MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING

)

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Definisi/Konsep  Metode Discovery Learning adalah teori belajar yang didefinisikan sebagai proses pembelajaran yang terjadi bila pelajar tidak disajikan dengan pelajaran dalam bentuk finalnya.  Sebagai strategi belajar. Tidak ada perbedaan yang prinsipil pada ketiga istilah ini. Perbedaannya dengan discovery ialah bahwa pada discovery masalah yang diperhadapkan kepada siswa semacam masalah yang direkayasa oleh guru . Discovery Learning mempunyai prinsip yang sama dengan inkuiri (inquiry) dan Problem Solving. tetapi diharapkan siswa mengorganisasi sendiri. pada Discovery Learning lebih menekankan pada ditemukannya konsep atau prinsip yang sebelumnya tidak diketahui.

historin. mengkategorikan. sebagaimana pendapat guru harus dapat membimbing dan mengarahkan kegiatan belajar siswa sesuai dengan tujuan.Definisi/Konsep  Dalam mengaplikasikan metode Discovery Learning guru berperan sebagai pembimbing dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara aktif. hendaknya guru harus memberikan kesempatan muridnya untuk menjadi seorang problem solver.  Dalam Discovery Learning. atau ahli matematika. . seorang scientis. membandingkan. mengintegrasikan. mereorganisasikan bahan serta membuat kesimpulan-kesimpulan. menganalisis. Bahan ajar tidak disajikan dalam bentuk akhir. tetapi siswa dituntut untuk melakukan berbagai kegiatan menghimpun informasi. Kondisi seperti ini ingin merubah kegiatan belajar mengajar yang teacher oriented menjadi student oriented.

 Metode ini memungkinkan siswa berkembang dengan cepat dan sesuai dengan kecepatannya sendiri.Keuntungan Model Pembelajaran Penemuan  Membantu siswa untuk memperbaiki dan meningkatkan keterampilan-keterampilan dan proses-proses kognitif. . ingatan dan transfer.  Menyebabkan siswa mengarahkan kegiatan belajarnya sendiri dengan melibatkan akalnya dan motivasi sendiri. karena tumbuhnya rasa menyelidiki dan berhasil. Usaha penemuan merupakan kunci dalam proses ini.  Pengetahuan yang diperoleh melalui metode ini sangat pribadi dan ampuh karena menguatkan pengertian. seseorang tergantung bagaimana cara belajarnya.  Menimbulkan rasa senang pada siswa.

dan sebagai peneliti di dalam situasi diskusi. karena memperoleh kepercayaan bekerja sama dengan yang lainnya.  Membantu siswa menghilangkan skeptisme (keragu-raguan) karena mengarah pada kebenaran yang final dan tertentu atau pasti. .  Berpusat pada siswa dan guru berperan sama-sama aktif mengeluarkan gagasan-gagasan.  Siswa akan mengerti konsep dasar dan ide-ide lebih baik.Keuntungan Model Pembelajaran Penemuan  Metode ini dapat membantu siswa memperkuat konsep dirinya. Bahkan gurupun dapat bertindak sebagai siswa.  Membantu dan mengembangkan ingatan dan transfer kepada situasi proses belajar yang baru.

 Proses belajar meliputi sesama aspeknya siswa menuju pada pembentukan manusia seutuhnya.  Meningkatkan tingkat penghargaan pada siswa.  Kemungkinan siswa belajar dengan memanfaatkan berbagai jenis sumber belajar.  Memberikan keputusan yang bersifat intrinsik. .  Mendorong siswa berfikir intuisi dan merumuskan hipotesis sendiri.  Dapat mengembangkan bakat dan kecakapan individu. Situasi proses belajar menjadi lebih terangsang.Keuntungan Model Pembelajaran Penemuan  Mendorong siswa berfikir dan bekerja atas inisiatif sendiri.

. yang tertulis atau lisan.Kelemahan Model Pembelajaran Penemuan  Metode ini menimbulkan asumsi bahwa ada kesiapan pikiran untuk belajar.  Metode ini tidak efisien untuk mengajar jumlah siswa yang banyak. sehingga pada gilirannya akan menimbulkan frustasi.  Harapan-harapan yang terkandung dalam metode ini dapat buyar berhadapan dengan siswa dan guru yang telah terbiasa dengan cara-cara belajar yang lama. Bagi siswa yang kurang pandai. karena membutuhkan waktu yang lama untuk membantu mereka menemukan teori atau pemecahan masalah lainnya. akan mengalami kesulitan abstrak atau berfikir atau mengungkapkan hubungan antara konsep-konsep.

misalnya IPA kurang fasilitas untuk mengukur gagasan yang dikemukakan oleh para siswa  Tidak menyediakan kesempatan-kesempatan untuk berfikir yang akan ditemukan oleh siswa karena telah dipilih terlebih dahulu oleh guru. sedangkan mengembangkan aspek konsep. keterampilan dan emosi secara keseluruhan kurang mendapat perhatian.  Pada beberapa disiplin ilmu. .Kelemahan Pembelajaran Penemuan  Pengajaran discovery lebih cocok untuk mengembangkan pemahaman.

ikonik sampai ke simbolik g. tugas dan sebagainya untuk dipelajari siswa f. Langkah Persiapan a. minat. Mengatur topik-topik pelajaran dari yang sederhana ke kompleks. Melakukan identifikasi karakteristik siswa (kemampuan awal. dari yang konkret ke abstrak. gaya belajar. Menentukan topik-topik yang harus dipelajari siswa secara induktif (dari contoh-contoh generalisasi) e. Memilih materi pelajaran. ilustrasi. Melakukan penilaian proses dan hasil belajar siswa . Menentukan tujuan pembelajaran b. Mengembangkan bahan-bahan belajar yang berupa contohcontoh. d. dan sebagainya) c. atau dari tahap enaktif.Langkah-Langkah Operasional 1.

Stimulation (stimulasi/pemberian rangsangan) Pertama-tama pada tahap ini pelajar dihadapkan pada sesuatu yang menimbulkan kebingungannya. anjuran membaca buku. Pelaksanaan a. Stimulasi pada tahap ini berfungsi untuk menyediakan kondisi interaksi belajar yang dapat mengembangkan dan membantu siswa dalam mengeksplorasi bahan. agar timbul keinginan untuk menyelidiki sendiri. kemudian dilanjutkan untuk tidak memberi generalisasi. dan aktivitas belajar lainnya yang mengarah pada persiapan pemecahan masalah.Langkah-Langkah Operasional 2. Disamping itu guru dapat memulai kegiatan PBM dengan mengajukan pertanyaan. .

kemudian salah satunya dipilih dan dirumuskan dalam bentuk hipotesis (jawaban sementara atas pertanyaan masalah) . Problem statement (pernyataan/ identifikasi masalah) Setelah dilakukan stimulasi langkah selanjutya adalah guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin agenda-agenda masalah yang relevan dengan bahan pelajaran.Langkah-Langkah Operasional b.

dengan demikian anak didik diberi kesempatan untuk mengumpulkan (collection) berbagai informasi yang relevan. Data collection (Pengumpulan Data).Langkah-Langkah Operasional c. mengamati objek. . membaca literatur. melakukan uji coba sendiri dan sebagainya. Ketika eksplorasi berlangsung guru juga memberi kesempatan kepada para siswa untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya yang relevan untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis (Syah. wawancara dengan nara sumber. 2004:244). Pada tahap ini berfungsi untuk menjawab pertanyaan atau membuktikan benar tidaknya hipotesis.

ditabulasi. diklasifikasikan. dan sebagainya. wawancara.Langkah-Langkah Operasional d. observasi. bahkan bila perlu dihitung dengan cara tertentu serta ditafsirkan pada tingkat kepercayaan tertentu . dan sebagainya. Data Processing (Pengolahan Data) Menurut Syah (2004:244) pengolahan data merupakan kegiatan mengolah data dan informasi yang telah diperoleh para siswa baik melalui wawancara. lalu ditafsirkan. observasi. Semua informai hasil bacaan. semuanya diolah. diacak.

dihubungkan dengan hasil data processing (Syah.Langkah-Langkah Operasional e. teori. aturan atau pemahaman melalui contoh-contoh yang ia jumpai dalam kehidupannya. Verification (Pembuktian) Pada tahap ini siswa melakukan pemeriksaan secara cermat untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis yang ditetapkan tadi dengan temuan alternatif. Verification menurut Bruner. . bertujuan agar proses belajar akan berjalan dengan baik dan kreatif jika guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan suatu konsep. 2004:244).

2004:244). Generalization (menarik kesimpulan/generalisasi) Tahap generalisasi/ menarik kesimpulan adalah proses menarik sebuah kesimpulan yang dapat dijadikan prinsip umum dan berlaku untuk semua kejadian atau masalah yang sama. Berdasarkan hasil verifikasi maka dirumuskan prinsip-prinsip yang mendasari generalisasi . dengan memperhatikan hasil verifikasi (Syah.Langkah-Langkah Operasional f.

sikap. Jika bentuk penilaiannya menggunakan penilaian proses. Jika bentuk penialainnya berupa penilaian kognitif. atau penilaian hasil kerja siswa. . atau penilaian hasil kerja siswa maka pelaksanaan penilaian dapat dilakukan dengan pengamatan.SISTEM PENILAIAN  Dalam Model Pembelajaran Discovery Learning.  Penilaian yang digunakan dapat berupa penilaian kognitif. maka dalam model pembelajaran discovery learning dapat menggunakan tes tertulis. sikap. penilaian dapat dilakukan dengan menggunakan tes maupun non tes. proses.

Terima Kasih .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful