Kewajiban Dan Ke Utamaan Menuntut Ilmu

Assalamu'alaikum Wr.Wb Yang terhormat Bapak Alim Ulama'. Bapak Kyai yang saya taati fatwa-fatwanya. Para hadirin serta teman-teman yang berbahagia. Puji syukur Alhamdulillah, karena apa! Karena sampai saat ini kita masih tetap dalam lindungan.nya A..amin. Shalawat serta salam semoga tetap tercurah kan kepada junjungan kita nabi muhammad SAW. Hadirin... Yang berbahagia........ Saya akan mengambil tema "Kewajiban Dan Keutamaan Menuntut Ilmu Hadirin yang berbahagia... ILMU. Ilmu! Berasal dari kata...! 'Alima! yang artinya sudah tahu..! Jadi..! Orang yang berilmu...! Orang yang sudah ta..tahu. Hadirin...! Menuntut ilmu itu wajib atau tidak ? Wa...wajib! Kenapa! "Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim" (Hadist Riwayat Ibnu Abdil Bari) Sudah jelas! Sesuai hadis di atas bahwa! Menuntut ilmu itu wa...wajib! Bagi kita umat is...islam. Lalu... Mengapa kita harus menuntut Ilmu! Mengapa kita harus berlajar! Sebab...

Allah SWT, akan meninggikan derajat orang yang ber il...ilmu

Firman Allah SWT, Q.S Al Mujadalah ayat 11: "... Allah meningikan orang yang beriman di antara kamu dan orang yang di beri ilmu pengetahuan beberapa derajat..." Dengan ilmu pengetahuan! Kita dapat memperoleh apa saja! Yang! Kita cita...citakan Ingin sukses dunia harus dengan Il...ilmu, begitu juga bila ingin sukses akhirat harus dengan Il...ilmu Itulah kenapa! Menuntut ilmu itu samapai di wajib...kan Hadirin yang di muliakan Allah SWT... Lalu...! Bagaimana! Cara mendapatkan ilmu yang bermanfaat?

Sebelum berangkat menuntut ilmu kita harus berwu...wudhu dan pamit mohon restu pada orang tu..tua. contoh dengan cara!

"Bu...! Yah...! Saya mau berangkat! Do'a restunya! Do'a kan saya jadi anak yang sholeh dan pinta Ya...!" Sambil mencium tangan orang tua.

.! Berjabat tangan! Ucap kan salam! Bila bertemu guru.. pada kesempatan kali ini saya akan membawakan ceramah tentang “Keutamaan menuntut Ilmu” Kita lahir di bumi ini dalam keadaan tak berilmu. Sekian terima kasih Billahi Taufiq Wal Hiadayah Warridho Wal Inayah Wassalamu'alaikum Wr... Menghormati dengan jalan merawat buku-buku kita... Nabi Muhammad SAW.... berkah.. serta memperjuangkan islam hingga sampai kepada kita sebagai rahmat tak terperi dari allah SWT. Karena nikmat dan hidayah dari Allah berupa keimanan dan keislaman-lah yang membuat kita tetap kokoh berjalan di atas jalan Allah."Ya.berguna  Hadirin yang berbahagia.. Karena manusia lahir ke dunia dalam keadaan tak berilmu.! Terima kasih! Assalamu'alaikum! Dengan pamit orang tua! Kita pasti di do'a kan sebab keridhoan orang tua dalam menuntut ilmu! Suatu hal yang sangat penting demi keberhasilan dan kesuksesan kita Rasululla SAW. selalu memberi kemudahan dan bimbingan dalam setiap langkah kita Amin..guru yang mengajar dan mendidik kita. Puji dan Syukur tak henti kita panjatkan kepada Allah SWT yang tiada henti memberikan nikmat. Bersabda: "Ridho Allah ada dalam Ridho ke dua orang tua" "dan marah Allah ada dalam marah ke dua orang tua"   Selain itu kita harus menghormati gu. contoh... hati hati di jalan! Semoga Allah meridhoimu...Wb CERAMAH: KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU # ُ ‫ت إ‬ ‫ه‬ ُ ‫ا إ‬ َ‫راك ت‬ َ‫ب ت‬ َ‫و ت‬ َ‫لل ت‬ َّ‫ة ا ه‬ ُ ‫م إ‬ َ‫ح ت‬ ْ‫ر َم‬ َ‫و ت‬ َ‫م ت‬ ْ‫ك َم‬ ُ ‫ي إ‬ ْ‫ل َم‬ َ‫عت‬ َ‫م ت‬ ُ ‫سمال إ‬ َّ‫أال ه‬ َ‫ت‬ ‫ من يهده الل فمال‬،‫ ونعوذ بالل من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا‬،‫ ونتوب إليه‬،‫ ونستغفره‬،‫ ونستعينه‬،‫ نحمده‬،‫إن الحمد لل‬ ‫ا عبده ورسوله‬ ً ‫ وأشهد أن محمد‬،‫ وأشهد أن ل إله إل الل وحده ل شريك له‬،‫ ومن يضلل فمال هادي له‬،‫مضل له‬. yakni menuntut ilmu. dan hidayah-Nya kepada kita semua. Untuk itu ingatlah pesan saya ini "Tanpa kesungguhan berlajar. Oleh karena itu.. berdo'a dan Ridho orang tua tiada tercapai cita-cita" Semoga Allah SWT... setiap orang tua berkewajiban mendidik dan mengajarkan ilmu pengetahuan kepada anaknya. Bu! Yah. Itulah betapa penting dan utama.Nya menuntut ilmu! Baik ilmu Agama maupun ilmu Umum.. Anak ku restu ibu dan ayah selalu menyertaimu. Shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita. Dan nikmat kesehatan dan kesempatan dari Allah pula sehingga hari ini kita dapat berkumpul di tempat ini dalam rangka melaksanakan salah satu aktivitas yang merupakan kewajiban kita sebagai umat Islam...Nak! Amin!" Ya. membawa dan menyimpan dengan baik Di pelajari serta di amal kan apa yang di sampaikan guru dengan te. Para hadirin yang dimuliakan Allah.. yang diutus oleh Allah SWT ke muka bumi ini sebagai rahmatan lil alamiin.tekun. yang telah menggempur kesesatan dan mengibarkan panji-panji kebenaran. maka Allah SWT memerintahkan kepada semua . sehingga ilmu kita mampu merubah kita yang lebih baik dan ber.

atau menyesatkan dan membahayakan. namun perintah Allah dalam ayat ini untuk membaca adalah perintah tersirat kepada manusia untuk belajar. Membaca yang dimaksudkan disini tak sekedar membaca buku atau materi pelajaran. Islam tidak menghendaki umatnya sengsara di dunia dan di akhirat. ilmu sihir. kecuali dengan ilmu. Mengenai perintah menuntut ilmu. QS Al-Alaq ayat 1 – 5: 1. dan sebagainya.” Dalam pandangan islam. sebagai tanda pengangkatan Muhammad menjadi utusan Allah. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. Tegasnya. shalat. dan Tuhanmulah yang Maha pemurah. sedekah. seperti ilmu hitam. tetapi juga bermakna sebagai perintah untuk membaca dan memahami tanda-tanda kebesaran Allah. menuntut ilmu itu wajib bagi setiap orang Islam. atau ilmu hitung karena ini menjadi sesuatu yang penting didalam muamalah (jual beli). Sesungguhnya para malaikat meletakkan sayap-sayap mereka pada penuntut ilmu karena ridha terhadap ilmu yang dituntutnya. 3. yang memerintahkan untuk membaca mengandung makna yang luas tentang pentingnya belajar? Allah tidak menurunkan wahyu pertama berupa perintah untuk shalat. 4. 2. meskipun di tempat yang jauh dari negerinya. Allah mewajibkan manusia menuntut ilmu bukan tanpa sebab. Bacalah. Ada pula yang hukumnya fardu kifayah. Tidakkah kita sadari bahwa wahyu pertama ini. ilmu adalah sesuatu yang tergolong suci. seperti ilmu kedokteran karena ilmu ini menjadi sesuatu yang penting untuk memelihara tubuh. ilmu santet dan sebagainya. tetapi perintah “Iqro’ = bacalah” yang dapat kita tafsirkan sebagai perintah untuk belajar. Ini menunjukkan bahwa sebelum kita beramal. Ada yang hukumnya fardhu ‘ain seperti menuntut ilmu agama. Ilmu bagaikan pelita atau cahaya di malam yang gelap. kita wajib berilmu. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan. dan pemilik ilmu itu tidak sama dengan orang yang bodoh. Wahyu pertama ini. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Seseorang tak kan dapat berjalan dengan baik di malam yang gelap tanpa cahaya atau pelita. karena membaca merupakan salah satu cara untuk belajar. puasa. terutama umat islam untuk belajar atau menuntut ilmu sebagai bekal untuk menjalani hidup. memerintahkan “Iqro’= bacalah”. Allah SWT memerintahkan secara tersirat dalam wahyu yang pertama diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Hal ini sesuai dengan sabda Rasul. sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw: “Tuntutlah ilmu walaupun di negeri China karena sesungguhnya menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim. dapat disimpulkan bahwa hukum menuntut ilmu pada dasarnya adalah wajib/fardhu. Allah SWT akan mengangkat derajat orang-orang beriman dan berilmu sebagaimana firman- . zakat dan sebagainya. pembagian wasiat. demikian pula halnya tak dapat seseorang membedakan yang benar dan salah.manusia. hukum menuntut ilmu bisa berubah menjadi haram jika ilmu yang dipelajari dapat mendatangkan mudharat bagi diri sendiri maupun orang lain. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam 5. seperti ilmu-ilmu yang dibutuhkan untuk mendukung urusan-urusan dunia. Oleh sebab itu perintah menuntut ilmu tidak dibedakan antara laki-laki dan perempuan. “Belajarlah karena seseorang tidak dilahirkan dalam keadaan pandai. harta waris dan lainnya. terutama yang berkaitan dengan ibadah kepada Allah seperti cara berwudhu. Ada banyak sekali keutamaan menuntut ilmu yang dijelaskan dalam Al-Qur’an dan Sunnah Rasul.’ (HR ibnu Abdi Al-bar) Dari ayat dan hadits di atas. Selain itu. yang insya Allah akan mengantarkan pada kebahagiaan dunia akhirat. Meski tak secara langsung mengatakan “belajarlah”.

serta anak soleh yang selalu mendoakan. maka secara otomatis kita akan kehilangan harta itu atau dengan kata lain kita tak lagi memilikinya. dan amal tanpa ilmu. Oleh karen aitu harus ada kesesuaian antara ilmu dan amal. ilmu tanpa amal. maka harus dengan ilmu” Pekerjaan menuntut ilmu merupakan ibadah. pincang.” (QS Al-Mujaadilah: 11) Dari ayat tersebut. buta. yang kita tak ketahui kapan datangnya. ilmu yang bermanfaat. ilmu yang bermanfaat. dan siapa yang menginginkan (kebahagiaan) keduanya (dunia dan akhirat). tak hanya di dunia tapi juga di akhirat. Dengan sedekah jariyah. tersurat janji Allah untuk mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu. siapa yang menginginkan (kebahagiaan) akhirat. maka harus dengan ilmu. “Seorang yang alim lebih sulit digoda oleh syaitan dari pada 1000 ahli ibadah (yang tidak berilmu)” (HR.” (HR Muslim) Hadits ini menunjukkan pentingnya ilmu pengetahuan sebagai investasi masa depan. serta tidak mudah tergoda oleh bujukan syaitan. serta anak sholeh yang selalu mendoakan. terputuslah kita dari kehidupan dunia. Jika kita mengajarkan ilmu pengetahuan kepada orang lain.. kita juga diperintakan berbagi ilmu atau mengajarkan ilmu yang kita miliki kepada orang lain. Selain mengamalkan ilmu yang kita miliki. maka terputuslah amalnya keculai 3 hal.. Bahkan dalam sabdanya Rasulullah menyebutkan bahwa seorang yang berilmu (alim) lebih sulit digoda oleh syaitan dari pada 1000 ahli ibadah yang tidak berilmu... ‘…. Tak hanya sekedar mengetahui suatu ilmu. kita tetap mendapat tambahan pahala meski kita tak lagi menjalani kehidupan di alam fana ini. Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah tentang kebahagiaan dunia akhirat yang dapat diperoleh dengan memiliki ilmu pengetahuan: ِ ‫ل‬ ‫م‬ ْ‫ع َم‬ ِ ‫ل‬ ْ‫با َم‬ ِ ‫ه‬ ِ ‫ي‬ ْ‫ل َم‬ َ‫عت‬ َ‫ف ت‬ َ‫ما ت‬ َ‫إ ُ ت‬ ‫ده‬ َ‫را ت‬ َ‫أ ت‬ َ‫ن ت‬ ْ‫م َم‬ َ‫و ت‬ َ‫م ت‬ ِ ‫ل‬ ْ‫ع َم‬ ِ ‫ل‬ ْ‫با َم‬ ِ ‫ه‬ ِ ‫ي‬ ْ‫ل َم‬ َ‫عت‬ َ‫ف ت‬ َ‫تَ ت‬ ‫رة‬ َ‫خ ت‬ ِ ‫د ال‬ َ‫را ت‬ َ‫أ ت‬ َ‫ن ت‬ ْ‫م َم‬ َ‫و ت‬ َ‫م ت‬ ِ ‫ل‬ ْ‫ع َم‬ ِ ‫ل‬ ْ‫با َم‬ ِ ‫ه‬ ِ ‫ي‬ ْ‫ل َم‬ َ‫عت‬ َ‫ف ت‬ َ‫يا ت‬ َ‫ن ت‬ ْ‫د َم‬ ُّ ‫د ال‬ َ‫را ت‬ َ‫أ ت‬ َ‫ن ت‬ ْ‫م َم‬ َ‫ت‬ “Siapa yang menginginkan (kebahagiaan) dunia. Berbeda halnya dengan memberikan ilmu. anak shaleh yang selalu mendoakan orang tuanya. entah hari ini... tak ada lagi yang dapat kita lakukan untuk menambah isi pundi-pundi pahala kita. tetapi perlu pengamalan dalam kehidupan. Orang yang menuntut ilmu dengan niat untuk membanggakannya di . Yang harus kita ingat adalah ilmu yang dimiliki hendaknya tidak membuat kita tinggi hati dan merasa lebih hebat dari orang lain. Niat menuntut ilmu hendaknya didasari keikhlasan karena Allah SWT.. yang tak kalah pentingnya untuk direnungkan adalah bahwa pada suatu saat nanti. #∃9∉=Οζ &ρ?θ#( ρυ#∃!♥%∉τ Β∉Ζ3™Ν ™υ#ΒτΖ©θ#( #∃!♥%∉τ #∃!♠ τ σ∅ …. “Jika anak Adam meninggal dunia. lusa atau kapan saja Allah berkehendak. Berbagi ilmu dengan orang lain tak sama dengan berbagi harta..Nya dalam QS Al-Mujaadilah ayat 11: . bahwa orang yang berilmu memiliki pendirian yang teguh. maka harus dengan ilmu.. malaikat maut akan datang menjemput kita untuk menjalani kehidupan lain di alam berbeda. Rasulullah Saw bersabda: “Siapa yang menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu niscaya Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga” (HR Muslim) Satu hal lagi yang harus diketahui. sebagaimana sabda Rasul. ilmu yang bermanfaat. yaitu shadaqoh jariyah.niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat…. esok. tidak mudah terombang-ambing. Ketika masa itu tiba. Hadits ini juga menyiratkan perintah untuk ‘memanfaatkan’ ilmu yang kita miliki.. tetapi malah semakin menambah penguasaan kita terhadap ilmu tersebut. Jika kita memberikan harta kita kepada orang lain. Tirmidzi) Selanjutnya. Ada pula yang menyebutkan. kecuali 3 hal yaitu shadaqoh jariyah.4 ψ υ_ψ≈Μ. kita tidak akan kehilangan ilmu pengetahuan yang kita miliki. Kata orang bijak ‘ilmu tanpa pengamalan ibarat pohon tanpa buah”. Orang yang menuntut ilmu akan diberilkan pahala yang sangat besar dan dimudahkan baginya jalan menunju surga.

mencari ridha Allah dan menggapai surga-Nya kelak. Keutamaan . agar ilmu yang kita miliki tak hanya bermanfaat buat diri kita. walqalami wamaa yasthuruun Fastabiqul khairot ُ ‫ت إ‬ ‫ه‬ ُ ‫ا إ‬ َ‫راك ت‬ َ‫ب ت‬ َ‫و ت‬ َ‫لل ت‬ َّ‫ة ا ه‬ ُ ‫م إ‬ َ‫ح ت‬ ْ‫ر َم‬ َ‫و ت‬ َ‫م ت‬ ْ‫ك َم‬ ُ ‫ي إ‬ ْ‫ل َم‬ َ‫عت‬ َ‫م ت‬ ُ ‫سمال إ‬ َّ‫وال ه‬ َ‫ت‬ Mari Menuntut Ilmu Syar'i (Keutamaan dan Kemuliaan Ilmu) Label: Akhlaq dan Nasehat. maka kita akan tertinggal. Sejatinya. Kita niatkan perjuangan menuntut ilmu ini sebagai ibadah kepada Allah. Menuntut ilmu tak hanya dilakukan di bangku sekolah atau kuliah. Barangsiapa seperti itu maka baginya neraka … neraka. Demikianlah yang dapat saya sampaikan. proses belajar manusia seharusnya berawal sejak manusia dilahirkan hingga kematian menjemput. Jangan pernah berhenti belajar hal-hal bermanfaat. Ilmu. semoga dapat dijadikan pelajareab dan bahan renungan. dan atas semua kesalahan itu mohon dimaafkan dan dimohonkan ampun kepada Allah SWT.Fadhillah Aku Takkan Lupakan Ilmu Merupakan nikmat dan anugerah yang besar bagi seorang muslim dapat berjalan di atas kebenaran. Akhir kata: Nuun. Dalam perjalanan seorang muslim. Jangan pula menuntut ilmu untuk penampilan dalam majelis (pertemuan atau rapat) dan untuk menarik perhatian orang-orang kepadamu. proses belajar manusia tak hanya berhenti ketika kita menyelesaikan studi di bangku pendidikan. (HR. kita seharusnya termotivasi agar tak pernah lelah untuk belajar. belum lagi apabila ia keliru sehingga ia mencari pelita yang dapat meluruskan langkah dan arahnya. Jika ada kekurangan itu datangnya dari diri saya sebagai makhluk dhoif yang tak luput dari khilaf. Tirmidzi dan Ibnu Majah)” Ilmu pengetahuan berkembangan seiring dengan perkembangan zaman. . Semua kebenaran yang terucap datangnya dari Allah SWT sebagai sang Khalik yang Maha Sempurna. dunia ini adalah laboratorium pendidikan. Aamiin. Setiap elemennya adalah sarana untuk menambah wawasan dan mengambil pelajaran. dengan niat suatu hari kelak akan kita bagi kepada orang lain. Rasulullah SAW bersabda: ‫هد‬ ِ ْ‫ل َم‬ َّ‫ى اله‬ َ‫ال ت‬ ِ ‫د‬ ِ ‫ه‬ ْ‫م َم‬ َ‫ل ت‬ ْ‫ن ا َم‬ َ‫م ت‬ ِ ‫م‬ َ‫ل ت‬ ْ‫ع َم‬ ِ ‫ل‬ ْ‫بوا ا َم‬ ُ ‫ل إ‬ ُ ‫طإ‬ ْ‫أ َم‬ ُ ‫إ‬ “Tuntutlah ilmu sejak dari buaian sampai liang lahat” Hadits tersebut menjadi dasar dari ungkapan “Long life education” atau pendidikan seumur hidup. Berdasar dari hadits itu pula. mudah-mudahan kita semua memperoleh keutamaan menuntut ilmu seperti yang dijanjikan oleh Allah dan Rasul-Nya. selama kita masih diberi kesempatan oleh Allah. tak jarang dirinya lupa sehingga perlu diingatkan. tetapi juga makhluk Allah yang lain. kadang juga ia lalai sehingga membutuhkan teguran. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Sabda rasul yang artinya: “Janganlah kalian menuntut ilmu untuk membanggakannya terhadap para ulama dan untuk diperdebatkan di kalangan orang-orang bodoh dan buruk perangainya. Oleh karena itu. Dengan niat ikhlas kartena Allah.hadapan manusia diancam akan dimasukkan ke dalam neraka. Jika kita berhenti belajar. Karena itulah. sementara ilmu pengetahuan semakin berkembang.

Umar bertanya. Menyegarkan kembali ingatan kita bersama tentang kemuliaan ibadah melalui tholabul ilmi (menuntut ilmu syar’i). “Muhammad bin Abdurrahman Al-Auqash adalah seorang yang lehernya sangat pendek sampai masuk ke badannya sehingga kedua bahunya menonjol keluar. maka hendaklah engkau menuntut ilmu karena ilmu akan mengangkat derajatmu. “Seorang budak. “Siapa yang engkau jadikan penggantimu -sementara waktu. Al-Mujadilah: 11) Ath Thabari rahimahullah berkata. Islam menjelaskan kedudukan yang tinggi nan mulia tentang keutamaan ilmu. Sulaiman bin Abdul Malik sang Amirul Mukminin bersama kedua anaknya mendatangi ‘Atha’ yang sedang shalat. “Wahai anakku.” (QS. Hidung ‘Atha’ pesek seperti kacang (sangat kecil).” (Tafsir Ath-Thabari. “Siapa Ibnu Abza?” Nafi’ menjawab. “Ibnu Abza. “Sungguh Nabi kalian telah berkata: “Sesungguhnya Allah mengangkat derajat sebagian manusia dengan Al-Qur’an dan merendahkan sebagian yang lain karenanya. terlebih di hadapan berbagai ujian dan cobaan kehidupan duniawi. pent) sehingga suatu saat . amin… Saudaraku…. Dengan penuh perhatian dan kasih sayang ibunya berpesan. Setelah selesai dari shalatnya ia menyambut mereka. Sungguh aku tidak akan lupa telah berada di hadapan seorang budak hitam (yang berilmu ini)” Dalam kisah yang lain Ibrahim Al-Harbi berkata. Banyak ayat dan hadits serta perkataan serta kisah teladan para ulama salaf yang menunjukkan hal ini. Suatu hari. QS Al-Mujadilah: 11) Suatu hari Nafi’ bin Abdul Harits mendatangi Amirul Mukminin (Umar bin Al Khattab) di daerah ‘Usfan (saat itu Umar tengah mempercayakan kepemimpinan Mekah kepada Nafi’).” (Shahih Muslim: 817) Ibrahim Al-Harbi berkata: Seseorang bernama ‘Atha’ bin Abi Rabah adalah budak berkulit hitam. Masih saja mereka asyik bertanya kepada ‘Atha tentang manasik haji kemudian Sulaiman berkata kepada kedua anaknya “Wahai anak-anakku.Berikut ini penulis mengajak dirinya dan ikhwah sekalian untuk merenungi lagi ayat-ayat Allah.bagi penduduk Mekah?” Nafi’ menjawab.” Umar bertanya kembali.“Yaitu derajat yang tinggi dengan kemuliaan di dunia dan pahala di akherat.“Allah mengangkat derajat orang beriman yang berilmu di hadapan orang beriman yang tidak berilmu karena keutamaan ilmu mereka (jika mereka mengamalkan ilmu tersebut. agar semangat tak menjadi surut. hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan bimbingan pemahaman Salafush Shalih. ٍ ‫جا‬ ‫ت‬ َ‫ر ت‬ َ‫د ت‬ َ‫م ت‬ َ‫ل ت‬ ْ‫ع َم‬ ِ ‫ل‬ ْ‫توا ا َم‬ ُ ‫أو إ‬ ُ ‫ن إ‬ َ‫ذي ت‬ ِ ‫ل‬ َّ‫واه‬ َ‫م ت‬ ْ‫ك َم‬ ُ ‫ن إ‬ ْ‫م َم‬ ِ ‫نوا‬ ُ ‫م إ‬ َ‫آ ت‬ َ‫ن ت‬ َ‫ذي ت‬ ِ ‫ل‬ َّ‫لل اه‬ ُ ‫ع ا إ‬ َّ‫ه‬ ِ ‫ف‬ َ‫ر ت‬ ْ‫ي َم‬ َ‫ت‬ “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” Umar bertanya. QS Al-Mujadilah: 11) Asy-Syaukani rahimahullah berkata. “Sesungguhnya budak tersebut adalah seorang hafizh Al-Qur’an dan sangat mengilmui faraidh (yakni hukum-hukum islam)” Kemudian Umar berkata. Di antaranya adalah: Menggapai Kemuliaan Dengan Ilmu Syar’i Allah Ta’ala berrfirman. Semoga dapat bermanfaat khususnya bagi diri penulis dan bagi seluruh pembaca. pent). jangan kalian lalai dari menuntut ilmu. sungguh kelak setiap kali engkau berada di sebuah majelis engkau akan selalu ditertawakan dan direndahkan.” Ternyata (ia mematuhi pesan ibunya.” (Tafsir Asy-Syaukani. milik seorang wanita penduduk Mekah. “Engkau telah memberikan kepercayaan tersebut kepada seorang budak [?]“ Nafi’ mengatakan.

Dalam hal ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengingatkan kita dengan dalam sebuah hadits.” (HR Tirmidzi no: 2323. “Barangsiapa mencari ilmu yang seharusnya dicari untuk mengharapkan wajah Allah. dll) Kiat Menjaga Ilmu . mari kita bersama menjaganya dengan baik. maka ia akan diberikan kepahaman tentang agama. maka ia tidak akan mencium wanginya surga pada hari kiamat. Ibnu Majah no: 4112 dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Ibnu Majah no: 186 dari Anas) Dengan Menuntut Ilmu Segala Pintu Kebaikan. Ibnu Majah no: 252. Wahai Rabb tambakanlah bagiku ilmu.” (HR Abu Daud no: 3664 dengan sanad yang shahih. namun ternyata ia tidak mempelajarinya melainkan untuk mendapatkan satu tujuan dunia. Maghfirah.” (Lihat Tarikh Baghdad 2: 309. Mengikhlaskan hati mensucikan niat agar Allah menambahnya serta melimpahkan berkah di dalamnya. dan [3] anak shalih yang mendoakannnya. [2] ilmu yang bermanfaat. maka tidak akan bermanfaat ilmunya. Barangsiapa banyak menulis hadits maka akan kuat hujjahnya.” (HR Muslim 1631 dari Abi Hurairah) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda. maka ia berada di jalan Allah sampai ia kembali. Barangsiapa mendalami ilmu fikih maka akan agung kedudukannya.“Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu (syar’i). Para Nabi tidak mewariskan dinar ataupun dirham. Para ulama adalah pewaris para Nabi.“Barangsiapa keluar untuk mencari ilmu. ‫وقل رب زدني علما‬ “Dan katakan.” (HR Abu Daud no: 3641-2. Barangsiapa yang tidak menjaga dirinya. Keutamaan seorang yang berilmu atas seorang ahli ibadah bagaikan keistimewaan bulan di hadapan bintang-bintang. Muslim no: 2699 dari Abi Hurairah) Beliau juga bersabda. Oleh karena itu. maka Allah akan memudahkan jalan baginya menuju surga. 6: 152. Sungguh seorang yang berilmu akan dimintakan ampun baginya oleh semua yang ada di langit dan bumi sampai pun ikan di lautan. barangsiapa mempelajari bahasa (arab) maka akan lembut tabiatnya. dan Pahala Akan Dilimpahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. dan Muslim 1037 dari Mu’awiyah) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda. “…dan sesungguhnya para Malaikat akan merendahkan sayap-sayap mereka bagi penuntut ilmu sebagai tanda ridha terhadap apa yang mereka lakukan. lihat Miftah Daris Sa’adah 1: 503) Menuntut Ilmu Adalah Jalan Menuju Surga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. Barangsiapa yang dapat mengambilnya.“Apabila anak cucu Adam meninggal dunia maka terputus semua amalannya kecuali dari tiga hal: [1] shadaqah jariyah.” (HR. Miftah Daris Sa’adah karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah 1: 501-502) Al-Muzani berkata. mereka hanya mewariskan ilmu.” (HR Bukhari 1: 150-151. Ibnu Hibban no: 89.“Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah. sungguh ia telah meraih bagian yang banyak.“Aku pernah mendengar Imam Syafi’i berkata: ‘Barangsiapa mempelajari Al-Qur’an maka akan mulia kehormatannya.’ (Diriwayatkan dari Imam Syafi’i dari beberapa jalan. Ibnu Majah no: 223. Barangsiapa mempelajari ilmu berhitung maka akan tajam nalarnya dan banyak idenya.dipercaya menjadi Hakim Agung di Mekah selama dua puluh tahun. At-Tirmidzi no: 2683. dishahihkan Ibnu Hibban no: 80) Ilmu ini adalah anugerah.” (QS Thoha: 114) Jangan sampai kemurniannya terkotori dengan bisikan ambisi materi atau buaian kemewahan duniawi.

Al-Madkhal karya Al-Baihaqi. sehingga mereka sesat dan menyesatkan. khamr diminum. maka aku melakukan hijamah dan memberikan kepada ahli bekam satu dinar pula. Sehingga apabila Allah tidak menyisakan lagi seorang ‘alim. seakan tidak membutuhkannya. Beliau menggambarkan bagaimana Allah akan mencabut ilmu dari kehidupan dunia ini. seseorang akan berhasil menuntut ilmu jika melakukannya dengan perjuangan dan susah payah. Sungguh jika kalian tidak melakukannya maka ilmu akan hilang. namun ilmu itu dicabut dengan diwafatkannya para ulama. Al-Bukhari juga meriwayatkannya dalam Sahih: kitab “nikah” . [4] membutuhkan biaya/materi. [3] bersungguh-sungguh. [5] mendapat bimbingan guru (ustadz). zina nampak di mana-mana.” (HR Al-Bukhari: 1: 174-175. Sehingga suatu ketika aku mendengar hadits bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan hijamah (bekam) dan memberikan upah kepada ahli bekam (Abu Thaybah) satu dinar. beliau bersabda.” (Sunan Ad-Darimi. penuh semangat dan hidup prihatin. kebodohan semakin merajalela. 1: 82 dan 149) Az-Zuhri berkata. At-Tirmidzi 2652) Dalam hadits yang lain. hal: 232) 3. kaum pria menjadi sedikit dan kaum wanita menjadi lebih banyak…. engkau takan mendapatkan ilmu melainkan dengan (memperhatikan) enam hal… Aku akan menyebutkannya secara rinci: [1] harus memiliki kecerdasan. Tadribur Rawi karya As-Suyuthi. dan [6] membutuhkan waktu yang panjang.“Ingat-ingatlah (ilmu) hadits.“Mengulang-ulang ilmu di sebagian malam lebih aku cintai daripada menghidupkan malam (dengan shalat malam) (Sunan Ad-Darimi.“Tidaklah aku menulis suatu hadits melainkan aku telah mengamalkannya. 2: 584) Dalam Diwannya beliau juga membawakan syair ‫ وصحبة أستاذ وطول زمان‬# ‫ ذاكاء وحرص واجتهاد وبلغة‬# ‫ سأنبيك عن تفصيلها ببيان‬# ‫أخي لن تنال العلم إل بستـتة‬ Wahai saudaraku….“Gangguan ilmu adalah lupa dan sedikitnya muraja’ah (mengulang-ulang).“Jika sampai kepadamu suatu ilmu. Akan tetapi. maka amalkanlah meskipun hanya sekali.“Jika engkau hendak menghafal satu ilmu (hadits). maka manusia akan menjadikan para pembesar mereka dari kalangan orang-orang bodoh yang ditanya (tentang agama) lantas orang-orang bodoh itu berfatwa tanpa ilmu. “Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan merenggutnya dari para manusia.” (Ibnul Jauzi menyebutkannya dalam Manaqib Ahmad. (Diwan Asy-Syafi’i) 2. [2] memiliki semangat. 9: 119. Muslim no: 2673.” (Hilayatul Auliya karya Abu Nu’aim. Senantiasa mengingat dan mengulang-ulang ilmu Ali bin Abi Thalib berkata. 1: 150) Saudaraku… Kita perlu mengingat kembali sebuah hadits yang disampaikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Hilyatul Auliya karya Abu Nu’aim 5: 102) Imam Waki’ berkata. Selalu bersemangat dalam menuntut ilmu dan tidak merasa bosan Imam Syafi’i rahimahullah berkata. maka amalkanlah!” (Tadribur Rawi karya As-Suyuthi 2: 588) Imam Ahmad berkata.“Seseorang tidaklah berhasil menuntut ilmu (dengan baik) apabila dia selalu merasa bosan. “Sesungguhnya di antara tanda-tanda hari kiamat adalah diangkatnya ilmu.” (Al-Muhadditsul Fashil karya Ar-Ramahurmuzi hal: 545) Ibnu ‘Abbas berkata. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. Mengamalkan ilmu yang telah kita dapatkan Amr bin Qays berkata. no: 513.” (Shahih dengan beberapa jalannya.Para ulama salaf menjelaskan bahwa di antara kiat menjaga kenikmatan mulia ini adalah dengan: 1.

Sufyan berkata. dan Ahmad dalam Az-Zuhud hal: 858 dan Lihat Tafsir Al-Baghawi QS Fathir. mengulang-ulangnya adalah tasbih .“Barangsiapa yang berharap (kebahagiaan) dunia dan akherat. Itu hanya bagi orang-orang yang memiliki khasyyah kepadaNya.“Sesungguhnya yang takut kepada Allah. hendaklah ia menuntut ilmu syar’i. memperdalamnya adalah ibadah. Sementara ilmu diangkat dengan cepat. Orang yang takut kepada Allah adalah orang yang akan mendapatkan kemuliaan Allah sebagaimana firman-Nya (yang artinya). maka mereka menghindar dari kemaksiatan yang akan menyebabkan murka dan adzab Allah…” (Lihat Tafsir AthThabari QS Fathir. Itulah yang akan menumbuhkan khasyyah dan sikap takut kepada Allah.” (Riwayat Ibnul Mubarak dalam Az-Zuhud hal: 15.” (Miftah Daris Sa’adah karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah: 1: 503-504) Mu’adz bin Jabal berkata.” An-Nadhr bin Syumail berkata. Cukuplah menjadi kebahagiaan bagi dirinya jika ia dipercaya dalam perkara agama Allah. ayat: 28) Dengan ilmu kita dapat menumbuhkan sikap khasyyah kepada Allah dan itulah muraqabah yang akan membimbing langkah-langkah kita menuju ridha Allah. ayat: 28) Syaikh As-Sa’di berkata dalam tafsir dari Surat Al-Faaathir ayat 28. Maka kokohnya agama dan dunia hanyalah dengan kekokohan ilmu. karena ilmu akan menumbuhkan sikap khasyyah (takut) kepada Allah. Kekokohan ilmu adalah keteguhan bagi agama dan dunia.” Al-Baghawi menyebutkan bahwa seseorang memanggil dan berkata kepada Sya’bi. dengan hilangnya ilmu akan rusaklah dunia dan agama. dan Ibnu ‘Abdil Bar dalam Al-Jami’ 1018) Saudaraku… Yakinlah bahwa di antara kunci kebahagiaan dunia dan akherat adalah dengan menuntut ilmu syar’i. Semua itu tidaklah didapatkan kecuali dengan ilmu syar’i. demikian pula halnya Muslim dalam Shahihnya: 4: 256.” (QS. ayat: 28) ‘Abdullah bin Mas’ud dan Masruq berkata. “Wahai ‘aalim berfatwalah. “Sesungguhnya seorang ‘alim adalah yang memiliki khasyyah (rasa takut) kepada Allah.” (Riwayat Ibnul Mubarak dalam Az-Zuhud 817.” Sya’bi menjawab. merasa diawasi sehingga waspada terhadap semua ancaman Allah. “Ayat ini adalah dalil keutamaan ilmu.“Cukuplah ilmu membuat seseorang takut kepada Allah. dan selain mereka) Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkata.“Barangsiapa yang ingin dimuliakan di dunia dan akherat. ُ ‫ما إ‬ ‫ء‬ َ‫ل ت‬ َ‫إ ُت‬ ‫لع‬ ْ‫ه ا َم‬ ِ ‫د‬ ِ ‫با‬ َ‫ع ت‬ ِ ‫ن‬ ْ‫م َم‬ ِ ‫لل‬ َ‫شى ا ت‬ َّ‫ه‬ َ‫خ ت‬ ْ‫ي َم‬ َ‫ما ت‬ َ‫ن ت‬ َّ‫إ ه‬ ِ “Sesungguhnya hanyalah para ulama yang memiliki khasyyah kepada Allah. menjaga diri dari adzab dengan menjalankan ketaatan kepada Allah hanyalah orang-orang yang berilmu.“Berpegang teguh dengan sunnah adalah keselamatan. Allah Ta’ala berfirman. “Allah ridha kepada mereka dan mereka ridha kepada Allah. Fathir: 28) Ath-Thabari berkata. dan sebaliknya kebodohan menyebabkan seseorang lalai dari mengenal Allah.“Pelajarilah ilmu syar’i karena mempelajarinya di jalan Allah adalah khasyyah.” (Lihat Tafsir As-Sa’di QS Fathir.dari hadits Hafsh bin Umar dan kitab “ilmu”.” (Miftah Daris Sa’adah karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah: 1: 500) Al-Auza’i berkata bahwa Ibnu Syihab Az-Zuhri menyatakan. Hilangnya ilmu adalah kehancuran bagi itu semua.“Sungguh keberadaan agama Islam dan keberlangsungan dunia ini adalah dengan keberadaan ilmu agama. hendaklah ia menuntut ilmu syar’i. serta menjadi perantara antara seorang hamba dengan Allah. Mereka mengetahui bahwa Allah Maha Mampu melakukan segala sesuatu.

Akan tetapi.“Ilmu membisikkan pemiliknya untuk diamalkan. Namun jika ia tidak menjawab panggilan itu. membahas (permasalahan-permasalahannya) adalah jihad.“Allah menganugerahkan “hikmah” kepada yang Allah kehendaki. Itulah ilmu yang bermanfaat dan amal yang shalih.(memuji Allah). betapa berharga hartamu itu… yang tak dapat dibandingkan dengan emas ataupun mutiara…. Ali bin Abi Thalib berkata. Belum Terlambat dan Tidak Ada Kata Malu ‘Aisyah berkata. ia selalu membuat iri (ghibthah) banyak orang… Namun dirinya tidak pernah merasa takut akan kehilangannya… Wahai para penuntut ilmu. dan dengannya pula diketahui yang halal dan yang haram…” (Hilayatul Auliya karya Abu Nu’aim 1: 239. (Diterjemahkan dari Miftah Daris Sa’adah karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah: 1: 507) Karenanya.” (Riwayat Imam Malik dalam Al-Muwaththa’ 2: 1002). maka ilmu akan tetap ada. Sementara yang satu lagi terhalangi oleh kesombongannya. dengannya Allah diesakan dalam tauhid. 1: 146) Saudaraku. membuat kita senantiasa takut karena merasa diawasi oleh Allah. menerangi setiap amalan hidup kita. jadikanlah kami hamba-hambaMu yang mendapatkan keselamatan dan kebahagiaan di dunia serta akherat dengan ilmu.“Manusia lebih membutuhkan ilmu dibandingkan makan dan minum..” (Al-Bukhari menyebutkannya secar mu’allaq dalam Shahih-nya 1: 229) Mari bersama-sama kita membangkitkan semangat menuntut ilmu syar’i agar dengannya kita mendapatkan pelita nan bercahaya. Luqman berwasiat kepada putranya. ilmu senantiasa dibutuhkan seorang manusia setiap saat (selama nafasnya berhembus)”…(Thabaqat Al-Hanabilah. Yang satu terhalangi dari menuntut ilmu oleh rasa malunya. Mereka tidak terhalangi oleh rasa malu untuk mempelajari semua perkara agama ini. Sesungguhnya Allah akan menghidupkan hati yang mati dengan pelita “hikmah” sebagaimana Allah menghidupkan bumi yang gersang dengan air hujan. dekatilah mereka dengan kedua lututmu.” (Miftah Daris Sa’adah karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah: 1: 227) Imam Ahmad berkata. duduklah bersama para ulama. Jika ia menjawab panggilan bisikan itu. Ya Allah. Hikmah yang beliau maksud adalah yang Allah sebutkan dalam firmanNya (QS Al-Baqarah: 269) yang artinya.” Mujahid juga berkata.” (Iqtidhaul ‘Ilmil amal karya Al-Khathib: hal 41) Semoga Allah melimpahkan taufiqNya kepada kita untuk ikhlas dalam menuntut ilmu. barangsiapa telah diberikan hikmah maka ia telah diberikan banyak kebaikan…” Qutaibah dan Jumhur ulama berkata “hikmah adalah mengetahui yang haq dengan sebenarnya serta mengamalkannya.“Seorang pemalu atau sombong tidaklah dapat menuntut ilmu. “Wahai anakku. beramal dan berdakwah di jalan-Nya. amin… _____________ . dengan ilmulah Allah diketahui dan disembah. maka ilmu akan pergi. mengajarkannya kepada yang belum mengetahuinya adalah shadaqah. membimbing setiap pola pikir dan langkah kita.“Sebaik-baik wanita adalah wanita Anshar. karena makanan dan minuman dibutuhkan manusia satu atau dua kali dalam satu hari. Jika ilmu itu telah sampai maka jangan kita melupakannya dan mari kita berlomba untuk mengamalkannya. memperbaiki setiap niat hati kita. Al-Ajmi’ oleh Ibnu ‘Abdil Bar 1: 65) Seorang penyair berkata: Ilmu adalah harta dan tabungan yang tak akan habis… Sebaik-baik teman yang bersahabat adalah ilmu… Terkadang seseorang mengumpulkan harta kemudian kehilangannya… Tidak seberapa namun meninggalkan kehinaan dan perseteruan… Adapun penuntut ilmu.

” (Al ‘Ilmu. Allah ta’ala berfirman yang artinya.” (QS. Keempat : Kebenaran akan tampak bagi ahli ilmu Ibnul Qayyim mengatakan. “Dan orang-orang yang diberikan ilmu bisa melihat bahwa wahyu yang diturunkan dari Rabbmu itulah yang benar. Dan poros semua ilmu tersebut ada pada ilmu tafsir.muslim. Ketiga : Perintah bertanya kepada ahli ilmu Ibnul Qayyim mengatakan. yang dengan ilmu itu akan diketahui kewajiban yang harus dilakukan oleh seorang mukallaf untuk menjalankan ajaran agamanya dalam hal ibadah ataupun muamalahnya.” (QS.” (Al ‘Ilmu. ‘Wahai Rabbku tambahkanlah kepadaku ilmu’. Yusuf [12] : 76). Kelima : Segala sifat terpuji bersumber dari ilmu Ibnul Qayyim mengatakan. Artikel www. “Dan tidaklah Kami mengutus sebelummu kecuali para lelaki yang Kami wahyukan kepada mereka : bertanyalah kepada ahli dzikir apabila kalian tidak mempunyai ilmu. “Yaitu dengan sebab ilmu. Al Hafizh menjelaskan. Allah juga menjadikannya sebagaimana layaknya persaksian dari mereka. 24). bahwa merekalah orang-orang yang bisa memandang bahwa wahyu yang diturunkan kepada Nabi dari Rabbnya adalah sebuah kebenaran. Dan .’ (QS. Dan pengangkatan derajat ini menunjukkan adanya sebuah keutamaan…” (Fathul Bari.“Sesungguhnya Allah Yang Maha Suci memerintahkan untuk bertanya kepada mereka (ahli ilmu) dan merujuk kepada pendapat-pendapat mereka.or. fadhluhu wa syarafuhu. An Nahl [16] : 43). 24). 1/172). menyucikan-Nya dari segenap sifat tercela dan kekurangan. Sehingga makna ahli dzikir adalah ahli ilmu yang memahami wahyu yang diturunkan Allah kepada para nabi.id Keutamaan Ilmu Pertama : Ilmu Meningkatkan derajat Allah ta’ala berfirman yang artinya. Kemudian Al Hafizh menjelaskan. 1/172). 1/172). Kedua : Nabi diperintahkan untuk berdoa untuk mendapatkan tambahan ilmu Di dalam Kitabul Ilmi Bukhari membawakan sebuah ayat yang artinya. Sebab Allah ta’ala tidaklah memerintahkan Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk meminta tambahan untuk apapun kecuali tambahan ilmu. juga ilmu tentang Allah dan sifat-sifat-Nya.” (QS. Allah Maha mengetahui apa yang kalian kerjakan.” (QS. Sedangkan yang dimaksud dengan ilmu di sini adalah ilmu syar’i. Saba’ [34] : 6). Al Mujadilah [58] : 11). dan hak apa saja yang harus dia tunaikan dalam beribadah kepada-Nya. Zaid mengatakan.Penulis: Ustadz Rizal Yuliar Putrananda. Thaha [20] : 114). hal. tambahkanlah kepadaku ilmu.“Wahai Rabbku. “Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman dan diberikan ilmu di antara kalian beberapa derajat.“Ada yang mengatakan tentang tafsirannya adalah : Allah akan mengangkat kedudukan orang beriman yang berilmu dibandingkan orang beriman yang tidak berilmu.“Allah Yang Maha Suci memberitakan mengenai keadaan orangorang yang berilmu. hadits dan fiqih…” (Fathul Bari. fadhluhu wa syarafuhu. hal.” (Fathul Bari. Allah berfirman yang artinya. Beliau juga meriwayatkan sebuah ucapan Zaid bin Aslam mengenai ayat yang artinya. Lc.“Sesungguhnya seluruh sifat yang menyebabkan hamba dipuji oleh Allah di dalam Al Qur’an maka itu semua merupakan buah dan hasil dari ilmu. Memiliki penunjukan yang sangat jelas terhadap keutamaan ilmu.“Kami akan mengangkat derajat orang yang Kami kehendaki.“Ucapan beliau : Firman-Nya ‘azza wa jalla. Allah menjadikan hal ini sebagai pujian atas mereka dan permintaan persaksian untuk mereka.

Dan tidak akan terputus jauhnya jarak perjalanan kecuali dengan menaiki bahtera keseriusan dan kesungguh-sungguhan. 112). Para penuntut ilmu yang bersegera dalam kebaikan dan mengiringi amalnya dengan rasa harap dan cemas. maka hal itu tidak dapat kamu rasakan kecuali dengan cara mengerahkan segenap kemampuan. Inilah sekelumit pelajaran dan motivasi bagi para penuntut ilmu. Para penuntut ilmu yang senantiasa berusaha meraih keutamaan di waktu-waktunya. Para penuntut ilmu yang bisa merasakan nikmatnya berinteraksi dengan Al Qur’an sebagaimana seorang yang lapar menyantap makanan. fadhluhu wa syarafuhu. . mungkin kita sering melupakan. tertawa dan terkadang membuat kita menangis. Semoga yang sedikit ini bisa menyalakan semangat mereka dalam berjuang membela agama-Nya dari serangan musuhmusuh-Nya. keseriusan dalam belajar. Akan tetapi. hal. kesulitan pimpinan kemiskinan kematian faktor menjadi resiko resiko Beliau juga mengatakan. 128). “Adapun kebahagiaan ilmu.’. Beliau juga menegaskan. fadhluhu wa syarafuhu.seluruh celaan yang disebutkan oleh-Nya maka itu semua bersumber dari kebodohan dan akibat darinya…” (Al ‘Ilmu. Para penuntut ilmu yang berhias diri dengan adab-adab islami.com/buku-tamu/keutamaan-ilmu/ Yang Kita Lupakan Dalam Menuntut Ilmu Bertahun-tahun sudah kita luangkan waktu kita untuk menuntut ilmu. Kehidupan sebagai seorang thalibul’ilmi. fadhluhu wa syarafuhu. Dan semua bahaya yang menimpa manusia di dunia dan di akhirat maka itu adalah akibat dari kebodohan…” (Al ‘Ilmu.“Dan tidaklah diragukan bahwasanya kebodohan adalah pokok seluruh kerusakan. 101). apakah ilmu yang kita dapatkan adalah ilmu yang bermanfaat ataukah sebaliknya. yang lagi mendambakan mulia kesungguhan mengatakan. Sesungguhnya pada masa yang penuh dengan fitnah semacam ini kehadiran para penuntut ilmu yang sejati sangat dinanti-nanti. pen) maka dia akan meninggalkan banyak bersantai-santai.’ Dahulu ada yang mengatakan. hal. yang tidak tergoda oleh gemerlapnya dunia dengan segala kepalsuan dan kesenangannya yang fana. Muslim mengatakan di dalam Sahihnya. Para penuntut ilmu yang mencintai Allah dan Rasul-Nya di atas kecintaannya kepada segala sesuatu. Suka duka yang dirasakan juga begitu banyak. dan niat yang benar. Inilah kehidupan yang harus kita jalani. 111).“Berbagai kemuliaan berkaitan erat dengan hal-hal yang tidak disenangi (oleh hawa nafsu. Kebahagiaan ilmu Ibnul Qayyim mengatakan. Mengingat masa lalu terkadang membuat kita tersenyum. hal. Sungguh indah ucapan seorang penyair yang mengungkapkan hal itu. ____________ Disusun oleh Ari Wahyudi http://abumushlih. hal. pen). fadhluhu wa syarafuhu.” (Al ‘Ilmu. Katakanlah kepada orang Perkara-perkara yang tinggi Tanpa mengerahkan Berarti kamu berharap sesuatu yang mustahil ada Penyair yang lain Kalau bukan karena Tentunya semua orang bisa Sifat dermawan membawa Sebagaimana sifat berani membawa (Al ‘Ilmu. ‘Yahya bin Abi Katsir berkata : Ilmu tidak akan diraih dengan tubuh yang banyak bersantai-santai. Sedangkan kebahagiaan tidak akan bisa dilalui kecuali dengan meniti jembatan kesulitan. ‘Barangsiapa yang menginginkan hidup santai (di masa depan.

Sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari ilmu yang tidak bermanfaat. Sesungguhnya dia mengatakan hal itu karena hak-hak Allah. Menunjukkan kepadanya agar lari dan menjauhi dunia. Mengakui keutamaan-keutamaan orang-orang yang terdahulu di dalam ilmu dan merasa tidak bisa menyaingi martabat mereka. sedikitnya perkataan-perkataan yang dinukil dari orang-orang yang terdahulu bukanlah karena mereka tidak mampu untuk berbicara. sudah seharusnya selalu membacanya. Menumbuhkan rasa zuhud terhadap dunia. ‫ها‬ َ‫ل ا‬ َ‫ب ا‬ ُ ‫جا‬ َ‫ت ا‬ َ‫س ا‬ ْ‫ي َت‬ ُ ‫ال‬ َ‫ة ا‬ ٍ ‫و ل‬ َ‫ع ا‬ ْ‫د َت‬ َ‫ن ا‬ ْ‫م َت‬ ِ‫و ْن‬ َ‫ع ا‬ ُ ‫ب‬ َ‫ش ا‬ ْ‫ت َت‬ َ‫ال ا‬ َ‫س ا‬ ٍ ‫ف ل‬ ْ‫ن َت‬ َ‫ن ا‬ ْ‫م َت‬ ِ‫و ْن‬ َ‫ع ا‬ ُ ‫ش‬ َ‫خ ا‬ ْ‫ي َت‬ َ‫ال ا‬ َ‫ب ا‬ ٍ ‫ل ل‬ ْ‫ق َت‬ َ‫ن ا‬ ْ‫م َت‬ ِ‫و ْن‬ َ‫ع ا‬ ُ ‫ف‬ َ‫ن ا‬ ْ‫ي َت‬ َ‫ال ا‬ َ‫م ا‬ ٍ ‫ل ل‬ ْ‫ع َت‬ ِ‫ن ْن‬ ْ‫م َت‬ ِ‫ك ْن‬ َ‫ب ا‬ ِ‫ذ ْن‬ ُ ‫عو‬ ُ ‫أ‬ َ‫نأ ى ا‬ ّ‫إ أ ى‬ ِ‫م ْن‬ ّ ‫ه ِإ‬ ُ ‫ل‬ ّ ‫الِإ‬ “Ya Allah. Menjadikannya benci akan tazkiah dan pujian. sangat sering mengulang doa-doa ini.Penulis teringat sebuah hadis yang diriwayatkan oleh seorang sahabat yang bernama Zaid bin Arqam radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkata. Oleh karena itu.” (HR Muslim No. dari jiwa yang tidak pernah merasa kenyang dan dari doa yang tidak dikabulkan. Sesungguhnhya. Menganggap bahwa dirinya tidak memiliki sesuatu dan kedudukan. . Sedikit berbicara karena takut jika terjadi kesalahan dan tidak berbicara kecuali dengan ilmu. berikut ini penulis sebutkan beberapa ciri ilmu yang bermanfaat dan yang tidak bermanfaat yang penulis ambil dari kitab Al-Hafiz Ibnu Rajab Al-Hanbali yang berjudul Bayan Fadhli ‘Ilmissalaf ‘ala ‘Ilmilkhalaf. dari hati yang tidak khusyuk. apalagi kita. Tidak mengatakan bahwa dia itu memiliki ilmu dan tidak mengatakan bahwa orang lain itu bodoh. Selalu mengharapkan akhirat. • • • • • • • • • Membuat jiwa selalu merasa cukup (qanaah) dengan hal-hal yang halal walaupun sedikit yang itu merupakan bagian dari dunia. bukan untuk kepentingan pribadinya. yang dijamin oleh Allah untuk menjadi pemimpin Bani Adam di hari akhir nanti. kemasyhuran dan pujian. • Tidak menumbuhkan rasa takut pada Allah. 6906 dan yang lainnya dengan lafaz-lafaz yang mirip) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saja. Yang paling menggiurkan dari dunia adalah kepemimpinan. Ciri-ciri ilmu yang bermanfaat di dalam diri seseorang: • Menghasilkan rasa takut dan cinta kepada Allah. • • • Adapun ciri-ciri ilmu yang tidak bermanfaat di dalam diri seseorang: • Ilmu yang diperoleh hanya di lisan bukan di hati. Mengetahui ciri-ciri ilmu yang bermanfaat dan yang tidak bermanfaat sangatlah penting. • Menjadikan hati tunduk atau khusyuk kepada Allah dan merasa hina di hadapan-Nya dan selalu bersikap tawaduk. tetapi karena mereka memiliki sifat wara’ dan takut pada Allah Taala. Berbaik sangka terhadap ulama-ulama salaf (terdahulu) dan berburuk sangka pada dirinya. Ilmu itu senantiasa berada di hatinya. yang sangat banyak berlumuran dosa. kecuali terhadap orang-orang yang menyelisihi sunnah dan ahlussunnah. Senantiasa didengar doanya.

• • • Al-Hafiz Ibnu Rajab Al-Hanbali berkata. maka jatuhlah ia (pada ancaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam).” (*) *) Dengan Lafaz yang seperti ini. Mengatakan orang lain bodoh. ‫من طلب العلم ليباهي به العلماء أو يماري به السفهاء أو يصرف وجوه الناس إليه فليتبوأ مقعده من النار‬ “Barang siapa yang menuntut ilmu untuk menyaing-nyaingi para ulama.muslim. Dar Al-Basya’ir Al-Islamiah • Shahih Muslim. Saudi Arabia) Artikel www. manusia boleh memilih apakah dia itu ridha untuk dikatakan sebagai seorang ulama di sisi Allah ataukah dia itu tidak ridha kecuali disebut sebagai seorang ulama oleh manusia di masanya. Banyak bicara dan tidak bisa mengontrol kata-kata. 2653 dengan sanad yang hasan. Jami’ah Islamiyah Madinah. Mencari kedudukan yang tinggi di dunia dan berlomba-lomba untuk mencapainya. Selalu berburuk sangka terhadap orang-orang yang terdahulu. lalai dan lupa serta merasa bahwa dirinya selalu benar dengan apa-apa yang dimilikinya.or. Akan tetapi. Mencoba untuk menyaing-nyaingi para ulama dan suka berdebat dengan orang-orang bodoh. Dar As-Salam • Sunan At-Tirmidzi. Tidak menjauhkannya dari apa-apa yang membuat Allah murka. maka dia itu telah mempersiapkan tempat duduknya dari neraka.• • • • • • • Tidak pernah kenyang dengan dunia bahkan semakin bertambah semangat dalam mengejarnya.id Keutamaan Menyebarkan Ilmu Agama . Tidak dikabulkan doanya. Barang siapa yang merasa cukup dengan yang pertama. mendebat orangorang bodoh atau memalingkan wajah-wajah manusia kepadanya. “Di saat sekarang ini. maka dia akan merasa cukup dengan itu… Barang siapa yang tidak ridha kecuali ingin disebut sebagai seorang ulama di hadapan manusia. yaitu: ‫من طلب العلم ليجاري به العلماء أو ليماري به السفهاء أو يصرف به وجوه الناس إليه أدخله الل النار‬ _____________ ‫اللهم إني أسألك علما نافعا و رزقا طيبا و عممال متقبمالز آمين‬ Maraji’: • Bayan Fadhli ‘Ilmissalaf ‘ala ‘Ilmilkhalaf oleh Al-Hafiz Ibnu Rajab Al-Hanbali. penulis belum menemukannya dengan sanad yang shahih. Maktabah Al-Ma’arif *** Penulis: Ustadz Said Yai Ardiansyah (Mahasiswa Fakultas Hadits. Semakin menjadikannya sombong dan angkuh. terdapat lafaz yang mirip dengannya di Sunan At-Tirmidzi No. Tidak menerima kebenaran dan sombong terhadap orang yang mengatakan kebenaran atau berpura-pura meluruskan kesalahan karena takut orang-orang lari darinya dan menampakkan sikap kembali kepada kebenaran.

sebagaimana dalam firmanNya: “Dialah yang bershalawat kepadamu (wahai manusia) dan malaikat-Nya (dengan memohonkan ampunan untukmu). pujian. kemuliaan dan keberkahan dari-Nya[6]. karena menyampaikan panah ke leher musuh banyak • • • • . Para ulama yang menyebarkan ilmu agama adalah pewaris para Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam[11]. sebagai balasan kebaikan yang sesuai dengan perbuatannya[8]. Ada juga yang mengartikannya dengan taufik dari Allah Ta’ala untuk mengeluarkan hamba-Nya dari kegelapan (kesesatan) menuju cahaya (petunjuk-Nya). Sebagian dari para ulama ada yang menjelaskan makna hadits ini bahwa Allah Ta’ala akan menetapkan bagi orang yang mengajarkan ilmu agama pengabulan bagi semua permohonan ampun yang disampaikan oleh seluruh makhluk untuknya[9]. serta semua makhluk di langit dan di bumi. Dalam hadist lain yang semakna dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Sesungguhnya orang yang memahami ilmu (agama dan mengajarkannya kepada manusia) akan selalu dimohonkan (kepada Allah Ta’ala) pengampunan (dosa-dosanya) oleh semua makhluk yang ada di langit dan di bumi. bukan untuk tujuan mencari popularitas atau imbalan duniawi[10]. benar-benar bershalawat/mendoakan kebaikan bagi orang yang mengajarkan kebaikan (ilmu agama) kepada manusia”[1]. Beberapa faidah penting yang terkandung dalam hadits ini: • Makna shalawat dari Allah Ta’ala kepada hamba-Nya adalah limpahan rahmat. • Orang yang mengajarkan ilmu agama kepada manusia berarti telah menyebarkan petunjuk Allah Ta’ala yang merupakan sebab utama terwujudnya kemakmuran dan kesejahteraan alam semesta beserta semua isinya. Hadits yang agung ini menunjukkan besarnya keutamaan seorang yang mempelajari ilmu agama[2] yang bersumber dari al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata. karena merekalah yang menggantikan tugas para Nabi dan Rasul ‘alaihis salam. Imam Abdullah bin al-Mubarak rahimahullah berkata. maka merekalah orang-orang yang paling mulia kedudukannya di sisi AllahTa’ala setelah para Nabi dan Rasul ‘alaihis salam[12]. “Menyampaikan/menyebarkan sunnah (petunjuk) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada umat manusia lebih utama daripada menyampaikan (melemparkan) panah ke leher musuh (berperang melawan orang kafir di medan jihad). serta bersabar dalam menjalankan semua itu. kedudukan yang lebih utama dari menyebarkan ilmu (agama)”[4]. kemudian menyebarkannya kepada umat manusia[3].“Aku tidak mengetahui setelah (tingkatan) kenabian. Tentu saja yang keutamaan dalam hadits ini khusus bagi orang yang mengajarkan ilmu agama dengan niat ikhlas mengharapkan wajah AllahTa’ala. oleh karena itu semua makhluk di alam semesta berterima kasih kepadanya dan mendoakan kebaikan baginya. pengampunan. yaitu menyebarkan petunjuk Allah Ta’ala dan menyeru manusia ke jalan yang diridhai-Nya. sampai semut dalam lubangnya dan ikan (di lautan).Dari Abu Umamah al-Baahili radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. termasuk ikan-ikan di lautan”[5]. Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman” (QS al-Ahzaab:43)[7]. «‫ر‬ َ‫ي ت‬ ْ‫خ َم‬ َ‫ل ت‬ ْ‫س ا َم‬ ِ ‫نا‬ َّ‫م ال ه‬ ِ ‫ل‬ ّ‫ع ِم‬ َ‫م ت‬ ُ ‫لى إ‬ َ‫عت‬ َ‫ن ت‬ َ‫لو ت‬ ُّ‫ص‬ َ‫ي ت‬ ُ ‫ل إ‬ َ‫ ت‬،‫ت‬ َ‫حو ت‬ ُ ‫ل إ‬ ْ‫تى ا َم‬ َّ‫ح ه‬ َ‫و ت‬ َ‫ها ت‬ َ‫ر ت‬ ِ ‫ح‬ ْ‫ج َم‬ ُ ‫فى إ‬ ِ ‫ة‬ َ‫ل ت‬ َ‫مت‬ ْ‫ن َم‬ َّ‫تى ال ه‬ َّ‫ح ه‬ َ‫ ت‬،‫ض‬ ِ ‫ر‬ ْ‫ل َم‬ َ‫وا ت‬ َ‫ت ت‬ ِ ‫وا‬ َ‫م ت‬ َ‫س ت‬ َّ‫ل ال ه‬ َ‫ه ت‬ ْ‫أ َم‬ َ‫وت‬ َ‫ه ت‬ ُ ‫ت إ‬ َ‫ك ت‬ َ‫ئ ت‬ ِ ‫مال‬ َ‫م ت‬ َ‫و ت‬ َ‫لل ت‬ َ‫ن ا ت‬ َّ‫ه‬ َّ‫إ ه‬ ِ » “Sesungguhnya Allah dan para Malaikat.

semoga Allah Ta’ala menjadikan kita termasuk golongan mereka dengan karunia dan kemurahan-Nya”[13]. sedangkan menyampaikan sunnah (petunjuk) RasulullahShallallahu ‘alaihi wa sallam kepada umat manusia hanya (mampu) dilakukan oleh (para ulama) pewaris para Nabi ‘alaihis salam dan pengemban tugas mereka di umat mereka. .orang yang (mampu) melakukannya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful