P. 1
KTI Lengkap Asuhan Gizi

KTI Lengkap Asuhan Gizi

|Views: 263|Likes:

More info:

Published by: Ariev Dietisien Caspian on Jul 20, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/19/2015

pdf

text

original

Sections

  • 2.1.1 Pengertian Gizi
  • 2.1.2 Pengertian Status Gizi
  • 2.1.3 Penilaian Status Gizi
  • 2.1.4.1 Berat badan menurut umur
  • 2.1.4.2 Tinggi badan menurut umur
  • 2.1.4.3 Berat badan menurut Tinggi badan
  • 2.1.4.4 Lingkar lengan atas menurut umur
  • Penyebab secara tidak langsung, yaitu:
  • 2.2 Tumbuh Kembang Anak
  • 2.3.2 Masalah Kurang Energi Protein (KEP)
  • 2.4.1 Pengertian Gizi Buruk
  • 2.4.2. Tanda-Tanda Penderita Gizi Buruk
  • 2.4.3. Klasifikasi KEP/Gizi Buruk
  • 2.4.4. Gejala Klinis balita KEP Berat/Gizi buruk
  • 2.5. Proses Terjadinya Gizi Buruk
  • 2.5.1.3 Pelacakan Balita Gizi Buruk dengan Cara Investigasi
  • 2.5.1.5 Koordinasi Lintas Sektor
  • 2.6 Tatalaksana Anak Gizi Buruk
  • Tabel 2.3 Hasil Pemeriksaan dan Tindakan Pada Anak Gizi Buruk
  • 3.2 Jadwal Kegiatan Magang
  • Tabel 3.1 Jadwal Kegiatan Magang
  • 4.1 Gambaran Umum Rumah Sakit Umum Depati Hamzah
  • 4.1.1 Fasilitas Kesehatan
  • 4.1.2 Struktur Organisasi RSUDDH Pangkal Pinang
  • 4.1.4 Ketenagaan RSUDDH Pangkal Pinang
  • 4.1.5 Visi, Misi, Tujuan Dan Sasaran
  • 4.1.5.1 Visi RSUDH Pangkal Pinang
  • 4.1.5.2 Misi RSUDDH Pangkal Pinang
  • 4.1.5.3 Motto RSUDDH Pangkal Pinang
  • 4.3.1 Pengkajian Status Gizi Bagi Pasien Gizi Buruk
  • Berdasarkan tabel 4.9 Pedoman Pemberian Formula anak gizi buruk

GAMBARAN TATALAKSANA ASUHAN GIZI BAGI PASIEN GIZI BURUK DI
RUANG PERAWATAN INSTALASI GIZI RSUD DEPATI HAMZAH PANGKAL
PINANG TAHUN 2010

Laporan Magang

Disusun Oleh:

CINTIA ANGGRAINI

106101003309

PEMINATAN GIZI
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UIN SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2010

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT
PEMINATAN GIZI

Magang, April 2008

Cintia Anggraini, NIM : 106101003309

GAMBARAN TATALAKSANA ASUHAN GIZI BAGI PASIEN GIZI BURUK DI
RUANG PERAWATAN INSTALASI GIZI RSUD DEPATI HAMZAH PANGKAL
PINANG

Xi + 117halaman, 16 tabel, 12 gambar

ABSTRAK

Kegiatan magang ini dilaksanakan di ruang perawatan Instalasi Gizi Rumah
Sakit Umum Daerah Depati Hamzah Pangkal Pinang yang bertempat di jalan Soekarno
Hatta Pangkal Pinang. Waktu pelaksanaan magang ini dimulai dari 1 Februari sampai 2
Maret 2010 . Bertujuan untuk mendapatkan pengalaman kerja di Institusi tempat
magang dan mengetahui gambaran tatalaksana asuhan gizi bagi pasien gizi buruk di
ruang perawatan di Instalasi Gizi Rumah Sakit Umum Daerah Depati Hamzah Pangkal
Pinang.

Rumah Sakit Umum Daerah Depati Hamzah ini merupakan rumah sakit rujukan
yang menangani masalah kasus gizi buruk, yang merupakan tempat perawatan dan
pemulihan anak gizi buruk yang terjadi di Provinsi Bangka Belitung.
Tatalaksana asuhan gizi pasien gizi buruk di ruang perawatan Instalasi Gizi
RSUD Depati Hamzah dilakukan oleh tim asuhan gizi yang terdiri dokter, ahli gizi,
perawat dan tenaga kesehatan lainnya, yang memberikan tindakan asuhan gizi dan
pemulihan kepada pasien gizi buruk di ruang asuhan gizi rawat inap yang kegiatannya
seperti pengkajian status gizi, penentuan kebutuhan gizi, penentuan macam diet,
konseling gizi dan pemantauan/evaluasi terhadap pasien gizi buruk dapat dilaksanakan
sesuai dengan sistematis yang berdasarkan rujukan dari Depkes RI.
Tindakan perawatan dan pengobatan pada pasien gizi buruk di ruang perawatan
Instalasi Gizi Rumah Sakit Umum Daerah Depati Hamzah Pangkal Pinang menerapkan
10 langkah tatalaksana pengobatan anak gizi buruk yang merupakan rujukan dari
Depkes RI. Kegiatan ini semuanya dilaksanakan sangat efektif di Instalasi Gizi
RSUDDH Pangkal Pinang. Saran untuk pemantauan yaitu meningkatkan pemantauan
asupan makanan, pola makan dan pemantauan berat badan anak, disarankan tersedianya
ruang perawatan khusus bagi pasien gizi buruk agar bisa memulihkan kondisi pasien
yang mengalami gizi buruk.

Daftar bacaan : 13 (1997-2009)

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur bagi Allah SWT yang memberikan nikmat yang

berlimpah bagi penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan magang yang

berjudul Gambaran Tatalaksana Kegiatan Pelayanan Gizi Buruk Rawat Inap di

Instalasi Gizi RSUD Depati Hamzah Pangkal Pinang tahun 2010, tepat pada

waktunya. Sholawat beserta salam penulis haturkan kepada Rasulullah Muhammmad

SAW, semoga kita semua mendapatkan syafaat dan pertolongannya nanti di Yaumil

qiyamah. Amiin.

Laporan magang ini penulis buat untuk memenuhi persyaratan menyelesaikan salah satu

mata kuliah disemester 8 yaitu mata kuliah magang yang dilakukan untuk mengetahui

kegiatan tatalaksana anak gizi buruk di RSUD Depati Hamzah dari input, proses da

outputnya. Harapannya hasil laporan magang ini dapat dijadikan masukan dalam

penatalaksanaan gizi buruk di Rumah Sakit yang lebih baik dan bermutu.

Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-

besarnya kepada :

1. Bapak Prof. Dr. (Hc) dr. M.K Tadjudin, Sp. And, Dekan Fakultas Kedokteran

dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

2. Bpk. Yuli Prapanca Satar, MARS, selaku ketua Program Studi Kesehatan

Masyarakat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan para dosen program studi

Kesehatan Masyarakat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

3. Ibu Minsarnawati, SKM, M.Kes, sebagai dosen pembimbing magang yang telah

banyak membantu penulis dari awal sampaiakhir penulisan laporan magang ini.

4. Orang tua saya tercinta khususnya ibunda tersayang Salwati dan ayahanda

Azwar yang telah memberikan motivasi dan bantuan moril maupun materil.

5. Direktur Utama RSUD Depati Hamzah yang telah mengizinkan penulis untuk

magang di RSUD Depati Hamzah.

6. Bpk. Warsono, SKM sebagai pembimbing lapangan di RSUDDH yang telah

banyak membantu penulis dari awal sampai akhir magang.

7. Rekan-rekan di RSUD Depati Hamzah Ibu Ratmawati, Pak Apan, K’ tuti, K’

arul, K’ Yuli yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan laporan

magang.

8. Sahabat-sahabat seperjuangan yang telah telah membuat hidupku lebih berwarna

dan hunting buku sama-sama. Thanks for All atas motivasi, semagat

kebersamaan. Kekeluargaan, semoga tetap menjadi sahabat sejati.

9. Sahabat-sahabat setiaku tersayang erna, deuis, yeni, zume’, aulia, eka, dan

semuanya atas kebersamaannya. Thanks wat cerita hidup dan curhat nya yah...

10. Sahabat-sahabat kostan yang ceria dan semuanya atas kebersamaan, semoga

tetap menjadi sahabat sejati.

Penulis Menyadari penulis laporan ini masih kurang dari sempurna, sehingga

sangat diharapkan saran dan masukannya. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi

semua pihak.

Ciputat, April 2010

Penyusun

PERNYATAAN PERSETUJUAN

Laporan Magang dengan judul

GAMBARAN TATALAKSANA ASUHAN GIZI BAGI PASIEN GIZI BURUK DI
RUANG PERAWATAN INSTALASI GIZI RSUD DEPATI HAMZAH PANGKAL
PINANG TAHUN 2010

Telah disetujui, diperiksa dan dipertahankan dihadapan Tim Penguji Magang program
Studi kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Jakarta, 5 April 2010

Mengetahui

Pembimbing Fakultas

Pembimbing Lapangan

Minsarnawati, SKM, M.Kes

Warsono, SKM

PANITIA SIDANG UJIAN LAPORAN MAGANG
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Jakarta, 5 April 2010

Penguji I

Yuli Prapanca Satar, MARS

Penguji II

Minsarnawati, SKM, MKM

RIWAYAT HIDUP

PERSONAL DATA

Nama

: Cintia Anggraini

Tempat/Tgl Lahir

: Penyak, 12 Februari 1988

Jenis Kelamin

: Perempuan

Status Menikah

: Belum Menikah

Agama

: Islam

Alamat

: Jl. Kerta Mukti Gang. H. Nipan. RT. 001/RW.08 No. 128

D, Kel. Pisangan Ciputat Tangerang 15419

Nomor Telp/HP

: 081381244516

PENDIDIKAN FORMAL

1. SD Negeri 11 Koba

(1994-2000)

2. SLTP Negeri 1 Koba

(2000-2003)

3. SMA Negeri 1 Koba

(2003-2006)

4. S-1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran

Dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

(2006-sekarang)

DAFTAR ISI

ABSTRAK …………………………………………………………………

i

PERNYATAAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ……………………

ii

PERNYATAAN PERSETUJUAN PENGUJI …………………………..

iii

RIWAYAT HIDUP ……………………………………………………….

iv

KATA PENGANTAR …………………………………………………….

v

DAFTAR ISI ………………………………………………………………

vii

DAFTAR GAMBAR ……………………………………………………..

xii

DAFTAR TABEL …………………………………………………………

xiii

DAFTAR LAMPIRAN ……………………………………………………

xiv

DAFTAR SINGKATAN …………………………………………………. .

xv

BAB I PENDAHULUAN ………………………………………………… 1

1.1 Latar Belakang ………………………………………………….. 1

1.2 Tujuan …………………………………………………………… 6

1.2.1 Tujuan Umum …………………………………………… 6

1.2.2 Tujuan Khusus ………………………………………….. 6

1.3 Manfaat …………………………………………………………. 7

1.3.1 Bagi Mahasiswa ………………………………………… 7

1.3.2 Bagi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan ………… 8

1.3.3 Bagi Instansi Terkait…………………………………….. 8

1.4 Ruang Lingkup ………………………………………………….. 9

BAB II TINJAUAN PUSTAKA …………………………………………… 10

2.1 Gizi dan Tumbuh Kembang Anak ………………………………. 10

2.1.1 Pengertian Gizi ……………………………………............ 10

2.1.2 Pengertian Status Gizi ……………………………..... ....... 11

2.1.3 Penilaian Status Gizi ………………………………... ...... 12

2.1.3.1 Penilaian Status Gizi Secara langsung ……………. 13

2.1.3.2 Penilaian Status Gizi Secara Tidak langsung …….. 16

2.1.4 Indeks Antropometri ………………………………………… 17

2.1.4.1 Berat Badan Menurut Umur ........................................ 17

2.1.4.2 Tinggi Badan Menurut Umur ...................................... 18

2.1.4.3 Berat Badan Menurut Tinggi Badan .......................... 18

2.1.4.4 Lingkar Lengan Atas Menurut Umur ......................... 18

2.1.5 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Gizi …………………… 20

2.1.5.1 Penyebab Langsung ..................................................... 23

2.1.5.2 Penyebab Secara Tidak Langsung ............................... 23

2.2 Tumbuh Kembang Anak .................................................................. 25

2.3 Masalah Gizi ……………………………………………………… 26

2.3.1 Masalah Gizi Secara Umum ……………………………….. 26

2.3.2 Masalah Kurang Energi Protein (KEP) ................................. 27

2.4 Masalah Gizi Buruk ........................................................................ 28

2.4.1 Pengertian Gizi Buruk ......................................................... 28

2.4.2. Tanda-Tanda Penderita Gizi Buruk ..................................... 28

2.4.3. Klasifikasi KEP/Gizi Buruk .............................................. 28

2.4.4. Gejala Klinis balita KEP Berat/Gizi buruk ........................... 29

2.5 Proses Terjadinya Gizi Buruk ........................................................... 31

2.5.1 Penanggulangan Balita Gizi Buruk ………………………... 32

2.5.1.1 Penjaringan kasus balita gizi buruk ……………….... 32

2.5.1.2 Pelayanan Balita Gizi Buruk di Puskesmas ……….... 32

2.5.1.3 Pelacakan Balita Gizi Buruk dengan Investigasi…..... 32

2.5.1.4 Pelayanan Balita Gizi Buruk di Rumah Tangga..….... 33

2.5.1.5 Koordinasi Lintas Sektor ………………………........ 33

2.6 Tatalaksana Anak Gizi Buruk …………………………………..... 33

2.7 Proses Kegiatan Pelayanan Gizi ……………………………………35

2.7.1 Asuhan Gizi ………………………………………………… 35

2.7.2 Pelaksanaan Asuhan Gizi Di Rumah Sakit ………………… 36

2.7.2.1 Tim Asuhan Gizi ………………………………....... 36

2.7.2.2 Jalur Koordinasi Tim Asuhan Gizi ………………… 37

2.7.3 Asuhan Gizi Rawat Inap …………………………………… 40

2.7.3.1 Pengkajian Status Gizi

41

2.7.3.2 Riwayat Gizi ………………………………………. 42

2.7.3.3 Penentuan Kebutuhan Gizi ……………………… .. 43

2.7.3.4 Penetuan Macam Dan Jenis Diet ……………….. ... 43

2.7.3.5 Konseling Dan Penyuluhan Gizi ………………....... 44

2.7.3.6 Pemantauan, Evaluasi Dan Tindak Lanjut ………..... 44

2.8. Terapi Gizi Pasien Gizi Buruk ………………………………….. 45

2.8.1 Fase Stabilisasi ..........................................................

45

2.8.2 Fase Transisi …………………………………...............

47

2.8.3 Fase Rehabilitasi ............................................................

49

BAB III LANGKAH DAN JADWAL KEGIATAN MAGANG................

52

3.1 Bentuk dan Langkah-Langkah Kegiatan magang ............................. 52

3.2 Jadwal Kegiatan Magang ................................................................. 53

BAB IV HASIL ………………………………………………………………

59

4.1 Gambaran Umum Rumah Sakit Umum Depati Hamzah ...........

59

4.1.1 Fasilitas Kesehatan ………………………………………….. 61

4.1.2 Struktur Organisasi RSUDDH Pangkal Pinang …………….. 63

4.1.3 Sarana dan Prasarana RSUDDH Pangkal Pinang …………... 64

4.1.4 Ketenagaan RSUDDH Pangkal Pinang ……………………... 66

4.1.5 Visi, Misi, Tujuan Dan Sasaran ……………………………... 68

4.1.5.1 Visi RSUDDH Pangkal Pinang ………………........... 68

4.1.5.2 Misi RSUDDH Pangkal Pinang ……………............ 68

4.1.5.2 Motto RSUDDH Pangkal Pinang ……………............ 69

4.1.6 Kinerja Kegiatan RSUDDH Pangkal Pinang ………………... 72

4.2 Gambaran Umum Ruang Perawatan&Instalasi Gizi RSUDDH
Pangkal Pinang ................................................................................. 73

4.2.1 Gambaran Ruang Perawatan ………………………………….. 74

4.2.2 Gambaran Ruangan Dapur Pengelolaan Makanan ……………. 76

4.2.3 Gambaran Ruangan Poliklinik Gizi ………………………… 79

4.3 Kegiatan Asuhan Gizi Pasien Gizi Buruk di Ruang Perawatan
Rumah Sakit Umum Daerah Depati Hamzah .................................. 79

4.3.1 Pengkajian Status Gizi bagi Pasien Gizi Buruk ...................... 80

4.3.2 Riwayat Gizi pasien gizi buruk ……………………………... 96

4.3.3 Penentuan Kebutuhan Gizi pasien gizi buruk ……………….. 97

4.3.4 Penentuan Macam diet pasien gizi buruk ……………………. 99

4.3.5 Konseling Gizi Pasien Gizi buruk …………………………… 105

4.3.6 Pemantauan, Evaluasi dan Tindak lanjut …………………….. 106

4.4 Pelaksanaan Kerja Asuhan Gizi Ranap Pasien Gizi Buruk .............. 108

4.5. Tindakan Perawatan Pasien Gizi Buruk Di Ruang Perawatan
Rumah Sakit Umum Daerah Depati Hamzah Pangkal Pinang ......... 112

BAB V PENUTUP ............................................................................................... 119

5.1 Simpulan ............................................................................................. 119

5.2 Saran ................................................................................................... 120

DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................. 122

LAMPIRAN

DAFTAR LAMPIRAN

1. Surat Izin Magang

2. Surat Terima Magang

3. Surat Keterangan Selesai Magang

4. Form Catatan Perawatan Harian Anak Gizi Buruk

5. Kartu Monitoring Berat Badan

6. Formulir Penyelidikan Kasus Gizi Buruk

7. Form Laporan Kasus Gizi Buruk di Rumah Sakit

8. Formulir Pemeriksaan Klinis

9. Form Baku Rujukan Penilaian Status Gizi Anak Laki-Laki dan Perempuan
Menurut Berat Badan dan Panjang Badan (BB/TB-PB) Menurut WHO-NCHS,
1983

10. Form Baku Rujukan Penilaian Status Gizi Anak Laki-Laki dan Perempuan
Menurut Berat Badan dan Tinggi Badan / Panjang Badan (BB/TB-PB) Menurut
WHO-NCHS, 1983

11. Form Tabel Petunjuk pemberian F 75 Untuk Anak Gizi Buruk Tanpa Edema

12. Form Tabel Petunjuk pemberian F 75 Untuk Anak Gizi Buruk Edema Berat

13. Form Tabel Petunjuk pemberian F 100 Untuk Anak Gizi Buruk

DAFTAR SINGKATAN

RSUDDH = Rumah Sakit Umum Daerah Depati Hamzah

PGRS

= Pelayanan Gizi Rumah Sakit

KB

= Keluarga Berencana

UGD

= Unit Gawat Darurat

EKG

= Elektrokardiography

USG

= Ultrasonography

CTG

= Cotophography

IPSRS

= Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit

SOP

= Standard Operational Procedure

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Prevalensi Gizi Buruk di Indonesia ...............................................

.2

Tabel 1.2 Prevalensi Gizi Buruk di Bangka Belitung ...................................

2

Tabel 2.1 Baku Antropometri (NCHS)..........................................................

20

Tabel 2.2 Tahap Pemberian Diet ...................................................................

49

Tabel 2.3 Hasil Pemeriksaan dan Tindakan Pada Anak Gizi Buruk .............

50

Tabel 3.1 Jadwal Kegiatan Magang ..............................................................

53

Tabel 4.1 Ketenagaan RSUDDH Pangkal Pinang .........................................

67

Tabel 4.2 Indikator Kegiatan Kinerja RSUDDH Tahun 2008&2009............

72

Tabel 4.3 Indikator Pelayanan Rawat Inap RSUDDH Tahun 2009 ...............

72

Tabel 4.4. Kadar Albumin ..............................................................................

95

Tabel 4.5 Kebutuhan Zat Gizi ........................................................................

98

Tabel 4.6 Jadwal, Jenis dan Pemberian Makanan .........................................

100

Tabel 4.7 Tahap Pemberian Diet ..................................................................

100

Tabel 4.8 Bahan Makanan (Formula WHO) Dan Nilai Gizi Makanan Pada
Pasien Gizi Buruk .........................................................................

102

Tabel 4.9 Pedoman Pemberian Formula Anak Gizi Buruk (Depkes RI, 2003)... 107

Tabel 4.10 Prosedur Kerja Asuhan Gizi Diruang Rawat Inap ........................

110

Tabel 4.11 Laporan Kasus Anak Gizi Buruk di RSUDDH ............................

113

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Gizi adalah keseluruhan berbagai proses dalam tubuh makhluk hidup untuk

menerima bahan makanan dari lingkungan hidupnya dan menggunakan bahan-bahan

tersebut agar menghasilkan berbagai aktivitas penting dalam fungsi tubuhnya sendiri

(Almatsier, 2004). Dalam mengkonsumsi makanan, dianjurkan memilih bahan

makanan yang alami dan bergizi agar dapat mendorong peningkatan fungsi tubuh

baik ketika sehat maupun sakit.

Masalah gizi merupakan salah satu penentu utama kualitas sumber daya

manusia. Gizi yang tidak seimbang, baik berupa kekurangan maupun kelebihan akan

menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan. Berbagai penelitian menunjukan

bahwa gangguan gizi kurang pada balita membawa dampak negatif terhadap

pertumbuhan fisik maupun mental yang selanjutnya akan menghambat prestasi

belajar. Akibat lainnya adalah penurunan daya tahan sehingga kejadian infeksi

meningkat (Depkes RI, 1998). Kekurangan gizi akan menyebabkan hilangnya masa

hidup sehat pada balita. Dampak yang lebih serius dari kekurangan gizi adalah

timbulnya kecacatan, tingginya angka kesakitan, dan percepatan kematian (Depkes

RI, 1998)

Tabel 1.1
Prevalensi Gizi Buruk di Indonesia

No

Tahun

Prevalensi

Sumber: Depkes RI

Anak usia di bawah lima tahun merupakan golongan yang rentan terhadap

masalah kesehatan dan gizi, diantaranya adalah masalah kurang energi protein (KEP)

yang merupakan masalah gizi utama di Indonesia. Secara nasional prevalensi gizi

kurang dan gizi buruk di Indonesia masih tinggi. Pada tahun 2005 tercatat 1.03%

dari jumlah penduduk mengidap gizi buruk,kemudian naik menjadi 2.10% pada

tahun 2006, dan kembali melonjak manjadi 3.48% pada tahun 2007. Selama tahun

2006 terjadi kasus gizi gizi buruk sebanyak 9.163 balita dan mengalami peningkatan

menjadi 15.980 balita pada tahun 2007 sehingga terjadi kenaikan sebanyak 6.817

penderita gizi buruk dari tahun sebelumnya (Republika Online, 2008)

Tabel 1.2
Prevalensi Gizi Buruk di Bangka Belitung

No.

Tahun

Prevalensi

1.

2005

8.7%

2.

2006

7.4%

3.

2007

4.6%

Sumber : Dinkes provinsi Bangka Belitung

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi

Bangka Belitung tahun 2005 prevalensi gizi buruk sebesar 8,7 %, sedangkan pada

tahun 2006 prevalensi gizi buruk sebesar 7.4%, pada tahun 2007 terjadi kasus gizi

buruk sebesar 4,6%. Sedangkan pada tahun 2008 yang tersebar terjadi kasus gizi

1.

2005

1.03%

2.

2006

2.10%

3.

2007

3.48%

buruk dan gizi kurang dibeberapa kabupaten antara lain di Bangka tercatat kasus gizi

buruk dan kurang 0.99%, Kota Pangkal Pinang 0.97%, Bangka Barat 2.93%, Bangka

Tengah 0.58%, Bangka Selatan 0.58%, Provinsi Babel 0.58%, Belitung tercatat

2.82% dan Belitung terjadi kasus gizi buruk dan kurang 3.21%. Kondisi ini akan

berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia. Salah satu konsekuensi dari

kurang gizi adalah gangguan pertumbuhan. Pertumbuhan normal dapat tercapai bila

berat badan anak berdasarkan berat badan menurut tinggi badan (BB/TB) dan bila di

plot dalam kartu menuju sehat (KMS) berada pada garis pertumbuhan normalnya

(Growth Trajectory).

Kekurangan energi protein (KEP) tidak terjadi secara tiba-tiba (akut), tetapi

merupakan kejadian kronis yang selalu ditandai dengan kenaikan berat badan yang

tidak cukup. Perubahan berat badan merupakan indikator yang dianggap sensitif

untuk mendeteksi perubahan keadaan gizi masyarakat. Pemantauan pertumbuhan

merupakan salah satu kegiatan utama program perbaikan gizi di lebih dari 80 negara

yang menitikberatkan pada upaya pencegahan dan peningkatan keadaan gizi anak

(Minarto, 2006). Menurut Rohde (1984), pemantauan pertumbuhan merupakan suatu

rangkaian kegiatan yang terdiri dari pengukuran fisik dan perkembangan individu di

masyarakat dengan tujuan meningkatkan status kesehatan anak, perkembangan, dan

kualitas hidup. Peningkatan berat badan merupakan indikator yang sensitif terhadap

pertumbuhan anak.

Penyimpangan tumbuh kembang dapat terjadi apabila terdapat hambatan atau

gangguan dalam prosesnya sejak intra uterin hingga dewasa. Penyimpangan dapat

memberikan manifestasi klinis baik kelainan dalam pertumbuhan dengan atau tanpa

kelainan perkembangan. Walaupun terdapat kombinasi pengaruh faktor biologik.

Psikologik dan sosial pada perkembangan anak, pengaruh masing-masing faktor

secara terpisah perlu diperhatikan. Kelainan pertumbuhan anak yang dijumpai adalah

antara lain perawakan pendek (short stature), perawakan gigi (tall stature), yang

diklasifikasi sebagai variasi normal dan patologis, malnutrisi dan obesitas, sehingga

diperlukan suatu kiat dalam pengukuran antropometri sebagai salah satu cara

penilaiannya (Robert, 2004).

Untuk mengantisipasi masalah tersebut, diperlukan upaya pencegahan dan

penanggulangan secara terpadu di setiap tingkat pelayanan kesehatan, termasuk pada

sarana kesehatan seperti Rumah Sakit, Puskesmas Perawatan, Puskesmas, Balai

pengobatan, Puskesmas Pembantu, Pos Pelayanan Terpadu, dan Pusat Pemulihan

Gizi yang disertai peran aktif masyarakat. Rumah sakit adalah suatu fasilitas

pelayanan kesehatan perorangan yang menyediakan rawat inap dan rawat jalan,

memberikan pelayanan kesehatan jangka pendek dan jangka panjang terdiri dari

observasi, diagnostik, terapeutik dan rehabilitatif untuk orang-orang yang menderita

sakit, cidera dan melahirkan.

Pelayanan gizi di rumah sakit adalah pelayanan gizi yang disesuaikan dengan

keadaan pasien dan berdasarkan keadaan klinis, status gizi, dan status metabolisme

tubuhnya. Keadaan gizi pasien sangat berpengaruh pada proses perjalanan penyakit

dapat berpengaruh terhadap keadaan gizi pasien. Sering terjadi kondisi klien/pasien

semakin buruk karena tidak diperhatikan keadaan gizinya. Pengaruh tersebut bisa

berjalan timbal balik, seperti lingkaran setan. Hal tersebut diakibatkan karena tidak

tercukupinya kebutuhan zat gizi tubuh untuk perbaikan organ tubuh (Depkes RI,

2003).

Pelayanan gizi rumah sakit bagian integral dari pelayanan kesehatan

paripurna rumah sakit dengan beberapaa kegiatan anatara lain pelayanan Gizi rawat

Inap, Rawat Jalan dan Penyelenggaraan Makanan. Pelayanan gizi rawat inap adalah

serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan gizi pasien melalui

makanan sesuai dengan penyakit yang diderita selama pasien mendapat perawatan di

Rumah Sakit ( Instalasi Gizi Perjan RSCM dan Asosiasi Dietsin Indonesia, 2005),

sedangkan pelayanan gizi rawat jalan adalah kegiatan pelayanan gizi yang

berkesinambungan dimulai dari perencanaan diet, pelaksanaan konseling gizi hingga

evaluasi rencana diet kepada klien/pasien rawat jalan (Departemen Kesehatan RI,

2003).

Pelayanan gizi dirumah sakit dalam tatalaksana balita gizi buruk yaitu suatu

kegiatan pelayanan gizi balita gizi buruk yang memberikan penanganan dan

perawatan dalam pemulihan balita gizi buruk dengan cara rawat inap dan rawat jalan

mulai pasien di rujuk/masuk ke rumah sakit sampai pasien keluar dari rumah sakit

dengan kondisi yang cukup membaik.

Rumah Sakit Umum Daerah Depati Hamzah (RSUDDH) Pangkal Pinang

merupakan rumah sakit rujukan di kawasan Bangka Belitung, menjadi badan layanan

umum, serta menjadi rumah sakit trauma centre, seiring ditetapkannya Pangkal

Pinang sebagai Ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. RSUDDH ini adalah

rumah sakit rujukan juga yang menangani masalah kasus gizi buruk, yang

merupakan tempat perawatan dan pemulihan anak gizi buruk yang terjadi di Provinsi

Bangka Belitung. RSUDDH ini bekerja sama dengan program pemerintah dan

Dinas-Dinas kesehatan dalam perawatan dan pemulihan kasus anak gizi buruk hanya

rawat inap. Jumlah pasien gizi buruk di RSUDDH yang dirawat inap tahun 2007

terdapat 32 kasus, sedangkan pada tahun 2008 terdapat 25 kasus pasien gizi buruk

dan pada tahun 2009 berjumlah 23 kasus pasien gizi buruk.

Kegiatan pelayanan gizi di RSUDDH ini terdapat di ruangan perawatan. Ada

beberapa tatalaksana asuhan gizi bagi pasien gizi buruk di ruang perawatan RSUD

Depati Hamzah antara lain pengkajian status gizi , penentuan kebutuhan gizi,

penentuan macam diet, konseling gizi dan pemantauan/evaluasi terhadap pasien gizi

buruk

Untuk itu dengan adanya kasus gizi buruk di Bangka Belitung ini, saya

berminat untuk melakukan magang khususnya dalam tatalaksana asuhan gizi pasien

gizi buruk di Rumah Sakit Umum Depati Hamzah yang merupakan Rumah Sakit

rujukan perawatan anak gizi buruk di Provinsi Bangka Belitung.

1.2 Tujuan

1.2.1. Tujuan Umum

Mengetahui gambaran tatalaksana asuhan gizi bagi pasien gizi buruk di

ruang perawatan Rumah Sakit Umum Daerah Depati Hamzah Pangkal Pinang.

1.2.2 Tujuan Khusus.

1. Diketahuinya informasi tentang gambaran umum meliputi (struktur

organisasi, sarana dan prasarana, ketenagaan, dan kinerja) kegiatan Rumah

Sakit Umum Daerah Depati Hamzah Pangkal Pinang?

2. Diketahuinya gambaran umum ruang perawatan dan Instalasi Gizi Rumah

Sakit Umum Daerah Depati Hamzah Pangkal Pinang?

3. Diketahuinya gambaran kegiatan dan ketenagaan asuhan gizi pada

tatalaksana asuhan gizi pasien gizi buruk di ruang perawatan Rumah Sakit

Umum Daerah Depati Hamzah Pangkal Pinang?

4. Diketahuinya gambaran tindakan perawatan dan pengobatan pasien gizi

buruk di ruang perawatan asuhan gizi Rumah Sakit Umum Daerah Depati

Hamzah Pangkal Pinang?

1.3. Manfaat

Magang diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi semua pihak yang

terlibat didalamnya, yaitu mahasiswa, institusi magang, dosen, maupun Program

Studi Kesehatan Masyarakat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

1.3.1. Bagi Mahasiswa

1. Mendapatkan pengalaman bekerja dalam tim (team work) untuk

memecahkan berbagai masalah kesehatan sesuai bidang institusi kerja

tempat magang

2. Mengerti dan memahami berbagai masalah kesehatan masyarakat secara

nyata di institusi kerja sebagai bagian dari kesiapan mahasiswa dalam

memasuki dunia kerja

3. Mendapatkan kesempatan untuk mengaplikasikan berbagai teori yang

didapat selama kuliah

4. Mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kompetensi diri serta

adaptasi dunia kerja

5. Mahasiswa mengetahui dan mendapatkan untuk mengetahui gambaran

tatalaksana asuhan gizi bagi pasien gizi buruk di ruang perawatan

RSUDDH Pangkal Pinang

1.3.2. Bagi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

1. Terbinanya suatu jaringan kerja sama dengan instansi tempat magang

dalam upaya meningkatkan ketertarikan dan kesepadanan antara substansi

akademik dengan pengetahuan dan keterampilan sumber daya manusia

yang dibutuhkan dalam pembangunan kesehatan masyarakat.

2. Meningkatnya kapasitas dan kualitas pendidikan dengan menghasilkan

peserta didik yang terampil dan berpengalaman.

1.3.3. Bagi Instansi Terkait

1. Dapat memanfaatkan pengetahuan mahasiswa, baik dalam kegiatan

manajemen maupun kegiatan operasional.

2. Hasil analisa magang dapat menjadi pertimbangan untuk mengetahui

gambaran tatalaksana asuhan gizi bagi pasien gizi buruk di ruang

perawatan RSUDDH guna memberikan kontribusi bagi institusi magang,

khususnya dalam menemukan solusi dari masalah kesehatan masyarakat

secara proporsional

1.4. Ruang Lingkup

Kegiatan magang ini dilaksanakan oleh Mahasiswa Peminatan Gizi

Kesehatan Masyarakat FKIK UIN Syarif Hidayatullah yang bertujuan untuk

mengetahui gambaran tatalaksana asuhan gizi bagi pasien gizi buruk di ruang

perawatan Rumah Sakit Umum Daerah Depati Hamzah Pangkal Pinang. Magang ini

memiliki bobot nilai 4 sks yang sebanding dengan 26 hari kerja dengan lama kerja 8

jam perhari. Mahasiswa masuk setiap hari sesuai dengan hari kerja di instansi terkait.

Waktu pelaksanaan magang ini dimulai pada tanggal 1 Februari 2010.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Gizi dan Tumbuh Kembang Anak

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->