LEMPENG TEKTONIK INDONESIA Bumi merupakan salah satu planet dari galaksi bimasakti.

Manusia dan ciptaan Tuhan melangsungkan kehidupan di bumi. Kita hidup di bumi berada di bagian kerak bumi (lithospher) atau di permukaan bumi. Permukaan bumi terbentuk dari berbagai macam batuan yang kurang lebih 80% adalah diselimuti oleh batuan sedimen dengan volume kurang lebih 0,32% dari volume bumi. Setiap daratan di bumi ini di bentuk oleh batuan – batuan ang bermacam – macam. Dari sejumlah batuan yang memiliki ciri khas yang berbeda – beda terangkum dalam sebuah lempeng – lempeng yang tersebar di seluruh dunia. Lempeng – lempeng di permukaan bumi bersifat dinamis, karena adanya perbedaan perlapisan dan tenaga endogen yang mengakibatkan pergerakan lempeng. Dari pergerakan lempeng dapat menimbulkan sebuah siklus batuan yang tak dapat dipungkri adanya. Lempeng tektonik adalah bagian dari kerak bumi dan lapisan paling atas, yang disebut juga lithosphere. Atau menjelaskan tentang gerakan bumi dengan skala besar dari lithoepher bumi. Teori yang meliputi konsep-konsep lama (kontinental drift) dikembangkan selama satu setengah abad sejak abad ke-20 oleh Alfred Wegner tentang lantai samudra (seafloor) pada tahun 1960-an. Lempeng tektonik memiliki tebal sekitar 100 km (60 mill) yang terdiri dari dua jenis bahan pokok yaitu kerak samudra (disebut juga sima yang terdiri dari silikon dan magnesium) dan kerak benua (disebut juga sial yang terdiri dari silicon dan megnesium). Komposisi dari dua jenis lapisan terluar atau kulit dari kerak samudra adalah batuan basalt (mafic) dan kerak benua terdiri dari batuan granitic yang prinsip kepadatannya rendah. Permukaan bumi terdiri dari 15 lempeng besar (mayor) dan 41 lempeng kecil (minor), 11 lempeng kuno dan 3 dalam orogens, dengan jumlah keseluruhan 70 lempeng tektonik yang tersebar di seluruh permukaan bumi. Lempeng mayor di bumi di anataranya :
 African Plate covering Africa - Continental plate Afrika Plate meliputi Afrika - Benua piring  Antarctic Plate covering Antarctica - Continental plate Antarctic Plate meliputi Antartika  

   

Benua piring Australian Plate covering Australia - Continental plate Australia Plate meliputi Australia Benua piring Indian Plate covering Indian subcontinent and a part of Indian Ocean - Continental plate Indian Plate meliputi anak benua India dan merupakan bagian dari Samudra Hindia Benua piring Eurasian Plate covering Asia and Europe - Continental plate Eurasian Plate meliputi Asia dan Eropa - Benua piring North American Plate covering North America and north-east Siberia - Continental plate South American Plate covering South America - Continental plate Pacific Plate covering the Pacific Ocean - Oceanic plate

Lempeng tetonik memiliki nama yang berbeda – beda sesuai tempat atau asal lempeng itu berada. Pada 225 juta tahun yang lalu, seluruh daratan di bumi ini merupakan satu kesatuan yang disebut dengan Benua Pangaea pada zaman permian. Pergerakan lapisan bumi terus terjadi saat 200 juta tahun yang lalu pada zaman triassic terbagi menjadi 2 Benua Laurasia dan Benua Gondwanaland. Pergerakan lapisan bumi terjadi hingga saat ini terbagi menjadi 5 belahan benua. Perubahan keadaan permukaan bumi terjadi selama 4 zaman kurang lebih selama 225 juta tahun. Perubahan permukaan bumi ini yang mengakibatkan adanya batas – batas lempeng tektonik di masing – masing lapisan bumi. Pergerakan yang berasal dari tenaga endogen ini mengakibatkan sebuah siklus batuan dalam peroses pergeseran lempeng. Lempeng tektonik merupakan sebuah siklus batuan di bumi yang terjadi dalam skala waktu geologi. Sikklus batuan tersebut terjadi dari pergerakan lempeng bumi yang bersifat dinamis. Dengan pergerakan lempeng tektonik yang terjadi mampu membentuk muka bumi serta menimbulkan gejala – gejala atau kejadian – kejadian alam seperti gempa tektonik, letusan gunung api, dan tsunami. Pergerakan lempeng tektonik di bumi digolongkan dalam tiga macam batas pergerakan lempeng, yaitu konvergen, divergen, dan transform (pergeseran).

Terjadi pada dua lempeng tektonik yang bergerak saling memberai (break apart). Pasifik. Lempeng tektonik terus bergerak. Ketika sebuah lempeng tektonik pecah. Di zona tunjaman inilah sering terjadi gempa. Pematang gunungapi (volcanic ridges) dan parit samudra (oceanic trenches) juga terbentuk di wilayah ini. Dan apabila dilihat pada daerah Indonesia yang merupakan daerah ternbanyak yang dilewati oleh titik – titik gempa yang tersebar di seluruh nusantara. Dikarenakan sifatnya dinamis dan kekuatan masing – masing lempeng berbeda – beda. Pada lempeng samudra. Hubungan ini menunjukkan bahwa volkanismamerupakan salah satu produk penting sistem tektonik. Terjadi bila dua lempeng tektonik bergerak saling menggelangsar (slide each other). Indonesia terletak pada jalur gunungapi tersebut dan merupakan negara dengan jumlah gunungapi terbanyak. aktivitas gunung berapi di sepanjang pulau Sumatra dan Jawa juga turut meningkat. membatasi Benua Eropa dan Afrika dengan Benua Amerika. tidak heran bila terjadi gempa yang bersumber dari dasar Samudra Hindia. Akibatnya berbagai gejala alam di Indonesia sering terjadi. Jadi Indonesia dibatasi oleh 3 lempeng mayor dunia yang berbeda. Setiap daratan atau negara atau benua di dunia di batasi oleh lempeng yang berbeda – beda. Serta . Disebelah barat hingga ke selatan dari Indonesia dibatasi oleh lempeng tektonik. maka terbentuk 3 batas lempeng tektonik Gempa yang terjadi di akibatkan oleh pergerakan lempeng tektonik. Lempeng Indo-Australia adalah lempeng yang menunjam ke bawah lempeng Eurasia. dan Indo-Australia. Batas Konvergen. Maka dari itu Indonesia memiliki titik gempa yang tersebar hampir diseluruh nusantara. Batas Divergen. disebelah utara dibatasi dengan lempeng yang berbeda. serta parit samudra yang tak lain adalah Parit Jawa (Sunda). Dari ketiga batas lempeng yang mendukung adanya siklus batuan di bumi ini. yaitu lempeng Philipina. Selain itu di bagian timur. dan meningkatnya kenaikan magma ke permukaan. bertemu 3 lempeng tektonik sekaligus. Jenis batas antara kedua lempeng ini adalah konvergen. Pola penyebaran gunungapi menunjukkan jalur yang hampir mirip dengan pola penyebaran fokus gempa dan tipe aktivitas kegunungapiannya tergantung pada batas lempengnya. yang mengakibatkan keduanya bergerak saling menumpu satu sama lain (one slip beneath another). Pematang Tengah-Atlantik (Mid-Atlantic Ridge) adalah salah satu contoh divergensi yang paling terkenal. Jadi. timbullah gempa dan tsunami. Wilayah dimana suatu lempeng samudra terdorong ke bawah lempeng benua atau lempeng samudra lain disebut dengan zona tunjaman (subduction zones). membujur dari utara ke selatan di sepanjang Samudra Atlantik. Yang salah satunya banyak di jumpai gunung api di bagian selatan Indonesia yang merupakan buah karya dari pergerakan lempeng Ino-Australian dengan lempeng Eurasian. Negeri kita tercinta berada di dekat batas lempeng tektonik Eurasia dan Indo-Australia. Batas Transform.1. Bali dan Lombok. Sedangkan pada lempeng benua. Keduanya tidak saling memberai maupun saling menumpu. subduksi antara dua lempeng menyebabkan Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia menyebabkan terbentuknya deretan gunung berapi yang tak lain adalah Bukit Barisan di Pulau Sumatra dan deretan gunung berapi di sepanjang Pulau Jawa. dan dibagian timur dibatasi dengan lempeng yang berbeda pula. 2. lapisan litosfer menipis dan terbelah. proses ini menyebabkan terbentuknya lembah retakan (rift valley) akibat adanya celah antara kedua lempeng yang saling menjauh tersebut. Seperti telah dijelaskan sebelumnya. Batas transform ini juga dikenal sebagai sesar ubahan-bentuk (transform fault). Jumlah gunung api di Indonesia 177 gunung api. Terjadi apabila dua lempeng tektonik tertelan (consumed) ke arah kerak bumi. Suatu saat gerakannya mengalami gesekan atau benturan yang cukup keras. Bila ini terjadi. proses ini menyebabkan pemekaran dasar laut (seafloor spreading). yaitu bergerak sejajar namun berlawanan arah. membentuk batas divergen. yang seringkali diikuti dengan tsunami. 3.

cekungan muka busur. gletsyer. Salah satu jalur timah terkaya di dunia menjulur sampai di Nusantara. Indonesia pun dibentuk oleh pertemuan dua dunia : asal Asia dan asal Australia. Busur Sunda: Produk Geodinamika Regional Sistem penunjaman Sunda merupakan salah satu contoh yang baik untuk menunjukkan hubungan geodinamika Indonesia dengan geodinamika regional. 1/8 dari jumlah yang terdapat di dunia). Indonesia juga memiliki keanekaragaman ekosistem yang lebih besar dibandingkan dengan kebanyakan negara tropika lainnya. 1991). Meskipun berumur muda. Indonesia benar-benar merupakan daerah yang sangat menarik. keterhuniannya. Semua kepentingan dan keunikan geologi Indonesia ini timbul karena latar belakang perkembangan tektonik wilayah Nusantara. yaitu relatif menunjam tegak lurus di Sumba dan Jawa serta menunjam miring di sepanjang Sumatera. sabana. Sistem penunjaman Sunda berawal dari sebelah barat Sumba. 1993). dan rupabumi yang menakjubkan (Sukamto dan Purbo-Hadiwidjoyo. Maka. Dua jalur gunungapi besar dunia bertemu di Nusantara. pemineralan yang kaya dan khas. Tak kalah pentingnya adalah endapan nikel dan kromit yang terbawa oleh tesingkapnya kerak Lautan Pasifik di beberapa wilayah di Indonesia Timur. serta berlanjut ke Andaman-Nicobar dan Burma. 1989) Menurut Hamilton (1989) Palung Sunda bukan menunjukkan batas litosfer samudera India. dan di sini pulalah satu-satunya di dunia terdapat laut antarpulau yang terdalam (-5000 meter) (Laut Banda). dan lain-lain. Kepentingannya terletak pada rupabuminya. Sistem penunjaman Sunda ini merupakan tipe busur tepi kontinen sekaligus busur kepulauan. dan busur vulkanik. sebagaimana terbukti dengan temuan fosil manusia purba di beberapa tempat di Indonesia. berbagai anggitan (konsep) geologi mulai berkembang di sini. dan laut sangat dalam antara dua busur kepulauan (-7500 meter) (Dalaman Weber). satu dari sepuluh tumbuhan dunia terdapat di Indonesia (Kartawinata dan Whitten. Di sinilah wilayah tempat saling bertemunya tiga lempeng besar dunia : Eurasia . 1989. dengan satu-satunya pegunungan lipatan tertinggi di daerah tropika sehingga bersalju abadi (Pegunungan Tengah Papua). serta . yang berlangsung selama Kenozoikum Tengah – Akhir (Katili.700 km.gunung api juga di temui di daerah sebagain dari pulau halmahera dan sebagian dari pulau sulawesi yang merupakan tempat pertemuan lempeng pasifik dengan lempeng eurasian. ke Bali. Dari segi ilmu kebumian. tidak ada satu negeri pun selain Indonesia yang mempunyai begitu banyak mamalia. hutan bakau dan vegetasi pantai lainnya. Arah penunjaman menunjukkan beberapa variasi. Sejarah geologi dan geomorfologinya yang beranekaragam. Busur ini menunjukkan morfologi berupa palung. Kemiringan ini terjadi karena adanya perbedaan arah gerak dengan arah tunjaman yang tidak 90o. danau-danau yang dalam dan dangkal.Hindia-Australia Pasifik yang menghasilkan deretan busur kepulauan dan jajaran gunungapi. Ini mengakibatkan begitu kayanya biodiversitas Indonesia. kepulauan Andaman dan Burma. Inilah wilayah yang memiliki salah satu paparan benua yang terluas di dunia (Paparan Sunda dan Paparan Sahul). Hamilton. punggungan muka busur. tetapi merupakan salah satu jejak sistem penunjaman busur Sunda. Bayangkan. dan reptilia dunia terdapat di Indonesia. tanah yang subur. dan kisaran ikim dan ketinggiannya telah mengakibatkan terbentuknya banyak jenis hutan daratan dan juga hutan rawa. dan ketektonikaannya. dan Sumatera sepanjang 3. batubara Indonesia yang jumlahnya cukup besar dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Indonesia penting dalam dunia paleoantropologi sebagai salah satu pusat buaian peradaban manusia di dunia. Jawa. Sedimen dalam palung terdiri dari sedimen klastik turbidit longitudinal. 1993). amfibia. pengendapan sumber energi yang melimpah. daerahnya mempunyai akumulasi minyak dan gasbumi yang tergolong besar. Penunjaman mempunyai kemiringan sekitar 7o. Bagian tertentu Indonesia sangat baik untuk dihuni. Oleh sebab itulah. satu dari enam burung. Meskipun Indonesia hanya meliputi sekitar 4 % dari luas daratan di Bumi. Beberapa jalur pegunungan lipatan dunia pun saling bertemu di Indonesia. Ini tidak hanya berlaku saat ini yang memungkinkan orang dapat bercocok tanam dan memperoleh hasil yang baik karena tanah subur dan air yang berlimpah. tetapi juga pada masa lampau. jenis dan sebaran endapan mineral serta energi yang terkandung di dalamnya. atau mendapatkan tempat untuk mengujinya (Sukamto dan Purbo-Hadiwidjoyo.

Palung mempunyai kedalaman berkisar antara 3. Punggungan muka busur mengalami migrasi. transisional di Jawa ke busur kepulauan (oceanic island arc) di Bali dan Lombok. Sedimen memiliki ketebalan antara 200 – 900 m.000 m. sedang sebelah timur didominasi oleh keberadaan lempeng benua.000 – 5. Formasi bancuh di busur akresi dihasilkan oleh oleh penggerusan yang berhubungan dengan subduksi. di sebelah barat Pulau Simalur sumbu palung menajam ke barat. Provinsi Sumatera Selatan dan Tengah mempunyai kedalaman palung yang berangsur menurun dari 6.000 m.000 – 10. magnetisme dan seismik ketebalan lempeng samudera sekitar 20 kilometer.500 – 5. Cekungan muka busur berada di antara punggungan muka busur dan garis pantai sistem penunjaman Sunda dengan lebar 150 .7 cm/tahun. Busur vulkanik yang sekarang aktif di atas zona Benioff berada pada kedalaman 100 – 130 km. yang mengakibatkan rangkaian perubahan sistematis dari pergerakan relatif lempeng-lempeng disertai dengan perubahan kecepatan relatif antar lempengnya berikut kegiatan ekstrusi yang terjadi padanya. Berdasarkan gaya gravitasi. Diantara Propinsi Jawa dan Sumatera Tengah – Selatan terdapat Selat Sunda yang merupakan batas tenggara lempeng Burma.7 – 0. Komponen lateral ini dipengaruhi oleh pemekaran di laut Andaman. Sedimen dasar palung mempunyai ketebalan sekitar 2 km di utara dan 1 km di selatan. Penunjaman miring dengan komponen penunjaman menurun ke utara antara 7. relatif menuju ke arah kraton.Nikobar. Namun apabila dicermati dari data geofisika tang ada. Sesar Sumatra: Produk Geodinamika Busur Sunda Sesar besar Sumatra dan Pulau Sumatra merupakan contoh rinci yang menarik untuk menunjukkan akibat tektonik regional pada pola tektonik lokal. Palung Burma mempunyai kedalaman kurang dari 3. Selat ini diasumsikan batas sebagai batas tenggara lempeng Burma. Saat ini konvergensi sepanjang propinsi Jawa mencapai 7. Sumatera Utara – Nicobar.2 cm/tahun. Sumatera Selatan dan Tengah. Ketebalan endapan di propinsi ini sekitar 8. Komposisi vulkanik muda bervariasi secara sistematis yang berkesesuaian antara karakter litosfer dengan magma yang dierupsikan. Provinsi Jawa bermula dari Sumba sampai Selat Sunda.6 juta tahun lalu.000 km dari palung. Pertemuan di sepanjang propinsi ini sangat miring dan kecepatan penunjaman ke arah utara mengalami penurunan 5. Di sini punggungan muka busur menjadi punggungan Indoburman dan cekungan muka busur menjadi palung sebelah barat dari Lembah Burma. 1979).000 m. batas Jawa dan Sumatera terletak di sekitar Banten dan Jawa Barat. busur Sunda dibagi menjadi beberapa propinsi. Komponen gerak lateral ini mempengaruhi terbentuknya sesar Sagaing di Burma.000 m.6 – 4. Di Pulau Andaman palung cenderung berarah utara – selatan dengan kedalaman sekitar 3. yang merupakan hasil penggilasan simultan yang disertai pemencaran oleh gravitasi. Sedimen klastik tersebut terutama berasal dari Sungai Gangga dan Brahmaputra di India. Di propinsi ini palung Sunda mempunyai kedalaman lebih dari 6. Berdasarkan karakteristik morfologi. dengan kecepatan di sektor Sumatera lebih besar dari litosfer samudera. Sejarah tektonik Pulau Sumatera berhubungan erat dengan dimulainya peristiwa pertumbukan antara lempeng India-Australia dan Asia Tenggara. Bagian dasar cekungan Jawa dan Sumatera mempunyai kecepatan tipikal litosfer samudera.menunjukkan pembentuk lantai samudera dan asal turbidit.0 – 5. dan di barat-laut Pulau Simalur cenderung ke utara – barat-laut. Gerak lempeng .000 m. sebelah barat didominasi oleh keberadaan lempeng samudera. Di propinsi ini pertemuan lempeng sangat miring. yang berjarak 3. Palung hanya berisi sedimen tipis dengan sedikit sedimen pelagis. dan ketebalan lempeng benua sekitar 40 kilometer (Hamilton. dengan lempeng Burma memisah ke arah barat daya dari lempeng Eurasia. bukan oleh luncuran di lereng punggungan akresi. sekitar 45. Pada Propinsi Sumatera Utara . Busur magmatik ini berubah dari kecenderungan bersifat kontinen di Sumatera. Andaman dan Burma.1 cm/tahun. Pulau Sumatera tersusun atas dua bagian utama.200 km. Busur akresi terbentuk selebar 75 – 150 km dari palung dengan ketebalan material terakresi mencapai 15 km.000 m. dengan kisaran kecepatan penunjaman berkisar antara 0. Komponen pergeseran lateral yang bekerja di lempeng ini diasumsikan sangat berperan dalam membentuk sistem strike slip fault di Sumatera. Sudut penunjaman yang sangat miring. ketebalan endapan palung busur dan arah penunjaman. Dinamika akresi dapat ditunjukkan oleh imbrikasi internal serta pertumbuhan vertikal dan horisontal material terakresi. Dari timur ke barat terdiri dari propinsi Jawa. Kerangka tektonik utama antara Jawa dan Sumatera secara umum dipotong oleh selat Sunda yang dianggap sebagai zona diskontinyuitas.5 cm/tahun dengan sudut penunjaman antara 5o – 8o. Imbrikasi di bawah punggungan muka busur mempunyai ketebalan lebih dari 10 km. Selat Sunda adalah unsur utama pemisah propinsi Jawa dan Sumatera busur Sunda.

Keadaan Pulau Sumatera menunjukkan bahwa kemiringan penunjaman. Kenyataan menunjukkan bahwa adanya transtensi (trans-tension) Paleosoikum tektonik Sumatera menjadikan tatanan tektonik Sumatera menunjukkan adanya tiga bagian pola (Sieh. 1991). (3) kedalaman cekungan busur muka 1 ~ 2 kilometer. 1994). (5) homoklin di belahan selatan sepanjang beberapa kilometer sama dengan struktur Mentawai yang berada di sebelah selatannya. 1993 dalam Natawidjaja. Proses tumbukan ini. 1983 dalam Natawidjaja. menurut teori “indentasi” pada akhirnya mengakibatkan terbentuknya banyak sistem sesar geser di bagian sebelah timur India. bagian tengah cenderung tidak beraturan dan bagian utara yang tidak selaras dengan pola penunjaman. yaitu slipvector yang hampir tegak lurus dengan arah zona penunjaman yang diakomodasi oleh mekanisme sistem sesar anjak. 1994) demikian pula di selat Sunda sebesar 11 milimeter / tahun (Zen dkk. 1992).India-Australia yang semula mempunyai kecepatan 86 milimeter / tahun menurun secara drastis menjadi 40 milimeter/tahun karena terjadi proses tumbukan tersebut. (2) busur vulkanik memotong dengan sesar Sumatera. Proses penunjaman miring di sekitar Pulau Sumatera ini mengakibatkan adanya pembagian / penyebaran vektor tegasan tektonik. punggungan busur muka dan cekungan busur muka telah terfragmentasi akibat proses yang terjadi. (4) punggungan busur muka secara struktural dan kedalamannya sangat beragam. 1994). Slip-vector sejajar palung ini tidak cukup diakomodasi oleh sesar Sumatera tetapi juga oleh sistem sesar geser lainnya di sepanjang Kepulauan Mentawai. dengan kedalaman 1 ~ 2 kilometer dan dihancurkan oleh sesar utama. Segmen-segmen sesar sepanjang 1900 kilometer tersebut merupakan upaya mengadopsi tekanan miring antara lempeng Eurasia dan India–Australia dengan arah tumbukan 10°N ~ 7°S. Bagian tengah Pulau Sumatera memberikan kenampakan tektonik: (1) sepanjang 350 kilometer potongan dari sesar Sumatera menunjukkan posisi memotong arah penunjaman. Sieh. 1991) Sesar Sumatera sangat tersegmentasi. (2) lokasi gunungapi umumnya sebelah timur-laut atau di dekat sesar. (5) sesar Mentawai dan homoklin. (4) punggungan busur muka relatif dekat. sehingga disebut zona sesar Mentawai (Diament. (3) topografi cekungan busur muka dangkal. terdiri dari antiform tunggal dan berbentuk sederhana. dan terbagi-bagi menjadi berapa blok oleh sesar turun miring . Setelah itu kecepatan mengalami kenaikan yang mencolok sampai sekitar 76 milimeter/tahun (Sieh. dan (6) sudut kemiringan penunjaman beragam. 1994). Penurunan kecepatan terus terjadi sehingga tinggal 30 milimeter/tahun pada awal proses konfigurasi tektonik yang baru (Charshin Liu et al. berada pada posisi 125 ~ 140 kilometer dari garis penunjaman. Selanjutnya sebagai respon tektonik akibat dari bentuk melengkung ke dalam dari tepi lempeng Asia Tenggara terhadap Lempeng Indo-Australia. Sebagai konsekuensi dari kenaikan slip-vector pada daerah busur-muka ini. di Bukit Tinggi sebesar 12 milimeter / tahun. besarnya slip-vector ini secara geometri akan mengalami kenaikan ke arah barat-laut sejalan dengan semakin kecilnya sudut konvergensi antara dua lempeng tersebut. 2000). dan (6) sudut kemiringan penunjaman sangat tajam. Bagian utara Pulau Sumatera memberikan kenampakan pola tektonik: (1) sesar Sumatera berbentuk tidak beraturan. maka secara teoritis akan menaikkan slip-rate di sepanjang sesar Sumatera ke arah barat-laut. dan (6) sudut kemiringan tunjaman relatif seragam. Hal ini terutama berada di prisma akresi dan slip-vector yang searah dengan zona penunjaman yang diakomodasi oleh mekanisme sistem sesar besar Sumatera. Pengukuran slip-rate di daerah Danau Toba menunjukkan kecepatan gerak sebesar 27 milimeter / tahun. Pengukuran offset sesar dan penentuan radiometrik dari unsur yang terofsetkan di sepanjang sesar Sumatera membuktikan bahwa kenaikan slip-rate memang benar-benar terjadi (Natawidjaja. (4) busur luar terpecahpecah. untuk mengakomodasikan perpindahan massa secara tektonik (Tapponier dkk. Bagian selatan terdiri dari lempeng mikro Sumatera. (2) busur vulkanik berada di sebelah utara sesar Sumatera. (5) homoklin yang terletak antara punggungan busur muka dan cekungan busur muka tercabikcabik. Sedikitnya terdapat 19 bagian dengan panjang masing-masing segmen 60 . Bagian selatan Pulau Sumatera memberikan kenampakan pola tektonik: (1) Sesar Sumatera menunjukkan sebuah pola geser kanan en echelon dan terletak pada 100 ~ 135 kilometer di atas penunjaman. yang terbentuk sejak 2 juta tahun lalu dengan bentuk. Pertambahan slip-vector ini mengakibatkan terjadinya proses peregangan di antara sesar Sumatera dan zona penunjaman yang disebut sebagai lempeng mikro Sumatera (Suparka dkk. 1982). di Kepahiang sebesar 11 milimeter / tahun (Natawidjaja. Oleh karena itu slip-vector komponen sejajar palung harus semakin besar ke arah barat-laut.6 kilometer. yang dipisahkan oleh punggungan busur muka dan cekungan busur muka relatif utuh. (3) cekungan busur muka terbentuk sederhana. geometri dan struktur sederhana.2 ~ 0. sekitar 0.

1973 dan Pigram dkk. segmen Ketaun (3. Kerak benua yang bekerja pada waktu itu terdiri dari kerak benua Australia.75°S ~ 5. Dari peta tersebut dapat diperkirakan .65°S ~ 3. penyebaran mineral ekonomis sangat dipengaruhi oleh tatanan geologi Indonesia yang rumit. ziolit.0°N ~ 5.9°S ~ 5.75°S). segmen Toru (1. diatomea. pertemuan subduksi antara lempeng benua Eurasia dan lempeng samudra Australia mengkontruksikan busur Sunda sebagai sistem busur tepi kontinen (epi-continent arc) yang relatif stabil.3°N ~ 1. Berkenaan dengan hal tersebut.35°S ~ 2.25°S). yaitu segmen Sunda (6.2°N ~ 4.75°S ~ 2. segmen Kumering (5. Mineral non logam yang termasuk golongan ini adalah fosfat. Seperti halnya penyebaran batuan. segmen Sulii (1.3°N ~ 1. perak. Sementara keberadaan benua mikro yang dinamis karena dipisahkan oleh banyak sistem sesar (Katili. 1978. segmen Sumani (1. Aplikasi teori ini untuk menerangkan gejala geologi regional di Indonesia dilakukan oleh Hamilton (1970.. Penyimpulan tersebut akan menyisakan pertanyaan. Mineral ekonomis adalah mineral bahan galian dan energi yang mempunyai nilai ekonomis. segmen Dikit (2. Tatanan tektonik Indonesia bagian barat menunjukkan pola yang relatif lebih sederhana dibanding Indonesia timur. Busur-busur geosiklin ini merupakan zona akibat proses tumbukan kerak benua dan samudra. Kalimantan utara dan Halmahera-Papua. dan kerak samudra Sunda. emas. segmen Tripa (3. 1984 dalam Sartono. segmen Aceh (4.6) menunjukkan bahwa pola struktur Jawa bagian barat yang cenderung lebih sesuai dengan pola Sumatera dibanding dengan pola struktur Jawa bagian Timur. Secara vertikal perkembangan struktur masih menyisakan permasalahan namun jika dilakukan pembangingan dengan struktur cekungan Sumatra Selatan.7°S). pada saat proses magmatisme akhir (late magmatism). dalam Katili 1989). Perbedaan sudut penunjaman antara propinsi Jawa dan propinsi Sumatera Selatan busur Sunda mendorong pada kesimpulan bahwa batas busur Sunda yang mewakili sistem busur kepulauan dan busur tepi kontinen terletak di selat Sunda. 1990) sangat mempengaruhi bentuk kerumitan tektonik Indonesia bagian timur. (Sudradjat.9°N) Tatanan tektonik regional sangat mempengaruhi perkembangan busur Sunda. Mineral energi adalah minyak.0°S).4°N).0°N).7°S ~ 0. Banda. Manfaat dari tatanan lempeng tektonik Indonesia Penyebaran mineral ekonomis di Indonesia ini tidak merata. segmen Semangko (5. 1973. kerak benua Cina bagian selatan.25°S).4°N ~ 5.1°N).2°N ~ 2. 1978). dan Katili. nikel dan aluminium. benua mikro Sunda. Rab Sukamto (1975) dan Simanjuntak (1986) menerapkannya untuk memahami keruwetan Sulawesi. segmen Barumun (0.4°N).0°N ~ 3. Sartono (1990) mengemukakan bahwa tatanan tektonik Indoenesia selama Neogen yang dipengaruhi oleh tatanan geosinklin pasca Larami. timah.25°S ~ 1.8°S).0°S ~ 0. struktur-struktur di Pulau Sumatra secara vertikal berkembang sebagai struktur bunga.9°S). pada suhu sekitar 200oC. segmen Sianok (0. Mineral logam yang termasuk golongan ini adalah tembaga. fluorit.8°N). Kesederhanaan tatanan tektonik tersebut dipengaruhi oleh keberadaan Paparan Sunda yang relatif stabil. 1980). 1986.35°S). dan Katili (1975. segmen Siulak (2. karena pola kenampakan anomali gaya berat (gambar 2. kerak samudra Pasifik. segmen Seulimeum (5. Tumbukan Larami tersebut membentuk busur-busur geosinklin Sunda. Secara setempatsetempat Audley-Charles (1974) menerapkan teori ini untuk menjelaskan gejala geologi kawasan Pulau Timor. Mineral industri adalah mineral bahan baku dan bahan penolong dalam industri.75°S ~ 1. gas dan batubara atau bituminus lainnya. belerang. segmen Musi (3. Peta anomali gaya berat dapat menunjukkan dengan baik pola hasil tektonik ini. segmen Renun (2. maka usaha-usaha penelusuran keberadaan mineral ekonomis telah dilakukan oleh banyak orang. mangan. mika. Hal ini terlihat pada pola sebaran jalur subduksi Indonesia Barat (Katili dan Hartono. Tektonik Indonesia Barat dan Timur Pembahasan tatanan teknonik Indonesia menggunakan pendekatan tektonik lempeng telah lama dilakukan. Westerveld (1952) menerbitkan peta jalur kegiatan magmatik.5°S).55°N). segmen Angkola (0. misalnya felspar.3°S ~ 4. 1999) Keberadaan Mineral Logam Pembentukan mineral logam sangat berhubungan dengan aktivitas magmatisme dan vulkanisme.2°N).3°S).35°S ~ 3. Belakangan panas bumi dan uranium juga masuk dalam golongan ini walaupun cara pembentukannya berbeda.~ 200 kilometer. Pergerakan dinamis menyolok hanya terjadi pada perputaran Kalimantan serta peregangan selat Makassar. besi. Di bagian barat. 1983. sementara di sebelah timur pertemuan subduksi antara lempeng samudra Australia dan lempeng-lempeng mikro Tersier mengkontruksikan sistem busur Sunda sebagai busur kepulauan (island arc) kepulauan yang lebih labil. Dickinson (1971). segmen Manna (4.

dan cebakan nikel ini disebut saprolit. Sebagai sebuah roofpendant. Irian Jaya. karena terjadi di daerah dangkal dan suhu rendah. gold-silver-barite-base metal mineralization. 1980) sebagai pulau-pulau kecil di berada di kepulauan Maluku. berupa subduksi pada lempeng benua bersifat asam. Lingkungan lain adalah kondisi gunungapi di daerah laut dangkal. Contoh baik atas porfiri terdapat di kompleks Grasberg di Papua. Sumatera-Meratus. Dengan demikian peran minyak dan gas bumi dalam peningkatan perolehan devisa negara masih sangat diperlukan. Sikumbang (1990). Keberadaan Minyak dan Gas Bumi Energi minyak dan gas bumi mempunyai peran yang sangat strategis dalam berbagai kegiatan ekonomi dan kehidupan masyarakat. Batuan granitik yang lapuk akan menghasilkan mineral pembawa aluminium. Keberadaannya di permukaan disebabkan oleh lempeng benua Pasifik yang terangkat ke daratan oleh proses obduksi dengan lempeng benua Eurasia. dan 8 lainnya belum diketahui. nikel. Pelapukan akan menguraikan batuan ultrabasa tersebut menjadi mineral terlarut dan tak terlarut.kemungkinan keterdapatan mineral logam dasar yang pembentukannya berkaitan dengan kegiatan magmatik. Contoh cukup baik atas skarn terdapat di Erstberg (Sudradjat. Bangka. 1993). Batu Hijau di Sumbawa. zona skarn bergradasi dari metasomatik contact sampai metamorphic zone (Juharlan. high sulphidation epithermal mineralization. Jebakan tersebut merupakan hasil mineralisasi utama yang umumnya berupa porphyry copper-gold mineralization. Skarn Erstberg berupa roofpendant batugamping yang diintrusi oleh granodiorit. Pada umumnya minyak bumi dewasa ini memiliki peran sekitar 80% dari total pasokan energi untuk konsumsi kebutuhan energi di Indonesia. antara lain bauxit. Borneo Barat-laut. low sulphidation epithermal mineralization dan sediment hosted mineralization. serta membawa mineral besi. Proses pengkayaan batuan karena pelapukan dikenal dengan nama pengkayaan supergen. Endapan kaya nikel dan magnesium oksida disebut krisopas. Proses ini dikenal sebagai proses epitermal. 1999). Proses ini juga dapat terjadi di lingkungan batuan vulkanik (volcanic hosted rock) maupun di batuan sedimen (sedimen hosted rock). Sumba-Timor. Air laut yang masuk ke dalam tubuh bumi berperan membawa larutan mineral ke permukaan dan mengendapkannya. Sulawesi-Mindanau Timur. Buton dan Gebe (Sudrajat. skarn mineralization. yang kemudian “disebarkan” oleh sesar Sorong (Katili. Busur yang belum diketahui potensi sumberdaya mineralnya adalah Paparan Sunda. dan Ratotok di Minahasa. nikel. Cameron (1980). Peridotit terbentuk di lingkungan lempeng samudera yang akan kaya mineral berat besi. Belitung dan Bintan. yang lebih dikenal dengan skarn. kobalt dan magnesium. memaparkan busur-busur magmatik seluruh Indonesia sebagai dasar eksplorasi mineral. Contoh pelapukan granit ini antara lain terjadi di Kalimantan Barat. Nayoan dkk. 1999). Teridentifikasikan 15 busur magmatik. magnesium dan mangan. ketika kegiatan fase akhir magmatisme membawa larutan hidrotermal dan air tanah. Proses pelapukan peridotit akan menghasilkan saprolit. Pelapukan ini terjadi di sebagian kepulauan Maluku. Kalimantan Tengah. Carlile dan Mitchell (1994). Proses mineralisasi dalam di lingkungan batuan vulkanik ini dikenal sebagai sistem porfiri (porphyry). silikat dan magnesium silikat dalam bentuk koloid yang mengendap. Busur yang menghasilkan jebakan mineral logam tersebut adalah busur magmatik Aceh. sehingga menghasilkan baruan bersifat asam. dengan mineralisasi utama bersifat disseminated sulfide dengan mineral bijih utama kalkopirit yang banyak pada veinlet (MacDonald. Contoh lain terdapat di Pongkor dan Cikotok di Jawa Barat. Sunda-Banda. Moon-Utawa dan dataran Utara Irian Jaya. berdasarkan data-data mutakhir Simanjuntak (1986). kobalt. 1994). yang menghasilkan mineral barit. 7 diantaranya membawa jebakan emas dan tembaga. kromit. Contoh terbaik atas proses ini terjadi di Pulau Wetar. Air tanah melarutkan karbonat. Sebagian besar host rock merupakan batuan vulkanik. Jebakan emas dapat terjadi di lingkungan batuan plutonik yang tererosi. Sebaran skarn dikontrol oleh oleh struktur geologi setempat. antara lain di pulau Gag. Cebakan yang terbentuk secara epitermal ini terdapat pada kedalaman kurang dari 200 m. Cebakan emas epitermal umumnya terbentuk pada bekas-bekas kaldera dan daerah retakan akibat sistem patahan. dan hanya beberapa yang merupakan sediment hosted rock. Konsep cebakan emas epitermal merupakan hal baru yang memberikan perubahan signifikan pada potensi emas Indonesia. (1974) dalam Barber (1985) menjelaskan bahwa terdapat hubungan yang erat antara cekungan minyak bumi yang berkembang di berbagai tempat dengan elemen-elemen tektonik yang ada. Proses ini sangat berhubungan dengan keberadaan jalur magmatik. . Halmahera Tengah. dan berasosiasi dengan batuan gunungapi muda berumur kurang dari 70 juta tahun. batuan yang kaya nikel. Adimangga dan Trail (1980). Talaud.

dan zona tumbukan (collision zone basin). 1985).Cekungan-cekungan besar di wilayah Asia Tenggara merepresentasikan kondisi setiap elemen tektonik yang ada. Panasbumi sebaai energi alternatif tidak mempunyai potensi bahaya seperti energi nuklir. Sumatera Tengah. (5) kendali lingkungan geotektonik endapan batubara dan (6) lingkungan pengendapan terbentuknya batubara. Pembentukan cekungan terjadi selama Neogen ketika terjadi proses penurunan cekungan dan sedimentasi yang bersifat transgresif. Secara lebih rinci. perkembangan sistem cekungan dan perangkap minyak bumi yang terbentuk sangat dipengaruhi oleh tatanan struktur geologi lokal. sedang pola cekungan di timurlaut berarah barat-laut – tenggara. (2) posisi muka air tanah (3) penurunan yang terjadi bersamaan dengan pengendapan. 1985). Kualitas batubara umumnya berupa bituminous. Keberadaan Panasbumi Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki panas bumi terbesar di dunia. Sumatera dan Kalimantan Timur sedang pematangan karena tekanan tektonik terbentuk di Ombilin. merupakan tempat prospektif minyak bumi. telah diketahui ada sekitar 60 basin yang diprediksi mengandung cebakan migas yang cukup potensial. Sawu. Sumatera Barat (Sudradjat. yaitu cekungan busur muka (forearc basin). Proses itu diperkuat oleh gaya-gaya kompresi telah menjadikan berbagai batuan sedimen berumur Paleogen menjadi perangkap struktur sebagai tempat akumulasi hidrokarbon (Barber. tempat endapan-endapan kontinen bertumbukan dengan kompleks subduksi. Keberadaan endapan aspal di Buton berasosiasi dengan zona tumbukan antara mikro kontinen Tukang Besi dengan lengan timur-laut Sulawesi. Bituni dan Salawati di sekitar Kepala burung Papua. Di Indonesia lapangan panasbumi tersebar di sepanjang . (4) pantai berpenghalang dan (5) estuaria (Diessel. Tarakan. Batubara di Indonesia umumnya menyebar tidak merata. merupakan cekungan yang masuk dalam kategori ini. Zona tumbukan (collision zone). 1999). 1986). 1985. Sumber dan reservoar hidrokarbon terperangkap struktur di bagian bawah foot-wall sesar normal serta di bagian bawah hanging-wall sesar sungkup (Simanjuntak dkk. cekungan lengan timur Sulawesi. (3) dataran delta. Keberadaan lapangan panas bumi tersebut secara umum dikontrol oleh keberadaan sistem gunungapi. serta Buton. dan dilanjutkan bersifat regresif di Miosen Tengah (Barber. 1999). 1992). Pematangan minyak sangat didukung oleh adanya heat flow dari proses penurunan cekungan dan pembebanan. Berdasarkan data terakhir yang dikumpulkan dari berbagai sumber. 1985). cekungan busur belakang (back-arc basin). sedang pola cekungan di Laut Jawa bagian barat-laut berarah berarah timur-laut – baratdaya. 1992). Natuna Timur. serta dari sisi pencemaran jauh lebih rendah dari batubara. 60% terletak di Sumatera Selatan dan 30% di Kalimantan Timur dan Selatan. 1984). Cekungan Kutai dan Tarakan merupakan cekungan intra kraton (intracratonic basin) di Indonesia. sedang beberapa terbentuk di lingkungan cekungan antar pegunungan. cekungan intra kraton (intracratonic basin). Cekungan busur belakang di timur Sumatera dan utara Jawa merupakan lapangan-lapangan minyak paling poduktif. batubara sub bituminus berumur Miosen dan batubara bituminus berumur Eosen. Seram. Bengkulu. Kehadiran minyak di Papua berasosiasi dengan lipatan dan patahan Lenguru. Sibolga. (Barber. Cekungan Bula. Antrasit berkualitas rendah karena pemanasan oleh intrusi ditemukan di Bukit Asam. Banda. yang merupakan tumbukan mikro kontinen Papua Barat dengan tepi benua Australia (Barber. 1994. Demikian pula pola sebaran cekungan Laut Jawa sebelah selatan sangat dipengaruhi oleh pola struktur berarah timur-barat (Brandsen & Mattew. Sartono. Diantaranya basin Sumatera Utara. Pola-pola ini menjadiken pembentukan delta berjalan efektif sebagai pembentuk perangkap minyak bumi maupun batubara. Perulangan gaya kompresif dan ekstensional dari proses peregangan berarah utaraselatan mempengaruhi pola pembentukan antiklinorium dan cekungan Palembang yang berarah N300oE (Pulunggono. dengan Banggai Sula sebagai kompleks ofiolit (Barber. struktur pull apart basin menentukan perkembangan sistem cekungan Sumatera Utara (Davies. termasuk dalam steaming coal. Asem-Asem. Urutan kualitas batubara cenderung menggambarkan umurnya. paralik dan delta. Keberadaan Batubara dan Bituminus Parameter yang mengendalikan bembentukan batubara adalah (1) sumber vegetasi. Natuna Barat. Sebagai contoh. dll. Selama ini batubara di Indonesia dihasilkan oleh cekungan berumur Tersier. dan tepi kontinen (continent margin basin). (2) lembah aluvial. Sebagian besar batubara terbentuk di lingkungan litoral. Batubara lazim terbentuk di lingkungan (1) dataran sungai teranyam. (4) penurunan yang terjadi setelah pengendapan. 1985). Gambut berumur Resen sampai Paleosen. Jawa Barat Utara.

Batuan vulkanik hasil kegiatan gunungapi yang berumur Eosen hingga sekarang merupakan penyusun utama pulau Jawa. yaitu batuan-batuan vulkanik yang terbentuk oleh (1) Eosen-Oligosen awal. Pengembangan geotermal di Indonesia saat ini dikonsentrasikan di Sumatera.000 MWe. untuk kawasan Gunungsewu dan sekitarnya. Formasi Butak. Jalur ini merentang dari ujung barat-laut Sumatera sampai kepulau Nusatenggara.7. Sutanto (1993) mengelompokkan batuan vulkanik Jawa berdasarkan waktu terbentuknya. di Cirotan menujukkan umur 1. 1991) dan jumlah cadangan lebih dari 98 ton Au dan 1. misalnya intrusi dasit Ciemas Jawa Barat dan granodiorit Meruberi Jawa Timur serta retas-retas basalt yang banyak terdapat di Kulonprogo Yogyakarta dan Pacitan Jawa Timur (Soeria-Atmadja. 1994). misalnya terdapat di Cibuniasih. Sutanto. Formasi Mandalika dan Fomasi Arjosari. Sulawesi (6).65 juta tahun (Soeria-Atmadja. yang sejajar dengan jalur penunjaman.026 Ag (Milesi dkk..7 juta tahun. 1991). sepanjang 3. Nusatenggara (8) dan Maluku (3). Jalur penyebaran gunungapi di Indonesia terdiri dari jalur gunungapi tua (Tersier) dan muda (Kwarter). serta (5) vulkanisme Kwarter. Formasi Semilir. Vulkanisme yang terkait dengan mineralisasi umumnya menunjukkan umur yang relatif muda. Hal ini dikarenakan kawasan tersebut telah memiliki infrastruktur yang memadai serta memiliki pertumbuhan kebutuhan listrik yang tinggi. 1993). terdapat 217 lokasi prospek. juta tahun. serta di Jawa Timur dikenal dengan nama Formasi Besole.7 juta tahun. sedang kerak samudera yang membentuk busur kepulauan (island arc) mempengarui kegiatan vulkanisme Tersier Jawa bagian timur (Carlile & Mitchell. Formasi Gabo. Jawa-Bali (22). yaitu perioda Eosen Akhir – Miosen Awal yang sebagian besar berafinitas toleitik dan perioda Miosen Akhir – Pliosen yang sebagian besar berafinitas alkali kapur K tinggi (Soeria-Atmadja dkk. 1991. Formasi Giripurwo untuk wilayah Kulonprogo dan sekitarnya. Batuan-batuan volkanik Tersier di atas dikenal sebagai batuan vulkanik kelompok Andesit Tua (van Bemmerlen. Paripurno dan Sutarto. Formasi Totogan. kemudian melengkung ke Maluku dan Sulawesi Utara. sedang termuda terdapat di Bayah dengan umur 2. Tipe lain berupa volcanogenic massive sulphide mineralization. 1994). dengan total cadangan sekitar 9.100 Mwe.700 km yang dikenal banyak mengandung endapan bijih logam (Carlile & Mitchell. Kegiatan vulkanisma Tersier terjadi dalam dua perioda. Pentarikhan pada beberapa urat di Pongkor menunjukkan umur 2. batuan volkanik Tersier tertua terdapat di Pacitan dengan umur 42. 1999). Secara umum cadangan yang terdapat di Jawa bagian barat lebih besar dibanding yang terdapat di Jawa bagian timur. Kerak kontinen yang membentuk tepi benua aktif (active continent margin) mempengaruhi kegiatan vulkanisme Tersier Jawa bagian barat. yang saat ini lebih dikenal dengan nama Formasi Jampang. Terbentuknya jalur gunungapi ini merupakan hasil dinamika subduksi ke arah utara lempeng Samudera Hindia ke Lempeng Benua Eurasia (Katili. Lapangan prospek tersebut tersebar di Sumatera (31). Kegiatan vulkanisma umumnya menghasilkan komposisi batuan bersifat andesitik. Proses hidrotermal di Jawa yang terdapat mulai dari Pongkor Jawa Barat sampai Sukamade Jawa Timur. Miosen Tengah – Pliosen. 1982: Sudarman dkk.000 km. Pada jalur memanjang sekitar 7. sedang tipe veins assosiated with porphyry system misalnya terdapat di Ciomas. (2) vulkanisme Eosen-Miosen Akhir. dengan lebar 50-200 km tersebut. Jawa-Bali dan Sulawesi Utara. 1999). Beberapa singkapan batuan beku bersifat dasitik terdapat di beberapa tempat.4 (Sumanagara dan Sinambela. Formasi Kebo. Formasi Dukuh. untuk wilayah Kebumen dan sekitarnya. Sebagian besar cebakan merupakan tipe low sulphidation epithermal mineralization. serta di Ciawitali menujukkan umur . 1996). Formasi Semilir. terdiri dari 70 lokasi prospek entalpi tinggi (t > 200oC) dan selebihnya entalpi menengah dan rendah. serta Formasi Kaligesing. (3) vulkanisme Eosen Akhir – Miosen Awal. (Sudrajat. Cadangan terbesar di Jawa bagian barat terdapat di Pongkor dengan kadar ratarata 17. Formasi Nglanggran. Berdasarkan pentarikhan umur dengan menggunakan metoda K/Ar. dengan seluruh potensi mencapai 20. 1989) yang berlangsung sejak jaman Eosen (Hall.jalur gunungapi yang memperlihatkan kegiatan sejak Kwarter hingga saat ini. 1991) beberapa batuan berafinitas shosonitik terdapat di Pacitan dan Jatiluhur (Sutanto. Pola ritmik initerjadi karena adanya perubahan sudut penunjaman. 1993. dan sediment hosted mineralization hanya terdapat di beberapa tempat. misalnya di Cikotok. Formasi Cikotok dan Formasi Cimapag untuk wilayah Jawa Barat. (4) vulkanisme Miosen Tengah – Pliosen. 1933). 1998) Mineralisasi Busur Vulkanik Jawa: Sebuah Contoh Busur vulkanik Jawa merupakan bagian dari busur vulkanik Sunda-Banda yang membentang dari Sumatera hingga Banda.

dasit dan basalt (Sumanagara dan Sinambela.5 juta tahun. Di Pongkor urat-urat tersebut berada pada lingkungan vulkanik kaldera purba yang terdiri dari batuan tufa breksi. 1991).5 juta tahun yang diintrusi oleh mikrodiorit berumur 4. Namun daibalik dari semua itu ada sisi baik dari sebuah bencana yang terjadi selama ini dengan kelimpahan selain sumber daya alam adalah berupa bahan tambang yang telah dapat kita nimati. 1994).5 juta tahun (Milesi dkk. Gempa dan bencana lain suatu saat dan kapan saja akan terjadi pada kita. piroklastika dan lava bersusunan andesit-basalt yang diintrusi oleh andesit.1. . Di Cirotan urat-urat tersebut memotong ignimbrit riodasit berumur 9. Rasa syukur kita senantiasa menjauhkan kita dari bencana dan marabahaya yang sewaktu – waktu datang pada kita..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful