P. 1
Hli - 4 - Landas Kontinen

Hli - 4 - Landas Kontinen

|Views: 18|Likes:
Published by Yohanna Purba
matap
matap

More info:

Published by: Yohanna Purba on Jul 21, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/27/2014

pdf

text

original

LANDAS KONTINEN

LANDAS KONTINEN DARI SEGI GEOLOGIS  Plate-form atau daerah dasar laut yg terletak antara dasar air rendah dan titik dimana dasar laut menurun secara tajam dan dimana mulai daerah dasar laut baru yg disebut lereng kontinen  Biasanya penurunan dasar laut scr tajam terjadi pada kedalaman sekitar 200 meter, atau 50 meter atau bahkan 500 meter  Lebar landas kontinen berbeda2 dari 1-1.300 km dari pantai

Siapa saja yg berhak mengambil dan memanfaatkan SDAnya? 3.PERSOALAN DARI SEGI HUKUM 1. Praktik Negara2 sebelum 1958 2. Siapa yg dapat memiliki landas kontinen? 2. Praktik negara2 sesudah tahun 1958 4. Konvensi Hukum Laut 1982 Praktik negara2 sebelum 1958  Pemerintah Kerajaan Rusia 29 September 1915 yg menyatakan bahwa pulau2 yg terletak di sebelah utara Siberia adalah kelanjutan plate-form kontinen siberia dan karena itu berada di bawah yurisdiksi Uni Soviet (pernyataan ini tdk jadi dilaksanakan karena 1917 meletus revolusi di negara tsb) . Konvensi Jenewa 1958 tentang Landas Kontinen 3. Bagaimana rejim yuridik landas kontinen yang ditutupi laut? KETENTUAN2 YG DIIKUTI 1.

Equador dan Peru menandatangani bersama suatu persetujuan yg menetapkan 200 mil lebar laut wilayah mereka masing2  Korsel. pakistan.  Keharusan untuk menentukan batas2 landas kontinen antara negara2 tetangga atas dasar persetujuan bersama  Hak2 pengawasan dan perlindungan negara pantai terhadap landas kontinennya tdk boleh mengganggu kebebasan berlayar di laut yang menutupi landas kontinen tsb  Kekuasaan atas landas kontinen tidak akan mempenggaruhi status perairan di atasnya sebagai laut lepas dengan kebebasan2 yg terdapat di laut tsb Tindakan2 unilateral lainnya  11 Oktober 1945 : Argentina yg meletakkan seluruh zona laut lepas yg menutupi landas kontinennya di bawah kedaulatan eksklusif Argentina (perluasan laut wilayah secara unilateral sejauh laut lepas yg menutupi landas kontinen tsb)  11 April 1952 : Chili. yurisdiksi yg didasarkan atas kedekatan landas kontinen tsb dengan pantai AS dan kesanggupan neg tsb mengambil tindakan2 yg efektif untuk pemeliharaan dan eksploitasi yg wajar dari kekayaan alamnya. dll . yaitu minyak dan gas bumi  Pernyataan untuk meletakkan di bawah yurisdiksi eksklusif AS landas kontinennya. Kuwait. Iran. 26 Sptember 1942 Proklamasi Truman  28 September 1945  Tujuan : mencadangkan kekayaan mineral yg terdapat di dasar laut tsb. mexico. Pembagian landas kontinen I : Perjanjian antara Inggris dan venezuela mengenai daerah dasar laut Teluk Persia.

(Ps. 2 ayat(4).. 10 Juni 1964 ( setelah ratifikasi ke-22 oleh Inggris)  Definisi : Pasal 1 Konvensi Jenewa 1958 • Dasar dan lapisan tanah di bawah laut yg berbatasan dengan pantai tetapi berada di luar daerah laut wilayah sampai kedalaman 200 meter atau daerah yg lebih dalam lagi dimana dalam airnya memungkinkan eksploitasi sumber2 alam daerah tsb Dasar dan lapisan tanah di bawah laut spt di atas yg berbatasan dengan pantai kkepulauan • Hak-hak Negara Pantai  Negara pantai mempunyai hak berdaulat atas landas kontinen untuk tujuan eksplorasi dan eksploitasi sumber-sumber alamnya. maka tidak satupun neg lain yg dpt melakukan keg2 di atas landas kontinen tsb tanpa persetujuan neg pantai  Hanya memiliki kedaulatan fungsional : kedaulatan yg khusus dan perlu untuk mengadakan eksplorasi dan eksploitasi landas kontinen itu saja Sumber2 Alam  Mineral dan sumber yg tak bernyawa lainnya di dasar laut dan lapisan tanah di bawahnya bersama dng organisme hidup yg termasuk dalam jenis lapisan sedimen . yaitu organisme yg pada masa perkembangannya. tdk bergerak baik di atas maupun di bawah dasar laut atau tdk dpt bergerak kecuali dng cara sll menempel pada dasar laut atau lapisan tnh di bawahnya (Ps.Konvensi Jenewa 1958 tentang Landas Kontinen  mb. 2)  Hak ekslusif : jika neg pantai tdk melaksanakannya.sedentary species .

(tdk lagi 200 meter + X) . atau hingga suatu jarak 200 mil laut dr garis pangkal darimana lebar laut wilayah diukur. lebar landas kontinen neg tsb diperbolehkan sejauh 200 mil dari pantai  neg2 yg pinggiran luar tepi kontinennya lebih lebar dr 200 mil dr grs pangkal dpt memperoleh landas kontinen sejauh pingggiran luar tepi kontinen tsb  Batas luar landasan kontinen tdk akan boleh melebihi 100 mil laut dr grs batas kedalaman 2500 meter. jadi menurut Pasal 76 Konvensi jenewa 1958 :  Neg2 yg pinggiran luar tepi kontinennya krg dr 200 mil. dalam hal pinggiran luar tepi kontinen tdk mencapai jarak tsb.  Lebar landas kontinen akan membentang sepanjang kelanjutan alamiah wilayah daratannya hingga pinggiran luar tepi kontinen.KHL 1982  Penyempurnaan thd pertimbangan politiko-yuridik yg tdk memberikan perhatian thd aspek2 teknis yg termuat dalam Konvensi Jenewa 1958 ttg Landas Kontinen.

yaitu bahwa garis batas itu dinilai adil oleh kedua belah pihak . Equidistance /median line-special circumstances b.Delimitasi Landas Kontinen  Pasal 6 Konvennsi Jenewa 1958 ttg Landas Kontinen : garis batas landas kontinen antarnegara yg berhadapan atau berdampingan adalah garis tengah kecuali jika ada situasi2 khusus  Bagaimana jika jarak kedua pantainya krg dr 200 mil laut? Tumpang tindih klaim  Tdk dapat diterapkan Pasal 76 KHL 1982. bukan satu2nya  Penekanan pada equitable. Equitable Equidistance /median line-special circumstances  penggunaan prinsip grs tengah sbg prinsip umum dan akan melakukan penyesuaian grs tengah tsb jk terdapat situasi2 khusus Prinsip Equitable  equidistance hrs dilihat sbg salah satu metode. sebgmn tercantum dalam Pasal 38 Statuta MI untuk mencapai suatu penyelesaian yg adil  2 pendekatan yg sering dipakai : a. tetapi menggunakan ketentuan Pasal 83 Konvensi Pasal 83 Konvensi  Penetapan garis batas landas kontinen antara neg yg pantainya berhadapan atau berdampingan harus dilakukan dengan persetujuan atas dasar HI.

hingga paling jauh 350 mil laut sampai dengan jarak 100 mil laut dari garis kedalaman 2500 meter. dalam hal pinggiran luar tepi kontinen tdk mencapai jarak tsb.Landas Kontinen Indonesia  Pengumuman pemerintah tentang landas Kontinen Indonesia yg ditandatangani oleh Presiden 17 Februari 1969. sbg dasar hk bagi keg eksplorasi dan eksploitasi minyak di lepas pantai  Didasarkan pada Konvensi jenewa 1958 ttg Landas Kontinen  UU No. 2003) . atau hingga suatu jarak 200 mil laut dr garis pangkal drmn lebar laut wilayah diukur . 43 tahun 2008 ttg wilayah Negara  Landas kontinen Indonesia meliputi dasar laut dan tanah di bawahnya dari area di bawah permukaan laut yg terletak di luar laut teritorial . 1 Tahun 1973 ttg landas Kontinen Indonesia yg disahkan oleh Presdiden tanggal 6 januari 1973 UU No. 2003 (AGREEMENT BETWEEN THE GOVERNMENT OF THE REPUBLIC OF INDONESIA AND THE GOVERNMENT OF THE SOCIALIST REPUBLIC OF VIETNAM CONCERNING THE DELIMITATION OF THE CONTINENTAL SHELF BOUNDARY. sepanjang kelanjutan alamiah wilayah daratan hingga pinggiran luar tepi kontinen . atau hingga pinggiran luar tepi kontinen .(Pasal 1 angka 9) Contoh agreement ind dng neg tetangga  UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2007 TENTANG PENGESAHAN PERSETUJUAN ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DAN PEMERINTAH REPUBLIK SOSIALIS VIETNAM TENTANG PENETAPAN BATAS LANDAS KONTINEN.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->