P. 1
Penelitian Dan Pengembangan

Penelitian Dan Pengembangan

|Views: 13|Likes:
Published by introvertt
jkjkj
jkjkj

More info:

Published by: introvertt on Jul 21, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/22/2013

pdf

text

original

PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

Pendekatan Dalam Mengambangkan Produk-Produk di Bidang Pendidikan Pembelajaran.

A. Pendahuluan S eiring dengan diberlakukannya kebijaksanaan otonomi daerah pada awal tahun 2001, maka tuntutan akan penelitian yang hasilnya langsung dapat dimanfaatkan/diterapkan oleh masyarakat/daerah semakin terasa. Hal ini berkaitan dengan sinyalemen yang menyatakan bahwa pada saat ini terdapat kesenjangan antara penelitian yang dilakukan oleh perguruan tinggi (yang kebanyakan berorientasi pada penelitian dasar untuk mengembangkan teori), dengan kebutuhan masyarakat terhadap penelitian yang hasilnya langsung dapat dimanfaatkan (Lembaga Penelitian Univ. Negeri Malang, 2001: 3). Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, maka jenis penelitian pengembangan (research and development) merupakan jawaban yang tepat. Hal ini karena penelitian pengembangan bukanlah penelitian yang dimaksudkan untuk menemukan teori, melainkan penelitian yang bertujuan untuk menghasilkan atau mengembangkan suatu produk. Produk dalam kaitannya dengan pendidikan dan pembelajaran bisa berupa kurikulum, model, sistem managemen, sistem pembelajaran, bahan/media pembelajaran dan lain-lain. Dengan dihasilkannya berbagai produk pendidikan/ pembelajaran, maka pihakpihak yang berkepentingan tinggal menerapkan produk produk tersebut dalam kegiatan pendidikan/pembelajaran. Untuk mengembangkan produk-produk pendidikan/pembelajaran, perlu ditempuh melalui sebuah pendekatan penelitian. Hal ini dimaksudkan agar produk-produk yang dihasilkan merupakan produk yang layak untuk dimanfaatkan dan benarbenar sesuai dengan kebutuhan B. Hakekat Penelitian Pengembangan Untuk lebih memahami hakekat dari jenis penelitian dan pengembangan (research and development) perlu dikemukakan tiga hal yang saling berkaitan dan berhubungan satu sama lain dalam upaya pemecahan masalah-masalah pendidikan/pembelajaran. Tiga hal tersebut adalah penelitian (research), evaluasi (evaluation) dan pengembangan (development). Gephart (1972 : 3) menjelaskan tentang tiga hal tersebut bahwa proses penelitian tujuannya untuk menemukan/mengetahui sesuatu (need to know), proses evaluasi bertujuan untuk menentukan pilihan (need to choose), dan proses pengembangan bertujuan untuk menemukan suatu cara/metode yang effektif (need to do). Perlu penulis ditambahkan di sini bahwa dalam evaluasi terkandung kegiatan yang bertujuan untuk menyediakan informasi tentang sesuatu hal yang bersifat ilmiah, yang dapat dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan. Asim (dalam ceramahnya pada saat Pelatihan dan Lokakarya Nasional tentang Metodologi Penelitian Pengembangan di Batu-Malang tanggal 23 - 25 Februari 2001) menjelaskan bahwa: “Kalau kita ingin membuat atau menemukan suatu teori, maka perlu melakukan penelitian, ingin mengetahui apakah sesuatu itu baik atau buruk, perlu melakukan evaluasi dan kalau ingin memproduksi atau memperbaiki sesuatu maka perlu melakukan penelitian pengembangan”. Setelah diperoleh gambaran tentang perbedaan ketiga hal tersebut, selanjutnya apa yang dimaksud dengan penelitian pengembangan. Borg and Gall (1983) memberikan batasan tentang penelitian pengembangan sebagai usaha untuk mengembangkan dan memvalidasi produk-produk yang digunakan dalam pendidikan. Pengertian yang hampir sama dikemukakan oleh Asim (2001: 1) bahwa penelitian pengembangan dalam pembelajaran adalah proses yang digunakan untuk mengembangkan dan memvalidasi produk-produk yang digunakan dalam proses pembelajaran. Suhadi Ibnu (2001: 5) memberikan pengertian tentang penelitian pengembangan sebagai jenis penelitian yang ditujukan untuk menghasilkan suatu produk hard-ware atau soft-ware melalui prosedur yang khas yang biasanya diawali dengan need assesment, atau analisis kebutuhan, dilanjutkan dengan proses pengembangan dan diakhiri dengan evaluasi. Dari berbagai pendapat tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa penelitian pengembangan di bidang pendidikan merupakan suatu jenis penelitian yang bertujuan untuk menghasilkan produk-produk untuk kepentingan pendidikan/pembelajaran yang diawali dengan analisis kebutuhan dilanjutkan dengan pengembangan produk, kemudian produk dievaluasi diakhiri dengan revisi dan penyebaran produk (disseminasi). C. Kegiatan-kegiatan Penting Dalam Penelitian dan Pengembangan Dwiyogo (2001 : 1) mengemukakan tiga hal penting yang harus dilaksanakan dalam kegiatan penelitian pengembangan yaitu menganalisis kebutuhan, mengembangkan produk dan menguji coba produk. Pendapat ini sejalan dengan pendapat Ibnu (2001: 5), namun menurut Asim (2001: 2), ketiga langkah tersebut masih perlu dilengkapi langkah yang keempat, yaitu diseminasi (penyebaran) produk.

1

Ujicoba Produk Produk pendidikan/pembelajaran yang telah dihasilkan sebelum dimanfaatkan secara massal perlu dievaluasi terlebih dahulu yaitu dengan diujicobakan. masyarakat dan lain-lain). bahkan boleh dikatakan sangat murah (Perin. 2.. Kebutuhan dalam konteks pendidikan/pembelajaran dibedakan menjadi tiga macam yaitu kebutuhan yang langsung dirasakan oleh peserta didik. 1999 : 8). 2 . Ujicoba kepada kelompok kecil (Small Group Try-out) Kumpulkan sekitar 10 hingga 15 anak (yang dianggap memiliki karakteristik yang sama dengan peserta didik yang akan menjadi target sasaran program atau main audience) untuk menonton tayangan program. Contoh lainnya. Dengan demikian fasilitas untuk bisa akses ke internet merupakan kebutuhan (need) bagi setiap sekolah di Indonesia. (1993:5) menjelaskan bahwa kebutuhan pada hakekatnya merupakan kesenjangan (gap) antara keadaan yang seharusnya (ideal) dengan kenyataan yang ada. 3. (Pustekkom. Setelah diperbaiki sesuai masukan dari lapangan. Analisis tersebut dimaksudkan untuk mengetahui kebutuhan apa saja yang diperlukan guna mengatasi masalah yang ditemui dalam kegiatan pendidikan/pembelajaran. c. Berdasarkan masukan-masukan dari small group ini program direvisi. b. : 2000). Direktur Ditdikdas. Di samping itu mengingat kemampuan media televisi yang sangat luar biasa dalam mempengaruhi sikap dan perilaku pemirsanya dan dalam waktu yang bersamaan dapat ditonton oleh sejumlah orang yang tidak terbatas jumlahnya. tentu hal ini tidaklah mahal. IFES dan LP3ES : 2000) Masukan-masukan dari hasil ujicoba lapangan inilah yang menjadi dasar terakhir bagi perbaikan dan penyempurnaan produk. produk tersebut direvisi/diperbaiki. juga perlu meminta masukan dari pihak-pihak lain yang berkepentingan dengannya. agar program tersebut menarik untuk ditonton dan sekaligus pesan moralnya dapat diserap oleh pemirsanya. dan kebutuhan yang ingin diterapkan karena adanya sumber-sumber pendukung setempat (Waldopo. diperlukan keterlibatan banyak pakar seperti pakar pendidikan. Kalau ujicoba kepada para pakar dan kelompok kecil bisa dilakukan oleh pihak intern yang terlibat dalam kegiatan penelitian pengembangan. maka hal tersebut secara teoritis menjadi tidak mahal. maka produk dianggap final dan siap untuk disebarkan atau dimanfaatkan secara massal. kemudian mereka diminta untuk memberikan masukan-masukan tentang produk tersebut. maka ujicoba lapangan sebaiknya dilakukan oleh pihak luar. pertikaian antar etnis dan lainlain maka pemerintah (Depdiknas) dan para pakar pendidikan/pembelajaran merasakan adanya suatu kebutuhan akan bentuk/ model pendidikan moral (budi pekerti) yang cukup menarik efektif dan efisien. Sebagai contoh jika yang menjadi sasaran utamanya anak-anak usia SD. Analisis Kebutuhan (Need Assesment) Analisis Kebutuhan (Need Assesment) merupakan langkah awal yang harus dilakukan dalam kegiatan penelitian di bidang pengembangan. di samping meminta masukan langsung dari para guru yang bersangkutan juga meminta masukan dari pemerintah (Direktur Ditgutentis. Ujicoba Lapangan (Field Try-out) Ujicoba pada tahap ini diberikan kepada jumlah anak yang banyak dengan subyek yang lebih heterogen. perkelahaian antara warga. perampokan. Dengan demikian diharapkan produk yang dihasilkan benar-benar produk yang sesuai dengan kebutuhan (based on need). para kepala SD. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga obyektifitas dari kesimpulan yang dihasilkan. Oleh karena itu dalam pengumpulan data untuk kepentingan analisis kebutuhan di samping meminta masukan secara langsung dari calon peserta didik yang akan menjadi sasaran. Berdasarkan masukan-masukan dan koreksi tersebut. Ujicoba ini dimaksudkan untuk memperoleh masukan-masukan maupun koreksi tentang produk yang telah dihasilkan. Para Kepala Bidang Dikdasgu) para pakar/pengamat bidang pendidikan. pemerkosaan. pakar komunikasi. ketika banyak terlihat adanya fenomena kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat seperti narkoba. kemudian mereka diminta memberikan komentar/masukan tentang program yang baru saja mereka tonton. Sebagai contoh ketika Pustekkom melakukan studi tentang analisis kebutuhan Diklat bagi guru-guru SD melalui Siaran Radio Pendidikan (Diklat-SRP). maka ujicoba program juga diberikan kepada siswa-siswa SD. Seyogyanya para pakar yang sejak awal sudah terlibat itulah yang diminta untuk mencermati program. psikolog. Tentu hal ini akan membutuhkan kemampuan managerial yang cukup tinggi serta biaya yang tidak sedikit. Sebagai contoh untuk menyiapkan peserta didik yang lulusannya siap bersaing di arena global setiap sekolah di Indonesia seharusnya diberikan fasilitas untuk bisa akses ke internet. ahli ceritera anak-anak. Berdasarkan masukan-masukan dari para pakar produk tersebut direvisi. produk yang akan dimanfaatkan dalam kegiatan pendidikan/pembelajaran harus dikembangkan lebih dahulu. namun jika kita mengingat akan dampak (jangka panjang) yang akan ditimbulkan yaitu pembentukan kharakter dan perbaikan moral bangsa (nation and character building) . sasaran kelompok kecil dan kelompok besar yang sifatnya lebih heterogen. tawuran antar pelajar. Untuk mengembangkan produk tersebut diperlukan keterlibatan dari berbagai pakar. maka dalam pelaksanaannya Pustestekkom bekerja sama dengan IFES dan LP3 ES. kebutuhan yang dirasakan oleh pihak-pihak lain (misalnya para pakar bidang pendidikan dan pembelajaran. Ujicoba kepada para pakar (Expert Judgement) Kepada para pakar diminta untuk mencermati produk yang telah dihasilkan. Kaufman dkk. Sedangkan kenyataanya baru sekolah di kota-kota besar saja yang dilengkapi fasilitas internet. Sebagai contoh bila kita ingin mengembangkan program-program pendidikan Budi Pekerti bagi anak-anak usia SD melalui TV. para praktisi produksi media televisi dan lain-lain. Ada tiga kelompok penting yang perlu dijadikan subyek ujicoba produk penelitian pengembangan yaitu: para pakar. 1977: 8). pemerintah. Mengembangkan Produk Pada langkah ini. serta para tokoh PGRI (Habib dkk. Sebagai contoh ketika Pustekkom Depdiknas melakukan ujicoba lapangan tentang penayangan program Pendidikan Budi Pekerti melalui Serial Sinetron Laskar Anak Bawang (LAB). Namun demikian kebutuhan bisa juga merupakan perpaduan dari ketiga hal tersebut. a. para guru. pakar media pembelajaran.

Perlu dicantumkan nama penulis. namun Asim (2001) berpendapat masih ada satu langkah lagi yang harus dijalankan yaitu penyebaran produk (disemination). tujuan pengembangan produk serta spesifikasi produk. Waktunya bisa satu tahun. dilaksanakan antara tahun kedua sampai dengan tahun ketiga. subyek ujicoba. kelompok kecil dan lapangan disebut dengan evaluasi formatif yang tujuannya untuk memperbaiki/menyempurnakan produk. Manfaat lain yang perlu dikemukakan adalah manfaat yang diperoleh bagi lembaga sebagai penyelenggara/sponsor kegiatan penelitian. Penyebaran (Disemination) Sebenarnya setelah langkah ujicoba lapangan dan produk telah diperbaiki dan disempurnakan sesuai masukan-masukan yang diperoleh dari kegiatan ujicoba (baik ujicoba dari para pakar. Tahap II mengembangkan produk. E. maka pelaksanaan penelitian dapat dilakukan secara bertahap. Dalam proposal juga perlu dikemukakan tentang manfaat yang akan diperoleh dari hasil penelitian. penerbit. Bab II. Bab IV. Selengkapnya Dwiyogo (2001: 1-2) memberikan pedoman tentang kerangka penyusunan proposal penelitian pengembangan sebagai berikut: Judul Penelitian Bab I. tenaga dan biaya yang tidak sedikit. dilaksanakan pada tahun pertama. melainkan harus melibatkan berbagai pakar sesuai dengan jenis produk yang akan dikembangkan. Sedangkan evaluasi pada tahap ujicoba pakar. judul buku. Evaluasi pada tahap ini disebut dengan evaluasi summatif. Bab III. Dalam melaksanakan penelitian tentunya peneliti tidak dapat melaksanakannya sendirian. Daftar Pustaka. instrumen pengumpul data dan teknik analisis data. berisikan uraian tentang : latar belakang masalah. F. Kesimpulan dan Saran 3 . Namun kalau hal ini akan dilaksanakan perlu dilakukan sebuah evaluasi summatif yaitu setelah pemanfaatan produk berjalan selama pereode tertentu perlu dilakukan suatu evaluasi untuk menilai apakah produk efektif dan efisien atau tidak. serta untuk perkembangan khasanah penelitian khususnya penelitian yang berhubungan pengembangan produk-produk pendidikan dan pembelajaran. terutama berkaitan dengan spesifikasi produk yang akan dikembangkan. Perlu dikemukakan pula tentang anggaran yang diperlukan dengan alasan singkat mengapa anggaran tersebut diperlukan. maka proses kegiatan penelitian pengembangan telah selesai. Metode Pengembangan. Hal ini bisa dimengerti manakala orang berpendapat bahwa tidak akan banyak manfaatnya jika produk yang telah dikembangkan dengan susah payah dengan menghabiskan fikiran.4. hal ini berkaitan dengan pengambilan keputusan untuk menentukan apakah program tersebut diteruskan atau tidak. begitu selesai hanya ditumpuk dan sekedar menjadi bahan dokumentasi dan wacana saja tanpa disebarkan kepada warga masyarakat untuk dimanfaatkan. empat tahun atau bahkan lebih tergantung pada pentahapannya. tahap III ujicoba dan merevisi produk dilaksanakan pada tahun ke empat. Proposal Penelitian Pengembangan Proposal merupakan pedoman/petunjuk yang dijadikan pegangan dalam melaksanakan penelitian pengembangan. Manfaat di sini terutama yang berhubungan pemecahan masalah yang dihadapi dalam kegiatan pendidikan dan pembelajaran. kota terbit dan tahun terbit. Tahap IV penyebaran (diseminasi) produk dilaksanakan tahun kelima dan seterusnya. Dalam ujicoba produk dikemukakan uraian tentang rancangan ujicoba. berisikan uraian tentang landasan teori yang digunakan sebagai kerangka acuan dalam mengembangkan produk. D. dua tahun. Hal ini karena penelitian telah menghasilkan produk yang dianggap final (final product). tiga tahun. rumusan masalah. berisikan uraian tentang Model produk yang akan dikembangkan serta ujicoba produk. Misalnya pada tahap I melaksanakan analisis kebutuhan. Pendahuluan. Kajian Pustaka. edisi. Jadwal Kegiatan dan Anggaran Dalam bab ini dikemukakan jadwal kegiatan yang berisi rincian kegiatan yang akan dilaksanakan berikut jadwal waktunya. Dalam proposal dikemukakan hasil analisis kritis dari berbagai sumber (baik yang bersifat teoritis maupun empiris) yang mengarah pada kesimpulan tentang perlunya penelitian dilaksanakan. ujicoba kelompok kecil maupun ujicoba lapangan). Pelaksanaan Penelitian Pengembangan Karena sifatnya yang berorientasi pada pengembangan produk pendidikan/ pembelajaran. Kemudiann dirinci menjadi butir-butir anggaran dengan harga satuan. berisikan daftar buku/bahan bacaan yang menjadi rujukan dalam penelitian.

Lembaga Penelitian Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES). 4 . mengujicobakan produk. Metodologi Penelitian Pengembangan Bidang Pendidikan dan Pembelajaran.Universitas Negeri Malang. Toward a Taxonomy of Empirically-Based Problem Solving Strategies. M. menyempurnakan produk dan menyebarkan produk. 2000. sistem pengelolaan pendidikan/pembelajaran. Jakarta: Pustekkom Balitbang Depdiknas. sistem pendidikan/pembelajaran. Englewood Cliffs New Jersey: Educational Technology Publications. c. Produk yang dihasilkan dari penelitian pengembangan bisa berupa kurikulum pendidikan/pembelajaran. Kini bekerja sabagai staf teknis pada Bidang Pengembangan Sistem Pembelajaran Pusat Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan Departemen Pendidikan Nasional. William J. mengembangan produk. Lembaga Penelitian Universitas Negeri Malang (UNM).1. 1977. 2. Modul Pelatihan Produksi Program Audio: Teknik Menulis Naskah Untuk Program Audio/Radio Pembelajaran. Malang: Lembaga Penelitian . 2000. Need Assesment a User Guide.Pd. MA. ______________. Kesimpulan Ada beberapa hal yang bisa dikemukan sebagai kesimpulan dari tulisan ini yaitu: a.D. W a l d o p o. Penelitian pengembangan merupakan salah satu jenis penelitian yang bertujuan akan dihasilkannya sebuah produk. Roger. *) Penulis adalah Alumnus Program Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta Jurusan Penelitian dan Evaluasi Pendidikan. Instructional Television : Synopsis of Television in Education. Malang : Lembaga Penelitian-Universitas Negeri Malang. M. Untuk menjawab tuntutan ini. and Gall M. 2001. Rojas and Hanna Meyer. maka jenis penelitian pengembangan adalah salah satu jawaban yang tepat. Malang : Lemlit UNM. Kebijakan Penelitian Perguruan. 1993. Gephart. New Jersey: Educational Technology Publications. Alicia M.D. 2001. b. Jakarta: Pustekkom.. 1983. Suhadi. Studi Tentang Analisis Kebutuhan Guru SD di Indonesia.. 2000. Sistematika Penelitian Pengembangan. Seiring dengan diberlakukannya kebijaksanaan otonomi daerah. Educational Research : An Introduction. Borg W. Dr.. maka tuntutan akan adanya sebuah penelitian yang hasilnya bisa langsung dimanfaatkan/ diterapkan semakin diperlukan.Ph. Zamris. Malang: Lembaga Penelitian-Universitas Negeri Malang. Jakarta: Pustekkom Depdiknas.Pd. 1999.R. Pelaksanaan Penelitian Pengembangan. Perin. Ibnu. Kaufman. Viscounsin: University of Viscounsin. d. 2001. 1972. Dwiyogo Wasis D Dr. Donald G. Langkah-langkah penting yang perlu dilaksanakan dalam penelitian pengembangan adalah: menganalisis kebutuhan. London: Longman Inc. Laporan Akhir Studi Evaluasi Program Pendidikan Moral Melalui Televisi. Habib. Proposal Penelitian Pengembangan. media pendidikan/pembelajaran dan lain-lain. Melalui pendekatan ini diharapkan produk-produk yang dihasilkan merupakan produk yang benar-benar dibutuhkan peserta didik dan layak untuk dimanfaatkan. Waldopo dan Bambang Warsito. 4 th edition. LP3ES dan IFES. S a r a n Dalam mengembangan produk-produk pendidikan dan pembelajaran hendaknya ditempuh melalui pendekatan Penelitian Pengembangan. DAFTAR PUSTAKA Asim. 2001. Malang: Lembaga Penelitian-Universitas Negeri Malang.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->