Rangkuman Sosiologi Kelas X Semester 1 1.

Nilai social: Kumpulan sikap, perasaan, atau anggapan manusia mengenai suatu hal yang menyangkut baik dan buruk, benar atau salah, patut atau tidak patut, mulia atau hina, dan penting atau tidak penting. 2. Nilai social menurut C. Klukhon dari “Hakikat Hidup Manusia” ada 5, yaitu: a. Nilai hakikat hidup manusia, contohnya adalah ada yang beranggapan bahwa hidup itu indah. b. Nilai hakikat karya manusia, contohnya: ada yang beranggapan bahwa karya seseorang itu untuk harga dirinya. c. Nilai hakikat manusia dengan ruang dan waktu. Contohnya: Ada yang mementingkan masa lalu dan masa depan. d. Nilai hakikat manusia dengan alam. e. Nilai hakikat manusia dengan sesamanya. Contohnya: ada yang individualisme. 3. Pengertian lain nilai social: Sikap atau anggapan yang dijadikan dasar oleh masyarakat untuk menilai sesuatu berdasarkan benar dan pentingnya. 4. Pengertian nilai social menurut para ahli: a. Kimball Young: Suatu aspek abstrak yang terkadang tidak disadari oleh manusia mengenai yang sesuatu yang benar dan yang tidak benar. b. A. W. Green: Kesadaran yang relatif yang diiringi dengan munculnya emosi atau perasaan individu. c. Woods: Sesuatu yang ada sejak lama, yang dijadikan tujuan manusia dalam kehidupan sehari-hari. d. Prof. Soejono Soekanto: Suatu konsep abstrak mengenai apa yang dianggap baik dan buruk, serta dianut oleh kelompok masyarakat. e. B. Simanjuntak: Ide-ide baik dari masyarakat. f. Robert M. Z. Lawang: Sesuatu yang diinginkan, pantas, dan dapat mengubah perilaku social bagi yang memilikinya. 5. Nilai social menurut Prof. Notonegoro: a. Nilai material: Nilai yang berhubungan dengan jasmani. Contoh: Sandang, pangan, dan papan. b. Nilai vital: Sesuatu yang dibutuhkan manusia untuk melakukan aktivitasnya. Contohnya: Cangkul untuk petani. c. Nilai kerohanian: Untuk jiwa manusia, terdiri dari:

Beberapa fungsi nilai social menurut Dr. Merupakan aspek-aspek abstrak yang memiliki consensus social terhadap harga. c. iv. dan lambangnya salib. Nilai kebenaran: Berdasarkan akal manusia (cipta) ii. 6. Memberikan pengaruh. tempat ibadahnya vihara. tempat ibadahnya gereja. Alat solidaritas kelompok. Attarva Weda. Dapat diikuti emosi atau perasaan individu. b. Kitab Weda (Yajur Weda. 4. Menekan agar masyarakat dapat mencapai tersebut. dan dimiliki setelah mengalami proses social (sosialisasi anak-anak). b. Didapatkan. f.i. diperoleh. Merupakan konstruksi masyarakat yang terciptadari interaksi social. Jenis-jenis nilai social: a. Nilai religius: Berasal dari Wahyu Tuhan. Nilai keindahan: Berdasarkan perasaan manusia (rasa). c. Soeprapto: a. Dapat ditularkan dari kelompok/ individu yang satu ke kelompok/individu yang lain. Samha Weda. Macammacam agama: 1. Kitab Tripitaka. e. Buddha. h. Nilai social memberikan pilihan. dan lambangnya swastika. 2. 3. dan lambangnya Bulan Bintang. Menjaga stabilitas kelompok. Sistem social berbeda2 antar kebudayaan yang satu dengan lainnya. g. j. Kristen. Memiliki keterkaitan dan membentuk suatu pola dan system social. iii. Dapat memuaskan dan berperan dalam pemenuhan kebutuhan social. 7. Pendorong (contohnya cita-cita). Nilai dominan: Dianggap penting dibandingan nilai . nilai 8. dan Reg Weda). kitab suci Al-Qur’an. daan lambangnya stupa. Nilai moral: Berdasarkan kehendak manusia (karsa). tempat ibadahnya pura. i. tempat ibadahnya Masjid. d. Beberapa cirri nilai social menurut Huky: a. e. kitab Injil. Hindu. Islam. Penuntun masyarakat menuju nilainya. d.

Norma Hukum: Berdasarkan pada peraturan yang ada. Contohnya: Reformasi didukung rakyat. dll. filsafat. 11. dan peraturan yang berlaku. b. Sanksi dapat hukuman penjara. Norma social: a. iii. lihat. dan dengar. Usaha orang menggapainya. membungkuk ketika berhadapan. Norma kelakuan (Mores): Yang sesuai dengan kaidah. dan larangan-larangan agar tercipta 12. dan sebagainya. b. mobil mewah. Hukum adalah peraturan yang ditujukan kepada masyarakat yang berisi mengenai aturan-aturan. contohnya adalah hokum. ide. perintah-perintah. Sanksinya mendapat gunjingan. c. Contohnya: Kepala keluarga bertanggung jawab. d. Norma Informal: Tidak tertulis dan sesuai dengan kaidah yang berlaku dalam masyarakat.lainnya. Contohnya: Gagasan. pakaian. Prestise atau kebanggan yang memiliki. Seperti: Rumah. berdasarkan: i. Norma social: Aturan-aturan pada masyarakat yang menekan masyarakat untuk mencapai nilai social tertentu dan memiliki sanksi yang jelas. Contoh: Mencuri. Nilai immaterial: Berasal dari pemikiran. Banyaknya orang. Nilai social materi dan immateri: a. Norma tata cara (usage): Norma ringan yang apabila dilanggar hanya dicatat atau diingatkan. dll. agama. b. Contoh: Gelar sarjana. 10. dan lain2. b. 9. Contohnya: Tradisi sekatenan dari dulu sampai sekarang masih dilaksanakan. Nilai material: Yang dapat kita raba. e. dll. Contohnya: Usaha agar dapat Naik Haji atau perjuangan dalam meraih kemenangan. peraturanperaturan. Misalnya aturan memegang sendok. Lama dianut. apabila dilanggar dikucilkan atau diusir pada kalangan masyarakat tersebut. Norma adat istiadat (Customs): Sesuai dengan adat pada masyarakat tertentu. Norma kebiasaan (folkways): Kebiasaan yang dilakukan di kalangan masryarakat. iv. Nilai mendarah daging: Sudah menjadi kebiasaan dan dilakukan tanpa berpikir. Norma social berdasarkan tingkatan sanksinya: a. ii. dll. . bersalam pamit dengan orangtua ketika mau sekolah. hati. Contoh: Mengucapkan salam. ideology. Norma formal: tertulis atau dibentuk oleh lembaga berwenang.

objektif. Maka socius logos adalah ilmu kawan. Sosiologi berasal dari bahasa latin. a.Ogburn dan Meyer F. 15. J. d. Lamars: Ilmu yang mempelajari tentang struktur dan proses kemasyarakatan yang bersifat stabil. Memiliki kepercayaan atau kebudayaan yang dianut. dll. dan mengandung ilmu pengetahuan. cara kerja kelompok social. 14. Lebih sering bergaul dengan kalangan masyarakatnya sendiri. dll. e. 16. Sosiologi termasuk ke dalam ilmu pengetahuan karena memenuhi syarat ilmu pengetahuan. Definisi sosiologi menurut para ahli: a. bertegur sapa. . c. Nimkhoff: Penelitian ilmiah mengenai proses dan struktur social. 17. b. Memenuhi kebutuhan hidup sendiri. karena telah menjadi kebiasaan bagi kita. dan pengaruh kelompok social kepada individu dan kelompok. Menetap di suatu tempat. yang a. e. f. Norma social berdasarkan sumbernya: Norma Agama: Dari Tuhan. dan dalam lebih lanjut diterjemahkan ke bahasa Inggris menjadi Social dan Logy yaitu Ilmu yang mempelajari manusia dalam bermasyarakat. b. b. c. Melanjutkan keturunan. A. keinginan belajar tanpa disuruh. yaitu socius yang artinya adalah kawan dan logos dari bahasa Yunani yang artinya kata atau berbicara. Sosiologi mempelajari tentang peranan social individu. Norma Kesusilaan: Kegiatan kemanusiaan dari hati sanubari manusia. Definisi ilmiah masyarakat adalah sekelompok individu mampu: Berdiri sendiri.ketertiban dan keadilan. 18. Contohnya: Mengetuk pintu ketika masuk rumah. Norma Kesopanan: Norma yang dibentuk dari tingkah laku masyarakat. atau dapat diartikan pula ilmu. Norma Hukum: Norma yang mengatur dan memiliki sanksi yang dibuat oleh pihak yang berwajib untuk memberikan hak perlindungan hukum. 13. A. Norma Kebiasaan: Norma yang aneh jika kita tinggalkan. J. d. Van Dorn dan C. Contoh: Acara syukuran. sistematis. William F. Contoh: Keinginan membersihkan kamar yang kotor. syarat ilmu pengetahuan antara lain adalah rasional.

20. dia dikenal sebagai bapak sosiologi dunia. baik formal-informal. h.c. Selo Sumardjan dan Soemardi: Ilmu yang mempelajari tentang proses. di antaranya Revolusi Perancis. Objek sosiologi adalah masyarakat. Martin Luther . Pokok bahasan sosiologi menurut para ahli: 21. j. g. Ptomirin A. d. Sejarah sosiologi: a. Fakta social adalah cara bertindak. tujuan dengan asalnya. k. dan kewajiban masyarakat. bangun. Soerjono Soekanto: Ilmu yang mempelajari masyarakat secara keseluruhan dan manusia dalam masyarakat itu. 19. . kelompokkelompok. e. Maximillian Webber: Ilmu yang mempelajari tentang tindakan social. Revolusi Industri. Ilmu pengetahuan berkembang. l. kemudian Djody Gondohadikusumo menulis buku Sosiologi Indonesia merintis lahirnya sosiolog2 di Indonesia. Herbert Spencer: Mempelajari tentang tumbuh. i. Charles Ellwood: Ilmu yang mempelajari manusia dengan golongannya. dan berperilaku yang berasal dari luar individu dan dapat mengendalikan individu. Auguste Comte membuat suatu buku berjudul Cour’s de Philosophy Positive yang menjelaskan masyarakat secara ilmiah. Indonesia: Soenario Koeloepaking mengajar sosiologi pertama di UGM. Hasan Shadily: Ilmu yang mempelajari tentang hidup bersama dalam masyarakat dan menyelidiki proses terjadinya ikatan antar masyarakat tersebut. Dunia: Terjadi beberapa kejadian penting. b. dan statis-dinamis. dll. Warren dan Roucek: Ilmu yang mempelajari hubungan manusia dengan manusia dengan kelompoknya. yaitu tindakan yang mempengaruhi orang lain. f. berpikir. Sorokin: Ilmu yang mempelajari tentang hubungan timbal balik gejala social. Seorang Perancis. Mayor Polak: Ilmu yang mempelajari masyarakat secara keseluruhan dan manusia dalam masyarakat baik individu-individu. m. Gustav Reizenhofer: Ilmu yang mempelajari hubungan manusia dengan kewajibannya untuk mengetahui dasar terjadinya evolusi social dan kemakmuran bagi golongannya. individu-kelompok. struktur dan perubahan social. dan bentuk dengan kewajibannya. Emile Durkheim: Ilmu yang mempelajari tentang fakta social.

Maximillian Webber: Tindakan social. pendirian. Sifat dan hakikat sosiologi sebagai ilmu: . Contoh: Belajar di kelas. b. Sosiologi bertujuan menghasilkan pola dan teori tertentu. lawannya adalah Homo Homini Lupus) manusia sebagai makhluk social berinteraksi dengan orang lain. b. 25. Kebutuhan sekunder: Menyangkut manusia sebagai Zoon Politicon (Aristoteles. Kebutuhan integrative: Yang hanya dimiliki manusia. artinya membatasi diri terhadap sesuatu yang terjadi. Sosiologi dan antropologi: hampir sama. seperti bernafas. Wright Mills: Khayalan sosiologis. Sosiologi adalah ilmu pengetahuan murni. Sosiologi adalah ilmu abstrak. 26. Sosiologi dan ilmu ekonomi:Pengangguran dan kemiskinan harus diselesaikan dengan memandang aspek social. f. Beberapa ide mendasar mengenai sosiologi adalah masyarakan dan social setting lainnya adalah hasil karya manusia dan masyarakat membentuk perilaku individu 23. Sosiologi adalah ilmu kategoris. 24.a. Sosiologi dan ilmu politik: Sosiologi melakukan kompetisi untuk mencapai kekuasaan. e. contohnya peraturan. Sosiologi dan ilmu pasti: berfungsi dalam penyusunan data statistik. d. Sosiologi dan sejarah: Sosiologi memandang peristiwa perubahan social dalam kehidupan bermasyarakat. b. e. Kebutuhan primer: Menyangkut manusia sebagai makhluk biologis yang harus memenuhi kebutuhan agar tetap bertahan hidup. istirahat. Sosiologi adalah rumpun ilmu social. 22. Peter F. d. benar dan salah. d. seperti prinsip hidup. Macam-macam kebutuhan hidup manusia berdasarkan sosiologi: a. c. Sosiologi adalah ilmu pengetahuan rasional. g. b. c. Ciri-ciri sosiologi: a. Sosiologi adalah ilmu pengetahuan umum bukan khusus. Kedudukan sosiologi dengan ilmu lain: a. menurut Koentjaraningrat perbedaannya pada metodenya. Emile Durkheim: Fakta social. c. makan. Berger: Realitas social. yang dibuktikan dengan metode tertentu. eksistensi atau keberadaan. dll. c.

Peran sosiolog: Sosiolog sebagai ahli riset: Mengumpulkan dan mengolah data. kebudayaan adalah hasil cipta. bunuh diri. Manusia diberikan karunia dari Allah berupa Thinking (Cipta). a. c. Wujud kebudayaan adalah material dan immaterial yaitu cipta dan rasa. Tujuh system kebudayaan: . Kebudayaan: Konflik antar etnis. terdiri dari status. ii. c. Sosiologi bersifat teoritis: Mengadakan penelitian/observasi dan menarik kesimpulan untuk menghasilkan teori baru. Menghasilkan teori: Memandang sosiologi bersifat empiris. peranan. b. rasa.a. Sosiologi bersifat non-etis: Tidak menilai berdasarkan baik-buruk. a. c. dan karsa manusia untuk menyempurnakan hidupnya. Sosiologi bersifat kumulatif: Berdasarkan pada teori yang ada. Untuk pembangunan. iii. pengendalian. tidak spekulatif. b. b. c. Biologis: Penyakit menyebar. b. Kebudayaan: a. Sosiolog sebagai teknisi: Merancang dan melaksanakan kegiatan masyarakat. 30. interaksi. dan lainnya. dan Drive (Dorongan kehendak/karsa). Sosiolog sebagai konsultan kebijakan: Ramalan sosiolog dapat dijadikan pedoman membuat kebijakan masyarakat. Sosiolog sebagai guru: bersifat netral dan objektif. Psikis: Gangguan syaraf yang mempengaruhi kehidupan bermasrayarakat. d. Konsep realita social: Kenyataan social yang ada dalam kehidupan bermasyarakat. dll. Menyelesaikan masalah social: i. iv. 28. tetapi berdasarkan analisa dan apa adanya. penyimpangan. Kegunaan sosiologi: Untuk perencanaan social: Merencanakan kehidupan masyarakat di masa depan dan mengurangi factor penghambatnya. Sosiologi bersifat empiris: Berdasarkan pada kenyataan social. dll. Ekonomis: Pengangguran dan kemiskinan. Contoh: Hubungan antar masyarakat. 27. social. Menurut Koentjaraningrat. d. 29. Feeling (Rasa). d. d.

ii. b. 33. Status social: Kedudukan individu dalam masyarakat. gaya hidup. istri. ii. Komunikasi. 36. Komunikan: Penerima pesan. kekerabatan. Sekunder tidak langsung: Dengan menitipkan pesan ke pihak ke tiga. kesenian.i.) c. perangkat2nya: Komunikator: Yang memberikan pesan. Ada tujuan. 35. menteri. Kontak sekunder: Tidak bertemu langsung. iv. namun tidak begitu berpengaruh kepada individu yang meniru. hanya sekedar meniru gaya bicara. organisasi social. presiden. 31. dan hal-hal lainnya. 34. contoh sms dan surat. a. atau kelompok-kelompok dalam bermasyarakat dan bersifat dinamis. dll. ketua organisasi. keagamaan. bahasa. guru.) 32. dll. pengurus kelas. Ascribed status: Didapatkan langsung (ayah. Media: Alat untuk menyampaikan pesan. anak. Ada kontak social: i. Sekunder langsung: Tanpa pihak ke tiga. individu-kelompok. vii. ibu. Ada 2 orang atau lebih. Interaksi social adalah hubungan timbal balik antara individu-individu. Dimensi ruang dan waktu. yang terlihat adalah kumpulan hak dan kewajiban dalam status itu yang disebut peranan social. vi. contoh: . narapidana. terbagi menjadi: a. Imitasi: Mengikuti seseorang. peralatan hidup. d. suami. c. terbagi jadi: 1. Sistem Sistem Sistem Sistem Sistem Sistem Sistem mata pencaharian hidup. c. tidak menjadi idealitas bagi penirunya. 2.) b. Pesan. d. v. Status itu tidak terlihat. Interaksi social terjadi jika: a. iii. b. Faktor-faktor pendorong interaksi social: a. Kontak primer: Bertemu langsung. dll. Assigned status: Diberikan orang lain (ketua kelas. Achieved status: Melalui usaha (sarjana.

Mayoritas. Proses Asosiatif (Proses yang damai dan mendukung satu sama lain): i. ii. ikut merasakan apa yang dia rasakan. 3. c. Orang karismatik. hingga sangat menghayati bahkan apabila menangis ikut menangis pula. Empati: Simpati yang mendalam. Motivasi: Pemberian pengaruh berupa dorongan untuk melakukan sesuatu. dan percaya dalam kekerabatan. d. Faktor pemberi pengaruh: 1. Sugesti: Pemberian pengaruh oleh komunikator. Tidak kritis. 3. Ragu-ragu berpendapat dan pendapat searah. Ada motivasi dari dalam diri dan motivasi dari luar. Faktor penerima pengaruh: 1. hal ini terjadi karena: i. hal ini akan mempengaruhi seseorang dalam bertingkah laku dan dalam pola hidup. Akomodasi. Identifikasi: Keinginan untuk mengikuti sosok yang dianggap idealitas yang disebut sebagai idola. . Competition: Ketika tujuan sama namun terbatas.b. e. 4. Kontravensi: Competition tidak sehat. 2. 37. bahkan dapat membentuk sosok seseorang di masa depan dengan meniru sosok yang ideal. iii. Simpati: Menyukai orang lain. yang diterima oleh komunikan dengan apa adanya tanpa adanya gugatan kritis. membuat seseorang ikut merasakan sesuatu yang dirasakan orang lain. Iklan atau reklame. Proses Disosiatif (Proses yang saling mengalahkan): i. sehingga antar pihak saling menjatuhkan. ii. b. Lebih penting motivasi dari dalam diri. Interaksi social dalam masyarakat: a. Pemikiran disosiasi atau terpecah-pecah. ii. 2. dalam hal ini juga menerima orang lain apa adanya. Konflik: Terjadi karena persaingan tidak sehat. f. Berkedudukan tinggi. Kerja sama (Cooperation): Ketika ingin tujuan yang sama. Seorang anak yang mengikuti gerakan ayahnya menyetir mobil.

40. Menangis karena terluka bukan tindakan afektif. Contoh: Amir menangis karena kerabatnya meninggal dunia. b. Contoh: Amir memakan bakso. Faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi social: a. c. Ciri-ciri terjadinya interaksi social: Adanya komunikasi antara 2 orang atau lebih. dll. Memiliki tujuan tertentu yang ingin tercapai. pandangan. 41. dan masa yang akan mendatang. Penyampaian dengan melakukan lambang atau symbol tertentu. b. Contohnya interaksi antara kakak dengan adiknya. 39. mengucapkan salam atau bertegur sapa saat kita bertemu. Contoh: Berpamitan ketika ingin pergi. dengan menggunakan akal pikiran dan mempertimbangkan tujuan yang hendak dicapai. syarat. antar kelompok. Tindakan social rasional berorientasi nilai: Tindakan rasional yang mementingkan proses atau cara untuk mencapai tujuan. social: sikap atau atau dipengaruhi oleh perilaku yang orang lain atau Tindakan social terdiri dari: a. Contoh: Seorang Ibu mengucapkan “hati-hati ya nak” ketika anaknya . b. Tindakan Afektif: Tindakan yang didominasi oleh emosi yang berlebihan dan tidak menggunakan akal sehat. a. masa kini. d. Ani membeli kebutuhan di supermarket. c. 42. d. Interaksi social: Kontak atau hubungan timbal balik atau interstimulasi dan respon antar individu. Tindakan tradisional: Tindakan yang telah menjadi kebiasaan dan dilakukan terus-menerus sesuai tradisi. Budi marah meluap-luap karena kesal akan perbuatan adiknya. Memiliki dimensi waktu baik masa lalu. atau sikap/ perilaku yang diterima tanpa ada kritik.38. atau antar individu dan kelompok. Yang paling dominan adalah nilai Agama (Religius). Tindakan social rasional instrumental: Tindakan social yang paling dominan. Imitasi: Keinginan mengikuti orang lain di perilaku luarnya. Tindakan mempengaruhi kelompok lain. Sugesti: Pendapat.

3. Komunikasi: Proses penyampaian pesan dari satu pihak ke pihak lain untuk tercapainya tujuan bersama atau pengertian bersama. 43. dll. i. memo yang ditujukan langsung ke orangnya. kalimat. maka artinya bersama-sama menyentuh. Empati: Simpati mendalam yang mempengaruhi psikis (kejiwaan) dan fisik seseorang. Simpati: Suatu keadaan di mana dapat menerima keberadaan pihak lain apa adanya. Pemikiran disosiasi atau terpecah-pecah. Identifikasi: Keinginan menjadi sama seperti sosok ideal (idola)-nya. terbagi menjadi: 1. f. Pesan: Gagasan atau hal yang ingin disampaikan berupa kata. dll. dokter memeriksa pasiennya. Kontak sekunder tidak langsung: Dengan melalui perantara pihak ketiga. Kontak social: berasal dari bahasa latin “con” artinya bersama-sama dan “tangere” artinya menyentuh. Iklan atau reklame. 2. berpamitan. d. Komunikator: Yang menyampaikan atau memberikan pesan. Ragu-ragu berpendapat dan pendapat searah. 2. 2. keadaan di mana tidak dapat menerima keberadaan pihak lain apa adanya. Contoh: Ani ikut sedih ketika mendengar kerabat Amir meninggal dunia. b. Mayoritas.c. Contoh: Menerima si A sebagai teman dengan apa adanya walaupun dia memiliki kekurangan. Aspek komunikasi: 1. ii. Antipati: Lawan dari simpati. contohnya adakah short message. e. Orang karismatik. Berkedudukan tinggi. Kontak social primer: Langsung bertemu dalam melakukan kontak. Tidak kritis. ii. berbelas kasih kepada fakir miskin. Syarat-syarat terbentuknya kontak social: i. 2. Faktor penerima pengaruh: 1. 3. atau . Kontak sekunder langsung: tanpa melalui pihak ketiga. Syarat-syarat terjadinya interaksi social di antaranya: a. Biasanya yang ditiru tidak hanya perilaku luarnya saja. Kontak social sekunder: Kontak dilakukan dengan melalui media perantara. Faktor pemberi pengaruh: 1. 4. e-mail. i. ikut berduka ketika salah satu daerah terkena bencana.

Efek: Apa yang terjadi setelah pesan diterima. Konsiliasi: Usaha untuk mempertemukan pihak-pihak yang bertikai untuk mencapai persetujuan bersama. contoh: Penjajahan dan perbudakan. 5. Asosiatif: i. Contoh: 1. Penyampaian: Penyampaian pesan tersebut kepada komunikan. Contohnya: Umat non Muslim ketika . 4. Stalemate: Kedua pihak yang bertikai sama kuat. sehingga menghentikan pertikaian. Kompromi: Kedua pihak mengurangi tuntutannya. Koersi: Akomodasi dengan pemaksaan. Akomodasi: Proses penyelesaian pertentangan tanpa menjatuhkan pihak lawan. 6. Encoding: Gagasan atau program yang akan disampaikan berupa kalimat atau gambar. Media: Bagaimana pesan tersebut disampaikan. interaksi social terbagi menjadi 2 bentuk: a. 3. 5. sehingga pihak tersebut tidak kehilangan pribadinya (menghasilkan kerja sama baru). Contohnya: Perang dingin antara USA dan USSR. 3. 3. 7. Contoh: Usaha Indonesia dalam mengatasi masalah kamboja. 2. Mediasi: Proses akomodasi melibatkan pihak ketiga yang netral. Proses komunikasi: 1. ii. 2. 4. Arbitrasi: Proses akomodasi dengan melibatkan pihak ketiga yang lebih tinggi.symbol. Menurut John Phillip Gillin dan John Lewis Gillin. Komunikan: Pihak yang menerima pesan. Contoh: Penetapan upah minimum oleh pemerintah untuk mengatasi pertentangan antara pegawai dengan perusahaan. Decoding: Memahami gagasan atau program yang disampaikan tadi. di mana kedua pihak yang berpotensi untuk bertentangan mengurangi kepentingannya dan menghargai kepentingan lawannya. 44. Contoh: Perjanjian antar Negara tentang batas perairannya. Toleransi: Bersifat informal dan menyangkut salah satu cirri manusia.

3. Contoh: salah satu partai ketika zaman orde baru. Minority consent: Golongan minoritas yang tidak merasa kalah melakukan kegiatan.Ramadhan tidak makan di sembarang tempat. Konversi: Salah satu pihak mengalah dan menerima pendirian pihak lawan. Kerja sama langsung: Hubungan kerja sama antara atasan dengan bawahan. 9. 10. Kerukunan: Gotong royong dan tolong menolong dalam bermasyarakat. 12. d. Bargaining: Perjanjian kerja sama dalam jual dan beli barang atau jasa. Kerja sama berdasarkan pelaksanaannya: a. Cooley kerja sama dilakukan ketika terjadi kesadaran bahwa ada kepentingan yang sama. Kerja sama berdasarkan sosiologi ada: a. 14. b. Gencatan senjata: Menghentikan pertentangan untuk menuju perundingan. Menurut Charles H. serta merta. 15. 2. c. dll. ii. 8. Keputusan Mayoritas: Keputusan yang diambil berdasarkan suara terbanyak. melalui voting. Elimination: Salah satu pihak mundur atau mengalah. Kerja sama tradisional: Kerja sama sebagai satu bagian dari antarunsure dalam suatu system social. 13. Kooptasi: Suatu proses penerimaan unsure-unsur baru. Kerja sama kontrak: Kerja sama dengan ketentuan dan dasar tertentu. 1. Contohnya: Menolong korban yang sakit di dekat kita. b. Segresi atau Segregasi: Pihak-pihak yang bertikai saling menjauhi untuk menghindari pertikaian. Kerja sama spontan: Kerja sama yang dilakukan tanpa bertanya. c. Subjugation atau Domination: Pihak yang kuat mempengaruhi pihak yang lemah. Cooperation/ kerja sama: Kegiatan bersama untuk memperoleh tujuan bersama. . Ajudikasi: Penyelesaian pertentangan melalui pengadilan. 11.

Mengeksploitasi ekonomi. iv. Contoh: Kolonialisme Belanda di Indonesia. b. ii. Diumpakan: Segi empat merah + Segitiga biru = Segi empat merah.d. mengambil seluruh kekayaan alam untuk Negara koloni-nya. 45. Diumpakan: Segi empat merah + Segitiga biru = Lingkaran ungu. Contoh: Kolonialisme Jepang. tanpa menghilangkan kebudayaan lamanya. Menurut Hall dalam bukunya “The Hidden Dimension” aturan mengenai jarak interaksi adalah: a. Jarak pribadi (45 cm – 1. Kolonialisme (cara menjajah) didasarkan oleh faham menjajah yang disebut imperialisme. 2. yang menghasilkan budaya baru. Penetrasi: Pertemuan 2 unsur budaya yang berbeda. dan unsure yang lain dihancurkan. Segitiga Biru. b. b. Ciri-ciri dari penjajahan adalah: a. Akulturasi: Perpaduan 2 unsur budaya yang berbeda. dan negara2 di Pasifik. Jarak intim (0-45 cm): Terjadi pada hubungan kerabat dekat atau keluarga.22 m): Terjadi pada . Koalisi: Kombinasi atau kerja sama dalam pemerintahan untuk mencapai tujuan tertentu. Disosiatif: i. Penetration of Pacific: Penetrasi yang bersifat akulturasi. c. salah satu unsure budaya diterima. b. bisa berupa sentuhan. iii. Pertentangan atau Konflik: Saling menjatuhkan antar pihak satu dan lainnya. Asimilasi: Pembaruan 2 unsur budaya yang berbeda dan menghasilkan kebudayaan baru. merebut kekuasaan dengan cara perang. 1. Persaingan atau Competition: Kedua pihak memiliki tujuan yang sama namun jumlahnya terbatas. iii. e. Joint venture: Kerja sama membangun suatu proyek (bagi hasil). Penetrasi budaya. Berkuasa secara politik. Kontravensi: Persaingan yang tidak sehat. iv. Penetration of violent: Penetrasi yang menghancurkan budaya asli. Nama-nama penetrasi: a.

Berdasarkan sosiologi ada 2 kelompok pekerja: a. Contoh: Polisi. doctor. organisasi lainnya. Blue collar: Golongan kerah biru. Status symbol yang telah dibanggakan. 51. tidak mengutamakan skill dan tidak butuh pendidikan cukup dengan menggunakan fisik saja.hubungan antara kawan atau sahabat yang telah saling mengenal. paman. dll. Achieved status: Status social yang diraih dengan usaha keras terlebih dahulu. yang terlihat adalah peranan social yaitu suatu tindakan atau perilaku seseorang yang diharapkan masyarakat sesuai dengan status sosialnya. mahasiswa. pemulung.22 m – 3. antara orang yang belum saling mengenal dekat. sepupu. presiden. dll. kakek. c. 46. Assigned status: Status social yang diraih dengan ditunjuk oleh orang lain. dll. Jarak publik (> 3. kakak. 47. Status social dapat dilihat dari “status symbolnya” contohnya uniform. Ascribed status: Status social yang didapatkan dengan sendirinya. Contoh: Ketua kelas. suami. Jenis2 kerja sama dsb adalah … . Status social: Kedudukan seseorang di dalam kelompok masyarakat. Jarak social (1. d. 49. menteri. istri. bibi. White collar: Golongan kerah putih. Status social di dalam keseharian tidak terlihat secara konkret. akan menjadi lambang prestise atau lambang gengsi disebut Prestise Symbol.66 m): Terjadi pada hubungan antara atasan dan bawahan. mengutamakan keahlian (skill) dibandingkan fisik dan didambakan oleh setiap orang.66 m): Jarak ketika seseorang sedang berorasi atau berpidato. dll. OSIS. Peranan social merupakan aspek dinamik dari status social tersebut. anak. nenek. Ibu. guru. magister. rompi. seragam. Contoh: Ayah. 50. b. 48. adik. dokter. Status social terbagi menjadi 3 berdasarkan cara memperolehnya: a. c. b.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.