P. 1
teori pertumbuhan dan perkembangan menurut Erik Ericson

teori pertumbuhan dan perkembangan menurut Erik Ericson

|Views: 18|Likes:
keperawatan
keperawatan

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Harevcuutyiezz Cndyiez Zzaenxzeunx on Jul 21, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/27/2013

pdf

text

original

PROSES PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN MENURUT ERIK ERICSON

ANGGOTA KELOMPOK ARUM TIRTA RATNASARI (2220111980) DANAN SETIYANTO (2220111981) DANI DEWI ICHTIARINI (2220111982) DESI INDAH NUR BUDI YATI (2220111983) DEVI AGUSTINA (2220111984) DINA NURRAHMAWATI (2220111985) DWI WIJAYANTI (2220111986) ENI ARIYANI (2220111987) HENDI YULIANTO (2220111989) IKA FEBRI WIDIYANI (2220111990) IKA SHOLIKHATININGSIH (2220111991) IMANIAR HIRDIN NOER K (2220111992) JORDAN PANGESTAHADA (2220111993) :

BIOGRAFI
Nama Lengkap Erik Homburger Erikson dilahirkan di Frankurt, Jerman pada tanggal 15 juni 1902. wafat 12 Mei 1994 di Harwich, Cape Cod, Massachussetts, Amerika Serikat.

TEORI PERKEMBANGAN MENURUTNYA
1. Perkembangan emosional sejajar dengan pertumbuhan fisik. 2. Adanya interaksi antara pertumbuhan fisik dan perkembangan psikologis. 3. Adanya keteraturan yang sama antara pertumbuhan fisik dan perkembangan psikologis.

4. Dalam menuju kedewasaan, perkembangan psikologis, biologis, dan sosial akan menyatu. 5. Pada setiap saat anak adalah gabungan dari organisme, ego, dan makhluk sosial. 6. Perkembangan manusia dari sejak lahir hingga akhir hayat dibagi dalam 8 fase, dengan tugastugas perkembangan yang harus diselesaikan pada setiap fase.

7. Prinsip – prinsip pertumbuhan dan perkembangan:
a) Tumbang manusia akan berjalan sesuai dengan yang diprediksikan, berkelanjutan dan berurutan. b) Tumbang neuromuskular mengikuti / sesuai dengan pola cephalo-caudal atau proximodistal c) Setiap perkembangan terkini adalah diyakini sebagai tanda telah selesainya tugas perkembangan yang sebelumnya, dan sebagai dasar untuk mengembangankan keahlian baru. d) Tumbang mungkin untuk sementara akan gagal atau menurun selama periode kritis e) Pola tumbang setiap individu berbeda tergantung genetik. Lingkungan yang mempengaruhi selama masa kritis

8 FASE PERKEMBANGAN MANUSIA
Developmental Stage Infancy (0-1 thn) Preschool age (4-5 thn) Basic Components Trust vs Mistrust Initiative vs Guilt

Early childhood (1-3 thn) Autonomy vs Shame, Doubt

School age (6-11 thn)

Industry vs Inferiority

Adolescence (12-20 thn) Identity vs Identity Confusion Young adulthood ( 21-40 Intimacy vs Isolation thn) Adulthood (41-65 thn) Senescence (+65 thn) Generativity vs Stagnation Ego Integrity vs Despair

TRUST VS MISTRUST (KEPERCAYAAN VS KECURIGAAN)
Masa bayi (infancy). Perilaku bayi didasari oleh dorongan mempercayai atau tidak mempercayai orang-orang di sekitarnya. Dia sepenuhnya mempercayai orang tuanya, tetapi orang yang dianggap asing dia tidak akan mempercayainya.

Tugas yang harus dijalani pada tahap ini adalah menumbuhkan dan mengembangkan kepercayaan tanpa harus menekan kemampuan untuk hadirnya suatu ketidakpercayaan.

AUTONOMY VS SHAME, DOUBT (OTONOMI VS MALU,RAGU-RAGU)
Masa kanak-kanak awal (early childhood). Pada masa ini sampai batas-batas tertentu anak sudah bisa berdiri sendiri, dalam arti duduk, berdiri, berjalan, bermain, minum dari botol sendiri tanpa ditolong oleh orang tuanya, tetapi di pihak lain dia telah mulai memiliki rasa malu dan keraguan dalam berbuat, sehingga seringkali minta pertolongan atau persetujuan dari orang tuanya.

Tugas yang harus diselesaikan pada masa ini adalah kemandirian (otonomi) sekaligus dapat memperkecil perasaan malu dan ragu-ragu.

INITIATIVE VS GUILT (INISIATIF VS KESALAHAN)
Masa pra sekolah (Preschool Age). Pada masa ini anak telah memiliki beberapa kecakapan, dan dia terdorong melakukan beberapa kegiatan, tetapi karena kemampuan anak tersebut masih terbatas adakalanya dia mengalami kegagalan. Kegagalan-kegagalan tersebut menyebabkan dia memiliki perasaan bersalah, dan untuk sementara waktu dia tidak mau berinisatif atau berbuat

Tugas yang harus diemban seorang anak pada masa ini ialah untuk belajar punya gagasan (inisiatif) tanpa terlalu banyak melakukan kesalahan.

INDUSTRY VS INFERIORITY (KERAJINAN VS INFERIORITAS)
Masa Sekolah (School Age). Pada masa ini anak sangat aktif mempelajari apa saja yang ada di lingkungannya. Dorongan untuk mengatahui dan berbuat terhadap lingkungannya sangat besar, tetapi di pihak lain karena keterbatasan-keterbatasan kemampuan dan pengetahuannya kadang-kadang dia menghadapi kesukaran, hambatan bahkan kegagalan.

Anak pada usia ini dituntut untuk dapat merasakan bagaimana rasanya berhasil, apakah itu di sekolah atau ditempat bermain.

IDENTITY VS IDENTITY CONFUSION (IDENTITAS VS KEKACAUAN IDENTITAS)
Masa Remaja (adolescence). Sebagai persiapan ke arah kedewasaan didukung pula oleh kemampuan yang dimilikinya dia berusaha untuk membentuk dan memperlihatkan identitas diri, ciri-ciri yang khas dari dirinya. Dorongan membentuk dan memperlihatkan identitas diri ini, pada para remaja sering sekali sangat ekstrim dan berlebihan, sehingga tidak jarang dipandang oleh lingkungannya sebagai penyimpangan atau kenakalan. Dorongan pembentukan identitas diri yang kuat di satu pihak, sering diimbangi oleh rasa setia kawan dan toleransi yang besar terhadap kelompok sebayanya

Tugas yang harus dilakukan pada tahap ini adalah Pencapaian identitas pribadi dan menghindari peran ganda.

INTIMACY VS ISOLATION (KEINTIMAN VS ISOLASI)
Masa Dewasa Awal (Young adulthood). Kalau pada masa sebelumnya, individu memiliki ikatan yang kuat dengan kelompok sebaya, namun pada masa ini ikatan kelompok sudah mulai longgar. Mereka sudah mulai selektif, dia membina hubungan yang intim hanya dengan orang-orang tertentu yang sepaham. Jadi pada tahap ini timbul dorongan untuk membentuk hubungan yang intim dengan orangorang tertentu, dan kurang akrab atau renggang dengan yang lainnya.

kecenderungan antara keintiman dan isoalasi harus berjalan dengan seimbang guna memperoleh nilai yang positif yaitu cinta. Dalam konteks teorinya, cinta berarti kemampuan untuk mengenyampingkan segala bentuk perbedaan dan keangkuhan lewat rasa saling membutuhkan. Wilayah cinta yang dimaksudkan di sini tidak hanya mencakup hubungan dengan kekasih namun juga hubungan dengan orang tua, tetangga, sahabat, dan lain-lain.

GENERATIVITY VS STAGNATION (GENERATIVITAS VS STAGNASI)
Masa Dewasa (Adulthood). Sesuai dengan namanya masa dewasa, pada tahap ini individu telah mencapai puncak dari perkembangan segala kemampuannya. Pengetahuannya cukup luas, kecakapannya cukup banyak, sehingga perkembangan individu sangat pesat. Meskipun pengetahuan dan kecakapan individu sangat luas, tetapi dia tidak mungkin dapat menguasai segala macam ilmu dan kecakapan, sehingga tetap pengetahuan dan kecakapannya terbatas. Untuk mengerjakan atau mencapai hal– hal tertentu ia mengalami hambatan.

Tugas yang harus dilakukan ialah dapat mengabdikan diri guna keseimbangan antara sifat melahirkan sesuatu (generativitas) dengan tidak berbuat apa-apa

EGO INTEGRITY VS DESPAIR (INTEGRITAS VS KEPUTUSASAAN)
Masa hari tua (Senescence). Pada masa ini individu telah memiliki kesatuan atau intregitas pribadi, semua yang telah dikaji dan didalaminya telah menjadi milik pribadinya. Namun ia mungkin masih memiliki beberapa keinginan atau tujuan yang akan dicapainya tetapi karena faktor usia, hal itu sedikit sekali kemungkinan untuk dapat dicapai. Dorongan untuk terus berprestasi masih ada, tetapi pengikisan kemampuan karena usia seringkali mematahkan dorongan tersebut, sehingga keputusasaan acapkali menghantuinya

Tahap ini merupakan tahap yang sulit dilewati menurut pemandangan sebagian orang dikarenakan mereka sudah merasa terasing dari lingkungan kehidupannya, karena orang pada usia senja dianggap tidak dapat berbuat apa-apa lagi atau tidak berguna. Kesulitan tersebut dapat diatasi jika di dalam diri orang yang terdapat integritas yang memiliki arti tersendiri yakni menerima hidup dan oleh karena itu juga berarti menerima akhir dari hidup itu sendiri.

Dalam setiap tahap terdapat maladaption/maladaptif (adaptasi keliru) malignansi (selalu curiga) hal ini berlangsung kalau satu tahap tidak berhasil dilewati atau gagal melewati satu tahap dengan baik. Selain itu juga terdapat ritualisasi yaitu berinteraksi dengan pola-pola tertentu dalam setiap tahap perkembangan yang terjadi serta ritualisme yang berarti pola hubungan yang tidak menyenangkan.

“apa saja yang tumbuh memiliki sejenis rencana dasar, dan dari rencana dasar ini muncullah bagian-bagian, setiap bagian memiliki waktu masing-masing untuk mekar, sampai semua bagian bersama-sama ikut membentuk suatu keseluruhan yang berfungsi.”

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->