Perkembangan Psikoseksual Menurut Freud dan Erikson

BAB II PEMBAHASAN A. Perkembangan Psikoseksual Menurut Freud dan Erikson Teori Kepribadian Sigmund Freud Sigmund freud disebut juga sebagai Bapak Psikoanalisa yang lahir di Moravia , 6 Mei 1856 dan meninggal di London pada tanggal 23 September 1939. Freud menganggap bahwa kesadaran hanya merupakan sebahagian kecil saja dari seluruh kehidupan psikis. Ia beranggapan untuk memahami kepribadian manusia , psikologi kesadaran tidaklah mencukupi, orang harus menjelajah secara mendalam ke daerah ketidaksadaran. Pokokpokok teori Freud mengenai kepribadian, yaitu Struktur Kepribadian Ada 3 struktur kepribadian menurut Freud ,yaitu : • Das Es (Id) Das Es atau disebut juga dengan Id adalah aspek biologis dan merupakan sistem original di dalam kepribadian, dari aspek inilah kedua aspek yang lain akan tumbuh. Das Es berisikan hal-hal yang dibawah sejak lahir( unsur-unsur biologis), termasuk instink .Id lebih berorientasi pada kesenangan ( pleasure principle ). Id merupakan sumber energi psikis , maksudnya bahwa id itu merupakan sumber dari instink kehidupan atau dorongan-dorongan biologis ( makan,minum, tidur,dll )dan instink kematian/instink agresif(tanatos) yang menggerakkan tingkah laku. Dalam mereduksi ketegangan atau menghilangkan kondisi yang tidak menyenangkan dan untuk memperoleh kesenangan, id menempuh 2 proses, yaitu : refleks dan proses primer ( the primary process ). Refleks merupakan reaksi mekanis/otomatis yang bersifat bawaan ,cth : bersin dan berkedip . Sedangkan proses primer merupakan reaksi psikologis yang lebih rumit . Proses primer berusaha mengurangi tegangan dengan melakukan fantasi atau khayalan .Misalnya pada saat lapar menghayalkan makan, pada saat dendam menghayalkan balas dendam, dsb. Namun rasa lapar tidak akan segera hilang hanya dengan kita menghayalkan makanan. Oleh karena dengan proses primer tidak dapat mereduksi ketegangan atau memenuhi keinginan atau dorongan maka cara atau proses baru perlu di kembangkan. Atas dasar inilah komponen kepribadian kedua terbentuk ,yaitu Ego ( Das Ich ). • Das Ich ( Ego ) Ego merupakan eksekutif atau manajer dari kepribadian yang membuat keputusan ( decision maker ) tentang instink-instink mana yang akan dipuaskan dan bagaimana caranya atau sebagai sistem kepribadian yang terorganisasi, rasional, dan berorientasi kepada prinsip realitas ( reality principle ) . Peran utama ego adalah sebagai moderator ( perantara) atau yang menjembatani antara id ( keinginan yang kuat untuk mencapai kepuasan) dengan kondisi lingkungan atau dunia luar ( eksternal social world ) yang diharapkan. Ego dibimbing oleh prinsip realitas yang bertugas untuk mencegah terjadinya tegangan sampai ditemukan suatu objek yang cocok untuk pemuasan kebutuhan atau dorongan id. • Das Uber Ich ( Super ego ) Super ego merupakan komponen moral kepribadian yang berkaitan dengan standar atau norma masyarakat mengenai baik dan buruk , benar dan salah. Super ego berkembang pada usia sekitar 3 atau 5 tahun. Pada usia ini anak belajar untuk memperoleh hadiah( rewards) dan menghindari hukuman ( punishment ) dengan cara mengarahkan tingkah lakunya yang sesuai dengan ketentuan atau keinginan orang tuanya. Apabila tingkah lakunya ternyata salah atau tidak sesuai dengan ketentuan orang tuanya kemudian mendapat hukuman, maka peristiwa itu membentuk kata hati (conscience) anak, sedangkan apabila tingkah lakunya baik maka

sifat lebih mementingkan diri sendiri. terutama terkait dengan iklim kehidupan sosiopsikologi keluarga atau perlakuan orang tua kepada anak. 1. membandel. mulut sebagai sumber kenikmatan erotis maka anak akan menikmati peristiwa menyusui dari sang ibu . selalu meminta perhatian dari orang lain. stereotif atau kurang kreatif . egosentris . cara itu juga memiliki dampak tersendiri bagi perkembangan anak. Pada anak laki-laki kedekatan dengan ibunya menimbulkan gairah sexual perasaan cinta yang disebut Oedipus Complex. dsb. . Tahapan Falikϖ (3-5tahun) : Anak memindahkan pust kenikmatannya pada daerah kelamin. terutama saat buang air besar. Cara pelatihan yang selalu memuji berdampak : selalu ingin dipuji. belum berorientasi ke luar atau memperhatikan orang lain. Perkembangan Kepribadian Sigmund Freud Perkembangan kepribadian berlangsung melalui tahapan-tahapan perkembangan psikoseksual yaitu tahapan periode perkembangan seksual yang sangat mempengaruhi kepribadian masa dewasa. haus perhatian dari orang lain . tidak buang air kecil sembarangan . Anak mulai tertarik dengan perbedaan anatomis antara laki-laki dan perempuan. Selain itu juga berdampak kepada perkembangan kepribadian anak seperti : merasa kurang aman. seperti makan atau minum susu. Tahapan perkembangan menurut Freud : Tahapan Oralϖ (0-1tahun) Anak memperoleh kepuasan dan kenikmatan yang bersumber pada mulutnya. dll . penakut . seperti : anak akan menampilkan pribadi yang kurang mandiri. Ketidakpuasan pada masa oral akan menimbulkan gejala regresi ( kemunduran ). Pada tahap ini anak juga di tuntut hidup bersih. egonya berkembang dengan wajar. Pada tahap ini anak akan mengalami ketegangan ketika duburnya penuh dengan ampas makanan dan peristiwa buang air besar yang di alami anak merupakan proses pelepasan ketegangan dan pencapaian ketegangan. Tahapan Analϖ (1-3tahun) : Pada fase ini pusat kenikmatannya terletak di anus. Objek sosial terdekat adalah ibu. Pada tahap ini anak masih bersifat “selfish”. Pada tahap ini orang tua mengembangkan latihan kebersihan yang disebut dengan Toilet Training . gejala perasaan iri hati.peristiwa itu membentuk ego-ideal anak. Cara pelatihan dengan sikap pengertian berdampak : anak mampu beradaptasi atau menyesuaikan diri. Inilah saat yang paling tepat untuk mengajarkan disiplin pada anak termasuk toilet training. mengompol. tidak ngompol. iya juga memiliki dampak yang negatif. Sedangkan pada anak perempuan disebut Electra Complex. terutama saat menyusu. kurang mandiri ( manja). bersikap kikir. Freud berpendapat bahwa perkembangan kepribadian manusia sebagian besar ditentukan oleh perkembangan seksualitasnya. Hubungan sosial lebih bersifat fisik. Tahapan oral berorientasi di mulut. selalu bergantung kepada orang lain. rasa senang dan nikmat. Bagi anak yang mengalami kepuasan yang lebih padahal ini . yaitu : cara pelatihan yang keras akan berdampak : bersikap berlebihan dalam ketertiban atau kebersihan . Pada masa ini terjadi perkembangan berbagai aspek psikologis. Ada beberapa cara orang tua untuk memberikan latihan ini . bersikap rakus. Reaksi dari kedua gejala itu dapat dinyatakan dalam beberapa tingkah laku seperti : mengisap jempol.

Selama masa ini anak mengembangkan kemampuan bersublimasi ( seperti mengerjakan tugas-tugas sekolah . Fase Genitalϖ (12tahun keatas) : Alat-alat reproduksi sudah mulai matang. Rasa cintanya pada anggota keluarga dialihkan pada orang lain yang berlawan jenis.dan menerima gagasan tentang ego yang didukung oleh para pendukung setia Freudian .Teori Kepribadian Erik Erikson Erik Erikson lahir di kota Frankfurt. 2.Tahapan Latensiϖ (5-12tahun) : Ini adalah masa tenang. kompetensi. Tahapan ini merupakan masa tentang seksual. pusat kepuasannya berada pada daerah kelamin.kerajinan. Trust vs Mistrust (Kepercayaan vs Kecurigaan) Tahap ini berlangsung pada masa oral. kira-kira terjadi pada umur 0-1 atau 1 ½ tahun. Masa ini di tandai dengan matangnya organ reproduksi anak. Ada 8 tahap perkembangan menurut erikson. 2. Ia menjelaskan bahwa ego ini mempunyai kreativitas dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. dll . olahraga . karena segala sesuatu yang terkait dengan seks dihambat atau di repres. yaitu : 1. Masa ini di tandai dengan proses pengalihan perhatian dari mencari kepuasaan atau kenikmatan sendiri. Artinya erikson pada dasarnya menerima gagasan Freud termasuk gagasan yang belum pasti seperti oedipal complex . penghargaan otonomi . Anak mencari figure ideal diantara orang dewasa berjenis kelamin sama dengannya. Dengan kata lain masa ini adalah periode tertahannya dorongan sex dan agresif. mulai menaruh perhatian untuk berteman namun mereka belum naruh perhatian yang khusus kepada lawanb jenis.Erikson adalah seorang Freudian dan penulis utama psikologi ego. atau mulai berkembang motif altruis.kemauan . Pada masa ini anak sudah masuk usia remaja. bermain. tidak hanya di tentukan oleh faktor internal yang berasal dari dalam diri individu tetapi juga ditentukan oleh faktor sosial dan budaya tempat individu itu berada. Ø Ego Kreatif Erikson memandang ego sebagai kemampuan seseorang untuk menyesuaikan diri secara kreatif dan otonom. yakni kepercayaan . Energi psikis (libido) diarahkan untuk hubungan-hubungan heteroseksual. Anak mulai mengembangkan motif untuk mencintai orang lain. identitas . Perkembangan individu meliputi perkembangan psikososial dan psikoseksual . instink seksual dan agresif menjadi aktif. Erikson memandang identitas ego sebagai polarisasi dari seseorang itu menurut perasaan dirinya sendiri dan apa seseorang itu menurut anggapan orang lain. maksudnya adalah prinsip ini menjelaskan bahwa kehidupan organisme yang baru itu berkembang dari sumber yang memiliki identitas yang tidak berbeda dengan organisme yang baru dan bagaimana pun perkembangannya itu bertahap. walau anak mengalami perkembangan pesat pada aspek motorik dan kognitif.. Jerman tanggal 15 Juni 1902. Otonomi vs Perasaan Malu dan Ragu-ragu . kesetiaan . Tugas yang harus dijalani pada tahap ini adalah menumbuhkan dan mengembangkan kepercayaan tanpa harus menekan kemampuan untuk hadirnya suatu ketidakpercayaan. Ø Teori Perkembangan Psikososial Erikson mengatakan bahwa perkembangan itu memiliki prinsip epigenetik . Erikson menggambarkan adanya sejumlah kualitas yang dimiliki ego yang tidak ada pada psikoanalisis Freud. Pada periode ini.

8. 5. dalam pengertiannya identitas pribadi berarti mengetahui siapa dirinya dan bagaimana cara seseorang terjun ke tengah masyarakat. Tahap ini pada suatu periode tertentu saat anak menginjak usia 3 sampai 5 atau 6 tahun. salah satu tugas untuk dicapai ialah dapat mengabdikan diri guna keseimbangan antara sifat melahirkan sesuatu (generativitas) dengan tidak berbuat apa-apa (stagnasi). 6. kemampuan berfokus hanya . benda dan tempat. fase sensorimotor (lahir – 2 tahun) ♣tahap 1 : Penggunaan aktivitas refleks (lahir – 1 bulan) ♣tahap 2 : reaksi sirkular primer (1-4 bulan) (4-8 bulan)♣tahap 3 : reaksi sirkular sekunder ♣tahap 4 : koordinasi dari skema sekunder (8-12 bulan) (12-18 bulan)♣tahap 5 : reaksi sirkular tersier (18-24 bulan)♣tahap 6 : intervensi dari arti baru b. 7. Tugas yang harus diselesaikan pada masa ini adalah kemandirian (otonomi) sekaligus dapat memperkecil perasaan malu dan ragu-ragu. Inisiatif vs Kesalahan Tahap ketiga adalah tahap kelamin-lokomotor (genital-locomotor stage) atau yang biasa disebut tahap bermain. Adalah ingin mencapai kedekatan dengan orang lain dan berusaha menghindar dari sikap menyendiri. masa ini biasanya disebut masa balita yang berlangsung mulai dari usia 18 bulan sampai 3 atau 4 tahun. fase preoperasional (2-7 tahun) simbol seperti kata untuk mewakili manusia. dan ditempati oleh orang-orang yang berusia sekitar 30 sampai 60 tahun. 4.Pada tahap kedua adalah tahap anus-otot (anal-mascular stages). B. Salah satu tugas yang diperlukan dalam tahap ini ialah mengembangkan kemampuan bekerja keras dan menghindari perasaan rasa rendah diri. Keintiman vs Isolasi yaitu pada masa dewasa awal yang berusia sekitar 20-30 tahun. Yang menjadi tugas pada usia senja ini adalah integritas dan berupaya menghilangkan putus asa dan kekecewaan. DASAR TEORI PERKEMBANGAN MENTAL PERKEMBANGAN KOGNITIF PIAGET a. Integritas vs Keputusasaan Tahap terakhir dalam teorinya Erikson disebut tahap usia senja yang diduduki oleh orangorang yang berusia sekitar 60 atau 65 ke atas. melalui tahap ini orang harus mencapai tingkat identitas ego. yang dimulai pada saat masa puber dan berakhir pada usia 18 atau 20 tahun. dan tugas yang harus diemban seorang anak pada masa ini ialah untuk belajar punya gagasan (inisiatif) tanpa banyak terlalu melakukan kesalahan. Kerajinan vs Inferioritas Tahap keempat adalah tahap laten yang terjadi pada usia sekolah dasar antara umur 6 sampai 12 tahun. 3. Generativitas vs Stagnasi Masa dewasa (dewasa tengah) berada pada posisi ke tujuh. Identitas vs Kekacauan Identitas Tahap kelima merupakan tahap adolesen (remaja).

adanya perluasan atau penghalusan arti dari kata-kata yang dipelajari. dan muncul pemikiran ilmiah.pada satu aspek pada satu waktu. Laju perkembangan bicara berkaitan denagn kompetensi neurologik dan perkembangan kognitif. tapi tidak dapat membuat hipotesa mengenai apa kemungkinannya dan dengan demikian tidak dapat berpikir mengenai masalah ke depan d. Terorientasi secara budaya dengan label baik/buruk dan benar/salah. dan mulai membandingkan berbagai standar keagamaan orangtuanya dengan orang lain. • Konvensional. mereka bahkan mulai berfikir dan mempertanyakan standar keagamaan orang tuanya sampai ada yang membantahnya. anak mulai menyadari kekecewaan spiritual. fase konkret operasional (7-11 tahun) memecahkan masalah konkret. PERKEMBANGAN SPIRITUAL • Tahap 0: Undifferentiated Ketika bayi. kelompok atau Negara tanpa memperdulikan konsekuensinya • Pascakonvensional. Mereka menghargai pemeliharaan harapan keluarga. prilaku yang baik/buruk akan mendapat balasannya. PERKEMBANGAN BAHASA Anak-anak memiliki kemampuan untuk mengembagkan bicara dan keterampilan berbahasa. bersifat keakanan. • Tahap 3: Suntethic. diusia praskolah. dan pemikiran sering terlihat tidak logis c. pemahaman anak tentang perbendaharaan kata yang mereka pahami dan perbendaharaan kata yang merka ucapkan mencerminkan proses modifikasi dan kontiniu yang melibatkan peolehan kata-kata baru. anak sangat tertarik pada agamaereka menerima ketuhanan. mereka mulai memahami beberapa nilai dan keyakianan orangtuanya. Individu mencapai tahap kognitif operasional formal.Convention Saat mendekati remaja. kemampuan untuk berperilaku yang abstrak. keyakinan dan tidak ada keyakinan yang membimbing prilaku mereka • Tahap 1: Intuitive-Projective Anak mulai meniru apa yang dilakukan orang lain dlm segi agama.Reflexive Remaja menjadi lebih skeptis. anak tidak memiliki konsep benar/salah.menyadari masalah moral dan politik dari berbagai pandangan yang ada. PERKEMBANGAN MORAL (KOHLBERG) • Prakonvensional. mengerti kanan dan kiri. • Tahap 4: Individuating. bagaimana pentingnya do’a. Fase formal operasional (11-15 tahun) pemikiran rasional. Prilaku yang telah sesuai dengan standar yang ada di masyarakat. • Tahap 2: Mythical-Literal Selama usia sekolah. Dan Anak dapat membuat alasan mengenai apa itu. Di semua tahap perkembangan bahasa. atau dengan sudut pandang ilmiah. . mulai mengerti tentang suatu hubungan misalnya ukuran. Anak terfokus pada kepatuhan dan loyalitas.

dan endrogen. Neuroendokrin Beberapa hubungan fungsional diyakini ada diantara hipotalamus dan system endokrin yang memengaruhi pertumbuhan. 2.PERKEMBANGAN KONSEP DIRI Konsep diri mencakup konsep. Harga diri berubah sesuai perkembangan. Dan berkembang perlahan-lahan sebagai hasil pengalaman unik dengan diri sendiri dan orang lain. dan laju pertumbuhan. 5. Tingkat Sosioekonomi Riset menunjukkan bahwa tingkat sosioekonomi keluarga anak mempunyai dapak signifikan pada pertumbuhan dan perkembangan. C. 6. Terdapat hubungan yang besar antara orangtua dan anak dalam hal sifat seperti tinggi badan. dan pendirian yang ada dalam pengetahuan seseorang tentang dirinya sendiri dan mempengaruhi hubungannya dengan orang lain. dan kepribadian. dan sifat social tentang citra diri seseorang(diri sendiri maupun orang lain). . hormone tiroid. intelektual. Tiga hormon-hormon pertumbuhan. terutama dalam perkembangan emosi. Penyakit Banyak penyakit kronik dan Gangguan apapun yang dicirikan dengan ketidakmampuan untuk mencerna dan mengabsorbsi nutrisi tubuh akan member efek merugikan pada pertumbuhan dan perkembangan. 3.Kemungkinan semua hormone memengaruhi pertumbuhan dan beberapa cara. Tampak bahwa setiap hormone yang mempunyai pengaruh bermakna pada pertumbuhan memanifestasikan efek utamanya pa periode pertumbuhan yang berbeda. King dan Polatajka. 4. Hubungan Interpersonal Hubungan dengan orang terdekat memainkan peran penting dalam perkembangan. dan efeknya ditujukan pada cara beragam dan rumit. keyakinan. Harga diri Merupakan nilai yang ditempatkan individu pada diri sendiri dan mengcu pada evaluasi diri secara menyeluruh terhadap diri sendiri (Willoughby. Nutrisi Nutrisi mungkin merupakan satu-satunya pengaruh paling pentng pada pertumbuhan. Citra Tubuh Terdiri atas sifat fisiologis(persepsi tgentang karakter fisik). kemampuyan dan ideal diri). luasnya rentang kontak penting untuk pembelajaran dan perkembangan kepribadian yang sehat. berat badan. psikologi (nilai dan sikap terhadap tubuh.umpan balik positif meningkatkan harga diri mereka dan rentan terhadap perasaan tidak berharga dan mencemaskan kegagalan. Faktor diet mengatur pertumbuhan pada semua tahap perkembangan. Keturunan Jenis kelamin dan determinan keturunan lain secara kuat mmpengaruhi hasil akhir pertumbuhan dan laju perkembangan untuk mendapatkan hasil akhir tersebut..1996). BEBERAPA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN 1.

dan majalah adalah bentuk media masa paling tua. Pengenalan dampak materi bacaan yang digunakan disekolah pada system nilai pada proses social telah mendorong evaluasi ulang tentang isi buku. reaksi dan kemampuan mereka untuk mengatasi stress. 1995) . Koran. temperamen situasi hidup. Usia anak. 1998). 1996). Salah satu strategi yang bermanfaat menempatkan computer diruang prublik dirumah seperti dapur atau ruang keluarga agar orang tua dapat dengan mudah memantau penggunaannya. 1996) • Materi Bacaan Buku. 1992). Pengaruh Media Masa Terdapat peningkatan kekhawatiran mengenai berbagai pengaruh media pada perkembangan anak (Rowitz. 9.Kebanyakan peneliti telah menyimpulkan bahwa menonton televise yang berturut-turut memiliki efek menyimpang pada anak. • Computer/Internet Beberapa kretivitas seperti “cybersex” dan “kiddie porn” serta “chat room”. dapat memanjakan anak pada individu yang berupaya mendapatkan keuntungan dari kepolosan anak untuk mencapai tujuan.7. • Televisi TV memanjakan anak pada berbagai topic dan kejadian yang lebih luas dari yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari. • Film Riset menunjukkan bahwa video dapat menurunkan sensitivitas penonton terhadap perilaku kekerasan (Rowtiz. Bahaya lingkungan Bahaya dilikungan adalah sumber kekhawatiran pemberi asuhan kesehatan dan orang lain yang memerhatikan kesehatan dan keamanan. Bahaya dari residu kimia ini berhubungan dengan potensi kardiogenik. dan akumulasi (Baum dan Shannon.. dan status kesehatan mempengaruhi kerentanan. . efek enzimatik. 8. Strategi koping adalah cara khusus anak mengatasi stersor ang dibedakan dari gaya koping yang relative tidak mengubah karakteristik kepribdian atau hasil koping ( Ryan-wengger. Stress pada Masa Kanak-Kanak Stress adalah ketidakseimbagan antara tuntutan lingkungan dan sumber koping individu yang menggangggu ekuiibrium individu tersebut ( mastern dkk. Koping Koping adalah tahapan khusus dari reaksi individu terhadap stressor.

kecendrungannya dari sederha ke kompleks. 1. Aktitas orang . mencium) membuat bayi segera belajar menstimulasi emosi dan merespon orang tua dengan cara tersenyum. e. Perilaku unoccupied Anak tidak bermain. memainkan pakian. memulai permainan. Berbagai cara yang dilakukan orang dewasa yang bisa membuat bayi berespon (seperti bicara. Klasifikasi bermain Dari sudut pandang perkembangan. dan aktifitas. perawat dan lain-lain. misalnya belajar naik sepeda. misalnya bagaimana menghadapi lingkungan objek. Di situlah mereka belajar tentang diri mereka sendiri dan dunia mereka. b. berperan memakai telepon. waktu. ruang. bahkan bisa berkembang pada aspek diluar rumah seperti memerankan peran guru. Misalnya dengan melamun. Kemuadian anak akan bertekad untuk berhasil menunjukkan keterampilan sulit yang menimbulkan nyeri dan frustasi. bau. mengeluarkan suara. Pada tahap ini anak mulai memaknai situasi. Permainan dramatic (simbolik) atau pura-pura Permainan ini dimulai pada usia bayi akhir (11-13 bulan) dan merupakan permainan dominan pada anak usia prasekolah (3-6 tahun). tetapi memfokuskan perhatian mereka pada hal yang menarik. d. Objek dalam lingkungan seperti sinar. dan mencapai hubungan yang memuaskan dengan orang lain. Permainan keterampilan Bayi yang telah mampu menggenggam dan memanipulasi. dan tekstur menarik perhatian anak. dan dari pengalaman lain yang menggunakan indra dan kemampuan tubuh. a. rasa.BAB III PEMBAHASAN A. dan replica benda-benda dapat dijadikan sebagai media untuk memerankan aktivitas orang dewasa misalnya memerankan perang oarng-orang di rumahnya. mereka akan menunjukkan dan melatih kemampuan yang baru mereka kuasai secara terus-menerus dan berulang-ulang. menaiki mobil-mobilan. Permainan Sosial-Afektif Permainan ini membuat bayi merasakan kesenanga dalam berhubungan dengan orang lain. dokter. menyentuh. Menurut Isi Permainan Isi permainan terutama meliputi aspek bermain fisik. Permainan Rasa-senang Merupakan pengalaman stimulasi nonsosial yang muncul begitu saja. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENFAGRUHI BERMAIN DAN HOSPITALISASI Bermain adalah pekerjaan anak yang sangat menyenangkan menurutnya. dan dunia. pola permainan anak dapat dikategorikan menurut isi dan karakter social. dan dan orang di dalamnya. Dalam bermain anak mempraktekkan secara kontinu proses hidup yang rumit dan penuh stress. warna. atau berjalan tampa tujuan. manusia. komunikasi. Mainan anak. c. struktur. gerakan tubuh seperti diayun. meskipun hubungan social tidak dapat diabaikan. Pengalaman rasa senang berasal ari memegang bahan mentah seperti air. merangsang indra mereka dan memberikan kesenangan.

Anak meminjam dan meminjami material permainan. atau tujuan bersama. mampu kompromi dan panengah perselisihan. Permainan cooperative Anak bermain secara berkelompok. mengerjakan aktifitas serupa dan sama. 2. seperti menata Puzzle dan bermain kartu.anak usia 5-6 tahun. Selanjutnya interaksi dengan teman sebaya menjadi hal yang penting dalam sosialisasi. auditorius. Mereka asik sendiri tampa berniat mendekati atau berbicara dengan anak yang lain. serta campur tangan. Perkembangan Sensorimotor Aktifitas sensori adalah komponen utama bermain pada semua usia dan merupakan bentuk dominan permainan pada masa bayi. Tujuan dan pencapaiannya memerlukan pengorganisaian aktifitas. akan berusaha mengubah aturan main. Anak prasekolah belajarmenikmati permainan formal yang dimulai dengan permainan pertahanan diri yang ritual dimainkan seperti permainan ring-a-rosy and London Bridge. dan baseball. Permainan tunggal Anak bermain sendiri dengan mainan yang berbeda dengan anak yang lain ditempat yang sama. tetapi tidak ada organisasi. Kadang mengontrol siapa yang boleh bergabung dan siapa yang tidak boleh bergabung dalam kelompok itu. tetapi tidak saling mempengaruhi. Terdapat rasa saling memiliki dan tidak memiliki yang nyata. visual dan kinestetik. pembagian kerja. Permainan aktif penting untuk perkembangan otot dan bermanfaat untuk melepas kelebihan energy. c. Permainan parallel Anak bermain secara mandiri diantara anak-anak lain dengan mainan yang sama. memerankan sebuah cerita. Tipe-tipe permainannya yaitu a. akan curang untuk mendat kemenangan. Bayi memperoleh kesan tentang diri dan dunia merek amelalui stimulasi taktil. Anak yang sangat muda berpartisispasi dalam permainan imitative sederhana seperi “petak umpet”. penetapan pemimpin. Anak prasekolah tidak terlibat dalam permainan kompetitif sebab mereka tidak suka dengan kekalahan. Permainan pengamat Anak memperhatikan aktifitas dan interaksi anak lain dengan minat aktif tampa terlibat dan berpartisipasi. Permianan assosiatif Anak bermain bersama. Permainan Game Permainan yang dlakuakn seorang anak bisa sendirian saja ataupun dengan orang lain. dan tidak bermain bersama d. Anak yang lebih besar menjalankan tema tertentu. Menurut Karakter Sosial Permainan Interaksi permainan pada masa bayi adalah antara anak dan orang dewasa. Bayi yang egosentris dan toddler (usia 1-3 tahun) tidak menoleransi penolakan atau penundaan.dewasa yang mereka perankan terkadang membuat mereka bingung dan stress. Toddler dan anak . mendiskusikan dan merencanakan aktifitas untuk pencapaian akhir. Aktifitas soliter mencangkup permainan yang dimulai ketika anak yang masih sangat kecilberpartisipasi dalam aktifitas repetitive dan berlanjut ke permainan yang lebih rumit yang menatang keterampilan mendiri mereka. dan menyusun drama itu sendiri. dan sepeda roda tiga. B. FUNGSI BERMAIN 1. Mereka tampak kimpak. membuat berbagi pengecualian dan kesempatan untuk dirinya. f. t idak ada assosiasi kelompok. e. b. Anak usia sekolah menikmati permainan yang kompetitif seperti bermain catur. pembagian kerja dan peran bermian. saling mengikuti dengan mengendarai wangon.

Sosialisasi Hubungan social pertama bayi adalah dengan ibu. tekstur. dan keinginan mereka kepada pengamat yang tidak dapat ekspresikan karena keterbatasan keterampilan bahasa mereka. 2. 7. Ketersediaan materi permainan dan kualitas keterlibatan orang tua adalah dua variable terpenting yang terkait dengan perkembangan koognitif selama mas abayi dan prasekolah (Chase. dan naik sepeda. control diri. mereka bisa menghubungkan kata dengan benda. Perkembangan Intelektual Melalui eksplorasi dan manipulasi. KreatifitasBermain memberikan kesempatan kepada anak untuk berkreasi. Anak segera memperlajari bahwa sebaya mereka kurang toleran terhadap kekerasan dibandingkan orang dewasa dan bahwa untuk mempertahankan tempat dalam kelompok bermain mereka harus menyesuaikan diri dengan standar kelompok tersebut. Kreatif biasanya menuntut penyamaaan.prasekolah menyukai gerakan tubuh dan mengesplorasi segala sesuatu di ruangan.1994) 3. 5. sehingga usaha untuk diterima oleh teman sebaya merupakan suatu rintangan upaya kreatif anak sekolah dan remaja. standar masyarakat dan bertanggungjawab atas tindakan mereka. melaksanakan dan mencoba berbagai peran. C. mempelajari kemampuan sendiri dan membendingkannya dengan kemampuan anak lain. ukuran. bentuk. Adil. memahami abstrak. dan mempelajari dampak dari perilaku mereka kepada orang lain. Anak yang lebih muda suka berlari. Mereka mulai mengatur tingkah laku sendiri. proses identifikasi diri difsilitasi melaluikegiatan bermain. Anak mempelajari yang benar dan yang salah. turun. HOSPITALISASI Hospitalisasi ialah Suatu proses karena suatu alasan darurat atau berencana mengharuskan . Dalam permaian mereka menguji kemampuan mereka. anak-anak belajar mengenali warna. tetapi mereka lebih mendengar kritik dari teman sebaya ketimbang dari orang dewasa. hingga hubungan spasial seperti naik. rasa takut. dan mempertimbangkan orang lain). jujur. Anak-anak mulai mengenali siapa diri mereka dan dimana posisi mereka. Nilai Moral Anak belajar tentang benar dan salah di rumah dan sekolah. bawah atas. anak harus menaati aturan perilaku yang diterima budaya (mis. mengembangkan kemampuan berbahasa. dan fungsi objek. Melalui bermain anak dapat mengkomunikasakan kebutuhan. 4. Bila mereka ingin diterima sebagai anggota kelompok. Mereka belajar member dan menerima. anak yang lebih besar mulai mengembangkan aktifitas yang rumit seperti berlomba. mereka bereksperimen dan mencoba ide mereka pada setiap media yang mereka punya.. 6. kreatifitas muncul dari aktifitas tunggal maupun dari pengembangan ide orang lain yang didengar. Dengan bermain dengan anak lain mereka belajar membentuk hubungan social dan menyelesaikan masalah terkait dengan hubungan ini. Mereka belajar tentang angka-angka dan bagaimana cara menggunakannya. Manfaat terapeutik bermain memberikan sarana untuk melepaskan diri dari ketegangan dan stress yang dihadapi di lingkungannya. Selain itu interaksi mereka dengan teman sebaya selama bermain memiliki peran yang penting dalam penbentukan moral mereka. Kesadaran Diri Ekplorasi tubuh anak dan kesadarn terpisah dari ibunya .

Pengalaman sebelumnya 3. Selama proses tersebut bukan saja anak tetapi orang tua juga mengalami kebiasaan yang asing. stress dengan adanya perubahan akan status kesehatan. c) Gangguan kontak social jika pengunjung tidak diizinkan d) Nyeri dan komplikasi akibat pembedahan atau penyakit e) Prosedur yang menyakitkan f) Takut akan cacat atau mati. penutup kepala ) dan keluarga yang tidak dapat bebas berkunjung. lingkungannya yang asing.Keterampilan koping 5. Rasa cemas pada orangtua akan membuat stress anak meningkat.Tingkat perkembangan usia 2. 3. pakaian isolasi. prosedur yang menyakitkan dan takut akan kematian 2. tidak bebas berpakaian. rutinitas rumah sakit.Takut Unfamiliarity. lingkungan dan kebiasaan sehari-hari dan keterbatasan mekanisme koping. pembunuhan dan binatang buas◊diawali oleh situasi yang asing. Keduanya dapat menimbulkan krisis bagi anak dan keluarga. orang tua yang kurang mendapat dukungan emosi akan menunjukkan rasa cemas. Bagi anak hal ini mungkin terjadi karena : anak tidak memahami mengapa dirawat / terluka. Pengunjung. Stressor pada Infant Separation anxiety ( cemas karena perpisahan ) -Pengertian terhadap realita terbatas hubungan dengan ibu sangat dekat -Kemampuan bahasa terbatas Respon Infant akibat perpisahan dibagi tiga tahap . Faktor-Faktor yang mempengaruhi Hospitalisasi pada anak a) Berpisah dengan orang tua dan sibling b) Fantasi-fantasi dan unrealistic anxieties tentang kegelapan. monster. perawat dan dokter yang memakai pakaian khusus ( masker.anak untuk tinggal di rumah sakit menjalani terapi dan perawatan sampai pemulangan kembali kerumah. Reaksi anak terhadap sakit dan hospitalisasi dipengaruhi : 1. rasa malu. Tujuan bermain di rumah sakit adalah untuk dapat melanjutkan tumbuh kembang yang normal selama di rawat dan mengungkapkan pikiran dan perasaan dan fantasinya melalui permainan.Support system dalam keluarga 4. Privasi yang terhambat Terjadi pada anak remaja . REAKSI ANAK TERHADAP HOSPITALISASI Hospitalisasi bagi keluarga dan anak dapat dianggap sebagai : pengalaman yang mengacam dan stressor. D. sarung tangan. Isolasi merupakan hal yang menyusahkan bagi semua anak terutama berpengaruh pada anak dibawah usia 12 tahun.Berat ringannya penyakit Stress yang umumnya terjadi berhubungan dengan hospitalisasi : 1. lingkungan rumah sakit yang menakutkan.

Berdasarkan theory psychodynamic. menendang. marah dan berduka sebagai bentuk yang sehat dalam mengatasi stress karena hospitalisasi. misalnya karena diikat/restrain tangan. murung. hal ini terjadi karena anak masih mempunyai keterbatasan tentang dunia di sekitar mereka. -Anak mempuyai kesulitan dalam pemahaman mengapa mereka sakit. anak menjadi marah. -Reaksi anak tentang hukuman yang diterimanya dapat bersifat passive. tidak bias bermain dengan temannya. Hal ini membuat anak menjadi regresi. 2. suka menghisap jari dan menolak untuk makan. cooperative. mengapa mereka terluka dan nyeri sehingga membuat mereka harus pergi ke rumah sakit dan harus mengalami hospitalisasi. kehilangan control.Tahap Protes ( Fase Of Protes ) : Menangis kuat. apatis. Separation /perpisahan -anak takut dan cemas berpisah dengan orang tua -anak sering mimpi buruk Kehilangan fungsi dan control Dengan adanya kehilangan fungsi sehubungan dengan terganggunya fungsi motorik biasanya mengakibatkan berkurangnya percaya diri pada anak sehingga tugas perkembangan yang sudah dicapai dapat terhambat. 3.1. -Anak mulai terlihat gembira Kehilangan Fungsi dan Kontrol Hal ini terjadi karena ada persepsi yang salah tentang prosedur dan pengobatan serta aktivitas di rumah sakit. gangguan body image dan nyeri infant biasanya menghisap jari. membantu atau anak mencoba menghindar dari orang tua. ngompol lagi. missal : sedih/cemas jika ada trauma atau luka. sensasi yang berarti bagi infant adalah berada di sekitar mulut dan genitalnya. Restrain / Pengekangan dapat menimbulkan anak menjadi cemas . berusaha menghindar dari orang yang mendekati dan kadang anak tidak mau makan. menghindari kontak mata. menghisap jari. diam. sedih. Pengertian anak tentang sakit -Anak mempersepsikan sakit sebagai suatu hukuman untuk perilaku buruk.Tahap Putus Asa ( Phase Of Despair ) Tangis anak mula berkurang. botol. Hal ini diperjelas apabila infant cemas karena perpisahan. STRESSOR PADA ANAK USIA AWAL ( TODDLER & PRA SEKOLAH ) Reaksi emosional ditunjukan dengan menangis.Tahap Menolak ( Phase Detachment / Denial ) -Secara samar anak seakan menerima perpisahan ( pura-pura ) -Anak mulai tertarik dengan sesuatu di sekitarnya -Bermain dengan orang lain -Mulai membina hubungan yang dangkal dengan orang lain. -Warna seragam perawat / dokter ( putih ) diidentikan dengan prosedur tindakan yang menyakitkan sehingga meningkatkan kecemasan bagi infant. Tidak tertarik dengan aktivitas di sekitarnya. kaki yang membuat anak kehilangan mobilitas dan menimbulkan stress pada anak Gangguan Body Image dan Nyeri -Infant masih ragu tentang persepsi body image -Tetapi dengan berkembangnya kemampuan motorik infant dapat memahami arti dari organ tubuhnya. menjerit. berduka dan marah.

Separation / Perpisahan -Anak remaja sangat dipengaruhi oleh peer groupnya.Gangguan Body Image dan nyeri -Merasa tidak nyaman akan perubahan yang terjadi -Ketakutan terhadap prosedur yang menyakitkan STRESSOR PADA USIA PERTENGAHAN Restrain atau immobilisasi dapat menimbulkan kecemasan Pengertian tentang sakit -anak usia 5 – 7 tahun mendefinisikan bahwa mereka sakit sehingga membuat mereka harus istirahat di tempat tidur -Pengalaman anak yang terdahulu selalu mempengaruhi pengertian anak tentang penyakit yang di alaminya. virus dan lain-lain. -Mereka percaya bahwa penyakit itu bisa dicegah Separation / Perpisahan -Perpisahan dengan orang tua buakan merupakan suatu masalah -Perpisahan dengan teman sebaya / peer group dapat mengakibatkan stress -Anak takut kehilangan status hubungan dengan teman Kehilangan fungsi control Anak takut kehilangan control diri karena penyakit dan rasa nyeri yang dialaminya. -Perpisahan dengan teman sekolah dan guru merupakan hal yang berarti bagi anak sehingga dapat mengakibatkan anak menjadi cemas. anak mulai memahami mengapa perpisahan terjadi. -Anak juga kadang menghinda dan mencoba membatasi kontak dengan peer groupnya jika mereka mengalami kecacatan. Gangguan body Image -Anak takut mengalami kecacatan dan kematian -Anak takut sesuatu yang terjadi atau berpengaruh terhadap alat genitalianya STRESSOR PADA ADOLESCENT/REMAJA Pengertian tentang sakit -Anak mulai memahami konsep yang abstrak dan penyebab sakit yang bersifat kompleks -Anak mulai memahami bahwa hal-hal yang bias mempengaruhi sakit. Kehilangan Fungsi Dan Kontrol -Bagi anak usia pertengahan ancaman akan harga diri mereka sehingga sering membuat anak frustasi. Separation /Perpisahan -Dengan semakin meningkatnya usia anak. -Anak mulai mentolerir perpisahan dengan orang tua yang berlangsunng lama. STRESSOR PADA ANAK USIA AKHIR -Anak mulai mulai memahami konsep sakit yang bias disebbkan oleh factor eksternal atau bakteri. -Dengan adanya kehilangan fungsi dan control anak merasa bahwa inisiatif mereka terhambat. Gangguan body image dan nyeri -anak mulai menyadari tentang nyeri -Anak tidak mau melihat bagian tubuhnya yang sakit atau adanya luka insisi. jika mereka sakit akan menimbulkan stress akan perpisahan dengan teman sebayanya. Kehilangan fungsi control . marah dan depresi.

seperti adat.Tingkat keseriusan penyakit anak 2. baik secara sadar maupun tidak sadar (bawah sadar). Erikson berusaha menyempurnakan teori Psikoanalisa yang telah dikemukakan Freud dengan menambahkan bahwa selain keinginan/ dorongan dari dalam diri si individu. cemas dan frustasi. tingkat keseriusan penyakit.Kemampuan koping 6.Prosedur pengobatan 4.Kekuatan ego individu 5. Freud berpendapat bahwa dari semua fase Psikologis yang dialami manusia. Erik H. fase-fase psikologis tersebut ternyata juga dipengaruhi oleh faktor-faktor luar (eksternal). ketakutan. Tidak percaya akan penyakit anaknya. Mereka sama-sama mengklasifikasikan fase-fase Psikologi seorang individu berdasarkan usia. BAB IV PENUTUP KESIMPULAN Pada dasarnya kedua teori Psikoanalisa yang diungkapakan oleh Freud dan Erikson tidak jauh berbeda. sejak saat dilahirkan hingga meninggal nantinya. -Mengalami stress apabila dilakukan pemeriksaan fisik yang berhubungan dengan organ seksual. marah / merasa bersalah. Remaja khawatir diejek oleh teman / peer groupnya. -Reaksi anak biasanya marah frustasi atau menarik diri Gangguan body image -sakit pada remaja mengakibatkan mereka merasa berbeda dengan peer groupnya dan sangat mempengaruhi kemampuan anak dalam menangani stress karena adanya perubahan body image. INTERVENSI KEPERAWATAN DALAM MENGATASI DAMPAK HOSPITALISASI -Libatkan orang tua dalam mengatasi stress anak dan pelaksanaan asuhan keperawatan -Bina hubungan saling percaya antara perawat dengan anak dan keluarga. REAKSI ORANG TUA TERHADAP HOSPITALISASI Reaksi orang tua dipengaruhi oleh : 1. prosdur tindakan medis dan ketidaktahuan F. merupakan murni karena dorongan/keinginan yang luar biasa dari dalam (internal)individu tersebut.-bagi remaja sakit dapat mempengaruhi fungsi kemandirian mereka.Pengalaman sebelumnya terhadap sakit dan hospitalisasi 3. E.Kebudayaan dan kepercayaan 7 Komunikasi dalam keluarga Pada umumnya reaksi orang tua a: Denial / disbelief. -Penyakit kronis dapat menimbulkan kehilangan dan mengncam konsep diri remaja. . merasa tidak mampu merawat anaknya. Hanya saja. -Kurangi batasan-batasan yang diberikan pada anak -Beri dukungan pada anak dan keluarga -Beri informasi yang adekuat. Kemudian seperti yang kita ketahui.

Donna L. arif. komunikasi. Kapita Salekta Kedokteran Jilid 2 Edisi 3. Jakarta: EGC Wong. Ini perlu dilakukan mempraktekkan secara kontinu proses hidup yang rumit dan penuh stress. 2000. 2009. misalnya bagaimana menghadapi lingkungan objek. Jakarta : Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Wong. “Buku Ajar Konsep Dasar Keperawatan Anak 1”. 2008. dan mencapai hubungan yang memuaskan dengan orang lain. Hemi.Yeni. “Konsep Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia”. waktu. http//KonsepPertumbuhan-dan-Perkembangan-Manusia.html diakses tanggal 19 Mei 2011 Diah. struktur. Buku Kuliah 1 Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta: EGC Rochemi.scribd. “perbedaan teori perkembangan kepribadian dan persepsi manusia sigmund freud dan erik erickson”. “Ilmu Kesehatan Anak volume 1”. http://www. Jakarta: EGC .2005. Waldo E. 2004.NS 2009. Donna L. Jakarta: Salemaba Medika Mansyoer. “perspektif keperawatan anak”. 2008. Anisah. Jakarta: EGC Ardiana. “Pengatar Ilmu keperawatan Anak jilid 1”. “Pedoman Klinis Keperawatan Pediatrik”. 1985. Pengantar Ilmu Kesehatan Anak untuk Pendidikan Kebidanan. ruang. http// perbedaan-teori-perkembangan-kepribadian-dan-persepsimanusia. 2007. Agar anak-anak tetap tumbuh dan kembang maka saat hospitalisasi dilakukan pun anak bias mengalami stress untuk mengurangi stress anak maka dilakukanlah bermain saat hospitalisasi. Jakarta: Salemba Nelson.budaya dan lingkungan tempat si individu dan kepribadian dibangun melalui serangkaian krisis-krisis dan alternatif-alternatif. 2009. Buku Ajar Keperawatan Pediatrik Volume 1. dkk. 2000. dkk. A Aziz Almull . dan dan orang di dalamnya.html (on-line/ diakses tanggal 19 Mei 2011) Hidayat.com/doc/14365045/PERSPEKTIF-KEPERAWATAN-ANAK (on-line/ diakses tanggal 22 Mei 2011) Supartini. Aziz alimul. Di situlah mereka belajar tentang diri mereka sendiri dan dunia mereka. DAFTAR PUSTAKA Hidayat. Staff Pengajar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta :Media Aesculapius Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.