Ketua Apindo Jabar Deddy Wijaya mengatakan langkah yang ditempuh Pemkab Bandung untuk merealisasikan kawasan industri tersebut bisa memperkuat iklim investasi di Jabar. January 22nd.Apindo Jabar Dukung Penuh Pembangunan Kawasan Industri di Margaasih Posted by Iwan GaluhAPINDO. Pilihan. TerkiniTuesday.08:15 am Foto: Ketua Apindo Jabar. Bandung – Asosiasi Pengusaha Indonesia Jawa Barat mendukung langkah penuh pembangunan kawasan industri di Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung karena berdampak positif bagi iklim investasi usaha. Deddy Wijaya (koranjakarta) SPC. 2013 . . Bisnis Daerah.

“Beberapa waktu lalu saja Kementerian Perindustrian pernah berjanji jika kawasan itu secepatnya direalisasikan akan diberi bantuan sarana dan prasarana seperti akses jalan. Sungai Citarum mengandung banyak limbah buangan pabrik. seperti selokan pembuangan pribadi mereka. Greenpeace banyak menemukan pipa-pipa yang bermuara ke Sungai Citarum. terbukti gagal melindungi sumber air masyarakat dari pencemaran bahan kimia berbahaya. Kesimpulan tersebut merupakan hasil dari studi yang dilakukan oleh Greenpeace Indonesia pada Juni-Oktober 2012 dan dipaparkan kepada publik Rabu (28/11). . dan lainnya. Margaasih. pengusaha sudah tidak berat lagi untuk mengurus segala perizinan. Direktur Eksekutif Walhi Jawa Barat Dadan Ramdan mengungkapkan bahwa industri tekstil di daerah aliran Sungai Citarum memperlakukan sungai. “Kami tidak berat lagi mengurus izinnya karena segala perizinan dilakukan satu kali ketika membeli tanah dan membangun industri di kawasan itu. yang menjadi sumber air bagi masyarakat. Cr6+ terdeteksi di titik penyampelan Majalaya. dan lainnya. perizinan. penerangan. Karena tidak dapat diurai. jika kawasan itu telah direalisasikan. (SPC-20/bisnis-jabar) Jakarta – Ratusan pabrik tekstil terindikasi mencemarkan Sungai Citarum mengingat bahan-bahan kimia berbahaya ditemukan di sungai yang bersinggungan dengan sekitar 500 pabrik tersebut dan lebih dari separuh pabrik-pabrik tersebut adalah industri tekstil.” kata Deddy. Penduduk menyebutnya pipa siluman. Mulai dari penyediaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL). dan Jatiluhur. “Dan pemerintah dengan pendekatan reaktif 'atur dan awasi'-nya.Menurutnya.” ungkap Deddy. Rancaekek. Cihaur. Deddy menjelaskan kawasan industri Margaasih memang telah dipersiapkan sedemikian rupa untuk industri terpadu. Greenpeace menyatakan bahwa logam yang bersifat karsinogenik ini masih banyak digunakan oleh industri tekstil dan penyamakan kulit. Hasilnya. limbah industri dan keperluan air untuk produksi telah disediakan di kawasan itu sehingga tidak akan mengganggu lingkungan. logam berat dapat terus terakumulasi di jaringan tubuh mahluk hidup dan dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Beberapa temuan penting adalah bahwa pada beberapa lokasi kandungan krom heksavalen (Cr6+) dan beberapa logam berat lainnya berada pada level yang mengkhawatirkan. Selain perizinan. Batujajar. air.” kata Dadan. karena tidak jelas dari mana limbah pipa tersebut berasal. katanya. Sampel yang diambil dari 10 titik Sungai Citarum kemudian diuji ke laboratorium Institute of Ecology Universitas Padjadjaran di Bandung dan Lab Afiliasi Kimia Universitas Indonesia di Depok. Dalam pelaksanaan studinya.

Limbah seperti itu bukanlah ciri dari limbah domestik.” ujar dia.000. belum menghitung manfaat lingkungan yang didapat.Koordinator Water Pool Greenpeace Asia Tenggara-Indonesia Hilda Meutia mengatakan. adalah perusahaan masih mengandalkan instalasi pengolahan air limbah (IPAL).” kata Ashov. “Ini terjadi di banyak sektor industri. pencemaran sungai oleh industri adalah cerita lama. Pusat Produksi Bersih Nasional (PPBN) yang dibentuk pada 2004 mempunyai program bernama Manajemen Lingkungan Berorientasi Lingkungan (MeLOK). 24 Maret 2011 .” ungkap Hilda. Amerika Serikat. Program tersebut bernama Toxic Use Reduction Act (TURA). Secara bisnis. tanpa melupakan aspek bisnisnya. Greenpeace tidak secara lugas menyatakan bahwa industri tekstil mencemarkan Sungai Citarum. “Tetapi ada indikasi. Permasalahan yang utama. Juru Kampanye Greenpeace Indonesia Ahmad Ashov Birry mencontohkan apa yang dilakukan pemerintah Massachusets. Menurut Hilda. Program ini mendorong agar dunia industri menjalankan bisnisnya dengan lebih ramah lingkungan. Produksi Bersih Industri berpikir bahwa mengeluarkan limbah bersih ada harganya. Sudah banyak contoh sukses MeLOK.” kata Hilda. Padahal investasi untuk itu hanya Rp 5. kata Hilda. Apakah akan menimbulkan limbah yang berbahaya atau tidak. “Hanya saja PPBN belum banyak menyentuh sisi limbah B3. Padahal sudah banyak bukti bahwa tidak selamanya mengeluarkan limbah bersih membuat ongkos produksi melambung.” kata dia. berwarna. panas.000 dengan melakukan modifikasi sistem pemipaan. Industri yang menggunakan bahan kimia beracun diminta untuk mengevaluasi sistem yang mereka gunakan dan merencanakannya dengan lebih ramah lingkungan. Misalnya PT Indonesia Power yang dapat melakukan penghematan Rp 70. Indonesia memiliki program serupa. dan keluar dalam volume besar dalam waktu-waktu tertentu. Produksi 800 ha Sawah Menurun Kamis.000 dari penghematan penggunaan bahan kimia Anti Foam. sudah terbukti bahwa industri yang menjalankan program TURA justru mendapati biaya produksinya menurun. “Cost mereka berkurang 30%. Itu baru manfaat dari sisi bisnis. Seharusnya industri lebih memikirkan bahan kimia yang digunakan sejak awal. Limbah Pabrik Cemari Sungai di Margaasih. “Itu indikasi limbah dari industri. dari pipa siluman tersebut keluar cairan beruap. meskipun tidak sekuat yang dilakukan Massachusets.885.

Akibat limbah. Sampah yang tertahan dan air yang sudah terkontaminasi limbah pabrik mengeluarkan bau busuk menyengat. warga lainnya. Sebab dulunya sungai ini sangat jernih. Bisa jadi masyarakat terpaksa membuang sampah ke sungai karena tidak tersedianya tempat pembuangan sampah di daerahnya. pencemaran sungai akibat limbah sudah terjadi sejak lama. "Dulu airnya jernih hingga anakanak tiap sore banyak yang berenang di sungai. Bahkan limbah cair pabrik ini mencemari sawah-sawah yang ada di Margaasih. Bandung tercemar limbah cair pabrik dan sampah. produksi pertanian menurun hingga 75%. Pemantauan "GM" di lapangan. Padahal warga Margaasih sudah beberapa kali mengingatkan pabrik agar tidak membuang limbahnya ke sungai tersebut.com/indexnews. warga lainnya menuturkan. Menurut H. Dede Supardi. Sayangnya karena di atas sungai melintas beberapa jembatan. maka perlu peran Pemprov Jabar untuk menanganinya sebab melibatkan dua wilayah. Kab. tercemarnya sungai di Margaasih ini sangat disayangkan Halim Budi. Kab. Kondisi tersebut membuat warga khawatir datang bencana banjir dan penyebaran penyakit." katanya." jelasnya. Tumpukan sampah membuat aliran sungai tersumbat dan dikhawatirkan menimbulkan banjir di kawasan tersebut. Namun banyaknya pabrik dan . pencemaran sungai di Margaasih berasal dari pabrik-pabrik di wilayah Kota Cimahi. hampir 50%-nya tercemar limbah.MARGAASIH. hujan yang mengguyur wilayah Margaasih. terutama di Desa Margaasih dan Nanjung. salah seorang tokoh masyarakat Margaasih yang peduli terhadap lingkungan. banyaknya sampah dan tercemarnya aliran sungai di Margaasih. Tumpukan sampah juga mengundang lalat-lalat di kawasan itu. namun bukan berarti pemerintah lepas tangan. Menurut Toni. "Karena pabrik yang berasal dari Cimahi. tidak luput dari perilaku masyarakat dan pabrik yang seenaknya membuang sampah maupun limbah ke sungai. air sungai berubah hitam pekat dan menimbulkan bau menyengat. "Dari sekitar 800 ha sawah di Margaasih. sampah-sampah yang terbawa aliran sungai terhambat hingga menumpuk. Cemari sawah Sementara Toni Hendarto. Bandung dan sekitarnya beberapa hari terakhir.php Sebagian besar sungai yang ada di Margaasih.klik-galamedia. Sementara itu. Margaasih. membuat debit air sungai naik. Seperti di aliran Sungai Citarik yang melintasi daerah Rancamalang. Akibat pencemaran limbah pabrik. Meski masalah sampah akibat ulah masyarakat yang tidak disiplin.(GM)www.

Selain itu. Kabupaten Cianjur. Kecamatan Margaasih. lanjut Halim. mencontohkan air limbah yang mengganggu saluran irigasi tersebut terjadi di Desa Lagadar. air sungai lebih sedikit dan lambat mengalir ke Citarum hingga baunya lebih menyengat. Makanya kalau kemarau. lebih terasa dampaknya oleh masyarakat saat musim kemarau. Kota Bandung.” katanya hari ini. masih banyak irigasi yang ada di Kabupaten Bandung yang berada dalam kondisi rusak. Saeful Bahri. "Kalau hujan. Air limbah yang mencemari sungai dan sawah. akhirnya kondisi tersebut berdampak pada produksi dan lahan pertanian yang menurun.com): Komisi B DPRD Kabupaten Bandung mengeluhkan air limbah yang mengganggu saluran irigasi sehingga mengganggu area pertanian masyarakat setempat. Bandung BANDUNG (bisnis-jabar. kalau kemarau air limbah yang menggenangi sawah tidak terbuang ke sungai hingga mengendap di sawah. (B. hal ini harus segera diatasi agar irigasi pertanian tidak tercemar limbah industri.97)** PENCEMARAN SUNGAI: Limbah pabrik pengaruhi irigasi di Kab. Bahkan. “Banyak petani yang tidak bisa menanam padi sebanyak dua kali karena kekurangan air. ujar dia." katanya. Padahal di sisi lain. “Areal pertanian di daerah tersebut sudah terkena limbah.000 hektare mulai dari Kabupaten Bandung.limbahnya dibuang ke sungai. Menurutnya. Tidak itu saja. Purwakarta dan. Kabupaten Bekasi tersebut semakin memprihatinkan.” katanya. limbah yang mencemari aliran sungai tersebut dinilai kian membahayakan kesehatan lingkungan.(yri) Bahan baju obama sebarkan racun di Citarum . ujar dia. Menurut dia. terkadang padi yang ditanam mati" katanya. Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Bandung. air limbah ini langsung terbawa aliran sungai hingga Citarum. ikan saja sudah tidak ada karena mati. Memang ada air tapi tidak bisa digunakan. Saeful menjelaskan kondisi Sungai Citarum yang mengaliri dari Kabupaten Bandung hingga di Muaragembong. Tapi kalau musim kemarau. Sebab air limbah ini tidak terbawa air hujan. sungai tersebut berfungsi sebagai pemasok irigasi seluas 42. jangankan dipakai renang. Kabupaten Bandung Barat. Karawang.

Adapun unsur logam berat yang terdeteksi antara lain Cu. Ni. industri makanan. Adapun fakta yang menunjukkan adanya kontaminasi limbah berbahaya industri telah dibuktikan oleh sejumlah studi eksperimental. Co. karena instalasi pengolahan limbah industri (end-of-pipe system) tidak dapat mengatasi semua jenis limbah industri. Mulai dari rancangan produk dan proses. Zn. hasil analisis menunjukkan tingginya konsentrasi logam berat yang ada di badan air sungai. Tapi sayangnya. langkah-langkah harus dilakukan untuk mengurangi dan pada akhirnya mengeliminasi penggunaan bahan kimia berbahaya dan beracun melalui substitusi (lihat Bagian F untuk ‘Solusi Produksi Bersih’). Pb. Cd. dan industri elektroplating10 Pabrik-pabrik tekstil tersebut sebenarnya telah memiliki fasilitas pengolahan air limbah masing-masing dan mereka telah mengolah terlebih dahulu limbah yang dihasilkan sebelum dibuang ke dalam aliran sungai. dan Cr16 .Kami yakin bahwa solusi terletak pada prinsip kehati-hatian dan pendekatan pencegahan. Survei terdahulu menginformasikan bahwa jenis-jenis industri utama yang berada di Daerah Aliran Sungai Citarum antara lain industri tekstil. industri penyamakan kulit. Bahan kimia berbahaya dan beracun harus ditangani sejak dari sumbernya.

. merserisasi. Status kualitas Sungai Citarum saat ini berada pada tingkat yang mengkhawatirkan. Studi-studi yang disebutkan di atas menunjukkan bahwa air limbah industri menjadi penyebab utama pencemaran sungai. Limbah organik yang dihasilkan dari industri tekstil mampu merubah nilai pH. Beragam industri dengan jumlah yang banyak beroperasi di sepanjang aliran sungai Citarum. yang pada umumnya menjadikan sungai sebagai tempat untuk membuang limbah tanpa melakukan pengolahan yang tepat. pemasakan. Limbah elektroplating berasal dari campuran proses seperti proses pembersihan lemak. Cadmium. Tembaga. Krom. beracun dan tidak beracun. pewarnan. atau meningkatkan kadar BOD dan COD dalam badan air. Proses-proses dalam industri tekstil yang menghasilkan limbah cair antara lain pengkajian dan penghilangan kanji. Diantara sektorsektor industri tersebut. pengelantangan.24. Setiap sektor industri berkontribusi pada jenis limbah yang berbeda bergantung pada proses produksi yang diadopsi oleh industri tersebut. Penelitian untuk mengidentifikasi sumber-sumber pencemaran serta untuk menemukan solusi yang tepat untuk meningkatkan kualitas air sungai-sungai yang berada di Indonesia perlu dilakukan. Limbah padat dan/atau cair bisa dihasilkan. Sebagai contoh. berbahaya atau tidak berbahaya. Timbal. dan daerah komersial yang ada di DAS Citarum membuang limbahnya ke sungai tanpa melakukan pengolahan yang memadai. Banyak macam elemen logam berat yang dihasilkan dari proses produksi tekstil. Proses pembersihan lemak pada logam dilakukan menggunakan berbagai jenis pelarut. Selain itu. Secara umum limbah yang dihasilkan dapat berupa limbah organik atau anorganik. industrialisasi dan urbanisasi yang pesat di daerah aliran sungai telah menyebabkan pencemaran semakin intens mengotori badan air. pencetakan. pemukiman. diantaranya Arsen. Kebanyakan sektor industri. industri pelapisan logam (elektroplating) menghasilkan limbah cair dengan karakteristik yang berbeda. Tahun 2007. Limbah cair industri memberikan kontribusi yang besar terhadap kondisi Sungai Citarum. proses pengasaman dan/atau pembersihan dengan elektrik. industri tekstil adalah salah satu sektor yang perlu diperhatikan karena jumlahnya yang paling dominan. dan proses pelapisan logam. beberapa proses pada industri tekstil menghasilkan baik limbah organik atau limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) dalam bentuk limbah cair. karena badan air sungai kini mengandung berbagai jenis kontaminan yang berasal dari berbagai sumber.Masalah seperti ini terjadi sebagai akibat perilaku pelaku industri dan penduduk. disamping berupaya meningkatkan peran berbagai pemangku kepentingan yang tidak dapat dipandang sebelah mata dan tidak dapat diabaikan. Berbeda dengan industri tekstil. dan proses penyempurnaan 25. diantaranya pelarut benzene. logam berat. berdasarkan kajian yang dilakukan oleh BPLHD Provinsi Jawa Barat. dan seng. dan sebagainya. Kebanyakan industri tekstil juga menghasilkan limbah logam berat yang termasuk dalam kategori berbahaya. terdapat 359 perusahaan yang terbagi kedalam 11 sektor industri yang berbeda berlokasi di empat wilayah administrasi sepanjang aliran Sungai Citarum hulu.

yaitu mempersiapkan benang untuk tahap pemintalan (spinning) dan pekerjaan rajutan (knitting). dan sebagainya. hingga bagaimana produk tersebut dikonsumsi. dan pencelupan logam yang menghasilkan cairan limbah yang mengandung sianida dan logam yang dilapisi. Derajat pencemaran bahan organik dalam air ditunjukkan oleh nilai-nilai BOD dan COD. Limbah cair yang dihasilkan dari proses ini umumnya mengandung silene. Dampak terhadap lingkungan dievaluasi sejak awal merancang produk dan proses. Sumber utama kontaminasi bahan organik dari industri tekstil adalah “proses kering” seperti proses “Sizing”. seng. atau tidak memenuhi keduanya (kadar dan beban) yang disyaratkan berdasarkan Keputusan Gubernur No. perendaman. proses produksi dan servis untuk mengurangi resiko terhadap manusia dan lingkungan serta meningkatkan efisiensi. yakni melalui oksidator kuat. pada praktiknya. lemak. Karena meliputi siklus yang luas. dan ketaatan terhadap peraturan (regulasi) yang berlaku dari masyarakat dan pelaku industri masih sangat rendah. beban. partisipasi. dan keton. timbal. aseton. Bahan organik dapat juga berasal dari “dyeing” dimana surfaktan seringkali ditambahkan Produksi Bersih (Clean Production) adalah usaha berkelanjutan pada seluruh siklus hidup produk. Namun. Bahan-bahan organik juga berasal dari “proses basah” seperti “Scouring” suatu proses pencucian untuk membuang kotoran-kotoran baik organik maupun anorganik yang dapat mengganggu tahap-tahap proses selanjutnya. sabun. Produksi Bersih menjadi tanggung . perak. Seperti kita ketahui bahwa air limbah tekstil mengandung sejumlah senyawa kimia organik yang degradable maupun non-degradable. sianida. Adapun limbah yang dihasilkan dari proses pembersihan dengan elektrik diantaranya padatan tersuspensi. Sedangkan proses pengasaman menghasilkan limbah cair berupa cairan dengan pH rendah (larutan asam). Jenis logam yang umum digunakan sebagai pelapis diantaranya logam tembaga. 6 Tahun 1999.5% (33 industri) yang buangan limbah dari IPAL-nya telah memenuhi baku mutu. Produksi Bersih bukan sekedar mengandalkan sistem pengolahan limbah akhir saja (endofpipe treatment). Proses lain yang menghasilkan limbah adalah proses pengasaman dan/atau pembersihan dengan elektrik. BOD adalah nilai yang menunjukkan jumlah oksigen yang dikonsumsi oleh mikroorganisme untuk mereduksi bahan-bahan organik. krom. sementara COD diperlukan untuk mengoksidasi bahan-bahan organik melalui proses kimiawi. kostik.2% (83 industri) dari 176 industri di Kabupaten Bandung yang telah mengelola limbah cairnya menggunakan IPAL26 Sayangnya. toluene dan karbon tertraklorida. dari jumlah tersebut hanya 39. tetrakloro-etilene. emas. cadmium. Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. metil klorida. Proses terakhir yang menghasilkan limbah adalah proses pelapisan. sedangkan sebagian lainnya hanya memenuhi kadar. nikel. Sebuah survey menemukan bahwa hanya 47. timah. sabun. dan platina yang merupakan jenis-jenis logam yang umum digunakan sebagai agen pelapis Berbagai regulasi telah dikeluarkan oleh Pemerintah. atau larutan alkali yang mengandung natrium karbonat. dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. boraks. tingkat kesadaran. metilen klorida.trikloroetilin. dan cairan dengan pH tinggi (larutan alkali).

43 Produksi bersih juga mencakup penghematan dan penggunaan energi ramah lingkungan. Beberapa alasan yang mendukung argumen tersebut adalah a) kegiatan pengolahan limbah hanya mengubah bentuk limbah. Sistem Penanganan Limbah Konvensional (end-of pipe treatment) Sistem pengolahan limbah yang kita kenal saat ini mengandalkan metoda-metoda untuk mengurai. yaitu eliminasi bahan kimia berbahaya. kurang efektif dan cenderung ketinggalan jaman. bukan saja para ahli yang menangani sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah 42. serta menunaikan hak publik atas informasi pengelolaan bahan kimia berbahaya dan beracun. Kami meminta pemerintah untuk : . peraturan terkait pengolahan limbah cenderung masih banyak dilanggar.44 Bersandar hanya pada sistem pengolahan limbah akhir (end-of-pipe-treatment) merupakan pemecahan masalah yang bersikap reaktif (limbah terlanjur tercipta). Keberadaannya penting. lewat subtitusi dengan materi yang aman. Pertanyaannya. masuk dalam rantai makanan dan terakumulasi di jaringan tubuh mahluk hidup (bioakumulatif). A. serta d) tidak ada insentif untuk mencari subtitusi bahan baku yang lebih ramah lingkungan atau dengan kata lain upaya mengurangi limbah pada sumbernya tidak dilakukan. memisahkan dan mengencerkan kontaminan sebelum limbah dilepaskan ke lingkungan. bukan diakhir pipa pembuangan. Tulisan ini berfokus pada salah satu aspek produksi bersih. dimana limbah terlanjur tercipta. Mulailah dengan menyatakan komitmen „Nol Pembuangan‟ Bahan Kimia Berbahaya dan Beracun dan menetapkan target dan rencana untuk mencapainya. pemanfaatan kembali materi dalam siklus produksi (re-use) dan sistem daur ulang (recycling). memindahkan dari satu media ke media lainnya. namun tidak dapat melindungi masyarakat dari materi yang bersifat persisten (sulit terurai). Penerapan „Produksi Bersih‟ memastikan bahan toksik tidak lagi digunakan pada seluruh siklus hidup produk/proses. b) biaya reklamasi lingkungan yang tinggi. Pendekatan preventif harus dimulai sejak awal perancangan produk dan proses. Subtitusi dan inovasi di bidang „produksi bersih‟ tidak akan muncul begitu saja di sektor industri tanpa dukungan dan desakan pemerintah serta publik.45 Pendekatan kebijakan „atur dan awasi‟ lewat baku mutu dan penerapan sistem „end-ofpipe‟/IPAL merupakan penanganan yang bersifat reaktif. Materi ini bertahan di alam. bagaimana dengan materi yang sulit terurai (persisten). akumulatif dan toksik. c) di Indonesia. Sistem ini berasumsi bahwa semua polutan dapat terurai.jawab seluruh organisasi.

1) Membuat sebuah komitmen politik untuk menuju „Nol Pembuangan‟xxix semua Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dalam satu generasixxx. dan meliputi pertanggung jawaban produsenxxxii agar dapat mendorong inovasi dan eliminasi penggunaan materi toksik. Menyusun sebuah sistem registrasi data pemakaian dan pembuangan B3. 2) Membuat rencana implementasi untuk : menyusun sebuah daftar Bahan Berbahaya Beracun (B3)xxxiii yang dinamis untuk prioritas ditindak lanjuti segera. November 29. Data tersebut harus dapat diakses secara bebas dan mudah oleh masyarakat. sehingga target utama (poin 1) dapat tercapai. menyusun waktu dan target pencapaian dan jangka menengah demi mengurangi. berdasarkan prinsip kehati-hatian (precautionary principle) dan pendekatan pencegahan (preventive approach) dalam manajemen bahan kimia. Sungai Citarum Tercemar Bahan Kimia Berbahaya Posted by Redaksi Kamis. Komitmen ini ditekankan pada prinsip subtitusixxxi. membatasi dan pada akhirnya mengeliminasi pelepasan materi B3. 2012 Share on facebookShare on twitterShare on emailShare on printMore Sharing Services2 .

yaitu di Majalaya. BL.Leuwigajah. Investigasi Greenpeace menemukan bahan-bahan kimia berbahaya di muara kanal. Dari investigasi tersebut terindikasi kuat bahwa bahan-bahan kimia berbahaya tersebut utamanya berasal dari industri tekstil. Cisirung . Menurut laporan yang diluncurkan Greenpeace dan Walhi Jawa Barat kemarin. Padalarang. Rancaekek. Batujajar. Margaasih . Jawa Barat kini tak lagi bening. Jatiluhur dan Karawang.Seorang aktivis lingkungan mengambil sampel air yang tercemar di Sungai Citarum. . kanal dan badan air yang menjadi saluran pembuangan industri di delapan area industri di Sungai Citarum.Dayeuhkolot. JAKARTA. Foto : dok Greenpeace.Sungai Citarum. bahanbahan kimia tersebut bersifat toksik bagi sistem reproduksi dan bahkan dapat menyebabkan kanker. bahkan beberapa kanal diidentifikasi mengandung bahan-bahan kimia berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan.

Jatiluhur dan Karawang. Jatiluhur. kedua materi tersebut diklasifikasikan sebagai toksik bagi kehidupan akuatik. Karena sifatnya yang tidak dapat diurai (persisten). maka logam berat dapat terus terakumulasi di jaringan tubuh mahluk hidup melalui rantai makanan (bioakumulasi) dan dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Ashov menambahkan. Majalaya. Cr6+ terdeteksi di titik penyampelan Majalaya. Dibutyl phthalate (DBP) yang digolongkan sebagai „toksik terhadap sistem reproduksi‟ juga ditemukan pada beberapa titik sampel. dan mengkontraskannya dengan kondisi sebuah mata air di daerah hulu. Kami mendekati titik-titik buangan industri untuk mengetahui materi apa yang terkandung di dalamnya.” kata Ahmad Ashov Birry. Senyawa kimia organik berbahaya lainnya yang diidentifikasi yaitu 2. Margaasih. juga teridentifikasi beberapa senyawa kimia organik beracun di beberapa titik sampel. Cisirung. Bis(2-ethylhexyl) phthalate (DEHP). Selain logam berat.6-bis (dimethyl ethyl-4 methyl) phenol atau dikenal dengan nama BHT & 4-chloro-3methylphenol (p-chlorocresol) yang merupakan kelompok alkylphenol. Beberapa turunan phthalate tersebut ditemukan di Margaasih.Laporan Greenpeace “Bahan Beracun Lepas Kendali” menyoroti bahan kimia berbahaya yang dilepaskan industri ke sungai Citarum pada 10 (sepuluh) lokasi yang tersebar dari hulu hingga hilir sungai. Cihaur. Logam yang bersifat karsinogenik ini masih banyak digunakan oleh industri tekstil dan penyamakan kulit. Rancaekek. Bahan kimia tersebut ditemukan di Padalarang. “Temuan ini menegaskan bahwa kita kehilangan kendali atas keberadaan bahan beracun di alam. Sampel diujikan ke laboratorium Institute of Ecology Universitas Padjadjaran di Bandung dan Lab Afiliasi Kimia UI (Universitas Indonesia) di Depok. . diantaranya Diethyl phthalate (DEP) yang dapat mengganggu kerja endokrin dan bersifat toksik bagi biota akuatik. Jurukampanye Air Bebas Racun Greenpeace Indonesia melalui keterangan tertulisnya. Beberapa temuan penting adalah bahwa pada beberapa lokasi kandungan Krom heksavalen (Cr6+) dan beberapa logam berat lainnya berada pada level yang mengkhawatirkan. Batujajar. Majalaya dan Jatiluhur. investigasi tersebut dilakukan selama bulan Juni hingga Oktober 2012. Di-isobutyl phthalate (DiBP). Contohnya logam Krom heksavalen (Cr6+) sebuah logam yang sangat beracun bahkan dalam konsentrasi rendah. Padalarang.

terbukti gagal melindungi sumber air masyarakat dari pencemaran bahan kimia berbahaya. berdasarkan prinsip kehati-hatian dan pendekatan pencegahan dalam manajemen bahan kimia. ketika industrialisasi berkembang pesat di Jawa Barat. (Marwan Azis). melebihi ambang batas aman bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Baik Greenpeace maupun Walhi Jawa Barat meminta pemerintah untuk segera membuat sebuah komitmen politik untuk menuju „Nol Pembuangan‟ semua Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dalam satu generasi. Hasil penelitian Greenpeace dan Walhi mengindikasikan kualitas air sungai Citarum yang selama ini sumber penghasil 80 persen sumber air baku warga Jakarta telah tercemar berat. dan meliputi pertanggung jawaban produsen agar dapat mendorong inovasi dan eliminasi penggunaan materi toksik dan berkomitmen menghentikan pembuangan bahan kimia berbahaya dan beracun melalui produksi bersih. yang menjadi sumber air bagi masyarakat. Merek Internasional Cemari Sungai Lingkungan Posted by: Sekretariat Ampuh. Penurunan kualitas air Sungai Citarum ditandai dengan air yang berwarna hitam pekat." tambah Ahmad Ashov. seperti selokan pembuangan pribadi mereka dan pemerintah dengan pendekatan reaktif “atur dan awasi” yang mengandalkan sistem end-of-pipe (IPAL) nya. “Satu-satunya jalan untuk memastikan nol buangan bahan berbahaya beracun di seluruh proses produksi adalah dengan memastikan bahwa tidak ada toksik persisten yang digunakan dari awal hingga akhir produksi.Dadan Ramdan. 18/04/2013 . mulai terjadi sejak tahun 1980-an. khususnya tekstil di daerah aliran Sungai Citarum. Perilaku masyarakat sekitar sungai yang suka membuang sampah ke bantaran sungai juga kian memperburuk kualitas air Sungai Citarum. Proses penurunan kualitas air Citarum menurut sejumlah sumber. Direktur Eksekutif Walhi Jawa Barat mengungkapkan. memperlakukan sungai. Komitmen tersebut ditekankan pada prinsip subtitusi. tampak seperti comberan dan menimbulkan bau tak sedap. Dimana sebagian besar pabrik berdiri di sekitar daerah aliran sungai. industri.

dan Banana Republic. Menurut dia. Brooks Brother (baju yang sering digunakan Presiden Amerika Barack Obama) dan H & M. GAP Inc menyatakan tanggung jawab lingkungan artinya jauh lebih besar dibandingkan sekedar menjadi hijau atau menjual produk-produk hijau.” ucap Juru Kampanye Air Bebas Racun Greenpeace Indonesia Ahmad Ashov Birry di kantor Greendpeace. PT Gistex Group menyatakan bahwa PT Gistex selalu menaruh perhatian pada lingkungan dan masyarakat. Jawa Barat.AMPUH. Pabrik kami dilengkapi dengan pengelolaan air limbah untuk menghindari pencemaran lingkungan. termasuk kepada PT Giztex Group. kata Ahmad. sera sektor industri lainnya. mempunyai posisi unik dalam memberi pengaruh positif pada upaya mengutangi dampak lingkungan dari industri tekstil serta membantu upaya dan penghentian penggunaan bahan kimia berbahaya dan beracun di seluruh sektor industri. “Ya pada intinya. Dari sampel itu terindentifikasi beragam bahan kimia yang sifatnya persiten artinya mereka akan bertahan untuk waktu yang lama setelah dilepaskan ke lingkungan. ia menyimpulkan bahwa fasilitas PT Gistex hanyalah satu contoh terhadap masalah yang lebih luas lagi terkait bahaya beracun yang dibuang oleh pabrik manufaktur tekstil. Dimana mereka merupakan perusahaan yang terasosiasi dengan fasilitas yang melakukan pencemaran oleh PT Giztex Group di Indonesia. Kepada Greenpeace. merek itu yakni Gap. Bahkan produk seperti Adidas Group. “Greenpeace telah melakukan sampling air limbah yang dibuang dari pabrik PT Gistex Group yang berada di Desa lagadar Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung di tiga titik pembuangan pada Mei 2012. Jakarta. Old Navy. Hal senada pun. ada beberapa merek fashion global yang pernah mempunyai hubungan bisnis dengan PT Gistex Group. kata dia. Investigasi Greenpeace Indonesia telah mengungkap bahwa merek fashion internasional ternyata turut menyumbangkan pencemaran limbah industri yang mengandung sejumlah bahan kimia beracun dan berbahaya ke Sungai Citarum. Namun. Old Navy. Brooks Brother dan GAP inc (yang memiliki merek Gap. Begitu pula Adidas Group yang memang masih belum memberi Greenpeace penjelasan gamblang dan lengkap secara tertulis mengenai hubungan bisnis masalah lalu dan saat ini dengan PT Gistex Group. Marubeni Corp menolak menanggapi Greenpeace. dengan rantai pasokan di berbagai negara. dan Banana Republic). merek-merek besar. Rabu (17/4/13). juga ditemukan pernah punya hubungan bisnis dengan PT Gistex Group.” ucapnya Untuk itu. Jakarta Greenpeace Indonesia kembali melakukan investigasi terhadap mereka pelaku pencemaran lingkungan di Sungai Citarum. . Dalam responnya kepada Greenpeace bulan Maret 2013. “Kami kemudian melakukan klarifikasi kepada merek-merek ini. dikatakan Adidas Group. kami melihat mereka pernah memiliki hubungan bisnis baru-baru ini dengan PT Gistex Group.” katanya. Menuru Ahmad.

merupakan sebuah urgensi agar pemerintah segera membentuk Komisi bahan Berbahaya Beracun (B3). bertanggung jawab untuk mengevaluasi bahan kimia yang terdapat di pasaran dan merekomendasikan bahan-bahan yang harus dimasukan dalam daftar B3.” ucapnya.” katanya. Komisi ini. kata dia.“Peraturan di Indonesia yang ada saat ini juga gagal dalam menyediakan perlindungan terhadap pencemaran yang sudah meluas. transparan. dengan penegakan hukum yang lemah. proses inventarisasi yang saat ini sedang didiskusikan pemerintah harus meliputi semua bahan kimia yang beredar dipasaran. Menurut dia. “Untuk daftar B3 dapat berasal dari evaluasi inventarisasi bahan kimia nasional melalui penggunaan metodologi penjaringan yang komprehensif. Hal senada dikatakan Koordinator Waterpatrol Greenpeace Indonesia Hilda Mutia. baik yang dibatasi maupun dilarang. (PR/Esra) . Standar-standar yang ada tidak cukup komprehensif atau ketat. Sehingga. serta berdasar kerakteristik materi berbahaya beracun. bukan saja yang sudah diregulasi sebagai bahan berbahaya beracun.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful