Makalah Etika Profesi Keguruan Posted by carmi92 05.

27, under mata kuliah | No comments BAB I PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang

Istilah profesi dalam kehidupan sehari-hari sering kali digunakan untuk menunjukkan tentang pekerjaan seseorang. Misalnya seseorang yang kerjanya di sawah dan di ladanga dikatakan profesinya sebagai petani dan orang yang pekerjaannya mengajar dikatakan profesinya sebagai guru. Jadi istilah profesi dalam konteks ini sama artinya dengan pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Kekurang tepatan dalam pemahaman makna profesi padankehidupan sehari-hari, maka perlunya adanya pelurusan pemahaman dalam memaknai arti profesi. Karena dalam kenyatannya tidak semua pekerjaan yang di lakukan orang atau masyarakat dapat disebut sebagai profesi. Namun hanya pekerjaaan-pekerjaan yang mmenuhi kriteria-kriteria tertentu saja yang dapat di katakana sebagai profesi dan tidak semua pekerjaan dikatakan sebagai profesi. Tidak hanya itu karena dalam sebuah profesi itu juga ada sebuah norma-norma yang mengikat yag sering disebut sebagai kode etik profesi.

B.

Tujuan Penulisan

Berpijak dari latar belakang penuliasan makalah ini, kami sebagai penulis makalah ingin sedikit memaparkan tentang penegrtian profesi dan hal-hal yang terkait dari makna profesi yang salah satunya adalah kode etik profesi.

C.

Rumusan Masalah

Dari tujuan penulisan di atas maka kami akan mencoba menjawab beberapa pertanyaan yang berkaitan erat dengan tujuan penulisan makalah ini, diantaranya : 1. 2. 3. Apa yang dimaksud dengan profesi itu ? Apa yang dimaksud dengan kode etik profesi itu ? Apa syarat-syarat sebuah profesi ?

Abdulkadir Muhammad (1997:58) juga menjelasakan profesi adalah pekerjaan tetap dalam bidang tertentu yang berdasarkan keahlian khususu yang dilakukan secara bertanggung jawab dengan tujuan memeperoleh penghasilan. 7. dapat digaris bawahi bahwa profesi adalah suatu pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian. Pengertian Kode Etik Profesi . kemahiran. atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan tertentu.14 th 2005 tentang guru dan dosen. Apa tujuan pengembangan profesi guru ? Apa tujuan kode etik profesi guru ? Bagaimana penetapan kode etik itu ? Apa fungsi kode etik profesi itu ? Apa saja sanksi pelanggaran kode etik tersebut ? BAB II PEMBAHASAN I.4. II. 5. 6. Pengertian Profesi Menurut UU no. 8.

maka kelompok profesi tersebut akan tercemar dimata masyarakat ( Bertens dalam Abdulkadir Muhammad. sehingga jika satu anggota berbuat menyimpang dari kode etiknya. Yang mana tempat pendidikan dan pelatihan itu di tempuh secara resmi pada lembaga pendidikan atau pelatihan yang di akui pemerintah berdasarkan . Dengan demikian. Di sini dia juga memaparkan bahwa kode etis profesi merupakan rumusan norma moral manusia yang mengemban profesi itu. Menurut Abdulkadir Muhammad ( 1997:77 ). Keahlian dan keterampilan Yaitu pekerjaan di bidang tertentu berdasarkan keahlian dan keterampilan khusus yang mana keahlian dan keterampilan tersebut di peroleh melalui pendidikan dan pelatihan. sehingga kode etik profesi dapat di ubah seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. prinsip-prinsip keprilakuan yang telah diterima kelompok orang-orang yang tergabung dalam himpunan organisasi keprofesian tertentu.Kode etik profesi adalah sutu norma yang ditetapkan dan diterima oleh kelompok profesi yang mengarahkan atau memberi petunjuk kepada anggotanya bagaimana seharusnya berbuat dan sekaligus manjamin mutu moral profesi itu dimata masyarakat. Kode etik profesi menjadi tolok ukur perbuatan anggota kelompok profesi. menyatakan bahwa pada dasarnya kode etik profesi merupakan produk etika terapan karena dihasilkan berdasarkam penerapan pemikiran etis suatu profesi.kode etik keprofesian pada hakekatnya merupakan suatu system peraturan atas perangkat. Misalnya tidak ada seorang dokter yang merangkap apoteker. Syarat-Syarat Profesi Abdulkadir Muhammad (1997:59-61) juga memaparkan bahwasanya profesi secara umum memiliki enam kriteria atau syarat-syarat. Spesialisasi Artinya pekerjaan tersebut berkaitan dengan bidang keahlian yang dipelajari dan ditekuni dan biasanya tidak ada rangkapan dengan pekerjaaan lain di luar keahliannya itu. sehingga kode etik di gunakan sebagai upaya pencegahan berbuat yang tidak etis bagi anggotanya. yaitu: 1. 1997:77 ). III. 2.

Dalam pelayanan orang profesional selalu mempertahankan cita-cita luhur profesi sesuai dengan tuntutan kewajiban dari hati nurani bukan karena sekedar hobi belaka. Tanggung jawab Maksudnya adalah dalam memberikan pelayanan harus bertanggungjawab kapada diri sendiri dan masyarakat. Sedangkan terus-menerus artinya berlabgsubg untuk jangka panjang sampai pensiun atau berakhir masa kerja profesi yang bersangkutan. Tanggung jawab kepada masyarakat maksudnya adalah kesediaan member pelayanan sebaik mungkin sesui dengan profesinya tanpa membedakan antara pelayanan bayaran dan pelayanan Cuma-Cuma. 3.misalnya : Ikatan Dokter indonasia (IDI). Mengutamakan pelayanan Mengutamakan pelayanan maksudnya adalah pekerjaan itu lebih mengutamakan pelayanan daripada imbalan ( pendapatan ). 4. 5. Tanggug jawab kepada diri sendiri artinya adalah ia bekerja karena integritas moral. dan Persatuan Guru Republik Indonesia ( PGRI ). dan professional sabagai bagian dari kehidupan.undang-undang dan dibuktikan dengan sertifikasi yang dikeluarkan oleh lembaga tersebut.(2009:16) menyarankan syarat-syarat profesi guru ada 8 syarat. National Educatiaon Association (NEA) dalam Udin Syaefudin Sa’ud. Dalam bidang profesi guru. artinya mendahulukan apa yang harus dikerjakan bukan berapa bayaran yang diterima dan bentuk pelayanan pun harus memuaskan. yaitu : 1. tetap artinya tidak berubah-ubah pekerjaannya. Organisasi profesi Kelompok atau organisasi profesi merupakan masyarakat moral yang memiliki cita-cita dan nilai-nilai bersama dan memiliki acuan yang disebut kode etik profesi. 6. serta menghasilkan layanan yang bermutu yang berdampak positif bagi masyarakat. Tetap atau terus menerus Yaitu bersifat tetap dan terus menuerus. Jabatan yang melibatkan kegiatan intelektual . intelektual.

baik kepala sekolah. 6. 4.2. sikap. 5. seni dan keterampilan untuk meningkatkan mutu proses pembelajaran dalam rangka menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi pendidikan pada umumnya maupun lingkup sekolah pada khususnya. guru harus meningkatkan pengetahuan. berdasarkan lingkungan kerja maupun di dalam hubungan keseluruhan maka akan tercipta lingkungan kerja yang nyaman. Sebagai jabatan profesi. teknologi. 3. hal tersebut dapat dilakukan dari dua segi. setiap sekolah seharusnya mengadakan in service training. Jika guru dapat menciptakan dan memelihara hubungan antara sesama. dan belajar. In service training tidak hanya pada wilayah prinsip-prinsip pendidikan (pengajaran). jabatan guru harus selalu dikembangkan. 8. serta memburu ilmu-ilmu pendidikan yang setiap saat berkembang untuk kemudian diterapkan dalam pelaksanaan pengajaran sehari-hari. Perkembangan Profesi Guru Kegiatan pengembangan profesi adalah. yaitu dorongan seorang pemimpin kapada guru untuk mengikuti penataran atau kegiatan . Di samping guru harus menjawab tantangan perkembangan masyarakat. dan ketrampilan secara terus-menerus. melainkan juga pada wilayah teknis pragmatis dan aktivitas pengajaran sehari-hari.1 Guru adalah tenaga profesi yang melaksanakan proses pembelajaran. dan staf. Maksudnya. yaitu dari segi eksternal dan iternal. Untuk peningkatan guru tersebut. erat Jabatan yang menggeluti suatu batang tubuh ilmu khusus Jabatan yang memerlukan persiapan profesional yang lama Jabatan yang memerlukan “latihan dan jabatan”yang berkesinambungan Jabatan yang menjajikan karir hidup dan keanggotaan yang permanen. 7. Jabatan yang menentukan baku (standar) sendiri Jabatan yang lebih mementingkan layanan diatas keuntungan pribadi Jabatan yang memepunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin IV. siswa. kegiatan guru dalam rangka penerapan dan pengembangan ilmu pengetahuan. Usaha mengembangkan profesi guru ini. dalam hal ini adalah guru dituntut untuk selalu membaca. guru. Dari segi eksternal.

meliputi kegiatan sebagai berikut : a. wibawa. Dengan demikian pihak penerima layanan keprofesian diharapkan dapat terjamin haknya untuk memperoleh jasa pelayanan yang berkualitas sesuai dengan kewajibannya untuk memberikan imbalannya. Sedangkan dari segi internal. Guru sebagai profesi dikembangkan melalui: pertama Sistem Pendidikan. b. Dengan demikian guru akan lebih efektif dan efisien dalam melakukan tugas profesi. guru dapat berusaha belajar sendiri untuk dapat berkembang dalam jabatannya. adapun kode etik profesi guru tersebut diantaranya : . Dalam dunia keguruan misalnya. moral. c. kedua Sistem penjaminan mutu. juga tidak lepas dari norma-norma yang mengikat dalam keprofesiannya yang disebut kode etik profesi guru. maupun secara sosial. Pemerintah melalui presiden sudah mencanangkan guru sebagai profesi pada tanggal 2 desember 2004. kultiural dan lainnya.akademik yang memberikan kesempatan guru untuk belajar lagi. profesi guru ini perlu dikembangkan guna pemeliharaan dan perawatan profesi guru. baik yang bersifat financial. d. Dalam kaitan dengan Usaha mengembangkan profesi guru. e. dan keempat sistem pendukung profesi guru2 Tujuan kegiatan pengembangan profesi guru adalah untuk meningkatkan mutu guru agar guru lebih profesional dalam pelaksanaan tugas pada bidang pengembangan profesi. Menemukan teknologi tepat guna dibidang pendidikan. Mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum. V. Membuat alat pelajaran/alat peraga/alat bimbingan. dan kredibilitas pribadi dan keprofesiannya serta hak atas imbalan yang layak sesuai dengan kewajiban jasa pelayanannya (Udin Syaefudin Saud. 2009:79). ketiga sistem manajemen. Menciptakan karya seni. Pihak pengemban tugas pelayanan keprofesian juga diharapkan juga terjamin martabat. Melakukan kegiatan karya tulis/karya ilmiah di bidang pendidikan. Tujuan Kode Etik Profesi Guru Adapun maksud dan tujuan pokok diadakannya kode etik ialah untuk menjamin agar tugas pekerjaan keprofesian itu terwujud sebagaimana mestinya dan kepentingan semua pihak terlindungi sebagai mana layaknya.

Guru secara pribadi dan bersama-sama. maka ada jaminan bahwa profesi tersebut dapat dijalankan secara murni dan baik. Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia indonesia seutuhnya yang berjiwa pancasila 2. karena setiap anggota profesi yang melakukan pelanggaran serius terhadap kode etik dapat dikenakan sangsi. Mulyasa (2007:45). Guru memelihara hubungan seprofesi. 7. Dengan demikian penetapan kode etik tidak boleh ditetapkan secara perorangan tetapi harus dilakukan oleh organisasi. Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan rasa tanggung jawab bersama terhadap pendidikan. 3. Guru menciptakan suasana sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar. VI. 6. VII. Penetapan Kode Etik Kode etik hanya dapat di tetapkan oleh suatu organisasi profesi yang berlaku dan mengikat para anggotanya. tidak dapat dikenakan aturan yang ada dalam etik tersebut. 5. 9. Guru melaksanakan segala kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan. 8. Kode etik hanya akan mempunyai pengaruh yang kuat dalam menegakan disiplin di kalangan profesi tersebut. Fungsi Kode Etik Profesi . Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran professional Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan. Jika setiap orang yang menjalankan suatu profesi secara otomatis bergabung dalam suatu organisasi. Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian.mengembangkan dan meningkatkan mutu dan martabat profesinya. 4. sehingga orang-orang yang bukan atau tidak menjadi anggotan profesi. semangat kekeluargaan dan kesetiakawanan sosial.1.

peran dan fungsi yang sangat penting dan strategis dalam menopang keberadaan dan kelangsungan hidup suatu profesi di mata msyarakat. namun kenyataannya bahan kayu yang dipasanga adalah kayu dengan mutu kelas 2. Insinyur pemborong bangunan sepakat membangun gedung menurut konstruksi yang ditetapkan dalam kontrak kerja. Hal ini jelas sekali melanggar kode etik profesi yang di sebabkan kurangnya iman. sehingga mencari keuntungan dengan cara yang melanggar etika yang berlaku. . yaitu hubungan insinyur pemborong dengan pimpinan proyek ( Konsultan pengawas ). Dengan demikian kode etik keprofesian itu memiliki kedudukan. Kontrak menyatakan bahwa semua bahan kayu adalah kayu kelas 1. bagi para pengemban tugas profesi akan menjadi pedoman dalam bertindak serta acuan dasar dalam segala bentuk keprilakuannya dalam rangka memelihara dan menjunjung tinggi martabat dan wibawa serta kredibilitas visi. hal ini terjadi bukan karena tanpa alasan pastinya. Pengaruh sifat kekeluargaan Pengaruh jabatan Pengaruh konsumerisme Karena lemahnya keimanan Contoh dalam dunia konstruksi misalanya. 2. diantaranya adalah : 1. disini terjadi pengurangan nilai yang hal ini terjadi karena adanya kolusi bermotif mencari keuntungan yang sebesar-besarnya antara pemborong dengan konsultan pengawas. alasan-alasan itu adalah: 1. 4. Sebagai sarana kontrol sosial Sebagai pencegah campur tangan pihak lain Sebagai pencegah kesalahpahaman dan konflik Namun dalam kenyataannya tidak sedikit para professional sering kali mengabaikan kode etik profesi yang telah ada dan di tetapkan. Alasan-alasan yang mendasar kanapa para professional mengabaikan kode etik profesi.misi dan fungsi bidang profesinya. 2. 3. 3. dengan demikian maka kode etik itu dapat merupakan acuan normatif dan juga operasional.Sumaryono dalam Abdulkadir Muhammad (1997:78) menjelasakan beberapa alasan kenapa kode etik profesi perlu dirumuskan secara tertulis.

Begitu juga dalam penetapan kode etik sebuah profesi. IX. termasuk pemberlakuan sanksi keprofesian bagi pihak-pihak yang terkait. demikian juga diharapkan kesediaan profesi untuk menjalankan kontrol terhadap pelanggar. kode etik merupakan landasan yang bertindak sesuai dengan keperluannya. Kode Etik Guru Indonesia Dalam setiap profesia pasti tidak lepas yang di namakan kode etik. seringkali kode etik juga berisikan ketentuan-ketentuan profesional. Karena pada umumnya kode etik merupakan landasan moral. begitu juga dalam profesi guru. berupa celaan dari rekan-rekannya. seorang guru harus . Sanksi moral. Menurut Mulyasa (2007:46) menjelaskan. Ketentuan itu merupakan akibat logis dari self regulation yang terwujud dalam kode etik. Sanksi Pelanggaran Kode Etik Dalam setiap penetapan aturan atau tata tertib. maka juga ada sanksi-sanksi yang bagi anggota yang melanggar kode etik tersebut. Dalam menjalankan tugas profesiny. merupakan sangsi yang dianggap terberat Kasus-kasus pelanggaran kode etik akan ditindak dan dinilai oleh suatu dewan kehormatan atau komisi yang dibentuk khusus untuk itu. Karena tujuannya adalah mencegah terjadinya perilaku yang tidak etis. kode etik juga merupakan landasan jika di pandang perlu untuk mengajukan tuntutan kepada pihak yang berwenang dalam hal terjadinya sesuatu yang tidak diharapkan dari pengemban profesi yang bersangkutan. seperti kewajiban melapor jika ketahuan teman sejawat melanggar kode etik. pedoman sikap. tingkah laku. 2. dan perbuatan.Bagi para pemakai jasa layanan profesional. sedangkan bagi para pembina dan penegak kode etik khususnya dan penegak hukum pada umumnya. bahwa sanksi pelanggaran kode etik tersebut adalah sebagai berikur : 1. maka tidak lepas dengan yang namanya sanksi bagi para pelanggar peraturan atau tata tertib tersebut. VIII. seperti kode itu berasal dari niat profesi mengatur dirinya sendiri. Sanksi dikeluarkan dari organisasi.

setelah 100 hari proklamasi kemerdekaan Indonesia. Profesionalisme guru dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah: 1. Kepuasan kerja Supervisi pendidikan Komitmen PGRI Persatuan Guru Republik Indonesia lahir pada 25 November 1945. Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan pemerintah dalam pidana pendidikan X. 1. Guru secara sendiri dan atau bersama-sama berusaha mengembangkan dan meningkatkan mutu profesinya. diantaranya adalah : 1. tetapi menghindarkan diri dari segala bentuk penyalahgunaan. Organisasi profesional keguruan di indonesia: PGRI. terutama dalam memperoleh informasi tentang anak didik. Guru secara bersama-sama memelihara. memberi dan meningkatkan mutu organisasi. 2. Guru memelihara hubungan baik dengan masyarakat yang lebih luas untuk kepentingan pendidikan. 6. Guru mengadakan komunikasi. Cikal bakal organisasi PGRI adalah diawali dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) tahun 1912. MGMP. 8. . 3. 5. 4. KKG Organisasi profesi adalah suatu wadah perkumpulan orang-orang yang memiliki suatu keahlian khusus yang merupakan ciri khas dari bidang keahlian tertentu. 7. Guru berbakti membimbing anak didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangunan yang sesuai dengan falsafah negara. Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua murid sebaik-baiknya bagi kepentingan pendidikan. bahwa ada delapan macam isi kode etik profesia guru Indonesia. Guru memiliki kejujuran profesional dalam menerapkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan anak didik masing-masing. Menurut Mulyasa (2007:47) menjelaskan. 2.senantiasa menjaga kode etik profesi guru tersebut sebagai pedoman dalam menjalankan profesinya. 3.

Guru merupakan pioner pendidikan sehinnga dituntut oleh UUSPN tahun 1989: pasal 31. dan misi kesejahteraan. 1. serta kedaerahan. Misi politis teologis tidak lain dari upaya penanaman jiwa nasionalise. 4. 5. yaitu misi politis-deologis. organisasi ini disamping memiliki misi profesi juga ada tiga misi lainnya. MGMP Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) didirikan atas anjuran pejabat-pejabat Departemen Pendidikan Nasional. 2. Misi profesi PGRI adalah upaya untuk meningkatkan mutu guru sebagai penegak dan pelaksana pendidikan nasional. lebih jauh lagi bangsa dan negara. ayat 4. Organisasi ini bertujuan untuk meningkatkan mutu dan profesionalisasi dari guru dalam kelompoknya masing-masing. Pada saat didirikannya. Dengan demikian PGRI merupakan organisasi profesi yang memiliki kekuatan dan mengakar diseluruh penjuru indonesia. misi peraturan organisaoris. misi. 3. pasal 61 agar memasuki organisasi profesi kependidikan serta selalu meningkatkan dan mengembagkan kemampuan profesinya. Arrtinya. Dipandang dari segi derajat keeratan dan keterkaitan antaranggotanya. Misi peraturan organisasi PGRI merupakan upaya pengejawantahan peaturan keorgaisasian .kemudian berubah nama menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI) tahun 1932. PGRI memiliki potensi besar untuk meningkatkan hakikat dan martabat guru. juga penanaman nilai-nilai luhur falsafah hidup berbangsa dan benegara. yaitu komitmen terhadap pernyataan bahwa kita bangsa yang satu yaitu bangsa indonesia. dan PP No. 1. PGRI berbentuk persatuan (union). 38 tahun 1992. Keanggotaan organisasi profesi ini bersifat langsung dari setiap pribadi pengemban profesi kependidikan. Sedangkan struktur dan kedudukannya bertaraf nasional. terutama dalam menyamakan persepsi terhadap visi. kewilayahan. dan kode etik keelasan sruktur organisasi. yaitu pancasila. Pada tahap pelaksanaannya dapat dibagi ke dalam kelompok kerja guru . masyarakat. KKG Kelompok Kerja Guru (KKG) sebagai kelompok kerja seluruh guru dalam satu gugus.

Memfasilitasi kegiatan yang dilakukan di pusat kegiatan guru berdasarkan masalah dan kesulitan yang dihadapi guru. 2006). 2. dan menyenangkan (Pakem). Memberikan bantuan profesional kepada para guru kelas dan mata pelajaran di sekolah. keterampilan menjelaskan. bahwa keterampilan mengajar guru sangat memengaruhi terhadap kualitas pembelajaran di antaranya. dan kelompok kerja guru berdasarkan atas mata pelajaran. keterampilan bertanya. keterampilan serta pengembangan sikap profesional berdasarkan kekeluargaan dan saling mengisi (sharing). Meningkatkan pengelolaan proses pembelajaran yang aktif. keilmuan. Melalui KKG dapat dikembangkan beberapa kemampuan dan keterampilan mengajar. 3. BAB III KESIMPULAN . Tujuan organisasi Kelompok Kerja Guru (KKG) yaitu : 1. keterampilan mengadakan variasi. keterampilan memimpin diskusi kelompok kecil dan perorangan. 4. kreatif. keterampilan memberi penguatan.yang lebih kecil. keterampilan membuka dan menutup pelajaran. yaitu kelompok kerja guru berdasarkan jenjang kelas. seperti yang di ungkapkan Turney (Abin. Meningkatkan pemahaman.

Karena pada umumnya kode etik merupakan landasan moral. pedoman sikap. 5. meliputi kegiatan sebagai berikut : a. Menurut Mulyasa (2007:46) menjelaskan. . Menemukan teknologi tepat guna dibidang pendidikan. kemahiran. e. dan perbuatan. d. atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. 1997:77 ). Spesialisasi Keahlian dan keterampilan Tetap atau terus menerus Mengutamakan pelayanan Tanggung jawab Organisasi profesi Kode etik profesi adalah sutu norma yang ditetapkan dan diterima oleh kelompok profesi yang mengarahkan atau memberi petunjuk kepada anggotanya bagaimana seharusnya berbuat dan sekaligus manjamin mutu moral profesi itu dimata masyarakat. b. Sanksi moral. 3. tingkah laku. Melakukan kegiatan karya tulis/karya ilmiah di bidang pendidikan. bahwa sanksi pelanggaran kode etik tersebut adalah sebagai berikur : 1. Abdulkadir Muhammad (1997:59-61) memaparkan bahwa profesi secara umum memiliki enam kriteria atau syarat-syarat. Tujuan kegiatan pengembangan profesi guru adalah untuk meningkatkan mutu guru agar guru lebih profesional dalam pelaksanaan tugas pada bidang pengembangan profesi.Profesi adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian. Membuat alat pelajaran/alat peraga/alat bimbingan. yaitu: 1. Mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum. 2. Menciptakan karya seni. 4. maka kelompok profesi tersebut akan tercemar dimata masyarakat ( Bertens dalam Abdulkadir Muhammad. sehingga jika satu anggota berbuat menyimpang dari kode etiknya. 6. berupa celaan dari rekan-rekannya. c.

2010. Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. Etika profesi hukum. Bandung: Citra aditya bakti Mulyasa. Implementasi Kurikulum KTSP dan Sukses dalam setifikasi Guru”. 2010. peran dan fungsi yang sangat penting dan strategis dalam menopang keberadaan dan kelangsungan hidup suatu profesi di mata masyarakat. merupakan sangsi yang dianggap terberat Kode etik keprofesian memiliki kedudukan. Sanksi dikeluarkan dari organisasi.wordpress. Jakarta. DAFTAR PUSTAKA Sa’ud.misi dan fungsi bidang profesinya.2. 2007. E. Pengembangan Profesi Guru. Rajawali Pers http://ufitahir. Udin Syaefudin.com/2010/12/18/perkembangan-profesi-guru/ . Bandung: Remaja Rosdakarya Kunandar. Bandung: Alfabeta Muhammad. Guru Profesional. Abdulkadir. 1996. dan bagi para pengemban tugas profesi akan menjadi pedoman dalam bertindak serta acuan dasar dalam segala bentuk keprilakuannya dalam rangka memelihara dan menjunjung tinggi martabat dan wibawa serta kredibilitas visi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful