Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT.

PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) BAB I PENDAHULUAN Pabrik Pupuk Kujang adalah pabrik yang memproduksi pupuk urea (NH2CONH2) dengan kandungan N 46% sebagai produk utama, dengan hasil antara / sampingan amonia, oksigen, dan nitrogen. Badan hukum pabrik ini merupakan Badan Usaha Milik Negara yang berbentuk Perseroan Terbatas. I.1. Sejarah Berdirinya Pabrik Pada Garis-garis Besar Haluan Negara, disebutkan bahwa titik berat pembangunan jangka panjang adalah pembangunan di bidang ekonomi, dengan sasaran utama mencapai keseimbangan antara bidang pertanian dan industri serta terpenuhinya kebutuhan pokok rakyat. Untuk itu dibutuhkan industri yang sekiranya mendukung bidang pertanian seperti halnya pupuk sebagai upaya mendukung upaya pemerintah dalam peningkatan produksi pertanian melalui swasembada pangan. Pabrik pupuk urea yang pertama di Indonesia adalah pupuk Sriwijaya I (PUSRI). Sesuai dengan pasal 33 UUD 1945, kekayaaan alam dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, pabrik pupuk Sriwijaya I menggunakan gas alam sebagai bahan bakunya. Produksi pupuk PUSRI I pada saat itu diperkirakan tidak dapat mencukupi konsumsi kebutuhan petani, yaitu hanya berkapasitas 100.000 ton urea per tahun. Menyusul ditemukannya beberapa sumber gas alam dan minyak pada tahun 1969 di Jati Barang (Cirebon Selatan) dan lepas pantai Cilamaya (kabupaten Karawang) di bagian utara Jawa Barat, maka timbul gagasan untuk mendirikan pabrik urea di Jawa Barat. Untuk melaksanakan proyek pendirian pabrik di Jawa Barat tersebut, pada tahun 1973 pemerintah menunjuk Departemen Pertambangan dan Pertanian sebagai pelaksananya. Oleh Departemen Pertambangan wewenang pelaksanaan proyek tersebut dilimpahkan kepada Pertamina, dengan BEICIP, Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta
1

Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) sebuah perusahaan Perancis, yang bertugas sebagai konsultan untuk meneliti kemungkinan pembangunan sebuah pabrik pupuk di Jawa Barat. Tim Teknis dibentuk dan langkah-langkah selanjutnya telah diambil oleh Pertamina dengan menentukan Jati Barang Balongan sebagai lokasi proyek. Pada tahun 1975 keluar surat Keputusan Presiden tanggal 17 April 1975 yaitu SK. No.16/1975 yang memutuskan pengalihan tugas pelaksanaan proyek dari Departemen Pertambangan kepada Departemen Perindustrian. Pada tanggal 9 Juni 1975 terbentuklah PT Pupuk Kujang yang berstatus hukum PT (Persero). Sumber biaya untuk pendirian pabrik ini diperoleh dari Pemerintah Iran sebesar US $ 200 juta untuk pembelian pipa-pipa gas dan mesin-mesin. Sedangkan biaya kontruksi dananya diperoleh dari Pemerintah RI sebagai penyertaan modal pemerintah. Perjanjian pinjaman dengan Pemerintah Iran ditandatangani pada tanggal 9 Maret 1975 dan mulai berlaku pada tanggal 24 Desember 1975. Dewan Komisaris diduduki oleh wakil-wakil dari Departemen Perindustrian dan Departemen Keuangan yang bertujuan untuk memberikan pengawasan yang lebih baik terhadap segala kebijaksanaan direksi karena adanya kewajiban untuk membayar kembali hutang luar negeri. Pelaksanaan tender internasional terbatas untuk memilih kontraktor utama pembangunan pabrik dilakukan tanggal 30 Mei 1975, maka dipilih oleh Pemerintah RI: 1. Kellog Overseas Corporation dari Amerika Serikat dengan tugas-tugas teknik, desain, pengaturan tata letak dan uji coba produksi awal dari pabrik ammonia dan utilitas, konstruksi dan koordinasi dari pabrik urea. 2. Toyo Engineering Corporation dari Jepang dengan tugas-tugas teknik, pengaturan tata letak dan pengawasan konstruksi dan koordinasi dari pabrik urea. Pembangunan pabrik PT Pupuk Kujang dimulai pada awal Juli 1976. Bulan Oktober uji coba produksi awal sudah bisa dilakukan dari beberapa unit pabrik sehingga pada tanggal 7 November 1978 pabrik ammonia sudah menghasilkan produksi yang pertama. Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta
2

Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) Kujang mulai berproduksi, dengan kapasitas terpasang, sebagai berikut : 1000 ton/hari (330.000 ton/tahun) pabrik ammonia 1725 ton/hari (570.000 ton/tahun) pabrik urea 30 ton/hari (9.900 ton/tahun) hasil samping ammonia Pabrik sudah mulai berproduksi tiga bulan lebih awal dari jadwal yang diperkirakan. Pada tanggal 12 Desember 1978 pabrik PT Pupuk Kujang diresmikan oleh Presiden Suharto dan pada 1 April 1979 PT Pupuk Kujang mulai dengan operasi komersial. I.2. Lokasi Pabrik dan Plant Lay Out Penentuan lokasi suatu proyek merupakan suatu hal yang penting. Dilihat dari pelaksanaan pembangunan, operasi pabrik dan selanjutnya penyaluran produksi. PT. Pupuk Kujang berlokasi di Desa Dawuan, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada beberapa pertimbangan antara lain : a. Dekat sumber listrik di Jatiluhur. b. Dekat sumber gas alam di Cilamaya. c. Dekat sumber air tawar di Sungai Parungkadali dan Sungai Cikao. d. Tersedianya jaringan angkutan darat yang baik seperti jalan raya dan jalan kereta api. e. Dekat sumber penyediaan bahan bangunan. f. Terdapatnya sungai pembuangan Cikaranggelam. g. Berada di tengah-tengah daerah pemasaran produksinya. Tata letak pabrik atau plant lay out perlu dirancang dengan tujuan : a. Pengolahan produk lebih efisien. b. Memudahkan penanggulangan bahaya yang mungkin terjadi seperti kebakaran, peledakan, kebocoran gas dan lain-lain. c. Mencegah polusi gas maupun suara. d. Memudahkan jalan keluar dan masuknya kendaraan di area pabrik.

Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta

3

PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) KE JAKARTA JL.Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT. A. YANI KE BANDUNG Kolam Penampungan Air Unit Amonia Unit Urea Unit Pengantongan Unit Utilitas Unit Utilitas Perluasan Unit Amonia Perluasan Unit Urea Laboratorium Bengkel DIKLAT Halaman Parkir Kantor Perusahaan Patungan Kantor Pusat Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta Balai Kesehatan 4 Pabrrik – Pabrik Anak Perusahaan Unit Utilitas Pabrrik – Pabrik Anak Perusahaan Garasi Bus Karyawan .

Karakteristik Bahan Baku dan Produk Diperlukan data sifat fisika dan kimia dari senyawa yang akan dijadikan bahan baku dan produk yang akan dihasilkan.Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT.1. Jumlah gas alam yang diperlukan sebagai bahan baku adalah 36. Senyawa utama yang memiliki kadar terbesar dalam campuran ini adalah metana (CH4). Pupuk Kujang. Komposisi gas alam dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Pemasukan gas alam dilakukan dengan cara sadap. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui perlakuan awal dan kondisi operasi apa saja yang nanti akan dilakukan sehingga didapatkan produk yang diinginkan. Pupuk Kujang (Sumber : Kantor Pusat PT. 2002) Keterangan : Taman I. Gas Alam Gas alam yang digunakan sebagai bahan baku di PT Pupuk Kujang berasal dari beberapa sumber minyak yang berada di lepas pantai utara Jawa Barat. Masuknya gas alam ke dalam pabrik melalui jalur pipa gas alam antara lain Cilamaya – Cilegon.6 ton/jam.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) Gambar 1.3. Karakteristik Bahan Baku Bahan baku yang digunakan untuk pembuatan urea di PT Pupuk Kujang adalah gas alam. 1. udara.1 Komposisi Gas Alam Komponen Tipe Gas I Tipe Gas II Tipe Gas III 5 Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta . Gas alam terdiri berbagai senyawa yang berada dalam fase gas dan didapat dari eksploitasi sumber minyak dan gas bumi. a. dan air. Selain kandungan gas metana (CH4) dalam jumlah yang besar. Tabel 1. Lay Out Pabrik PT. yaitu Citarik yang berjarak 7 km dari pabrik. gas alam juga masih mengandung senyawa lain dalam jumlah yang sangat kecil seperti H2S yang rata-rata kadarnya 30 ppm. R-SH dan Hg yang rata-rata kadarnya 5 ppm.

552 -24.9 0.30 C6H14 0.9 0. Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta 6 ..5 0.50 1.00 C2H6 5.09 -43.631 2.00 70.24 0.75 10.92 n-pentana 72.10 2.15 96.23 0.15 82.82 N2 28.01 -164.00 CH4 88. Udara Kandungan terbesar komposisi udara terdiri dari 79 % N2.1 kg/cm2 Sumber : PT Pupuk Kujang Tabel 1.05 H2S 34.00 CO2 3.07 -127.815 1.664 2.50 i-C4H10 0.12 10.00 12.7 0.15 i-pentana 72.563 2.00 2. “Perry’s Chemical Engineers’ Handbook”.038 -20.03 C7H16 0.02 -320.01 0.248 0.00 n-heksana 86.790 1.808 0.15 n-butana 58.4 0.176 -4.04 -258.10 2.00 5.00 i-C5H12 0.5 0.1 0. Udara memiliki temperatur kritis (Tc) = -140.36 90.50 n-C4H10 0.00 1.00 1.491 -35.9 0.368 1.491 -36.001 -30.06 0.508 1.01 0.Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT.12 31.82 i-butana 58. Singapore. R.17 155. 5thed.519 -94.30 n-C5H12 0. dan densitas kritis (ρc) = 350 kg/m3.01 0.03 0. Udara ini diperoleh dari atmosfir sekitar lingkungan pabrik yang dikompresi hingga bertekanan 70 kg/cm2. 20 % O2 dan sisanya senyawa lain dalam jumlah kecil.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) (Arco) (% mol) (Parigi) (% mol) (Mundu) (% mol) N2 1.1999 b.2 atm.625 2.1 0.89 Etana 30.04 0.001 -32.975 -39.08 -76.584 2.96 CO2 44.967 Sumber: Perry.00 C3H8 2.7 0.2 Sifat-Sifat Gas Alam TD Komponen BM Normal Specific Gravity Specific Gravity Panas Pembentukan (ºF) Cairan (60ºC) Gas (60ºC) (Kkal/mol) Metana 16.10 Ket: Gas masuk pada temperatur 32 °C dan tekanan 15.00 0.03 0.01 0.7 ºC dan tekanan kritis (Pc) = 37.554 -17.24 Propana 44.7 0.

PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) Kebutuhan udara untuk memproduksi 1 ton pupuk urea adalah sebesar 473. Parung Kadali dan Hilir Bendungan Jatiluhur.179 Sumber: Perry. dan densitas kritis (ρc) = 323 kg/cm3..1999 2. Sifat-Sifat Air Sifat Air Berat molekul 18. Sifat-sifat air lainnya dapat dilihat pada Tabel. yang mampu menampung air cadangan untuk operasi selama 10-14 hari. Kebutuhan air untuk Unit Utilitas membutuhkan 82. Kebutuhan air umpan ketel adalah 2. Air baku diperoleh dari waduk Curug.89 (18°C) Panas penguapan (kJ/mol) 40. R. Air yang digunakan untuk proses dibedakan menjadi dua. Untuk mengatasi kekurangan air. Air Air (H2O) dalam bidang kimia biasa disebut pelarut universal karena merupakan senyawa polar dan reaktif.4 ton air per jam. “Perry’s Chemical Engineers’ Handbook”. Singapore. maka dibangun delapan bak penampung yang terletak di kawasan sekitar pabrik.65(100°C) Panas spesifik (J/g°C) 4. Air mempunyai tekanan kritis (Pc) = 218.4 atm. 5thed. temperatur kritis (Tc) = 374.4 m3 per ton urea. dengan menggunakan stasiun pompa air. Tabel 1. c. yaitu: air umpan ketel dan air pendingin.Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT.998 Viskositas (cP) 0. oleh karena itu air dapat bereaksi dengan berbagai macam zat yang kepolarannya sama serta dapat menghantarkan listrik dengan baik.8948 Panas pembentukan (kJ/mol) 285. sedangkan kebutuhan air pendingin untuk menghasilkan 1 ton urea adalah 272. Karakteristik Bahan Penunjang Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta 7 .15º C.3.4 ton.05 Titik Beku (°C) 0 Titik Didih (°C) 100 Densitas (g/mL) 0.04 Nm3.

KVO3 (Kalium Vanadat) yang berfungsi untuk mencegah korosi.2 menampilkan jenis-jenis katalis yang digunakan pada sistesis amonia. yang berfungsi untuk reaksi absorbsi dan desorpsi. c. Fe-Cr. 2.Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT. gas Hidrogen (H2). yang berfungsi sebagai pengaktif. gas Nitrogen (N2) sebagai produk antara dan produk utamanya adalah urea. Karbonmonoksida (CO). Diethanol Amine (DEA). campuran Cu-ZnO-alumina dan promoted iron. Urea Jenis Katalis Nikel Oksida Nikel Oksida Besi Oksida chromina Temabaga oksida Nikel Oksida Promoted Magnetite Seng Oksida Bentuk Rasching Ring Pelet Pelet Pelet Pelet Granular Bola Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta 8 . Jenis Katalis Unit Pemroses Primary reformer Secondary reformer HTS Converter LTS Converter Metanator Ammonia Converter ZnO Guard Chamber 3.4. K2CO3 sebanyak 25-30 %. Karakteristik Produk Produk-produk yang dihasilkan oleh PT. Tabel 3. Karbondioksida (CO2). UCON yang berfungsi untuk mencegah busa. Tabel 1. b. Katalis Katalis yang digunakan oleh PT Pupuk Kujang pada unit produksi amonia terdiri dari: Kobalt molibdenum. Larutan Benfield Larutan ini berfungsi untuk memisahkan CO2 dari campuran gas sintesis. Nikel. d. Pupuk Kujang adalah Amonia (NH3). ZnO. Komponen utama dari larutan ini adalah: a.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) Bahan-bahan baku penunjang dalam produksi amonia dan urea yang digunakan oleh PT Pupuk Kujang adalah : 1. a.

Gas amonia lebih ringan dari pada udara. urea akan terhidrolisis menjadi amonium karbamat (NH2COONH4) yang selanjutnya akan terdekomposisi menjadi NH3 dan CO2.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) Urea mempunyai rumus molekul NH2CONH2. eksotermik 70% densitas bulk larutan urea 0. sangat mudah larut dalam air membentuk basa lemah amonium hidroksida (NH4OH). Sifat-sifat urea dapat dilihat pada Tabel 2. endotermik Panas kristalisasi 110 cal/g.335 Bentuk kristalin Tetragonal. Sifat-Sifat Amonia Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta 9 .1999 b.35 oC) pada tekanan atmosfer. d420 1. Titik didihnya sangat rendah (-33.4. Sifat-sifat ammonia dapat dilihat pada Tabel 2. Senyawa ini mempunyai bau yang sangat menyengat. prisma o Energi bebas pembentukan (25 C) -42.. sehingga berwujud gas yang tidak berwarna pada suhu ruang.6. tidak berbau atau mengeluarkan bau ammonia.1.Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT. “Perry’s Chemical Engineers’ Handbook”.120 cal/g mol Panas Pembentukan 60 cal/g.74 g/cm2 Sumber: Perry. senyawa ini digunakan sebagai penyedia nitrogen yang siap pakai dibandingkan dengan nitrogen bebas yang merupakan senyawa inert.5. Sifat-Sifat Urea Karakteristik Nilai Titik leleh 132.3. Singapore. Di dalam air.7 oC Indeks refraksi. nD20 1. dalam air 58 cal/g. endotermik Panas larutan. 5 thed. Tabel 1. NH3(g) + H2O(l) NH4OH(l) Dan apabila terhirup dalam jumlah yang besar maka dapat menimbulkan air mata dan menyebabkan sesak nafas. Urea adalah senyawa berbentuk serbuk putih. dan tidak berasa. R.484.602 Specific gravity. Tabel 1. Amonia Amonia (NH3) adalah bahan dasar pembuatan pupuk yang berbasis nitrogen.

kimia. yaitu : 1.2 (18 oC) Panas Penguapan (kJ/mol) 23. Struktur organisasi memberikan wewenang kepada setiap bagian perusahaan untuk melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya. I.817 (80 oC) Viskositas (cP) 0. sedangkan tujuan jangka panjang.4. Penyediaan jasa dalam proyek industri pupuk.1999 I.07 Titik didih (oC) -33.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) Karakteristik Nilai Berat Molekul 17. 5 thed.Struktur Organisasi Kelancaran dan kontinuitas suatu perusahaan merupakan hal penting dan menjadi tujuan utama setiap perusahaan. Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta 10 . “Perry’s Chemical Engineers’ Handbook”. 2. pemeliharaan serta fabrikasi alat-alat produksi. R. Menyediakan jasa angkutan dan pergudangan untuk melengkapi pelaksanaan usaha-usaha di atas. Mengolah bahan mentah menjadi bahan baku untuk pembuatan urea dan bahan kimia lainnya.. penelitian. 4. Singapore.255 (-30 oC) Panas Pembentukan (kJ/mol) 46. Menyalurkan dan menyediakan jasa pergudangan ekspor maupun impor untuk hasil produksi.225 Sumber: Perry.3 oC) Panas spesifik (J/g oC) 2. Hal ini ditunjang dengan adanya struktur organisasi yang handal.35 Densitas (g/mL) 0.Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT.4.03 o Titik Beku ( C) -77.3 (-33. Organisasi Perusahaan Organisasi di PT Pupuk Kujang mempunyai tujuan jangka pendek dan jangka panjang yang menjadi arah pengembangan perusahaan. Tujuan jangka pendek yaitu menyelesaikan dan menyempurnakan pengembagan pabrik urea.1. 3. juga mengatur sistem dan hubungan struktural antar fungsi atau orang-orang dalam hubungan satu dengan lainnya pada pelaksanaan fungsi mereka.

Tugas kelompok lini adalah melaksanakan tugas pokok.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) PT Pupuk Kujang merupakan Badan Usaha Milik Negara di bawah Departemen Perindustrian dan Perdagangan dan dibawah naungan Direktorat Industri Kimia Dasar yang seluruh modalnya milik pemerintah. Direktur Utama Dalam Dewan Direksi. Biro Keselamatan dan Lingkunga Hidup. Direktur Keuangan e. Divisi Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta 11 . 016/SK/DU/VIII/2001 tanggal 2 Agustus 2001. Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum Direktur-direktur tersebut mempunyai tugas-tugas sebagai berikut : a. Stuktur organisasi yang berlaku saat ini adalah berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. Direktur Produksi Direktur produksi membawahi langsung Kompartemen Produksi dan Komparteme Pemeliharaan. Biro Komunikasi. PT Pupuk Kujang (Persero) telah mengalami beberapa kali reorganisasi. PT. Berdasarkan Surat Keputusan tersebut. b.Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT. Selain itu Direktur Utama juga membawahi langsung Sekretariat Perusahaan dan Staf Satuan Pengawasan Intern. Direktur Utama b. Satuan Pengawasan Intern membawahi biro Pengawasan Keuangan. Kompartemen Produksi membawahi Biro Pengawasan Proses. sedangkan kelompok staf melaksanakan tugas penunjang. Biro Hukum dan Tata Usaha. Sekretaris Perusahaan membawahi Biro Kemitraan. Pupuk Kujang dipimpin oleh Dewan Direksi yang terdiri dari : a. Direktur Teknik dan Pengembangan d. dan Biro Pengamanan. Perusahaan ini mempunyai struktur organisasi yang berbentuk lini dan staf. Direktur utama membawahi keempat direktur yang lain. Sejak pertama kali berdiri sampai sekarang. dan Biro Pengawasan Opersional. Direktur Produksi c.

Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum membawahi langsung Kompartemen SDM dan Umum. Biro Material.5. Biro Anggaran. Biro Rancang Bangun. membawahi Mekanis. dan Biro Umum Pupuk Kujang Jakarta. Biro Manajemen Risiko. Biro Kesehatan. Divisi Industri Peralatan Pabrik. Biro Teknologi Informasi.. Direktur Teknik dan Pengembangan Direktur Teknik dan Pengembangan membawahi langsung Kompartemen Teknik dan Pelayanan Jasa. dan Divisi Produksi I-B. Biro Inspeksi. dan Divisi Penjualan dan Pemantauan Distribusi. Biro SDM. Kompartemen Administrasi Keuangan membawahi Divisi Keuangan. c.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) Produksi I-A.Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT. Direktur Keuangan Direktur Keuangan membawahi langsung Kompartemen Administrasi Keuangan dan Kompartemen Pemasaran. Kompartemen Teknik dan Pelayanan Jasa membawahi Biro Sistem Manajemen. I. Pupuk Kujang yang dapat dilihat pada lampiran. d. Divisi Penyediaan Angktan dan Pengelolaan Produk. Kompartemen SDM dan Umum membawahi Biro Pengembangan SDM. Divisi Konstruksi. dan Divisi Pemeliharaan Listrik Divisi dan e. Sedangkan Kompartemen Pemasaran membawahi Biro Rendal Pemasaran. Sedangkan Kompartemen Pemeliharaan Pemeliharaan Instrumental. Biro akuntansi. Bagan struktur organisasi PT. dan Biro Administrasi Perusahaan Patungan. Biro Pengadaan. Pengembangan Perusahaan Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta 12 . Biro Pengembangan. dan Divisi Jasa Pelayanan Pabrik.

Malaysia dan Jepang dengan merk dagang “Syntas 90”. KIKC didirikan sesuai KepPres No. Beberapa pabrik di bawah ini dikelola oleh anak perusahaan PT Pupuk Kujang : I. Jenis yang diproduksi adalah joint sheet. perkapalan dan lain-lain.260 ton pertahun dan dipasarkan dalam negeri sebanyak 30 % dan sisanya dipasarkan di luar negeri terutama Jepang. Kunisel Nusantara yang mulai memproduksi gasket pada bulan April 1989 dengan kapasitas 2. Proyek ini dibangun dengan investasi total Rp 36. dan spiral wound. Produk asam formiat dipasarkan untuk keperluan dalam negeri sebanyak 60 % sisanya dipasarkan di luar negeri terutama Thailand. Pabrik Asam Formiat Pabrik ini dikelola oleh PT Sintas Kurama Persada dengan teknologi Kemira ( Finlandia ). Gasket digunakan untuk keperluan industri otomotif.1.Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT. Pabrik mulai memproduksi asam formiat 90 % pada akhir Agustus 1989 dengan kapasitas terpasang 11.8 miliar. Pabrik Gasket Pabrik gasket ini dikelola oleh PT. 53/1989 tentang kawasan industri yang dilengkapi dengan kawasan industri berikat. steel bestos. Pabrik asam formiat ini diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 19 November 1988. yang antara lain menumbuhkan usaha keterkaitan industri dan meningkatkan ekspor hasil indutri. I. sedangkan hasil penjualan sekitar US$ 7. Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta 13 . Bahan baku yang digunakan adalah karbon monoksida yang dihasilkan oleh unit penyerapan karbon monoksida ( unit Cosorb ) dari unit ammonia. Usaha ini dilakukan untuk menunjang program pemerintah.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) Untuk mengembangkan perusahaan.5.5.000 ton per tahun.5 juta per tahun. kimia.5 Ha. Asam formiat terutama digunakan sebgai koagulan karet pada industri tekstil dan kulit.2. PT Pupuk Kujang telah melakukan perluasan dan pembangunan beberapa pabrik yang terletak dalam Kawasan Industri Kujang Cikampek ( KIKC ) dengan luas area 377.

Pabrik ini memanfaatkan kelebihan ammonia sebagai bahan baku pembuatan asam nitrat dan ammonium nitrat. hydrogen peroksida dan asam nitrat.000 ton pertahun yang digunakan untuk industri kertas dan tekstil di Indonesia.000 ton pertahun. Pabrik Kemasan Plastik Pabrik yang dikelola oleh Megayaku kemasan Perdana ini menghasilkan jerry can yang dibutuhkan pada pabrik asam formiat.Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT. Kapasitas ini mulai beroperasi pada bulan Oktober 1990 untuk memenuhi kebutuhan bahan peledak pada industri perdagangan di dalam negeri dan memenuhi keperluan pasar luar negeri. Katalis tersebut digunakan untuk industri kimia seperti industri pupuk dan pengolahan minyak. Teknologi yang digunakan adalah teknologi Weatherly ( USA ) untuk nitrat dan teknologi Norak Hydro ( Norwegia ) untuk ammonium nitrat.3.400 kemasan per tahun. Zn Absorber ( C-7 ).000 ton pertahun dan kapasitas ammonium nitrat adalah 26.4. Pabrik ini mulai berproduksi pada bulan Janu ari 1990 sebanyak 554.5. Kapasitas produksi asam nitrat adalah 54.5. Secondary Reformer ( C-14 ).33 juta sedang hasil penjualan per tahun sekitar US$ 10. I.5. Kujang United Catalist dengan kapasitas produksi 1. I.90 juta. Pabrik Asam nitrat dan Ammonium Nitrat Pabrik yang dikelola oleh PT Mulia Nitrotama Kimia ini dibangun dengan investasi total US$ 34 juta. Jenis katalis yang diproduksi adalah untuk HTS ( C-12 ). Investasi total pembangunan pabrik ini adalah sekitar US$ 30.5. Teknologi yang Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta 14 . terutama ASEAN. Pabrik Hidrogen Peroksida Pabrik ini dikelola oleh PT Peroksida Indonesia Pratama.6. Pabrik Katalis Pabrik ini dikelola oleh PT. dengan kapasitas 16. I. LTS ( C-18 ).PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) I. Primary Reformer ( C11 ).5. mulai menghasilkan H2O2 dengan kadar 50 %.100 ton per tahun.

9. Proyek Kujang IB Proyek ini bertujuan membangun pabrik pupuk urae untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan untuk diekspor. kulit.Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT.8. I.10.5. kendaraan bermotor. Unit Jasa Pelayanan Industri Merupakan unit kerja yang terdiri dari beberapa tenaga ahli dalam bidangnya masing-masing guna melayani setiap permintaan bidang : . dimana proses yang digunakan adalah proses hemat energi ( Proses ACES 21 ).Konstruksi .Laboratorium . Pusdiklat Industri Kegiatan pusdiklat industri di PT Pupuk kujang dikembangkan dan didukung oleh tenaga ahli dan berpengalaman dalam bidang operasi dan pemeliharaan pabrik. kertas. Bahan baku yang digunakan asam nitrat dan selulosa dengan kapasitas produksi 5. I. pabrik Pupuk Kujang IB ini mulai memproduksi urea pada tanggal 24 Oktober 2005 dan sudah Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta 15 .5. dan manajemen industri. dengan kapasitas pabrik yang direncanakan sama dengan kapasitas pabrik yang sudah ada atau Pupuk Kujang IA yaitu sebesar 570. rancang bangun. I. Pabrik Nitrosellulosa Pabrik ini dikelola oleh PT Nicellin Internasional dan bertujuan memproduksi lacquer untuk keperluan pelapis berbagai macam barang seperti furniture.7.Opersi dan pemeliharaan pabrik .Inspeksi dan keselamatan kerja I.000 ton/tahun.5.5.Rancang bangun dan perekayasaan .PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) digunakan berasal dari Mitsubishi Gas Chemical ( Jepang ).300 ton pertahun. Proyek ini mulai dibangun pada bulan Oktober 2003 – September 2005. dan lain-lain. Bahan baku yang digunakan adalah gas hydrogen dari hasil pemurnian pada unit ammonia.

16. Pembagian kerja secara shift bertujuan untuk menjamin lancarnya pabrik agar bisa beroperasi secara 24 jam penuh.30 . yaitu karyawan yang bekerja selama 5 hari dalam seminggu. karyawan dapat dibedakan menjadi karyawan reguler dan karyawan shift.Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT. Jam kerja Shift Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta 16 . Karyawan tetap Karyawan honorer Karyawan ikatan kerja : 853 orang : 9 orang : 10 orang Berdasarkan waktu kerjanya. a.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) diresmikan tanggal 4 April 2006 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.00 . I.00 : 11. Jam karyawan reguler Karyawan yang termasuk karyawan reguler adalah mereka yang tidak terlibat langsung dalam kegiatan produksi maupun pengamanan pabrik.12. Jumlah ini tidak termasuk tenaga harian lepas (karyawan honorer dan ikatan kerja). b. c.6. b. Kepegawaian/Tenaga Kerja Jumlah karyawan PT. Pupuk Kujang dapat dibedakan menjadi : a. Pupuk Kujang yang tercacat pada biro Ketenagakerjaan sampai bulan desember 2002 adalah 853 orang.30 • Hari sabtu dan minggu libur Yang termasuk karyawan reguler ini biasanya adalah pada bagian administrasi dan kepala seksi ke atas. Menurut statusnya karyawan PT. Jam kerja untuk karyawan reguler adalah sebagai berikut : • Hari senin-jumat • Istirahat : 07.

pengalaman dan masa kerja dari karyawan. maupun karyawan honorer. Pupuk Kujang dibedakan menjadi dua.00 : 23. setiap karyawan memperoleh bonus keuntungan tahunan yang biasanya tergantung laju produksinya. Sedangkan tingkatan dari karyawan disesuaikan dengan pendidikan.00 . gaji diberikan setiap hari Sabtu yang jumlahnya disesuaikan dengan jumlah jam kerja. Jam kerja karyawan shift diatur sebagai berikut: • Shift pagi • Shift sore • Shift malam : 07. yaitu : 1.00 . tunjangan anak. • Pasca sarjana • Sarjana • Sarjana Muda • SLTA • SLTP • SD • Jumlah I. Sistem Penggajian Sistem penggajian di PT.Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT. ikatan dinas dan honorer Untuk karyawan tetap. Gaji tenaga harian lepas Untuk tenaga harian lepas. masing-masing kelompok bekerja selama tujuh hari tiap shift kemudian libur dua hari .00 . Bagi Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta 17 : 30 orang : 139 orang : 52 orang : 566 orang : 33 orang : 33 orang :853 orang .7. gaji diberikan setiap akhir bulan.15.00 : 15. karyawan yang bekerja karena ikatan dinas. Disamping gaji rutin.23. Gaji karyawan tetap. Gaji ini meliputi : tunjangan istri.07.00 Di PT Pupuk Kujang terdapat 4 kelompok shift. 2.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) Jam kerja shift berlaku bagi karyawan yang terlibat langsung dalam kegiatan produksi dan pengamanan pabrik. kesehatan dan perumahan.

1. baik berupa gas maupun cairan yang beracun atau mudah terbakar Debu – debu disekitar tempat kerja yang dapat mengganggu pernafasan Aliran listrik tegangan tinggi Kebisingan yang melebihi ambang batas pendengaran Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta 18 . Uang Cuti Disamping gaji rutin dan bonus. 4. I. 3.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) karyawan yang bekerja lembur diberikan upah tambahan dengan perhitungan sebagai berikut : 1. Berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT. 3. 067/DIR/X/1978 tentang pemberian wewenang kepada bagian keselamatan dan pemadam kebakaran maka perusahaan mengambil langkah-langkah yang pada prinsipnya adalah melakukan pencegahan dan penanggulangan terhadap kemungkinan terjadinya bahaya. Keselamatan dan Kesehatan Kerja Undang – undang No. Pupuk Kujang No. Sedangkan bagi yang akan melakukan cuti besar (6 tahun sekali) diberikan uang cuti sebesar : 1. 2.Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT. 2.7.1 tahun 1970 menetapkan bahwa setiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan demi keselamatan hidup dan meningkatkan produksi serta produktifitas nasional. lembur 1 jam pertama ebesar 1. Untuk hari biasa. seperti : 1. 2.5 kali upah/jam Untuk hari Minggu dan hari libur besarnya 2 kali upah /jam Bagi karyawan yang dipanggil untuk bekerja di pabrik di luar jam kerja akan diberikan tambahan upah. Dua kali gaji kotor untuk cuti satu bulan Dua per tiga gaji kotor untuk cuti dua bulan Satu per tiga gaji kotor untuk cuti tiga bulan I. 3. Bahaya zat kimia.8. Jenis bahaya di tempat kerja bermacam – macam. setiap karyawan yang akan melakukan cuti tahunan diberikan uang saku sebesar 1 kali gaji kotor.

Pupuk Kujang melibatkan 6 kelompok kerja. Bagian ini dilengkapi sarana penunjang. Untuk mengatasi akibat yang ditimbulkan oleh jenis – jenis bahaya tersebut. 6. seperti : a. yaitu : 1.Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT. Jam kerja yang berlebihan dan kerja rutin sehingga dapat menyebabkan kelelahan dan kejenuhan.8. Bagian perbendaharaan dan asuransi Selain kelompok kerja di atas. orang lain maupun perusahaan. Bagian kesehatan 5. 7. Mesin-mesin yang bekerja pada tekanan dan suhu yang tinggi sehingga dapat menimbulkan ledakan dan kebakaran Penerangan / lampu yang kurang memadai House keeping yang tidak baik mengakibatkan tempat kerja kotor serta alat-alat yang tidak teratur sehingga menyulitkan dalam penanggulangan kebakaran dan kecelakaan 8.1. diperlukan kesatuan kelompok kerja dalam sistem terpadu. Mobil ambulan b. fire truck multi purpose dan fire jeep precure Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta 19 . Bagian pemeliharaan lapangan 4. Bagian Keselamatan dan Pemadam Kebakaran Bagian ini berkedudukan di bawah divisi inspeksi dan keselamatan dengan jumlah anggota 33 orang yang dibagi menjadi dua seksi yaitu seksi pencegahan dan seksi penanggulangan kecelakaan atau kebakaran. Kendaraan pemadam kebakaran. Bagian ekologi 6. 1. maka setiap pagi dan sore selalu dibacakan pesan-pesan keselamatan kerja oleh bagian keselamatan dan pemadam kebakaran. Untuk mengingat karyawan. Bagian keamanan 3. sangat penting juga adanya kesadaran dari seluruh karyawan untuk mencegah serta menghindari adanya bahaya yang dapat merugikan diri sendiri. Sistem keselamatan kerja di lingkungan PT. Bagian keselamatan dan pemadam kebakaran (fire and safety) 2.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) 5.

Bagian ini juga menyediakan konsultasi bagi karyawan yang ditangani oleh seorang psikolog. Tugas utama dari bagian ini adalah menjaga keamanan lingkungan.8. Bagian Keamanan Bagian keamanan terdiri dari dua pasukan yaitu pasukan penjagaan.8. I. pasukan penyelidikan dan apsukan penanggulangan. 1. Poster-poster keselamatan 1. Kotak PPPk h. Bagian Ekologi Bagian ini bertugas untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah terjadinya pencemaran lingkungan baik pencemaran udara maupun suara. pendeteksi api dan peralatannya g. Dengan adanya asuransi ini diharapkan akan memberikan rasa aman kepada karyawan dalam menjalankan tugasnya. safety goggle dan ear plug f. Bagian Pemeliharaan dan Lapangan Bagian ini menyediakan sarana bagi karyawan berupa perlengkapan kerja. Unit pengisian udara tekan e. Racun api.5.9.2. 1. perawat dan dokter gigi. bertugas untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh karyawan dan keluarga. 1.3. misalnya pakaian kerja dan peralatan lainnya.4. Penanganan Limbah Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta 20 . Bagian Kesehatan Bagian ini dilengkapi dengan dokter umum.8.8. Bagian Perbendaharaan dan Asuransi Bagian ini bertugas mengurusi masalah asuransi tenaga kerja dan pemberian santunan kepada karyawan yang mendapatkan musibah kecelakaan. Jaringan air hydrant dari kawasan pabrik sampai perumahan d. Masker gas dan debu.Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) c. 1.6.8.

Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta 21 .3.Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT.9.9.4. Air yang netral dialirkan ke kolam penampungan akhir.9. Gas ammonia dan nitrogen akan keluar dari bagian atas menara dan dibuang ke udara. Air tersebut dikumpulkan dan diolah dalam unit stabilisasi dengan menggunakan lumpur aktif. sedangkan air keluar dari bagian bawah menara.9. 1. 1.2. Pengolahan Air Sisa Regenerasi Air sisa regenerasi dari unit demineralisasi mengandung NaOH dan H2SO4 yang kemudian dinetralkan dalam kolam penetralan dengan larutan H2SO4. jika pH air buangan lebih dari 7 dan penetralan dengan larutan NaOH jika pH kurang dari 7. aerasi dan injeksi klorin. Pemisahan dilaksanakan berdasarkan perbedaan berat jenisnya. Pengolahan Air Buangan yang mengandung Ammonia Air yang mengandung senyawa ammonia dan nitrogen dari kondesat di unit ammonia dihilangkan kandungan ammonia melalui unit kondesat stripper dimana air yang mengandung senyawa nitrogen diumpankan dari atas.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) 1. Pengolahan Air Berminyak Air berminyak berasal dari buangan pelumas pada pompa kompresor dan alat-alat lain.1. Klorin ini berfungsi sebagai desinfektan. sedangkan steam yang bertekanan rendah dialirkan dari bagian bawah menara. Larutan NaOH dan H2SO4 ditambahkan dari tangki melalui pompa. Unit Pengolahan Buangan Sanitasi Air buangan sanitasi berasal dari toilet di sekitar pabrik dan perkantoran. 1. Minyak di bagian atas dialirkan ke tungku pembakar sedangkan air di bagian bawah dialirkan ke penampungan akhir kemudian dibuang.

dengan persamaan reaksinya adalah: N2 (g) + 3H2(g) 2. Proses Casale d. Proses Claude c. Proses Mont Cenis f. MgO. Proses Kellog Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta 22 . CaO dan K2O sebagai promotor.1. dengan mereaksikan gas nitrogen dan gas hidrogen yang diperoleh dari batu bara yang direaksikan dengan uap (steam). Kemudian Carl Bosch yang memimpin Badishe Anilud Soda Fabric (BASF) bekerjasama dengan Fritz Haber pada tahun 1913 untuk memproduksi amonia.000 kg amonia per hari.Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT. 2NH3(g) Macam-macam Proses Sintesis Amonia Sampai saat ini ada banyak cara untuk sintesis amonia di antaranya adalah sebagai berikut : a. Sehingga akhirnya sintesis amonia tersebut dikenal dengan proses Haber-Bosch. Menggunakan katalis besi dengan penambahan Al2O3.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) BAB II DISKRIPSI PROSES II. Sejarah Pembuatan Amonia Sintesis amonia ditemukan oleh Fritz Haber dilakukan pada tekanan tinggi dengan penggunaan katalis yang sesuai. Proses sintesis yang dilakukan berjalan pada tekanan sekitar 150-350 atm dan suhu 550oC. Proses Fauser e. Proses Haber-Bosch yang telah termodifikasi b. Pembuatan Amonia 1. Pabrik tersebut dapat memproduksi 30.

Gas dan campuran udara steam masuk ke secondary reformer secara terpisah dari bagian atas. diperlukan NH3 dan CO2 sebagai bahan baku.Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT. Reaksi yang terjadi sama dengan reaksi pada primary reformer. Reaksi yang terjadi pada shift converter adalah sebagai berikut : CO(g) + H2O(g) CO2(g) + H2(g) ∆H = -9. gas CO yang ada perlu diubah menjadi CO2 dalam shift converter yang berfungsi sebagai tempat terjadinya reaksi CO manjadi CO2.58 kkal/mol Reaksi di atas adalah reaksi eksoterm sehingga panas pembakaran ini digunakan untuk reaksi reforming di bed katalis. Reaksi yang terjadi pada primary reformer ini adalah : CH4(g) + H2O(g) CO(g) + H2O(g) CO(g) + 3H2(g) CO2(g) + H2(g) ∆H = 49. karbonmonoksida dan karbondioksida dari senyawa hidrokarbon (gas alam) dan steam pada primary reformer. yang berupa gas N2 dan H2 sehingga Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta 23 .PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) Proses yang dipakai oleh PT Pupuk Kujang untuk memproduksi amonia adalah proses Kellog secara garis besar tahapan prosesnya adalah sebagai berikut: Pada langkah pertama. dimana terjadi reaksi pembakaran sebagai berikut: CH4(g) + 2O2(g) 2H2(g) + O2(g) CO2 (g) + 2H2O(g ) 2H2O(g) ∆H = -191.7. tetapi panas yang digunakan diperoleh dari pembakaran langsung dengan udara di dalam reaktor.3 kkal/mol ∆H = -57. Untuk membentuk urea.3 kkal/mol ∆H = -9. Katalis yang dipakai adalah NiO. Pada primary reformer terdapat 9 buah heater yang masing-masing heater terdiri dari 42 tube katalis. Gas dan udara dicampur dalam mixing zone. reaksi yang dilangsungkan adalah pembentukan gas hidrogen.8 kkal/mol Gas yang terbentuk ini lalu dikirim ke secondary reformer yang berfungsi sebagai tempat berlangsungnya reaksi reforming.8 kkal/mol Unit ini pun berfungsi sebagai tempat untuk mempersiapkan bahan baku sebelum masuk ke ammonia converter. Gas yang keluar diharapkan mempunyai tekanan 36.8 kg/cm2 dan suhu 484 oC dengan yang kemudian dimasukkan ke tube-tube katalis di seksi radian. Oleh karena itu.

5 kkal/mol Menurut Kellog. Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta 24 2NH3(g) Amonia yang terbentuk itu lalu dipisahkan dan dikondensasikan yang . CO(g) + 3H2(g) CO2(g) + 4H2(g) CH4(g) + H2O(g) CH4(g) + 2H2O(g) ∆H = -49. oleh karena itu perlu diubah menjadi CH4 yang tidak meracuni katalis dalam metanator. Reaksi yang terjadi dalam metanator merupakan reaksi kebalikan dari primary reformer.3 kkal/mol ∆H = 639. proses sintesis amonia akan optimum jika kondisi operasi dalam ammonia converter beroperasi pada temperatur 430-500 oC dan tekanan 140-150 kg/cm2. Gas yang keluar dari absorber masih mengandung sisa CO dan CO2 yang dapat menyebabkan rusaknya katalis di ammonia converter. Reaksi absorbsi yang terjadi adalah sebagai berikut : CO2(g) + H2O(l) H2CO3(l) + CO32-(l) 2HCO3-(l) + 2K+(l) CO2(g) + H2O(l) + K2CO3(l) H2CO3(l) 2HCO3-(l) 2KHCO3(l) + 2KHCO3(l) Gas CO2 dalam larutan rich benfield itu dilepas oleh dorongan uap ke atas yang beroperasi pada tekanan rendah dan suhu tinggi.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) gas-gas lain yang ada harus dipisahkan dahulu. Reaksi yang terjadi pada ammonia converter adalah sebagai berikut : N2(g) + 3H2(g) kemudian disimpan dalam bentuk cair. Gas CO 2 yang diperlukan dalam pembuatan urea diambil dengan cara diserap menggunakan larutan penyerap yang kemudian dilepaskan kembali sehingga diperoleh gas CO 2. Prosesnya adalah gas yang keluar dari konverter dimasukkan ke dalam absorber.Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT. Reaksi yang terjadi merupakan kebalikan reaksi absorbsi yaitu: 2KHCO3(l) K2CO3(l) + CO2(g) + H2O(l) Gas CO2 inilah yang digunakan sebagai umpan pada reaktor sintesis urea. Pada absorber mula-mula CO2 bereaksi dengan H2O membentuk asam karbonat (H2CO3) yang kemudian asam karbonat ini bereaksi kembali dengan ion karbonat dari K2CO3 membentuk ion bikarbonat (HCO3-).

Tekanan Menurut Azas Le Chatelier. Temperatur Sesuai dengan Azas Le Chatelier “Jika suatu sistem berada dalam kesetimbangan. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut: 1/2 N2(g) + 3/2 H2(g) NH3(g) ∆H 700K = -52. suatu kenaikan temperatur akan menyebabkan kesetimbangan itu bergeser ke arah yang menyerap kalor (reaksi penguraian/reaksi endoterm)”. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Sintesis Amonia Ada banyak variabel yang mempengaruhi sintesis amonia di dalam ammonia converter di antaranya adalah : a. Dan reaksi sintesis amonia merupakan reaksi eksoterm (reaksi pembentukan) : N2(g) + 3H2(g) 2NH3(g) reaksi.22 kJ ∆Hr o = 92. untuk menghasilkan 1 mol NH 3 membutuhkan 1/2 mol N2 dan 3/2 mol gas H2. Reaksi sintesis amonia dari nitrogen dan hidrogen merupakan reaksi reversibel yang memiliki tetapan tertentu untuk berbagai kondisi. b. c.6 kJ/mol K Menurut reaksi kesetimbangan di atas. kenaikan tekanan menyebabkan reaksi bergeser ke arah mol (koefisien reaksi) yang lebih kecil (ke arah pembentukkan NH3).22 kJ Sedangkan reaksi penguraian amonia adalah reaksi endoterm : Perubahan temperatur akan mengakibatkan bergesernya kesetimbangan . Laju alir gas reaktan Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta 25 2NH3(g) N2(g) + 3H2(g) ∆Hr o = -92.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) 3. Konsep Proses Sintesis Amonia Reaksi utama di unit amonia adalah reaksi gas hidrogen dan nitrogen menjadi NH3 yang terjadi pada seksi ammonia converter. 4. Kondisi operasi optimum untuk reaksi tersebut adalah adalah dengan mempertahankan reaksi pada tekanan antara 140-150 kg/cm2 dan temperatur antara 430-500 oC.Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT.

Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) Sesuai dengan Azas Le Chatelier, jika komponen reaktan ditambah dan produk terus-menerus diambil/dikurangi maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah pembentukkan NH3. d. Perbandingan reaktan antara hidrogen dan nitrogen Menurut reaksi kesetimbangan, pembentukan amonia dalam memproduksi 1 mol gas NH3 membutuhkan 1/2 mol N2 dan 3/2 mol H2. Perbandingan N2: H2 = 1:3. e. Jumlah gas inert Jika terjadi peningkatan kadar gas inert dalam ammonia coverter yang terutama terdiri dari metana dan argon maka dapat mengakibatkan turunnya produksi pembentukkan amonia. f. Katalis Katalis yang paling baik untuk sintesis amonia adalah promoted iron catalyst yang terdiri dari katalis besi dengan tambahan promotor oksida aluminum, zirkonium, ataupun silikon. Komposisi yang terbaik dari katalis tersebut adalah sebagai berikut : (1) SiO2 (2) K2O (3) Al2O3 (4) CaO (5) Fe3O4 : 0,1 – 1,2 % : 0,8 – 1,2 % : 2,3 – 5 % : 2,5 – 3,5 % : 8,5 – 92,3 %

Penurunan aktivitas katalis dalam suatu reaksi dapat terjadi karena adanya racun katalis seperti senyawa O2 yang terdapat dalam air, CO, CO2, senyawa belerang dan klorin. 5. Manfaat Amonia Amonia memiliki banyak kegunaan baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam dunia industri. Berikut adalah beberapa manfaat amonia : a) Bahan pembersih alat-alat pabrik dan rumah tangga. b) Bahan baku pembuatan pupuk, seperti urea dan amonium sulfat. Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta
26

Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) c) e) f) Bahan baku pembuatan asam dan basa, seperti NH4OH dan HNO3. Bahan baku obat-obatan dalam industri farmasi. Bahan pengganti kalsium dalam industri pulp dan kertas yang menggunakan proses biosulfit. g) Bahan baku pembuatan benang sintesis dalam industri tekstil. h) Sumber nitrogen dan pengatur pH dalam industri fermentasi. i) j) l) Refrigeran dalam mesin pendingin. Pencegah lumpur pada industri kulit. Pencegah koagulasi lateks dalam industri karet.

d) Bahan baku pembuatan bahan peledak seperti nitrogliserin dan TNT.

k) Pereduksi oksida logam dalam industri logam. m) Penetral asam dalam industri refinery minyak bumi. II.2. Pembuatan Urea 1. Sejarah Pembuatan Urea Urea mempunyai rumus molekul NH2CONH2, tidak berbau dan tidak berwarna. Urea ditemukan pertama kali oleh Roelle pada tahun 1773 dalam urine. Yang kemudian untuk pertama kalinya dibuat oleh F.Wohler pada tahun 1828 dengan mereaksikan garam sianat dan amonium hidroksida yang akan membentuk amonium sianat yang akan berubah menjadi urea jika dipanaskan pada suhu tertentu. 2. Macam-Macam Metode Sintesis Urea Proses sintesa urea secara komersial dapat dibagi menjadi beberapa jenis, jika ditinjau dari amonium karbamat yang tidak terkonversi yang perlu dipisahkan. Jenis-jenisnya terdiri dari : a. b. Once-through urea process Solution recycle urea process Solution recycle urea process ini termasuk cara yang sudah tua dan sekarang jarang digunakan, hanya ada tiga proses lama yang masih tetap digunakan hingga sekarang yaitu : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta
27

Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) (1) (2) (3) Urea Technologies Inc. (UTI) Proses Mitsui Toatsu Coorporation (MTC) Conventional Process of Toyo Engineering Coorporation. Interval carbamate recycle urea process Proses yang digunakan dalam pembuatan urea di PT. Pupuk Kujang adalah proses Mitsui Toatsu Coorporation(MTC). Perusahaan yang mempunyai lisensi proses ini adalah Toyo Engineering Coorporation (TEC) dan sukses hingga pertengahan tahun 1980. Proses ini terdiri dari beberapa tahap, yaitu : (a) Total Recycle A Process (TR-A) (b) Total Recycle B Process (TR-B) (c) Total Recycle C Process (TR-C) (d) Total Recycle C Improved Process (TR-CI) (e) Total Recycle D Process (TR-D) 3. Konsep Proses Sintesis Amonia Pada umumnya urea diproduksi dengan mereaksikan amonia dan CO2 pada kondisi operasi optimumnya pada temperatur 185 oC dan tekanan 250 kg/cm2 sesuai dengan reaksi Bassarow sebagai berikut : 2NH3 + CO2 NH2COONH4 NH2COONH4 NH2CONH2 + H2O ∆H = -117 kJ/mol ∆H = 15,5 kJ/mol

Dari kedua reaksi di atas dapat dilihat bahwa reaksi pertama adalah eksoterm (mengeluarkan panas) dan yang kedua adalah endoterm (memerlukan panas). Panas yang dihasilkan pada reaksi pertama diserap pada reaksi kedua. 4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Sintesis Urea Ada beberapa faktor yang mempengaruhi reaksi pembuatan urea, yaitu : a. Temperatur Reaksi sintesis urea berjalan pada temperatur optimal adalah 185 oC dengan waktu pemanasan sekitar 30 menit. Jika temperatur turun akan menyebabkan konversi amonium karbamat menjadi urea akan turun. b. Tekanan

Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta

28

5-4 mol. d) Sebagai sumber nitrogen dalam pupuk dan pakan ternak e) Sebagai bahan untuk membuat produk pemutih gigi f) Sebagai bahan baku untuk membuat perekat g) Sebagai zat aditif di dalam rokok II. d. steam dan udara menjadi amonia. maka akan memperkecil konversi terbentuknya urea dari larutan karbamat. yaitu: 1. terutama untuk kulit kaki yang pecah-pecah. Jumlah air Jika terdapat air dalam jumlah yang cukup banyak. Proses yang digunakan adalah proses Kellog atau proses high pressure catalytic steam reforming.5%. Unit Pemurnian Gas Alam Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta 29 .3 Diskripsi Proses Ammonia Unit produksi amonia bertugas untuk mereaksikan gas alam. maka diperlukan tekanan tinggi yaitu 250 kg/cm2 karena konversi amonium karbamat menjadi urea hanya berlangsung pada fasa cair sehingga tekanan harus dipertahankan pada keadaan tinggi. seperti resin ureaformaldehida c) Sebagai pelembut kulit.Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT. Manfaat Urea Beberapa manfaat urea dalam kehidupan sehari-hari adalah : a) Sebagai sumber nitrogen bagi tanaman b) Sebagai bahan baku dalam pembuatan resin.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) Untuk menghasilkan urea yang optimal. c. 5. Unit ini juga menghasilkan karbon dioksida dan hidrogen. Perbandingan NH3 dan CO2 Industri urea di Indonesia pada umumnya mensintesis urea dengan perbandingan NH3 dan CO2 adalah 3. Unit ini dibagi menjadi enam unit. Kapasitas terpasang pabrik adalah 1000 Ton amonia/hari dengan kemurnian 99.

dan proses pemurnian tersebut dilakukan di dalam mercury guard chamber (109-D). Penghilangan belerang dilakukan dua kali yaitu di cobaltmoly hidrotreater 101-D dan zinc oxide guard chamber 108-D.9 kg/cm2 dalam feed gas compressor (102-J) dengan suhu sekitar 146oC. Penghilangan Mercury Bahan baku gas alam hasil pemurnian kemungkinan mengandung mercury.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) Bahan baku gas alam yang digunakan oleh PT Pupuk Kujang berasal dari Pertamina (Cilamaya). bertekanan 14. b. kemudian dikirim ke burning pit untuk dibakar. Reaksi yang terjadi di dalam mercury guard chamber yaitu: Hg + S → HgS Di dalam mercury guard chamber. oleh karena itu harus dihilangkan karena dapat meracuni katalis pada proses berikutnya. Gas alam dari mercury guard chamber tekanannya belum cukup tinggi untuk masuk ke alat-alat berikutnya sehingga harus dinaikkan dari 14.dengan laju 36570 kg/jam. Gas keluar feed gas compressor sebagian dilewatkan feed gas compressor kick back cooler untuk dikembalikan ke kompresor dan sebagian dikirim ke feed preheat coil di bagian konveksi primary reformer untuk membuat gas sintesa.Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT. c. cairan dan partikel halus keluar melalui level otomatis dibagian bawah drum. Penghilangan sulfur Belerang adalah racun bagi katalis di primary reformer dan secondary reformer. sulfur diimpergnasikan pada karbon aktif. yaitu : a.7 kg/cm2 dan dengan suhu 32 oC. Sebelum dipakai untuk membuat gas sintesis gas alam ini harus mengalami pemurnian lebih dahulu.7 kg/cm2 menjadi 42. Reaksi yang terjadi di cobalt-moly hidrotreater adalah sbb: Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta 30 . Pemisahan debu dan fraksi berat Debu maupun tetes cairan seperti hidrokarbon fraksi berat dipisahkan dari gas alam dengan memasukkan gas alam ke knock out drum 116 F.

yaitu H2 dan N2 dengan perbandingan mol 3:1 sebagai umpan ammonia converter .3 m3. 2. Cobalt-moly hidrotreater terdiri dari 2 packed bed katalis cobalt molibdenum sebanyak 28.7 kg/cm2.8 kg/cm2 dan siap dimasukkan dalam tube-tube katalis di unit radiant. Proses reforming Reaksi yang terjadi di primary reformer 101-B adalah reaksi pembentukan hidrogen dari senyawa hidrokarbon dan steam. CO2. Unit Pembuatan Gas Sintesis Unit ini bertugas membuat gas sintesa. a.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) RSH + H 2 → RH + H 2 S RSH + H 2 → RH + H 2 S + R' H Hidrogen sebagai reaktan diperoleh dari recycle gas sintesis. Gas keluar mempunyai suhu 483oC dan tekanan 36. Mula-mula gas alam akan mengalami proses reforming menjadi CO. Terjadi reaksi antara H2S dan ZnO sebagai berikut : H 2 S + ZnO → ZnS + H 2 O Suhu gas keluar sekitar 391 oC dan tekanannya 37. Gas keluar cobalt-moly hidrotreater dimasukkan ke dalam zinc oxide guard chamber 108-D yang berisi katalis ZnO sebanyak 28. Gas ini diumpankan ke Mix Feed Primary Reformer. kemudian gas CO dikonversi menjadi CO2 di shift converter. yang dimasukkan ke cobalt-moly hidrotreater bersama-sama dengan gas alam yang telah dipanaskan di primary reformer. dan H2 di primary dan secondary reformer. Gas alam yang keluar dari zinc oxide guard chamber dicampur dengan steam dan dipanaskan dengan mix feed preheater coil di bagian konveksi primary reformer. Reaksi yang terjadi sebagai berikut: CH 4 + H 2 O ⇔ CO + 3H 2 CO + H 2 O ⇔ CO 2 + H2 Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta 31 .Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT.3 m3.

karena jika steam kurang akan terjadi reaksi samping sebagai berikut: CH 4 ⇔ C + 2H 2 + Q 2CO ⇔ C + CO 2 − Q Perbandingan mol S : C ini diatur oleh suatu alat yang disebut ratio relay (RRl). Gas hasil pembakaran (fuel gas) yang suhunya semakin tinggi dihisap oleh induced fan melalui unit konveksi untuk dimanfaatkan panasnya dalam memanaskan umpan gas alam. udara untuk secondary reformer. gas dikirim ke secondary reformer 103D melalui suatu pipa besar yang disebut transfer line. Gas yang bereaksi dalam tube akan keluar melalui bagian bawah tube dan disatukan dalam sebuah pipa besar untuk masing-masing baris yang disebut riser.Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT. Dari unit konveksi. boiler feed water dan superheated steam untuk power generator. Panas yang dibutuhkan disuplai oleh panas pembakaran gas alam di luar tube. fuel gas dibuang ke udara melalui suatu cerobong (slack). Ada 10 baris burner. tetapi panas yang diperlukan diperoleh dari pembakaran langsung dengan udara di dalam reaktor.5 : 1. Reaksi yang terjadi sama dengan reaksi yang terjadi di primary reformer.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) Reaksi keseluruhan adalah endotermis. Dari riser. Gas CH4 yang lolos dari primary reformer diharapkan kurang dari 10%. Tugas secondary reformer adalah untuk melanjutkan reaksi reforming. Gas dan campuran udara steam masuk ke secondary reformer secara terpisah dari bagian atas yang disebut mixing zone atau combustion zone dan bagian bawah Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta 32 . masing-masing terdiri dari 20 burner. Reaksi pembakaran dapat dituliskan sebagai berikut: CH 4 + 2O 2 ⇔ CO 2 + 2H 2 O Burner-burner fuel gas ini terletak diantara dua baris tube katalis. Gas alam yang masuk ke primary reformer diatur supaya perbandingan mol S : C = 3.

Proses konversi menjadi CO2 Untuk memproduksi urea. diperlukan bahan baku amonia dan karbon dioksida.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) disebut reaction zone. Udara yang masuk ke secondary reformer berfungsi juga sebagai penyuplai N2. oleh sebab itu shift converter terdiri dari dua bagian. sehingga konversi ke kanan yang mengkonversi gas CO menjadi CO2 bertambah konversinya apabila temperatur diturunkan.Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT. Gas yang keluar HTS digunakan untuk membangkitkan steam di shift effluent waste heat boiler 103-C dan memanaskan umpan methanator 106-D di methanator feed heater. Kadar CH4 dalam gas yang keluar secondary reformer kirakira tinggal 0. Konversi CO menjadi CO2 terjadi di shift converter 104-D. Sebaliknya jika temperatur dinaikkan konversi akan berkurang. yaitu high temperature shift converter dan low temperature shift converter.3%. Gas dan udara dicampur dalam mixing zone. High temperature shift converter (HTS) berfungsi untuk mempercepat reaksi. Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta 33 . karena itu gas CO yang ada perlu dikonversi menjadi CO 2. dengan reaksi pembakaran yang terjadi sebagai berikut: CH 4 + 2O 2 ⇔ CO 2 + 2H 2 O 2H 2 + O 2 ⇔ 2H 2 O Panas pembakaran ini digunakan untuk reaksi reforming di bed katalis. Reaction zone berupa packed bed yang terdiri dari tiga buah bed katalis nikel. b. sehingga 3:1. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut: CO + H 2 O ⇔ CO 2 + H2 gas H2 dan N2 yang keluar mempunyai perbandingan mol yang sesuai sebagai umpan amonia converter yaitu reaksi ini endotermis.

3. Gas keluar LTS dikirim ke unit pemurnian gas sintesis. mula-mula gas CO2 bereaksi dengan H2O membentuk asam karbonat. Pada absorbsi CO2.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) Low temperature shift converter (LTS) berfungsi untuk memperbesar konversi. yang berupa gas N2 dan H2. a. Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta 34 . Unit Pemurnian Gas Sintesis Unit ini bertugas menyiapkan bahan baku ammonia converter . Larutan penyerap yang digunakan adalah larutan benfield.Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT. proses methanasi terjadi di unit methanator. Pengambilan gas karbon dioksida Gas keluar dari LTS dimasukkan ke CO 2 absorber 1101-E melalui sparger dibagian menara. Gas CO2 dibutuhkan sebagai bahan baku pembuatan urea. Reaksi kimia yang terjadi dapat dituliskan sebagai berikut: CO + + H 2O ⇔ H 2 CO 3 − ⇔ 2HCO 3 H 2 CO 3 + CO = 2HCO 3 CO 2 − + K 2 CO 3 ⇔ CO 3 = + 2KHCO 3 + + H 2 O + K 2 CO 3 ⇔ 2KHCO 3 Reaksi absorbsi ini adalah reaksi eksotermis. kemudian di strip untuk memperoleh gas CO2 yang siap untuk diumpankan ke dalam reaktor sintesis urea di unit CO2 stripper. Asam karbonat kemudian bereaksi lagi dengan ion karbonat dari K2CO3 membentuk ion bikarbonat. oleh sebab itu CO dan CO2 sisa harus diubah kembali menjadi CH4 sebagai inert agar tidak merusak katalis. sehingga gas ini diambil dengan cara diserap dengan larutan penyerap di unit CO2 absorber. Keberadaan CO dan CO2 di ammonia converter dapat merusak katalis. Proses perubahan CO dan CO2 menjadi CH4 disebut proses methanasi. CO2 absorber ini tersusun dari empat buah bed berisi slotted ring. Karena itu gas–gas yang lain harus dipisahkan terlebih dahulu.

Untuk men-stripping CO 2 digunakan steam bertekanan rendah yaitu 3.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) Larutan benfield yang dipakai ada dua aliran.Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT. Steam yang telah lewat low heat benfield banyak mengandung CO2 kemudian dimasukkan ke stripper. Menggunakan tekanan rendah yaitu 0. yaitu larutan lean benfield yang masuk dari puncak menara dan larutan semi lean benfield yang masuk menara melalui bagian tengah menara. Larutan lean benfield adalah larutan yang sama sekali tidak mengandung CO2. Gas dari LTS yang masuk dari bagian bawah absorber akan berkontak dengan larutan semi lean benfield yang akan menyerap sebagian besar gas CO2 yang ada.6 kg/cm2.1% volume. maka Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta 35 . Gas yang keluar dari bagian atas absorber diharapkan kadar CO2-nya di bawah 0. Kondisis operasi dari stripper adalah 107-129oC dan tekanan 0. Larutan ini berasal dari bagian tengah absorber.6 kg/cm2 dari suhu tinggi antara 107-109oC dan dorongan steam ke atas. larutan semi lean benfield dimasukkan ke dalam tangki low heat benfield yang dialiri steam diatasnya untuk menyempurnakan penyerapan CO2. 1111-C dan 1113-C. Larutan yang banyak mengandung CO2 (larutan rich benfield) keluar dari dasar absorber pada suhu 123oC. kemudian sisa CO2 dalam gas akan diserap oleh larutan lean Benfield. mengalir melalui turbin hidrolik 1107-JA.5 kg/cm2. maka tekanan ini dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin hidrolik 1107-JA. kemudian menuju bagian atas stripper. yang berasal dari reboiler 1105-C. sebelum dipompa dengan pompa 1107-JA/JB/JC ke bagian tengah absorber. Karena larutan rich benfield yang keluar dari dasar absorber masih mempunyai tekanan sebesar 27 kg/cm2. Stripper 1102-E terdiri dari tiga buah bed berisi tumpukan slotted ring. yang digunakan untuk memompa larutan semi lean benfield yang akan menuju absorber.

b. Gas yang masuk methanator dibatasi kadar CO dan CO2-nya maksimum 0. sehingga sebelum masuk ke pabrik urea perlu dikurangi dahulu kadar airnya. tempat sebagian larutan dikeluarkan sebagai larutan lean benfield menuju absorber. Untuk mengurangi kadar air dalam gas CO2. untuk didinginkan kemudian dipisahkan kondensatnya dalam CO2 stripper reflux drum 1103-V. sedangkan gas CO2 keluar dari puncak menara.8 m3 yang tersusun menjadi tiga bed.1% untuk CO2 dan 0. Reaksi yang terjadi adalah kebalikan dari reaksi absorbsi. maka gas dimasukkan dalam CO2 overhead condensor 1110-C. Steam dari reboiler 1113-C berasal dari trap out pan di atas bed pertama.6% untuk CO. yaitu sekitar 45%. Reaksi yang terjadi adalah kebalikan dari reaksi di primary reformer yang dapat dituliskan sebagai berikut: CO + 3H 2 ⇔ CH 4 + H 2 O Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta 36 . karena itu perlu diubah menjadi CH4 dalam methanator 106-D. yaitu: 2KHCO 3 ⇔ CO 2 + H 2 O + K 2 CO 3 Setelah melewati bed kedua. Kondensat ini dimasukkan ke bagian atas stripper dengan pompa 1108-J/JA.Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) diharapkan gas CO2 dalam larutan rich benfield akan terlepas. Larutan ini dialirkan ke reboiler 1105-C dan 1111-C dan steam yang terbentuk dimasukkan bagian bawah stripper. Uap air yang terkandung dalam gas ini cukup tinggi. sedangkan gas CO2 yang keluar siap dikirim ke pabrik urea. dan sebagian lagi mengalir ke bed ketiga untuk ditampung dalam trap out pan kedua. Larutan lean benfield yang keluar dari dasar stripper dialirkan ke puncak absorber. larutan ditampung dalam trap out pan. Methanator berisi katalis nikel sebanyak 19. Pembentukan metana Gas keluar dari absorber masih mengandung CO dan CO2 sisa yang merupakan racun di amonia converter.

gas ini didinginkan dahulu dalam intercooler gas feed methanator 136-C.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) CO 2 + 4H 2 ⇔ CH 4 + 2H 2 O Reaksi yang terjadi adalah reaksi endotermis sehingga methanator dilengkapi dengan sistem interlock yang akan menghentikan aliran gas bila terjadi kenaikan suhu sebesar 399oC. cooler 116-C.3 – 5. dan keluar dari kompresor tekanannya sekitar 151. Gas masuk amonia converter pada dua tempat. baru kemudian diumpankan ke amonia converter. yang terjadi dari low pressure case dan high pressure case compressor. Untuk memungut amonia dalam gas alam. Gas yang keluar kira-kira suhunya 8 oC. Kondensat yang terbentuk dipisahkan dalam synthesis gas feed compressor first stage separator 105-F. dipisahkan Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta 37 . Unit Sintesis Amonia Gas yang keluar dari methanator memiliki tekanan 26 kg/cm2 dan suhu 310oC. 4.3 ppm. Gas sintesis keluar LP case compressor bertekanan 67 kg/cm2 dengan suhu 177oC. Karena itu gas dinaikkan dahulu tekanannya dalam synthesis gas and recycle compressor 103-J. Tekanan gas umpan amonia converter dinaikkan terlebih dahulu menjadi 430-500oC dan tekanan 140-150 kg/cm2. serta menghentikan aliran boiler feed water ke 114-C.Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT. yaitu bagian atas dan bagian bawah. Gas ini mengandung amonia karena bercampur dengan recycle gas dari amonia converter. Gas kering dari separator dimasukkan ke HP compressor compressor bersama-sama dengan recycle gas dari amonia converter. Gas ini kemudian dipanaskan dalam heat exchanger 112-C yang kemudian memanfaatkan panas yang keluar dari amonia converter.2 kg/cm2 dan suhu 86oC. Amonia converter 105-D ini terdiri dari empat buah bed katalis promoted iron dengan ukuran katalis 1. Gas yang keluar dari methanator diharapkan mempunyai kadar CO dan CO2 maksimum 0.0 mm. serta amonia chiller 129-C. gas ini dilewatkan pada unit pemisahan dan pemurnian sehingga kadar amonianya turun dari 9% menjadi 2% mol. Sebelum ditekan dalam HP case compressor.

Dinding amonia converter dibuat rangkap dengan ruang antara (annulus). yaitu 335oC. sedangkan bagian atas converter digunakan untuk keperluan quenching sebelum gas masuk ke bed bawahnya. dengan dua tipe aliran. Volume katalis di bed pertama sebanyak 8. Selanjutnya gas mengalir pada tiap-tiap bed.Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT. Suhu gas ini sekitar 481oC dan diggunakan untuk membangkitkan steam di 121-C.3 m3. Dengan adanya quenching yang berulang diharapkan suhu dapat dikontrol sesuai yang diinginkan.2 m3 dan bed keempat 22. bed ketiga 17. Gas umpan yang masuk dari bagian bawah converter mengalir dari bagian bawah annulus menuju ke puncak converter dan masuk ke dalam bed katalis melalui shell exchanger. semakin ke bawah semakin besar. Volume masing-masing bed tidak sama.purge sebelum di-recycle melalui terlalu tinggi.7%.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) oleh ruang antar bed untuk keperluan quenching. sebagian gas umpan di. yaitu: aliran axial dan aliran radial (aliran dari luar ke bagian dalam). bed kedua sebesar 11. 5. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut : N2(g) + 3H2(g) 2NH3(g) Konversi yang dicapai saat kesetimbangan adalah 14. yaitu untuk quench bed kedua. Untuk mengurangi kadar inert yang berupa CH4 dan Ar. Gas umpan yang mengalir dalam annulus juga mengambil panas reaksi sehingga suhunya naik dan sewaktu sampai di shell exchanger suhu tersebut sudah sesuai untuk reaksi.0 m3. Gas ini dibagi menjadi tiga aliran. Unit Pemurnian dan Refrigerasi Amonia HP case compressor.5 m3. Gas hasil reaksi keluar dari bed keempat melalui pipa di tengah converter dan naik ke puncak converter. ketiga dan keempat. Inert ini dapat meracuni katalis dan mempengaruhi kesetimbangan reaksi bila kadarnya Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta 38 .

Unit ini mempunyai fungsi sebagai berikut : a. Amonia bersuhu 42 oC dicampur dengan amonia bersuhu -33 oC sehingga dihasilkan amonia cair bersuhu 30 oC untuk dikirim ke unit urea. Adanya produk amonia dalam aliran purge gas akan mempengaruhi kesetimbangan reaksi sehingga konversi ammonia akan berkurang. yang sekaligus merupakan pemanas gas yang keluar dari ammonia separator 106-F. Suhu gas keluar dari 119-C sudah mencapai -23 oC dan tekanan 145 kg/cm2. b. dan CH4. Ar. Aliran pertama didinginkan di chiller 117-C dan 118-C. karena itu perlu dipisahkan dengan cara flashing dalam flash drum 111-F pada tekanan 2.03 Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta 39 menuju converter. Mula-mula gas didinginkan dengan cooling water 124-CA/CB.3 kg/cm2 dan 112-F pada tekanan 0. N2. Kedua aliran bergabung menuju chiller 119-C yang menggunakan ammonia cair dari 112-F sebagai pendingin. Gas yang telah dipisahkan tersebut digunakan sebagai bahan bakar. Ammonia yang keluar dari 106-F masih mengandung sejumlah gas H2. 118-C dan 119- ammonia separator 106-F. sedangkan amonia bersuhu -7 oC dan 13 oC digunakan sebagai media pendingin. karena itu ammonia yang ada perlu dipisahkan dari aliran recycle gas yang C. Selanjutnya gas dan amonia cair dimasukkan ke terkumpul. sedangkan aliran kedua didinginkan di 120-C dengan refrigeran ammonia. dimana ammonia cair dari recycle gas mengembun dan . kemudian dibagi menjadi dua aliran paralel.Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT. Memperoleh berbagai produk NH3 cair dengan temperatur berbeda. Pemisahan dilakukan dengan cara mengembunkan ammonia melalui chiller-chillier 117-C. Memisahkan gas-gas terlarut dalam NH3 cair dengan kemurnian tinggi. Amonia bersuhu -33 oC dikirim ke storage tank.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) Secara garis besar prinsip kerja unit pemurnian dan pemisahaan ammonia ini adalah kompresi dan flashing.

Keuntungan yang diperoleh dengan adanya unit ini antara lain : a. oleh karena itu perlu diusahakan agar gas ini dapat diambil dan dimanfaatkan kembali. Gas selanjutnya didinginkan dan dipisahkan di refrigerant reciever 109-F. 20 % mol nitrogen. Uap yang terbentuk dikompresikan di ammonia refrigerant compressor 105-J.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) kg/cm2. flash drum 111-F dan flash drum 110-F diumpankan ke HP case compressor 105-J. dan ammonia yang terbentuk ditampung untuk dikirim ke pabrik urea. Purge gas recovery unit (PGRU) bertugas untuk memisahkan H2 dari gas-gas lain untuk dimanfaatkan kembali di daur sintesis amonia dan untuk keperluan lain. Keluar dari HP compressor. Unit Hidrogen Recovery Gas buang dari daur ulang sintesa amonia masih mengandung gas hidrogen dengan kadar yang cukup tinggi. 61 % mol hidrogen . berupa larutan amonia dengan kadar 20-30 % yang kemudian dikirim ke degasser (211).Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT. gas yang sudah bertekanan 19 kg/cm2. Amonia dipisahkan dengan cara diserap dengan kondensat steam. post-treatment dan pemisahan gas hidrogen menggunakan prims separator. (2) Post-treatment Tahap post-treatment berfungsi untuk memurnikan larutan amonia sisa tersebut dengan distilasi. Hasil penyerapan yang keluar dari dasar scrubber (201). 5 % mol argon dan 12 % mol metana dialirkan ke scrubber (201). 6. Larutan amonia dari dasar scrubber Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta 40 Naiknya produksi ammonia dengan tambahan 50-60 ton . Uap ammonia dari LP case compressor 105-J. per hari Sistem pemisahan purge gas ini terbagi atas 3 bagian utama yaitu pretreatment. (1) Pretreatment Gas buang dari unit amonia yang mengandung 2 % mol amonia.

Untuk mencegah hal ini.Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT. Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta 41 . Jenis gas yang mempunyai permeabilitas tinggi akan terdifusi ke dalam serat dan akan mengalir berlawanan arah dengan gas di shell. (3) Prims separator Prims separator ini merupakan suatu alat pemisah yang proses pemisahannya didasarkan pada kerja suatu serat membran. Kerusakan serat membrane ini dapat terjadi apabila kandungan ammonia di dalam gas yang akan dipisahkan terlalu tinggi dan beda tekan sisi luar dan sisi dalam yang terlalu besar. Unit pemisah diletakkan vertical sehingga gas non-permeat mengalir ke atas. Prims separator ini terdiri atas 3 tingkat pemisahan yaitu : (a) Prims separator tingkat I yang terdiri atas 2 unit separator yang terpasang seri (b)Prims separator tingkat II yang terdiri atas 7 unit separator yang terpasang seri (c) Prims separator tingkat III yang terdiri atas 2 unit separator yang terpasang parallel Unit prism separator berbentuk seperti shell dan tube dari sebuah alat penukar panas dengan serat membrane yang berjumlah ±100. sedangkan gas yang kaya akan hydrogen bertekanan rendah akan mengalir ke bawah.000 buah yang seolah-olah terlihat seperti tube-nya. Serat membrane berupa silinder berlubang dengan diameter luar 500 μm dan diameter dalam 200 μm yang terbuat dari polimer polysulfon.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) dimasukkan ke degasser untuk dipisahkan dengan gas-gas inert yang terlarut. kandungan ammonia dalam aliran gas dibatasi hingga 200 ppm dan beda tekan dibatasi dengan dipasangnya system interlock. Sehingga apabila ammonia lebih dari 200 ppm maka system akan shut down secara otomatis.

Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) BAB III SPESIFIKASI ALAT Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta 42 .

Bagian atas Tipe BJ bubuk Kondisi Operasi : Temperatur Tekanan Kapasitas 2.9 m3/jam : Vessel dengan water cooled jacket : Toyo Engineering Corporation (Jepang) : Carbon steel (tipe A. HGS : 62 lb/cuft. : Vertikal : . : 510ºC : 504ºC : 32. Bagian bawah Tipe BJ bubuk b.Bawah Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta : 68 mm : 69 mm 43 : ring : 80 lb/cuft.1 kg/cm2 Secondary Reformer (103-D) .Tebal head : 3810 mm : 5715 mm : 60 mm : . : Toyo Engineering Corporation (Jepang) : Mengubah gas alam menjadi hidrogen dan nitrogen.Desain .Panjang total .4 kg/cm2 : 31.Tebal shell .Desain .Diameter .GR. Spesifikasi Alat Utama 1.Operasi : 23.70) : Menyempurnakan reaksi reforming gas sintesa dari 101-B.Opersi : . : 7 holes cylinder.578.Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT.516.Atas . : Nikel Oksida.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) III. Tipe Asal Material Fungsi Posisi Dimensi : . a. Primary Reformer (101-B) Tipe Pembuat Fungsi Katalisator : Kotak dengan horyzontal convection tube.1.

0 kg/cm2 : 29.Desain .GR. : 4820C : 4320C : 34.Operasi b.516.Bawah Tekanan : .173 m3/jam : Vessel : Toyo Engineering Corporation (Jepang) : Carbon steel (tipe A.Atas .Operasi Shift Converter (104-D) : 4320C : 4320C : 3020C : 2530C : 34.Tebal shell .Diameter .70) : Mengubah CO menjadi CO2 : Vertikal : .Desain .Operasi : .Operasi : .Atas .Bawah Kapasitas 3.6 kg/cm2 : 35.Tebal head Kondisi operasi: Temperatur Tekanan : .Desain .Operasi : .Desain . Tipe Asal Material Fungsi Posisi a. Dimensi : 108.6 kg/cm2 : 3886 mm : 5715 mm : 60 mm : 68 mm : .1 kg/cm2 : 30.Tipe head Kondisi operasi Temperatur : : .Operasi : .PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) .Panjang total .Desain .Desain .Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT.1 kg/cm2 : 30.2 kg/cm2 : Ellips 2:1 High Temperatur Shift Converter / HTS ( Top Compartment ) Low Temperatur Shift Converter / LTS ( Bottom Compartment ) Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta 44 .

1 mm .8 mm dan 3505.Atas: 38.Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT.316) : Menyerap CO2 yang terkandung dalam gas sintesa Posisi : .Tipe Head Kondisi operasi : Temperatur Tekanan Isolasi Kapasitas Tipe Asal : . Tipe Asal Material Fungsi Dimensi : Vessel : Toyo Engineering Corporation (Jepang) : Stainless steel (tipe SS.1 mm : Ellips 2:1 5.Operasi : 165.214.Diameter .2 mm : 42.Desain : 1460C .Panjang total .PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) Dimensi : .Panjang total .Desain : 29.Tebal head Temperatur Tekanan Kapasitas 4.1 kg/cm2 : 29.5 inc : 104.Tebal Head . CO2 Stripper (1102-E) Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta .Desain .Tebal shell .Operasi : 1270C : .Bawah : 38.4 kg/cm2 : Tebal : 1.Diameter .607.8 mm : .Operasi : .Operasi : 27.Desain .25 kg/cm2 .1 kg/cm2 : .782 m3/jam CO2 Absorber (1101-E) : Vertikal : 2590.21 m3/jam : Vessel : Toyo Engineering Corporation (Jepang) 45 : 3886 mm : 5715 mm : 60 mm : 68 mm : 3020C : 2530C : 34.

Operasi : 4540C : 3000C : 29.Tebal shell Kondisi operasi : Temperatur Tekanan : .267 mm : 49.350.Panjang total .Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT.Operasi : Tebal : 104.83 kg/cm2 : 26.Diameter .72 kg/cm2 46 : 4.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) Material Fungsi Posisi Dimensi : Carbon steel (tipe A.21 m3/jam : Vessel : Toyo Engineering Corperation (Jepang) : Carbon steel dengan tipe A.Diameter .285.3 kg/cm2 : 1.C : Mengubah CO dan CO2 menjadi CH4. Tipe Asal Material Fungsi Posisi Dimensi : .80C : 114.Operasi : .2) : Melepaskan gas CO2 dari larutan benfield : Vertikal : .072 mm : 14.LF.607.Tebal Shell .Tebal Head . : Vertikal : .Desain .Desain .28 mm : Atas : Bawah : 148.Tebal Head Kondisi operasi : Temperatur Tekanan Isolasi Kapasitas 6.Desain .Panjang total .00C : 2.Desain .1 kg/cm2 : 38 inc : 12.70 mm : 18.95 mm Methanator (106-D) : 3928 mm : 6074mm : 43 mm : 49 mm Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta .Operasi : .

516.Diameter .Operasi : .PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) Kapasitas 7.Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT.GR.2 kg/cm2 : 3188 mm : 13.Panjang total .70) : Memisahkan hidrokarbon fraksi berat dari gas alam.373.GR.79 m3/jam : Vessel : Kellog Overseas Corporation (USA) : Carbon steel dengan tipe A.Atas .Panjang total .Bawah : 18 mm : 18 mm 47 Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta .00C : 153. : Vertikal : .Tebal Shell .91 m3/jam : 315.716 mm : 166 mm : 188 mm Ammonia Converter (105-D) III. Tipe Asal Material Fungsi Posisi Dimensi : 53. Spesifikasi Alat Pendukung 1.6 kg/cm2 : 146.70 : Mensintesa gas Ammonia : Vertikal : .860.516.Tebal Shell .60C : 283.Operasi : 224.Diameter .Desain .Tebal Head Kondisi operasi: Temperatur Tekanan Kapasitas : .Tebal Head : 1676 mm : 3353 mm : 18 mm : .Desain .2. Feed Gas Knock Out Drum (116-F) Tipe Asal Material Fungsi Posisi Dimensi : Vessel : Toyo engineering Corporation (Jepang) : Carbon steel (tipe A.

70) : Mengubah senyawa organik sulfur dengan hidrogen menjadi H2S.Tebal Head . Cobalt-Moly Hidrotreater (101-D) Kondisi operasi: Temperatur Tekanan Kapasitas Tipe Asal Material : . ZnO Guard Chamber (108-D) : Vessel : Toyo engineering Corporation (Jepang) : Carbon steel (tipe A.66 kg/cm2 : 21.Desain .70) : 2.Diameter .PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) Kondisi Operasi : Temperatur Tekanan Kapasitas Tipe Asal Material Fungsi Dimensi : .Operasi 3.516.GR.Operasi : .413.Tipe head : 2134 mm : 9830 mm : 51 mm : .516.Panjang total .Desain .2 kg/cm2 : Vessel : Toyo engineering Corporation (Jepang) : Carbon steel (tipe A.Tebal Shell .80C : 16.GR.40C : 32.Atas .059 m3/jam Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta 48 . : .Operasi : .Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT.Bawah : Ellips (2 : 1) : 4540C : 3990C : 41 kg/cm2 : 30 kg/cm2 : 57 mm : 57 mm 2.Operasi : 54.Desain .52 kg/cm2 : 12.Desain .

3 kg/cm2 : 42. : Vertikal : .2 kg/cm2 : 51 mm : 51 mm 4.343 mm : 36 mm : .PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) Fungsi : Menghilangkan reformer.Desain .Tebal Head .Panjang total .Tebal Shell .286 mm : 4.Tipe head Kondisi operasi : Temperatur Tekanan Kapasitas Tipe Asal Material Fungsi Posisi Dimensi : .624.Tebal Head Kondisi operasi : Temperatur : .Bawah : Ellips (2 : 1) : 4550C : 4000C : 44.41 m3/jam : Vessel : Toyo Engineering Corporation (Jepang) : Carbon steel (tipe A.Tebal Shell .Operasi : .Diameter .Desain : 1460C 49 H2S dari gas proses dengan menggunakan katalis ZnO sebelum memasuki primary : 2348 mm : 6553 mm : 51 mm : .Atas . Posisi Dimensi : Vertikal : .GR.Atas : 40 mm .Operasi : 23.Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT.Panjang total .70) : Memisahkan kondensat air yang terkandung dalam gas sintesa yang keluar dari LTS dan akan masuk absorber. Raw Gas Separator (102-F) : 2.Diameter .516.Bawah : 40 mm Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta .Desain .

Operasi Tekanan : .Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT.Diameter .GR.60) : Mendinginkan sebagian aliran gas alam sebagai feed back agar tidak terjadi surging pada compressor akibat kekurangan beban.Bawah : Elips (2 : 1) : 51 mm : 51 mm 6.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) .9 kg/cm2 Kenaikan suhu air : 11.Desain .Panjang total . Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta 50 .Desain .Tebal Shell .70) : Menghilangkan merkuri dari gas alam.1 oC : 4550C : 3990C : 44.Operasi : .Tipe head Kondisi operasi : Temperatur Tekanan Kapasitas : .Operasi : 20.515.0 kg/cm2 : 2348 mm : 6553 mm : 51 mm : .Operasi 5.4 kg/cm2 Mercury Guard Chamber (109-D) Tipe Asal Material Fungsi Posisi Dimensi : Vessel : Toyo engineering Corporation (Jepang) : Carbon steel (tipe A.3 kg/cm2 : 39. : 1270C : 29. : Vertikal : .516.Tebal Head . Kick Back Cooler (132-C) Tipe Asal Material Fungsi : Vessel : Toyo engineering Corporation (Jepang) : Carbon steel (tipe A.25 kg/cm2 : 27.Atas .469.GR.Desain .

9 mm : 95.Operasi Effisiensi (%) Beban panas Kapasitas 7.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) Shell Side Fluida material Kondisi operasi Temperature (0C) .Operasi .30C : 1160C : 116 kg/cm2 : 105 kg/cm2 Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta .6 14.4 65.5 3.Desain .9 m3/jam 51 Tube Side cooling water : natural gas : : : : : : : : 164 37 17.Masuk .9 m3/jam : 1828.8 mm : 10.Desain .Operasi : .2 100 : 5.5 32 37.Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT.Tebal Shell .204) : Vertikal : .0 204. Steam Drum (101-F) Tipe Asal Material Posisi Dimensi : Vessel : Kellog Overseas Corporation (Amerika) : Carbon steel (tipe A.Diameter .50 mm : 343.820.2 100 Corrosion allow (mm): 3.Panjang total .Operasi : 20.000 BTU/jam : 20.496.Desain .Desain .Keluar Tekanan (kg/cm2) .6 7.800.469.7 10.Tebal Head Kondisi operasi Temperatur Tekanan Kapasitas : : .25 mm : 63.

PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) 8.4 mm .GR. : Horisontal : .Operasi : .Tipe Head Kondisi operasi : Temperatur Tekanan : .Tebal Head : 48.516. Secondary Ammonia Separator (106-F) Tipe Asal Material Fungsi Posisi Dimensi : Vessel : Toyo Engineering Corperation (Jepang) : Carbon steel dengan tipe A.6 kg/cm2 : 140.Desain : -330C : -330C : 19 kg/cm2 52 : -230C : -230C : 153.Desain .70 : Pemisahan ammonia dari gas proses ammonia.4 m3/jam 9.5 mm .Diameter .70 : Membuang gas inert dari sintesa loop. : Vertikal : .Desain .Tebal Shell : 40.7kg/cm2 : 1372 mm : 4572 mm : 108 mm : 54 mm : Ellips 2:1 Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta .Desain .Tebal Head .0 mm Kondisi operasi : Temperatur Tekanan : .Diameter : 324.383.516.Operasi : .Operasi Kapasitas: 24.Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT.GR. Purge Separator (108-F) Tipe Asal Material Fungsi Posisi Dimensi : Vessel : Toyo Engineering Corperation (Jepang) : Carbon steel dengan tipe A.Tebal Shell .Panjang total .

31 m3/jam : Vessel : Toyo Engineering Corperation (Jepang) : Carbon steel dengan tipe A.Operasi Kapasitas 10.Tebal Shell .70 : Mendinginkan dan memurnikan ammonia.2 kg/cm2 Primary Ammonia Separator (107-F) Kondisi operasi : Temperatur Tekanan Kapasitas 11.Tebal Head : 1372 mm : 4572 mm : 15 mm : 16 mm : -330C : -330C : 19 kg/cm2 : 17.Desain : 130C 53 First Stage Refrigerant Flash Drum (110-F) : 2134 mm : 5486 mm : 11 mm : 11 mm Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta .GR.516.GR.Tebal Shell . Tipe Asal Material Fungsi Posisi Dimensi : 17.Diameter .616.Panjang total .31 m3/jam : Vessel : Toyo Engineering coorperation (Jepang) : Carbon steel dengan tipe A.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) .70 : Memurnikan ammonia.2 kg/cm2 : 42. : Horisontal : .Diameter .Operasi : 42. : Horisontal : .Panjang total .516. Tipe Asal Material Fungsi Posisi Dimensi : .Desain .616.Tebal Head Kondisi operasi : Temperatur : .Operasi : .Desain .Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT.

87 m3/jam : Vessel : Toyo Engineering Coorperation (Jepang) : Carbon steel dengan tipe A.Diameter .Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT. : Horisontal : .Operasi : 130C Tekanan Kapasitas Tipe Asal Material Fungsi Posisi Dimensi : .Tebal Shell .3 kg/cm2 13.Tebal Shell .Tebal Head Kondisi operasi : Temperatur Tekanan Kapasitas Tipe Asal Material Fungsi Posisi Dimensi : .204 : Mendinginkan dan memurnikan ammonia.Tebal Head : 2134 mm : 8230 mm : 11 mm : 11 mm 54 : 7 kg/cm2 : 6 kg/cm2 12.204 : Mendinginkan dan memurnikan ammonia.Operasi : .843.Diameter .Panjang total .3 kg/cm2 : 6. Third Stage Refrigerant Flash Drum (112-F) Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta .Desain .Desain .Desain .Panjang total . : Horisontal : .2 m3/jam : Vessel : Toyo Engineering Coorperation (Jepang) : Carbon steel dengan tipe A.Operasi : 42. Second Stage Refrigerant Flash Drum (111-F) : 2134 mm : 5486 mm : 11 mm : 11 mm : -70C : -70C : 6.831.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) .Operasi : 40.

566 m3/jam.Tebal Head Kondisi operasi : Temperatur Tekanan Kapasitas : . : Vertikal : .Desain .83 m3/jam 14.Tebal Shell .Desain .Operasi : .Desain .7 kg/cm2 : 1676 mm : 6096 mm : 22 mm 22 mm Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta 55 . Refrigerant Receiver (109-F) Tipe Asal Material Fungsi Posisi Dimensi : Vessel : Toyo Engineering Corperation (Jepang) : Carbon steel dengan tipe A.0 kg/cm2 : 16.Operasi : -330C : -330C : 7 kg/cm2 : 6 kg/cm2 : 43.Diameter .Panjang total .Operasi : 40.Desain .204 : Membuang gas inert.712. : 420C : 420C : 19.Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) Kondisi operasi : Temperatur Tekanan Kapasitas : .Operasi : .

PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) BAB IV UTILITAS Utilitas merupakan bagian yang menyediakan bahan pembantu proses atau biasa disebut sebagai sarana penunjang proses. Unit Penyediaan Tenaga listrik. Penyediaan Air Kebutuhan air untuk keperluan pabrik sebesar 50. Unit Penyediaan Air.000 m3/hari − Air umpan ketel : 20. IV. Unit ini memegang peranan yang sangat penting dalam produksi. Unit Penyediaan Uap (steam). 3. Pupuk Kujang Cikampek dibagi menjadi beberapa unit meliputi : 1. Unit Penyediaan Udara Tekan Kering dan Udara Instrumen. 2.000 m3/hari Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta 56 . 4.000 m3/hari dengan perincian sebagai berikut : − Air untuk keperluan kantor dan permukiman : 5000 m3/hari − Air pendingin : 25. Unit penunjang (utilitas) yang ada di PT.1. karena tanpa adanya unit ini maka proses produksi tidak dapat berjalan secara optimal.Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT.

Menurut karakteristik air baku.Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT.Kesadahan lebih kecil dari 50 ppm (Sumber : Dokumen Unit Utility.0 sampai 7. dan Sungai Cikao yang berjarak kurang lebih 20 km dari pabrik. Prinsip pengolahan yang perlu dilakukan adalah pengendapan zat-zat terlarut dan tersuspensi tersebut dengan bantuan koagulan.000 m3 untuk persediaan jika suplainya terputus.500 gpm.Kekeruhan lebih kecil dari 0.Kesadahan 50 ppm Karaktersitik Umpan Air Pabrik .5 ppm .Kadar Cl2 ≈ 0 .pH antara 6.000 gpm dialirkan kelokasi pabrik sedangkan sisanya ditampung pada delapan buah kolam penampungan yang terdapat dilingkungan pabrik dengan kapasitas 700. yaitu dengan menghilangkan zat-zat yang terlarut dan tersuspensi di dalam air.5 sampai 7. Proses Pengolahan Air Kebutuhan Pabrik Mula-mula air baku diumpankan ke premix tank dengan debit 900 m3/jam.200 ppm .7 . kemudian diaduk dengan putaran tinggi sambil diinjeksikan bahan-bahan kimia berikut : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta 57 . pH air juga harus disesuaikan dengan karakteristik umpan air pabrik. PT Pupuk Kujang1998) Dari tabel 4. Kapasitas tempat penampungan untuk mensuplay kebutuhan air pabrik diperkirakan selama dua bulan. Air dari Sungai Parungkadali dipompakan dengan dua buah pompa yang masing-masing memiliki debit 5. Tabel 4.Kadar Cl2 ≤ 0. sedangkan air dari Sungai Cikao dipompakan dengan dua buah pompa yang masing-masing memiliki debit 5. dimana 10.pH antara 7. pengolahan yang harus dilakukan adalah menurunkan kekeruhan.1 Karakteristik Bahan Baku dan Karakteristik Umpan Air Pabrik Karakteristik Bahan Baku Air .5 ppm .5 .500 gpm.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) Bahan baku air yang digunakan diperolah dari Sungai Parungkadali yang berjarak 10 km.1 terlihat bahwa air bahan baku yang diperoleh harus diolah terlebih dahulu agar memenuhi syarat sebagai air kebutuhan pabrik.Kekeruhan antara 20 .

Untuk memenuhi syarat sebagai air kebutuhan pabrik.8. Kekeruhan kurang dari 1 ppm. Selanjutnya air diumpankan ke sand filter. 2. sebelum masuk ke clarifier.5 sampai 1 ppm. sedangkan air keluar dari bagian atas. yaitu : 1. berfungsi untuk menampung air yang digunakan untuk keperluan make up air pendingin.Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) 1. yang berfungsi sebagai flokulan. Kadar Cl antara 0.Klorin atau Cl2 sejumlah 0. Portable water storage tank. Gambar unit pengolahan air dapat dilihat dalam gambar 4. Filtered water storage tank.2 ppm. 2.5 sampai 6. Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta 58 berfungsi sebagai . Untuk membantu terjadinya proses tersebut. lalu dialirkan ke clear well sebagai tempat penampungan sementara. kemudian ditampung ke dalam dua buah tangki. Tujuannya adalah untuk membantu menggabungkan partikel-partikel besar sehingga dapat diendapkan dengan mudah.1 sampai 0.0 sampai dengan 7. yang desinfektan atau membunuh mikroorganisme. dimana flok-flok yang terbentuk diendapkan secara gravitasi sambil diaduk dengan putaran rendah. pH air harus dinaikkan antara 7. air dimasukkan ke dalam clarifier. air hidran dan umpan unit demineralisasi air. Lumpur hasil pengendapan diblow-down (dibuang dari bawah).Alum (Al2SO4)3 antara 30 sampai 40 ppm. Keluar dari premix tank. air ditambah dahulu dengan koagulan aid dengan konsentrasi antara 0.5 sampai 1 ppm. Air keluar dari clarifier ini mempunyai karakteristik sebagai berikut : − − − pH antara 6.5 dengan menambahkan NaOH. berfungsi menampung air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari di pabrik dan pemukiman. Di sand filter ini air dari clear well yang kemungkinan masih mengandung partikel-partikel kotoran yang halus disaring. Dalam premix tank dilakukan pengadukan agar terjadi percampuran yang sempurna antara zat-zat yang ditambahkan tersebut dengan air.1.

Unit Pengolahan Air (Sumber : Dokumen Unit Utility.Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT. PT Pupuk Kujang.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) Gambar 4.1. 1998) Chlorin Air sungai Alum Coagulan Aid Clarifier Caustic Clear Well 59 Premik Tank Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta .

Tidak menimbulkan kerak pada kondisi uap yang dikehendaki maupun pada tube heat exchanger.20 ppm. (Sumber : Dokumen Unit Utility.1.Padatan terlarutnya ≤ 0. Hal ini akan mengakibatkan turunnya effisiensi operasi. jika uap digunakan sebagai pemanas. .0 sampai 7.pH antara 7.2. Tabel 4.Konduktivitasnya <100 mmHous.5 Karaktersitik Air Umpan Ketel . Dari tabel 4.Kadar SiO2 ≤ 0. Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta 60 .8 sampai dengan 10.007 ppm. terlihat bahwa air tersaring dari filtered water storage tank belum memenuhi syarat untuk dijadikan sebagai air umpan ketel. Hal ini dimaksudkan agar : 1.2 ppm .Kekeruhan lebih kecil dari 0.2. . Kesadahan lebih kecil dari 50 .1.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) Endapan Filter Water Storage Sand Filter Portable Water Storage Gambar 4. bahkan bisa mengakibatkan tidak beroperasi sama sekali.1998) Demineralisasi dipe rlukan karena BFW harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Blok Diagram Pengolahan Air IV.Kadar Fe ≤ 0. Untuk itu harus dilakukan pengolahan dalam demin plant agar diperoleh syarat-syarat sebagai air umpan ketel.Kadar Cl2 ≤ 0. PT Pupuk Kujang.2 ppm.pH antara 9. Unit Demineralisasi Air Kebutuhan air umpan ketel adalah 180 m3 dalam setiap jam. Karaktersitik Umpan Air Pabrik . .5 .2. Karakteristik Umpan Air Pabrik dan Karakteristik Air Umpan Ketel.Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT.01 ppm .O2 sampai kurang dari 0.Kadar PO4 antara 15 .5 ppm ppm .

SO42-. Bebas dari gas-gas yang mengakibatkan terjadinya korosi terutama gas oksigen dan karbondioksida. Reaksi yang terjadi pada proses regenerasi adalah kebalikan dari reaksi operasi. Fe++.Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT. Cation exchanger merupakan suatu silinder baja tegak yang berisi resin R-H. Mn++ dan Al 3+. seperti Ca ++. Regenerasi ini dilakukan dengan asam sulfat dan dilakukan dalam tiga tahap. K+. yaitu back wash atau cuci balik.3. Air yang keluar dari carbon filter diharapkan mempunyai pH sekitar 7. Na+.dan lainlain. Jadi pengolahan yang harus dilakukan adalah penghilangan mineral-mineral yang terkandung di dalam air. Air yang diperoleh adalah air bebas mineral yang akan diproses lebih lanjut menjadi air umpan ketel ( Boiler Feed Water / BWF). warna. Mg++. yaitu polimer dengan rantai karbon R yang mengikat ion H. dengan menggunakan resin. biasanya dilakukan pada selang waktu tertentu atau berdasarkan jumlah air yang telah melewati unit ini. Cl.Ca++. Kemungkinan jenis kation yang ditemui adalah Mg++.2 sampai 3.0 sampai dengan 7. Regenerasi dilakukan jika resin sudah berkurang keaktifannya (jenuh).PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) 2. regenerasi dengan menggunakan bahan kimia asam sulfat dan pembilasan dengan air demin.5. Selanjutnya air tersebut diumpankan ke dalam cation exchanger untuk menghilangkan kation-kation mineralnya. HCO3-. Reaksi yang terjadi : L+x + x R-H RxL + x H+ (resin-kation) (kation) (resin) Ion L+x dalam operasi akan diganti oleh ion H + dari resin R-H sehingga air yang dihasilkan bersifat asam dengan pH sekitar 3. Air dari filtered water storage diumpankan ke carbon filter vertikal yang berfungsi untuk menghilangkan gas klorin. yaitu : 2 RxL + x H2SO4 2x R-H + L2(SO4)x (resin) (resin jenuh) (asam sulfat) Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta 61 . bau dan zat-zat organik lainnya.

CO32-.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) Air yang keluar dari cation exchanger kemudian diumpankan ke anion exchanger untuk menghilangkan anion-anioan mineralnya.1 sampai 6. Resin yang terdapat pada anion exchanger dapat dituliskan dengan simbol R-OH. Air yang keluar dari anion exchanger diharapkan mempunyai pH sekitar 8. Reaksi berlangsung sehingga resin jenuh akan kembali menjadi ROH. maka air dari anion exchanger selanjutnya dialiran ke unit mixed bed exchanger untuk menjaga kemungkinan sisa-sisa kation dan anion yang masih lolos. dan gambar pertukaran ion beserta regenerasinya dapat dilihat pada gambar 6.NO. Seperti pada cation exchanger. Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta 62 . Reaksi yang terjadi pada unit ini adalah sebagai berikut : NL-x + x R-OH (anion) (resin) Rx NL + x OH(resin-anion) Pada saat operasi.dan SiO32-.5.dari resin R-OH. Air yang keluar dari unit ini diharapkan mempunyai pH sekitar 6. Unit ini berupa vessel dengan isi resin penukar ion negatif dan positif yang telah dicampur. sehingga ion negatif NL-x akan diganti oleh ion OH.9. Regenerasi dilakukan dengan menambahkan larutan NaOH 4% dengan suhu 49 0C sebagai regenerant. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut : RxNL + x NaOH x R-OH (resin) + (Na)xNL (resin jenuh) (natrium hidroksida) Untuk menyempurnakan kerja kedua unit penukar ion diatas.Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT.6 sampai 8. Gambar unit demineralisasi dapat dilihat pada gambar 6. reaksi akan berlangsung ke kanan. anion exchanger ini juga berupa tiga buah bejana tekan yang berisi resin. Kemungkinan jenis anion yang ditemui adalah HCO3-.3.2 dan selanjutnya dikirim ke unit demineralized water storage sebagai penyimpanan sementara sebelum diproses lebih lanjut sebagai BFW. Cl.

1998) Filter Water Storage Demine Tank Carbon Filter Mix Bed Exchanger Cation Exchanger Anion Exchanger Gambar 4.3.Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT. Blok Diagram Proses Demineralisasi Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta 63 .4. Unit Demineralisasi (Sumber : Dokumen Unit Utility. PT Pupuk Kujang.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) Gambar 4.

Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta 64 .4) dengan di stripping menggunakan uap bertekanan rendah (0. PT Pupuk Kujang. Gas-gas tersebut dihilangkan dalam suatu deaerator (Gambar 6. Proses Pertukaran Ion dan Regenerasi pada Ion Excanger. 1998) Air yang sudah mengalami demineralisasi masih mengandung gas-gas terlarut terutama oksigen dan karbon dioksida.Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT. (Sumber : Dokumen Unit Utility.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) Gambar 4. Gas-gas tersebut dihilangkan dari air karena dapat menimbulkan korosi.5.6 kg/cm2) dan suhu sekitar 1500C.

PT Pupuk Kujang. Deaerator.12H2O untuk mengatur kesadahan air dengan cara mengendapkan semua kesadahan sebagai phospat. tidak menimbulkan kerak dan tidak mengandung mikroorganisme menimbulkan lumut.1. Larutan ammonia yang berfungsi mengontrol pH Air yang keluar dari deaerator pH-nya sekitar 9. pH ini diatur sedemikian rupa sehingga korosi pada bahan konstruksi besi tidak terjadi.007 ppm. Na3PO4. (Sumber : Dokumen Unit Utility. kemudian didinginkan dalam menara pendingin (cooling tower). Hidrazin yang berfungsi mengikat oksigen berdasarkan reaksi berikut: N2H2 + O2 2N2 + H2O Nitrogen sebagai hasil reaksi besama-sama dengan gas lain dihilangkan melalui stripping dengan uap bertekanan rendah.5. Unit Air Pendingin Sistem air pendingin ini merupakan sistem sirkulasi air panas yang telah digunakan untuk pendinginan peralatan atau exchanger di pabrik.2. Air pendingin harus mempunyai sifat-sifat yang tidak korosif. kemudian endapan dikeluarkan lewat blow down (pembuangan dari bawah). Diharapkan kadar oksigen yang ada dalam air setelah keluar dari unit deaerasi bisa turun sampai kurang dari 0. 1998) Pada deaerator diinjeksikan bahan-bahan kimia berikut : 1. 2. Karakteristik Umpan Air Pabrik dan Karakteristik Air Pendingin Karakteristik Umpan Air Pabrik Karakteristik Air Pendingin yang dapat Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta 65 .Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT. Tabel 4. 3.6.5oC. IV.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) Gambar 4.3. Gambar cooling tower dapat dilihat pada gambar 6.8 sampai 10 dan temperatur kira-kira 112.

Asam sulfat untuk mengatur keasaman.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) . terbawa tetesan oleh udara maupun dilakukan blown down di cooling tower diganti dengan air yang disediakan oleh filtered water storage.5 ppm. 2.5 .Kekeruhan lebih kecil dari 0. air panas dari bagian atas menara dicurahkan ke bawah.kadar Cl2 < 0.5 atau kurang mempunyai pH antara 7.0 sampai 7. .Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT. Kebutuhan air pendingin adalah 573.5 ppm kekeruhan mencapai 0. Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta 66 .8 kadar Cl kurang dari 0.pH antara 7.5 . Kemudian air yang sudah dingin dengan temperatur sekitar 32°C ditampung dalam bak penampung yang ada di bagian bawah menara.0 -7.4 m3/jam. CaOPO4 untuk mencegah terjadinya penggumpalan. sehingga akan terkontakkan dengan udara yang masuk lewat kisikisi menara akibat tarikan dari induce fan yang ada dibagian puncak menara. 3. maka ke dalam air pendingin diinjeksikan bahan–bahan kimia sebagai berikut : 1. Klorine untuk membunuh mikroorganisme. Kehilangan air karena. Dalam cooling tower ini.kesadahan lebih kecil dari 50 ppm Untuk mempertahankan kondisi air agar seperti yang diinginkan.

5 ppm Karakteristik Air Minum kekeruhan lebih kecil dari 0. Tabel 4.5 kg/cm 2).0 .5 kadar Cl2 < 0.5 ppm.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) Gambar 4.7. Unit Penyediaan Uap Kebutuhan uap di PT Pupuk Kujang dipenuhi oleh Unit Utilitas dan Unit Amonia.2.Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT. Air Minum Kebutuhan air minum mencapai 75 m3/jam.1.3.15 M2 = 3680. kesadahan lebih kecil dari 50 ppm .0 . pH antara 7. maka perlu ditambahkan klorin ke dalamnya. 2003) IV. yaitu : a. 1998) IV.4.5 pH antara 7. Sedangkan Unit Amonia menghasilkan uap dengan tekanan tinggi (105 kg/cm2). (Sumber : Dokumen Unit Utility. Cooling Tower.Tapi jika air yang berasal dari sand filter jika belum memenuhi syarat. WHB ketel ini tipe pipa air dengan luas permukaan panas : Economizer Boiler tube Super Heater = 3417. (Sumber : Dokumen Unit Utility. Dari Unit Utilitas dihasilkan uap bertekanan menengah (45 kg/cm2) dan uap bertekanan rendah (10. PT Pupuk Kujang.kesadahan lebih kecil dari 50 ppm. Satu buah waste heat boiler (WHB).5 ppm. Karakteristik Umpan Air Pabrik dan Karakteristik Air Minum Karakteristik Umpan Air Pabrik kekeruhan lebih kecil dari 0.07 M2 = 523 M2 67 Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta . sehingga biasanya air umpan pabrik dapat langsung digunakan sebagai bahan air minum.7. PT Pupuk Kujang.7. Boiler ini dapat memenuhi 45% dari kebutuhan steam di pabrik. dengan karakteristik yang sama dengan karakteristik air umpan pabrik. Unit ini terdiri dari tiga buah boiler.5 kadar Cl2 < 0.

b. Bahan bakar menggunakan gas alam. Uap bertekanan menengah (middle pressure steam). Package boiler merupakan ketel tipe pipa air dengan kapasitasnya mencapai 102. Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta 68 .Uap tekanan tinggi (high pressure steam). Boiler ini dapat menghasilkan uap sebanyak 55% dari kebutuhan. yaitu : • Uap bertekanan tinggi yang diekspansikan melalui turbin sehingga mempunyai tekanan 42 kg/cm2.Uap bertekanan rendah (low pressure steam).3 kg/cm2.7 ton/jam. • Uap yang berasal dari reduksi uap bertekanan menengah melalui valve. Untuk media pemanas digunakan panas dari exhaust gas turbin Hitachi dan dipanaskan lagi dalam pembakaran gas alam. Uap ini dibuat dengan memanfaatkan panas dari Secondary Reformer yang bersuhu 10000C. c.7. Dua buah package boiler. • Uap yang berada di blow down yang berasal dari steam drum dan mud drum pada boiler. dan beroperasi pada temperatur 397°C dan tekanan 42. Uap ini didapat dengan tiga cara. Gambar package boiler dapat dilihat pada gambar 4.3 kg/cm2.6. b. Gambar WHB dapat dilihat pada gambar 4.Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT. Distribusi pemakaian Steam dari pabrik utilitas adalah untuk : Supplay ke pabrik urea Supplay ke pabrik ammonia Konsumsi unit utilitas = 110 ton/jam = 10 ton/jam (sewaktu-waktu bila dibutuhkan) = 27 ton/jam Pemakaian uap untuk proses keseluruhan pabrik meliputi : a. Uap ini dihasilkan oleh Unit Ammonia dengan tekanan 105 kg/cm 2.06 ton/jam dan beroperasi pada temperatur 399°C dan tekanan 42.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) Kapasitas boiler ini 90. Kapasitasnya mencapai 300 ton/jam.

Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT. yaitu : • Hasil ekspansi uap bertekanan menengah yang keluar dari turbin.8. 1998) Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta 69 .PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) Uap ini dihasilkan dengan tiga cara. Waste Heat Boiler (Sumber : Dokumen Unit Utility. Gambar 4. • Flashing dan blow down dari steam drum dan mud drum boiler. PT Pupuk Kujang. • Menurunkan tekanan uap bertekanan menengah melalui valve.

dan Emergency Generator. Dokumen Unit Utility. b. Packed Boiler (Sumber : IV. Gas Turbin Generator Hitachi.8 kV dengan daya 21 MVA.3. 1998) Unit Penyediaan Tenaga Listrik Tugas dari unit ini adalah menyediakan tenaga listrik untuk kebutuhan pabrik. Stand by Generator. Listrik dari PLN dapat memenuhi tegangan sebesar 150 KVA dengan daya 15 MVA. Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta 70 . PLN. Kebutuhan listrik tersebut disediakan dari beberapa sumber. yaitu sumber utamanya diperoleh dari generator Hitachi.7. Sumber ini hanya berfungsi untuk cadangan saja bila generator yang digunakan mengalami kerusakan. PT Pupuk Kujang. sedangkan cadangan listriknya adalah dari PLN. Daya listrik yang dikonsumsi adalah mencapai daya 21 MVA. Turbin ini mampu menghasilkan listrik 13. perkantoran dan perumahan. Packaged Boiler Gambar 4. generator tersebut membutuhkan gas alam sebanyak 3700 m3/jam. a. c.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) Gambar 6.Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT. Stand by Generator. Generator Hitachi ini merupakan sumber listrik utama dalam keadan operasi normal. Pada kapasitas normal.9.

Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT. Generator HITACHI (Sumber : Dokumen Unit Utility. Daya generator ini sebesar 300 KVA. –Penerangan panel. 1998) IV. Ketiga sumber listrik ini di dalam penggunaannya diubah dulu oleh transformator sehingga tegangannya menjadi 13. PT Pupuk Kujang. –Pompa-pompa bermotor.4. berupa mesin diesel yang mampu menghasilkan listrik sebesar 450 volt dengan daya sebesar 3 x 750 KVA. GAS TURBIN GENERATOR HITACHI REDUCTION GEAR GEN. Emergency generator akan langsung menyediakan listrik saat adanya pergantian sumber listrik. Generator ini digunakan hanya pada waktu kedua sumber listrik lainnya mengalami gangguan. Emergency Generator. CONTROL FILTER HOUSE COMPRESSOR CONTROL PACKAGE GENERATOR GAS TURBIN GAS BUANG KE WHB STARTING TURBIN COMBUSTION CHAMBER Gambar 4. d.8 KV. AUX. Tenaga yang dihasilkan ini hanya dipakai untuk : –Instrumentasi di panel Unit Utilitas.10.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) Berjumlah tiga buah. Unit Penyediaan Udara Tekan Kering dan Udara Instrumen Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta 71 . Unit Amonia dan Unit Urea. Kemudian tegangan diubah lagi dalam pendistribusiannya sehingga diperoleh tegangan yang sesuai dengan yang diinginkan.

Jazid MSc. “Industri Proses Kimia”. Pupuk Kujang Cikampek Jawa Barat Austin. Inc. Untuk udara instrumen. Inc. 1979. Ch.25 m3/jam untuk udara instrumen dan 796. Udara diperoleh dari udara bebas yang dihisap dengan kompresor pada tekanan 8. 1984.“Perry’s Chemical Engineers Hand Book”.H. B. and D. 6th edition. Jilid 1. George T. pembersihan peralatan dan pemipaan. Penerbit Erlangga. Kandungan air harus dihilangkan untuk mencegah korosi. “Uraian Proses dan Operasi Pabrik Amonia ”... West Java R. E. “Sintesa Amonia”. John Willey and Son’s. Cikampek. PT. Mc Graw hill Book. DAFTAR PUSTAKA Anonim. 1. 1978. “Technology and Manufacture of Ammonia”. Udara pabrik merupakan udara kering yang digunakan untuk proses.1981.4 kg/cm2.59 m2/jam untuk udara pabrik. Tokyo Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta 72 . udara dibagi menjadi dua. Edisi 5. udara dari kompresor harus dikeringkan terlebih dahulu pada silica gel drier sehingga mempunyai titik beku –400C serta bebas dari minyak dan debu agar cukup aman untuk menggerakkan pneumatic valve. Jakarta Hasan. Udara instrumen ini biasanya mempunyai tekanan sampai 9 kg/cm2. yaitu udara pabrik dan udara instrumen. Keluar dari kompresor. Bagian persiapan operasi. ”Mechanical Catalog for 1000 MT PSP Ammonia Plant”.Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT. Pullman. Green. Institut Teknologi Bandung Kellogg.127.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) Udara yang dipakai di pabrik ada 2 macam. 1996. Sedangkan udara instrumen digunakan untuk penggerak instrumen yang bekerja dengan sistem pneumatis. New York Strelzoff S. Perry. 1969.

b3-mnlh.com http://www.PUPUK KUJANG CIKAMPEK (PERSERO) http://www.co.Laporan Praktek Kerja Dinas Perbengkelan PT.id Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta 73 .alumnos-atip.blogspot.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful