P. 1
Evaluasi Pemupukan Pada Kelapa Sawit Elaeis Quineensis Jacq. Di Kebun Radang Seko Banjar Balam PT Tunggal Perkasa Plantations Indragiri Hulu Riau

Evaluasi Pemupukan Pada Kelapa Sawit Elaeis Quineensis Jacq. Di Kebun Radang Seko Banjar Balam PT Tunggal Perkasa Plantations Indragiri Hulu Riau

|Views: 450|Likes:
Published by Aiigaa Aiiren

More info:

Published by: Aiigaa Aiiren on Jul 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/08/2014

pdf

text

original

Sections

  • PENDAHULUAN
  • Latar Belakang
  • Tujuan
  • TINJAUAN PUSTAKA
  • Syarat Tumbuh Kelapa Sawit
  • Pemupukan
  • METODE MAGANG
  • Tempat dan Waktu
  • Metode Pelaksanaan
  • Pengamatan dan Pengumpulan Data
  • Analisis Data dan Informasi
  • KEADAAN UMUM
  • Sejarah Perusahaan
  • Profil Perusahaan
  • Letak Geografis
  • Keadaan Iklim dan Tanah
  • Luas Areal dan Tata Guna Lahan
  • Keadaan Tanaman dan Produksi
  • Tabel 1. Produktivitas dan BJR TBS Kebun RSBB Tahun 2005 - 2009
  • Struktur Organisasi Perusahaan dan Ketenagakerjaan
  • Aspek Teknis
  • Pembibitan
  • Perawatan Tanaman
  • Tabel 3. Standar Rotasi Perawatan Mucuna bracteata di PT TPP
  • Pengambilan Sampel Daun (LSU)
  • Pengendalian Gulma
  • Tabel 4. Norma Standar Pemberian Material Herbisida pada TBM
  • Gambar 3. Susunan Janjangan Kosong pada TBM Kelapa Sawit
  • Pemanenan
  • Aspek Manajerial
  • Karyawan Non staf
  • PEMBAHASAN
  • Gambar 4. Pengambilan Pupuk di Gudang
  • Gambar 5. Pemupukan Secara Mekanis (Fertilizer Spreader)
  • Gambar 6. Pemupukan Secara Manual pada Kelapa Sawit TBM
  • Gambar 8. Pelansiran Untilan Pupuk ke Dalam Blok
  • Tabel 8. Perbandingan Efisiensi Pemupukan Manual dan Fertilizer Spreader
  • Tabel 9. Ketepatan Dosis Pupuk NPK di Afdeling Viktor PT TPP
  • Tabel 11. Ketepatan Penaburan Pupuk NPK di Afdeling Viktor PT TPP
  • KESIMPULAN DAN SARAN
  • Kesimpulan
  • Saran
  • DAFTAR PUSTAKA
  • LAMPIRAN

EVALUASI PEMUPUKAN PADA KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.

) DI KEBUN RADANG SEKO BANJAR BALAM, PT TUNGGAL PERKASA PLANTATIONS, INDRAGIRI HULU, RIAU

RAJA ADE SAPUTRA A24060030

DEPARTEMEN AGRONOMI DAN HORTIKULTURA FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2011

RINGKASAN

RAJA ADE SAPUTRA. Evaluasi Pemupukan pada Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Kebun Radang Seko Banjar Balam, PT Tunggal Perkasa Plantation, Indragiri Hulu, Riau. (Dibimbing oleh ADE

WACHJAR). Kegiatan magang bertujuan agar penulis memperoleh pengalaman dan kemampuan kerja baik secara teknis di lapangan maupun manajerial, meningkatkan keterampilan penulis dalam memahami proses kegiatan kerja di perkebunan kelapa sawit secara nyata, dan dapat memahami secara khusus aspek pemupukan tanaman kelapa sawit baik dari segi teknis maupun manajerial. Kegiatan magang telah dilaksanakan di Kebun Radang Seko Banjar Balam, PT Tunggal Perkasa Plantation (PT Asra Agro Lestari, Tbk.), Indragiri Hulu, Riau. Kegiatan magang dilaksanakan selama 4 bulan mulai dari bulan Februari hingga bulan Juli 2010. Metode yang digunakan dalam kegiatan magang adalah bekerja langsung di lapangan sebagai karyawan, pendamping mandor, dan pendamping asisten. Pengumpulan data dan informasi magang dilakukan dengan metode langsung dan tidak langsung dalam mencari data primer maupun data sekunder. Data primer merupakan informasi yang diperoleh secara langsung melalui pengamatan penulis di lapangan meliputi ketepatan jenis, ketepatan waktu, ketepatan dosis, ketepatan cara pemupukan, jumlah HK yang dipakai pada pemupukan, gejala kekurangan hara tanaman, diskusi langsung dengan buruh harian lepas (BHL) dan staf. Data sekunder yang mendukung pelaksanaan teknis lapangan adalah sejarah dan kondisi umum perusahaan, kondisi iklim, peta, kondisi tanaman, organisasi dan manajemen dan data produksi dari areal perkebunan tersebut, juga data yang terkait dengan pemupukan yang meliputi realisasi pemupukan kebun, dosis pemupukan kebun, dan data lainnya yang terkait. Baik data primer maupun data sekunder dianalisis dengan metode deskriptif. Kebun Radang Seko Banjar Balam merupakan kebun yang terletak paling ujung dibandingkan dengan kebun lain yang ada di PT Tunggal Perkasa

Plantations. Sebagian besar tanaman kelapa sawit di kebun ini yaitu tanaman belum menghasilkan (TBM). Pada tahun 2009 produksi di Kebun Radang Seko Banjar Balam yaitu sebesar 49.7 ton. Pemupukan di Kebun Radang Seko Banjar Balam pada semester 1 tahun 2010 dilaksanakan dengan sistem blok ke blok. Kelebihan dari pelaksanaan sistem tersebut adalah lebih efisien dari segi tenaga kerja, waktu, biaya dan mempermudah dalam pengawasan. Kegiatan pemupukan memberikan kontribusi yang sangat luas dalam meningkatkan produksi dan kualitas produk yang dihasilkan. Salah satu efek pemupukan yang sangat bermanfaat yaitu meningkatkan kesuburan tanah yang menyebabkan tingkat produksi tanaman menjadi relatif stabil serta meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan hama serta penyakit dan pengaruh iklim yang tidak menguntungkan.
Pelaksanaan pemupukan di Kebun Radang Seko Banjar Balam secara umum telah mengacu pada prinsip 5 T, yaitu tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat cara, dan tepat tempat. Pemupukan dilakukan secara manual dengan metode pelansiran pupuk ke dalam blok secara tuntas terlebih dahulu baru dilanjutkan dengan penaburan.

EVALUASI PEMUPUKAN PADA KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DI KEBUN RADANG SEKO BANJAR BALAM, PT TUNGGAL PERKASA PLANTATIONS, INDRAGIRI HULU, RIAU

Skripsi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pertanian pada Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor

Raja Ade Saputra A24060030

DEPARTEMEN AGRONOMI DAN HORTIKULTURA FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2011

PT TUNGGAL PERKASA PLANTATIONS. Ketua Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian IPB Dr Ir Agus Purwito. 19550109 1980 03 1008 Mengetahui.Judul : EVALUASI METODE PEMUPUKAN PADA KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq. RIAU Nama : RAJA ADE SAPUTRA NIM : A24060030 Menyetujui. INDRAGIRI HULU.Agr NIP 19611101 1987 03 1 003 Tanggal Lulus : . Dosen Pembimbing Dr Ir Ade Wachjar. MSc.) DI KEBUN RADANG SEKO BANJAR BALAM. MS NIP.

Tahun 2000 penulis lulus dari SDN 022 Pekanbaru. Riau. Institut Pertanian Bogor. kemudian pada tahun 2003 penulis menyelesaikan studi di SMPN 10 Pekanbaru.RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan pada tanggal 15 Januari 1988 di Langgam. . Penulis merupakan anak pertama dari pasangan Bapak Raja Anis dan Ibu Nurteti. Pada tahun 2007 penulis diterima senagai mahasiswa di Departemen Agronomi dan Hortikultura. Selanjutnya penulis lulus dari SMAN 1 Pekanbaru pada tahun 2006. Fakultas Pertanian. Tahun 2006 penulis diterima sebagai mahasiswa di Institut Pertanian Bogor melalui jalur Beasiswa Utusan Daerah (BUD).

Indragiri Hulu. Teman-teman Agronomi dan Hortikultura angkatan 43 dan semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini.KATA PENGANTAR Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kekuatan dan hidayahNya sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik. Bapak Dr Ir Ade Wachjar. Bapak dan Ibu penulis serta seluruh keluarga besar atas doa dan dukungan yang diberikan kepada penulis. Bapak Ir H. Penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak dan dapat digunakan sebagaimana mestinya. Skripsi ini dibuat sebagai tugas akhir penulis untuk memenuhi syarat kelulusan S1 pada Departemen Agronomi dan Hortikultura. Fakultas Pertanian. 4. Bapak Ir Supijatno. MS. selaku dosen penguji. dan Bapak Ir Adolf Pieter Lontoh. 3. Bogor. selaku pembimbing akademik yang telah membimbing penulis selama menjalani studi. MS. 2. Indragiri Hulu. 5. 6. Ibu Prof Dr Ir Sriani Sujiprihati. Sembiring dan keluarga besar PT Tunggal Perkasa Plantation. Januari 2011 Penulis . Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. selaku pembimbing skripsi yang telah memberikan bimbingan serta arahan selama pelaksanaan magang dan penyusunan skripsi. MS. Institut Pertanian Bogor. Riau. terutama Bapak Tatang sebagai asisten di Afdeling Viktor yang telah memberi bimbingan dan masukan kepada penulis. Skripsi ini merupakan hasil kerja dan analisis dari kegiatan magang yang telah dilaksanakan penulis selama 4 bulan di kebun kelapa sawit PT Tunggal Perkasa Plantations. MSi. Riau.

........................................................ PEMBAHASAN ... Pengambilan Sampel Daun .................................... Pemupukan ............................................ METODE MAGANG ...................... 5 5 6 9 9 9 10 10 12 12 13 13 14 15 15 16 19 19 19 20 25 26 28 30 34 34 37 38 55 55 55 57 59 ................................................................................................... Saran ................................................................................................... Luas Areal dan Tata Guna Lahan ...... Kesimpulan...................................... Pembibitan ............................................................................................................................................................................................................. Keadaan Iklim dan Tanah .. vii DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................ vi DAFTAR GAMBAR .. Karyawan Non Staf ................................................................................................................................................................................................................................................................................. Aspek Teknis ...................... Keadaan Tanaman dan Produksi ........................................................... Perawatan Tanaman ................ Syarat Tumbuh Kelapa sawit ............................................................................................. 1 Tujuan ........................ Analisis Data dan Informasi ........................................................................................................................................................................... Pengamatan dan Pengumpulan Data ... 4 TINJAUAN PUSTAKA ................................. DAFTAR PUSTAKA .......................................... Pemanenan ................................................................. Profil Perusahaan ..................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... KEADAAN UMUM .............................................. LAMPIRAN ................................................................DAFTAR ISI Halaman DAFTAR TABEL ............................ Tempat dan Waktu ............................................ KESIMPULAN DAN SARAN .............................................. Pengendalian Gulma ................................................................................................................................. viii PENDAHULUAN ............................................................ Metode Pelaksanaan ....................................................................................................................... Struktur Organisasi Perusahaan dan Ketenagakerjaan ................................................................................................................................................................ 1 Latar Belakang ................ Letak Geografis ......................................... Aspek Manajerial .................. Sejarah Perusahaan .. Pemupukan ............................................................................................................................ Karyawan Staf................................................................................................................................................................................................................................................................ PELAKSANAAN TEKNIS LAPANGAN ............................

... Indragiri Hulu. Kriteria Matang Panen Berdasarkan Tingkat Fraksi Buah Kelapa Sawit ..... Ketepatan Dosis Pupuk NPK di Afdeling Viktor PT TPP ........ Waktu Pemupukan Kelapa Sawit di Afdeling Viktor PT TPP ... 8....... 6..... Standar Rotasi Perawatan Mucuna bracteata di PT TPP ..................... Halaman 15 17 21 27 31 32 34 47 49 51 51 53 Produktivitas dan BJR TBS Kebun RSBB Tahun 2005 – 2009 ......... Riau...... Kehilangan Pupuk Urea di Afdeling Viktor PT TPP ........ Ketepatan Penaburan Pupuk NPK di Afdeling Viktor PT TPP ..... 4.............. . Alat-alat Panen Kelapa Sawit yang Digunakan di PT Tunggal Perkasa Plantations ... Jumlah Staf dan Non Staf di PT Tunggal Perkasa Plantations.. Tahun 2009 ............................. 9...................................... Norma Standar Pemberian Material Herbisida pada TBM .... Perbandingan Efisiensi Pemupukan Manual dan Fertilizer Spreader ....... 11.............. 7.... Faktor Kualitas Pabrik Kelapa Sawit PT Tunggal Perkasa Plantations .......... 3................... 12........................ 2.............DAFTAR TABEL Nomor 1............ 5........................ 10..

........... 6................................................. 2........................DAFTAR GAMBAR Nomor 1........................ Susunan Janjangan Kosong pada TBM Kelapa Sawit ...................................................................... Gulma Dominan di Afdeling Viktor ....................................... 4. Pelansiran Untilan Pupuk ke Dalam Blok ...................... 3.. 7.......................... Pengambilan Pupuk di Gudang .... 5.......................... 8........................................ Pemupukan Secara Mekanis (Fertilizer Spreader) .. . Halaman 21 26 29 40 41 44 45 45 Penanaman dan Perawatan Mucuna bracteata ................... Pelaksanaan Pengangkutan dan Pengeceran Pupuk Dengan Truk dan Sepeda Motor .. Pemupukan Secara Manual pada Kelapa Sawit TBM .......................

.... 3............... Indragiri Hulu....................................... 8........... 70 Sistem Perhitungan Premi Pemanen PT Tunggal Perkasa Plantations............ 4.......... 63 Jurnal Harian Kegiatan Magang Sebagai Pendamping Asisten/Kepala Afdeling di PT Tunggal Perkasa Plantations .... 67 Kelas Kesesuaian Lahan di PT Tunggal Perkasa Plantations.. Indragiri Hulu...... 60 Jurnal Harian Kegiatan Magang Sebagai Pendamping Mandor di PT Tunggal Perkasa Plantations ......... 65 Curah Hujan dan Hari Hujan di PT Tunggal Perkasa Plantations. 5...... Indragiri Hulu.......................... 69 Struktur Organisasi di PT Tunggal Perkasa Plantations.................................. 68 Peta PT Tunggal Perkasa Plantations. Indragiri Hulu.............. Riau ............................... Halaman Jurnal Harian Kegiatan Magang Sebagai Karyawan Harian Lepas (KHL) di PT Tunggal Perkasa Plantations ............DAFTAR LAMPIRAN Nomor 1........ 6......... 2............................... 72 ........................... Riau ..... 71 Kriteria Kelas Pemanen di PT Tunggal Perkasa Plantations....................... 9.......... Riau Periode 2000-2009 ........ Riau ......... 7............................

Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.07 juta hektar dan produksi CPO mencapai 18. 2009). Produksi CPO Indonesia mengalami peningkatan cukup pesat. 2009). 1990). Faktor . perkebunan rakyat (PR).1 juta ton pada tahun 2008 dan menghasilkan devisa lebih dari US$ 14 milyar (Direktur Jendral Perkebunan.) dan produk turunannya telah menjadi komoditas perdagangan internasional yang menyumbang devisa terbesar bagi negara dari ekspor non-migas tanaman perkebunan. Jumlah ekspor untuk produk kelapa sawit Indonesia berupa CPO dan produk turunannya mencapai lebih dari 18. Hal ini menunjukkan bahwa prospek usaha kelapa sawit masih sangat baik. Selain sumber penyumbang devisa bagi negara.46 juta ton dengan perincian 2 565 000 hektar merupakan perkebunan rakyat (PR) dengan produksi 5 085 000 ton minyak sawit. Pengusahaan kebun kelapa sawit nasional dilakukan oleh perkebunan besar swasta (PBS). yaitu : faktor lingkungan. Meskipun demikian. 687 000 hektar merupakan perkebunan besar Negara (PBN) dengan produksi sebesar 2 314 000 ton minyak sawit.9 juta ton meningkat pada tahun 2008 menjadi 17. Indonesia menjadi negara produsen kelapa sawit terbesar dengan luas areal sebesar 7.5 juta ton sehingga menjadikan Indonesia sebagai negara penghasil CPO terbesar di dunia.PENDAHULUAN Latar Belakang Indonesia merupakan produsen crude palm oil (CPO) terbesar di dunia setelah mampu menggeser Malaysia. Perkembangan areal tanaman kelapa sawit di Indonesia mengalami peningkatan yang pesat dari tahun ke tahun. Pencapaian hasil produksi kelapa sawit yang tinggi dipengaruhi oleh tiga faktor utama. Indonesia belum bisa memenuhi permintaan pasar terhadap minyak kelapa sawit dunia yang mencapai 33.7 juta ton pada tahun 2008. faktor genetik dan teknik budidaya. Pada tahun 1998 produksi CPO sebesar 5. serta 3 358 000 hektar perkebunan besar swasta (PBS) dengan produksi sebesar 8 990 000 ton minyak sawit (Direktorat Jenderal Perkebunan. dan perkebunan besar negara (PBN) telah menyebar di 19 provinsi. kelapa sawit juga berperan dalam meningkatkan pendapatan petani sekaligus memberikan kesempatan kerja yang luas (Yahya.

Teknik budidaya yang tidak sesuai dengan standar rekomendasi dapat mempengaruhi produksi tandan buah segar (TBS). Indonesia berpeluang besar untuk mengembangkan pekebunan kelapa sawit. tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri. CPO atau PKO banyak digunakan sebagai bahan industri pangan. karena permintaan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang cukup besar. bahkan tanpa kolesterol. Faktor genetik meliputi penggunaan bahan tanam/varietas tanaman kelapa sawit yang unggul. dan kelas kesesuaian lahan. Keunggulan tersebut di antaranya memiliki kadar kolesterol rendah. karena minyak yang dihasilkan memiliki berbagai keunggulan dibandingkan dengan minyak yang dihasilkan oleh tanaman lain. 2005). dan sebagai bahan bakar alternatif. Minyak nabati yang dihasilkan dari pengolahan buah kelapa sawit berupa minyak sawit mentah (CPO atau crude palm oil) yang berwarna kuning dan minyak inti sawit (PKO atau palm kerner oil) yang tidak berwarna. industi sabun. Pemupukan merupakan faktor yang sangat penting untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas produksi yang dihasilkan. industri tekstil. Dengan produksi yang tinggi. Salah satu upaya peningkatan produktivitas dapat dilakukan dengan cara pemberian pupuk secara efisien dan efektif. industri baja. baik melalui penanaman modal asing maupun skala perkebunan rakyat. sebagai negara tropis yang masih memiliki lahan cukup luas. Salah satu efek pemupukan yang sangat bermanfaat yaitu meningkatkan kesuburan tanah yang menyebabkan tingkat produktivitas tanaman menjadi relatif stabil serta meningkatkan daya tahan . Prospek pasar bagi olahan kelapa sawit cukup baik. Sebagai contoh akibat kesalahan pemupukan dapat menurunkan produksi TBS hingga 13 % dari produksi normal (Mangoensoekarjo dan Semangun.2 lingkungan meliputi iklim. Kelapa sawit adalah penghasil minyak nabati yang dapat diandalkan. Teknik budidaya kelapa sawit merupakan faktor yang penting dalam memaksimalkan potensi produksi kelapa sawit. kosmetik. CPO yang dihasilkan juga akan tinggi sehingga dapat meningkatkan keuntungan perusahaan. Oleh karena itu. maka diperlukan adanya upaya peningkatan produktivitas untuk meningkatkan produksi tanaman kelapa sawit. Melihat besarnya prospek kelapa sawit di Indonesia.

pemupukan bermanfaat melengkapi penyediaan unsur hara di dalam tanah sehingga kebutuhan tanaman terpenuhi dan pada akhirnya tercapai daya hasil (produktivitas) yang maksimal. Pupuk merupakan salah satu sumber unsur hara utama yang sangat menentukan tingkat pertumbuhan dan produksi kelapa sawit. sistem pengawetan tanah. beberapa faktor penunjang seperti gudang. penempatan. 2003). drainase. alat.. sumber daya alam dan manusia dalam menentukan kebijakan pemupukan. dan pupuk buatan yang diberikan pada tanaman (Sutarta et al. maka dalam pelaksanaan pemupukan harus mengacu pada tujuh tepat. Selain itu. dan rotasi. yaitu tanah. kebutuhan pupuk/ha. Biaya pemupukan menyangkut beberapa komponen langsung. Untuk mencapai kondisi tanah yang subur diperlukan kombinasi pemakaian pupuk organik dan anorganik. Mg. antara lain harga pupuk. terutama di daerah pengembangan mengingat potensi sumber daya serta sarana yang ada sangat beragam. Dengan demikan diperlukan pengkajian yang lebih jauh mengenai potensi. P. waktu. Selain itu. Penyediaan hara dalam tanah melalui pemupukan harus seimbang. dan sarana yang digunakan dalam pelaksanaan pemupukan. Setiap unsur hara memiliki peranan masing-masing dan dapat menunjukkan gejala tertentu pada tanaman apabila ketersediaannya dalam tanah sangat kurang.3 tanaman terhadap serangan penyakit dan pengaruh iklim yang tidak menguntungkan. . Untuk meningkatkan produksi maksimal kelapa sawit. residu bahan organik. jalan. K. dosis. transportasi. Cu. 1994). Pemupukan pada tanaman kelapa sawit bertujuan untuk menyediakan kebutuhan hara bagi tanaman sehingga tanaman dapat tumbuh baik dan mampu berproduksi maksimal dan menghasilkan minyak berkualitas baik (Adiwiganda dan Siahaan. yaitu disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Unsur hara utama yang mendapat perhatian dalam pemupukan tanaman kelapa sawit meliputi N. bentuk formulasi. cara. dan B. dan perawatan tanaman juga memerlukan cara pengolahan yang tepat. yaitu tepat jenis. Tanaman memperoleh unsur hara dari beberapa sumber.

.4 Tujuan Kegiatan magang bertujuan agar penulis memperoleh pengalaman dan kemampuan kerja baik secara teknis di lapangan maupun manajerial. dan dapat memahami secara khusus aspek pemupukan tanaman kelapa sawit baik dari segi teknis maupun manajerial. meningkatkan keterampilan penulis dalam memahami proses kegiatan kerja di perkebunan kelapa sawit secara nyata.

tanaman kelapa sawit tidak akan ekonomis untuk diusahakan secara komersial. dan membuat solum yang tebal sekitar 80 cm tanpa lapisan padas (Fauzi et al. Podzolik.0 – 5. dan Gambut. 2006). Kelapa sawit dapat tumbuh pada pH 4. Derajat keasaman (pH) tanah sangat terkait dengan ketersediaan hara yang diserap oleh akar. Menurut Pahan (2008).6. Regosol. lahan adalah matriks tempat tanaman berada. Keadaan angin tidak terlalu berpengaruh karena tanaman kelapa sawit lebih tahan terhadap angin kencang dibandingkan dengan tanaman lainnya. Temperatur optimum untuk tanaman kelapa sawit antara 22 – 23 oC. tekstur tanah ringan serta memiliki reaksi tanah (pH) 4. sifat fisik lahan dan sifat kimia tanah atau kesuburan tanah. Untuk memperoleh hasil maksimal dalam budidaya kelapa sawit perlu memperhatikan sifat fisik dan kimia tanah di antaranya struktur tanah dan drainase tanah baik.0. Organosol. Jumlah penyinaran rata-rata sebaiknya tidak kurang dari 6 jam per hari. kedalaman solum tanah lebih dari 80 cm. tetapi pH optimumnya berada antara 5. permeabilitas sedang.TINJAUAN PUSTAKA Syarat Tumbuh Kelapa Sawit Tanaman kelapa sawit bisa tumbuh dan berbuah hingga ketinggian tempat 1 000 meter di atas permukaan laut (dpl).0. Jumlah curah hujan dan lamanya penyinaran matahari memiliki korelasi dengan fluktuasi produksi kelapa sawit. pertumbuhan tanaman dan produktivitas yang optimal akan tercapai jika ditanam di lokasi dengan ketinggian maksimum 400 meter dpl (Sukamto. subur. Curah hujan ideal untuk tanaman kelapa sawit berkisar 2 000 – 2 500 mm per tahun dan tersebar merata sepanjang tahun. dan Aluvial. Tanaman kelapa sawit akan tumbuh baik pada tanah yang gembur. Tanah yang baik digunakan untuk perkebunan kelapa sawit adalah Latosol. Kelapa sawit tumbuh pada berbagai jenis tanah seperti Podsolik. Alluvial. Latosol. Lahan yang optimal untuk kelapa sawit harus mengacu pada tiga faktor yaitu lingkungan.0 .. berdrainase baik. Tanah ber-pH rendah dapat ditingkatkan . 2008). Akan tetapi. Andosol. Tanpa lahan.6.0 – 6. Hidromorfik Kelabu.

. pemupukan bermanfaat melengkapi persediaan unsur hara di dalam tanah sehingga kebutuhan tanaman terpenuhi dan pada akhirnya tercapai daya hasil (produktivitas) yang maksimal. 1992). Karung bekas (bekas pembungkus pupuk) dikumpulkan oleh tim pengecer dan disusun di tempat untilan. Pupuk juga menggantikan unsur hara yang hilang karena pencucian dan terangkut melalui hasil panen (TBS) serta memperbaiki kondisi yang tidak menguntungkan atau mempertahankan kondisi tanah yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan kelapa sawit. dan pemanfaatan limbah. sensus pokok. Selanjutnya. pengendalian gulma. pembibitan. Persiapan pemupukan terbagi menjadi tiga yaitu persiapan pupuk. pemupukan. penanaman. pengendalian hama dan penyakit tanaman (HPT). Hal tersebut karena biaya pemupukan tergolong tinggi. penyulaman. Salah satu dari kegiatan pemeliharaan yang memerlukan perhatian intensif yaitu pemupukan. pemanenan. 2008). Salah satu efek pupuk yang bermanfaat yaitu meningkatkan kesuburan tanah yang menyebabkan tingkat produktivitas tanaman menjadi relatif stabil serta meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan penyakit dan pengaruh iklim yang tidak menguntungkan. kurang lebih 30 % dari total biaya produksi atau 40 – 60 % dari biaya pemeliharaan sehingga menuntut pihak praktisi perkebunan untuk secara tepat menentukan jenis dan kualitas pupuk yang akan digunakan dan mengelolanya mulai dari pengadaan hingga aplikasinya di lapangan baik secara teknis maupun manajerial (Winarna. Darmosarkoro dan Sutarta. organisasi penguntilan dan persiapan lapangan.6 dengan cara pengapuran. Tanah tersebut biasanya dijumpai pada daerah pasang surut terutama tanah gambut (Lubis. Praktik pemupukan memberikan kontribusi yang sangat luas dalam meningkatkan produksi dan kualitas produk yang dihasilkan. Selain itu. karung tersebut diserahkan ke kantor afdeling guna memastikan jumlah untilan yang dibawa ke lapangan sekaligus mengecek apakah seluruh pupuk sudah ditabur dan tidak ada yang hilang (Pahan. penunasan. kastrasi. Pemupukan Budidaya kelapa sawit meliputi beberapa tahapan kegiatan yaitu persiapan areal. 2003).

5 ha/HK atau 400 – 500 kg/HK. lubang bekas pemupukan ditutup kembali. jumlah pupuk dan waktu pemupukan (Winarna et al. kegiatan pemupukan dipimpin oleh asisten afdeling dibantu oleh mandor I dan mandor pupuk. (Winarna et al. jumlah pokok produktif. Sebaiknya. Asisten afdeling harus membuat rencana pemupukan mingguan dan harian. asisten kepala. pupuk diecer ke blok oleh tenaga kerja yang tersedia... blok. Perencanaan Rencana pemupukan untuk setiap aplikasi dibuat oleh asisten afdeling. 2008). Penaburan pupuk sesuai jalurnya (barisan) masing-masing. luas. jumlah takaran harus sesuai dengan jumlah penabur (Pahan. Jarak tabur pupuk bergantung pada perkembangan pohon. pelaksanaan dan pengawasan.. Selain itu. . Pelaksanaan Dalam pelaksanaan pemupukan. Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan asisten afdeling. Pada sistem benam. bagian gedung dan asisten afdeling yang bersangkutan. bergantung pada dosis per pokok. Lembar rencana pemupukan berisi afdeling. 2003). Organisasi Dalam satu afdeling. Mandor pupuk membawahi 25 – 60 karyawan bergantung pada luas areal divisi atau afdeling. Selain itu. 2003). tepatnya jalur penaburan harus di bawah proyeksi ujung tajuk (Winarna et al. asisten juga harus membuat peta rencana pemupukan harian dan menggambarkan arah pelaksanaan pemupukan. Rencana tersebut dibuat empat rangkap yaitu untuk administratur. jenis pupuk. tidak dibenarkan penaburan yang terputus-putus. dosis per pohon. Kegiatan pemupukan tersebut menggunakan norma prestasi penabur 2 – 3. pengorganisasian. 2003). diusahakan agar tidak terjadi penggantian tenaga penabur. tahun tanam. Rencana tersebut merupakan pedoman dalam pelaksanaan di lapangan. Pupuk ditabur di sekeliling piringan penuh. topografi areal dan keterampilan penabur.7 Aspek manajerial pemupukan tanaman kelapa sawit terdiri atas perencanaan.

dan rotasi). Selain itu. Hal yang menyangkut efisiensi meliputi tingkat keefektifan pemupukan (tepat jenis.8 Pengawasan Mengingat biaya pemupukan cukup mahal. cara. asisten serta asisten kepala hingga manajer. mandor besar. penambahan hara dari tanaman penutup tanah. 2004). dosis. maka diperlukan pengawasan di lapangan dengan intensif dan ketat oleh mandor pupuk. formulasi. dan harga pupuk (Leiwakabessy dan Sutandi. hara yang terikat dari udara. waktu. Jumlah unsur hara yang ditambahkan melalui pupuk harus mempertimbangkan kehilangan hara akibat pencucian. . di dalam pelaksanaan pemupukan harus memperhitungkan tingkat keefisienan dari segi waktu dan tenaga kerja. tetapi dalam pelaksanaannya tidak mudah karena harus memperhatikan tingkat efisiensi atau penghematan. Menurut Sianturi (2005) untuk mencapai keseimbangan unsur hara yang optimum pada perkebunan kelapa sawit dibutuhkan pamupukan yang berdasarkan rekomendasi dari penelitian lebih lanjut dalam kurun waktu yang relatif lama. Pupuk merupakan salah satu sarana produksi yang penting dalam kegiatan produksi tanaman. perimbangan hara. penguapan. tempat. Kebutuhan unsur hara bagi tanaman kelapa sawit pada setiap fase pertumbuhannya berbeda-beda. serta potensi fisik dan kimia tanah.

mengisi buku mandor serta membuat laporan harian alokasi tenaga kerja.METODE MAGANG Tempat dan Waktu Kegiatan magang dilaksanakan di Kebun Radang Seko Banjar Balam. penulis diberi tanggung jawab sebagai pendamping asisten divisi yang juga melaksanakan tugas-tugas menyangkut aspek manajerial yang lebih tinggi di atas mandor. penunasan dan pengendalian hama penyakit serta pemanenan. Posisi sebagai pendamping mandor memilik tugas manajerial. Selain itu. Kabupaten Indragiri Hulu. . rawat parit. kastrasi. Kegiatan penulis sebagai KHL dapat dilihat pada Lampiran 1. Kegiatan pendamping asisten antara lain mempelajari kegiatan manajerial tingkat divisi. Kegiatan penulis sebagai pendamping mandor dapat dilihat pada Lampiran 2. Kegiatan pada dua bulan pertama penulis melaksanakan kegiatan sebagai pekerja harian lepas dengan kegiatan di kebun yang diikuti meliputi: pembibitan. membantu mengelola dan mengawasi tenaga kerja serta pembuatan jurnal harian. seperti apel pagi. Metode Pelaksanaan Kegiatan magang meliputi seluruh kegiatan yang menyangkut aspek teknis di lapangan dan aspek manajerial. penanaman sisipan. pengendalian gulma. Kecamatan Lirik. rincian kerja. selama empat bulan mulai bulan Februari hingga Juni 2010. menentukan jumlah karyawan yang dibutuhkan. pemupukan. standar kerja. PT Tunggal Perkasa Plantation. penulis juga melakukan kegiatan administratif seperti membuat rencana kerja. memberikan motivasi dan menghitung biaya operasional dalam setiap kegiatan. Penulis akan mencatat prestasi kerja baik yang dapat dicapai mandor maupun karyawan harian lepas (KHL) lainnya. Bulan keempat yang merupakan bulan terakhir. bahan dan alat yang digunakan serta jumlah tenaga kerja dalam setiap kegiatan teknis. mengorganisir karyawan. Provinsi Riau. Kegiatan penulis sebagai pendamping asisten dapat dilihat pada Lampiran 3. Bulan ketiga penulis melaksanakan kegiatan sebagai pendamping mandor.

10 Pengamatan dan Pengumpulan Data Pengumpulan data dan informasi magang dilakukan dengan metode langsung dan tidak langsung dalam mencari data primer maupun data sekunder. organisasi dan manajemen dan data produksi dari areal perkebunan tersebut. dan tepat waktu. Untuk mengambil data dari pengamatan ketepatan dosis dan ketepatan cara (jarak penaburan pupuk dari pohon) pada TBM. pengumpulan karung bekas untilan pupuk. Alat yang digunakan untuk pengamatan dosis yaitu timbangan dan ember. Hasilnya berupa data pengamatan. Data primer yang diamati pada kegiatan pemupukan meliputi distribusi pupuk. Pengamatan dilakukan pada orang yang sama. Analisis Data dan Informasi Hasil dari kegiatan magang digunakan sebagai bahan analisis untuk bahan skripsi yang ditekankan pada aspek kegiatan pemupukan. peta. Data primer diperoleh dengan metode diskusi dan pengamatan lapangan. tepat dosis. data dipisahkan berdasarkan kegiatan yang dilakukan maupun berdasarkan status penulis. Setelah itu. penaburan pupuk. Data sekunder yang mendukung pelaksanaan teknis lapangan adalah sejarah dan kondisi umum perusahaan. pengangkutan dan pengeceran pupuk ke lapangan. kondisi iklim. kondisi tanaman. aplikasi pemupukan secara manual mulai dari penguntilan pupuk. penulis mengambil 30 sampel pohon dari 3 orang pemupuk (tiap orang 10 pohon). Pengumpulan data primer diperoleh dengan melakukan pengamatan langsung terhadap semua kegiatan yang berkaitan dengan aspek teknis dari kegiatan- kegiatan di kebun dan diskusi dengan mandor dan asisten divisi. pengumpulan informasi. aplikasi pemupukan secara mekanis. dan data mengenai segi teknis dan manajemen di kebun. Pengamatan dilakukan dengan cara menimbang pupuk yang akan . keefektifan pemupukan yaitu tepat jenis. tepat cara dan tepat tempat. dosis pemupukan kebun. juga data yang terkait dengan pemupukan yang meliputi realisasi pemupukan kebun. Data dan informasi yang didapat setiap harinya ditulis dalam jurnal harian penulis. dan data lainnya yang terkait.

11 diberikan pada tanaman sampel. dan laporan tahunan) serta dokumentasi kebun. Dari data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif. Pengumpulan data sekunder diperoleh dari studi literatur dan mempelajari laporan manajemen (arsip kebun. Setiap kali jalan pemupuk membawa ember yang berisi pupuk 12 kg. Sedangkan alat yang digunakan untuk mengukur jarak penaburan pupuk dari pohon yaitu meteran. . laporan bulanan. lalu dimasukkan ke dalam ember.

dan (4) PT Tunggal Investment seluas 9 799 ha. Pada tahun 1975 PT Tunggal Investmen mulai beroperasi dengan komoditi olah berupa karet dan kelapa sawit. Pada tahun 1973 masa kontrak PT Indragiri Raya telah habis sehingga PT Indragiri Raya dinasionalisasikan oleh pemerintah Indonesia melalui Departemen Pertanian pada tahun 1973. Swiss serta Klawat Syndicate dan diubah namanya menjadi PT Indragiri Raya. Pada bulan September 1983. Perusahaan tersebut adalah NV Cultur Maatachappij Indragiri milik Swiss. Pada tahun 1964 PT Karkam diserahkan kepada Pemerintah Daerah. Indragiri Rubber Limited (IRL) dan Klawat Syndicate yang merupakan joint venture antara perusahaan Inggris dengan Strut Company Malaysia. Astra Group masuk dalam PT TPP.KEADAAN UMUM Sejarah Perusahaan Pada tahun 1918 terdapat tiga perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan dengan luas lahan 28 000 ha yang berada di Air Molek. dan sejak saat itu PT TPP hanya memfokuskan perusahaan pada pengolahan kelapa sawit dengan kapasitas produksi 70 ton/hari. Pada tahun 1971.1971 perkebunan PT Karkam dilikuidasi kembali oleh Pemerintah RI dan diserahkan kepada PT Berdikari Jakarta dengan status Badan Usaha Milik Negara (BUMN). . Pada Tahun 1969 . Riau. PT Berdikari diserahkan kepada pemilik lama yaitu IRL – CMI (PT Plantagen) yang berpusat di Zurich.1969 perkebunan tersebut diserahkan kembali kepada PT Perkebunan Indragiri. pada tahun 1966 .1968 perkebunan tersebut diserahkan kepada PT Aslam Karkam II (PT Askar II) dan pada tahun 1968 . dan arealnya dibagi menjadi: (1) PTP IV seluas 11 228 ha. Pada tahun 1979 nama PT Tunggal Investmen diubah menjadi PT Tunggal Perkasa Plantations (PT TPP ). Setelah itu. (2) NES II seluas 2 063 ha. Ketiga perusahaan tersebut dinasionalisasikan oleh pemerintah Republik Indonesia (RI) pada tahun 1963 dan pengelolaannya diserahkan kepada PT Perkebunan Indragiri (PT PI) yang kemudian dilikuidasi kembali oleh pemerintah RI dan diserahkan kepada PT Kulit Aceh Raya Kapten Markam (PT Karkam). (3) perluasan desa seluas 604 ha.

Desa Banjar Balam Kecamatan Lirik. Kabupaten Indragiri Hulu. Lalu pada bulan Juni 1991. sebagai holder PT Tunggal Perkasa Plantations mencatatkan sahamnya pada Bursa Efek Jakarta dan namanya diubah menjadi PT Astra Agro Lestari Tbk. Letak Geografis Secara geografis PT Tunggal Perkasa Plantations berada antara 0°22’12” 0°12’36” Lintang Selatan dan antara 102°9’36” . sebelah utara berbatasan dengan Desa Radang Seko. Profil Perusahaan PT Tunggal Perkasa Plantations (PT TPP) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri perkebunan kelapa sawit yang berada di bawah naungan PT Astra Agro Lestari. PT TPP terletak di dua kecamatan. 482 orang karyawan bulanan. PT TPP terletak di Kecamatan Pasir Penyu. Pada tahun 1998. Astra Group melalui PT Astra Agro Niaga membeli 100 % saham. PT TPP memiliki areal kebun kelapa sawit dengan luas Hak Guna Usaha (HGU) sebesar 14 935. Produk utama yang dihasilkan oleh PT TPP adalah minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan inti sawit (kernel).13 Sadang Mas yang merupakan joint venture antara Salim Mas Group dan Sinar Mas Group juga ikut ambil bagian dalam PT TPP dan kapasitas pabrik ditingkatkan menjadi 30 ton/jam.56 ha dan memiliki pabrik pengolahan Crude Plam Oil (CPO) dan kernel dengan kapasitas olah 60 ton/jam. Jumlah karyawan PT TPP adalah 3 016 orang yang terdiri atas 50 orang staf. Tbk. sehingga sekarang PT TPP resmi dimiliki secara total oleh Astra Agro Niaga. serta sebelah . yaitu Kecamatan Lirik dan Kecamatan Pasir Penyu dengan batas-batas wilayah sebagai berikut: sebelah barat berbatasan dengan Desa Sungai Lala dan Jati Rejo. dan 1 439 karyawan harian lepas.40 ha dengan areal tanam seluas 14 153. Desa Kongsi Empat Kecamatan Pasir Penyu. Kecamatan Sungai Lala.102°19’48” Bujur Timur. sebelah timur berbatasan dengan Desa Sungai Sagu. PT Astra Agro Niaga. 1 045 karyawan harian tetap. Provinsi Riau. Desa Sungai Karas Desa Japura Kecamatan Lirik.

5 mm/tahun dengan rata-rata hari hujan adalah 135 hari/tahun.31 °C. Typic Kanhapludults. Jenis tanah PT TPP terdiri atas dua ordo. Aquic Dystrudepts) dan Ultisols (Typic. yang menurunkan lima subgroup. yaitu tanah pasir (sand) atau tanah berpasir (sandy). Rata-rata bulan kering 1. Kelas S3 seluas 7 580 ha (50. Mg. Typic kandiudults) dengan fisiografi pada sebagian areal berbentuk flat. kelas S2 mencakup areal seluas 7 318 ha (49. Keadaan curah hujan bulanan di PT Tunggal Perkasa Plantation dapat dilihat pada Lampiran 4.2 bulan/tahun. Keadaan tanah yang sangat masam tersebut juga disertai dengan kandungan kation-kation basa (Ca. rolling. yaitu kelas S2 (cukup sesuai) dan kelas S3 (sesuai marjinal).9 %) dengan . Sedangkan P tersedia ekstrak Bray 1 dan K dapat ditukar bervariasi dari sangat rendah sampai sedang atau tinggi. iklim di PT TPP termasuk tipe iklim B (basah).14 selatan yang berbatasan dengan Desa Kembang Harum. Keadaan Iklim dan Tanah PT Tunggal Perkasa Plantations mempunyai dua musim. Rata-rata curah hujan selama 10 tahun terakhir (2000 – 2009) adalah 2 763. Temperatur udara rata-rata antara 28 . Sifat-sifat tanah lapisan atas dari kebun kelapa sawit PT TPP semuanya bereaksi sangat masam dengan pH-H2O (1:5) < 4. dan Na) yang sangat rendah. sedangkan puncak musim kemarau terjadi pada bulan Juni dan Juli. Hapludults. 2008). Puncak musim hujan terjadi pada bulan Oktober dan November. Kemampuan tanah yang rendah dalam pertukaran kation tersebut diperburuk oleh adanya tekstur tanah yang kasar. Menurut klasifikasi Schmidth-Ferguson. walaupun demikian sebagian besar termasuk sangat rendah (Astra Agro Lestari. dan rendahan. sehingga kapasitas tukar kation (KTK) dan kejenuhan basanya (KB) juga rendah atau sangat rendah.1 %) dengan pembatas utama retensi hara (pH masam dan sebagian KTK rendah). Desa Air Molek Kecamatan Pasir Penyu.9 bulan/tahun dan rata-rata bulan basah 9.5. K. yaitu musim hujan dan musim kemarau. Kesesuaian lahan aktual untuk tanaman kelapa sawit di PT TPP terdiri atas dua kelas. yaitu Inceptisol (Fluvaquepts. Kandungan fosfor (P) dan Kalium (K) potensial tanah ekstrak HCl 25 % semua contoh tanah termasuk sangat rendah.

PT TPP memiliki pabrik pengolahan crude palm oil (CPO) dan kernel dengan kapasitas 60 ton/jam. yaitu Kebun Sei Sagu 3 234.56 ha yang terbagi atas lima kebun.38 2005 3 331.36 11. Jarak tanam yang digunakan adalah 9 m x 9 m x 9 m dengan jarak antar barisan 7.56 2006 3 331.25 4 833 602 54 380. tekstur agak kasar serta drainase terhambat.23 4 130 203 57 256. Kebun Redang Seko 4 511.78 16. Produktivitas dan BJR TBS Kebun RSBB Tahun 2005 .84 BJR (kg/tandan) 10.79 ha.50 3 374 427 55 347.98 2007 3 172. Kebun Sei Meranti 3 029.48 ha.09 19.40 ha dengan areal tanam seluas 14 153.25 13. Akan tetapi di lapangan menunjukkan bahwa populasi tanaman rata-rata lebih rendah dari populasi yang seharusnya. dan kebun Plasma KKPA (Kredit Koperasi Primer Anggota) 1 393. Produktivitas dan bobot janjang rata-rata (BJR) TBS kebun Radang Seko Banjar Balam (RSBB) PT TPP tahun 2005-2009 dapat dilihat pada Tabel 1.46 2009 2 505.05 22. dan sebagainya. Hal tersebut disebabkan oleh adanya tanaman yang mati karena terserang hama dan penyakit.14 2008 2 505.40 18. Keadaan Tanaman dan Produksi Tanaman kelapa sawit yang diusahakan di PT Tunggal Perkasa Plantations adalah jenis Tenera yang dihasilkan oleh Lembaga Penelitian Perkebunan Marihat. kemiringan tempat.46 ha.63 Sumber : Kantor Besar PT Tunggal Perkasa Plantations (2010) . Kebun Sei Lala 3 377. Adapun klasifikasi kelas kesesuaian lahan PT TPP dapat dilihat pada Lampiran 5.25 5 396 710 55 890. Luas Areal dan Tata Guna Lahan Luas hak guna usaha PT Tunggal Perkasa Plantations adalah 14 935.79 m dan jarak dalam barisan 9 m sehingga populasi per hektarnya 143 pokok.50 2 704 483 49 711.02 ha.32 18. Peta PT Tunggal Perkasa Plantations dapat dilihat pada Lampiran 6.86 16.15 pembatas utama adalah lereng agak curam.2009 Tahun Luas Areal (ha) Produksi Jumlah TBS Bobot TBS (tandan) (ton) Produktivitas (ton/ha) 16.88 ha. Tabel 1.

menjamin operasional kebun agar berjalan efektif. menjamin produksi yang dihasilkan terangkut ke pabrik. menjamin aplikasi perawatan. kepala kebun dibantu oleh kepala afdeling yang bertugas menjamin tercapainya target minimal produksi kebun sesuai dengan kualitas yang ditetapkan. Kepala kebun berperan untuk menjamin kualitas dan kuantitas panen yang disesuaikan dengan target yang ditetapkan. menjamin keselarasan operasional kebun dan pabrik dengan lingkungan di sekitarnya termasuk masalah territorial dan community development.16 Struktur Organisasi Perusahaan dan Ketenagakerjaan Perkebunan Kelapa Sawit PT Tunggal Perkasa Plantations merupakan salah satu unit usaha dari PT Astra Agro Lestari Tbk (PT AAL). menjamin tercapainya kondisi perawatan standar kebun dan tanaman bebas hama dan penyakit. baik internal maupun eksternal perusahaan atau pemerintah. Struktur organisasi PT AAL berdasarkan susunan garis dan staf dengan kekuasaan tertinggi dipegang oleh presiden komisaris. kepala pabrik. serta menjamin perencanaan dan pemakaian biaya sesuai dengan kebutuhan atau perencanaan. direktur area. dan administratur. . PT Tunggal Perkasa Plantations dipimpin oleh seorang administratur yang bertanggung jawab kepada dewan direksi. serta menjamin ketersediaan kader pimpinan di unit organisasinya. Administratur bertugas sebagai penjamin kesinambungan pertumbuhan perusahaan melalui peningkatan produktivitas dan efisiensi kebun dan pabrik. dan mengikuti kaidah sistem manajemen yang berlaku. dan staf administratur. Administratur dibantu oleh seorang deputi administratur. menjamin operasionalisasi kebun dan pabrik agar berjalan efektif dan efisien guna mencapai target yang ditetapkan dengan menerapkan aturan yang berlaku. serta menjamin ketersediaan kader pimpinan dan sumberdaya manusia di unit organisasinya. kepala tata usaha (KTU). menjamin tersedianya tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan produksi serta menjamin produktivitas tenaga kerja. menjamin keamanan unit kerja. efisien. sedangkan operasional perusahaan dipegang oleh presiden direksi. kepala teknik. Struktur organisasi PT Tunggal Perkasa Plantations dapat dilihat pada Lampiran 7. Dalam menjalankan tugasnya. menjamin terjadinya peningkatan produktivitas tanaman. kepala kebun.

17

Kepala afdeling bertugas dan bertanggung jawab untuk mengelola afdeling secara menyeluruh, baik dalam hal teknis maupun administrasi afdeling. Pengelolaan teknis meliputi pengarahan dan instruksi kerja kerani afdeling, mandor satu, mandor, dan pekerja, melakukan pengawasan dan pengontrolan pelaksanaan pekerjaan serta mengevaluasi hasil kerja lapangan. Pengelolaan administrasi yang dilakukan oleh asisten divisi meliputi pembuatan rencana kerja harian, bulanan, dan tahunan, memeriksa dan mengevaluasi laporan kerja mandor, laporan manajemen dan laporan lainnya, serta membuat bon permintaan dan pengeluaran barang (BPPB). Dalam melaksanakan tugasnya asisten afdeling dibantu oleh mandor satu, mandor panen, dan mandor rawat untuk mengkoordinasikan seluruh kegiatan yang ada di lapangan serta kerani afdeling yang bertugas menangani dan mencatat seluruh kegiatan administrasi dan keuangan afdeling. Setiap mandor panen memiliki satu orang kerani panen yang bertugas untuk mencatat seluruh produksi buah matang dan jumlah janjangan yang didapat oleh setiap pemanen. Status pegawai di PT Tunggal Perkasa Plantation terdiri atas karyawan tetap yang disebut serikat karyawan utama (SKU) dan buruh harian lepas (BHL). Jumlah karyawan staf dan non staf PT Tunggal Perkasa Plantation dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Jumlah Staf dan Non Staf di PT Tunggal Perkasa Plantation, Indragiri Hulu, Riau, Tahun 2009 No. 1. 2. 3. 4. Jumlah Status Pegawai Staf Karyawan Bulanan Serikat Karyawan Utama (SKU) Buruh Harian Lepas (BHL) Jumlah (orang) 50 482 1 045 1 439 3 016

Sumber : Kantor Besar PT Tunggal Perkasa Plantations (2010)

Hari kerja karyawan dalam seminggu adalah 6 hari dengan lama jam kerja 7 jam/hari kecuali hari Sabtu yaitu 5 jam/hari. Buruh harian lepas bekerja sesuai dengan ada tidaknya pekerjaan atau bergantung pada rotasi kerja suatu kegiatan, bila pekerjaan telah selesai BHL diliburkan dan akan mulai bekerja kembali pada rotasi baru.

18

PT

Tunggal

Perkasa

Plantations

dalam

menunjang

kesejahteraan

karyawannya menyediakan perumahan yang dilengkapi sarana air bersih dan listrik, tempat peribadatan, klinik kesehatan, lapangan olahraga, koperasi, dan sarana pendidikan. Koperasi yang berada dalam lingkungan perusahaan menyediakan kebutuhan sehari-hari bagi karyawan. Keberadaan koperasi

diharapkan dapat membantu karyawan dalam memperoleh barang-barang kebutuhan pokok. Sarana pendidikan yang berada dalam lingkungan perusahaan adalah taman kanak-kanak dan sekolah dasar. Perusahaan juga menyediakan kendaraan antar jemput bagi anak-anak karyawan yang berada pada jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA).

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG
Aspek Teknis Pembibitan Pembibitan adalah tempat untuk menumbuhkan kecambah hingga menjadi bibit dan memelihara sampai bibit siap ditanam di lapangan. Kegiatan pembibitan yang dilaksanakan bertujuan untuk melakukan seleksi sehingga hanya bibit yang baik yang ditanam di lapangan, untuk memelihara bibit secara intensif sehingga pertumbuhannya jagur dan seragam, meminimalkan gangguan pada masa pertumbuhan, menentukan tingkat kematian kecambah dan mengatur penggantian secara dini. Pada saat penulis melaksanakan kegiatan magang, di PT Tunggal Perkasa Plantations sedang tidak melaksanakan kegiatan penanaman kecambah sehingga penulis hanya melakukan pengawasan, penyiraman, dan pemupukan. Sistem pembibitan yang digunakan di PT TPP adalah sistem double stage. Luas areal pembibitan di PT TPP yaitu 23.48 ha. Penyiraman bibit. Penyiraman pembibitan di PT TPP dilakukan sebanyak dua kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari dengan kebutuhan air sebanyak 1 – 2 liter/hari. Semakin tua umur bibit, semakin besar pula debit air yang diberikan. Penyiraman tidak mesti dilakukan setiap hari, jika pada malam hari hujan turun dengan debit air lebih besar dari 8 mm maka penyiraman pagi hari ditiadakan, sedangkan jika hujan turun pada pagi hari dengan debit air lebih besar dari 8 mm maka tidak dilakukan penyiraman. Penyiraman bibit menggunakan dua sistem, yaitu sumi sansui dan drip irrigation. Mekanisme penyiraman dengan menggunakan sumi sansui, yaitu dengan memanfaatkan tekanan sehingga air yang masuk ke dalam pipa akan tersebar melalui lubang kecil yang terdapat pada pipa bagian atas. Pipa sumi sansui berdiameter 2 inci dengan banyak lubang halus yang dirancang ke arah kanan kiri secara berselang-seling. Drip irrigation atau irigasi tetes merupakan sistem penyiraman dengan meletakkan selang infus pada setiap media pembibitan.

20

Sistem ini memiliki kelebihan, yaitu efiseinsi dalam penggunaan air dan meminimalkan kehilangan media tanam dan pupuk. Pemupukan bibit. Pemupukan dilakukan sesuai dengan dosis dan umur bibit yang mengikuti standar rekomendasi pemupukan. Pupuk diaplikasikan dengan cara menabur pupuk di atas tanah polybag secara melingkar dengan jarak 4 – 5 cm dari pangkal bibit dan tidak boleh mengenai daun atau akar. Akar yang terbuka terlebih duhulu harus dibumbun dengan tanah halus. Pemupukan dilakukan dan diselesaikan petak demi petak. Pemupukan dilakukan setelah 1 jam penyiraman pertama. Perawatan Tanaman Perawatan tanaman merupakan suatu usaha untuk meningkatkan atau menjaga kesuburan tanah dalam lingkungan pertumbuhan tanaman guna mendapatkan tanaman yang sehat dan berproduksi sesuai yang diharapkan. Kegiatan pemeliharaan tanaman kelapa sawit dibagi atas dua, yaitu pemeliharaan tanaman belum menghasilkan (TBM) dan tanaman menghasilkan (TM). Pasa fase TBM, pemeliharaan dilakukan untuk mendapatkan tanaman yang sehat dan jagur (pertumbuhan vegetatif), sedangkan untuk fase TM pemeliharaan ditujukan untuk memperoleh produksi optimal. Penanaman dan perawatan legume cover crop (LCC). Di Afdeling V Kebun Bandar Balam Radang Seko PT Tunggal Perkasa Plantations jenis LCC yang ditanam adalah Mucuna bracteata. Peningkatan pertumbuhan Mucuna bracteata merupakan salah satu item project improvement dari Afdeling V. Satu pohon sawit ditanam empat bibit Mucuna bracteata yang berbentuk ondol-ondol (bibit stek yang dibungkus media tumbuh dengan menggunakan plastic yang dibentuk bulat-bulat) sehingga satu hektar membutuhkan 572 bibit Mucuna bracteata. Mucuna bracteata memiliki ciri-ciri berdaun lebar yang berwarna hijau, batang berwarna ungu untuk batang muda dan berwarna hijau dan berbulu untuk batang tua, serta berkembang biak dengan menggunakan stolon. Seperti halnya tanaman penutup tanah lainnya, Mucuna bracteata berfungsi sebagai pengikat nitrogen, menahan terjadinya erosi, menyimpan air, dan menahan pertumbuhan

melebarkan bibir parit. Kegiatan rawat parit dilakukan secara manual dengan norma kerja 20 m/HK.5 m. Penanaman (a) dan Perawatan Mucuna bracteata (b) Rawat parit dan pembuatan parit. (a) (b) Gambar 1. tanah dicangkul untuk kemudian diletakkan di sekitar bibir parit.21 gulma. kemudian pelepah tersebut ditumpuk bersama di gawangan mati. pelebaran bibir parit dilakukan apabila lebar bibir parit yang ada kurang dari 1. Kegiatan penanaman dan perawatan Mucuna bracteata di lapangan dapat dilihat pada Gambar 1. bibir parit harus bersih dari gulma dan pelepah yang jatuh. Pupuk yang digunakan yaitu Rock Phosphate (RP) dengan dosis 125 kg per hektar. Merawat parit meliputi kegiatan pembersihan bibir parit. Standar Rotasi Perawatan Mucuna bracteata di PT TPP Umur (bulan) 0-6 7-12 12 12-36 48 Rotasi Rawat Gawangan Chemis Manual (kali/bulan) (kali/bulan) 1 3 1 1. Tabel 3. dan melancarkan aliran air parit. .5 3 3 4 Rotasi Rawat Piringan Chemis Manual (kali/bulan) (kali/bulan) 1 2 1 1. Standar perawatan Mucuna bracteata di PT TPP dapat dilihat pada Tabel 3. Pembersihan dilakukan selebar 1 m dari bibir parit. Pelepah dan sampah-sampah yang ada di parit harus dinaikkan sampai parit tersebut bersih hingga kedalaman 1 m.5 3 - Sumber : Kantor Besar PT Tunggal Perkasa Plantations (2010) Standar perawatan Mucuna bracteata yaitu 4 HK/ha.

hal ini untuk mempermudah penyerapan air. jari-jari piringan minimal ditambah 15 cm dari ujung daun terluar. kemudian sisanya dibersihkan menggunakan cangkul atau dapat langsung dicangkul tanpa dibabad terlebih dahulu. Pengendalian gulma secara manual dilakukan dengan cara membabad gulma hingga mencapai tinggi 20 – 30 cm dari permukaan tanah. Permukaan tapak timbun diratakan dan dipadatkan agar tetap tahan dari hujan dan aliran air bawah. Norma kerja pada perawatan piringan secara manual adalah 0.5 HK/ha. Untuk memudahkan penyemprotan.5 m.22 Pembuatan tapak timbun. Pada perawatan piringan secara kimia. Pada tanaman menghasilkan (TM). menghindari pencucian unsur hara atau hilangnya pupuk akibat aliran air. Pencangkulan gulma dilakukan dari arah dalam ke luar piringan. dan menghindari pengikisan tanah oleh air sehingga akan memperkokoh akar tanaman. Tangan sebelah kanan digunakan untuk menyemprot dan tangan sebelah kiri digunakan untuk menyibakkan daun saat penyemprotan. dilakukan penyemprotan herbisida dengan rotasi 90 hari atau 4 kali dalam setahun. dan air. Piringan setelah disemprot harus bebas dari segala jenis gulma dan rumput-rumputan.5 m dari tanaman sawit dibuat cekung ke dalam atau pangkal tanaman tidak boleh tertimbun. Tapak timbun berfungsi untuk melindungi tanaman dari genangan air saat curah hujan tinggi pada daerah rendah dan areal pasang surut atau dekat dengan aliran air sungai. Piringan adalah areal di sekeliling pohon sawit yang memberikan ruang untuk pertumbuhan tanaman sehingga harus dibersihkan untuk mempermudah pengumpulan brondolan sewaktu panen dan tempat untuk penaburan pupuk. Pada jarak 0. maka cara penyemprotan untuk tanaman menghasilkan (TM) adalah mengelilingi piringan searah jarum jam (ke kanan). Rawat piringan adalah membersihkan piringan dari gulmagulma yang merugikan tanaman dalam hal persaingan unsur hara. Rawat piringan (circle). pupuk. Alat yang digunakan untuk pembuatan tapak timbun adalah cangkul. Standar ukuran dalam pembuatan tapak timbun yaitu jari-jari 2 m dengan tinggi timbunan mencapai 0. Tapak timbun dibuat melingkari tanaman sawit. Tanah yang digunakan menimbun merupakan tanah galian di sekitar tanaman sawit. sehingga bahan kimia tidak mengenai .

serta menciptakan kondisi yang tidak terlalu lembab agar penyerbukan dapat lebih lancar dan mencegah berkembangnya penyakit tanaman. Rawat pasar pikul (path). sehingga hasil panen terkumpul dan dapat diketahui hasil per karyawan pemanen dan mempercepat pengangkutan. Pasar pikul adalah jalan yang berada di tengahtengah barisan tanaman yang berfungsi sebagai jalan pekerja rawat dan jalan pengangkut panen dari dalam blok ke tempat pengumpulan hasil (TPH). piringan. Rawat pasar pikul dilakukan secara manual dan kimia.2 – 1.5 HK/ha. Perawatan secara kimia untuk jalan panen dilakukan rutin dengan rotasi 90 hari atau 4 kali setahun dengan norma kerja 0. Pekerjaan rawat TPH dilakukan bersama dengan kegiatan rawat piringan dan rawat jalan panen dengan norma kerja 0. Standar lebar pasar pikul adalah 1. dijumpai piringan yang masih bersih sesuai standar maka piringan tersebut bisa ditinggalkan (perawatan selektif). Perawatan gawangan dilakukan dengan weeding . Areal tersebut harus dikendalikan dari gulma yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Penyiangan gawangan bertujuan untuk membuang semua jenis gulma yang merugikan. Rawat gawangan. Norma kerja pada perawatan piringan secara kimia adalah 0. TPH atau tempat pengumpulan hasil adalah suatu tempat yang dibuat khusus untuk mengumpulkan hasil panen (TBS dan brondolan) dari dalam blok. Ukuran TPH umumnya 4 m x 3 m. Selain itu. baik secara teknis maupun ekonomis.5 m yang letaknya searah barisan tanaman untuk areal datar dan mengikuti kontur untuk daerah berbukit. Rawat tempat pengumpulan hasil (TPH). Rawat gawangan adalah membersihkan gulma dari sekelompok anak kayu yang ada di gawangan yang dianggap merugikan tanaman maupun menyulitkan pekerjaan panen baik di pasar pikul.23 daun yang dapat menyebabkan kematian. dan kacang-kacangan. Bila pada saat pelaksanaan pekerjaan pengendalian gulma. anak kayu.25 HK/ha. Perawatan TPH dilakukan rutin secara kimia dengan rotasi 90 hari atau 4 kali dalam setahun. dan sekitar parit/sungai. Jalan panen harus ada pada setiap dua barisan tanaman dan harus bebas dari gulma.05 HK/ha. TPH harus bersih dari segala jenis gulma. Gawangan adalah areal yang berada di luar piringan tanaman. pengendalian gulma pada gawangan dapat memberi peluang cahaya matahari sampai ke permukaan tanah. tunggul/sisa-sisa kayu.

Prunning maksimum boleh dilakukan dalam bentuk songgo dua (dua pelepah di bawah tandan paling bawah harus ditinggalkan). Pemangkasan pelepah (prunning). pelepah yang harus disisakan adalah 48 – 56 pelepah. mendorong penyaluran zat hara yang diserap tanaman pada daun yang lebih produktif. Rotasi dongkelan umumnya bervariasi antara 50 – 60 hari. Hal ini disebabkan siklus hidup dari gulma yang pengendaliannya dengan cara didongkel sejak dari biji hingga tumbuh muda umumya berkisar 45 – 60 hari. bambu. Pemotongan pelepah harus dilakukan sedekat mungkin . Pembabadan gulma dapat mengakibatkan tertinggalnya akar atau sebagian dari batang tanaman yang dapat tumbuh dan bertunas kembali. dan mengurangi brondolan yang menyangkut pada cabang. Pekerjaan prunning dilakukan secara rutin pada tanaman menghasilkan (TM). Tujuan pemangkasan pelepah yang dilakukan dengan songgo dua adalah untuk memudahkan pelaksanaan panen karena tanaman sudah cukup tinggi. mempermudah pelaksanaan panen. cahaya dapat masuk lebih merata sehingga proses asimilasi dan sirkulasi angin dapat lebih baik. Selain itu tujuan akhir dari pemeliharaan cabang adalah untuk mendapatkan produksi yang optimum karena berkaitan dengan fotosintesis. bergantung pada ketinggian tanaman. kerisan. pakis-pakisan.24 manual dan dongkel anak kayu (DAK). mengurangi salah satu faktor yang menghalangi penyerbukan secara alami. Gawangan harus bebas dari gulma kelompok kayu-kayuan. Pemotongan daun tua yang sudah kurang produktif tersebut bertujuan untuk menjaga keseimbangan pertumbuhan vegetatif dan generatif. Norma kerja pada pekerjaan rawat gawangan secara manual adalah 1. Pemangkasan pelepah pada tanaman kelapa sawit adalah pekerjaan memotong pelepah daun tua yang dianggap sudah kurang produktif. dan untuk tanaman tua 32 – 40 pelepah. pada tanaman dewasa 40 – 48 pelepah. dan sebagainya. Alat yang digunakan untuk prunning adalah dodos besar atau egrek. Pada tanaman muda.5 HK/ha. Pelaksanaan DAK adalah dengan membongkar semua gulma yang termasuk anak kayu dan menghindarkan pembabadan gulma. dan memberikan keleluasaan perkembangan tandan untuk menghindari adanya tandan terjepit. Untuk menjaga keseimbangan aspek vegetatif dan generatif maka jumlah cabang optimum disesuaikan dengan unsur tanaman.

pinggir parit atau sungai. Pada areal yang curam. dan varietas tanaman. Dasar pembagian LSU yaitu umur tanaman. maka ditunda sampai hujan berhenti dan rintik-rintik hujan tidak ada lagi. Tenaga kerja yang digunakan untuk pemangkasan pelepah adalah tenaga kerja harian maupun borongan. Jumlah pokok sampel yang diambil yaitu 33 – 36 pokok per blok LSU. Semua pelepah yang telah dipotong harus disusun rapi di gawangan mati dengan posisi telungkup. kondisi pokok sampel relatif sama dengan kondisi tanaman di blok tersebut. Tujuan penyusunan pelepah adalah untuk menjaga kelembaban tanah. Hal dilakukan agar brondolan yang jatuh tidak tersangkut pada cabang. pelepah ke-9 untuk TBM 2 – 3 tahun.00 WIB dan tidak dibenarkan sore hari. dan di sekelilingnya ada tanaman kosong atau tidak ditanam. Rotasi penunasan yang dilakukan adalah 1 kali per tahun. dan sebagai sumber bahan organik. tanaman sisipan. pelepah disusun mengikuti kontur untuk menahan aliran air. apabila malam hujan ≥ 20 mm maka LSU ditunda esok harinya dan apabila pada saat LSU sedang berjalan. artinya tiap 12 pokok dalam barisan dan tiap 13 baris. Pengambilan LSU sebaiknya pada pagi hari yaitu pukul 06. memudahkan kegiatan perawatan dan panen. Pengambilan Sampel Daun (LSU) Leaf Sample Unit (LSU) yaitu suatu unit sampel daun yang diambil dari kelompok lahan dengan tanaman yang diamati mewakili dan homogen.25 dengan pohon. keseragaman kultur teknis. menekan pertumbuhan gulma. Penyusunan pelepah tidak boleh mengganggu pasar pikul dan piringan. dihitung dari pelepah satu yaitu pelepah yang paling muda yang telah membuka sempurna. Manfaat LSU adalah sebagai indikator status hara tanaman yang menggambarkan kecukupan hara. indikasi kekurangan dan kelebihan hara yang menjadi pertimbangan dalam pemberian dosis pupuk. merangsang pertumbuhan akar. jenis tanah. turun hujan. Pemilihan pelepah untuk LSU yaitu pelepah ke-17 untuk TM 4 tahun ke atas. topografi lahan. tumbuh miring. mengurangi erosi. Penetapan pokok sampel bergantung pada sistem. Cara pengamatan . Pokok yang tidak boleh dijadikan sampel yaitu pokok sakit atau abnormal. misalnya 12 x 13. di pinggir jalan.00 – 12. mulai diambil pokok ke-3 setiap masuk barisan LSU.

serta untuk memudahkan pemanenan. Gulma yang dominan tumbuh di areal perkebunan PT TPP adalah Nephrolepis biserata. Gulma yang dominan di Afdeling Viktor PT TPP dapat dilihat pada Gambar 2. path (pasar pikul). Pemberantasan gulma di piringan dikendalikan dengan cara circle weeding chemis (CWC) dan circle weeding manual (CWM). kotoran/debu. (a) (b) Gambar 2. Scleria sumatrensis. Pengendalian gulma secara kimia dilakukan pada circle (piringan). Imperata cylindrica.5 meter dari pohon. Gulma Dominan di Afdeling Viktor : (a) Imperata cylindrica dan (b) Dicranopteris linearis Pengendalian gulma secara kimia. Ottochloa nodosa. dan TPH).26 sampel daun yaitu daun disimpan dalam kantong plastik yang bersih dan diberi label. memudahkan pemeliharaan. Ageratum conyzoides. taksasi. Mikania micrantha. pasar pikul. Pengendalian Gulma Pengendalian gulama di perkebunan kelapa sawit bertujuan untuk sanitasi. dan tempat pengumpulan hasil (TPH) serta untuk pengendalian ilalang (Imperata cylindrica). tidak boleh terkena sinar matahari langsung. dan pupuk. Pengendalian gulma dilakukan secara manual dan kimiawi. Circle merupakan areal di sekeliling pohon dengan jari-jari 2 – 2. Melastoma malabatricum. dan panen. Circle harus dibersihkan dari semua jenis gulma untuk memudahkan penaburan pupuk. tidak boleh terkena keringat atau asap rokok. tidak boleh terkena tanah. Pengendalian gulma secara kimiawi dilakukan untuk piringan. dan tempat pengumpulan hasil (TPH) atau lebih dikenal dengan sebutan CPT (circle. Penggunaan herbisida disesuaikan dengan jenis gulma . Pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan pengendalian gulma dilakukan secara manual. Borreria alata. path.

500 0. anak sawit. dan juga memudahkan dalam perawatan. Pengendalian gulma di jalan angkong dan TPH dilakukan secara kimiawi dengan rotasi 60 hari dan kebutuhan HK sebesar 0.100 0.360 0.025 0.025 0.500 0.075 1.075 1. Gulma atau anak kayu yang didongkel di antaranya Clidemia hirta. Norma Standar Pemberian Material Herbisida pada TBM TBM 1 Rotasi (kali/ thn) TBM 2 Rotasi (kali/ thn) 3 3 3 3 TBM 3 Rotasi (kali/ thn) 4 4 3 3 No. Tabel 4.40 0.3 HK/ha. Hasil analisis daun digunakan sebagai rekomendasi pemupukan pada tahun berikutnya.500 l/ha/ thn Dosis l/ha/ rotasi 0. dan semua jenis tanaman berkayu lainnya yang tumbuh di piringan dan gawangan kelapa sawit.03 3 12 1. . Norma standar penggunaan materi herbisida pada TBM dapat diliht pada Tabel 4.030 12 0.500 2.27 yang tumbuh di piringan.500 0.500 l/ha/ thn 1. Rawat gawangan a.20 0. Path dan TPH 2.500 0. CPT: Cricle Weeding. Tempat pengumpulan hasil (TPH) merupakan tempat untuk mengumpulkan tandan buah segar dan brndolam sehingga memudahkan dalam pengangkutan buah ke pabrik kelapa sawit.36 1. Lalang -Spot Lalang -Wiping Lalang Round Up Ally Ally Gramoxone Round Up Round Up 0. Pemupukan Pemupukan merupakan kegiatan penaburan pupuk di lahan perkebunan kelapa sawit sesuai dengan dosis yang telah ditetapkan perusahaan yang didasarkan pada analisis daun dan analisis tanah.025 0. putihan.025 0. teki. b. Dongkel anak kayu (DAK) merupakan kegiatan mendongkel gulma baik yang berada di piringan maupun di gawangan tanaman kelapa sawit dengan menggunakan cangkul.360 Sumber: PT Tunggal Perkasa Plantation 2010 Path (jalan angkong atau pasar pikul) merupakan jalan panen di tengah barisan tanaman yang diperuntukkan bagi pemanen guna memudahkan pelaksanaan panen.000 0.075 0. Deskripsi Material Dosis l/ha/ rotasi l/ha/ thn Dosis l/ha/ rotasi 0. Pengendalian gulma manual (dongkel anak kayu).030 12 0. Weeding Chemist (WC) . Analisis daun di PT TPP dilakukan satu tahun sekali yaitu pada akhir semester satu (bulan Juni). mempermudah pengangkutan hasil.

di antaranya adalah tumpukan JJK menutupi jalan dan menghambat proses pekerjaan panen dan rawat pada blok tersebut. Di PT Tunggal Perkasa Plantation JJK diaplikasikan dengan dosis 60 ton/ha. yaitu pupuk organik dan pupuk anorganik. MOP. JJK kelapa sawit mengndung unsur hara N. Tujuan dari pemupukan adalah untuk memacu pertumbuhan vegetatif tanaman pada tanaman belum menghasilkan (TBM) dan untuk meningkatkan produksi untuk tanaman menghasilkan (TM). 0. dan Mg yang dibutuhkan tanaman. Alat yang digunakan untuk menyusun JJK adalah gancu/tajok dan angkong untuk melansir janjangan kosong. Selain itu. RP. K. Sedangkan pemupukan anorganik menggunakan pupuk kimia/buatan seperti pupuk tunggal (ZA. Pada saat magang penulis hanya melakukan pengamatan kegiatan pemupukan pada fase TBM. . truk yang mengangkut JJK dari pabrik sering kali melebihi kapasitas truk. Pemupukan dilakukan dengan rotasi dua kali setahun. dan Borat) dan pupuk majemuk (NPK 15:15:15 dan NPK 12:12:17). Kieserit. Aplikasi JJK kelapa sawit banyak mengalami masalah di lapangan. Hal tersebut menyebabkan JJK–JJK akan berjatuhan dan tercecer di sepanjang jalan yang dilalui. Janjangan kosong (JJK) merupakan sisa proses pengolahan tandan buah kelapa sawit oleh pabrik dengan produksi JJK sekitar 23 % dari tandan buah segar (TBS). Pemupukan organik (janjangan kosong dan pupuk kandang). sehingga dosis pupuk per blok tidak sama. seperti terlihat pada Gambar 3. 12 kg MOP.6 kg RP. JJK disusun rapi di sekeliling pohon sawit dengan jarak 1 – 2 meter dari batang sawit. PT Tunggal Perkasa Plantation melakukan pemupukan dengan dua jenis. Pemupukan organik dengan menggunakan limbah padat berupa tandan kosong (tankos) dan pupuk kandang. Satu ton JJK kepala sawit setara dengan 3 kg Urea.28 Analisis daun dilakukan per blok tanaman. Potensi JJK sebagai pupuk organik berkaitan dengan kandungan haranya yang cukup tinggi. dan 2 kg Kieserit. P.

Pada beberapa kejadian. dan Kieserit. Jenis pupuk yang diberikan adalah pupuk majemuk (NPK). PT Tunggal Perkasa Plantation jaga menggunakan pupuk kandang. Pupuk kandang mengandung 0. lebar 20 cm.5 % N. MOP. Pemupukan manual dilakukan pada daerah bergelombang atau rolling. Pemupukan dilakukan sebanyak dua kali dalam satu tahun yaitu pada semester satu (Januari – Juni) dan semester dua (Juli – Desember). Urea. Pemupukan dilakukan secara manual dan mekanis. Borate. 20 karung/orang/hari. Ukuran rorak panjang 1 m. Pemupukan dilakukan secara manual dengan menggunakan sistem target.25 % P2O5. Pupuk kandang yang diaplikasikan di kebun merupakan kotoran ayam yang dipasok dari daerah Sumatra Barat. pelangsir pupuk. RP.29 Gambar 3. sedangkan penaburan pupuk RP. Pemupukan anorganik. Tbk.5 % K2O. dan beberapa orang penabur yang disesuaikan dengan jumlah pupuk yang . Susunan Janjangan Kosong pada TBM Kelapa Sawit Selain janjangan kosong. Urea. Penaburan pupuk NPK dilakukan pada awal musim hujan dengan kisaran curah hujan 100 – 200 mm/bulan. MOP. pupuk kandang yang dikirim ke kebun sudah tidak murni lagi karena telah dicampur dengan sekam dan tanah. dan Kieserit dapat dilakukan kapan saja (tidak bergantung pada musim). dan dalam 30 cm. Jenis pupuk yang digunakan merupakan pilihan berdasarkan pertimbangan teknis dan ekonomis yang ditetapkan oleh Direktorat Pengembangan Produksi dan Kontrol PT Astra Agro Lestari. dan 0. 0. Borate. Pemupukan dilakuan secara berkelompok yang terdiri atas mandor pupuk. Pupuk kandang dimasukkan ke dalam rorak yang telah disediakan di dekat pohon sawit dengan dosis 20 kg/rorak. pengumpul karung.

5 12. minimal sudah terdapat 10 brondolan yang lepas dari TBS/janjang atau 2 brondolan/kg berat janjang. dan eksploitasi berjalan dengan baik sehingga mencapai umur produktif yang lama. kriteria matang panen merupakan indikasi yang dapat membantu pemanen memotong buah pada saat yang tepat. Pemupukan secara mekanis dilakukan dengan menggunakan fertilizer spreader dan hanya dilakukan untuk daerah datar atau flat. biaya panen efisien. kain untuk menggendong. selanjutnya bersama-sama brondolannya dikumpulkan untuk diangkut ke pabrik.5 – 25 25 – 50 50 – 75 75 – 100 Buah dalam memberondol Derajat Kematangan Sangat mentah Mentah Matang Matang I Matang II Lewat matang I Lewat matang II Sumber: PT Tunggal Perkasa Plantation (2010) . Kriteria panen kelapa sawit dapat ditentukan yaitu buah matang yang telah membrondol. dan takaran. Kriteria panen. Peralatan yang digunakan untuk pemupukan secara manual adalah ember plastik. mendapatkan jumlah minyak dan kernel (rendemen) yang tinggi. mendapatkan mutu minyak yang tinggi. Tingkat kematangan buah dinyatakan dengan fraksi tandan atau buah luar yang memberondol dapat seperti tercantum pada Tabel 5.30 akan ditabur. Mutu panen buah yang baik ditentukan oleh derajat kematangan buah yang akan mempengaruhi rendemen minyak dan ALB. Kriteria Matang Panen Berdasarkan Tingkat Fraksi Buah Kelapa Sawit Fraksi 00 0 1 2 3 4 5 % Brondolan Lepas 0 1 – 12. Pemanenan merupakan kegiatan inti dari operasional kebun kelapa sawit untuk mendapatkan jumlah TBS yang tinggi. Tabel 5. Pemanenan Pemanenan adalah pengambilan buah kelapa sawit yang telah memenuhi kriteria matang panen dari pohonnya.

Untuk menanggulangi hal tersebut yang paling baik dilakukan adalah kontrol sesering mungkin di TPH dan ancak panen karena kerugian akibat memotong buah mentah yaitu kehilangan sebagian potensi produksi minyak.31 Kesalahan yang sering dilakukan oleh pemanen adalah memotong buah mentah dan meninggalkan brondolan di piringan. mengganggu kelestarian produksi. dan kepala kebun. Angka kerapatan panen (taksasi) adalah perkiraan jumlah pohon yang dapat dipanen dari seluruh pohon yang ada dalam blok. dan tahun tanam yang berbeda-beda. Sistem panen yang digunakan di PT TPP merupakan sistem panen hancak tetap. perlu dilakukan taksasi produksi harian yang dilakukan sehari sebelum panen. dan merugikan pabrik kelapa sawit. Oleh karena itu di PT TPP pemanen diharuskan berpasangan untuk mengutip semua brondolan yang ada di piringan dan sekitarnya. Pada sistem tersebut pemanen diberi ancak dengan luas areal 1. Rotasi panen. Taksasi produksi. Pengawasan panen pada PT TPP dilaksanakan oleh mandor panen. Pada tanaman yang masih muda ancak panen lebih besar daripada tanaman yang lebih tua. krani panen. asisten afdeling. Umumnya dari satu areal diambil 10 % sebagai pokok sampel. Akan tetapi sering kali rotasi panen berubah bergantung pada kondisi kerapatan buah. Sistem panen. Data yang dicatat dalam taksasi produksi harian di antaranya . Sebelum dilakukan pemanenan. yang dihitung secara acak dari sejumlah pohon tertentu dari masing-masing blok. Sistem tersebut sangat baik digunakan pada areal yang sempit. Sistem perhitungan yang digunakan adalah dengan mengamati pokok sampel pada gawangan sampel yang berada pada areal atau blok yang akan dipanen. Sedangkan kerugian meninggalkan brondolan adalah kerugian secara ekonomis bagi perusahaan. Hal tersebut disebabkan tanaman kelapa sawit yang masih muda lebih mudah dipanen dan lebih mudah dalam pengangkutan. Di PT TPP rotasi panen yang digunakan adalah 6/7 artinya areal dibagi 6 seksi dan dipanen selama 6 hari dalam 7 hari. Luas ancak panen bergantung pada umur tanaman. Rotasi panen adalah waktu yang diperlukan antara panen terakhir sampai panen berikutnya pada tempat yang sama. Rotasi panen yang digunakan adalah rotasi panen yang normal karena proses pematangan buah adalah ± 7 hari. topografi berbukit atau curam. mandor 1.5 – 2 ha per orang dan tidak berpindah-pindah.

Satu orang pemanen dapat juga memanen lebih dari satu ancak dalam satu hari sesuai dengan pembagian hanca. Jumlah buah mengkal digunakan untuk memperkirakan produksi rotasi panen berikutnya. kapak. mengangkut tandan ke TPH. Alat-alat Panen Kelapa Sawit yang Digunakan di PT Tunggal Perkasa Plantations No. Tabel 6. dan sebagai pemanen cadangan. buah hitam. Nama Alat Dodos Egrek Angkong Gancu Kapak Tomasun Karung Batu asah Kegunaan Pemotong tandan buah pada tanaman yang masih pendek Pemotong tandan buah pada tanaman yang sudah tinggi Alat angkut TBS dan brondolan dari pasar pikul ke TPH Alat angkut TBS dari pokok ke pasar pikul/ke angkong Memotong tandan buah yang panjang Tempat brondolan Pengasah dodos. egrek. 2. Pemanen dalam mengerjakan hanca sering kali dibantu oleh satu atau dua orang dan biasa disebut kenek.32 adalah jumlah bunga. 6. 3. Kenek tersebut membantu pemanen dalam mengutip brondolan yang jatuh di piringan. 7. Jumlah buah hitam digunakan untuk estimasi produksi semester ini. Dodos digunakan untuk memotong TBS pada tanaman yang masih pendek dan mudah dijangkau. Pemanen dalam memotong buah matang terlebih dahulu memotong pelepah yang menyangga buah tersebut atau yang mengganggu pelaksanaan panen. pelaksanaan panen dilakukan sesuai dengan ancak yang telah ditentukan. Alat-alat panen yang digunakan untuk memotong TBS dari pokoknya digunakan dodos dan egrek. Pemotongan tandan pada TM yang tinggi dilakukan dengan egrek. 1. sedangkan untuk tanaman yang lebih tinggi (tinggi > 3 m) digunakan egrek. sedangkan pada tanaman yang pendek dengan . Alat-alat yang sering digunakan dalam pelaksanan panen di PT TPP tercantun pada Tabel 6. Pelaksanaan panen. 5. buah mengkal. 4. Hal tersebut dilakukan untuk mempermudah pemotongan tandan buah yang akan dipanen. Data jumlah bunga digunakan untuk memperkirakan produksi buah 6 bulan yang akan datang. Sedangkan data buah masak digunakan untuk taksasi produksi rotasi minggu ini. Alat-alat panen. dan lain-lain Sumber: Hasil Pengamatan di Lapangan (2010). dan buah masak. Pelepah yang sudah dipotong kemudian disusun membentuk huruf “U” mengelilingi pokok atau membentuk huruf “I” sebagai gawangan mati dengan ujung pelepah mengarah utara-selatan.

mandor transportasi. Premi panen selain diberikan kepada pemanen juga diberikan kepada mandor panen. TBS yang sudah dipanen kemudian diangkut ke TPH dengan menggunakan angkong. serta premi kerani panen dan mandor transportasi adalah 1. Faktor kualitas ditentukan berdasarkan rendemen dan kandungan asam lemak bebas (ALB) harian pabrik. Basis dan premi panen. Kriteria kelas pemanen dapat dilihat pada Lampiran 9 .25 kali dari rata-rata pendapatan premi pemanen yang ada di wilayahnya dikalikan faktor kualitas. Kapak tersebut menghasilkan potongan seperti hurup “V” atau seperti cangkem kodok. Pada tangkai buah diberi nomor sesuai pemanen di hancak tersebut. Premi panen merupakan pemberian pendapatan tambahan di luar gaji pokok yang disesuaikan dengan prestasi kerja (PK). Nama Tomasun merupakan gabungan dari dua nama pekerja PT TPP Tomi dan Asum yang menemukan alat tersebut. Di PT Tunggal Perkasa Plantations untuk panen diterapkan basis borong. dan mandor satu.33 menggunakan dodos. Premi mandor panen adalah 1. Besarnya pemberian premi ditentukan oleh kriteria tahun tanam tanaman kelapa sawit dan kriteria kelas pemanen. premi mandor satu adalah 1. seperti tertera pada Tabel 7. Basis borong adalah target tonase atau jumlah janjang berdasarkan berat janjang rata-rata (BJR) tertentu yang harus didapatkan oleh seorang pemanen dalam satu hari sebagai dasar untuk menghitung premi panen. Pada kegiatan panen di perkebunan kelapa sawit dikenal istilah basis. Tabel 7. kerani panen. Di PT TPP panjang tangkai dari pangkal buah ± 1 cm yang berbentuk huruf “V” (cangkem kodok). Sistem perhitungan premi pemanen dapat dilihat pada Lampiran 8 . Faktor Kualitas Pabrik Kelapa Sawit di PT Tunggal Perkasa . Besarnya basis borong ditentukan oleh tahun tanam dan topografi areal panen. Buah yang sudah di TPH disusun rapi dengan tangkai buah menghadap ke jalan untuk mempermudah pengangkut melihat nomor panen serta mempermudah krani buah dan mandor panen dalam melakukan pengecekan buah mentah.5 kali dari rata-rata premi mandor panen yang ada di afdeling dikalikan faktor kualitas.5 kali dari rata-rata premi pemanen yang diawasi dikalikan faktor kualitas. Alat yang digunakan untuk memotong tangkai panjang adalah kampak yang disebut Tomasun.

Setelah penulis mengikuti kegiatan-kegiatan secara langsung di lapangan sebagai BHL. Mandor adalah manajer tingkat bawah yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan semua kegiatan di lapangan. maka selanjutnya penulis berstatus sebagai pendamping mandor. Mandor harus bisa memberi motivasi dan mengarahkan pekerja dalam melakukan suatu pekerjaan. 4.34 Plantations No. Pengawasan yang dilakukan oleh mandor bertujuan untuk meningkatkan keefektifan bekerja. Rendemen (%) > 23. Setiap mandor bertanggung jawab terhadap hasil kerja yang dikoordinirnya dengan selalu berpedoman pada Lembar Rencana Kerja (LRK) yang telah ditetapkan kepala afdeling dan perusahaan. 3.5 22 – 23 Berapapun < 22 ALB (%) <3 <3 <3 >3 Berapapun Faktor Kualitas (%) 125 100 75 50 50 Sumber : Kantor Besar PT Tunggal Perkasa Plantations (2010) Aspek Manajerial Karyawan Non staf Penggerak utama dalam suatu organisasi suatu perusahaan adalah sistem manajerial. 2. Seorang mandor mempunyai kegiatan-kegiatan wajib yang harus diikuti. Buku kerja mandor merupakan alat yang digunakan dalam pengawasan pekerja. Mandor harus mampu memotivasi pekerja untuk bekerja sesuai dengan standar operasional perusahaan. Setiap hari mandor mengisi buku kerja mandor yang berisi daftar hadir pekerja setelah selesai kegiatan dan prestasi kerja yang diperolehnya pada hari itu. karena hal inilah yang menentukan tercapainya target atau tidak suatu pekerjaan. 5. di antaranya apel pagi bersama BHL.5 23 – 23. Jumlah tenaga kerja yang diawasi oleh mandor bervariasi antara 5 – 25 orang. Sistem manajerial yang baik didukung dengan sumber daya manusia yang handal dapat memberikan pengaruh yang positif bagi suatu perusahaan. briefing bersama kepala afdeling atau kepala . 1.

sekaligus memberikan penilaian terhadap hasil kerja tersebut. Kegiatan yang dilaksanakan penulis selama menjadi pendamping mandor yaitu sebagai pendamping mandor pupuk. Mandor I berwenang untuk mengecek semua jenis kegiatan. mengawasi pekerjaan secara langsung serta mengarahkan pekerja agar bekerja lebih efektif. dan mandor panen. Mandor pupuk. Mandor I adalah orang yang mengatur semua kegiatan yang ada di lapangan. Tingkatan yang berada di bawah kepala afdeling adalah mandor I. mengisi daftar hadir pekerja sebelum dan sesudah bekerja. Semua mandor tersebut berada di bawah mandor I. Fungsi dan tanggung jawab seorang mandor I lebih luas dibandingkan dengan mandor-mandor lainnya. mengawasi pengambilan pupuk di gudang. Selain itu. mandor juga mempunyai kewajiban mengurus pengambilan material dan mempersiapkan tenaga kerja. Tugas mandor pupuk adalah membuat perencanaan blok/petak yang akan dipupuk atas persetujuan asisten afdeling. mandor semprot. mengontrol dan mengawasi pelaksanaan pemupukan. briefing tentang teknik aplikasi pekerjaan yang sesuai dengan ketentuan perusahaan (SOP). menghitung dan melaporkan hasil pekerjaan meliputi prestasi kerja pekerja dan kualitas pekerjaan serta masalah yang dihadapi kepada kepala afdeling. Mandor I mempunyai tugas untuk mengontrol semua jenis pekerjaan yang dilakukan. menghitung tenaga kerja yang hadir untuk menentukan luasan yang akan dipupuk. membuat permintaan bahan/bon gudang yang disetujui asisten afdeling dan kepala kebun. mengikuti dan mengawasi distribusi pupuk dari gudang ke lapangan. baik kegiatan administrasi (permintaan dan penerimaan barang) sebelum mendapat persetujuan dari kepala afdeling. apel pagi dan memberikan pengarahan kepada keryawan. Selain itu. meminta kendaraan pengangkutan pupuk ke krani afdeling. Mandor I. mandor I menjamin bahwa pekerjaan yang dilakukan selesai dan sesuai dengan norma/target serta membuat laporan harian hasil kerja dan melaporkan masalah-masalah yang dihadapi ke kepala afdeling.35 kebun untuk mendapatkan pengarahan tentang pekerjaan yang akan dilaksanakan. . Mandor I mempunyai hak untuk menegur mandor lain jika mandor tersebut melakukan kesalahan dalam melakukan suatu pekerjaan. mandor rawat.

Bagi pemanen yang melebihi basis maka pemanen tersebut berhak mendapatkan premi. mandor panen menerima laporan hasil panen dari pemanen. mandor semprot mengisi absen karyawan. mengatur ancak perawatan. Mandor rawat merupakan karyawan non staf yang termasuk dalam serikat karyawan utama (SKU). Setelah kegiatan di lapangan. Setelah pelaksanaan pemanenan. pemeliharaan jalan dan jembatan. menghitung penggunaan bahan yang dipakai. Pada saat itu dilakukan juga pengabsenan karyawan untuk mengetahui jumlah tenaga kerja pemanen. Selama berstatus sebagai mandor semprot kegiatan yang dilakukan penulis adalah melakukan pengawasan pengambilan herbisida di gudang dan pelaksanaan kegiatan penyemprotan di lapangan. pemeliharaan TPH. Beberapa kegiatan yang termasuk dalam kegiatan pemeliharaan adalah pengendalian gulma.36 Mandor rawat. Mandor panen. Mandor panen kemudian memberi ancak kepada masing-masing pemanen dan melaksanakan pengawasan panen. Mandor semprot. sambil memberikan pengarahan tentang standar pelaksanaan panen dan keselamatan kerja. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan oleh petugas HPT. menghitung jumlah TBS yang dipanen pada hari tersebut. mengisi absen karyawan. melakukan apel pagi untuk memberikan pengarahan dan pengabsenan karyawan. kemudian melakukan apel pagi dengan karyawan. Tugas mandor panen adalah membuat perencanaan blok/petak yang harus dipanen atas persetujuan kepala afdeling. dan memeriksa kualitas pekerjaan. dan mengisi Buku Kerja Mandor (BKM). mengawasi pekerjaan di lapangan dan mengawasi penggunaan herbisida. Karyawan Staf . Mandor rawat mengawasi semua kegiatan pengendalian gulma yang dilakukan secara manual. Penyemprotan merupakan salah satu kegiatan dalam pengendalian gulma dengan menggunakan herbisida. Norma kerja ditentukan oleh berapa banyak TBS yang dihasilkan pada hari itu. mengatur kebutuhan tenaga kerja dan material yang akan digunakan. dan pengendalian hama dan penyakit. Mandor rawat bertugas merencanakan dan mengawasi seluruh kegiatan perawatan. mengisi krani buah. Tugas mandor semprot adalah menentukan areal yang akan disemprot atas persetujuan asisten afdeling.

antara lain membuat Lembar Rencana Kerja (LRK) yaitu rencana kerja per item pekerjaan yang berisi rencana luas areal yang akan dikerjakan. Asisten bertanggung jawab kepada asisten senior (kepala kebun) dan administratur. rencana tenaga. mengevaluasi hasil-hasil kegiatan dan mengarahkan pemecahan masalah di tingkat afdeling. dan rencana material yang akan digunakan. Kegiatan administrasi tesebut. Asisten bertugas merencanakan dan mengkoordinasikan program kerja dan target mingguan serta bulanan sesuai program kerja kebun. melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan kegiatan lapangan. . dan melakukan administrasi afdeling dengan dibantu oleh krani kantor. melakukan pengawasan dan penilaian terhadap prestasi mandor.37 Kepala afdeling (asisten) merupakan orang yang bertanggung jawab terhadap seluruh kegiatan dan hal-hal penting lainnya dalam suatu luasan areal tertentu (divisi).

Sedangkan efisiensi pemupukan berkaitan dengan hubungan antara biaya (bahan pupuk. Pemupukan dengan dosis yang tepat dan interval yang teratur bila didukung oleh faktor-faktor pemeliharaan akan memperpendek masa TBM. Beberapa hal yang menjadi alasan dilakukan pemupukan adalah: (1) tanah tidak mampu menyediakan unsur hara yang cukup bagi tanaman.PEMBAHASAN Pemupukan merupakan salah satu faktor pemeliharaan tanaman yang sangat penting dan sangat menentukan kesehatan. Efisiensi pemupukan terkait dengan tindakan Jadi peningkatan rekomendasi pemupukan dan manajemen operasional. (2) tanaman kelapa sawit memerlukan hara yang banyak untuk mencapai pertumbuhan dan produksi yang tinggi. Pemupukan pada periode TBM bertujuan untuk membangun kerangka vegetatif tanaman yang kokoh dan jagur untuk menunjang sasaran produksi yang optimal pada masa TM. serta untuk mempertahankan atau meningkatkan kesuburan tanah. Hara yang diserap tanaman berasal dari tanah dan dari pupuk yang diaplikasikan. Pemupukan dikatakan efektif jika sebagian besar hara pupuk diserap tanaman. keefektifan dan efisiensi pemupukan dapat dicapai melalui perbaikan manajemen operasional dan rekomendasi pemupukan. . (4) unsur hara yang terangkut berupa produksi tidak seluruhnya dikembalikan ke dalam tanah. Tanaman menyerap unsur hara dari tanah dan udara. dan upah) dengan tingkat produksi yang dihasilkan. kejaguran dan produktivitas tanaman. Pemupukan pada periode TM bertujuan untuk mencapai status hara tanah dan tanaman yang optimal untuk menghasilkan produktivitas yang maksimal. Di samping itu. alat kerja. Oleh karena itu pemupukan mempunyai tujuan agar tanaman mampu tumbuh normal dan berproduksi sesuai dengan potensinya. Keefektifan pemupukan berhubungan dengan tingkat atau persentase hara pupuk yang diserap tanaman. pemupukan sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. (3) penggunaan varietas unggul membutuhkan hara yang lebih banyak. Pemupukan bertujuan untuk menambah zat hara yang dibutuhkan oleh tanaman pada proses pertumbuhan baik vegetatif maupun generatif.

jumlah. Pengelolaan Pemupukan Pengelolaan pemupukan dimulai sejak pupuk diterima di gudang sampai dengan diaplikasikan di lapangan. Pada saat penerimaan dilakukan pengecekan tentang jenis. Perencanaan tahunan digunakan untuk mengetahui besarnya biaya operasional tahunan. alat takar until.39 Perencanaan Pemupukan Perencanaan pemupukan harus dibuat sebaik mungkin karena berkaitan dengan penyediaan biaya. antara lain menentukan kebutuhan material pupuk meliputi jenis pupuk dan jenis pupuk yang akan diaplikasikan. Gudang Pupuk Di gudang pupuk terdapat 3 kegiatan yaitu penerimaan. sarana dan prasarana (alat transportasi pupuk. Dalam pelaksanaan pekerjaan pemupukan ada beberapa hal yang harus direncanakan/dipersiapkan. kesiapan unit transportasi. dan kondisi pupuk. pembagian pupuk di gudang. dan saat aplikasi pupuk. pengangkutan. penyimpanan. kesiapan lapangan (blok) dilihat dari keadaan piringan yang bersih dari gulma. dan tenaga kerja yang jumlahnya relatif besar. Kegiatan . Kehilangan pupuk (hara pupuk) dapat terjadi pada setiap tahap kegiatan. Penyimpanan pupuk di gudang harus dipastikan bahwa pupuk tidak terkena air (bocor) dan tidak terekspos sinar matahari langsung (panas). baik saat di gudang. Perencanaan bulanan/mingguan bertujuan untuk persiapan tenaga kerja. Penempatannya juga diatur sehingga pada saat pengeluaran pupuk dapat dilakukan secara first in first out (FIFO) setiap jenis pupuk. kecukupan tenaga kerja yang dibutuhkan. dan kesiapan lapangan. serta perihal administrasi pemupukan. dan pengeluaran pupuk. pengeceran. waktu pelaksanaan pemupukan. dan alat takar tabor tabur yang telah dikalibrasi). material pupuk. Perencanaan semesteran/triwulanan bertujuan untuk mengetahui waktu penyediaan material pupuk. pengambilan pupuk di gudang dapat dilihat pada Gambar 4.

melakukan uji petik oleh petugas gudang sebanyak ± 5 % dari jumlah pupuk yang diterima untuk menentukan berat rata-rata pupuk. Distribusi pupuk organik (JJK dan pupuk kandang) dilaksanakan langsung mengggunakan dump truck. petugas gudang memeriksa kemasan pupuk (keutuhan dan keaslian kemasan). menyampaikan konfirmasi penerimaan pupuk dalam waktu tidak lebih dari 5 hari setelah BAPB ditandatangani kepada Region Head/GM Treasury/GM Accounting/AVP Purchassing. Aplikasi pupuk kandang dilaksanakan dengan pengeceran langsung ke blok-blok yang akan . KTU dan administratur. membuat bukti penerimaan barang. Prosedur administrasi permintaan pupuk di gudang adalah membuat berita acara penerimaan barang (BAPB) yang ditandatangani kepala gudang. Pupuk JJK diangkut dari pabrik dan diletakkan di samping jalan kebun untuk kemudian diaplikasikan sesuai dengan cara yang telah ditentukan perusahaan. Distribusi Pupuk Distribusi pupuk yang dilakukan di Afdeling Viktor PT Tunggal Perkasa Plantations yaitu dengan menggunakan dump truck. Pengambilan Pupuk di Gudang Prosedur penerimaan pupuk di gudang yaitu sebelum pupuk diturunkan oleh petugas gudang maka terlebih dahulu transportir menghitung jumlah pupuk perbaris di dalam truk.40 Gambar 4. menandatangani surat jalan dan diserahterimakan kepada kepala gudang melalui transportir. mencatat penerimaan pupuk ke form rekapitulasi penerimaan pupuk berdasarkan hasil uji petik. petugas gudang mengatur penempatan susunan pupuk di gudang dan menyusun rapi.

PT Tunggal Perkasa Plantation melaksanakan pemupukan dengan fertilizer spreader. Pemupukan secara manual dilakukan untuk lahan-lahan yang tidak bisa dilewati fertilizer spreader. Dalam rangka meningkatkan produktivitas tanaman kelapa sawit serta untuk meningkatkan keefektifan pemupukan. Pemupukan Secara Mekanis (Fertilizer Spreader) (1) Persiapan Areal . Pupuk anorganik diangkut dari gudang PT TPP lalu disimpan di gudang afdeling untuk diuntil terlebih dahulu sebelum diaplikasikan ke lapangan sesuai dengan cara yang telah ditentukan perusahaan. Dari luas areal yang akan dipupuk dapat diketahui jumlah pokok yang kemudian dapat ditentukan kebutuhan pupuk. Distibusi pupuk tersebut terbilang efisien jika dilihat dari waktu. Pemupukan secara mekanis dengan menggunakan fertilizer spreader dapat dilihat pada Gambar 5. Pemupukan secara mekanis (fertilizer spreader). Pemupukan menggunakan fertilizer spreader mulai dilaksanakan di PT TPP pada bulan April 2010. Di PT Tunggal Perkasa Plantation aplikasi pemupukan dilakukan secara manual dan mekanis dengan menggunakan fertilizer spreader. Gambar 5. Aplikasi Pemupukan Aplikasi pemupukan berpedoman pada rekomendasi dan luas areal yang akan dipupuk.41 dipupuk tanpa diuntil terlebih dahulu. Pemupukan dengan fertilizer spreader tidak dapat diaplikasikan di semua kebun karena hanya dilakukan untuk daerah datar atau flat.

Traktor dan emdek digabungkan menjadi satu dengan posisi emdek di bagian belakang traktor. pupuk kemudian dimasukkan ke dalam fertilizer spreader melalui jaringan dari besi untuk menjaga keamanan loader pupuk dan menyaring pupuk apabila masih ada bongkahan-bongkahan pupuk atau sampah. sebaiknya diperhatikan kebersihan areal. Selain itu juga penumpukan pelepah pada gawangan mati agar diatur sehingga tidak menumpuk terlalu tinggi. disarankan 2-3 tumpukan pelepah serta di dalam blok tidak terlalu banyak parit/titi panen. Pupuk diletakkan pada jalan poros atau jalan yang memisahkan antar blok. dan jumlah pohon per hektar. Setelah pupuk diecer. Khusus untuk pemupukan secara mekanis dengan fertilizer spreader harus dikalibrasi dulu dosis yang digunakan. Setelah fertilizer spreader diisi pupuk maka pemupukan segera dimulai. jumlah pupuk. Fertilizer spreader Emdek-350 (Turbo Spin) dapat memuat pupuk sebanyak 750 kg akan tetapi pada aplikasi di lapangan pupuk yang dimuat hanya sekitar 500650 kg setiap kali sebar. dan hopper berfungsi sebagai tempat penampung pupuk. Setelah pupuk diecer di lahan aplikasi. pupuk kemudian disimpan pada tempat yang memakai alas supaya pupuk tidak tercecer. (2) Pelaksanaan pemupukan Sebelum dilakukan pemupukan. Persiapan lahan dilakukan secara mekanik dengan menggunakan buldoser sehingga jalan bebas dari lubang dan gundukan tanah serta tunggul/atau anak kayu. Dengan target supaya pupuk tidak tercecer dan terbuang percuma. Aplikasi pemupukan dimulai dengan menyiapkan pupuk di gudang pupuk yang kemudian dibawa dengan truk untuk diecer ke lahan aplikasi. Traktor bergerak . blower berfungsi sebagai tempat pengeluaran pupuk. hal tersebut untuk memudahkan dalam proses pemupukan dengan menggunakan fertilizer spreader. sehingga traktor tidak terlalu sering bergerak memutar (belok). Bagian-bagian fertilizer spreader terdiri atas flow control berfungsi sebagai pengkalibrasi dan pengatur dosis pupuk. Pemupukan dimulai pada areal yang dekat dengan jalan. luas areal yang dipupuk. baik manual maupun mekanis harus diketahui dulu dosis yang digunakan.42 Sebelum dilakukan aplikasi pemupukan dengan menggunakan fertilizer spreader. deflector berfungsi sebagai pengatur arah dan jarak sebaran pupuk.

sehingga pada saat musim hujan akan tergenang/terendam air. sehingga menyulitkan traktor untuk mencapai jalur tersebut. Pemupukan secara manual dilakukan pada daerah bergelombang atau rolling dan pada tanaman belum menghasilkan (TBM). Pupuk yang disebar semuanya tidak ada yang berbentuk bongkahan karena semuanya sudah melewati proses penyaringan. dan mandor untuk mengawasi dan mengarahkan jalannnya pemupukan. terutama pada daerah yang berada di tengah blok. Pohon yang terendam pada saat aplikasi tidak boleh dipupuk. Organisasi pemupukan terdiri atas penguntil pupuk. sehingga aplikasi pemupukan dilakukan dengan manual dan dilakukan keesokan harinya untuk memupuk beberapa pohon yang tergenang. Ada beberapa blok yang jalan pikulnya tidak terlihat karena tertutup oleh gulma yang sangat rapat. Pemupukan secara manual. Aplikasi pemupukan yang dilakukan menghasilkan mutu yang lebih baik karena sebaran pupuknya lebih seragam dan merata di semua tempat. operator traktor dibantu oleh seorang helper yang bertugas mengatur flow control. agar kegiatan pemupukan dapat berjalan dengan baik. pengumpul karung. Beberapa hambatan tersebut. hal tersebut akan mengakibatkan tanaman lebih efektif lagi dalam penyerapan unsur hara. hal tersebut akan memungkinkan untuk tudung akar lebih leluasa dalam menyerap unsur hara. Pada saat aplikasi pemupukan dilaksanakan. dan takaran. pohon tersebut dipupuk apabila genangannya sudah surut. . penabur. Banyak pohon sawit yang berada di daerah rendahan.43 melewati jalan pikul sesuai dengan yang telah ditentukan. yaitu masih terdapat beberapa jalan pikul yang dipisahkan oleh parit. Pemupukan secara manual pada tanaman belum menghasilkan (TBM) dapat dilihat pada Gambar 6. (3) Dampak aplikasi pemupukan mekanis (fertilizer spreader) Pada hasil penerapan pemupukan secara mekanis dengan fertilizer spreader harus dilakukan pengujian alat terlebih dahulu dan kalibrasi dosis pupuk sesuai dengan dosis yang digunakan. Peralatan yang digunakan untuk pemupukan secara manual adalah ember plastik. Berdasarkan pengamatan di lapangan terdapat beberapa hal yang menghambat sebelum pelaksanaan kegiatan pemupukan dengan fertilizer spreader. pelansir. kain untuk menggendong.

Selanjutnya pengeceran pupuk dilakukan dengan kendaraan sepeda motor yang menggunakan keranjang. Pelaksanaan pengangkutan dan pengeceran pupuk dapat dilihat pada Gambar 7. . (2) Pengangkutan dan pengeceran pupuk Untilan pupuk yang telah disiapkan diangkut ke blok-blok yang akan dipupuk dengan menggunakan truk. jika jarak blok yang akan dipupuk dari gudang tidak terlalu jauh atau kondisi infrastruktur jalan yang kurang memadai. Ketersediaan karung sangat penting dalam penguntilan karena merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kecepatan penguntilan pupuk selain dosis/untilan dan tenaga kerja. Pengangkutan dan pengeceran pupuk dilakukan setelah apel pagi. Kendaraan pengangkut pupuk dari gudang ke lapangan harus sudah dipastikan kesiapannya sehari sebelum kegiatan pemupukan.5 % per karung untilan pupuk.44 Gambar 6. Pemupukan Secara Manual pada Kelapa Sawit TBM (1) Penguntilan pupuk Penguntilan pupuk dilakukan di gudang afdeling dan dilakukan sehari sebelum kegiatan pemupukan dilaksanakan. Pengeceran pupuk dilakukan sesuai dengan instruksi dari mandor. Dari hasil pengamatan penulis terhadap penimbangan sampel untilan. Keterampilan tenaga kerja penguntil sangat diperlukan karena tidak menggunakan alat takar until. Sistem penguntilan pupuk yang dilaksanakan yaitu dari setiap satu sak pupuk yang beratnya rata-rata 50 kg diuntil menjadi dua bagian sama banyak yaitu setiap until 25 kg. maka diperoleh bahwa kegiatan penguntilan mempunyai rata-rata ketepatan 93.

Dengan demikian unsur hara yang didapat masing-masing pohon bisa sesuai dengan rekomendasi dosis per pohon. memastikan bahwa penabur menggunakan takaran yang telah dikalibrasi dan memastikan . Alat tabur yang digunakan adalah mangkok dan gelas plastik. Pelaksanaan Pengangkutan dan Pengeceran Pupuk dengan Truk (a) dan Sepeda Motor (b) (3) Pelangsiran dan penaburan pupuk Untilan pupuk yang telah tersebar di lapangan atau di pinggir jalan lalu dilansir oleh beberapa orang ke penabur pupuk seperti pada Gambar 8. Cara tersebut cukup efisien dari segi waktu karena penabur tidak perlu membawa untilan tersebut. Pemupukan sudah menggunakan alat takar yang telah dikalibrasi dengan tepat. Mandor pupuk bertugas mengawasi kerja penabur pupuk. Pelansiran Untilan Pupuk ke Dalam Blok Penaburan pupuk harus dilakukan secara merata dan tipis serta ditaburkan pada tempat-tempat yang telah ditentukan seperti rumpukan pelepah dan bibir piringan. Gambar 8.45 (a) (b) Gambar 7. cukup hanya memanggil pelansir.

maupun sebagai alas brondolan buah sawit pada TPH. Efisiensi Aplikasi Pemupukan Mekanis dan Pemupukan Manual Dari hasil pengamatan di lapangan aplikasi pemupukan dengan fertilizer spreader memiliki sebaran pupuk yang merata dan seragam. karena pada pemupukan manual digunakan tenaga kerja yang cukup banyak sekitar 15 . Hal ini akan mengakibatkan tanaman lebih efektif lagi dalam menyerap unsur hara. Sistem pemupukan tunggal yaitu setiap afdeling yang memupuk tidak boleh ada pekerjaan lain selain kegiatan pemupukan. Kegiatan tersebut berfungsi sebagai kontrol jumlah pupuk yang dibawa ke lapangan. selain itu juga untuk pemeriksaan apakah seluruh pupuk sudah ditabur dan tidak ada pupuk yang hilang. Sedangkan kebutuhan tenaga kerja dalam pemupukan mekanis lebih sedikit hanya membutuhkan 3 orang yaitu 1 orang sebagai operator traktor dan 2 orang sebagai helper pada fertilizer spreader. Helper bertugas untuk memasukkan pupuk ke dalam hopper yang berfungsi sebagai tempat penampung pupuk. sedangkan dengan fertilizer spreader tidak ada yang berbentuk bongkahan kerena semuanya sudah melewati proses penyaringan. Karung bekas pupuk tersebut biasa digunakan untuk membuat tapak kuda pada areal-areal miring (meminimalisir erosi dan pencucian pupuk). Sistem pemupukan yang diterapkan adalah sistem pemupukan tunggal. Losses atau kehilangan hara pada pemupukan manual lebih besar dibandingkan dengan pemupukan fertilizer spreader. Kemudian karung bekas pupuk tersebut diletakkan di gudang dan ditata rapi. Pada pemupukan manual seringkali masih ada pupuk yang ditabur dalam bentuk bongkahan. sebagai tempat batu (pada perbaikan jalan).25 orang setiap satu kali pemupukan. hanya dapat diterapkan pada areal datar sampai landai dengan kemiringan lereng 0.46 semua pokok terpupuk dengan dosis yang sama. Pemupukan mekanis dengan fertilizer spreader membutuhkan biaya investasi yang lebih besar dari pemupukan manual yaitu untuk pembelian traktor dan fertilizer spreader. serta terjadi pemadatan tanah pada jalan pikul .50. (4) Pengumpulan karung bekas untilan pupuk Karung bekas pupuk digulung setiap 10 lembar karung.

Tidak ada pemupukan yang dilakukan pada suatu blok dalam keadaan tidak tuntas (selesai). tepat waktu. Jenis pupuk yang digunakan telah sesuai dengan kebutuhan unsur hara yang diperlukan oleh tanaman. Tepat jenis. Perbandingan Efisiensi Pemupukan Manual dan Fertilizer Spreader Uraian Prestasi kerja Investasi Tenaga kerja Kualitas aplikasi Pengawasan Distribusi Kehilangan hara Pertumbuhan gulma Kompetisi penyerapan hara dengan gulma Pemadatan tanah Areal aplikasi Optimalisasi Manual 1.4 ha/HK Besar Sedikit Terjamin/seragam Tidak intensif Merata Terjadi/ada Lebih cepat Lebih terjadi Terjadi Kemiringan 0-50 Resiko minimum Sumber: Kantor Besar PT Tunggal Perkasa Plantations (2010) Keefektifan Pemupukan Pekerjaan pemupukan dinyatakan berhasil dengan baik (tuntas) apabila pemupukan dilaksanakan secara blok ke blok yang artinya semua blok terpupuk dengan dosis yang sesuai. karena pada pemupukan yang menggunakan Fertilizer spreader pupuk yang disebar lebih merata ke semua permukaan tanah yang memungkinkan gulma yang hidup di sana akan lebih cepat untuk hidup. tepat cara. kecuali terjadi hujan besar secara tiba-tiba. Pupuk tunggal yang .47 yang dilewati fertilizer spreader. Pupuk yang diaplikasikan adalah pupuk tunggal dan pupuk campuran. Pemupukan yang dilakukan juga harus sesuai dengan prinsip 5 T yaitu tepat jenis. Efisiensi pemupukan berdasarkan cara aplikasinya dapat dilihat pada Tabel 8.58 ha/HK Kecil Banyak Kurang terjamin Intensif Tidak merata Terjadi/ada Normal Terjadi Tidak terjadi Tidak terbatas Resiko tinggi Fertilizer Spreader 6. Selain itu juga pertumbuhan gulma dan kompetisi penyerapan hara dengan gulma lebih terjadi dibandingkan dengan pemupukan manual. Tabel 8. PT Astra Agro Lestari Tbk. dan tepat tempat agar keefektifan pemupukan dapat tercapai. tepat dosis. Jenis pupuk yang diaplikasikan pada pemupukan di Afdeling Viktor Kebun Radang Seko Banjar Balam ditetapkan berdasarkan rekomendasi Function Tanaman.

Gejalah defisiensi K yaitu pelepah daun tua pada bagian bawah berwarna kuningtua kecokelatan dan berbintik orange (orange spot). sintesis klorofil. Dosis adalah jumlah satuan pupuk (biasanya dalam gram atau kilogram) yang diberikan pada pohon kelapa sawit pada tiap aplikasi. Setiap pupuk yang diaplikasikan harus diupayakan dapat diserap tanaman secara maksimal. . Gejala defisiensi N umumnya dijumpai pada tanaman di tanah mineral. Rock Phosphate (RP) untuk memenuhi unsur P. Fosfor merupakan unsur hara penting yang diperlukan untuk energi pada proses asimilasi. tanaman tidak dapat tumbuh sesuai harapan. Daun tampak berwarna kuning khususnya jika terkena sinar matahari. Pupuk campuran yang digunakan yaitu NPK 12-12-17. Dolomite dan Kieserite untuk memenuhi kebutuhan unsur Mg. tajuk berbentuk piramida terbalik. pembentukan protein. dan Urea untuk memenuhi kebutuhan unsur N. menjaga keseimbangan Mg dalam tanaman. serta penting dalam ketahanan tanaman dalam serangan penyakit. Gejala defisiensi P yaitu tanaman tumbuh kerdil dengan pelepah yang pendek.48 digunakan yaitu MOP untuk memenuhi kebutuhan unsur K. membantu proses metabolisme. Nitrogen merupakan unsur hara penting yang diperlukan untuk pertumbuhan vegetatif tanaman. Kalium merupakan unsur hara penting yang diperlukan untuk membantu proses fotosintesis pada daun dan metabolisme tanaman. Oleh karena itu perlu ditetapkan dosis yang tepat untuk masing-masing tanaman. Apabila dosis pemupukannya kurang. Tepat dosis. dan meningkatkan daya absorbsi hara dari dalam tanah. demikian juga apabila dosisnya berlebihan. dan pada tanaman muda diperlukan untuk menunjang agar saat TM batangnya sehat dan kuat. dan batang yang meruncing. Magnesium merupakan unsur hara penting yang dalam penyusunan klorofil yang berperan dalam proses fotosintesis. antara lain daun pada pelepah tua berwarna hijau pucat sampai kuning. Gejala defisiensi Mg yaitu tampak dari helai daun tua sebagian menguning dan sebagian lagi tetap berwarna hijau. mendorong pembentukan perakaran pada awal pertumbuhan tanaman. penting dalam menentukan jumlah dan pembentukan ukuran janjangan.

00 100.00 242 240 242 241.64 24 24 24 24.00 24 24 24 24. Hasil pengamatan ketepatan dosis pemupukan NPK disajikan dalam Tabel 9. . analisis produksi per blok.00 100.………(pohon)…………. Penulis mengambil 30 sampel ember dari 3 orang pemupuk (tiap orang 10 sampel ember).64 24 24 24 24.. dan pemeriksaan visual tiap tahun.….00 100.… 24 24 24 24. karena kebutuhan pupuk tiap blok yang telah ditentukan afdeling teraplikasi seluruhnya dengan baik tanpa ada kekurangan dan kelebihan.33 98. Pekerja penabur telah menggunakan alat takar pupuk yang telah dikalibrasi terlebih dahulu.00 24 24 24 24..67 97. alat tabur yang digunakan yaitu mangkok plastik untuk dosis 500 gram dan gelas plastik untuk 200 gram.00 24 24 24 24.00 25 24 24 24.28 24 24 25 24. Standar perusahaan yaitu 24 pohon per ember. Ketepatan Dosis Pupuk NPK di Afdeling Viktor PT TPP Sampel Ember Bobot Pupuk per Ember (kg) 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 Standar Kebun (pohon) 24 24 24 24 24 24 24 24 24 24 Pengamatan Ketepatan (Penabur ke-) Dosis (%) 1 2 3 Rata-rata .00 25 24 25 24.44 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Rata – rata Sumber: Pengamatan di lapangan (2010) Berdasarkan Tabel 9 di atas terlihat bahwa rata-rata persen ketepatan dosis pemupukan secara umum adalah 99. Penulis hanya mengamati ketepatan dosis pupuk NPK pada tanaman belum menghasilkan (TBM) dengan dosis 500 gram per pohon. Pemberian dosis pupuk untuk tiap pohon di Afdeling Viktor ini bisa dikatakan sudah tepat dosis.33 98. Setiap kali jalan pemupuk membawa ember yang berisi pupuk 12 kg.00 24 24 24 24.33 99.44 persen.00 100. Hasil tersebut dapat dikatakan bahwa penggunaan dosis pemupukan NPK mendekati ketepatan dosis 100 persen. analisis daun. Tabel 9.00 100.00 100.49 Dosis aplikasi pupuk di kebun PT TPP ditetapkan oleh bagian riset dan development (R & D) berdasarkan hasil proses analisis tanah.00 100.

pelaksanaan pemupukan sudah sesuai dengan rekomendasi pemupukan yang telah ditetapkan perusahaan. Cara aplikasi pupuk sebagian besar sudah tepat yaitu dengan cara ditebar secara merata pada piringan pohon. Waktu yang tepat untuk pemupukan adalah pada awal dan akhir musim hujan. sedangkan penaburan pupuk RP. Pemupukan dilakukan saat curah hujan rendah. Jika pemupukan dilakukan pada bulan dengan curah hujan tinggi. dan Kieserit dapat dilakukan kapan saja tidak bergantung pada musim. maka tanaman tidak mampu mengabsorbsi unsur hara. Waktu Pemupukan Kelapa Sawit di Afdeling Viktor PT TPP Jenis pupuk Urea NPK Kieserite Bulan Rekomendasi Februari/Juni Februari/Maret/Mei Februari/Maret/Mei Bulan Realisasi Maret/Juni Februari/Maret/Mei Februari/Maret/Mei Sumber: Kantor Afdeling Viktor (2010) Tepat cara dan tepat tempat. akan menyebabkan terjadinya pencucian. Penaburan pupuk NPK dilakukan pada awal musim hujan dengan kisaran curah hujan 100 – 200 mm/bulan.50 Tepat waktu. Pengamatan waktu pemupukan untuk Urea. Jika di lapangan . Waktu pelaksanaan pemupukan tersebut dapat berubah. Salah satu faktor yang berpengaruh penting dalam keefektifan pemupukan adalah curah hujan. dan Kieserite di Afdeling Viktor dapat dilihat pada Tabel 10. Borate. aliran permukaan (run off) dan erosi. pupuk tidak menggumpal karena dilakukan penguntilan terlebih dahulu. Hal tersebut sangat menentukan tingkat penyerapan hara pupuk oleh tanaman dan kemungkinan kehilangan hara pupuk akibat penguapan (volatilisasi). NPK. MOP. Pemupukan dilakukan sebanyak dua kali dalam satu tahun yaitu pada semester satu (Januari – Juni) dan semester dua (Juli – Desember). Hasil pengamatan penulis selama magang di perusahaan ini. bergantung pada ketersediaan jumlah pupuk di gudang dan ketepatan waktu datangnya pupuk ke gudang. Tabel 10. Jika pemupukan dilakukan pada bulan dengan curah hujan yang rendah. pencucian (leaching). tidak pada musim kemarau (CH < 75 mm) dan curah hujan tinggi (CH > 250 mm).

7 162.21 88. Pengamatan ketepatan cara dilakukan oleh penulis dengan mengambil 30 sampel tanaman dari 3 orang pemupuk (masing-masing 10 sampel tanaman).33 162.8 Sumber: Pengamatan di lapangan (2010) 172.04 90. pemuatan untilan ke kendaraan untuk mengecer.34 91.00 162. Tabel 11.33 164.47 Berdasarkan Tabel 11 terlihat bahwa rata-rata ketepatan penaburan pupuk NPK dari pokok kelapa sawit adalah 91.9 165. serta penuangan pupuk ke ember dan penaburan pupuk. penguntilan pupuk.72 92.21 92. pupuk tersebut dihancurkan terlebih dahulu oleh pelansir pupuk. Hasil pengamatan ketepatan penaburan pupuk NPK dari pokok kelapa sawit disajikan dalam Tabel 11. Penempatan pupuk dilakukan dengan mempertimbangkan penyebaran akar tanaman yang aktif menyerap unsur hara dalam tanah (1 .67 169.33 157. pengeceran untilan ke lapangan.21 92.36 92. 1 150 170 167 180 2 150 175 159 164 3 150 160 155 173 4 150 160 170 158 5 150 174 164 170 6 150 160 172 160 7 150 167 170 159 8 150 170 155 163 9 150 157 157 173 10 150 154 160 158 Rata-rata 164.20 Tanaman ke- ………..5 meter dari pohon).67 162.58 91. Kehilangan Pupuk Kehilangan pupuk dapat terjadi mulai dari penerimaan pupuk di gudang.20 persen.46 90. Penulis hanya mengamati ketepatan cara pada pemupukan NPK di Blok 5.33 166. .33 164.1.00 165. Hasil tersebut dapat dikatakan bahwa ketepatan penaburan pupuk NPK dari pokok kelapa sawit mendekati 100 persen. dengan menghitung rata-rata jarak pupuk yang ditabur dari pokok kemudian dibandingkan dengan standar perusahaan (150 cm).67 162.51 masih ditemukan pupuk yang menggumpal maka sebelum ditabur. Ketepatan Penaburan Pupuk NPK di Afdeling Viktor PT TPP Jarak Standar Penaburan Pupuk dari Pokok (cm) Penabur ke1 2 3 Rata-rata jarak dari pohon (cm) Ketepatan Penaburan Pupuk dari Pokok (%) 87.(cm)……….40 95.

pemuatan dan pengeceran untilan pupuk dengan hati-hati.03 0. Kehilangan pupuk tersebut akan menimbulkan kerugian dalam hal biaya serta berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman. penuangan pupuk ke ember. Pada saat penguntilan. Karyawan pemuat umumnya melemparkan untilan ke dalam kendaraan sehingga sering menyebabkan karung untilan tersebut bocor lalu pupuknya tercecer.02 7. Uraian 1 2 3 4 Penguntilan pupuk Pengeceran pupuk Penuangan pupuk ke ember Penaburan pupuk Total kehilangan Kehilangan Pupuk Urea dari Aplikasi 4 ton (kg) (%) 1. pengeceran pupuk.60 0. Kehilangan Pupuk Urea di Afdeling Viktor PT TPP No. Hasil tersebut dapat dikatakan bahwa . Pada saat magang penulis melakukan pengamatan kehilangan pupuk Urea mulai dari penguntilan pupuk. Kehilangan pupuk tersebut dapat diminimalisir dengan adanya kontrol mandor terhadap karyawan untuk mengikat untilan dengan kuat. kehilangan pupuk terjadi saat untilan dari kendaraan dilemparkan ke tepi jalan.19 Sumber: Pengamatan di lapangan (2010) Berdasarkan Tabel 12 terlihat bahwa kehilangan pupuk tertinggi terjadi saat pengeceran pupuk ke lapangan dan kehilangan pupuk yang terendah terjadi saat penaburan pupuk ke pohon kelapa sawit.30 0.50 0. Tabel 12. Pada saat pengeceran pupuk.85 0.75 0. serta penuangan pupuk ke ember harus hati-hati.04 3. Pada saat pemuatan untilan ke kendaraan juga terjadi kehilangan pupuk. penggunaan karung yang tidak bocor. Lemparan tersebut dapat menyebabkan terbukanya ikatan untilan dan pecahnya karung sehingga pupuk tercecer.09 1. kehilangan pupuk sering terjadi akibat penggunaan karung yang tidak layak untuk penguntilan dan pengikatan untilan yang tidak kuat (bocor).52 walaupun kehilangannya pada setiap tahap tersebut sangat sedikit. dan penaburan pupuk dapat dilihat pada Tabel 12.

Hambatan juga terjadi karena topografi areal/blok yang bergelombang. (2) organisasi kerja yang meliputi tenaga kerja dan trasportasi. Faktor Penunjang dan Hambatan Pelaksanaan Pemupukan Pemupukan merupakan salah satu faktor yang sangat mempengaruhi status pertumbuhan tanaman yang pada akhirnya akan menentukan produksi TBS. Berdasarkan pengamatan di lapangan. areal/blok yang berawa-rawa. seperti jalan rusak sehingga kendaraan yang digunakan untuk pengeceran pupuk mengalami kesulitan melalui jalan tersebut. (3) kontrol dan pengawasan. Oleh karena itu pelaksanaan pemupukan di lapangan harus dilakukan dengan benar dan tepat waktu. yaitu piringan belum siap dipupuk karena gulma belum dikendalikan. Faktor penunjang kegiatan pemupukan di lapangan antara lain: (1) perencanaan yang dilakukan dengan cermat yaitu penentuan rekomendasi pupuk. antara lain masih adanya beberapa pohon yang belum dipupuk. banyak sekali permasalahan yang ditemui selama kegiatan pemupukan. hambatan karena hujan lebat. kesalahan yang dilakukan tenaga kerja pada saat berlangsungnya kegiatan pemupukan di lapangan.19 persen dari 4 ton Urea. sehingga blok yang akan dipupuk menjadi banjir dan jalan rusak. Ada beberapa hal yang sering menjadi kendala dan penghambat dalam pelaksanaan pemupukan antara lain karena kondisi infrastruktur yang kurang baik. Kontrol terhadap pekerjaan pemupukan harus dilaksanakan secara seksama guna menghindari terjadinya kesalahan aplikasi di lapangan. sehingga perlu diadakan sensus pohon secara rutin untuk menentukan jumlah tanaman dan keadaan blok.53 kehilangan pupuk Urea yang terjadi tidak tinggi yaitu hanya 0. penaburan pupuk di piringan yang tidak sesuai dengan standar perusahaan. serta jumlah titi panen yang kurang dan tidak layak juga menjadi kendala bagi para penabur untuk masuk ke dalam blok. jenis pupuk dan penyediaan pupuk yang cukup dan tepat waktu. . Permasalahan tersebut antara lain kesulitan dalam penentuan jumlah kebutuhan pupuk secara tepat disebabkan jumlah pohon saat penentuan rekomendasi yang berdasarkan tegakan perhektar (SPH) berbeda dengan jumlah dan kondisi pohon yang ada di lapangan. Ketidaksiapan lapangan untuk dilaksanakannya pemupukan.

54 Hal yang menjadi kendala di atas perlu mendapat perhatian khusus karena dapat menimbulkan kerugian dan mempengaruhi keefektifan pemupukan. . ada tanaman yang belum mendapatkan pupuk. dan kehilangan pupuk karena tercecer. Misalnya pemupukan akan membutuhkan waktu yang lama.

pendamping mandor. Pelaksanaan kegiatan magang telah memberikan pengetahuan pada penulis dalam teknik budidaya tanaman kelapa sawit dan pengetahuan tentang pengelolaan pemupukan tanaman kelapa sawit. Hal tersebut dapat dilihat dari proses pelaksanaan pemupukan yang menggunakan metode penguntilan untuk mengemas pupuk. sehingga menyebabkan distribusi unsur hara dapat merata dan perkembangan akar dapat lebih seimbang. dan pendamping asisten. Pemupukan dilakukan dengan metode pelansiran pupuk ke dalam blok secara tuntas terlebih dahulu baru dilanjutkan dengan penaburan. tepat waktu. Penulis juga memperoleh pengalaman kerja dari berbagai posisi kerja. Saran Pelaksanaan pemupukan di PT Tunggal Perkasa Plantation secara umum telah mengacu pada prinsip 5 T. tetapi hanya membagi tiap sak pupuk menjadi dua bagian yang sama banyak. Selain itu tenaga kerja yang dibutuhkan lebih sedikit sehingga memudahkan pengawasan sehingga pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien. yaitu tepat jenis. karena hasil pengamatan menunjukkan bahwa penyebaran pupuk lebih merata di atas permukaan tanah. tepat cara.KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Pelaksanaan pemupukan di PT Tunggal Perkasa Plantation secara umum sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) pemupukan yang baik. tepat dosis. dan tepat tempat agar tetap dipertahankan pada pelaksanaan pemupukan . Di Afdeling Viktor Kebun Radang Seko Banjar Balam menguntilan tidak dilakukan berdasarkan jumlah pohon per until. serta penaburan pupuk dari tengah blok (pasar tengah). Pemupukan secara mekanis dengan fertilizer spreader menjadi prioritas dalam pemupukan. yaitu sebagai buruh harian lepas (KHL). Dengan demikian pemberian pupuk pada tiap tanaman diharapkan dapat tepat sesuai dosis per pohon. Alat takar pupuk yang baku dan dikalibrasi telah digunakan dengan baik sesuai dosis dan jenis pupuk.

Sistem pemupukan dengan penguntilan dapat membantu meningkatkan ketepatan dosis pemupukan dan mempermudah operasi di lapangan. Peningkatan pengawasan pemupukan dan sistem pemupukan juga harus ditingkatkan untuk memperlancar aplikasi pemupukan di lapangan. mengingat pentingnya kegiatan tersebut untuk melancarkan kegiatan kebun seperti pemupukan.56 selanjutnya. . Perlu adanya peningkatan kegiatan infrastruktur.

605 hal. Peranan unsur hara dan sumber hara pada pemupukan tanaman kelapa sawit.DAFTAR PUSTAKA Adiwiganda. A. Lima Puluh Delapan Kiat Meningkatkan Produktivitas dan Mutu Kelapa Sawit. I. Semangun. Yokyakarta. Hartono. Pusat Penelitian Kelapa Sawit. 208 hal. Sutarta dan Winarna (Eds).. Penebar Swadaya. Rahutomo. dan M. 2008. F. Departemen Agronomi dan Hortikultura. Fauzi. M. S. W. F. Direktorat Jenderal Perkebunan. Departemen Pertanian. Departemen Tanah. Widyastuti. 1992. Sutarta. Fakultas Pertanian. Laporan Akhir Survey Tanah dan Evaluasi Lahan untuk Perkebunan Kelapa Sawit Tingkat Semi Detail Skala 1 : 25 000 Areal Perkebunan PT Tunggal Perkasa Plantations Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau. Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq. Gajah Mada University Press. Manajemen Pemupukan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq. Analisis Usaha dan Pemasaran. Y. 1994. 163 hal. 2008. Sianturi. S. 2009. Institut Pertanian Bogor. Skripsi. 2005. dan A. 310 hal.U. Darmosarkoro dan Winarna. Institut Pertanian Bogor. 2008. (Tidak Dipublikasikan) Sukamto. R. S. Siahaan. Medan. 68 hal. Fakultas Pertanian. Medan. Dalam W. Pusat Penelitian Marihat – Bandar Kuala. Leiwakabessy. E. . Lahan dan Pemupukan Kelapa Sawit. Edisi revisi. 57 hal. 435 hal. Jakarta. 83 hal. Direktorat Jenderal Perkebunan. 411 hal. PT AAL. Y. Jakarta. Satyawibawa. Pahan. hal. Manajemen Agribisnis Kelapa Sawit. Mangoensoekarjo. Pupuk dan Pemupukan. E. I. Bogor. Statistik Perkebunan Indonesia 2008 – 2010 Kelapa Sawit. 2005. Kursus Manajemen Perkebunan Dasar Bidang Tanaman. PT Astra Agro Lestari.) di Indonesia. Penebar Swadaya. Sutandi. Panduan Lengkap Kelapa Sawit. R.) di Kebun Inti Pir Trans PT Agrowijaya Sei Tungkal Jambi. Lubis. M. Jakarta. Penebar Swadaya. dan H. Kelapa Sawit: Budidaya. 2003. 2004. R. Pemanfaatan Hasil dan Limbah. 2006. Jakarta. Darmosarkoro. Lembaga Pendidikan Perkebunan Kampus Medan. Pematang Siantar. Jakarta. 81. E. Bogor. S.

52 hal. . Dalam W. Lahan dan Pemupukan Kelapa Sawit.58 Winarna. S. E. Teknologi pemupukan tanaman kelapa sawit. Darmosarkoro. Sutarta dan Winarna (Eds). Sutarta. 2003. Medan.) Jurusan Budidaya Pertanian. Pusat Penelitian Kelapa Sawit. 1990. Fakultas Pertanian. S. W. Darmosarkoro dan E. Budidaya Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.113-131. hal. Yahya. S. Institut Pertanian Bogor.

LAMPIRAN .

30 bibit 150 bibit 150 bibit 45 bibit 150 bibit 40 bibit 150 bibit 40 bibit 150 bibit 1 RTH 2 RTH 2 RTH 50 kg 150 kg 150 kg 4 karung 13 karung 20 karung 6 karung 20 karung 20 karung 4 karung 17 karung 20 karung 5 karung 20 karung 20 karung 4 karung 16 karung 20 karung Lokasi Mes ATC PT TPP Kantor besar PT TPP Kantor besar PT TPP Mes ATC PT TPP Blok 2 afd V Blok 2 afd V Blok 4 afd V Blok 4 afd V Gor TPP Blok 9 afd V Blok 9 afd V Blok 9 afd V Blok 9 afd V Blok 4 afd V Gor TPP Blok 24 afd V Blok 24 afd V Blok 24 afd V Blok 24 afd V Blok 24 afd V Gor TPP - ..(satuan/HK)…………..Lampiran 1. Jurnal Harian Kegiatan Magang Sebagai Karyawan Harian Lepas (KHL) di PT Tunggal Perkasa Plantations Tanggal 15-02-2010 16-02-2010 17-02-2010 18-02-2010 22-02-2010 23-02-2010 24-02-2010 25-02-2010 27-02-2010 28-02-2010 01-03-2010 02-03-2010 03-03-2010 04-03-2010 05-03-2010 06-03-2010 07-03-2010 08-03-2010 09-03-2010 10-03-2010 11-03-2010 12-03-2010 13-03-2010 14-03-2010 Uraian Kegiatan Tiba di lokasi Lapor.. Penyulaman Mucuna sp. Penyulaman Mucuna sp.……………. Olahraga Libur Pembuatan RTH Pembuatan RTH Pembuatan RTH Pembuatan RTH Pemupukan NPK Olahraga Libur Pemupukan (pupuk kandang) Pemupukan (pupuk kandang) Pemupukan (pupuk kandang) Pemupukan (pupuk kandang) Pemupukan (pupuk kandang) Olahraga Libur Prestasi Kerja Penulis Karyawan Standar . Penyulaman Mucuna sp. apel pagi di kantor besar Pembagian lokasi magang Menunggu diantarkan ke lokasi magang Penyulaman Mucuna sp....

Perawatan Mucuna sp.3 ha 0. Olahraga Libur Praktek panen didampingi oleh mandor Praktek panen didampingi oleh mandor Pemupukan Kieserite Pemupukan Kieserite Pemupukan Kieserite Olahraga Libur Penyemprotan CWC Penyemprotan lalang Penyembrotan CWC Membuat tapak timbun Rawat parit Olahraga Libur Rawat gawangan DAK Rawat gawangan DAK Inisial pruning (TM 1) Lokasi Blok 21 afd V Blok 8 afd V Blok 8 afd V Blok 8 afd V Blok 8 afd V Gor TPP Blok 10 afd U Blok 10 afd U Blok 21.25 ha 0.2 ha 0. Perawatan Mucuna sp. Perawatan Mucuna sp.25 ha 0..25 ha 4 jjg 60 jjg 7 jjg 60 jjg 100 kg 250 kg 250 kg 0. (Lanjutan) Prestasi Kerja Penulis Karyawan Standar .5 ha 0.61 Lampiran 1.22 afd V Blok 19 afd V Blok 20 afd V Gor TPP Blok 17 afd V Blok 17 afd V Blok 18 afd V Blok 7 afd V Blok 7 afd V Gor TPP Blok 9 afd V Blok 9 afd V Blok 5 afd R .…………….25 ha 0...25 ha 0.5 ha 17 pohon - Tanggal 15-03-2010 16-03-2010 17-03-2010 18-03-2010 19-03-2010 20-03-2010 21-03-2010 22-03-2010 23-03-2010 24-03-2010 25-03-2010 26-03-2010 27-03-2010 28-03-2010 29-03-2010 30-03-2010 31-03-2010 01-04-2010 02-04-2010 03-04-2010 04-04-2010 05-04-2010 06-04-2010 07-04-2010 Uraian Kegiatan Pemupukan NPK Perawatan Mucuna sp.5 ha 0.5 ha 3 8 2 ha 2. 150 kg 250 kg 250 kg 0.5 ha 0...(satuan/HK)…………..

..4 ha/ jam 2 kep 10 kep 10 kep Tanggal 08-04-2010 09-04-2010 10-04-2010 11-04-2010 12-04-2010 13-04-2010 14-04-2010 15-04-2010 Uraian Kegiatan Inisial pruning (TM 1) Penguntilan pupuk urea Olahraga Libur Pemupukan mekanis (Fertilizer spreader) Pemupukan mekanis (Fertilizer spreader) Memancang untuk penyisipan Penyemprotan resam Lokasi Blok 5 afd R Gudang afd V Gor TPP Blok 4.……………. (Lanjutan) Prestasi Kerja Penulis Karyawan Standar .62 Lampiran 1.9 afd T Blok 7 afd W Blok 1 afd V ......(satuan/HK)…………. 20 pohon 6. 5 afd T Blok 8.

Tanggal 16-04-2010 17-04-2010 18-04-2010 19-04-2010 20-04-2010 21-04-2010 22-04-2010 23-04-2010 24-04-2010 25-04-2010 26-04-2010 27-04-2010 28-04-2010 29-04-2010 30-04-2010 01-05-2010 02-05-2010 03-05-2010 04-05-2010 05-05-2010 06-05-2010 07-05-2010 Lama Kegiatan (jam) 3 7 5 7 7 7 7 10 10 7 7 7 7 7 Lokasi Gudang afd V Gor TPP Blok 25 afd V Blok 15 afd V Blok 11 afd V Blok 11 afd V Pekanbaru Pekanbaru Pekanbaru Gudang TPP Blok 12 afd V Blok 5 afd V ATC TPP ATC TPP Gor TPP Blok 22 afd V Blok 22 afd V Blok 2 afd V Blok 2 afd V Blok 2 afd V .78 Olahraga 17 19.88 Mengawasi pemupukan kieserite 8 24.88 Mengawasi pemupukan kieserite 8 24.63 Lampiran 2.61 Perawatan Mucuna sp. Jurnal Harian Kegiatan Magang Sebagai Pendamping Mandor di PT Tunggal Perkasa Plantations Prestasi Kerja Jumlah KHL Luas Areal Uraian Kegiatan yang Diawasi yang Diawasi (orang) (ha) Mengawasi penguntilan pupuk urea 4 Olahraga Libur Mengawasi pemupukan urea 11 18. Mengawasi penyisipan Mucuna sp.90 asisten 3 25.61 Membantu persiapan acara pernikahan asisten Membantu persiapan acara pernikahan asisten Membantu persiapan acara pernikahan 15 24.88 Mengawasi penyisipan Mucuna sp. 22 34.02 Perawatan Mucuna sp.80 Mengawasi pemupukan NPK 12 12.84 libur 8 24. 8 34.27 Mengambil pupuk di gudang TPP Mengawasi pemupukan NPK Pengukuran daun ke 3 dan 9 Mengikuti training mandor pupuk Mengikuti training mandor pupuk 19 24.

(Lanjutan) Prestasi Kerja Jumlah KHL Luas areal yang Diawasi yang Diawasi (orang) (ha) 10 22.69 24 39.67 - Tanggal 08-05-2010 09-05-2010 10-05-2010 11-05-2010 12-05-2010 13-05-2010 14-05-2010 15-05-2010 Uraian Kegiatan Olahraga Libur Mengikuti training pemupukan mekanis Kunjungan ke pabrik TPP Kunjungan ke pabrik TPP Mengawasi penyemprotan resam Mengawasi pemupukan NPK Olahraga Lama kegiatan (jam) 10 7 7 7 7 - Lokasi Gor TPP ATC TPP Pabrik TPP Pabrik TPP Blok 17 afd V Blok 18 afd V Gor TPP .64 Lampiran 2.

Jumlah Mandor yang Diawasi (orang) 2 1 1 2 2 Lama Kegiatan (jam) 6 4 4 3 5 8 5 6 8 5 7 7 Lokasi Kantor afd S Kantor besar TPP Blok 20 afd V Gudang afd V Blok 9 afd V Gor TPP Kantor afd S Kantor besar TPP Blok 1 afd V Gor TPP Kantor afd S Kantor besar TPP Blok 14 afd R Blok 14 afd R .54 36.33 39.53 - Tanggal 16-05-2010 17-05-2010 18-05-2010 19-05-2010 20-05-2010 21-05-2010 22-05-2010 23-05-2010 24-05-2010 25-05-2010 26-05-2010 27-05-2010 28-05-2010 29-05-2010 30-05-2010 31-05-2010 01-06-2010 02-06-2010 03-06-2010 Uraian Kegiatan Libur Membantu mengerjakan data untuk review selasa Review kantor besar TPP Memonitoring pemupukan urea Mengawasi perbaikan gudang afdeling V Memonitoring pengendalian gulma (DAK) Olahraga Libur Membantu mengerjakan data untuk review selasa Review kantor besar TPP Kantor afdeling Viktor Memonitoring pemupukan dolomit Libur Olahraga Libur Membantu mengerjakan data untuk review selasa Review kantor besar TPP Alkimatisasi Mucuna sp. Alkimatisasi Mucuna sp. Jurnal Harian Kegiatan Magang Sebagai Pendamping Asisten/Kepala Afdeling di PT Tunggal Perkasa Plantations Prestasi Kerja Luas Areal yang Diawasi (ha) 35.65 Lampiran 3.

(Lanjutan) Prestasi Kerja Jumlah Mandor Luas Areal yang Diawasi yang Diawasi (orang) (ha) 2 - Tanggal 04-06-2010 05-06-2010 06-06-2010 07-06-2010 08-06-2010 09-06-2010 10-06-2010 11-06-2010 12-06-2010 13-06-2010 14-06-2010 15-06-2010 Uraian Kegiatan Alkimatisasi Mucuna sp. Olahraga Libur Membantu mengerjakan data untuk review selasa Review kantor besar TPP Persiapan persentasi Persiapan persentasi Persiapan persentasi Olahraga Libur Membantu mengerjakan data untuk review selasa Review kantor besar TPP dan persentasi di kantor pabrik Lama kegiatan (jam) 7 7 6 7 7 7 10 6 Lokasi Blok 14 afd R Gor TPP Kantor afd S Kantor besar TPP Kantor afdeling V Kantor afdeling V Kantor afdeling V Gor TPP Kantor afd S Kantor besar TPP. .66 Lampiran 3.

67 Lampiran 4.3 9 110 6 112.6 Keterangan : = Curah Hujan = Hari Hujan BB = Bulan Basah = 0.4 10 238.8 9 313.2009 Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli agustus September Oktober November Desember Jumlah BB BK 2000 CH HH 227 10 98 10 123 5 263 16 95 6 210 7 92 7 42 7 163 9 139 8 161 17 156 10 1769 112 8 1 CH HH 2001 CH HH 194 14 130 10 75 8 249 15 101 4 25 2 70 5 42 5 261 9 292 16 357 17 142 14 1938 119 8 2 2002 CH HH 239 11 48 5 357 10 27 11 18 6 10 4 20 5 13 6 18 6 276 8 358 16 346 19 1730 107 5 7 2003 CH HH 315 18 226 11 322 12 261 17 271 12 86 6 81 9 146 10 128 11 119 9 659 18 917 30 3531 163 10 0 Q 2004 CH HH 390 17 173 9 260 18 272 20 202 12 303 17 81 7 380 14 357 19 365 18 344 17 3127 168 10 1 = = 2005 CH HH 122 7 49 7 235 17 366 14 409 15 137 8 74 10 418 10 270 11 410 12 324 12 201 13 3015 142 10 1 2006 CH HH 326 13 162 11 214 11 501 16 196 8 199 8 103 5 41 4 80 5 80 10 218 14 307 14 2427 119 9 1 2007 CH HH 136 7 107 12 150 11 618 13 386 16 91 7 154 10 63 5 116 9 126 14 352 10 247 12 2546 126 10 1 2008 CH HH 196 15 169 7 933 19 425 13 146 8 327 13 204 14 113 14 283 12 468 14 1280 16 152 12 4696 157 12 0 2009 CH HH 205 11 196 11 462 17 306 12 139 5 15 6 27 3 329 9 215 10 122 9 382 17 458 20 2856 130 10 2 Rataan CH HH 235 12 135.1 13 328.8 9 128.8 15 196.9 12 445. Curah Hujan dan Hari Hujan di PT Tunggal Perkasa Plantations. Indragiri Hulu. Riau Periode 2000 .8 8 191.5 135 9.1739 (tipe Iklim B) BK = Bulan Kering Q = Nilai untuk menentukan batas-batas tipe iklim berdasarkan klasifikasi Schmidth-Ferguson Klasifikasi iklim menurut Schmidth-Ferguson A = Daerah sangat basah F = Daerah kering B = Daerah basah G = Daerah sangat kering C = Daerah agak basah H = Daerah ekstrim kering D = Daerah sedang E = Daerah agak kering .2 1.6 16 327 16 2763.

fibric* < 4.100 60 – 140 140 – 200 Sapric.75 140 – 200 200 – 400 Hemic. bila berlapis dengan bahan mineral/pengkayaan mineral Kematangan Ketersediaan Hara (nr) KTK liat (meq(+)/kg) Kejenuhan Basa (%) pH H2O Toksisitas (xc) Salinitas (ds/m) Sodisitas (xn) Alkalinitas/ESP (%) Toksisitas sulfidik (xs) Kedalaman sulfidik (cm) Bahaya Erosi (eh) Lereng (%) Tingkat bahaya erosi (eh) Bahaya Banjir (fh) Banjir Penyiapan Tanah (lp) Batuan permukaan (%) Singkapan batuan (%) Keterangan : * = yang dominan Halus.5 >0.0 ≤ 0.2 – 5.125 8 – 16 Low -moderat Agak kasar 35 – 55 50 .32 1450 – 1700 2500 – 3500 2-3 Agak Terhambat 20 .5 – 7. Kelas Kesesuaian Lahan di PT Tunggal Perkasa Plantations.Lampiran 5. Riau Persyaratan tumbuh/Karakteristik Lahan Suhu (tc) Suhu tahunan rata-rata (°C) Ketersediaan Air (wa) Curah hujan tahunan rata-rata (mm) Jumlah bulan kering (bulan) Ketersediaan Oksigen (oa) Kelas drainase S1 25 – 28 Kelas Kesesuaian Lahan S2 S3 22 -25 28 .0 3-4 60 . sedang < 15 >100 < 60 < 140 Sapric* 15 – 35 75 . cepat Kasar >55 <50 >200 >400 Fibric Keadaan Perakaran (rc) Tekstur tanah (permukaan) Fraksi kasar (%) Kedalaman tanah (cm) Gambut: Kedalaman (cm) Kedalaman (cm).8 <2 >125 <8 Very low >4 < 60 >30 Very severe >F2 >40 > 25 F0 <5 <5 F1 5 – 15 5 – 15 F2 15 – 40 15 – 25 Sumber : Kantor Besar PT Tunggal Perkasa Plantations (2010) .8 2-3 100 .100 16 – 30 severa >16 >20 5.0 – 6.22 32 . Indragiri Hulu.0 6. hemic* ≤ 16 ≤ 20 1.35 1250 – 1450 3500 – 4000 3-4 Terhambat. agak cepat N < 20 > 35 1700 – 2500 <2 Baik – sedang < 1250 >4000 >4 Sangat terhambat. agak halus.2 >7.

Indragiri Hulu. Riau Utara OA = Afdeling Alfa OW= Afdeling Wisky OA = Afdeling Alfa OW = Afdeling Wisky . Peta PT Tunggal Perkasa Plantations.Lampiran 6.

70 Lampiran 7. Riau ADMINISTRATUR Deputi ADM ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------ CDO Kerani Kebun PIC ATC Asisten SHE Asisten HPT Kepala Kebun Kepala Pabrik Kepala Teknik Kepala Tata Usaha PIC R&D Asisten PPIC Sekt. Administratur PIC DATA PMS Asisten Afdeling Asisten Pabrik Asisten Teknik Kepala Bagian HRGA Kerani CDO Kepala Poliklinik Admin ATC Mandor 1 HPT Mandor 1 Afdeling Mandor 1 Transport Mandor 1 Pabrik Mandor 1 Teknik Kasir Mandor Rawat Kerani Afdeling Kerani HPT Mandor Panen Kerani 1 Kerani HR Asisten bibit Kerani Panen Kerani Pabrik Mandor PPIC Mandor Bibit DEO Tanaman DEO Teknik DEO Pabrik Keterangan : ------------. Struktur Organisasi di PT Tunggal Perkasa Plantations. Indragiri Hulu.= Garis Koordinasi = Garis Komando DEO Umum .

13 9.28 14.28 14.11 7. 11.1 .70 40.96 28. 2.44 No. 9.40 48.28 14.80 30.90 20.19 17.93 25.15 11.5 <3 Basis Borong Datar Rolling/Rawa (kg) (janjang) (kg) (janjang) 1 300 76 850 40 1 300 76 1 100 55 1 300 76 1 100 55 1 300 85 1 100 65 1 300 85 1 100 70 1 200 95 1 000 75 1 100 100 900 80 1 000 110 900 80 850 120 700 100 650 130 500 110 450 140 400 130 Tarif Premi (Rp/kg) Kelas Pemanen C B A 14.90 20.70 58.1 . 5.71 Lampiran 8.1 . 7.15 13. 4.90 23.44 41.65 33. Sistem Perhitungan Premi Pemanen PT Tunggal Perkasa Plantations Tahun Tanam 1975 – 1979 1980 – 1986 1987 – 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 BJR (kg) > 19 17.90 20.37 16.92 19.19 15.90 26. 10.1 .88 18.62 21.1 .28 21.28 14.90 20.9 5. 6.1 .37 16.96 16.1 .37 16. Sumber: Kantor Besar PT Tunggal Perkasa Plantations . 1. 3.56 18.1 .90 20.28 15.7 3.30 21. 8.1 .37 16.37 16.

7. 9 Brondolan di piringan Buah matang tinggal Susunan pelepah Pemotongan pelepah 6 6 2 1 2 1 2 9 Penentuan kelas pemanen: A : ≥ 100 % B : 100 % < x ≥ 95 % C : < 95 % Premi kelas pemanen: A = 42.75 C = 28.72 Lampiran 9.19 B = 33. Tangkai panjang 9 4. Buah mentah dipanen 10 3.69 . 8. 5. Kriteria Kelas Pemanen di PT Tunggal Perkasa Plantations No. Brondolan di TPH Buah di TPH resmi 3 3 6. Faktor Penilaian Output pemanen Kriteria Penilaian > 100 % < 100 % 0% >0% 0% >0% Semua brondolan di dalam karung Brondolan tidak dikarungi 100 % < 100 % ≤ 2 brondolan/tapak panen > 2 brondolan/tapak panen 0% >0% di gawangan mati tidak di gawangan mati Tidak over pruning over pruning Kategori A C A C A C A C A C A C A C A C A C Nilai 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 Bobot Penilaian 2 Keterangan persen kriteria penilaian diperoleh dari perbandingan tonase yang didapat dan target basis panen Persen diperoleh dari perbandingan jumlah janjang buah mentah dan total jumlah janjang panen Persen diperoleh dari perbnadingan jumlah buah tangkai panjang dan buah yang dipanen Dilihat dari pengamatan di lapangan Persen diperoleh dari perbandingan jumlah buah di TPH resmi dan buah yang dipanen 2. 1.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->