P. 1
Bedah Saraf (Tumor Cerebellum)

Bedah Saraf (Tumor Cerebellum)

|Views: 203|Likes:
Published by Kaharudin Masohi
tumor cerebellum
tumor cerebellum

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Kaharudin Masohi on Jul 19, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/10/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

I. Latar Belakang Otak adalah pusat kehidupan. Segala aktivitas kehidupan, hingga yang sekecil-kecilnya, hanya bisa terjadi melalui mekanisme yang diatur oleh otak. Dalam waktu yang bersamaan otak harus menjalankan beribu-ribu aktivitas sekaligus. Otak memiliki banyak bagian yang memiliki fungsi berbeda-beda. Secara garis besar otak terbagi atas tiga bagian, yaitu otak besar (cerebrum), otak kecil (cerebellum), dan batang otak (brain stem). Masing-masing bagian terbagi lagi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, lebih kecil lagi, dan lebih kecil lagi. Ruang antar bagian terisi oleh cairan otak (cerebrospinal fluid), sedang bagian luarnya terlindungi oleh tiga lapis selaput otak (meninges) plus tulang tengkorak. Otak kecil (infratentorial atau otak belakang) terletak di bagian belakang kepala. Fungsinya untuk mengkoordinasi gerakan otot sukarela dan untuk mempertahankan postur tubuh, keseimbangan, dan equilibrium. Tumor otak adalah lesi ekspansif benigna atau maligtna yang membentuk massa di inta cranial atau spinal cord. Tumor otak baik primer ataupun sekunder merupakan salah satu penyakit yang ditakuti masyarakat karena dapat menyebabkan kematian atau kecacatan. Tumor otak primer apabila sel-sel tumor berasal dari jaringan otak itu sendiri dan tumor otak sekunder bila berasal dari organ-organ lain (metastase) seperti kanker paru, payudara, prostate, ginjal dan lain-lain. Menurut Rubinstein (1972) lokasi tumor otak yang paling sering dijumpai pada orang dewasa adalah di daerah supratentorial (80%-85%) sedangkan pada anak-anak di daerah infratentorial (40%). Jenis tumor yang paling sering dijumpai pada amnak-anak adalah jenis medulloblastoma dan cerebral astrositoma, sedangkan pada dewasa adalah jenis Glioma dan Meningioma.

Penyebab tumor hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti. namun belum ada bukti 4. astrositoma dan neurofibroma dapat dijumpai pada anggota-anggota sekeluarga. 3. Substansi-substansi Karsinogenik Penyelidikan tentang substansi karsinogen sudah lama dan luas dilakukan. Adapun faktor-faktor yang perlu ditinjau. menjadi ganas dan merusak bangunan di sekitarnya. Walaupun demikian ada bebrapa jenis tumor yang mempunyai predileksi . 2. nitrosoethyl-urea. infasi dan destruksi dari jaringan otak. kecepatan pertumbuhan masa tumor dan cepatnya timbul gejala tekanan tinggi intrakranial serta efek dari masa tumor kejaringan otak yang dapat menyebabkan kompresi. Radiasi -Jaringan dalam sistem saraf pusat peka terhadap radiasi dan dapat mengalami perubahan degenerasi. Ini berdasarkan percobaan yang dilakukan pada hewan Diagnosa tumor otak ditegakkan berdasarkan pemeriksaan klinis dan pemeriksaan penunjang yaitu pemeriksaan radiologi dan patologi anatomi. walaupun telah banyak penyelidikan yang dilakukan. yaitu : 1. Dengan pemeriksaan klinis kadang sulit menegakkan diagnosa tumor otak apalagi membedakan yang benigna dan yang maligna. karena gejala klinis yang ditemukan tergantung dari lokasi tumor. Kini telah diakui bahwa ada substansi yang karsinogenik seperti methylcholanthrone. 5. Tetapi ada kalanya sebagian dari bangunan embrional tertinggal dalam tubuh. teratoma intrakranial dan kordoma. Sisa-sisa Sel Embrional Bangunan-bangunan embrional berkembang menjadi bangunan-bangunan yang mempunyai morfologi dan fungsi yang terintegrasi dalam tubuh. Perkembangan abnormal itu dapat terjadi pada kraniofaringioma. Virus Banyak penelitian tentang inokulasi virus pada binatang kecil dan besar yang dilakukan dengan maksud untuk mengetahui peran infeksi virus dalam proses terjadinya neoplasma. Herediter Riwayat tumor otak dalam satu anggota keluarga jarang ditemukan kecuali pada meningioma.

angka ketahanan hidup 5 tahun (5 years survival) berkisar 50-60% dan angka ketahanan hidup 10 tahaun ( 10 years survival) berkisar 30-40%. dengan diagnosis dini dan juga penanganan yang tepat melalui pembedahan dilanjutkan dengan radioterapi. Dengan pemeriksaan radiologi dan patologi anatomi hampir pasti dapat dibedakan tumor benigna dan maligna Berdasarkan data di Negara-negara maju. Tujuan Adapun tujuan penyusunan makalah ini adalah: a. II. Sebagai sarana pembelajaran dan referensi bagi para mahasiswa. b. sehingga diharapkan memiliki kompetensi yang bisa diandalkan ketika kelak terjun di masyarakat.lokasi sehingga memberikan gejala yang spesifik dari tumor otak. Sebagai salah satu syarat ujian kepaniteraan klinik Ilmu Bedah .

Anatomi dan fisiologi Cerebellum Letak : dibelakang pons dan medulla oblongata pada fossa cranii posterior dan diatas tertutup oleh tentorium cerebelli. memang memperlihatkan bentuk seperti cacing yang melingkar hamper sempurna) Bagian samping sepasang : hemisphaerum cerebelli yang dibagi oleh adanya sulci dan fissura. • Hemisphaerum cerebelli terbagi 2 oleh adanya fissure posterolateral menjadi : A. sehingga terbentuk lobi atau lobulli.spino cerebellum Lobus posterior (tergolong noncerebellum) s. sel purkinje. B. Corpus cerebelli terbagi 2 pula oleh adanya fissure primaries menjadi : • • Lobus anterior (tergolong paleocerebellum) s. Sebagian sel purkinje merupakan output neuron yang berproyeksi ke nucleus vestibularis lateralis. 5 tipe serabut neuron intrinsic : sel granula. sel golgy tipe 2. sel basket. 1 tipe output neuron : sel dari nucleus cerebellar. Anatomi Permukaan Cerebellum tersusun dari : 1. 3. Secara umum cerebellum terbagi atas : • Bagian tengah yang tunggal : Vermis (dari permukaan. 2 tipe input akson : climbing fibers. sel stelate. Cerebellum terpisah dengan cerebrum oleh sebuah alur melintang: Fissura Transversa. dan mossy fibers 2. Bentuk : Oval dan mengkerut di bagian tengah. Cerebellum merupakan bagian kedua terbesar dari otak dan beratnya ± 1/8 dari massa otak (sebesar tinju). Corpus cerebelli yang secara filogenetik tergolong paleocerebelli maupun non cerebelli B. Terletak di bawah lobus occipitalis cerebri.cerebro cerebellum 1.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Lobus anterior .

• Dibelakang lobulus simplek terdapat lobulus semilunaris superior yang dibelakang dibatasi oleh fissure horizontalis. Seluruh lobus anterior bersama pyramis dan uvula tergolong paleocerebelli. Bagian vermis yang sesuai dengan lobulus semilunaris superior adalah folium vermis. Bagian vermis yang sesuai dengan lobulus tersebut ialah : tuber vermis. Terdiri dari vermis anterior dan korteks paravermian. Seluruh lobus posterior kecuali pyramis dan uvula tergolong neocerebellum • Bagian paling depan dari lobus posterior disebut lobulus simplek (sering juga disebut lobulus semilunaris posterior) yang dibelakang daibatasi oleh fissura posterosuperior. Bagian vermis yang sesuai dengan lobus anterior (dari depan ke belakang) ialah : • • Lingula Lobulus centralis culmen monticuli Muscle spindle (reseptor otot skelet) Organon golgi (reseptor tendo) Menerima input dari : • • Fungsi : menjaga tonus otot 2. Bagian ini menerima proyeksi afferent dari korteks cerebri melalui nuklei pontis dan brachium pontis sehingga disebut juga sebagai pontocerebellum. Fungsi utama bagian ini adalah untuk regulasi tonus otot dan mempertahankan sikap badan.Terletak di depan fissure primarius. • Dibelakang lobulus semilunaris superior terdapat : lobulus semilunaris inferior yang dibelakang dibatasi oleh fissure prepyramidalis. Lobus posterior Terletak antara fissure primarius dengan fissure posterolateralis. Lobus anterior ini menerima serabut aferen proprioseptif dan exteroceptif dari kepala dan tubuh. Terdiri dari vermis dan bagian terbesar hemisfer cerebellum. Bagian ini dikenal juga sebagai spinocerebellum karena proyeksi afferent utama berasal dari proprioseptif otot-otot dan tendon extremitas melalui tractus spinocerebellaris. Bagian vermis yang sesuai dengan lobulus simplek disebut : Declive Vermis. . Fungsi utama bagian ini adalah koordinasi berbagai gerakan lincah yang diawali dari korteks cerebri.

Cabang yang lebih besar menuju . karena proyeksi afferent utama berasal dari nuklei vestibularis. Kedua lobuli semilunaris superior dan inferior disebut lobus ansiformis • Dibelakang lobulus semilunaris inferior terdapat lobulus lobulus gracilis yang dibelakang dibatasi oleh fissure prepyramidalis Bagian vermis yang sesuai dengan lobulus tersebut adalah tuber vermis juga. pyramis dan uvula vermis termasuk aleocerebellum Menerima input dari : neocortex via tractus cortico prontocerebellaris Fungsi : mengatur koordinasi aktivitas otot skelet dan mempertahankan sikap tubuh Lobus Flocculonodularis (termasuk archicerebellum) Secara filogenetis merupakan bagian yang tertua. Bagian vermis yang sesuai dengan tonsil ialah uvula. Bagian tengahnya merupakan bagian dari vermis disebut : nodulus. • Dibelakang lobulus gracilis terdapat lobulus biventralis yang dibelakang dibatasi oleh fissure post pyramidalis Bagian vermis yang sesuai dengan lobulus tersebut ialah : pyramis • Bagian paling belakang dari lobus posterior adalah tonsil dengan ujung membentuk sayap disebut Paraflocculus yang ke belakang dibatasi oleh fissure posterolateralis. A.Folium dan tuber vermis termasuk neocerebellum. Basilaris. sedang bagian hemisphaerumnya disebut : Flocculus Lobus flocculonodularis tergolong Archicerebelum (vestibulo cerebellum). Serebelaris superior memberi cabang yang kecil ke tektum dan bagian bawah mesencephalon. 1. Arteri Serebelaris Superior Arteri ini berasal dari A. menerima input dari : Kompleks vestibuler Fungsi : menjaga postur dan mempertahankan keseimbangan. maka disebut juga archicerebellum. Vaskularisasi cerebellum Arteri : Arteri berasal dari cabang arteri vertebralis dan arteri basilaris. C. Fungsi utama bagian ini adalah mempertahankan keseimbangan.

3. Arteri Serebelaris Posterior Inferior Berasal dari A. Kelompok ketiga adalah vena kaudal cerebelli yang menerima darah dari bagian bawah hemisfere dan berakhir di sinus sigmoideus atau sinus petrosus superior. 2. yaitu bagian cortex dan substansia alba dari flokulus. tetapi kadang-kadang arteri ini merupakan cabang langsung dari A. Kelompok keempat menerima darah dari bagian ventral cerebellum. Basilaris. Arteri ini mensuplai bagian kaudal dari nukleus pada serebelum dan korteks vermis inferior. 2. Arteri Serebelaris Anterior Inferior Arteri ini berasal dari A. Daerah yang mendapat suplai arteri ini paling sedikit. Cortex cerebelli (paling luar) : Substantia grisea Hanya terdiri dari 3 lapis sel : . cerebellum juga menampilkan struktur yang sama yaitu : 1.Lapisan paling luar (lapis moleculare) terdiri dari sel stellatum dan sel keranjang diantara kedua jenis sel tersebut terdapat sel neuralgia. Di daerah ini arteri tersebut bercabang-cabang mensuplai korteks dan substansia alba dari setengah kaudal cerebellum. 4. D. . Auditori Interna. kemudian bercabang lagi untuk memberi suplai bagian rostral dan rostroventral kedua hemisfer dan bagian rostral vermis. Bagian yang terdapat dalam cerebellum Sebagaimana halnya cerebrum. Berakhir pada vena basalis atau vena Galleni. Kelompok kedua adalah vena rostrolateral cerebelli yang menerima darah dari bagian rostro lateral korteks dan substansia alba infratentorial ke sinius transversus. Juga memberi darah ke bagian ventral vermis dan daerah paravermis kedua sisi. terutama ke nukleus dentatus. Vena : Setiap hemisfer cerebelli mempunyai empat kelompok besar vena yaitu : 1. 3. bersatu dan membentuk vena flokularis yang menghubungkan sinus petrosus. Basilaris. Vertebralis. Kelompok pertama adalah vena rostromedial cerebelli yang mengumpulkan darahdarah dari bagian rostral vermis dan sekitarnya dan nukleus dentatus.ke pedunculus cerebelaris superior. Cabang arteri ini adalah A.

Dari bagian dasar sel purkinje keluar axon jalan memasuki lapisan granulare. dendrit sel purkinje jalan memasuki lapisan moleculare. Oleh karena itu cerebellum hanya punya 3 nuclei. • • Nucleus Fastigialis : Letak kiri-kanan linea mediana dari vermis dan sangat dekat dengan atap ventriculus quartus (velum medulla posterior).. 2. Substansia alba sendiri dalam vermis vermis sangat sedikit dan memperlihatkan gambaran seperti pohon kayu (=Arbor Vitae) E. Pada penampang melintang setinggi folium. Medulla cerebelli (bagian dalam) : substansia alba.Lapisan tengah (lapis sel purkinje) terdiri dari sel purkinje. Fisiologi cerebellum . terdiri dari beberapa kelompok sel bundar yang terletak medialis dari nucleus emboliformis. Sedang axonnya akan memasuki lapis moleculare dan bersinapsis dengan sel purkinje. Setiap sel mengeluarkan 4-5 dendrit yang akan bersinaps dengan serabut dari nuclei cerebellum lainnya. • Nucleus Emboliformis : Bentuk oval dan terletak postero-medial dari nucleus dentatus Nucleus Globosus : Nucleus emboliformis dan nucleus globossus bisa digabung menjadi NUCLEUS INTERPOSITUS. dimana di dalamnya terdapat 4 pulau-pulau substansia grisea • Nucleus Dentatus : Paling besar. . Waktu memasuki substansia alba. axonnya akan terbungkus oleh selubung myelin dan akan bersinapsis dengan sel neuron dalam substansia alba. bentuk seperti karung kempes yang keriput dan melengkung. dengan cekungannya membuka ke arah medial. Sel ini merupakan sel golgi tipe I yang berbentuk seperti botol.Lapisan paling dalam (lapis granulare) terdiri dari sel-sel kecil (sel granulare). Cabang kolateral dari akson sel purkinje akan bersinaps dengan sel stellatum dan sel keranjang di lapis moleculare. Di daerah cekuntg tersebut terdapat serabut eferen yang meninggalkan nucleus dentatus dan kemudian membentuk : Pedunculus cerebelli posterior.

Mula-mula perintah dari cortex cerebri dan sistem piramidal diterima melalui ketiga sistem cerebrocerebellar. yang kemudian memproyeksikannya kembali ke daerah yang sama di cerebrum. Orientasi dalam ruangan c. sehingga memegang peranan penting pada setiap fungsi motorik. floculonoduler dari sistem vestibuler dan hemisfer cerebellum dari cortex cerebri. Impulsa motorik akan diperkuat dan disintesis kembali sehingga menimbulkan kontraksi otot yang harmonis dan gerakan volunter yang halus dan sinkron. Mengatur tonus otot d. Setelah menerima signal aferen. cerebellum mengoreksi kesalahan atau kekurang akuratan dari gerak otot. juga dari tractus spinocerebellar. Secara umum vermis menerima input aferen dari medula spinalis. auditori. Corteks cerebellum mendapat signal dari berbagai sumber. taktil. Cerebellum adalah bagian otak dimana korteks cerebri menerima impuls darinya untuk melakukan koordinasi yang mengatur gerakan volunter. Mempertahankan keseimbangan tubuh b. cerebroreticulocerebellar. cerebellum adalah nukleus vestibularis yang mempunyai spesialisasi tinggi. Semua modalitas sensoris (taktile. diproyeksikan pada daerah yang sama di cerebellum. mekanismenya masih belum jelas. Jaras lain berasal dari area motor cerebri yaitu cerebroolivocerebellar.Secara filogenetis. Yang terpenting adalah jaras cerebropontocerebellar yaitu jaras yang menyilang menghubungkan hemisfer cerebri pada sisi yang berlawanan melalui tractus cortico pontine dan pedunculus cerebelli media. Cerebellum dan pusat vestibuler secara bersama-sama mempunyai fungsi : a. Pusat-pusat motorik. Definisi tumor serebelum . pendengaran dan penglihatan baik kortikal maupun subkortikal di cerebrum. Mengatur postur tubuh Pada umumnya fungsi utama cerebellum adalah mengintegrasikan dan mengkoordinasikan reaksi somatik. F. visual) memberi impuls pada cerebellum. pendengaran dan penglihatan. Pada cerebellum juga terdapat daerah-daerah untuk taktil.

Gejala dan tanda hampir menyerupai gejala dan tanda pada tumor medulloblastoma atau ependymoma ventrikel IV. prostate. bahkan MRI dapat ditemukan gambaran lesi kistik dengan modul di sekitarnya. Insiden 25 persen-35 persen dari kanker otak pada anak. Pada pemeriksaan imaging CT Scan atau MRI tampak lesi berbatas tegas yang enhance dengan pemberian kontras di lokasi cerebellum. Apabila selsel tumor berasal dari jaringan otak itu sendiri. Sering diketahui diderita anak-anak saat terjadinya sumbatan aliran cairan serebro spinal atau yang disebut hidrosefalus. Kista-kista itu berisi cairan yang santokrom. disebut tumor otak primer dan bila berasal dari organ-organ lain (metastase) seperti . dan nystagmus. Hampir selalu tumbuh di pertengahan lokasi cerebellum atau di belakang medulla oblongata. Klasifikasi tumor serebelum Berikut ini adalah beberapa tumor yang berasal dari cerebelum dan dapat mengenai cerebellum. Hal ini mengakibatkan sakit kepala. Dengan pemeriksaan CT scan. Gejala tergantung dari besar dan lokasi tumbuhnya tumor. Penyebab medulloblastoma masih belum diketahui. kanker paru. Terdapatnya gangguan koordinasi. a. Neoplasma pada jaringan otak dan selaputnya dapat berupa tumor primer maupun metastase. Medulloblastoma/Primitive Neuroectodemaltumor (PNET) Tumor jenis ini sangat umum terjadi pada tumor otak anak-anak. disebut tumor otak sekunder G. b. membentuk massa dalam ruang tengkorak kepala (intra cranial) atau di sumsum tulang belakang (medulla spinalis). payudara. gait. ginjal dan lain-lain.Tumor serebelum merupakan salah satu jenis tumor otak yang lesinya berlokasi di cerebelum. Hemangioblastoma Hemangioblastoma merupakan tumor pembuluh darah yang berkista. ataxia. bahkan gangguan kesadaran. c. Cerebellarastroytoma Tumor yang berasal dari sel-sel otak yang bernama astrocyt. Di samping medulla spinalis. maka predileksi tumor ini . gangguan penglihatan. Tumor otak itu sendiri adalah suatu lesi ekspansif yang bersifat jinak (benigna) ataupun ganas (maligna). Terletak di fossa posterior atau di cerebellum.

Tumor Cerebelum menyebabkan timbulnya gangguan neurologik yang progresif. Lokasinya selalu di sekitar ventrikulus dan kanalis sentralis. Epedimoma Sel-selnya berasal dari ependim yang menutupi dinding ventrikel. Gangguan pada cerebellum akibat tumor dapat menyebabkan tremor intensional. Gangguan neurologis pada tumor cerebellum biasanya dianggap disebabkan oleh dua faktor yaitu gangguan fokal akibat tumor dan kenaikan tekanan intrakranial. otot-otot dapat kehilangan kekenyalanya. Cerebellum memungkinkan terjadinya gerakan voluntar seperti berjalan dengan tangkas. semua refleks dan aktivitas otot voluntar. Perubahan suplai darah terjadi akibat tekanan tumor yang bertumbuh menyebabkan nekrosis jaringan otak. tepat dan dengan usaha yang minimal. serta mempertahankan postur yang normal.di serebellum. Kondisi ini disebabkan oleh hilangnya pengaruh cerebellum terhadap refleks regang sederhana. Dengan demikian cerebellum mengatur tonus otot secara bertahap dan seimbang. Gangguan suplai darah arteri pada umumnya bermanifestasi sebagai hilangnya fungsi secara akut dan mungkin dapat dikacaukan dengan gangguan serebrovaskuler primer. Fungsi cerebellum yang terpenting adalah untuk mengkoordinasikan. Sentakan pada ektrimitas menimbulkan gerakan yang berlebihan pada sendi-sendi terminal. Cerebellum terutama dihubungkan dengan jaras neuron pada sisi tubuh yang sama sehingga lesi pada hemispherium cerebellum menimbulkan tanda dan gejala yang terbatas pada sisi tubuh yang sama. d. Gangguan fokal terjadi apabila terjadi penekanan pada jaringan otak dan infiltrasi atau invasi langsung pada parenkim otak dengan kerusakan jaringan neural. Hal ini terjadi karena otot-otot berkontraksi seperti lain dari biasanya dan lemah. dan bercukur. filum terminale di tempat ini ia terbungkus rapi. Pada palpasi. dengan kerja yang sinergis. Terdapat penurunan resistensi terhadap gerakan pasif pada sendi-sendi. . Tremor intensional yaitu tremor osilasi (goyang) yang paling jelas pada akhir gerakan halus seperti mengkancingkan baju. sehingga mudah dikeluarkan secara operasi. Kelompok otot tidak dapat bekerja secara harmonis dan terjadi gangguan gerakan. menulis. Bila tumor ini disertai dengan hemangioblastoma di retina disebut sebagai von Hippel-Lindau. Tumor ini juga dapat mengenai medulla spinalis (60 %).

H. Nistagmus merupakan osilasi (goyangan) mata yang cepat saat memandang atau melihat suatu daerah atau benda. Setiap proses desak . dan tidak lengkap. Gangguan ini adalah pemebsaran bintik dan amaurosis fugaks ( ketika penglihatan berkurang).Serangkaian kejang sebagai manifestasi perubahan kepekaan neuron dihubungkan dengan kompresi. Diagnosis Banding Gejala yang paling sering dari tumor otak adalah peningkatan tekanan intrakranial. kejang dan tanda defisit neurologik fokal yang progresif. invasi. dan perubahan sirkulasi cairan serebrospinal. tandaini menginsyaratkan peningkatan tekanan intrakranial. Dapat terjadi gangguan penglihatan akibat papilaedema.nuclei vestibularis. Pertumbuhan tumor menyebabkan bertambahnya massa karena tumor akan mendesak tulang yang relatif tetap pada ruangan tengkorak yang kaku.otot mata bergantung pada fungsi normal dua rangkaian jaras aferen. dan perubahan suplai darah ke jaringan otak. Nistagmus terjadi karena posisi otot. Disdiakokokinensia merupakan ketidakmampuan untuk melakukan gerakan bergantiganti secara teratur dan cepat. terbentuknya edema sekitar tumor. tersendat. Hal ini disebabkan karena hilangnya pengaruh refleks regangan. Bila terlihat dengan pemeriksaan fuduskopi. Gerkan yang ditimbulkan oleh refleks tendon cenderung berlangsung lebih lama dari pada normal. Bila keluhan nyeri kepala terjadi secara menyeluruh maka kurang dapat ditentukan lokasinya dan biasanya menunjukan pergeseran ekstensifkandungan intrakranial akibatpeningkatan tekanan intrakranial. Nyeri kepala akibat tumor cerebellum terjadi akibat traksi dan pergeseran struktur peka nyeri dalam rongga intrakranial. Tumor pada cerebellum dapat menimbulkan gangguan refleks. Peningkatan tekanan intrakranial dapat disebabkan oleh beberapa faktor : bertambahnya massa dalam tengkorak. Papila edema disebabkan oleh stasis vena yang menimbulkan pmbengkakan dan pembesaran diskus optikus. Struktur-struktur peka nyeri ini adalah arteri. Yang pertama adalah jaras visual saat mata memandang objek tertentu sedangkan yang kedua lebih rumit dan melibatkan labirin. dan cerebellum. sinus-sinus vena dan saraf otak. sedangkan dua pertiga lainnya terjadi didekat atau diatas tumor. Pada sisi lesi cerebellum gerakan akan menjadi lambat. vena. Lokasi nyeri kepala cukup bernilai oleh karena sepertiga dari nyeri kepala ini terjadi pada tempat tumor.

Abses intraserebral b. Epidural hematom c. Beberapa jenis kanker kemoterapi. seperti sitosin arabinoside. sehingga agak sukar membedakan tumor otak dengan beberapa hal berikut : a. dan khususnya pedunculus cerebelum tengah. Etanol dapat menyebabkan atrofi pada vermis serebelum. b. Hal ini berlaku bahkan untuk paparan dalam rahim. Multiple Sclerosis) Ada banyak potensi yang bisa mengganggu fungsi cerebellum.ruang di otak dapat menimbulkan gejala di atas. Pasien dengan penyakit ini memiliki gambaran serebelum yang normal pada pencitraan serebelumnya. c. arteri serebelum anterior inferior. Lesi struktural (Stroke. Stroke mungkin yang paling umum karena cerebellum dipasok oleh tiga arteri utama pada setiap sisi yaitu arteri serebelum superior. Toksin (etanol. dan arteri serebelum posterior inferior. Apabila terdapat stroke hemoragik gambaran perdarahan pada gambaran otak. maka akan tampak adanya . Multiple sclerosis adalah penyebab lain terjadinya gangguan serebelum. Multiple Sclerosis sering melibatkan koneksi cerebelum pada batang otak. Hipertensi intrakranial benigna d. Pada gambaran MRI cerebelum dapat ditemukan adanya gambaran plak pada cerebelumnya. juga bersifat toksik untuk serebelum. Autoantibodi (degenerasi serebelum paraneoplasti. kemoterapi. penyakit autoimun) Cerebelum dapat saja terganggu fungsinya oleh karena suatu proses autoimun dalam tubuh yang menyebabkan timbulnya suatu antibodi yang merusak cerebelum seperti pada degenerasi cerebelum paraneoplastik. antikonvulsan) Ada beberapa toksin yang dapat menyerang cerebelum. Etanol dan obat-obatan antikonvulsan seperti fenitoin dan carbamazepine bersifat toksik untuk serebelum. Lithium yang diberikan untuk episode manik depresi juga bersifat toksik untuk serebelum. Meningitis kronik Diagnosis banding yang lebih spesifik untuk penyakit yang menyerang serebelum selain tumor otak dapat dibagi menjadi 4 kategori etiologi yaitu: a.

Dapat diberikan loading dose 12 mg iv deksamethasone yang diikuti dosis 4 mg secara oral atau injeksi. Tujuan pembedahan : (1)menghasilkan diagnosis histologis yang akurat (2)mengurangi tumor primer (3)memberikan jalan untuk CSF mengalir (4)mencapai potensial penyembuhan. Setelah terapi beberapa hari secara bertahap dosis diturunkan agar tidak menimbulkan efek samping yang tidak diharapkan. . Efeknya mengurangi sakit kepala dengan cepat. Prevalensinya sekitar 1-4/100000 dan diwariskan secara genetik. biasanya dimulai pada masa kanak-kanak. tetapi dosis ini dapat ditambahkan maupun dikurangi untuk mencapai dosis yang dibutuhkan untuk mengontrol gejala neurologik. Prosedur pembedahan yang dilakukan yaitu biopsi. I. Manajemen operatif Berbagai pilihan pembedahan telah tersedia. dan dapat dibedakan dengan keterlibatan sistem saraf lainnya. Terapi steroid Kortikosteroid secara bermakna menurunkan edema di sekitar tumor intrakranial dan mengurangi tekanan intrakranial. b. tetapi tidak mempengaruhhi pertumbuhan tumor. Gangguan ini sebelumnya dikenal sebagai autosom dominan ataxia serebelum. Pada gambaran MRI didapatkan atrofi dari cerebelum. Penatalaksanaan a. dekompresi dengan membuang seluruh atau sebagian tumor bergantung pada sifat tumor dan lokasinya. dan pendekatan pembedahan yang dipilih harus berhati-hati untuk meminimalisir resiko deficit neurologic setelah operasi.d. Dosisinya juga dapat diberikan mulai dari 16 mg/h. Dexamethasone adalah korticosteroid yang dipilih karena aktivitas mineralokorticoid yang minimal. Degenerasi serebelum yang diwariskan (inherited cerebellar degeneration) Semua gangguan ini menunjukkan disfungsi cerebelum secara bertahap dan progresif.

Secara rutin digunakan sebagai pendekatan terhadap fossa posterior c. dipotong dan kemudian . Kadang dibutuhkan pada pembedahan pada tumor yang berlokasi di anterior seperti neurofibroma dan chordoma. Prognosis yang lebih baik terjadi pada tumor jinak jika dilakukan pembedahan tumor secara komplit seperti pada meningioma atau kraniofaringioma. (4) Bur hole: untuk memegaang tangan dan unk biopsi stereostatik (5) Kraniektomi: burrhole diikuti dengan pembuangan tulang di sekitarnya untuk memperluas lapang pandang. odontoid peg. Penggunaan radioterapi untuk terapi tumor intrakranial sekarang ini yaitu: Sinar X megavoltage Sinar gamma dari cobalt-60 Sinar elektron dari akselerator flap dari tulang. Jika beberapa jaringan tumor ada yang terlewatkan atau terdapat fragmen tumor yang masih menempel pada struktur yang lebih dalam maka akan terjadi kekambuhan. Beberapa macam teknik pembedahan secara umum pada tumor intrakranial yaitu: (1) Kraniotomi: dikembalikan (2) Transphenoidal route : melalui sinus sphenoid untuk mencapai fossa pituitary (3) transoral route: pembuangan arcus atlas.Pengambilan tumor secara komplit pada tumor maligna primer yang bersifat infiltratif dihindari dan operasi hanya berbatas pada biopsi atau dekompresi tumor. Radioterapi Terapi radiasi adalah terapi nonpembedahan yang paling efektif untuk pasien dengan malignant glioma dan juga sangat penting bagi pengobatan pasien dengan low-grade glioma. dan clivus untuk akses ke aspek anterior batang otak dan atas dari medulla spinal segmen servikal.

kemoterapi disarankan untuk pengobatan pasien dengan oligodendroglioma. Efek radioterapi bergantung pada dosis total yang biasanya mencapai 60 Gy dan durasi terapi. Kemoterapi juga tidak berperan banyak dalam pengobatan pasien dengan lowgrade astrocytoma. Sejak beberapa sel tumor melewati jalur cairan serebro spinal seperti medulloblastoma iradiasi aksis neural secara keseluruhan meminimalisir risiko kekambuhan pada tempat yang jauh. Komplikasi radioterapi: (1) selama terapi: meningkatkan edema dan masih bersifat reversibel (2) setelah beberapa minggu atau bulan: demielinisasi dan biasanya bersifat reversibel (3) 6 bulan-10 tahun: radionekrosis bersifat ireversibel d. Sebaliknya. dan germinoma tetapi juga memainkan peranan penting dalam manajemen beberapa tumor jinak seperti adenoma hipofisis. kemoterapi hanya sedikit bermanfaat dalam terapi pasien dengan malignant glioma. proton Sebagai alternatif dapat diterapi dengan terapi dari dalam (brakhiterapi) dengan implantasi bbahan radioaktif seperti dengan iodin. Radioterapi bukan hanya merupakan bagian penting dalam manajemen tumor maligna seperti astrositoma maligna. Kedua hal tersebut harus seimbang untuk mencegah krusakan pada jaringan yang sehat.- Accelerated particles dari cyclotron. Berkebalikan dengan metode yang lama pada terapi sinar X dalam. tumor metastasis. Kemoterapi Agen kemoterapi telah digunakan selama beberapa tahun dalam manajemen tumor otak maligna. medulloblastoma. tetapi sebuah subgroup tertentu nampaknya bertahan lebih lama dengan penambahan kemoterapi dan radioterapi. inti helium. .Kemoterapi tidak memperpanjang rata-rata pertahanan semua pasien. kraniofaringioma. lebih cepat tumor berkembang maka semakin sensitif. teknik modern menghasilkan penetrasi jaringan yang luas dan mencegah kerusakan akibat radiasi pada permukann kulit. Secara umum. seperti neutron.

procarbazine.Obat yang sering digunakan yaitu BCNU. terapi kombinasi termasuk CCNU dan vincristine dapat menunda kekambuhan. Pada medulloblastoma. Metode ini membutuhkan evaluasi lebih lanjut. dan metotreksat. Tes kemosensitivitas in vitro: penggunaan pendekatan kultur sel tumor dari materi biopsi. Kemoterapi jtidak bermanfaat pada pasien dengan tumor jinak atau low grade. Hal itu hanya sebuah contoh bagaimana sistem imun dapat mengendalikan . Penggunaan antibosi monoklonal lebih bermanfaat pada meningitis karsinomatosa di mana memungkinkan untuk akses ke intratekal secara langsung. Peningkatan akses: modifikasi sawar darah otak dengan manitol atau ikatan sebelumnya dengan liposome dapat meningkatkan perjalanan obat sitotoksik dan antibodi monoklonal ke jaringan tumor. e. f. Dasar pemikiran bahwa sistem imun dapat menolak tumor. khususnya allograft. Pendekatan baru Target sel: dengan antibodi monoklonal telah digunakan dengan harapan dapat digunakan sebagai pembawa. vincristine. toksin dan radionulir langsung pada tempat tumornya. beberapa studi membuktikan bahwa terapi kombinasi atau terapi tunggal menghasilkan derajat remisi tumor. telah didemonstrasikan lebih dari 50 tahun yang lalu. mengambil obat sitotoksik. metil-CCNU. atau rata-rata kematian sel menggunakan obat spesifik. Imunoterapi Imunoterapi merupakan pengobatan baru yang masih perlu diteliti lebih lanjut. Pada praktisnya teknik ini mempunyai nilai yang terbatas dan aktivitas sitotoksik yang ditunjukkan secara in vitro pada metode ini tidak selalu mencerminkan aktivitas obat secara in vitro. inti dari sensitivas tumor terhadap obat selama tes. Pada astrositoma maligna BCNU dapat menghasilkan manfaat yang sedang. Pada pasien dengan tumor maligna. Seperti halnya dengan injeksi langsung intrakarotis dapat meningkatkan efektivitas pemberian. tetapi uji control acak menunjukkan hasil yang mengecewakan. CCNU. Analisis in vitro meliputi inhibisi pertumbuhan.

dan inkoordinasi.pertumbuhan tumor. Hal tersebut dapat dijelaskan dari masing-masing fungsi dari lobus pada serebelum. Lobus posterior (archiserebelum) menerima serat aferen dari sistem vestibular dengan fungsi mengatur keseimbangan. (2) Terdapat gangguan yang berkaitan dengan fungsi serebelum yaitu ataksia. atau mengubah phosphorylation atau glycosylation. nistagmus. Fungsi dari lobus anterior (paleoserebelum) menerima serat aferen dari jalur spinoserebelar yang berfungsi untuk mengatur gaya berjalan (gait). Fungsi dari lobus posterior (neoserebelum) menerima serat aferen dari dan ke korteks motorik atau nuklei vestibular dan ganglia basalis dengan fungsi mengatur tonus postural dan modulasi keterampilan motorik berkaitan juga dengan terjadinya nistagmus. Komplikasi tumor serebelum (1) Tumor serebelum yang mengompresi jalannya cairan serebrospinal dapat menyebabkan hidrosefalus dengan tanda dan gejala peningkatan TIK. Sedangkan gaya hidup tidak berpengaruh terhadap terjadinya tumor intrakranial sehingga tidak perlu dilakukan pencegahan berdasar gaya hidup. Tumor umumnya menghasilkan level protein yang berbeda (dibandingkan protein normal) disekitar jaringan. Beberapa perubahan protein oleh tumor sudah mencukupi bagi sistem imun untuk mengenal protein yang dihasilkan tumor sebagai antigenik. (3) Komplikasi yang terjadi pada tumor serebelum juga dapat melibatkan gangguan pada batang otak dan nervus kranialis. dan beberapa protein mengandung asam amino substitusi atau deletions. h. Faktor genetik memegang peranan kurang dari 5% risiko terjadinya tumor dan faktor lingkungan yang paling berpengaruh terhadap terjadinya tumor intrakranial adalah radiasi kranial sebelumnya. Sehingga dapat dilakukan pencegahan terhadap radiasi. dan memunculkan imun respon untuk melawan protein-protein tersebut. Pencegahan Faktor risiko terjadinya tumor meliputi faktor genetik dan lingkungan. disartria. . g.

dengan diagnosis dini dan juga penanganan yang tepat melalui pembedahan dilanjutkan dengan radioterapi. . Berdasarkan data di Negara-negara maju. Prognosis Prognosisnya tergantung jenis tumor spesifik. BAB III KESIMPULAN • • Tumor serebelum merupakan salah satu jenis tumor otak yang lesinya berlokasi di cerebelum. angka ketahanan hidup 5 tahun (5 years survival) berkisar 50-60% dan angka ketahanan hidup 10 tahaun (10 years survival) berkisar 30-40%.i.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->