GOUT ARTHRITIS 1.

DEFINISI Penyakit Gout adalah penyakit akibat gangguan metabolisme purin yang ditandai dengan hiperurisemia dan serangan sinovitis akut berulang-ulang. Kelainan ini berkaitan dengan penimbunan kristal urat monohidrat monosodium dan pada tahap yang lebih lanjut terjadi degenerasi tulang rawan sendi. Insiden penyakit gout sebesar 1-2 % terutama terjadi pada usia 30-40 tahun dan 20 kali lebih sering pada pria daripada wanita. Penyakit ini terutama menyerang sendi tangan dan bagian metatarsofalangeal kaki. (Ns. Arif Muttaqin, S.kep) Gout merupakan kelompok keadaan heterogenous yang berhubungan dengan defek genetic pada metabolism purin (hiperurisemia). Pada keadaan ini bisa terjadi oversekresi asam urat atau defek renal yang menyebabkan penurunan ekskresi asam urat, atau kombinasi keduanya (Brunner & Suddarth, 2002) 2. KLASIFIKASI Klasifikasi gout dibagi menjadi dua, yaitu : a. Gout primer. Gout primer dipengaruhi oleh factor genetic. Terdapat produksi/sekresi asam urat yang berlebihan dan tidak diketahui penyebabnya. b. Gout sekunder. Gout sekunder dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu : 1) Produksi asam urat yang berlebihan, misalnya pada : a) Kelainan mieloproliferatif (polisitema, leukemia, myeloma retikularis) b) Sindrom Lesch-Nyhan yaitu suatu kelainan akibat defisiensi hipoxantin guanine fosfori basil transferase yang terjadi pada anak-anak dan pada sebagian orang dewasa. c) Gangguan penyimpanan glikogen d) Penatalaksanaan anemia pernisiosa karena maturasi sel megaloblastik

menstimulasi pengeluaran asam urat.

mackerel. Jamur. Pada arthritis kronis. Factor herediter dominan autosom sangat berperan dan sebanyak 25 % disertai adanya hiperurisemia. ditemukan penimbununan Kristal pada membrane sinovia dan tulang rawan artikular. proliferasi sinovia dan pembentukan panus. kepiting. udang. erosi kistik tulang. Alkohol dan soft drink d. dan sawi g. terjadi erosi tulang rawan. Melinjo dan emping e. tiazid. bayam matang. Krim dan Es krim Pada atritis akut. Umumnya pada usia pertengahan. Asam urat . dan beberapa ikan lainnya j. pemakaian obat-obat salisilat. serta perubahan osteoarthritis sekunder. Salmon. sarden. Kacang-kacangan f. misalnya pada gagal ginjal kronis. Kerang-kerangan b. Lebih sering terjadi pada pria dengan perbandingan 20 : 1. asidosis laktat. tendo. Lebih banyak ditemukan pada daerah dengan suhu yang lebih tinggi. beberapa macam diuretic dan sulfonamide. Selanjutnya terjadi tofus serta fibrosis dan ankilosisi pada tulang. Bebek dan kalkun c. Penimbunan ditemukan pula pada ligament. Penimbunan ini dapat menyebabkan terbentuknya tofus yang besar dan menyebabkan kematian jaringan. Ditemukan penimbunan asam urat pada jaringan lunak (yang dikelilingi oleh reaksi inflamasi termasuk sel-sel rasaksa) dan kapsul dari jaringan penyambung. 4) Herediter. atau keadaan alkoholok.2) Sekresi asam urat yang berkurang. Jeroan dan gajih (lemak) i. 3) Iklim. dan bursa. tetapi gejala dapat terjadi lebih awal bila terdapat factor herediter 2) Jenis kelamin. hiperparatiroidisme dan pada miksedema 3. ETIOLOGI Faktor predisposisi terjadinya penyakit gout : 1) Usia. 5) Makanan yang cepat menimbulkan asam urat : a. Daging kambing h.

Bila terjadi ulserasi. 2) Efusi lutut. tetapi disertai adanya sejumlah nodul akibat pembentukan tofus. namun kadang klien tidak menyadarinya. akan terlihat cairan putih (menyerupai kapur) dengan konsistensi seperti pasta gigi. Akhirnya. bursa olekranon. Kadang-kadang timbul anoreksia. Pada penyakit ini ditemukan panas. . serta kalkuli kecil pada kalises. nyeri sendi makin sering terasa.tampak sebagai titik-titik putih pada korteks. dan oksalat. serta sedikit deformitas. kalsium. Gambaran klinis poli-artikular adalah sebagai berikut. Tofus terdiri atas monosodium urat yang mengandung sedikit kolesterol. MANIFESTASI KLINIS a) Atritis gout akut. Keadaan yang sama dapat pula terjadi pada heliks dan anti-heliks telinga. dan malaise yang menyertai gejala di atas. atau nefritis kronis. kekeringan pada kulit akibat pelebaran vena pada sendi yang kemudian menjadi normal jika klien beristirahat. Serangan akut biasanya terjadi pada sendi tarsofalangeal ibu jari kaki kemudian serangan bersifat poli-artikular disertai interval serangan yang makin sering. sklerosis arteriolar. Pada fase ini. Serangan timbul secara tiba-tiba pada malam hari selama 2-10 hari. ada pembengkakan yang ireguler. Penimbunan asam urat dan reaksi inflamasi yang terjadi sama seperti sendi. nyeri. timbul atritis kronis serta pembentukan tofus pada jaringan lunak. sekitar sendi dan tendo serta jari-jari. Terjadi hialinisasi dan fibrosis pada glomerulus. 4. Terjadi karena remisi yang tidak sempurna dari penyakit. kemerahan. pireksia. Ukuran tofus mula-mula kecil dan lunak yang kemudian menjadi keras dan dapat sebesar 7 cm. c) Gout atipik. Cairan sendi akan terlihat keruh dan mengandung Kristal urat. b) Gout tofus kronis. 1) Bila tangan terkena. frekuensi serangan makin meningkat. Dapat pula ditemukan adanya pielonefritis. akan terjadi atritis kronis yang gambaran klinis dan radiologisnya menyerupai atritis rheumatoid. alur garis pada medulla. Biasanya ada riwayat bengkak pada ibu jari. Kelainan pada sendi metatarsofalangeal terjadi pada 50-70 % dari serangan pertama dan sebagian kecil mengenai sendi besar (panggul dan bahu) serta sendi-sendi lainnya.

3) Gout pada jaringan lunak. dan pleura. jantung. lidah. Awitan dapat disertai tendinitis Achilles atau bursitis olekranon dan dapat pula ditemukan pada tennis elbow. dan komplikasi pada kardiovaskuler berupa hipertensi dan sklerosis. . Komplikasi pada ginjal berupa pielonefritis. Pada kasus lebih lanjut. bronkus. Kadang-kadang tofus dapat terjadi pada kornea. batu asam urat. terlihat erosi tulang seperti lubang-lubang kecil (punch out). tidak terlihat perubahan yang berarti dan mungkin terlihat osteoporosis yang ringan. Gambaran radiologis : pada stadium dini. dan gagal ginjal kronis.

2002) .4µmol/L) dapat (tetapi tidak selalu) menyebabkan penumpukan Kristal monosodium urat. (Brunner & Suddarth. penumpukan Kristal natrium urat yang dinamakan tofus akan mengendap di bagian perifer tubuh seperti ibu jari kaki. tangan dan telinga. PATOFISIOLOGI Hiperurisemia (konsentrasi asam urat dalam serum yang lebih besar dari 7. Kriatal monosodium urat yang ditemukan tersalut dengan immunoglobulin fagositosis Kristal dan dengan demikian memperlihatkan aktivitas imunologik. Nefrolitiasis urat (batu ginjal) dengan penyakit renal kronis yang terjadi sekunder akibat penumpukan urat dapat timbul. respons inflamasi akan terjadi dan serangan gout dimulai. Dengan serangan yang berulang-ulang. Kalau Kristal urat mengendap dalam sebuah sendi. Serangan gout tampaknya berhubungan dengan peningkatan atau penurunan mendadak kadar asam urat serum. Gambaran Kristal urat dalam cairan synovial sendi yang asimtomatik menunjukkan bahwa factor-faktor non-kristal mungkin berhubungan dengan reaksi inflamasi.5.0 mg/dl (SI: 0.

citra diri . hipertensi. dan pembentukan panus Pielonefritis. dan sklerosis Terbentuk tofus serta fibrosis dan ankilosis pada tulang Perubahan bentuk tubuh pada tulang dan sendi NYERI Hambatan mobilitas fisik Ansietas Gangguan konsep diri. skelerosis arteriolar. gagal ginjal kronis. proliferasi sinovia. atau nefritis kronis Degenerasi tulang rawan sendi Terbentuk batu asam urat.PATOFLOW GOUT Genetik Sekresi asam urat yang berkuarang Produksi asam urat yang berlebihan Gangguan metabolisme purin Gout Hiperurisemia dan serangan sinovitis akut berulang-ulang Penimbunan Kristal urat monohidrat monosodium Penimbunan asam urat di korteks dan reaksi inflamasi pada ginjal Penimbunan Kristal pada membrane sinovia dan tulang rawan artikular Terjadi hialinisasi dan fibrosis pada glomerulus Erosi tulang rawan.

ginjal. garam-garaman empendu dan membran sel. Sumber makanan yang mengandung protein hewani . lain-lain jeroan. Pada diet normal biasanya mengandung 6001. kacangkacangan kering. susu. Pengaturan diet sebaiknya segera dilakukan bila kadar asam urat melebihi 7 mg/dl dengan tidak mengonsumsi bahan makanan golongan A dan membatasi diri untuk mengkonsumsi bahan makanan golongan B. Golongan B: Makanan yang mengandung purin sedang (50-150 mg/100 gram makanan) adalah ikan yang tidak termasuk golongan A.000 mg purin per hari. daun singkong. Disarankan untuk membatasi asupan lemak karena lemak dapat menghambat pengeluaran asam urat melalui urin. kerang. buncis. ragi (tape). dendeng). asparagus. Golongan C: Makanan yang mengandung purin lebih ringan (0-50 mg/100 gram makanan) adalah keju.6. kerang-kerangan. Penggolongan makanan berdasarkan kandungan purin: a. terutama bagi anakanak pada usia pertumbuhan. sebaiknya membatasi diri terhadap hal-hal yang bisa memperburuk keadaan. sedang untuk diet purin dibatasi menjadi sekitar 100-150 mg purin per hari. sayuran lain. Padahal walau tinggi kolesterol dan purin. herring. jamur. telur. paru. bersantan. daging sapi. serta margarine dan mentega sebaiknya dihindari. PENGATURAN DIET Selain jeroan. jantung.Orang yang kesehatannya baik hendaknya tidak makan berlebihan. Misalnya. c. daun pepaya. membatasi makanan tinggi purin dan memilih yang rendah purin. kangkung. hormon steroid. udang. makanan tersebut sangat berguna bagi tubuh. Golongan A: Makanan yang mengandung purin tinggi (150-800 mg/100 gram makanan) adalah hati. buah-buahan. Makanan yang sebaiknya dihindari adalah makanan yang banyak mengandung purin tinggi. sardin. remis. bahan pembentuk otak. Kolesterol penting bagi prekusor vitamin D. ekstrak daging (abon. makanan kaya protein dan lemak merupakan sumber purin. bayam. oleh karea itu perlu dibatasi. Makanan yang digoreng. b. kembang kol. otak. Sedangkan bagi yang telah menderita gangguan asam urat. alkohol serta makanan dalam kaleng. Asupan protein terutama yang berasal dari hewan dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah. jaringan saraf.

resistensi insulin. protein. Hal yang juga perlu diperhatikan. otak. dan limpa. dkk (Purine-Rich Foods. Gula jagung sebagian besar juga terdiri atas fruktosa. melon. Dairy and Protein Intake. Perbanyak minum air. Air minum ini bisa berupa air putih masak. Dahulu. Buah-buahan yang disarankan adalah semangka. Gula fruktosa (gula dari tumbuhan) juga dapat menghambat pengeluaran asam urat melalui ginjal. Sumber protein yang diperbolehkan adalah protein nabati yang berasal dari susu rendah lemak. jangan bekerja terlalu berat.dalam jumlah yang tinggi. sehingga dianggap dapat menjaga kelangsingan tubuh. dan penyebab penyakit jantung koroner. Sekarang terbukti. Selain dari minuman. Dan yang pasti alkohol sebaiknya dihindari karena alkohol menghambat pengeluaran asam urat. Apabila dengan pengaturan diet masih terdapat gejala-gejala peninggian asam urat darah. Gula tebu mengandung glukosa dan fruktosa dengan perbandingan sama. blewah. Selain buah-buahan tersebut. gula jagung dikira rendah kalorinya. biasanya gangguan asam urat akan terus berlanjut. Buah-buahan yang sebaiknya dihindari adalah alpukat dan durian. misalnya hati. tapi juga penyebab obesitas. cairan bisa diperoleh melalui buah-buahan segar yang mengandung banyak air. serta produk susu dan risiko penyakit gout pada pria. dan jambu air. paru.8-1 gram/kg berat badan/hari. terutama di negara maju. Karena sekali menderita. sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terdekat untuk penanganan lebih lanjut. nanas. buah-buahan yang lain juga boleh dikonsumsi karena buah-buahan sangat sedikit mengandung purin. ginjal. teh atau kopi. Asupan protein yang dianjurkan bagi penderita gangguan asam urat adalah sebesar 50-70 gram/hari atau 0. cepat tanggap dan rutin memeriksakan diri ke dokter. keju rendah lemak dan telur Batasi asupan gula dan sejenisnya. Penelitian tentang diet kaya purin New England Journal of Medicine pernah memuat artikel karya Dr. Choi. karena keduanya mempunyai kandungan lemak yang tinggi. minimal 30-50 ml/kg BB atau sekitar 2. Penelitian tersebut dilakukan selama 12 tahun terhadap populasi tenaga . and the Risk of Gout in Men) yang mengadakan penelitian tentang konsumsi makanan yang kaya purin. fruktosa tak hanya menghambat pengeluaran asam urat.5 liter air (10 gelas). belimbing manis.

Kolkisin dengan dosis 0. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK a. Gejala-gejala pada sebagian besar pasien berkurang dalam waktu 10-24 jam sesudah pemberian obat.5 mg setiap jam. Penggunaan kolkisin setiap hari cenderung memperingan episode gout berikutnya. tidak ditemukan peningkatan risiko gout ketika mereka mengonsumsi protein hewani maupun nabati dalam jumlah yang banyak. Dosis maksimurn adalah 4-8 rng. Beberapa pasien mengalami rasa mual yang hebat. Penggunaan kolkisin jangka panjang tak memperlihatkan efek samping yang berat. dan untuk mencegah serangan gout Akut di kemudian hari. 7. Pengobatan serangan akut biasanya tablet 0. Para peneliti juga membuktikan adanya hubungan yang terbalik antara konsumsi produk susu (khususnya yang rendah lemak) terhadap penyakit gout. Namun. dan pada keadaan ini pemberian obat harus dihentikan. sel darah putih.150 responden selama 12 tahun penelitian akhirnya diperoleh 730 kasus gout baru. Rontgen 8. muntah-muntah dan diarhea.Urine e. Dari 47. Kemudian dilakukan pemeriksaan terhadap hubungan antara faktor risiko diet dan kasus gout baru. aspirasi sendi terdapat asam urat d.5-2 mg per hari ternyata cukup efektif untuk mencegah serangan gout berikutnya secara sempurna atau mendekati sempurna. PENATALAKSANAAN PENGOBATAN Kolkisin adalah suatu agen anti radang yang biasanya dipakai untuk mengobati serangan gout akut. tergantung dari berat pasien bersangkutan. Diet dari setiap responden dinilai ulang setiap empat tahun dengan menggunakan kuesioner. Para peneliti menggunakan kriteria gout berdasarkan American College of Rheumatology. Obat ini juga dapat digunakan sebagai sarana diagnosis. . sampai gejala-gejala serangan Akut dapat dikurangi atau kalau ternyata ada bukti timbulnya efek samping gastrointestinal. kalau memang serangan gout terjadi lagi. sel darah merah c. asam urat b. yang berusia 40-75 tahun. Para peneliti menemukan adanya peningkatan risiko gout ketika responden mengonsumsi daging atau seafood dalam jumlah yang banyak.kesehatan pria di Amerika Serikat.

Masalah lain yang perlu ditanyakan adalah pernahkah klien dirawat dengan masalah yang sama. 4) Riwayat penyakit keluarga. Pemeriksaan kadar asam urat serum berguna untuk menentukan etektivitas suatu terapi. 9. Penypernahkahakit gagal ginjal kronis. Ada produksi/sekresi asam urat berlebihan dan tidak diketahui penyebabnya. suatu agen anti radang. Untuk membuang tofi yang besar. Kaji adakah keluarga dari generasi terdahulu yang mempunyai keluhan sama dengan klien karena klien gout dipengaruhi oleh faktor genetic. ditemukan kemungkinan penyebab yang mendukung terjadinya gout (mis. Tetapi. roti manis dan otak. Probenesid dan Sulfinpirazin merupakan agen urikosurik. Pada pengkajian ini. dapat juga digunakan untuk mengobati artritis gout akut. Anamnesis 1) Identitas 2) Riwayat penyakit sekarang 3) Riwayat penyakit dulu . Pengkajian a. Dosis 100-400 mg per hari dapat menurunkan kadar asam urat serum. Alopurinol dapat mengurangi pembentukan asam urat. artinya mereka dapat menghambat proses reabsorpsi urat oleh tubulus ginjal dan dengan dernikian meningkatkan ekskresi asam urat. Di antara jenis makanan ini termasuk jerohan seperti hati. leukemia. maka dilakukan pembedahan. . Sardin dan anchovy (ikan kecfi semacarn haring) sebaiknya dibatasi.Fenilbutazon. terutama kalau tofi mengganggu gerakan sendi. penggunaan obat diuretik. Terdapat tiga obat lain yang berguna untuk terapi penunjang atau terapi pencegahan. Mungkin dianjurkan untuk menghindari makanan yang mengandung kadar purin yang tinggi. karena fenilbutazon menimbulkan efek samping. ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN GOUT 1. ginjal. hiperparatiroidisme). Indometasin juga cukup efektif. Kaji adanya pemakaian alkohol yang berlebihan. maka kolkisin digunakan sebagai terapi pencegahan.

Kesadaran biasanya kompos mentis. sering ditemukan keringat dingin dan pusing karena nyeri. konjungtiva anemis pada kasus efusi pleura hemoragi kronis Leher : biasanya JVP dalam batas normal d. biasanya ditemukan kesimetrisan rongga dada. 2. Produksi urine biasanya dalam batasan normal dan tidak ada keluhan pada system perkemihan. e.5) Riwayat psikososial. Klien biasanya mual. a. b. biasanya didapatkan suara ronki atau mengi. warna. perlu dikaji frekuensi. Perkusi: suara napas hilang/ melemah pada sisi yang sakit. Suara S1 dan S2 tunggal. terutama klien yang memakai obat analgesic dan anti hiperurisemia. Pengisian kapiler kurang dari 1 detik. f. batas asam urat. B1 (breathing). baud an jumlah urine. Adanya perubahan peran dalam keluarga akibat adanya nyeri dan hambatan mobilitis fisik memberikan respons terhadap konsep diri yang maladaptive. Dibagi menjadi dua yaitu pemeriksaan umum dan pemeriksaan setempat. mengalami nyeri lambung dan tidak nafsu makan. konsistensi. Beberapa gerakan . Kebutuhan eliminasi pada kasus gout tidak ada gangguan . Pemeriksaan fisik. B6 (bone) pada pengkajian ini ditemukan : 1) Look. klien tidak sesak napas. Inspeksi: bilss tidak melibatkan system pernapasan. warna. Palpasi: taktil fremitas seimbang kanan dan kiri. B2 (blood). c. Selain itu. kepekatan. B3 (brain). tetapi tetap perlu dikaji frekuensi. Kaji respons emosi klien terhadap penyakit yang dideritanya dan peran klien dalam keluarga dan masyarakat. B4 (bladder). dan gagal ginjal kronis yang akan menimbulkan perubahan fungsi pada system ini. Keluhan nyeri sendi yang merupakan keluhan utama yang mendorong klien mencari pertolongan (meskkipun mungkin sebelumnya sendi sudah kaku dan berubah bentuknya). Nyeri biasanya bertambah dengan gerakan dan sedikit berkurang dengan istirahat. B5 (bowel). serta bau feses. kecuali penyakit gout sudah mengalami komplikasi ke ginjal berupa pielonefritis. tidak ada penggunaan otot bantu pernapasan.    Kepala dan wajah Mata : ada sianosis : sclera biasanya tidak ikterik.

menunjukkan perilaku yg lebih relaks. Bantu klien dalam mengidentifikasi factor pencetus Rasional : nyeri dipengaruhi oleh cemas dan peradangan pada sendi. Hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan penurunan rentang gerak. Intervensi Keperawatan a. penimbunan Kristal pada membrane sinovia. kelemahan otot. Kaji lokasi. Ada nyeri tekan pada sendi kaki yang membengkak. memperagakan keterampilan reduksi nyeri. b. Tujuan Perawatan Kriteria Hasil : Nyeri berkurang. erosi tulang rawan. 3. : . nyeri pada gerakan. Diagnosa Keperawatan a. Deformitas sendi (pembentukan tofus) terjadi dengan temuan salah satu sendi pergelanngan kaki secara perlahan membesar. dan pembentukan panus. proliferasi sinovia. Rasional : nyeri merupakan respon subjektif yang dapat dikaji dengan menggunakan skala nyeri. c. 2. tulang rawan artikular. Kaji nyeri dengan skala 0-4. dan kekakuan pada sendi kaki sekunder akibat erosi tulang rawan. 4. Hambatan gerakan sendi biasanya semakin bertambah berat. erosi tulang rawan. Intervensi Mandiri 1. dan pembentukan panus. Nyeri Sendi berhubungan dengan peradangan sendi. 2) Feel. Nyeri Sendi berhubungan dengan peradangan sendi. penimbunan Kristal pada membrane sinovia. Klien melaporkan nyeri biasanya di atas tingkat cedera.tertentu kadang menimbulkan nyeri yang lebih dibandingkan gerakan lain. Observasi kemajuan nyeri ke daerah yang baru. 3) Move. : Klien melaporkan penurunan nyeri. intensitas dan tipe nyeri. Skala nyeri 0-1 atau teratasi. dan pembentukan panus. hilang atau teratasi. tulang rawan artikular. proliferasi sinovia. proliferasi sinovia. Gangguan citra diri berhubungan dengan perubahan bentuk kaki dan terbentuknya tofus.

kelemahan otot. Kolaborasi dengan tim medis untuk pemberian alopurinol. klien menunjukkan tindakan untuk meningkatkan mobilitas dan mempertahankan koordinasi optimal. dan pembentukan panus. : . Rasional : alopurinol menghambat biosintesis asam urat sehingga menurunkan kadar asam urat serum. Tingkatkan pengetahuan tentang penyebab nyeri dan hubungan dengan berapa lama nyeri akan berlangsung Rasional : pengetahuan tersebut membantu mengurangi nyeri dan dapat membantu meningkatkan kepatuhan klien terhadap rencana terapeutik. Jelaskan dan bantu klienterkait dengan tindakan pereda nyeri nonfarmakologi dan non-invasif Rasional : pendekatan dengan menggunakan relaksasi dan non farmakologi lain menunjukkan keefektifan dalam mengurangi nyeri 4. Hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan penurunan rentang gerak. dan kekakuan pada sendi kaki sekunder akibat erosi tulang rawan. Kaji mobilitas yang ada dan observasi adanya peningkatan kerusakan. Kaji secara teratur fungsi motorik. Rasional : mengetahui tingkat kemampuan klien dalam melakukan aktivitas. Ajarkan relaksasi : teknik terkait ketegangan otot rangka yang dapat mengurangi intensitas nyeri. Ajarkan metode distraksi selama nyeri akut Rasional : mengalihkan perhatian klien terhadap nyeri ke hal yang menyenangkan 6. proliferasi sinovia. Rasional : akan melancarkan peredaran darah sehingga kebutuhan oksigen akan jaringan terpenuhi dan mengurangi nyeri. kekuatan otot bertambah. nyeri pada gerakan. b. 5. Intervensi Mandiri 1. Tujuan Perawatan dengan kemampuannya Kriteria Hasil : klien ikut dalam program latihan. tidak mengalami : klien mampu melaksanakan aktivitas fisik sesuai kontaktur sendi. Kolaborasi : 1.3.

Ingatkan kembali realitas bahwa masihdapat menggunakan sisi yang sakit dan belajar mengontrol sisi yang sehat Rasional : membantu klien melihat bahwa perawat menerima kedua bagian sebagai bagian dari seluruh tubuh. 3. Pantau kemajuan dan perkembangan kemampuan klien dalam melakukan aktivitas. Intervensi MANDIRI 1. Gangguan citra diri berhubungan dengan perubahan bentuk kaki dan terbentuknya tofus. Bantu klien melakukan latihan ROM dan perawatan diri sesuai toleransi. Tujuan Perawatan Kriteria Hasil : citra diri klien meningkat : klien mampu menyatakan atau mengkomunikasikan dengan orang terdekat tntang situasi dan perubahan yang terjadi. Kaji perubahan persepsi dan hubungannya dengan derajat ketidakmampuan Rasional : menentukan bantuan individual dalam menyusun rencana perawatan atau pemilihan intervensi. c. Rasional : untuk mempertahankan fleksibilitas sendi sesuai kemampuan 4. 2. Rasional : gerakan aktif member massa. tonus dan kekuatan otot serta memperbaiki fungsi jantung dan pernapasan. Ajarkan klien melakukan latihan gerak aktif pada ekstermitas yang tidak sakit. mampu menyatakan penerimaan diri terhadap situasi. Kolaborasi dengan ahli fisioterapi untuk latihan fisik Rasional : kemampuan mobilisasi ekstermitas dapat ditingkatkan dengan latihan fisik dari tim fisioterapi.2. 3. Rasional : untuk mendeteksi perkembangan klien. mengakui dan menggabungkan perubahan ke dalam konsep diri dengan cara yang akurat tanpa merasa harga dirinya negative. Kolaborasi 1. Bantu dan anjurkan perawatan yang baik dan memperbaiki kebiasaan Rasional : membantu meningkatkan perasaan harga diri dan mengontrol lebih dari satu area kehidupan : .

KOLABORASI 1. Kolaborasi dengan ahli neuropsikologi dan konseling bila ada indikasi Rasional : dapat memfasilitasi perubahan peran yang penting untuk perkembangan perasaan . Bersama klien mencari alternative koping yang postif Rasional : dukungan perawat kepada klien dapat meningkatkan rasa percaya diri klien. Rasional : menghidupkan kembali perasaan mandiri dan membantu perkembangan harga diri serta memengaruhi proses rehabilitasi 5. Anjurkan orang terdekat untuk mengizinkan klien melakukan sebanyak mungkin hal untuk dirinya sendiri.4.