Kewajiban Dan Ke Utamaan Menuntut Ilmu

Assalamu'alaikum Wr.Wb Yang terhormat Bapak Alim Ulama'. Bapak Kyai yang saya taati fatwa-fatwanya. Para hadirin serta teman-teman yang berbahagia. Puji syukur Alhamdulillah, karena apa! Karena sampai saat ini kita masih tetap dalam lindungan.nya A..amin. Shalawat serta salam semoga tetap tercurah kan kepada junjungan kita nabi muhammad SAW. Hadirin... Yang berbahagia........ Saya akan mengambil tema "Kewajiban Dan Keutamaan Menuntut Ilmu Hadirin yang berbahagia... ILMU. Ilmu! Berasal dari kata...! 'Alima! yang artinya sudah tahu..! Jadi..! Orang yang berilmu...! Orang yang sudah ta..tahu. Hadirin...! Menuntut ilmu itu wajib atau tidak ? Wa...wajib! Kenapa! "Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim" (Hadist Riwayat Ibnu Abdil Bari) Sudah jelas! Sesuai hadis di atas bahwa! Menuntut ilmu itu wa...wajib! Bagi kita umat is...islam. Lalu... Mengapa kita harus menuntut Ilmu! Mengapa kita harus berlajar! Sebab...

Allah SWT, akan meninggikan derajat orang yang ber il...ilmu

Firman Allah SWT, Q.S Al Mujadalah ayat 11: "... Allah meningikan orang yang beriman di antara kamu dan orang yang di beri ilmu pengetahuan beberapa derajat..." Dengan ilmu pengetahuan! Kita dapat memperoleh apa saja! Yang! Kita cita...citakan Ingin sukses dunia harus dengan Il...ilmu, begitu juga bila ingin sukses akhirat harus dengan Il...ilmu Itulah kenapa! Menuntut ilmu itu samapai di wajib...kan Hadirin yang di muliakan Allah SWT... Lalu...! Bagaimana! Cara mendapatkan ilmu yang bermanfaat?

Sebelum berangkat menuntut ilmu kita harus berwu...wudhu dan pamit mohon restu pada orang tu..tua. contoh dengan cara!

"Bu...! Yah...! Saya mau berangkat! Do'a restunya! Do'a kan saya jadi anak yang sholeh dan pinta Ya...!" Sambil mencium tangan orang tua.

hati hati di jalan! Semoga Allah meridhoimu. yang diutus oleh Allah SWT ke muka bumi ini sebagai rahmatan lil alamiin.. yang telah menggempur kesesatan dan mengibarkan panji-panji kebenaran. Bu! Yah."Ya. Menghormati dengan jalan merawat buku-buku kita. maka Allah SWT memerintahkan kepada semua . selalu memberi kemudahan dan bimbingan dalam setiap langkah kita Amin.. Anak ku restu ibu dan ayah selalu menyertaimu.. yakni menuntut ilmu.. Untuk itu ingatlah pesan saya ini "Tanpa kesungguhan berlajar. membawa dan menyimpan dengan baik Di pelajari serta di amal kan apa yang di sampaikan guru dengan te.guru yang mengajar dan mendidik kita.. Karena nikmat dan hidayah dari Allah berupa keimanan dan keislaman-lah yang membuat kita tetap kokoh berjalan di atas jalan Allah.. dan hidayah-Nya kepada kita semua.Nya menuntut ilmu! Baik ilmu Agama maupun ilmu Umum.. pada kesempatan kali ini saya akan membawakan ceramah tentang “Keutamaan menuntut Ilmu” Kita lahir di bumi ini dalam keadaan tak berilmu.Wb CERAMAH: KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU # ُ ‫ت إ‬ ‫ه‬ ُ ‫ا إ‬ َ‫راك ت‬ َ‫ب ت‬ َ‫و ت‬ َ‫لل ت‬ َّ‫ة ا ه‬ ُ ‫م إ‬ َ‫ح ت‬ ْ‫ر َم‬ َ‫و ت‬ َ‫م ت‬ ْ‫ك َم‬ ُ ‫ي إ‬ ْ‫ل َم‬ َ‫عت‬ َ‫م ت‬ ُ ‫سمال إ‬ َّ‫أال ه‬ َ‫ت‬ ‫ من يهده الل فمال‬،‫ ونعوذ بالل من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا‬،‫ ونتوب إليه‬،‫ ونستغفره‬،‫ ونستعينه‬،‫ نحمده‬،‫إن الحمد لل‬ ‫ا عبده ورسوله‬ ً ‫ وأشهد أن محمد‬،‫ وأشهد أن ل إله إل الل وحده ل شريك له‬،‫ ومن يضلل فمال هادي له‬،‫مضل له‬.... sehingga ilmu kita mampu merubah kita yang lebih baik dan ber. Dan nikmat kesehatan dan kesempatan dari Allah pula sehingga hari ini kita dapat berkumpul di tempat ini dalam rangka melaksanakan salah satu aktivitas yang merupakan kewajiban kita sebagai umat Islam.... serta memperjuangkan islam hingga sampai kepada kita sebagai rahmat tak terperi dari allah SWT.! Berjabat tangan! Ucap kan salam! Bila bertemu guru... Sekian terima kasih Billahi Taufiq Wal Hiadayah Warridho Wal Inayah Wassalamu'alaikum Wr.tekun. Shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita. Nabi Muhammad SAW. berkah. berdo'a dan Ridho orang tua tiada tercapai cita-cita" Semoga Allah SWT. Para hadirin yang dimuliakan Allah.. setiap orang tua berkewajiban mendidik dan mengajarkan ilmu pengetahuan kepada anaknya..berguna  Hadirin yang berbahagia. Karena manusia lahir ke dunia dalam keadaan tak berilmu.Nak! Amin!" Ya. Puji dan Syukur tak henti kita panjatkan kepada Allah SWT yang tiada henti memberikan nikmat...... contoh.! Terima kasih! Assalamu'alaikum! Dengan pamit orang tua! Kita pasti di do'a kan sebab keridhoan orang tua dalam menuntut ilmu! Suatu hal yang sangat penting demi keberhasilan dan kesuksesan kita Rasululla SAW.. Oleh karena itu. Bersabda: "Ridho Allah ada dalam Ridho ke dua orang tua" "dan marah Allah ada dalam marah ke dua orang tua"   Selain itu kita harus menghormati gu. Itulah betapa penting dan utama.

hukum menuntut ilmu bisa berubah menjadi haram jika ilmu yang dipelajari dapat mendatangkan mudharat bagi diri sendiri maupun orang lain. yang insya Allah akan mengantarkan pada kebahagiaan dunia akhirat. dan sebagainya. Bacalah. Hal ini sesuai dengan sabda Rasul. QS Al-Alaq ayat 1 – 5: 1. “Belajarlah karena seseorang tidak dilahirkan dalam keadaan pandai. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Mengenai perintah menuntut ilmu. ilmu adalah sesuatu yang tergolong suci. Ada yang hukumnya fardhu ‘ain seperti menuntut ilmu agama. Ini menunjukkan bahwa sebelum kita beramal. sedekah. kecuali dengan ilmu. terutama yang berkaitan dengan ibadah kepada Allah seperti cara berwudhu. Ada banyak sekali keutamaan menuntut ilmu yang dijelaskan dalam Al-Qur’an dan Sunnah Rasul. ilmu santet dan sebagainya. Oleh sebab itu perintah menuntut ilmu tidak dibedakan antara laki-laki dan perempuan. tetapi juga bermakna sebagai perintah untuk membaca dan memahami tanda-tanda kebesaran Allah. namun perintah Allah dalam ayat ini untuk membaca adalah perintah tersirat kepada manusia untuk belajar. Tegasnya. terutama umat islam untuk belajar atau menuntut ilmu sebagai bekal untuk menjalani hidup. ilmu sihir. Seseorang tak kan dapat berjalan dengan baik di malam yang gelap tanpa cahaya atau pelita. atau ilmu hitung karena ini menjadi sesuatu yang penting didalam muamalah (jual beli). Ada pula yang hukumnya fardu kifayah.’ (HR ibnu Abdi Al-bar) Dari ayat dan hadits di atas. dan Tuhanmulah yang Maha pemurah. Tidakkah kita sadari bahwa wahyu pertama ini. seperti ilmu-ilmu yang dibutuhkan untuk mendukung urusan-urusan dunia. pembagian wasiat. yang memerintahkan untuk membaca mengandung makna yang luas tentang pentingnya belajar? Allah tidak menurunkan wahyu pertama berupa perintah untuk shalat. 4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam 5. Sesungguhnya para malaikat meletakkan sayap-sayap mereka pada penuntut ilmu karena ridha terhadap ilmu yang dituntutnya. 3. harta waris dan lainnya. sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw: “Tuntutlah ilmu walaupun di negeri China karena sesungguhnya menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim. sebagai tanda pengangkatan Muhammad menjadi utusan Allah. Allah SWT akan mengangkat derajat orang-orang beriman dan berilmu sebagaimana firman- . kita wajib berilmu. dapat disimpulkan bahwa hukum menuntut ilmu pada dasarnya adalah wajib/fardhu. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan. Wahyu pertama ini. atau menyesatkan dan membahayakan. Allah mewajibkan manusia menuntut ilmu bukan tanpa sebab. karena membaca merupakan salah satu cara untuk belajar.” Dalam pandangan islam. dan pemilik ilmu itu tidak sama dengan orang yang bodoh. shalat. Selain itu. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. zakat dan sebagainya. memerintahkan “Iqro’= bacalah”. Allah SWT memerintahkan secara tersirat dalam wahyu yang pertama diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. demikian pula halnya tak dapat seseorang membedakan yang benar dan salah. Meski tak secara langsung mengatakan “belajarlah”. Islam tidak menghendaki umatnya sengsara di dunia dan di akhirat. puasa. 2. Membaca yang dimaksudkan disini tak sekedar membaca buku atau materi pelajaran.manusia. menuntut ilmu itu wajib bagi setiap orang Islam. seperti ilmu hitam. Ilmu bagaikan pelita atau cahaya di malam yang gelap. seperti ilmu kedokteran karena ilmu ini menjadi sesuatu yang penting untuk memelihara tubuh. meskipun di tempat yang jauh dari negerinya. tetapi perintah “Iqro’ = bacalah” yang dapat kita tafsirkan sebagai perintah untuk belajar.

Berbagi ilmu dengan orang lain tak sama dengan berbagi harta. Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah tentang kebahagiaan dunia akhirat yang dapat diperoleh dengan memiliki ilmu pengetahuan: ِ ‫ل‬ ‫م‬ ْ‫ع َم‬ ِ ‫ل‬ ْ‫با َم‬ ِ ‫ه‬ ِ ‫ي‬ ْ‫ل َم‬ َ‫عت‬ َ‫ف ت‬ َ‫ما ت‬ َ‫إ ُ ت‬ ‫ده‬ َ‫را ت‬ َ‫أ ت‬ َ‫ن ت‬ ْ‫م َم‬ َ‫و ت‬ َ‫م ت‬ ِ ‫ل‬ ْ‫ع َم‬ ِ ‫ل‬ ْ‫با َم‬ ِ ‫ه‬ ِ ‫ي‬ ْ‫ل َم‬ َ‫عت‬ َ‫ف ت‬ َ‫تَ ت‬ ‫رة‬ َ‫خ ت‬ ِ ‫د ال‬ َ‫را ت‬ َ‫أ ت‬ َ‫ن ت‬ ْ‫م َم‬ َ‫و ت‬ َ‫م ت‬ ِ ‫ل‬ ْ‫ع َم‬ ِ ‫ل‬ ْ‫با َم‬ ِ ‫ه‬ ِ ‫ي‬ ْ‫ل َم‬ َ‫عت‬ َ‫ف ت‬ َ‫يا ت‬ َ‫ن ت‬ ْ‫د َم‬ ُّ ‫د ال‬ َ‫را ت‬ َ‫أ ت‬ َ‫ن ت‬ ْ‫م َم‬ َ‫ت‬ “Siapa yang menginginkan (kebahagiaan) dunia... “Jika anak Adam meninggal dunia. Kata orang bijak ‘ilmu tanpa pengamalan ibarat pohon tanpa buah”. Ketika masa itu tiba. malaikat maut akan datang menjemput kita untuk menjalani kehidupan lain di alam berbeda. dan amal tanpa ilmu.” (QS Al-Mujaadilah: 11) Dari ayat tersebut. ‘…. Berbeda halnya dengan memberikan ilmu. maka harus dengan ilmu” Pekerjaan menuntut ilmu merupakan ibadah. tetapi malah semakin menambah penguasaan kita terhadap ilmu tersebut.. bahwa orang yang berilmu memiliki pendirian yang teguh. Orang yang menuntut ilmu dengan niat untuk membanggakannya di . dan siapa yang menginginkan (kebahagiaan) keduanya (dunia dan akhirat).niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat…. yang tak kalah pentingnya untuk direnungkan adalah bahwa pada suatu saat nanti. Hadits ini juga menyiratkan perintah untuk ‘memanfaatkan’ ilmu yang kita miliki.. serta anak sholeh yang selalu mendoakan. Orang yang menuntut ilmu akan diberilkan pahala yang sangat besar dan dimudahkan baginya jalan menunju surga.Nya dalam QS Al-Mujaadilah ayat 11: . sebagaimana sabda Rasul. ilmu yang bermanfaat. tetapi perlu pengamalan dalam kehidupan. Dengan sedekah jariyah. “Seorang yang alim lebih sulit digoda oleh syaitan dari pada 1000 ahli ibadah (yang tidak berilmu)” (HR.. Tirmidzi) Selanjutnya. Oleh karen aitu harus ada kesesuaian antara ilmu dan amal. ilmu yang bermanfaat. buta. ilmu yang bermanfaat.” (HR Muslim) Hadits ini menunjukkan pentingnya ilmu pengetahuan sebagai investasi masa depan. entah hari ini. Bahkan dalam sabdanya Rasulullah menyebutkan bahwa seorang yang berilmu (alim) lebih sulit digoda oleh syaitan dari pada 1000 ahli ibadah yang tidak berilmu. pincang. serta tidak mudah tergoda oleh bujukan syaitan.. serta anak soleh yang selalu mendoakan.. #∃9∉=Οζ &ρ?θ#( ρυ#∃!♥%∉τ Β∉Ζ3™Ν ™υ#ΒτΖ©θ#( #∃!♥%∉τ #∃!♠ τ σ∅ …. yaitu shadaqoh jariyah. kecuali 3 hal yaitu shadaqoh jariyah.4 ψ υ_ψ≈Μ. kita tetap mendapat tambahan pahala meski kita tak lagi menjalani kehidupan di alam fana ini. Tak hanya sekedar mengetahui suatu ilmu. siapa yang menginginkan (kebahagiaan) akhirat. maka terputuslah amalnya keculai 3 hal. Jika kita memberikan harta kita kepada orang lain. Selain mengamalkan ilmu yang kita miliki. maka harus dengan ilmu. ilmu tanpa amal. maka secara otomatis kita akan kehilangan harta itu atau dengan kata lain kita tak lagi memilikinya. Jika kita mengajarkan ilmu pengetahuan kepada orang lain. Rasulullah Saw bersabda: “Siapa yang menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu niscaya Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga” (HR Muslim) Satu hal lagi yang harus diketahui. kita tidak akan kehilangan ilmu pengetahuan yang kita miliki. Ada pula yang menyebutkan. esok. tak hanya di dunia tapi juga di akhirat. lusa atau kapan saja Allah berkehendak. Yang harus kita ingat adalah ilmu yang dimiliki hendaknya tidak membuat kita tinggi hati dan merasa lebih hebat dari orang lain.... tersurat janji Allah untuk mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu. kita juga diperintakan berbagi ilmu atau mengajarkan ilmu yang kita miliki kepada orang lain. yang kita tak ketahui kapan datangnya. Niat menuntut ilmu hendaknya didasari keikhlasan karena Allah SWT. anak shaleh yang selalu mendoakan orang tuanya. maka harus dengan ilmu. tak ada lagi yang dapat kita lakukan untuk menambah isi pundi-pundi pahala kita. terputuslah kita dari kehidupan dunia. tidak mudah terombang-ambing.

. walqalami wamaa yasthuruun Fastabiqul khairot ُ ‫ت إ‬ ‫ه‬ ُ ‫ا إ‬ َ‫راك ت‬ َ‫ب ت‬ َ‫و ت‬ َ‫لل ت‬ َّ‫ة ا ه‬ ُ ‫م إ‬ َ‫ح ت‬ ْ‫ر َم‬ َ‫و ت‬ َ‫م ت‬ ْ‫ك َم‬ ُ ‫ي إ‬ ْ‫ل َم‬ َ‫عت‬ َ‫م ت‬ ُ ‫سمال إ‬ َّ‫وال ه‬ َ‫ت‬ Mari Menuntut Ilmu Syar'i (Keutamaan dan Kemuliaan Ilmu) Label: Akhlaq dan Nasehat. sementara ilmu pengetahuan semakin berkembang. Akhir kata: Nuun. Sejatinya. maka kita akan tertinggal. Dalam perjalanan seorang muslim. Jika ada kekurangan itu datangnya dari diri saya sebagai makhluk dhoif yang tak luput dari khilaf. belum lagi apabila ia keliru sehingga ia mencari pelita yang dapat meluruskan langkah dan arahnya. Jangan pula menuntut ilmu untuk penampilan dalam majelis (pertemuan atau rapat) dan untuk menarik perhatian orang-orang kepadamu. Oleh karena itu. dan atas semua kesalahan itu mohon dimaafkan dan dimohonkan ampun kepada Allah SWT. (HR. mudah-mudahan kita semua memperoleh keutamaan menuntut ilmu seperti yang dijanjikan oleh Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa seperti itu maka baginya neraka … neraka. Jika kita berhenti belajar. kadang juga ia lalai sehingga membutuhkan teguran. Jangan pernah berhenti belajar hal-hal bermanfaat. Karena itulah. proses belajar manusia seharusnya berawal sejak manusia dilahirkan hingga kematian menjemput. Semua kebenaran yang terucap datangnya dari Allah SWT sebagai sang Khalik yang Maha Sempurna. Setiap elemennya adalah sarana untuk menambah wawasan dan mengambil pelajaran. dunia ini adalah laboratorium pendidikan. mencari ridha Allah dan menggapai surga-Nya kelak. Rasulullah SAW bersabda: ‫هد‬ ِ ْ‫ل َم‬ َّ‫ى اله‬ َ‫ال ت‬ ِ ‫د‬ ِ ‫ه‬ ْ‫م َم‬ َ‫ل ت‬ ْ‫ن ا َم‬ َ‫م ت‬ ِ ‫م‬ َ‫ل ت‬ ْ‫ع َم‬ ِ ‫ل‬ ْ‫بوا ا َم‬ ُ ‫ل إ‬ ُ ‫طإ‬ ْ‫أ َم‬ ُ ‫إ‬ “Tuntutlah ilmu sejak dari buaian sampai liang lahat” Hadits tersebut menjadi dasar dari ungkapan “Long life education” atau pendidikan seumur hidup. Ilmu. Berdasar dari hadits itu pula. Keutamaan . Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Menuntut ilmu tak hanya dilakukan di bangku sekolah atau kuliah. proses belajar manusia tak hanya berhenti ketika kita menyelesaikan studi di bangku pendidikan. Dengan niat ikhlas kartena Allah. Sabda rasul yang artinya: “Janganlah kalian menuntut ilmu untuk membanggakannya terhadap para ulama dan untuk diperdebatkan di kalangan orang-orang bodoh dan buruk perangainya. kita seharusnya termotivasi agar tak pernah lelah untuk belajar. dengan niat suatu hari kelak akan kita bagi kepada orang lain. Demikianlah yang dapat saya sampaikan.hadapan manusia diancam akan dimasukkan ke dalam neraka. Kita niatkan perjuangan menuntut ilmu ini sebagai ibadah kepada Allah. Aamiin. semoga dapat dijadikan pelajareab dan bahan renungan. tetapi juga makhluk Allah yang lain. Tirmidzi dan Ibnu Majah)” Ilmu pengetahuan berkembangan seiring dengan perkembangan zaman. selama kita masih diberi kesempatan oleh Allah. tak jarang dirinya lupa sehingga perlu diingatkan. agar ilmu yang kita miliki tak hanya bermanfaat buat diri kita.Fadhillah Aku Takkan Lupakan Ilmu Merupakan nikmat dan anugerah yang besar bagi seorang muslim dapat berjalan di atas kebenaran.

Di antaranya adalah: Menggapai Kemuliaan Dengan Ilmu Syar’i Allah Ta’ala berrfirman. maka hendaklah engkau menuntut ilmu karena ilmu akan mengangkat derajatmu. Sungguh aku tidak akan lupa telah berada di hadapan seorang budak hitam (yang berilmu ini)” Dalam kisah yang lain Ibrahim Al-Harbi berkata. amin… Saudaraku….” (Tafsir Asy-Syaukani. sungguh kelak setiap kali engkau berada di sebuah majelis engkau akan selalu ditertawakan dan direndahkan.” (Shahih Muslim: 817) Ibrahim Al-Harbi berkata: Seseorang bernama ‘Atha’ bin Abi Rabah adalah budak berkulit hitam. Menyegarkan kembali ingatan kita bersama tentang kemuliaan ibadah melalui tholabul ilmi (menuntut ilmu syar’i). “Sesungguhnya budak tersebut adalah seorang hafizh Al-Qur’an dan sangat mengilmui faraidh (yakni hukum-hukum islam)” Kemudian Umar berkata.” (Tafsir Ath-Thabari. Sulaiman bin Abdul Malik sang Amirul Mukminin bersama kedua anaknya mendatangi ‘Atha’ yang sedang shalat. Hidung ‘Atha’ pesek seperti kacang (sangat kecil). Suatu hari. QS Al-Mujadilah: 11) Suatu hari Nafi’ bin Abdul Harits mendatangi Amirul Mukminin (Umar bin Al Khattab) di daerah ‘Usfan (saat itu Umar tengah mempercayakan kepemimpinan Mekah kepada Nafi’). “Ibnu Abza.” Umar bertanya. Banyak ayat dan hadits serta perkataan serta kisah teladan para ulama salaf yang menunjukkan hal ini. agar semangat tak menjadi surut. terlebih di hadapan berbagai ujian dan cobaan kehidupan duniawi.“Yaitu derajat yang tinggi dengan kemuliaan di dunia dan pahala di akherat.” Umar bertanya kembali. Islam menjelaskan kedudukan yang tinggi nan mulia tentang keutamaan ilmu.” Ternyata (ia mematuhi pesan ibunya. “Seorang budak.bagi penduduk Mekah?” Nafi’ menjawab. pent) sehingga suatu saat . “Sungguh Nabi kalian telah berkata: “Sesungguhnya Allah mengangkat derajat sebagian manusia dengan Al-Qur’an dan merendahkan sebagian yang lain karenanya. QS Al-Mujadilah: 11) Asy-Syaukani rahimahullah berkata. “Siapa Ibnu Abza?” Nafi’ menjawab. Umar bertanya.” (QS. Masih saja mereka asyik bertanya kepada ‘Atha tentang manasik haji kemudian Sulaiman berkata kepada kedua anaknya “Wahai anak-anakku. Setelah selesai dari shalatnya ia menyambut mereka. hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan bimbingan pemahaman Salafush Shalih. Semoga dapat bermanfaat khususnya bagi diri penulis dan bagi seluruh pembaca. “Muhammad bin Abdurrahman Al-Auqash adalah seorang yang lehernya sangat pendek sampai masuk ke badannya sehingga kedua bahunya menonjol keluar. ٍ ‫جا‬ ‫ت‬ َ‫ر ت‬ َ‫د ت‬ َ‫م ت‬ َ‫ل ت‬ ْ‫ع َم‬ ِ ‫ل‬ ْ‫توا ا َم‬ ُ ‫أو إ‬ ُ ‫ن إ‬ َ‫ذي ت‬ ِ ‫ل‬ َّ‫واه‬ َ‫م ت‬ ْ‫ك َم‬ ُ ‫ن إ‬ ْ‫م َم‬ ِ ‫نوا‬ ُ ‫م إ‬ َ‫آ ت‬ َ‫ن ت‬ َ‫ذي ت‬ ِ ‫ل‬ َّ‫لل اه‬ ُ ‫ع ا إ‬ َّ‫ه‬ ِ ‫ف‬ َ‫ر ت‬ ْ‫ي َم‬ َ‫ت‬ “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.Berikut ini penulis mengajak dirinya dan ikhwah sekalian untuk merenungi lagi ayat-ayat Allah. “Siapa yang engkau jadikan penggantimu -sementara waktu. jangan kalian lalai dari menuntut ilmu. milik seorang wanita penduduk Mekah. Al-Mujadilah: 11) Ath Thabari rahimahullah berkata. “Engkau telah memberikan kepercayaan tersebut kepada seorang budak [?]“ Nafi’ mengatakan.“Allah mengangkat derajat orang beriman yang berilmu di hadapan orang beriman yang tidak berilmu karena keutamaan ilmu mereka (jika mereka mengamalkan ilmu tersebut. “Wahai anakku. pent). Dengan penuh perhatian dan kasih sayang ibunya berpesan.

Barangsiapa yang tidak menjaga dirinya. Oleh karena itu.“Apabila anak cucu Adam meninggal dunia maka terputus semua amalannya kecuali dari tiga hal: [1] shadaqah jariyah. Sungguh seorang yang berilmu akan dimintakan ampun baginya oleh semua yang ada di langit dan bumi sampai pun ikan di lautan. dll) Kiat Menjaga Ilmu . Muslim no: 2699 dari Abi Hurairah) Beliau juga bersabda.“Aku pernah mendengar Imam Syafi’i berkata: ‘Barangsiapa mempelajari Al-Qur’an maka akan mulia kehormatannya. Para ulama adalah pewaris para Nabi. lihat Miftah Daris Sa’adah 1: 503) Menuntut Ilmu Adalah Jalan Menuju Surga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. namun ternyata ia tidak mempelajarinya melainkan untuk mendapatkan satu tujuan dunia.” (HR Abu Daud no: 3641-2. Barangsiapa mendalami ilmu fikih maka akan agung kedudukannya. At-Tirmidzi no: 2683. [2] ilmu yang bermanfaat. dan Muslim 1037 dari Mu’awiyah) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda.“Barangsiapa keluar untuk mencari ilmu. mereka hanya mewariskan ilmu. Mengikhlaskan hati mensucikan niat agar Allah menambahnya serta melimpahkan berkah di dalamnya. Ibnu Majah no: 4112 dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Ibnu Majah no: 186 dari Anas) Dengan Menuntut Ilmu Segala Pintu Kebaikan.” (HR. maka ia tidak akan mencium wanginya surga pada hari kiamat. Miftah Daris Sa’adah karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah 1: 501-502) Al-Muzani berkata. “…dan sesungguhnya para Malaikat akan merendahkan sayap-sayap mereka bagi penuntut ilmu sebagai tanda ridha terhadap apa yang mereka lakukan. Barangsiapa mempelajari ilmu berhitung maka akan tajam nalarnya dan banyak idenya.” (HR Muslim 1631 dari Abi Hurairah) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda. ‫وقل رب زدني علما‬ “Dan katakan.’ (Diriwayatkan dari Imam Syafi’i dari beberapa jalan. “Barangsiapa mencari ilmu yang seharusnya dicari untuk mengharapkan wajah Allah. dishahihkan Ibnu Hibban no: 80) Ilmu ini adalah anugerah. dan [3] anak shalih yang mendoakannnya.dipercaya menjadi Hakim Agung di Mekah selama dua puluh tahun. Barangsiapa yang dapat mengambilnya.” (Lihat Tarikh Baghdad 2: 309.“Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah.” (HR Bukhari 1: 150-151. Ibnu Majah no: 252. Para Nabi tidak mewariskan dinar ataupun dirham. maka ia akan diberikan kepahaman tentang agama. Barangsiapa banyak menulis hadits maka akan kuat hujjahnya.” (HR Tirmidzi no: 2323. 6: 152. maka tidak akan bermanfaat ilmunya.“Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu (syar’i). sungguh ia telah meraih bagian yang banyak. Ibnu Hibban no: 89. maka Allah akan memudahkan jalan baginya menuju surga. mari kita bersama menjaganya dengan baik. Dalam hal ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengingatkan kita dengan dalam sebuah hadits. Wahai Rabb tambakanlah bagiku ilmu.” (QS Thoha: 114) Jangan sampai kemurniannya terkotori dengan bisikan ambisi materi atau buaian kemewahan duniawi. Keutamaan seorang yang berilmu atas seorang ahli ibadah bagaikan keistimewaan bulan di hadapan bintang-bintang. maka ia berada di jalan Allah sampai ia kembali. Ibnu Majah no: 223. dan Pahala Akan Dilimpahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.” (HR Abu Daud no: 3664 dengan sanad yang shahih. barangsiapa mempelajari bahasa (arab) maka akan lembut tabiatnya. Maghfirah.

Al-Madkhal karya Al-Baihaqi.“Jika sampai kepadamu suatu ilmu. 1: 150) Saudaraku… Kita perlu mengingat kembali sebuah hadits yang disampaikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sungguh jika kalian tidak melakukannya maka ilmu akan hilang. maka amalkanlah!” (Tadribur Rawi karya As-Suyuthi 2: 588) Imam Ahmad berkata. Selalu bersemangat dalam menuntut ilmu dan tidak merasa bosan Imam Syafi’i rahimahullah berkata. [2] memiliki semangat. dan [6] membutuhkan waktu yang panjang.“Mengulang-ulang ilmu di sebagian malam lebih aku cintai daripada menghidupkan malam (dengan shalat malam) (Sunan Ad-Darimi. Akan tetapi.” (Shahih dengan beberapa jalannya. kebodohan semakin merajalela.“Gangguan ilmu adalah lupa dan sedikitnya muraja’ah (mengulang-ulang). [5] mendapat bimbingan guru (ustadz).” (Hilayatul Auliya karya Abu Nu’aim.“Ingat-ingatlah (ilmu) hadits. sehingga mereka sesat dan menyesatkan.” (HR Al-Bukhari: 1: 174-175. seseorang akan berhasil menuntut ilmu jika melakukannya dengan perjuangan dan susah payah. khamr diminum.“Tidaklah aku menulis suatu hadits melainkan aku telah mengamalkannya. “Sesungguhnya di antara tanda-tanda hari kiamat adalah diangkatnya ilmu. [4] membutuhkan biaya/materi. seakan tidak membutuhkannya. 1: 82 dan 149) Az-Zuhri berkata. At-Tirmidzi 2652) Dalam hadits yang lain. (Diwan Asy-Syafi’i) 2. Muslim no: 2673. hal: 232) 3. kaum pria menjadi sedikit dan kaum wanita menjadi lebih banyak…. Al-Bukhari juga meriwayatkannya dalam Sahih: kitab “nikah” .“Seseorang tidaklah berhasil menuntut ilmu (dengan baik) apabila dia selalu merasa bosan.” (Al-Muhadditsul Fashil karya Ar-Ramahurmuzi hal: 545) Ibnu ‘Abbas berkata. Mengamalkan ilmu yang telah kita dapatkan Amr bin Qays berkata. Tadribur Rawi karya As-Suyuthi. Senantiasa mengingat dan mengulang-ulang ilmu Ali bin Abi Thalib berkata. penuh semangat dan hidup prihatin.Para ulama salaf menjelaskan bahwa di antara kiat menjaga kenikmatan mulia ini adalah dengan: 1. beliau bersabda. maka manusia akan menjadikan para pembesar mereka dari kalangan orang-orang bodoh yang ditanya (tentang agama) lantas orang-orang bodoh itu berfatwa tanpa ilmu.” (Hilyatul Auliya karya Abu Nu’aim 5: 102) Imam Waki’ berkata. maka aku melakukan hijamah dan memberikan kepada ahli bekam satu dinar pula. no: 513. engkau takan mendapatkan ilmu melainkan dengan (memperhatikan) enam hal… Aku akan menyebutkannya secara rinci: [1] harus memiliki kecerdasan. [3] bersungguh-sungguh.“Jika engkau hendak menghafal satu ilmu (hadits). Sehingga suatu ketika aku mendengar hadits bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan hijamah (bekam) dan memberikan upah kepada ahli bekam (Abu Thaybah) satu dinar. zina nampak di mana-mana. maka amalkanlah meskipun hanya sekali. “Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan merenggutnya dari para manusia. 2: 584) Dalam Diwannya beliau juga membawakan syair ‫ وصحبة أستاذ وطول زمان‬# ‫ ذاكاء وحرص واجتهاد وبلغة‬# ‫ سأنبيك عن تفصيلها ببيان‬# ‫أخي لن تنال العلم إل بستـتة‬ Wahai saudaraku…. Beliau menggambarkan bagaimana Allah akan mencabut ilmu dari kehidupan dunia ini. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. namun ilmu itu dicabut dengan diwafatkannya para ulama. 9: 119.” (Sunan Ad-Darimi.” (Ibnul Jauzi menyebutkannya dalam Manaqib Ahmad. Sehingga apabila Allah tidak menyisakan lagi seorang ‘alim.

hendaklah ia menuntut ilmu syar’i. Cukuplah menjadi kebahagiaan bagi dirinya jika ia dipercaya dalam perkara agama Allah.“Barangsiapa yang ingin dimuliakan di dunia dan akherat.dari hadits Hafsh bin Umar dan kitab “ilmu”. dan sebaliknya kebodohan menyebabkan seseorang lalai dari mengenal Allah. dan selain mereka) Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkata. memperdalamnya adalah ibadah. karena ilmu akan menumbuhkan sikap khasyyah (takut) kepada Allah. Fathir: 28) Ath-Thabari berkata.” (Lihat Tafsir As-Sa’di QS Fathir. mengulang-ulangnya adalah tasbih .“Cukuplah ilmu membuat seseorang takut kepada Allah. Itu hanya bagi orang-orang yang memiliki khasyyah kepadaNya.” (Riwayat Ibnul Mubarak dalam Az-Zuhud hal: 15.“Sesungguhnya yang takut kepada Allah. Itulah yang akan menumbuhkan khasyyah dan sikap takut kepada Allah. Orang yang takut kepada Allah adalah orang yang akan mendapatkan kemuliaan Allah sebagaimana firman-Nya (yang artinya). Semua itu tidaklah didapatkan kecuali dengan ilmu syar’i. maka mereka menghindar dari kemaksiatan yang akan menyebabkan murka dan adzab Allah…” (Lihat Tafsir AthThabari QS Fathir. ُ ‫ما إ‬ ‫ء‬ َ‫ل ت‬ َ‫إ ُت‬ ‫لع‬ ْ‫ه ا َم‬ ِ ‫د‬ ِ ‫با‬ َ‫ع ت‬ ِ ‫ن‬ ْ‫م َم‬ ِ ‫لل‬ َ‫شى ا ت‬ َّ‫ه‬ َ‫خ ت‬ ْ‫ي َم‬ َ‫ما ت‬ َ‫ن ت‬ َّ‫إ ه‬ ِ “Sesungguhnya hanyalah para ulama yang memiliki khasyyah kepada Allah.“Pelajarilah ilmu syar’i karena mempelajarinya di jalan Allah adalah khasyyah.“Barangsiapa yang berharap (kebahagiaan) dunia dan akherat. menjaga diri dari adzab dengan menjalankan ketaatan kepada Allah hanyalah orang-orang yang berilmu. “Wahai ‘aalim berfatwalah. “Allah ridha kepada mereka dan mereka ridha kepada Allah. demikian pula halnya Muslim dalam Shahihnya: 4: 256. ayat: 28) Dengan ilmu kita dapat menumbuhkan sikap khasyyah kepada Allah dan itulah muraqabah yang akan membimbing langkah-langkah kita menuju ridha Allah.“Sungguh keberadaan agama Islam dan keberlangsungan dunia ini adalah dengan keberadaan ilmu agama. dengan hilangnya ilmu akan rusaklah dunia dan agama. serta menjadi perantara antara seorang hamba dengan Allah.” (Riwayat Ibnul Mubarak dalam Az-Zuhud 817.” An-Nadhr bin Syumail berkata. dan Ibnu ‘Abdil Bar dalam Al-Jami’ 1018) Saudaraku… Yakinlah bahwa di antara kunci kebahagiaan dunia dan akherat adalah dengan menuntut ilmu syar’i. Mereka mengetahui bahwa Allah Maha Mampu melakukan segala sesuatu. Sementara ilmu diangkat dengan cepat. “Ayat ini adalah dalil keutamaan ilmu.“Berpegang teguh dengan sunnah adalah keselamatan. dan Ahmad dalam Az-Zuhud hal: 858 dan Lihat Tafsir Al-Baghawi QS Fathir. merasa diawasi sehingga waspada terhadap semua ancaman Allah.” Al-Baghawi menyebutkan bahwa seseorang memanggil dan berkata kepada Sya’bi. “Sesungguhnya seorang ‘alim adalah yang memiliki khasyyah (rasa takut) kepada Allah. ayat: 28) Syaikh As-Sa’di berkata dalam tafsir dari Surat Al-Faaathir ayat 28.” (QS. Allah Ta’ala berfirman. hendaklah ia menuntut ilmu syar’i. Kekokohan ilmu adalah keteguhan bagi agama dan dunia.” Sya’bi menjawab. Sufyan berkata. ayat: 28) ‘Abdullah bin Mas’ud dan Masruq berkata.” (Miftah Daris Sa’adah karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah: 1: 503-504) Mu’adz bin Jabal berkata.” (Miftah Daris Sa’adah karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah: 1: 500) Al-Auza’i berkata bahwa Ibnu Syihab Az-Zuhri menyatakan. Hilangnya ilmu adalah kehancuran bagi itu semua. Maka kokohnya agama dan dunia hanyalah dengan kekokohan ilmu.

membahas (permasalahan-permasalahannya) adalah jihad.“Sebaik-baik wanita adalah wanita Anshar. Luqman berwasiat kepada putranya..” Mujahid juga berkata.“Seorang pemalu atau sombong tidaklah dapat menuntut ilmu.“Manusia lebih membutuhkan ilmu dibandingkan makan dan minum. jadikanlah kami hamba-hambaMu yang mendapatkan keselamatan dan kebahagiaan di dunia serta akherat dengan ilmu. karena makanan dan minuman dibutuhkan manusia satu atau dua kali dalam satu hari. menerangi setiap amalan hidup kita. Al-Ajmi’ oleh Ibnu ‘Abdil Bar 1: 65) Seorang penyair berkata: Ilmu adalah harta dan tabungan yang tak akan habis… Sebaik-baik teman yang bersahabat adalah ilmu… Terkadang seseorang mengumpulkan harta kemudian kehilangannya… Tidak seberapa namun meninggalkan kehinaan dan perseteruan… Adapun penuntut ilmu. Jika ilmu itu telah sampai maka jangan kita melupakannya dan mari kita berlomba untuk mengamalkannya. maka ilmu akan pergi. Ali bin Abi Thalib berkata. (Diterjemahkan dari Miftah Daris Sa’adah karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah: 1: 507) Karenanya. Itulah ilmu yang bermanfaat dan amal yang shalih. dan dengannya pula diketahui yang halal dan yang haram…” (Hilayatul Auliya karya Abu Nu’aim 1: 239. duduklah bersama para ulama. dekatilah mereka dengan kedua lututmu. ia selalu membuat iri (ghibthah) banyak orang… Namun dirinya tidak pernah merasa takut akan kehilangannya… Wahai para penuntut ilmu. Yang satu terhalangi dari menuntut ilmu oleh rasa malunya. memperbaiki setiap niat hati kita.” (Riwayat Imam Malik dalam Al-Muwaththa’ 2: 1002). Belum Terlambat dan Tidak Ada Kata Malu ‘Aisyah berkata.” (Miftah Daris Sa’adah karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah: 1: 227) Imam Ahmad berkata.” (Al-Bukhari menyebutkannya secar mu’allaq dalam Shahih-nya 1: 229) Mari bersama-sama kita membangkitkan semangat menuntut ilmu syar’i agar dengannya kita mendapatkan pelita nan bercahaya. amin… _____________ . membuat kita senantiasa takut karena merasa diawasi oleh Allah. membimbing setiap pola pikir dan langkah kita. Jika ia menjawab panggilan bisikan itu. Mereka tidak terhalangi oleh rasa malu untuk mempelajari semua perkara agama ini. Ya Allah. 1: 146) Saudaraku. beramal dan berdakwah di jalan-Nya. dengan ilmulah Allah diketahui dan disembah. mengajarkannya kepada yang belum mengetahuinya adalah shadaqah. barangsiapa telah diberikan hikmah maka ia telah diberikan banyak kebaikan…” Qutaibah dan Jumhur ulama berkata “hikmah adalah mengetahui yang haq dengan sebenarnya serta mengamalkannya. “Wahai anakku. Sementara yang satu lagi terhalangi oleh kesombongannya.” (Iqtidhaul ‘Ilmil amal karya Al-Khathib: hal 41) Semoga Allah melimpahkan taufiqNya kepada kita untuk ikhlas dalam menuntut ilmu. Akan tetapi. ilmu senantiasa dibutuhkan seorang manusia setiap saat (selama nafasnya berhembus)”…(Thabaqat Al-Hanabilah. Hikmah yang beliau maksud adalah yang Allah sebutkan dalam firmanNya (QS Al-Baqarah: 269) yang artinya. betapa berharga hartamu itu… yang tak dapat dibandingkan dengan emas ataupun mutiara….“Allah menganugerahkan “hikmah” kepada yang Allah kehendaki. dengannya Allah diesakan dalam tauhid.(memuji Allah). Namun jika ia tidak menjawab panggilan itu. maka ilmu akan tetap ada. Sesungguhnya Allah akan menghidupkan hati yang mati dengan pelita “hikmah” sebagaimana Allah menghidupkan bumi yang gersang dengan air hujan.“Ilmu membisikkan pemiliknya untuk diamalkan.

“Kami akan mengangkat derajat orang yang Kami kehendaki. Sedangkan yang dimaksud dengan ilmu di sini adalah ilmu syar’i. Allah juga menjadikannya sebagaimana layaknya persaksian dari mereka.id Keutamaan Ilmu Pertama : Ilmu Meningkatkan derajat Allah ta’ala berfirman yang artinya. Dan pengangkatan derajat ini menunjukkan adanya sebuah keutamaan…” (Fathul Bari. dan hak apa saja yang harus dia tunaikan dalam beribadah kepada-Nya. bahwa merekalah orang-orang yang bisa memandang bahwa wahyu yang diturunkan kepada Nabi dari Rabbnya adalah sebuah kebenaran. tambahkanlah kepadaku ilmu.” (Al ‘Ilmu. Yusuf [12] : 76). Ketiga : Perintah bertanya kepada ahli ilmu Ibnul Qayyim mengatakan.” (Fathul Bari.“Ucapan beliau : Firman-Nya ‘azza wa jalla. 1/172).” (QS.“Wahai Rabbku. juga ilmu tentang Allah dan sifat-sifat-Nya.“Sesungguhnya Allah Yang Maha Suci memerintahkan untuk bertanya kepada mereka (ahli ilmu) dan merujuk kepada pendapat-pendapat mereka. yang dengan ilmu itu akan diketahui kewajiban yang harus dilakukan oleh seorang mukallaf untuk menjalankan ajaran agamanya dalam hal ibadah ataupun muamalahnya. 24).” (QS. hal. Memiliki penunjukan yang sangat jelas terhadap keutamaan ilmu.” (QS. 1/172).” (Al ‘Ilmu. menyucikan-Nya dari segenap sifat tercela dan kekurangan. hal.’ (QS. “Dan tidaklah Kami mengutus sebelummu kecuali para lelaki yang Kami wahyukan kepada mereka : bertanyalah kepada ahli dzikir apabila kalian tidak mempunyai ilmu. Zaid mengatakan. Allah berfirman yang artinya.” (QS. Kelima : Segala sifat terpuji bersumber dari ilmu Ibnul Qayyim mengatakan. Thaha [20] : 114). Kedua : Nabi diperintahkan untuk berdoa untuk mendapatkan tambahan ilmu Di dalam Kitabul Ilmi Bukhari membawakan sebuah ayat yang artinya. “Yaitu dengan sebab ilmu.“Allah Yang Maha Suci memberitakan mengenai keadaan orangorang yang berilmu. Sehingga makna ahli dzikir adalah ahli ilmu yang memahami wahyu yang diturunkan Allah kepada para nabi. Kemudian Al Hafizh menjelaskan. Dan poros semua ilmu tersebut ada pada ilmu tafsir. Sebab Allah ta’ala tidaklah memerintahkan Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk meminta tambahan untuk apapun kecuali tambahan ilmu.“Ada yang mengatakan tentang tafsirannya adalah : Allah akan mengangkat kedudukan orang beriman yang berilmu dibandingkan orang beriman yang tidak berilmu. Al Mujadilah [58] : 11). hadits dan fiqih…” (Fathul Bari. An Nahl [16] : 43). Keempat : Kebenaran akan tampak bagi ahli ilmu Ibnul Qayyim mengatakan. Artikel www. ‘Wahai Rabbku tambahkanlah kepadaku ilmu’.Penulis: Ustadz Rizal Yuliar Putrananda. “Dan orang-orang yang diberikan ilmu bisa melihat bahwa wahyu yang diturunkan dari Rabbmu itulah yang benar. Allah menjadikan hal ini sebagai pujian atas mereka dan permintaan persaksian untuk mereka. “Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman dan diberikan ilmu di antara kalian beberapa derajat. Allah ta’ala berfirman yang artinya. 24). 1/172). Lc. Al Hafizh menjelaskan. fadhluhu wa syarafuhu.“Sesungguhnya seluruh sifat yang menyebabkan hamba dipuji oleh Allah di dalam Al Qur’an maka itu semua merupakan buah dan hasil dari ilmu.or.muslim. Beliau juga meriwayatkan sebuah ucapan Zaid bin Aslam mengenai ayat yang artinya. Dan . Saba’ [34] : 6). fadhluhu wa syarafuhu. Allah Maha mengetahui apa yang kalian kerjakan.

mungkin kita sering melupakan. hal. fadhluhu wa syarafuhu. hal. Kehidupan sebagai seorang thalibul’ilmi.com/buku-tamu/keutamaan-ilmu/ Yang Kita Lupakan Dalam Menuntut Ilmu Bertahun-tahun sudah kita luangkan waktu kita untuk menuntut ilmu. ‘Yahya bin Abi Katsir berkata : Ilmu tidak akan diraih dengan tubuh yang banyak bersantai-santai. Kebahagiaan ilmu Ibnul Qayyim mengatakan. apakah ilmu yang kita dapatkan adalah ilmu yang bermanfaat ataukah sebaliknya. Para penuntut ilmu yang bersegera dalam kebaikan dan mengiringi amalnya dengan rasa harap dan cemas. 101). Muslim mengatakan di dalam Sahihnya. yang lagi mendambakan mulia kesungguhan mengatakan.’. Inilah sekelumit pelajaran dan motivasi bagi para penuntut ilmu. ____________ Disusun oleh Ari Wahyudi http://abumushlih. Katakanlah kepada orang Perkara-perkara yang tinggi Tanpa mengerahkan Berarti kamu berharap sesuatu yang mustahil ada Penyair yang lain Kalau bukan karena Tentunya semua orang bisa Sifat dermawan membawa Sebagaimana sifat berani membawa (Al ‘Ilmu.seluruh celaan yang disebutkan oleh-Nya maka itu semua bersumber dari kebodohan dan akibat darinya…” (Al ‘Ilmu. Sedangkan kebahagiaan tidak akan bisa dilalui kecuali dengan meniti jembatan kesulitan. hal. pen). 111).“Dan tidaklah diragukan bahwasanya kebodohan adalah pokok seluruh kerusakan. “Adapun kebahagiaan ilmu. Akan tetapi. Inilah kehidupan yang harus kita jalani. kesulitan pimpinan kemiskinan kematian faktor menjadi resiko resiko Beliau juga mengatakan. hal. fadhluhu wa syarafuhu. maka hal itu tidak dapat kamu rasakan kecuali dengan cara mengerahkan segenap kemampuan. 112). Para penuntut ilmu yang berhias diri dengan adab-adab islami. keseriusan dalam belajar. tertawa dan terkadang membuat kita menangis. ‘Barangsiapa yang menginginkan hidup santai (di masa depan.“Berbagai kemuliaan berkaitan erat dengan hal-hal yang tidak disenangi (oleh hawa nafsu. .” (Al ‘Ilmu. Dan tidak akan terputus jauhnya jarak perjalanan kecuali dengan menaiki bahtera keseriusan dan kesungguh-sungguhan. fadhluhu wa syarafuhu. Para penuntut ilmu yang bisa merasakan nikmatnya berinteraksi dengan Al Qur’an sebagaimana seorang yang lapar menyantap makanan. fadhluhu wa syarafuhu. pen) maka dia akan meninggalkan banyak bersantai-santai. Para penuntut ilmu yang senantiasa berusaha meraih keutamaan di waktu-waktunya. Beliau juga menegaskan. Sesungguhnya pada masa yang penuh dengan fitnah semacam ini kehadiran para penuntut ilmu yang sejati sangat dinanti-nanti. Dan semua bahaya yang menimpa manusia di dunia dan di akhirat maka itu adalah akibat dari kebodohan…” (Al ‘Ilmu. Mengingat masa lalu terkadang membuat kita tersenyum. Para penuntut ilmu yang mencintai Allah dan Rasul-Nya di atas kecintaannya kepada segala sesuatu. Semoga yang sedikit ini bisa menyalakan semangat mereka dalam berjuang membela agama-Nya dari serangan musuhmusuh-Nya. 128). Sungguh indah ucapan seorang penyair yang mengungkapkan hal itu. yang tidak tergoda oleh gemerlapnya dunia dengan segala kepalsuan dan kesenangannya yang fana. dan niat yang benar. Suka duka yang dirasakan juga begitu banyak.’ Dahulu ada yang mengatakan.

sudah seharusnya selalu membacanya. dari jiwa yang tidak pernah merasa kenyang dan dari doa yang tidak dikabulkan. Mengakui keutamaan-keutamaan orang-orang yang terdahulu di dalam ilmu dan merasa tidak bisa menyaingi martabat mereka. Yang paling menggiurkan dari dunia adalah kepemimpinan. Ciri-ciri ilmu yang bermanfaat di dalam diri seseorang: • Menghasilkan rasa takut dan cinta kepada Allah. kecuali terhadap orang-orang yang menyelisihi sunnah dan ahlussunnah. . ‫ها‬ َ‫ل ا‬ َ‫ب ا‬ ُ ‫جا‬ َ‫ت ا‬ َ‫س ا‬ ْ‫ي َت‬ ُ ‫ال‬ َ‫ة ا‬ ٍ ‫و ل‬ َ‫ع ا‬ ْ‫د َت‬ َ‫ن ا‬ ْ‫م َت‬ ِ‫و ْن‬ َ‫ع ا‬ ُ ‫ب‬ َ‫ش ا‬ ْ‫ت َت‬ َ‫ال ا‬ َ‫س ا‬ ٍ ‫ف ل‬ ْ‫ن َت‬ َ‫ن ا‬ ْ‫م َت‬ ِ‫و ْن‬ َ‫ع ا‬ ُ ‫ش‬ َ‫خ ا‬ ْ‫ي َت‬ َ‫ال ا‬ َ‫ب ا‬ ٍ ‫ل ل‬ ْ‫ق َت‬ َ‫ن ا‬ ْ‫م َت‬ ِ‫و ْن‬ َ‫ع ا‬ ُ ‫ف‬ َ‫ن ا‬ ْ‫ي َت‬ َ‫ال ا‬ َ‫م ا‬ ٍ ‫ل ل‬ ْ‫ع َت‬ ِ‫ن ْن‬ ْ‫م َت‬ ِ‫ك ْن‬ َ‫ب ا‬ ِ‫ذ ْن‬ ُ ‫عو‬ ُ ‫أ‬ َ‫نأ ى ا‬ ّ‫إ أ ى‬ ِ‫م ْن‬ ّ ‫ه ِإ‬ ُ ‫ل‬ ّ ‫الِإ‬ “Ya Allah. Tidak mengatakan bahwa dia itu memiliki ilmu dan tidak mengatakan bahwa orang lain itu bodoh. • Tidak menumbuhkan rasa takut pada Allah. Oleh karena itu. apalagi kita. Menumbuhkan rasa zuhud terhadap dunia. Berbaik sangka terhadap ulama-ulama salaf (terdahulu) dan berburuk sangka pada dirinya. Ilmu itu senantiasa berada di hatinya. berikut ini penulis sebutkan beberapa ciri ilmu yang bermanfaat dan yang tidak bermanfaat yang penulis ambil dari kitab Al-Hafiz Ibnu Rajab Al-Hanbali yang berjudul Bayan Fadhli ‘Ilmissalaf ‘ala ‘Ilmilkhalaf. yang dijamin oleh Allah untuk menjadi pemimpin Bani Adam di hari akhir nanti. sangat sering mengulang doa-doa ini. • • • Adapun ciri-ciri ilmu yang tidak bermanfaat di dalam diri seseorang: • Ilmu yang diperoleh hanya di lisan bukan di hati.Penulis teringat sebuah hadis yang diriwayatkan oleh seorang sahabat yang bernama Zaid bin Arqam radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkata. Sesungguhnya dia mengatakan hal itu karena hak-hak Allah. Sesungguhnhya. Mengetahui ciri-ciri ilmu yang bermanfaat dan yang tidak bermanfaat sangatlah penting. sedikitnya perkataan-perkataan yang dinukil dari orang-orang yang terdahulu bukanlah karena mereka tidak mampu untuk berbicara. kemasyhuran dan pujian. Sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari ilmu yang tidak bermanfaat. tetapi karena mereka memiliki sifat wara’ dan takut pada Allah Taala. Senantiasa didengar doanya. • Menjadikan hati tunduk atau khusyuk kepada Allah dan merasa hina di hadapan-Nya dan selalu bersikap tawaduk. Menjadikannya benci akan tazkiah dan pujian. Menganggap bahwa dirinya tidak memiliki sesuatu dan kedudukan.” (HR Muslim No. • • • • • • • • • Membuat jiwa selalu merasa cukup (qanaah) dengan hal-hal yang halal walaupun sedikit yang itu merupakan bagian dari dunia. 6906 dan yang lainnya dengan lafaz-lafaz yang mirip) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saja. Selalu mengharapkan akhirat. Menunjukkan kepadanya agar lari dan menjauhi dunia. bukan untuk kepentingan pribadinya. Sedikit berbicara karena takut jika terjadi kesalahan dan tidak berbicara kecuali dengan ilmu. dari hati yang tidak khusyuk. yang sangat banyak berlumuran dosa.

Mencoba untuk menyaing-nyaingi para ulama dan suka berdebat dengan orang-orang bodoh. Selalu berburuk sangka terhadap orang-orang yang terdahulu. Saudi Arabia) Artikel www. Banyak bicara dan tidak bisa mengontrol kata-kata. manusia boleh memilih apakah dia itu ridha untuk dikatakan sebagai seorang ulama di sisi Allah ataukah dia itu tidak ridha kecuali disebut sebagai seorang ulama oleh manusia di masanya. Dar Al-Basya’ir Al-Islamiah • Shahih Muslim. Akan tetapi. penulis belum menemukannya dengan sanad yang shahih. terdapat lafaz yang mirip dengannya di Sunan At-Tirmidzi No. maka jatuhlah ia (pada ancaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam). Tidak dikabulkan doanya.or. Maktabah Al-Ma’arif *** Penulis: Ustadz Said Yai Ardiansyah (Mahasiswa Fakultas Hadits. ‫من طلب العلم ليباهي به العلماء أو يماري به السفهاء أو يصرف وجوه الناس إليه فليتبوأ مقعده من النار‬ “Barang siapa yang menuntut ilmu untuk menyaing-nyaingi para ulama. Barang siapa yang merasa cukup dengan yang pertama. Mengatakan orang lain bodoh. lalai dan lupa serta merasa bahwa dirinya selalu benar dengan apa-apa yang dimilikinya. maka dia itu telah mempersiapkan tempat duduknya dari neraka. 2653 dengan sanad yang hasan. Semakin menjadikannya sombong dan angkuh. Dar As-Salam • Sunan At-Tirmidzi. • • • Al-Hafiz Ibnu Rajab Al-Hanbali berkata. Tidak menjauhkannya dari apa-apa yang membuat Allah murka. Tidak menerima kebenaran dan sombong terhadap orang yang mengatakan kebenaran atau berpura-pura meluruskan kesalahan karena takut orang-orang lari darinya dan menampakkan sikap kembali kepada kebenaran.id Keutamaan Menyebarkan Ilmu Agama . Jami’ah Islamiyah Madinah. Mencari kedudukan yang tinggi di dunia dan berlomba-lomba untuk mencapainya. maka dia akan merasa cukup dengan itu… Barang siapa yang tidak ridha kecuali ingin disebut sebagai seorang ulama di hadapan manusia. “Di saat sekarang ini.• • • • • • • Tidak pernah kenyang dengan dunia bahkan semakin bertambah semangat dalam mengejarnya.muslim. mendebat orangorang bodoh atau memalingkan wajah-wajah manusia kepadanya.” (*) *) Dengan Lafaz yang seperti ini. yaitu: ‫من طلب العلم ليجاري به العلماء أو ليماري به السفهاء أو يصرف به وجوه الناس إليه أدخله الل النار‬ _____________ ‫اللهم إني أسألك علما نافعا و رزقا طيبا و عممال متقبمالز آمين‬ Maraji’: • Bayan Fadhli ‘Ilmissalaf ‘ala ‘Ilmilkhalaf oleh Al-Hafiz Ibnu Rajab Al-Hanbali.

yaitu menyebarkan petunjuk Allah Ta’ala dan menyeru manusia ke jalan yang diridhai-Nya. bukan untuk tujuan mencari popularitas atau imbalan duniawi[10]. Dalam hadist lain yang semakna dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Sesungguhnya orang yang memahami ilmu (agama dan mengajarkannya kepada manusia) akan selalu dimohonkan (kepada Allah Ta’ala) pengampunan (dosa-dosanya) oleh semua makhluk yang ada di langit dan di bumi.“Aku tidak mengetahui setelah (tingkatan) kenabian. oleh karena itu semua makhluk di alam semesta berterima kasih kepadanya dan mendoakan kebaikan baginya. Ada juga yang mengartikannya dengan taufik dari Allah Ta’ala untuk mengeluarkan hamba-Nya dari kegelapan (kesesatan) menuju cahaya (petunjuk-Nya). serta bersabar dalam menjalankan semua itu. pengampunan. Tentu saja yang keutamaan dalam hadits ini khusus bagi orang yang mengajarkan ilmu agama dengan niat ikhlas mengharapkan wajah AllahTa’ala. “Menyampaikan/menyebarkan sunnah (petunjuk) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada umat manusia lebih utama daripada menyampaikan (melemparkan) panah ke leher musuh (berperang melawan orang kafir di medan jihad). kemudian menyebarkannya kepada umat manusia[3]. termasuk ikan-ikan di lautan”[5]. sebagaimana dalam firmanNya: “Dialah yang bershalawat kepadamu (wahai manusia) dan malaikat-Nya (dengan memohonkan ampunan untukmu). Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata. serta semua makhluk di langit dan di bumi. kemuliaan dan keberkahan dari-Nya[6]. Para ulama yang menyebarkan ilmu agama adalah pewaris para Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam[11]. • Orang yang mengajarkan ilmu agama kepada manusia berarti telah menyebarkan petunjuk Allah Ta’ala yang merupakan sebab utama terwujudnya kemakmuran dan kesejahteraan alam semesta beserta semua isinya. supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Hadits yang agung ini menunjukkan besarnya keutamaan seorang yang mempelajari ilmu agama[2] yang bersumber dari al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. kedudukan yang lebih utama dari menyebarkan ilmu (agama)”[4].Dari Abu Umamah al-Baahili radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. maka merekalah orang-orang yang paling mulia kedudukannya di sisi AllahTa’ala setelah para Nabi dan Rasul ‘alaihis salam[12]. sampai semut dalam lubangnya dan ikan (di lautan). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman” (QS al-Ahzaab:43)[7]. Imam Abdullah bin al-Mubarak rahimahullah berkata. karena merekalah yang menggantikan tugas para Nabi dan Rasul ‘alaihis salam. Sebagian dari para ulama ada yang menjelaskan makna hadits ini bahwa Allah Ta’ala akan menetapkan bagi orang yang mengajarkan ilmu agama pengabulan bagi semua permohonan ampun yang disampaikan oleh seluruh makhluk untuknya[9]. sebagai balasan kebaikan yang sesuai dengan perbuatannya[8]. karena menyampaikan panah ke leher musuh banyak • • • • . «‫ر‬ َ‫ي ت‬ ْ‫خ َم‬ َ‫ل ت‬ ْ‫س ا َم‬ ِ ‫نا‬ َّ‫م ال ه‬ ِ ‫ل‬ ّ‫ع ِم‬ َ‫م ت‬ ُ ‫لى إ‬ َ‫عت‬ َ‫ن ت‬ َ‫لو ت‬ ُّ‫ص‬ َ‫ي ت‬ ُ ‫ل إ‬ َ‫ ت‬،‫ت‬ َ‫حو ت‬ ُ ‫ل إ‬ ْ‫تى ا َم‬ َّ‫ح ه‬ َ‫و ت‬ َ‫ها ت‬ َ‫ر ت‬ ِ ‫ح‬ ْ‫ج َم‬ ُ ‫فى إ‬ ِ ‫ة‬ َ‫ل ت‬ َ‫مت‬ ْ‫ن َم‬ َّ‫تى ال ه‬ َّ‫ح ه‬ َ‫ ت‬،‫ض‬ ِ ‫ر‬ ْ‫ل َم‬ َ‫وا ت‬ َ‫ت ت‬ ِ ‫وا‬ َ‫م ت‬ َ‫س ت‬ َّ‫ل ال ه‬ َ‫ه ت‬ ْ‫أ َم‬ َ‫وت‬ َ‫ه ت‬ ُ ‫ت إ‬ َ‫ك ت‬ َ‫ئ ت‬ ِ ‫مال‬ َ‫م ت‬ َ‫و ت‬ َ‫لل ت‬ َ‫ن ا ت‬ َّ‫ه‬ َّ‫إ ه‬ ِ » “Sesungguhnya Allah dan para Malaikat. pujian. benar-benar bershalawat/mendoakan kebaikan bagi orang yang mengajarkan kebaikan (ilmu agama) kepada manusia”[1]. Beberapa faidah penting yang terkandung dalam hadits ini: • Makna shalawat dari Allah Ta’ala kepada hamba-Nya adalah limpahan rahmat.

semoga Allah Ta’ala menjadikan kita termasuk golongan mereka dengan karunia dan kemurahan-Nya”[13]. .orang yang (mampu) melakukannya. sedangkan menyampaikan sunnah (petunjuk) RasulullahShallallahu ‘alaihi wa sallam kepada umat manusia hanya (mampu) dilakukan oleh (para ulama) pewaris para Nabi ‘alaihis salam dan pengemban tugas mereka di umat mereka.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful