askep anencephaly

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Tiap tahunnya 4.130 bayi di Amerika lahir dengan cacat tabung saraf dan hampir 1.200-nya meninggal. Setelah fortifikasi, terjadi penurunan tiap tahunnya, menjadi 3.000 bayi, dengan 840 kematian. Demikian hasil penelitian dari Pusat Pencegahan dan Pengawasan Penyakit Amerika (CDC). Kasus spina bifida sendiri turun menjadi 31 persen, dan anensefalus turun menjadi 16 persen. Anensefalus ialah otak yang tidak berkembang sempurna disebabkan karena kegagalan dari tabung saraf untuk menutup pada bagian ujung atasnya yang dapat mengakibatkan keguguran, janin mati dalam kandungan atau bayi yang mati setelah dilahirkan. Untuk pencegahannya diberikan asam folat 400 mikrogram sehari pada wanita usia subur atau selambat-lambatnya pada wanita yang sedang hamil pada awal trimester pertama (3 bulan pertama) dimana merupakan saat-saat terpenting pembentukan tabung saraf. Pemberian dapat berupa suplemen atau asam folat yang dapat ditemukan dalam makanan dan minuman seperti susu, sereal dan lain-lain. Penurunan kasus ini akan lebih besar lagi bila lebih banyak wanita usia subur yang mengkonsumsi asam folat sedini mungkin sebelum pembuahan terjadi. Karena pembentukan tabung saraf dimulai pada awal trimester pertama maka banyak di antara ibu-ibu yang tidak menyadari bila mereka telah hamil dan harus segera mendapat asupan asam folat. Saat ini di Amerika baru sekitar 30 – 35 persen wanita usia subur subur yang mengkonsumsi asam folat. BAB II PEMBAHASAN A.KONSEP TEORI A. DEFINISI

Anensefalus adalah suatu keadaan dimana sebagian besar tulang tengkorak dan otak tidak terbentuk. Anensefalus adalah suatu kelainan tabung saraf (suatu kelainan yang terjadi pada awal perkembangan janin yang menyebabkan kerusakan pada jaringan pembentuk otak dan korda spinalis). Anencephaly adalah cacat perkembangan serius dari sistem saraf pusat di mana otak dan tengkorak kubah yang terlalu cacat. Cerebrum dan cerebellum berkurang atau tidak ada, namun otak belakang hadir. Anencephaly adalah bagian dari spektrum defek tabung saraf (NTD). Cacat ini terjadi jika tabung saraf gagal menutup selama minggu keempat ketiga untuk pembangunan, yang menyebabkan hilangnya janin, lahir mati, atau kematian neonatus. Anencephaly, seperti bentuk lain dari NTDs, umumnya mengikuti pola transmisi multifaktorial, dengan interaksi beberapa gen serta faktor lingkungan, meskipun baik gen

maupun faktor lingkungan yang baik ditandai. Dalam beberapa kasus, anencephaly mungkin disebabkan oleh kelainan kromosom, atau mungkin menjadi bagian dari proses yang lebih kompleks yang melibatkan gen tunggal cacat atau gangguan pada membran ketuban. Anencephaly dapat dideteksi sebelum lahir dengan ultrasonografi dan pertama mungkin dicurigai sebagai hasil dari tes peningkatan serum ibu alfa-fetoprotein (MSAFP) penyaringan. Asam folat telah terbukti menjadi agen pencegahan mujarab yang mengurangi potensi risiko anencephaly dan NTDs lain dengan sekitar dua pertiga. B. ETIOLOGI

Anensefalus terjadi jika tabung saraf sebelah atas gagal menutup, tetapi penyebabnya yang pasti tidak diketahui. Penelitian menunjukkan kemungkinan anensefalus berhubungan dengan racun di lingkungan juga kadar asam folat yang rendah dalam darah. Anensefalus ditemukan pada 3,6-4,6 dari 10.000 bayi baru lahir. Faktor resiko terjadinya anensefalus adalah: - Riwayat anensefalus pada kehamilan sebelumnya - Kadar asam folat yang rendah. Resiko terjadinya anensefalus bisa dikurangi dengan cara meningkatkan asupan asam folat minimal 3 bulan sebelum hamil dan selama kehamilan bulan pertama. C. GEJALA

Ibu : polihidramnion (cairan ketuban di dalam rahim terlalu banyak) Pada Bayi : - Bayi tidak memiliki tulang tengkorak -Bayi tidak memiliki otak (hemisfer serebri dan serebelum) - Bayi kelainan pada gambaran wajah - Bayi kelainan jantung. D.

Asam Folat Rendah

Genetik PATOFISIOLOGI

Kerusakan pada Jaringan Pembentuk Otak dan Korda Spinalis

Anenchepalitis

Tidak Ada Otak/ Tempurung Otak

Kelainan Jantung

Gangguan Perfusi Jaringan

Resiko Terjadinya Infeksi

Gangguan penurunan curah jantung

Kematian

Tidak adanya otak dan calvaria mungkin parsial atau lengkap. arsen. alfa feto protein cairan amnion dan serum ibu. MANIFESTASI KLINIS Gejala klinis sangat bervariasi. termasuk hidrosefalus dan banyaknya jaringan otak yang mengalami displasia dan masuk ke dalam kantung encephalocele. kecuali massanya terlalu besar dan dijumpai mikrosefali yang jelas. . kejang. Anencephaly hasil dari kegagalan penutupan tabung saraf pada akhir tengkorak embrio berkembang. membran terkait protein signaling kompleks yang disebut VANGL1. Berbagai faktor lingkungan tampaknya berpengaruh dalam penutupan tabung saraf. lempeng saraf muncul sekitar 18 hari setelah pembuahan. telah terbukti berhubungan dengan risiko NTDs. Antimetabolites Folat. lempeng saraf invaginates sepanjang garis tengah embrio untuk membentuk alur saraf. dan hipertermia dalam pengembangan awal telah diidentifikasi sebagai stresor yang meningkatkan risiko NTDs. Hampir semua encephalocele memerlukan intervensi bedah saraf. dengan interaksi beberapa gen serta faktor lingkungan. Satu gen tersebut. prognosisnya lebih baik dan dapat berkembang normal. suatu gen kedua. dengan penyelesaian antara hari 24 untuk akhir hari tengkorak dan 26 untuk akhir caudal. Jika hanya mengandung meningen saja. E. methylenetetrahydrofolate reduktase (MTHFR). Selama minggu keempat pembangunan. Gejala-gejala sehubungan dengan malformasi otak adalah mental retardasi. Bila mungkin. Pada tahun 2007. apalagi bila ditemui kulit yang tidak utuh dan perlukaan di kepala. Kebanyakan kasus anencephaly mengikuti pola pewarisan multifaktorial. juga terbukti berhubungan dengan risiko cacat tabung saraf. mikotoksin dalam makanan jagung yang terkontaminasi. meskipun gen yang terlibat dalam metabolisme folat diyakini penting. ataxia spastik. buta dan gangguan gerakan bola mata. tergantung malformasi serebral yang terjadi. Gangguan dari proses penutupan yang normal menimbulkan NTDs. Paling menonjol.Dalam embrio manusia normal. tindalan bedah sedini mungkin untuk menghindari infeksi. Sebenarnya diagnosis perinatal dapat ditegakkan dengan pemeriksaan USG. asam folat dan folates alami lainnya memiliki efek pencegahan yang kuat. diabetes ibu. Tabung saraf dibentuk sebagai penutupan alur saraf berlangsung dari tengah ke ujung di kedua arah. obesitas ibu. Gen-gen tertentu yang paling penting dalam NTDs belum diidentifikasi. termasuk anencephaly.

Hentikan kebiasaan merokok dan hindari asap rokok. Wanita yang mempunyai keluarga dengan riwayat kelainan cacat bawaan hendaknya lebih waspada karena bisa diturunkan secara genetik. dan usahakan untuk melakukan USG minimal tiap trimester. g. dokter akan memberi suplemen asam folat ini. Pada encephalocele yang ditutupi kulit kepala yang baik. Usahakan untuk tidak hamil jika usia ibu sudah mencapai 40 tahun. Vitamin A termasuk jenis vitamin yang tak larut dalam air. Tujuan operasi adalah menutup defek (watertight dural closure). misalnya jika paru-paru janin tidak dapat berkembang sempurna. d. Bayi yang menderita anensefalus tidak akan bertahan. e. Lakukan pemeriksaan kehamilan atau antenatal care yang rutin. F. terdapat gangguan kelenjar adrenal. G. f. selain juga alkohol dan narkoba karena dapat menghambat pertumbuhan janin serta memperbesar peluang terjadinya kelainan kongenital dan keguguran. Hindari asupan vitamin A berdosis tinggi. c. operasi dapat ditunda sampai keadaan anak stabil. baik yang belum ataupun sudah diketahui memberi efek buruk terhadap janin. Jadi. Jalani pola hidup sehat. Inilah beberapa di antaranya: a. Kelainan kongenital adalah penyebab keguguran yang paling besar.Pada neonatus apabila dijumpai ulkus pada encephalocele atau tidak terjadi kebocoran cairan serebrospinal. PENCEGAHAN Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah cacat bawaan. mikrosefali (ukuran kepala kecil). PEMERIKSAAN PENUNJANG Pemeriksaan yang biasa dilakukan adalah: Kadar asam lemak dalam serum ibu hamil Amniosentesis (untuk mengetahui adanya peningkatan kadar alfa-fetoprotein) Kadar alfa-fetoprotein meningkat (menunjukkan adanya kelainan tabung saraf) Kadar estriol pada air kemih ibu USG. bila kelebihan akan tertimbun dalam tubuh. Jangan minum sembarang obat. tapi larut dalam lemak. mereka lahir dalam keadaan meninggal. eksisi masa otak yang herniai serta memelihara fungsi otak. “Lakukan konseling genetik sebelum hamil”. Dampaknya antara lain janin mengalami urogenital abnomali (terdapat gangguan sistem kencing dalam kelamin). b. Dalam pemeriksaan. Penuhi kebutuhan akan asam folat. operasi segera dilakukan. .

. Sedang wanita yang pernah melahirkan anak dengan cacat tabung saraf sebelumnya. Jika ibu diketahui sedang terinfeksi. tindakan lebih lanjut dapat digunakan dengan mengambil sampel villi korealis dari janin dan cairan ketuban (amniosentesis). Saat kehamilan. 3) Riwayat tumbuh kembang Tahap pertumbuhan dan perkembangan untuk anak usia 12 sampai 18 bulan menurut Soetjiningsih (1995) : (1) Tahap pertumbuhan : a) Perkiraan berat badan ideal untuk usia 1 tahun dengan menggunakan rumus “umur (tahun) x 2 + 8” = 10 kg. bukan setelah terjadinya pembuahan. dianjurkan untuk mengkonsumsi asam folat yang lebih tinggi yaitu 4 mg saat sebelum hamil dan selama kehamilannya. Salah satunya. i. a. dan Herpes). lakukan tes TORCH pada saat kehamilan masih direncanakan. obatilah segera : terutama infeksi TORCH (TOksoplasma. atau pada wanita yang berisiko tinggi melahirkan bayi cacat. Rubela. Kalau ada infeksi. juga obat-obat yang pernah Anda konsumsi selama kehamilan. bagi wanita hamil yang telah berusia di atas 35 tahun. Tidak mengkonsumsi alkohol samasekali selama kehamilannya. Yang tidak kalah pentingnya adalah melakukan asuhan antenatal secara teratur. Dikhawatirkan. pengobatan bisa langsung dilakukan. paras wajah yang tidak normal dan gangguan dari sistem saraf pusat. PENGKAJIAN Data biografi Riwayat Kesehatan 1) Penyakit yang pernah diderita (terutama penyakit infeksi) 2) Riwayat imunisasi. Citomegalo. daging itu masih membawa kuman penyakit yang membahayakan janin dan ibunya. ASUHAN KEPERAWATAN 1. Selain itu. H. Konsultasikan dengan dokter mengenai penyakit yang Anda derita seperti diabetes. Pilih makanan dan masakan yang sehat. Paling baik. epilepsi (ayan) dan lainnya. b) Perkiraan tinggi badan untuk umur 1 tahun = 75 cm.h. ANJURAN Dianjurkan setiap wanita usia subur yang telah menikah untuk mengkonsumsi multivitamin yang mengandung 400 mcg asam folat setiap harinya. seperti spina bifida dan anensefalus. Alkohol dapat menimbulkan fetal alcohol syndrome (FAS). hindari daging yang dimasak setengah matang (steak atau sate). dapat dilakukan pemeriksaan laboratorium yang disebut dengan Alpha FetoProtein (AFP) untuk melihat adanya kelainan janin. yaitu suatu kondisi dimana anak mengalami gangguan perkembangan. b.

DIAGNOSA 1) Resiko terjadinya infeksi b/d tidak adanya tempurung otak 2) Penurunan curah jantung b/d adanya defek struktur jantung 3) Perubahan perfusi jaringan perifer b/d berkurangnya aliran darah ke seluruh jaringan 3. menggunakan sendok / garpu. a) Motorik kasar : berdiri sendiri. b) Menyusun 2 – 3 kotak. menaruh kubus di cangkir c) Bahasa : mengucapkan 3 kata. c) Dapat mengucapkan 5 – 10 kata. sumber air bersih. minum dari cangkir. ventilasi. 5) Riwayat kesehatan lingkungan : kebersihan lingkungan tempat tinggal. 4) Riwayat pemberian makan. berjalan mundur. membungkuk dan berdiri. d) Sosial : bermain bola. berjalan dengan baik. b) Motorik halus : mencorat – coret.c) Perkiraan jumlah pertumbuhan gigi untuk anak usia 1 tahun yaitu sebanyak 6 – 8 gigi. Pemeriksaan fisik a) Perubahan pada gambaran wajah b) Tidak terbentuknya tempurung otak atau otak c) CRT > 3 detik d) Takikardia e) TD 2. (2) Tahap perkembangan : a) Berjalan dan mengeksplorasikan rumah serta sekeliling rumah. (3) Penilaian perkembangan berdasarkan Test Denver. menirukan gerakan. 1) Tujuan PERENCANAAN DX 1: Resiko terjadinya infeksi b/d tidak adanya tempurung otak : Infeksi tidak terjadi Kriteria hasil : . d) Lingkar lengan atas ideal untuk anak usia 1 tahun = 16 cm.Pasien tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi seperti : suhu tubuh meningkat. leukosit meningkat . c. d) Memperlihat rasa cemburu dan rasa bersaing.

infeksi dapat segera ditangani c) Berikan nutrisi yang seimbang R/ Nutrisi yang seimbang dapat meningkatkan daya tahan tubuh pasien d) Hindari kontak langsung dengan pasien yang mengalami infeksi R/ 2) Tujuan Dapat meningkatkan resiko anak terkena infeksi nasokomal DX 2: Penurunan curah jantung b/d adanya defek struktur jantung : Perbaikan curah jantung Tekanan darah.Intervensi : a) Berikan istirahat yang cukup R/ Dengan istirahat yang cukup dapat meningkatkan kondisi fisik sehingga diharapkan daya tahan tubuh lebih baik b) Kaji tanda-tanda infeksi (adanya peningkatan suhu tubuh. leukosit meningkat) R/ Dengan mengetahui tanda-tanda infeksi secara dini. nadi dalam batas normal Kriteria hasil : Intervensi : Tidak terjadi perubahan perfusi jaringan perifer a) Monitor nadi dan tekanan darah R/ Nadi yang meningkat dan tekanan darah yang menurun dapat menunjukkan adanya penurunan curah jantung b) Kaji adanya perubahan perfusi jaringan perifer R/ Untuk mengetahui apakah pasien mengalami sianosis c) Cegah peningkatan suhu R/ Suhu yang meningkat menyebabkan kebutuhan akan O2 juga meningkat d) Delegatif dalam pemberian terapi Linoxin R/ Terapi Linoxin dapat membantu memperbaiki curah hujan 3) DX 3: Perubahan perfusi jaringan perifer b/d berkurangnya aliran darah ke seluruh jaringan Tujuan Kriteria hasil : Perfusi jaringan kembali normal : Pasien tidak mengalami sianosis Kulit pasien tidak pucat Kapiler refill kembali < 3 detik Intervensi : .

edisi 8 Lynda Juall Carpenito . Candranita Manuaba. 5. 2008. DAFTAR PUSTAKA Manuaba . Ilmu Kesehatan Anak. EGC : Jakarta. Pengantar Kuliah Obstetri. dan Fajar Manuaba. Implementasi adalah tahap ketiga dari proses keperawatan dimana rencana keperwatan dilaksanakan. Menunjukkan adanya kecukupan O2 pada tingkat jaringan IMPLEMENTASI Implementasi keperawatan adalah tindakan keperawatan disesuaikan dengan rencana tindakan keperawatan. Edisi 5 Vol. 13 Nelson Patofisiologi Untuk Keperawatan dr. BAB 3 PENUTUP Kesimpulan Anensefalus adalah suatu kelainan tabung saraf (suatu kelainan yang terjadi pada awal perkembangan janin yang menyebabkan kerusakan pada jaringan pembentuk otak dan korda spinalis). Jan Tambayang Diagnosa Keperawatan. EVALUASI Evaluasi keperawatan dibuat berdasarkan dari rencana tujuan. Resiko terjadinya anensefalus bisa dikurangi dengan cara meningkatkan asupan asam folat minimal 3 bulan sebelum hamil dan selama kehamilan bulan pertama.a) Kaji adanya sianosis R/ Mengetahui adanya sianosis atau tidak pada pasien sehingga dapat dilakukan tindakan yang tepat b) Batasi aktivitas pasien R/ Aktivitas pasien dapat meningkatkan kebutuhan oksigen c) Berikan terapi O2 pada pasien R/ Apabila kebutuhan O2 terpenuhi maka sianosis dapat diatasi d) Kaji kapiler refill pada pasien R/ 4. melaksanakan / aktivitas yang lebih ditentukan.

Untuk pencegahannya diberikan asam folat 400 mikrogram sehari pada wanita usia subur atau selambat-lambatnya pada wanita yang sedang hamil pada awal trimester pertama (3 bulan pertama) dimana merupakan saat-saat terpenting pembentukan tabung saraf. Pemberian dapat berupa suplemen atau asam folat yang dapat ditemukan dalam makanan dan minuman seperti susu.Dunia Kebidanan SELASA. Tujuan . 4. 1. janin mati dalam kandungan atau bayi yang mati setelah dilahirkan. sereal dan lain-lain. Rumusan Masalah Apakah pengertian Anencephalus ? Apakah Penyebab Anencephalus ? Bagaimana tanda dan gejala Anencephalus ? Bagaimana cara pencegahan bayi Anencephalus ? Bagaimana penatalaksanaan bayi dengan Anencephalus ? C. 07 MEI 2013 Makalah dan Contoh Askeb BBL dengan Anencephalus BAB I PENDAHULUAN A. 3. Penurunan kasus ini akan lebih besar lagi bila lebih banyak wanita usia subur yang mengkonsumsi asam folat sedini mungkin sebelum pembuahan terjadi. Latar Belakang Anensefalus ialah otak yang tidak berkembang sempurna disebabkan karena kegagalan dari tabung saraf untuk menutup pada bagian ujung atasnya yang dapat mengakibatkan keguguran. 5. B. 2. Karena pembentukan tabung saraf dimulai pada awal trimester pertama maka banyak di antara ibu-ibu yang tidak menyadari bila mereka telah hamil dan harus segera mendapat asupan asam folat.

5. 4. 2.1. Untuk Mengetahui peengertian Anencephalus Untuk mengetahui penyebab Anencephalus Untuk mengetahui tanda dan gejala Anencephalus Untuk mengetahui cara pencegahan Anencephalus Untuk mengetahui penatalaksanaan Anencephalus . 3.

Annencephalus adalah suatu keadaan dimana sebagian besar tulang tengkorak dan otak tidak terbentuk. penelitian menunjukkan kemungkinan anensefalus berhubungan dengan racun di lingkungan juga kadar asam folat yang rendah dalam darah.biasanya bagian dari batang otak . Pengertian Anencephalus Beberapa pengertian anencephalus menurut beberapa sumber : 1. Ancephalus adalah suatu kelainan tabung saraf (suatu kelainan yang terjadi pada awal perkembangan janin yang menyebabkan kerusakan pada jaringan pembentuk otak dan korda spinalis). tetapi penyebabnya yang pasti tidak diketahui. serta kelainan bawaan pada kimia tubuh. Sisa jaringan otak . 5. 3. Anencephaly adalah suatu keadaan dimana sebagian besar tulang tengkorak dan otak bayi tidak terbentuk.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Anensefalus terjadi jika tabung saraf sebelah atas gagal menutup. Kelainan struktur atau kelainan metabolisme terjadi akibat : hilangnya bagian tubuh tertentu. Anencephaly biasanya terjadi 23 dan 26 hari usia kehamilan.terlindung oleh selaput yang tipis saja. Anencephalus adalah kerusakan jaringan saraf pada janin sehingga pembentukan tulang pelindung otak terganggu. Anencephalus adalah kerusakan jaringan saraf pada janin sehingga pembentukan tulang pelindung otak terganggu. Kelainan metabolisme biasanya berupa hilangnya enzim atau tidak . sisanya disebabkan oleh factor lingkungan atau genetic atau kombinasi dari keduanya. Sebanyak 60% kasus kelainan bawaan penyebabnya tidak diketahui. kelainan pembentukan bagian tubuh tertentu. B. 2. Etiologi Kebanyakan bayi yang lahir dengan kelainan bawaan memiliki orang tua yang jelasjelas tidak memiliki gangguan kesehatan maupun factor resiko. 4.

000 bayi baru lahir. Radiasi. Beberapa factor yang dapat menyebabkan meningkatnya resiko kelainan bawaan: 1. Faktor genetic dan kromosom Beberapa kelainan bawaan merupakan penyakit keturunan yang diwariskan melalui gen yang abnormal dari salah satu atau kedua orang tua. Kekurangan asam folat bisa meningkatkan resiko terjadinya spina bifida atau kelainan tabung saraf lainnya. Jika satu gen hilang atau cacat. bisa terjadi kelainan bawaan. Anensefalus terjadi jika tabung saraf sebelah atas gagal menutup.6-4. infeksi virus herpes genitalis pada ibu hamil. Jumlah cairan ketuban yang abnormal. atau bayi terlahir dengan kromosom yang telah mengalami kerusakan.sempurnanya pembentukan enzim. Cairan ketuban yang terlalu sedikit bisa memperngaruhi pertumbuhan paru-paru dan anggota gerak tubuh atau bisa menunjukkan adanya kelainan ginjal yang memperlambat proses pembentukan air kemih. Semakin . Karena spina bifida bisa terjadi sebelum wanita menyadari bahwa dia hamil. juga kadar asam folat yang rendah dalam darah. Penyebab lain dari kelainan bawaan adalah pemakaian alcohol oleh ibu hamil. yang bisa menyebabkan atau menunjukkan kelainan bawaan. Resiko terjadinya anensefalus bisa dikurangi dengan cara meningkatkan asupan asam folat minimal 3 bulan sebelum hamil dan selama kehamilan bulan pertama. Pemakaian alcohol oleh ibu hamil bisa menyebabkan sindroma alcohol pada janin dan obat-obat tertentu yang diminum oleh ibu hamil juga bisa menyebabkan kelainan bawaan. Infeksi pada ibu hamil juga bisa merupakan teratogen. Gen adalah pembawa sifat individu yang terdapat di dalam kromosom setiap sel di dalam tubuh manusia. infeksi toksoplasmosis pada ibu hamil. terjadi jika ibu dan bayi memiliki factor Rh yang berbeda juga dapat meningkatkan kejadian kelainan bawaan pada bayi baru lahir. tetapi penyebabnya yang pasti tidak diketahui. obat tertentu dan racun merupakan teratogen. 4. Penimbunan cairan ketuban terjadi jika janin mengalami gangguan menelan. maka setiap wanita subur sebaiknya mengkonsumsi asam folat minimal sebanyak 400 mikrogram/hari. bayi terendam oleh cairan ketuban yang juga merupakan pelindung terhadap cedera. 3. Suatu kesalahan yang terjadi selama pembentukan sel telur atau sperma bisa menyebabkan bayi terlahir dengan kromosom yang terlalu banyak atau sedikit. Anensefalus ditemukan pada 3.6 dari 10. Penelitian menunjukkan kemungkinan anensefalus berhubungan dengan racun di lingkungan. Faktor gizi Salah satu zat yang penting untuk pertumbuhan janin adalah asam folat. Faktor teratogenik Teratogen adalah setiap factor atau bahan yang bisa menyebabkan atau meningkatkan resiko suatu kelainan bawaan. serta sindroma varicella congenital 2. Beberapa infeksi selama kehamilan yang dapat menyebabkan sejumlah kelainan bawaan sindroma rubella congenital. Faktor fisik pada rahim Di dalam rahim. yang bisa disebabkan oleh kelainan otak yang berat misalnya anensefalus atau atresia esophagus. Kelainan pada jumlah ataupun susunan kromosom juga bisa menyebabkan kelainan bawaan. Penyakit Rh.

tua seorang wanita ketika hamil terutama diatas 35 tahun maka semakin besar kemungkinan terjadinya kelainan kromosom pada janin yang dikandungnya. Setelah beberapa transformasi (perubahan bentuk). kedua belah hemisphere otak dan tempurung kepala (vault of cranium). C. akan tetapi bagian dari batang otak biasanya tetap ada. Cacat bumbung saraf ini merupakan cacat bawaan pada pembentukan yang terjadi antara 20 sampai 28 hari setelah pembuahaan sel telur (Sadler 1998). Patofisiologi Anencephaly tergolong rumpun cacat bumbung saraf atau neural tube defect (NTD). Juga tanpameninges. yang selanjutnya membentuk menjadi tulang punggung dan urat sarafnya. Sel-sel plat saraf (neural plate) membentuk sistim saraf pada janin. Kira-kira ¼ bayi anencephaly meninggal pada saat dia dilahirkan. Kemungkinan bayinya buta dan tidak ada pergerakan reflek atau hanya beberapa saja yang berfungsi. Pada pertumbuhan yang normal. kutup utama (superior pole) akhirnya terbentuk menjadi otak. sel-sel tersebut saling melipat satu sama lainnya untuk membentuk yang dinamakan bumbung atau tabung saraf (neural tube). Sisa jaringan otak terlindung oleh selaput yang tipis saja. Pada kasus NTD. . Janin dengan penyakit ini terlahir tanpa kulit kepala atau cerebellum. Anencephaly terjadi bila ujung tabung saraf ini gagal menutup. Kelainan bawaan yang lainnya disebabkan oleh mutasi genetic (perubahan pada gen yang bersifat spontan dan tidak dapat dijelaskan). bumbung saraf ini gagal menutup secara sempurna. sedangkan yang selamat pada saat dilahirkan dapat bertahan hidup selama beberapa jam atau beberapa hari (Jaquier 2006).

3.D. c. Pemeriksaan Penunjang Kadar asam lemak dalam serum ibu hamil Amniosentesis (untuk mengetahui adanya peningkatan kadar alfa-fetoprotein) Kadar alfa-fetoprotein meningkat (menunjukkan adanya kelainan tabung saraf) Kadar estriol pada air kemih ibu USG . a. Tanda dan Gejala 1. Ibu Polihidramnion (cairan ketuban di dalam rahim terlalu banyak) 2. 3. 2. 1. 1. 2. Faktor Resiko Faktor ibu usia resiko tinggi Riwayat anencephalus pada kehamilan sebelumnya Hamil dengan kadar asam folat rendah Fenilketonuria pada ibu yang tidak terkontrol Kekurangan gizi (malnutrisi) Mengonsumsi alkohol selama masa kehamilan. Bayi Tidak memiliki tulang tengkorak tidak memiliki otak (hemisfer serebri dan serebelum) kelainan pada gambaran wajah kelainan jantung F. 5. d. 4. 4. 5. 6. b. E.

Pemeriksaan meliputi infeksi yang cermat. Scan mesti dilakukan diantara kehamilan 15 sampai 20 minggu. atau NTD. Ini menunjukkan bahwa tes darah saja tidak cukup bukti. ternyata tetap melahirkan bayi yang sehat. paling tepat pada minggu ke-16. Kebanyakan hasil tes darah ibu yang tingkat AFPnya tinggi. maka kemungkinan salah diagnose sangat kecil. Pemeriksaan lebih lanjut perlu dilakukan (USG atau amniocentesis) untuk memastikan adanya masalah. Terapi. Diagnosis antenatal Diagnosa antenatal umumnya bila ibu hamil dengan faktor resiko kelainan kongenital. 2. palpasi dan auskulatasi kepala dan spina. Kalau tingkat AFPnya tinggi. maka ada kemungkinan janin menderita kelainan NTD. Seorang spesialis dengan alat USG yang resolusinya tinggi. dapat mendeteksi anencephaly pada umur kehamilan 10 minggu. Bintik cafe-au-lait multipel dan tanda klinis neutrofil bromatosis lain mengarah pada stenosis akueduktus sebagai penyebab Ancephalus.6. 1. tekanan pada tengkorak waktu toucher menyebabkan gerakan yang tak beraturan dan bunyi jantung menjadi lambat. Sementara tes darah ibu yang hasil tingkat AFPnya tinggi hanya menunjukkan bahwa ada risiko lebih tinggi bahwa bayinya memiliki Trisomy 21 atau 18. sebaiknya melakukan tes-tes lebih lanjut untuk memastikan apakah bayi Anda menderita salah satu kelainan tersebut diatas. terapi untuk Ancephalus tergantung pada penyebabnya. Tingkat AFP dapat diukur melalui maternal serum screening (tes darah ibu). Diagnosa Pada palpasi tidak dapat ditentukan dimana letaknya kepala. Pemeriksaan anak dengan Ancephalus terkait – x akibat stenosis akueduktus. anencephaly baru dapat diketahui atau diduga pada umur kehamilan 16 minggu. kedua ujung badan lunak. Anencephaly adalah kelainan yang dapat dilihat dengan alat USG dengan sangat mudah. Jika seorang dokter yang ahli melakukan scan pada umur kehamilan 16 minggu dan ternyata hasil diagnosenya anencephaly. meningitis/ensefalitis adalah penting untuk pemastian. Riwayat prematuritas masa lalu dengan perdarahan intrakranial. . G. Dalam keadaan kurang menguntungkan. Diagnosa postnatal Diagnosis postnatal bila kelainan kongenital sudah positif ditemukan.

Separuh dari bagian belakang kepala biasanya tertutup kulit dan rambut. mereka memberi tanggapan terhadap kasih sayang. Besarnya „lobang“ ini berbeda-beda dari satu bayi ke bayi lainnya. Hal ini terjadi. Pada kehamilan yang pada umumnya. Kalau air ketuban tidak pecah. Akan tetapi. Hal ini bisa mengakibatkan ibunya meminta perangsang persalinan pada masa kehamilannya sudah genap. pada sekitar 25% wanita yang mengandung anak anencephaly. bahwa ia sekedar hidup saja. menangis. Untuk mengurangi kelebihan air ketuban. sehingga gejala-gejala akan melahirkan sering tidak muncul dengan sendirinya. sehingga ucap kali bayi anencephaly dapat julukan mirip “kodok”. Ada kemungkinan bola mata bayi agak menonjol keluar. maka kemungkinan bayinya lahir dalam keadaan hidup menurun drastis (Jaquier 2006). diakibatkan oleh karena kelainan bentuk tengkorak bagian mata. sehingga sang ibu merasa lebih lega.Kehamilan dengan bayi anencephaly tidak ada pengaruh apa-apa. Jaringan otak dapat berkembang pada tahap berbeda-beda. Ada bayi yang bisa menelan. proses melahirkan seorang bayi anencephaly hampir sama dan sama lamanya dengan halnya kelahiran bayi normal. mendengar. sehingga leher rahim bisa membuka dengan tekanan air ketuban. karena reflek untuk menelan pada si bayi. Tetapi yang paling penting. . mendengar. Tubuh sang bayi sama sekali tidak terpengaruh. bahwa kalau air ketuban sengaja dipecahkan. pernyataan ini sering tidak sesuai dengan pengalaman keluarga yang pernah mengurus bayi anencephaly. Hasil pengalaman menunjukkan. merasakan rasa sakit. Air ketuban di sedot dengan syringe. kadangkadang tidak berfungsi. Jaringan saraf berwarna merah tua hanya tertutup oleh selaput yang tipis muncul pada bagian atas kepala yang dalam keadaan terbuka. kelenjar di bawah otak(pituitary gland) dan suprarenals atau kelenjar ginjal sang bayi yang membantu merangsang proses persalinan. Bayi Anencephal Dokter akan mengatakan bahwa anencephaly tidak dapat melihat. minum. Bagian otak yang terpengaruh kecacatannya itu berbeda-beda dari satu bayi ke bayi yang lainnya. atau terhambat pertumbuhannya. Ada kemungkinan bayinya lahir premature atau air ketuban pecah. pada saat melahirkan penting agar air ketuban tidak pecah selama memungkinkan. mengalami polyhydramnios atau kelebihan air ketuban. akan mengakibatkan perasaan tidak nyaman bagi sang ibu. Seseorang tidak memerlukan sebuah otak yang lengkap untuk dapat merasakan kasih sayang – yang diperlukan hanya sebuah hati. H. merasakan vibrasi (suara yang keras) dan ada reaksinya kalau disentuh dan bahkan berreaksi pada sinar. Pada bayi anencephaly kelenjar di bawah otak dan kelenjar ginjal ini tidak ada. Kalau volume air ketuban sangat kelebihan. Berhubung bayi tidak memiliki tempurung kepala. Akan tetapi. Akan tetapi tempurung kepalanya (vault of cranium) tidak ada mulai dari alis mata ke atas. sehingga dia tidak dapat menelan air ketuban seperti halnya dilakukan bayi biasa. seorang dokter dapat melakukan amniocentesis.

Paling baik lakukan tes TORCH pada saat kehamilan masih direncanakan bukan setelah terjadinya pembuahan. 3. Penatalaksanaan pada kehamilan Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah cacat bawaan. Pencegahan Wanita yang mempunyai keluarga dengan riwayat kelainan cacat Usahakan untuk tidak hamil jika usia ibu sudah mencapai 40 tahun. mikrosefali (ukuran kepala kecil). Hentikan kebiasaan merokok dan hindari asap rokok. Dikhawatirkan daging itu masih membawa kuman penyakit yang membahayakan janin dan ibunya. dan Herpes). Jika ibu diketahui sedang terinfeksi pengobatan bisa langsung dilakukan. bila kelebihan akan tertimbun dalam tubuh. 4. J. Rubela. Jalani pola hidup sehat. Jangan minum sembarang obat baik yang belum ataupun sudah diketahui memberi efek buruk terhadap janin. 5. alkohol dan narkoba karena dapat menghambat pertumbuhan janin serta memperbesar peluang terjadinya kelainan kongenital dan keguguran. Hindari asupan vitamin A berdosis tinggi. 2. 8.I. Lakukan pemeriksaan kehamilan atau antenatal care yang rutin dan usahakan untuk melakukan USG minimal tiap trimester. Jadi. 9. 6. Inilah beberapa di antaranya: . 7. Vitamin A termasuk jenis vitamin yang tak larut dalam air tapi larut dalam lemak. Pilih makanan dan masakan yang sehat. Salah satunya hindari daging yang dimasak setengah matang (steak atau sate). terdapat gangguan kelenjar adrenal. 1. Dampaknya antara lain janin mengalami urogenital abnomali (terdapat gangguan sistem kencing dalam kelamin). Kalau ada infeksi obatilah segera : terutama infeksi TORCH (TOksoplasma. Citomegalo. Penuhi kebutuhan akan asam folat.

Citomegalo. dapat dilakukan pemeriksaan laboratorium yang disebut dengan Alpha Feto-Protein (AFP) untuk melihat adanya kelainan janin. Dianjurkan setiap wanita usia subur yang telah menikah untuk mengkonsumsi multivitamin yang mengandung 400 mcg asam folat setiap harinya. Rubela. Kalau ada infeksi. 10. bila kelebihan akan tertimbun dalam tubuh. 9. Sedang wanita yang pernah melahirkan anak dengan cacat tabung saraf sebelumnya. Pilih makanan dan masakan yang sehat. Jangan minum sembarang obat. Alkohol dapat menimbulkan fetal alcohol syndrome (FAS). hindari daging yang dimasak setengah matang (steak atau sate). . lakukan tes TORCH pada saat kehamilan masih direncanakan. dianjurkan untuk mengkonsumsi asam folat yang lebih tinggi yaitu 4 mg saat sebelum hamil dan selama kehamilannya. Jadi. Hentikan kebiasaan merokok dan hindari asap rokok. Tidak mengkonsumsi alkohol samasekali selama kehamilannya. pengobatan bisa langsung dilakukan. misalnya jika paru-paru janin tidak dapat berkembang sempurna. Paling baik.1. “Lakukan konseling genetik sebelum hamil”. paras wajah yang tidak normal dan gangguan dari sistem saraf pusat. Salah satunya. obatilah segera : terutama infeksi TORCH (TOksoplasma. 6. seperti spina bifida dan anensefalus. 12. Saat kehamilan. selain juga alkohol dan narkoba karena dapat menghambat pertumbuhan janin serta memperbesar peluang terjadinya kelainan kongenital dan keguguran. Dikhawatirkan. Wanita yang mempunyai keluarga dengan riwayat kelainan cacat bawaan hendaknya lebih waspada karena bisa diturunkan secara genetik. Kelainan kongenital adalah penyebab keguguran yang paling besar. 5. 11. 4. mikrosefali (ukuran kepala kecil). Lakukan pemeriksaan kehamilan atau antenatal care yang rutin. tindakan lebih lanjut dapat digunakan dengan mengambil sampel villi korealis dari janin dan cairan ketuban (amniosentesis). terdapat gangguan kelenjar adrenal. bagi wanita hamil yang telah berusia di atas 35 tahun. baik yang belum ataupun sudah diketahui memberi efek buruk terhadap janin. Dalam pemeriksaan. tapi larut dalam lemak. Vitamin A termasuk jenis vitamin yang tak larut dalam air. bukan setelah terjadinya pembuahan. yaitu suatu kondisi dimana anak mengalami gangguan perkembangan. atau pada wanita yang berisiko tinggi melahirkan bayi cacat. daging itu masih membawa kuman penyakit yang membahayakan janin dan ibunya. Dampaknya antara lain janin mengalami urogenital abnomali (terdapat gangguan sistem kencing dalam kelamin). Hindari asupan vitamin A berdosis tinggi. Penuhi kebutuhan akan asam folat. Selain itu. dan Herpes). dokter akan memberi suplemen asam folat ini. 3. 2. Jika ibu diketahui sedang terinfeksi. Usahakan untuk tidak hamil jika usia ibu sudah mencapai 40 tahun. Jalani pola hidup sehat. 7. dan usahakan untuk melakukan USG minimal tiap trimester. 8.

Konsultasikan dengan dokter mengenai penyakit yang Anda derita seperti diabetes. Biasanya disertai hidramnion.13. epilepsi (ayan) dan lainnya. 2. Badan anak kadang-kadang besar dan menimbulkan kesukaran waktu baru lahir. 1. 4. juga obat-obat yang pernah Anda konsumsi selama kehamilan. Anak sering lahir dengan letak muka. Pengaruh Anencephalus pada Persalinan Sering menimbulkan kehamilan serotinus. . K. 3. Yang tidak kalah pentingnya adalah melakukan asuhan antenatal secara teratur.

Alasan kunjungan Ibu mengatakan mulas-mulas sejak jam 02. Identitas IBU Nama Umur Agama Suku /Bangsa Pendidikan Pekerjaan Alamat No Telpon : Ny.00 WIB tanggal 03-10-2011 2.BAB III TINJAUAN KASUS ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU BERSALIN ASUHAN KEBIDANAN PADA Ny “R” UMUR 23 TAHUN G1 P0 A0 AH0 UK 39+5 MINGGU DALAM PERSALINAN KALA I FASE AKTIF DI BPM RINI. R : 23 tahun : Islam : Jawa/Indonesia : SMA : IRT SUAMI Tn.00 WIB A.00 WIB Dirawat di Ruang : Persalinan I. PENGKAJIAN DATA Tanggal 03-06-2011. Data Subyektif 1.Cemara indah RT 12/RW 06 Purworejo : 085738045860 081236778890 B. Keb GENTING. Keluhan utama . TIRTOMULYO. Jam 07. BANTUL No Register : 052765 Masuk BPM Tanggal/Jam : 30-03-2013/ Jam 07. Amd. A 26 tahun Islam Jawa/Indonesia SMA Pegawai swasta : jln. KRETEK.

Riwayat kontrasepsi yang digunakan 7 a. Riwayat Kehamilan sekarang HPHT : 25 Juni 2012 . Riwayat menstruasi : 13 tahun : 5-7 hari : cair Siklus Teratur Keluhan : 28 hari : Teratur : Tidak ada Menarche Lama Sifat darah 4.- Ibu mengeluh mulas-mulas dan nyeri di bagian pinggul bawah Ibu mengatakan ingin meneran dan ingin BAB 3. Riwayat Perkawinan : syah : 1tahun Menikah ke :1 Status pernikahan Lama Usia menikah pertama kali : 22 tahun Hamil No Ke 1 5. Hamil ini Persalinan Tahun Tempat Anak Umur Jenis penolong JK BB B Keadaan kehamilan Nifas Riwayat obstetrik : GI P0 A0 Ah0 No 1 Jenis kontrasepsi Pasang Tgl Oleh Tempat Keluhan Lepas Tgl Oleh Tempat Alasan Belum pernah menggunakan alat kontrasepsi apapun - - - - - - - 6.

a.C : Sering kencing.TBC. Imunisasi TT : 3 kali TT 1 : April 2012 TT 2 : 30 Juli 2012 TT3 : 30 Agustus 2012 TT4 : 3 Maret 2013 TT5 : Belum dilakukan e.ASMA. Tempat : BPM Oleh : Bidan : 1x. ANC pertama kali umur kehamilan c. Vit. Nyeri didaerah punggung : Asam folat . susah tidur : Fe. Riwayat kesehatan Penyakit yang pernah / sedang diderita (menular.HPL : 1 April 2013 : 5 minggu b. Fe. Pergerakan janin selama 24 jam (dalam sehari) Ibu mengatakan ada gerakan janin lebih dari 20 kali dalam 24 jam 8.C d. menahun) Ibu mengatakan tidak pernah / tidak sedang menderita penyakit menular seperti (PMS. Tempat : BPM Oleh : Bidan : 2x. menurun. penyakit menurun seperti (DM. Penyakit menahun seperti ( Jantung).Hipertensi). Tempat : BPM Oleh : Bidan : Mual. Nyeri didaerah punggung : kalsium. Kunjungan ANC Trimester I Frekuensi Keluhan Terapi Trimester II Frekuensi Keluhan Terapi Trimester III Frekuensi Keluhan Terapi : 2x. . kalsium : Odem pada kaki. Vit.HIV/AIDS).Hepatitis.

menurun. Riwayat keturunan kembar Ibu mengatakan dari pihak keluarga ibu maupun keluarga suami tidak mempunyai riwayat keturunan kembar. Pola pemenuhan kebutuhan sehari-hari Pola Nutrisi Makan selama hamil Frekuensi Porsi Jenis Keluhan Pantangan : + 5x /hari : 1/2 piring : nasi. Riwayat Operasi Ibu mengatakan tidak mempunyai riwayat operasi apapun. ASMA. 9. TBS. Hepatitis). a. Pola eliminasi BAB selama hamil Frekuensi : : lembek Konsistensi : lembek BAB sebelum hamil Frekuensi 1x/hari : 1-2x/hari Konsistensi . Minum sebelum hamil Frekuensi Porsi Jenis Keluhan Pantangan : + 7x/hari : 1 gelas : Air putih. sayur. Minum selama hamil Frekuensi Porsi Jenis Keluhan Pantangan :+ 9x/hari : 1 gelas : Air putih. Penyakit yang pernah / sedang diderita keluarga (menahun. HIV/AIDS.lauk : tidak ada : tidak ada Makan sebelum hamil Frekuensi Porsi Jenis Keluhan Pantangan : + 3x /hari : 1 piring penuh : nasi. susu : tidak ada : tidak ada c. Hipertensi). Riwayat alergi obat Ibu mengatakan tidak mempunyai alergi obat.b.sayur. teh : tidak ada : tidak ada. Penyakit menurun ( DM. d. menahun) Ibu mengatakan dari pihak keluarga ibu maupun keluarga suami tidak sedang / tidak pernah menderita penyakit menular seperti (PMS. penyakit menahun seperti (Jantung). lauk : tidak ada : tidak ada b. c. e.

Personal hygine : 2x/hari : 2x/hari Ganti pakaian : 2x/hari Keramas : 3x/minggu Mandi Gosok gigi f. Kebiasaan yang mengganggu kesehatan ( merokok. Pola istirahat Tidur siang sebelum hamil Lama Keluhan : tidak ada : tidak ada Tidur siang selama hamil Lama Keluhan : 1-2jam/hari : tidak ada Tidur malam sebelum hamil Lama Keluhan : + 7 jam/hari : tidak ada Tidur malam selama hamil Lama Keluhan : +5-6jam/hari : tidak ada e. minuman beralkohol) . 10.Warna Keluhan : kecoklatan : tidak ada Warna Keluhan : kecoklatan : tidak ada BAK sebelum hamil Frekuensi Konsistensi Warna Keluhan : + 5x/hari : cair : kuning jernih : tidak ada BAK selama hamil Frekuensi : + 8x/hari Konsistensi : cair Warna Keluhan : kuning jernih : tidak ada d. minum jamu. Pola aktivitas Ibu mengatakan aktivitas ibu sehari-sehari hari mengerjakan pekerjaan rumah tangga seperti: mencuci. Pola seksualitas : 1x/minggu Keluhan : tidak ada Frekuensi g. menyapu dan memasak.

13.Pengetahuan ibu ( tentang kehamilan.5 oC : Lemah : Composmetis : Stabil Tinggi badan : 156 cm Berat badan sebelum hamil . Pemeriksaan Umum Keadaan umum Kesadaran Status emosional Tanda vital sign Tekanan darah Pernafasan Berat badan : 110/70 : 20x/menit : 59 kg : 50 kg Nadi Suhu : 82x/menit : 36.Lingkungan yang berpengaruh (sekitar rumah dan hewan peliharaan) Ibu mengatakan daerah sekitar rumah bersih jauh dari polusi udara. dan persiapan keuangan ibu dan keluarga) Ibu mengatakan suami maupun keluarga sangat senang atas kehamilan ini. minuman beralkohol). Ibu mengatakan ingin merawat kandungannya dengan baik.Ibu mengatakan tidak mempunyai kebiasaan yang menggangu kesehatan yaitu seperti ( merokok. 12. Kegiatan social. Ibu mengatakan sudah mengetahui gizi ibu hamil Ibu mengatakan sudah mengetahui tentang perubahan fisiologis ibu hami trimester 1. perawatan bayi. Ibu mengatakan taat dalam beribadah. 11. Data Obyektif 1. limbah pabrik dan jauh dari kandang hewan) Ibu menagatakan mempunyai hewan peliharaan yaitu seperti: kucing dan burung. pemberian ASI. kegiatan ibadah. minum jamu. Ibu mengatakan pernah mengikuti kegiatan social dikampungnya. C. persalinan dan laktasi) Ibu mengatakan sudah mengetahui tanda-tanda bahaya kehamilan. Ibu mengatakan penopang perekonomian keluarga adalah suami dan ibu mertua. perencanaan persalinan. Psikososiospiritual dan ekonomi (penerimaan ibu/suami/keluarga.

dan berdenyut (kepala) : Bagian terendah janin sudah masuk panggul bagian (divergen) : 3/5 bagian : tidak dilakukan Palpasi supra pubic Osborn test TFU menurut Mc. tidak ada bunyi wezzing. tidak ada massa : oval. tempat punctum maksimum kanan bawah umbilical : 4x/10’menit /40 detik” . ada tahanan (punggung). Pemeriksaan Fisik Kepala : Mesocepal. bagian kiri perut ibu teraba bagian kecil-kecil janin (ekstremitas) Leopold III Leopold IV : Bagian terendah janin teraba lunak. Payudara : simetris. tyroid.2. tidak ada polip. TBJ Auskultasi Djj ibu His : (34-11) x 155 = 3565 gram : 134 x/ Menit. putting susu menonjol. ada strie albican dan linea nigra Palpasi Loepold Leopold I : TFU = 2 jari dibawah px. tidak oedem Mata : simetris. lurus. tidak secret. sclera tidak ikterik dan penglihatan baik. memanjang. limfe dan tidak ada pembesaran kelenjar vena jugularis. tidak ada cloasma gravidarum. :simetris. tidak ada gusi berdarah. Donal : 34 cm. dan tidak ada nyeri tekan. bulat dan tidak melenting (bokong) Leopold II : Bagian kanan perut ibu teraba keras. lidah bersih. terdapat gendang dan lubang telinga. hitam. Dada : Simetris. Mulut :simetris. bagian fundus teraba lunak. bergelombang. tidak ada bekas luka. Telinga Hidung hidung. tidak ada pernafasan cuping : simetris. hiperpigmentasi pada areola mamae. tidak ada nyeri tekan. tidak ada tanda –tanda infeksi. colustrom keluar Abdomen : tidak ada bekas luka operasi. pendengaran baik.tidak ada massa Rambut Muka : panjang. tidak ada retraksi dinding dada. bersih. Leher : tidak ada pembengkakan kelenjar parotis. tidak ada karies pada gigi. konjung tiva merah muda. teratur.

tidak ada pembesaran kelenjar bartoloni : Tidak ada hemoroid Pemeriksan Panggul ( Bila perlu): tidak diakukan Pemeriksaan Dalam: ke I Tanggal: 30.00 Wib Indikasi :Ibu mengatakan keluar lendir bercampur darah dan pengen meneran Tujuan : untuk mengetahui apakah ibu sudah memasuki proses persalinan Hasil :Vagina uretra tenang. preskep dalam persalinan kala I fase aktif dengan anencephalus Data dasar Data subyektif : Ibu mengatakan umur 23 tahun . Pemeriksaan Penunjang Tidak Ada 4. Data Hasil Pemeriksaan Hb : 11. reflek patella kaki kanan dan kiri positif Genetalia Luar odema Genitalia Dalam Anus : Tidak ada pembesaran kelenjar batolini. kepala teraba lunak. pembukaan 7 cm.03-2013. tidak ada varises. tidak Ekstermitas Bawah : Simetris. tidak ada oedem. dan serasa berdenyut. dinding vagina licin. pkl: 07. bergelombang. presentasi belakang kepala. selaput ketuban utuh. porsio tipis. jumlah jari lengkap. tidak ada : Bersih .Estremitas Atas sianosis :Simetris.tidak ada oedem.5 gr% Protein Urine : Negatif Glukosa Urine : Negatif II. tidak ada varises. STLD +.gerakan aktif. INTERPRETASI DATA A. Diangnosa kebidanan Seorang ibu Ny “R” umur 23 tahun G1 P0 A0 Ah0 umur kehamilan 39+5minggu janin tunggal. hidup intra uterin. AK - 3.

5 gr% : Negatif : Negatif B.Masalah Ibu merasa cemas menghadapi persalianan Data Dasar : DS: Ibu mengatakan merasa kwatir dengan keadaanya dan janinya DO: Ibu terliat cemas dan gelisah III.5oC TTV : TD: 110/70 N Djj :82/menit : 134/menit Palpasi Leopold : Leopold I : bokong Leopold II : puka Leopold III : preskep. IDENTIFIKASI DAN ANTISIPASI DIAGNOSA POTENSIAL Hidramnion. TINDAKAN SEGERA . Kesadaran : Composmetis R S : 23/menit : 36. teraba lunak. Fetal Distress IV. bergelombang.- Ibu mengatakan ini merupakan kehamilan pertama dan belum pernah keguguran Ibu mengatakan hari terahir haid tanggal 25-juni-2012 Data Obyektif : KU : baik. dan berdenyut (kepala) Leopold IV : divergen Data Hasil Pemeriksaan Hb Protein Urine Glukosa Urine : 11.

30 WIB Beritahu pada ibu dan keluarga hasil pemeriksaan yang telah dilakukan 2. Kolaborasi Berkolaborasi dengan dokter SPOG Merujuk Merujuk kefasilitas pelayanaan kesehatan yang memadai dan mempunyai perawatan neonatus V. 7. Beritahu pada ibu dan keluarga inform consent dan inform choicebahwa ibu akan di rujuk 3. Jam 07. - Mandiri Berikan ibu dukungan dalam menghadapi persalinan Berikan oksigen kanul nasal 3 mL/menit Memasang infus b. 8. 4. 1. 30-03-2013. Observasi keadaan ibu setiap 15 menit Pasang oksigen dan infus Ajarkan ibu teknik relaksasi dan miring ke kiri Berikan ibu makan dan minum Berikan ibu dukungan Dampingi ibu saat merujuk Dokumentasikan tindakan yang dilakukan . 9. 5. 6.a. c. PERENCANAAN Tanggal.

Memberitahu pada ibu dan keluarga inform consent dan inform choicebahwa ibu akan di rujuk ke fasilitas yang lebih memadai untuk dilakukan persalinan oleh dokter obgin. N = 84 x/menit. S = 36. Mengobservasi keadaan ibu setiap 15 menit seperti tekanan darah. DJJ = 136 x/menit. 3. DJJ. pembukaan 7cm. Memberikan pilihan fasilitas kesehatan pada keluarga ingin memilih rumah sakit yang diinginkan. Ibu sudah dipasang oksigen nasal 3L/menit dan sudah dipasang infus. Jam 08. 3. bila terasa mules dan menganjurkan ibu untuk tidak mengedan terlebih dahulu supaya vaginanya tidak bengkak. Mendokumentasikan tindakan yang dilakukan VII.00 WIB 1. Observasi sudah dilakukan. Ibu sudah makan habis ½ porsi dan minum 1 gelas . EVALUASI Tanggal. Memasang oksigen pada ibu. dan bergelombang.dan menganjurkan ibu untuk miring ke kiri 6. N = 82x/menit. Ibu sudah mengerti teknik relaksasi. Memberitahu pada ibu dan keluarga hasil pemerikasaan yaitu TD = 110/70 mmHg. ditandai dengan ibu mampu mengulang kembali penjelasan yang telah diberikan.50C. Berikan ibu makan dan minum untuk menambah kekuatan ibu. 2. dan memasang infus dengan jarum berukuran besar untuk intake cairan dan mengantisipasi jika terjadi kegawatdaruratan ibu dan janin. Memberikan dukungan dan semangat pada ibu agar ibu lebih sabar dan menerima kelahiran bayinya. pernafasan. Ibu dan keluarga sudah mengerti keadaan ibu. nadi. 9. PELAKSANAAN Tanggal. berdenyut.30 WIB 1.lahan. 5. kepala bayi teraba lunak. jika ibu mengalami kesulitan bernafas untuk memenuhi kebutuhan oksigen ibu dan janin. Keadaan ibu dalam keadaan lemah. 30-03-2013. 5. presentasi kepala tetapi terdapat kelainan pada kepala bayi. DJJ = 134 x/menit. Jam 08. TD = 100/70 mmHg. ditandai dengan ibu dapat melakukan teknik relaksasi 6. R = 24 x/menit. Mendampingi ibu saat merujuk ke fasilitas kesehatan.VI. dan menganjurkan keluarga untuk mendampingi ibu 8. Ibu mengerti hasil pemeriksaan yang telah dilakukan. dan His untuk memastikan keadaan ibu baik saat akan dilakukan rujukan 4. Mengajarkan ibu teknik relaksasi yaitu tarik nafas dalam dan keluarkan dari mulut secara berlahan. 2. dan agar ibu tidak lemas 7. R = 23 x/menit. 30-03-2013. ibu dan keluarga bersedia untuk dirujuk ke fasilitas kesehatan dan keluarga sudah menentukan rumah sakit yang diinginkan. His = 4x/10’/40” 4.

Mendampingi ibu sampai tempat rujukan. bergelombang. berdenyut dan kemungkinan hidramnion.30 WIB dengan alasan merujuk Ibu hamil pertama dan kemungkinan janin anencephalus karena pada VT presentasi kepala tetapi kepala teraba lunak. Ibu tampak lebih tenang setelah diberi dukungan 8.7. pukul 08. ibu dirujuk tanggal 30 Maret 2013. Dokumentasi sudah dilakukan . 9.

dan juga oleh jenis kelamin janin. pemberian dan pemakaian konsumsi vitamin dan suplemen selama hamil. factor nutrisi dengan gizi seimbang. paritas. Pencegahan dini sangat diperlukan untuk menghindari terjadinya kematian bayi akibat Anencephalus seperti pemeriksaan antenatal yang rutin dan teratur. serta gaya hidup dan lingkungan sekitar tempat tinggal ibu sangat mempengaruhi janin menderita Anencephalus B. dan bidan dapat mengenali tanda dan gejala terjadinya anencephalus dalam kehamilan dan persalinan. Bagi petugas kesehatan khususnya bidan dapat mengetahui tindak lanjut penanganan anencephalus yang menyertai kehamilan dan persalinan.BAB IV PENUTUP A. Saran Kepada mahasisiwi kebidanan agar lebih dapat memahami jenis kelainan yang menyertai kehamilan dan persalinan khususnya anencephalus. Kelainan cacat bawaan dipengaruhi oleh umur. . Kesimpulan Anencepalus merupakan cacat bawaan yang merupakan sebab penting dari kelahiran mati. bangsa ibu.

Ilmu Kesehatan Reproduksi : Obstetri Patologi. Bandung : Elstar Offset Sastrawinata.planetkimia.com/2012/08/anencephaly-a-baby-without-brain/ diunduh pada tanggal 30 maret 2013 . 1984. Obstetri Patologi. 2003. Jakarta : EGC http://www.Sulaiman. E/2.DAFTAR PUSTAKA Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful