PELAYANAN BK ARAH PEMINATANAN SISWA DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013

Oleh: Prof.Dr.Mungin Eddy Wibowo,M.Pd.,Kons. Guru Besar Bimbingan Dan Konseling UNNES Ketua Umum Pengurus Besar Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN)

HAKIKAT KURIKULUM 2013
KURIKULUM dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni berkembang secara dinamis, oleh karena itu semangat dan isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan secara tepat perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tujuan pendidikan nasional sebagaimana dirumuskan dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Sejalan dengan arahan undang-undang tersebut, telah pula ditetapkan visi pendidikan tahun 2025 yaitu menciptakan insan Indonesia yang cerdas dan kompetitif. Yang dimaksud cerdas disini adalah cerdas komprehensif, yaitu cerdas spiritual dan cerdas sosial/emosional dalam ranah sikap, cerdas intelektual dalam ranah pengetahuan, dan cerdas kinestetis dalam ranah keterampilan. Dengan demikian kurikulum 2013 adalah dirancang dengan tujuan untuk mempersiapkan insan Indonesia supaya memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warganegara yang produktif, kreatif,inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat,berbangsa,bernegara dan peradaban dunia. Kurikulum adalah metode untuk dapat membawa insan Indonesia memiliki kompetensi sikap,pengetahuan,dan keterampilan sehingga dapat menjadi pribadi dan warga negara yang produktif,kreatif,inovatif, dan afektif. Kurikulum 2013 adalah kurikulum berbasis kompetensi. Kurikulum berbasis kompetensi adalah “outcomes-based curriculum” dan oleh karena itu pengembangan kurikulum diarahkan pada pencapaian kompetensi yang dirumuskan dalam Standar Kompetensi Lulusan. Struktur kurikulum terdiri atas sejumlah mata pelajaran, beban belajar,dan kalender pendidikan. Mata pelajaran terdiri atas: (1) mata pelajaran wajib diikuti oleh seluruh peserta didik di satu satuan pendidikan pada setiap satuan pendidikan. (2) mata pelajaran pilihan yang diikuti oleh peserta didik sesuai dengan pilihan mereka. Kedua kelompok mata pelajaran tersebut (wajib dan pilihan) dikembangkan dalam kegiatan intra kurikuler. Sedangkan kegiatan pembelajaran lain dikembangkan dalam ekstra kurikuler.
SEMINAR DAN MUSYAWARAH DAERAH MGBK PROVINSI JAWA BARAT

1

Pengembangan Kurikulum 2013 merupakan bagian dari strategi meningkatkan capaian pendidikan. Di samping kurikulum, terdapat sejumlah faktor diantaranya : lama peserta didik bersekolah; lama peserta didik tinggal di sekolah; pembelajaran siswa aktif berbasis kompetensi; buku pegangan guru dan buku babon (teks) untuk peserta didik; dan peranan Guru Mata Pelajaran sebagai ujung tombak pelaksana pendidikan dan Guru Bimbingan dan Konseling (Guru BK) atau Konselor yang membantu mengarahkan arah peminatan kelompok dan pendalaman materi mata pelajaran sesuai dengan kemampuan dasar umum (kecerdasan), bakat, minat dan kecenderungan umum setiap siswa. Oleh sebab itu, Pengembangan Kurikulum 2013 seharusnya meniscayakan pengembangan aspek-aspek penting tersebut secara utuh dan menyeluruh,termasuk dan tidak kalah pentingnya peranan Guru Mata Pelajaran dan Guru BK atau Konselor. Untuk itu maka perlu adanya penguatan dan pemberdayaan Guru dan Guru BK atau Konselor didalam melakukan proses pembelajaran melalui mata pelajaran (bagi Guru Mata Pelajaran dan Guru Kelas) dan proses pembelajaran melalui pelayanan konseling secara khusus terkait dengan arah peminatan kelompok mata pelajaran dan mata pelajaran (bagi Guru BK atau Konselor), termasuk juga Kepala Sekolah/Madrasah dalam melakukan manajemen pendidikan sekolah/madrasah. Dalam konstruk dan isinya Kurikulum Tahun 2013 mementingkan terselenggaranya proses pembelajaran secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif serta memberi ruang yang cukup bagi prakarsa bagi kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis siswa. Proses belajar yang dilakukan dengan menggunakan pendekatan ilmiah (scientific approach) dengan penilaian hasil belajar berbasis proses dan produk. Kurikulum 2013 memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan kemampuan dan minat. Atas dasar prinsip perbedaan kemampuan, kurikulum 2013 kepada peserta didik untuk memiliki tingkat penguasaan di atas standar yang telah ditentukan (dalam sikap, keterampilan dan pengetahuan), beragam program sesuai dengan minat peserta didik, dan beragam pengalaman belajar yang sesuai dengan kemampuan awal dan minat peserta didik. Implementasi Kurikulum Tahun 2013 menekankan penilaian berbasis proses dan hasil, dan tidak menyederhanakan upaya pendidikan sebagai pencapaian targettarget kuantitatif berupa angka-angka hasil ujian sejumlah mata pelajaran akademik saja, tanpa penilaian proses atau upaya yang dilakukan oleh peserta didik. Kejujuran, kerja keras dan disiplin adalah hal yang tidak boleh luput dari penilaian proses. Hasil penilaian juga harus serasi dengan perkembangan akhlak dan karakter peserta didik sebagai makhluk individu, sosial, warga negara dan sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Kurikulum 2013 lebih sensitif dan respek terhadap perbedaan kemampuan dan kecepatan belajar peserta didik, dan untuk SMA/MA dan SMK memberikan peluang yang lebih terbuka kepada peserta didik untuk memilih mata pelajaran yang diminati,mendalami materi mata pelajaran dan mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya secara fleksibel sesuai dengan kemampuan dasar umum (kecerdasan), bakat, minat dan karakteristik kepribadian tanpa dibatasi dengan sekat-sekat penjurusan yang terlalu kaku.
SEMINAR DAN MUSYAWARAH DAERAH MGBK PROVINSI JAWA BARAT

2

Jumlah Alokasi Waktu Per Minggu 4 4 30 4 4 32 4 4 34 5 4 36 5 4 36 5 4 36 4 5 8 5 4 5 9 6 4 6 10 6 4 4 7 6 3 3 4 4 7 6 3 3 4 4 7 6 3 3 II PER MINGGU III IV V VI Pembelajaran Tematik Integratif Struktur kurikulum SMP/MTs terdiri atas mata pelajaran Kelompok A adalah kelompok mata pelajaran yang kontennya dikembangkan oleh pusat.Kurikulum SD/MI. distribusi mata pelajaran dalam semester atau tahun. SEMINAR DAN MUSYAWARAH DAERAH MGBK PROVINSI JAWA BARAT 3 . 2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan . 3 Bahasa Indonesia . ALOKASI WAKTU BELAJAR MATA PELAJARAN I Kelompok A 1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti . 5 Ilmu Pengetahuan Alam . Mata pelajaran Kelompok B yang terdiri atas mata pelajaran Seni Budaya. beban belajar untuk mata pelajaran dan beban belajar per minggu untuk setiap siswa dirumuskan sebagai Struktur Kurikulum SD/MI. pengorganisasian kompetensi dasar ke dalam berbagai mata pelajaran dilakukan melalui kurikulum terintegrasi ( integrated curriculum) dengan proses pengintegrasian sebagaimana dijelaskan di atas. Pendidikan Jasmani. Kelompok B 1 Seni Budaya dan Prakarya . Mata pelajaran yang dipergunakan sebagai sumber kompetensi dalam pencapaian kompetensi lulusan SD/MI. Olah Raga dan Kesehatan . posisi mata pelajaran dalam kurikulum. 2 Pendidikan Jasmani. 6 Ilmu Pengetahuan Sosial . 4 Matematika .

Struktur Kurikulum SMP/MTs adalah sebagai berikut: ALOKASI WAKTU BELAJAR PER MINGGU VII Kelompok A 1. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 3. dan Prakarya adalah kelompok mata pelajaran yang kontennya dikembangkan oleh pusat dan dilengkapi dengan konten lokal yang dikembangkan oleh pemerintah daerah. Bahasa Inggris Kelompok B 1.Olahraga. Bahasa Indonesia 4. SEMINAR DAN MUSYAWARAH DAERAH MGBK PROVINSI JAWA BARAT 4 . dan Kesehatan 3. Olah Raga.Kelompok mata pelajaran peminatan yang diikuti oleh peserta didik sesuai dengan bakat. . Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 2. minat. Ilmu Pengetahuan Sosial 7. Matematika 5. . Ilmu Pengetahuan Alam 6. Prakarya Jumlah Alokasi Waktu Per Minggu 3 3 2 38 3 3 2 38 3 3 2 38 3 3 6 5 5 4 4 3 3 6 5 5 4 4 3 3 6 5 5 4 4 VIII IX MATA PELAJARAN Struktur kurikulum SMA/MA terdiri atas: .Kelompok mata pelajaran wajib yang diikuti oleh seluruh peserta didik baik di SMA/MA maupun di SMK/MAK. Pendidikan Jasmani. dan kemampuannya. dan Kesehatan. Seni Budaya 2.Mata pelajaran pilihan lintas kelompok minat.

Kelompok Mata Pelajaran Wajib Struktur kelompok mata pelajaran wajib dalam kurikulum SMA/MA/SMK/MAK adalah sebagai berikut: ALOKASI WAKTU BELAJAR PER MINGGU X Kelompok A (Wajib) 1. 2.Untuk MA dapat menambah dengan mata pelajaran kelompok peminatan keagamaan. 7. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Matematika Sejarah Indonesia Bahasa Inggris Seni Budaya Pendidikan Jasmani. 3. 6. 4. 9. dan Kesehatan Prakarya dan Kewirausahaan 3 2 4 4 2 2 2 3 2 24 18 42 3 2 4 4 2 2 2 3 2 24 20 44 3 2 4 4 2 2 2 3 2 24 20 44 XI XII MATA PELAJARAN Kelompok B (Wajib) Jumlah Jam Pelajaran Kelompok A dan B per Minggu Kelompok C (Peminatan) Mata Pelajaran Peminatan Akademik (SMA/MA) Jumlah Jam Pelajaran yang Harus Ditempuh per Minggu Keterangan: SEMINAR DAN MUSYAWARAH DAERAH MGBK PROVINSI JAWA BARAT 5 . 5.. 8. Olah Raga.

Struktur mata pelajaran peminatan dalam kurikulumSMA/MA adalah sebagai berikut: MATA PELAJARAN Kelompok A dan B (Wajib) C.Mata pelajaran Seni Budaya dapat memuat Bahasa Daerah. Kelompok Mata Pelajaran Peminatan Kelompok mata pelajaran peminatan bertujuan (1) untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik mengembangkan minatnya dalam sekelompok mata pelajaran sesuai dengan minat keilmuannya di perguruan tinggi. dan (2) untuk mengembangkan minatnya terhadap suatu disiplin ilmu atau keterampilan tertentu. Kelompok Peminatan Peminatan Matematika dan Ilmu-Ilmu Alam I 1 2 3 4 II 1 2 3 4 III 1 2 3 4 Matematika Biologi Fisika Kimia Geografi Sejarah Sosiologi Ekonomi Bahasa dan Sastra Indonesia Bahasa dan Sastra Inggris Bahasa dan Sastra Asing Lainnya Antropologi Pilihan Lintas Minat dan/atau Pendalaman Minat Jumlah Jam Pelajaran yang Tersedia per Minggu Jumlah Jam Pelajaran yang Harus Ditempuh per Minggu 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 Kelas X 24 XI 24 XII 24 Peminatan Ilmu-ilmuSosial Peminatan Ilmu-Ilmu Bahasa dan Budaya Mata Pelajaran Pilihan dan Pendalaman 6 66 42 4 76 44 4 76 44 SEMINAR DAN MUSYAWARAH DAERAH MGBK PROVINSI JAWA BARAT 6 .

dan negara (arahan Pasal 1 angka 1 UU Nomor 20 Tahun 2003 Sisdiknas) sehingga mencapai perkembangan optimum. Mata pelajaran pilihan ini memberi corak kepada fungsi satuan pendidikan dan di dalamnya terdapai pilihan sesuai dengan minat peserta didik. Penentuan arah peminatan kelompok mata pelajaran dan mata pelajaran hendaknya sesuai dengan kemampuan dasar umum (kecerdasan). dan (2) untuk mengembangkan minatnya terhadap suatu disiplin ilmu atau keterampilan tertentu.bakat. Mata pelajaran pilihan terdiri atas pilihan akademik (SMA/MA) dan pilihan kejuruan (SMK/MAK). pilihan Lintas Minat. melainkan sebagai sebuah kondisi perkembangan yang memungkinkan peserta didik mampu mengambil pilihan dan keputusan secara sehat dan bertanggung jawab serta memiliki daya adaptasi tinggi terhadap dinamika kehidupan yang dihadapinya. Kelompok mata pelajaran wajib dan pilihan terdapat dalam struktur kurikulum pendidikan menengah (SMA/MA dan SMK/MAK). agar dapat memilih dan menentukan secara tepat arah minat kelompok mata pelajaran dan mata pelajaran yang akan diikutinya. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. Pelayanan bimbingan dan konseling arah peminatan kelompok mata pelajaran dan mata pelajaran yang dilakukan oleh Guru BK dipahami sebagai upaya advokasi dan fasilitasi perkembangan peserta didik agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. kepribadian. PELAYANAN BK ARAH PEMINATAN SISWA Implementasi kurikulum 2013 akan dapat menimbulkan masalah bagi peserta didik SMA/MA dan SMK yang tidak mampu di dalam menentukan pilihan arah peminatan kelompok mata pelajaran dan mata pelajaran secara tepat. Perkembangan optimum bukan sebatas tercapainya prestasi sesuai dengan kapasitas intelektual dan minat yang dimilikinya. bangsa. Oleh karena itu pelayanan bimbingan dan konseling arah peminatan kelompok mata pelajaran dan mata pelajaran sangat diperlukan bagi peserta didik agar dapat menentukan pilihan sesuai kemampuan potensi dirinya dan kemungkinan berhasil dalam belajar. Struktur kurikulum memperkenankan peserta didik melakukan pilihan dalam bentuk pilihan Kelompok Peminatan.Kelompok mata pelajaran peminatan bertujuan (1) untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik mengembangkan minatnya dalam sekelompok mata pelajaran sesuai dengan minat keilmuannya di perguruan tinggi.sehingga akan menimbulkan kesulitan dalam belajar dan kecenderungan gagal dalam belajar. minat dan kecenderungan pilihan masing-masing peserta didik agar proses belajar berjalan dengan baik dan kecenderungan berhasil dalam belajar. pengendalian diri. Pelayanan bimbingan dan konseling arah peminatan kelompok mata pelajaran dan mata pelajaran penting dalam implementasi kurikulum 2013 karena adanya pilihan SEMINAR DAN MUSYAWARAH DAERAH MGBK PROVINSI JAWA BARAT 7 . Kelompok Peminatan terdiri atas Peminatan Matematika dan Ilmu-ilmu Alam. serta Peminatan Ilmu-Ilmu Bahasa dan Budaya. Disinilah Guru BK atau Konselor mempunyai peranan penting untuk membantu peserta didik melalui pelayanan bimbingan dan konseling arah peminatan. kecerdasan.akhlak mulia. Kurikulum SMA/MA dirancang untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik belajar berdasarkan minat mereka. masyarakat. Peminatan Ilmu-ilmu Sosial. dan/atau pilihan Pendalaman Minat.

(4) memaksimalkan pembelajaran dan pengembangan siswa serat meminimalkan rasa bosan dan frustrasi. Dengan demikian. pilihan peminatan kelompok mata pelajaran di SMA/MA dan pilihan peminatan kelompok program keahlian di SMK.Permasalahan akan terjadi jika peserta didik tidak mampu untuk menetukan arah peminatan kelompok mata pelajaran dan mata pelajaran. Guru BK melalui pelayanan BK arah peminatan kelompok mata pelajaran dan mata pelajaran merupakan upaya untuk membantu siswa dalam memilih dan mendalami mata pelajaran yang diikuti pada satuan pendidikan (SD/MI. Pendalaman mata pelajaran merujuk pada tujuan isi dan tujuan proses. pemikiran kritis. serta untuk menjadi warga masyarakat yang peduli kemaslahatan umum melalui (upaya ) pendidikan. menentukan.peminatan ke SMA/MA/SMK. Pelayanan BK yang dilakukan oleh Guru BK atau Konselor dalam upaya pelayanan arah peminatan kelompok mata pelajaran merupakan salah satu bentuk layanan penempatan dan penyaluran. sehingga akan menghambat dalam proses pembelajaran. Isi merujuk pada apa yang ada dalam materi yang diperkaya dan lebih sulit. meraih serta mempertahankan karier untuk mewujudkan kehidupan yang produktif dan sejahtera. Pendalaman materi mata pelajaran sifatnya memberi kesempatan siswa SEMINAR DAN MUSYAWARAH DAERAH MGBK PROVINSI JAWA BARAT 8 . (3) memenuhi kebutuhan pendidikan.dan refleksi. Dalam rangka mengoptimalkan potensi peserta didik menuntut adanya kolaborasi yang baik antara guru mata pelajaran. partisipasi aktif. SMA/MA danSMK). memahami dan memilih arah pengembangan karir. keingintahuan. (5) mengembangkan akuntabilitas. dan oleh karena itu peminatan harus berpijak pada kaidah-kaidah dasar yang secara eksplisit dan implisit. Untuk mencegah terjadinya masalah pada diri peserta didik maka diperlukan adanya pelayanan BK yang dilakukan oleh Guru BK atau Konselor untuk membantu memandirikan peserta didik melalui pengambilan keputusan terkait dengan keperluan untuk memilih. dan banyak keterampilan pemikiran lainnya. minat dan kecenderungan pilihan masing-masing siswa. pemikiran kreatif. ketekunan. rasa haus akan pengetahuan. pemikiran ilmiah. perencanaan. Pendalaman mata pelajaran merangsang minat siswa berbakat dan cerdas untuk (1) mengembangkan keterampilan berpikir pada tingkatan yang lebih tinggi.termasuk membantu siswa berbakat untuk mengembangkan konsep diri yang baik. guru BK atau konselor. kepala sekolah/madrasah dan orang tua/wali. guru wali kelas.Sedangkan pelayanan pembelajaran yang dilakukan oleh Guru Mata Pelajaran dalam upaya pelayanan pendalaman materi mata pelajaran merupakan salah satu bentuk pembelajaran pengayaan.termasuk ambisi karier dan pendidikan yang tinggi. Proses merujuk pada prosedur mental pemecahan masalah. analisis. penentuan peminatan kelompok mata pelajaran dan mata pelajaran adalah sebuah proses yang akan melibatkan serangkaian pengambilan pilihan dan keputusan oleh peserta didik yang didasarkan atas pemahaman potensi diri dan peluang yang ada di lingkungannya. Tujuan pendalaman mata pelajaran adalah untuk meluaskan dan memperdalam materi mata pelajaran tertentu sesuai dengan arah minatnya. bakat. Pendalaman mata pelajaran merupakan aktivitas tambahan dalam belajar yang dilakukan oleh peserta didik yang memiliki kecerdasan dan bakat istimewa. (2) menginspirasi motivasi akademis tinggi.dan psikologis. Peminatan adalah proses yang berkesinambungan untuk menfasilitasi peserta didik mencapai tujuan pendidikan nasional. sikap pengambilan risiko.terkandung dalam kurikulum. SMP/MTs. dan menyiapkan diri serta memilih pendidikan lanjutan sampai ke perguruan tinggi sesuai dengan kemampuan dasar umum. sosial.

afektif melalui penguatan sikap. keterampilan dan pengetahuan yang terintegrasi. sedangkan untuk SMK peminatan kejuruan meliputi (a) peminatan teknologi dan rekayasa. yang berupa kemampuan dasar umum (kecerdasan). Artinya.serta dukungan moral dari orang tua. Kelompok mata pelajaran peminatan meliputi peminatan akademik. Pelayanan Arah Peminatan Kelompok Mata Pelajaran dan Mata Pelajaran pada semua siswa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dan terintegrasi dalam program pelayanan BK pada satuan pendidikan pada khususnya dan program pendidikan di satuan pendidikan pada umumnya. inovatif. Sedangkan pelayanan pendalaman materi mata pelajaran bagi siswa sepenuhnya tanggung jawab Guru Mata Pelajaran terkait dengan bidang studinya atau mata pelajaran yang diampunya.peminatan kejuruan. peminatan pendalaman mata pelajaran dan lintas mata pelajaran. minat. perkembangan dan masa depan masing-masing siswa. Untuk SMA/MA peminatan akademik meliputi (a) peminatan Matematika dan Ilmu-Ilmu Alam.SMA.dan SMK untuk mendapatkan kesempatan mengikuti mata kuliah di perguruan tinggi. Kurikulum Tahun 2013 menyajikan kelompok mata pelajaran wajib. MA. dan peminatan studi lanjutan. (e) peminatan agribisnis dan agroteknologi.dan kecenderungan siswa. peminatan pendalaman mata pelajaran dan lintas mata pelajaran dan peminatan studi lanjutan. dan pariwisata. karena usia dan perkembangan psikologis peserta didik usia 7-15 tahun belum diperlukan mata pelajaran pilihan. untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah. kemampuan akademik. kerajinan. selama yang bersangkutan berada di kelas XII dan atas kerjasama SMA/MA/SMK dengan Perguruan Tinggi. (d) peminatan teknologi informasi dan komunikasi. peminatan penjurusan. (b) peminatan Ilmu-Ilmu Sosial. Oleh karena itu Guru BK atau Konselor harus dapat membantu siswa untuk menemukan kekuatannya. Untuk itu. Guru BK atau konselor melalui pelayanan BK membantu siswa menentukan arah minat mata pelajaran berdasarkan kekuatan dan kemungkinan keberhasilannya. Upaya ini mengacu kepada manajemen satuan pendidikan dan program pelaksanaan kurikulum. (c) peminatan seni. dan mata pelajaran pilihan untuk pendidikan menengah yang diikuti peserta didik sepanjang masa studi mereka. (f) peminatan bisnis dan manajemen. pelaksanaannya memerlukan Guru Bk atau Konselor yang kompeten dan profesional dalam menjalankan tugas profesionalnya membantu peserta didik dalam memilih dan menentukan arah peminatan kelompok mata pelajaran dan mata pelajaran secara tepat untuk keberhasilan dalam belajar. program pelayanan BK dan program pendidikan pada satuan pendidikan yang lengkap dan penuh harus memuat kegiatan pelayanan arah peminatan dan pendalaman mata pelajaran pada siswa. (b) peminatan kesehatan. Pelayanan Arah Peminatan Kelompok Mata Pelajaran merupakan kegiatan bimbingan dan konseling yang amat penting dan menentukan kesuksesan dalam belajar. Hal ini terkait secara langsung dengan konstruk dan isi Kurikulum Tahun 2013 yang dapat menghasilkan insan Indonesia yang produktif. dan (c) peminatan Ilmu-Ilmu Bahasa dan Budaya. khususnya terkait dengan peminatan akademik. Program bimbingan dan konseling dengan pelayanan arah peminatan dan pendalaman mata pelajaran bagi siswa itu sepenuhnya berada di bawah tanggung jawab Guru BK atau Konselor di setiap satuan pendidikan. Pada jenjang pendidikan dasar yaitu SD/MI dan SMP/MTs tidak ada pilihan peminatan mata pelajaran. atau (g) peminatan lain yang diperlukan masyarakat. kreatif. bakat. mata pelajaran peminatan. dan harus mengikuti SEMINAR DAN MUSYAWARAH DAERAH MGBK PROVINSI JAWA BARAT 9 .

tanggungjawab. Oleh karena itu Guru BK atau Konselor bekerjasama dengan Guru Mata Pelajaran. Guru BK atau Konselor melalui pelayanan BK membantu siswa dalam memilih dan menentukan arah peminatan kelompok mata pelajaran berdasarkan kekuatan dan kemungkinan keberhasilan studinya. Ini merupakan kesempatan dan peluang yang baik untuk menunjukkan bahwa Guru BK atau SEMINAR DAN MUSYAWARAH DAERAH MGBK PROVINSI JAWA BARAT 10 . Sedangkan pendalaman materi mata pelajaran merupakan bidang pelayanan pembelajaran yang menjadi wilayah tugas pokok Guru Mata Pelajaran dalam kerangka keseluruhan program pembelajaran pada satuan pendidikan.dan peran profesi secara kompeten demi kemartabatan dan public trust suatu profesi bimbingan dan konseling. Guru Wali Kelas mengidentifikasi kemampuan. bakat. sukses. Pelayanan BK di SD/MI dilakukan oleh Guru Kelas untuk membantu siswa menanamkan minat belajar. dalam keseluruhan program pendidikan satuan pendidikan dasar dan menengah merupakan bidang pelayanan BK yang menjadi wilayah tugas pokok Guru BK atau Konselor dalam kerangka keseluruhan program pelayanan BK pada satuan pendidikan. efektif. untuk menjalankan tugas dan tanggungjawab yang diamanatkan dalam kurikulum 2013. Pelayanan BK untuk arah peminatan kelompok mata pelajaran memberikan kesempatan yang cukup luas bagi siswa untuk menempatkan diri pada jalur yang lebih tepat dalam rangka penyelesaian studi secara terarah. minat.semua mata pelajaran. minat. Sedangkan pelayanan BK yang dilakukan oleh Guru BK atau konselor di SMP/MTs diarahkan untuk membantu peserta didik menentukan minat untuk melakukan pilihan studi lanjut antara SMA/MA dan SMK berdasarkan pada kemampuan dasar umum (kecerdasan). Guru BK atau konselor membantu peserta didik menentukan minat dalam memilih program keahlian yang tersedia. Guru BK atau konselor di SMA/MA dan SMK membantu peserta didik menentukan minatnya untuk melanjutkan ke perguruan tinggi sesuai dengan kemampuan dasar umum (kecerdasan). Pelayanan BK tentang arah peminatan kelompok mata pelajaran dan mata pelajaran bagi siswa merupakan peluang dan sekaligus tantangan yang begitu besar bagi Guru BK atau Konselor. minat.dan kecenderungan pilihan masing-masing siswa serta dukungan dari orang tua sehingga akan dapat menjalani kehidupan dalam belajar yang sesuai dengan kekuatan dirinya. Wilayah arah peminatan kelompok mata pelajaran ini.dan kecenderungan pilihan masing-masing peserta didik. Pada jenjang pendidikan menengah umum yaitu di SMA/MA. mengatasi masalah minat belajar dan mengalami kesulitan belajar secara antisipatif (preemptive).selama peserta didik yang bersangkutan berada di kelas XII dan atas kerjasama sekolah dengan perguruan tinggi. menyenangkan.bakat. dan dinamis serta kemungkinan keberhasilan tinggi. Untuk itu Guru BK atau konselor perlu mencermati secara mendalam makna peminatan dalam kurikulum 2013 dan melaksanakan tugas. menentukan mata pelajaran pilihan di luar mata pelajaran kelompok minatnya. bakat.dan kecenderungan arah pilihan masing-masing peserta didik. dan menentukan minat pendalaman materi mata pelajaran untuk mendapatkan kesempatan mengikuti mata kuliah di perguruan tinggi. Pada jenjang pendidikan menengah kejuruan. kreatif. Guru BK atau konselor membantu peserta didik menentukan minat terhadap kelompok mata pelajaran pilihan yang tersedia.yaitu di SMK. bermakna. dan menentukan mata pelajaran keahlian pilihan di luar mata pelajaran program keahlian minatnya. dan jelas dalam arah pendidikan selanjutnya.

MA. Secara khusus tujuan pelayanan arah peminatan kelompok mata pelajaran dan mata pelajaran adalah: a. c. Mengarahkan siswa SMP/MTs untuk memahami dan mempersiapkan diri bahwa : 1) Semua warga negara Indonesia wajib mengikuti pelajaran di sekolah sampai dengan jenjang SMP/MTs dalam rangka Wajib Belajar 9 Tahun. bakat. meminati studi lanjutan yang menjadi pilihan SMA. minat. bakat. Mengarahkan siswa SD/MI untuk memahami bahwa pendidikan di SD/MI merupakan pendidikan wajib yang harus dikuti oleh seluruh warga negara Indonesia dan setamatnya dari SD/MI harus dilanjutkan ke studi di SMP/MTs. dan oleh karenanya siswa perlu belajar dengan sungguh-sungguh dan meminati semua mata pelajaran. The right man on the right place akan dapat diwujudkan.dan kecenderungan pilihan masing-masing siswa. SMP/MTs. memahami berbagai jenis pekerjaan/ karir dan mulai mengarahkan diri untuk pekerjaan/karir tertentu.Konselor melalui pelayanan bimbingan dan konseling akan mampu membantu peserta didik untuk memilih dan menentukan arah peminatan kelompok mata pelajaran dan mata pelajaran sesuai dengan kondisi potensi peserta didik sehingga akan membantu kelancaran dan keberhasilan dalam belajar. 2) Siswa SMP/MTs perlu meminati semua mata pelajaran. Pelayanan arah peminatan kelompok mata pelajaran dan mata pelajaran bagi siswa berada dalam wilayah manajemen BK dan bagian dari manajemen satuan pendidikan secara menyeluruh. bakat. 3) Kurikulum SMA/MA memberikan kesempatan bagi siswa untuk memilih kelompok mata pelajaran dan mata pelajaran tertentu sesuai dengan kemampuan dasar umum (kecerdasan). Secara umum Pelayanan BK tentang arah peminatan kelompok mata pelajaran dan mata pelajaran bertujuan untuk membantu siswa SD/MI. Mengarahkan siswa SMA/MA untuk memahami dan mempersiapkan diri bahwa : 1) Pendidikan di SMA/MA merupakan pendidikan untuk menyiapkan siswa menjadi manusia dewasa yang mampu hidup mandiri di masyarakat.atau SMK sesuai dengan kemampuan dasar umum (kecerdasan). 3) Setamat dari SMP/MTs siswa dapatkan melanjutkan pelajaran ke SMA/MA atau SMK. minat. dan keterampilan pekerjaan/karir. Disini yang penting justru mempersiapkan siswa untuk menentukan pilihan kelompok minat di SMA. Jadi siswa perlu mendapatkan informasi tentang kelompok peminatan: keuntungan dan keterbatasannya. SMA/MA dan SMK menetapkan arah minat pilihan kelompok mata pelajaran dan mata pelajaran serta pendalaman mata pelajaran yang diikuti pada satuan pendidikan yang sedang ditempuh. arah pilihan karir dan/atau pilihan studi lanjutan sampai ke perguruan tinggi. SEMINAR DAN MUSYAWARAH DAERAH MGBK PROVINSI JAWA BARAT b. kemungkinan untuk berhasil dalam belajar tinggi. 2) Kemandirian tersebut pada nomor (1) didasarkan pada kematangan pemenuhan potensi dasar. minat dan kecenderungan pilihan masing-masing siswa. untuk selanjutnya kalau sudah tamat nanti dapat bekerja atau melanjutkan pelajaran ke perguruan tinggi. 11 .

Mengarahkan siswa SMK untuk memahami dan mempersiapkan diri bahwa : 1) Pendidikan di SMK merupakan pendidikan untuk menyiapkan siswa menjadi manusia dewasa yang mampu hidup mandiri di masyarakat. Sejak kelas X peserta didik sudah harus memilih kelompok peminatan yang akan dimasuki. Tingkat arah peminatan kelompok mata pelajaran dan mata pelajaran yang perlu dikembangkan dapat digambarkan sebagai berikut: Perguruan Tinggi 4 4 SEMINAR DAN MUSYAWARAH DAERAH MGBK PROVINSI JAWA BARAT 12 . 2) Kemandirian tersebut pada nomor (1) didasarkan pada kematangan pemenuhan potensi dasar. dan keterampilan pekerjaan/karir. atau melanjutkan pelajaran ke perguruan tinggi dengan memasuki program studi sesuai dengan pilihan dan pendalaman materi mata pelajaran sewaktu di SMK. 3) Kurikulum SMK memberikan kesempatan bagi siswa untuk memilih mata pelajaran program keahlian dan mendalami materi mata pelajaran program keahlian tertentu sesuai dengan kemampuan dasar umum (kecerdasan). Pada akhir minggu ketiga semester pertama peserta didik masih mungkin mengubah pilihan peminatannya berdasarkan rekomendasi para guru. bakat. Untuk sekolah yang mampu menyediakan layanan khusus maka setelah akhir semester pertama peserta didik masih mungkin mengubah pilihan peminatannya. ketersediaan guru. minat. Pemilihan peminatan berdasarkan nilai rapor di SMP/MTs dan/atau nilai UN SMP/MTs dan/atau rekomendasi guru BK di SMP/MTs dan/atau hasil tes penempatan (placement test) ketika mendaftar di SMA/MA dan/atau tes bakat minat oleh psikolog dan/atau rekomendasi guru BK di SMA/MA. dan kelas. d.4) Setamat dari SMA/MA siswa dapat bekerja di bidang tertentu yang masih memerlukan persiapan/pelatihan. minat dan kecenderungan pilihan masing-masing siswa. 4) Setelah tamat dari SMK siswa dapat bekerja di bidang tertentu sesuai dengan bidang studi keahlian/kejuruan yang telah dipelajarinya. atau melanjutkan pelajaran ke perguruan tinggi dengan memasuki program studi sesuai dengan pilihan dan pendalaman mata pelajaran sewaktu di SMA/MA. bakat.

Arah peminatan ketiga kejuruan perlu dikembangkan pada siswa SMK untuk memilih program keahlian dan mata pelajaran program keahlian. pilihan arah pengembangan karir (lihat no. serta karakteristik satuan pendidikan di mana siswa belajar. mendalami mata pelajaran program keahlian dan mengakses keterkaitan lintas mata pelajaran praktik/kejuruan yang ada di SMK (lihat no. dan pendalaman mata pelajaran. mereka dibantu untuk memilih dan menentukan minat salah satu fakultas dengan program studinya yang ada di perguruan tinggi. Arah peminatan ketiga umum perlu dikembangkan pada siswa SMA/MA dan SMK untuk mengambil pilihan kelompok mata pelajaran. serta pilihan dan pendalaman mata pelajaran di SMA/MA atau SMK (lihat no. Masing-masing tingkat arah peminatan kelompok mata pelajaran dan mata pelajaran itu memerlukan penanganan yang akurat sesuai dengan tingkat perkembangan dan karakteristik siswa yang bersangkutan. sesuai dengan kemampuan umum (kecerdasan). pilihan kelompok mata pelajaran. serta pilihan lintas mata pelajaran tertentu. minat dan karakteristik siswa.3 a SMA SMK MA SLT A S 3 b 2 SMP MTs SL TP 1 Keterangan SD/MI 1. dan kemungkinan studi lanjutannya. 5. SEMINAR DAN MUSYAWARAH DAERAH MGBK PROVINSI JAWA BARAT 13 . 4. Arah peminatan kedua perlu dibangun pada siswa SMP/MTs yang akan melajutkan ke SMA/MA dan SMK. Arah peminatan keempat perlu dikembangkan pada siswa di SMA/MA dan SMK yang akan melanjutkan studi ke perguruan tinggi. pilihan mata pelajaran dan arah karir yang ada. Mereka dibantu untuk memperoleh informasi yang cukup lengkap tentang jenis dan penyelenggaraan masing-masing SMA/MA dan SMK. 3b pada gambar). Mereka dibantu untuk memperoleh informasi untuk memilih SMP/MTs (lihat no. bakat. Arah peminatan pertama perlu dikembangkan pada siswa SD/MI yang akan melanjutkan pendidikan ke SMP/MTs. 3b pada gambar).4 pada gambar). pilihan mata pelajaran. 3.1 pada gambar ) 2.

kondisi sekolah dan kondisi pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pendidikan siswa yang bersangkutan. yaitu kemungkinan penguatan dan berbagai sumber yang dapat membantu siswa . Tabel 1 Tingkatan dan Aspek-aspek Arah Peminatan Tingkat Arah Peminatan Posisi Siswa di 1. seperti orang tua dan kemungkinan bantuan dari pihak lain. Kondisi dan kurikulum yang memuat mata pelajaran dan/atau praktik/latihan yang dapat diambil/didalami siswa atas dasar pilihan. maupun (b) per mata pelajaran. 3. dalam rangka peminatan akademik. Dorongan moral dan finansial. 4. yaitu kemampuan dasar yang biasanya diukur dengan tes intelegensi. dan beasiswa. baik (a) rata-rata pada umumnya. Kemampuan dasar umum (kecerdasan). baik yang bersifat wajib maupun pilihan.Untuk setiap tingkat arah peminatan kelompok mata pelajaran dan mata pelajaran digunakan lima aspek pokok sebagai dasar pertimbangan bagi arah peminatan kelompok mata pel. Arah peminatan pertama 2. Prestasi hasil belajar. yang dan kecenderungan pribadi yang dapat diukur dengan tes bakat dan/atau inventori tentang bakat/ minat. 6. Ketersediaan fasilitas sekolah/madrasah. serta sistem Satuan Kredit Semester (SKS) yang dilaksanakan. kejuruan dan studi lanjutan. yaitu nilai hasil belajar yang diperoleh siswa di sekolah/madrasah. Arah SD/MI Meminati semua mata pelajaran Meminati semua Pemahaman awal tentang pekerjaan/karir Pemahaman Arah Peminatan Akademik Arah Peminatan Kejuruan Arah Peminatan Studi Lanjutan SMP/MTs SMP/MTs SMA/MA/SMK 14 SEMINAR DAN MUSYAWARAH DAERAH MGBK PROVINSI JAWA BARAT . Dalam penerapannya arah peminatan kelompok mata pelajaran dan mata pelajaran untuk siswa merupakan gabungan dan kemungkinan yang paling mengutungkan dari kombinasi semua yang ada itu pada setiap jenis dan jenjang satuan pendidikan.ajaran dan mata pelajaran yang akan ditempuh. minat. yaitu : 1. Kelima aspek tersebut secara langsung mengacu kepada beberapa karakteristik pribadi siswa dan lingkungannya. 5. Keterkaitan antara tingkat dan aspek arah peminatan kelompok mata pelajaran dan mata pelajaran bagi siswa tergambar dalam tabel berikut. Bakat. yaitu apa yang ada di tempat siswa belajar yang dapat menunjang pilihan arah peminatan kelompok mata pelajaran dan mata pelajaran bagi siswa. 2.

Khusus bidang studi IPA/IPS/BHS 3. atau ahli) Fak dan Prodi di PT LANGKAH-LANGKAH POKOK PELAYANAN ARAH PEMINATAN Pelayanan arah peminatan kelompok mata pelajaran dan mata pelajaran dimulai sejak sedini mungkin. lintas mata pelajaran/ kejuruan dan pendalaman materi mata pelajaran di SLTA 4. profesi. Data pribadi siswa : kemampuan dasar umum (kecerdasan).peminatan kedua mata pelajaran tentang pekerjaan/karir dan kemungkinan bekerja. dan pendalaman materi mata pelajaran program keahlian. Ketika itulah langkah-langkah pelayanan arah peminatan kelompok mata pelajaran dan mata pelajaran secara sistematik dimulai. Arah peminatan keempat Tamat SMA/MA/ SMK Arah pekerjaan/karir (jenjang teknisi/analis. lintas mata pelajaran. mata pelajaran pilihan. lintas mata pelajaran program keahlian. yaitu sejak siswa menyadari bahwa ia berkesempatan memilih jenis sekolah dan/atau mata pelajaran dan/atau arah karir dan/atau studi lanjutan. Arah peminatan ketiga umum SMA/MA Meminati kelompok mata pelajaran. bakat dan minat serta kecenderungan potensi. Pemahaman definitif tentang pekerjaan/karir dan arah pelaksanaan pekerjaan/karir Prog. Langkah Pertama: Pengumpulan Data Langkah ini dilakukan untuk mengumpulkan data tentang : 1. Bekerja atau kuliah sesuai dengan pilihan mata pelajaran. dan pendalaman materi mata pelajaran. Meminati mata pelajaran program keahlian. mengikuti sejumlah langkah yang disesuaikan dengan tingkat arah peminatan tertentu. SEMINAR DAN MUSYAWARAH DAERAH MGBK PROVINSI JAWA BARAT 15 . mata pelajaran pilihan program keahlian. Arah peminatan ketiga SMK Arah definitif tentang pelaksanaan pekerjaan/karir (jenjang operator) Prodi Khusus Bidang Kejuruan 5.

2. kejuruan. Langkah Kedua: Informasi Arah Peminatan Langkah ini dilakukan pada awal masuk sekolah yaitu pada masa orientasi studi. Sistem pembelajaran. Keadaan yang diinginkan ialah kondisi pribadi siswa benar-benar cocok atau sejajar. Kecocokan itu disertai dengan tersedianya fasilitas yang ada di sekolah yang cukup memadai. termasuk Sistem Kredit Semester (SKS) 6. dengan persyaratan dan kesempatan yang ada itu. Data kegiatan belajar 10. 3. Kondisi lingkungan 4. lintas minat mata pelajaran dan studi lanjutan. atau setidak-tidaknya mendekati. serta dukungan moral dan finansial yang memadai pula (terutama dari orang tuanya). 4. Kurikulum dan berbagai mata pelajaran baik yang wajib maupun pilihan yang diikuti siswa. Bahan informasi pendidikan lanjutan 9. Sekolah ataupun program yang sedang mereka ikuti dan setamat dari sekolah atau selepas dari kelas yang mereka duduki sekarang. Mata pelajaran wajib dan pilihan 5. sesuai dengan jenis dan jenjang satuan pendidikan siswa. kondisi orang tua dan lingkungan pada umumnya. terutama dalam rangka peminatan akademik. Data khusus tentang siswa. pendalaman mata pelajaran. Informasi tentang studi lanjutan setamat pendidikan yang sedang ditempuh sekarang. pendalaman mata pelajaran serta lintas mata pelajaran. Informasi pekerjaan/karir 7. SEMINAR DAN MUSYAWARAH DAERAH MGBK PROVINSI JAWA BARAT 16 . dan menjelang akhir studi. terutam berkenaan dengan peminatan kejuruan. Langkah Ketiga : Identifikasi dan Penetapan Arah Peminatan Langkah ini terfokus pada kecocokan antara kondisi pribadi siswa dengan syaratsyarat atau tuntutan kelompok mata pelajaran dan mata pelajaran pilihan dan/atau sekolah/madrasah. memasuki kelas baru. Data hasil belajar 11.2. siswa diberikan informasi selengkapnya. Informasi tentang karir atau jenis pekerjaan yang perlu dipahami dan/atau yang dapat dijangkau oleh tamatan pendidikan yang sedang ditempuh sekarang. Keluarga 3. terutama berkenaan dengan pilihan arah minat kelompok mata pelajaran dan mata pelajaran. Layanan informasi tentang berbagai hal di atas dapat dilakukan melalui layanan informasi klasikal. Bahan informasi karir 8. arah pengembangan karir. yaitu informasi tentang : 1. Layanan informasi ini dapat dilengkapi dengan layanan orientasi melalui kunjungan ke sekolah/ madrasah dan/atau lembaga kerja yang dapat menjadi arah peminatan/ pilihan siswa.

yang isian format itu kemudian mendapatkan pembahasan dan tindak lanjut secara tepat. Guru Mata Pelajaran. atau pilihan yang tepat bagi siswa tetapi tidak disetujui oleh orang tuanya. tetapi dukungan finansial tidak ada. Lebih jauh. diskusi kelompok dan kegiatan lain melalui strategi transformasional-BMB3 yang mengajak siswa berpikir. Kegiatan monitoring dapat menggunakan format-format (lihat lampiran) yang diadministrasikan.Langkah ketiga itu dilaksanakan melalui kontak langsung Guru BK atau Konselor. maka perlu dilakukan konseling perorangan (dengan siswa dan orang tuanya untuk membahas kemungkinan mencari bantuan atau beasiswa). maka siswa yang bersangkutan perlu mengganti pilihan kelompok mata pelajaran dan mata pelajaran lain dan perlu dilakukan penyesuaianpenyesuaian pada diri siswa dan pihak-pihak yang berkepentingan.minat. secara berkala. pelaksana dan peranannya masing-masing adalah : 1) Strategi transformasional-BMB3 juga perlu ditempuh pada layanan informasi dan SEMINAR DAN MUSYAWARAH DAERAH MGBK PROVINSI JAWA BARAT orientasi pada langkah pertama. Demikian. Apabila pilihan dan keputusan arah peminatan kelompok mata pelajaran dan mata pelajaran tepat tetapi sekolah/madrasah yang sedang atau akan diikuti tidak tersedia pilihan yang diinginkan. Kontak langsung ini disertai pembahasan individual. apabila pilihan dan keputusan tepat dan fasilitas di sekolah/madrasah tersedia. Langkah Kelima: Monitoring dan Tindak Lanjut Guru BK atau Konselor. bertindak. merasa. dan Guru Wali Kelas dengan siswa melalui penyajian angket ataupun modul. maka siswa yang bersangkutan dapat dianjurkan untuk mengambil pilihan itu di sekolah lain. Apabila ketidakcocokan itu terjadi maka perlu dilakukan peninjauan kembali melalui layanan konseling perorangan baik terhadap siswa dan/ataupun orang tuanya. dan Guru Wali Kelas memonitor penampilan dan kegiatan siswa asuhnya secara keseluruhan dalam menjalani program pendidikan yang diikutinya. minimal setiap tengah dan akhir/awal semester. khususnya berkenaan dengan arah peminatan kelompok mata pelajaran dan mata pelajaran yang dipilihnya. Langkah Keempat : Penyesuaian Langkah ketiga di atas dapat menghasilkan pilihan arah peminatan kelompok mata pelajaran atau mata pelajaran yang tepat bagi siswa dan orang lain yang berkepentingan (terutama orang tua). dan bertanggung jawab atas berbagai aspek pilihan yang tersedia dan keputusan yang diambil 1). Apabila pilihan dan keputusan tidak tepat.dan kecenderungan pilihan masing-masing siswa.bakat. langkah keempat dilaksanakan seoptimal mungkin demi kesuksesan studi siswa sesuai dengan kemampuan dasar (kecerdasan). 17 . Perkembangan dan berbagai permasalahan siswa perlu diantisipasi dan memperoleh pelayanan Bimbingan dan Konseling secara komprehensif dan tepat. bersikap. PELAKSANA LAYANAN ARAH PEMINATAN Memperhatikan tingkat aspek pokok dan langkah-langkah arah peminatan kelompok mata pelajaran dan mata pelajaran di atas. Untuk ini diperlukan layananan konseling perorangan bagi siswa yang bersangkutan. Guru Mata Pelajaran.

minat. Wali Kelas. bakat. Kepala Sekolah/Madrasah. 2 ) Bagi satu atau sekelompok SD/MI yang mampu dapat mempekerjakan/mengangkat Konselor untuk bertugas di satu atau sekelompok SD/MI yang dimaksud. Guru BK atau Konselor di SMA/MA. Guru BK atau Konselor di SMP/MTs dan SMA/MA adalah pelaksana pelayanan arah peminatan tingkat kedua di SMP/MTs.1. Guru Mata Pelajaran secara khusus menyediakan nilai-nilai prestasi belajar siswa dan informasi pendidikan/pekerjaan yang memerlukan informasi dari mata pelajaran yang dimaksudkan untuk bahan pertimbangan dalam penentuan minat kelompok mata pelajaran dan mata pelajaran. serta pendalaman materi mata pelajaran di sekolah/madrasah dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi Guru Kelas. Guru Wali Kelas. dengan Guru Mata Pelajaran. tingkat ketiga umum SMA/MA.dan kecenderungan pilihan masing-masing siswa. yang akan tamat SD/MI (terutama kelas VI) dan melanjutkan pelajarannya ke SMP/MTs. 2. Guru Wali Kelas. Dalam hal ini guru kelas SD/MI dan khususnya Guru Kelas VI SD/MI adalah pelaksana pelayanan arah peminatan tingkat pertama bagi siswa-siswa SD/MI. minat. baik untuk mata pelajaran umum maupun mata pelajaran praktik /kejuruan yang bersifat wajib ataupun pilihan. mendorong anaknya untuk memilih kelompok mata pelajaran dan mata pelajaran atau studi lanjutan yang sesuai dengan kemampuan dasar umum (kecerdasan). 5. SEMINAR DAN MUSYAWARAH DAERAH MGBK PROVINSI JAWA BARAT 18 . dan Kepala Sekolah/Madrasah. Guru kelas VI SD/MI dapat bekerja sama dengan Guru BK atau Konselor SMP/MTs atau SMA/MA atau SMK yang terdekat dalam pelayanan alih tangan kasus. dan menyediakan fasilitas bagi kelanjutan pendidikan anaknya. Guru BK atau Konselor di SMP/MTs melaksanakan dan mengkoordinasikan upaya pelayanan BK arah peminatan semua mata pelajaran dan membantu menentukan arah peminatana jenjang pendidikan lanjutan yaitu SMA atau MA atau SMK sesuai dengan kemampuan dasar umum (kecerdasan). Guru Mata Pelajaran Praktik/Kejuruan di SMK khususnya menyediakan nilai-nilai prestasi belajar siswa dan informasi pendidikan/pekerjaan/karir yang memerlukan penge-tahuan/keterampilan kejuruan yang dimaksudkan itu. Kepala Sekolah/Madrasah. 3. khususnya memperlancar pelaksanaan upaya pelayanan arah peminatan kelompok mata pelajaran dan mata pelajaran. bakat. tingkat ketiga kejuruan SMK. serta membantu siswa mendalami materi mata pelajaran. karena di SD/MI pada umumnya belum ditugaskan Guru BK atau Konselor secara khusus. maka pelayanan BK di SD/MI pada umumnya dilaksanakan oleh Guru Kelas2). dengan Guru Mata Pelajaran. Dalam menjalankan tugasnya guru BK atau konselor dapat bekerjasama dengan petugas yang berwewenang menyelenggarakan tes intelegensi dan tes bakat. serta Kepala Sekolah/Madrasah. dan Orang Tua. Guru Mata Pelajaran dan Guru Wali Kelas untuk menjalankan peranannya secara tepat dalam rangka pelayanan arah peminatan kelompok mata pelajaran dan mata pelajaran untuk siswa. 4. Guru Kelas. Guru BK atau Konselor. Orang Tua siswa yang bersangkutan. Guru Mata Pelajaran.SMK melaksanakan dan mengkoordinasikan upaya pelayanan arah peminatan kelompok mata pelajaran dan mata pelajaran (sebagaimana diuraikan pada Bab III) secara menyeluruh dengan Guru Mata Pelajaran. dan kecenderungan pilihan siswa.

bakat. yaitu Kepala Sekolah (A). Guru Mata Pelajaran (B). Peranan masing-masing adalah : A Kepala Sekolah (Satuan Pendidikan) 4 1 3 2 B. Orang Tua (D).Demikian pula. pilihan pendalaman mata pelajaran. kepada para siswa diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk mengungkapkan potensi diri dan menyampaikan aspirasi tentang pilihan kelompok mata pelajaran dan mata pelajaran. Guru Mata Pelajaran dan Guru Kelas sebagai ujung tombak untuk keberhasilan dalam pencapaian tujuan pembelajaran.dan kecenderungan pilihan masing-masing siswa. pilihan karir.2 Guru Wali Kelas D Orang Tua 1 4 19 1 5 SEMINAR DAN MUSYAWARAH DAERAH MGBK PROVINSI JAWA BARAT . Guru BK atau Konselor (B). dan pilihan sekolah/program yang diinginkannya.1 Guru Mata pelajar an 5 B Guru BK / Konselor 1 7 1 2 3 B. MEKANISME PELAYANAN ARAH PEMINATAN Pihak-pihak yang terlibat dalam mekanisme pelayanan arah peminatan kelompok mata pelajaran dan mata pelajaran siswa adalah sebagaimana terlihat pada bagan berikut. sedangkan Guru BK atau Konselor adalah memberikan dukungan untuk mempermudah dalam proses pembelajaran melalui pelayanan BK untuk membantu peserta didik menentukan pilihan arah peminatan kelompok mata pelajaran dan mata pelajaran yang sesuai dengan kemampuan dasar umum (kecerdasan). Wali Kelas (B2). minat. dan siswa yang bersangkutan (E).

pendalaman materi mata pelajaran. dan mekanisme pelayanan arah peminatan mata pelajaran yang dilaksanakan Guru BK atau Konselor terhadap siswa. termasuk di dalamnya penerapan strategi BMB3 dan kemungkinan dilaksanakannya layanan konseling perorangan. Bekerjasama dengan Guru Mata Pelajaran (5) dan/atau Guru Wali Kelas (7) untuk tersedianya secara lengkap nilai-nilai hasil belajar siswa yang akan diperhitungkan sebagai salah satu aspek arah peminatan mata pelajaran dan pendalaman mata pelajaran bagi siswa. arah pekerjaan/karir.6 1 0 9 E Siswa 1 1 8 Keterangan 1. c. prosedur. dan pendidikan lanjutan (peminatan akademik. Guru BK atau Konselor : a. kejuruan. 6) Informasi pendalaman materi mata pelajaran bagi siswa yang ingin memperkaya dan mendalami materi mata pelajaran (terutama bagi siswa yang memiliki kecerdasan dan bakat istimewa). adanya proses pilihan. Guru Mata Pelajaran (2). dan studi lanjutan) yang dapat dipilih oleh siswa mengacu pada SEMINAR DAN MUSYAWARAH DAERAH MGBK PROVINSI JAWA BARAT 20 . 2. Memberikan kesempatan kepada orang tua (12) untuk berkonsultasi dan memperoleh informasi tentang pilihan mata pelajaran. 7) Informasi pekerjaan/karir sesuai dengan tingkat arah peminatan siswa. 5) Informasi mata pelajaran wajib dan pilihan yang dapat dipilih oleh siswa dalam rangka penyelesaian studi pada satuan pendidikan yang sedang ditempuh. Memberikan kesempatan kepada orang tua (4) untuk berkonsultasi dan memperoleh informasi tentang program pendidikan yang ada di sekolah/madrasah. 8) Materi. dan Guru Wali Kelas (3) untuk berpartisipasi/berperan dalam upaya pelayanan arah peminatan dan pendalaman mata pelajaran bagi siswa. Kepala Sekolah/Madrasah (Satuan Pendidikan) : a. Memberikan pelayanan kepada siswa (9) berkenaan dengan : 4) Informasi sekolah/madrasah yang sedang dijalani siswa. b. terutama peminatan kejuruan. serta upaya pengembangan program pendidikan sesuai dengan bakat/minat/kecenderungan siswa. terutama berkenaan dengan peminatan akademik dan sistem SKS. Mendorong dan memfasilitasi kepada Guru BK atau Konselor (1). b. dan pendidikan lanjutannya.

c. Memberikan kesempatan kepada orang tua (12) untuk berkonsultasi dan memperoleh informasi tentang pendalaman materi mata pelajaran bagi siswa. Materi. Bekerjasama dengan Guru BK (5) dan/atau Guru Wali Kelas (7) untuk tersedianya secara lengkap nilai-nilai hasil belajar siswa yang akan diperhitungkan sebagai salah satu aspek arah peminatan mata pelajaran dan pendalaman mata pelajaran bagi siswa. e. terutama berkenaan dengan peminatan akademik dan sistem SKS.bakat/ minat/ kecenderungan siswa. Memberikan pelayanan kepada siswa (9) berkenaan dengan : 1) Informasi sekolah/madrasah yang sedang dijalani siswa. Guru Wali Kelas a. Bekerjasama dengan Guru BK (5) dan/atau Guru Mata Pelajaran (7) untuk tersedianya secara lengkap nilai-nilai hasil belajar siswa yang akan diperhitungkan sebagai salah satu aspek arah peminatan mata pelajaran dan pendalaman mata pelajaran bagi siswa. 4) Melakukan pembelajaran dan pendalaman materi mata pelajaran kepada siswa sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya. Berkonsultasi dengan Kepala Sekolah tentang keseluruhan upaya pelayanan arah peminatan dan pendalaman materi mata pelajaran bagi siswa serta hasilhasilnya.khususnya mata pelajaran yang diampunya. Bekerjasama dengan Guru BK (5) dan Guru Mata Pelajaran (7) dalam mengidentifikasi siswa-siswa dalam menentukan pilihan mata pelajaran yang menjadi arah peminatan dan pendalaman materi mata pelajaran. serta materi. d. e. b. Bekerjasama dengan Guru BK (5) dalam mengidentifikasi siswa-siswa yang membutuhkan pelayanan pendalaman materi mata pelajaran. 3) Informasi pendalaman materi mata pelajaran bagi siswa yang ingin memperkaya dan mendalami materi mata pelajaran. Memberikan pelayanan kepada siswa (9) berkenaan dengan : 1) Informasi sekolah/madrasah yang sedang dijalani siswa. 4. 2) Informasi mata pelajaran wajib dan pilihan yang dapat dipilih oleh siswa dalam rangka penyelesaian studi pada satuan pendidikan yang sedang ditempuh. b. dan mekanisme pelayanan arah peminatan dan pendalaman mata pelajaran bagi siswa. c. dan mekanisme pelayanan pendalaman materi mata pelajaran yang dilaksanakan Guru Mata pelajaran terhadap siswa. 3. d. Menyelenggarakan instrumentasi dan mengolah data tentang aspek-aspek arah peminatan serta mempertimbangkan penggunaan hasil-hasilnya. SEMINAR DAN MUSYAWARAH DAERAH MGBK PROVINSI JAWA BARAT 21 . 5) Berkonsultasi dengan Kepala Sekolah tentang keseluruhan upaya pelayanan arah peminatan dan pendalaman materi mata pelajaran bagi siswa serta hasil-hasilnya. Guru Mata Pelajaran a. prosedur. dan pendidikan lanjutannya. prosedur.

dan studi lanjutan) yang diselenggarakan oleh Guru BK atau Konselor. khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya. terutama berkenaan dengan peminatan akademik dan sistem SKS. Berpartisipasi aktif dalam kegiatan instrumentasi. DAFTAR PUSTAKA ABKIN dan ILO (2011). 6) Berkonsultasi dengan Kepala Sekolah tentang keseluruhan upaya pelayanan arah peminatan dan pendalaman materi mata pelajaran bagi siswa serta hasil-hasilnya. b. Guru Mata Pelajaran dan Wali Kelas (6) (8) (9) (10) (11) c. baik dari Kepala Sekolah (4) maupun dari Guru BK atau Konselor (12). b. Jakarta: ILO. Berkonsultasi dengan orang tua tentang berbagai aspek pilihan mata pelajaran sesuai dengan peminatan siswa yang perlu dilakukan di sekolah/madrasah tempat belajar (15). kejuruan.khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya. pengumpulan data tentang diri pribadi siswa oleh Guru BK atau Konselor. pilihan pekerjaan/karir. pendalaman mata pelajaran. dan pilihan pendidikan lanjutan (peminatan akademik. Memberikan dorongan dan fasilitas yang memadai searah dengan pilihan siswa dalam menjalani pendidikannya (14). 4) Membantu Guru BK melaksanakan tugas layanan arah minat pada siswa. Berpartisipasi aktif dalam kegiatan pelayanan arah peminatan yang menyangkut pilihan kelompok mata pelajaran dan mata pelajaran. Orang Tua : a. dan pendidikan lanjutannya. 5) Membantu Guru Mata Pelajaran melaksanakan perananya dalam proses pembelajaran dan pendalaman materi mata pelajaran pada siswa. d. Siswa a. 3) Informasi pendalaman materi mata pelajaran bagi siswa yang ingin memperkaya dan mendalami materi mata pelajaran.2) Informasi mata pelajaran wajib dan pilihan yang dapat dipilih oleh siswa dalam rangka penyelesaian studi pada satuan pendidikan yang sedang ditempuh. Berusaha memperoleh informasi dan berkonsultasi tentang bakat/minat/kecenderungan siswa serta kemungkinan kecocokan dengan aspek-aspek pilihan yang ada pada program pendidikan yang dijalani siswa. 5. SEMINAR DAN MUSYAWARAH DAERAH MGBK PROVINSI JAWA BARAT 22 . 6. Menjalani hasil pelayanan arah peminatan kelompok mata pelajaran dan mata pelajaranan dengan sebaik-baiknya dan setiap kali berkonsultasi dengan Guru BK atau Konselor (9). Panduan Pelayanan Bimbingan Karir : Bagi Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor pada satuan Pendidikan Dasar dan Menengah .

Dubuque.Bradley (Editor) (2004). SEMINAR DAN MUSYAWARAH DAERAH MGBK PROVINSI JAWA BARAT 23 . Undang-Undang Republik Indonesia Depdikbud. Iowa:W. New York: Great Potensial Press. Badan Standar Nasional Pendidikan (2008). Erford T.Brown Company Publishers.84-87. Practical Counseling in The School . Texas: PRO-ED An International Publisher. Blocher. Programs & Practices.32. Professional School Counseling A Handbook of Theories. kerangka dasar. Draf Kurikulum 2013 : rasional. G. Performance Management. New York: Macmillan Publishing Company.Armstrong.H. (1975). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27 tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor. Jakarta: Depdikbud.S.Inc. Gifted Children and Gifted Education A Handbook for Teachers and Parents. Davis (2006). Jakarta: BSNP. The Professional Counselor.Samuel. Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2008 tentang Guru. Hersey.struktur. (2009).D. Belkin. (1987).C. New Jersey: Pearson Education. Inc.Inc. Blanchard & Dewey E. Counseling: A Comprehensive Profession . Johnson (1996). Kementerian Pendidikan Nasional (2010). Kenneth H. Manajemen of Organizational Behavior. Semarang: Pengurus Besar ABKIN. Jakarta: Depdiknas Departemen Pendidikan Nasional (2008). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2013).Michael & Angela Baron (1998). Jakarta : Depdiknas Gary A. Journal of The School Counselor. Kode Etik Profesi Bimbingan dan Konseling . Jakarta: Kemendiknas. ASCA (a984). Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor:03/V/PB/2010 Nomor : 14 tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.T. Paul. Departemen Pendidikan Nasional (2005). Gladding. London: Institute of Personnel and Development. Ethical Standard for School Counselor . Departemen Pendidikan Nasional (2004).implementasi dan evaluasi kurikulum . New Jersey : Prentice Hall.

TERIMA KASIH SEMINAR DAN MUSYAWARAH DAERAH MGBK PROVINSI JAWA BARAT 24 .Stephen P.Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Terj.Robbins.Inc.John (1977). Coaching for Performance : Seni Mengarahkan untuk Mendongkrak Kinerja. Wthhmore. & Mary Coultar (1996). Management.Y Dwi Helly Purnomo. New Jersey: Prentice Hall.

Prof.7668590. 08156610531. 024-8501087.Dr. http://www..M.H.abkin...bsnpindonesia.org email mungin_eddy@yahoo.Pd. Fax 021-7668591.Kons. 021.com\ SEMINAR DAN MUSYAWARAH DAERAH MGBK PROVINSI JAWA BARAT 25 .MUNGIN EDDY WIBOWO.org http://www.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful