Kewajiban Dan Ke Utamaan Menuntut Ilmu

Assalamu'alaikum Wr.Wb Yang terhormat Bapak Alim Ulama'. Bapak Kyai yang saya taati fatwa-fatwanya. Para hadirin serta teman-teman yang berbahagia. Puji syukur Alhamdulillah, karena apa! Karena sampai saat ini kita masih tetap dalam lindungan.nya A..amin. Shalawat serta salam semoga tetap tercurah kan kepada junjungan kita nabi muhammad SAW. Hadirin... Yang berbahagia........ Saya akan mengambil tema "Kewajiban Dan Keutamaan Menuntut Ilmu Hadirin yang berbahagia... ILMU. Ilmu! Berasal dari kata...! 'Alima! yang artinya sudah tahu..! Jadi..! Orang yang berilmu...! Orang yang sudah ta..tahu. Hadirin...! Menuntut ilmu itu wajib atau tidak ? Wa...wajib! Kenapa! "Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim" (Hadist Riwayat Ibnu Abdil Bari) Sudah jelas! Sesuai hadis di atas bahwa! Menuntut ilmu itu wa...wajib! Bagi kita umat is...islam. Lalu... Mengapa kita harus menuntut Ilmu! Mengapa kita harus berlajar! Sebab...

Allah SWT, akan meninggikan derajat orang yang ber il...ilmu

Firman Allah SWT, Q.S Al Mujadalah ayat 11: "... Allah meningikan orang yang beriman di antara kamu dan orang yang di beri ilmu pengetahuan beberapa derajat..." Dengan ilmu pengetahuan! Kita dapat memperoleh apa saja! Yang! Kita cita...citakan Ingin sukses dunia harus dengan Il...ilmu, begitu juga bila ingin sukses akhirat harus dengan Il...ilmu Itulah kenapa! Menuntut ilmu itu samapai di wajib...kan Hadirin yang di muliakan Allah SWT... Lalu...! Bagaimana! Cara mendapatkan ilmu yang bermanfaat?

Sebelum berangkat menuntut ilmu kita harus berwu...wudhu dan pamit mohon restu pada orang tu..tua. contoh dengan cara!

"Bu...! Yah...! Saya mau berangkat! Do'a restunya! Do'a kan saya jadi anak yang sholeh dan pinta Ya...!" Sambil mencium tangan orang tua.

Karena manusia lahir ke dunia dalam keadaan tak berilmu. selalu memberi kemudahan dan bimbingan dalam setiap langkah kita Amin. dan hidayah-Nya kepada kita semua. Karena nikmat dan hidayah dari Allah berupa keimanan dan keislaman-lah yang membuat kita tetap kokoh berjalan di atas jalan Allah.Wb CERAMAH: KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU # ُ ‫ت إ‬ ‫ه‬ ُ ‫ا إ‬ َ‫راك ت‬ َ‫ب ت‬ َ‫و ت‬ َ‫لل ت‬ َّ‫ة ا ه‬ ُ ‫م إ‬ َ‫ح ت‬ ْ‫ر َم‬ َ‫و ت‬ َ‫م ت‬ ْ‫ك َم‬ ُ ‫ي إ‬ ْ‫ل َم‬ َ‫عت‬ َ‫م ت‬ ُ ‫سمال إ‬ َّ‫أال ه‬ َ‫ت‬ ‫ من يهده الل فمال‬،‫ ونعوذ بالل من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا‬،‫ ونتوب إليه‬،‫ ونستغفره‬،‫ ونستعينه‬،‫ نحمده‬،‫إن الحمد لل‬ ‫ا عبده ورسوله‬ ً ‫ وأشهد أن محمد‬،‫ وأشهد أن ل إله إل الل وحده ل شريك له‬،‫ ومن يضلل فمال هادي له‬،‫مضل له‬..... membawa dan menyimpan dengan baik Di pelajari serta di amal kan apa yang di sampaikan guru dengan te. Nabi Muhammad SAW.. pada kesempatan kali ini saya akan membawakan ceramah tentang “Keutamaan menuntut Ilmu” Kita lahir di bumi ini dalam keadaan tak berilmu. Anak ku restu ibu dan ayah selalu menyertaimu. Shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita. Sekian terima kasih Billahi Taufiq Wal Hiadayah Warridho Wal Inayah Wassalamu'alaikum Wr. Oleh karena itu.."Ya. maka Allah SWT memerintahkan kepada semua ... yakni menuntut ilmu.. yang telah menggempur kesesatan dan mengibarkan panji-panji kebenaran. hati hati di jalan! Semoga Allah meridhoimu..tekun. Puji dan Syukur tak henti kita panjatkan kepada Allah SWT yang tiada henti memberikan nikmat.. yang diutus oleh Allah SWT ke muka bumi ini sebagai rahmatan lil alamiin.berguna  Hadirin yang berbahagia. Itulah betapa penting dan utama.guru yang mengajar dan mendidik kita. Bersabda: "Ridho Allah ada dalam Ridho ke dua orang tua" "dan marah Allah ada dalam marah ke dua orang tua"   Selain itu kita harus menghormati gu. Menghormati dengan jalan merawat buku-buku kita. setiap orang tua berkewajiban mendidik dan mengajarkan ilmu pengetahuan kepada anaknya.. contoh.Nak! Amin!" Ya. Para hadirin yang dimuliakan Allah...! Berjabat tangan! Ucap kan salam! Bila bertemu guru.! Terima kasih! Assalamu'alaikum! Dengan pamit orang tua! Kita pasti di do'a kan sebab keridhoan orang tua dalam menuntut ilmu! Suatu hal yang sangat penting demi keberhasilan dan kesuksesan kita Rasululla SAW. Dan nikmat kesehatan dan kesempatan dari Allah pula sehingga hari ini kita dapat berkumpul di tempat ini dalam rangka melaksanakan salah satu aktivitas yang merupakan kewajiban kita sebagai umat Islam.... Bu! Yah. Untuk itu ingatlah pesan saya ini "Tanpa kesungguhan berlajar..Nya menuntut ilmu! Baik ilmu Agama maupun ilmu Umum.. sehingga ilmu kita mampu merubah kita yang lebih baik dan ber..... berkah. serta memperjuangkan islam hingga sampai kepada kita sebagai rahmat tak terperi dari allah SWT. berdo'a dan Ridho orang tua tiada tercapai cita-cita" Semoga Allah SWT.

dapat disimpulkan bahwa hukum menuntut ilmu pada dasarnya adalah wajib/fardhu. menuntut ilmu itu wajib bagi setiap orang Islam. sedekah. hukum menuntut ilmu bisa berubah menjadi haram jika ilmu yang dipelajari dapat mendatangkan mudharat bagi diri sendiri maupun orang lain. harta waris dan lainnya. Ada yang hukumnya fardhu ‘ain seperti menuntut ilmu agama. yang memerintahkan untuk membaca mengandung makna yang luas tentang pentingnya belajar? Allah tidak menurunkan wahyu pertama berupa perintah untuk shalat. karena membaca merupakan salah satu cara untuk belajar. yang insya Allah akan mengantarkan pada kebahagiaan dunia akhirat. ilmu adalah sesuatu yang tergolong suci. dan Tuhanmulah yang Maha pemurah. sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw: “Tuntutlah ilmu walaupun di negeri China karena sesungguhnya menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim. dan pemilik ilmu itu tidak sama dengan orang yang bodoh. ilmu santet dan sebagainya. pembagian wasiat. sebagai tanda pengangkatan Muhammad menjadi utusan Allah. Oleh sebab itu perintah menuntut ilmu tidak dibedakan antara laki-laki dan perempuan. Allah SWT memerintahkan secara tersirat dalam wahyu yang pertama diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Membaca yang dimaksudkan disini tak sekedar membaca buku atau materi pelajaran. Sesungguhnya para malaikat meletakkan sayap-sayap mereka pada penuntut ilmu karena ridha terhadap ilmu yang dituntutnya. kita wajib berilmu. Meski tak secara langsung mengatakan “belajarlah”. Selain itu. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.manusia. Ini menunjukkan bahwa sebelum kita beramal. shalat. kecuali dengan ilmu. tetapi perintah “Iqro’ = bacalah” yang dapat kita tafsirkan sebagai perintah untuk belajar. terutama umat islam untuk belajar atau menuntut ilmu sebagai bekal untuk menjalani hidup. Ilmu bagaikan pelita atau cahaya di malam yang gelap. puasa. seperti ilmu-ilmu yang dibutuhkan untuk mendukung urusan-urusan dunia. 2. meskipun di tempat yang jauh dari negerinya. QS Al-Alaq ayat 1 – 5: 1. Ada banyak sekali keutamaan menuntut ilmu yang dijelaskan dalam Al-Qur’an dan Sunnah Rasul. dan sebagainya. terutama yang berkaitan dengan ibadah kepada Allah seperti cara berwudhu. namun perintah Allah dalam ayat ini untuk membaca adalah perintah tersirat kepada manusia untuk belajar. Islam tidak menghendaki umatnya sengsara di dunia dan di akhirat. Tegasnya. Ada pula yang hukumnya fardu kifayah. “Belajarlah karena seseorang tidak dilahirkan dalam keadaan pandai. seperti ilmu hitam.” Dalam pandangan islam. Bacalah. memerintahkan “Iqro’= bacalah”. 4. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan. Seseorang tak kan dapat berjalan dengan baik di malam yang gelap tanpa cahaya atau pelita. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. Allah mewajibkan manusia menuntut ilmu bukan tanpa sebab. tetapi juga bermakna sebagai perintah untuk membaca dan memahami tanda-tanda kebesaran Allah. zakat dan sebagainya. 3. Wahyu pertama ini. ilmu sihir. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam 5.’ (HR ibnu Abdi Al-bar) Dari ayat dan hadits di atas. Mengenai perintah menuntut ilmu. atau menyesatkan dan membahayakan. seperti ilmu kedokteran karena ilmu ini menjadi sesuatu yang penting untuk memelihara tubuh. atau ilmu hitung karena ini menjadi sesuatu yang penting didalam muamalah (jual beli). Allah SWT akan mengangkat derajat orang-orang beriman dan berilmu sebagaimana firman- . Hal ini sesuai dengan sabda Rasul. Tidakkah kita sadari bahwa wahyu pertama ini. demikian pula halnya tak dapat seseorang membedakan yang benar dan salah.

serta tidak mudah tergoda oleh bujukan syaitan. maka secara otomatis kita akan kehilangan harta itu atau dengan kata lain kita tak lagi memilikinya. kita juga diperintakan berbagi ilmu atau mengajarkan ilmu yang kita miliki kepada orang lain. yaitu shadaqoh jariyah. siapa yang menginginkan (kebahagiaan) akhirat. kita tetap mendapat tambahan pahala meski kita tak lagi menjalani kehidupan di alam fana ini. Orang yang menuntut ilmu akan diberilkan pahala yang sangat besar dan dimudahkan baginya jalan menunju surga. yang tak kalah pentingnya untuk direnungkan adalah bahwa pada suatu saat nanti. Oleh karen aitu harus ada kesesuaian antara ilmu dan amal. dan amal tanpa ilmu. tetapi malah semakin menambah penguasaan kita terhadap ilmu tersebut. malaikat maut akan datang menjemput kita untuk menjalani kehidupan lain di alam berbeda. serta anak soleh yang selalu mendoakan. tak hanya di dunia tapi juga di akhirat. Dengan sedekah jariyah. Orang yang menuntut ilmu dengan niat untuk membanggakannya di . Hadits ini juga menyiratkan perintah untuk ‘memanfaatkan’ ilmu yang kita miliki. maka harus dengan ilmu” Pekerjaan menuntut ilmu merupakan ibadah.” (QS Al-Mujaadilah: 11) Dari ayat tersebut. Rasulullah Saw bersabda: “Siapa yang menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu niscaya Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga” (HR Muslim) Satu hal lagi yang harus diketahui. Berbagi ilmu dengan orang lain tak sama dengan berbagi harta. #∃9∉=Οζ &ρ?θ#( ρυ#∃!♥%∉τ Β∉Ζ3™Ν ™υ#ΒτΖ©θ#( #∃!♥%∉τ #∃!♠ τ σ∅ …. Jika kita memberikan harta kita kepada orang lain. tidak mudah terombang-ambing. maka harus dengan ilmu. Yang harus kita ingat adalah ilmu yang dimiliki hendaknya tidak membuat kita tinggi hati dan merasa lebih hebat dari orang lain. Niat menuntut ilmu hendaknya didasari keikhlasan karena Allah SWT.... kecuali 3 hal yaitu shadaqoh jariyah. maka harus dengan ilmu. terputuslah kita dari kehidupan dunia. lusa atau kapan saja Allah berkehendak. pincang. Bahkan dalam sabdanya Rasulullah menyebutkan bahwa seorang yang berilmu (alim) lebih sulit digoda oleh syaitan dari pada 1000 ahli ibadah yang tidak berilmu. bahwa orang yang berilmu memiliki pendirian yang teguh.. ilmu yang bermanfaat. anak shaleh yang selalu mendoakan orang tuanya. tetapi perlu pengamalan dalam kehidupan. “Seorang yang alim lebih sulit digoda oleh syaitan dari pada 1000 ahli ibadah (yang tidak berilmu)” (HR. “Jika anak Adam meninggal dunia.. Jika kita mengajarkan ilmu pengetahuan kepada orang lain.. serta anak sholeh yang selalu mendoakan. Tirmidzi) Selanjutnya. yang kita tak ketahui kapan datangnya. ‘…. Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah tentang kebahagiaan dunia akhirat yang dapat diperoleh dengan memiliki ilmu pengetahuan: ِ ‫ل‬ ‫م‬ ْ‫ع َم‬ ِ ‫ل‬ ْ‫با َم‬ ِ ‫ه‬ ِ ‫ي‬ ْ‫ل َم‬ َ‫عت‬ َ‫ف ت‬ َ‫ما ت‬ َ‫إ ُ ت‬ ‫ده‬ َ‫را ت‬ َ‫أ ت‬ َ‫ن ت‬ ْ‫م َم‬ َ‫و ت‬ َ‫م ت‬ ِ ‫ل‬ ْ‫ع َم‬ ِ ‫ل‬ ْ‫با َم‬ ِ ‫ه‬ ِ ‫ي‬ ْ‫ل َم‬ َ‫عت‬ َ‫ف ت‬ َ‫تَ ت‬ ‫رة‬ َ‫خ ت‬ ِ ‫د ال‬ َ‫را ت‬ َ‫أ ت‬ َ‫ن ت‬ ْ‫م َم‬ َ‫و ت‬ َ‫م ت‬ ِ ‫ل‬ ْ‫ع َم‬ ِ ‫ل‬ ْ‫با َم‬ ِ ‫ه‬ ِ ‫ي‬ ْ‫ل َم‬ َ‫عت‬ َ‫ف ت‬ َ‫يا ت‬ َ‫ن ت‬ ْ‫د َم‬ ُّ ‫د ال‬ َ‫را ت‬ َ‫أ ت‬ َ‫ن ت‬ ْ‫م َم‬ َ‫ت‬ “Siapa yang menginginkan (kebahagiaan) dunia. buta. tersurat janji Allah untuk mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu. ilmu yang bermanfaat. Ada pula yang menyebutkan.” (HR Muslim) Hadits ini menunjukkan pentingnya ilmu pengetahuan sebagai investasi masa depan. kita tidak akan kehilangan ilmu pengetahuan yang kita miliki. dan siapa yang menginginkan (kebahagiaan) keduanya (dunia dan akhirat). ilmu yang bermanfaat. entah hari ini. Tak hanya sekedar mengetahui suatu ilmu. Ketika masa itu tiba. ilmu tanpa amal. Kata orang bijak ‘ilmu tanpa pengamalan ibarat pohon tanpa buah”... Berbeda halnya dengan memberikan ilmu. tak ada lagi yang dapat kita lakukan untuk menambah isi pundi-pundi pahala kita. maka terputuslah amalnya keculai 3 hal. Selain mengamalkan ilmu yang kita miliki..Nya dalam QS Al-Mujaadilah ayat 11: . sebagaimana sabda Rasul. esok.niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat…..4 ψ υ_ψ≈Μ.

agar ilmu yang kita miliki tak hanya bermanfaat buat diri kita.hadapan manusia diancam akan dimasukkan ke dalam neraka. Karena itulah. walqalami wamaa yasthuruun Fastabiqul khairot ُ ‫ت إ‬ ‫ه‬ ُ ‫ا إ‬ َ‫راك ت‬ َ‫ب ت‬ َ‫و ت‬ َ‫لل ت‬ َّ‫ة ا ه‬ ُ ‫م إ‬ َ‫ح ت‬ ْ‫ر َم‬ َ‫و ت‬ َ‫م ت‬ ْ‫ك َم‬ ُ ‫ي إ‬ ْ‫ل َم‬ َ‫عت‬ َ‫م ت‬ ُ ‫سمال إ‬ َّ‫وال ه‬ َ‫ت‬ Mari Menuntut Ilmu Syar'i (Keutamaan dan Kemuliaan Ilmu) Label: Akhlaq dan Nasehat. Setiap elemennya adalah sarana untuk menambah wawasan dan mengambil pelajaran. Jika ada kekurangan itu datangnya dari diri saya sebagai makhluk dhoif yang tak luput dari khilaf. kadang juga ia lalai sehingga membutuhkan teguran. belum lagi apabila ia keliru sehingga ia mencari pelita yang dapat meluruskan langkah dan arahnya. sementara ilmu pengetahuan semakin berkembang. Sejatinya. dunia ini adalah laboratorium pendidikan. Dalam perjalanan seorang muslim. (HR. proses belajar manusia tak hanya berhenti ketika kita menyelesaikan studi di bangku pendidikan. maka kita akan tertinggal. mencari ridha Allah dan menggapai surga-Nya kelak. tak jarang dirinya lupa sehingga perlu diingatkan. Menuntut ilmu tak hanya dilakukan di bangku sekolah atau kuliah. Demikianlah yang dapat saya sampaikan. Semua kebenaran yang terucap datangnya dari Allah SWT sebagai sang Khalik yang Maha Sempurna. Keutamaan . dan atas semua kesalahan itu mohon dimaafkan dan dimohonkan ampun kepada Allah SWT. Dengan niat ikhlas kartena Allah. Ilmu. Kita niatkan perjuangan menuntut ilmu ini sebagai ibadah kepada Allah. proses belajar manusia seharusnya berawal sejak manusia dilahirkan hingga kematian menjemput. Jangan pernah berhenti belajar hal-hal bermanfaat. Berdasar dari hadits itu pula. Akhir kata: Nuun. mudah-mudahan kita semua memperoleh keutamaan menuntut ilmu seperti yang dijanjikan oleh Allah dan Rasul-Nya. Tirmidzi dan Ibnu Majah)” Ilmu pengetahuan berkembangan seiring dengan perkembangan zaman. tetapi juga makhluk Allah yang lain. . dengan niat suatu hari kelak akan kita bagi kepada orang lain.Fadhillah Aku Takkan Lupakan Ilmu Merupakan nikmat dan anugerah yang besar bagi seorang muslim dapat berjalan di atas kebenaran. Barangsiapa seperti itu maka baginya neraka … neraka. Rasulullah SAW bersabda: ‫هد‬ ِ ْ‫ل َم‬ َّ‫ى اله‬ َ‫ال ت‬ ِ ‫د‬ ِ ‫ه‬ ْ‫م َم‬ َ‫ل ت‬ ْ‫ن ا َم‬ َ‫م ت‬ ِ ‫م‬ َ‫ل ت‬ ْ‫ع َم‬ ِ ‫ل‬ ْ‫بوا ا َم‬ ُ ‫ل إ‬ ُ ‫طإ‬ ْ‫أ َم‬ ُ ‫إ‬ “Tuntutlah ilmu sejak dari buaian sampai liang lahat” Hadits tersebut menjadi dasar dari ungkapan “Long life education” atau pendidikan seumur hidup. Aamiin. Jangan pula menuntut ilmu untuk penampilan dalam majelis (pertemuan atau rapat) dan untuk menarik perhatian orang-orang kepadamu. Sabda rasul yang artinya: “Janganlah kalian menuntut ilmu untuk membanggakannya terhadap para ulama dan untuk diperdebatkan di kalangan orang-orang bodoh dan buruk perangainya. Jika kita berhenti belajar. semoga dapat dijadikan pelajareab dan bahan renungan. Oleh karena itu. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. selama kita masih diberi kesempatan oleh Allah. kita seharusnya termotivasi agar tak pernah lelah untuk belajar.

Sulaiman bin Abdul Malik sang Amirul Mukminin bersama kedua anaknya mendatangi ‘Atha’ yang sedang shalat. “Engkau telah memberikan kepercayaan tersebut kepada seorang budak [?]“ Nafi’ mengatakan. amin… Saudaraku….” (Tafsir Ath-Thabari. QS Al-Mujadilah: 11) Asy-Syaukani rahimahullah berkata. Semoga dapat bermanfaat khususnya bagi diri penulis dan bagi seluruh pembaca. Suatu hari. “Siapa Ibnu Abza?” Nafi’ menjawab. QS Al-Mujadilah: 11) Suatu hari Nafi’ bin Abdul Harits mendatangi Amirul Mukminin (Umar bin Al Khattab) di daerah ‘Usfan (saat itu Umar tengah mempercayakan kepemimpinan Mekah kepada Nafi’).” Umar bertanya kembali. Sungguh aku tidak akan lupa telah berada di hadapan seorang budak hitam (yang berilmu ini)” Dalam kisah yang lain Ibrahim Al-Harbi berkata.Berikut ini penulis mengajak dirinya dan ikhwah sekalian untuk merenungi lagi ayat-ayat Allah. Setelah selesai dari shalatnya ia menyambut mereka. jangan kalian lalai dari menuntut ilmu. Al-Mujadilah: 11) Ath Thabari rahimahullah berkata. Umar bertanya. Islam menjelaskan kedudukan yang tinggi nan mulia tentang keutamaan ilmu.” (QS. ٍ ‫جا‬ ‫ت‬ َ‫ر ت‬ َ‫د ت‬ َ‫م ت‬ َ‫ل ت‬ ْ‫ع َم‬ ِ ‫ل‬ ْ‫توا ا َم‬ ُ ‫أو إ‬ ُ ‫ن إ‬ َ‫ذي ت‬ ِ ‫ل‬ َّ‫واه‬ َ‫م ت‬ ْ‫ك َم‬ ُ ‫ن إ‬ ْ‫م َم‬ ِ ‫نوا‬ ُ ‫م إ‬ َ‫آ ت‬ َ‫ن ت‬ َ‫ذي ت‬ ِ ‫ل‬ َّ‫لل اه‬ ُ ‫ع ا إ‬ َّ‫ه‬ ِ ‫ف‬ َ‫ر ت‬ ْ‫ي َم‬ َ‫ت‬ “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Menyegarkan kembali ingatan kita bersama tentang kemuliaan ibadah melalui tholabul ilmi (menuntut ilmu syar’i).“Allah mengangkat derajat orang beriman yang berilmu di hadapan orang beriman yang tidak berilmu karena keutamaan ilmu mereka (jika mereka mengamalkan ilmu tersebut. Dengan penuh perhatian dan kasih sayang ibunya berpesan. terlebih di hadapan berbagai ujian dan cobaan kehidupan duniawi. Masih saja mereka asyik bertanya kepada ‘Atha tentang manasik haji kemudian Sulaiman berkata kepada kedua anaknya “Wahai anak-anakku. pent). “Siapa yang engkau jadikan penggantimu -sementara waktu.“Yaitu derajat yang tinggi dengan kemuliaan di dunia dan pahala di akherat. hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan bimbingan pemahaman Salafush Shalih. milik seorang wanita penduduk Mekah. pent) sehingga suatu saat . “Seorang budak. Hidung ‘Atha’ pesek seperti kacang (sangat kecil). “Sungguh Nabi kalian telah berkata: “Sesungguhnya Allah mengangkat derajat sebagian manusia dengan Al-Qur’an dan merendahkan sebagian yang lain karenanya.” (Shahih Muslim: 817) Ibrahim Al-Harbi berkata: Seseorang bernama ‘Atha’ bin Abi Rabah adalah budak berkulit hitam. Di antaranya adalah: Menggapai Kemuliaan Dengan Ilmu Syar’i Allah Ta’ala berrfirman.” Umar bertanya.bagi penduduk Mekah?” Nafi’ menjawab. Banyak ayat dan hadits serta perkataan serta kisah teladan para ulama salaf yang menunjukkan hal ini. “Sesungguhnya budak tersebut adalah seorang hafizh Al-Qur’an dan sangat mengilmui faraidh (yakni hukum-hukum islam)” Kemudian Umar berkata. “Ibnu Abza.” (Tafsir Asy-Syaukani. “Wahai anakku. “Muhammad bin Abdurrahman Al-Auqash adalah seorang yang lehernya sangat pendek sampai masuk ke badannya sehingga kedua bahunya menonjol keluar. maka hendaklah engkau menuntut ilmu karena ilmu akan mengangkat derajatmu. sungguh kelak setiap kali engkau berada di sebuah majelis engkau akan selalu ditertawakan dan direndahkan. agar semangat tak menjadi surut.” Ternyata (ia mematuhi pesan ibunya.

dan [3] anak shalih yang mendoakannnya.” (HR Tirmidzi no: 2323.” (HR Abu Daud no: 3641-2. Muslim no: 2699 dari Abi Hurairah) Beliau juga bersabda.“Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah.dipercaya menjadi Hakim Agung di Mekah selama dua puluh tahun. barangsiapa mempelajari bahasa (arab) maka akan lembut tabiatnya. Barangsiapa mendalami ilmu fikih maka akan agung kedudukannya. Ibnu Majah no: 4112 dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Ibnu Majah no: 186 dari Anas) Dengan Menuntut Ilmu Segala Pintu Kebaikan.” (Lihat Tarikh Baghdad 2: 309. Barangsiapa banyak menulis hadits maka akan kuat hujjahnya. lihat Miftah Daris Sa’adah 1: 503) Menuntut Ilmu Adalah Jalan Menuju Surga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. maka ia tidak akan mencium wanginya surga pada hari kiamat. ‫وقل رب زدني علما‬ “Dan katakan. Miftah Daris Sa’adah karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah 1: 501-502) Al-Muzani berkata. mari kita bersama menjaganya dengan baik. “…dan sesungguhnya para Malaikat akan merendahkan sayap-sayap mereka bagi penuntut ilmu sebagai tanda ridha terhadap apa yang mereka lakukan. Keutamaan seorang yang berilmu atas seorang ahli ibadah bagaikan keistimewaan bulan di hadapan bintang-bintang. At-Tirmidzi no: 2683. sungguh ia telah meraih bagian yang banyak. maka tidak akan bermanfaat ilmunya.“Barangsiapa keluar untuk mencari ilmu. Para ulama adalah pewaris para Nabi. namun ternyata ia tidak mempelajarinya melainkan untuk mendapatkan satu tujuan dunia. dishahihkan Ibnu Hibban no: 80) Ilmu ini adalah anugerah.“Aku pernah mendengar Imam Syafi’i berkata: ‘Barangsiapa mempelajari Al-Qur’an maka akan mulia kehormatannya. maka Allah akan memudahkan jalan baginya menuju surga. Barangsiapa yang dapat mengambilnya.’ (Diriwayatkan dari Imam Syafi’i dari beberapa jalan. dan Pahala Akan Dilimpahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.“Apabila anak cucu Adam meninggal dunia maka terputus semua amalannya kecuali dari tiga hal: [1] shadaqah jariyah. Barangsiapa yang tidak menjaga dirinya.” (HR. Dalam hal ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengingatkan kita dengan dalam sebuah hadits.” (HR Abu Daud no: 3664 dengan sanad yang shahih. Sungguh seorang yang berilmu akan dimintakan ampun baginya oleh semua yang ada di langit dan bumi sampai pun ikan di lautan. Wahai Rabb tambakanlah bagiku ilmu. maka ia berada di jalan Allah sampai ia kembali. Ibnu Majah no: 252.” (HR Muslim 1631 dari Abi Hurairah) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda. 6: 152. maka ia akan diberikan kepahaman tentang agama. Mengikhlaskan hati mensucikan niat agar Allah menambahnya serta melimpahkan berkah di dalamnya. Oleh karena itu. Para Nabi tidak mewariskan dinar ataupun dirham. dan Muslim 1037 dari Mu’awiyah) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda. Ibnu Hibban no: 89. Ibnu Majah no: 223.“Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu (syar’i). dll) Kiat Menjaga Ilmu . “Barangsiapa mencari ilmu yang seharusnya dicari untuk mengharapkan wajah Allah.” (QS Thoha: 114) Jangan sampai kemurniannya terkotori dengan bisikan ambisi materi atau buaian kemewahan duniawi. [2] ilmu yang bermanfaat. mereka hanya mewariskan ilmu.” (HR Bukhari 1: 150-151. Barangsiapa mempelajari ilmu berhitung maka akan tajam nalarnya dan banyak idenya. Maghfirah.

penuh semangat dan hidup prihatin. Sehingga suatu ketika aku mendengar hadits bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan hijamah (bekam) dan memberikan upah kepada ahli bekam (Abu Thaybah) satu dinar. [3] bersungguh-sungguh. [2] memiliki semangat.” (Ibnul Jauzi menyebutkannya dalam Manaqib Ahmad.” (Hilyatul Auliya karya Abu Nu’aim 5: 102) Imam Waki’ berkata. Senantiasa mengingat dan mengulang-ulang ilmu Ali bin Abi Thalib berkata. Mengamalkan ilmu yang telah kita dapatkan Amr bin Qays berkata.” (Al-Muhadditsul Fashil karya Ar-Ramahurmuzi hal: 545) Ibnu ‘Abbas berkata. no: 513. Al-Madkhal karya Al-Baihaqi. seakan tidak membutuhkannya. Beliau menggambarkan bagaimana Allah akan mencabut ilmu dari kehidupan dunia ini. beliau bersabda. Akan tetapi.“Mengulang-ulang ilmu di sebagian malam lebih aku cintai daripada menghidupkan malam (dengan shalat malam) (Sunan Ad-Darimi. dan [6] membutuhkan waktu yang panjang. maka amalkanlah meskipun hanya sekali. (Diwan Asy-Syafi’i) 2.Para ulama salaf menjelaskan bahwa di antara kiat menjaga kenikmatan mulia ini adalah dengan: 1. At-Tirmidzi 2652) Dalam hadits yang lain. “Sesungguhnya di antara tanda-tanda hari kiamat adalah diangkatnya ilmu. namun ilmu itu dicabut dengan diwafatkannya para ulama.“Ingat-ingatlah (ilmu) hadits. maka amalkanlah!” (Tadribur Rawi karya As-Suyuthi 2: 588) Imam Ahmad berkata. sehingga mereka sesat dan menyesatkan. hal: 232) 3. kebodohan semakin merajalela. zina nampak di mana-mana.“Jika sampai kepadamu suatu ilmu. 2: 584) Dalam Diwannya beliau juga membawakan syair ‫ وصحبة أستاذ وطول زمان‬# ‫ ذاكاء وحرص واجتهاد وبلغة‬# ‫ سأنبيك عن تفصيلها ببيان‬# ‫أخي لن تنال العلم إل بستـتة‬ Wahai saudaraku…. Tadribur Rawi karya As-Suyuthi. [4] membutuhkan biaya/materi.“Jika engkau hendak menghafal satu ilmu (hadits). “Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan merenggutnya dari para manusia. kaum pria menjadi sedikit dan kaum wanita menjadi lebih banyak…. Al-Bukhari juga meriwayatkannya dalam Sahih: kitab “nikah” . 9: 119. Selalu bersemangat dalam menuntut ilmu dan tidak merasa bosan Imam Syafi’i rahimahullah berkata.” (Sunan Ad-Darimi.“Tidaklah aku menulis suatu hadits melainkan aku telah mengamalkannya. Muslim no: 2673. [5] mendapat bimbingan guru (ustadz).” (Hilayatul Auliya karya Abu Nu’aim. 1: 82 dan 149) Az-Zuhri berkata. khamr diminum. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. 1: 150) Saudaraku… Kita perlu mengingat kembali sebuah hadits yang disampaikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sungguh jika kalian tidak melakukannya maka ilmu akan hilang. seseorang akan berhasil menuntut ilmu jika melakukannya dengan perjuangan dan susah payah. maka manusia akan menjadikan para pembesar mereka dari kalangan orang-orang bodoh yang ditanya (tentang agama) lantas orang-orang bodoh itu berfatwa tanpa ilmu.“Gangguan ilmu adalah lupa dan sedikitnya muraja’ah (mengulang-ulang).” (Shahih dengan beberapa jalannya. Sehingga apabila Allah tidak menyisakan lagi seorang ‘alim.“Seseorang tidaklah berhasil menuntut ilmu (dengan baik) apabila dia selalu merasa bosan. maka aku melakukan hijamah dan memberikan kepada ahli bekam satu dinar pula.” (HR Al-Bukhari: 1: 174-175. engkau takan mendapatkan ilmu melainkan dengan (memperhatikan) enam hal… Aku akan menyebutkannya secara rinci: [1] harus memiliki kecerdasan.

dengan hilangnya ilmu akan rusaklah dunia dan agama. Itu hanya bagi orang-orang yang memiliki khasyyah kepadaNya. maka mereka menghindar dari kemaksiatan yang akan menyebabkan murka dan adzab Allah…” (Lihat Tafsir AthThabari QS Fathir.” (Riwayat Ibnul Mubarak dalam Az-Zuhud hal: 15.” (Miftah Daris Sa’adah karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah: 1: 500) Al-Auza’i berkata bahwa Ibnu Syihab Az-Zuhri menyatakan. merasa diawasi sehingga waspada terhadap semua ancaman Allah. “Ayat ini adalah dalil keutamaan ilmu.” (QS. Itulah yang akan menumbuhkan khasyyah dan sikap takut kepada Allah.“Cukuplah ilmu membuat seseorang takut kepada Allah.“Berpegang teguh dengan sunnah adalah keselamatan. hendaklah ia menuntut ilmu syar’i.” An-Nadhr bin Syumail berkata. Kekokohan ilmu adalah keteguhan bagi agama dan dunia. ayat: 28) ‘Abdullah bin Mas’ud dan Masruq berkata. menjaga diri dari adzab dengan menjalankan ketaatan kepada Allah hanyalah orang-orang yang berilmu. Cukuplah menjadi kebahagiaan bagi dirinya jika ia dipercaya dalam perkara agama Allah. dan sebaliknya kebodohan menyebabkan seseorang lalai dari mengenal Allah. “Allah ridha kepada mereka dan mereka ridha kepada Allah. serta menjadi perantara antara seorang hamba dengan Allah. Orang yang takut kepada Allah adalah orang yang akan mendapatkan kemuliaan Allah sebagaimana firman-Nya (yang artinya). dan Ahmad dalam Az-Zuhud hal: 858 dan Lihat Tafsir Al-Baghawi QS Fathir. Sufyan berkata. Semua itu tidaklah didapatkan kecuali dengan ilmu syar’i. Fathir: 28) Ath-Thabari berkata.” Sya’bi menjawab.dari hadits Hafsh bin Umar dan kitab “ilmu”.“Sesungguhnya yang takut kepada Allah. ُ ‫ما إ‬ ‫ء‬ َ‫ل ت‬ َ‫إ ُت‬ ‫لع‬ ْ‫ه ا َم‬ ِ ‫د‬ ِ ‫با‬ َ‫ع ت‬ ِ ‫ن‬ ْ‫م َم‬ ِ ‫لل‬ َ‫شى ا ت‬ َّ‫ه‬ َ‫خ ت‬ ْ‫ي َم‬ َ‫ما ت‬ َ‫ن ت‬ َّ‫إ ه‬ ِ “Sesungguhnya hanyalah para ulama yang memiliki khasyyah kepada Allah. Maka kokohnya agama dan dunia hanyalah dengan kekokohan ilmu. mengulang-ulangnya adalah tasbih .” (Riwayat Ibnul Mubarak dalam Az-Zuhud 817. dan selain mereka) Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkata. Mereka mengetahui bahwa Allah Maha Mampu melakukan segala sesuatu. memperdalamnya adalah ibadah. hendaklah ia menuntut ilmu syar’i.“Barangsiapa yang ingin dimuliakan di dunia dan akherat. ayat: 28) Syaikh As-Sa’di berkata dalam tafsir dari Surat Al-Faaathir ayat 28. dan Ibnu ‘Abdil Bar dalam Al-Jami’ 1018) Saudaraku… Yakinlah bahwa di antara kunci kebahagiaan dunia dan akherat adalah dengan menuntut ilmu syar’i. Allah Ta’ala berfirman. demikian pula halnya Muslim dalam Shahihnya: 4: 256.“Sungguh keberadaan agama Islam dan keberlangsungan dunia ini adalah dengan keberadaan ilmu agama.” (Lihat Tafsir As-Sa’di QS Fathir.“Pelajarilah ilmu syar’i karena mempelajarinya di jalan Allah adalah khasyyah. Hilangnya ilmu adalah kehancuran bagi itu semua. karena ilmu akan menumbuhkan sikap khasyyah (takut) kepada Allah.” (Miftah Daris Sa’adah karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah: 1: 503-504) Mu’adz bin Jabal berkata. “Wahai ‘aalim berfatwalah. “Sesungguhnya seorang ‘alim adalah yang memiliki khasyyah (rasa takut) kepada Allah. ayat: 28) Dengan ilmu kita dapat menumbuhkan sikap khasyyah kepada Allah dan itulah muraqabah yang akan membimbing langkah-langkah kita menuju ridha Allah.“Barangsiapa yang berharap (kebahagiaan) dunia dan akherat. Sementara ilmu diangkat dengan cepat.” Al-Baghawi menyebutkan bahwa seseorang memanggil dan berkata kepada Sya’bi.

dekatilah mereka dengan kedua lututmu.” (Miftah Daris Sa’adah karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah: 1: 227) Imam Ahmad berkata. membimbing setiap pola pikir dan langkah kita. jadikanlah kami hamba-hambaMu yang mendapatkan keselamatan dan kebahagiaan di dunia serta akherat dengan ilmu.” (Al-Bukhari menyebutkannya secar mu’allaq dalam Shahih-nya 1: 229) Mari bersama-sama kita membangkitkan semangat menuntut ilmu syar’i agar dengannya kita mendapatkan pelita nan bercahaya. dengan ilmulah Allah diketahui dan disembah. amin… _____________ . ilmu senantiasa dibutuhkan seorang manusia setiap saat (selama nafasnya berhembus)”…(Thabaqat Al-Hanabilah. Sesungguhnya Allah akan menghidupkan hati yang mati dengan pelita “hikmah” sebagaimana Allah menghidupkan bumi yang gersang dengan air hujan. duduklah bersama para ulama. Yang satu terhalangi dari menuntut ilmu oleh rasa malunya.“Ilmu membisikkan pemiliknya untuk diamalkan. Namun jika ia tidak menjawab panggilan itu.“Manusia lebih membutuhkan ilmu dibandingkan makan dan minum. beramal dan berdakwah di jalan-Nya.(memuji Allah). Akan tetapi.“Sebaik-baik wanita adalah wanita Anshar. menerangi setiap amalan hidup kita. Ya Allah. barangsiapa telah diberikan hikmah maka ia telah diberikan banyak kebaikan…” Qutaibah dan Jumhur ulama berkata “hikmah adalah mengetahui yang haq dengan sebenarnya serta mengamalkannya. membuat kita senantiasa takut karena merasa diawasi oleh Allah.” (Iqtidhaul ‘Ilmil amal karya Al-Khathib: hal 41) Semoga Allah melimpahkan taufiqNya kepada kita untuk ikhlas dalam menuntut ilmu. memperbaiki setiap niat hati kita. Al-Ajmi’ oleh Ibnu ‘Abdil Bar 1: 65) Seorang penyair berkata: Ilmu adalah harta dan tabungan yang tak akan habis… Sebaik-baik teman yang bersahabat adalah ilmu… Terkadang seseorang mengumpulkan harta kemudian kehilangannya… Tidak seberapa namun meninggalkan kehinaan dan perseteruan… Adapun penuntut ilmu.“Allah menganugerahkan “hikmah” kepada yang Allah kehendaki. Hikmah yang beliau maksud adalah yang Allah sebutkan dalam firmanNya (QS Al-Baqarah: 269) yang artinya. Ali bin Abi Thalib berkata.” Mujahid juga berkata. mengajarkannya kepada yang belum mengetahuinya adalah shadaqah. (Diterjemahkan dari Miftah Daris Sa’adah karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah: 1: 507) Karenanya. dan dengannya pula diketahui yang halal dan yang haram…” (Hilayatul Auliya karya Abu Nu’aim 1: 239. maka ilmu akan tetap ada. Mereka tidak terhalangi oleh rasa malu untuk mempelajari semua perkara agama ini. maka ilmu akan pergi.. Luqman berwasiat kepada putranya. membahas (permasalahan-permasalahannya) adalah jihad.” (Riwayat Imam Malik dalam Al-Muwaththa’ 2: 1002). Sementara yang satu lagi terhalangi oleh kesombongannya. dengannya Allah diesakan dalam tauhid.“Seorang pemalu atau sombong tidaklah dapat menuntut ilmu. Jika ilmu itu telah sampai maka jangan kita melupakannya dan mari kita berlomba untuk mengamalkannya. “Wahai anakku. Jika ia menjawab panggilan bisikan itu. 1: 146) Saudaraku. Itulah ilmu yang bermanfaat dan amal yang shalih. karena makanan dan minuman dibutuhkan manusia satu atau dua kali dalam satu hari. ia selalu membuat iri (ghibthah) banyak orang… Namun dirinya tidak pernah merasa takut akan kehilangannya… Wahai para penuntut ilmu. Belum Terlambat dan Tidak Ada Kata Malu ‘Aisyah berkata. betapa berharga hartamu itu… yang tak dapat dibandingkan dengan emas ataupun mutiara….

“Sesungguhnya seluruh sifat yang menyebabkan hamba dipuji oleh Allah di dalam Al Qur’an maka itu semua merupakan buah dan hasil dari ilmu.” (QS. Keempat : Kebenaran akan tampak bagi ahli ilmu Ibnul Qayyim mengatakan. Allah ta’ala berfirman yang artinya.“Ucapan beliau : Firman-Nya ‘azza wa jalla. Allah Maha mengetahui apa yang kalian kerjakan.” (Al ‘Ilmu. 1/172).Penulis: Ustadz Rizal Yuliar Putrananda. Sedangkan yang dimaksud dengan ilmu di sini adalah ilmu syar’i.or. Sehingga makna ahli dzikir adalah ahli ilmu yang memahami wahyu yang diturunkan Allah kepada para nabi.” (Fathul Bari.“Sesungguhnya Allah Yang Maha Suci memerintahkan untuk bertanya kepada mereka (ahli ilmu) dan merujuk kepada pendapat-pendapat mereka. Kelima : Segala sifat terpuji bersumber dari ilmu Ibnul Qayyim mengatakan.” (QS. menyucikan-Nya dari segenap sifat tercela dan kekurangan. Sebab Allah ta’ala tidaklah memerintahkan Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk meminta tambahan untuk apapun kecuali tambahan ilmu. Kemudian Al Hafizh menjelaskan. Yusuf [12] : 76). hal. fadhluhu wa syarafuhu. Dan poros semua ilmu tersebut ada pada ilmu tafsir. Dan pengangkatan derajat ini menunjukkan adanya sebuah keutamaan…” (Fathul Bari.“Ada yang mengatakan tentang tafsirannya adalah : Allah akan mengangkat kedudukan orang beriman yang berilmu dibandingkan orang beriman yang tidak berilmu. “Yaitu dengan sebab ilmu. Al Hafizh menjelaskan.“Allah Yang Maha Suci memberitakan mengenai keadaan orangorang yang berilmu.id Keutamaan Ilmu Pertama : Ilmu Meningkatkan derajat Allah ta’ala berfirman yang artinya. Ketiga : Perintah bertanya kepada ahli ilmu Ibnul Qayyim mengatakan. 1/172).“Wahai Rabbku. An Nahl [16] : 43). ‘Wahai Rabbku tambahkanlah kepadaku ilmu’. yang dengan ilmu itu akan diketahui kewajiban yang harus dilakukan oleh seorang mukallaf untuk menjalankan ajaran agamanya dalam hal ibadah ataupun muamalahnya. juga ilmu tentang Allah dan sifat-sifat-Nya. Zaid mengatakan.’ (QS. hadits dan fiqih…” (Fathul Bari.” (QS. Allah menjadikan hal ini sebagai pujian atas mereka dan permintaan persaksian untuk mereka. bahwa merekalah orang-orang yang bisa memandang bahwa wahyu yang diturunkan kepada Nabi dari Rabbnya adalah sebuah kebenaran.” (Al ‘Ilmu. 24). “Dan orang-orang yang diberikan ilmu bisa melihat bahwa wahyu yang diturunkan dari Rabbmu itulah yang benar.” (QS. dan hak apa saja yang harus dia tunaikan dalam beribadah kepada-Nya. Saba’ [34] : 6). Allah juga menjadikannya sebagaimana layaknya persaksian dari mereka. “Dan tidaklah Kami mengutus sebelummu kecuali para lelaki yang Kami wahyukan kepada mereka : bertanyalah kepada ahli dzikir apabila kalian tidak mempunyai ilmu. Beliau juga meriwayatkan sebuah ucapan Zaid bin Aslam mengenai ayat yang artinya. Thaha [20] : 114).“Kami akan mengangkat derajat orang yang Kami kehendaki. tambahkanlah kepadaku ilmu. 24). Lc. Dan . hal. 1/172). Allah berfirman yang artinya. Kedua : Nabi diperintahkan untuk berdoa untuk mendapatkan tambahan ilmu Di dalam Kitabul Ilmi Bukhari membawakan sebuah ayat yang artinya. “Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman dan diberikan ilmu di antara kalian beberapa derajat.muslim. Memiliki penunjukan yang sangat jelas terhadap keutamaan ilmu. Artikel www. Al Mujadilah [58] : 11). fadhluhu wa syarafuhu.

Para penuntut ilmu yang berhias diri dengan adab-adab islami. hal.com/buku-tamu/keutamaan-ilmu/ Yang Kita Lupakan Dalam Menuntut Ilmu Bertahun-tahun sudah kita luangkan waktu kita untuk menuntut ilmu. Muslim mengatakan di dalam Sahihnya. Inilah kehidupan yang harus kita jalani. yang tidak tergoda oleh gemerlapnya dunia dengan segala kepalsuan dan kesenangannya yang fana. hal. hal. 111). 112). apakah ilmu yang kita dapatkan adalah ilmu yang bermanfaat ataukah sebaliknya. dan niat yang benar. Sedangkan kebahagiaan tidak akan bisa dilalui kecuali dengan meniti jembatan kesulitan. Suka duka yang dirasakan juga begitu banyak. Semoga yang sedikit ini bisa menyalakan semangat mereka dalam berjuang membela agama-Nya dari serangan musuhmusuh-Nya. ‘Barangsiapa yang menginginkan hidup santai (di masa depan. Para penuntut ilmu yang senantiasa berusaha meraih keutamaan di waktu-waktunya.“Dan tidaklah diragukan bahwasanya kebodohan adalah pokok seluruh kerusakan. Akan tetapi. Mengingat masa lalu terkadang membuat kita tersenyum. tertawa dan terkadang membuat kita menangis.” (Al ‘Ilmu. kesulitan pimpinan kemiskinan kematian faktor menjadi resiko resiko Beliau juga mengatakan. mungkin kita sering melupakan.“Berbagai kemuliaan berkaitan erat dengan hal-hal yang tidak disenangi (oleh hawa nafsu. Para penuntut ilmu yang mencintai Allah dan Rasul-Nya di atas kecintaannya kepada segala sesuatu.’ Dahulu ada yang mengatakan. . “Adapun kebahagiaan ilmu. keseriusan dalam belajar. pen) maka dia akan meninggalkan banyak bersantai-santai. Beliau juga menegaskan. Sungguh indah ucapan seorang penyair yang mengungkapkan hal itu. fadhluhu wa syarafuhu. Kebahagiaan ilmu Ibnul Qayyim mengatakan. maka hal itu tidak dapat kamu rasakan kecuali dengan cara mengerahkan segenap kemampuan. Kehidupan sebagai seorang thalibul’ilmi. 101). pen). fadhluhu wa syarafuhu. 128). Sesungguhnya pada masa yang penuh dengan fitnah semacam ini kehadiran para penuntut ilmu yang sejati sangat dinanti-nanti. Para penuntut ilmu yang bersegera dalam kebaikan dan mengiringi amalnya dengan rasa harap dan cemas. ____________ Disusun oleh Ari Wahyudi http://abumushlih. fadhluhu wa syarafuhu. Inilah sekelumit pelajaran dan motivasi bagi para penuntut ilmu.’. fadhluhu wa syarafuhu. Katakanlah kepada orang Perkara-perkara yang tinggi Tanpa mengerahkan Berarti kamu berharap sesuatu yang mustahil ada Penyair yang lain Kalau bukan karena Tentunya semua orang bisa Sifat dermawan membawa Sebagaimana sifat berani membawa (Al ‘Ilmu. Para penuntut ilmu yang bisa merasakan nikmatnya berinteraksi dengan Al Qur’an sebagaimana seorang yang lapar menyantap makanan. Dan tidak akan terputus jauhnya jarak perjalanan kecuali dengan menaiki bahtera keseriusan dan kesungguh-sungguhan. hal. ‘Yahya bin Abi Katsir berkata : Ilmu tidak akan diraih dengan tubuh yang banyak bersantai-santai.seluruh celaan yang disebutkan oleh-Nya maka itu semua bersumber dari kebodohan dan akibat darinya…” (Al ‘Ilmu. yang lagi mendambakan mulia kesungguhan mengatakan. Dan semua bahaya yang menimpa manusia di dunia dan di akhirat maka itu adalah akibat dari kebodohan…” (Al ‘Ilmu.

6906 dan yang lainnya dengan lafaz-lafaz yang mirip) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saja. Oleh karena itu. Tidak mengatakan bahwa dia itu memiliki ilmu dan tidak mengatakan bahwa orang lain itu bodoh. Menunjukkan kepadanya agar lari dan menjauhi dunia. sedikitnya perkataan-perkataan yang dinukil dari orang-orang yang terdahulu bukanlah karena mereka tidak mampu untuk berbicara.Penulis teringat sebuah hadis yang diriwayatkan oleh seorang sahabat yang bernama Zaid bin Arqam radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkata. Sesungguhnya dia mengatakan hal itu karena hak-hak Allah. Menumbuhkan rasa zuhud terhadap dunia. dari hati yang tidak khusyuk. • • • Adapun ciri-ciri ilmu yang tidak bermanfaat di dalam diri seseorang: • Ilmu yang diperoleh hanya di lisan bukan di hati. Yang paling menggiurkan dari dunia adalah kepemimpinan. Senantiasa didengar doanya. dari jiwa yang tidak pernah merasa kenyang dan dari doa yang tidak dikabulkan. sangat sering mengulang doa-doa ini. kecuali terhadap orang-orang yang menyelisihi sunnah dan ahlussunnah. berikut ini penulis sebutkan beberapa ciri ilmu yang bermanfaat dan yang tidak bermanfaat yang penulis ambil dari kitab Al-Hafiz Ibnu Rajab Al-Hanbali yang berjudul Bayan Fadhli ‘Ilmissalaf ‘ala ‘Ilmilkhalaf. Mengakui keutamaan-keutamaan orang-orang yang terdahulu di dalam ilmu dan merasa tidak bisa menyaingi martabat mereka. kemasyhuran dan pujian. • Menjadikan hati tunduk atau khusyuk kepada Allah dan merasa hina di hadapan-Nya dan selalu bersikap tawaduk. Sedikit berbicara karena takut jika terjadi kesalahan dan tidak berbicara kecuali dengan ilmu. sudah seharusnya selalu membacanya. Selalu mengharapkan akhirat. yang dijamin oleh Allah untuk menjadi pemimpin Bani Adam di hari akhir nanti. tetapi karena mereka memiliki sifat wara’ dan takut pada Allah Taala. yang sangat banyak berlumuran dosa. • Tidak menumbuhkan rasa takut pada Allah. ‫ها‬ َ‫ل ا‬ َ‫ب ا‬ ُ ‫جا‬ َ‫ت ا‬ َ‫س ا‬ ْ‫ي َت‬ ُ ‫ال‬ َ‫ة ا‬ ٍ ‫و ل‬ َ‫ع ا‬ ْ‫د َت‬ َ‫ن ا‬ ْ‫م َت‬ ِ‫و ْن‬ َ‫ع ا‬ ُ ‫ب‬ َ‫ش ا‬ ْ‫ت َت‬ َ‫ال ا‬ َ‫س ا‬ ٍ ‫ف ل‬ ْ‫ن َت‬ َ‫ن ا‬ ْ‫م َت‬ ِ‫و ْن‬ َ‫ع ا‬ ُ ‫ش‬ َ‫خ ا‬ ْ‫ي َت‬ َ‫ال ا‬ َ‫ب ا‬ ٍ ‫ل ل‬ ْ‫ق َت‬ َ‫ن ا‬ ْ‫م َت‬ ِ‫و ْن‬ َ‫ع ا‬ ُ ‫ف‬ َ‫ن ا‬ ْ‫ي َت‬ َ‫ال ا‬ َ‫م ا‬ ٍ ‫ل ل‬ ْ‫ع َت‬ ِ‫ن ْن‬ ْ‫م َت‬ ِ‫ك ْن‬ َ‫ب ا‬ ِ‫ذ ْن‬ ُ ‫عو‬ ُ ‫أ‬ َ‫نأ ى ا‬ ّ‫إ أ ى‬ ِ‫م ْن‬ ّ ‫ه ِإ‬ ُ ‫ل‬ ّ ‫الِإ‬ “Ya Allah. apalagi kita. Ilmu itu senantiasa berada di hatinya. Menjadikannya benci akan tazkiah dan pujian. bukan untuk kepentingan pribadinya. Ciri-ciri ilmu yang bermanfaat di dalam diri seseorang: • Menghasilkan rasa takut dan cinta kepada Allah. • • • • • • • • • Membuat jiwa selalu merasa cukup (qanaah) dengan hal-hal yang halal walaupun sedikit yang itu merupakan bagian dari dunia.” (HR Muslim No. Berbaik sangka terhadap ulama-ulama salaf (terdahulu) dan berburuk sangka pada dirinya. Menganggap bahwa dirinya tidak memiliki sesuatu dan kedudukan. Sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari ilmu yang tidak bermanfaat. Sesungguhnhya. . Mengetahui ciri-ciri ilmu yang bermanfaat dan yang tidak bermanfaat sangatlah penting.

Jami’ah Islamiyah Madinah. Mengatakan orang lain bodoh. mendebat orangorang bodoh atau memalingkan wajah-wajah manusia kepadanya. • • • Al-Hafiz Ibnu Rajab Al-Hanbali berkata. penulis belum menemukannya dengan sanad yang shahih. Barang siapa yang merasa cukup dengan yang pertama. Tidak menerima kebenaran dan sombong terhadap orang yang mengatakan kebenaran atau berpura-pura meluruskan kesalahan karena takut orang-orang lari darinya dan menampakkan sikap kembali kepada kebenaran. Semakin menjadikannya sombong dan angkuh. ‫من طلب العلم ليباهي به العلماء أو يماري به السفهاء أو يصرف وجوه الناس إليه فليتبوأ مقعده من النار‬ “Barang siapa yang menuntut ilmu untuk menyaing-nyaingi para ulama. Selalu berburuk sangka terhadap orang-orang yang terdahulu. Mencoba untuk menyaing-nyaingi para ulama dan suka berdebat dengan orang-orang bodoh. manusia boleh memilih apakah dia itu ridha untuk dikatakan sebagai seorang ulama di sisi Allah ataukah dia itu tidak ridha kecuali disebut sebagai seorang ulama oleh manusia di masanya. terdapat lafaz yang mirip dengannya di Sunan At-Tirmidzi No. maka dia itu telah mempersiapkan tempat duduknya dari neraka. Dar Al-Basya’ir Al-Islamiah • Shahih Muslim.muslim.id Keutamaan Menyebarkan Ilmu Agama . Akan tetapi.• • • • • • • Tidak pernah kenyang dengan dunia bahkan semakin bertambah semangat dalam mengejarnya. Tidak dikabulkan doanya. Mencari kedudukan yang tinggi di dunia dan berlomba-lomba untuk mencapainya. Maktabah Al-Ma’arif *** Penulis: Ustadz Said Yai Ardiansyah (Mahasiswa Fakultas Hadits. lalai dan lupa serta merasa bahwa dirinya selalu benar dengan apa-apa yang dimilikinya. “Di saat sekarang ini. Banyak bicara dan tidak bisa mengontrol kata-kata. maka dia akan merasa cukup dengan itu… Barang siapa yang tidak ridha kecuali ingin disebut sebagai seorang ulama di hadapan manusia.or. Tidak menjauhkannya dari apa-apa yang membuat Allah murka. yaitu: ‫من طلب العلم ليجاري به العلماء أو ليماري به السفهاء أو يصرف به وجوه الناس إليه أدخله الل النار‬ _____________ ‫اللهم إني أسألك علما نافعا و رزقا طيبا و عممال متقبمالز آمين‬ Maraji’: • Bayan Fadhli ‘Ilmissalaf ‘ala ‘Ilmilkhalaf oleh Al-Hafiz Ibnu Rajab Al-Hanbali.” (*) *) Dengan Lafaz yang seperti ini. 2653 dengan sanad yang hasan. maka jatuhlah ia (pada ancaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam). Saudi Arabia) Artikel www. Dar As-Salam • Sunan At-Tirmidzi.

oleh karena itu semua makhluk di alam semesta berterima kasih kepadanya dan mendoakan kebaikan baginya. «‫ر‬ َ‫ي ت‬ ْ‫خ َم‬ َ‫ل ت‬ ْ‫س ا َم‬ ِ ‫نا‬ َّ‫م ال ه‬ ِ ‫ل‬ ّ‫ع ِم‬ َ‫م ت‬ ُ ‫لى إ‬ َ‫عت‬ َ‫ن ت‬ َ‫لو ت‬ ُّ‫ص‬ َ‫ي ت‬ ُ ‫ل إ‬ َ‫ ت‬،‫ت‬ َ‫حو ت‬ ُ ‫ل إ‬ ْ‫تى ا َم‬ َّ‫ح ه‬ َ‫و ت‬ َ‫ها ت‬ َ‫ر ت‬ ِ ‫ح‬ ْ‫ج َم‬ ُ ‫فى إ‬ ِ ‫ة‬ َ‫ل ت‬ َ‫مت‬ ْ‫ن َم‬ َّ‫تى ال ه‬ َّ‫ح ه‬ َ‫ ت‬،‫ض‬ ِ ‫ر‬ ْ‫ل َم‬ َ‫وا ت‬ َ‫ت ت‬ ِ ‫وا‬ َ‫م ت‬ َ‫س ت‬ َّ‫ل ال ه‬ َ‫ه ت‬ ْ‫أ َم‬ َ‫وت‬ َ‫ه ت‬ ُ ‫ت إ‬ َ‫ك ت‬ َ‫ئ ت‬ ِ ‫مال‬ َ‫م ت‬ َ‫و ت‬ َ‫لل ت‬ َ‫ن ا ت‬ َّ‫ه‬ َّ‫إ ه‬ ِ » “Sesungguhnya Allah dan para Malaikat. kemuliaan dan keberkahan dari-Nya[6]. kemudian menyebarkannya kepada umat manusia[3]. Hadits yang agung ini menunjukkan besarnya keutamaan seorang yang mempelajari ilmu agama[2] yang bersumber dari al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. kedudukan yang lebih utama dari menyebarkan ilmu (agama)”[4]. Para ulama yang menyebarkan ilmu agama adalah pewaris para Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam[11]. benar-benar bershalawat/mendoakan kebaikan bagi orang yang mengajarkan kebaikan (ilmu agama) kepada manusia”[1]. Imam Abdullah bin al-Mubarak rahimahullah berkata. bukan untuk tujuan mencari popularitas atau imbalan duniawi[10]. karena merekalah yang menggantikan tugas para Nabi dan Rasul ‘alaihis salam. karena menyampaikan panah ke leher musuh banyak • • • • . “Menyampaikan/menyebarkan sunnah (petunjuk) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada umat manusia lebih utama daripada menyampaikan (melemparkan) panah ke leher musuh (berperang melawan orang kafir di medan jihad). serta semua makhluk di langit dan di bumi. supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Beberapa faidah penting yang terkandung dalam hadits ini: • Makna shalawat dari Allah Ta’ala kepada hamba-Nya adalah limpahan rahmat. Ada juga yang mengartikannya dengan taufik dari Allah Ta’ala untuk mengeluarkan hamba-Nya dari kegelapan (kesesatan) menuju cahaya (petunjuk-Nya). termasuk ikan-ikan di lautan”[5]. Tentu saja yang keutamaan dalam hadits ini khusus bagi orang yang mengajarkan ilmu agama dengan niat ikhlas mengharapkan wajah AllahTa’ala. Sebagian dari para ulama ada yang menjelaskan makna hadits ini bahwa Allah Ta’ala akan menetapkan bagi orang yang mengajarkan ilmu agama pengabulan bagi semua permohonan ampun yang disampaikan oleh seluruh makhluk untuknya[9]. • Orang yang mengajarkan ilmu agama kepada manusia berarti telah menyebarkan petunjuk Allah Ta’ala yang merupakan sebab utama terwujudnya kemakmuran dan kesejahteraan alam semesta beserta semua isinya. pengampunan. serta bersabar dalam menjalankan semua itu. sebagaimana dalam firmanNya: “Dialah yang bershalawat kepadamu (wahai manusia) dan malaikat-Nya (dengan memohonkan ampunan untukmu).“Aku tidak mengetahui setelah (tingkatan) kenabian.Dari Abu Umamah al-Baahili radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata. pujian. maka merekalah orang-orang yang paling mulia kedudukannya di sisi AllahTa’ala setelah para Nabi dan Rasul ‘alaihis salam[12]. sampai semut dalam lubangnya dan ikan (di lautan). Dalam hadist lain yang semakna dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Sesungguhnya orang yang memahami ilmu (agama dan mengajarkannya kepada manusia) akan selalu dimohonkan (kepada Allah Ta’ala) pengampunan (dosa-dosanya) oleh semua makhluk yang ada di langit dan di bumi. Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman” (QS al-Ahzaab:43)[7]. sebagai balasan kebaikan yang sesuai dengan perbuatannya[8]. yaitu menyebarkan petunjuk Allah Ta’ala dan menyeru manusia ke jalan yang diridhai-Nya.

orang yang (mampu) melakukannya. . sedangkan menyampaikan sunnah (petunjuk) RasulullahShallallahu ‘alaihi wa sallam kepada umat manusia hanya (mampu) dilakukan oleh (para ulama) pewaris para Nabi ‘alaihis salam dan pengemban tugas mereka di umat mereka. semoga Allah Ta’ala menjadikan kita termasuk golongan mereka dengan karunia dan kemurahan-Nya”[13].

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful