Makalah Etika Profesi Keguruan Posted by carmi92 05.

27, under mata kuliah | No comments BAB I PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang

Istilah profesi dalam kehidupan sehari-hari sering kali digunakan untuk menunjukkan tentang pekerjaan seseorang. Misalnya seseorang yang kerjanya di sawah dan di ladanga dikatakan profesinya sebagai petani dan orang yang pekerjaannya mengajar dikatakan profesinya sebagai guru. Jadi istilah profesi dalam konteks ini sama artinya dengan pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Kekurang tepatan dalam pemahaman makna profesi padankehidupan sehari-hari, maka perlunya adanya pelurusan pemahaman dalam memaknai arti profesi. Karena dalam kenyatannya tidak semua pekerjaan yang di lakukan orang atau masyarakat dapat disebut sebagai profesi. Namun hanya pekerjaaan-pekerjaan yang mmenuhi kriteria-kriteria tertentu saja yang dapat di katakana sebagai profesi dan tidak semua pekerjaan dikatakan sebagai profesi. Tidak hanya itu karena dalam sebuah profesi itu juga ada sebuah norma-norma yang mengikat yag sering disebut sebagai kode etik profesi.

B.

Tujuan Penulisan

Berpijak dari latar belakang penuliasan makalah ini, kami sebagai penulis makalah ingin sedikit memaparkan tentang penegrtian profesi dan hal-hal yang terkait dari makna profesi yang salah satunya adalah kode etik profesi.

C.

Rumusan Masalah

Dari tujuan penulisan di atas maka kami akan mencoba menjawab beberapa pertanyaan yang berkaitan erat dengan tujuan penulisan makalah ini, diantaranya : 1. 2. 3. Apa yang dimaksud dengan profesi itu ? Apa yang dimaksud dengan kode etik profesi itu ? Apa syarat-syarat sebuah profesi ?

Apa tujuan pengembangan profesi guru ? Apa tujuan kode etik profesi guru ? Bagaimana penetapan kode etik itu ? Apa fungsi kode etik profesi itu ? Apa saja sanksi pelanggaran kode etik tersebut ? BAB II PEMBAHASAN I.4. II. kemahiran. 7. Pengertian Profesi Menurut UU no. dapat digaris bawahi bahwa profesi adalah suatu pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian.14 th 2005 tentang guru dan dosen. Pengertian Kode Etik Profesi . Abdulkadir Muhammad (1997:58) juga menjelasakan profesi adalah pekerjaan tetap dalam bidang tertentu yang berdasarkan keahlian khususu yang dilakukan secara bertanggung jawab dengan tujuan memeperoleh penghasilan. 5. 8. 6. atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan tertentu.

maka kelompok profesi tersebut akan tercemar dimata masyarakat ( Bertens dalam Abdulkadir Muhammad. Misalnya tidak ada seorang dokter yang merangkap apoteker. Syarat-Syarat Profesi Abdulkadir Muhammad (1997:59-61) juga memaparkan bahwasanya profesi secara umum memiliki enam kriteria atau syarat-syarat. 2. Spesialisasi Artinya pekerjaan tersebut berkaitan dengan bidang keahlian yang dipelajari dan ditekuni dan biasanya tidak ada rangkapan dengan pekerjaaan lain di luar keahliannya itu. sehingga jika satu anggota berbuat menyimpang dari kode etiknya. sehingga kode etik di gunakan sebagai upaya pencegahan berbuat yang tidak etis bagi anggotanya. Di sini dia juga memaparkan bahwa kode etis profesi merupakan rumusan norma moral manusia yang mengemban profesi itu. prinsip-prinsip keprilakuan yang telah diterima kelompok orang-orang yang tergabung dalam himpunan organisasi keprofesian tertentu. Dengan demikian. menyatakan bahwa pada dasarnya kode etik profesi merupakan produk etika terapan karena dihasilkan berdasarkam penerapan pemikiran etis suatu profesi. Yang mana tempat pendidikan dan pelatihan itu di tempuh secara resmi pada lembaga pendidikan atau pelatihan yang di akui pemerintah berdasarkan . Kode etik profesi menjadi tolok ukur perbuatan anggota kelompok profesi.Kode etik profesi adalah sutu norma yang ditetapkan dan diterima oleh kelompok profesi yang mengarahkan atau memberi petunjuk kepada anggotanya bagaimana seharusnya berbuat dan sekaligus manjamin mutu moral profesi itu dimata masyarakat. sehingga kode etik profesi dapat di ubah seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 1997:77 ). Keahlian dan keterampilan Yaitu pekerjaan di bidang tertentu berdasarkan keahlian dan keterampilan khusus yang mana keahlian dan keterampilan tersebut di peroleh melalui pendidikan dan pelatihan. Menurut Abdulkadir Muhammad ( 1997:77 ). III.kode etik keprofesian pada hakekatnya merupakan suatu system peraturan atas perangkat. yaitu: 1.

5. Dalam pelayanan orang profesional selalu mempertahankan cita-cita luhur profesi sesuai dengan tuntutan kewajiban dari hati nurani bukan karena sekedar hobi belaka. tetap artinya tidak berubah-ubah pekerjaannya. Organisasi profesi Kelompok atau organisasi profesi merupakan masyarakat moral yang memiliki cita-cita dan nilai-nilai bersama dan memiliki acuan yang disebut kode etik profesi. Tanggung jawab kepada masyarakat maksudnya adalah kesediaan member pelayanan sebaik mungkin sesui dengan profesinya tanpa membedakan antara pelayanan bayaran dan pelayanan Cuma-Cuma.(2009:16) menyarankan syarat-syarat profesi guru ada 8 syarat. Dalam bidang profesi guru.misalnya : Ikatan Dokter indonasia (IDI). National Educatiaon Association (NEA) dalam Udin Syaefudin Sa’ud. intelektual. 4. Sedangkan terus-menerus artinya berlabgsubg untuk jangka panjang sampai pensiun atau berakhir masa kerja profesi yang bersangkutan. Tanggug jawab kepada diri sendiri artinya adalah ia bekerja karena integritas moral. dan Persatuan Guru Republik Indonesia ( PGRI ). yaitu : 1. Tetap atau terus menerus Yaitu bersifat tetap dan terus menuerus. Jabatan yang melibatkan kegiatan intelektual . Mengutamakan pelayanan Mengutamakan pelayanan maksudnya adalah pekerjaan itu lebih mengutamakan pelayanan daripada imbalan ( pendapatan ).undang-undang dan dibuktikan dengan sertifikasi yang dikeluarkan oleh lembaga tersebut. artinya mendahulukan apa yang harus dikerjakan bukan berapa bayaran yang diterima dan bentuk pelayanan pun harus memuaskan. serta menghasilkan layanan yang bermutu yang berdampak positif bagi masyarakat. dan professional sabagai bagian dari kehidupan. 6. 3. Tanggung jawab Maksudnya adalah dalam memberikan pelayanan harus bertanggungjawab kapada diri sendiri dan masyarakat.

dan ketrampilan secara terus-menerus. Untuk peningkatan guru tersebut. 8. kegiatan guru dalam rangka penerapan dan pengembangan ilmu pengetahuan. guru. yaitu dari segi eksternal dan iternal. erat Jabatan yang menggeluti suatu batang tubuh ilmu khusus Jabatan yang memerlukan persiapan profesional yang lama Jabatan yang memerlukan “latihan dan jabatan”yang berkesinambungan Jabatan yang menjajikan karir hidup dan keanggotaan yang permanen. sikap. 5. yaitu dorongan seorang pemimpin kapada guru untuk mengikuti penataran atau kegiatan . teknologi. dan staf. Usaha mengembangkan profesi guru ini. melainkan juga pada wilayah teknis pragmatis dan aktivitas pengajaran sehari-hari. seni dan keterampilan untuk meningkatkan mutu proses pembelajaran dalam rangka menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi pendidikan pada umumnya maupun lingkup sekolah pada khususnya. jabatan guru harus selalu dikembangkan. Jabatan yang menentukan baku (standar) sendiri Jabatan yang lebih mementingkan layanan diatas keuntungan pribadi Jabatan yang memepunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin IV. 3.2. In service training tidak hanya pada wilayah prinsip-prinsip pendidikan (pengajaran).1 Guru adalah tenaga profesi yang melaksanakan proses pembelajaran. baik kepala sekolah. 6. serta memburu ilmu-ilmu pendidikan yang setiap saat berkembang untuk kemudian diterapkan dalam pelaksanaan pengajaran sehari-hari. 7. dalam hal ini adalah guru dituntut untuk selalu membaca. dan belajar. siswa. Perkembangan Profesi Guru Kegiatan pengembangan profesi adalah. Maksudnya. guru harus meningkatkan pengetahuan. Di samping guru harus menjawab tantangan perkembangan masyarakat. hal tersebut dapat dilakukan dari dua segi. Jika guru dapat menciptakan dan memelihara hubungan antara sesama. Dari segi eksternal. 4. setiap sekolah seharusnya mengadakan in service training. Sebagai jabatan profesi. berdasarkan lingkungan kerja maupun di dalam hubungan keseluruhan maka akan tercipta lingkungan kerja yang nyaman.

c. 2009:79).meliputi kegiatan sebagai berikut : a. kedua Sistem penjaminan mutu.akademik yang memberikan kesempatan guru untuk belajar lagi. Guru sebagai profesi dikembangkan melalui: pertama Sistem Pendidikan. baik yang bersifat financial. Membuat alat pelajaran/alat peraga/alat bimbingan. V. Mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum. maupun secara sosial. dan keempat sistem pendukung profesi guru2 Tujuan kegiatan pengembangan profesi guru adalah untuk meningkatkan mutu guru agar guru lebih profesional dalam pelaksanaan tugas pada bidang pengembangan profesi. juga tidak lepas dari norma-norma yang mengikat dalam keprofesiannya yang disebut kode etik profesi guru. Melakukan kegiatan karya tulis/karya ilmiah di bidang pendidikan. Dengan demikian guru akan lebih efektif dan efisien dalam melakukan tugas profesi. Pihak pengemban tugas pelayanan keprofesian juga diharapkan juga terjamin martabat. Dengan demikian pihak penerima layanan keprofesian diharapkan dapat terjamin haknya untuk memperoleh jasa pelayanan yang berkualitas sesuai dengan kewajibannya untuk memberikan imbalannya. e. Dalam kaitan dengan Usaha mengembangkan profesi guru. adapun kode etik profesi guru tersebut diantaranya : . Pemerintah melalui presiden sudah mencanangkan guru sebagai profesi pada tanggal 2 desember 2004. guru dapat berusaha belajar sendiri untuk dapat berkembang dalam jabatannya. kultiural dan lainnya. b. Sedangkan dari segi internal. wibawa. d. Dalam dunia keguruan misalnya. Menciptakan karya seni. moral. Menemukan teknologi tepat guna dibidang pendidikan. Tujuan Kode Etik Profesi Guru Adapun maksud dan tujuan pokok diadakannya kode etik ialah untuk menjamin agar tugas pekerjaan keprofesian itu terwujud sebagaimana mestinya dan kepentingan semua pihak terlindungi sebagai mana layaknya. ketiga sistem manajemen. profesi guru ini perlu dikembangkan guna pemeliharaan dan perawatan profesi guru. dan kredibilitas pribadi dan keprofesiannya serta hak atas imbalan yang layak sesuai dengan kewajiban jasa pelayanannya (Udin Syaefudin Saud.

Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran professional Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan.1. Guru secara pribadi dan bersama-sama. Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia indonesia seutuhnya yang berjiwa pancasila 2. Jika setiap orang yang menjalankan suatu profesi secara otomatis bergabung dalam suatu organisasi. Guru melaksanakan segala kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan. 6. Kode etik hanya akan mempunyai pengaruh yang kuat dalam menegakan disiplin di kalangan profesi tersebut. 4. 7. VII. maka ada jaminan bahwa profesi tersebut dapat dijalankan secara murni dan baik. Guru menciptakan suasana sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar. 8.mengembangkan dan meningkatkan mutu dan martabat profesinya. Penetapan Kode Etik Kode etik hanya dapat di tetapkan oleh suatu organisasi profesi yang berlaku dan mengikat para anggotanya. Mulyasa (2007:45). 3. Dengan demikian penetapan kode etik tidak boleh ditetapkan secara perorangan tetapi harus dilakukan oleh organisasi. karena setiap anggota profesi yang melakukan pelanggaran serius terhadap kode etik dapat dikenakan sangsi. VI. Fungsi Kode Etik Profesi . 9. tidak dapat dikenakan aturan yang ada dalam etik tersebut. sehingga orang-orang yang bukan atau tidak menjadi anggotan profesi. 5. semangat kekeluargaan dan kesetiakawanan sosial. Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan rasa tanggung jawab bersama terhadap pendidikan. Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian. Guru memelihara hubungan seprofesi.

bagi para pengemban tugas profesi akan menjadi pedoman dalam bertindak serta acuan dasar dalam segala bentuk keprilakuannya dalam rangka memelihara dan menjunjung tinggi martabat dan wibawa serta kredibilitas visi. 3. alasan-alasan itu adalah: 1. Kontrak menyatakan bahwa semua bahan kayu adalah kayu kelas 1. . Sebagai sarana kontrol sosial Sebagai pencegah campur tangan pihak lain Sebagai pencegah kesalahpahaman dan konflik Namun dalam kenyataannya tidak sedikit para professional sering kali mengabaikan kode etik profesi yang telah ada dan di tetapkan.misi dan fungsi bidang profesinya. disini terjadi pengurangan nilai yang hal ini terjadi karena adanya kolusi bermotif mencari keuntungan yang sebesar-besarnya antara pemborong dengan konsultan pengawas. sehingga mencari keuntungan dengan cara yang melanggar etika yang berlaku. namun kenyataannya bahan kayu yang dipasanga adalah kayu dengan mutu kelas 2. Dengan demikian kode etik keprofesian itu memiliki kedudukan. Pengaruh sifat kekeluargaan Pengaruh jabatan Pengaruh konsumerisme Karena lemahnya keimanan Contoh dalam dunia konstruksi misalanya. yaitu hubungan insinyur pemborong dengan pimpinan proyek ( Konsultan pengawas ). Alasan-alasan yang mendasar kanapa para professional mengabaikan kode etik profesi. peran dan fungsi yang sangat penting dan strategis dalam menopang keberadaan dan kelangsungan hidup suatu profesi di mata msyarakat. 2. Hal ini jelas sekali melanggar kode etik profesi yang di sebabkan kurangnya iman. diantaranya adalah : 1. Insinyur pemborong bangunan sepakat membangun gedung menurut konstruksi yang ditetapkan dalam kontrak kerja. 2. 4.Sumaryono dalam Abdulkadir Muhammad (1997:78) menjelasakan beberapa alasan kenapa kode etik profesi perlu dirumuskan secara tertulis. 3. dengan demikian maka kode etik itu dapat merupakan acuan normatif dan juga operasional. hal ini terjadi bukan karena tanpa alasan pastinya.

seringkali kode etik juga berisikan ketentuan-ketentuan profesional. 2. Dalam menjalankan tugas profesiny. Karena pada umumnya kode etik merupakan landasan moral. tingkah laku. Sanksi dikeluarkan dari organisasi. seorang guru harus . seperti kode itu berasal dari niat profesi mengatur dirinya sendiri.Bagi para pemakai jasa layanan profesional. dan perbuatan. Begitu juga dalam penetapan kode etik sebuah profesi. pedoman sikap. Ketentuan itu merupakan akibat logis dari self regulation yang terwujud dalam kode etik. Kode Etik Guru Indonesia Dalam setiap profesia pasti tidak lepas yang di namakan kode etik. Menurut Mulyasa (2007:46) menjelaskan. begitu juga dalam profesi guru. Sanksi Pelanggaran Kode Etik Dalam setiap penetapan aturan atau tata tertib. kode etik merupakan landasan yang bertindak sesuai dengan keperluannya. merupakan sangsi yang dianggap terberat Kasus-kasus pelanggaran kode etik akan ditindak dan dinilai oleh suatu dewan kehormatan atau komisi yang dibentuk khusus untuk itu. sedangkan bagi para pembina dan penegak kode etik khususnya dan penegak hukum pada umumnya. Karena tujuannya adalah mencegah terjadinya perilaku yang tidak etis. kode etik juga merupakan landasan jika di pandang perlu untuk mengajukan tuntutan kepada pihak yang berwenang dalam hal terjadinya sesuatu yang tidak diharapkan dari pengemban profesi yang bersangkutan. maka juga ada sanksi-sanksi yang bagi anggota yang melanggar kode etik tersebut. berupa celaan dari rekan-rekannya. bahwa sanksi pelanggaran kode etik tersebut adalah sebagai berikur : 1. demikian juga diharapkan kesediaan profesi untuk menjalankan kontrol terhadap pelanggar. Sanksi moral. maka tidak lepas dengan yang namanya sanksi bagi para pelanggar peraturan atau tata tertib tersebut. seperti kewajiban melapor jika ketahuan teman sejawat melanggar kode etik. VIII. termasuk pemberlakuan sanksi keprofesian bagi pihak-pihak yang terkait. IX.

7. Profesionalisme guru dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah: 1. Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan pemerintah dalam pidana pendidikan X. 6. 3. 5. 8. memberi dan meningkatkan mutu organisasi. Menurut Mulyasa (2007:47) menjelaskan. terutama dalam memperoleh informasi tentang anak didik. Guru memiliki kejujuran profesional dalam menerapkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan anak didik masing-masing. setelah 100 hari proklamasi kemerdekaan Indonesia. Kepuasan kerja Supervisi pendidikan Komitmen PGRI Persatuan Guru Republik Indonesia lahir pada 25 November 1945. Guru secara bersama-sama memelihara. Cikal bakal organisasi PGRI adalah diawali dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) tahun 1912. . 3. 4. 2. bahwa ada delapan macam isi kode etik profesia guru Indonesia. diantaranya adalah : 1. Organisasi profesional keguruan di indonesia: PGRI.senantiasa menjaga kode etik profesi guru tersebut sebagai pedoman dalam menjalankan profesinya. 1. Guru memelihara hubungan baik dengan masyarakat yang lebih luas untuk kepentingan pendidikan. Guru secara sendiri dan atau bersama-sama berusaha mengembangkan dan meningkatkan mutu profesinya. tetapi menghindarkan diri dari segala bentuk penyalahgunaan. 2. MGMP. Guru mengadakan komunikasi. Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua murid sebaik-baiknya bagi kepentingan pendidikan. Guru berbakti membimbing anak didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangunan yang sesuai dengan falsafah negara. KKG Organisasi profesi adalah suatu wadah perkumpulan orang-orang yang memiliki suatu keahlian khusus yang merupakan ciri khas dari bidang keahlian tertentu.

Misi politis teologis tidak lain dari upaya penanaman jiwa nasionalise. 1. 3. MGMP Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) didirikan atas anjuran pejabat-pejabat Departemen Pendidikan Nasional. Guru merupakan pioner pendidikan sehinnga dituntut oleh UUSPN tahun 1989: pasal 31. kewilayahan. misi peraturan organisaoris. KKG Kelompok Kerja Guru (KKG) sebagai kelompok kerja seluruh guru dalam satu gugus. terutama dalam menyamakan persepsi terhadap visi. Misi profesi PGRI adalah upaya untuk meningkatkan mutu guru sebagai penegak dan pelaksana pendidikan nasional. juga penanaman nilai-nilai luhur falsafah hidup berbangsa dan benegara. Pada tahap pelaksanaannya dapat dibagi ke dalam kelompok kerja guru . yaitu komitmen terhadap pernyataan bahwa kita bangsa yang satu yaitu bangsa indonesia. 1. Organisasi ini bertujuan untuk meningkatkan mutu dan profesionalisasi dari guru dalam kelompoknya masing-masing. Pada saat didirikannya. dan PP No. PGRI berbentuk persatuan (union).kemudian berubah nama menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI) tahun 1932. lebih jauh lagi bangsa dan negara. Keanggotaan organisasi profesi ini bersifat langsung dari setiap pribadi pengemban profesi kependidikan. yaitu pancasila. 4. 5. Sedangkan struktur dan kedudukannya bertaraf nasional. serta kedaerahan. Dengan demikian PGRI merupakan organisasi profesi yang memiliki kekuatan dan mengakar diseluruh penjuru indonesia. yaitu misi politis-deologis. Arrtinya. 2. dan misi kesejahteraan. Misi peraturan organisasi PGRI merupakan upaya pengejawantahan peaturan keorgaisasian . 38 tahun 1992. misi. organisasi ini disamping memiliki misi profesi juga ada tiga misi lainnya. Dipandang dari segi derajat keeratan dan keterkaitan antaranggotanya. ayat 4. masyarakat. PGRI memiliki potensi besar untuk meningkatkan hakikat dan martabat guru. pasal 61 agar memasuki organisasi profesi kependidikan serta selalu meningkatkan dan mengembagkan kemampuan profesinya. dan kode etik keelasan sruktur organisasi.

2006). Memfasilitasi kegiatan yang dilakukan di pusat kegiatan guru berdasarkan masalah dan kesulitan yang dihadapi guru. keilmuan. Meningkatkan pemahaman. BAB III KESIMPULAN . Melalui KKG dapat dikembangkan beberapa kemampuan dan keterampilan mengajar. keterampilan memberi penguatan. keterampilan membuka dan menutup pelajaran. dan menyenangkan (Pakem). Meningkatkan pengelolaan proses pembelajaran yang aktif. kreatif. 2. keterampilan bertanya. 4. yaitu kelompok kerja guru berdasarkan jenjang kelas. Tujuan organisasi Kelompok Kerja Guru (KKG) yaitu : 1. keterampilan serta pengembangan sikap profesional berdasarkan kekeluargaan dan saling mengisi (sharing). keterampilan memimpin diskusi kelompok kecil dan perorangan. bahwa keterampilan mengajar guru sangat memengaruhi terhadap kualitas pembelajaran di antaranya. 3. Memberikan bantuan profesional kepada para guru kelas dan mata pelajaran di sekolah. dan kelompok kerja guru berdasarkan atas mata pelajaran.yang lebih kecil. keterampilan mengadakan variasi. keterampilan menjelaskan. seperti yang di ungkapkan Turney (Abin.

yaitu: 1. b. Menemukan teknologi tepat guna dibidang pendidikan. Menciptakan karya seni. . c. atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. Melakukan kegiatan karya tulis/karya ilmiah di bidang pendidikan. Tujuan kegiatan pengembangan profesi guru adalah untuk meningkatkan mutu guru agar guru lebih profesional dalam pelaksanaan tugas pada bidang pengembangan profesi. sehingga jika satu anggota berbuat menyimpang dari kode etiknya. meliputi kegiatan sebagai berikut : a. Abdulkadir Muhammad (1997:59-61) memaparkan bahwa profesi secara umum memiliki enam kriteria atau syarat-syarat. 6. tingkah laku.Profesi adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian. 2. maka kelompok profesi tersebut akan tercemar dimata masyarakat ( Bertens dalam Abdulkadir Muhammad. Mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum. pedoman sikap. 3. dan perbuatan. Membuat alat pelajaran/alat peraga/alat bimbingan. d. Sanksi moral. 4. Menurut Mulyasa (2007:46) menjelaskan. Karena pada umumnya kode etik merupakan landasan moral. kemahiran. 1997:77 ). 5. bahwa sanksi pelanggaran kode etik tersebut adalah sebagai berikur : 1. Spesialisasi Keahlian dan keterampilan Tetap atau terus menerus Mengutamakan pelayanan Tanggung jawab Organisasi profesi Kode etik profesi adalah sutu norma yang ditetapkan dan diterima oleh kelompok profesi yang mengarahkan atau memberi petunjuk kepada anggotanya bagaimana seharusnya berbuat dan sekaligus manjamin mutu moral profesi itu dimata masyarakat. berupa celaan dari rekan-rekannya. e.

Etika profesi hukum. Abdulkadir. 1996. peran dan fungsi yang sangat penting dan strategis dalam menopang keberadaan dan kelangsungan hidup suatu profesi di mata masyarakat.misi dan fungsi bidang profesinya. Sanksi dikeluarkan dari organisasi. Udin Syaefudin. merupakan sangsi yang dianggap terberat Kode etik keprofesian memiliki kedudukan. Implementasi Kurikulum KTSP dan Sukses dalam setifikasi Guru”. Pengembangan Profesi Guru. 2007. Guru Profesional. Rajawali Pers http://ufitahir. Bandung: Citra aditya bakti Mulyasa.wordpress. DAFTAR PUSTAKA Sa’ud. 2010. Jakarta. E. dan bagi para pengemban tugas profesi akan menjadi pedoman dalam bertindak serta acuan dasar dalam segala bentuk keprilakuannya dalam rangka memelihara dan menjunjung tinggi martabat dan wibawa serta kredibilitas visi.2. 2010. Bandung: Remaja Rosdakarya Kunandar. Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. Bandung: Alfabeta Muhammad.com/2010/12/18/perkembangan-profesi-guru/ .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful