LEMPENG TEKTONIK INDONESIA Bumi merupakan salah satu planet dari galaksi bimasakti.

Manusia dan ciptaan Tuhan melangsungkan kehidupan di bumi. Kita hidup di bumi berada di bagian kerak bumi (lithospher) atau di permukaan bumi. Permukaan bumi terbentuk dari berbagai macam batuan yang kurang lebih 80% adalah diselimuti oleh batuan sedimen dengan volume kurang lebih 0,32% dari volume bumi. Setiap daratan di bumi ini di bentuk oleh batuan – batuan ang bermacam – macam. Dari sejumlah batuan yang memiliki ciri khas yang berbeda – beda terangkum dalam sebuah lempeng – lempeng yang tersebar di seluruh dunia. Lempeng – lempeng di permukaan bumi bersifat dinamis, karena adanya perbedaan perlapisan dan tenaga endogen yang mengakibatkan pergerakan lempeng. Dari pergerakan lempeng dapat menimbulkan sebuah siklus batuan yang tak dapat dipungkri adanya. Lempeng tektonik adalah bagian dari kerak bumi dan lapisan paling atas, yang disebut juga lithosphere. Atau menjelaskan tentang gerakan bumi dengan skala besar dari lithoepher bumi. Teori yang meliputi konsep-konsep lama (kontinental drift) dikembangkan selama satu setengah abad sejak abad ke-20 oleh Alfred Wegner tentang lantai samudra (seafloor) pada tahun 1960-an. Lempeng tektonik memiliki tebal sekitar 100 km (60 mill) yang terdiri dari dua jenis bahan pokok yaitu kerak samudra (disebut juga sima yang terdiri dari silikon dan magnesium) dan kerak benua (disebut juga sial yang terdiri dari silicon dan megnesium). Komposisi dari dua jenis lapisan terluar atau kulit dari kerak samudra adalah batuan basalt (mafic) dan kerak benua terdiri dari batuan granitic yang prinsip kepadatannya rendah. Permukaan bumi terdiri dari 15 lempeng besar (mayor) dan 41 lempeng kecil (minor), 11 lempeng kuno dan 3 dalam orogens, dengan jumlah keseluruhan 70 lempeng tektonik yang tersebar di seluruh permukaan bumi. Lempeng mayor di bumi di anataranya :
 African Plate covering Africa - Continental plate Afrika Plate meliputi Afrika - Benua piring  Antarctic Plate covering Antarctica - Continental plate Antarctic Plate meliputi Antartika  

   

Benua piring Australian Plate covering Australia - Continental plate Australia Plate meliputi Australia Benua piring Indian Plate covering Indian subcontinent and a part of Indian Ocean - Continental plate Indian Plate meliputi anak benua India dan merupakan bagian dari Samudra Hindia Benua piring Eurasian Plate covering Asia and Europe - Continental plate Eurasian Plate meliputi Asia dan Eropa - Benua piring North American Plate covering North America and north-east Siberia - Continental plate South American Plate covering South America - Continental plate Pacific Plate covering the Pacific Ocean - Oceanic plate

Lempeng tetonik memiliki nama yang berbeda – beda sesuai tempat atau asal lempeng itu berada. Pada 225 juta tahun yang lalu, seluruh daratan di bumi ini merupakan satu kesatuan yang disebut dengan Benua Pangaea pada zaman permian. Pergerakan lapisan bumi terus terjadi saat 200 juta tahun yang lalu pada zaman triassic terbagi menjadi 2 Benua Laurasia dan Benua Gondwanaland. Pergerakan lapisan bumi terjadi hingga saat ini terbagi menjadi 5 belahan benua. Perubahan keadaan permukaan bumi terjadi selama 4 zaman kurang lebih selama 225 juta tahun. Perubahan permukaan bumi ini yang mengakibatkan adanya batas – batas lempeng tektonik di masing – masing lapisan bumi. Pergerakan yang berasal dari tenaga endogen ini mengakibatkan sebuah siklus batuan dalam peroses pergeseran lempeng. Lempeng tektonik merupakan sebuah siklus batuan di bumi yang terjadi dalam skala waktu geologi. Sikklus batuan tersebut terjadi dari pergerakan lempeng bumi yang bersifat dinamis. Dengan pergerakan lempeng tektonik yang terjadi mampu membentuk muka bumi serta menimbulkan gejala – gejala atau kejadian – kejadian alam seperti gempa tektonik, letusan gunung api, dan tsunami. Pergerakan lempeng tektonik di bumi digolongkan dalam tiga macam batas pergerakan lempeng, yaitu konvergen, divergen, dan transform (pergeseran).

Batas Transform. dan meningkatnya kenaikan magma ke permukaan. lapisan litosfer menipis dan terbelah. 3. Yang salah satunya banyak di jumpai gunung api di bagian selatan Indonesia yang merupakan buah karya dari pergerakan lempeng Ino-Australian dengan lempeng Eurasian. Selain itu di bagian timur. Seperti telah dijelaskan sebelumnya. Setiap daratan atau negara atau benua di dunia di batasi oleh lempeng yang berbeda – beda. Terjadi bila dua lempeng tektonik bergerak saling menggelangsar (slide each other). aktivitas gunung berapi di sepanjang pulau Sumatra dan Jawa juga turut meningkat. Ketika sebuah lempeng tektonik pecah. Jumlah gunung api di Indonesia 177 gunung api. Keduanya tidak saling memberai maupun saling menumpu. Pematang gunungapi (volcanic ridges) dan parit samudra (oceanic trenches) juga terbentuk di wilayah ini. disebelah utara dibatasi dengan lempeng yang berbeda. Lempeng tektonik terus bergerak. proses ini menyebabkan pemekaran dasar laut (seafloor spreading). Hubungan ini menunjukkan bahwa volkanismamerupakan salah satu produk penting sistem tektonik. Pematang Tengah-Atlantik (Mid-Atlantic Ridge) adalah salah satu contoh divergensi yang paling terkenal. membujur dari utara ke selatan di sepanjang Samudra Atlantik. 2. Maka dari itu Indonesia memiliki titik gempa yang tersebar hampir diseluruh nusantara. Batas transform ini juga dikenal sebagai sesar ubahan-bentuk (transform fault). proses ini menyebabkan terbentuknya lembah retakan (rift valley) akibat adanya celah antara kedua lempeng yang saling menjauh tersebut. Disebelah barat hingga ke selatan dari Indonesia dibatasi oleh lempeng tektonik. serta parit samudra yang tak lain adalah Parit Jawa (Sunda). dan dibagian timur dibatasi dengan lempeng yang berbeda pula. subduksi antara dua lempeng menyebabkan Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia menyebabkan terbentuknya deretan gunung berapi yang tak lain adalah Bukit Barisan di Pulau Sumatra dan deretan gunung berapi di sepanjang Pulau Jawa. Wilayah dimana suatu lempeng samudra terdorong ke bawah lempeng benua atau lempeng samudra lain disebut dengan zona tunjaman (subduction zones). tidak heran bila terjadi gempa yang bersumber dari dasar Samudra Hindia. Dikarenakan sifatnya dinamis dan kekuatan masing – masing lempeng berbeda – beda. Jadi Indonesia dibatasi oleh 3 lempeng mayor dunia yang berbeda. Lempeng Indo-Australia adalah lempeng yang menunjam ke bawah lempeng Eurasia. Pola penyebaran gunungapi menunjukkan jalur yang hampir mirip dengan pola penyebaran fokus gempa dan tipe aktivitas kegunungapiannya tergantung pada batas lempengnya. maka terbentuk 3 batas lempeng tektonik Gempa yang terjadi di akibatkan oleh pergerakan lempeng tektonik. Jenis batas antara kedua lempeng ini adalah konvergen. Pada lempeng samudra. yang mengakibatkan keduanya bergerak saling menumpu satu sama lain (one slip beneath another). Akibatnya berbagai gejala alam di Indonesia sering terjadi.1. Terjadi pada dua lempeng tektonik yang bergerak saling memberai (break apart). Terjadi apabila dua lempeng tektonik tertelan (consumed) ke arah kerak bumi. Negeri kita tercinta berada di dekat batas lempeng tektonik Eurasia dan Indo-Australia. Batas Konvergen. membatasi Benua Eropa dan Afrika dengan Benua Amerika. Jadi. Di zona tunjaman inilah sering terjadi gempa. Suatu saat gerakannya mengalami gesekan atau benturan yang cukup keras. Dan apabila dilihat pada daerah Indonesia yang merupakan daerah ternbanyak yang dilewati oleh titik – titik gempa yang tersebar di seluruh nusantara. Indonesia terletak pada jalur gunungapi tersebut dan merupakan negara dengan jumlah gunungapi terbanyak. yaitu lempeng Philipina. Sedangkan pada lempeng benua. Bila ini terjadi. membentuk batas divergen. dan Indo-Australia. Bali dan Lombok. Serta . Dari ketiga batas lempeng yang mendukung adanya siklus batuan di bumi ini. Pasifik. timbullah gempa dan tsunami. yang seringkali diikuti dengan tsunami. bertemu 3 lempeng tektonik sekaligus. Batas Divergen. yaitu bergerak sejajar namun berlawanan arah.

dan di sini pulalah satu-satunya di dunia terdapat laut antarpulau yang terdalam (-5000 meter) (Laut Banda). amfibia. satu dari enam burung. dan ketektonikaannya. serta . batubara Indonesia yang jumlahnya cukup besar dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Bayangkan. sebagaimana terbukti dengan temuan fosil manusia purba di beberapa tempat di Indonesia. Meskipun berumur muda. daerahnya mempunyai akumulasi minyak dan gasbumi yang tergolong besar. Kemiringan ini terjadi karena adanya perbedaan arah gerak dengan arah tunjaman yang tidak 90o.Hindia-Australia Pasifik yang menghasilkan deretan busur kepulauan dan jajaran gunungapi. 1993). Meskipun Indonesia hanya meliputi sekitar 4 % dari luas daratan di Bumi. Ini tidak hanya berlaku saat ini yang memungkinkan orang dapat bercocok tanam dan memperoleh hasil yang baik karena tanah subur dan air yang berlimpah. punggungan muka busur. pemineralan yang kaya dan khas. sabana.700 km. 1/8 dari jumlah yang terdapat di dunia). berbagai anggitan (konsep) geologi mulai berkembang di sini. satu dari sepuluh tumbuhan dunia terdapat di Indonesia (Kartawinata dan Whitten. dengan satu-satunya pegunungan lipatan tertinggi di daerah tropika sehingga bersalju abadi (Pegunungan Tengah Papua). dan rupabumi yang menakjubkan (Sukamto dan Purbo-Hadiwidjoyo. keterhuniannya. Sejarah geologi dan geomorfologinya yang beranekaragam. pengendapan sumber energi yang melimpah. Jawa. tetapi merupakan salah satu jejak sistem penunjaman busur Sunda. Busur Sunda: Produk Geodinamika Regional Sistem penunjaman Sunda merupakan salah satu contoh yang baik untuk menunjukkan hubungan geodinamika Indonesia dengan geodinamika regional. yang berlangsung selama Kenozoikum Tengah – Akhir (Katili. serta berlanjut ke Andaman-Nicobar dan Burma. Maka. danau-danau yang dalam dan dangkal.gunung api juga di temui di daerah sebagain dari pulau halmahera dan sebagian dari pulau sulawesi yang merupakan tempat pertemuan lempeng pasifik dengan lempeng eurasian. tidak ada satu negeri pun selain Indonesia yang mempunyai begitu banyak mamalia. Dari segi ilmu kebumian. dan busur vulkanik. 1993). 1989) Menurut Hamilton (1989) Palung Sunda bukan menunjukkan batas litosfer samudera India. Beberapa jalur pegunungan lipatan dunia pun saling bertemu di Indonesia. dan lain-lain. Sedimen dalam palung terdiri dari sedimen klastik turbidit longitudinal. dan reptilia dunia terdapat di Indonesia. hutan bakau dan vegetasi pantai lainnya. tanah yang subur. gletsyer. tetapi juga pada masa lampau. Oleh sebab itulah. Indonesia juga memiliki keanekaragaman ekosistem yang lebih besar dibandingkan dengan kebanyakan negara tropika lainnya. kepulauan Andaman dan Burma. Dua jalur gunungapi besar dunia bertemu di Nusantara. Arah penunjaman menunjukkan beberapa variasi. Di sinilah wilayah tempat saling bertemunya tiga lempeng besar dunia : Eurasia . dan kisaran ikim dan ketinggiannya telah mengakibatkan terbentuknya banyak jenis hutan daratan dan juga hutan rawa. dan laut sangat dalam antara dua busur kepulauan (-7500 meter) (Dalaman Weber). cekungan muka busur. Indonesia pun dibentuk oleh pertemuan dua dunia : asal Asia dan asal Australia. Sistem penunjaman Sunda ini merupakan tipe busur tepi kontinen sekaligus busur kepulauan. Sistem penunjaman Sunda berawal dari sebelah barat Sumba. ke Bali. dan Sumatera sepanjang 3. Inilah wilayah yang memiliki salah satu paparan benua yang terluas di dunia (Paparan Sunda dan Paparan Sahul). 1989. Hamilton. Penunjaman mempunyai kemiringan sekitar 7o. Indonesia penting dalam dunia paleoantropologi sebagai salah satu pusat buaian peradaban manusia di dunia. Busur ini menunjukkan morfologi berupa palung. Indonesia benar-benar merupakan daerah yang sangat menarik. Bagian tertentu Indonesia sangat baik untuk dihuni. 1991). atau mendapatkan tempat untuk mengujinya (Sukamto dan Purbo-Hadiwidjoyo. Salah satu jalur timah terkaya di dunia menjulur sampai di Nusantara. yaitu relatif menunjam tegak lurus di Sumba dan Jawa serta menunjam miring di sepanjang Sumatera. Ini mengakibatkan begitu kayanya biodiversitas Indonesia. Kepentingannya terletak pada rupabuminya. jenis dan sebaran endapan mineral serta energi yang terkandung di dalamnya. Tak kalah pentingnya adalah endapan nikel dan kromit yang terbawa oleh tesingkapnya kerak Lautan Pasifik di beberapa wilayah di Indonesia Timur. Semua kepentingan dan keunikan geologi Indonesia ini timbul karena latar belakang perkembangan tektonik wilayah Nusantara.

000 km dari palung.7 cm/tahun.000 m. Diantara Propinsi Jawa dan Sumatera Tengah – Selatan terdapat Selat Sunda yang merupakan batas tenggara lempeng Burma.2 cm/tahun. Palung Burma mempunyai kedalaman kurang dari 3. Sejarah tektonik Pulau Sumatera berhubungan erat dengan dimulainya peristiwa pertumbukan antara lempeng India-Australia dan Asia Tenggara. yang berjarak 3.200 km. Busur magmatik ini berubah dari kecenderungan bersifat kontinen di Sumatera. Ketebalan endapan di propinsi ini sekitar 8. Sudut penunjaman yang sangat miring. sedang sebelah timur didominasi oleh keberadaan lempeng benua. Sedimen memiliki ketebalan antara 200 – 900 m.000 – 10. yang mengakibatkan rangkaian perubahan sistematis dari pergerakan relatif lempeng-lempeng disertai dengan perubahan kecepatan relatif antar lempengnya berikut kegiatan ekstrusi yang terjadi padanya. Berdasarkan karakteristik morfologi. busur Sunda dibagi menjadi beberapa propinsi.menunjukkan pembentuk lantai samudera dan asal turbidit. Pulau Sumatera tersusun atas dua bagian utama.6 juta tahun lalu. sebelah barat didominasi oleh keberadaan lempeng samudera. Provinsi Jawa bermula dari Sumba sampai Selat Sunda. Busur akresi terbentuk selebar 75 – 150 km dari palung dengan ketebalan material terakresi mencapai 15 km. sekitar 45. Dinamika akresi dapat ditunjukkan oleh imbrikasi internal serta pertumbuhan vertikal dan horisontal material terakresi. dan di barat-laut Pulau Simalur cenderung ke utara – barat-laut. Berdasarkan gaya gravitasi.0 – 5. Punggungan muka busur mengalami migrasi.000 m. Sedimen dasar palung mempunyai ketebalan sekitar 2 km di utara dan 1 km di selatan.1 cm/tahun. Kerangka tektonik utama antara Jawa dan Sumatera secara umum dipotong oleh selat Sunda yang dianggap sebagai zona diskontinyuitas. dengan lempeng Burma memisah ke arah barat daya dari lempeng Eurasia. di sebelah barat Pulau Simalur sumbu palung menajam ke barat. Pertemuan di sepanjang propinsi ini sangat miring dan kecepatan penunjaman ke arah utara mengalami penurunan 5. Palung mempunyai kedalaman berkisar antara 3. 1979).Nikobar. dengan kecepatan di sektor Sumatera lebih besar dari litosfer samudera.000 m. Sedimen klastik tersebut terutama berasal dari Sungai Gangga dan Brahmaputra di India. Provinsi Sumatera Selatan dan Tengah mempunyai kedalaman palung yang berangsur menurun dari 6. Penunjaman miring dengan komponen penunjaman menurun ke utara antara 7.000 m. Busur vulkanik yang sekarang aktif di atas zona Benioff berada pada kedalaman 100 – 130 km. Komponen gerak lateral ini mempengaruhi terbentuknya sesar Sagaing di Burma. Komponen lateral ini dipengaruhi oleh pemekaran di laut Andaman.000 – 5. Di propinsi ini pertemuan lempeng sangat miring. Namun apabila dicermati dari data geofisika tang ada. Sesar Sumatra: Produk Geodinamika Busur Sunda Sesar besar Sumatra dan Pulau Sumatra merupakan contoh rinci yang menarik untuk menunjukkan akibat tektonik regional pada pola tektonik lokal. Komposisi vulkanik muda bervariasi secara sistematis yang berkesesuaian antara karakter litosfer dengan magma yang dierupsikan. Pada Propinsi Sumatera Utara . Saat ini konvergensi sepanjang propinsi Jawa mencapai 7. dengan kisaran kecepatan penunjaman berkisar antara 0. Sumatera Selatan dan Tengah. transisional di Jawa ke busur kepulauan (oceanic island arc) di Bali dan Lombok. Di sini punggungan muka busur menjadi punggungan Indoburman dan cekungan muka busur menjadi palung sebelah barat dari Lembah Burma. bukan oleh luncuran di lereng punggungan akresi.500 – 5.5 cm/tahun dengan sudut penunjaman antara 5o – 8o. Imbrikasi di bawah punggungan muka busur mempunyai ketebalan lebih dari 10 km.000 m. ketebalan endapan palung busur dan arah penunjaman. Di Pulau Andaman palung cenderung berarah utara – selatan dengan kedalaman sekitar 3. Cekungan muka busur berada di antara punggungan muka busur dan garis pantai sistem penunjaman Sunda dengan lebar 150 . Andaman dan Burma. dan ketebalan lempeng benua sekitar 40 kilometer (Hamilton.6 – 4. Selat Sunda adalah unsur utama pemisah propinsi Jawa dan Sumatera busur Sunda. Palung hanya berisi sedimen tipis dengan sedikit sedimen pelagis. Di propinsi ini palung Sunda mempunyai kedalaman lebih dari 6. Formasi bancuh di busur akresi dihasilkan oleh oleh penggerusan yang berhubungan dengan subduksi. Sumatera Utara – Nicobar. Gerak lempeng . Selat ini diasumsikan batas sebagai batas tenggara lempeng Burma. yang merupakan hasil penggilasan simultan yang disertai pemencaran oleh gravitasi. batas Jawa dan Sumatera terletak di sekitar Banten dan Jawa Barat. Komponen pergeseran lateral yang bekerja di lempeng ini diasumsikan sangat berperan dalam membentuk sistem strike slip fault di Sumatera. Dari timur ke barat terdiri dari propinsi Jawa.7 – 0. relatif menuju ke arah kraton.000 m. magnetisme dan seismik ketebalan lempeng samudera sekitar 20 kilometer. Bagian dasar cekungan Jawa dan Sumatera mempunyai kecepatan tipikal litosfer samudera.

besarnya slip-vector ini secara geometri akan mengalami kenaikan ke arah barat-laut sejalan dengan semakin kecilnya sudut konvergensi antara dua lempeng tersebut. Proses penunjaman miring di sekitar Pulau Sumatera ini mengakibatkan adanya pembagian / penyebaran vektor tegasan tektonik. 1993 dalam Natawidjaja. Slip-vector sejajar palung ini tidak cukup diakomodasi oleh sesar Sumatera tetapi juga oleh sistem sesar geser lainnya di sepanjang Kepulauan Mentawai. (5) sesar Mentawai dan homoklin.6 kilometer. punggungan busur muka dan cekungan busur muka telah terfragmentasi akibat proses yang terjadi. Proses tumbukan ini. sehingga disebut zona sesar Mentawai (Diament. (3) topografi cekungan busur muka dangkal. (3) kedalaman cekungan busur muka 1 ~ 2 kilometer. 1982). 1994). untuk mengakomodasikan perpindahan massa secara tektonik (Tapponier dkk. dan (6) sudut kemiringan penunjaman sangat tajam. Sebagai konsekuensi dari kenaikan slip-vector pada daerah busur-muka ini. (3) cekungan busur muka terbentuk sederhana. yang dipisahkan oleh punggungan busur muka dan cekungan busur muka relatif utuh. Sedikitnya terdapat 19 bagian dengan panjang masing-masing segmen 60 . maka secara teoritis akan menaikkan slip-rate di sepanjang sesar Sumatera ke arah barat-laut. 1991) Sesar Sumatera sangat tersegmentasi. 1983 dalam Natawidjaja. yaitu slipvector yang hampir tegak lurus dengan arah zona penunjaman yang diakomodasi oleh mekanisme sistem sesar anjak. (2) busur vulkanik berada di sebelah utara sesar Sumatera. Hal ini terutama berada di prisma akresi dan slip-vector yang searah dengan zona penunjaman yang diakomodasi oleh mekanisme sistem sesar besar Sumatera. 1991). Bagian selatan terdiri dari lempeng mikro Sumatera. Bagian tengah Pulau Sumatera memberikan kenampakan tektonik: (1) sepanjang 350 kilometer potongan dari sesar Sumatera menunjukkan posisi memotong arah penunjaman. Selanjutnya sebagai respon tektonik akibat dari bentuk melengkung ke dalam dari tepi lempeng Asia Tenggara terhadap Lempeng Indo-Australia. dengan kedalaman 1 ~ 2 kilometer dan dihancurkan oleh sesar utama. Penurunan kecepatan terus terjadi sehingga tinggal 30 milimeter/tahun pada awal proses konfigurasi tektonik yang baru (Charshin Liu et al. bagian tengah cenderung tidak beraturan dan bagian utara yang tidak selaras dengan pola penunjaman. dan (6) sudut kemiringan tunjaman relatif seragam. berada pada posisi 125 ~ 140 kilometer dari garis penunjaman. Keadaan Pulau Sumatera menunjukkan bahwa kemiringan penunjaman. (4) punggungan busur muka relatif dekat. (4) punggungan busur muka secara struktural dan kedalamannya sangat beragam. Sieh. 1992). di Kepahiang sebesar 11 milimeter / tahun (Natawidjaja. (5) homoklin yang terletak antara punggungan busur muka dan cekungan busur muka tercabikcabik. dan (6) sudut kemiringan penunjaman beragam. Segmen-segmen sesar sepanjang 1900 kilometer tersebut merupakan upaya mengadopsi tekanan miring antara lempeng Eurasia dan India–Australia dengan arah tumbukan 10°N ~ 7°S. Bagian utara Pulau Sumatera memberikan kenampakan pola tektonik: (1) sesar Sumatera berbentuk tidak beraturan. Pertambahan slip-vector ini mengakibatkan terjadinya proses peregangan di antara sesar Sumatera dan zona penunjaman yang disebut sebagai lempeng mikro Sumatera (Suparka dkk.India-Australia yang semula mempunyai kecepatan 86 milimeter / tahun menurun secara drastis menjadi 40 milimeter/tahun karena terjadi proses tumbukan tersebut. dan terbagi-bagi menjadi berapa blok oleh sesar turun miring . Bagian selatan Pulau Sumatera memberikan kenampakan pola tektonik: (1) Sesar Sumatera menunjukkan sebuah pola geser kanan en echelon dan terletak pada 100 ~ 135 kilometer di atas penunjaman. yang terbentuk sejak 2 juta tahun lalu dengan bentuk. 2000). 1994). di Bukit Tinggi sebesar 12 milimeter / tahun. (4) busur luar terpecahpecah. (2) busur vulkanik memotong dengan sesar Sumatera. Setelah itu kecepatan mengalami kenaikan yang mencolok sampai sekitar 76 milimeter/tahun (Sieh. geometri dan struktur sederhana.2 ~ 0. Oleh karena itu slip-vector komponen sejajar palung harus semakin besar ke arah barat-laut. Pengukuran offset sesar dan penentuan radiometrik dari unsur yang terofsetkan di sepanjang sesar Sumatera membuktikan bahwa kenaikan slip-rate memang benar-benar terjadi (Natawidjaja. Pengukuran slip-rate di daerah Danau Toba menunjukkan kecepatan gerak sebesar 27 milimeter / tahun. (2) lokasi gunungapi umumnya sebelah timur-laut atau di dekat sesar. 1994). sekitar 0. 1994) demikian pula di selat Sunda sebesar 11 milimeter / tahun (Zen dkk. (5) homoklin di belahan selatan sepanjang beberapa kilometer sama dengan struktur Mentawai yang berada di sebelah selatannya. menurut teori “indentasi” pada akhirnya mengakibatkan terbentuknya banyak sistem sesar geser di bagian sebelah timur India. Kenyataan menunjukkan bahwa adanya transtensi (trans-tension) Paleosoikum tektonik Sumatera menjadikan tatanan tektonik Sumatera menunjukkan adanya tiga bagian pola (Sieh. terdiri dari antiform tunggal dan berbentuk sederhana.

1986.4°N). Secara setempatsetempat Audley-Charles (1974) menerapkan teori ini untuk menjelaskan gejala geologi kawasan Pulau Timor.0°N ~ 3. Dickinson (1971). timah. Secara vertikal perkembangan struktur masih menyisakan permasalahan namun jika dilakukan pembangingan dengan struktur cekungan Sumatra Selatan. Banda. Di bagian barat. segmen Siulak (2.25°S). Mineral energi adalah minyak. dan Katili (1975.3°N ~ 1. Mineral industri adalah mineral bahan baku dan bahan penolong dalam industri. misalnya felspar.35°S ~ 2.8°N). Tumbukan Larami tersebut membentuk busur-busur geosinklin Sunda. Mineral logam yang termasuk golongan ini adalah tembaga. segmen Aceh (4. segmen Renun (2. dan kerak samudra Sunda. dalam Katili 1989). mika. belerang. Tatanan tektonik Indonesia bagian barat menunjukkan pola yang relatif lebih sederhana dibanding Indonesia timur. 1980). Kalimantan utara dan Halmahera-Papua.3°S). karena pola kenampakan anomali gaya berat (gambar 2.0°S).55°N). Kerak benua yang bekerja pada waktu itu terdiri dari kerak benua Australia.9°S ~ 5.35°S ~ 3. 1973 dan Pigram dkk.2°N ~ 4. segmen Sumani (1. pada suhu sekitar 200oC. yaitu segmen Sunda (6. perak. fluorit.3°N ~ 1. kerak benua Cina bagian selatan.~ 200 kilometer. (Sudradjat.5°S). emas. segmen Tripa (3.7°S ~ 0.. segmen Sianok (0. diatomea.2°N). segmen Ketaun (3. Tektonik Indonesia Barat dan Timur Pembahasan tatanan teknonik Indonesia menggunakan pendekatan tektonik lempeng telah lama dilakukan. Aplikasi teori ini untuk menerangkan gejala geologi regional di Indonesia dilakukan oleh Hamilton (1970.7°S).25°S). 1978). pada saat proses magmatisme akhir (late magmatism). Sementara keberadaan benua mikro yang dinamis karena dipisahkan oleh banyak sistem sesar (Katili.4°N). nikel dan aluminium. Westerveld (1952) menerbitkan peta jalur kegiatan magmatik. kerak samudra Pasifik. Sartono (1990) mengemukakan bahwa tatanan tektonik Indoenesia selama Neogen yang dipengaruhi oleh tatanan geosinklin pasca Larami. mangan. Mineral non logam yang termasuk golongan ini adalah fosfat. Mineral ekonomis adalah mineral bahan galian dan energi yang mempunyai nilai ekonomis. struktur-struktur di Pulau Sumatra secara vertikal berkembang sebagai struktur bunga.75°S ~ 2. sementara di sebelah timur pertemuan subduksi antara lempeng samudra Australia dan lempeng-lempeng mikro Tersier mengkontruksikan sistem busur Sunda sebagai busur kepulauan (island arc) kepulauan yang lebih labil. 1983. Kesederhanaan tatanan tektonik tersebut dipengaruhi oleh keberadaan Paparan Sunda yang relatif stabil.3°S ~ 4.25°S ~ 1.0°S ~ 0. segmen Musi (3.75°S ~ 5. 1978.0°N). segmen Kumering (5.2°N ~ 2. segmen Dikit (2. 1984 dalam Sartono. 1973. 1990) sangat mempengaruhi bentuk kerumitan tektonik Indonesia bagian timur. Busur-busur geosiklin ini merupakan zona akibat proses tumbukan kerak benua dan samudra. maka usaha-usaha penelusuran keberadaan mineral ekonomis telah dilakukan oleh banyak orang.65°S ~ 3. segmen Sulii (1. Dari peta tersebut dapat diperkirakan . segmen Angkola (0.8°S).75°S). Manfaat dari tatanan lempeng tektonik Indonesia Penyebaran mineral ekonomis di Indonesia ini tidak merata.9°S). pertemuan subduksi antara lempeng benua Eurasia dan lempeng samudra Australia mengkontruksikan busur Sunda sebagai sistem busur tepi kontinen (epi-continent arc) yang relatif stabil. segmen Semangko (5. benua mikro Sunda. Peta anomali gaya berat dapat menunjukkan dengan baik pola hasil tektonik ini. Berkenaan dengan hal tersebut.75°S ~ 1. besi. Belakangan panas bumi dan uranium juga masuk dalam golongan ini walaupun cara pembentukannya berbeda.9°N) Tatanan tektonik regional sangat mempengaruhi perkembangan busur Sunda. ziolit. Perbedaan sudut penunjaman antara propinsi Jawa dan propinsi Sumatera Selatan busur Sunda mendorong pada kesimpulan bahwa batas busur Sunda yang mewakili sistem busur kepulauan dan busur tepi kontinen terletak di selat Sunda.1°N). segmen Manna (4.6) menunjukkan bahwa pola struktur Jawa bagian barat yang cenderung lebih sesuai dengan pola Sumatera dibanding dengan pola struktur Jawa bagian Timur. Pergerakan dinamis menyolok hanya terjadi pada perputaran Kalimantan serta peregangan selat Makassar. gas dan batubara atau bituminus lainnya. Hal ini terlihat pada pola sebaran jalur subduksi Indonesia Barat (Katili dan Hartono.35°S). segmen Toru (1. Rab Sukamto (1975) dan Simanjuntak (1986) menerapkannya untuk memahami keruwetan Sulawesi. Seperti halnya penyebaran batuan. Penyimpulan tersebut akan menyisakan pertanyaan. segmen Barumun (0.0°N ~ 5.4°N ~ 5. segmen Seulimeum (5. penyebaran mineral ekonomis sangat dipengaruhi oleh tatanan geologi Indonesia yang rumit. dan Katili. 1999) Keberadaan Mineral Logam Pembentukan mineral logam sangat berhubungan dengan aktivitas magmatisme dan vulkanisme.

Contoh lain terdapat di Pongkor dan Cikotok di Jawa Barat. Sikumbang (1990). Proses ini juga dapat terjadi di lingkungan batuan vulkanik (volcanic hosted rock) maupun di batuan sedimen (sedimen hosted rock). gold-silver-barite-base metal mineralization. Halmahera Tengah. Keberadaannya di permukaan disebabkan oleh lempeng benua Pasifik yang terangkat ke daratan oleh proses obduksi dengan lempeng benua Eurasia. Sumba-Timor. yang menghasilkan mineral barit. (1974) dalam Barber (1985) menjelaskan bahwa terdapat hubungan yang erat antara cekungan minyak bumi yang berkembang di berbagai tempat dengan elemen-elemen tektonik yang ada.kemungkinan keterdapatan mineral logam dasar yang pembentukannya berkaitan dengan kegiatan magmatik. Contoh terbaik atas proses ini terjadi di Pulau Wetar. magnesium dan mangan. 1980) sebagai pulau-pulau kecil di berada di kepulauan Maluku. Pelapukan akan menguraikan batuan ultrabasa tersebut menjadi mineral terlarut dan tak terlarut. dengan mineralisasi utama bersifat disseminated sulfide dengan mineral bijih utama kalkopirit yang banyak pada veinlet (MacDonald. Contoh baik atas porfiri terdapat di kompleks Grasberg di Papua. . Borneo Barat-laut. Cebakan emas epitermal umumnya terbentuk pada bekas-bekas kaldera dan daerah retakan akibat sistem patahan. Cameron (1980). Adimangga dan Trail (1980). Pada umumnya minyak bumi dewasa ini memiliki peran sekitar 80% dari total pasokan energi untuk konsumsi kebutuhan energi di Indonesia. Carlile dan Mitchell (1994). Lingkungan lain adalah kondisi gunungapi di daerah laut dangkal. Contoh pelapukan granit ini antara lain terjadi di Kalimantan Barat. Teridentifikasikan 15 busur magmatik. Proses ini sangat berhubungan dengan keberadaan jalur magmatik. Keberadaan Minyak dan Gas Bumi Energi minyak dan gas bumi mempunyai peran yang sangat strategis dalam berbagai kegiatan ekonomi dan kehidupan masyarakat. Kalimantan Tengah. nikel. karena terjadi di daerah dangkal dan suhu rendah. 1999). Irian Jaya. Contoh cukup baik atas skarn terdapat di Erstberg (Sudradjat. silikat dan magnesium silikat dalam bentuk koloid yang mengendap. Sunda-Banda. berdasarkan data-data mutakhir Simanjuntak (1986). batuan yang kaya nikel. nikel. Proses pelapukan peridotit akan menghasilkan saprolit. dan hanya beberapa yang merupakan sediment hosted rock. Dengan demikian peran minyak dan gas bumi dalam peningkatan perolehan devisa negara masih sangat diperlukan. 1999). Jebakan tersebut merupakan hasil mineralisasi utama yang umumnya berupa porphyry copper-gold mineralization. high sulphidation epithermal mineralization. dan cebakan nikel ini disebut saprolit. dan 8 lainnya belum diketahui. Busur yang belum diketahui potensi sumberdaya mineralnya adalah Paparan Sunda. Busur yang menghasilkan jebakan mineral logam tersebut adalah busur magmatik Aceh. Batuan granitik yang lapuk akan menghasilkan mineral pembawa aluminium. Pelapukan ini terjadi di sebagian kepulauan Maluku. Sebaran skarn dikontrol oleh oleh struktur geologi setempat. Air laut yang masuk ke dalam tubuh bumi berperan membawa larutan mineral ke permukaan dan mengendapkannya. Air tanah melarutkan karbonat. 1994). yang kemudian “disebarkan” oleh sesar Sorong (Katili. Belitung dan Bintan. Cebakan yang terbentuk secara epitermal ini terdapat pada kedalaman kurang dari 200 m. sehingga menghasilkan baruan bersifat asam. Konsep cebakan emas epitermal merupakan hal baru yang memberikan perubahan signifikan pada potensi emas Indonesia. Peridotit terbentuk di lingkungan lempeng samudera yang akan kaya mineral berat besi. yang lebih dikenal dengan skarn. serta membawa mineral besi. dan Ratotok di Minahasa. low sulphidation epithermal mineralization dan sediment hosted mineralization. Sulawesi-Mindanau Timur. Sumatera-Meratus. Proses mineralisasi dalam di lingkungan batuan vulkanik ini dikenal sebagai sistem porfiri (porphyry). Nayoan dkk. antara lain bauxit. dan berasosiasi dengan batuan gunungapi muda berumur kurang dari 70 juta tahun. Bangka. Jebakan emas dapat terjadi di lingkungan batuan plutonik yang tererosi. antara lain di pulau Gag. Endapan kaya nikel dan magnesium oksida disebut krisopas. berupa subduksi pada lempeng benua bersifat asam. kromit. memaparkan busur-busur magmatik seluruh Indonesia sebagai dasar eksplorasi mineral. 1993). Skarn Erstberg berupa roofpendant batugamping yang diintrusi oleh granodiorit. Talaud. Buton dan Gebe (Sudrajat. Sebagai sebuah roofpendant. Sebagian besar host rock merupakan batuan vulkanik. skarn mineralization. ketika kegiatan fase akhir magmatisme membawa larutan hidrotermal dan air tanah. Moon-Utawa dan dataran Utara Irian Jaya. kobalt. Proses pengkayaan batuan karena pelapukan dikenal dengan nama pengkayaan supergen. kobalt dan magnesium. zona skarn bergradasi dari metasomatik contact sampai metamorphic zone (Juharlan. Batu Hijau di Sumbawa. 7 diantaranya membawa jebakan emas dan tembaga. Proses ini dikenal sebagai proses epitermal.

Panasbumi sebaai energi alternatif tidak mempunyai potensi bahaya seperti energi nuklir. Sumatera Barat (Sudradjat. 1994. Pematangan minyak sangat didukung oleh adanya heat flow dari proses penurunan cekungan dan pembebanan. 60% terletak di Sumatera Selatan dan 30% di Kalimantan Timur dan Selatan. Pola-pola ini menjadiken pembentukan delta berjalan efektif sebagai pembentuk perangkap minyak bumi maupun batubara. serta dari sisi pencemaran jauh lebih rendah dari batubara. Selama ini batubara di Indonesia dihasilkan oleh cekungan berumur Tersier. sedang beberapa terbentuk di lingkungan cekungan antar pegunungan. 1985). dengan Banggai Sula sebagai kompleks ofiolit (Barber. (4) pantai berpenghalang dan (5) estuaria (Diessel. Sebagian besar batubara terbentuk di lingkungan litoral. Sartono. Bengkulu. 1999). 1984). dan zona tumbukan (collision zone basin). 1985). Sumatera Tengah. Keberadaan Batubara dan Bituminus Parameter yang mengendalikan bembentukan batubara adalah (1) sumber vegetasi. Natuna Barat. Pembentukan cekungan terjadi selama Neogen ketika terjadi proses penurunan cekungan dan sedimentasi yang bersifat transgresif. Keberadaan lapangan panas bumi tersebut secara umum dikontrol oleh keberadaan sistem gunungapi. sedang pola cekungan di Laut Jawa bagian barat-laut berarah berarah timur-laut – baratdaya. (Barber. Keberadaan endapan aspal di Buton berasosiasi dengan zona tumbukan antara mikro kontinen Tukang Besi dengan lengan timur-laut Sulawesi. sedang pola cekungan di timurlaut berarah barat-laut – tenggara. Perulangan gaya kompresif dan ekstensional dari proses peregangan berarah utaraselatan mempengaruhi pola pembentukan antiklinorium dan cekungan Palembang yang berarah N300oE (Pulunggono. 1992). 1985). Sebagai contoh. telah diketahui ada sekitar 60 basin yang diprediksi mengandung cebakan migas yang cukup potensial. 1985). Kualitas batubara umumnya berupa bituminous. Jawa Barat Utara. dan dilanjutkan bersifat regresif di Miosen Tengah (Barber. cekungan lengan timur Sulawesi. Keberadaan Panasbumi Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki panas bumi terbesar di dunia. Kehadiran minyak di Papua berasosiasi dengan lipatan dan patahan Lenguru. serta Buton. Sawu. Proses itu diperkuat oleh gaya-gaya kompresi telah menjadikan berbagai batuan sedimen berumur Paleogen menjadi perangkap struktur sebagai tempat akumulasi hidrokarbon (Barber. dll. Sumber dan reservoar hidrokarbon terperangkap struktur di bagian bawah foot-wall sesar normal serta di bagian bawah hanging-wall sesar sungkup (Simanjuntak dkk. (2) lembah aluvial. Cekungan busur belakang di timur Sumatera dan utara Jawa merupakan lapangan-lapangan minyak paling poduktif. yaitu cekungan busur muka (forearc basin). (5) kendali lingkungan geotektonik endapan batubara dan (6) lingkungan pengendapan terbentuknya batubara. yang merupakan tumbukan mikro kontinen Papua Barat dengan tepi benua Australia (Barber. (4) penurunan yang terjadi setelah pengendapan. dan tepi kontinen (continent margin basin). 1992). Banda. (2) posisi muka air tanah (3) penurunan yang terjadi bersamaan dengan pengendapan. termasuk dalam steaming coal. tempat endapan-endapan kontinen bertumbukan dengan kompleks subduksi.Cekungan-cekungan besar di wilayah Asia Tenggara merepresentasikan kondisi setiap elemen tektonik yang ada. Sibolga. 1985. Secara lebih rinci. Gambut berumur Resen sampai Paleosen. Urutan kualitas batubara cenderung menggambarkan umurnya. Seram. Batubara di Indonesia umumnya menyebar tidak merata. cekungan intra kraton (intracratonic basin). Antrasit berkualitas rendah karena pemanasan oleh intrusi ditemukan di Bukit Asam. Asem-Asem. 1986). merupakan tempat prospektif minyak bumi. (3) dataran delta. Cekungan Kutai dan Tarakan merupakan cekungan intra kraton (intracratonic basin) di Indonesia. Berdasarkan data terakhir yang dikumpulkan dari berbagai sumber. Diantaranya basin Sumatera Utara. cekungan busur belakang (back-arc basin). Zona tumbukan (collision zone). Tarakan. Di Indonesia lapangan panasbumi tersebar di sepanjang . struktur pull apart basin menentukan perkembangan sistem cekungan Sumatera Utara (Davies. paralik dan delta. perkembangan sistem cekungan dan perangkap minyak bumi yang terbentuk sangat dipengaruhi oleh tatanan struktur geologi lokal. batubara sub bituminus berumur Miosen dan batubara bituminus berumur Eosen. merupakan cekungan yang masuk dalam kategori ini. Natuna Timur. Bituni dan Salawati di sekitar Kepala burung Papua. Demikian pula pola sebaran cekungan Laut Jawa sebelah selatan sangat dipengaruhi oleh pola struktur berarah timur-barat (Brandsen & Mattew. Sumatera dan Kalimantan Timur sedang pematangan karena tekanan tektonik terbentuk di Ombilin. Cekungan Bula. 1999). Batubara lazim terbentuk di lingkungan (1) dataran sungai teranyam.

1991). dengan lebar 50-200 km tersebut.jalur gunungapi yang memperlihatkan kegiatan sejak Kwarter hingga saat ini. serta di Ciawitali menujukkan umur . sedang tipe veins assosiated with porphyry system misalnya terdapat di Ciomas. Beberapa singkapan batuan beku bersifat dasitik terdapat di beberapa tempat. Sutanto (1993) mengelompokkan batuan vulkanik Jawa berdasarkan waktu terbentuknya.000 MWe. Proses hidrotermal di Jawa yang terdapat mulai dari Pongkor Jawa Barat sampai Sukamade Jawa Timur. dengan total cadangan sekitar 9. batuan volkanik Tersier tertua terdapat di Pacitan dengan umur 42. Formasi Gabo. Formasi Dukuh. Sebagian besar cebakan merupakan tipe low sulphidation epithermal mineralization. serta (5) vulkanisme Kwarter. 1994). Hal ini dikarenakan kawasan tersebut telah memiliki infrastruktur yang memadai serta memiliki pertumbuhan kebutuhan listrik yang tinggi. Cadangan terbesar di Jawa bagian barat terdapat di Pongkor dengan kadar ratarata 17. sedang kerak samudera yang membentuk busur kepulauan (island arc) mempengarui kegiatan vulkanisme Tersier Jawa bagian timur (Carlile & Mitchell. Lapangan prospek tersebut tersebar di Sumatera (31). Sutanto. Formasi Semilir. (2) vulkanisme Eosen-Miosen Akhir.700 km yang dikenal banyak mengandung endapan bijih logam (Carlile & Mitchell. Formasi Totogan. Formasi Mandalika dan Fomasi Arjosari.026 Ag (Milesi dkk.7 juta tahun. 1933). 1999).000 km. 1991) dan jumlah cadangan lebih dari 98 ton Au dan 1. serta Formasi Kaligesing. 1982: Sudarman dkk. 1994). sedang termuda terdapat di Bayah dengan umur 2. untuk wilayah Kebumen dan sekitarnya. Nusatenggara (8) dan Maluku (3). Terbentuknya jalur gunungapi ini merupakan hasil dinamika subduksi ke arah utara lempeng Samudera Hindia ke Lempeng Benua Eurasia (Katili. terdiri dari 70 lokasi prospek entalpi tinggi (t > 200oC) dan selebihnya entalpi menengah dan rendah. terdapat 217 lokasi prospek. Paripurno dan Sutarto. Formasi Kebo. Kegiatan vulkanisma umumnya menghasilkan komposisi batuan bersifat andesitik. serta di Jawa Timur dikenal dengan nama Formasi Besole. 1993). Formasi Butak. misalnya intrusi dasit Ciemas Jawa Barat dan granodiorit Meruberi Jawa Timur serta retas-retas basalt yang banyak terdapat di Kulonprogo Yogyakarta dan Pacitan Jawa Timur (Soeria-Atmadja. kemudian melengkung ke Maluku dan Sulawesi Utara. Formasi Nglanggran.7 juta tahun.100 Mwe. Jawa-Bali (22). 1993. dan sediment hosted mineralization hanya terdapat di beberapa tempat. Tipe lain berupa volcanogenic massive sulphide mineralization. Pola ritmik initerjadi karena adanya perubahan sudut penunjaman.7. Pada jalur memanjang sekitar 7.. Vulkanisme yang terkait dengan mineralisasi umumnya menunjukkan umur yang relatif muda. Formasi Cikotok dan Formasi Cimapag untuk wilayah Jawa Barat. Kegiatan vulkanisma Tersier terjadi dalam dua perioda. misalnya terdapat di Cibuniasih. Jalur ini merentang dari ujung barat-laut Sumatera sampai kepulau Nusatenggara. Formasi Giripurwo untuk wilayah Kulonprogo dan sekitarnya. 1991) beberapa batuan berafinitas shosonitik terdapat di Pacitan dan Jatiluhur (Sutanto. 1998) Mineralisasi Busur Vulkanik Jawa: Sebuah Contoh Busur vulkanik Jawa merupakan bagian dari busur vulkanik Sunda-Banda yang membentang dari Sumatera hingga Banda. juta tahun. yaitu batuan-batuan vulkanik yang terbentuk oleh (1) Eosen-Oligosen awal.4 (Sumanagara dan Sinambela. di Cirotan menujukkan umur 1. Miosen Tengah – Pliosen. untuk kawasan Gunungsewu dan sekitarnya. (Sudrajat. Sulawesi (6). misalnya di Cikotok. Pengembangan geotermal di Indonesia saat ini dikonsentrasikan di Sumatera. Pentarikhan pada beberapa urat di Pongkor menunjukkan umur 2. yaitu perioda Eosen Akhir – Miosen Awal yang sebagian besar berafinitas toleitik dan perioda Miosen Akhir – Pliosen yang sebagian besar berafinitas alkali kapur K tinggi (Soeria-Atmadja dkk. 1991. (3) vulkanisme Eosen Akhir – Miosen Awal. yang sejajar dengan jalur penunjaman. (4) vulkanisme Miosen Tengah – Pliosen. 1996). Batuan vulkanik hasil kegiatan gunungapi yang berumur Eosen hingga sekarang merupakan penyusun utama pulau Jawa. dengan seluruh potensi mencapai 20. Kerak kontinen yang membentuk tepi benua aktif (active continent margin) mempengaruhi kegiatan vulkanisme Tersier Jawa bagian barat. Formasi Semilir. Batuan-batuan volkanik Tersier di atas dikenal sebagai batuan vulkanik kelompok Andesit Tua (van Bemmerlen. Secara umum cadangan yang terdapat di Jawa bagian barat lebih besar dibanding yang terdapat di Jawa bagian timur.65 juta tahun (Soeria-Atmadja. Jalur penyebaran gunungapi di Indonesia terdiri dari jalur gunungapi tua (Tersier) dan muda (Kwarter). 1989) yang berlangsung sejak jaman Eosen (Hall. sepanjang 3. Berdasarkan pentarikhan umur dengan menggunakan metoda K/Ar. yang saat ini lebih dikenal dengan nama Formasi Jampang. 1999). Jawa-Bali dan Sulawesi Utara.

5 juta tahun yang diintrusi oleh mikrodiorit berumur 4. Namun daibalik dari semua itu ada sisi baik dari sebuah bencana yang terjadi selama ini dengan kelimpahan selain sumber daya alam adalah berupa bahan tambang yang telah dapat kita nimati. Di Cirotan urat-urat tersebut memotong ignimbrit riodasit berumur 9. .5 juta tahun (Milesi dkk.5 juta tahun. dasit dan basalt (Sumanagara dan Sinambela. Gempa dan bencana lain suatu saat dan kapan saja akan terjadi pada kita.. Rasa syukur kita senantiasa menjauhkan kita dari bencana dan marabahaya yang sewaktu – waktu datang pada kita.1. 1991). Di Pongkor urat-urat tersebut berada pada lingkungan vulkanik kaldera purba yang terdiri dari batuan tufa breksi. 1994). piroklastika dan lava bersusunan andesit-basalt yang diintrusi oleh andesit.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful