24

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 KERTAS Kertas adalah kemasan yang pertama ditemukan sebelum plastik dan logam. Saat ini kemasan kertas masih banyak digunakan dan mampu bersaing dengan kemasan lain seperti plastik dan logam karena harganya yang murah, mudah diperoleh dan penggunaannya yang luas. Selain sebagai kemasan, kertas juga berfungsi sebagai media komunikator dan media cetak. Kelemahan kemasan kertas untuk mengemas bahan pangan adalah sifatnya yang sensitif terhadap air dan mudah dipengaruhi oleh kelembaman udara lingkungan. Sifat-sifat kemasan kertas sangat tergantung pada proses pembuatan dan perlakuan tambahan pada proses pembuatannya. Kemasan kertas dapat berupa kemasan fleksibel atau kemasan kaku. Jenis kemasan ketas yang dapat digunakan sebagai kemasan fleksibel adalah kertas kraft dan kertas tahan lemak (grease proof). Glassin dan kertas lilin (waxed paper) atau kertas yang dibuat dari modifikasi kemasan kertas fleklsibel. Kemasan kertas yang kaku terdapat dalam bentuk karton, kotak, drum, cawan - cawan yang tahan air, yang dapat dibuat dari paper board, kertas laminasi, corrugated board dan berbagai jenis board dari kertas khusus. Wadah kertas biasanya dibungkus lagi dengan bahan - bahan kemasan lain seperti plastik dan foil logam yang lebih bersifat protektif. Karakteristik kertas didasarkan pada berat atau ketebalannya. Berdasarkan berat maka kertas dapat dinyatakan dalam berat (lb)/3000 ft² atau yang disebut dengan rim. Di USA banyaknya rim standar untuk kertas kemasan adalah 500 lembar dengan ukuran 24 x 36 inchi (61 x 91.5 cm). Di Eropa, Jepang dan negara - negara lainnya ukuran yang lebih umum adalah grammage (gr/m²). Gramatur untuk kertas

Universitas Sumatera Utara

25

kemasan berkisar antara 30 g /m² - 150 g/m², (18 lb / rim - 90 lb / rim), sedangkan untuk corrugated board berkisar antara 117 gr/m2 - 300 g/m² (72 lb/rim - 85 lb /rim) (Mimi Nurminah, 2002).

2.2 PROSES PEMBUATAN KERTAS Bahan baku pembuatan kertas adalah selulosa yang diberi perlakuan kimia, dibilas, diuraikan, dipucatkan, dibentuk menjadi lembaran setelah pressing dan dikeringkan. Kayu terdiri dari 50% selulosa, 30% lignin dan bahan bersifat adhesif di lamela tengah, 20% karbohidrat berupa xylan, resin dan tanin. Jenis kayu dan lembaran akhir kertas yang di inginkan sangat menentukan cara pembuatan kertas. Pada pembuatan kertas dengan bahan baku berupa kayu terlebih dahulu dibuat menjadi pulp (Elisa Julianti, 2007)

2.2.1 PROSES PEMBUATAN PULP Pemisahan serat selulosa dari bahan-bahan bukan serat kayu dan bukan kayu dapat dilakukan dengan berbagai proses, yaitu proses mekanik, proses semi-kimia dan proses kimia.

A. Proses Mekanik Kayu gelondongan dihancurkan dengan gilingan batu sambil menyemprotkan air ke permukaan gilingan batu untuk mengeluarkan bahan yang sudah digiling. Metode ini hanya digunakan untuk jenis kayu lunak yaitu jenis kayu yang berasal dari pohon berdaun jarum. Proses mekamik ini tidak ada bagian kayu yang terbuang.

B. Proses Kimia Pada metode ini serpihan kayu dimasukkan ke dalam bahan kimia untuk mengeluarkan lignin dan karbohidrat. Ada 3 proses kimia yang digunakan yaitu :

Universitas Sumatera Utara

26

1 Proses Soda Proses soda ditemukan di Inggris tahun 1851 dan merupakan proses kimia yang tertua. Pada proses soda, bahan kimia yang digunakan untuk melarutkan komponen kayu yang tidak diinginkan adalah soda kaustik (sodium hidroksida) dan soda abu (sodium karbonat). Proses soda digunakan untuk pembuatan pulp dari kayu keras yaitu kayu yang berasal dari pohon yang daunnya lebar, mempunyai panjang serat lebih kecil 0,25 cm.

2 Proses Kraft Proses Kraft atau proses sulfat menggunakan bahan kimia berupa sodium sulfat sebagai pengganti sodium karbonat. Hasil dari proses kraft adalah pulp kraft yang keras tetapi berwarna coklat dan sulit untuk diputihkan, sedangkan pulp soda berwarna lebih putih dan teksturnya halus.

3 Proses sulfit Proses sulfit dengan menggunakan bahan kimia berupa larutan kalsium atau magnesium bisulfit dan asam sulfit. Metode ini digunakan untuk kayu lunak dan dihasilkan pulp yang berwarna lebih terang., kekuatannya lebih tinggi dari pulp soda api tidak sekuat pulp kraft (Smook, G.A., 1992)

C Proses Semi Kimia Proses ini merupakan kombinasi cara kimia dan alat - alat mekanis dalam pembuatan pulp kayu. Untuk melunakkan lignin dan karbohidrat yang terikat dengan serat, maka kayu direndam dalam soda kaustik atau sodium sulfi netral. Kemudian digiling dalam piringan penghalus. Metode semi kimia digunakan untuk kayu keras, biaya prosesnya rendah dan pulp yang dihasilkan masih mengandung sebagian besar lignin. Pulp semi kimia digunakan untuk kayu keras, biaya prosesnya rendah dan pulp yang dihasilkan masih mengandung sebagian besar lignin. Pulp semi kimia sukar diputihkan, dan jika terkena sinar matahari akan berwarna kuning. Biasanya digunakan untuk bahan yang

Universitas Sumatera Utara

lilin.2 PEMBUATAN KERTAS Pulp yang mengandung air 96% dan bahan padat 4% dimasukkkan ke dalam alat pengaduk. Kayu yang dijadikan pulp dipotong menjadi potongan yang tipis dan kecil yang disebut dengan chips. Campuran ini kemudian dimasukkan ke dalam headbox untuk dimasukkan pada mesin pembuat kertas dan karton (Elisa Julianti. dilakukan pemutihan (bleaching) dengan menggunakan kalsium hipoklorit. Setelah dari pengaduk. Pengadukan yang sedikit akan menghasilkan kertas dengan daya serap tinggi dan daya robek tinggi. pati dan tawas ke dalam alat pengaduk bertujuan untuk meningkatkan daya tahan air dan daya ikat tinta dari kertas sehingga kertas dapat dicetak. Bahan . maka campuran pulp dan bahan .pisau tertutup rapat berputar dengan cepat bersama . seperti titanium dioksida. dan jika pengaduan dilanjutkan maka kertas menjadi lebih padat tapi tapi daya robek menurun. bahan untuk kecerahan dan kekakuan. dan kapur.bahan tambahan tadi dijernihkan pada refiner jordan. dimasak beberapa jam dengan menggunakan alat penghancur yang dioperasikan pada suhu 150 oC dengan tekanan 4-5 atm. Penambahan bahan perekat seperti resin. hidrogen peroksida atau kalsium dioksida.2.. yaitu proses pecahnya lapisan kambium yang mengelilingi serat karena serat . sehingga perlu diperhatikan hubungan antara derajat putih pulp dan kekuatan kertas yang dihasilkan (Elisa Julianti.serat membesar dan fibril membuka. G. kemudian di bawa ke silinder penyadap yang terdiri dari seperangkat pisau . kasein.bahan lain yang ditambahkan dalam pewarna. Proses pemutihan dapat menurunkan kekuatan pulp. tanah diatom. pencucian.sama memecah serat. sodium silikat. Universitas Sumatera Utara . 2007).27 membutuhkan kekuatan dan kekakuan seperti media kardus. serta mempengaruhi sifat adhesif yang berperan dalam pembuatan kemasan. sehingga terjadi pemisahan antara serat dan fibril yang disebut proses fibrilisasi. 1992) 2. (Smook. 2007).A.

Limbah padat industri pulp kertas berasal dari beberapa unit poses yang umumnya merupakan hasil akhir suatu proses. atau karton dengan lebar 6 m dengan kecepatan 460 m/det. sedang mesin silinder dapat membuat karton dari bahan limbah yang dilapisi bahan yang bermutu baik bagian luarnya (Elisa Julianti. 2002).3 MESIN PEMBUAT KERTAS Mesin pembuat kertas dapat berukuran sama panjang dengan gedung bertingkat tinggi yang menghasilkan kertas dengan lebar 9 meter pada kecepatan 915 m/detik atau 1290 km/hari. Universitas Sumatera Utara . Komposisi limbah serat jenis reject screen sebagian besar (80%) terdiri dari serat panjang. Sedangkan limbah serat dari belt press sebagian besar 60% terdiri dari serat sedang. lilin dan lain-lain. serat sedang. dan serat pendek. mesin silinder dan mesin invertform yang merupakan kombinasi dari endless wire dari fourdnier dengan headbox mesin silinder. sumber dan produk yang dihasilkan. yang sering menimbulkan masalah berasal dari pengolahan air limbah yang berupa lumpur (sludge). Limbah padat industri pulp dan kertas umumnya berasal dari proses penyaringan bubur pulp (reject screen) dan belt press hasil pengolahan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah). logam. Mesin fourdnier digunakan untuk menghasilkan kertas tipis. sisanya berupa kontaminan berupa plastik.28 2. Mesin yang sering digunakan dalam pembuatan kertas adalah mesin fourdrinier. Karakteristiknya limbah padat sangat bervariasi tergantung pada bahan baku. 2007) 2.4 SERAT LIMBAH PADAT SLUDGE INDUSTRI PULP Serat limbah padat sludge yang dikeluarkan oleh industri pulp dan kertas jumlahnya relative sedikit dibandingkan limbah cair dan gasnya. Dengan mengetahui jenis limbah padat dari sumber dan jenis produk yang dihasilkan akan memberikan gambaran tentang karakteristik limbah padat tersebut.2.2. dan serat pendek dan sisanya berupa bahan pengisi dan bahan lainnya ( liga Santosa.

5 per ton produk tergantung pada jenis poduk yang diproduksi. sludge yang dihasilkan dari berbagai produk pulp dan kertas mempunyai kandungan senyawa organik dan anoganik. Sedangkan kadar abunya relatif rendah (Ligia Santosa. Komposisi kimia limbah padat sudge sangat dipengaruhi oleh komponen kimia yang terkandung dalam air limbahnya.99 (Ligia Santosa. umumnya tersusun dari zat padat berserat. Jenis limbah padat. 2002). kadar air.17 43.10 % dan fosfor 2-5 %. kadar abu.29 Karakteristik serat limbah padat industri pulp dan kertas sangat bervariasi tergantung pada bahan baku dan sumber dan produk yang dihasilkan.36 50. nilai kalor.1 Komponen Kimia Sludge Industri Pulp dan Kertas Komponen Kimia SiO2 Al203 Fe203 TiO2 MgO Na2O K2O CaO Hilang Pijar Kadar % 0.1 .1 diatas adalah komponen kimia : serat (fiber) Nitrogen. Komponen utamanya adalah serat selulosa dan abu yang berkisar antara 5 60 %. Pengelompokkan jenis limbah padat dari sumber dan jenis produk yang dihasilkan akan memberikan gambaran umum karakteristik dari limbah padat melalui parameter.40 0.23 0.1. kandungan hara.66 3. organik total.02 1. Phospor. fine non Universitas Sumatera Utara . jumlah limbah padat/ton produk.10 0.07 0. Serat limbah padat sludge hasil pengolahan air limbah industri pulp dan kertas jumlahnya cukup besar bervariasi dari 0. Dalam sludge biologis terkandung pula unsur nitrogen antara 6 . Tabel 2. 2002) Hilang pijar seperti pada Tabel 2. hidrogen. kandungan logam berat.

Universitas Sumatera Utara . tidak berbau. tidak tahan terhadap air walaupun permukaan dilapisi dengan bahan tahan air seperti lak dan lilin. tidak terasa dan transparan sehingga sering disebut kertas glasin. sekitar 20 . Kertas yang digunakan sebagai kemasan adalah jenis kertas kasar. 2002) 2. yang dibuat dari kayu lunak dengan proses sulfat. Kandungan air dari limbah lumpur dipekatkan dan di keluarkan sampai mencapai kadar padatan kering. biskuit yang berkadar lemak tinggi. mempunyai daya tahan yang tinggi terhadap lemak. keju. diasap atau dimasak). yaitu kertas kasar dan kertas lunak. (Ligia Santosa. 1 Kertas Glasin dan Kertas Tahan Minyak (Grease Proof) Kertas glasin dan kertas tahan minyak dibuat dengan cara memperpanjang waktu pengadukan pulp sebelum dimasukkan ke mesin pembuat kertas. Penambahan bahan . sedangkan kertas halus digunakan untuk kertas tulis yaitu untuk buku dan kertas sampul. Penambahan antioksidan bertujuan untuk memperlambat ketengikan dan menghambat pertumbuhan jamur atau khamir. oli dan minyak. permukaan bebas serat. ikan (basah. kering atau digoreng).30 % . Sifat .3 JENIS-JENIS KERTAS Jenis kertas utama yang digunakan. Kertas kemasan yang paling kuat adalah kertas kraft dengan warna alami. Kedua jenis kertas ini mempunyai permukaan seperti gelas dan transparan. daging (segar. sehingga dapat digunakan untuk mengemas bahan .bahan yang lengket. 2 Kertas Perkamen Kertas perkamen digunakan untuk mengemas bahan pangan seperti : mentega.sifat kertas perkamen adalah : mempunyai ketahanan lemak yang baik.bahan lain seperti plastizier bertujuan untuk menambah kelembutan dan kelenturan kertas. mempunyai kekuatan basah (wet strength) yang baik walaupun dalam air mendidih. kering.30 hidros.

1240C) atau petrolatum (titik cair 40 . Jika akan dijadikan karton lipat.bahan tambahan tertentu. maka harus diberi bahan . Kertas ini dapat menghambat air.520C). Kertas chipboard dapat juga digunakan sebagai pembungkus dengan daya rentang yang rendah. corrugated medium yang berasal dari kayu keras dengan proses sulfat. dan sering digunakan untuk kertas foto. Jika kertas ini dijadikan kertas kelas ringan. tembakau dan lain .31 3 Kertas Lilin Kertas lilin adalah kertas yang dilapisi dengan lilin yang bahan dasarnya adalah lilin parafin dengan titik cair 46 . Ada dua jenis kertas daluang.sisa kertas. maka disebut bogus yaitu jenis kertas yang digunakan sebagai pelindung atau bantalan pada barang pecah belah. Kertas ini bersifat yaitu tidak menyusut atau mengembang bila terjadi perubahan kelembaban. 5 Chipboard Chipboard dibuat dari kertas koran bekas dan sisa . 2007) Universitas Sumatera Utara . Kertas lilin digunakan untuk mengemas bahan pangan. yaitu : liner board disebut juga kertas kraft yang berasal dari kayu cemara (kayu lunak).740C dan dicampur polietilen (titik cair 100 . sabun. bebas dari kontaminasi. mempunyai kemampuan untuk menghambat bakteri ke dalam kemasan ( Elisa Julianti. 6 Tyvek Kertas tyvek adalah kertas yang terikat dengan HDPE (high density polyethylene). tahan terhadap minyak/oli dan daya rekat panasnya baik. tahan terhadap kotoran bahan kimia. Kertas tyvek mempunyai permukaan yang licin dengan derajat keputihan yang baik dan kuat. Dibuat pertama kali oleh Du Pont dengan nama dagang Tyvek.lain 4 Daluang (Container Board ) Kertas daluang banyak digunakan dalam pembuatan kartun beralur.

Karton umumnya dibuat menjadi karton gelombang ( corrugated board ) yang mudah dipotong. Umumnya bleached paperboard dilapis tipis dengan kaolin untuk meningkatkan permukaan cetak dan juga dilapisi tipis dengan polietilen (PE) yang berfungsi untuk menambah kekuatan pada keadaan basah yang sering digunakan untuk kemasan makanan. Kemasan paperboard dapat dibagi dalam beberapa kelas dan memiliki karakteristik yang berbeda. pembuatannya sama dengan pembuatan kertas. kemasan kosmetik dan parfum serta kemasan makanan beku (frozen food packaging). Paperboard CUK dilapis tipis dengan kaolin yang berfungsi untuk meningkatkan permukaan cetak dan juga dilapisi tipis dengan polietilen (PE) untuk menambah kekuatan dalam keadaan basah yang sering Universitas Sumatera Utara . ringan dan kuat yang sering di buat menjadi kemasan ( Patmar supply.4 KARTON (PAPERBOARD) Karton adalah kertas tebal yang disebut sebagai paperboard. Perbedaan kertas dengan karton umumnya pada ketebalan.32 2.. gordon L. Karton yang dibuat menjadi karton lipat dan kaku disebut dengan boxboard. 2004 ). (About paper packaging. sesuai dengan berbagai kebutuhan dan persyaratan. kemasan susu dan jus.2005). aceptic. 1 Solid Bleached Sulfate (SBS) Solid Bleached Sulfate (SBS) merupakan kelas paperboard mutu tinggi yang dihasilkan dari 80% bleached pulp kayu asli. dimana ketebalan karton 10 kali lebih tebal dari ketebalan kertas dan gramatur karton di atas 224 gr/m2 menurut International Organisation for Standardisation ( Robertson. 2008) 2 Coated Unbleached Kraft Paperboard (CUK) Coated unbleached kraft paperboard (CUK) adalah jenis karton kelas unggul yang dihasilkan dari 80% unbleached pulp kayu asli. Karton dapat di bentuk menjadi satu lapis ( single wall ) atau berlapis (multi-ply ). dibentuk. Segmen pasar utama yang menggunakan Solid Bleached Sulfate (SBS) adalah kemasan medis (medical packaging). minuman kotak.

yang daur ulang kertas bekas dan dipublikasi biasanya diberi lapisan tipis kaolin untuk meningkatkan permukaan cetak. cereal kotak. (About paper packaging. 3 Uncoated Recycled Paperboard Bahan baku uncoated recycled paperboard adalah bahan kertas bekas.5 KARTON GELOMBANG (CORRUGATED BOARD) Karton gelombang (corrugated board) adalah karton yang dibuat dari satu atau beberapa lapisan kertas medium bergelombang dengan kertas liner sebagai penyekat dan pelapisnya. paperboard CUK adalah kemasan makanan beku. 200 gram/m2 . 150 gram/m2 . Segmen pasar utama yang menggunakan kemasan karton susu. Karton bergelombang atau karton beralur terdiri dari dua macam corrugated sheet. 2008).(About paper packaging. composite cans dan fiber drums. yaitu : Kertas kraft ( kraft liner) untuk lapisan luar dan dalam dan Kertas medium untuk bagian tengah yang bergelombang. kemasan makanan kering. kemasan cookie dan creaker. Segmen pasar utama yang menggunakan coated recycled paperboard adalah kemasan sabun dan deterjen. Gramatur kertas kraft adalah : 125 gram/m2 . 150 gram/m2 . kemasan cake mix. 2008). pharmaceutical packaging. Universitas Sumatera Utara . dan gramatur kertas medium adalah : 112 gram/m2 .33 digunakan untuk kemasan makanan. 300 gram/m2. 2. 125 gram/m2 . Biasanya diberi lapisan tipis kaolin untuk meningkatkan peremukaan cetak. 115 gram/m2 . 2008). Segmen pasar utama yang menggunakan uncoated recyled paperboard adalah shoeboxes. 4 Coated Recycled Paperboard Bahan baku coated recylced paperboard adalah paperboard bekas yang diproduksi kembali dengan mendaur ulang paperboard bekas dan dipublikasi. (About paper packaging.

dan lain .lain Di Indonesia jenis yang lazim digunakan adalah single wall dan double wall. yaitu : Single wall : satu lapisan dengan ketebalan ± 3mm (B/Flute) Double wall : 2 lapis dengan ketebalan ± 7 mm (CB/Flute) Triple wall : 3 lapis.2. sifat bahan. Karton gelombang dinding triple : terdiri dari 4 kertas liner dan 3 kertas medium bergelombang 5. Penggunaan corrugated box ditentukan oleh : berat bahan. karton gelombang memiliki beberapa jenis. Karton gelombang muka ganda atau dinding tunggal (single wall) : terdiri dari 2 kertas liner dan 1 kertas medium bergelombang 3. bogus atau karton dari merang (Rina Masriani.2 118 168 138 316 (Rina Masiani dkk.mm Jumlah gelombang/m A B C D 4.2. Duo arch board : terdiri dari 1 kertas liner dan 2 kertas medium Bergelombang berdasarkan jenis flute.4 3. Bahan baku untuk pembuatan karton bergelombang adalah kertas kraft.8 2.6 1.34 Karton gelombang ada beberapa macam. Karton gelombang dinding ganda (double wall) : terdiri dari 3 kertas liner dan 2 kertas medium bergelombang 4. Jenis Flute Karton Gelombang Flute Tinggi gelombang. 2007). menggunakan inner karton atau tidak. karton gelombang dibagi menjadi : 1. Berdasarkan jumlah muka. Tabel 2. Karton gelombang muka tunggal : terdiri dari 1 kertas liner dan 1 kertas medium bergelombang 2. seperti yang ditampilkan pada Tabel 2. 2007) Universitas Sumatera Utara .

diperlukan : a.sifat yang dimiliki flute A dan B Flute D: Merupakan pengganti solid fiber board Untuk memperbaiki sifat .3. Ketahanan yang lebih baik terhadap gaya tekan b.BS) c.0 ECT min (kgF/cm) 3.ECT) Spesifikasi karton gelombang dinding tunggal (single wall) menurut SNI 14-14391989. Tabel 2. Ketahanan retak ( bursting strength. ditampilkan seperti pada Tabel 2.5 9. Karton Gelombang Dinding Tunggal (Single Wall) Gramatur (gr/m2) 250 300 400 550 600 BS min (kgF/cm2) 7. digunakan untuk produk yang dikemas dalam kaleng. Ketahanan air yang lebih tinggi Kualitas karton bergelombang ditentukan oleh a. Kemampuan cetak yang lebih baik d. Lapisan tengah : medium dengan gramatur 125 g/m2.2 3. ECT) adalah daya tahan tepi karton gelombang dalam posisi tegak lurus terhadap suatu tekanan dinyatakan dalam kN/m atau kgf /cm.4 17.5 5. Bending stiffness yang lebih tinggi c.6 4.35 Flute A:Memiliki sifat bantalan yang sangat baik. Karton gelombang biasanya dinyatakan dalam formasi K/M/K atau kraft liner/ medium/kraft liner.0 12.digunakan utk barang mudah pecah Flute B: Memiliki CMT lebih besar dari flute A.0 (Rina Masriani dkk. 2007) Ketahanan tekan tepi (edge crush resistance. Ketahanan tekan tepi (edge crush resistance. bantalan yang lebih rendah.0 15. Jumlah gramatur liner b. Flute C: Merupakan pendekatan dari sifat .3. Universitas Sumatera Utara .sifat karton bergelombang.7 6.

BK = board kraft adalah kertas liner dengan kualitas di bawah kraft liner (KL). RCT. Kertas liner memiliki gramatur : 125. Jika bahan bakunya dari kraft asli disebut kraft liner dan jika dicampur dengan kertas bekas disebut test liner atau board kraft (BK). kertas kantong bekas atau kotak karton gelombang bekas (Old Corrugated Carton/OCC). RCT. dibuat berdasarkan permintaan konsumen (Rina Masriani. Kertas Liner : Gramatur. Kertas Medium : Gramatur. Perekat b. b Kertas Medium Kertas medium adalah kertas yang digunakan sebagai lapisan bergelombang pada karton gelombang. Sifat bahan dasar pembentuk karton gelombang yang penting adalah a.36 Ketahanan Retak (bursting strength. 150 dan 160 g/m2 . 200 dan 300 gr/m2 . 150. CMT a Kertas Liner Kertas liner adalah kertas yang digunakan sebagai penyekat dan pelapis pada karton bergelombang.BS) berkaitan dengan kemampuan muat kotak karton gelombang (KKG). 140. Kertas medium memiliki gramatur : 112. BS. CMT adalah compression medium test dan ring crush test. Sifat . bahan bakunya adalah kombinasi pulp semi kimia dengan pulp kraft atau kotak karton gelombang bekas (Rina Masriani. 2007). 125. 2007) Universitas Sumatera Utara .sifat bahan bakunya yaitu kertas liner dan kertas medium. Tebal.biasanya dibuat pada mesin Fourdrinier atau Cylinder craff dengan bahan baku pulp kraft asli. dibuat dari pada mesin Fourdrinier ( single layer ) atau twin wire.sifat karton gelombang dipengaruhi oleh sifat .

Pengujian mutu kemasan karton lipat dapat berupa uji jatuh bagi wadah yang sudah diisi. 2007).sifat karton lipat. dapat terdiri dari dua lapis atau lebih.Salah satu penggunaan jenis karton ini untuk pengemasan suatu produk atau kotak karton lipat. densitas. tergantung pada jenis produk yang akan dikemas dan permintaan pasar. disalut atau tidak. kekakuan. pengujian kekuatan kompresi dan daya kaku dalam hubungan kelembaban udara (Elisa J.Sifat kekakuan diperlukan agar kotak karton lipat tidak ambruk pada saat ditumpuk dan tidak gembung karena ada beban isi. Dalam hal ini diperlukan syarat.jenis barang lainnya. Umumnya karon dupleks mempunyai sifat khusus yaitu gramatur dan sifat kekakuan yang tinggi. Densitas erat hubungaanya dengan kekakuan dan ketebalan karton.kertas daur ulang. Bahan yang banyak digunakan untuk membuat karton lipat adalah cylinder board yang terdiri dari beberapa lapisan. Lapisan atas berwarna putih.37 2.6 KARTON LIPAT ( FOLDING BOARD) Karton lipat (folding board) merupakan jenis kertas yang populer karena praktis dan murah. Tetapi kelemahannya adalah kecenderungan untuk sobek di bagian tertentu. Dalam perdagangan disebut juga chipboard folding carton. sedangkan kedua sisi lainnya berupa kertas koran murni dan bahan murni yang dipucatkan. Universitas Sumatera Utara . dan digunakan untuk mengemas bahan hasil pertanian atau jenis . Untuk memperbaiki sifat . dan dapat dihias dengan bentuk yang menarik pada transportasi barang barang mewah. Kasein yang dicampurkan pada permukaan kertas akan memberikan permukaan cetak yang lebih halus dan putih. pengujian tonjolan. dan bagian tengahnya terbuat dari kertas . dkk. Keuntungan dari karton lipat adalah dapat digunakan untuk transportasi. maka dapat dilapisi dengan selulosa asetat dan polivinil klorida (PVC) yang diplastisasi. 2.Pemilihan jenis atau model karton lipat yang pemilihan jenis atau model karton lipat yang akan digunakan sebagai pengemas.7 KARTON DUPLEKS Karton dupleks merupakan suatu jenis karton yang pembuatannya terdiri dari lembaran yang berlapis-lapis. derajat putih dan daya serap air.

Serat selulosa mengembang atau menyusut dengan perubahan kadar air yang dikandungnya karena itu karton juga mengembang dan menyusut dengan perubahan lembaban relatif. Selulosa berwana putih maka karton juga bewarna putih. kebanyakan sifat-sifat kertas adalah bergantung kepada bahan bakunya yaitu serat selulosa. Serat selulosa mempunyai kekuatan yang tinggi sehingga karton yang dihasilkan juga kuat. kimia. kecuali karton tersebut mengandung lignin atau diberi warna. Penentuan sifatsifat ini dibuat berdasarkan pengujian menurut standart uji kertas dan karton. 1981). (Cassey. Serat selulosa adalah fleksibel maka karton juga adalah fleksibel.38 Derajat putih diperlukan agar penampilan kotak karton lipat secara visual baik. 1981).8 SIFAT-SIFAT KARTON Pengetahuan terhadap sifat-sifat karton adalah sangat penting bagi pabrikasi kertas karena produk akhir yang berlainan memerlukan sifat-sifat karton yang berbeda.. Selulosa menyerap air maka kertas juga menyerap air kecuali perlakuan khusus diberikan untuk meminimalkan daya serapnya.Sifat karton dapat dikatagorikan sebagai sifat fisik. mekanik dan optik. Namun secara umum. Serat selulosa berupaya untuk membentuk ikatan-H. et al. sehingga kertas juga higroskopik dengan kadar airnya akan berubah menurut kelembaban relatif sekitar (Cassey. Universitas Sumatera Utara . karton pula akan terbentuk dengan adanya ikatan-H antara serat tanpa penambahan aditif. 1981). 1981). dimana sifat-sifat serat selulosa ini diketahui sebagai sifat fungsi (Casey. 2001) 2. Sedangkan daya serap air diperlukan karena dapat mendukung proses pencetakan dan katak karton lipat lebih tahan terhadap udara lembab ( Yuriyanto dkk. Proses pabrikasi karton dapat di modifikasi untuk memperoleh sifat-sifat yang diinginkan untuk menghasilkan berbagai jenis karton berkualitas. Selulosa dapat dibakar maka kertas juga dapat dibakar (Cassey. Selulosa adalah higroskopik .

gramatur.2 Ketebalan Karton Ketebalan karton di defenisikan sebagai jarak antara dua permukaan yang sejajar yang tegak lurus setelah dilakukan penekanan.1 Sifat Fisik Karton Umumnya sifat fisik dan mekanik karton adalah lebih penting dibanding dengan sifat kimianya. indeks retak dan ketahanan tekan lingkar (Cassey. 1981).39 2. Berat karton mempengaruhi sifat fisik karton.1.8. 2.3 Densitas Karton Densitas karton ditentukan berdasarkan nilai tebal yang dibagi dengan gramatur.8.1.1. Sifat fisik dan mekanik karton antara lain : gramatur. Gramatur = berat karton (gr) / luas permukaan karton (m²). semakin murah pula harganya per unit. (Cassey. 2. Densitas lembaran karton dapat dipengaruhi oleh jumlah ikatan antara serat.8. Ketebalan sangat penting untuk kertas dan karton terutama bagi kertas atau karton yang di gunakan untuk tujuan mekanik (Cassey. 1981). Ketebalan lembaran karton di pengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya jenis serat. indeks koyak. Selain itu penambahan bahan-bahan pengisi di dalam karton juga mempengaruhi densitas Universitas Sumatera Utara . adanya bahan lain selain serat. ketebalan. daya serap air. sifat mekanik karton. 2. 1981). 1981). kadar air. densitas.8. Penentuan gramatur karton sangat penting karena karton dijual atau dibeli berdasarkan berat. tingkat penekanan dan calendring. Gramatur karton didefenisikan sebagai ukuran berat lembaran karton yang luasnya satu meter persegi (Cassey. Semakin ringan berat karton sejenis. indeks tarik.1 Gramatur Karton Gramatur dikenal juga sebagai berat karton karena berat lembaran karton dan luas karton lebih penting dibanding dengan volumenya. kekasaran dan kelenturan serat serta perlakuan penghalusan stok. berat. sifat kimia karton dan optik karton.

maka semakin tinggi daya tahan lembaran kertas/karton terhadap penetrasi cairan.2 Sifat Mekanik Karton Sifat mekanik lembaran karton terdiri dari ketahanan tarik. Surface sizer umumnya merupakan penggunaan bahan berselaput tipis seperti tepung. kertas kantong. ketahanan koyak dan ketahanan tekan lingkar yang dijelaskan seperti berikut ini. pengisi didalam karton. Berdasarkan pemberian sizer dapat dibedakan dua macam. 2. Internal sizer merupakan proses untuk memberikan ketahanan penetrasi cairan pada kertas dengan memberikan bahan tambahan internal yang basah.8. Ketahanan tarik kertas cetak tergantung pada ketahanan kertas terhadap pemutusan Universitas Sumatera Utara . Densitas karton akan mempengaruhi sifat fisik.1.40 karton dimana densitas akan bertambah dengan penambahan komposisi lembaran karton.8. yaitu internal sizer dan surface sizer.1 Ketahanan Tarik ( Tensile Strength ) Ketahanan tarik kertas atau karton dapat di defenisikan sebagai kemampuan kertas atau karton untuk mempertahankan keadaanya agar tidak putus bila dikenakan regangan.4 Daya Serap Air Daya serap air adalah jumlah gram air yang diserap oleh satu meter persegi lembaran kertas atau karton dalam waktu 60 detik diukur pada kondisi standar yang dinyatakan dalam gr/m2. getah dan polimer sintetis. Ketahanan tarik penting dalam menentukan kemampuan kertas karton agar dapat berfungsi dengan baik seperti kertas pembungkus.8. mekanik dan optik 2. Sifat daya serap air di pengaruhi oleh sizer dan filler. Sizer akan mengubah sifat hidrofilik selulosa menjadi hidrofobik sehinngga kemampuan penyerapan ainya akan berkurang (Casey 1981). Menurut Casey (1981) sizer adalah bahan penolong yang ditambahkan sebelum atau sesudah pembentukan lembaran kertas atau karton yang ditujukan terutama untuk meningkatkan ketahanan kertas atau karton terhadap cairan. 2.2. ketahanan retak. Semakin kecil nilai daya seap air.

Selain itu. 2. 2 Panjang serat rata-rataterlalu panjang maka akan menghasilkan pembentukan kertas yang tidak baik yang dapat menurunkan kekuatan tarik. Struktur permukaan kertas . Serat yang tidak dipress akan menghasilkan pengikatan yang lemah.dimana proses penghalusan akan meningkatkan ikatan antara serat tetapi jika penghalusan terlalu lama maka akan menghasilkan serat-serat yang lebih pendek akan mempengaruhi kekuatan retak. Pengujian ketahanan koyak dilakukan adalah untuk mengukur tenaga yang diperlukan untuk mengoyakkan sehelai kertas atau karton. Kekuatan serat individu lemah maka kekuatan tarik juga terpengaruh. Faktorfaktor yang dapat mempengaruhi ketahanan tarik : 1. kekuatan tarik akan terpengaruh apabila struktur pembentukan kertas tidak baik. gramatur serta kelembaban.2. ketahanan retak juga dipengaruhi oleh proses pembentukan kertas. Pengujian ketahanan retak dilakukan untuk menentukan rintangan kertas. dimana semakin pendek serat maka semakin menurun kekuatan retak dan ikatan antara serat.8. Ketahanan tarik sangat diperlukan untuk kertas cetakan dimana gaya tarik tinggi dapat ditahan oleh kertas tersebut. Faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan retak : panjang serat. Kemampuan pengikatan permukaan serat bergantung kepada proses penekanan.3 Ketahanan Koyak (Tearing Resistant) Ketahanan koyak kertas atau karton adalah rintangan suatu kertas atau karton yang mengalami koyakaan. Uji retak dilakukan dengan meletakkan sampel diantara clamp annular dimana tekanan dinaikkan bertahap terhadap diafragma oleh tekanan hidrolik pada keadaan tetap sehingga sampel retak.41 jaringan serat sewaktu proses pencetakan. 4.2 Ketahanan Retak (Bursting strength) Ketahanan retak didefenisikan sebagai tindakan elektrostatik dalam kPa yang akan meretakkan kertas apabila tekanan ditambah secara konstan di berikan ke diafrakma. 2. Ketahanan koyak kertas atau karton sangat penting karena dapat untuk melancarkan kertas di Universitas Sumatera Utara .8. 3.2.

Derajat putih merupakan pengukuran keputihan kertas dan karton. gramatur dan kelenturan kertas. Faktor yang mempengaruhi ketahanan koyak adalah jumlah serat yang mengalami rupture kertas.Pengujian ketahan tepi karton menurut ISO 3. panjang serat dan banyaknya ikatan antara serat.4 Ketahanan Tekan Lingkar (Ring Crush Resistance) Ketahanan tekan lingkar digunakan untuk menentukan ketahanan tekan tepi lingkar kertas dan karton.42 atas mesin-mesin pencetak agar lembaran kertas tidak mudah koyak. 2. Ketahanan tekan tepi ( edge crush resistance) adalah daya tahan tepi karton dalam posisi tegak lurus terhadap suatu tekanan .2. 2007). Kegelapan juga di Universitas Sumatera Utara . tetapi kertas yang sifatnya lentur akan meyebarkan tekanan di atas daerah yang lebih luas. Derajat putih kertas di tentukan berdasarkan pembalikkan cahaya pada jarak gelombang dalam spektrum biru dimana panjang gelombang cahayanya adalah 457 nm. 2.8. Derajat putih kertas di perlukan dalam produk .037 atau TAPPI T 811 berfungsi untuk memberikan informasi kekuatan dan kendali mutu karton gelombang pada posisi tegak lurus (Rina Masriani. Kertas yang kaku akan memberikan tekanan ke atas serat pada daerah/tempat yang kecil. dinyatakan dalam N atau kgf. diukur pada kondisi standar. Ketahanan koyak kertas atau karton juga sangat penting dalam penggunaan kertas sebagai pembungkus yang mana lembaran kertas mesti kuat untuk menyerap hentakan atau daya luar dan memerlukan rintangan koyak yang tinggi. Jumlah serat juga akan mempengauhi densitas. Pengujian derajat putih digunakan untuk menentukan kebersihan pulp yang mana kertas yang cerah adalah bebas dari kekuningan pulp hasil dari kehadiran lignin atau bahan lain.9 DERAJAT PUTIH (BRIGHTNESS) Sifat optik kertas atau karton yang sangat diperlukan adalah derajat putih atau keputihan.produk kertas tulis dan pencetakan. Alat yang di gunakan untuk mengukur derajat putih lembaran kertas atau karton adalah brightimeter micro S-55.

2. lapisan dalam dinding sekunder (S3). Kegelapan kertas sangat diperlukan untuk mengelakkan cetakan tembus pandang dari balik kertas. Gambar 2. 1993).1 Illustrasi umum lapisan dinding serat (Perez et.1 menunjukkan komponen – komponen dinding sel. Kertas dikatakan gelap jika penyerapan cahaya sangat tinggi. lapisan tengah dinding sekunder (S2). Gambar 2. Mikrofibril mengelilingi paksi sel dalam arah yang berlainan.al. lapisan luar dinding sekunder (S1). Lignin terletak di antara helaian – helaian dan di lamella tengah (ML) (Sjostrom. dinding primer (P).43 defenisikan sebagai sifat penembusan cahaya terhadap suatu objek. S2.10 STRUKTUR SERAT LIGNOSELULOSA Dinding sel terdiri dari beberapa lapisan yaitu lamella tengah (ML).2002) Universitas Sumatera Utara . Lapisan – lapisan ini berbeda antara satu dengan yang lain dari segi strukur dan komposisi kimianya. Helaian serat selulosa dan polisakarida ditandai dengan lapisan – lapisan dinding sel sekunder (S1. S3).

Gabungan rantai-rantai selulosa membentuk struktur yang disebut dengan mikrofibril (Sjostrom. Rantai – rantai selulosa menyusun diri secara rapat. selaras dan terikat dengan ikatan-H untuk menghasilkan suatu kawasan kristal. dimana rantai yang tidak tersusun secara selaras membentuk kawasan amorf. Mikrofibril merupakan struktur yang berfungsi membentuk lapisan-lapisan dalam dinding serat Universitas Sumatera Utara . serat..3. 2009). 2003). Mikrofibril-mikrofibril akan membentuk makrofibril dan gabungan makrofibrilmakrofibil akan membentuk dinding serat sehingga terjadi yang ditampilkan seperti pada Gambar 2. berikut ini. Struktur ini dapat dilihat di bawah mikroskop elektron dengan diameter antara 10-30 um Gambar 2.2 Struktur serat (Sungai.. Mikrofibrilmikrofibril tersusun dan berorientasi membentuk struktur dinding serat seperti yang ditampilkan pada Gambar 2.2.44 Molekul-molekul yang membentuk dinding serat adalah rantai – rantai selulosa.

hemiselulosa.45 Gambar 2. Dinding Primer Lapisan dinding primer merupakan lapisan tipis setebal 0. serta kaya dengan sisa asam uronik. Pada peringkat permulaan pertumbuhan. Fibril-fibril tersusun secara teratur di sekitar dinding sekunder terdapat polisakarida tanpa kristal (hemiselulosa) dan poliferol amorfus (lignin). Lamela Tengah Lapisan lamela tengah terletak di antara dinding sel-sel berfungsi mengikat sel-sel secara bersama sama. Lapisan ini dipenuhi dengan lignin dan mengandung sedikit polisakarida (pektin) tanpa selulosa. Lapisan ini kaya dengan bahan berpoliferol seperti lignin dan ML.1 – 0. Mikrofibril selulosa membentuk satu rangkaian tidak teratur di bahagian luar dinding primer tetapi di dalam dinding primer tersusun secara teratur.3 Susunan mikrofibril dan makrofibril (Sungai. 1993). sel-sel pada keseluruhan terdiri dari bahan peltik tetapi akhirnya menjadi lignin.2 µm kecuali pada sudut yang terdiri dari selulosa. Lapisan dalam ini kaya akan lignin sebanding dengan dinding sekunder (Sjostrom.1993). Universitas Sumatera Utara . b. a. (Sjostrom. 2009). pektik dan protein. Lapisan dalam melapisi dinding sekunder.

polidispersitas dan konfigurasi rantainya. (Sjostrom. seperti pada Tabel 2.3 . Bobot molekulnya tinggi.mikrofibril tersebut terdapat lignin dan hemiselulosa. Lapisan dinding sekunder mengandungi di antara 30 – 150 lamela yang membentuk sebahagian dari jumlah dinding sel.0. lapisan dalam yang tipis dan lapisan tengah yang tebal.4 µm. Oleh sebab itu. batang pisang cukup potensial untuk dikembangkan menjadi pulp karena memiliki kandungan selulosa cukup tinggi (Anonim. strukturnya teratur berupa polimer yang linear terdiri dari unit ulangan β -D-Glukopiranosa.46 c.11. Dinding Sekunder Lapisan dinding sekunder terdiri dari tiga lapisan yaitu lapisan luar.11 KOMPOSISI KIMIA SERAT SELULOSA 2.1 Selulosa Selulosa merupakan senyawa polisakarida yang terdapat banayak di alam. Sebagai sumber serat. Lapisan – lapisan ini dibentuk oleh lamela yang terbentuk dari mikrofibril .2002). Sifat selulosa sebagai polimer tercermin dari bobot molekul rata – rata. Lapisan dinding sekunder adalah lebih tebal dibandingkan lapisan lain Lapisan paling luar (S1) adalah setebal 0. 1993).4. mengandung 3 sampai 4 lamela. 2. sifat fibrilnya menentukan banyak sifat mekanik dalam pembuatan kertas. Universitas Sumatera Utara . Karakteristik selulosa antara lain muncul karena adanya struktur kristalin dan amorf serta pembentukan mikro fibril dan fibril yang pada akhirnya menjadi serat selulosa.

Biji Flax 70-72 14 4-5 Jute 61-63 13 3-13 Mesta 60 15 10 Palmirah 40-50 15 42-45 Nenas 80 12 Daunnya Rami 80-85 3-4 0.47 Tabel 2.4 Gambar 2.go. Struktur Molekul Selulosa (Sungai. batang pisang cukup potensial untuk dikembangkan menjadi pulp karena memiliki kandungan selulosa yang cukup tinggi (Anonim.4.Batang Sisal 60-67 10-15 8-12 Daun Straw 40 28 18 Sumber : http://buletinlitbang. struktur molekul selulosa dapat dilihat seperti pada Gambar 2.4. 2009) Universitas Sumatera Utara .2002). Tahun 2007 Sebagai sumber serat.5-1 K. Dephan.id. Komposisi Kimia Serat Alam Nama Abaka Coir Kapas Selulosa 60-65 43 90 Hemi Selulosa 6-8 1 6 Lignin 5-10 45 - Keterangan Pisang Sabut Kelapa Bungkus.

Hemiselulosa memiliki sifat non-kristalin dan bukan serat. (Casey. sedangkan hasil hidrolisis hemiselulosa akan menghasilkan D-xilosa dan monosakarida lainnya. Universitas Sumatera Utara . serta mudah larut dalam alkali. Kandungan hemiselulosa yang tinggi memberikan kontribusi pada ikatan antar serat. sangat hidrofolik.2 Hemiselulosa Hemiselulosa merupakan suatu polisakarida lain yang terdapat dalam tanaman dan tergolong senyawa organik. Perbedaan hemiselulosa dengan selulosa yaitu hemiselulosa mudah larut dalam alkali tapi sukar larut dalam asam. karena semiselulsa bertindak sebagai perekat dalam setiap serat tunggal. sedang selulosa adalah sebaliknya. 1960) menyatakan bahwa hemiselulosa bersifat non-kristalin dan tidak bersifat serat. Pada saat proses pemasakan berlangsung.11.2009). Degradasi hemiselulosa dalam asam lebih tinggi dibandingkan dengan delignifikasi. mudah mengembang karena itu hemiselulosa sangat berpengaruh terhadap bentuknya jalinan antara serat pada saat pembentukan lembaran. Strukrur molekul hemiselulosa dapat dilihat seperti Gambar 2. dan pada saat hemiselulosa melunak. Hemiselulosa tersusun dari gabungan gula – gula sederhana dengan lima atau enam karbon. dan hidrolisis dalam suasana basa tidak semudah dalam suasana asam menyatakan bahwa adanya hemiselulosa mengurangi waktu dan tenaga yang diperlukan untuk melunakkan serat dalam proses mekanis dalam air. Hasil hidrolisis selulosa akan menghasilkan D-glukosa. Hemiselulosa berfungsi sebagai pendukung dinding sel dan berlaku sebagai perekat antar sel tungal yang terdapat didalam batang pisang dan tanaman lainnya. Hemiselulosa juga bukan merupakan serat – serat panjang seperti selulosa.5. lebih mudah dihidrolisis dengan asam. larut dalam air. hemiselulosa akan melunak. serat yang sudah terpisah akan lebih mudah menjadi berserabut (Sungai. mudah mengembang.48 2.

2009) 2. 1971). Lignin terdapat dalam lamela tengah dan dinding sel yang berfungsi sebagai perekat antar serat.11. Struktur molekul hemiselulosa (Sungai. (Wardrop. terkadang tinggi atau rendah. Universitas Sumatera Utara . Di dalam daun jarum dan daun lebar dikatakan tidak tentu.49 Gambar 2. Jumlah lignin yang terdapat dalam tumbuhan yang berbeda sangat bervariasi. kemungkinan tergantung pada keadaan perkembangannya.3 Lignin Lignin adalah suatu polimer komplek dengan berat molekul tinggi (terdiri dari satuan fenil propana) sifat senyawa ini sangat stabil dan sulit untuk dipisahkan serta mempunyai bermacam – macam. Lignin bersama hemiselulosa membentuk lem alami yang menjadi perekat yang membuat kokoh sifat mekanik kayu tersebut.5.

Pada umumnya kadar ekstraktif yang terkandung dalam bahan baku bukan kayu (non wood) lebih tinggi dari pada kayu (hard wood) dan kayu jarum (soft wood). karbohidrat dengan berat molekul rendah dan pektin. Pulp akan mempunyai sifat fisik yang baik apabila mengandung sedikit lignin. alkali panas pada proses soda dan sulfat. Ekstraktif dapat juga Universitas Sumatera Utara .11. 2. Hal ini disebabkan lignin bersifat hidrophobik dan kaku sehingga menyulitkan dalam proses pemasakan. Zat ekstraktif terdiri dari senyawa yang mudah menguap seperti terpentin. lignin dapat dilarutkan oleh hidrolisa asam pada proses sulfit. lemak dan asam lemak terdegradasi. asam lemak. Struktur molekul lignin (Sungai. serta oleh klorida dalam proses pemutihan. Banyaknya lignin akan mempengaruhi konsumsi bahan kimia pemasak dan pemutihan. 2009) Pada pembuatan pulp. Komposisi ekstraktif berubah selama pengeringan kayu terutama senyawa – senyawa tak jenuh.6.50 Gambar 2. resin.4 Ekstraktif Istilah ekstraktif kayu meliputi sejumlah besar senyawa yang berbeda yang dapat diekstraksi dari kayu dengan menggunakan pelarut polar maupun non polar.

2. Universitas Sumatera Utara . bahan kimia. Kalimantan Barat (1153 Ha). Daun berbentuk roset dan makin panjang ke arah atas permukaan tanah.2009).12 SERAT DAUN NANAS Serat daun nanas telah dikenal sebagai bahan tali-temali. 2. daun membentang sepanjang 100 . perekatan dan pengerjaan akhir kayu maupun sifat – sifat pengeringan (Sungai. Daun yang rimbun ini melekat pada batang yang pendek. Di dalam pulp senyawa ini kadang – kadang masih terkandung yang berasal dari bahan baku.1960).petani di Filipina sengaja memelihara tanaman nenas terutama untuk diambil daunnya sebagai bahan baku serat kualitas tinggi. Riau (2449 Ha). Pada umumnya limbah tanaman nanas terdiri dari 90 % daun. Pada tahun enam puluhan. akibat munculnya serat . Kalimantan Timur (680 Ha).serat sintetik yang segera menguasai pasar. petani .51 mempengaruhi kekuatan pulp.kira 85%. Tetapi penggunaan serat daun nanas akhirnya berkurang. 9 % tunas batang dan 1 % batang. tekstil dan kertas di beberapa tempat di dunia (Collins. Jawa Barat (891 Ha).100 cm atau lebih. Jumlah daun setiap pohon dewasa dapat mencapai 60 . Permukaan atas daun nenas halus.80 lembar atau 3 . Jawa Tengah (859 Ha).1983).kadang berduri untuk jenis tertentu. dan luas panen total Indonesia 49025 Ha (Data Statistik.11. Tinggi tanaman nanas dapat mencapai 90 . Tanaman nanas banyak terdapat di Indonesia misalnya di Sumatera Utara (luas panen 6983 Ha). dan Jawa Timur (29762 Ha). pendayagunaan serat nenas sebagai bahan baku pulp kertas mungkin dapat memberi nilai tambah kepada perkebunan maupun para petani. Mengingat potensi tanaman nenas di Indonesia cukup banyak.5 Mineral Mineral (senyawa anorganik) di dalam kayu mempunyai kadar kurang dari 1%.150 cm dan kadang .2009) .5 kg dengan kadar air kira . air dan peralatan yang digunakan (Sungai. Sumatera Selatan (1174 Ha).

tissue. Sel serat daun nanas mempunyai perbandingan panjang terhadap lebar sangat besar. 2006). permukaan halus dan mudah dilipat (Collins. diameter serat bagian luar 6.masing sekitar 18 dan 24 bulan. misalnya : kertas filter. Pulp daun nanas sesuai untuk dibuat jenis kertas khusus.40 mm. Morfologi serat nanas jenis cayenne : panjang serat rata 3. Ada pula penelitian yang menggunakan proses soda sulfit dengan kondisi 15 % natrium sulfit. Pulp dan kertas dapat dipoduksi dari serat dalam psedostem pokok pisang. Sedangkan bibit dari tunas tangkai daun dari mahkota dapat dipanen masing . Kertas yang dipoduksi dari serat pisang mempunyai kelebihan yang banyak dibandingkan dengan kertas dari pulp kayu.13 SERAT PELEPAH BATANG PISANG Pisang mempunyai banyak manfaat dari sudut makanan maupun sudut lain seperti produk pulp dan kertas.lain. yang pada umumnya dianggap sebagai bahan buangan dalam industri pisang.99 mikrometer dan tebal dinding 2. sehingga sifat kertas yang terbentuk juga sangat baik.33 mikrometer. 1980). Daun nanas dapat berwarna hijau tua atau coklat kemerah-merahan dan mengkilap(Collins. terutama dalam kekuatannya. 1960). kertasnya dapat diremas sampai kusut dan kemudian dihaluskan kembali tanpa meningglkan bekas. 1960) Sebenarnya dalam beberapa hal. 2. sigaret. Pemasakan daun nanas dapat dilakukan dengan berbagai proses misalnya proses soda bertekanan dan proses sulfit netral dengan 4 12 % natrium sulfit (FAO. misalnya : tipis. agar produktivitasnya terjaga (Collins. 2 % natrium hidroksida dan suhu pemasakan 120 ºC (Kurita. Kekuatan ini timbul dari serat pokok pisang yang Universitas Sumatera Utara . sifat serat daun nanas lebih banyak daripada serat kayu. Penelitian telah menunjukkan bahwa.(Wawan K.52 sedangkan permukaan bawahnya mempunyai banyak alur sepanjang daun. biasanya tanaman jenis Cayenne dibongkar setelah panen tiga kali. Bahkan. kertas pisang adalah 300 kali lebih kuat dibandingkan dengan kertas pulp kayu biasa. dan lain . 1960). 1983).

Serat rami ini merupakan bahan yang dapat diolah untuk kain fashion berkualitas tinggi dan bahan pembuatan selulosa berkualitas tinggi (selulosa α). yaitu sebagai Universitas Sumatera Utara .35 gr / cm³. kandungan selulosa diantara 63 – 64 % dan kandungan lignin hanya 5 %.265 (1977) 2.15-0.5 Hemiselulosa (%) Abu (%) 2 3 19 12 0. Polym. Daunnya yang merupakan kompos dan pakan ternak bergizi tinggi.5. pohonnnya baik untuk bahan bakar.53 panjang. Perbandingan Komponen . Selulosa α berkualitas tinggi merupakan salah satu unsur pokok pembuatan bahan peledak dan propelan yaitu isian dorong untuk meledakkan peluru. Rami merupkan tanaman yang serba guna.7 Selulosa (%) 65 60 63-64 66-72 32-43 81. Perbandingan komponen-komponen serat dapat dilihat seperti pada Tabel 2.8 µm.Komponen Serat Serat Tankos Sawit Mesocarp Batang Pisang Sisal Coir Daun Nanas Lignin (%) 19 11 5 10-14 40-45 12.Eng. Rami mempunyai banyak kegunaan. sehingga baik sekali digunakan sebagai kertas pembungkus produk. Diameter serat pisang adalah 120 ± 5. Kelebihan lain kertas pisang adalah lebih tahan terhadap basah dan lebih berkualitas dan juga mempunyai ketahanan lebih terhadap api Melihat kertas pisang tidak mudah terbakar.16. Tabel 2.5. Sifat mekanik serat pisang adalah mempunyai densitas 1. Kayu dan serat rami dapat diolah menjadi pulp berkualitas tinggi sebagai bahan baku pembuatan aneka jenis kertas berharga. Serat pisang diperoleh dari batang palsu (pseduo-stem) pokok pisang merupakan serat yang mempunyai sifat mekanik yang baik.25 J. tetapi yang paling bernilai ekonomi tinggi adalah serat dari kulit kayunya.14 SERAT RAMI Tanaman rami (Boehmeria Nivea) merupakan tanaman tahunan yang mudah tumbuh dan berkembang biak di daerah tropis.

46 mikrometer.lain. Ditinjau dari sifat kimia tersebut rami mempunyai prospek yang baik untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku pulp kertas maupun pulp larut (dissolving pulp) yang lebih dikenal sebagai pulp rayon (Umar S. kertas surat berharga. serat rami juga dapat dikembangkan untuk kertas khusus seperti kertas saring teh celup. Klasifikasi Serat menurut Klemn. kertas rokok. kertas dasar stensil. Kandungan selulosa rami relatif tinggi (sekitar 50%). Tabel 2.K. 2007) Universitas Sumatera Utara . dan lain .54 sumber penghasil serat untuk industri tekstil maupun bahan baku pulp kertas. Klasifikasi Serat Serat pendek (µm) Serat sedang (µm) Serat panjang (µm) Hard wood < 900 901 – 1600 > 1600 Soft wood Non wood < 3000 < 2000 3001 .(Yuniarti. tebal dinding 8. diameter serat bagian luar 16. 2007) Morfologi serat rami : panjang serat rata-rata 11. sedangkan kadar ligninnya rendah (sekitar 10%). Sebagai sumber serat yang panjang.Tarmansyah. kertas dokumen. P. Pulp ini dapat digunakan sebagai substitusi serat panjang untuk membuat kertas tulis.Tarmansyah.44 mikrometer.4500 2001 .6.4500 > 4500 > 4500 (Joni Siallagan. dan kertas peta. 2006) Perbandingan panjang serat kayu dan tanaman bukan kayu seperti yang ditampilkan pada Tabel 2. dan kertas yang memerlukan ketahanan (security papers) daya simpan yang lama seperti kertas uang. rami sangat potensial untuk dikembangkan menjadi pulp putih serat panjang yang selama ini masih diimpor.23 mm. Selain itu serat rami dengan kandungan selulosa yang tinggi dapat digunakan sebagai bahan baku rayon (Umar S.6. kertas fotokopi. Dengan sifat seratnya yang panjang dan langsing. 2007).

gelatinasi menyebabkan kekentalan larutannya berubah. kentang. fine dan bahan pengisi yang bermuatan negatif. Sebelum dipergunakan dalam pembuatan kertas.partikel fine dan bahan pengisi.15 PATI Pati (Starch) memiliki sifat yang dapat meningkatkan retensi. ubi (tapioka). Penyusun utama dari pati adalah amilosa dan amilopektin. jagung. pati kationik dibuat melalui proses esterifikasi dengan alkyl aminoethly chloride. pati mempunyai sifat pendispersi yang baik. Pati dapat dipergunakan pada proses pembuatan kertas alkali dan kertas asam. tetapi pati kationik lebih banyak dipergunakan karena bahan . 2004). karena sudah memiliki muatan positif.30 menit (Wawan. dll.dkk. Pati merupakan polimer alam yang mudah didapat dan harganya relatif murah. pati diperoleh dari beberapa jenis tumbuhan.55 2. drainase dan meningkatkan kekuatan lembaran kertas. kandungan ini berbeda . Universitas Sumatera Utara . dan sedikit lemak serta protein.beda untuk tiap jenis pati Amilosa mempunyai rantai lurus sedangkan amilopektin mempunyai rantai bercabang. selain sebagai pretense dan drainase juga berfungsi sebagai pendarih dan penguat kering. pemasakan pati dianjurkan pada suhu 100ºC selama 20 . 2004).bahan yang dipergunakan dalam pembuatan kertas seperti serat dan bahan pengisi mempunyai muatan negatif. Pati kationik dapat mengemulsikan ASA dan dapat menjaga kestabilannya. bentuk rantai ini akan berpengaruh pada mekanisme pengikatan partikel . Pemakaian pati kationik tidak memerlukan penambahan alum. muatan positif pati kationik berikatan langsung dengan serat. yaitu anionik. dapat juga menggunakan tertiary amines atau quartenary amines (Wawan K. Pada proses alkali pati mempunyai fungsi lain yang sangat penting.H.dkk. pati dimasak terlebih dahulu agar terbentuk gelatinasi. Pada penggunaan selanjutnya pati dapat ditemukan dalam bentuk modifikasi. dan dapat bekerja pada pH 4-9. K. kationik dan amphoterik. yang dapat membantu memperbaiki formasi lembaran.H.

brosur. 1987). kertas seni.esdm.56 2. pada umumnya berwarna putih atau agak keputihan.16 KAOLIN Kaolin merupakan masa batuan yang tersusun dari material lempung dengan kandungan besi yang rendah. kaolin meningkatkan kualitas berwarna kertas menjadi lebih putih. memiliki permukaan yang luas dan memiliki abrasivitas yang rendah menjadikannya sebagai bahan baku yang ideal untuk memproduksi kertas. S.id) Kaolin pada industri kertas dipergunakan sebagai filter dalam ‘bulk’ kertas dan untuk melapisi permukaan kertas. kertas dan karton untuk box (Harjanto. meningkatkan sifat optik dari kertas dan memperbaiki sifat cetak kertas. Kaolin mempunyai komposisi alumunium silikat hidrat. Sifat yang dimiliki kaolin yang berwarna putih. Al2O32SiO2 2H2O serta mempunyai banyak aplikasi di industri (www.go. Kaolin berguna dalam mengurangi jumlah pulp kayu yang mahal.tekmira. Contoh : kertas untuk majalah. Ketika kaolin digunakan sebagai pelapis permukaan kertas. Universitas Sumatera Utara .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful