4 pilar kebangsaan

Oleh : Yudi Budiana, SH SETELAH ada amanat UU No 27 tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD pasal 15 ayat 1 huruf e, yakni mengkoordinasikan anggota MPR untuk memasyarakatkan Undang-Undang Dasar. Sertamerta berbagai wacana baik dari unsur pemerintahan maupun organisasi politik dan kemasyarakatan, mulai mengungkap bahwa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara terdapat kesepakatan yang disebut sebagai empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara. Empat pilar ini adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Pilar adalah tiang penyangga suatu bangunan agar bisa berdiri secara kokoh. Bila tiang ini rapuh maka bangunan akan mudah roboh. Empat tiang penyangga di tengah ini disebut soko guru yang kualitasnya terjamin sehingga pilar ini akan memberikan rasa aman tenteram dan memberi kenikmatan. Empat pilar itu pula, yang menjamin terwujudnya kebersamaan dalam hidup bernegara. Rakyat akan merasa aman terlindungi sehingga merasa tenteram dan bahagia. Empat pilar tersebut juga fondasi atau dasar dimana kita pahami bersama kokohnya suatu bangunan sangat bergantung dari fondasi yang melandasinya. Dasar atau fondasi bersifat tetap, statis sedangkan pilar bersifat dinamis. Salah satu tugas dari MPR adalah Sosialisasi Empat pilar bernegara yang diamanatkan dalam UU No 27 tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD Pasal 15 ayat (1) huruf e, yakni mengkoordinasikan anggota MPR untuk memasyarakatkan Undang Undang Dasar. I. Pancasila Diterimanya Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi nasional membawa konsekuensi logis bahwa nilai-nilai pancasila dijadikan landasan pokok, landasan fundamental bagi penyelenggaraan negara Indonesia. Pancasila berisi lima sila yang pada hakikatnya berisi lima nilai dasar yang fundamental. Nilai-nilai dasar dari pancasila tersebut adalah nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, Nilai Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, nilai Persatuan Indonesia, nilai Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalan permusyawaratan/perwakilan, dan nilai Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. Dengan pernyataan secara singkat bahwa nilai dasar Pancasila adalah nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, dan nilai keadilan. 1. Makna Nilai dalam Pancasila

II. Persatuan Indonesia sekaligus mengakui dan menghargai sepenuhnya terhadap keanekaragaman yang dimiliki bangsa Indonesia d) Nilai Kerakyatan Nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan mengandung makna suatu pemerintahan dari rakyat. oleh rakyat. Nilai ketuhanan juga memilik arti adanya pengakuan akan kebebasan untuk memeluk agama. Artinya. perlu dijabarkan ke dalam nilai instrumental. Karena sifatnya abstrak dan normatif. b) Nilai Kemanusiaan Nilai kemanusiaan yang adil dan beradab mengandung arti kesadaran sikap dan perilaku sesuai dengan nilai-nilai moral dalam hidup bersama atas dasar tuntutan hati nurani dengan memperlakukan sesuatu hal sebagaimana mestinya. UUD 45 Dalam UUD 45 disana tertuang Tujuan Negara yang tertuang dalamPembukaanUUD 1945 adalah . dengan bersumber pada kelima nilai dasar diatas dapat dibuat dan dijabarkan nilai-nilai instrumental penyelenggaraan negara Indonesia. yaitu tercapainya masyarakat Indonesia Yang Adil dan Makmur secara lahiriah atauun batiniah. c) Nilai Persatuan Nilai persatuan Indonesia mengandung makna usaha ke arah bersatu dalam kebulatan rakyat untuk membina rasa nasionalisme dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan nilai ini menyatakan bangsa Indonesia merupakan bangsa yang religius bukan bangsa yang ateis. e) Nilai Keadilan Nilai Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia mengandung makna sebagai dasar sekaligus tujuan. isinya belum dapat dioperasionalkan. menghormati kemerdekaan beragama. Nilainilai dasar itu sifatnya abstrak dan normatif. Contoh nilai instrumental tersebut adalah UUD 1945 dan peraturan perundang-undangan lainnya. nilai-nilai tersebut menjadi sumber nilai. dan untuk rakyat dengan cara musyawarah mufakat melalui lembaga-lembaga perwakilan. Agar dapat bersifat operasional dan eksplisit. Sebagai nilai dasar.a) Nilai Ketuhanan Nilai ketuhanan Yang Maha Esa Mengandung arti adanya pengakuan dan keyakinan bangsa terhadap adanya Tuhan sebagai pancipta alam semesta. tidak ada paksaan serta tidak berlaku diskriminatif antarumat beragama.

Bhinneka Tunggal Ika adalah motto atau semboyan Indonesia. maka dalam kehidupan berbangsa dan bernegera semestinya mentaati aturan yang sudah diundangundangkan. dan berwibawa. memiliki penduduk. memiliki pemerintahan dan adanya pengakuan dari negara lain.“Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia” hal ini merupakan tujuan Negara. Kalimat ini merupakan kutipan dari sebuah kakawin Jawa Kuna yaitu kakawin Sutasoma. IV. dan berwibawalah masalah dan konflik di Indonesia dapat diselesaikan. Adapun tujuan umum atau internasion aladalah “ikut melaksanakan ketertiban Dunia yang berdasarkan kemerdekaan. tegas. Bait ini kemudian di terjemahkan . Bhineka Tunggal Ika Suatu hari Megawati Soekarnoputri pernah mengemukakan. NKRI lahir dari pengorbanan jutaan jiwa dan raga para pejuang bangsa yang bertekad mempertahankan keutuhan bangsa. tetapi juga bintang yang mengayomi kehidupan seluruh rakyat. Dengan pemerintahan yang adil. Kutipan ini berasal dari pupuh 139. . hukum. Pancasila bukan hanya falsafah bangsa. Dan Bhinneka Tunggal Ika adalah perekat semua rakyat dan semua kepulauan yang ada di Indonesia. dan harga mati. Dan karena memenuhi empat syarat itulah kemudian Negara Indonesia lahir dengan nama Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). NKRI adalah prinsip pokok. NKRI hanya dapat dipertahankan apabila pemerintahan adil. NKRI adalah hal pokok yang harus kita pertahankan. Sebab itu. NKRI Kita tentunya sudah tahu bahwa syarat berdirinya sebuah negara ada empat. tetapi bagaimanakah bisa dikenali ?. mencerdaskan kehidupan bangsa” hal ini merupakan tujuan Negara hokum material. “Demi NKRI. Mereka memang berbeda. apa pun akan kita lakukan. Rumusan “Memajukan kesejahteraan umum. perdamaian abadi dan keadilan sosial”. tegas. bait 5. yang secara keseluruhan sebagai tujuan khusus atau nasional. Frasa ini berasal dari bahasa Jawa Kuna dan seringkali diterjemahkan dengan kalimat “Berbeda-beda tetapi tetap satu”. III. “Konon Buddha dan Siwa merupakan dua zat yang berbeda. Untuk mencapa tujuan tersebut diperlukan aturan-aturan yang kemudian diataur dalam pasal-pasal. karangan Mpu Tantular semasa kerajaan Majapahit sekitar abad ke-14 yang mengajakan toleransi antara umat Hindu Siwa dengan umat Buddha. yaitu memiliki wilayah.

Artinya. Pengukuhan ini telah dideklarasikan semenjak tahun 1928 yang terkenal dengan nama "sumpah pemuda".” Terpecah belahlah itu. agama. semuanya akan menjadi petaka. seperti pelita kehabisan minyak. banyak anak muda yang tidak mengenalnya. sehingga ikrar yang ditanamkan jauh sebelum Indonesia Merdeka memudar. Demikian empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yang semestinya harus kita jaga. sekarang Bhineka Tunggal Ika pun ikut luntur. UUD 45 sebagai aturan yang semestinya ditaati dan NKRI adalah harga mati.Sebab kebenaran Jina (Buddha) dan Siwa adalah tunggal. akibatnya terjadilah pengkotakan PNS. Pancasila yang menjadi sumber nilai menjadi idealogi. banyak birokrat yang pura-pura lupa. . nanti akan muncul kembali katakata "saya orang ambon". dan bangsa tetapi adalah bangsa Indonesia. Pengkotakan PNS akan menimbulkan "otonomi daerah" yang salah kaprah atau merupakan raja-raja kecil di daerah. banyak orang tua lupa akan kata-kata ini. Tidak ada kerancuan dalam kebenaran. serta Bhineka Tunggal Ika adalah perekat semua rakyat. tetapi satu jugalah itu. "saya orang Jawa" karena saya yang menonjol maka saya harus menjadi pemimpin. Namun. hayati dan laksanakan dalam pranata kehidupan sehari-hari. pahami. Kehawatirannya adalah akibat lupa. walapun bangsa Indonesia mempunyai latar belakang yang berbeda baik dari suku. Juga akibat otonomi daerah orang yang berasal dari PNS Pemda Jawa Barat misalnya susah untuk pindah menjadi PNS di Pemda Sumatera Utara. Maka dalam bingkai 4 pilar tersebut yakinlah tujuan yang dicita-citakan bangsa ini akan terwujud.

Alinea kedua menceritakan proses perjuangan dan pergerakan telah sampai pada saat yang berbahagia hingga mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan. 3. 2. ini merupakan rangkuman sejarah Bangsa Indonesia. hal ini menjelaskan bahwa setiap Bangsa memiliki harkat dan martabat hidup yang setara. Bhineka Tunggal Ika. untuk menjaga keutuhan berkehidup kebangsaan Indonesia. Dapat saya simpulkan bahwa 4 pilar kebangsaan adalah 4 penyangga yang menjadi panutan dalam keutuhan bangsa indonesia yaitu Pancasila. artinya ada empat tiang penguat / penyangga yang sama sama kuat. atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa dan dengan didorong oleh keinginan luhur. Memaknai 4 alinea dalam Preambule UUD’45. . Dalam perjalanannya 4 pilar kebangsaan yang merupakan mantra ajaib dalam membina persatuan belum di jelaskan bagaimana sampai ia menjadi begitu ampuh sebagai jurus tanpa data fakta sejarah dan perjalanannya. Empat pilar semakin mendominasi dengan semakin derasnya gelombang modernisasi yang semakin mereduksi semangat nasionalisme bangsa Indonesia dalam fantasi labirin demokrasi yang menurut saya masih banyak konflik vertikal maupun horizontal dalam masyarakat. untuk mengangkat harkat dan martabat Indonesia pun menyatakan kemerdekaan. 1. selanjutnya saya menghubungkan dengan empat pilar kebangsaan. Empat pilar kebangsaan yang dikampanyekan untuk menumbuhkan kembali kesadaran cinta tanah air untuk seluruh rakyat Indonesia. Undang-Undang Dasar. Alinea ketiga. Komitmen untuk bersatu menjadi sebuah cita-cita untuk Mengangkat Harkat dan martabat agar sejajar dengan bangsa lain di dunia. secara tersirat menceritakan peristiwa 1 juni 1945 dimana Bangsa Indonesia Menetapkan Pancasila sebagai Dasar Indonesia. pilar adalah tiang penguat/penyangga. Namun jika mantra ini dihadapkan kembali pada Preambule UUD’45 maka akan kita temui suatu rangkaian peristiwa sejarah sehingga membentuk tahapan filosofis NKRI. tema yang akhir-akhir ini menjadi pembicaraan hangat dalam diskusi. Terlebih dahulu kita mulai dari mengenal kata “Pilar”.EMPAT PILAR KEBANGSAAN Empat pilar kebangsaan. hingga dibentuknya NKRI melalui pengesahan konstitusi UUD’45 pada 18 Agustus 1945.Ini sangat jelas menceritakan peristiwa Proklamasi 17 Agustus 1945. Alinea pertama mengutarakan tentang sikap Bangsa Indonesia yang tidak mau dijajah dan tidak akan pernah menjajah dalam bentuk apapun. Tersirat alinea pertama menceritakan komitmen “Bhineka Tunggal Ika”. kemerdekaan ialah hak segala bangsa. NKRI. Sumpah Pemuda 1928.

4. Keempat pendekatan tersebut yaitu pendekatan kultural. Penetapan Pancasila pada 1 Juni 1945. Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan UUD’45 Ke-4 Pilar ini merupakan kandungan dari 4 peristiwa yaitu . Pembangunan yang tepat. Oleh sebab itu perlu ada pendidikan di antara kedua lembaga ini. Namun ketika di antara dua tempat tersebut. Moh. . Keempat pilar ini perlu terus diingatkan oleh pejabat di seluruh tingkat. camat. inilah kronologi terbentuknya NKRI. termasuk aksi tawuran remaja yang terjadi belakangan. Orangtua harus mencarikan wadah yang tepat bagi anaknya untuk memaknai empat pilar kebangsaan semisal lewat kegiatan di Pramuka. UUD 1945. Pendekatan edukatif perlu karena saat ini sangat marak aksi kriminal yang dilakukan generasi muda. Bhinneka Tunggal Ika. pencurian. tetapi juga menyejahterakan masyarakat 2. lurah sampai bupati/wali kota hingga gubernur. Pendekatan hukum adalah segala tindakan kekerasan dalam bentuk apapun harus ditindak dengan tegas.  Cara menjaga Empat Pilar Kebangsaan Ada empat pendekatan untuk menjaga empat pilar kebangsaan yang terdiri dari Pancasila. Pendekatan yang terakhir adalah pendekatan struktural. Generasi muda saat ini adalah calon pemimpin bangsa. harus paham norma dan budaya leluhurnya. dibutuhkan karena saat ini pemahaman generasi muda terhadap 4 pilar kebangsaan menipis. Kebanyakan aksi tersebut terjadi saat remaja berada di luar sekolah maupun di luar rumah. Hatta sebagai Presiden RI dan Wakil Presiden RI oleh PPKI pada 18 Agustus 1945. Pendekatan kultural adalah dengan memperkenalkan lebih mendalam tentang budaya dan kearifan lokal kepada generasi muda. Proklamasi 17 Agustus 1945. dan struktural. 1. 4. Pancasila Dasar Indonesia Merdeka. hukum. Mulai dari Ketua Rukun Tetangga. dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. edukatif. Rukun Warga. kadang remaja berbuat hal negatif. Sumpah Pemuda sebagai komitmen Bhineka Tunggal Ika. Peristiwa Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. kepala desa. dan pengesahan UUD’45 pada 18 Agustus 1945. dengan sangat jelas menceritakan peristiwa Pengesahan UUD’45 dan Penetapan Ir. bahkan pembunuhan. harus memperhatikan potensi dan kekayaan budaya suatu daerah tanpa menghilangkan adat istiadat yang berlaku. Hal ini dibutuhkan agar pembangunan oleh generasi muda di masa depan tetap mengedepankan norma dan budaya bangsa. Norma hukum harus ditegakkan agar berfungsi secara efektif sehingga menimbulkan efek jera bagi pelaku kriminal sekaligus menjadi pelajaran bagi orang lain. di sekolah juga baik. Ini yang sangat disayangkan. Sehingga di masa depan tidak hanya asal membangun infrasturktur modern. Rumusan tersebut membentuk kerangka filosofis NKRI yaitu . seperti tawuran. Alinea keempat menceritakan peristiwa setelah Bangsa Indonesia merdeka yaitu didirikannya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berkedaulatan rakyat berdasarkan pancasila dan diatur dalam suatu Undang-undang Dasar. Di rumah kelakuannya baik. Sukarno dan Drs. 3.

Salah satu solusi menjawab krisis moral yang terjadi di Indonesia adalah melalui penguatan pendidikan kewarganegaraan. dan mampu menghadapi era globalisasi melalui transmisi empat pilar. Sedangkan UUD 1945 merupakan konstitusi negara yang mengatur kewenangan tugas dan hubungan antar lembaga negara. Kelakuan tersebut harus berlandaskan sila-sila yang terdapat di Pancasila. Fungsi Pancasila adalah sebagai petunjuk aktivitas hidup di segala bidang yang dilakukan warga negara Indonesia. Hal ini menjiwai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merupakan sadar segenap warga bangsa untuk mempersatukan wilayah nusantara. Pendidikan ini memperkokoh karakter bangsa dimana warga negara dituntut lebih mandiri. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika melengkapi ketiga hal tersebut karena mengakui realitas bangsa Indonesia yang majemuk namun selalu mencita-citakan persatuan dan kesatuan . tanggung jawab.

salah satu tokoh yang pro adalah Mantan Menteri Hukum dan HAM yakni pak Yusril beliau mengatakan bahwa menurutnya 4 pilar kebangsaan itu adalah sebuah tawaran untuk rakyat Indonesia agar lebih bisa memahami dan melaksanakannya. Ada apa dengan 4 Pilar kebangsaan? Ramai pada forum diskusi dan berbagai tokoh sering kali membahas tentang 4 Pilar kebangsaan itu ada yang pro ada pula yang kontra. Pilar yang berarti tiang penyangga tentu berbeda dengan dasar atau fundamen. beda pak Yusril beda pula pak Harry Tjan Silalahi kata beliau "Setiap orang memahami bahwa pilar tak sama maknanya dengan dasar. yang bertujuan untuk mengingat dasar dan pedoman yang dijadikan acuan bagi masyarakat. pada masa dulu harus di junjung tinggi dan wajib di implementasikan oleh semua bangsa Indonesia. lantas kenapa sekarang hanya menjadi pilar . UUD 1945. bukan merupakan istilah dalam teori akademik Ilmu Hukum Tata Negara. sesuai judul saya di atas kita akan melihat/menengok apa sih 4 pilar kebangsaan itu dan bagaimana wujud dan implementasinya dan baikah ke empat nya di jadikan pilar semua atau hanya sebuah pemahaman politik saja seperti seperti apa kata pak Yusril. sama halnya dengan Manipol/USDEK. NKRI. bahwa bangsa Indonesia memiliki halauan berkebangsaan yakni Pancasila. Sebelum kita membahas 4 pilar kita tengok sejarah Indonesia dulu. melainkan suatu pemahaman politik belaka. mungkin ada benarnya juga secara teoritis memang konsitusi dasar negara kita adalah UUD 1945 yang di dalamnya ada Pancasila.Salam sahabat pembaca. konsep yang dimaksud oleh almarhum Taufiq Kiemas. Menurutnya. UUD 1945. formula-formula kebangsaan yang dulu di buat oleh para pendiri bangsa tidak di implementasikan dengan baik oleh bangsa ini. Sosialisme Indonesia. Demokrasi Terpimpin. Ekonomi Terpimpin. 4 pilar kebangsaan muncul karena ada sesuatu yang salah dengan bangsa ini. kenapa saya jelaskan ini terlebih dahulu apa hubungannya dengan 4 pilar kebangsaan yuk kita telusuri 4 Pilar kebangsaan 4 pilar kebangsaan Pancasila. dan Bhineka Tunggal Ika. NKRI. sebelum 4 pilar kebangsaan pada masa kini dulu ada yang namnya Manipol/USDEK (Manifesto politik/Undang-Undang Dasar 1945. oleh karenannya dibuat lah formula 4 pilar kebangsaan yang sekarang ini sedang gencar-gencarnya di sosialisasikan oleh pemerintah. menyamakan Pancasila sebagai pilar merupakan sesat pikir. hal tersebut menjelaskan pak Harry merupakan pihak yang kontra dengan konsep 4 pilar kebangsaan". dalam membangun sebuah rumah kita memerlukan tiang/pilar sebagai penyangga bila ingin rumah yang kita bangun itu kuat. dan Bhineka Tunggal Ika yang terangkum pada 4 pilar kebangsaan. Jelas itu merupakan sikap politik khas bangsa Indonesia pada zaman bung Karno dulu karena pada faktanya rakyat belum sekritis masa sekarang. dan Kepribadian Indonesia) yang pada jaman Bung Karno dulu dipandang sebagai satu sikap politik untuk menunjukkan kedaulatan dalam menyusun rumah-tangga bangsanya (Indonesia) sendiri. dari namanya saja sudah pilar yang bisa di artikan sebagai suatu tiang penyangga yang kuat biasanya berbentuk besar berbeda dengan tiang biasanya karena itu dinamakan pilar. dibuatnya formula ini agar masyarakat pada umumnya memahaminya dengan mudah. sama halnya dengan rumah bangsa Indonesia memerlukan pilar penyangga agar bangsa Indonesia kuat dan dapat bertahan lama oleh karna itu munculah ide ini karena melihat situasi bangsa saat ini sedang mengalami kemerosotan moral. dan luruhnya rasa nasionalisme terhadap bangsa ini. Dengan demikian.

yang jelas semua kembali kemasyarakat dan individu mau melaksanakannya apa tidak mau itu 4 pilar atau 4 dasar kalau tidak dilaksanakan ya percuma. bisa saja Edukasi. namun bila saya pahami menurut pemahaman saya pro kontra itu terletak pada pemberian nama formulanya saja yakni pilar dan dasar. tapi jika memang benar 4 pilar kebangsaan itu sama dengan konsep manipol/USDEK yakni suatu konsep yang dipandang sebagai sikap politik mungkin ada benarnya juga terlepas itu seperti menyimpang atau tidak dari teori yang ada yakni menyamakan dasar dengan tiang.lalu apa dasarnya. bisa saja Toleransi. dll nanti pada akhrinya akan muncul 4 dasar dan 4 pilar kebangsaan. okeh dengan pemikiran saya yang cetek akan saya jawab karena dsarnya sudah ada yakni 4 dasar kebangsaan yang kita perlukan pada masa kini adalah pilar yang tepat juga dengan kondisi saat kini selain dari ke empat dasar tadi. semoga bangsa kita jauh lebih baik lagi amin. lantas apa tiangnya hahaha. . bisa saja Nasionalisme.pilar itu tertancap dengan baik dan tidak bergeser? dalam hal ini mungkin saya juga seperti masuk dalam pihak yang kontra terlepas dari itu saya mengapresiasi pak Taufiq Kiemas (Alm) atas konsepsinya atas konsep politiknya menyadakarkan kembali bangsa Indonesia tentang halauan kita bernegara. Solusi nama yang cocok Banyak diskusi debat atapun argumentasi yang pro dan kontra dengan 4 pilar kebangsaan seperti yang saya utarakan di atas. andai saja 4 pilar itu di ganti dengan 4 dasar mungkin akan sedikit ada pro kontra karena jelas karna ke empatnya memang dasar bernegara latas mungkin ada pertanyaan kalau cuma dasar bagaimana membangun rumah(bangsa) ini menjadi besar. bukankah untuk menancapkan pilar kita butuh dasar ataupun pondasi yang kuat agar pilar .

antara lain: Pengertian otonomi daerah menurut Benyamin Hoesein. adalah: “Hak mengatur dan memerintah daerah sendiri dimana hak tersebut merupakan hak yang diperoleh dari pemerintah pusat” Selain pendapat pakar diatas. antara lain: Pengertian Otonomi Daerah menurut F. Sedangkan daerah adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas-batas wilayah. adalah: “Hak dan wewenang untuk mengatur dan mengurus rumah tangga daerah” Pengertian Otonomi Daerah menurut Ateng Syarifuddin. adalah: . adalah: “Otonomi mempunyai makna kebebasan atau kemandirian tetapi bukan kemerdekaan melainkan kebebasan yang terbatas atau kemandirian itu terwujud pemberian kesempatan yang harus dapat dipertanggungjawabkan” Pengertian Otonomi Daerah menurut Syarif Saleh. Pengertian Otonomi Daerah Menurut Para Ahli Beberapa pengertian otonomi daerah menurut beberapa pakar. kita juga dapat menelisik pengertian otonomi daerah secara harafiah. Dalam bahasa Yunani. otonomi berasal dari kata autos dan namos. Autos berarti sendiri dan namos berarti aturan atau undang-undang. Berdasarkan pengertian otonomi daerah yang disebutkan diatas sesungguhnya kita telah memiliki gambaran yang cukup mengenai otonomi daerah. ada juga beberapa pendapat lain yang memberikan pengertian yang berbeda mengenai otonomi daerah. Selain pengertian otonomi daerah sebagaimana disebutkan diatas. Namun perlu diketahui bahwa selain pengertian otonomi daerah yang disebutkan diatas. terdapat juga beberapa pengertian otonomi daerah yang diberikan oleh beberapa ahli atau pakar.OTONOMI DAREAH Pengertian otonomi daerah berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah adalah hak. Sugeng Istianto. dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Otonomi daerah berasal dari kata otonomi dan daerah. wewenang. sehingga dapat dikatakan sebagai kewenangan untuk mengatur sendiri atau kewenangan untuk membuat aturan guna mengurus rumah tangga sendiri.

Di dalam otonomi daerah tedapat kebebasan yang dimiliki oleh pemerintah daerah untuk menentukan apa yang menjadi kebutuhan daerah namun apa yang menjadi kebutuhan daerah tersebut senantiasa harus disesuaikan dengan kepentingan nasional sebagaimana yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi” Kesimpulan Dari beberapa pengertian otonomi daerah yang diberikan diatas. adalah: “Suatu pemerintah daerah yang memiliki kewenangan sendiri dimana keberadaannya terpisah dengan otoritas yang diserahkan oleh pemerintah guna mengalokasikan sumber material yang bersifat substansial mengenai fungsi yang berbeda” Pengertian otonomi daerah menurut Mariun. Kedua : kebebasan atau kewenangan tersebut. Jika seluruh pengertian tersebut dirangkum. dapat dilihat bahwa secara umum definisi yang diberikan oleh para ahli atau pakar mengenai otonomi daerah memiliki kesamaan satu sama lain. . merupakan pemberian dari pemerintah pusat dan karenanya harus tunduk pada peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi atau secara nasional. adalah: “Kebebasan (kewenangan) yang dimiliki oleh pemerintah daerah yang memungkinkan meeka untuk membuat inisiatif sendiri dalam rangka mengelola dan mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki oleh daerahnya sendiri.“Pemerintahan oleh dan untuk rakyat di bagian wilayah nasional suatu Negara secara informal berada di luar pemerintah pusat” Pengertian otonomi daerah menurut Philip Mahwood. maka akan tampak unsurunsur sebagai berikut: Pertama : adanya kewenangan atau kebebasan yang dimiliki oleh pemerintah daerah untuk mengurus atau mengatur sendiri daerahnya. Ketiga : kebebasan atau kewenangan yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah daerah bertujuan untuk kemudahan pemanfaatan potensi lokal dalam rangka mensejahterakan masyarakat. Otonomi daerah merupakan kebebasan untuk dapat berbuat sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat” Pengertian otonomi daerah menurut Vincent Lemius. adalah: “Kebebasan (kewenangan) untuk mengambil atau membuat suatu keputusan politik maupun administasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Tujuan pembentukan otonomi daerah untuk memberdayakan masyarakat. Prinsip otonomi nyata adalah bahwa untuk menangani urusan pemerintahan berdasarkan tugas wewenang dan kewajiban yang senyatanya telah ada serta berpotensi untuk hidup dan berkembang sesuai potensi serta kekhasan daerah. Pemerintah provinsi kepada kabupaten/kota dan/atau desa.Rangkuman Materi tentang Otonomi Daerah              Otonomi (dari bahasa Yunani. Kebijakan barang-barang kolektif dan pribadi. regulator. Daerah otonom (daerah) ialah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas-batas wilayah. auto = sendiri. Kebijakan-kebijakan distributif. Prinsip otonomi bertanggung jawab adalah penyelenggaraan otonomi benar-benar sejalan dengan tujuan dan maksud pemberian otonomi. wewenang dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur serta mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Kebijakan material dan simbolik. Sedangkan dalam pemerintahan daerah. meningkatkan peran serta masyarakat. nomos = perundangan) artinya perundangan sendiri. pemerintah menggunakan asas desentralisasi. Anderson dalam Public Policy Making menetapkan lima hal yang dikategorikan sebagai kebijakan publik yaitu: Kebijakan substantif/prosedur. Kebijakan publik adalah tindakan-tindakan atau keputusan-keputusan yang dibuat oleh pemerintah dan melibatkan partisipasi masyarakat. self regulator. berwenang mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mencari dan menentukan identitas permasalahan secara benar. Proses perumusan kebijakan publik oleh para pembuat kebijakan melalui langkah-langkah berikut. mengembangkan peran dan fungsi DPRD serta untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. redistributif. Prinsip-prinsip otonomi daerah: Prinsip otonomi yang seluas-luasnya adalah daerah berwenang mengatur semua urusan pemerintahan di luar urusan pemerintahan yang ditetapkan Undangundang. Otonomi daerah ialah hak. Dekonsentrasi adalah pelimpahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah kepada gubernur sebagai wakil pemerintah dan/atau kepada instansi vertikal di wilayah tertentu. Dalam penyelenggaraan pemerintahan. Tugas pembantuan (medebewind) ialah penugasan untuk melaksanakan tugas tertentu dari: Pemerintah kepada daerah dan/atau desa. masyarakat dan bernegara. di antaranya: 1. menumbuhkan prakarsa dan kreatifitasnya. dekonsentrasi dan tugas pembantuan. Desentralisasi ialah penyerahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah kepada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. James E. .Pemerintah kabupaten/kota kepada desa. Otonomi daerah dapat dilaksanakan dalam kehidupan keluarga. pemerintah daerah menggunakan asas otonomi dan tugas pembantuan. Kebijakan liberal dan konservatif. Bentuk partisipasi masyarakat dalam kebijakan publik di daerah meliputi kegiatan: Proses pengambilan keputusan-Memperbaiki kualitas kebijakan publik-Memahami proses pembuatan kebijakan publik-Menemukan dan merumuskan secara benar permasalahan kebijakanMenyampaikan permasalahan kebijakan publik kepada pembuat kebijakan.

Mengembangkan serangkaian tindakan untuk pemecahan masalah. 4. Mengajukan usulan kebijakan untuk memperoleh pengesahan dari lembaga legislatif. 3.2. 5. . Memasukkan rumusan permasalahan kebijakan kedalam agenda pemerintah. Mengidentifikasi dan merumuskan permasalahan kebijakan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful