LEMPENG TEKTONIK INDONESIA Bumi merupakan salah satu planet dari galaksi bimasakti.

Manusia dan ciptaan Tuhan melangsungkan kehidupan di bumi. Kita hidup di bumi berada di bagian kerak bumi (lithospher) atau di permukaan bumi. Permukaan bumi terbentuk dari berbagai macam batuan yang kurang lebih 80% adalah diselimuti oleh batuan sedimen dengan volume kurang lebih 0,32% dari volume bumi. Setiap daratan di bumi ini di bentuk oleh batuan – batuan ang bermacam – macam. Dari sejumlah batuan yang memiliki ciri khas yang berbeda – beda terangkum dalam sebuah lempeng – lempeng yang tersebar di seluruh dunia. Lempeng – lempeng di permukaan bumi bersifat dinamis, karena adanya perbedaan perlapisan dan tenaga endogen yang mengakibatkan pergerakan lempeng. Dari pergerakan lempeng dapat menimbulkan sebuah siklus batuan yang tak dapat dipungkri adanya. Lempeng tektonik adalah bagian dari kerak bumi dan lapisan paling atas, yang disebut juga lithosphere. Atau menjelaskan tentang gerakan bumi dengan skala besar dari lithoepher bumi. Teori yang meliputi konsep-konsep lama (kontinental drift) dikembangkan selama satu setengah abad sejak abad ke-20 oleh Alfred Wegner tentang lantai samudra (seafloor) pada tahun 1960-an. Lempeng tektonik memiliki tebal sekitar 100 km (60 mill) yang terdiri dari dua jenis bahan pokok yaitu kerak samudra (disebut juga sima yang terdiri dari silikon dan magnesium) dan kerak benua (disebut juga sial yang terdiri dari silicon dan megnesium). Komposisi dari dua jenis lapisan terluar atau kulit dari kerak samudra adalah batuan basalt (mafic) dan kerak benua terdiri dari batuan granitic yang prinsip kepadatannya rendah. Permukaan bumi terdiri dari 15 lempeng besar (mayor) dan 41 lempeng kecil (minor), 11 lempeng kuno dan 3 dalam orogens, dengan jumlah keseluruhan 70 lempeng tektonik yang tersebar di seluruh permukaan bumi. Lempeng mayor di bumi di anataranya :
 African Plate covering Africa - Continental plate Afrika Plate meliputi Afrika - Benua piring  Antarctic Plate covering Antarctica - Continental plate Antarctic Plate meliputi Antartika  

   

Benua piring Australian Plate covering Australia - Continental plate Australia Plate meliputi Australia Benua piring Indian Plate covering Indian subcontinent and a part of Indian Ocean - Continental plate Indian Plate meliputi anak benua India dan merupakan bagian dari Samudra Hindia Benua piring Eurasian Plate covering Asia and Europe - Continental plate Eurasian Plate meliputi Asia dan Eropa - Benua piring North American Plate covering North America and north-east Siberia - Continental plate South American Plate covering South America - Continental plate Pacific Plate covering the Pacific Ocean - Oceanic plate

Lempeng tetonik memiliki nama yang berbeda – beda sesuai tempat atau asal lempeng itu berada. Pada 225 juta tahun yang lalu, seluruh daratan di bumi ini merupakan satu kesatuan yang disebut dengan Benua Pangaea pada zaman permian. Pergerakan lapisan bumi terus terjadi saat 200 juta tahun yang lalu pada zaman triassic terbagi menjadi 2 Benua Laurasia dan Benua Gondwanaland. Pergerakan lapisan bumi terjadi hingga saat ini terbagi menjadi 5 belahan benua. Perubahan keadaan permukaan bumi terjadi selama 4 zaman kurang lebih selama 225 juta tahun. Perubahan permukaan bumi ini yang mengakibatkan adanya batas – batas lempeng tektonik di masing – masing lapisan bumi. Pergerakan yang berasal dari tenaga endogen ini mengakibatkan sebuah siklus batuan dalam peroses pergeseran lempeng. Lempeng tektonik merupakan sebuah siklus batuan di bumi yang terjadi dalam skala waktu geologi. Sikklus batuan tersebut terjadi dari pergerakan lempeng bumi yang bersifat dinamis. Dengan pergerakan lempeng tektonik yang terjadi mampu membentuk muka bumi serta menimbulkan gejala – gejala atau kejadian – kejadian alam seperti gempa tektonik, letusan gunung api, dan tsunami. Pergerakan lempeng tektonik di bumi digolongkan dalam tiga macam batas pergerakan lempeng, yaitu konvergen, divergen, dan transform (pergeseran).

Batas Konvergen. Maka dari itu Indonesia memiliki titik gempa yang tersebar hampir diseluruh nusantara. Dikarenakan sifatnya dinamis dan kekuatan masing – masing lempeng berbeda – beda. Seperti telah dijelaskan sebelumnya. membatasi Benua Eropa dan Afrika dengan Benua Amerika. Pasifik. Dari ketiga batas lempeng yang mendukung adanya siklus batuan di bumi ini. Suatu saat gerakannya mengalami gesekan atau benturan yang cukup keras. Disebelah barat hingga ke selatan dari Indonesia dibatasi oleh lempeng tektonik.1. yaitu bergerak sejajar namun berlawanan arah. yang seringkali diikuti dengan tsunami. Pematang Tengah-Atlantik (Mid-Atlantic Ridge) adalah salah satu contoh divergensi yang paling terkenal. Batas Transform. Serta . Hubungan ini menunjukkan bahwa volkanismamerupakan salah satu produk penting sistem tektonik. dan dibagian timur dibatasi dengan lempeng yang berbeda pula. Sedangkan pada lempeng benua. Pola penyebaran gunungapi menunjukkan jalur yang hampir mirip dengan pola penyebaran fokus gempa dan tipe aktivitas kegunungapiannya tergantung pada batas lempengnya. Terjadi bila dua lempeng tektonik bergerak saling menggelangsar (slide each other). Bali dan Lombok. Batas Divergen. Pematang gunungapi (volcanic ridges) dan parit samudra (oceanic trenches) juga terbentuk di wilayah ini. maka terbentuk 3 batas lempeng tektonik Gempa yang terjadi di akibatkan oleh pergerakan lempeng tektonik. lapisan litosfer menipis dan terbelah. yaitu lempeng Philipina. dan meningkatnya kenaikan magma ke permukaan. Wilayah dimana suatu lempeng samudra terdorong ke bawah lempeng benua atau lempeng samudra lain disebut dengan zona tunjaman (subduction zones). 3. membentuk batas divergen. membujur dari utara ke selatan di sepanjang Samudra Atlantik. Jadi. Negeri kita tercinta berada di dekat batas lempeng tektonik Eurasia dan Indo-Australia. Pada lempeng samudra. aktivitas gunung berapi di sepanjang pulau Sumatra dan Jawa juga turut meningkat. Dan apabila dilihat pada daerah Indonesia yang merupakan daerah ternbanyak yang dilewati oleh titik – titik gempa yang tersebar di seluruh nusantara. disebelah utara dibatasi dengan lempeng yang berbeda. Lempeng Indo-Australia adalah lempeng yang menunjam ke bawah lempeng Eurasia. Terjadi apabila dua lempeng tektonik tertelan (consumed) ke arah kerak bumi. Batas transform ini juga dikenal sebagai sesar ubahan-bentuk (transform fault). Ketika sebuah lempeng tektonik pecah. Bila ini terjadi. 2. Yang salah satunya banyak di jumpai gunung api di bagian selatan Indonesia yang merupakan buah karya dari pergerakan lempeng Ino-Australian dengan lempeng Eurasian. Terjadi pada dua lempeng tektonik yang bergerak saling memberai (break apart). dan Indo-Australia. Akibatnya berbagai gejala alam di Indonesia sering terjadi. Keduanya tidak saling memberai maupun saling menumpu. Selain itu di bagian timur. Lempeng tektonik terus bergerak. Setiap daratan atau negara atau benua di dunia di batasi oleh lempeng yang berbeda – beda. Jenis batas antara kedua lempeng ini adalah konvergen. tidak heran bila terjadi gempa yang bersumber dari dasar Samudra Hindia. yang mengakibatkan keduanya bergerak saling menumpu satu sama lain (one slip beneath another). proses ini menyebabkan pemekaran dasar laut (seafloor spreading). Jadi Indonesia dibatasi oleh 3 lempeng mayor dunia yang berbeda. Indonesia terletak pada jalur gunungapi tersebut dan merupakan negara dengan jumlah gunungapi terbanyak. proses ini menyebabkan terbentuknya lembah retakan (rift valley) akibat adanya celah antara kedua lempeng yang saling menjauh tersebut. serta parit samudra yang tak lain adalah Parit Jawa (Sunda). bertemu 3 lempeng tektonik sekaligus. timbullah gempa dan tsunami. Di zona tunjaman inilah sering terjadi gempa. Jumlah gunung api di Indonesia 177 gunung api. subduksi antara dua lempeng menyebabkan Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia menyebabkan terbentuknya deretan gunung berapi yang tak lain adalah Bukit Barisan di Pulau Sumatra dan deretan gunung berapi di sepanjang Pulau Jawa.

Oleh sebab itulah. Busur ini menunjukkan morfologi berupa palung. amfibia. 1993). Semua kepentingan dan keunikan geologi Indonesia ini timbul karena latar belakang perkembangan tektonik wilayah Nusantara. batubara Indonesia yang jumlahnya cukup besar dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. keterhuniannya. sebagaimana terbukti dengan temuan fosil manusia purba di beberapa tempat di Indonesia. dan busur vulkanik. dan kisaran ikim dan ketinggiannya telah mengakibatkan terbentuknya banyak jenis hutan daratan dan juga hutan rawa. Arah penunjaman menunjukkan beberapa variasi.gunung api juga di temui di daerah sebagain dari pulau halmahera dan sebagian dari pulau sulawesi yang merupakan tempat pertemuan lempeng pasifik dengan lempeng eurasian. tetapi juga pada masa lampau. ke Bali. Busur Sunda: Produk Geodinamika Regional Sistem penunjaman Sunda merupakan salah satu contoh yang baik untuk menunjukkan hubungan geodinamika Indonesia dengan geodinamika regional. Bagian tertentu Indonesia sangat baik untuk dihuni. Jawa. gletsyer. serta berlanjut ke Andaman-Nicobar dan Burma. dan Sumatera sepanjang 3. Sedimen dalam palung terdiri dari sedimen klastik turbidit longitudinal. Sistem penunjaman Sunda ini merupakan tipe busur tepi kontinen sekaligus busur kepulauan. Inilah wilayah yang memiliki salah satu paparan benua yang terluas di dunia (Paparan Sunda dan Paparan Sahul). tidak ada satu negeri pun selain Indonesia yang mempunyai begitu banyak mamalia. 1993). yang berlangsung selama Kenozoikum Tengah – Akhir (Katili. Kepentingannya terletak pada rupabuminya. Kemiringan ini terjadi karena adanya perbedaan arah gerak dengan arah tunjaman yang tidak 90o. berbagai anggitan (konsep) geologi mulai berkembang di sini. yaitu relatif menunjam tegak lurus di Sumba dan Jawa serta menunjam miring di sepanjang Sumatera. Di sinilah wilayah tempat saling bertemunya tiga lempeng besar dunia : Eurasia . kepulauan Andaman dan Burma. Beberapa jalur pegunungan lipatan dunia pun saling bertemu di Indonesia. Meskipun berumur muda. Meskipun Indonesia hanya meliputi sekitar 4 % dari luas daratan di Bumi. Indonesia penting dalam dunia paleoantropologi sebagai salah satu pusat buaian peradaban manusia di dunia. cekungan muka busur. Indonesia pun dibentuk oleh pertemuan dua dunia : asal Asia dan asal Australia. jenis dan sebaran endapan mineral serta energi yang terkandung di dalamnya. Ini tidak hanya berlaku saat ini yang memungkinkan orang dapat bercocok tanam dan memperoleh hasil yang baik karena tanah subur dan air yang berlimpah. pemineralan yang kaya dan khas. Sejarah geologi dan geomorfologinya yang beranekaragam. dan lain-lain. 1/8 dari jumlah yang terdapat di dunia). pengendapan sumber energi yang melimpah. dengan satu-satunya pegunungan lipatan tertinggi di daerah tropika sehingga bersalju abadi (Pegunungan Tengah Papua). serta . Penunjaman mempunyai kemiringan sekitar 7o. 1991). Maka. Indonesia juga memiliki keanekaragaman ekosistem yang lebih besar dibandingkan dengan kebanyakan negara tropika lainnya. tanah yang subur. hutan bakau dan vegetasi pantai lainnya. punggungan muka busur.Hindia-Australia Pasifik yang menghasilkan deretan busur kepulauan dan jajaran gunungapi. Indonesia benar-benar merupakan daerah yang sangat menarik. sabana. 1989) Menurut Hamilton (1989) Palung Sunda bukan menunjukkan batas litosfer samudera India. Ini mengakibatkan begitu kayanya biodiversitas Indonesia. tetapi merupakan salah satu jejak sistem penunjaman busur Sunda. dan rupabumi yang menakjubkan (Sukamto dan Purbo-Hadiwidjoyo. Hamilton. dan ketektonikaannya. dan laut sangat dalam antara dua busur kepulauan (-7500 meter) (Dalaman Weber). Sistem penunjaman Sunda berawal dari sebelah barat Sumba. danau-danau yang dalam dan dangkal. Dari segi ilmu kebumian. atau mendapatkan tempat untuk mengujinya (Sukamto dan Purbo-Hadiwidjoyo. Dua jalur gunungapi besar dunia bertemu di Nusantara. dan reptilia dunia terdapat di Indonesia. satu dari enam burung. Tak kalah pentingnya adalah endapan nikel dan kromit yang terbawa oleh tesingkapnya kerak Lautan Pasifik di beberapa wilayah di Indonesia Timur. Bayangkan. satu dari sepuluh tumbuhan dunia terdapat di Indonesia (Kartawinata dan Whitten. dan di sini pulalah satu-satunya di dunia terdapat laut antarpulau yang terdalam (-5000 meter) (Laut Banda). daerahnya mempunyai akumulasi minyak dan gasbumi yang tergolong besar. 1989.700 km. Salah satu jalur timah terkaya di dunia menjulur sampai di Nusantara.

Komposisi vulkanik muda bervariasi secara sistematis yang berkesesuaian antara karakter litosfer dengan magma yang dierupsikan.000 – 10. Pertemuan di sepanjang propinsi ini sangat miring dan kecepatan penunjaman ke arah utara mengalami penurunan 5. Sedimen memiliki ketebalan antara 200 – 900 m. Pada Propinsi Sumatera Utara . Ketebalan endapan di propinsi ini sekitar 8. Diantara Propinsi Jawa dan Sumatera Tengah – Selatan terdapat Selat Sunda yang merupakan batas tenggara lempeng Burma. dengan kisaran kecepatan penunjaman berkisar antara 0. dan ketebalan lempeng benua sekitar 40 kilometer (Hamilton. Di propinsi ini palung Sunda mempunyai kedalaman lebih dari 6. Komponen lateral ini dipengaruhi oleh pemekaran di laut Andaman. Formasi bancuh di busur akresi dihasilkan oleh oleh penggerusan yang berhubungan dengan subduksi. magnetisme dan seismik ketebalan lempeng samudera sekitar 20 kilometer. Namun apabila dicermati dari data geofisika tang ada. Busur akresi terbentuk selebar 75 – 150 km dari palung dengan ketebalan material terakresi mencapai 15 km. dengan kecepatan di sektor Sumatera lebih besar dari litosfer samudera. dan di barat-laut Pulau Simalur cenderung ke utara – barat-laut. relatif menuju ke arah kraton. Palung Burma mempunyai kedalaman kurang dari 3. Gerak lempeng . Busur magmatik ini berubah dari kecenderungan bersifat kontinen di Sumatera.000 – 5. Bagian dasar cekungan Jawa dan Sumatera mempunyai kecepatan tipikal litosfer samudera. transisional di Jawa ke busur kepulauan (oceanic island arc) di Bali dan Lombok.Nikobar. Di Pulau Andaman palung cenderung berarah utara – selatan dengan kedalaman sekitar 3. Komponen gerak lateral ini mempengaruhi terbentuknya sesar Sagaing di Burma. Kerangka tektonik utama antara Jawa dan Sumatera secara umum dipotong oleh selat Sunda yang dianggap sebagai zona diskontinyuitas. busur Sunda dibagi menjadi beberapa propinsi.5 cm/tahun dengan sudut penunjaman antara 5o – 8o. yang merupakan hasil penggilasan simultan yang disertai pemencaran oleh gravitasi.000 km dari palung. Selat Sunda adalah unsur utama pemisah propinsi Jawa dan Sumatera busur Sunda. Penunjaman miring dengan komponen penunjaman menurun ke utara antara 7. Sumatera Selatan dan Tengah. Busur vulkanik yang sekarang aktif di atas zona Benioff berada pada kedalaman 100 – 130 km. Imbrikasi di bawah punggungan muka busur mempunyai ketebalan lebih dari 10 km. Sejarah tektonik Pulau Sumatera berhubungan erat dengan dimulainya peristiwa pertumbukan antara lempeng India-Australia dan Asia Tenggara. Pulau Sumatera tersusun atas dua bagian utama.7 cm/tahun. Berdasarkan gaya gravitasi. Sudut penunjaman yang sangat miring. sekitar 45. Palung hanya berisi sedimen tipis dengan sedikit sedimen pelagis. Andaman dan Burma.7 – 0.menunjukkan pembentuk lantai samudera dan asal turbidit. Sedimen klastik tersebut terutama berasal dari Sungai Gangga dan Brahmaputra di India. Dinamika akresi dapat ditunjukkan oleh imbrikasi internal serta pertumbuhan vertikal dan horisontal material terakresi. Komponen pergeseran lateral yang bekerja di lempeng ini diasumsikan sangat berperan dalam membentuk sistem strike slip fault di Sumatera. ketebalan endapan palung busur dan arah penunjaman. sebelah barat didominasi oleh keberadaan lempeng samudera.000 m. yang berjarak 3.1 cm/tahun. Di propinsi ini pertemuan lempeng sangat miring.000 m.000 m. batas Jawa dan Sumatera terletak di sekitar Banten dan Jawa Barat. bukan oleh luncuran di lereng punggungan akresi.6 – 4.000 m. Sumatera Utara – Nicobar. Dari timur ke barat terdiri dari propinsi Jawa. Di sini punggungan muka busur menjadi punggungan Indoburman dan cekungan muka busur menjadi palung sebelah barat dari Lembah Burma.6 juta tahun lalu.200 km. Provinsi Jawa bermula dari Sumba sampai Selat Sunda. Sedimen dasar palung mempunyai ketebalan sekitar 2 km di utara dan 1 km di selatan.0 – 5. Provinsi Sumatera Selatan dan Tengah mempunyai kedalaman palung yang berangsur menurun dari 6. 1979). Cekungan muka busur berada di antara punggungan muka busur dan garis pantai sistem penunjaman Sunda dengan lebar 150 .2 cm/tahun. Sesar Sumatra: Produk Geodinamika Busur Sunda Sesar besar Sumatra dan Pulau Sumatra merupakan contoh rinci yang menarik untuk menunjukkan akibat tektonik regional pada pola tektonik lokal. Palung mempunyai kedalaman berkisar antara 3.500 – 5. Saat ini konvergensi sepanjang propinsi Jawa mencapai 7. Berdasarkan karakteristik morfologi. dengan lempeng Burma memisah ke arah barat daya dari lempeng Eurasia. Selat ini diasumsikan batas sebagai batas tenggara lempeng Burma. Punggungan muka busur mengalami migrasi.000 m.000 m. di sebelah barat Pulau Simalur sumbu palung menajam ke barat. sedang sebelah timur didominasi oleh keberadaan lempeng benua. yang mengakibatkan rangkaian perubahan sistematis dari pergerakan relatif lempeng-lempeng disertai dengan perubahan kecepatan relatif antar lempengnya berikut kegiatan ekstrusi yang terjadi padanya.

(3) kedalaman cekungan busur muka 1 ~ 2 kilometer. (2) busur vulkanik memotong dengan sesar Sumatera. (5) sesar Mentawai dan homoklin. Pertambahan slip-vector ini mengakibatkan terjadinya proses peregangan di antara sesar Sumatera dan zona penunjaman yang disebut sebagai lempeng mikro Sumatera (Suparka dkk. 1992). 2000). 1991) Sesar Sumatera sangat tersegmentasi. (2) lokasi gunungapi umumnya sebelah timur-laut atau di dekat sesar. (3) cekungan busur muka terbentuk sederhana. berada pada posisi 125 ~ 140 kilometer dari garis penunjaman. Penurunan kecepatan terus terjadi sehingga tinggal 30 milimeter/tahun pada awal proses konfigurasi tektonik yang baru (Charshin Liu et al. terdiri dari antiform tunggal dan berbentuk sederhana. bagian tengah cenderung tidak beraturan dan bagian utara yang tidak selaras dengan pola penunjaman. Setelah itu kecepatan mengalami kenaikan yang mencolok sampai sekitar 76 milimeter/tahun (Sieh. 1994). yang dipisahkan oleh punggungan busur muka dan cekungan busur muka relatif utuh. (2) busur vulkanik berada di sebelah utara sesar Sumatera. 1994) demikian pula di selat Sunda sebesar 11 milimeter / tahun (Zen dkk. 1983 dalam Natawidjaja. sehingga disebut zona sesar Mentawai (Diament. Slip-vector sejajar palung ini tidak cukup diakomodasi oleh sesar Sumatera tetapi juga oleh sistem sesar geser lainnya di sepanjang Kepulauan Mentawai. menurut teori “indentasi” pada akhirnya mengakibatkan terbentuknya banyak sistem sesar geser di bagian sebelah timur India. Sedikitnya terdapat 19 bagian dengan panjang masing-masing segmen 60 . Bagian selatan terdiri dari lempeng mikro Sumatera. Bagian tengah Pulau Sumatera memberikan kenampakan tektonik: (1) sepanjang 350 kilometer potongan dari sesar Sumatera menunjukkan posisi memotong arah penunjaman. di Kepahiang sebesar 11 milimeter / tahun (Natawidjaja. dan (6) sudut kemiringan penunjaman sangat tajam. Bagian selatan Pulau Sumatera memberikan kenampakan pola tektonik: (1) Sesar Sumatera menunjukkan sebuah pola geser kanan en echelon dan terletak pada 100 ~ 135 kilometer di atas penunjaman. Pengukuran offset sesar dan penentuan radiometrik dari unsur yang terofsetkan di sepanjang sesar Sumatera membuktikan bahwa kenaikan slip-rate memang benar-benar terjadi (Natawidjaja. dan (6) sudut kemiringan tunjaman relatif seragam. geometri dan struktur sederhana.6 kilometer. Bagian utara Pulau Sumatera memberikan kenampakan pola tektonik: (1) sesar Sumatera berbentuk tidak beraturan. maka secara teoritis akan menaikkan slip-rate di sepanjang sesar Sumatera ke arah barat-laut. (3) topografi cekungan busur muka dangkal. Selanjutnya sebagai respon tektonik akibat dari bentuk melengkung ke dalam dari tepi lempeng Asia Tenggara terhadap Lempeng Indo-Australia. punggungan busur muka dan cekungan busur muka telah terfragmentasi akibat proses yang terjadi. di Bukit Tinggi sebesar 12 milimeter / tahun. 1982). (4) punggungan busur muka secara struktural dan kedalamannya sangat beragam. Sieh. (4) punggungan busur muka relatif dekat. dengan kedalaman 1 ~ 2 kilometer dan dihancurkan oleh sesar utama. untuk mengakomodasikan perpindahan massa secara tektonik (Tapponier dkk.India-Australia yang semula mempunyai kecepatan 86 milimeter / tahun menurun secara drastis menjadi 40 milimeter/tahun karena terjadi proses tumbukan tersebut. 1991). (5) homoklin yang terletak antara punggungan busur muka dan cekungan busur muka tercabikcabik. (5) homoklin di belahan selatan sepanjang beberapa kilometer sama dengan struktur Mentawai yang berada di sebelah selatannya. Kenyataan menunjukkan bahwa adanya transtensi (trans-tension) Paleosoikum tektonik Sumatera menjadikan tatanan tektonik Sumatera menunjukkan adanya tiga bagian pola (Sieh. Hal ini terutama berada di prisma akresi dan slip-vector yang searah dengan zona penunjaman yang diakomodasi oleh mekanisme sistem sesar besar Sumatera. dan (6) sudut kemiringan penunjaman beragam. 1994). Proses tumbukan ini. 1993 dalam Natawidjaja. Pengukuran slip-rate di daerah Danau Toba menunjukkan kecepatan gerak sebesar 27 milimeter / tahun. besarnya slip-vector ini secara geometri akan mengalami kenaikan ke arah barat-laut sejalan dengan semakin kecilnya sudut konvergensi antara dua lempeng tersebut. Proses penunjaman miring di sekitar Pulau Sumatera ini mengakibatkan adanya pembagian / penyebaran vektor tegasan tektonik. (4) busur luar terpecahpecah. Keadaan Pulau Sumatera menunjukkan bahwa kemiringan penunjaman. yang terbentuk sejak 2 juta tahun lalu dengan bentuk. Oleh karena itu slip-vector komponen sejajar palung harus semakin besar ke arah barat-laut. Sebagai konsekuensi dari kenaikan slip-vector pada daerah busur-muka ini.2 ~ 0. sekitar 0. dan terbagi-bagi menjadi berapa blok oleh sesar turun miring . Segmen-segmen sesar sepanjang 1900 kilometer tersebut merupakan upaya mengadopsi tekanan miring antara lempeng Eurasia dan India–Australia dengan arah tumbukan 10°N ~ 7°S. yaitu slipvector yang hampir tegak lurus dengan arah zona penunjaman yang diakomodasi oleh mekanisme sistem sesar anjak. 1994).

segmen Manna (4. emas. 1986.2°N ~ 4. timah.7°S).35°S ~ 3. Mineral ekonomis adalah mineral bahan galian dan energi yang mempunyai nilai ekonomis. fluorit. Aplikasi teori ini untuk menerangkan gejala geologi regional di Indonesia dilakukan oleh Hamilton (1970. misalnya felspar. Di bagian barat. Tumbukan Larami tersebut membentuk busur-busur geosinklin Sunda. ziolit. Hal ini terlihat pada pola sebaran jalur subduksi Indonesia Barat (Katili dan Hartono. maka usaha-usaha penelusuran keberadaan mineral ekonomis telah dilakukan oleh banyak orang. karena pola kenampakan anomali gaya berat (gambar 2..5°S).55°N).75°S ~ 2. segmen Musi (3. Mineral energi adalah minyak.35°S ~ 2. dan kerak samudra Sunda.8°S). 1990) sangat mempengaruhi bentuk kerumitan tektonik Indonesia bagian timur. gas dan batubara atau bituminus lainnya. pada saat proses magmatisme akhir (late magmatism). Mineral non logam yang termasuk golongan ini adalah fosfat. Dari peta tersebut dapat diperkirakan . 1973 dan Pigram dkk.~ 200 kilometer. segmen Siulak (2. Dickinson (1971). segmen Sianok (0. Mineral industri adalah mineral bahan baku dan bahan penolong dalam industri. Secara setempatsetempat Audley-Charles (1974) menerapkan teori ini untuk menjelaskan gejala geologi kawasan Pulau Timor. Perbedaan sudut penunjaman antara propinsi Jawa dan propinsi Sumatera Selatan busur Sunda mendorong pada kesimpulan bahwa batas busur Sunda yang mewakili sistem busur kepulauan dan busur tepi kontinen terletak di selat Sunda. segmen Renun (2. Banda. Kalimantan utara dan Halmahera-Papua. 1980). segmen Sulii (1.0°N).25°S). belerang.3°S ~ 4. pertemuan subduksi antara lempeng benua Eurasia dan lempeng samudra Australia mengkontruksikan busur Sunda sebagai sistem busur tepi kontinen (epi-continent arc) yang relatif stabil. Pergerakan dinamis menyolok hanya terjadi pada perputaran Kalimantan serta peregangan selat Makassar. Kerak benua yang bekerja pada waktu itu terdiri dari kerak benua Australia. 1983.1°N). sementara di sebelah timur pertemuan subduksi antara lempeng samudra Australia dan lempeng-lempeng mikro Tersier mengkontruksikan sistem busur Sunda sebagai busur kepulauan (island arc) kepulauan yang lebih labil.9°S). Kesederhanaan tatanan tektonik tersebut dipengaruhi oleh keberadaan Paparan Sunda yang relatif stabil. segmen Barumun (0.25°S ~ 1. Sementara keberadaan benua mikro yang dinamis karena dipisahkan oleh banyak sistem sesar (Katili. mangan. 1999) Keberadaan Mineral Logam Pembentukan mineral logam sangat berhubungan dengan aktivitas magmatisme dan vulkanisme. Penyimpulan tersebut akan menyisakan pertanyaan.3°N ~ 1. Westerveld (1952) menerbitkan peta jalur kegiatan magmatik.2°N). mika. yaitu segmen Sunda (6. besi. 1984 dalam Sartono. segmen Sumani (1. segmen Kumering (5.8°N). struktur-struktur di Pulau Sumatra secara vertikal berkembang sebagai struktur bunga. 1973.25°S).0°S). Belakangan panas bumi dan uranium juga masuk dalam golongan ini walaupun cara pembentukannya berbeda. (Sudradjat. segmen Aceh (4. dan Katili.3°N ~ 1. Rab Sukamto (1975) dan Simanjuntak (1986) menerapkannya untuk memahami keruwetan Sulawesi.4°N ~ 5. segmen Seulimeum (5. kerak samudra Pasifik. segmen Tripa (3. dan Katili (1975.9°N) Tatanan tektonik regional sangat mempengaruhi perkembangan busur Sunda.75°S ~ 1. pada suhu sekitar 200oC.2°N ~ 2.0°S ~ 0. Busur-busur geosiklin ini merupakan zona akibat proses tumbukan kerak benua dan samudra. Sartono (1990) mengemukakan bahwa tatanan tektonik Indoenesia selama Neogen yang dipengaruhi oleh tatanan geosinklin pasca Larami. segmen Ketaun (3. benua mikro Sunda. Peta anomali gaya berat dapat menunjukkan dengan baik pola hasil tektonik ini. Manfaat dari tatanan lempeng tektonik Indonesia Penyebaran mineral ekonomis di Indonesia ini tidak merata. dalam Katili 1989).0°N ~ 3. segmen Semangko (5. penyebaran mineral ekonomis sangat dipengaruhi oleh tatanan geologi Indonesia yang rumit. diatomea.75°S ~ 5.35°S). Tektonik Indonesia Barat dan Timur Pembahasan tatanan teknonik Indonesia menggunakan pendekatan tektonik lempeng telah lama dilakukan. perak. Berkenaan dengan hal tersebut.6) menunjukkan bahwa pola struktur Jawa bagian barat yang cenderung lebih sesuai dengan pola Sumatera dibanding dengan pola struktur Jawa bagian Timur. segmen Toru (1. Mineral logam yang termasuk golongan ini adalah tembaga. 1978. nikel dan aluminium.3°S).0°N ~ 5. Tatanan tektonik Indonesia bagian barat menunjukkan pola yang relatif lebih sederhana dibanding Indonesia timur. segmen Angkola (0.7°S ~ 0.9°S ~ 5.75°S). kerak benua Cina bagian selatan.65°S ~ 3. Seperti halnya penyebaran batuan.4°N). 1978). Secara vertikal perkembangan struktur masih menyisakan permasalahan namun jika dilakukan pembangingan dengan struktur cekungan Sumatra Selatan. segmen Dikit (2.4°N).

Proses ini juga dapat terjadi di lingkungan batuan vulkanik (volcanic hosted rock) maupun di batuan sedimen (sedimen hosted rock). Adimangga dan Trail (1980). Batuan granitik yang lapuk akan menghasilkan mineral pembawa aluminium. Air tanah melarutkan karbonat. 1994). Belitung dan Bintan. Contoh baik atas porfiri terdapat di kompleks Grasberg di Papua. silikat dan magnesium silikat dalam bentuk koloid yang mengendap. serta membawa mineral besi. Skarn Erstberg berupa roofpendant batugamping yang diintrusi oleh granodiorit. Nayoan dkk. Sebaran skarn dikontrol oleh oleh struktur geologi setempat. dan berasosiasi dengan batuan gunungapi muda berumur kurang dari 70 juta tahun. kromit. 1999). skarn mineralization. kobalt dan magnesium. Proses ini sangat berhubungan dengan keberadaan jalur magmatik. Moon-Utawa dan dataran Utara Irian Jaya. magnesium dan mangan. sehingga menghasilkan baruan bersifat asam. zona skarn bergradasi dari metasomatik contact sampai metamorphic zone (Juharlan. Talaud. Batu Hijau di Sumbawa. Contoh cukup baik atas skarn terdapat di Erstberg (Sudradjat. Konsep cebakan emas epitermal merupakan hal baru yang memberikan perubahan signifikan pada potensi emas Indonesia. yang kemudian “disebarkan” oleh sesar Sorong (Katili. Pelapukan ini terjadi di sebagian kepulauan Maluku. high sulphidation epithermal mineralization. Jebakan tersebut merupakan hasil mineralisasi utama yang umumnya berupa porphyry copper-gold mineralization. Cebakan emas epitermal umumnya terbentuk pada bekas-bekas kaldera dan daerah retakan akibat sistem patahan. kobalt. Keberadaan Minyak dan Gas Bumi Energi minyak dan gas bumi mempunyai peran yang sangat strategis dalam berbagai kegiatan ekonomi dan kehidupan masyarakat. Jebakan emas dapat terjadi di lingkungan batuan plutonik yang tererosi. Irian Jaya. Proses pengkayaan batuan karena pelapukan dikenal dengan nama pengkayaan supergen. dan cebakan nikel ini disebut saprolit. Sebagian besar host rock merupakan batuan vulkanik. Cebakan yang terbentuk secara epitermal ini terdapat pada kedalaman kurang dari 200 m. karena terjadi di daerah dangkal dan suhu rendah. (1974) dalam Barber (1985) menjelaskan bahwa terdapat hubungan yang erat antara cekungan minyak bumi yang berkembang di berbagai tempat dengan elemen-elemen tektonik yang ada. Contoh pelapukan granit ini antara lain terjadi di Kalimantan Barat. nikel. ketika kegiatan fase akhir magmatisme membawa larutan hidrotermal dan air tanah. nikel. Cameron (1980). Proses pelapukan peridotit akan menghasilkan saprolit.kemungkinan keterdapatan mineral logam dasar yang pembentukannya berkaitan dengan kegiatan magmatik. Buton dan Gebe (Sudrajat. Pelapukan akan menguraikan batuan ultrabasa tersebut menjadi mineral terlarut dan tak terlarut. Lingkungan lain adalah kondisi gunungapi di daerah laut dangkal. Bangka. Teridentifikasikan 15 busur magmatik. Carlile dan Mitchell (1994). Sumatera-Meratus. Halmahera Tengah. Contoh terbaik atas proses ini terjadi di Pulau Wetar. Kalimantan Tengah. Keberadaannya di permukaan disebabkan oleh lempeng benua Pasifik yang terangkat ke daratan oleh proses obduksi dengan lempeng benua Eurasia. gold-silver-barite-base metal mineralization. Proses ini dikenal sebagai proses epitermal. . Busur yang belum diketahui potensi sumberdaya mineralnya adalah Paparan Sunda. dan hanya beberapa yang merupakan sediment hosted rock. Sikumbang (1990). 7 diantaranya membawa jebakan emas dan tembaga. Dengan demikian peran minyak dan gas bumi dalam peningkatan perolehan devisa negara masih sangat diperlukan. dan 8 lainnya belum diketahui. Endapan kaya nikel dan magnesium oksida disebut krisopas. batuan yang kaya nikel. Busur yang menghasilkan jebakan mineral logam tersebut adalah busur magmatik Aceh. yang menghasilkan mineral barit. Sulawesi-Mindanau Timur. 1999). Peridotit terbentuk di lingkungan lempeng samudera yang akan kaya mineral berat besi. yang lebih dikenal dengan skarn. Proses mineralisasi dalam di lingkungan batuan vulkanik ini dikenal sebagai sistem porfiri (porphyry). Sumba-Timor. Pada umumnya minyak bumi dewasa ini memiliki peran sekitar 80% dari total pasokan energi untuk konsumsi kebutuhan energi di Indonesia. berdasarkan data-data mutakhir Simanjuntak (1986). Borneo Barat-laut. dengan mineralisasi utama bersifat disseminated sulfide dengan mineral bijih utama kalkopirit yang banyak pada veinlet (MacDonald. Sunda-Banda. berupa subduksi pada lempeng benua bersifat asam. Air laut yang masuk ke dalam tubuh bumi berperan membawa larutan mineral ke permukaan dan mengendapkannya. 1980) sebagai pulau-pulau kecil di berada di kepulauan Maluku. Contoh lain terdapat di Pongkor dan Cikotok di Jawa Barat. Sebagai sebuah roofpendant. 1993). dan Ratotok di Minahasa. low sulphidation epithermal mineralization dan sediment hosted mineralization. memaparkan busur-busur magmatik seluruh Indonesia sebagai dasar eksplorasi mineral. antara lain di pulau Gag. antara lain bauxit.

Cekungan-cekungan besar di wilayah Asia Tenggara merepresentasikan kondisi setiap elemen tektonik yang ada. Sumber dan reservoar hidrokarbon terperangkap struktur di bagian bawah foot-wall sesar normal serta di bagian bawah hanging-wall sesar sungkup (Simanjuntak dkk. sedang pola cekungan di timurlaut berarah barat-laut – tenggara. Sartono. Batubara lazim terbentuk di lingkungan (1) dataran sungai teranyam. Selama ini batubara di Indonesia dihasilkan oleh cekungan berumur Tersier. Panasbumi sebaai energi alternatif tidak mempunyai potensi bahaya seperti energi nuklir. 1999). Berdasarkan data terakhir yang dikumpulkan dari berbagai sumber. (4) pantai berpenghalang dan (5) estuaria (Diessel. Kualitas batubara umumnya berupa bituminous. (5) kendali lingkungan geotektonik endapan batubara dan (6) lingkungan pengendapan terbentuknya batubara. Seram. 1999). Sumatera Tengah. dan zona tumbukan (collision zone basin). (2) posisi muka air tanah (3) penurunan yang terjadi bersamaan dengan pengendapan. 1985). Keberadaan Batubara dan Bituminus Parameter yang mengendalikan bembentukan batubara adalah (1) sumber vegetasi. struktur pull apart basin menentukan perkembangan sistem cekungan Sumatera Utara (Davies. (4) penurunan yang terjadi setelah pengendapan. Sawu. 1992). Antrasit berkualitas rendah karena pemanasan oleh intrusi ditemukan di Bukit Asam. Diantaranya basin Sumatera Utara. termasuk dalam steaming coal. 1985). serta dari sisi pencemaran jauh lebih rendah dari batubara. Natuna Barat. Urutan kualitas batubara cenderung menggambarkan umurnya. serta Buton. Cekungan Kutai dan Tarakan merupakan cekungan intra kraton (intracratonic basin) di Indonesia. Cekungan busur belakang di timur Sumatera dan utara Jawa merupakan lapangan-lapangan minyak paling poduktif. Kehadiran minyak di Papua berasosiasi dengan lipatan dan patahan Lenguru. tempat endapan-endapan kontinen bertumbukan dengan kompleks subduksi. Pematangan minyak sangat didukung oleh adanya heat flow dari proses penurunan cekungan dan pembebanan. dll. sedang pola cekungan di Laut Jawa bagian barat-laut berarah berarah timur-laut – baratdaya. Banda. Sumatera Barat (Sudradjat. sedang beberapa terbentuk di lingkungan cekungan antar pegunungan. Zona tumbukan (collision zone). Sebagian besar batubara terbentuk di lingkungan litoral. (2) lembah aluvial. Sumatera dan Kalimantan Timur sedang pematangan karena tekanan tektonik terbentuk di Ombilin. yaitu cekungan busur muka (forearc basin). Sibolga. 1985. Jawa Barat Utara. Proses itu diperkuat oleh gaya-gaya kompresi telah menjadikan berbagai batuan sedimen berumur Paleogen menjadi perangkap struktur sebagai tempat akumulasi hidrokarbon (Barber. Pola-pola ini menjadiken pembentukan delta berjalan efektif sebagai pembentuk perangkap minyak bumi maupun batubara. 1986). Di Indonesia lapangan panasbumi tersebar di sepanjang . Cekungan Bula. cekungan lengan timur Sulawesi. 1994. merupakan tempat prospektif minyak bumi. (3) dataran delta. cekungan busur belakang (back-arc basin). dengan Banggai Sula sebagai kompleks ofiolit (Barber. 1984). Keberadaan lapangan panas bumi tersebut secara umum dikontrol oleh keberadaan sistem gunungapi. dan dilanjutkan bersifat regresif di Miosen Tengah (Barber. Secara lebih rinci. 60% terletak di Sumatera Selatan dan 30% di Kalimantan Timur dan Selatan. Gambut berumur Resen sampai Paleosen. Pembentukan cekungan terjadi selama Neogen ketika terjadi proses penurunan cekungan dan sedimentasi yang bersifat transgresif. cekungan intra kraton (intracratonic basin). Bengkulu. 1992). Keberadaan Panasbumi Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki panas bumi terbesar di dunia. paralik dan delta. telah diketahui ada sekitar 60 basin yang diprediksi mengandung cebakan migas yang cukup potensial. Perulangan gaya kompresif dan ekstensional dari proses peregangan berarah utaraselatan mempengaruhi pola pembentukan antiklinorium dan cekungan Palembang yang berarah N300oE (Pulunggono. Asem-Asem. yang merupakan tumbukan mikro kontinen Papua Barat dengan tepi benua Australia (Barber. 1985). dan tepi kontinen (continent margin basin). Sebagai contoh. Keberadaan endapan aspal di Buton berasosiasi dengan zona tumbukan antara mikro kontinen Tukang Besi dengan lengan timur-laut Sulawesi. (Barber. Demikian pula pola sebaran cekungan Laut Jawa sebelah selatan sangat dipengaruhi oleh pola struktur berarah timur-barat (Brandsen & Mattew. merupakan cekungan yang masuk dalam kategori ini. Natuna Timur. 1985). Batubara di Indonesia umumnya menyebar tidak merata. perkembangan sistem cekungan dan perangkap minyak bumi yang terbentuk sangat dipengaruhi oleh tatanan struktur geologi lokal. Bituni dan Salawati di sekitar Kepala burung Papua. batubara sub bituminus berumur Miosen dan batubara bituminus berumur Eosen. Tarakan.

000 MWe. Formasi Mandalika dan Fomasi Arjosari. Jalur penyebaran gunungapi di Indonesia terdiri dari jalur gunungapi tua (Tersier) dan muda (Kwarter). yaitu perioda Eosen Akhir – Miosen Awal yang sebagian besar berafinitas toleitik dan perioda Miosen Akhir – Pliosen yang sebagian besar berafinitas alkali kapur K tinggi (Soeria-Atmadja dkk. Nusatenggara (8) dan Maluku (3). Tipe lain berupa volcanogenic massive sulphide mineralization. juta tahun. 1994). dengan total cadangan sekitar 9. Proses hidrotermal di Jawa yang terdapat mulai dari Pongkor Jawa Barat sampai Sukamade Jawa Timur. Formasi Semilir.65 juta tahun (Soeria-Atmadja. serta (5) vulkanisme Kwarter. Lapangan prospek tersebut tersebar di Sumatera (31). 1994).jalur gunungapi yang memperlihatkan kegiatan sejak Kwarter hingga saat ini. Batuan vulkanik hasil kegiatan gunungapi yang berumur Eosen hingga sekarang merupakan penyusun utama pulau Jawa. (3) vulkanisme Eosen Akhir – Miosen Awal. serta di Ciawitali menujukkan umur . 1999). Pada jalur memanjang sekitar 7. serta Formasi Kaligesing. Formasi Totogan. Beberapa singkapan batuan beku bersifat dasitik terdapat di beberapa tempat. Hal ini dikarenakan kawasan tersebut telah memiliki infrastruktur yang memadai serta memiliki pertumbuhan kebutuhan listrik yang tinggi. Berdasarkan pentarikhan umur dengan menggunakan metoda K/Ar. 1993).7 juta tahun. 1993. Formasi Butak. 1991. 1991) beberapa batuan berafinitas shosonitik terdapat di Pacitan dan Jatiluhur (Sutanto. sedang tipe veins assosiated with porphyry system misalnya terdapat di Ciomas. 1999). terdapat 217 lokasi prospek. serta di Jawa Timur dikenal dengan nama Formasi Besole. Paripurno dan Sutarto. Jalur ini merentang dari ujung barat-laut Sumatera sampai kepulau Nusatenggara. dengan seluruh potensi mencapai 20.100 Mwe. Formasi Semilir.7. sedang termuda terdapat di Bayah dengan umur 2. 1982: Sudarman dkk. Secara umum cadangan yang terdapat di Jawa bagian barat lebih besar dibanding yang terdapat di Jawa bagian timur. dengan lebar 50-200 km tersebut. Jawa-Bali dan Sulawesi Utara. (4) vulkanisme Miosen Tengah – Pliosen. Formasi Cikotok dan Formasi Cimapag untuk wilayah Jawa Barat. untuk wilayah Kebumen dan sekitarnya. Miosen Tengah – Pliosen. Sutanto (1993) mengelompokkan batuan vulkanik Jawa berdasarkan waktu terbentuknya. Pentarikhan pada beberapa urat di Pongkor menunjukkan umur 2. Pola ritmik initerjadi karena adanya perubahan sudut penunjaman. 1989) yang berlangsung sejak jaman Eosen (Hall. Formasi Gabo.7 juta tahun. Sebagian besar cebakan merupakan tipe low sulphidation epithermal mineralization. 1996). Sutanto. batuan volkanik Tersier tertua terdapat di Pacitan dengan umur 42. Formasi Kebo. sedang kerak samudera yang membentuk busur kepulauan (island arc) mempengarui kegiatan vulkanisme Tersier Jawa bagian timur (Carlile & Mitchell. yaitu batuan-batuan vulkanik yang terbentuk oleh (1) Eosen-Oligosen awal. Vulkanisme yang terkait dengan mineralisasi umumnya menunjukkan umur yang relatif muda. misalnya di Cikotok. untuk kawasan Gunungsewu dan sekitarnya. di Cirotan menujukkan umur 1.700 km yang dikenal banyak mengandung endapan bijih logam (Carlile & Mitchell. Kegiatan vulkanisma umumnya menghasilkan komposisi batuan bersifat andesitik. sepanjang 3. (2) vulkanisme Eosen-Miosen Akhir. Batuan-batuan volkanik Tersier di atas dikenal sebagai batuan vulkanik kelompok Andesit Tua (van Bemmerlen. Formasi Dukuh.. kemudian melengkung ke Maluku dan Sulawesi Utara. 1991). Jawa-Bali (22). (Sudrajat. Sulawesi (6). Formasi Giripurwo untuk wilayah Kulonprogo dan sekitarnya. 1991) dan jumlah cadangan lebih dari 98 ton Au dan 1. Kerak kontinen yang membentuk tepi benua aktif (active continent margin) mempengaruhi kegiatan vulkanisme Tersier Jawa bagian barat. yang sejajar dengan jalur penunjaman. dan sediment hosted mineralization hanya terdapat di beberapa tempat. 1933). terdiri dari 70 lokasi prospek entalpi tinggi (t > 200oC) dan selebihnya entalpi menengah dan rendah.4 (Sumanagara dan Sinambela. Cadangan terbesar di Jawa bagian barat terdapat di Pongkor dengan kadar ratarata 17. 1998) Mineralisasi Busur Vulkanik Jawa: Sebuah Contoh Busur vulkanik Jawa merupakan bagian dari busur vulkanik Sunda-Banda yang membentang dari Sumatera hingga Banda. Pengembangan geotermal di Indonesia saat ini dikonsentrasikan di Sumatera. Terbentuknya jalur gunungapi ini merupakan hasil dinamika subduksi ke arah utara lempeng Samudera Hindia ke Lempeng Benua Eurasia (Katili.000 km. misalnya intrusi dasit Ciemas Jawa Barat dan granodiorit Meruberi Jawa Timur serta retas-retas basalt yang banyak terdapat di Kulonprogo Yogyakarta dan Pacitan Jawa Timur (Soeria-Atmadja.026 Ag (Milesi dkk. yang saat ini lebih dikenal dengan nama Formasi Jampang. Formasi Nglanggran. Kegiatan vulkanisma Tersier terjadi dalam dua perioda. misalnya terdapat di Cibuniasih.

1994).5 juta tahun (Milesi dkk. Di Cirotan urat-urat tersebut memotong ignimbrit riodasit berumur 9. dasit dan basalt (Sumanagara dan Sinambela. Gempa dan bencana lain suatu saat dan kapan saja akan terjadi pada kita. .1. Rasa syukur kita senantiasa menjauhkan kita dari bencana dan marabahaya yang sewaktu – waktu datang pada kita.5 juta tahun. Di Pongkor urat-urat tersebut berada pada lingkungan vulkanik kaldera purba yang terdiri dari batuan tufa breksi. 1991). Namun daibalik dari semua itu ada sisi baik dari sebuah bencana yang terjadi selama ini dengan kelimpahan selain sumber daya alam adalah berupa bahan tambang yang telah dapat kita nimati. piroklastika dan lava bersusunan andesit-basalt yang diintrusi oleh andesit..5 juta tahun yang diintrusi oleh mikrodiorit berumur 4.