P. 1
Manajemen Dan Sistem Informasi

Manajemen Dan Sistem Informasi

|Views: 10|Likes:
Published by Hery Apha's
informasi
informasi

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Hery Apha's on Jul 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/10/2014

pdf

text

original

Manajemen dan Sistem Informasi Manajemen

Manajemen dipandang sebagai upaya atau proses pencapaian tujuan dengan menggunakan keahlian orang lain. Sistem informasi manajemen merupakan kumpulan dari sub-sub sistem yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan yaitu mengolah data menjadi informasi yang diperlukan oleh manajemen dalam proses pengambilan keputusan saat melaksanakan fungsinya. Informasi berkualitas pada intinya harus relevan, akurat, tepat waktu dan lengkap

.

Kebutuhan SDM dimasa mendatang .Masa depan lingkungan Sistem Informasi Manufaktur merupakan subset dari Sistem Informasi Manajemen yang menyediakan informasi untuk digunakan dalam pemecahan masalah manufaktur. menempatkan. Manajer dalam area manufaktur menggunakan komputer sebagai komponen sistem fisik maupun sistem informasi konseptual.Keseimbangan SDM dimasa mendatang . melatih dan mengembangkan serta memelihara atau merawat sumber daya atau anggota perusahaan Empat aspek penting dalam perencanaan SDM: . .Penerimaan atau pemutusan hubungan kerja .Rencana strategis organisasi . Manajer pada area manufaktur menggunakan komputer dalam sistem produk fisik untuk aplikasi seperi CAM (Computer Aided Manufacturing) dan CAD (Computer Aided Design). menerima.Manajemen sumber daya manusia meliputi aktivitas merencanakan.Pengembangan SDM Dua faktor agar perencanaan efektif: .

Dari perspektif komunitas. produk/layanan. jaringan komputer atau sarana elektronik lainnya. konsumen. e-commerce merupakan satu alat yang memenuhi keinginan perusahaan. dan manajemen dalam memangkas service cost ketika meningkatkan mutu barang dan ketepatan pelayanan.Data Informasi Subsistem Input Sistem Informasi Akuntansi Sumber Internal Subsistem Industrial Engineering Subsistem Output Subsistem Produksi Subsistem Persediaan Database Sumber Lingkungan Subsistem Intelijen Manufaktur Subsistem Kualitas Pemakai Subsistem Biaya 1. . Dari perspektif proses bisnis. e-commerce merupakan aplikasi teknologi menuju otomatisasi transaksi dan aliran kerja perusahaan. e-commerce merupakan pengiriman informasi. 2. atau pembayaran melalui lini telepon. 3. Dari perspektif layanan.

Mengurangi Lead Time. Pencarian data dapat lebih mudah dan cepat.bila . PENERIMAAN PENDAHULUAN Organisasi memilih karyawan dan para pelamar memilih perusahaan. o Analisis beberapa keputusan atau variabel yang akan mempengaruhi keputusan. o Simulasi dari keputusan dan hasil yang akan diberikan. Beberapa pertimbangan yang diberikan oleh DSS adalah sebagai berikut: o o o Akses Identifikasi informasi yang dibutuhkan Identifikasi beberapa utnuk memecahkan masalah alternatif atau pengambilan masalah solusi keputusan. 1. Data base marketing Anda dapat dilihat dan diperbarui setiap saat. Job Description merupakan penjabaran dari tugas.Decision Support System adalah salah satu aplikasi Sistem Informasi yang menyediakan informasi yang mendukung pengambilan keputusan kepada penggunanya. Anda hanya cukup satu kali memasukkan data untuk mendapatkan beberapa laporan. cukup menyimpan softcopynya dan data /laporan dapat diprint/cetak kapan saja diperlukan. wewenang dan tanggungjawab suatu posisi pekerjaan agar seseorang yang akan memangku suatu posisi/jabatan dapat optimal dalam melaksanakan pekerjaannya. DSS fokus pada penyediaan informasi yang berguna untuk mendukung pengambilan keputusan. Anda tidak lagi memerlukan banyak paperwork.       Single Entry. Job Specification merupakan penjabaran mengenai persyaratan. Jika pengguna DSS adalah seorang manajemen. Seleksi dimulai dengan kunjungan calon pelamar ke kantor personalia atau dengan permintaan tertulis untuk aplikasi . yang bi asa disebut ”what ifanalysis”. maksudnya penyebaran informasi dilakukan secara serempak dan bersamaan ke tiap departemen. maka program ini disebut Executive Information System (EIS). DSS menyediakan alat bagi pengguna untuk meng-akses data dan menganalisisnya untuk pengambilan keputusannya. sehingga proses di tiap departemen terkait dapat dilaksanakan segera dan secepatnya tanpa harus saling menunggu sampainya informasi.persyaratan yang harus dimiliki oleh seseorang yang akan memangku suatu posisi/jabatan dapat melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan bobot pekerjaan pada posisi tersebut. karena semuanya telah didokumentasi dan dikordinasi dengan baik oleh pusat data yang telah terbentuk dalam sistem ERP. Melalui ERP status barang/order dapat dipantau setiap saat. Dengan menggunakan teknologi komputer. maksudnya dalam ERP.

prestasi yang diraih masa lalu dan persyaratan jabatan. Menghasilkan jawaban – jawaban yang dapat dibandingkan dan pandangan – pandangan tajam. pewawancara yang mempelajari pelamar dan sebaliknya pelamar mempelajari perusahaan. dan ada juga wawancara kelompok dimana jumlah pewawancaranya dua atau lebih dan pelamar satu. Agar tes dapat meloloskan pelamar harus Validitas dan reliabilitas. biasanya diajaukan kepada semua pelamar. Tipe – tipe wawancara beragam ada wawancara individu dimana jumlah pewawancaranya cuma satu demikian juga jumlah pelamarnya. dua atau lebih. berketerampilan tinggi atau rendah.pelamar datang sendiri. bakat minat. Tes – tes penerimaan ini merupakan berbagai peralatan bantu yang menilai kemungkinan paduannya anatara kemampuan.  Campuran (mixed) Kombinasi pertanyaan tidak terstruktur dan terstruktur. maupun staf. TES – TES PENERIMAAN Tes -tes penerimaan sangat berguna untuk mendapatkan informasi yang relatif obyektif tentang pelamar yang dapat dibandingakan dengan para pelamar lainnya dan para pekerja sekarang. WAWANCARA SELEKSI Wawancara seleksi merupakan percakapan formal dan mendalam yang dilakukan untuk mengevalusikan hal dapat diterimanya atau tidak (acceptablity) seorang pelamar. kepribadian pelamar. Teknik ini memungkinkan pertukaran informasi 2 arah. pengalaman.  Pemecahan Masalah . Berguna untuk memperoleh hasil – hasil yang valid terutama bila jumlah pelamar sangat banyak. 3. kegiatan kurikulum formal. berguna bila pewawancara berusaha untuk membantu orang yang diwawancara memecahkan masalah – masalah pribadi atau memahami mengapa dia tidak tepat untuk suatu pekerjaan. Format wawancara juga sangat beragam macamnya diantaranya :  Tidak terstruktur (Unstructured) Pertanyaan – pertanyaan yang terjadi secara spontan dibuat selama wawancara berlangsung. 2. wawancara pendahuluan dapat dilaukuakan untuk membantu menghilangkan kesalahpahaman dan menghindari pencarian informasi dari sumber tidak resmi (jalur belakang) dan selanjutnya memeriksa berkas -berkas informasi lamaran. Bentuk – bentuk tes yang diadakan bermacam – macam diantarannya tes psikologi dimana tes tersebut mengukur kepribadian. Wawancara mempunyai tingkat fleksibelitas tinggi karena dapat diterapkan baik kepada para calon karyawan manajemenrial atau operasional. kecerdasan dan keinginan berprestasi. Selain tes psikologi dan tes pengetahuan ada tes Performance Tests yaitu tes yang mengukur kemampuan para pelamar untuk melaksanakan berbagai bagian pekerjaan yang akan dipegangnya misalnya tes mengetik untuk menguji seberapa jauh para pelamar kecepatan mengetiknya.  Terstruktur (structured) Suatu daftar pertanyaan ditentukan sebelumnya. Lalu ada tes pengetahuan dimana tes ini menguji informasi atau pengetahuan para pelamar. dimana Validitas bererti bahwa skor – skor tes mempunyai hubungan yang berarti dengan prestasi kerja sedangkan Reliabilitas berarti bahwa tes seharusnya menghasilkan skor – skor secara konsisten setiap waktu seorang pelamar melekukannya.

Misalnya apakah saudara setuju bahwa laba adalah penting? 3. KEPUTUSAN PENERIMAAN Keputusan penerimaan karyawan menandai berakhirnya proses seleksi. EVALUASI . 7. Bila referensi diserahkan secara tertulis pemberi referensi biasanya hanya menekankan hal -hal positif. Berguna untuk mengetahui penalaran dan kemampuan analitis pelemar dibawah kondisi stress yang moderat. referensi pribadi ini pada umunya jarang digunakan.Pertanyaan yang dibatasi pada berbagai situasi hipotesis. Dominasi pewawancara Kesalahan ini terjadi karaena pewawancara menggunakan waktu untuk membual kepada pelamar. Di samping itu evaluasi medis memungkinkan perusahaan untuk menekan biaya perawatan kesehatan. Berguna untuk pekerjaan yang penuh stress seperti penangan keluhan – keluhan. Selain Personal references ada juga Employment references yaitu menyangkut latar belakang pekerja atau pengalaman pekerja. asuransi. Misalnya. 5. 4. PEMERIKSAAN REFERENSI Pemeriksaan referensi dilakukan dengan beberapa cara diantaranya Personal references yaitu biasanya diberikan kepada keluarga atau teman – teman terdekat baik yang ditunjuk oleh pelamar sendiri atau diminta perusahaan. Hasil akhir ini adalah merupakan pemilihan karyawan – karyawan baru yang kompeten di bidangnya. Leading questions Kesalahan ini akibat pewawancara kurang tepat dalam memberi pertanyaan -pertanyaan wawancara. keputusan penerimaan karyawan ini bisa di putuskan oleh bagian personalia. Personal biases kesalahan ini merupakan hasil prasangka pribadi pewawancara terhadap kellompok – kelompok tertentu. atau melakukan percakapan sosial. 4. saya lebih menyukai personalia penjualan yang berbadan tinggi. Oleh karena itu. Bagi karyawan yang ditolak seharusnya perusahaan menyimpan blangko lamaran meraka untuk dijadikan informasi yang akan datang. EVALUASI MEDIS Evaluasi medis ini sangat dibutuhkan oleh perusahaan karena untuk mengetahui tingkat kesahatan karyawan dan kekuatan karayawan dalam menyelsaikan tugas – tugas pekerjaan nantinya. Kesalahan – kesalahan wawancara bisa disebabkan oleh pewawancara atau orang yang diwawancarai diantaranya kesalahan wawancara sebagai berikut : 1. 2. atasan. menyombongkan keberhasilan. Misalnya. Halo Efect Kesalahn ini terjadi bila pewawancara menggunakan informasi terbatas tentang pelamar untuk berprasangka dalam evaluasi terhadap karakteristik – karakteristik lain pelamar..  Stress interview Serangkaian gertakan dalam pertanyaan yang dimaksud untuk membuat nervous pelamar. Misalnya seorang pelamar mempunyai senyuman yang menarik (apalagi kalau cantik atau ganteng) dan simpatik diberlakuakan sebagai calon unggulan sebelum wawancara dimulai. mengetahui kesehatan fisik dan bisa mengeatasi setress mental suatu pekerjaan 6. penggunaan waktu wawancara untuk menceritakan rencana –rencana perusahaan. atau kedua – duanya saling memutuskan karyawan yang terbaik.

tidak memakan waktu. baik di dalam maupun di luar negeri.dan kegiatan pekerjaan yang karyawan lakukan secara berkala untuk memaksimalkan produktifitas kerja. maupun mengikut sertakan pekerja dalam public training. Pendidikan yang diberikan berupa pembekalan pengetahuan dan ketrampilan dasar yang diperlukan pada saat pekerja yang bersangkutan menduduki jabatan yang baru.Rating Scale Pada metode ini. Pendidikan aplikasi. evaluasi subyektip dilakukan oleh penilaian terhadap prestasi kerja karyawan dengan skala waktu tertentu dari rendah sampai tinggi. 1. Pendidikan pengembangan. Biasanya formulir penilaian diisi oleh atasan langsung dengan menandai tanggapan yang paling sesuai untuk setiap dimensi pelaksanaan kerja.Evaluasi karyawan baru harus diperhatikan dari absensi. Kelemahannya : 1. prestasi kerja. Kelebihan metode ini : Dalam penyusunan dan administrasinya tidak mahal. tetapi mungkin tidak tercakup dalam formulir penilaian. serta ketrampilan pekerja dalam mendukung pekerjaannya sesuai jabatan yang diduduki saat ini. In house training yang diselenggarakan termasuk workshop. seminar atau benchmarking profil bisnis yang potensial. 2. Pendidikan ini bertujuan untuk meningkatkan dan memperdalam pengetahuan. kemudian diperbandingkan diantara para karyawan. 3. Program pembekalan bagi para pekerja yang baru masuk. Adakalanya suatu kriteria adalah penting bagi pekerja tertentu. dan apabila kalau formulir akan digunakan untuk semua pekerja. sesuai yang direncanakan saat perekrutan.1. Dapat pula berupa pendidikan S2 di dalam negeri maupun di luar negeri untuk para staf yang dinilai mempunyai potensi untuk menjadi pimpinan yang tangguh di masa depan. dan dapat digunakan terhadap jumlah karyawan yang besar. Pendidikan aplikasi dapat dilaksanakan secara in house training. latihan yang diperlukan penilai hanya sedikit. Tanggapan-tanggapan penilai bisa diberikan dengan nilai-nilai numerik agar memungkinkan skor rata-rata dihitung. dan evaluasi hanya di dasarkan pada pendapat penilai. yang bertujuan memberikan gambaran terhadap industri yang bersangkutan beserta tip dan tricks dari para pelaku bisnis yang memberikan pelatihan. Sasaran pelatihan dan pengembangan 1. Merupakan pendidikan yang diberikan kepada pekerja yang sudah atau akan dipromosikan ke jenjang ekselon yang lebih tinggi dalam layer manajerial. dimana penilai membandingkan hasil pekerjaan karyawan dengan faktor-faktor (kriteria) yang dianggap penting terhadap pelaksanaan pekerjaan tersebut. Hasil akhir penerimaaan karyawan baru ini bukan merupakan akhir suatu perusahaan berhasil tetapi merupakan awal perusahaan merintis kedepannya maju atau tidak. 2. . Kesulitan dalam menentukan kriteria yang relevan terhadap pelaksanaan kerja.

Metode Pristiwa Kritis (Critical Incident Method) Metode ini merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada catatan-catatan penilaian yang memperhatikan perilaku karyawan yang sangat baik atau sangat jelek di dalam hal pada saat pelaksanaan kerja . Kemudian tenaga ahli ini mempersiapkan evaluasi atas dasar informasi tersebut. Pada checklist ini. seperti : pengendalian bahaya keamanan. dan bersifat subyektip 1. Kelemahannya. Checklist Metode penilaian checklist biasanya penilai adalah atasan langsung. dimana tenaga ahli yang diwakilkan dari personalis turun ke lapangan dan membantu para atasan langsung dalam penilaian mereka.4. Metode checklist dapat memberikan suatu gambaran prestasi kerja secara akurat. Tenaga ahli personalia dapat mencatat penilaian pada tipe formulir penilaian apapun yang digunakan perusahaan. Tes danm Observasi Prestasi Kerja Metode ini. pengawasan sisa bahan atau pengembangan karyawan. bahwa para atasan sering tidak berminat mencatat peristiwaperistiwa atau cenderung mangada-ada. sehingga hal ini dapat mengurangai keterkaitannya dengan pekerjaan. Hasil yang diperoleh dari formulir dan prosedur yang di standarisasikan tidak selalu berhubungan dengan pelaksanaan kerja.2. Evaluasi dikirim kepada si atasan langsung untuk review. 4. Metode Peninjauan Lapangan (Field Revie Method) Pada metode ini. sehingga penilai tinggal memilihnya. dan pemberian bobot ini memungkinkan penilai dapat dikwantifikasikan sehingga skor total dapat ditentukan. Teknik penilaian ini merupakan suatu alat penilaian rang subyektip. persetujuan dan pembahasan dengan karyawan yang dinilai. Kemudian peristiwa ini dibagi menjadi beberapa katagori.3. 1. Apabila kriteria prestasi kerja tertentu sulit untuk didefinisikan. tetapi di dalam penggunaan kalimat-kalimat yang umum. 1. didasarkan pada tes pengetahuan dan keterampilan. Tenaga ahli dari personalia mendapatkan informasi khusus dari atasan langsung tentang prestasi kerja karyawan. - Relevance . perubahan. Tes yang dilakukan dapat berupa tes tertulis atau peragaan keterampilan.3. Metode ini sangat berguna untuk bahan masukan kepada karyawan. Berbagai peristiwa tersebut dicatat selama peristiwa evaluasi terhadap setiap karyawan. dan pada metode ini menggunakan kalimat-kalimat atau kata-kata yang menggambarkan prestasi kerja dan karakter-karakter karyawan.5. sehingga dapat mengurangi kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan. juga dapat mengurangi arti penilaian. maka formulir isian bisa jadi berisi variabel-variabel kepribadian-kepribadian yang tidak relevan. terdapat item-item yang masing-masing diberi bobot. walaupun metode ini praktis dan terstandardisasi. 1.

- Acceptability Reliability Sensitivity Practicality .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->