P. 1
Lempeng Tektonik Indonesia

Lempeng Tektonik Indonesia

|Views: 40|Likes:
Published by yudipurnama059806

More info:

Published by: yudipurnama059806 on Jul 19, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/23/2013

pdf

text

original

LEMPENG TEKTONIK INDONESIA Bumi merupakan salah satu planet dari galaksi bimasakti.

Manusia dan ciptaan Tuhan melangsungkan kehidupan di bumi. Kita hidup di bumi berada di bagian kerak bumi (lithospher) atau di permukaan bumi. Permukaan bumi terbentuk dari berbagai macam batuan yang kurang lebih 80% adalah diselimuti oleh batuan sedimen dengan volume kurang lebih 0,32% dari volume bumi. Setiap daratan di bumi ini di bentuk oleh batuan – batuan ang bermacam – macam. Dari sejumlah batuan yang memiliki ciri khas yang berbeda – beda terangkum dalam sebuah lempeng – lempeng yang tersebar di seluruh dunia. Lempeng – lempeng di permukaan bumi bersifat dinamis, karena adanya perbedaan perlapisan dan tenaga endogen yang mengakibatkan pergerakan lempeng. Dari pergerakan lempeng dapat menimbulkan sebuah siklus batuan yang tak dapat dipungkri adanya. Lempeng tektonik adalah bagian dari kerak bumi dan lapisan paling atas, yang disebut juga lithosphere. Atau menjelaskan tentang gerakan bumi dengan skala besar dari lithoepher bumi. Teori yang meliputi konsep-konsep lama (kontinental drift) dikembangkan selama satu setengah abad sejak abad ke-20 oleh Alfred Wegner tentang lantai samudra (seafloor) pada tahun 1960-an. Lempeng tektonik memiliki tebal sekitar 100 km (60 mill) yang terdiri dari dua jenis bahan pokok yaitu kerak samudra (disebut juga sima yang terdiri dari silikon dan magnesium) dan kerak benua (disebut juga sial yang terdiri dari silicon dan megnesium). Komposisi dari dua jenis lapisan terluar atau kulit dari kerak samudra adalah batuan basalt (mafic) dan kerak benua terdiri dari batuan granitic yang prinsip kepadatannya rendah. Permukaan bumi terdiri dari 15 lempeng besar (mayor) dan 41 lempeng kecil (minor), 11 lempeng kuno dan 3 dalam orogens, dengan jumlah keseluruhan 70 lempeng tektonik yang tersebar di seluruh permukaan bumi. Lempeng mayor di bumi di anataranya :
 African Plate covering Africa - Continental plate Afrika Plate meliputi Afrika - Benua piring  Antarctic Plate covering Antarctica - Continental plate Antarctic Plate meliputi Antartika  

   

Benua piring Australian Plate covering Australia - Continental plate Australia Plate meliputi Australia Benua piring Indian Plate covering Indian subcontinent and a part of Indian Ocean - Continental plate Indian Plate meliputi anak benua India dan merupakan bagian dari Samudra Hindia Benua piring Eurasian Plate covering Asia and Europe - Continental plate Eurasian Plate meliputi Asia dan Eropa - Benua piring North American Plate covering North America and north-east Siberia - Continental plate South American Plate covering South America - Continental plate Pacific Plate covering the Pacific Ocean - Oceanic plate

Lempeng tetonik memiliki nama yang berbeda – beda sesuai tempat atau asal lempeng itu berada. Pada 225 juta tahun yang lalu, seluruh daratan di bumi ini merupakan satu kesatuan yang disebut dengan Benua Pangaea pada zaman permian. Pergerakan lapisan bumi terus terjadi saat 200 juta tahun yang lalu pada zaman triassic terbagi menjadi 2 Benua Laurasia dan Benua Gondwanaland. Pergerakan lapisan bumi terjadi hingga saat ini terbagi menjadi 5 belahan benua. Perubahan keadaan permukaan bumi terjadi selama 4 zaman kurang lebih selama 225 juta tahun. Perubahan permukaan bumi ini yang mengakibatkan adanya batas – batas lempeng tektonik di masing – masing lapisan bumi. Pergerakan yang berasal dari tenaga endogen ini mengakibatkan sebuah siklus batuan dalam peroses pergeseran lempeng. Lempeng tektonik merupakan sebuah siklus batuan di bumi yang terjadi dalam skala waktu geologi. Sikklus batuan tersebut terjadi dari pergerakan lempeng bumi yang bersifat dinamis. Dengan pergerakan lempeng tektonik yang terjadi mampu membentuk muka bumi serta menimbulkan gejala – gejala atau kejadian – kejadian alam seperti gempa tektonik, letusan gunung api, dan tsunami. Pergerakan lempeng tektonik di bumi digolongkan dalam tiga macam batas pergerakan lempeng, yaitu konvergen, divergen, dan transform (pergeseran).

membatasi Benua Eropa dan Afrika dengan Benua Amerika. Akibatnya berbagai gejala alam di Indonesia sering terjadi. yaitu lempeng Philipina. Jenis batas antara kedua lempeng ini adalah konvergen. serta parit samudra yang tak lain adalah Parit Jawa (Sunda). lapisan litosfer menipis dan terbelah. Lempeng Indo-Australia adalah lempeng yang menunjam ke bawah lempeng Eurasia. maka terbentuk 3 batas lempeng tektonik Gempa yang terjadi di akibatkan oleh pergerakan lempeng tektonik. Pada lempeng samudra. Jadi. Di zona tunjaman inilah sering terjadi gempa. Wilayah dimana suatu lempeng samudra terdorong ke bawah lempeng benua atau lempeng samudra lain disebut dengan zona tunjaman (subduction zones). Dikarenakan sifatnya dinamis dan kekuatan masing – masing lempeng berbeda – beda. bertemu 3 lempeng tektonik sekaligus. Batas Konvergen. membujur dari utara ke selatan di sepanjang Samudra Atlantik. proses ini menyebabkan terbentuknya lembah retakan (rift valley) akibat adanya celah antara kedua lempeng yang saling menjauh tersebut. Bila ini terjadi. Disebelah barat hingga ke selatan dari Indonesia dibatasi oleh lempeng tektonik. aktivitas gunung berapi di sepanjang pulau Sumatra dan Jawa juga turut meningkat. Jumlah gunung api di Indonesia 177 gunung api. timbullah gempa dan tsunami. yang mengakibatkan keduanya bergerak saling menumpu satu sama lain (one slip beneath another). Pasifik. tidak heran bila terjadi gempa yang bersumber dari dasar Samudra Hindia. 2. subduksi antara dua lempeng menyebabkan Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia menyebabkan terbentuknya deretan gunung berapi yang tak lain adalah Bukit Barisan di Pulau Sumatra dan deretan gunung berapi di sepanjang Pulau Jawa. proses ini menyebabkan pemekaran dasar laut (seafloor spreading). Jadi Indonesia dibatasi oleh 3 lempeng mayor dunia yang berbeda. Pola penyebaran gunungapi menunjukkan jalur yang hampir mirip dengan pola penyebaran fokus gempa dan tipe aktivitas kegunungapiannya tergantung pada batas lempengnya. Hubungan ini menunjukkan bahwa volkanismamerupakan salah satu produk penting sistem tektonik. Setiap daratan atau negara atau benua di dunia di batasi oleh lempeng yang berbeda – beda. Selain itu di bagian timur. dan Indo-Australia.1. Terjadi apabila dua lempeng tektonik tertelan (consumed) ke arah kerak bumi. Terjadi bila dua lempeng tektonik bergerak saling menggelangsar (slide each other). 3. Indonesia terletak pada jalur gunungapi tersebut dan merupakan negara dengan jumlah gunungapi terbanyak. Negeri kita tercinta berada di dekat batas lempeng tektonik Eurasia dan Indo-Australia. Keduanya tidak saling memberai maupun saling menumpu. Terjadi pada dua lempeng tektonik yang bergerak saling memberai (break apart). Bali dan Lombok. Batas Transform. Serta . Batas transform ini juga dikenal sebagai sesar ubahan-bentuk (transform fault). yaitu bergerak sejajar namun berlawanan arah. Batas Divergen. dan dibagian timur dibatasi dengan lempeng yang berbeda pula. Lempeng tektonik terus bergerak. Seperti telah dijelaskan sebelumnya. Maka dari itu Indonesia memiliki titik gempa yang tersebar hampir diseluruh nusantara. Sedangkan pada lempeng benua. Pematang gunungapi (volcanic ridges) dan parit samudra (oceanic trenches) juga terbentuk di wilayah ini. Dari ketiga batas lempeng yang mendukung adanya siklus batuan di bumi ini. yang seringkali diikuti dengan tsunami. Pematang Tengah-Atlantik (Mid-Atlantic Ridge) adalah salah satu contoh divergensi yang paling terkenal. dan meningkatnya kenaikan magma ke permukaan. membentuk batas divergen. Yang salah satunya banyak di jumpai gunung api di bagian selatan Indonesia yang merupakan buah karya dari pergerakan lempeng Ino-Australian dengan lempeng Eurasian. disebelah utara dibatasi dengan lempeng yang berbeda. Suatu saat gerakannya mengalami gesekan atau benturan yang cukup keras. Dan apabila dilihat pada daerah Indonesia yang merupakan daerah ternbanyak yang dilewati oleh titik – titik gempa yang tersebar di seluruh nusantara. Ketika sebuah lempeng tektonik pecah.

tetapi merupakan salah satu jejak sistem penunjaman busur Sunda. Indonesia benar-benar merupakan daerah yang sangat menarik. Sedimen dalam palung terdiri dari sedimen klastik turbidit longitudinal. Ini tidak hanya berlaku saat ini yang memungkinkan orang dapat bercocok tanam dan memperoleh hasil yang baik karena tanah subur dan air yang berlimpah. Indonesia penting dalam dunia paleoantropologi sebagai salah satu pusat buaian peradaban manusia di dunia. dan Sumatera sepanjang 3. pemineralan yang kaya dan khas. Hamilton. tanah yang subur. 1991). Meskipun berumur muda. Maka. kepulauan Andaman dan Burma. sebagaimana terbukti dengan temuan fosil manusia purba di beberapa tempat di Indonesia. Dua jalur gunungapi besar dunia bertemu di Nusantara. Jawa. Tak kalah pentingnya adalah endapan nikel dan kromit yang terbawa oleh tesingkapnya kerak Lautan Pasifik di beberapa wilayah di Indonesia Timur. Busur ini menunjukkan morfologi berupa palung. 1993). Dari segi ilmu kebumian.700 km. satu dari enam burung. keterhuniannya. daerahnya mempunyai akumulasi minyak dan gasbumi yang tergolong besar. Busur Sunda: Produk Geodinamika Regional Sistem penunjaman Sunda merupakan salah satu contoh yang baik untuk menunjukkan hubungan geodinamika Indonesia dengan geodinamika regional. danau-danau yang dalam dan dangkal. amfibia. dan lain-lain. 1989) Menurut Hamilton (1989) Palung Sunda bukan menunjukkan batas litosfer samudera India. Kemiringan ini terjadi karena adanya perbedaan arah gerak dengan arah tunjaman yang tidak 90o. dan di sini pulalah satu-satunya di dunia terdapat laut antarpulau yang terdalam (-5000 meter) (Laut Banda). 1/8 dari jumlah yang terdapat di dunia). Salah satu jalur timah terkaya di dunia menjulur sampai di Nusantara. dan reptilia dunia terdapat di Indonesia. satu dari sepuluh tumbuhan dunia terdapat di Indonesia (Kartawinata dan Whitten. serta berlanjut ke Andaman-Nicobar dan Burma. Oleh sebab itulah.Hindia-Australia Pasifik yang menghasilkan deretan busur kepulauan dan jajaran gunungapi. Bagian tertentu Indonesia sangat baik untuk dihuni. Kepentingannya terletak pada rupabuminya. berbagai anggitan (konsep) geologi mulai berkembang di sini. dan rupabumi yang menakjubkan (Sukamto dan Purbo-Hadiwidjoyo. yaitu relatif menunjam tegak lurus di Sumba dan Jawa serta menunjam miring di sepanjang Sumatera. Penunjaman mempunyai kemiringan sekitar 7o. atau mendapatkan tempat untuk mengujinya (Sukamto dan Purbo-Hadiwidjoyo. Di sinilah wilayah tempat saling bertemunya tiga lempeng besar dunia : Eurasia . Ini mengakibatkan begitu kayanya biodiversitas Indonesia. sabana. dan kisaran ikim dan ketinggiannya telah mengakibatkan terbentuknya banyak jenis hutan daratan dan juga hutan rawa. cekungan muka busur. yang berlangsung selama Kenozoikum Tengah – Akhir (Katili. ke Bali. Bayangkan. dan ketektonikaannya. punggungan muka busur. tidak ada satu negeri pun selain Indonesia yang mempunyai begitu banyak mamalia. 1989. Semua kepentingan dan keunikan geologi Indonesia ini timbul karena latar belakang perkembangan tektonik wilayah Nusantara. Sistem penunjaman Sunda ini merupakan tipe busur tepi kontinen sekaligus busur kepulauan. Sejarah geologi dan geomorfologinya yang beranekaragam. jenis dan sebaran endapan mineral serta energi yang terkandung di dalamnya. Arah penunjaman menunjukkan beberapa variasi. Inilah wilayah yang memiliki salah satu paparan benua yang terluas di dunia (Paparan Sunda dan Paparan Sahul). hutan bakau dan vegetasi pantai lainnya. Sistem penunjaman Sunda berawal dari sebelah barat Sumba. gletsyer. serta . dan laut sangat dalam antara dua busur kepulauan (-7500 meter) (Dalaman Weber). batubara Indonesia yang jumlahnya cukup besar dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Indonesia juga memiliki keanekaragaman ekosistem yang lebih besar dibandingkan dengan kebanyakan negara tropika lainnya. dengan satu-satunya pegunungan lipatan tertinggi di daerah tropika sehingga bersalju abadi (Pegunungan Tengah Papua). pengendapan sumber energi yang melimpah. tetapi juga pada masa lampau. Beberapa jalur pegunungan lipatan dunia pun saling bertemu di Indonesia. 1993). Indonesia pun dibentuk oleh pertemuan dua dunia : asal Asia dan asal Australia. Meskipun Indonesia hanya meliputi sekitar 4 % dari luas daratan di Bumi. dan busur vulkanik.gunung api juga di temui di daerah sebagain dari pulau halmahera dan sebagian dari pulau sulawesi yang merupakan tempat pertemuan lempeng pasifik dengan lempeng eurasian.

Sejarah tektonik Pulau Sumatera berhubungan erat dengan dimulainya peristiwa pertumbukan antara lempeng India-Australia dan Asia Tenggara.7 cm/tahun. Dinamika akresi dapat ditunjukkan oleh imbrikasi internal serta pertumbuhan vertikal dan horisontal material terakresi. Sedimen klastik tersebut terutama berasal dari Sungai Gangga dan Brahmaputra di India.000 – 10.200 km.5 cm/tahun dengan sudut penunjaman antara 5o – 8o. Palung mempunyai kedalaman berkisar antara 3. Kerangka tektonik utama antara Jawa dan Sumatera secara umum dipotong oleh selat Sunda yang dianggap sebagai zona diskontinyuitas. magnetisme dan seismik ketebalan lempeng samudera sekitar 20 kilometer. dan ketebalan lempeng benua sekitar 40 kilometer (Hamilton. yang merupakan hasil penggilasan simultan yang disertai pemencaran oleh gravitasi. Sedimen dasar palung mempunyai ketebalan sekitar 2 km di utara dan 1 km di selatan.6 juta tahun lalu. Penunjaman miring dengan komponen penunjaman menurun ke utara antara 7.000 m. Andaman dan Burma. dengan lempeng Burma memisah ke arah barat daya dari lempeng Eurasia. Berdasarkan gaya gravitasi. bukan oleh luncuran di lereng punggungan akresi. Namun apabila dicermati dari data geofisika tang ada. Selat ini diasumsikan batas sebagai batas tenggara lempeng Burma. Provinsi Sumatera Selatan dan Tengah mempunyai kedalaman palung yang berangsur menurun dari 6. Komposisi vulkanik muda bervariasi secara sistematis yang berkesesuaian antara karakter litosfer dengan magma yang dierupsikan. Selat Sunda adalah unsur utama pemisah propinsi Jawa dan Sumatera busur Sunda.Nikobar.000 m. Di propinsi ini pertemuan lempeng sangat miring.000 km dari palung.500 – 5.000 – 5.0 – 5. Pertemuan di sepanjang propinsi ini sangat miring dan kecepatan penunjaman ke arah utara mengalami penurunan 5. Busur magmatik ini berubah dari kecenderungan bersifat kontinen di Sumatera.000 m.000 m. Dari timur ke barat terdiri dari propinsi Jawa.000 m. yang mengakibatkan rangkaian perubahan sistematis dari pergerakan relatif lempeng-lempeng disertai dengan perubahan kecepatan relatif antar lempengnya berikut kegiatan ekstrusi yang terjadi padanya. sekitar 45. dan di barat-laut Pulau Simalur cenderung ke utara – barat-laut. 1979). Saat ini konvergensi sepanjang propinsi Jawa mencapai 7. di sebelah barat Pulau Simalur sumbu palung menajam ke barat. Komponen gerak lateral ini mempengaruhi terbentuknya sesar Sagaing di Burma. relatif menuju ke arah kraton. Di sini punggungan muka busur menjadi punggungan Indoburman dan cekungan muka busur menjadi palung sebelah barat dari Lembah Burma. Bagian dasar cekungan Jawa dan Sumatera mempunyai kecepatan tipikal litosfer samudera. Ketebalan endapan di propinsi ini sekitar 8. Palung hanya berisi sedimen tipis dengan sedikit sedimen pelagis. transisional di Jawa ke busur kepulauan (oceanic island arc) di Bali dan Lombok. Pulau Sumatera tersusun atas dua bagian utama. Gerak lempeng . Komponen lateral ini dipengaruhi oleh pemekaran di laut Andaman. Palung Burma mempunyai kedalaman kurang dari 3. Busur vulkanik yang sekarang aktif di atas zona Benioff berada pada kedalaman 100 – 130 km.1 cm/tahun. sedang sebelah timur didominasi oleh keberadaan lempeng benua. busur Sunda dibagi menjadi beberapa propinsi. Sudut penunjaman yang sangat miring. Punggungan muka busur mengalami migrasi. sebelah barat didominasi oleh keberadaan lempeng samudera. Cekungan muka busur berada di antara punggungan muka busur dan garis pantai sistem penunjaman Sunda dengan lebar 150 . Sedimen memiliki ketebalan antara 200 – 900 m. Di Pulau Andaman palung cenderung berarah utara – selatan dengan kedalaman sekitar 3. ketebalan endapan palung busur dan arah penunjaman.7 – 0. yang berjarak 3. Sesar Sumatra: Produk Geodinamika Busur Sunda Sesar besar Sumatra dan Pulau Sumatra merupakan contoh rinci yang menarik untuk menunjukkan akibat tektonik regional pada pola tektonik lokal. Busur akresi terbentuk selebar 75 – 150 km dari palung dengan ketebalan material terakresi mencapai 15 km. Sumatera Utara – Nicobar. Imbrikasi di bawah punggungan muka busur mempunyai ketebalan lebih dari 10 km.6 – 4. Diantara Propinsi Jawa dan Sumatera Tengah – Selatan terdapat Selat Sunda yang merupakan batas tenggara lempeng Burma. batas Jawa dan Sumatera terletak di sekitar Banten dan Jawa Barat.000 m.menunjukkan pembentuk lantai samudera dan asal turbidit. Formasi bancuh di busur akresi dihasilkan oleh oleh penggerusan yang berhubungan dengan subduksi. Berdasarkan karakteristik morfologi. Provinsi Jawa bermula dari Sumba sampai Selat Sunda.2 cm/tahun. Komponen pergeseran lateral yang bekerja di lempeng ini diasumsikan sangat berperan dalam membentuk sistem strike slip fault di Sumatera. Di propinsi ini palung Sunda mempunyai kedalaman lebih dari 6. Sumatera Selatan dan Tengah. Pada Propinsi Sumatera Utara . dengan kecepatan di sektor Sumatera lebih besar dari litosfer samudera. dengan kisaran kecepatan penunjaman berkisar antara 0.

(4) punggungan busur muka relatif dekat. Proses tumbukan ini. 1994). Keadaan Pulau Sumatera menunjukkan bahwa kemiringan penunjaman.6 kilometer. Pengukuran slip-rate di daerah Danau Toba menunjukkan kecepatan gerak sebesar 27 milimeter / tahun. maka secara teoritis akan menaikkan slip-rate di sepanjang sesar Sumatera ke arah barat-laut. Selanjutnya sebagai respon tektonik akibat dari bentuk melengkung ke dalam dari tepi lempeng Asia Tenggara terhadap Lempeng Indo-Australia. Pertambahan slip-vector ini mengakibatkan terjadinya proses peregangan di antara sesar Sumatera dan zona penunjaman yang disebut sebagai lempeng mikro Sumatera (Suparka dkk. (3) kedalaman cekungan busur muka 1 ~ 2 kilometer. sehingga disebut zona sesar Mentawai (Diament. Hal ini terutama berada di prisma akresi dan slip-vector yang searah dengan zona penunjaman yang diakomodasi oleh mekanisme sistem sesar besar Sumatera. Kenyataan menunjukkan bahwa adanya transtensi (trans-tension) Paleosoikum tektonik Sumatera menjadikan tatanan tektonik Sumatera menunjukkan adanya tiga bagian pola (Sieh. yaitu slipvector yang hampir tegak lurus dengan arah zona penunjaman yang diakomodasi oleh mekanisme sistem sesar anjak. (3) topografi cekungan busur muka dangkal. dan (6) sudut kemiringan penunjaman sangat tajam. Bagian selatan terdiri dari lempeng mikro Sumatera. di Kepahiang sebesar 11 milimeter / tahun (Natawidjaja. Bagian utara Pulau Sumatera memberikan kenampakan pola tektonik: (1) sesar Sumatera berbentuk tidak beraturan. berada pada posisi 125 ~ 140 kilometer dari garis penunjaman. dan (6) sudut kemiringan tunjaman relatif seragam. dan (6) sudut kemiringan penunjaman beragam. Sieh. 1991). geometri dan struktur sederhana. Slip-vector sejajar palung ini tidak cukup diakomodasi oleh sesar Sumatera tetapi juga oleh sistem sesar geser lainnya di sepanjang Kepulauan Mentawai. besarnya slip-vector ini secara geometri akan mengalami kenaikan ke arah barat-laut sejalan dengan semakin kecilnya sudut konvergensi antara dua lempeng tersebut. punggungan busur muka dan cekungan busur muka telah terfragmentasi akibat proses yang terjadi.2 ~ 0. (4) busur luar terpecahpecah. yang terbentuk sejak 2 juta tahun lalu dengan bentuk. Segmen-segmen sesar sepanjang 1900 kilometer tersebut merupakan upaya mengadopsi tekanan miring antara lempeng Eurasia dan India–Australia dengan arah tumbukan 10°N ~ 7°S. untuk mengakomodasikan perpindahan massa secara tektonik (Tapponier dkk. sekitar 0. (2) busur vulkanik memotong dengan sesar Sumatera. Pengukuran offset sesar dan penentuan radiometrik dari unsur yang terofsetkan di sepanjang sesar Sumatera membuktikan bahwa kenaikan slip-rate memang benar-benar terjadi (Natawidjaja. (3) cekungan busur muka terbentuk sederhana. (2) busur vulkanik berada di sebelah utara sesar Sumatera. 1983 dalam Natawidjaja. (5) sesar Mentawai dan homoklin. Oleh karena itu slip-vector komponen sejajar palung harus semakin besar ke arah barat-laut. Bagian selatan Pulau Sumatera memberikan kenampakan pola tektonik: (1) Sesar Sumatera menunjukkan sebuah pola geser kanan en echelon dan terletak pada 100 ~ 135 kilometer di atas penunjaman. (5) homoklin di belahan selatan sepanjang beberapa kilometer sama dengan struktur Mentawai yang berada di sebelah selatannya. Bagian tengah Pulau Sumatera memberikan kenampakan tektonik: (1) sepanjang 350 kilometer potongan dari sesar Sumatera menunjukkan posisi memotong arah penunjaman. 1982).India-Australia yang semula mempunyai kecepatan 86 milimeter / tahun menurun secara drastis menjadi 40 milimeter/tahun karena terjadi proses tumbukan tersebut. bagian tengah cenderung tidak beraturan dan bagian utara yang tidak selaras dengan pola penunjaman. menurut teori “indentasi” pada akhirnya mengakibatkan terbentuknya banyak sistem sesar geser di bagian sebelah timur India. 1994). dengan kedalaman 1 ~ 2 kilometer dan dihancurkan oleh sesar utama. Penurunan kecepatan terus terjadi sehingga tinggal 30 milimeter/tahun pada awal proses konfigurasi tektonik yang baru (Charshin Liu et al. Proses penunjaman miring di sekitar Pulau Sumatera ini mengakibatkan adanya pembagian / penyebaran vektor tegasan tektonik. yang dipisahkan oleh punggungan busur muka dan cekungan busur muka relatif utuh. 1994). Setelah itu kecepatan mengalami kenaikan yang mencolok sampai sekitar 76 milimeter/tahun (Sieh. di Bukit Tinggi sebesar 12 milimeter / tahun. (4) punggungan busur muka secara struktural dan kedalamannya sangat beragam. (2) lokasi gunungapi umumnya sebelah timur-laut atau di dekat sesar. 1993 dalam Natawidjaja. 1991) Sesar Sumatera sangat tersegmentasi. Sedikitnya terdapat 19 bagian dengan panjang masing-masing segmen 60 . Sebagai konsekuensi dari kenaikan slip-vector pada daerah busur-muka ini. 1994) demikian pula di selat Sunda sebesar 11 milimeter / tahun (Zen dkk. (5) homoklin yang terletak antara punggungan busur muka dan cekungan busur muka tercabikcabik. 2000). dan terbagi-bagi menjadi berapa blok oleh sesar turun miring . terdiri dari antiform tunggal dan berbentuk sederhana. 1992).

5°S). Hal ini terlihat pada pola sebaran jalur subduksi Indonesia Barat (Katili dan Hartono. 1973. segmen Ketaun (3.2°N ~ 2. belerang.7°S ~ 0. Aplikasi teori ini untuk menerangkan gejala geologi regional di Indonesia dilakukan oleh Hamilton (1970. sementara di sebelah timur pertemuan subduksi antara lempeng samudra Australia dan lempeng-lempeng mikro Tersier mengkontruksikan sistem busur Sunda sebagai busur kepulauan (island arc) kepulauan yang lebih labil.2°N).9°S ~ 5.3°N ~ 1. 1983. nikel dan aluminium. Seperti halnya penyebaran batuan. gas dan batubara atau bituminus lainnya. Mineral non logam yang termasuk golongan ini adalah fosfat. segmen Seulimeum (5. Sartono (1990) mengemukakan bahwa tatanan tektonik Indoenesia selama Neogen yang dipengaruhi oleh tatanan geosinklin pasca Larami. Di bagian barat. Berkenaan dengan hal tersebut. mika. segmen Manna (4. Mineral industri adalah mineral bahan baku dan bahan penolong dalam industri.25°S). Mineral ekonomis adalah mineral bahan galian dan energi yang mempunyai nilai ekonomis. segmen Sumani (1.25°S ~ 1. Rab Sukamto (1975) dan Simanjuntak (1986) menerapkannya untuk memahami keruwetan Sulawesi. segmen Dikit (2.0°S ~ 0.9°S).6) menunjukkan bahwa pola struktur Jawa bagian barat yang cenderung lebih sesuai dengan pola Sumatera dibanding dengan pola struktur Jawa bagian Timur.65°S ~ 3. segmen Siulak (2.. Belakangan panas bumi dan uranium juga masuk dalam golongan ini walaupun cara pembentukannya berbeda.75°S ~ 5. ziolit. pada saat proses magmatisme akhir (late magmatism). yaitu segmen Sunda (6.0°S).55°N). perak. Busur-busur geosiklin ini merupakan zona akibat proses tumbukan kerak benua dan samudra.3°S). kerak benua Cina bagian selatan. Tektonik Indonesia Barat dan Timur Pembahasan tatanan teknonik Indonesia menggunakan pendekatan tektonik lempeng telah lama dilakukan. Penyimpulan tersebut akan menyisakan pertanyaan.35°S ~ 2. 1999) Keberadaan Mineral Logam Pembentukan mineral logam sangat berhubungan dengan aktivitas magmatisme dan vulkanisme. timah. 1973 dan Pigram dkk. pertemuan subduksi antara lempeng benua Eurasia dan lempeng samudra Australia mengkontruksikan busur Sunda sebagai sistem busur tepi kontinen (epi-continent arc) yang relatif stabil.0°N). penyebaran mineral ekonomis sangat dipengaruhi oleh tatanan geologi Indonesia yang rumit.3°S ~ 4. 1980). Tumbukan Larami tersebut membentuk busur-busur geosinklin Sunda. Perbedaan sudut penunjaman antara propinsi Jawa dan propinsi Sumatera Selatan busur Sunda mendorong pada kesimpulan bahwa batas busur Sunda yang mewakili sistem busur kepulauan dan busur tepi kontinen terletak di selat Sunda. segmen Semangko (5.75°S). fluorit.35°S ~ 3. misalnya felspar. segmen Tripa (3.8°S). Dickinson (1971). Mineral energi adalah minyak. segmen Aceh (4. 1986. segmen Barumun (0. pada suhu sekitar 200oC.4°N). 1984 dalam Sartono.75°S ~ 2. dan Katili. Mineral logam yang termasuk golongan ini adalah tembaga.0°N ~ 3. dalam Katili 1989). 1978.35°S). dan kerak samudra Sunda. dan Katili (1975. 1978).1°N).25°S).4°N). Pergerakan dinamis menyolok hanya terjadi pada perputaran Kalimantan serta peregangan selat Makassar. Peta anomali gaya berat dapat menunjukkan dengan baik pola hasil tektonik ini. Manfaat dari tatanan lempeng tektonik Indonesia Penyebaran mineral ekonomis di Indonesia ini tidak merata. Kerak benua yang bekerja pada waktu itu terdiri dari kerak benua Australia.2°N ~ 4. segmen Toru (1. mangan. segmen Sulii (1. segmen Sianok (0. Kalimantan utara dan Halmahera-Papua. emas. maka usaha-usaha penelusuran keberadaan mineral ekonomis telah dilakukan oleh banyak orang. diatomea. Kesederhanaan tatanan tektonik tersebut dipengaruhi oleh keberadaan Paparan Sunda yang relatif stabil. Sementara keberadaan benua mikro yang dinamis karena dipisahkan oleh banyak sistem sesar (Katili. Tatanan tektonik Indonesia bagian barat menunjukkan pola yang relatif lebih sederhana dibanding Indonesia timur.~ 200 kilometer. besi. 1990) sangat mempengaruhi bentuk kerumitan tektonik Indonesia bagian timur. segmen Musi (3. Banda. karena pola kenampakan anomali gaya berat (gambar 2. segmen Renun (2. benua mikro Sunda.0°N ~ 5. struktur-struktur di Pulau Sumatra secara vertikal berkembang sebagai struktur bunga.8°N). segmen Angkola (0.7°S). Westerveld (1952) menerbitkan peta jalur kegiatan magmatik.3°N ~ 1. Dari peta tersebut dapat diperkirakan . Secara vertikal perkembangan struktur masih menyisakan permasalahan namun jika dilakukan pembangingan dengan struktur cekungan Sumatra Selatan.4°N ~ 5. (Sudradjat. kerak samudra Pasifik. segmen Kumering (5.9°N) Tatanan tektonik regional sangat mempengaruhi perkembangan busur Sunda. Secara setempatsetempat Audley-Charles (1974) menerapkan teori ini untuk menjelaskan gejala geologi kawasan Pulau Timor.75°S ~ 1.

Sebaran skarn dikontrol oleh oleh struktur geologi setempat. sehingga menghasilkan baruan bersifat asam. Cameron (1980). skarn mineralization. silikat dan magnesium silikat dalam bentuk koloid yang mengendap. Cebakan yang terbentuk secara epitermal ini terdapat pada kedalaman kurang dari 200 m. memaparkan busur-busur magmatik seluruh Indonesia sebagai dasar eksplorasi mineral. Carlile dan Mitchell (1994). Keberadaannya di permukaan disebabkan oleh lempeng benua Pasifik yang terangkat ke daratan oleh proses obduksi dengan lempeng benua Eurasia. Batuan granitik yang lapuk akan menghasilkan mineral pembawa aluminium. dan hanya beberapa yang merupakan sediment hosted rock. Borneo Barat-laut. Talaud. Endapan kaya nikel dan magnesium oksida disebut krisopas. serta membawa mineral besi. batuan yang kaya nikel. karena terjadi di daerah dangkal dan suhu rendah. dan berasosiasi dengan batuan gunungapi muda berumur kurang dari 70 juta tahun. dan 8 lainnya belum diketahui. Contoh cukup baik atas skarn terdapat di Erstberg (Sudradjat. Sikumbang (1990). berdasarkan data-data mutakhir Simanjuntak (1986). 1993). (1974) dalam Barber (1985) menjelaskan bahwa terdapat hubungan yang erat antara cekungan minyak bumi yang berkembang di berbagai tempat dengan elemen-elemen tektonik yang ada. zona skarn bergradasi dari metasomatik contact sampai metamorphic zone (Juharlan. Konsep cebakan emas epitermal merupakan hal baru yang memberikan perubahan signifikan pada potensi emas Indonesia. Sebagai sebuah roofpendant. Batu Hijau di Sumbawa. Sulawesi-Mindanau Timur. Belitung dan Bintan. ketika kegiatan fase akhir magmatisme membawa larutan hidrotermal dan air tanah. yang lebih dikenal dengan skarn. Proses ini sangat berhubungan dengan keberadaan jalur magmatik. Proses pengkayaan batuan karena pelapukan dikenal dengan nama pengkayaan supergen. Contoh pelapukan granit ini antara lain terjadi di Kalimantan Barat. Irian Jaya.kemungkinan keterdapatan mineral logam dasar yang pembentukannya berkaitan dengan kegiatan magmatik. Buton dan Gebe (Sudrajat. yang kemudian “disebarkan” oleh sesar Sorong (Katili. berupa subduksi pada lempeng benua bersifat asam. Halmahera Tengah. gold-silver-barite-base metal mineralization. kromit. 1980) sebagai pulau-pulau kecil di berada di kepulauan Maluku. Air laut yang masuk ke dalam tubuh bumi berperan membawa larutan mineral ke permukaan dan mengendapkannya. Skarn Erstberg berupa roofpendant batugamping yang diintrusi oleh granodiorit. 1994). 1999). kobalt. Nayoan dkk. magnesium dan mangan. Proses pelapukan peridotit akan menghasilkan saprolit. kobalt dan magnesium. Moon-Utawa dan dataran Utara Irian Jaya. Sunda-Banda. Sebagian besar host rock merupakan batuan vulkanik. nikel. Pada umumnya minyak bumi dewasa ini memiliki peran sekitar 80% dari total pasokan energi untuk konsumsi kebutuhan energi di Indonesia. Contoh baik atas porfiri terdapat di kompleks Grasberg di Papua. yang menghasilkan mineral barit. Contoh lain terdapat di Pongkor dan Cikotok di Jawa Barat. Busur yang menghasilkan jebakan mineral logam tersebut adalah busur magmatik Aceh. Bangka. Proses mineralisasi dalam di lingkungan batuan vulkanik ini dikenal sebagai sistem porfiri (porphyry). Jebakan tersebut merupakan hasil mineralisasi utama yang umumnya berupa porphyry copper-gold mineralization. Pelapukan akan menguraikan batuan ultrabasa tersebut menjadi mineral terlarut dan tak terlarut. Proses ini dikenal sebagai proses epitermal. Contoh terbaik atas proses ini terjadi di Pulau Wetar. high sulphidation epithermal mineralization. Cebakan emas epitermal umumnya terbentuk pada bekas-bekas kaldera dan daerah retakan akibat sistem patahan. 1999). low sulphidation epithermal mineralization dan sediment hosted mineralization. Adimangga dan Trail (1980). Peridotit terbentuk di lingkungan lempeng samudera yang akan kaya mineral berat besi. Kalimantan Tengah. antara lain di pulau Gag. Pelapukan ini terjadi di sebagian kepulauan Maluku. nikel. dengan mineralisasi utama bersifat disseminated sulfide dengan mineral bijih utama kalkopirit yang banyak pada veinlet (MacDonald. Sumatera-Meratus. Proses ini juga dapat terjadi di lingkungan batuan vulkanik (volcanic hosted rock) maupun di batuan sedimen (sedimen hosted rock). 7 diantaranya membawa jebakan emas dan tembaga. Keberadaan Minyak dan Gas Bumi Energi minyak dan gas bumi mempunyai peran yang sangat strategis dalam berbagai kegiatan ekonomi dan kehidupan masyarakat. Dengan demikian peran minyak dan gas bumi dalam peningkatan perolehan devisa negara masih sangat diperlukan. Busur yang belum diketahui potensi sumberdaya mineralnya adalah Paparan Sunda. Lingkungan lain adalah kondisi gunungapi di daerah laut dangkal. dan Ratotok di Minahasa. Jebakan emas dapat terjadi di lingkungan batuan plutonik yang tererosi. Air tanah melarutkan karbonat. Sumba-Timor. antara lain bauxit. . dan cebakan nikel ini disebut saprolit. Teridentifikasikan 15 busur magmatik.

Sumatera Tengah. serta dari sisi pencemaran jauh lebih rendah dari batubara. Antrasit berkualitas rendah karena pemanasan oleh intrusi ditemukan di Bukit Asam. Seram. Demikian pula pola sebaran cekungan Laut Jawa sebelah selatan sangat dipengaruhi oleh pola struktur berarah timur-barat (Brandsen & Mattew. Keberadaan Panasbumi Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki panas bumi terbesar di dunia. Perulangan gaya kompresif dan ekstensional dari proses peregangan berarah utaraselatan mempengaruhi pola pembentukan antiklinorium dan cekungan Palembang yang berarah N300oE (Pulunggono. (2) posisi muka air tanah (3) penurunan yang terjadi bersamaan dengan pengendapan. Keberadaan endapan aspal di Buton berasosiasi dengan zona tumbukan antara mikro kontinen Tukang Besi dengan lengan timur-laut Sulawesi. Cekungan busur belakang di timur Sumatera dan utara Jawa merupakan lapangan-lapangan minyak paling poduktif. Cekungan Kutai dan Tarakan merupakan cekungan intra kraton (intracratonic basin) di Indonesia. Proses itu diperkuat oleh gaya-gaya kompresi telah menjadikan berbagai batuan sedimen berumur Paleogen menjadi perangkap struktur sebagai tempat akumulasi hidrokarbon (Barber. Sibolga. Keberadaan lapangan panas bumi tersebut secara umum dikontrol oleh keberadaan sistem gunungapi. Natuna Barat. dan zona tumbukan (collision zone basin). Sumber dan reservoar hidrokarbon terperangkap struktur di bagian bawah foot-wall sesar normal serta di bagian bawah hanging-wall sesar sungkup (Simanjuntak dkk. merupakan tempat prospektif minyak bumi. yaitu cekungan busur muka (forearc basin). Sawu. Sebagian besar batubara terbentuk di lingkungan litoral. Secara lebih rinci. 1992). Sumatera dan Kalimantan Timur sedang pematangan karena tekanan tektonik terbentuk di Ombilin. Selama ini batubara di Indonesia dihasilkan oleh cekungan berumur Tersier. Di Indonesia lapangan panasbumi tersebar di sepanjang .Cekungan-cekungan besar di wilayah Asia Tenggara merepresentasikan kondisi setiap elemen tektonik yang ada. 1985). 1984). (4) pantai berpenghalang dan (5) estuaria (Diessel. tempat endapan-endapan kontinen bertumbukan dengan kompleks subduksi. Sebagai contoh. dengan Banggai Sula sebagai kompleks ofiolit (Barber. Tarakan. Natuna Timur. paralik dan delta. dan tepi kontinen (continent margin basin). Bituni dan Salawati di sekitar Kepala burung Papua. 1985). sedang pola cekungan di timurlaut berarah barat-laut – tenggara. merupakan cekungan yang masuk dalam kategori ini. 1985. batubara sub bituminus berumur Miosen dan batubara bituminus berumur Eosen. Jawa Barat Utara. Kehadiran minyak di Papua berasosiasi dengan lipatan dan patahan Lenguru. 1999). telah diketahui ada sekitar 60 basin yang diprediksi mengandung cebakan migas yang cukup potensial. dll. cekungan intra kraton (intracratonic basin). 1986). cekungan lengan timur Sulawesi. Pembentukan cekungan terjadi selama Neogen ketika terjadi proses penurunan cekungan dan sedimentasi yang bersifat transgresif. (Barber. Pematangan minyak sangat didukung oleh adanya heat flow dari proses penurunan cekungan dan pembebanan. Pola-pola ini menjadiken pembentukan delta berjalan efektif sebagai pembentuk perangkap minyak bumi maupun batubara. 1985). 60% terletak di Sumatera Selatan dan 30% di Kalimantan Timur dan Selatan. (4) penurunan yang terjadi setelah pengendapan. 1985). (3) dataran delta. Cekungan Bula. 1992). dan dilanjutkan bersifat regresif di Miosen Tengah (Barber. Berdasarkan data terakhir yang dikumpulkan dari berbagai sumber. 1999). (5) kendali lingkungan geotektonik endapan batubara dan (6) lingkungan pengendapan terbentuknya batubara. Keberadaan Batubara dan Bituminus Parameter yang mengendalikan bembentukan batubara adalah (1) sumber vegetasi. perkembangan sistem cekungan dan perangkap minyak bumi yang terbentuk sangat dipengaruhi oleh tatanan struktur geologi lokal. Bengkulu. serta Buton. Panasbumi sebaai energi alternatif tidak mempunyai potensi bahaya seperti energi nuklir. yang merupakan tumbukan mikro kontinen Papua Barat dengan tepi benua Australia (Barber. sedang pola cekungan di Laut Jawa bagian barat-laut berarah berarah timur-laut – baratdaya. Batubara lazim terbentuk di lingkungan (1) dataran sungai teranyam. Kualitas batubara umumnya berupa bituminous. cekungan busur belakang (back-arc basin). Sartono. Zona tumbukan (collision zone). Batubara di Indonesia umumnya menyebar tidak merata. Gambut berumur Resen sampai Paleosen. Diantaranya basin Sumatera Utara. struktur pull apart basin menentukan perkembangan sistem cekungan Sumatera Utara (Davies. Banda. termasuk dalam steaming coal. Urutan kualitas batubara cenderung menggambarkan umurnya. Sumatera Barat (Sudradjat. Asem-Asem. 1994. sedang beberapa terbentuk di lingkungan cekungan antar pegunungan. (2) lembah aluvial.

yang sejajar dengan jalur penunjaman. serta Formasi Kaligesing. misalnya intrusi dasit Ciemas Jawa Barat dan granodiorit Meruberi Jawa Timur serta retas-retas basalt yang banyak terdapat di Kulonprogo Yogyakarta dan Pacitan Jawa Timur (Soeria-Atmadja. kemudian melengkung ke Maluku dan Sulawesi Utara. Pengembangan geotermal di Indonesia saat ini dikonsentrasikan di Sumatera. dengan lebar 50-200 km tersebut. 1994). Formasi Totogan.65 juta tahun (Soeria-Atmadja.7 juta tahun. Jawa-Bali dan Sulawesi Utara. serta (5) vulkanisme Kwarter. Sulawesi (6). dengan seluruh potensi mencapai 20.000 MWe. Formasi Kebo. 1998) Mineralisasi Busur Vulkanik Jawa: Sebuah Contoh Busur vulkanik Jawa merupakan bagian dari busur vulkanik Sunda-Banda yang membentang dari Sumatera hingga Banda.7. untuk kawasan Gunungsewu dan sekitarnya. terdapat 217 lokasi prospek. 1993).026 Ag (Milesi dkk. 1989) yang berlangsung sejak jaman Eosen (Hall. 1999). (4) vulkanisme Miosen Tengah – Pliosen. yaitu perioda Eosen Akhir – Miosen Awal yang sebagian besar berafinitas toleitik dan perioda Miosen Akhir – Pliosen yang sebagian besar berafinitas alkali kapur K tinggi (Soeria-Atmadja dkk. (2) vulkanisme Eosen-Miosen Akhir. Miosen Tengah – Pliosen. Batuan-batuan volkanik Tersier di atas dikenal sebagai batuan vulkanik kelompok Andesit Tua (van Bemmerlen.. Beberapa singkapan batuan beku bersifat dasitik terdapat di beberapa tempat. Kegiatan vulkanisma umumnya menghasilkan komposisi batuan bersifat andesitik. Formasi Nglanggran.4 (Sumanagara dan Sinambela. Formasi Mandalika dan Fomasi Arjosari. Jalur ini merentang dari ujung barat-laut Sumatera sampai kepulau Nusatenggara. 1991) beberapa batuan berafinitas shosonitik terdapat di Pacitan dan Jatiluhur (Sutanto. Kerak kontinen yang membentuk tepi benua aktif (active continent margin) mempengaruhi kegiatan vulkanisme Tersier Jawa bagian barat. juta tahun. di Cirotan menujukkan umur 1.jalur gunungapi yang memperlihatkan kegiatan sejak Kwarter hingga saat ini. Sutanto (1993) mengelompokkan batuan vulkanik Jawa berdasarkan waktu terbentuknya.7 juta tahun. dengan total cadangan sekitar 9. Jawa-Bali (22). 1982: Sudarman dkk. misalnya terdapat di Cibuniasih. terdiri dari 70 lokasi prospek entalpi tinggi (t > 200oC) dan selebihnya entalpi menengah dan rendah. Secara umum cadangan yang terdapat di Jawa bagian barat lebih besar dibanding yang terdapat di Jawa bagian timur. Formasi Semilir. 1996). yaitu batuan-batuan vulkanik yang terbentuk oleh (1) Eosen-Oligosen awal. batuan volkanik Tersier tertua terdapat di Pacitan dengan umur 42. Formasi Dukuh. Kegiatan vulkanisma Tersier terjadi dalam dua perioda. untuk wilayah Kebumen dan sekitarnya. 1994). (Sudrajat. Pentarikhan pada beberapa urat di Pongkor menunjukkan umur 2. dan sediment hosted mineralization hanya terdapat di beberapa tempat. Vulkanisme yang terkait dengan mineralisasi umumnya menunjukkan umur yang relatif muda. misalnya di Cikotok. 1991) dan jumlah cadangan lebih dari 98 ton Au dan 1. Proses hidrotermal di Jawa yang terdapat mulai dari Pongkor Jawa Barat sampai Sukamade Jawa Timur. Paripurno dan Sutarto. sedang termuda terdapat di Bayah dengan umur 2. Pola ritmik initerjadi karena adanya perubahan sudut penunjaman.000 km.700 km yang dikenal banyak mengandung endapan bijih logam (Carlile & Mitchell. Batuan vulkanik hasil kegiatan gunungapi yang berumur Eosen hingga sekarang merupakan penyusun utama pulau Jawa. sedang tipe veins assosiated with porphyry system misalnya terdapat di Ciomas. 1991. 1999). Formasi Giripurwo untuk wilayah Kulonprogo dan sekitarnya. serta di Jawa Timur dikenal dengan nama Formasi Besole. Formasi Butak. Sebagian besar cebakan merupakan tipe low sulphidation epithermal mineralization. yang saat ini lebih dikenal dengan nama Formasi Jampang. Hal ini dikarenakan kawasan tersebut telah memiliki infrastruktur yang memadai serta memiliki pertumbuhan kebutuhan listrik yang tinggi. sepanjang 3.100 Mwe. Formasi Cikotok dan Formasi Cimapag untuk wilayah Jawa Barat. Terbentuknya jalur gunungapi ini merupakan hasil dinamika subduksi ke arah utara lempeng Samudera Hindia ke Lempeng Benua Eurasia (Katili. Nusatenggara (8) dan Maluku (3). Formasi Gabo. 1993. Jalur penyebaran gunungapi di Indonesia terdiri dari jalur gunungapi tua (Tersier) dan muda (Kwarter). sedang kerak samudera yang membentuk busur kepulauan (island arc) mempengarui kegiatan vulkanisme Tersier Jawa bagian timur (Carlile & Mitchell. Sutanto. Lapangan prospek tersebut tersebar di Sumatera (31). serta di Ciawitali menujukkan umur . 1991). Formasi Semilir. Berdasarkan pentarikhan umur dengan menggunakan metoda K/Ar. 1933). Tipe lain berupa volcanogenic massive sulphide mineralization. (3) vulkanisme Eosen Akhir – Miosen Awal. Cadangan terbesar di Jawa bagian barat terdapat di Pongkor dengan kadar ratarata 17. Pada jalur memanjang sekitar 7.

1994).5 juta tahun yang diintrusi oleh mikrodiorit berumur 4. 1991). Di Cirotan urat-urat tersebut memotong ignimbrit riodasit berumur 9.. Gempa dan bencana lain suatu saat dan kapan saja akan terjadi pada kita. piroklastika dan lava bersusunan andesit-basalt yang diintrusi oleh andesit. Namun daibalik dari semua itu ada sisi baik dari sebuah bencana yang terjadi selama ini dengan kelimpahan selain sumber daya alam adalah berupa bahan tambang yang telah dapat kita nimati.1.5 juta tahun. dasit dan basalt (Sumanagara dan Sinambela.5 juta tahun (Milesi dkk. Di Pongkor urat-urat tersebut berada pada lingkungan vulkanik kaldera purba yang terdiri dari batuan tufa breksi. . Rasa syukur kita senantiasa menjauhkan kita dari bencana dan marabahaya yang sewaktu – waktu datang pada kita.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->