Oleh : Hujair Sanaky1

A. Pendahuluan Bangsa dan negara Indonesia merupakan suatu bangsa yang besar. Kenyataan yang tak dapat ditolak bahwa masyarakat dan bangsa Indonesia terdiri dari berbagai keragaman sosial, kelompok etnis, budaya, agama, aspirasi politik dan lain-lain, sehingga “masyarakat dan bangsa Indonesia secara sederhana dapat disebut sebagai masyarakat "multikultural". Tentu saja, realitas "multikultural" tersebut berhadapan dengan kebutuhan mendesak untuk merekonstruksi kembali "kebudayaan nasional Indonesia" atau “budaya bangsa” yang dapat menjadi "integrating force" yang dapat mengikat seluruh keragaman etnis, sukubangsa dan budaya tersebut”2sebagai upaya menuju masyarakat madani Indonesia. Pemahaman serta kesadaran tentang multikulturalisme, sebenarnya sudah muncul sejak negara Republik Indonesia terbentuk yang digunakan oleh pendiri bangsa Indonesia untuk ”mendisain kebudayaan bangsa Indonesia. Tetapi realitas sekarang yang dihadapi bangsa Indonesia, pemahamannya keluar dari konsep dasar tersebut. Artinya, bagi bangsa Indonesia masa kini konsep multikulturalisme menjadi sebuah konsep yang baru dan asing”3. Kenapa demikian, karena kesadaran tentang konsep multikulturalisme yang dibentuk oleh pendidiri bangsa ini tidak terwujud pada masa Orde Baru. Kesadaran tersebut dipendam atas nama persatuan dan stabilitas negara yang kemudian muncul paham mono-kulturalisme yang menjadi tekanan utama dan akhirnya semuanya memaksakan pola yang berkarakteristik ”penyeragaman” berbagai aspek, sistem sosial, politik dan budaya, sehingga sampai saat ini wawasan multikulturalisme bangsa Indonesia masih sangat rendah. Perbedadaan budaya, agama, aspirasi politik, kepentingan, visi dan misi, keyakinan dan tradisi merupakan sebuah konduksi dalam hubungan interpersonal yang kadang-kadang juga menjadi perbedaan perilaku dalam memahami sesuatu. Dari sini, dapat dikatakan bahwa berbagai kekisruan etnis yang merebak dibanyak tempat di wilayah Negara Kesatauan Republik Indonesia, merupakan bagian dari krisis multi dimensi yang dihadapi negara dan bangsa Indonesia sejak pertengahan tahun 1997 pada masa akhirnya rezim Orde Baru merupakan akibat dari rendahnya kesadaran dan wawasan multikulturalime. ”Konsep multikulturalisme tidaklah dapat disamakan dengan konsep keanekaragaman secara suku ban gsa atau kebudayaan suku bangsa yang menjadi ciri masyarakat majemuk, karena multikulturalisme menekankan keanekaragaman kebudayaan dalam kesederajatan. Ulasan mengenai multikulturalisme akan membahas berbagai permasalahan yang mendukung ideologi ini, yaitu politik dan demokrasi, keadilan dan penegakkan hukum, kesempatan kerja dan berusaha, HAM, hak budaya komuniti dan golongan minoritas, prinsip-prinsip etika dan moral, dan tingkat serta mutu produktivitas”4. Hal yang menjadi perhatian adalah upaya untuk membangun Indonesia yang multikultural hanya mungkin dapat terwujud apabila konsep multikultural menyebar luas dan dipahami pentingnya bagi bangsa Indonesia, serta adanya keinginan bangsa Indonesia pada tingkat nasional maupun lokal untuk mengadopsi dan menjadi pedoman hidupnya. Kesamaan pemahaman diantara para ahli mengenai multikultural dan bangunan konsep-konsep yang mendukungnya, dan upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk dapat mewujudkan cita-cita ini5. Untuk itu, perlu mengkaji konsep multikultural, karena konsep multikultural tidaklah disamakan dengan konsep keanekaragaman secara suku bangsa atau kebudayaan suku bangsa, tetapi konsep multikultural menekankan kesederajatan dalam keanekaragaman kebudayaan.

B. Masyarakat Madani Indonesia

kebebasan. seorang orator dan pujangga Roma]. menyebutkan masyarakat dengan ciri-ciri itu sebagai al-Madinah al-fadhilah [Masyarakat Utama]8. mengingat akhir-akhir ini banyak tersingkap perilaku yang menunjukkan tiadanya kesejatian dan ketulusan dalam mewujudkan nilai-nilai madani . Dengan demikian. Apabila tantangan-tantangan tersebut dihadapi dengan menggunakan paradigma lama. budaya. Dengan demikian. yaitu ”masyarakat yang berperadaban [ber-”madaniyyah”] karena tunduk dan patuh [danayadinu] kepada ajaran kepatuhan [din] yang dinyatakan dalam supermasi hukum dan peraturan. adat istiadat. sebab hal ini sangat terkaiat dengan persoalan komitmen. masyarakat sipil disebutnya sebagai sebuah masyarakat politik [ political society] yang memiliki kode hukum6 sebagai dasar pengaturan hidup7. agama dan lain-lain sebagai wujud masyarakat multikulralisme.Istilah masyarakat madani sering diartikan sebagai terjemahan dari civil society. dengan mewujudkan dan memberlakukan nilai-nilai keadilan. tanpa makna yang lebih mendalam dan tidak berakar dalam ajaran kebenaran16. diperlukan berbagai terobosan dalam penyusunan konsep serta tindakan-tindakan. ras. masalah ”pluralisme” adalah sebagai suatu unsur yang sangat asasi dalam masyarakat madani sebagaimana diletakkan dasar-dasarnya oleh Nabi. pendidikan serta sikap dan persoalan hidup masyarakat Indonesia yang lain.. masyarakat yang sadar akan hak dan kewajibannya dan hidup dalam demokrasi15 dengan berbagai perbedaan kelompok etnis. Tentu saja. tanpaknya sektor pendidikan memiliki peran yang strategis dan fungsional untuk mewujudkan konsep tersebut. Jadi. Sedangkan. Menurutnya. masyarakat madani adalah “masyarakat mandiri dan bertanggung jawab. Oleh karenanya. civilis societas. khazanah wawasan kenegaraan dan kemasyarakatan Madinah baik sekali dijadikan rujukan dan teladan. Apabila konsep masyarakat ini. bahwa untuk menghadapi masa depan bangsa kita. sebab masyarakat kita masih menunjukkan pemahaman yang dangkal dan kurang sejati terhadap pluralisme dan dalam masyarakat ada tanda-tanda bahwa orang memahami pluralisme hanya sepintas lalu saja.. masyarakat madani merupakan reformasi total terhadap masyarakat tak kenal hukum [ lawless] Arab Jahiliyah”10 yang dapat melahirkan masyarakat yang berperadaban. Dari uraian di atas. dapat dikatakan bahwa masyarakat madani adalah suatu komunitas ma syarakat ”terbaik” yang memiliki ”kemandirian aktivitas warga masyarakatnya” yang berkembang sesuai dengan potensi budaya. Jadi masyarakat terbaik yang digambarkan al-Qur’an tersebut adalah ”masyarakat yang berproses menuju dan memiliki kecenderungan pada nilai-nilai keutamaan [khayr] yang landasannya pada iman tauhid13. pengertiannya mengacu kepada gejala budaya perorangan dan masyarakat. menunjukkan bahwa upaya membangun untuk menuju masyarakat madani Indonesia bukan persoalan dan perkerjaan yang mudah. suku bangsa. sebab pendidikan senantiasa berusaha untuk menjawab kebutuhan dan tantangan yang muncul di kalangan masyarakat . dan agama. jaminan kesejahteraan. kesetaraan [persamaan]. penegakan hukum. dikaitkan dengan konsep al-Qur’an surah Ali ’Imran ayat 110 terdapat konsep ”kuntum khaira ummah”12 – adalah umat terbaik. Istilah civil society terjemahan dari istilah Latin. budaya. politik. Bukan seperti ”membalik telapak tangan”. kemajemukan [pluralisme]. Menurut Nurcholis Madjid. Oleh karenanya.. ekonomi. hal ini dirasakan amat mendesak bagi masyarakat kita. Filsuf Muslim abad pertengahan alFarabi. Nurcholis Madjid mengacu pada konsep ”negara kota Madinah” yang dibangun Nabi Muhammad saw pada 622 M9. untuk menjawab tentangan tersebut. dan perlindungan terhadap kaum minoritas. ”dengan kata lain diperlukan suatu paradigma -paradigma17 baru di dalam menghadapi tuntutan-tuntutan yang baru. yang mula-mula dipakai oleh Cocero [106-43 S. masyarakat yang berkembang dari rakyat dan untuk rakyat itu sendiri” 14. tentu saja segala usaha yang akan dijalankan memenuhi kegagalan”18. dengan mewujudkan dan melaksanakan ma’ruf dan mencegah atau melarang yang munkar. hukum.M. sehingga ”masyarakat madani juga mengacu pada konsep tamaddun [masyarakat berperadaban]”11.

. dapat mendorong tumbuhnya kesadaran untuk mewujudkan masyarakat madani Indonesia. dan [5] kemauan untuk saling berbagi”24. etnis dan agama. kesempatan kerja dan usaha. Oleh karenanya. [2] asosiatif. [3] adaptabel. politik. Yang jelas dalam kebudayaan multikultural setiap individu mempunyai kemampuan berinteraksi. tetapi terintegrasi dalam keikaan. dengan paradigma pendidikan multikulturalisme. Prediksi ini. kita akan bertanya model atau konsep pendidikan yang bagaimana yang dapat menjawab peresoalan tersebut. Inilah menunjukan keragaman kultur mengandung unsur jamak atau keragaman yang sarat dengan nilai-nilai kearifan. ”menitikberatkan multikultural pada proses transaksi pengetahuan dan pengalaman yang digunakan oleh anggota masyarakat untuk menginterpretasikan pandangan dunia mereka yang berbeda untuk menuju kearah kebutuhan kultur. karena sifat manusia antara lain. paradigma pendidikan multicultural juga mencakup subjek-subjek mengenai ketidakadilan. pendidikan dan lain sebagainya19. Artinya. Sebagaimana dikemukakan di awal. Konsep multikulturalisme mengulas berbagai permasalahan yang mendukung ideologi. agama. budaya. meskipun latar belakang kultur masing-masing berbeda. sehingga “masyarakat dan negara-bangsa Indonesia secara sederhana dapat disebut sebagai masyarakat "multikultural". Konsep ini senada dengan apa yang dikemukakan Bloom22. seperti: sosial. tergantung dari konteks pendefinisian dan manfaat apa yang diharapkan dari pendefinisian tersebut. Spradely [1997]. bahwa multikulturalisme meliputi sebuah pemahaman. Selain itu. hak asasi manusia. bukan dalam arti menyetujui seluruh aspek dari kebudayaan-kebudayaan tersebut. keadilan. Kata multikultural menjadi pengertian yang sangat luas [ multidiscursive]. tingkat serta mutu produktivitas serta berbagai konsep lainnya yang lebih relevan21. meliputi sebuah penilaian terhadap kebudayaan-kebudayaan orang lain. sehingga memudahkan kita untuk memahami pendidikan multikulturalisme. prinsip-prinsip etika dan moral. ekonomi. kemiskinan. Tetapi konsep multikulturalisme tidaklah dapat disamakan dengan konsep ”keanekaragaman” secara sukubangsa atau kebudayaan sukubangsa yang menjadi ciri masyarakat majemuk.sebagai konsekuensi dari suatu perubahan. Konsep Multikulturalisme Sebelum membahas pendidikan multikulturalisme. demokrasi. suatu kenyataan yang tidak dapat dimungkari bahwa masyarakat dan negara-bangsa Indonesia terdiri dari berbagai keragaman yaitu sejumlah besar kelompok etnis. adalah [1] akomodatif. budaya. terlebih dahulu membahas apa konsep ”multikulturalisme”. dapat dikatakan bahwa konsep pendidikan _ulticultural merupakan konsep pendidikan alaternatif untuk dapat menjawab tantangan untuk membangun dan menuju “masyarakat madani Indonesia”. sebab prinsip Indonesia adalah sebagai negara ”bhinneka tunggal ika” yang mencerminkan bahwa meskipun Indonesia adalah negera terdiri dari berbagai sukubangsa. penindasan dan keterbelakangan kelompok-kelompok minoritas dalam berbagai bidang kehidupan. Mungkin saja. kesatuan”20. [4] fleksibel. penghargaan dan penilaian atas budaya seseorang dan sebuah penghormatan dan keingintahuan tentang budaya etnis orang lain. Dalam konteks ini. melainkan mencoba melihat bagaimana kebudayaan tertentu dapat mengekspresikan nilai bagi anggota-anggotanya sendiri23. karena multikulturalisme menekankan keanekaragaman kebudayaan dalam kesederajatan. penegakan hukum. didasarkan pada konsep bahwa “pendidikan _ulticultural melihat masyarakat secara lebih luas. Hal ini didasarkan bahwa ”kerangka konseptual tentang masyarakat multikulturalisme tidak terlalu baru di Indonesia. dengan segala keperbedaan yang dimiliki. hak budaya komuniti dan golongan minoritas. C. aspirasi politik dan lain-lain.

keyakinan dan tradisi. nilai-nilai. tetapi pada saat yang sama berusaha mempertahankan budaya mereka secara terpisah dari masyarakat lain umumnya. sesungguhnya mengungkapkan dan sekaligus mengidealisasikan komitmen kepada kemanusiaan – baik personal mapun komunal – dan kebudayaan yang dihasilkannya. keringnya niai-nilai ”kearifan sosial”. Konsep “multikulturalisme” yang diartikan para ahli sangat beragam antara satu dengan yang lainnya. Walaupun ada perbedaan. politik. Multikulturalisme dipahami sebagai pandangan dunia yang kemudian diwujudkan dalam “politics of recognition”. dan memberikan kebebasan kepada kaum minoritas untuk mempertahankan dan mengembangkan kebudayaan mereka. sebaliknya kaum minoritas tidak menantang . Ketika manusia berhadapan dengan simbol-simbol. membuat penyesuaian dan akomodasi-akomodasi tertentu bagi kebutuhan kultural kaum minoritas. Tatanan kehidupan sosial masyarakat yang multikultural akan terwujud dalam perilaku yang saling menghormati. komitmen pada nilai-nilai tersebut tidak dapat dipandang hanya ”berkaitan denganeksklusivisne personal dan sosial saja atau dengan superioritas kultural saja. Masyarakat multikultural akomodatif merumuskan dan menerapkan undang-undang. keinginan. Jadi pada tahap ini. “multikulturalisme isolasionis” yang mengacu kepada masyarakat di mana berbagai kelompok kultural menjalankan hidup secara otonom dan terlibat dalam interaksi yang hanya minimal satu sama lain. yaitu ”[1] prasangka historis. hukum dan ketentuanketentuan sensitif secara kultural. Parekh. [2] diskriminasi.Dalam kontek membangun tatanan masyarakat dan tatanan sosial yang kokoh. agama akan menjadi sesuatu legal dan lumrah dalam interaksi sosial. Kelompok ini menerima keragaman. dan [3] perasaan superioritas in-group feeling yang berlebihan dengan menganggap inferior pihak yang lain [ outgroup]”25. dalam Azyumardi28. idologi. Multikulturalisme dapat pula dipahami sebagai ”kepercayaan” kepada normalitas dan penerimaan keragaman. Dengan nilai ”kearifan sosial” dan ”kearifan budaya”. tapi pandangan mereka tentang “multikulturalisme” pada dasarnya adalah pandangan terhadap dunia yang kemudian diterjemahkan dalam berbagai kebijakan kebudayaan yang menekankan tentang penerimaan terhadap “realitas keragaman”. yaitu : Pertama. individu dengan kelompok dan kelompok dengan kelompok. seperti masyarakat yang ada pada sistem “millet” di Turki Usmani atau masyarakat ”Amish” di AS. karena keringnya nilai-nilai kemanusiaan [humanis]. masyarakat plural yang memiliki kultur dominan. Kedua. “pluralitas” dan “multikultural” yang terdapat dalam kehidupan masyarakat. Contoh kelompok ini. saling menghormati hak-hak personal dan komunal26. Apabila ketiga hal tersebut tidak mampu dieliminir oleh individu maupu kelompok. maka konflik dan benturan antar individu atau kelompok yang disebabkan oleh perbedaan kepentingan. prinsip-prinsip dan pola tingkah laku. harus berusaha untuk mengeliminir atau menghilangkan hal yang selalu menjadi emberio atau mendasari terjadinya konflik. 1997:183-185. doktrin-doktrin. membedakan lima macam bentuk multikulturalisme dan tentu saja kelima bentuk multikulturalisme itu tidak “kedap air” [watertight]. Konsep multikulturaliems seperti ini dapat dipandang sebagai titik tolak dan fondasi bagi kewarganegaraan yang berkeadaban27 dan sebagai wujud masyarakat madani. keringnya nilainilai ”kearifan budaya” dan keringnya nilai-nilai ”kearifan moral” dalam relasi antar sesama manusia baik secara individu maupun kelompok. akan berusaha mengeliminir berbagai perselihan dan konflik budaya yang kurang kondusif. visi. Untuk itu. tetapi sebaliknya dapat saja tumpang tindih satu dengan lainnya dalam segi-segi tertentu. tetapi lebih jauh lagi dengan persoalan kemanusiaan [humanness]. komitmen dan kohesi kemanusiaan termasuk di dalamnya melalui toleransi. “multikulturalisme akomodatif”. menghargai perbedaan keanekaragaman kebudayaan dalam kesederajatan dan menjaga satu dengan lainnya dalam prinsip-prinsip perbedaan tersebut. ”nilai -nilai kearifan” yang dalam hal ini ”kearifan sosial” dan ”kearifan budaya” dapat dijadikan seba gai tali pengikat dalam upaya bersosialisasi dan berinteraksi antar individu dengan individu.

“multikulturalisme otonomis”. tetapi lebih menuntut penciptaan kultur kolektif yang mencerminkan dan menegaskan perspektif-perspektif distingtif mereka. ”kearifan sosial”. masyarakat plural di mana kelompok-kelompok kultural tidak terlalu concern dengan kehidupan kultural otonom. baik secara intelektual maupun politis. perbedaan kepentingan. keinginan. sukubanga dan agama yang ada di dalamnya. Sarana terbaik dan strategis yang digunakan untuk membangun dan mensosialisasikan konsep multikulturalisme agar melahirkan perilaku sosial kondusif. berusaha menghapuskan ”batas-batas kultural” sama sekali untuk menciptakan sebuah masyarakat di mana setiap individu tidak lagi terikat dan committed kepada budaya tertentu dan sebaliknya. Jenis multikulturalisme. karena para pendiri bangsa ini sesungguhnya telah menempatkan ideologi multikultural sebagai dasar kehidupan bernegara dan berkebangsaan yaitu ”Bhineka Tunggal Ika. Inggris dan lain-lain. Program pendidikan bagaimanakah yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan bangsa dengan corak masyakarat majemuk ini dengan berbagai etnis. dengan tujuan menciptakan iklim yang kondusif bagi penciptaan secara bersama-sama sebuah kultur kolektif baru yang egaliter secara genuine. mendidik anak-anak mereka pada sekolah Islam. dan beberapa negara Eropa lain. dan kelompok-kelompok Muslim imigran di Eropa. Konsep multikulturalisme menjadi penting untuk dikembangkan dan diinternalisasikan dalam proses transformasi nilai-nilai masyarakat dan bangsa yang beragam ini. Mengacu pada pandangan dan konsep yang dikemukakan di atas. agama. suku dan budaya penting ditumbuhkan pada peserta didik. Pengakuan akan keragamaan etnis. budaya. Sebab prinsip-prinsip dasar multikulturalisme mengakui dan menghargai keberagaman kelompok masyarakat seperti etnis. mereka menantang kelompok kultural dominan dan berusaha menciptakan suatu masyarakat di mana semua kelompok dapat eksis sebagai mitra sejajar. Para pendukung multikulturalisme jenis ini yang sebagian besar adalah intelektual diasporik dan kelompok-kelompok liberal yang memiliki kecenderungan postmodernist dan memandang seluruh budaya sebagai resources yang dapat mereka pilih dan ambil secara bebas. Jenis multikulturalisme didukung misalnya oleh kelompok Quebecois di Kanada. yang memiliki hak yang sama dengan kelompok dominan. Model ”multikulturalisme akomodatif” ini dapat ditemukan di Inggris. Concern pokok kelompok-kelompok kultural terakhir ini adalah untuk mempertahankan cara hidup mereka. Itulah kelompokkelompok minoritas menantang kelompok kultur dominan. visi. Prancis. ras.kultur dominan. secara bebas terlibat dalam eksperimen-eksperimen interkultural dan sekaligus mengembangkan kehidupan kultural masing-masing. Kelima. konsep multikulturalisme mempunyai relevansi makna dan fungsi yang tepat. dan bahkan berusaha secara paksa untuk menerapkan budaya dominan mereka dengan mengorbankan budaya kelompok-kelompok minoritas. sebagai contoh. Keempat. ”kearifan budaya” dan “kearifan moral” atau akhlak adalah melalui “pendidikan multikulturalisme”. “multikulturalisme kosmopolitan”. diperjuangkan masyarakat Hitam di Amerika Serikat. gender. Dalam ideologi multikultural perbedaan dalam kesederajatan tentu diakui dan diagungkan. Ketiga. . Kelompok budaya dominan tentu saja cenderung menolak tuntutan ini. yang menuntut untuk dapat menerapkan syari`ah. masyarakat plural di mana kelompok-kelompok kultural utama berusaha mewujudkan kesetaraan [equality] dengan budaya dominan dan menginginkan kehidupan otonom dalam kerangka politik yang secara kolektif dapat diterima. “multikulturalisme kritikal” atau “interaktif”. keyakinan dan tradisi yang akan sangat membantu bagi terwujudnya perubahan format perilaku sosial yang kondusif dan sangat menjanjikan ditengah kehidupan masyarakat dan bangsa yang majemuk. sukubangsa dan agama tadi membawa kultur sendiri-sendiri dan keragaman ini tentu menjadikan masyarakat dan bangsa Indonesia adalah masyarakat multikultural. Sebab masing-masing etnis. strata sosial. baik secara individual atau kelompok maupun secara kebudayaan. dan sebagainya.

Demikian kebutuhan pembelajaran individu berada dalam perbedaan realitas sosio-historis. penghargaan terhadap perbedaan dalam kesederajatan ini nyaris tidak pernah ditumbuhkembangkan terutama selama lebih dari 32 tahun masa pemerintahan Orde Baru. kuat secara nasional yang berdasar pada konsep keragaman atau kebhinnekaan atau multikultural. tanpa memperhatikan budaya masing-masing daerah yang ada. konsep pendidikan selalu seragam dan selalu merupakan upaya atau berkarakteristik penyeragaman budaya. C. hampir tidak ada kelompok manusia yang tidak menggunakan pendidikan sebagai alat pembudayaan dan peningkatan kualitasnya. bahwa gagasan pendekatan multikultur . Sementara sampai sekarang. sebab pendidikan merupakan lapangan sentral dalam upaya menerjemahkan dan mensosialisasikan gagasan multikullturalisme. Dalam sejarah umat manusia29. Selama kurun waktu itu. suku-bangsa. sukubangsa. Tetapi ”perlu diketahui. Tanpaknya sistem pendidikan kita masih harus dikelola dengan baik. terlihat adanya kebutuhan mendesak untuk merekonstruksi kembali “pendidikan nasional Indonesia” yang dapat mejadi “integrating force” yang memproses. sehingga menjadi kenyataan dalam perilaku. konsisten. berdiri di atas puncak-puncak kebudayaan daerah. Jadi. Dengan sendirinya. Pendidikan diselenggarakan dengan aturan dalam konteks mayoritas yang bersaing dan berhadap dengan minoritas dan dikelola oleh pemerintah untuk meluaskan atau mempersempit hal-hal yang substansi atau penting yang menyangkut dengan lingkup dan alokasi kewenangan. Sistem pendidikan nasional lebih bercerikan ”keseragaman” berlandaskan pada budaya nasional. Pendidikan merupakan lapangan yang sentral dalam upaya menerjemahkan gagasan multikullturalisme yang menjadi kenyataan dalam perilaku kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia.Sayangnya. Gagasan Pendidikan Multikulturalisme Pendidikan merupakan sistem dan cara meningkatkan kualitas hidup manusia dalam segala aspek kehidupan manusia. sosio-ekonomis. sekalipun dalam masyarakat yang masih terbelakang [primitif]. Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan asasi manusia. paradigma baru dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional harus mengacu pada pendidikan multikultural yaitu adanya kebudayaan beragam dalam suatu masyarakat yang tetap merupakan kesatuan”31 ”Bhineka Tunggal Ika”. Natsir menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu faktor yang ikut menentukan maju mundurnya kehidupan masyarakat tersebut30. Sementara realitas Indonesia yang multikultural dengan berbagai masalah dalam era reformasi. menghidupkan dan mengikat seluruh keragaman etnis. Artinya akan dihadirkan populasi sasaran beragam dalam konteks sistem pendidikan dan persekolahan32. Pendidikan sebagai usaha sadar yang dibutuhkan untuk menyiapkan anak manusia demi menunjang perannya di masa datang. ”Seiring dengan proses desentralisasi pendidikan yang dalam melibatkan peran serta masyarakat mengisyaratkan pengakuan terhadap manusia Indonesia dan masyarakat setempat [konsep otonomi daerah]. Pada posisi ini. Ini berarti Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional ditinjau dari persepektif filosofis harus beranjak dari suatu paradigma baru pendidikan menuju pada pengakuan terhadap aspirasi masyarakat dan individu. pendidikan yang dilakukan suatu bangsa tentu memiliki hubungan yang sangat signifikan dengan rekayasa bangsa. sosio-psikologis. agama dan budaya dalam prinsip Indonesia sebagai negara “bhinneka tunggal ika”. sistem pendidikan nasional kita tetap hanya bercerikan ”keseragaman” yang berlandaskan pada budaya nasional dan bukan berfokus pada konsep pendidikan multikultural. bahkan M. pendidikan multikultur memegang peranan kunci.

relatif baru dianggap sesuai bagi masyarakat Indonesia yang heterogen. persatuan dan stabilitas negara kesatuan. Pendidikan di Indonesia maupun di negara-negara lain menunjukkan keragaman tujuan yang menerapkan strategi dan sarana yang dipakai untuk mencapainya. seolah-oleh telah menjadi sesuatu lugel dan lumrah di era reformasi ini. disintegrasi bangsa yang semula dianggap ancaman mungkin akan menjadi kenyataan dan konflik yang terjadi tak terselesaikan dengan baik. ”Kebutuhan dan urgensi pendidikan multikultural demokratis setidaknya dalam tiga dasawarsa terakhir dirasakan semakin mendesak bagi negara-negara multikultural lainnya”34. keyakinan dan tradisi. Sebelum Perang Dunia II boleh dikatakan pendidikan multikultural belum dikenal. reperti di Amerika Serikat. Tetapi pada pihak lain. visi. realitas "multikultural" tersebut berhadapan dengan kebutuhan mendesak untuk merekonstruksi kembali "kebudayaan nasional Indonesia" yang dapat menjadi"integrating force" yang mengikat seluruh keragaman etnis dan budaya tersebut36. otonomi dan desentralisasi yang sekarang ini sedang dijalankan. Kesadaran tentang multikultur. Tetapi konsep ini tidak terwujud pada masa Orde Baru. dapat dikatakan sampai saat ini. budaya. sudah muncul sejak negara Republik Indonesia terbentuk. terutama yang menyangkut peran Jerpang pada perang dunia II di . termasuk Indonesia. Konflik dan benturan antar kelompok yang memeliki perbedaan kepentingan. Merupakan kenyataan yang tak dapat ditolak bahwa negara-bangsa Indonesia terdiri dari berbagai kelompok etnis. menyebabkan berbagai kekisruan etnis yang merebak dibanyak tempat di wilayah Negara Kesatauan Republik Indonesia yang merupakan bagian dari krisis multi dimensi yang dihadapi negara dan bangsa Indonesia sejak pertengahan tahun 1997. Pendidikan multikultural yang akan dikembangkan di Indonesia sejalan pengembangan demokrasi yang dijalankan sebagai counter terhadap kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah. Penambahan informasi tentang keragaman budaya merupakan model pendidikan multikultural yang mencakup revisi atau materi pembelajaran. Malah pendidikan dijadikan sebagai alat politik untuk melanggengkan kekuasaan yang memonopoli sistem pendidikan untuk kelompok tertentu. Untuk itu. Jepang aktivis kemanusiaan melakukan advokasi serius untuk merevisi buku sejarah. bahwa wawasan multikulturalisme bangsa Indonesia masih sangat rendah. termasuk revisi buku-buku teks. Dengan kata lain pendidikan multikulturak merupakan gejala baru di dalam pergaulan umat manusia yang mendambakan persamaan hak. aktivis dan praktisi pendidikan di negera itu. Penulisan kembali sejarah Amerika dari perspektif yang lebih beragam meruapakan suatu agenda pendidikan yang diperjuangkan intelektual. Bagi Indonesia. Pendidikan multikultural merupakan fenomena yang relatif baru di dalam dunia pendidikan. Di beberapa negara. menurut hemat penulis tanpa pendekatan multikultur. ”Education for All”35. terlebih pada masa otonomi dan desentralisasi yang baru dilakukan. Alhasil. agama dan lain-lain sehingga negara-bangsa Indonesia secara sederhana dapat disebut sebagai masyarakat "multikultural". dan juga diiringi dengan berbagai konflik yang terjadi di negera ini. Kemungkinan saja. Rendahnya wawasan multikulturalisme. Kemudian muncul paham mono-kulturalisme yang menjadi tekanan utama. Apabila hal itu dilaksanakan dengan tidak berhati-hati justru akan menjerumuskan kita ke dalam perpecahan nasional”33. termasuk hak untuk mendapatkan pendidikan yang sama untuk semua orang. Kesadaran tersebut dipendam atas nama kesatuan. revisi sistem pembelajaran merupakan strategi yang dianggap paling penting dalam reformasi pendidikan dan kurikulum. hal ini semakin dirasakan terutama pada masa reformasi. pendekatan multikultural sangat cocok dan sejalan dengan pengembangan demokrasi yang mulai dijalankan dan juga untuk dapat mengelimir konflik yang sering terjadi.

Kondisi demikian. dilakukan berbagai lokakarya di sekolah-sekolah maupun di masyarakt luas untuk meningkatkan kepekaan sosial. menghindari pandangan yang menyamakan kebudayaan dengan kelompok etnik adalah sama. yakni: [1] transformasi diri. contoh. Maka untuk mewujudkan model-model tersebut. etnis. Dalam konteks pendidikan multikultural. Untuk Indonesia juga memerlukan pula materi pembelajaran yang bisa mengatasi "dendam sejarah" di berbagai wilayah37. toleransi dan mengurangi prasangka antar kelompok. Di Indonesia masih diperlukan usaha panjang dalam merevisi buku-buku teks agar mengakomodasi kontribusi dan partisipasi yang lebih inklusif bagi warga dari berbagai latarbelakang dalam pembentukan mulikultural Indonesia. Dapat dipertanyakan apakah mungkin meminta siswa yang dalam kehidupan sehari-hari mengalami diskriminasi atau penindasan karena warna kulitnya atau perbedaannya dari budaya yang dominan tersebut?39 Contoh lain yang dapat disaksikan sekarang ini yaitu di Poso. Apalagi tatanan masyarakat yang ada masih penuh diskriminasi yang bersifat rasis dan etnis. agar seperti yang diajukan Gorski. pendekatan ini diharapkan dapat mengilhami para penyusun program-program pendidikan multikultural untuk melenyapkan kecenderungan memandang anak didik secara stereotip menurut identitas etnik mereka dan akan meningkatkan eksplorasi pemahaman yang lebih besar mengenai kesamaan dan perbedaan di kalangan anak didik dari berbagai kelompok etnik. Di Amerika Serikat bersamaan dengan masuknya wacana multikulturalisme. Dengan kenyataan ini. [2] transformasi sekolah dan proses belajar mengajar. Contoh yang lain adalah model "sekolah pembauran" Iskandar Muda di Medan yang memfasilitasi interaksi siswa dari berbagai latar belakang budaya dan menyusun program anak asuh lintas kelompok. Secra tradisional para pendidik mengasosiasikan kebudayaan hanya dengan kelompok-kelompok sosial yang relatif self sufficient. tidak perlu lagi mengasosiasikan kebudayaan semata-mata dengan kelompok-kelompok etnik sebagaimana yang terjadi selama ini. pendidikan multikultural dapat mencakup tiga hal jenis transformasi. Untuk menyusun konsep pendidikan multikultural dalam tatanan masyarakat yang penuh permasalahan antara kelompok. dan [3] transformasi masyarakat38. kehidupan anak-anak sehari-harinya dihadapkan pada sistuasi konflik etnis dan agama [SARA] yang berkepanjangan. karena pengembangan kompetensi dalam suatu "kebudayaan baru" biasanya membutuhkan interaksi inisiatif dengan orang-orang yang sudah memiliki kompetensi. Dengan dasar ini. “Pendidikan multikultural tidak berarti sebatas "merayakan keragaman" dan “kebersamaan” belaka. Mempertahankan dan memperluas solidarits kelompok adalah menghambat sosialisasi ke dalam kebudayaan baru. bahkan dapat dilihat lebih jelas bahwa uapaya-upaya untuk mendukung sekolah-sekolah yang terpisah secara etnik adalah antitesis terhadap tujuan pendidikan multikultural. Katakan saja. ada beberapa pendekatan dalam proses pendidikan multikultural yang perlu diantisipasi. ketimbang dengan sejumlah orang yang secara terus menerus dan berulang-ulang terlibat satu sama lain dalam satu atau lebih kegiatan. Tetapi pendidikan sebagai “transmisi kebudayaan” yang dapat membebaskan pendidik dari asumsi bahwa tanggung jawab primer mengembangkan kompetensi kebudayaan di kalangan anak didik semata-mata berada di tangan mereka40. Tapi justru tanggungjawab tersebut juga menjadi tanggungjawab pihak lain yang terkait dengan pembelajaran informal di luar sekolah. Pendidikan . Kedua. Ketiga. yaitu : Pertama. maka dapat dikatakan bahwa model pendidikan multikultural tidak sekedar merevisi materi pembelajaran tetapi melakukan reformasi dalam sistem pembelajaran itu sendiri. Artinya. affirmative action dalam seleksi siswa sampai rekrutmen pengajar di Amerika adalah salah satu strategi untuk membuat perbaikan ketimpangan struktural terhadap kelompok minoritas. “pendidikan multikultural” lebih tepat diarahkan sebagai advokasi untuk menciptakan masyarakat yang toleran dan bebas toleransi. tidak lagi terbatas pada menyamakan pandangan pendidikan [education] dengan persekolahan [schooling] atau pendidikan multikultural dengan program-program sekolah formal. pendidikan multikultural di Indonesia perlu memakai kombinasi model yang ada. sukubangsa dan agama bukan mengandung dan merupakan tantangan yang tidak ringan.Asia.

baik formal. pada sektor pendidikan telah tercipta dan ”menghasilkan manusia -manusia Indonesia yang tertekan. Tetapi di sisi lain. sikap masyarakat Indonesia sampai saat inipun belum mengalami berubah secara signifikan. maupun informal. konsep reformasi diterjemahkan oleh masyarakat ”kebablasan” yang kadang-kadang menjadi tindakan ”anarkis” dan keluar jauh dari konsep reformasi itu sendiri. pendidikan kewargaan [civic education] menjadi sebuah keharusan. Melalui Civic Education dapat ditumbuhkan tidak hanya pemahaman lebih benar tentang demokrasi. dan pada setiap lembaga pendidikan. Maka untuk penumbuhan dan pengembangan “social and cultural capital” melalui pendidikan. pembakaran merupakan hal yang lumrah. dan respek dan toleransi di antara berbagai komunitas. menuju masyarakat madani Indonesia. Contoh yang dapat diamati sekarang ini adalah banyak kasus yang terjadi tahun terakhir ini. 1.bagi pluralisme budaya dan pendidikan multikultural tidak dapat disamakan secara logis. agama dan lain-lain di Indonesia sebagai masyarakat ”multikultural”. telah tercipta suatu suasana kehidupan bangsa yang tidak sesuai dengan cita-cita UUD 1945. HAM. tidak kritis. sukubangsa. Pendidikan Multikulturalisme Menuju Masyarakat Madani Indonesia Model pendidikan di Indonesia menunjukkan keragaman tujuan yang menerapkan strategi dan sarana yang dipakai untuk mencapainya. tetapi dapat dikatakan bahwa selama ”Orde Baru”. Tapi ironis sekali. Olah karena itu. Kesadaran ini mengandung makna bahwa pendidikan multikultural berpotensi untuk menghindari dikotomi dan mengembangkan apresiasi yang lebih baik melalui kompetensi kebudayaan yang ada pada diri anak didik41. Pertanyaannya. . dengan era reformasi ini juga telah menambah kompleksnya persoalan keragaman antara kelompok etnis. moral dan hak-hak kemanusian [humanis] terabaikan. Apabila demikian. masyarakat bertindak sewenang-wenang. budaya. Sebab masyarakat adalah kumpulan manusia atau individu-individu yang terjewantahkan dalam kelompok sosial dengan suatu tantangan budaya atau tradisi tertentu. sekali lagi. bertindak dan berpikir dalam acuan suatu struktur kekuasaan yang hanya mengabdi kepada kepentingan sekelompok kecil rakyat Indonesia”43 yang dirasakan sampai sekarang ini. Keadaban dan demokrasi. Pendekatan ini meningkatkan kesadaran akan multikulturalisme sebagai pengalaman normal manusia. pendidikan multikultural meningkatkan kompetensi dalam beberapa kebudayaan. sebaliknya justru harus diprogramkan secara konseptual dan komprehensif pada setiap jenjang pendidikan. kebudayaan mana yang akan diadopsi ditentukan oleh situasi? Kelima. Selain itu. seperti amuk masa. main hakim sendiri. Dikotomi semacam ini bersifat membatasi individu untuk sepenuhnya mengekspresikan diversitas kebudayaan. Kesadaran seperti ini kemudian akan menjauhkan kita dari konsep dwi budaya atau dikotomi antara pribumi dan non-pribumi. termasuk pendidikan. Dalam konteks ke-Indonesia-an dan kebhinekaan. tetapi juga pengalaman berdemokrasi keadaban42 dan multikultur. Keempat. dalam kehidupan masyarakat Indonesia. budaya. Era reformasi telah terjadi dan sudah berlangsung kurang lebih 9 tahun dan perubahan dari sisi demokrasi politik sudah terlihat. agama untuk menuju masyarakat madani Indonesia atau Indonesia baru yang dicita-citakan. Kehidupan politik bangsa Indonesia sekarang ini telah mengalami perubahan dan bangsa Indonesia berkeinginan dan menuntut kembali kedaulatan rakyat yang telah hilang. maka ”pendidikan nasional haruslah dikembalikan fu ngsinya kepada upaya memberdayakan masyarakat dengan mengembalikan kedaulatan rakyat untuk membangun dirinya sendiri” 44. dengan tidak bermaksud mengabikan usaha dan hasil yang telah dicapai oleh pemerintahan Orde Baru. pluralitas. Maka dengan pendidikan ”multikulturalisme” diharapkan dapat mendukung pengemb angan demokratis yang mulai tumbuh di tengah masyarakat Indonesia yang multi etnis. kemungkinan bahwa pendidikan [baik dalam maupun luar sekolah] meningkatkan kesadaran tentang kompetensi dalam beberapa kebudayaan. non-formal. Katakan saja. tak bisa dicapai secara trial and error atau diperlakukan secara taken for granted. kelima pendekatan tersebut haruslah diselaraskan dengan kondisi masyarakat Indonesia.

hak atas pendidikan dan pengajaran. hak memilih agama. masyarakat yang menghargai hakhak asasi manusia. penuh persaudaraan dengan bangsa-bangsa lain dengan semangat kemanusiaan universal [pluralistik]46. mandiri dan percaya diri. pendidikan dan lain-lain47. ”disain kurikulum pendidikan multikultural. kekerasan terjadi dimana-mana. Oleha karena itu. tema-tema tentang perbedaan ethno-kultural. Kelima. mulai dari hak untuk mengeluarkan pendapat. HAM. Kondisi ini memerlukan konsep pendidikan ”alternatif” yang mampu menjawab perubahan masyarakat yang serba ”instan” dalam kehidupan ini. kemanusian universal dan subjek-subjek lain yang relevan”49. Keempat. agama. diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pembentukan masyarakat madani Indonesia ditengah ”kebihnnekaan” yang betul-betul aktual. tapi paradigma pendidikan multikultural mancakup subjek-subjek mengenai ketidakadilan. demokratis dan beradab. toleransi. dikatakan “kurang civil. tindak kekerasan terhadap aliran agama tertentu [Ahmadiyah]. ekonomi. menghargai hak asasi manusia. Kedua. konsep pendidikan multikultural. masyarakat yang memiliki semangat kompetitif dalam suasana kooperatif. berkumpul. masyarakat tertib dan sadar hukum. budaya. ”mestilah mencakup subjek -subjek seperti seperti. mandiri dan percaya diri. masyarakat demokratis dan beradab yang menghargai adanya perbedaan pendapat. penindasan dan keterbelakangan kelompok-kelompok minoritas dalam berbagai bidang sosial. bahkan dapat dikatakan“uncivil society [masyarakat biadab]”45. masyarakat beriman dan bertaqwa. hak atas kehidupan yang layak. sebab pendidikan multikultural melihat masyarakat secara luas dari keperbedaan yang dimiliki. demokrasi dan pluralitas. Keenam. memiliki pemahaman mendalam akan agama serta hidup berdampingan dan saling menghargai perbedaan agama masing-masing. Memberi tempat dan penghargaan perbedaan pendapat serta mendahulukan kepentingan bangsa di atas kepentingan individu. pembunuhan dan pemerkosaan merupakan hal yang biasa. Masyarakat yang memiliki orientasi kuat pada penguasaan ilmu pengatahuan dan teknologi. etnis dan sukubangsa saja. Sebab ”pandangan dasar bahwa sikap ”indifference” dan ”non-recognition” tidak hanya berakar dari ketimpangan struktural rasial. Maka. serta hak untuk memperoleh pelayanan dan perlindungan hukum yang adil. kreatif. Paradigma pendidikan multikultural ini sejalan dengan paradigma masyarakat madani yaitu masyarakat beriman. yaitu : Pertama. berserikat. untuk mengantisipasi perubahan menuju masyarakat madani Indonesia. kelompok dan golongan. untuk kemudian menemukan tempatnya di dalam kurikulum pendidikan sejak dari tingkat dasar sampai ke tingkat pendidikan tinggi48. Untuk mewujudkan konsep tersebut di atas. masyarakat tertib dan sadar hukum yang direfleksikan dari adanya budaya malu apabila melanggar hukum. penyelesaian konflik. Dengan realitas ini. dan peristiwa kekerasan lain yang terjadi di masyarakat Indonesia. kemiskinan. Artinya. berbudaya. Pendidikan nasional perlu direformasi untuk mewujudkan visi baru masyarakat madani Indonesia. Itulah realitas kehidupan masyarakat Indonesia sekarang ini. sehinggan ”paradigma seperti ini pada gilirannya mendorong t umbuhnya kajian-kajian tentang ”ethnic studies”. perumusan kurikulum dan implementasi pendidikan multikultural untuk masyarakat madani Indonesia. dibutuhkan pembahasan serius yang menyangkut dengan persoalan strategi . konsep pendidikan tersebut berhadapan dengan kebutuhan mendesak untuk merekonstruksi kembali “kebudayaan nasional Indonesia” yang terdiri dari keragaman etnis dan budaya tersebut. Untuk itu. konflik bernuansa SARA. Ketiga. Untuk itu. peristiwa tragis berdarah di depan Universitas Cendrawasi Abepura Papua yang bersifat anarkis dan “kebablasan” sehingga menelan korban jiwa. bahaya diskriminasi. mungkinkah saja kita akan mengatakan bahwa masyarakat Indonesia masih jauh dari protetype civil societydan “masyarakat madani” atau yang selalu disebut dengan istilah “Indonesia Baru”. konsep pendidikan multikultural [multicultural education] sebagai jawaban untuk pendidikan masyarakat madani. Bangsa ini tanpaknya memerlukan pendidikan ”alternatif” yang sesuai dengan konsep masyarakat madani yang dicita-citakan. diperlukan terobosan pemikiran kembali suatu konsep pendidikan yang fungsinya dapat memberdayakan manusia dan masyarakat dengan perbedaan yang dimiliki. masyarakat yang kreatif.Katakan saja. suku bangsa. Perilaku semacam ini.

dan visi pendidikan yang baru ini adalah ”pendidikan multikultural”. tetapi pendidikan multikultural lebih tepat diarahkan sebagai advokasi untuk menciptakan masyarakat yang toleran dan bebas toleransi ”53. [6] Pendidikan yang mampu mengembangkan kompetensi untuk mandiri dan mampu mengatur diri sendiri tanpa campur tangan pihak lain. ”beradab. demokratis dan memiliki persamaan derajat55.yang akan ditempuh. berdasarkan budaya Indonesia”52. [7] Pendidikan yang mampu mengembangkan kompetensi agar dapat bebas dari paksaan. diharapkan gagasan dan konsep pendidikan "multikultural" dapat merekonstruksi kembali "kebudayaan nasional Indonesia" yang terdiri dari keragaman etnis. dan [4] prejudice reduction. menagatur diri sendiri tanpa campur tangan. menuju masyarakat madani Indonesia. [5] Pendidikan yang mampu mengembangkan kompetensi kesopanan dan toleransi terhadap satu sama manusia dalam suatu masyarakat yang tertib dan teratur. yaitu menyesuaikan metode pengajaran dengan cara belajar siswa dalam rangka memfasilitasi prestasi akademik siswa yang beragam baik dari segi ras. misalnya saja apakah kurikulum tersebut dalam ”bentuk matapelajaran terpisah. peran pendidikan” multikultural ”diperlukan untuk mempersiapkan individu d an masyarakat sehingga memiliki kemampuan dan motivasi serta berpartisivasi secara aktif dalam aktualisasi dan institusionalisasi masyarakat madani51 Indonesia. Tetapi. Program pendidikan yang dapat mengakses dan merealisasikan kompotensi-komptensi yang diinginkan untuk mewujudkan masyarakat madani Indonesia. membangun masyarakat yang berperadaban. [2] Mengembangkan kompetensi sosial agar dapat menumbuhkan pemahaman [ a better understanding] tentang latar belakang budaya sendiri dan budaya lain dalam masyarakat. pendidikan multikulturalisme diharapkan dapat mengubah “paradigma monokultural” yang penuh dengan prasangka dan diskriminatif ke paradigma pendidikan multikulturalisme yang menghargai perbedaan. peradaban. konsep ”pendidikan multikultural tidak berarti hanya sebatas ”merayakan keragaman” belaka. Dari uraian ini. Dengan demikian. ancaman dan kekerasan. [3] an equity paedagogy. yaitu mengidentifikasi karakteristik ras siswa dan menentukan metode pengajaran mereka”55. [3] Mengembangkan kompetensi akademik untuk menganalisis dan membuat keputusan yang cerdas [inteleligent decisions] tentang isu-isu dan masalah keseharian [real-life problems] melalui sebuah proses demokratisasi atau inkuri dialogis [dialogical inquiry]. terpadu [integrated curriculum] atau menghubungkan atau korelasi [correlated curriculum]”50. yaitu mengintegrasikan bebagai budaya kelompok masyarakat untuk mengilustrasikan dalam mata pelajaran. [4] Membantu mngkonseptualisasi dan mengaspirasikan sebuah masyarakat yang lebih baik. keadilan. bebas dari paksaan.. budaya ataupun sosial. budaya dan agama yang merupakan kenyataan yang tak dapat ditolak dalam kehidupan negara-bangsa Indonesia. keragaman. sopan dan toleran terhadap sesama manusia. program pendidikan multikulkural yang akan dikembangkan merupakan sebuah program pendidikan yang menyediakan lingkungan belajar yang sesuai dengan kebutuhan dasar akademik dan sosial. demokrasi. Maka perlu menyusum program pendidikan yang bersifat: [1] content integration. toleransi dan sikap terbuka.. [2] the knowledge construction process.. yaitu sebagai berikut: [1] Mengembangkan kompetensi akademik standar [standard and basic academik skills] tentang nilai-nilai persatuan dan kesatuan. yaitu membawa peserta didik untuk memahami implikasi budaya ke dalam sebuah mata pelajaran. Berdasarkan pada konsep masyarakat madani yang dikemukakan di atas. yaitu masyarakat yang beriman dan bertaqwa. Sedangkan model pembelajaran yang dikembangkan dan akan diarahkan pada pencapaian kompetensikompetensi menuju masyarakat madani Indonesia. Pendidikan perlu merumuskan suatu visi pendidikan yang baru yaitu membangun manusia dan masyarakat madani Indonesia yang mempunyai identitas. yang mempunyai identitas berdasarkan budaya Indonesia. suku bangsa. persamaan derajat dan sang menghargai dalam keragaman agama dan budaya. berdiri sendiri [separated curriculum]. kebebasan. toleransi . Maka. Dengan demikian. ancaman dan kekerasan”54.

jam 16. Maksudnya. 5Ibid. di zaman dahulu adalah masyarakat yang tinggal di kota.scripps. dan persamaan hak dalam konsep dan praktik-praktik pendidikan untuk menuju masyarakat madani Indonesia. Makalah.00].terhadap sesama manusia. senin. keadilan sosial. 16 -19 Juli 2002. adanya hukum yang mengatur antara individu menandai keberadaan suatu jenis masyarakat tersendiri dan masyarakat seperti ini. Senin. 2002. Mengembangkan kompetensi untuk mampu mandiri dan mengatur diri sendiri tanpa campur tangan pihak lain. kegagalan dan praktik-praktik diskriminasi dalam proses pendidikan sebagai upaya untuk menuju masyarakat madani Indonesia. Sanaky.2004. adalah doses tetap Fakultas Ilmu Agama Islam dan saat ini menjabat sebagai Kepala Lembaga Pengabdian pada Masyarakat Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. 16. bebas dari paksaan. mendefinisikan masyarakat sipil sebagai . akses. 23 mei 2005. From: http://artikel. Untuk mewujudkan gagasan pendidikan multikulturalisme.ohiou. Penutup Gagasan pendidikan multikultural merupakan suatu pendidikan progresif untuk melakukan transformasi pendidikan yang secara menyeluruh untuk membongkar kekurangan.us/muhaemin6-04. keberadaban. Multikulturalisme dan Pendidikan Multikultural [Sebuah Kajian Awal]. Dalam kehidupan kota penghuninya telah menundukkan hidupnya di bawah satu dan lain bentuk hukum sipil [civil law] sebagai dasar dan mengatur kehidupan bersama. 23 Mei 2005. ancaman. 2 6Masyarakat politik [political society]. 2002. 1Hujair AH. bebas dari paksaan. Ibid. toleran. mandiri. Denpasar. From:http://www. hlm. Disajikan pada Simposium Internasional Jurnal Antropologi Indonesia ke-3. kekerasan. 4Parsudi Suparlan.00 3Prsudi Suparlan. harus didasarkan pada konsep ketaqwaan dan iman. Universitas Udayana. jam. 2Muhaemin el-Ma’hady.html. bebas dari paksaan. mulai tahun 2004 s/d 2006. istilah itu diambil lagi dan dihidupkan John Locke [1632-1704] dan Roesseau [1712-1778] untuk mengungkapkan pemikirannya mengenai masyarakat dan politik. Konsep pendidikan multikulturalisme harus berusaha memfasilitasi proses pembelajaran yang menghargai keragaman etnis dan perbedaan. Locke.Membangun Kembali “Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika”. ancaman dan kekerasan sebagai ciri dasar masyarakat madani. Sedang mengambil program S3 di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun akademi 2005-2006. suatu masyarakat yang memiliki kode hukum sebagai dasar pengaturan hidup. mandiri dan mampu mengatur diri sendiri. Bali. F. ancaman dan kekerasan untuk menuju dan tercipta masyarakat madani Indonesia.htm. Akses.edu/news/ cmdd/ artikel ps. persamaan hak. Menuju Masyarakat Indonesia Yang Multikultural. Menuju Masyarakat Multikultural. sopan. toleransi dan sikap terbuka. Di zaman modern.

REPUBLIKA. Dalam konsep Locke dan Roesseau belum dikenal perbedaan antara masyarakat sipil dan negara dan perbedaan antara masyarakat sipil dan negara timbul dari pandangan Hegel [1770-1831] pemikir Jerman yang banyak menarik perhatian. 21.00. nilai-nilai. hlm. 13Ibid. yang ditentang dan sekaligus diikuti oleh Marx. Roesseau. akses. Civil Society Versus Masyarakat Madani. hlm. 1999. di mana kebutuhan-kebutuhan tertentu atau khusus dan berbagai kepentingan perorangan bersaing. Multikulturalisme dan Pendidikan Multikultural [Sebuah Kajian Awal] Tanggal 27 Mei 2004. Beberapa Agenda Reformasi Pendidikan…. Paradigma Baru Pendidikan Membangun Masyarakat Madani. 1999. dalam Ahmad Baso. hlm. yang menyebabkan perpecahan-perpecahan. Pustaka Hidayah. yang dikemukakan L. 18Ibid. prosedur yang diterima masyarakat keilmuan dan dipakai sebagai contoh menentukan masalah keilmuan yang sah dan bagaimana cara memecahkannya.Agama dan Masyarakat Madani”. Sama halnya dengan Locke dan Roesseau. hlm. 9Hidayat Syarief.M. jam.hl. 17Paradigma”. Pengantar [2] Masyarakat Madani dan Investasi Demokrasi: Tantangan dan Kemungkinan. 16.A. 7Ibid. “suatu konsistensi capaian besar (constellation of great achievemens) berupa konsep. hlm. 117. 1999. Dari teori Hegel inilah dikenal dikotomi antara negara dan masyarakat (state and society). hlm.cit. hlm.5. 10Nurcholis Madjid. masyarakat sipil dihadapkan dengan negara. sehingga masyarakat sipil itu mengandung potensi besar untuk menghancurkan dirinya. “Pendidikan untuk Masa Depan”.“Demokrasi. 23. 91. . 1999. Hegel melihat masyarakat sipil sebagai wilayah kehidupan orang-orang yang telah meninggalkan kesatuan keluarga dan masuk ke dalam kehidupan ekonomi yang kompotitif. Tilaar. Pustaka Hidayah. 23 Mei 2005. 15Ahmad Tafsir.html.cit.4. 16Nurcholis Madjid.Dawam Rahardjo.R. 26-27. hlm.A.us/muhaemin6-04. Oleh Hegel.R.(No. Paradigma Baru Pendidikan Membangun Masyarakat Madani. merupakan hasil dari suatu perjanjian kemasyarakatan [social constract] dan anggota masyarakat telah menerima suatu pola perhubungan dan pergaulan bersama. menyatakan masyarakat politik itu sendiri.28.Wilardjo. REPUBLIKA.UNISIA . Arkeologi Pemikiran “Civil Society” dalam Islam Indonesia. Civil Society Versus Masyarakat Madani. hlm.1999.39/XXII/ III/1999. 2004. yang dikutip Tilaar. (30 Oktober 1999).“masyarakat politik” [political society]. Beberapa Agenda Reformasi Pendidikan…. 14H. 91. Op.Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial. 12Ahmad Baso.5 September 1999. Bandung. Bandung.27-28. H. Ini adalah arena.teknis. hlm. 11Hidayat Syarief. 19Muhaemin el-Ma’hady. Arkeologi Pemikiran “Civil Society” dalam Islam Indonesia. Senin. Op. 91. From: http://artikel. 30 Oktober 1999.Pidato Pengukuhan Sebagai Guru Besar Luar Biasa Ilmu Pendidikan Islam pada Institusi Agama Islam Lathifah Mubarokiyah Pondok Pesantren Suryalaya.hlm. 8 Ahmad Baso. Tilaar. Civil Society Versus Masyarakat Madani. ISSN: 0215-1412). 245.

Ahmad Syafii Maarif. Membangun Multikulturalisme Indonesia. akses. Belajar dan Pembelajaran Dalam Taraf Usia Dini.jam. 2002.00 29Ahmad Syafii Maarif. 77.From:http://kongres. Penguasaan alam semesta. From: http:// kongres.Komunikasi Multikultural.00. 1 Oktober 1996).us/muhaemin6-04. 11.cit.htm.24 Mei 2005. 21Fay.htm. From:http://kongres. hlm. Jakarta. budpar.24 Mei 2005.24 Mei 2005. Mataram. 1985.id/agenda/precongress/makalah/abstrak/58%20azyumardi %20 azra. 15-16. dalam Atmadja. budpar. jam. hlm. 11. Op. From:http://kongres.id/agenda/precongress/makalah/abstrak/58%20 azyumardi%20azra.go. Multikulturalisme dalam Perspektif Filsafat Hindu. 2002. 28Parekh. 22Bloom. Selasa. PT. jam.html. From: http://artikel. Analisis Kebutuhan Pendidikan Multikultural Berbasis Kompetensi Pada Siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama [SLTP] di Kota Mataram.budpar. 2005. Membangun Multikulturalisme Indonesia.htm.id/ agenda/ precongress/ makalah/abstrak/58%20 azyumardi%20azra. dalam Suparlan. Muhammadiyah Unuversity Press.2003.htm.go. Jakarta: Bulan Bintang. 2002. 1997:183-185.00 27Ibid. (No. Makalah di Sajikan dalam Seminar Damai Dalam Perbedaan. 6. 31Ernie Isis Aisyah Amini. Rex. “Pendidikan Islam dan Proses Pemberdayaan Umat”. pendidikan merupakan suatu gerakan yang telah berunur sangat tua.20Azyumardi Azra. Kapita Selecta. Membangun Multikulturalisme Indonesia.cit. Op. 11. Surakarta. Fakultas Tarbiyah UII. 11. Selasa. 2004. Identitas dan Krisis Budaya. 32Conny Semiawan. akses. akses.Selasa. 30M. hlm. Prenhallindo. Dalam bentuk sederhana dapat dipahami.id/ agenda/ precongress/ makalah/abstrak/58%20 azyumardi%20azra. Identitas dan Krisis Budaya. Op.00.budpar. hlm. Ibid. jam. pendidikan telah dijalankan sejak dimulainya manusia di muka bumi ini.id/agenda/precongress/makalah/abstrak/58%20 azyumardi% 20azra. Singaraja.147 26Azyumardi Azra. Natsir.budpar. akses. 23Ernie Isis Aisyah Amini. memberi contoh pendidikan kepada manusia dan dilanjutkan dengan mendidik keluarga. 33Muhaemin el-Ma’hady. menyatakan apabila dilihat dari segi sejarah. 2003. 2005. Selasa. 1996. 31-32. 4. 1973. 24Parsudi Suparlan. . 25Andrik Puwasito. 24 Mei 2005. 5 Maret 2003. hlm. Membangun Multikulturalisme Indonesia.. Identitas dan Krisis Budaya. Program Pascasarjana IKIP Negeri Singaraja.Identitas dan Krisis Budaya. Jurnal Pendidikan Islam (JPI). 34Azyumardi Azra.cit. 2004.go.2 Th.htm.From:http://kongres. dalam Azyumardi Azra.go.go.

cit. Op. Bandung. 40Muhaemin el-Ma’hady. Paradigma Baru Pendidikan Membangun Masayarakat Madani.html.. menyatakan bahwa dalam era reformasi. Ibid.go.24 Mei 2005. Multikulturalisme.us/muhaemin6-04.5 46Hidayat Syarief.REPUBLIKA. yang mempunyai identitas atau jati diri.From:http://kongres.html. 50S.11. 1990. Selasa.UKDW. Ibid.go. 39Muhaemin el-Ma’hady.00 48Ibid.html.35H. budpar. hlm.2000. From: http://artikel. 47Azyumardi Azra. 44Ibid. 4. 45Bernard Adeney-Risakotta. 42Azyumardi Azra.Civil Society dan Abrahamic Religions. From: http://artikel. 123 36Muhaemin el-Ma’hady. 52HAR.id/agenda/precongress/makalah/abstrak/58%20 azyumardi% 20 azra. Pendidikan nasional tidak lagi diarahkan untuk melahirkan manusia-manusia yang berbudaya.From:http://kongres.us/muhaemin6-04.2004. Identitas dan Krisis Budaya. hlm.id/agenda/precongress/makalah/abstrak/58%20 zyumardi%20 azra. Tilaar. From: http://artikel..us/muhaemin6-04.id/agenda/precongress/makalah/abstrak/58%20 azyumardi%20 azra. 11.R. Tilaar. 2003. dunia yang berbudaya dan pendidikan nasional telah dipisahkan dari budaya bangsa.html.jam. Beberapa Agenda Reformasi Pendidikan….A.html. Tilaar. bid.budpar. Yogyakarta. From: http://artikel.A.id/agenda/precongress/makalah/abstrak/58%20azyumardi%20azra.24 Mei 2005. Tantangan-Tantangan Global Masa Depan dalam Transformasi Pendidikan Nsiona.us/muhaemin6-04. Jakarta. budpar. From:http://kongres. hlm. 41Muhaemin el-Ma’hady. Grasindo.July. Sanaky. bukan lagi menghasilkan manusia yang berbudaya. hlm. Membangun Multikulturalisme Indonesia.us/muhaemin6-04. Safiria Insania Press dan MSI UII. Jammars.Yogyakarta.4. 49Ibid. Asas-asas Kurikulum. Membangun Multikulturalisme Indonesia. pendidikan nasional tidak sesuai lagi dengan proses budaya yang terjadi pada masa Orde Baru. Identitas dan Krisis Budaya. 2004. Nasution.. hlm.go. akses.Selasa. dalam Hujair AH. htm. budpar.cit 37Muhaemin el-Ma’hady.htm.11. hlm.(30 Oktober 1999). 144-157. Ibid. 38Muhaemin el-Ma’hady.00 43H. 51Ibid.R.2000. 4. Op. 2004. From: http://artikel. Paradigma Pendidikan Islam: Mambangun Masyarakat Madani Indonesia. Pada masa Orde Baru manusia Indonesia tidak hidup lagi dalam dunianya yang orisinil .From:http://kongres. htm. hlm. akses.go.ht m. . jam.

.…. 2004. Op. Analisis Kebutuhan Pendidikan Multikultural Berbasis Kompetensi pada Siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama [SLTP] di Kota Mataram. 55Muhaemin el-Ma’hady. Op. 53Muhaemin el-Ma’hady. hlm. toleransi tipis dan menganut budaya kekerasan .cit.tetapi manusia beringas.. hlm. hlm. 10. 2000. hlm. Tesis. 2004.47. 2004. Ernie Isis. Tilaar.5. 7. mudah tersinggung..cit. Jurusan Penelitian dan Evcaluasi Pendidikan. hlm. Program Pascasarjana IKIP Negeri Singaraja.. Civil Society dan Abrahamic Religions. Kebudayaan. Op.H.A.3. 54Bernard Adeney-Risakotta.. 55Baca: Aisyah Amini.cit. Multikulturalisme dan Pendidikan Multikultural.. Multikulturalisme dan Pendidikan Multikultural. Pendidikan.R.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful