Pengertian Pidato, Tujuan, Sifat, Metode, Susunan Dan Persiapan Pidato Sambutan

Thu, 13/03/2008 - 10:29pm — godam64

A. Definisi / Pengertian Pidato Pidato adalah suatu ucapan dengan susunan yang baik untuk disampaikan kepada orang banyak. Contoh pidato yaitu seperti pidato kenegaraan, pidato menyambut hari besar, pidato pembangkit semangat, pidato sambutan acara atau event, dan lain sebagainya. Pidato yang baik dapat memberikan suatu kesan positif bagi orang-orang yang mendengar pidato tersebut. Kemampuan berpidato atau berbicara yang baik di depan publik / umum dapat membantu untuk mencapai jenjang karir yang baik. B. Tujuan Pidato Pidato umumnya melakukan satu atau beberapa hal berikut ini : 1. Mempengaruhi orang lain agar mau mengikuti kemauan kita dengan suka rela. 2. Memberi suatu pemahaman atau informasi pada orang lain. 3. Membuat orang lain senang dengan pidato yang menghibur sehingga orang lain senang dan puas dengan ucapan yang kita sampaikan. C. Jenis-Jenis / Macam-Macam / Sifat-Sifat Pidato Berdasarkan pada sifat dari isi pidato, pidato dapat dibedakan menjadi : 1. Pidato Pembukaan, adalah pidato singkat yang dibawakan oleh pembaca acara atau mc. 2. Pidato pengarahan adalah pdato untuk mengarahkan pada suatu pertemuan. 3. Pidato Sambutan, yaitu merupakan pidato yang disampaikan pada suatu acara kegiatan atau peristiwa tertentu yang dapat dilakukan oleh beberapa orang dengan waktu yang terbatas secara bergantian. 4. Pidato Peresmian, adalah pidato yang dilakukan oleh orang yang berpengaruh untuk meresmikan sesuatu. 5. Pidato Laporan, yakni pidato yang isinya adalah melaporkan suatu tugas atau kegiatan. 6. Pidato Pertanggungjawaban, adalah pidato yang berisi suatu laporan pertanggungjawaban. D. Metode Pidato Teknik atau metode dalam membawakan suatu pidatu di depan umum : 1. Metode menghapal, yaitu membuat suatu rencana pidato lalu menghapalkannya kata per kata. 2. Metode serta merta, yakni membawakan pidato tanpa persiapan dan hanya mengandalkan

sasaran. dsb. 4. 3. Menyusun kata-kata yang mudah dipahami dan dimengerti. dll. Mengetahui jenis pidato dan tema acara. F. yaitu berpidato dengan menggunakan naskah yang telah dibuat sebelumnya dan umumnya dipakai pada pidato-pidato resmi. dll) . Pendahuluan yang sedikit menggambarkan isi 3. tujuan. salam penutup. E.pengalaman dan wawasan. rencana. Kerangka Susunan Pidato Skema susunan suatu pidato yang baik : 1. ada baiknya untuk melakukan persiapan berikut ini : 1. 4. Penutup (kesimpulan. Wawasan pendengar pidato secara umum 2. harapan. pesan. Mengetahui lama waktu atau durasi pidato yang akan dibawakan 3. Metode naskah. 5. Persiapan Pidato Sebelum memberikan pidato di depan umum. Biasanya dalam keadaan darurat tak terduga banyak menggunakan tehnik serta merta. langkah. Isi atau materi pidato secara sistematis : maksud. Pembukaan dengan salam pembuka 2. Menyiapkan bahan-bahan dan perlengkapan pidato.

yakni pidato yang isinya adalah melaporkan suatu tugas atau kegiatan. Pidato Pembukaan. 5. yaitu merupakan pidato yang disampaikan pada suatu acara kegiatan atau peristiwa tertentu yang dapat dilakukan oleh beberapa orang dengan waktu yang terbatas secara bergantian. adalah pidato singkat yang dibawakan oleh pembaca acara atau mc. pidato pembangkit semangat. Membuat orang lain senang dengan pidato yang menghibur sehingga orang lain senang dan puas dengan ucapan yang kita sampaikan. Pidato pengarahan adalah pdato untuk mengarahkan pada suatu pertemuan. 2. pidato sambutan acara atau event. Metode menghapal. D. Pidato Sambutan. 2. Memberi suatu pemahaman atau informasi pada orang lain. Pidato Peresmian. C. 6. yaitu membuat suatu rencana pidato lalu menghapalkannya kata per kata. Pidato Pertanggungjawaban. Pidato Laporan. B. 4. Pidato yang baik dapat memberikan suatu kesan positif bagi orang-orang yang mendengar pidato tersebut. yakni membawakan pidato tanpa persiapan dan hanya mengandalkan pengalaman dan wawasan. pidato menyambut hari besar. Contoh pidato yaitu seperti pidato kenegaraan. Biasanya dalam keadaan darurat tak terduga . Tujuan Pidato Pidato umumnya melakukan satu atau beberapa hal berikut ini : 1. Mempengaruhi orang lain agar mau mengikuti kemauan kita dengan suka rela. 2.A. Jenis-Jenis / Macam-Macam / Sifat-Sifat Pidato Berdasarkan pada sifat dari isi pidato. Kemampuan berpidato atau berbicara yang baik di depan publik / umum dapat membantu untuk mencapai jenjang karir yang baik. Definisi / Pengertian Pidato Pidato adalah suatu ucapan dengan susunan yang baik untuk disampaikan kepada orang banyak. 3. 3. adalah pidato yang berisi suatu laporan pertanggungjawaban. dan lain sebagainya. pidato dapat dibedakan menjadi : 1. Metode Pidato Teknik atau metode dalam membawakan suatu pidatu di depan umum : 1. adalah pidato yang dilakukan oleh orang yang berpengaruh untuk meresmikan sesuatu. Metode serta merta.

3. Menyusun kata-kata yang mudah dipahami dan dimengerti. Pembukaan dengan salam pembuka 2. salam penutup. 4. Metode naskah. 5. sasaran. dll) . Menyiapkan bahan-bahan dan perlengkapan pidato. pesan. tujuan. F. Mengetahui jenis pidato dan tema acara. E. dll. harapan. Wawasan pendengar pidato secara umum 2. Mengetahui lama waktu atau durasi pidato yang akan dibawakan 3.banyak menggunakan tehnik serta merta. ada baiknya untuk melakukan persiapan berikut ini : 1. 4. Penutup (kesimpulan. langkah. Kerangka Susunan Pidato Skema susunan suatu pidato yang baik : 1. Isi atau materi pidato secara sistematis : maksud. dsb. Persiapan Pidato Sebelum memberikan pidato di depan umum. Pendahuluan yang sedikit menggambarkan isi 3. yaitu berpidato dengan menggunakan naskah yang telah dibuat sebelumnya dan umumnya dipakai pada pidato-pidato resmi. rencana.

lebih baik disodorkan satu pikiran dan tujuan yang jelas sehingga mudah diingat. 1. sehingga indah kedengarannya.Pidato yang Hidup Sebuah pidato yang baik harus hidup. tujuan ini hendaknya sering diulang dalam rumusan yang berbeda. 3.Pidato yang Memiliki Klimaks Suatu pidato yang hanya membeberkan kejadian demi kejadian atau kenyataan demi kenyataan. hidup. Akhirnya saklik juga berarti ada hubungan yang jelas antara pembeberan masalah dengan fakta dan pendapat atau penilaian pribadi. Klimaks yang dirumuskan dan ditampilkan secara tepat akan memberikan bobot kepada pidato. Dalam membawakan pidato. jelas tapi padat. Dalam satu pidato tidak boleh disodorkan terlalu banyak tujuan dan pikiran pokok. yaitu apa yang mau dicapai. Tujuan ini harus dirumuskan dala satu dua pikiran pokok. 7. memiliki pengulangan dan mengandung humor. cerita pendek atau kejadian-kejadian.Ciri-ciri Pidato yang Baik Ciri-ciri Pidato yang Baik Ada sembilan hal yang mencirikan suatu pidato yang baik yakni. Yang relevan sehingga memancing perhatian pendengar.karena dapat memperkuat isi pidato dan memperjelas pengertian pendengar. tetapi bukan berarti dihiasi dengan gaya bahasa yang berlebih-lebihan. Oleh karena itu pembicara harus memilih ungkapan dan susunan kalimat yang tepat dan jelas untuk menghindari salah pengertian.Pidato yang Jelas Ketentuan sejak zaman kuno menyatakan bahwa pembicaraan harus mengungkapkan pikirannya sedemikian rupa. Usahakan supaya ketegangan dan rasa ingin tahu pendengar diciptakan di antara pembukaan dan penutup pidato. titik-titik puncak harus dirumuskan sebaik dan sejelas mungkin. Pengulangan itu juga menyebabkan pokok-pokok pidato itu segera dilupakan.Pidato yang Memiliki Pengulangan Pengulangan atau redundans itu penting. hanya diberi pakaian yang baru dan menarik. supaya pendengar tidak kehilangan benang merah selama mendengarkan pidato. Masalahnya tetap sama. dibatasi. Ini berarti isi dan arti tetap sama. Oleh karena itu sebaiknya kenyataan atau kejadian-kejadian itu dikemukakan dalam gaya bahasa klimaks. Berusahalah menciptakan titik-titik puncak dalam pidato untuk memperbesar ketegangan dan rasa ingin tahu pendengar.Pidato yang Saklik Pidato itu saklik apabila memiliki objektivitas dan unsur-unsur yang mengandung kebenaran. saklik. Selama masa persiapan. mengejutkan. Untuk menghidupkan pidato dapat dipergunakan gambar. sesudah itu ditampilkan pengertian-pengertian abstrak atau definisi. Memunculkan hal-hal yang mengejutkan dalam pidato berarti menciptakan hubungan . sehingga tidak hanya sedapat mungkin isinya dapat dimengerti. Saklik juga berarti bahwa ada hubungan yang serasi antara isi pidato dan formulasinya.Pidato yang Memiliki Tujuan Setiap pidato harus memiliki tujuan. Kalimat-kalimat yang merupakan tujuan dan kalimat pada bagian penutup pidato harus dirumuskan secara singkat. 2. 4. 5. Suatu pengulangan yang dirumuskan secara baik akan memberi efek yang besar dalam ingatan para pendengar. Tetapi perlu diperhatikan bahwa yang dimaksudkan terutama adalah pengulangan isi pesan dan bukan rumusan. Hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa klimaks itu harus muncul secara organis dari dalam pidato itu sendiri dan bukan karena mengaharapkan tepukan tangan yang riuh dari para pendengar.bergaya klimaks.Pidato yang Berisi Hal-hal yang Mengejutkan Sesuatu itu mengejutkan karena itu mungkin belum pernah ada dan terjadi sebelumnya atau karena meskipun masalahnya biasa dan terkenal. jelas. Pidato yang hidup dan menarik umumnya diawali dengan ilustrasi. tetapi ditempatkan di dalam konteks atau relasi yang baru dan menarik. akan sangat membosankan. 6. daripada sepuluh pikiran yang tidak jelas sehingga mudah dilupakan. akan tetapi dirumuskan dengan mempergunakan bahasa yang berbeda. memiliki tujuan yang jelas.

sehingga memberi kesan bahwa pembicaraan tidak bersungguh-sungguh. .yang baru dan menarik antara kenyataan-kenyataan yang dalam situasi biasa tidak dapat dilihat. Lisdwiana Kurniati. hanya saja tidak boleh terlalu banyak. Pidato yang isinya terlalu luas akan menjadi dangkal. tetapi tidak dimaksudkan sebagai sensasi. M. 9. Humor itu dapat menghidupkan pidato dan memberi kesan yang tak terlupakan pada para pendengar.Pidato yang Mengandung Humor Humor dalam pidato itu perlu.Halhal yang mengejutkan itu dapat menimbulkan ketegangan yang menarik dan rasa ingin tahu yang besar.Pidato yang Dibatasi Orang tidak boleh membeberkan segala soal atau masalah dalam satu pidato. Lampung. Humor dapat juga menyegarkan pikiran pendengar. Oleh Dra.Oleh karena itu pidato harus dibatasi pada satu atau dua soal yang tertentu saja.Pd. Referensi: Buku “Retorika” Halaman 19.. sehingga mencurahkan perhatian yang lebih besar kepada pidato selanjutnya. STKIP Muhammadiayah Pringsewu. 8.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful