DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan atas kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan karunia-Nya kami masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini.

Melalui makalah ini kami ingin berbagi pengalaman dengan pembaca lainya mengenai fenomena dalam masyarakat kita tentang Pedagang Kaki Lima.

Makalah ini telah tersusun dengan dukungan dari berbagai pihak, maka dengan ketulusan, Kami ucapkan terimakasih kepada:

1. Ibu Meutia,sebagai dosen yang selalu

memberikan motivasi, dukungan dan arahan untuk menyeleseikan makalah ini dengan baik

2. Para Pedagang di GOR Bekasi, jalan baru Kranji - Bintara, yang telah kami wawancara

3. Dan teman-teman satu kelompok yang telah meluangkan waktu ditengah kesibukan
masing-masing untuk menyusun makalah ini.

Kami sebagai penyusun menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih jauh dari
1

sempurna mengingat keterbatasan dan pengalaman yang dimiliki penyusun, oleh sebab itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun.

Dan harapan kami semoga dengan makalah ini dapat memberikan wawasan baru dan bagi pembaca makalah kami. Amiin.

BAB I

2

trotoar. Dan ini memang sebuah wujud "tidak nyambungnya" antara perencanaan tata kota dengan transformasi masyarakat ini Tapi pada kenyataanya sewaktu krismon (krisis moneter) dua belas tahun lalu yang melumpuhkan seluruh aspek perekonomian Indonesia kecuali sektor micro ini yang mampu survive. Seringkali kita jumpai masalah-masalah yang terkait dengan pedagang kakilima (PKL) di perkotaan Indonesia. maka kaki tangannya ( preman) yang bergerak. di taman-taman kota. di jembatan penyebrangan. Pemerintah kota berulangkali menertibkan mereka yang ditengarai menjadi penyebab kemacetan lalu lintas ataupun merusak keindahan kota Fenomena PKL di perkotaan bisa kita katakana menambah kesemrawutan kota.1 Latar Belakang Tentunya kita semua sudah tidak asing lagi dengan istilah "Pedagang kaki lima" atau PKL. keberadaan PKL di ibukota dan kota. Sebuah mimpi jika berharap pemerintah dapat memfasilitasi dan memberi lahan khusus agar lingkungan kelihatannya menjadi cantik. aparat kelurahan masih memperdagangkan emperan gedung.PENDAHULUAN 1." Jika aparat tidak melakukan pengutipan. bahkan di badan jalan.kota lainnya di negeri ini tetap masih belum mendapat tempat yang selayaknya. Banyak kejadian mereka malah dikejar dan diburu seperti kriminal. umunya mereka tidak tertib dan jorok.lahan kosong dengan harga tinggi dan tiap bulan mengutip "pajak liar. dan lahan. Mereka berjualan di trotoar jalan. Di 3 .

4 .sudut-sudut kota yang telah diinvasi lebih lama oleh PKL.

sehingga tersusunlah makalah ini 1. Mengkaji keberadaan Pedagang kaki lima 5 . Memenuhi Tugas Mata Kuliah Character Building B.2 Tujuan A.Fenomena Urban inilah yang menarik minat kami untuk menyelami lebih dalam. Sebagai penambah wawasan dan pengetahuan rekan Mahasiswa C.

BAB II 6 .

istilah kaki lima adalah lantai yang diberi atap sebagai penghubung rumah dengan rumah. Pedagang Kaki Lima digunakan pula untuk menyebut pedagang di jalanan pada umumnya. dimana di jaman silam telah terjadi kesepakatan antar perencana kota bahwa bagian depan (serambi) dari toko lebarnya haras sekitar lima kaki dan diwajibkan dijadikan suatu jalur dimana pejalan kaki dapat melintas.1. arti yang kedua adalah lantai (tangga) di muka pintu atau di tepi jalan. Tapi menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia susunan W. namun saat ini istilah PKL memmiliki arti yang lebih luas. Pengertian Pedagang Kaki Lima atau yang biasa disingkat dengan kata PKL adalah istilah untuk menyebut penjaja dagangan yang menggunakan gerobak. maka dari situlah istilah pedagang kaki lima dimasyarakatkan 7 .J. Lima kaki tersebut adalah dua kaki pedagang ditambah tiga "kaki" gerobak (yang sebenarnya adalah tiga roda atau dua roda dan satu kaki). sekarang menjadi pedagang kaki lima. Arti yang kedua ini lebih cenderung diperuntukkan bagi bagian depan bangunan rumah toko. Namun ruang selebar kira-kira lima kaki itu tidak lagi berfungsi sebagai jalur lintas bagi pejalan kaki.PEMBAHASAN 2. melainkan telah berubah fungsi menjadi area tempat jualan barang-barang pedagang kecil. Dahulu namanya adalah pedagang emperan jalan. Istilah itu sering ditafsirkan demikian karena jumlah kaki pedagangnya ada lima.S Poerwadarminta.

Sejarah Pedagang Kaki Lima 8 ..2.Terlepas yang mana arti yang paling benar. 2. kedua-duanya adalah masalah yang dimaksud dan sedang Contoh Pedagang kaki lima: dihadapi kota-kota di Indonesi ini.

2. sehingga umumnya para perantau dari daaerah ini memilih profesi sebagai pedagang (kaki lima) 9 .3. Pedagang Kaki Lima ini timbul dari adanya suatu kondisi pembangunan perekonomian dan pendidikan yang tidak merata diseluruh Negara Kesatuan Republik Indonesia ini. Pemerintah dalam hal ini sebenarnya memiliki tanggung jawab didalam melaksanakan pembangunan bidang pendidikan. atau sekitar satu setengah meter untuk kaum pedestrian. Permasalahan yang ditimbulkan PKL Pedagang Kaki Lima (PKL) selalu saja menjadi masalah bagi kota-kota yang sedang berkembang apalagi bagi kota-kota besar yang sudah mempunyai predikat metropolitan. sehingga masyarakat menganalnya dengan nama pedagang emperan. PKL ini juga timbul dari akibat tidak tersedianya lapangan pekerjaan bagi rakyat kecil yang tidak memiliki kemampuan dalam berproduksi. Kuatnya magnet bisnis kota-kota besar ini mampu memindahkan penduduk dari desa berurbanisasi ke kota dalam rangka beralih profesi dari petani menjadi pedagang kecilkecilan. ruas jalan tersebut banyak dimanfaatkan para pedagang untuk berjualan. bidang perekonomian dan penyediaan lapangan pekerjaan. sehingga menciptakan penganggur-penganggur secara cepat dan dalam jumlah yang besar. Kondisi ini memaksa mereka untuk menentukan pindah ke Ibu kota demi mendapat kehidupan yang lebih baik.Namun setelah Indonesia merdeka. Saat itu Kolonial menetapkan bahwa setiap ruas jalan raya harus menyediakan sarana untuk pejalan kaki selebar lima kaki. namun menurut sejarahnya lebih tepat disebut pedagang kaki lima.Adapun yang menyebutkan bahwa kata "kaki lima" berasal dari masa penjajahan Belanda.

pedagang kaki lima dipermasalahkan karena Keberadaan PKL sepertinya telah menjadi biang keladi kesemrawutan kota 10 .Dibeberapa tempat.

Sehingga PKL banyak menjamur di sudut-sudut kota. Dan uniknya keberadaan PKL bias menjadi potensi pariwisata yang cukup menjanjikan.dan kemacetan lalu lintas. karena memang sesungguhnya pembeli utama adalah kalangan menengah kebawah yang memiliki daya beli rendah. Dampak positif terlihat pula dari segi sosial dan ekonomi karena keberadaan PKL 11 . Hal ini dapat kita dengar dan saksikan dari berita. Tetapi selain itu PKL sebenarnya memiliki pengaruh yang besar bagi pertumbuhan ekonomi kota. Dampak Positif dari Hadirnya PKL Pada umumnya barang-barang yang diusahakan PKL memiliki harga yang tidak tinggi. serta barang yang beragam.4. tersedia di banyak tempat. Dengan demikian. sebenarnya keberadaan PKL ini sesuatu yang menguntungkan atau merugikan ? Mari kita urai satu persatu 2.berita baik di televisi maupun di surat kabar-surat kabar dimana masyarakat maupun pemerintah kota setempat merasa tidak nyaman dengan adanya PKL.

menurut Sethurahman selaku koordinator penelitian sektor informal yang dilakukan ILO di delapan negara berkembang.menguntungkan bagi pertumbuhan ekonomi kota karena sektor informal memiliki karakteristik efisien dan ekonomis. karena kemampuan menciptakan surplus bagi investasi dan dapat membantu meningkatkan 12 . Hal tersebut.

Akibatnya adalah kaidah-kaidah penataan ruang menjadi mati oleh pelanggaranpelanggaran yang terjadi akibat keberadaan PKL tersebut. PKL mengambil ruang dimanamana. Hal ini dikarenakan usaha-usaha sektor informal bersifat subsisten dan modal yang digunakan kebanyakan berasal dari usaha sendiri. 2. Alasannya karena aksesibilitasnya yang tinggi sehingga berpotensi besar untuk mendatangkan konsumen juga. Keberadaan PKL yang tidak terkendali mengakibatkan pejalan kaki berdesakdesakan.5 Dampak Negatif dari Hadirnya PKL Penurunan kualitas ruang kota ditunjukan oleh semakin tidak terkendalinya perkembangan PKL sehingga seolah-olah semua lahan kosong yang strategis maupun tempat-tempat yang strategis merupakan hak para PKL. Modal ini sama sekali tidak menghabiskan sumber daya ekonomi yang besar. tidak hanya ruang kosong atau terabaikan tetapi juga pada ruang yang jelas peruntukkannya secara formal. PKL secara illegal berjualan hampir di seluruh jalur pedestrian.pertumbuhan ekonomi. jalur hijau dan ruang kota lainnya. sehingga dapat timbul tindak kriminal (pencopetan) Mengganggu kegiatan 13 . ruang terbuka.

ekonomi pedagang formal karena lokasinya yang cenderung memotong jalur pengunjung seperti pinggir jalan dan depan toko 14 .

Hak-hak PKL ketika dilakukan pembongkaran Fenomena pembongkaran para PKL ini sangat tidak manusiawi.6. serta selalu saja merusak hak milik para pedagang kaki lima atas barang-barang dagangannya 15 . Kalau kita menafsirkan kata penertiban itu adalah suatu proses membuat sesuatu menjadi rapih dan tertib. tanpa menimbulkan kekacauan atau masalah baru. Pemerintah selalu menggunakan kata penertiban dalam melakukan pembongkaran. 2.6 Perlindungan PKL 2.Dan sebagian dari barang yang mereka jual tersebut mudah mengalami penurunan mutu yang berhubungan dengan kepuasan konsumen.1. Pemerintah dalam melakukan penertiban sering kali tidak memperhatikan. Namun sangat disayangkan ternyata didalam melakukan penertiban sering kali terjadi hal-hal yang ternyata tidak mencerminkan kata-kata tertib itu sendiri.

harus lebih mengutamakan penegakan keadilan bagi rakyat kecil. dengan menetapkan peraturan perundang-undangan dan kebijaksanaan untuk : a.6. pemerintah dalam menyikapi fenomena adanya pedagang kaki lima . serta tempat-tempat yang bukan peruntukkannya. dan badan jalan. Dengan adanya beberapa ketentuan diatas. Walaupun didalam Perda K3 (Kebersihan.2. memberikan bantuan konsultasi hukum dan pembelaan. dan lokasi yang wajar bagi pedagang kaki lima .2. dan Ketertiban) terdapat pelarangan Pedagang Kaki Lima untuk berjualan di trotoar. Keindahan. lokasi pertambangan rakyat." *) Pasal 13 UU nomor 09/1995 tentang usaha kecil : " Pemerintah menumbuhkan iklim usaha dalam aspek perlindunga. menentukan peruntukan tempat usaha yang meliputi pemberian lokasi di pasar. jalan. jalur hijau. lokasi pertanian rakyat. Perlindungan Hukum *) Pasal 27 ayat (2) UUD 45 : " Tiap-tiap warga Negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. lokasi sentra industri. namun pemerintah harus mampu 16 . e. serta lokasi lainnya. ruang pertokoan.

menjamin perlindungan dan memenuhi hak-hak ekonomi pedagang kaki lima . 17 .

bila ditinjau lebih jauh PKL mempunyai kekuatan atau potensi yang besar dalam penggerak roda perekonomian kota sehingga janganlah dipandang sebelah mata bahwa PKL adalah biang kesemrawutan kota dan harus dilenyapkan dari lingkungan kota. dan harus dipikirkan bersama bagaimana dengan potensi yang dimilikinya tersebut dapat diberdayakan sebagai suatu elemen pendukung aktivitas 18 . Ternyata keberadaan mereka sebenarnya sangat membantu bagi orang yang kelas menengah kebawah. Harus diakui memang pada saat ini adanya penertiban-penertiban yang dilakukan terhadap PKL cenderung menimbulkan permasalahan baru seperti pemindahan lokasi usaha PKL yang justru akan membawa dampak yang dikhawatirkan menurunnya tingkat pendapatan PKL tersebut bila dibandingkan dengan di lokasi asal karena lokasinya menjauh dari konsumen Dengan demikian. dapat dikatakan adanya persoalan PKL ini menjadi beban berat yang harus ditanggung pemerintah kota dalam penataan kota. sehingga tidaklah mengherankan apabila para PKL di kota manapun selalu menjadi sasaran utama pemerintah kota untuk ditertibkan. dan perlu dicermati pula bahwa kemacetan tersebut tidak semata karena adanya PKL. Padahal.BAB III KESIMPULAN Pedagang kaki lima (PKL) dikategorikan sebagai sektor informal perkotaan yang belum terwadahi dalam rencana kota yang resmi. faktanya berbagai bentuk kebijakan dalam rangka menertibkan PKL yang telah dilakukan oleh pemerintah kota tidak efektif baik dalam mengendalikan PKL maupun dalam meningkatkan kualitas ruang kota. Namun.

perekonomian kota 19 .

Sudah saatnya pemerintah daerah melakukan sebuah terobosan baru yang bersifat winwin solution. 20 .Pembinaan PKL tampaknya cukup menjanjikan tapi menurut kami hal tersebut akan sangat sulit untuk dilakukan karena jumlah PKL yang sangat banyak dan menyebar. Di satu sisi kota bisa terlihat lebih cantik dan di sisi lain PKL bisa mendapat untung lebih banyak.

Apakah mungkin? Kenapa tidak asalkan ada kemauan yang kuat dari pihak.pihak yang terkaitBAB IV DAFTAR PUSTAKA Foerwadarminta.org/wiki/Pedagang_Kaki_Lima http://hmibecak. 1976. Kamus Umum Bahasa Indonesia.com/2007/08/01/melihat-fenomena-pedagang- kaki-lima-melalui-aspek-hukum/ 21 .wordpress. Jakarata : Balai Pustaka http://id.wikipedia. W. S. J.

http://www2.kompas.thejakartapost.html 22 .deserve-urbanspace.Com/2006/08/pedagang-kaki-lima-pkl- danpotensialnya.html/ http://veronicakumurus.com/kompas-cetak/0305/28/jatim/336650. html/ http://www.com/news/2008/11/08/street-vendors-also.Blogspot.