P. 1
Bibir Biru

Bibir Biru

|Views: 144|Likes:
Published by Zimamul Fikri
publik
publik

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Zimamul Fikri on Jul 20, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/28/2013

pdf

text

original

Bibir biru Seorang anak perempuan usia 13 tahun dibawa orang tuanya ke Puskesmas dengan keluhan utama biru

di bibir, ujung jari dan kuku sejak beberapa bulan terakhir. Dari aloanamnesis diketahui bahwa pasien lahir cukup bulan dengan berat badan 3.000 gram dengan nilai APGAR 9/10. Saat lahir dikatakan dokter bayinya sehat. Pada usia 3 bulan anak mulai sesak napas, terutama saat menyyusu segingga berat badannya sulit naik. Pasien dirujuk ke poliklinik kardiologi anan RSCM dan diktakan bahwa anak menderita penyakit jantung bawaan. Saat itu dokter menganjurkan untuk dioperasi, akan tetapi orangtua menolak, dan pasien hanya mendapat obat-obatan saja. Mendekati usia 9-10 tahun orangtua melihat keluhan sesak berkurang dan anak tampak lebih baik dari sebelumnya. Sejak beberapa bulan terakhir anak cepat lelah kembali dan mulai tampak biru terutama di mulut, ujung jari dan kuku.

Step 1 1. Aloanamnesis : Allo anamnesis atau Hetero anamnesis, merupakan anamnesis yang didapat dari orang tua atau sumber lain yang dekat dan tahu betul tentang riwayat pasien. Tidak jarang dalam praktek sehari-hari anamnesis dilakukan bersama-sama auto dan allo anamnesis. 2. Sianosis : warna kulit dan membran mukosa kebiruan atau pucat karena kandungan oksigen yang rendah dalam darah. Kondisi ini terutama mencolok di bibir dan kuku. Sianosis dapat muncul dalam berbagai kondisi medis di mana konsentrasi oksigen darah rendah, misalnya pada penyakit paru-paru, kelainan jantung dan di daerah geografis yang tinggi. 4 3. Apgar score : serangkaian pemeriksaan untuk menilai kemampuan bayi baru lahir beradaptasi terhadap kehidupan di luar rahim bundanya. Ada 5 hal pokok yang diperiksa, yaitu: Appearance: Penampilan, yang dilihat dari warna kulit. Pulse: Frekuensi denyut jantung. Grimace: Usaha bernapas yang dilihat dari kuat lemahnya tangisan. Activity: Aktif atau tidaknya tonus otot. Reflex: Reaksi spontan atas rangsang yang datang. 1 4. Bayi lahir cukup bulan : bayi yang lahir dengan umur kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu dan berat lahir 2500 gram sampai 4000 gram. 7

Step 2 1. Mengapa pasien mengalami sianosis? 2. Mengapa pasien mengeluh diusia 3 bulan sesak nafas terutama saat minum susu dan juga cepat lelah? 3. Mengapa pasien didiagnosis mengalami penyakit jantung bawaan? 4. Kriteria bayi normal?

serta dengan kapiler kutaneus. telinga. Sianosis juga terjadi pada apabila terdapat hemoglobin nonfungsional seperti methemoglobin atau sulfhemoglobin didalam darah. Hal yang penting dalam menimbulkan sianosis adalah jumlah absolut hemoglobin tereduksi dan bukan jumlah relatif. .jadi. Biasanya paling mencolok didaerah bibir. Patofisiologi sianosis : 4 Sianosi mengacu kepada warna kulit dan membran mukosa yang kebiruan sebagai akibat dari peningkatan kadar hemoglobin tereduksi atau derivat hemoglobin dalam kapiler kulit pada daerah tersebut yanglebih dari 50 g/dl.5. obat apa yang diberikan. Derajat sianosis dimodifikasi oleh kualitas pegmen kutaneus dan ketebalan kulit. jumlah relatif hemoglobin tereduksi didalam darah vena mungkin sangat besar bila diperhitungkan terhadap jumlah total hemoglobin. Peningkatan jumlah hemoglobin menurun dalam pembuluh darah kulit Menimbulkan sianosis oleh karena peningkatan kuantitas darah vena dikulit sebagai hasil dilatasi venula dan ujung vena kapiler Pengurangan saturasi oksigen di daerah kapiler    Siaosis akan tampak dengan nyata kalau konsentrasi rata-rata hemoglobin tereduksi didalam pembuluh darah kapiler melebihi 5g/ddl. dasar kuku. Sianosis sejak lahir berkaitan dengan penyakit jantung kongenital. pada pasien anemi berat. Mengapa pada usia 9 tahun keluhan berkurang. dan mengapa dokter menyarankan operasi? Step 3 1.

Pada aliran pirau yang besar. sehingga aliran darah yang ke paru bertambah. outlet ataupun trabekuler. Penderita VSD dengan aliran pirau yang besar biasanya terlihat takipneu. dapat terdengar bising middiastolik didaerah katup mitral akibat aliran yang . tetapi bila besar akan memberikan keluhan seperti kesulitan waktu minum atau makan karena cepat lelah atau sesak dan sering mengalami batuk serta infeksi saluran nafas ulang. Bila aliran pirau kecil biasanya tidak menimbulkan keluhan. 3) Muskuler. Terdengan bising holosistolik yang keras disela iga 3-4 parasternal kiri yang menyebar sepanjang parasternal dan apeks. 2) Subarterial Doubly commited. VSD diklasifikasikan dalam 3 tipe: 1) Perimembranous. lama dengan jaringan Pengambilan O2lebih banyak dari normal lidah dan konjungtiva Vasokonstriksi sebagai kompensasi COP yang rendah Gangguan sirkulasi seperti renjatan *Biasanya terlihat di daun telinga. bila lubang terletak didaerah septum membranous dan sekitarnya. bila lubang terletak didaerah septum muskuler inlet. Berdasarkan lokasi lubang. Lubang tersebut dapat hanya 1 atau lebih (swiss cheese VSD) yang terjadi akibat kegagalan fusi septum interventrikuler semasa janin dalam kandungan. ujung jari dan ujung hidung 2. bila lubang terletak didaerah septum infundibuler.Perbedaan sianosis perifer dan sianosis sentral : Sianosis Sentral Sianosis Perifer Kelainan jantung dengan pirau kanan Insufisiensi Jantung ke kiri tidak terjadi kenaikan Sumbatan aliran darah tekanan parsial O2 yang menyolok Penyakit paru dengan oksigenasi yang berkurang tekanan parsial O2 ↑ 100-150 mmHg atau lebih Kurangnya saturasi O2 arteri sistemik Curah jantung ↓ Vasospasme Aliran darah yang melambat di daerah sianotik Kontak darah lebih *Biasnaya terlihat di mukosa bibir. Adanya lubang pada septum interventrikuler memungkinkan terjadinya aliran dari ventrikel kiri ke ventrikel kanan. Besar dan arah shuny tergantung 2 hal. Komponen pulmonal bunyi jantung kedua mengeras bila terjadi hipertensi pulmonal. Ini mengakibatkan pertumbuhan lambat. keluhan-keluhan tersebut merupakan tanda dan gejala klinis VSD (Ventrikel Septal Defect). Aktifitas ventrikel kiri meningkat dan dapat terba thrill sistolik. VSD merupakan kelainan jantung bawaan berupa lubang pada septum interventrikular. yaitu besar kecilnya defek dan tekanana pulmonal.

Pada akhir kehamilan 7 minggu. Bila penyempitannya parah. maka sirkulasi darah ke organ tubuh di rongga perut (ginjal. 2 6 3. Tanda-tanda gagal jantung kongestif dapat ditemukan pada bayi atau anak dengan aliran pirau yang besar. Penyakit Jantung Bawaan (PJB) adalah penyakit jantung yang dibawa sejak lahir. melainkan jantung tak mampu memompakan darah sesuai kebutuhan tubuh dan sesuai jumlah darah yang kembali ke jantung. obat-obatan atau jamujamuan. serta tungkai bawah sangat berkurang. usus dll). pembentukan jantung sudah lengkap. penderita tampak sianosis dengan jari-jari berbentuk tabuh. batuk kadang-kadang dahak berdarah (akibat pecahnya pembuluh darah halus yang bertekanan tinggi di paru). Penyebab PJB seringkali tidak bisa diterangkan. hati dan penimbunan cairan di rongga perut. Bila telah terjadi penyakit vaskuler paru dan Sindrom Eisenmenger. pada Coarctatio Aorta yang berat Prostaglandin . yang pada akhirnya berakibat kegagalan jantung kanan. jadi kelainan pembentukan jantung terjadi pada awal kehamilan. Penanganan medis yang dapat dilakukan: pelebaran katup dengan balon (Balloon Pulmonal Valvotomy = BPV). Penanganan yang dapat dilakukan: pelebaran katup dengan balon (Balloon Aortic Valvotomy = BAV). alkohol. 3 3. pada yang jantung ditandai kiri. Stenosis katup aorta Terjadi kegagalan pembebanan kiri. Tanda gagal jantung kanan adalah: pembengkakan kelopak mata. oleh: yang pada akhirnya berakibat jantung sesak. Coarctatio aorta Pada kasus ini area lengkungan pembuluh darah aorta mengalami penyempitan. tungkai. Makna istilah ini bukanlah jantung gagal berdenyut. Seperti halnya pada atresia katup pulmonal. dan kondisi pasien memburuk.3 Macam macam kelainan Jantung Bawaan 1. meskipun beberapa faktor dianggap berpotensi sebagai penyebab. karena sudah terjadi ketika bayi masih dalam kandungan.berlebihan. Faktor-faktor ini adalah: infeksi virus pada ibu hamil (misalnya campak Jerman atau rubella). bahkan mungkin disertai tanda-tanda gagal jantung kanan. Stenosis katup pulmonal Terjadi pembebanan pada jantung kanan. 3 2.

3 . 3 Gambar 2. Coarctatio aorta 4. yakni memasang alat penyumbat yang dimasukkan melalui pembuluh darah di lipatan paha. tindakan pelebaran dengan balon atau pembedahan perlu dilakukan. dan memerlukan pembedahan. Namun sebagian kasus tak dapat ditangani dengan metode ini. Untuk selanjutnya. 3 Gambar 3. Pada VSD tertentu dapat ditutup dengan tindakan non bedah menggunakan penyumbat Amplatzer. namun sebagian besar kasus memerlukan pembedahan. Ventricular Septal Defect (VSD) VSD adalah terdapatnya lubang di sekat bilik.E-1 perlu diberikan untuk mempertahankan pembukaan duktus arteriosus. Lubang ASD kini dapat ditutup dengan tindakan non bedah : Amplatzer Septal Occluder (ASO). Atrial Septal Defect (ASD) ASD adalah terdapat lubang di sekat serambi. Atrial Septal Defect 5.

(word. PDA juga dapat ditutup dengan tindakan non bedah menggunakan penyumbat Amplatzer. namun bila PDA sangat besar tindakan bedah masih merupakn pilihan utama. PDA pada bayi baru lahir yang premature dapat dirangsang penutupannya dengan menggunakan obat Indomethacine.Gambar 4. 1 . yaitu:     Defek septum ventrikel (lubang diantara ventrikel kiri dan kanan) Stenosis katup pulmoner (penyempitan pada katup pulmonalis) Transposisi aorta Hipertrofi ventrikel kanan (penebalan otot ventrikel kanan). Tetralogi falot). Ventricular Septal Defect 6. Tetralogi Falot Tetralogi Fallot merupakan penyakit jantung bawaan biru (sianotik) yang terdiri dari empat kelainan. 3 7. Patent Ductus Arteriosus (PDA) Pada PDA pembuluh penghubung aorta dan pembuluh darah paru terbuka.

Sianosis sentral dengan tes hiperoksia positip. adanya duktus yang masih terbuka mengakibatkan aliran darah aorta asenden dan disenden berasal dari ventrikel yang tidak sama. Hipoksemia sistemik menimbulkan gejala sianosis sentral 2. 5 . Sianosis sentral tidak tampak selama saturasi oksigen arteri masih diatas 85 4. Tetralogi Falot Gejala PJB Sianotik Beberapa kondisi klinis yang memberikan dugaan cardiac cynosis pada neonatus dan sudah merupakan alasan yang cukup untuk merujuk ke rumah sakit yang lebih lengkap. Harus dicari apakah aliran darah sistemik berasal dari ventrikel kanan atau kiri.Gambar 7. 5. Sianosis sentral dengan frekuensi pernafasan yang cepat (hiperventilasi) tanpa disertai pernafasan cuping hidung dan retraksi ruang iga serta kadar CO2 yang rendah. didasari beberapa alasan tambahan sebagai berikut : 1. Sianosis sentral akibat PJB tidak timbul segera setelah lahir 3. Pada kondisi ini diperlukan pemasangan pulse oxymetri pada tangan kanan dan kaki. 6.

defek jantun yang dan akan menimbulkan perubahan aliran darah yaitu yang seharusnya ke sistemik berubah menuju ke paru. defek jantung yang ada belum menimbulkan perubahan aliran darah dari sistemik ke paru. lahir langsung menangis. Kulit kemerah – merahan dan licin karena jaringan sub kutan cukup 8. rambut kepala biasanya telah sempurna 9. Rambut lanugo tidak terlihat. saat lahir masih disertai tahanan arteri pulmonalis yang tinggi. 7 B.Gejala PJB ASIANOTIK Pada neonatus neonatus normal. 5 Harus dibedakan takipnea akibat PJB dan akibat kelainan parenkhim paru. cukup bulan. pada saat terjadi penurunan tahanan arteri pulmonalis sampai menuju nilai normal. Ciri – Ciri Bayi Baru Lahir 1. Takipnea akibat penyakit paru pada neonatus sudah timbul walaupun peningkatan aliran darah ke paru masih ringan-ringan saja. 5 4. dan tidak ada kelainan congenital (cacat bawaan) yang berat. Genitalia. Pernafasan ± – 60 40 kali/menit 7. selama tahanan arteri pulmonalis masih tinggi. Lingkar dada 30 – 38 cm 4. Pada saat inilah baru terjadi pirau kiri ke kanan disertai gejala klinis berupa mulai terdengarnya bising sampai gagal jantung dengan gejala utama takipnea. Berat badan 2500 – 4000 gram 2. Lingkar kepala 33 – 35 cm 5. Pada neonatus dengan PJB non sianotik. Kuku agak panjang dan lemas 10.5 kali aliran normal. Setelah 4-12 minggu terjadi penurunan tahanan arteri pulmonalis sampai menuju nilai normal. Adanya penyakit pada paru akan memperjelas gejala takipnea pada PJB usia neonatus. Panjang badan 48 – 52 cm 3. Perempuan labia mayora sudah menutupi labia minora . Frekuensi jantung 120 – 160 kali/menit 6. Takipnea akibat PJB non sianosis pada neonatus baru timbul bila peningkatan aliran darah ke paru sampai lebih dari 2. Bayi baru lahir normal adalah berat lahir antara 2500 – 4000 gram. Setelah 4-12 minggu postnatal.

reflek ini harus menetap sepanjang hidup. Berkedip atau reflek corneal Bayi berkedip pada pemunculan sinar terang yang tiba – tiba atau pada pandel atau obyek kearah kornea. harus hilang pada usia kira – kira 3 -4 bulan d. b. reflek ini harus tetap ada selama masa bayi. c. Rooting Menyentuh dan menekan dagu sepanjang sisi mulut akan menyebabkan bayi membalikkan kepala kearah sisi tersebut dan mulai menghisap.Laki – laki testis sudah turun. Glabela Ketukan halus pada glabela (bagian dahi antara 2 alis mata) menyebabkan mata menutup dengan rapat. bahkan tanpa rangsangan sekalipun. 2. Menguap . Menghisap Bayi harus memulai gerakan menghisap kuat pada area sirkumoral sebagai respon terhadap rangsangan. Reflek graps atau menggenggan sudah baik 14. c. harus menetapkan sepanjang hidup. Pupil Pupil kontriksi bila sinar terang diarahkan padanya. seperti pada saat tidur. jika tidak ada maka menunjukkan adanya kerusakan pada saraf cranial. b. Eliminasi baik. skrotum sudah ada 11. mekonium berwarna hitam kecoklatan C. Reflek – Reflek Fisiologis 1. hisapan atau masuknya selang harus menyebabkan bayi mengalami reflek muntah. mekonium akan keluar dalam 24 jam pertama. Muntah Stimulasi terhadap faring posterior oleh makanan. Mulut dan tenggorokan a. reflek ini harus sepanjang hidup. Mata a. Reflek morrow atau gerak memeluk bila dikagetkan sudah baik 13. Reflek hisap dan menelan sudah terbentuk dengan baik 12.

kepala dipalingkan ke salah satu sisi. (3). Startle Suara keras yang tiba – tiba menyebabkan abduksi lengan dengan fleksi siku tangan tetap tergenggam (3). kaki dapat fleksi dengan lemah.Respon spontan terhadap panurunan oksigen dengan maningkatkan jumlah udara inspirasi. reflek ini harus terus ada sepanjang hidup. harus menetap sepanjang hidup e. lengan dan kakinya akan berekstensi pada sisi tersebut dan lengan yang berlawanan dan kaki fleksi. Tonik leher Jika kepala bayi dimiringkan dengan cepat ke salah sisi.Ekstrusi Bila lidah disentuh atau ditekan bayi merespon dengan mendorongnya keluar harus menghilang pada usia 4 bulan f. Neck – righting Jika bayi terlentang. Babinski Tekanan di telapak kaki bagian luar kearah atas dari tumit dan menyilang bantalan kaki menyebabkan jari kaki hiperektensi dan haluks dorso fleksi c.Batuk Iritasi membrane mukosa laring menyebabkan batuk. (2). Masa tubuh (1). Reflek moro Kejutan atau perubahan tiba – tiba dalam ekuilibrium yang menyebabkan ekstensi dan abduksi ekstrimitas yang tiba –tiba serta mengisap jari dengan jari telunjuk dan ibu jari membentuk “C” diikuti dengan fleksi dan abduksi ekstrimitas. biasanya ada setelah hari pertama lahir 3. bahu dan batang tubuh membalik kearah tersebut dan diikuti dengan pelvis (4) Inkurvasi batang tubuh (gallant) . Menggenggam Sentuhan pada telapak tangan atau telapak kaki dekat dasar kaki menyebabkan fleksi tangan dan jari b. Ekstrimitas a.

T. Pada usia 2 tahun.2000 . Buku panduan praktis pelayanan kesehatan maternal neonatal. Sylvia A and Lorraine M Wilson. Price. 6.Sentuhan pada punggung bayi sepanjang tulang belakang menyebabkan panggul bergerak kea rah sisi yang terstimulasi.. Hanafiah. dan infeksi saluran pernapasan berulang. Ilmu Kesehatan Anak. Patofisologi Volume 2. 8 Daftar pustaka 1. Soetomo. Terapi pengobatan untuk profilaksis atau pencegahan endokarditis (peradangan pada endokardium atau selaput jantung bagian dalam) diberikan untuk semua pasien dengan VSD. Rahmawan. Buku Ajar Patologi Edisi 7 Volume 2. A.2003 3. gagal tumbuh. dkk. gagal jantung kongestif. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Pasien dengan ASD ringan umumnya tidak menimbulkan keluhan. Jakarta: EGC. Bagian/Ilmu Kesehatan Anak.2007 7. 2005. Jakarta: EGC. FK UNLAM – RSUD Ulin. Nelson.1992 2. Waldo E. Divisi Kardiologi Bagian Ilmu Kesehatan Anak. 2002 8. Operasi penutupan sekat pada bayi usia 12-18 bulan direkomendasikan apabila terdapat VSD dengan gagal jantung kongestif atau penyakit pembuluh darah pulmonal. FK Unair – RSU Dr. Sepuluh persen dari bayi baru lahir dengan VSD yang besar akan menimbulkan gejala klinis dini seperti takipnue (napas cepat).Jakarta. Surabaya.. Diagnosis Dan Tatalaksana Penyakit Jantung Bawaan Yang Kritis Pada Neonatus ( Diagnosis And Management Of Critical Congenital Heart Disease In The Newborn). Asuhan Kesehatan Anak dalam Konteks keluarga. penanganannya dapat ditunda. minimal sebanyak 50% VSD yang berukuran kecil atau sedang akan menutup secara spontan baik sebagian atau seluruhnya sehingga tidak diperlukan tatalaksana bedah. Robbins. DepKes RI. Banjarmasin. Ontoseno. Saifudin Abdul Bahri. 2006 5. Jakarta : Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Indonesia. 2008. 1 7 5. Gangguan atau lubang yang berukuran sedang namun tanpa disertai dengan peningkatan tekanan pembuluh darah pulmonal. Diagnosis dan Tatalaksana Penyakit Jantung Bawaan Pada Anak. Asikin. Buku Ajar Kardiologi. 4. tidak kuat menyusu.YBP_SP.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->