P. 1
Menghitung Perubahan Biaya Bangunan Terhadap Waktu

Menghitung Perubahan Biaya Bangunan Terhadap Waktu

|Views: 5|Likes:
Published by ronit13

More info:

Published by: ronit13 on Jul 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/22/2014

pdf

text

original

Bagaimana Menghitung Perubahan Biaya Bangunan Terhadap Waktu?

Posted on April 22, 2011 by budisuanda

Biaya pelaksanaan suatu proyek akan berubah terhadap waktu. Hal ini dikarenakan adanya inflasi yang terjadi terhadap komponen biaya pembangunannya. Bagaimana menghitungnya? Dalam tulisan ini akan disampaikan pendekatan cara perhitungannya.

Biaya atau nilai pelaksanaan suatu proyek sangat tergantung dari waktu atau kapan proyek itu akan dilaksanakan. Faktor inflasi menyebabkan adanya perubahan tersebut. Menghitung besaran perubahannya tidaklah gampang, apalagi jika item pekerjaan pada proyek tersebut sangat banyak seperti proyek gedung. Sehingga perlu pendekatan agar perhitungan dapat dilakukan dengan praktis dan cukup akurat. Pada dasarnya perhitungan tersebut hampir sama dengan cara menghitung eskalasi proyek. Dalam menghitung eskalasi proyek, perhitungan dilakukan sangat detail sehingga akan menghabiskan waktu sangat lama untuk mendapatkan hasilnya. Dalam cara perhitungan yang diusulkan nanti, prinsip perhitungan hampir sama dengan perhitungan eskalasi, namun dengan cara yang jauh lebih sederhana.

Kegunaan Dapat digunakan untuk apa sajakah perhitungan itu? Di bawah ini beberapa kondisi yang dapat menggunakan perhitungan perubahan nilai pelaksanaan proyek: 1. Umumnya suatu proyek memiliki masa jeda antara perhitungan biaya oleh konsultan dan masa mulai pelaksanaan. Masa jeda tersebut pada dasarnya telah menyebabkan adanya faktor perubahan biaya yang seharusnya diperhitungkan. Misalnya, suatu proyek rumah sakit direncanakan akan dimulai pada bulan Agustus 2011. Tentunya proyek direncanakan design dan biayanya pada beberapa bulan (biasanya 4-12 bulan) sebelum proyek direncanakan untuk dimulai. Masa jeda tersebut telah menyebabkan biaya pelaksanaan telah berubah. Konsultan perencana dan Owner harus memperhitungkan perubahan biaya akibat adanya masa jeda tersebut. 2. Pada kontrak tahun tunggal pada proyek pemerintah atau kontrak proyek swasta yang tidak mengakomodir kenaikan harga, maka kontraktor harus mempertimbangkan suatu risk contegency atas adanya perubahan harga yang mungkin terjadi selama masa pelaksanaan. Risk contigency dapat dihitung dengan pendekatan cara perhitungan yang akan disampaikan. 3. Pada kontrak tahun jamak proyek pemerintah atau kontrak yang mengakomodir adanya kenaikan harga. Owner harus membuat suatu perkiraan sementara tambahan biaya yang akan dikeluarkan atau yang akan dianggarkan. Perkiraan tambahan biaya tersebut dapat menggunakan pendekatan cara perhitungan yang akan disampaikan.

Proses forecast / prediksi nilai indeks harga berdasarkan indeks resmi dari BPS dimana forecast dilakukan dengan membuat regresi atas setidaknya 24 data indeks harga bulanan. Nilai pekerjaan atau kontrak awal. 3. 4. Progres pekerjaan didistribusikan sesuai dengan bobot masing-masing kelompok pekerjaan struktur. Faktor ini pada dasarnya untuk mengatasi adanya satu atau beberapa item pekerjaan yang Contoh Perhitungan . Menentukan faktor tak terduga. Tapi ini tidak dapat berlaku secara umum karena akan sangat tergantung dengan lingkup dan jenis proyeknya. dan Prinsip Pendekatan Perhitungan Prinsip pendekatan perhitungan dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Sebaiknya dilakukan perhitungan komposisi porsi biaya pekerjaan proyek. lelang. waktu acuan adalah waktu pada saat dilakukan perhitungan. Indeks harga yang dijadikan acuan adalah indeks saat perhitungan dibuat. Perlu diperhatikan bahwa terjadinya kenaikan indeks harga yang tidak normal harus dihindari karena hal tersebut berlaku secara khusus yang perhitungan risiko kenaikannya juga dilakukan secara khusus. Perhitungan dilakukan secara bulanan. 2. durasi pelaksanaan. Faktor ini ditentukan berdasarkan informasi terakhir sebelum pemasukan penawaran yang berpotensi terjadi perubahan harga yang tidak wajar. Beberapa diantaranya adalah: 1. harganya berubah secara tidak wajar. Bagi konsultan. Di samping itu akan didapat pula rencana progres pekerjaan. Untuk pekerjaan konstruksi dapat menggunakan pendekatan di item konstruksi Indonesia. Hal ini agar hasil perubahan nilai pekerjaan dapat lebih akurat.40%. Tidak seluruh nilai pekerjaan yang kena inflasi. maka marjin kontraktor tidak perlu diperhitungkan. Time schedule mulai dari perencanaan. waktu acuan adalah 1 bulan atau 28 hari sebelum mengajukan penawaran. umumnya memiliki komposisi 25%.Data atau Asumsi yang Diperlukan Sebelum melakukan perhitungan. Data indeks harga BPS untuk item pekerjaan terkait. Pada proyek rumah sakit misalnya. maka perhitungan dilakukan untuk seluruh nilai pekerjaan. maupun M/E (tergantung lingkup pekerjaan). arsitektur.30%. Hal ini disebabkan karena inflasi berulang dalam durasi 12 bulan dan setidaknya data tersebut memiliki dua data berulang. Dari data ini akan dapat ditentukan masa jeda. 2. Biasanya proyek memiliki komposisi porsi biaya struktur. 5. Data ini sebagai dasar dalam melakukan perkiraan. Namun untuk menghitung perubahan nilai pekerjaan sepanjang durasi proyek. Perbedaan ini bisa jadi karena adanya item pengadaan alat kesehatan yang nilainya cukup besar. dan pelaksanaan proyek. Bagi kontraktor. Untuk perhitungan perubahan nilai pekerjaan atas masa jeda. 6. Dimana dianggap nilai yang tidak diperhitungkan adalah 10% marjin dan 5% overhead. Dalam perhitungan eskalasi malah disebutkan bahwa nilai perubahan nilai adalah 85% nilai kontrak. dan M/E sebesar 30%.30%. arsitektur. 3. diperlukan beberapa data dan asumsi yang memadai agar hasil perkiraan cukup akurat.50%.

Masa pelaksanaan adalah 11 bulan.Suatu proyek pemerintah dengan nilai kontrak Rp. tidak ada eskalasi harga untuk proyek dengan tahun tunggal. Rencana progres bulanan sesuai tabel dalam langkah 1. Data-data lainnya adalah sebagai berikut:     Komposisi porsi kelompok pekerjaan struktur.40%. 100 M. Direncanakan dimulai pada awal Januari 2012 dan lelang pada bulan Desember 2011.arsitektur. Langkah 1: Membuat tabel distribusi progres pekerjaan. Hasilnya dapat dilihat pada tabel berikut ini: .35%. Berikut hasil distribusinya. Distribusi dilakukan berdasarkan time schedule pekerjaan yang telah merinci progres pekerjaan struktur. Data distribusi progres pekerjaan Langkah 2: Menentukan pekerjaan yang diperhitungkan perubahan harganya. Tabel tersebut dibuat berdasarkan komposisi pekerjaan struktur. dan M/E. dan M/E. arsitektur. arsitektur. Sehingga kontraktor perlu memperhitungkan risiko kenaikan harga akibat inflasi karena dalam kontrak proyek pemerintah.M/E adalah 25%. Nilai kena inflasi ditetapkan 90% terhadap nilai penawaran Data indeks harga BPS yang digunakan adalah pada kelompok harga konstruksi Indonesia mulai Juli 2008 hingga Februari 2010.

Berdasarkan hasil regresi tersebut didapatkan rumus y=f(x) untuk melakukan perkiraan nilai indeks bulan november 2011 hingga November 2012. (Dapat menggunakan cara forecast yang lain) . regresi dan hasil rumusnya serta hasil forecast.Nilai pekerjaan yang terkena dampak perubahan harga Langkah 3: Forecast nilai indeks harga Forecast dilakukan dengan menggunakan regresi linear atas rangkaian perubahan indeks harga konstruksi Indonesia mulai bulan Juli 2008 hinga Februari 2010. Dalam perhitungan ini menggunakan regresi linear. Berikut data.

Data indeks harga konstruksi Indonesia (Juli 2008 – Desember 2010) .

Hasil regresi indeks harga konstruksi Indonesia dan rumusnya (Juli 2008 – Des 2010) Hasil perkiraan indeks harga berdasarkan hasil regresi .

Nilai ini adalah hasil perkalian antara nilai progres bulanan dan faktor perubahan harga. Faktor perubahan harga didapat dari nilai koefisien – 1.Langkah 4: Menentukan besaran koefisien perubahan harga pekerjaan.Koefisien tersebut dihitung berdasarkan forecast / perkiraan nilai indeks pekerjaan. Koefisien dihitung dengan membagi indeks harga pada bulan yang dihitung dengan indeks harga pada bulan November 2010. Koefisien dihitung setiap bulan sepanjang masa pelaksanaan. . Dalam perhitungan ini dianggap bernilai 1 atau tidak terjadi kejadian yang tidak wajar. Langkah 6: Menghitung nilai perubahan biaya pekerjaan. Berikut hasilnya. Koefisien perubahan harga pekerjaan Langkah 5: Menentukan faktor tertentu untuk mencover kejadian tak terduga .

Biaya tersebut harus dicadangkan kontraktor dalam penawarannya.937.Nilai risiko atas perubahan harga pekerjaan Kesimpulan perhitungan di atas adalah bahwa untuk proyek tersebut akan berpeluang terjadi tambahan biaya atas inflasi adalah sebesar Rp.012. Biaya ini merupakan salah satu risk contigency dimana aspek yang dipertimbangkan adalah inflasi. 1. (Nilai-nilai yang disajikan adalah tidak mengikat termasuk prosentasenya. Nilai2 merupakan contoh untuk mempermudah pemahaman) .-.032.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->