40. Rasio jumlah penduduk urban terhadap jumlah penduduk 37.

Metode B digunakan untuk Sub indikator nomor 4 sampai dengan 34. luas daerah adalah 15. sosial budaya adalah 10. dan skor di bawah rata-rata adalah 1 sampai dengan 4. 3. dan skor di bawah rata-rata adalah 1 sampai dengan 3. jumlah penduduk adalah 15. Suatu daerah dikatakan "Ditolak" menjadi daerah otonom apabila sebagian besar (lebih dari separuh) skor sub indikator bernilai 1. (2) Metode B (Metode Distribusi). Daerah-daerah yang diusulkan untuk dibentuk menjadi daerah otonom harus memenuhi persyaratan bahwa setiap skor sub indikator harus bernilai di atas skor rata-rata yaitu 4 sampai dengan 6. Metode A digunakan untuk Sub indikator nomor 1. yang berarti kesenjangan antar daerah semakin berkurang. METODE C (Metode Kuota) adalah metode yang menggunakan angka tertentu sebagai kuota penentuan skoring. 2. dan pertimbangan lain-lain adalah 5. 5. Pada Metode A skor 5 sampai dengan 6 adalah skor di atas rata-rata. 4. 3. Pada Metode B skor 4 sampai dengan 6 adalah skor di atas rata-rata.hukumonline. potensi daerah adalah 20. skor terendah adalah 1.com . dan (3) Metode C (Metode Kuota).www. 8. VI. 2. Semakin dekat dengan nilai rata-rata tertimbang keseluruhan daerah induknya semakin besar nilai skornya. 4. METODE PENILAIAN 1. Perhitungan skor dengan metode ini disesuaikan dengan kemencengan dan keruncingan kurva sebaran data. Total dari seluruh bobot adalah 100. Pada semua Metode. www. METODE A (Metode Rata-rata) adalah metode yang membandingkan besaran/nilai tiap daerah terhadap nilai rata-rata keseluruhan daerah. Sedangkan Metode C digunakan untuk Sub indikator nomor 35. dan 36 sampai dengan 43. BOBOT UNTUK SETIAP KRITERIA DAN INDIKATOR 1. misalnya semakin mendekati 150. Skor minimal kelulusan adalah jumlah sub indikator pada setiap kelompok syarat/kriteria dikali skor di atas rata-rata dikali bobot untuk setiap kelompok syarat/kriteria. 2 dan 3. V. Setiap kelompok syarat/kriteria mempunyai bobot yang berbeda-beda sesuai dengan perannya dalam pembentukan daerah otonom. 6. sosial politik adalah 10. 7. KRITERIA KELULUSAN 1.com IV. 2. 9.hukumonline.000 jiwa semakin tinggi nilai skornya. Metode ini ditetapkan pada data jumlah penduduk dan untuk daerah perkotaan saja. METODE B (Metode Distribusi) adalah metode rata-rata yang mempertimbangkan distribusi data. Setiap sub indikator mempunyai skor 1 untuk nilai terkecil dan skor 6 untuk nilai terbesar. VII. PEMBENTUKAN DAN PENGHAPUSAN DAERAH OTONOM 1. Bobot untuk kemampuan ekonomi adalah 25. Suatu daerah dikatakan "Lulus" menjadi daerah otonom apabila daerah induk maupun calon daerah yang akan dibentuk mempunyai total skor sama dengan atau lebih besar dari skor minimal kelulusan. Apabila sampai dengan waktu yang ditentukan tidak dapat memenuhi kriteria di atas skor rata-rata maka daerah tersebut dapat dihapus atau digabung dengan daerah lain. 2. Penilaian yang digunakan adalah sistem skoring yang terdiri dari 3 macam metode yaitu: (1) metode A (Metode Rata-rata).

com . dapat diusulkan untuk dihapus dan digabungkan dengan daerah lain apabila kinerja daerah tersebut tergolong di bawah standar minimal yaitu sebagian besar skor sub indikatornya bernilai 1 (satu). ABDURRAHMAN WAHID www. PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA.com 3.www. Daerah-daerah yang selama ini sudah otonom. Ttd.hukumonline.hukumonline.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful