P. 1
rencana-pengembangan-sekolah

rencana-pengembangan-sekolah

|Views: 74|Likes:
Published by Smknjagong Empatax

More info:

Published by: Smknjagong Empatax on Jul 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/14/2013

pdf

text

original

PANDUAN PENYUSUNAN RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH (RPS

)

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Jakarta, 2006

BAB I PENDAHULUAN A. Pentingnya Rencana Pengembangan Sekolah (RPS)

Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) merupakan salah satu wujud dari salah satu fungsi manajemen sekolah yang amat penting yang harus dimiliki sekolah. RPS berfungsi untuk memberi arah dan bimbingan bagi para pelaku sekolah dalam rangka menuju tujuan sekolah yang lebih baik (peningkatan, pengembangan) dengan resiko yang kecil dan untuk mengurangi ketidakpastian masa depan. Berdasarkan pada ketentuan peraturan perundangan yang berlaku, khususnya pada Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP), mulai sekarang setiap sekolah pada semua satuan, jenis dan jenjang pendidikan termasuk SMP harus memenuhi SNP tersebut. Salah satu upaya untuk mencapai SNP, setiap sekolah wajib membuat RPS. RPS wajib dibuat oleh semua SMP, baik yang termasuk kelompok rintisan, potensial, nasional maupun internasional. RPS harus dimiliki oleh setiap sekolah sebagai panduan dalam penyelenggaraan pendidikan, baik untuk jangka panjang (20 tahun), menengah (5 tahun) maupun pendek (satu tahun). Diharapkan, semua jenis kelompok sekolah menggunakan format RPS yang sama. Perbedaannya terletak pada isi, kedalaman, dan luasan atau cakupan program sesuai dengan kondisi sekolah dan tuntutan masyarakat sekitarnya. Perbedaan lainnya adalah lama waktu pencapaian SNP. Bagi sekolah yang memiliki potensi lebih tinggi dari pada sekolah lain akan dapat mencapai SNP relatip lebih cepat. Demikian sebaliknya, bagi sekolah yang miskin potensi akan lebih lamban dalam mencapai SNP. Namun demikian harapannya adalah semua sekolah tersebut dalam kurun waktu tertentu mencapai SNP yang ditentukan oleh pemerintah. Standar Nasional Pendidikan yang harus dicapai oleh tiap sekolah tersebut meliputi standar kelulusan, kurikulum, proses, pendidikan dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pembiayaan, pengelolaan, dan penilaian pendidikan. Sangat dimungkinkan suatu sekolah telah memenuhi standar kelulusan tetapi fasilitasnya belum standar atau sebaliknya. Suatu sekolah sekarang kondisinya kurang dalam standar fasilitas seperti ruang kelas, laboratorium, buku, dan sebagainya dan secara bertahap akan dipenuhi selama kurun waktu tertentu. Sementara itu kondisi gurunya telah memenuhi SNP. Begitu seterusnya pada aspekaspek lainnya. Suatu sekolah dimungkinkan dalam waktu lima tahun mampu mencapai SNP, sementara itu terdapat sekolah untuk mencapai SNP memerlukan waktu 15 tahun. Semua itu sangat tergantung kepada unsur-unsur yang ada di sekolah itu sendiri. Dan apabila suatu sekolah telah memenuhi SNP, maka diharapkan akan mampu menyelenggarakan pendidikan secara efektif, efisien, berkualitas, relevan, dan mampu mendukung tercapainya pemerataan pendidikan bagi masyarakat luas. Oleh karena itu dipandang sangat penting adanya suatu pedoman pencapaian SNP yang mampu memberikan arah dan pegangan bagi tiap sekolah dalam rangka pencapaian SNP tersebut. Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) diharapkan menjadi salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut, baik bagi sekolah rintisan, potensial maupun nasional. RPS sangat penting manfaatnya bagi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota untuk penyusunan rencana pendidikan di daerahnya. Semua RPS di Kabupaten/Kota dapat dijadikan dasar bagi penyusunan Rencana Pengembangan Pendidikan Kabupaten/Kota (RPPK). Dengan cara ini, RPPK akan lebih relevan dengan kebutuhan setiap sekolah di daerahnya. Demikian 1

manfaat bagi Dinas Pendidikan Tingkat Propinsi. Dalam membuat Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi (RPPP) harus didasarkan atas semua RPPK yang ada di daerahnya. Demikian juga pada tingkat nasional, RPPP dapat digunakan sebagai informasi bagi penyusunan Rencana Pengembangan Pendidikan Nasional (RPPN). Secara visual, keterkaitan antara RPS, RPPK, RPPP, dan RPPN dapat dilihat pada Gambar 1.

Rencana Pengembangan Pendidikan Nasional

Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi

Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi

Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi

Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi

Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi

Rencana Pengembangan Pendidikan Kab./Kota

Rencana Pengembangan Pendidikan Kab./Kota

Rencana Pengembangan Pendidikan Kab./Kota

Rencana Pengembangan Pendidikan Kab./Kota

Rencana Pengembangan Pendidikan Kab./Kota

Rencana Pengembangan Pendidikan Sekolah

Rencana Pengembangan Pendidikan Sekolah

Rencana Pengembangan Pendidikan Sekolah

Rencana Pengembangan Pendidikan Sekolah

Rencana Pengembangan Pendidikan Sekolah

Gambar 1. Keterkaitan Antara Jenjang Perencanaan Pendidikan B. Tujuan

Adapun tujuan adanya pedoman penyusuan Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) ini antara lain adalah: 1. Untuk memberikan pedoman bagi semua jenis kelompok sekolah, yaitu sekolah rintisan, potensial, dan nasional dalam membuat Rencana Pengembangan Sekolah (RPS). 2. Untuk memberikan pedoman bagi semua Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dalam membuat Rencana Pengembangan Pendidikan Kabupaten/Kota (RPPK). 3. Untuk memberikan pedoman bagi semua Dinas Pendidikan Propinsi dalam membuat Rencana Pengembangan Pendidikan Propinsi (RPPP). 2

4. 5. 7. 3 . Untuk memberikan pedoman bagi Departemen Pendidikan Nasional dalam membuat Rencana Pengembangan Pendidikan Nasional (RPPN). 6. Untuk memberikan pedoman bagi semua sekolah dalam mencapai SNP. evaluasi. Untuk memberikan pedoman bagi semua stakeholder di daerah/pusat dalam partisipasinya kepada sekolah untuk mencapai SNP. RPS digunakan sebagai dasar atau acuan bagi pihak-pihak terkait dalam melakukan monitoring. sesuai dengan kondisi sekolah dan daerahnya. pembinaan dan pembimbingan kepada sekolah.

Melalui analisis SWOT ( Strength. fungsi proses belajar mengajar beserta fungsifungsi pendukungnya yaitu fungsi pengembangan kurikulum. fungsi pelayanan kesiswaan. 2. Weakness. dengan memperhitungkan sumberdaya yang tersedia. dan fungsi pengembangan fasilitas. 6. fungsi perencanaan dan evaluasi. RPS adalah dokumen tentang gambaran kegiatan sekolah di masa depan dalam rangka untuk mencapai perubahan/tujuan sekolah yang telah ditetapkan. Identifikasi tantangan nyata: adalah mengidentifikasi kondisi nyata sekolah saat ini dan yang akan datang. misalnya. Yang dimaksud dengan kriteria kesiapan faktor adalah faktor yang memenuhi kriteria/standar untuk mencapai sasaran/tujuan 4 . Fungsifungsi yang dimaksud. Untuk mengetahui tingkat kesiapan setiap fungsi dan faktorfaktornya dicapai melalui membandingkan faktor dalam kondisi nyata dengan faktor dalam kriteria kesiapan. yaitu satu tahun. Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan. 5. Sasaran/tujuan situasional (tujuan jangka pendek) adalah rumusan spesifik mengenai apa yang diinginkan pada kurun waktu tertentu. Istilah-istilah Dalam Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) 1. Identifikasi fungsi: adalah mengidentifikasi fungsi-fungsi yang perlu dilibatkan untuk mencapai sasaran dan yang masih perlu diteliti tingkat kesiapannya. peluang dan ancaman tiap fungsi dan faktor sekolah. fungsi hubungan sekolahmasyarakat. melalui urutan pilihan. Pengertian Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) Perencanaan sekolah adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan sekolah yang tepat. Analisis SWOT dilakukan dengan maksud untuk mengenali tingkat kesiapan setiap fungsi dari keseluruhan fungsi sekolah yang diperlukan untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. kelemahan. and Threat ) akan diketahui sejauhmana kekuatan. dengan memperhitungkan tantangan nyata yang dihadapi (sasaran merupakan jabaran tujuan). B. Analisis SWOT: Analisis SWOT adalah suatu teknik analisis untuk menentukan tingkat kesiapan setiap fungsi dan faktor-faktor sekolah. Tantangan nyata merupakan selisih (ketidaksesuaian) antara output (hasil pendidikan yang berupa keluaran) sekolah saat ini dan output sekolah yang diharapkan di masa yang akan datang (tujuan sekolah). 3. fungsi ketenagaan. Misi adalah rumusan umum mengenai tindakan (upaya-upaya) yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi. fungsi keuangan. fungsi pengembangan iklim akademik sekolah. 7. Opportunity. Tujuan (baku) adalah rumusan mengenai apa yang diinginkan pada kurun waktu tertentu (jangka panjang dan menengah). Besar kecilnya ketidaksesuaian antara output sekolah saat ini (kenyataan) dengan output sekolah yang diharapkan (idealnya) di masa yang akan datang memberitahukan besar kecilnya tantangan.BAB II RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH (RPS) A. 4.

agar menjadi kekuatan dan/atau peluang. Selama masih ada persoalan. yang sama artinya dengan ada ketidaksiapan fungsi. Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Program adalah instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang dilaksanakan oleh sekolah untuk mencapai tujuan. dan Peraturan Pemerintah nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional 20052009. Strategi adalah langkah-langkah berisikan program-program inovatif untuk mewujudkan visi dan misi. yakni dengan memanfaatkan adanya satu/lebih faktor yang bermakna kekuatan dan/atau peluang. Tindakan yang dimaksud lazimnya disebut langkah-langkah pemecahan persoalan. Kebijakan adalah arah/tindakan yang diambil oleh Pemerintah Pusat/Daerah untuk mencapai tujuan. yakni tindakan yang diperlukan untuk mengubah fungsi yang tidak siap menjadi fungsi yang siap. Faktor yang memenuhi kriteria/standar ini ditemukan melalui perhitungan-perhitungan atau pertimbangan-pertimbangan yang bersumber pada pencapaian sasaran. agar sasaran tercapai. 8. maka sasaran yang telah ditetapkan tidak akan tercapai. 9. yang hakekatnya merupakan tindakan mengatasi makna kelemahan dan/atau ancaman. perlu dilakukan tindakan-tindakan yang mengubah ketidaksiapan menjadi kesiapan fungsi. Langkah-langkah pemecahan persoalan: adalah memilih langkah-langkah pemecahan persoalan (peniadaan). 10. 5 .situasional. 11. 12. Landasan Hukum Rencana Pengembangan Sekolah Rencana Pengembangan Sekolah dibuat berdasarkan peraturan-perundangan yang berlaku yaitu: Undang-Undang Nomor 25 tahun 2005 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Kegiatan adalah rincian langkah-langkah operasional yang berupa aktivitas/kerja untuk mewujudkan program sekolah C. Oleh karena itu.

dan pengawasan. dan antarwaktu. dan sinergi baik antara sekolah dengan dinas pendidikan. b. sinkronisasi. penganggaran. b. 2. c. 3. penganggaran. menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan. Mendukung koordinasi antarpelaku pendidikan. Perbedaan antara satu dengan lainnya adalah: 1. sinkronisasi. Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan. dan f. 6 . d. efektif. menjamin terciptanya integrasi. e. Tujuan Perencanaan Pendidikan a.BAB III PROSES PENYUSUNAN RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH (RPS) A. pelaksanaan. d. mengoptimalkan partisipasi warga sekolah dan masyarakat. menjamin tercapainya penggunaan sumber-daya secara efisien. sebagai dasar ketika melaksanakan monitoring dan evaluasi pada akhir program B. dan menjamin tercapainya penggunaan sumber-daya secara efisien. berkeadilan. Tujuan Perencanaan Pendidikan dan Perencanaan Sekolah 1. Mengoptimalkan partisipasi masyarakat. mendukung koordinasi antar pelaku sekolah. jangka menengah. dan sinergi baik antar pelaku sekolah. dan pusat c. antarsekolah dan dinas pendidikan kabupaten/kota. RPS Jangka Menengah (Rencana Strategis) adalah dokumen perencanaan sekolah untuk periode 5 (lima) tahun. Tujuan Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) disusun dengan tujuan untuk: a. Sistem Perencanaan Sekolah dan Rentang Waktu RPS Sistem Perencanaan Sekolah adalah satu kesatuan tata cara perencanaan sekolah untuk menghasilkan rencana-rencana sekolah (RPS) dalam jangka panjang. menjamin agar perubahan/tujuan sekolah yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan tingkat kepastian yang tinggi dan resiko yang kecil. berkeadilan dan berkelanjutan. RPS Jangka Panjang adalah dokumen perencanaan sekolah untuk periode 20 (dua puluh) tahun. dan tahunan yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggara sekolah dan masyarakat (diwakili oleh komite sekolah). dan berkelanjutan. dinas pendidikan propinsi. efektif. g. 2. pelaksanaan. RPS Tahunan adalah dokumen perencanaan sekolah untuk periode 1 (satu) tahun. Menjamin terciptanya integrasi. dan pengawasan.

pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan (guru. angka kenaikan kelas/transisi. dan lab lainnya. kualitas. Pengembangan kapasitas. peningkatan angka melanjutkan. Contoh-contoh perencanaan peningkatan efisiensi misalnya: peningkatan angka kelulusan. Efisiensi merujuk pada hasil yang maksimal dengan biaya yang wajar. siswa/kelas. dari delapan SNP tersebut dapat dijabarkan menjadi lebih rinci dalam RPS. proses. pengembangan sarana dan fasilitas sekolah. sosial. Peningkatan efisiensi. dan kebutuhan pembangunan yang meliputi berbagai sektor dan sub-sektor. kesenian. proses. pengembangan kelembagaan 7 . ditinjau dari sisi pemerataan. aspek-aspek yang harus disusun dalam perencanaan pengembangan sekolah juga harus sesuai dengan tuntutan SNP tersebut yaitu 8 (delapan) standar nasional pendidikan: kompetensi lulusan. rasio keluaran/masukan. Pengembangan kapasitas sekolah adalah upaya-upaya yang dilakukan secara sistematik untuk menyiapkan kapasitas sumberdaya sekolah (sumberdaya manusia dan sumberdaya selebihnya). ke-disiplinan. budi-pekerti. dsb. Relevansi merujuk kepada kesesuaian hasil pendidikan dengan kebutuhan (needs). Contoh-contoh perencanaan pemerataan keslimaan misalnya: bea siswa untuk siswa miskin. program keterampilan kejuruan/ kewirausahaan/usaha kecil bagi siswa-siswa yang tidak melanjutkan. pengembangan input siswa. prasarana dan sarana. siswa/ sekolah). dan penilaian. keterampilan kejuruan. pengembangan lingkungan pembelajaran yang kondusif. Peningkatan kualitas. seperti : pengembangan Laboratorium IPA. dsb. keagamaan. olahraga. rasio (siswa/guru. pengembangan media pembelajaran. dsb. Oleh karena itu. Contohcontoh perencanaan relevansi misalnya. Aspek-aspek yang Dikembangkan dalam Perencanaan Sekolah Sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). pendidik dan tenaga kependidikan. efisiensi. akses. isi (kurikulum). relevansi. Efisiensi internal merujuk kepada hubungan antara output sekolah (pencapaian prestasi belajar) dan input (sumberdaya) yang digunakan untuk memroses/ menghasilkan output sekolah. dan peningkatan angka kehadiran serta peningkatan pembiayaan pendidikan peserta didik. Efisiensi dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu efisiensi internal dan efisiensi eksternal. Laboratorium Bahasa. ekonomik dan non-ekonomik) yang didapat setelah kurun waktu yang panjang diluar sekolah. pengembangan komite sekolah. Laboratorium Komputer. pembiayaan. dan output. 5. misalnya: 1. penurunan angka mengulang. dsb. 4.). pembelajaran kooperatif. Contoh-contoh perencanaan kualitas misalnya.) 3. setiap sekolah harus memenuhi SNP. karakter. pendidikan kecakapan hidup khususnya untuk mencari nafkah.C. dan proses sangat dipengaruhi oleh tingkat kesiapan input. kebutuhan keluarga. baik kebutuhan peserta didik. 2. dan pengembangan kapasitas. Namun demikian. Laboratorium IPS. dengan catatan bahwa output sangat ditentukan oleh proses. Pemerataan keslimaan: persamaan keslimaan. pengembangan bahan ajar. UAS. pengembangan model pembelajaran (pembelajaran tuntas. laboran. dsb. pengelolaan. pengembangan ruang/kantor. Peningkatan kualitas siswa (UN. dan keadilan atau kewajaran. konselor. pembelajaran kontekstual. karya ilmiah. Kualitas pendidikan sekolah meliputi input.). Efisiensi eksternal merujuk kepada hubungan antara biaya yang digunakan untuk menghasilkan tamatan dan keuntungan kumulatif (individual. pembelajaran dengan melakukan. dsb. kepala sekolah. Peningkatan relevansi. pustakawan. pengurangan angka putus sekolah. angka putus sekolah. kurikulum muatan lokal.

kemajemukan bangsa. Standar isi memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum. antara lain adalah sebagai berikut: 1. ketaatan membayar pajak. dan kesehatan. kreatif dan mandiri. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMP dimaksudkan untuk memperoleh kompetensi dasar ilmu pengetahuan dan teknologi serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis. Pelaksanaan semua kelompok mata pelajaran disesuaikan dengan tingkat perkembangan fisik dan psikologis peserta didik.kelompok mata pelajaran estetika. dan perilaku hidup sehat yang bersifat individual maupun yang bersifat kolektif kemasyarakatan seperti keterbebasan dari perilaku seksual bebas. dan nepotisme. Kelompok mata pelajaran estetika pada SMP dimaksudkan untuk meningkatkan sensitifitas. olah raga. berkualitas. ketakwaan. Kelompok Mata Pelajaran dan Kedalaman Isi Standar isi pendidikan mengatur kerangka dasar kurikulum. tanggung jawab sosial. olah raga. dan sikap serta perilaku anti korupsi. Standar isi mencakup lingkup dan kedalaman materi pembelajaran untuk memenuhi standar kompetensi lulusan. a. serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia. kalender akademik. dan bernegara. dan akhlak mulia. Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan. kurikulum tingkat satuan pendidikan. penghargaan terhadap hak asasi manusia. dan akhlak mulia pada SMP dimaksudkan untuk peningkatan potensi spiritual. ketakwaan. dan kelompok mata pelajaran jasmani. Budaya hidup sehat termasuk kesadaran.sekolah. beban belajar. kesetaraan gender. kemampuan mengekspresikan dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni. sikap. demokrasi. berbangsa. dan pengembangan sistem sekolah agar mampu dan sanggup menjalankan tugas pokok dan fungsinya dalam kerangka untuk meng-hasilkan output yang diharapkan serta menghasilkan pola pengelolaan sekolah yang ”good governance” dan akuntabel. jiwa dan patriotisme bela negara. Pengembangan Standar Isi (Kurikulum) Menurut PP Nomor 19 Tahun 2005 Tentang SNP. pelestarian lingkungan hidup. dan kesehatan pada SMP dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sportifitas dan kesadaran hidup sehat. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian pada SMP dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status. dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat. dan memenuhi pemerataan pendidikan. yang dimaksudkan dengan standar isi pendidikan adalah mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Kelompok mata pelajaran jasmani.kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Kelompok mata pelajaran keimanan. Secara lebih rinci aspek-aspek yang dapat dikembangkan berdasarkan SNP sehingga dalam penyelenggaraannya efisien dan relevan. dan kurikulum tingkat satuan pendidikan.kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. beban belajar. kolusi. pengembangan manajemen sekolah. 8 . Semua kelompok mata pelajaran sama pentingnya dalam menentukan kelulusan peserta didik. Kurikulum SMP terdiri dari: kelompok mata pelajaran keimanan. hak. ketaatan pada hukum. Setiap kelompok mata pelajaran dilaksanakan secara holistik sehingga pembelajaran masing-masing kelompok mata pelajaran ikut mewarnai pemahaman dan/atau penghayatan peserta didik. dan kalender pendidikan/akademik.

kimia. b. keterampilan. Kelompok mata pelajaran jasmani. pendidikan akhlak mulia dan kepribadian. ekonomika. dan kesehatan. dan muatan lokal yang relevan. serta dikembangkan menjadi bagian dari budaya sekolah. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok keimanan dan ketakwaan. olah raga. seni dan budaya. pendidikan kesehatan. pendidikan estetika. ilmu pengetahuan sosial (sekurang-kurangnya terdiri dari ketatanegaraan. pendidikan estetika. Kurikulum Muatan Lokal Kurikulum untuk SMP dapat memasukkan pendidikan berbasis keunggulan lokal. Beban Belajar Beban belajar untuk SMP diperhitungkan dengan menggunakan jam pembelajaran per minggu per semester dengan sistem tatap muka. pendidikan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kompetensi terdiri dari standar kompetensi dan kompetensi dasar. dan kesehatan. sosiologi. ilmu pengetahuan alam (sekurang-kurangnya terdiri dari fisika. kecakapan akademik. dan geografi). antropologi. serta muatan lokal yang relevan. atau pendidikan jasmani. Kelompok mata pelajaran estetika pada SMP dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. pendidikan ilmu pengetahuan dan teknologi. muntaber.kecanduan narkoba. dan akhlak mulia serta Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian pada SMP diamalkan sehari-hari oleh peserta didik di dalam dan di luar sekolah. kewarganegaraan. ilmu pengetahuan alam. Ketentuan mengenai kedalaman muatan kurikulum dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Menteri. atau pendidikan jasmani. dan kecakapan vokasional. c. dan penyakit lain yang potensial untuk mewabah. kecakapan sosial. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian pada SMP dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama. Kurikulum Kecakapan Hidup Kurikulum untuk SMP dapat memasukkan pendidikan kecakapan hidup. Kelompok mata pelajaran keimanan. HIV/AIDS. d. Kedalaman muatan kurikulum pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi pada setiap tingkat dan/atau semester sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. bahasa. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan nonformal yang sudah memperoleh akreditasi. Pendidikan kecakapan hidup dapat merupakan bagian dari pendidikan kelompok keimanan dan ketakwaan. dan pendidikan jasmani. dengan contoh pengamalan diberikan oleh setiap pendidik dalam interaksi sosialnya di dalam dan di luar sekolah. akhlak mulia. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMP dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa. olah raga. seni dan budaya. dan/atau teknologi informasi dan komunikasi. dan muatan lokal yang relevan. Pendidikan kecakapan hidup dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan atau dari satuan pendidikan nonformal yang sudah memperoleh akreditasi. olahraga. matematika. dan kegiatan mandiri tidak terstruktur sesuai dengan kebutuhan dan ciri masing-masing. Pendidikan kecakapan hidup mencakup kecakapan pribadi. ketakwaan. dan biologi). penugasan terstruktur. sejarah. keterampilan/kejuruan. 9 . olah raga. dan kesehatan pada SMP dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan pendidikan jasmani. pendidikan akhlak mulia dan kepribadian. demam berdarah.

Pengembangan Standar Proses Pendidikan a. Dalam proses pembelajaran diselenggarakan secara interaktif. mendorong peserta didik untuk berpartisipasi aktif. dan pengawasan yang baik. Kalender pendidikan Waktu pembelajaran yang dituangkan dalam kalender pendidikan atau kalender akademik mencakup permulaan tahun ajaran. Perencanaan harus didukung oleh sekurang-kurangnya dokumen kurikulum. waktu pembelajaran efektif. kreativitas. buku teks pelajaran. silabus. pelaksanaan. penilaian proses pembelajaran. rencana pelaksanaan pembelajaran). dan perkembangan fisik serta psikologisnya. Penilaian proses pembelajaran pada SMP untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan 10 . dan rasio maksimal jumlah peserta didik per pendidik. minggu efektif belajar. minat. dan hari libur. rencana pelaksanaan pembelajaran. VIII maupun kelas IX. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. pedoman penilaian. menyenangkan. Untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan. Aspek-aspek yang Dikembangkan dalam Program-program Sekolah rintisan. Dalam proses pembelajaran pendidik memberikan keteladanan. f.e. rasio maksimal buku teks pelajaran per peserta didik. inspiratif. memotivasi. baik untuk semua mata pelajaran maupun semua jenjang kelas 3) Terdokumentasikan kurikulum satuan pendidikan di sekolah yang bersangkutan 4) Dan terdapat peningkatan lain yang terkait dengan standar isi pendidikan 2. dan kemandirian peserta didik sesuai dengan bakat. Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: 1) Terdokumentasikan kurikulum satuan pendidikan yang dijalankan sekolah (KBK) 2) Tersedianya perangkat pembelajaran secara lengkap (pemetaan. potensial dan SSN Bidang Standar Isi (Kurikulum) Program-program yang dapat dikembangkan dalam standar isi (kurikulum) ini antara lain: 1) Pengembangan kurikulum satuan pendidikan (dengan berbagai jenis muatan kurikulum sesuai dengan ketentuan SNP) 2) Penyusunan kalender pendidikan 3) Pengembangan pemetaan KBK untuk semua mata pelajaran 4) Pengembangan silabus untuk semua mata pelajaran 5) Pengembangan sistem penilaian untuk semua mata pelajaran 6) Pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran untuk semua mata pelajaran 7) Penyusunan beban belajar Pengembangan isi tersebut dilakukan baik untuk kelas VII. Pelaksanaan harus memperhatikan jumlah maksimal peserta didik per kelas dan beban mengajar maksimal per pendidik. silabus untuk setiap mata pelajaran. dan alat/media pembelajaran. Standar Proses Pendidikan Dalam SNP Dijelaskan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang SNP bahwa yang dimaksud dengan standar proses pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan. menantang.

dan sikap sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan. diantaranya adalah: 1) Pengembangan dan inovasi-inovasi metode pengajaran pada semua mata pelajaran. baik secara kualitas maupun kuantitas 4) Terdapat peningkatan inovasi pengelolaan kelas/pengelolaan pembelajaran dan sebagainya 3. Program Pengembangan Standar Proses Pendidikan pada Sekolah Rintisan. Penilaian proses pembelajaran untuk kelompok mata pelajaran selain ilmu pengetahuan dan teknologi harus mencakup observasi dan evaluasi harian secara individual terhadap peserta didik. Pengawasan mencakup pemantauan. utamanya CTL 2) Terdapat peningkatan inovasi bahan pembelajaran. pengetahuan. pengetahuan dan keterampilan. supervisi. dan afektif. Standar kompetensi lulusan meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran. bahwa yang dimaksud dengan standar kompetensi lulusan pendidikan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap. psikomotorik. Kompetensi lulusan mencakup pengetahuan. kepribadian. pelaporan. Standar kompetensi lulusan pada jenjang SMP diarahkan untuk meletakkan dasar kecerdasan. b. 11 .teknologi harus menggunakan berbagai teknik penilaian. ahklak mulia. termasuk ulangan. serta observasi dan evaluasi akhir secara individual yang dilaksanakan sekurang-kurangnya satu kali dalam satu semester. maka bagi setiap sekolah diharapkan mengembangkan berbagai program dan kegiatan. Potensial. baik secara kualitas maupun kuantitas 3) Terdapat peningkatan inovasi sumber pembelajaran. Penilaian proses pembelajaran harus mencakup aspek kognitif. khususnya penerapan metode atau strategi pembelajaran kontekstual atau CTL (Contextual Teaching and Learning) 2) Pengembangan dan inovasi-inovasi bahan pembelajaran 3) Pengembangan dan inovasi-inovasi sumber pembelajaran 4) Pengembangan dan inovasi-inovasi model-model pengelolaan atau manajemen kelas 5) Dan sebagainya Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: 1) Semua mata pelajaran pada semua jenjang kelas telah dilaksanakan dengan menggunakan berbagai strategi pembelajaran. Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai dalam satu tahun. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. dan SSN Dalam upaya-upaya menuju kepada standar proses pendidikan sebagaimana halnya ditentukan oleh SNP. dan pengambilan langkah tindak lanjut yang diperlukan. keterampilan. termasuk kompetensi membaca dan menulis. evaluasi. Pengembangan Standar Kompetensi Lulusan Sebagaimana dijelaskan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005 Tentang SNP. Standar kompetensi lulusan SMP dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Menteri.

orangtua/wali peserta didik. Kualifikasi akademik adalah tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik yang dibuktikan dengan ijazah dan/atau sertifikat keahlian yang relevan sesuai ketentuan perundangan yang berlaku. Kompetensi sosial merupakan kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik. kompetensi profesional. Kompetensi adalah tingkat kemampuan minimal yang harus dipenuhi seorang pendidik untuk dapat berperan sebagai agen pembelajaran. arif. Pengembangan kejuaraan lomba-lomba bidang non akademik e. Pengembangan Standar Pendidik dan Tenaga kependidikan Pengertian Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan menurut PP 19 Tahun 2005 Tentang SNP adalah kriteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental serta pendidikan dalam jabatan. yang dibuktikan dengan sertifikat profesi pendidik. Pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran. sehat jasmani dan rohani. tenaga kependidikan. dewasa. Terdapat peningkatan rata-rata pencapaian gain score achievement (GSA) pada tahun terhadap mata pelajaran yang di-UN-kan berdasarkan kepada standar kelulusan yang ditetapkan c. dan kompetensi sosial sesuai Standar Nasional Pendidikan. perancangan dan pelaksanaan pembelajaran.Adapun beberapa program dan kegiatan yang dapat dikembangkan yang berkaitan dengan standar kompetensi lulusan pendidikan ini antara lain: a. Pengembangan standar kelulusan atau GSA pada setiap tahunnya b. Terdapat peningkatan prestasi non akademik tiap tahunnya d. Terdapat peningkatan gain score achievement (GSA) pada setiap semester atau tahun. Kompetensi kepribadian mencerminkan kepribadian yang mantap. dan berakhlak mulia. evaluasi hasil belajar. dan masyarakat sekitar. serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Seseorang yang tidak memiliki ijazah dan/atau sertifikat keahlian tetapi memiliki keahlian khusus yang diakui dan diperlukan dapat diangkat menjadi pendidik setelah melewati uji kelayakan dan kesetaraan. yang diperoleh melalui pendidikan profesi guru sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. menjadi teladan bagi peserta didik. Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik. Kualifikasi 12 . terhadap pencapaian keutntasan kompetensi untuk semua mata pelajaran b. dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. sesama pendidik. Pengembangan kejuaraan lomba-lomba bidang akademik d. Pengembangan standar pencapaian ketuntasan kompetensi pada tiap tahun atau semester c. Kompetensi profesional merupakan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkannya membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan. stabil. kompetensi kepribadian. Dan sebagainya 4. dan berwibawa. Kompetensi sebagai agen pembelajaran pada jenjang SMP meliputi kompetensi pedagogik. Dan sebagainya Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: a.

media 13 . Memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran sesuai ketentuan perundangan yang berlaku. Terselenggaranya ME tiap tahun khususnya tentang kinerja sekolah d. dan tenaga kebersihan sekolah. kompetensi dan sertifikasi sesuai dengan bidang tugasnya. ruang pendidik. ruang kelas. dan Memiliki kemampuan kepemimpinan dan kewirausahaan di bidang pendidikan. tlima bermain. Persyaratan untuk menjadi kepala SMP meliputi: berstatus guru SMP. ruang unit produksi. Peningkatan kuantitas tenaga pendidik dan tenaga kependidikan Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: a. peralatan pendidikan. perabot. Terselenggaranya ME tiap tahun khususnya tentang kinerja pendidik e. tenaga perpustakaan. ruang bengkel kerja. ruang kelas. Pengembangan atau peningkatan kompetensi pendidik aspek pedagogik c. yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran. tlima bermain. instalasi daya dan jasa. termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Pengembangan atau peningkatan kompetensi pendidik aspek kepribadian e. tlima beribadah. tlima berkreasi. dan 5. Pengembangan Standar Prasarana dan Sarana Pendidikan Pengertian standar Prasarana dan sarana pendidikan menurut PP Nomor 19 tahun 2005 Tentang SNP adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan persyaratan minimal tentang lahan. pendidikan vokasi. Memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun di SMP. perpustakaan. dan ruang/tlima lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. alat dan media pendidikan. ruang laboratorium. Pengembangan atau peningkatan kompetensi tenaga TU dan lainnya f. Pengembangan atau peningkatan kompetensi pendidik aspek sosial d. Standar prasarana pendidikan mencakup persyaratan minimal dan wajib dimiliki oleh setiap satuan pendidikan lahan. Adapun program-program dan kegiatan-kegiatan yang dapat dikembangkan mengenai standar pendidik dan tenaga kependidikan ini antara lain: a. dan pendidikan profesi harus memiliki kualifikasi. ruang tata usaha. Terdapat peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan sesuai SNP c. tentang. Terselenggaranya ME tiap tahun khususnya tentang kinerja kepala sekolah f. tlima berolahraga. Tenaga Kependidikan pada pendidikan akademik. buku. Tenaga kependidikan pada SMP sekurang-kurangnya terdiri atas kepala sekolah. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi oleh kepala sekolah terhadap kinerja pendidik dan tenaga TU atau lainnya. bengkel kerja. dan sumber belajar lain. tlima berkreasi. ruang pimpinan satuan pendidikan. Terdapat peningkatan jumlah tenaga pendidikan dan kependidikan sesuai kebutuhan sekolah b. dan h. Standar sarana pendidikan mencakup persyaratan minimal tentang perabot. ruang perpustakaan. tenaga administrasi. laboratorium. tlima berolahraga. Pengembangan atau peningkatan kompetensi pendidik aspek profesionalisme b. Terselenggaranya supervisi klinis tiap tahun khususnya kepada pendidik. tenaga laboratorium. ruang kantin. tlima beribadah.akademik pendidikan minimum untuk pendidik pada tingkat SMP adalah: diploma lima (D-IV) atau sarjana (S1). Pengembangan atau peningkatan kompetensi kepala sekolah g.

serta letak lahan satuan pendidikan di dalam klaster satuan pendidikan yang menjadi pengumpan masukan peserta didik. Standar letak lahan satuan pendidikan mempertimbangkan jarak tempuh maksimal yang harus dilalui oleh peserta didik untuk menjangkau satuan pendidikan tersebut. Peningkatan dan pengembangan serta inovasi-inovasi media pembelajaran untuk semua mata pelajaran b. lahan praktek. Pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan menjadi tanggung jawab satuan pendidikan yang bersangkutan. Standar kualitas bangunan minimal pada SMP adalah kelas B. Penciptaan atau pengembangan lingkungan belajar yang kondusif e. dan rasio luas lahan per peserta didik dirumuskan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Menteri. dan peralatan pembelajaran lain pada satuan pendidikan dinyatakan dalam daftar yang berisi jenis minimal peralatan yang harus tersedia. Pemeliharaan dilakukan secara berkala dan berkesinambungan dengan memperhatikan masa pakai.pendidikan. bahan habis pakai. Pengembangan jaringan internet. Bahasa. Satuan pendidikan yang memiliki peserta didik. Adapun program-program dan kegiatan yang dapat dikembangkan mengenai standar prasarana dan sarana baik secara kuantitas maupun kualitas antara lain: a. Peningkatan dan pengembangan peralatan laboratorium komputer. dll) pendidikan dan atau pembelajaran d. laboratorium. Pengembangan prasarana (ruang. Standar jumlah buku teks pelajaran di perpustakaan dinyatakan dalam rasio minimal jumlah buku teks pelajaran untuk masing-masing mata pelajaran di perpustakaan satuan pendidikan per peserta didik. Peningkatan dan pengembangan serta inovasi-inovasi peralatan pembelajaran untuk semua mata pelajaran c. pendidik maupun tenaga kependidikan g. pendidik. Standar keragaman jenis peralatan laboratorium ilmu pengetahuan alam (IPA). Standar letak lahan satuan pendidikan mempertimbangkan keamanan. dan lahan pertamanan untuk menjadikan satuan pendidikan suatu lingkungan yang secara ekologis nyaman dan sehat. dan kesehatan lingkungan. Standar jumlah peralatan dinyatakan dalam rasio minimal jumlah peralatan per peserta didik. lahan untuk prasarana penunjang. kenyamanan. Standar sumber belajar lainnya untuk setiap satuan pendidikan dinyatakan dalam rasio jumlah sumber belajar terhadap peserta didik sesuai dengan jenis sumber belajar dan karakteristik satuan pendidikan. rasio luas bangunan per peserta didik. Standar keragaman buku perpustakaan dinyatakan dalam jumlah minimal judul buku di perpustakaan satuan pendidikan. laboratorium bahasa. Standar letak lahan satuan pendidikan mempertimbangkan letak lahan satuan pendidikan di dalam klaster satuan pendidikan sejenis dan sejenjang. Standar rasio luas ruang kelas per peserta didik. dan laboratorium lainnya f. serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. Pengembangan peralatan dan inovasi-inovasi pusat-pusat sumber belajar. Standar lahan satuan pendidikan dinyatakan dalam rasio luas lahan per peserta didik. buku dan sumber belajar lainnya. 14 . baik bagi peserta didik. dan h. dan/atau tenaga kependidikan yang memerlukan layanan khusus wajib menyediakan akses ke sarana dan prasarana yang sesuai dengan kebutuhan mereka. IPA. laboratorium komputer. Pengembangan atau peningkatan peralatan/bahan perawatan sarana dan prasarana pendidikan. Lahan satuan pendidikan meliputi sekurang-kurangnya lahan untuk bangunan satuan pendidikan.

yang menunjukkan seluruh kategori aktifitas satuan pendidikan selama satu tahun dan dirinci secara semesteran. Pada jenjang pendidikan SMP melibatkan Komite Sekolah. Pada satuan pendidikan SMP kepala satuan pendidikan dalam melaksanakan tugasnya dibantu minimal oleh satu orang wakil kepala satuan pendidikan. kepedulian dan komitmen terhadap peningkatan mutu pendidikan. kegiatan pembelajaran. Terdapat peningkatan kuantitas dan kualitas peralatan pembelajaran tiap mata pelajaran untuk semua jenjang kelas. keterbukaan. Terdapat peningkatan kuantitas dan kualitas media dan peralatan pembelajaran praktik tiap mata pelajaran untuk semua jenjang kelas. penilaian kemajuan hasil belajar. partisipasi. pusat media pembelajaran audio visual). Terpasangnya jaringan internet. provinsi. Setiap satuan pendidikan harus memiliki pedoman atau aturan yang sekurang-kurangnya mengatur tentang: Kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabus. dan pendidik. Terdapat prasarana sumber-sumber belajar yang memadai (perpustakaan. Keputusan akademik pada satuan pendidikan ditetapkan oleh rapat dewan pendidik. pengelolaan sarana dan prasana pendidikan. penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan. dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. selaras dengan strategi pembelajaran yang diterapkan (khususnya CTL) c. Pengelolaan satuan pendidikan menjadi tanggung jawab kepala satuan pendidikan. dan apabila keputusan dengan prinsip musyawarah mufakat tidak tercapai. Struktur organisasi satuan pendidikan. dan akuntabilitas dalam perencanaan program.Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: a. selaras dengan strategi pembelajaran yang diterapkan (khususnya CTL) b. dan pengawasan. Terdapat peningkatan kuantitas dan kualitas prasarana pendidikan dan atau pembelajaran d. selaras dengan strategi pembelajaran yang diterapkan (khususnya CTL) e. Rapat dewan pendidik dilaksanakan atas dasar prinsip musyawarah mufakat yang berorientasi pada mutu. praktisi pendidikan. Pembagian tugas di antara tenaga 15 . dan g. yang memiliki wawasan. bulanan. dan media pembelajaran atau sekolah secara berkala. Pengelolaan SMP menerapkan manajemen berbasis sekolah yang ditunjukkan dengan kemandirian. Pengembangan Standar Pengelolaan Pendidikan Seperti dijelaskan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005 Tentang SNP bahwa yang dimaksudkan dengan standar pengelolaan pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan. peralatan. atau nasional agar tercapai efesiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan. guru maupun kepala sekolah f. Terlaksananya perawatan prasarana. kemitraan. 6. Kalender kegiatan pendidikan. dan mingguan. tokoh masyarakat. pengambilan keputusan ditetapkan atas dasar suara terbanyak. kabupaten/kota. Pembagian tugas di antara pendidik. pendayagunaan tenaga kependidikan. baik dalam lab komputer peserta didik. Komite Sekolah sekurang-kurangnya terdiri dari anggota masyarakat yang mewakili orang tua/wali peserta didik. Terdapat peningkatan kuantitas dan kualitas media pembelajaran tiap mata pelajaran untuk semua jenjang kelas. pelaksanaan.

mata pelajaran yang ditawarkan pada semester gasal. penggunaan. berisi pelaksanaan teknis dari tugas masing-masing dan dilakukan sekurang-kurangnya setiap akhir semester. dan penyelenggara program. Laporan oleh tenaga kependidikan ditujukan kepada pemimpin satuan pendidikan. Kode etik hubungan antara sesama warga di dalam lingkungan satuan pendidikan dan hubungan antara warga satuan pendidikan dengan masyarakat. dan pengawas atau penilik satuan pendidikan. dan akuntabel. serta penggunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana. pengadaan. Tata tertib satuan pendidikan. pelaporan. buku teks pelajaran yang dipakai pada masingmasing mata pelajaran. Rencana kerja meliputi sekurang-kurangnya: kalender pendidikan atau akademik yang meliputi sekurang-kurangnya jadwal pembelajaran. kegiatan ekstrakurikuler. Pada jenjang pendidikan SMP laporan oleh pendidik ditujukan kepada pemimpin satuan pendidikan dan orang tua/wali peserta didik. tenaga kependidikan dan peserta didik. Rencana kerja tahunan merupakan penjabaran rinci dari rencana kerja jangka menengah satuan pendidikan yang meliputi masa 5 (lima) tahun. jadwal rapat Dewan Pendidik. Pelaksanaan pengelolaan satuan pendidikan dilaksanakan secara mandiri. efisien. laporan oleh pemimpin satuan pendidikan ditujukan kepada komite 16 . Untuk jenjang SMP. yang minimal meliputi tata tertib pendidik. dan akuntabilitas satuan pendidikan. dan hari libur. penugasan pendidik pada mata pelajaran dan kegiatan lainnya. ujian. Pengawasan satuan pendidikan meliputi pemantauan. berisi hasil evaluasi dan penilaian dan dilakukan sekurang-kurangnya setiap akhir semester. Pemantauan dilakukan untuk menilai efisiensi. pelaksanaan pengelolaan satuan pendidikan yang tidak sesuai dengan rencana kerja tahunan harus mendapat persetujuan dari rapat dewan pendidik dan komite sekolah. Pelaksanaan pengelolaan satuan pendidikan berpedoman kepada rencana kerja tahunan. Supervisi mengacu pada Standar Nasional Pendidikan dan Pedoman Program Penjaminan Mutu yang diterbitkan oleh Departemen. Untuk pendidikan SMP. program peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan yang meliputi sekurangkurangnya jenis. efektif. Peraturan akademik. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana pembelajaran. dan semester pendek bila ada. pemimpin satuan pendidikan. Pelaksanaan kegiatan tersebut harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari rapat dewan pendidik dan komite sekolah dan kemudian dipertanggungjawabkan kepada rapat dewan pendidik dan komite sekolah. peserta. Pelaksanaan kegiatan yang perlu atau mendesak tetapi tidak diprogramkan di dalam rencana kerja tahunan dilaksanakan secara ad-hoc dan bertanggung jawab.kependidikan. evaluasi. rapat konsultasi satuan pendidikan dengan orang tua/wali peserta didik. jadwal penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk tahun ajaran berikutnya. jadwal penyusunan laporan akuntabilitas dan kinerja satuan pendidikan untuk satu tahun terakhir. durasi. Pelaporan dilakukan oleh pendidik. Supervisi meliputi supervisi manajerial dan akademik. Pemantauan dilakukan secara teratur dan berkesinambungan oleh pemimpin satuan pendidikan dan komite sekolah atau bentuk lain dari lembaga perwakilan pihak-pihak yang berkepentingan. semester genap. efektivitas. dan rapat satuan pendidikan dengan komite sekolah. Rencana kerja harus disetujui rapat dewan pendidik setelah memperhatikan pertimbangan dari Komite Sekolah. tenaga kependidikan. Supervisi dilakukan secara teratur dan berkesinambungan oleh pengawas atau penilik satuan pendidikan dan kepala satuan pendidikan. pemeriksaan. dan persediaan minimal bahan habis pakai. supervisi. dan tindak lanjut hasil pengawasan. rencana anggaran pendapatan dan belanja satuan pendidikan untuk masa kerja satu tahun. ulangan. Setiap satuan pendidikan dikelola atas dasar rencana kerja tahunan.

transparansi. Melaksanakan dan membuat pelaporan-pelaporan kepada berbagai pihak yang relevan. Terdapat dokumen rencana pengembangan sekolah (RPS) tiap tahun. fleksibilitas. Adapun beberapa program dan kegiatan yang dapat dikembangkan atau ditingkatkan pada standar pengelolaan pendidikan antara lain: a. dan model lain yang pada dasarnya mengembangkan aspek-aspek manajemen untuk pengembangan standarstandar pendidikan n.sekolah atau bentuk lain dari lembaga perwakilan pihak-pihak yang berkepentingan. baik menyangkut bidang akademik. Pengembangan dan melengkapi administrasi sekolah g. partisipasi/kerjasama. Mendukung pengembangan perangkat penilaian f. Penggalangan partisipasi masyarakat (pemberdayaan komite sekolah) k. Setiap pihak yang menerima laporan wajib menindak lanjuti laporan tersebut untuk meningkatkan mutu dan kesehatan satuan pendidikan. Pengembangan pendayagunaan SDM sekolah dengan cara membuat dan pembagian tugas-tugas secara jelas c. dan kontinyuitas baik mengenai program. Tersedianya kelengkapan administrasi sekolah sesuai dengan kebutuhan dan memenuhi standar e-goverment yang efisien dan efektif 17 . dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. menengah maupun panjang b. baik untuk jangka pendek. akuntabilitas.Pembinaan SMP) h. menengah maupun panjang b. Terdapat struktur dan keorganisasian sekolah sesuai dengan kebutuhan sekolah beserta tupoksi dan pedoman-pedoman kerjanya d. termasuk memberikan sanksi atas pelanggaran yang ditemukannya. baik untuk jangka pendek. Melaksanakan pembelajaran secara efektif dan efisien e. Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: a. berisi hasil evaluasi dan dilakukan sekurangkurangnya setiap akhir semester. hasil-hasil program serta lainnya oleh pihak manajemen sekolah (lihat pedoman pelaksanaan MBS pada Buku MBS yang diterbitkan oleh Dit. Implementasi MBS mengenai kemandirian/otonomi sekolah. Membuat jaringan informasi akademik di internal maupun eksternal sekolah (SIM) l. Implementasi model-model manajemen: POAC. Membuat atau menciptakan jaringan kerja yang efektif dan efisien baik secara vertikal dan horisontal m. PDCA. dan o. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi oleh sekolah tentang kinerja sekolah i. Mengembangkan Income Generating Activities atau unit-unit produksi/usaha di sekolah maupun kerjasama dengan pihak lain untuk menggalang partisipasi masyarakat. Pengembangan atau pembuatan rencana pengembangan sekolah (RPS) tiap tahun. Pengembangan struktur dan keorganisasian sekolah sesuai dengan kebutuhan sekolah d. Terdapat dokumen pengembangan pendayagunaan SDM sekolah dengan cara membuat dan pembagian tugas-tugas secara jelas beserta pelaksanaannya c. Pelaksanaan supervisi klinis oleh kepala sekolah j. keuangan. non akademik atau manajemen sekolah lainnya. Terlaksananya pembelajaran secara efektif dan efisien dengan dibuktikan oleh prestasi yang dicapai dan pemanfaatan input pendidikan yang ada e.

Menjalin kerjasama dengan alumni. pengembangan SDM. air. Pembiayaan pendidikan terdiri dari biaya investasi. dan biaya personal. Pengembangan jalinan kerja dengan penyandang dana. transportasi. Mengimplementasikan MBS dengan indikator pencapaian sekolah/manajemen mampu: mandiri/otonom. konsumsi. khususnya untuk penggalangan dana pendidikan 18 .f. Terdapat sistem pengelolaan dalam Income Generating Activities atau unit-unit produksi/usaha di sekolah maupun kerjasama dengan pihak lain untuk menggalang partisipasi masyarakat secara profesional. pajak. keuangan. dan m. Pengembangan Standar Pembiayaan Pendidikan Seperti dijelaskan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005 Tentang SNP bahwa standar pembiayaan mengatur komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan. Penggalangan dana dari berbagai sumber termasuk dari sponsor c. jasa telekomunikasi. akuntabel. Terdapat dokumen laporan kepada berbagai pihak yang relevan. maka sekolah dapat mengembangkan program atau kegiatan yang didasarkan atas musyawarah dan mufakat serta persetujuan dari stakeholder (termasuk Komite Sekolah) serta sesuai dengan koridor peraturan perundangan yang berlaku. Terciptanya jaringan kerja yang efektif dan efisien baik secara vertikal dan horisontal k. pemeliharaan sarana dan prasarana. Sedangkan yang dimaksudkan dengan biaya operasi satuan pendidikan adalah bagian dari dana pendidikan yang diperlukan untuk membiayai kegiatan operasi satuan pendidikan agar dapat berlangsungnya kegiatan pendidikan yang sesuai standar nasional pendidikan secara teratur dan berkelanjutan. dan biaya operasi pendidikan tak langsung seperti daya. program-program dan pengelolaan yang fleksibilitas. Biaya personal meliputi biaya pendidikan yang harus dikeluarkan oleh peserta didik untuk mengikuti proses pembelajaran secara teratur dan berkelanjutan. seperti misalnya: a. dan modal kerja tetap. asuransi. non akademik atau manajemen sekolah lainnya. Biaya investasi termasuk untuk biaya penyediaan sarpras. baik menyangkut bidang akademik. uang lembur. melakukan partisipasi/kerjasama dengan masyarakat dan lainnya. dan terdapat kontinyuitas baik mengenai program. Terdapat jaringan informasi akademik di internal maupun eksternal sekolah (SIM) j. Pendayagunaan potensi sekolah dan lingkungan yang menghasilkan keuntungan ekonomik e. bahan atau peralatan pendidikan habis pakai. dan lain sebagainya. Kepemimpinan kepala sekolah mampu melaksanakan ciri-ciri sebagai leader yang tangguh h. hasil-hasil program serta lainnya oleh pihak manajemen sekolah g. transparan. Biaya operasi satuan pendidikan meliputi: gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan yang melekat pada gaji. Penciptaan usaha-usaha di sekolah atau di luar sekolah sebagai Income Generating Activities d. Terdapat berbagai model pengembangan pengelolaan sekolah l. Dalam upaya membantu memenuhi dan mencapai standar biaya pendidikan yang memadai. 7. Terselenggaranya penggalangan partisipasi masyarakat (pemberdayaan komite sekolah) secara optimal dalam berbagai bentuk/bidang i. biaya operasi. baik donatur tetap maupun tidak tetap b.

dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. baik tetap maupun ridak tetap dan terdapat pemasukan dana b. ulangan. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran keimanan. Pengembangan Standar Penilaian Pendidikan Dijelaskan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005 Tentang SNP bahwa standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme. dan kesehatan . Penilaian digunakan untuk: menilai pencapaian kompetensi peserta didik. penugasan. kantin. Ujian akhir dilakukan untuk semua mata pelajaran kelompok ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menentukan kelulusan peserta didik. Dan sebagainya Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: a. dan/atau bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik materi yang dinilai. Untuk mengikuti ujian akhir satuan pendidikan. dan kesehatan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kelulusan peserta didik dari penilaian akhir satuan pendidikan. ketakwaan. dll) c. Penilaian akhir mempertimbangkan hasil penilaian peserta didik sejak awal hingga akhir masa studi. Pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dilakukan penilaian akhir pada setiap satuan pendidikan untuk semua mata pelajaran pada kelompok mata pelajaran keimanan. kelompok mata pelajaran estetika. memperbaiki proses pembelajaran. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. kemampuan. ulangan. serta kelompok mata pelajaran jasmani. 19 . kelompok mata pelajaran estetika. olah raga. toko. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi diukur melalui ujian. dan kesehatan dilakukan melalui: pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan psikomotorik dan afeksi peserta didik. Terdapat jalinan kerjasama dengan alumni dalam penggalangan dana 8. serta ujian. ulangan. peserta didik harus mendapatkan nilai yang sama atau lebih besar dari nilai batas ambang kompetensi yang dirumuskan oleh BSNP. Penilaian hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik secara berkesinambungan untuk memantau proses. dan kelompok mata pelajaran jasmani. Terjalin kerjasama dengan penyandang dana. Ujian nasional merupakan penilaian bersifat nasional atas pencapaian standar kompetensi lulusan oleh peserta didik hasilnya dapat dibandingkan baik antar satuan pendidikan. ketakwaan. dan akhlak mulia dan kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan melalui: pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik. dan ujian.f. olah raga. Tertdapat usaha nyata sekolah dalam hal IGA atau unit produksi sekolah (koperasi. pada kelompok mata pelajaran keimanan. bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. dan akhlak mulia. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran estetika dilakukan melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan ekspresi psikomotorik peserta didik. dan instrumen penilaian prestasi belajar peserta didik. prosedur. dan akhlak mulia. dan menentukan kelulusan peserta didik. olah raga. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. dan kemajuan hasil belajar. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran jasmani. ketakwaan. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian.

uji coba. Pada jenjang SMP. Kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan ditetapkan oleh satuan pendidikan yang bersangkutan sesuai dengan kriteria yang dikembangkan dan ditetapkan oleh BSNP. Dalam teknis pelaksanaan Ujian Nasional di tingkat provinsi. berkeadilan. Rata-rata tahunan hasil Ujian Nasional yang diperoleh program pendidikan dan/atau satuan pendidikan dipertimbangkan dalam akreditasi satuan pendidikan dan/atau program pendidikan. Pemerintah Kabupaten/Kota. ketakwaan. olah raga. dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan oleh peserta didik. Soal pada Ujian Nasional mewakili seluruh cakupan materi yang ada pada standar kompetensi lulusan dari mata pelajaran yang diujikan. dan lulus Ujian Nasional. BSNP menyelenggarakan Ujian Nasional yang diikuti peserta didik untuk mengukur kompetensi peserta didik dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Matematika. kelompok mata pelajaran estetika. Pengembangan perangkat model-model penilaian pembelajaran b.antara daerah. ulangan akhir semester. Pemerintah Provinsi. Ujian Nasional diadakan sekurang-kurangnya satu kali dan sebanyak-banyaknya dua kali dalam satu tahun pelajaran. ulangan tengah semester. ulangan kenaikan kelas. dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Peserta didik pendidikan informal dapat mengikuti ujian nasional setelah memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh BSNP. Pengembangan instrumen atau perangkat soal-soal untuk berbagai model evaluasi d. Ujian Nasional mencakup pelajaran Bahasa Indonesia. Setiap peserta didik wajib mengikuti satu kali Ujian Nasional tanpa dipungut biaya. Bahasa Inggris. dan akuntabel. Implementasi model evaluasi pembelajaran: ulangan harian. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. Pengembangan lomba-lomba. dan satuan pendidikan. Penilaian kompetensi peserta didik pada Ujian Nasional dilakukan secara obyektif. Oleh karena itu perlu mengembangkan. bahan pertimbangan dalam menentukan kelulusan peserta didik dari program pendidikan dan/atau satuan pendidikan. Pengembangan pedoman-pedoman evaluasi sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan oleh pemerintah atau BSNP e. dan akhlak mulia. Peserta didik dinyatakan lulus setelah: menyelesaikan seluruh program pembelajaran. satuan pendidikan. salah satu dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya. Standar kompetensi pada mata pelajaran yang diujikan dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Menteri. dan sejenisnya dalam upaya peningkatan standar nilai atau ketuntasan kompetensi 20 . Setiap peserta didik berhak mengikuti Ujian Nasional dan berhak mengulanginya sepanjang belum dinyatakan lulus dari satuan pendidikan. memperoleh nilai minimal baik pada evaluasi akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran keimanan. BSNP bekerja sama dengan LPMP. dan digunakan sebagai dasar pertimbangan dalam pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upayanya untuk meningkatkan mutu pendidikan. meningkatkan dan melaksanakan beberapa program dan kegiatan penilaian seperti misalnya: a. Peserta ujian nasional memperoleh Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional yang selanjutnya disebut SKHUN yang diterbitkan oleh satuan pendidikan penyelenggara Ujian Nasional. dll c. Kriteria kelulusan ujian nasional dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan oleh Menteri. Jadual pelaksanaan Ujian Nasional ditetapkan oleh Menteri. dan kelompok mata pelajaran jasmani. dan/atau program pendidikan. dan kesehatan . maupun antar waktu. Hasil Ujian Nasional digunakan sebagai : salah satu instrumen dalam pemetaan mutu satuan pendidikan dan/atau program pendidikan. lulus ujian akhir kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan.

f. Menjalin kerjasama dengan pihak-pihak terkait untuk melaksanakan penilaian dalam rangka pengembangan perangkat penilaian sampai dengan analisa dan pelaporan hasil belajar peserta didik, dan g. Melaksanakan kerjasama dengan pihak lain untuk melaksanakan tes atau uji coba prestasi peserta didik secara periodik Target yang harus dicapai dalam aspek ini antara lain ditunjukkan oleh indikatorindikator: a. Terdapat perangkat penilaian berbagai ragam untuk semua mapel semua jenjang kelas/tingka b. Terselenggara berbagai model evaluasi: ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ulangan kenaikan kelas, dll c. Terdapat dokumen pengembangan bank soal, dan d. Terdapat berbagai macam lomba, uji coba, dan jenis lainnya untuk peningkatan prestasi peserta didik. Dari berbagai program pengembangan tersebut selanjutnya dapat dibuat kerangka kerja/program dan target yang diinginkan dengan berbagai strategi pelaksanaannya sebagai berikut: Program Dan Hasil Yang Diharapkan
Isi (Kurikulum) Proses Kelulusan Pengelolaan Pembiayaan Pendidik & Tnaga Kependidikan Prasarana dan Sarana Penilaian Lainnya

N o

1 2 3 5

5

Mengimplementa sikan MBS Mengembangkan Inovasi Pembelajaran Menciptakan Komunitas Belajar Mengembangkan Profesionalitas Pendidik dan Tenaga Kependidikan Menggalang Partisipasi Masyarakat

Strategi

• •

• • •

• • •

• • •

• •

• •

21

KETERANGAN:  Dengan strategi implementasi MBS di sekolah dapat dilaksanakan program-program yang relevan dengan pengembangan kurikulum atau kurikulum satuan pendidikan yang akan dilaksanakan, inovasi proses pembelajaran, pencapaian kompetensi lulusan yang makin meningkat, pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan, pengembangan prasarana dan sarana, pengembangan pengelolaan pendidikan di sekolah, pencapaian pembiayaan pendidikan di sekolah yang proporsional, pengembangan sistem penilaian, dan program lain yang sesuai dengan kebutuhan serta kondisi lingkungan sekolah/masyarakat. Dengan strategi pengembangan inovasi pembelajaran di sekolah dapat dilaksanakan program-program yang relevan dengan pengembangan dan penerapan berbagai model proses pembelajaran terutama penerapan CTL di sekolah, pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan yang mampu menerapkan CTL, pengembangan prasarana dan sarana pendukung pelaksanaan CTL, pengembangan pengelolaan pendidikan di sekolah yang mengakomodasi pelaksanaan pembelajaran CTL, pengembangan sistem penilaian yang didasarkan atas penerapan pembelajaran CTL, dan program lain yang sesuai dengan kebutuhan serta kondisi lingkungan sekolah. Dengan strategi penciptaan komunitas belajar yang kondusif di sekolah dapat dilaksanakan program-program yang mengarah kepada budaya pengembangan kurikulum yang kontekstual oleh pendidik, budaya inovatif pendidik dalam pengembangan pendekatan proses pembelajaran yang kontekstual, pengembangan dan pengkondisian peserta didik yang mengarah kepada kompetisi untuk mencapai kompetensi yang tinggi, penciptaan budaya dan pengembangan kompetensi (profesionalitas, pedagogik, kepribadian, sosiologis) pendidik dan tenaga kependidikan, penciptaan peluang atau keslimaan dan pendayagunaan secara optimal prasarana dan sarana serta potensi sumber daya sekolah lainnya, penciptaan dan pengembangan pengelolaan sekolah yang kontekstual dengan kebutuhan sekolah serta penciptaan budaya entrepreneurship di lingkungan sekolah. Dengan strategi pengembangan perofesionalitas pendidik dan tenaga kependidikan , dapat dilaksanakan program-program yang relevan seperti: peningkatan kemampuan pendidik dan tenaga kependidikan agar mampu mengembangkan kurikulum atau kurikulum satuan pendidikan, melakukan inovasi proses pembelajaran, mengembangkan prasarana dan sarana pendidikan, mengembangkan model/sistem pengelolaan pendidikan di sekolah, mengembangkan usaha dan income generating di sekolah, dan mengembangkan sistem penilaian sesuai dengan tuntutan KBK. Dengan strategi penggalangan partisipasi masyarakat, dapat dilaksanakan programprogram yang relevan seperti: peningkatan kerjasama, kemitraan, dan pengoptimasian potensi sumber daya masyarakat (stakeholder) dan atau komite sekolah untuk membantu mengembangkan kurikulum, proses pembelajaran, tenaga pendidik dan kependidikan, sarpras, pengelolaan sekolah, pembiayaan pendidikan, dan bahkan dalam pelaksanaan pengembangan penilaian peserta didik. 22

D. Proses Penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) Dalam penyusunan RPS harus menerapkan prinsip-prinsip: memperbaiki prestasi belajar siswa, membawa perubahan yang lebih baik (peningkatan/ pengembangan), sistematis, terarah, terpadu (saling terkait & sepadan), menyeluruh, tanggap terhadap perubahan, demand driven (berdasarkan kebutuhan), partisipasi, keterwakilan, transparansi, data driven, realistik sesuai dengan hasil analisis SWOT, dan mendasarkan pada hasil review dan evaluasi. 1. Penyusunan dan Pelaksanaan RPS Faktor penting yang harus diperhatikan oleh setiap sekolah adalah konsistensi anatara perencanaan dengan pelaksanaan pengembangan sekolah. Perencanaan sekolah yang baik akan memberikan kontribusi keberhasilan yang besar dalam implementasinya.
Desai Desai n n Implementa Implementa si si Evalua Evalua si si

RPS RPS

RPS RPS

RPS RPS

Cakupan Isi RPS Kualitas RPS

Kepatuhan Implementasi dengan Desain RPS

Kesesuaian Hasil dengan Desain RPS

Sedangkan perencanaan yang kurang baik akan memberikan dampak yang kurang baik pula terhadap impelemntasinya. Oleh karena itu dalam setiap membuat RPS, sekolah harus mempertimbangkan berbagai faktor yang mempengaruhi seperti kondisi lingkungan strategis, kondisi sekolah saat ini, dan harapan masa datang. Alur berfikir dan keterkaitan antara perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi sekolah dapat dilihat pada gambar 2.
Gambar 2. Penyusunan dan Pelaksanaan Perencanaan Sekolah Analisis Lingkungan Analisis Lingkungan Strategis Strategis

SituasiPendidikan Pendidikan Situasi saatini ini saat

Kesenjanga n

SituasiPendidikan Pendidikan Situasi yangdiharapkan diharapkan yang

RencanaStrategis Strategis Rencana (5tahun) tahun) (5

Rencana Rencana Operasional Operasional (1 tahun) (1 tahun)
Pelaksanaan Pelaksanaan Program Program Monitoring & Monitoring & Evaluasi Evaluasi

23

regulasi/kebijakan pemerintah pusat dan daerah. kondisi ekonomi masyarakat dan nasional. sistem penilaian/evaluasi. Baik dalam Renstra maupun Renop semua sumber dana dan alokasi biaya sudah dapat diprediksi sebelumnya. Hasil kajian ini dapat dipergunakan untuk menentukan visi sekolah. 2) Melakukan analisis situasi pendidikan sekolah saat ini Adalah suatu analisis atau kajian yang dilakukan oleh sekolah untuk mengetahui semua unsur sekolah yang akan dan telah mempengaruhi penyelenggaraan pendidikan dan hasil-hasilnya. laboran. media pengajaran. yang semuanya mengacu kepada SNP. peserta didik. pembiayaan dan sumber dana sekolah. peran komite sekolah. kondisi keamanan lingkungan. kondisi demografis masyarakat sekitar. fasilitas atau sarpras. kondisi geografis lingkungan sekolah. kelulusan. buku. yaitu Rencana Strategis (Renstra) Sekolah dalam jangka menengah (lima tahunan) dan Rencana Operasional (Renop) Sekolah dalam jangka pendek (satu tahunan). kepala sekolah. manajemen sekolah. Langkah-langkah penyusunan Renstra dalam RPS: 1) Melakukan analisis lingkungan strategis sekolah Dalam analisis ini pihak sekolah melakukan kajian tentang faktor-faktor eksternal sekolah. Secara lebih rinci dalam pentahapan proses penyusunan RPS adalah sebagai berikut: a. Programprogram dalam Renop lebih detail yang akan dilaksankan dan dicapai dalam satu tahun. baik Renstra maupun Renop harus memperhatikan kebutuhan sekolah. sehingga dapat diketahui sejauhmana kesenjangan yang terjadi. perkembangan IPTEK. Dalam hal program. dan sebaginya. Hasil kajian ini dapat dirumuskan dalam ”education profile” pada suatu daerah yang dapat dipergunakan untuk menentukan ”status” atau potret pendidikan di SMP saat ini . perkembangan globaliasasi. tenaga TU. dan sebaginya. masyarakat serta sesuai dengan RPPP dan RPPN. 24 . kurikulum. Berbagai faktor tersebut diantaranya adalah kondisi sosial masyarakat. Hasil ini selanjutnya akan dibvandingkan dengan kondisi ideal yang diharapkan di masa lima tahun mendatang. tenaga perpustakaan. Dengan demikian Renstra dibuat pada awal tahun untuk lima tahun mendatang. Analisis ini lebih menitikberatkan kepada analisis situasi pendidikan jenjang SMP pada umumnya di sekitar sekolah yang bersangkutan. Sedangkan Renop merupakan bagian tak terpisahkan dari Renstra. yang dapat mempengaruhi penyelenggaraan pendidikan. sedangkan Renop dibuat pada tahun pertama dari lima tahun yang akan dilaksanakan. dan lebih merupakan penjabaran operasional dari Renstra. Renstra menggambarkan suatu perencanaan pengembangan sekolah yang menggambarkan tentang program-program sekolah yang akan dilaksanakan dan dicapai selama kurun waktu lima tahun. kondisi perpolitikan. Langkah-langkah Penyusunan RPS: Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Operasional (Renop) Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa RPS berisi dua rencana pengembangan pendidikan ditinjau dari jangka waktunya. baik menyangkut fisik maupun non fisik. Aspek atau unsur-unsur sekolah yang secara internal dapat dikaji antara lain mengenai kondisi saat ini tentang: PBM.2. Program-program tersebut lebih bersifat garis besar. guru.

serta (8) masyarakat semakin faham bahwa pendidikan bukan hanya untuk hal-hal yang bersifat kognitif. Kesenjangan itulah merupakan sasaran yang harus dicapai atau diatasi. sehingga dapat menentukan kondisi sekolah yang benarbenar ideal tetapi terukur. Hal itu penting difahami untuk menghindari terjadinya kekeliruan bahwa sekolah “bebas” menentukan 25 . standar kelulusan. dan sebagainya. (5) kesadaran orangtua akan pentingnya pendidikan yang baik bagi anaknya ternyata paralel dengan persaingan antar sekolah untuk menggaet anak yang pandai dengan orangtua yang penuh perhatian. Imajinasi ke depan seperti itu akan selalu diwarnai oleh peluang dan tantangan yang diyakini akan terjadi di masa datang. sehingga akan banyak tenaga kerja asing di Indonesia. 4) Menentukan kesenjangan antara situasi pendidikan sekolah saat ini dan yang diharapkan 5 tahun kedepan Berdasarkan pada hasil analisis sekolah saat ini dan analisis kondisi sekolah yang idieal lima tahun mendatang (langkah 2 dan 3). sehingga apa yang diharapkan sekolah secara ideal dapat dicapai. sekolah harus memperhatikan perkembangan dan tantangan masa depan. Berikut itu beberapa contoh perkembangan ke depan yang perlu diperhatikan. 5) Merumuskan visi Visi adalah imajinasi moral yang menggambarkan profil sekolah yang diinginkan di masa datang. Artinya visi suatu sekolah harus mengacu kepada kebijakan umum pendidian yang tekah ditetapkan secara nasional. Diharapkan apa yang menjadi idealisme dalam lima tahun mendatang merupakan ”education profile yang ideal”. yaitu tercapainya standar kurikulum sekolah. (5) era global tampaknya juga berpengaruh terhadap perilaku dan moral manusia. feasible. standar pendidik dan tenaga kependidikan. standar PBM. antara lain: (1) perkembangan iptek begitu cepat akan berpengaruh pada semua aspek kehidupan termasuk teknologi pendidikan. sehingga prinsip multiple intelegence menjadi salah satu harapan. sehingga sekolah diharapkan berperan menanamkan akhlaq kepada siswa. maka selanjutnya sekolah dapat menentukan kesenjangan yang terjadi antara keduanya. Dengan kata lain. standar fasilitas. Namun demikian visi sekolah harus tetap berada dalam koridor kebijakan pendidikan nasional. dan standar penilaian. (2) era global akan menyebabkan lalu lintas tenaga kerja sangat mudah. Dalam menentukan visi tersebut. standar pembiayaan. Hasil analisis ini selanjutnya akan dipergunakan untuk membandingkan dengan kondisi sekolah saat ini (poin 2). yaitu mampu mencapai SNP. dan rasional. standar pengelolaan. sebaliknya banyak tenaga kerja Indonesia di luar negeri (3) era informasi yang menyebabkan siswa dapat memperoleh informasi dari berbagai sumber sehingga guru dan sekolah bukan lagi satu-satunya sumber informasi.3) Melakukan analisis situasi pendidikan sekolah yang diharapkan 5 tahun kedepan Sekolah melakukan suatu kajian atau penelaahan tentang cita-cita potret pendidikan di SMP yang ideal di masa datang (khususnya dalam lima tahun mendatang). khususnya mereka yang memiliki cara pandang yang visioner. kesenjangan tersebut merupakan selisih antara kondisi nyata sekarang dengan kondisi idealnya. sehingga sekolah yang mutunya jelek akan ditinggalkan mereka. (7) di era AFTA juga sangat mungkin terjadi pembukaan “cabang” sekolah luar negeri di kota besar di Indonesia. (6) di era AFTA yang sebentar lagi dimulai bahasa Inggris akan sangat penting untuk sarana komunikasi di dunia kerja. Dalam analisis ini melibatkan semua stakeholder sekolah.

Rumusan visi yang baik seharusnya memberikan isyarat: a. Dengan demikian tujuan jangka menengah (5 tahun) pada dasarnya merupakan tahapan atau langkah untuk mewujudkan visi. Jadi misi merupakan penjabaran visi dalam bentuk rumusan tugas. maka tujuan 5 tahun dikaitkan dengan jangka menengah. Dengan kata lain. misi dan tujuan baku SMP yang telah ditetapkan. pendidik. Mampu menjadi dasar dan mendorong terjadinya perubahan dan pengembangan sekolah ke arah yang lebih baik. untuk jangka waktu yang lama. c. Visi pada umumnya dirumuskan dengan kalimat yang filosofis. Artinya jenis dan mutu layanan pendidikan seperti apa yang diharapkan oleh orangtua dan masyarakat sekitar sekolah. sarana. 6) Merumuskan misi sekolah Misi adalah tindakan atau upaya untuk mewujudkan visi. kelulusan. satu indikator misi dapat dirumuskan lebih dari satu rumusan misi. Visi dan disertai indikator tersebut hanyalah bahan banding dan hanya cocok dengan sekolah yang bersangkutan. baik isi yang mengarah pada pencapaian standar isi. visi yang dirumuskan dengan kalimat filosofis perlu diberikan indikatornya. sesuai dengan norma dan harapan masyarakat. Menjadi dasar perumusan misi dan tujuan sekolah. Juga harus dipertimbangkan apa potensi yang dimiliki sekolah untuk mewujudkan harapan tersebut. Sebagaimana disebut terdahulu. Oleh karena itu sekolah lain dianjurkan merumuskan visinya sendiri. Dalam hal ini. Mencerminkan dorongan yang kuat akan tumbuhnya inspirasi. pengelolaan. kewajiban. yang sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing. semangat dan komitmen warga. dan berdasarkan tujuan baku SMP yang tertera dalam Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional maupun Peraturan Pemerintah sebagai pedoman pelaksanaannya. mudah diingat dan terkait dengan istilah tertentu. maupun penilaian karena untuk kepentingan jangka 26 . Mencerminkan standar keunggulan dan cita-cita yang ingin dicapai. misi adalah bentuk layanan untuk memenuhi tuntutan yang dituangkan dalam visi dengan berbagai indikatornya. proses. pembiayaan. misi dan tujuan baku terkait dengan jangka panjang. Misalnya. d. b. Menunjukkan keyakinan masa depan yang jauh lebih baik. Sering pula dirumuskan dalam bentuk kalimat yang khas. bahkan seringkali mirip sebuah slogan. apa indikator sekolah yang “unggul dalam prestasi berdasarkan iman dan taqwa” tersebut. e. Antara indikator visi dengan sumusan misi harus ada keterkaitan atau terdapat benang merahnya secara jelas.visinya dan tidak terkait dengan kebijakan pihak lain. Jika visi. Indikator sebaiknya mencakup segala aspek pokok yang diimajinasikan. Rumusan misi selalu dalam bentuk kalimat yang menunjukkan “tindakan” dan bukan kalimat yang menunjukkan “keadaan” sebagaimana pada rumusan visi. Di samping itu visi sekolah juga harus mempertimbangkan potensi yang dimiliki sekolah dan harapan masyarakat di sekitar sekolah. f. Berorientasi ke masa depan. dan rancangan tindakan yang dijadikan arahan untuk mewujudkan visi. 7) Merumuskan tujuan sekolah selama lima (5) tahun ke depan Bertolak dari visi dan misi yang telah dikembangkan oleh sekolah. selanjutnya sekolah merumuskan tujuan jangka menengah (5 tahun). Isi tujuan jangka menengah ini masih bersifat global dan komprehensif.

sehingga perkiraan sumber dana dapat diprediksi dengan tepat. demikian pula sebaliknya. maka rencana biaya untuk tahun pertama dapat dipergunakan sebagai dasar dalam menentukan biaya di tahun kedua. Misalnya dari program pencapaian SNP tentang standar sarana dan prasarana pendidikan. urgen. atau sebaliknya. program dan strategi pencapaiannya di atas. maka selanjutnya dapat dirumuskan tentang apa-apa saja yang akan dihasilkan (sebagai output). Rencana biaya tersebut dapat dirumuskan per tahunnya. Untuk membantu keakuratan dalam rancangan biaya pertahunnya. hanya garis besarnya saja. 10) Menentukan milestone (output apa dan kapan dicapainya) Berdasarkan pada tujuan. Oleh karena itu penting bagi setiap sekolah untuk mengetahui RPPK. Karena Renstra sifatnya global. dari pusat. dua tahun atau 10 tahun.menengah (5 tahun). ketiga. Oleh karena itu dalam perumusan strategi ini harus mempertimbangkan keterlibatan pihak lain terkait dan kemampuan sekolah itu sendiri. masih bersifat yang utama. Karakteristik strategi adalah yang sesuai dengan tuntutan program. maka seandainya terjadi perubahan besarnya biaya dan asal sumber dana juga tidak 27 . Dengan kata lain. selanjutnya adalah menetukan strategi apa yang harus dijalankan untuk melaksanakan program tersebut secara efisien. dst). RPPP. dan komprehensif. 9) Menentukan strategi pelaksanaan Setelah program dirumuskan. Program strategis ini harus sesuai dengan rumusan tujuan 5 tahunan yang telah ditetapkan. Dan dalam batas waktu atau tahun tertentu baru menyusut besarnya biaya. belum spesifik/operasional. Untuk selanjutnya program ini akan dijabarkan lebih kongkret dan terukur secara operasional nanti ke program dalam Rencana Operasional (Renop). Strategi yang salah akan menyebabkan tidak tercapainya program. Masing-masing aspek yang dikembangkan dalam tujuan jangka menengah (5 tahun) masih dirumuskan secara umum. sehingga dalam waktu lima tahun akan diketahui jumlah biaya yang diperlukan dan dari sumber biaya mana saja. dan kelima. Semua ini sangat tergantung dari kemampuan sekolah dan daerah masing-masing. suatu program makin lama makin banyak biayanya. 8) Merumuskan program-program strategis untuk mencapai tujuan jangka menengah (5 tahun) Rumusan yang dibuat oleh sekolah tentang program-program 5 tahunan ini bersifat strategis. bentuk hasil yang akan dicapai sarana pendidikan apa saja dalam jangka lima tahun bisa terwujud. Program di sini belum operasional. dan tepat. Demikian pula untuk hasil-hasil yang akan dicapai dari SNP lainnya. Tidak menutup kemungkinan dari sumber dana lain yang saat menyusun belum tahu asal muasalnya. jitu. pokok. atau dari seumber dana lainnya. misalnya dana dari rutin atau daerah. Misalnya untuk pencapaian program pengembangan standar kurikulum dimungkinkan berbeda strateginya dengan strategi untuk mencapai standar prasarana atau fasilitas pendidikan. dari komite sekolah. 11) Menentukan rencana biaya (alokasi dana) Selanjutnya sekolah merencanakan alokasi anggaran biaya untuk kepentingan lima tahun. program yang dirumuskan merupakan penjabaran isi dari tujuan yang akan dicapai selama kurun waktu lima tahun. dan RPPN. efektif. Ada kemungkinan suatu program biayanya makin lama makin berkurang karena telah terpenuhi sebelumnya. Dalam membuat rencana anggaran ini dari setiap besarnya alokasi dana harus dimasukkan asal semua sumber dana. Artinya. baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif dan dalam waktu kapan akan dicapai (satu tahun.

Tanpa adanya langkah ini sekolah akan cenderung berjalan tanpa ada kejelasan dan kepastian. Pemantauan pihak luar dilakukan kepada sekolah bukan ditentukan oleh sekolah. sekolah dapat memperbaiki kelemahan proses dan dapat mengetahui keberhasilan atau kegagalan tujuan. Dengan demikian. Contoh format Renstra dapat dilihat pada lampiran. Perubahan tersebut akan nampak ketika sekolah menyusun Renop pada tahun kedua. monitoring internal. Pada akhirnya sekolah akan mengetahui kapan suatu target SNP akan dicapai dengan pasti. Dengan penyusunan rencana anggaran yang baik dalam Renstra ini. dan evaluasi internal sekolahnya oleh kepala sekolah dan tim yang dibentuk sekolah. dan harus dirumuskan evaluasi kinerja sekolah oleh tim. Harus dirumuskan rencana supervisi yang akan dilakukan sekolah ke semua unsur sekolah. akan sangat membantu sekolah dalam merumuskan strategi ke depan khususnya dalam pencapaian anggaran pendidikan (RAPBS). Oleh siapa dan kapan dilaksanakan harus dirumuskan secara jelas selama kurun waktu lima tahun. yang baru adalah Renopnya. 12) Membuat rencana pemantauan dan evaluasi Sekolah merumuskan tentang rencana supervisi. untuk selanjutnya berdasarkan Renstra tersebut kemudian disusun Rencana Operasional Tahunan. penyusunan Renstra dapat dilihat pada gambar 3. Demikian langkah-langkah dalam proses penyusunan Renstra. Sebab Renstra hanya dibuat sekali saat awal tahun pertama saja atau dengan kata lain Renstra tidak boleh tiap tahun berubah. ketiga. dirumuskan monitoring tiap kegiatan sekolah oleh tim. Secara skematis.masalah. Lingkunga n Strategis Kondisi saat ini Kesenjang an kondisi Misi 1 Tujuan 1 Program 1 Strategi Pelaksanaan Misi 2 Tujuan 2 Program 2 Harapan 5 th yad Lingkunga n Strategis VISI Misi n Tujuan n Program n Rencana Biaya Tonggak-tonggak Kunci Keberhasilan (milestone) Monitoring & Evaluasi Gambar 3 Langkah-langkah Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Lima (5) Tahun 28 . dan kelima. Yang paling utama justru sekolah juga harus melakukan pemantauan dan supervisi sendiri untuk mengetahui posisi sekolahnya.

sumber dana) 12) Menyusun rencana pelaksanaan program 13) Menyusun rencana pemantauan dan evaluasi 14) Membuat jadwal pelaksanaan program 15) Menentukan penanggungjawab program/kegiatan Adapun yang menjadi ketentuan-ketentuan yang harus diperhatikan ketika menyusun Renop sekolah adalah: 1) Menggunakan strategi analisis swot 2) Analisis swot dilakukan setiap tahun 3) Renop merupakan pemjabaran dari renstra 4) Program yang direncanakan lebih operasional 5) Ada benang merah antara tujuan lima tahunan dan sasaran (tujuan) satu tahunan 6) Rencana dan program sekolah harus memperhatikan hasil analisis SWOT 7) Penulisan Renop juga mengacu pada buku MBS-2 Secara skematis dalam menyusun Renop sekolah dapat dilihat pada gambar 5. Langkah-langkah Penyusunan Renop dalam RPS: Renop disusun berdasarkan Renstra. pembinaan. dan tidak boleh menyimpang dari Renstra. Renstra dan Renop inilah yang selanjutnya akan dipergunakan sebagai dasar untuk melakukan monitoring dan evaluasi. 9) Menyusun rencana program sekolah 10) Menentukan milestone (output apa & kapan dicapai) 11) Menyusun rencana biaya (besar dana. dan pembimbingan oleh berbagai pihak yang berkepentingan dengan sekolah. yaitu mengubah ketidaksiapan menjadi kesiapan urusan sekolah. Sehingga antara Renstra dan Renop harus terkait dan ada benang merahnya. alokasi. Adapun langkah-langkah penyusunan Renop adalah sebagai berikut: 1) Melakukan analisis lingkungan operasional sekolah 2) Melakukan analisis pendidikan sekolah saat ini 3) Melakukan analisis pendidikan sekolah 1 tahun kedepan (yang diharapkan) 4) Merumuskan kesenjangan antara pendidikan sekolah saat ini dan satu (1) tahun kedepan 5) Merumuskan tujuan tahunan/tujuan jangka pendek (sasaran) 6) Mengidentifikasi urusan-urusan sekolah yang perlu dilibatkan untuk mencapai setiap sasaran dan yang masih perlu diteliti tingkat kesiapannya 7) Melakukan analisis SWOT (mengenali tingkat kesiapan masing-masing urusan sekolah melalui analisis SWOT) 8) Menyusun langkah-langkah pemecahan persoalan. 29 .Dalam Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) b.

………. Identifikasi fungsifungsi untuk mencapai sasaran Kondisi yang ideal diharapkan satu thn ke depan Kesenjangan atau gap antara kondisi sekolah sekarang dengan idealnya satu thn kedepan Analisis SWOT setiap fungsi dan faktor-faktornya Alternatif langkah-langkah pemecahan persoalan Kondisi sekolah saat ini (saat sekarang) Rencana. 30 .. program dan anggaran untuk masing-masing sasaran situasi operasional lingkungan sekolah Merencanakan supervisi dan monev Menentukan jadwal kegiatan Menentukan penanggungjawab Gambar 5 Langkah-langkah Penyusunan Rencana Operasional (Renop) Sekolah Satu Tahunan Dalam Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) Secara lebih rinci penyusunan Renop tersebut adalah sebagai berikut: 1) Melakukan analisis lingkungan operasional sekolah Langkah ini pada prinsipnya adalah sama dengan analisis lingkungan strategis di atas. Hasil kajian ini (baik yang bersifat kuantitas maupun kualitas) dapat dipergunakan untuk membantu melakukan analisis pendidikan yang ada di sekolah saat sekarang ini.situasi operasional lingkungan sekolah Sasaran 1 Sasaran 2 Sasaran 3 ………. potensi ekonomi masyarakat sekitar sekolah. potensi sekolah. potensi daerah.. Termasuk di dalamnya juga tentang regulasi atau kebijakan daerah dan peta perpolitikan daerah setlima. Yaitu menganalisis terhadap kebutuhan masyarakat/daerah setlima. Perbedaannya adalah untuk analisis ini lebih menitikberatkan kepada lingkungan sekolah saja yang cakupannya lebih sempit dan berpengaruh langsung kepada operasional sekolah. potensi geografis sekitar sekolah. potensi masyarakat sekitar. dan potensi lainnya.

dan standar penilaian. standar pendidik dan tenaga kependidikan. Secara substansi tujuan tersebut lebih mentitikberakan kepada tujuan pencapaian SNP. dan degree). Rumusan tujuan satu tahunan ini merupakan penjabaran lebih rinci. kurikulum. buku. guru. Analisis ini lebih menitikberatkan kepada analisis situasi pendidikan di sekolah yang bersangkutan. kesenjangan tersebut merupakan selisih antara kondisi nyata sekarang dengan kondisi idealnya satu tahun ke depan. laboran. Oleh karena itu. Kesenjangan itulah merupakan sasaran yang harus dicapai atau diatasi dalam waktu satu tahun. yaitu tercapainya standar kurikulum sekolah. Sekolah melakukan suatu kajian atau penelaahan tentang cita-cita potret sekolah yang ideal di masa datang (khususnya dalam satu tahun mendatang). sistem penilaian/evaluasi. yaitu pada pencapaian standar isi. Aspek atau unsur-unsur sekolah yang secara internal dapat dikaji antara lain mengenai kondisi saat ini tentang: PBM. 4) Menentukan kesenjangan antara situasi sekolah saat ini dan yang diharapkan satu (1) tahun kedepan Dalam menentukan kesenjangan ini pada dasarnya sama ketika menyusun renstra. peran komite sekolah. manajemen sekolah. tujuan disini tidak boleh berbeda atau menyimpang dari tujuan lima tahunan. tenaga perpustakaan. dan rasional. standar fasilitas. dan sebaginya. behaviour. standar fasilitas. Dalam perumusannya harus mengandung aspek ABCD (audience. standar kelulusan. operasional. 3) Melakukan analisis pendidikan sekolah satu (1) tahun kedepan (yang diharapkan) Pada dasarnya analisis ini sama dengan yang dilakukan untuk analisis sebelumnya di renstra. khususnya mereka yang memiliki cara pandang yang visioner. proses. 5) Merumuskan tujuan sekolah selaman satu (1) tahun ke depan (disebut juga dengan sasaran atau tujuan situasional satu tahun) Sekolah menentukan atau merumuskan sasaran atau tujuan jangka pendek satu tahunan. Berdasarkan pada hasil analisis sekolah saat ini dan analisis kondisi sekolah yang idieal satu tahun mendatang (langkah 2 dan 3). fasilitas atau sarpras. Hasil kajian ini dapat dirumuskan dalam ”school profile” sekolahnya yang dapat dipergunakan untuk menentukan ”status” atau potret sekolah saat ini . pembiayaan dan sumber dana sekolah. kepala sekolah. dan terukur dari tujuan lima tahunan dalam renstra.2) Melakukan analisis pendidikan sekolah saat ini Adalah suatu analisis atau kajian yang dilakukan oleh sekolah untuk mengetahui semua unsur internal sekolah yang akan dan telah mempengaruhi penyelenggaraan pendidikan dan hasil-hasilnya. Khususnya kesenjangan tentang aspek-aspek dalam SNP. media pengajaran. kelulusan. sehingga apa yang diharapkan sekolah secara ideal dapat dicapai. standar PBM. standar pengelolaan. kelulusan atau 31 . standar kelulusan. feasible. Dengan kata lain. standar pembiayaan. Diharapkan apa yang menjadi idealisme dalam satu tahun mendatang merupakan ”school profile yang ideal”. standar pengelolaan. standar PBM. standar pembiayaan. yaitu mampu mencapai SNP. tenaga TU. Dalam analisis ini melibatkan semua stakeholder sekolah. standar pendidik dan tenaga kependidikan. sarana. sehingga dapat menentukan kondisi sekolah yang benar-benar ideal tetapi terukur. yaitu standar kurikulum sekolah. condition. bedanya disini untuk jangka waktu satu tahun. Hasil analisis ini selanjutnya akan dipergunakan untuk membandingkan dengan kondisi sekolah saat ini (poin 2). sehingga dapat diketahui sejauhmana kesenjangan yang terjadi. peserta didik. maka selanjutnya sekolah dapat menentukan kesenjangan yang terjadi antara keduanya. Hasil ini selanjutnya akan dibandingkan dengan kondisi ideal yang diharapkan di masa satu tahun mendatang. dan standar penilaian.

dalam identifikasi fungsi dibedakan fungsi-fungsi pokok yang berbentuk proses. Langkah ini harus dilakukan sebagai persiapan dalam melakukan analisis SWOT. pertandingan. misi. pendidik. Sasaran harus menggambarkan mutu dan kuantitas yang ingin dicapai dan terukur agar mudah melakukan evaluasi keberhasilannya. diperlukan kecermatan dan kehati-hatian dalam menentukan fungsi-fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran yang ditentukan. dan penilaian. maka dapat dipastikan hasil analisis akan menyimpang dan tidak berguna untuk memecahkan persoalan. and Threat ). Tujuan satu tahun merupakan penjabaran dari tujuan sekolah yang telah dirumuskan berdasarkan pada kesenjangan/selisih/gap yang terjadi antara kondisi sekolah saat ini dengan tujuan sekolah untuk satu tahun ke depan. namun perumusan sasaran tersebut harus tetap mengacu pada visi. 7) Melakukan Analisis SWOT Analisis SWOT dilakukan dengan maksud untuk mengenali tingkat kesiapan setiap fungsi dari keseluruhan fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. pengelolaan. pembiayaan. Apabila sekolah keliru dalam menetapkan fungsi-fungsi tersebut atau fungsi tidak sesuai dengan sasarannya. baik faktor yang tergolong internal maupun eksternal agar setiap fungsi memiliki batasan yang jelas dan memudahkan saat melakukan analisis. selanjutnya dilakukan identifikasi fungsi-fungsi atau urusan-urusan sekolah yang diperlukan untuk mencapai sasaran tersebut. seperti: ketenagaan. misalnya KBM. diantaranya pengelolaan keuangan dan pengembangan iklim akademik sekolah.prestasi sekolah (akademik dan non akademik). Weakness. dan tujuan sekolah sebelum merumuskan sasarannya. misalnya untuk meningkatkan pencapaian ketuntasan kompetensi lulusan adalah fungsi proses belajar mengajar (PBM) dan pendukung PBM. Agar lebih mudah. 6) Mengidentifikasi Fungsi-fungsi atau urusan-urusan sekolah untuk dikaji tingkat kesiapannya Setelah sasaran atau tujuan tahunan ditentukan. Oleh karena tingkat kesiapan fungsi ditentukan oleh tingkat kesiapan masing-masing faktor yang terlibat pada setiap fungsi. Masing-masing aspek yang dikembangkan dalam tiap tujuan dirumuskan harus operasional. sarana dan prasarana. Berdasarkan pada tantangan nyata tersebut. dan sebagainya serta fungsi-fungsi yang berbentuk pendukung. dan sebagainya. maka langkah berikutnya adalah menentukan tingkat kesiapan masing-masing fungsi beserta faktor-faktornya melalui analisis SWOT ( Strength. kurikulum. Pada setiap fungsi ditentukan pula faktor-faktornya. selanjutnya dirumuskan sasaran mutu yang akan dicapai oleh sekolah. misi. Meskipun sasaran dirumuskan berdasarkan tantangan nyata yang dihadapi oleh sekolah. Selain itu terdapat pula fungsi-fungsi yang tidak terkait langsung dengan proses belajar mengajar. Untuk itu. Setelah fungsi-fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran telah diidentifikasi. latihan. kesiswaan. anggaran. Fungsi-fungsi yang dimaksud. Untuk itu setiap sekolah harus memiliki visi. yang berbentuk input misalnya ketenagaan. Opportunity. perencanaan instruksional. serta hubungan sekolah dan masyarakat. sarana-prasarana. dan tujuan sekolah. maka analisis SWOT 32 .

disesuaikan dengan kesiapan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya di sekolah tersebut. Setelah diketahui tingkat kesiapan faktor melalui analisis SWOT. maka sasaran yang telah ditetapkan diduga tidak akan dapat tercapai. kehati-hatian. agar sasaran dapat tercapai. baik faktor internal maupun eksternal. artinya. Dengan kata lain. tidak memenuhi kriteria kesiapan minimal. disebut persoalan . artinya. Dalam melakukan analisis terhadap fungsi dan faktor-faktornya. perlu dilakukan tindakan-tindakan untuk mengubah fungsi tidak siap menjadi siap. Kelemahan atau ancaman yang dinyatakan pada faktor internal dan faktor eksternal yang memiliki tingkat kesiapan kurang memadai. Format analisis SWOT dapat dilihat pada Tabel 1. 8) Merumuskan dan Mengidentifikasi Alternatif Langkah-langkah Pemecahan Persoalan Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan untuk sasaran pertama. Oleh karena itu dalam analisis SWOT harus dilakukan pada SETIAP SASARAN. Oleh karena itu. Pada fungsi PBM yang menjadi kelemahan adalah siswa kurang disiplin. Sedangkan tingkat kesiapan yang kurang memadai. minimal memenuhi kriteria kesiapan yang diperlukan untuk mencapai sasaran. dinyatakan sebagai kelemahan bagi faktor internal atau ancaman bagi faktor eksternal. Sedangkan yang menjadi ancaman adalah kurang siapnya siswa dalam menerima pelajaran. pengetehuan. Oleh karena kondisi dan potensi sekolah berbeda-beda antara satu dengan lainnya. Disamping itu. maka berlaku ketentuan berikut: Untuk tingkat kesiapan yang memadai. langkah selanjutnya adalah memilih alternatif langkah-langkah pemecahan persoalan. terutama pada pagi dan siang hari menjelang pulang. 33 . yakni tindakan yang diperlukan untuk mengubah fungsi yang tidak siap menjadi fungsi yang siap dan mengoptimalkan fungsi yang dinyatakan siap. sangat dimungkinkan suatu sekolah mempunyai langkah pemecahan yang berbeda dengan sekolah lain untuk mengatasi persoalan yang sama. Tindakan yang dimaksud disebut langkah-langkah pemecahan persoalan . diperlukan kecermatan. guru kurang mampu memberdayakan siswa dan umumnya tidak banyak variasi dalam memberikan bahan pelajaran di kelas serta waktu yang digunakan kurang efektif. Untuk menentukan kriteria kesiapan . maka alternatif langkah-langkah pemecahan persoalannya pun dapat berbeda. maka dapat diidentifikasi kelemahan dan ancaman yang dihadapi oleh sekolah pada hampir semua fungsi yang diberikan.dilakukan terhadap keseluruhan faktor dalam setiap fungsi tersebut. yang pada hakekatnya merupakan tindakan mengatasi kelemahan atau ancaman agar menjadi kekuatan atau peluang. suasana lingkungan sekolah yang kurang kondusif dan ramai karena berdekatan dengan pusat keramaian kota. Selama masih adanya fungsi yang tidak siap atau masih ada persoalan. dinyatakan sebagai kekuatan bagi faktor internal atau peluang bagi faktor eksternal. dan pengalaman yang cukup agar dapat diperoleh ukuran kesiapan yang tepat.

alternative pemecahan masalah pada dasarnya merupakan cara mengatasi fungsi yang belum memenuhi kesiapan. sekolah mencari alternatif alternatif langkah-langkah memecahkan persoalan. Dengan kata lain. 34 .Selanjutnya untuk mengatasi kelemahan atau ancaman tersebut.

…………. kapan dan dimana dilaksanakan. Kekuatan (Strength) Peluang (Opportuni ty) Kelemaha n (Weakness ) Ancaman (Threat) 9) Menyusun Rencana Program Pada bagian sebelumnya telah disebutkan bahwa untuk memecahkan persoalan yang sama. ………. dan berapa biaya yang diperlukan. Hal itu juga diperlukan untuk memudahkan sekolah dalam menjelaskan dan memperoleh dukungan dari pemerintah maupun orangtua peserta didik. c. sekolah ‘X’ selanjutnya menyusun program sesuai dengan kemampuan sekolah. …………. Kepala sekolah sekolah bersama-sama dengan unsur Komite Sekolah. …………. ………. b. b. Dari alternatif langkah-langkah pemecahan persoalan yang ada. Ketenagaan 1. b. …………. …………. B. …………. …………. …………. ………. a. …………. c.Tabel 1. ………. ………. ………. ………. menyusun dan merealisasikan rencana dan program-programnya untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. b. ………. b. C. c. kegiatan yang harus dilakukan. siapa yang harus melaksanakan. a. a. Rencana yang dibuat harus menjelaskan secara detail dan lugas tentang aspek-aspek yang ingin dicapai. …………. 2. c. Faktor Internal a. a. masing-masing sekolah dapat menentukan alternatif pemecahan persoalan yang berbeda-beda sesuai potensi yang dimiliki sekolah dan memilih alternatif yang paling menguntungkan serta efisien bagi sekolah. 35 . Berdasarkan pada beberapa alternatif pemecahan persoalan yang dihasilkan dari analisis SWOT tersebut. …………. …………. b. ………. …………. …………. a. …………. c. Dan seterusnya Kriteria Kesiapan Kondisi Nyata Tingkat Kesiapan Faktor Tidak Siap Siap Kekuatan (Strength) Peluang (Opportuni ty) Kelemaha n (Weakness ) Ancaman (Threat) a. a. c. …………. c. c. a. b. c. ………. Faktor Eksternal a. ………. 2. …………. …………. Sekolah yang sukses adalah sekolah yang mampu melaksanakan alternative pemecahan masalah dengan inovatif maksimal dan biaya minimal. …………. ………. c. …………. c. b. …………. …………. …………. …………. Contoh Format Analisis SWOT ANALISIS ‘ SWOT ’ Urusan & A. baik secara moral maupun finansial. b. b. b. c. b. Faktor Internal a. Faktor Eksternal a. Kurikulum Faktornya 1.

Sangat dimungkinkan suatu program dibiayai dengan subsidi silang dari berbagai pos atau sumber dana. bimbingan teknis rutin. temu alumni. dan harus dirumuskan evaluasi kinerja sekolah oleh tim. maka selanjutnya dapat dirumuskan tentang apa-apa saja yang akan dihasilkan (sebagai output). remedial. ketersediaan dana. dan rinci untuk memudahkan dalam menentukan besarnya dana yang diperlukan. Pada era otonomi daerah ini. atau dari seumber dana lainnya. kunjungan. dan evaluasi di sekolah. dan atau strategi yang jitu. Harus dirumuskan rencana supervisi yang akan dilakukan sekolah ke semua unsur sekolah. baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif dan dalam waktu kapan akan dicapai dalam waktu satu tahun. sekolah dapat memperbaiki kelemahan proses dan dapat mengetahui 36 . efektif. dari komite sekolah. Dalam penyusunannya harus memperhatikan ketentuan-ketentuan dari masing-masing penyandang dana. monitoring internal. Sedangkan yang berupa program rehab besar dana lebih diprioritaskan dari propinsi. pengayaan. Demikian pula untuk hasil-hasil yang akan dicapai dari program-program lainnya. Misalnya dalam lima tahun akan mencapai standar sarana pendidikan 100%. dan feasibel untuk dilaksanakan. Dengan demikian. misalnya dana dari rutin atau daerah. SDM. maka setiap sekolah perlu memahami dan mengetahui tentang RPPK. dan RPPN. alokasi. Oleh siapa dan kapan dilaksanakan harus dirumuskan secara jelas selama kurun waktu satu tahun. 13) Menyusun rencana pemantauan dan evaluasi Perumusan di sini pada dasarnya sama dan mengacu kepada renstra khususnya tentang rencana supervisi klinis. 12) Menyusun rencana pelaksanaan program Perumusan atau penyusunan rencana pelaksanaan program ini lebih mengarah kepada kiat. Cara di sini harus disesuaikan dengan tujuan yang akan dicapai pada program tersebut. dari pusat. Beberapa cara yang bisa ditempuh misalnya dengan pelatihan atau workshop. teknik. Sedangkan untuk program yang lebih operasional bisa dari dana blockgrant atau lainnya yang bersifat lebih luwes. RPPP. efisien. sumber dana) Selanjutnya sekolah merencanakan alokasi anggaran biaya untuk kepentingan satu tahun. fasilitas. Program-program yang memerlukan bantuan dari pusat harus dialokasikan sumber dana dari pusat dengan sharing dari sekolah dan komite sekolah atau bahkan daerah. terukur. bentuk hasil yang akan dicapai sarana pendidikan apa saja dalam jangka satu tahun bisa terwujud. dan sebagainya.10) Menentukan tonggak-tonggak kunci keberhasilan (milestone) Berdasarkan pada tujuan atau sasaran satu tahunan dan program di atas. maka setiap program atau kegiatan harus nampak jelas. Misalnya untuk pembangunan ruang kelas baru. Dalam penyusunan anggaran di RAPBS. cara. dan evaluasi internal sekolahnya oleh kepala sekolah dan tim yang dibentuk sekolah. matrikulasi. in house training. Untuk memastikan bahwa dana yang diperlukan benar-benar keluar (terpenuhi). Penyusunan rencana anggaran ini dituangkan ke dalam Rencana Anggaran dan Belanja Sekolah (RAPBS). Misalnya dari program pencapaian SNP tentang standar sarana dan prasarana pendidikan. monitoring. gedung perpustakaan. Dalam perencanaan pelaksanaan harus mempertimbangkan alokasi waktu. pendampingan. maka pada tahun pertama ini akan dicapai 25%-nya. lokakarya. dan sebagainya. maka sekolah dan daerah memiliki kewajiban yang lebih besar dalam hal pemenuhan unit cost pendidikan anak/siswa. Sekolah merumuskan tentang rencana supervisi. seminar. dirumuskan monitoring tiap kegiatan sekolah oleh tim. laboratorium baru. dan sebagainya. Dalam membuat rencana anggaran ini dari setiap besarnya alokasi dana harus dimasukkan asal semua sumber dana. 11) Menyusun rencana biaya (besar dana. sehingga perkiraan sumber dana dapat diprediksi dengan tepat.

Pertimbangan utamanya adalah profesionalitas. selanjutnya sekolah merencanakan alokasi waktu per mingguan atau bulanan atau triwulanan dan seterusnya sesuai dengan karakteristik program yang bersangkutan. 14) Membuat jadwal pelaksanaan program Apabila program-program telah disusun dengan baik dan pasti. Lebih daripada itu. Komite Sekolah. Fungsi utama dengan adanya penjadwalan ini adalah untuk pegangan bagi para pelaksana program dan sekaligus mengontrol pelaksanaan tersebut. kelompok program dan atau keseluruhan program. Keterlibatan pihak luar.keberhasilan atau kegagalan tujuan dalam kurun waktu satu tahun tersebut. disetujui. Dinas Pendidikan Daerah). dan sebagainya dapat dilibatkan sesuai dengan kepentingannya. maka bagi tiap orang atau kelompok orang dapat menjadi penanggung jawab atau anggota pelaksana program/kegiatan. Azas proporsionalitas bisa dipertimbangkan kemudian. kesediaan. dan keslimaan yang ada. kewenangan. Pada akhirnya sekolah akan mengetahui program apa yang dapat dicapai dan kapan suatu target SNP akan dicapai dengan pasti. Dengan SK Kepala Sekolah. sekolah akan memiliki daya tawar dengan pihak lain ketika berkepentingan untuk meningkatkan kemajuan sekolah. Yang paling utama justru sekolah juga harus melakukan pemantauan dan supervisi sendiri untuk mengetahui posisi sekolahnya. Pemantauan pihak luar dilakukan kepada sekolah bukan ditentukan oleh sekolah. kesesuaian. tokoh masyarakat. 15) Menentukan penanggungjawab program/kegiatan Sekolah akhirnya harus menentukan siapa penanggungjawab suatu kegiatan/program. Pada prinsipnya Renop ini harus diketahui. dan disyahkan oleh berbagai pihak terkait (Sekolah. seperti komite sekolah. Tanpa adanya langkah ini sekolah akan cenderung berjalan tanpa ada kejelasan dan kepastian. 37 . kemampuan.

Diharapkan ke depan semua sekolah tidak ada lagi yang masuk kelompok rintisan dan potensial. tetapi menjadi sekolah berstandar nasional. Bahkan diharapkan semua sekolah menjadi sekolah yang memenuhi SNP. Pedoman ini juga dapat dipergunakan oleh sekolah. 38 . Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Propinsi dalam upaya pencapaian pendidikan yang efisien. efektif. Pedoman penyusunan ini dipergunakan oleh semua sekolah (SMP) dalam rangka menyelenggarakan pendidikan.BAB IV PENUTUP Pedoman penyusunan RPS ini dikembangkan sebagai model minimal untuk bisa dikembangkan lebih jauh tanpa mengurangi aspek-aspek yang ada. relevan. Untuk itu diharapkan adanya masukan yang konstruktif terhadap pedoman ini demi perbaikan dan penyempurnaan sehingga dapat dipakai oleh semua pihak yang terkait seperti Komite Sekolah. potensial maupun nasional. Isi utama yang harus dikembangkan dalam RPS tiap sekolah adalah semua aspek yang mengarah kepada Standar Nasional Pendidikan (SNP) sebagaimana diamanatkan dalam UUSPN maupun PP Nomor 19 Tahun 2005. baik sekolah dalam kelompok rintisan. dan merata. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Propinsi.

ANALISIS LINGKUNGAN STRATEGIS : Melaksanakan analisis makro 20 tahun atau 5 tahun ke depan tentang kondisi sosial. dan yang seharusnya terjadi misalnya pada kurun waktu 20 tahun atau 5 tahun yang akan datang atau lebih.20 TAHUN 2003 A. ANALISIS KONDISI PENDIDIKAN MASA DATANG (MISALNYA 20 TAHUN ATAU 5 TAHUN KE DEPAN): melaksanakan analisis tentang sistem pendidikan (penyelenggaraan dan hasil-hasilnya) yang ideal. baik dalam aspek pemerataan. arah. dan manajemennya. budaya. efisiensi. relevansi.LAMPIRAN : CONTOH PENYUSUNAN RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH (RPS) I. efisiensi. B. keamanan. standar nasional pendidikan. 39 . dan sesuai dengan filosofi. baik internal maupun eksternal sekolah. sempurna. dan analisis kondisi sekolah sekarang dan yang diharapkan masa datang (lima tahun ke depan). keamanan. IDENTIFIKASI TANTANGAN NYATA (KESENJANGAN KONDISI): Berdasarkan pada analisis situasi. akses. E. relevansi. dsb. D. kemajuan IPETK. IDENTIFIKASI TANTANGAN NYATA (KESENJANGAN KONDISI) ANTARA 20 TAHUN ATAU 5 TAHUN KE DEPAN DENGAN KONDISI NYATA PENDIDIKAN SAAT INI: Analisis pengidentifikasian tantangan nyata yang dihadapi dunia pendidikan saat sekarang terhadap kondisi ideal 20 tahun atau 5 tahun ke depan. C. dan tujuan pendidikan nasional sebagaimana tercantum dalam UUD 1945 (yang diamandemen) dan dalam UUSPN NO. kemajuan IPETK. budaya. ANALISIS KONDISI PENDIDIKAN SAAT INI: Melaksanakan analisis kondisi pendidikan saat ini secara umum. politik. ekonomi. maka dapat diketahui kesenjangan yang terjadi. ekonomi. kualitas pendidikan. yang dipengaruhi oleh kondisi sosial. politik. tidak berubah. sehingga menuntut adanya suatu strategi untuk merubah atau mencapai kondisi yang ideal tadi. dsb yang secara langsung atau tidak langsung berpengaruh terhadap dunia pendidikan. baik ditinjau dari sisi mutu. RENCANA STRATEGIS JANGKA PANJANG SEKOLAH: MISALNYA DALAM JANGKA PANJANG DENGAN KURUN WAKTU 20 TAHUN KE DEPAN ATAU JANGKA MENENGAH 5 TAHUN KE DEPAN Reancana strategis untuk jangka panjang ini bersifat baku. dan sebagainya. maka akan terlihat adanya kesenjangan-kesenjangan dalam berbagai aspek tersebut.

Fungsi-fungsi pengelolaan sekolah 100% memenuhi standar nasional pendidikan g. media pembelajaran. Dan sebagainya c. efisiensi.00) d. Kurikulum 100% memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran sudah disusun untuk kelas 7-9 semua mapel) b. Prasarana. No. sumber belajar terdapat ratarata 80% memenuhi standar nasional pendidikan f. Standar pembiayaan memenuhi standar nasional (di atas 150. Proses pembelajaran sudah memenuhi standar nasional pendidikan. Dan sebagainya Kondisi saat ini Kondisi yang diharapkan (lima tahun ke depan) Kualitas pendidikan: a. kualitas. Pendidik dan tenaga kependidikan terdapat 90% memenuhi standar nasional pendidikan e. bahan ajar. sarana. yaitu baru 50% guru melaksanakan CTL c. sumber belajar 100% memenuhi standar nasional pendidikan f. yaitu 100% guru melaksanakan CTL c. Standar pembiayaan masih rendah (di bawah 70. Prasarana. Kurikulum 70% belum memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran belum disusun untuk kelas 7-9 semua mapel) b. relevansi. Terdapat 20% siswa b. Prestasi akademik lulusan belum memenuhi standar nasional pendidikan (SKBM di bawah 50% dan NUAN di bawah 5.Contoh 1: Analisis identifikasi tantangan nyata dengan dasar pada aspek pemerataan.000 rupiah per bulan per anak) Kualitas pendidikan: a. Fungsi-fungsi pengelolaan sekolah 50% memenuhi standar nasional pendidikan g. Terdapat 0% angka putus 5% sekolah sekolah b.000 rupiah per bulan per anak) 30% 2 50% SKBM: 50% GSA NUAN: 3 10% 20% 50% Lebih dari 50% 40 . Pendidik dan tenaga kependidikan terdapat 100% sudah memenuhi standar nasional pendidikan e. 1 Besarnya Tantangan Nyata Pemerataan kesempatan: Pemerataan kesempatan: Pemerataan keswempatan: a. Proses pembelajaran belum memenuhi standar nasional pendidikan. Terdapat 5% angka putus a. Terdapat 0% siswa miskin 20% miskin belum mendapatkan belum mendapatkan bangtuan bangtuan pendidikan pendidikan c. sarana. dan kapsitas sekolah. bahan ajar. Prestasi akademik lulusan sudah memenuhi standar nasional pendidikan (SKBM 100% dan NUAN 8) d. media pembelajaran.

Dan sebagainya Pengembangan kapasitas: c.No. Pengembangan kurikulum 10% terhadap tuntutan daerah/masyarakat/peserta didik 100% terpenuhi c. Kemampuan manajerial 25% rata-rata 75% rata-rata tinggi (100%) b. Dan sebagainya tidak 40% rendah 5 Relevansi: Relevansi: a. Angka putus sekolah 0% 10% 3 Efisiensi: a. Guru dan sekolah 100% 30% melaksanakan sistem penilaian sesuai dengan tuntutan kurikulum atau standar nasional pendidikan i. Pelayanan bakat minat siswa belum terpenuhi (baru 50%) b. 80% fungsi-fungsi b. Kelulusan tinggi (100%) 5% e. Dan sebagainya Relevansi: a. Kemampuan manajerial a. Angka pusut sekolah tinggi (10%) c. angka kenaikan tingkat 100% 30% b. Dan sebagainya Pengembangan kapasitas: 5 Pengembangan kapasitas: a. Kesesuaian Program muatan 25% lokal dengan kondisi daerah/masyarakat 100% c. Guru dan sekolah 70% melaksanakan sistem penilaian sesuai dengan tuntutan kurikulum atau standar nasional pendidikan i. Alumni yang tidak melanjutkan sekolah tinggi (60%) f. Kesesuaian Program muatan lokal dengan kondisi daerah/masyarakat 75% c. Dan sebagainya c. Dan sebagainya Kondisi yang diharapkan (lima tahun ke depan) Efisiensi: Efisiensi: a. Angka tinggal kelas tinggi (35%) d. Dan sebagainya Besarnya Tantangan Nyata h. Ratio kelulusan dengan masukan siswa rendah (ratarata kelulusan 95%) e. Dan sebagainya 41 . angka kenaikan tingkat rendah (70%) b. Pengembangan kurikulum terhadap tuntutan daerah/masyarakat/peserta didik 90% terpenuhi d. Pelayanan bakat minat siswa 50% 100% terpenuhi b. Kondisi saat ini h. Alumni yang melanjutkan sekolah (0%) f. Angka tinggal kelas tinggi 35% 0% d. Berfungsinya fungsi-fungsi 20% manajemen belum berjalan manajemen 100% secara baik c.

. Prasarana.00 Prestasi non akademik sekolah 2 tingkat tinggi (rata-rata minimal mencapai kejuaraan tingkat nasional) Dan sebagainya Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan: Pendidik dan tenaga kependidikan 10% terdapat 100% sudah memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya Pengembangan Prasarana dan sarana: e. bahan ajar.00) Prestasi non akademik sekolah masih rendah (rata-rata mencapai kejuaraan tingkat kabupaten/kota) Dan sebagainya Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan: Pendidik dan tenaga kependidikan terdapat 90% memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya Pengembangan Prasarana dan Sarana: Prasarana. 1 Kondisi saat ini Standar Isi: Kurikulum Kurikulum 75% memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran belum disusun untuk kelas 7-9 semua mapel) Dan sebagainya Pengembangan Proses Pembelajaran: Proses pembelajaran belum memenuhi standar nasional pendidikan. Kondisi yang diharapkan (lima tahun ke depan) Standar Isi: Kurikulum 100% memenuhi 25% standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran sudah disusun untuk kelas 7-9 semua mapel) Dan sebagainya Pengembangan Proses Pembelajaran: Proses pembelajaran sudah 50% memenuhi standar nasional pendidikan. media 25% pembelajaran. yaitu 100% guru melaksanakan CTL Dan sebagainya Standar Kelulusan: Prestasi akademik lulusan sudah memenuhi standar nasional pendidikan (SKBM 100% dan NUAN 8. sarana. 3. bahan ajar.Contoh 2: Analisis identifikasi tantangan nyata dengan dasar pada aspek-aspek Pengembangan Standar Nasional Pendidikan (SNP) No. 5. media pembelajaran. yaitu baru 50% guru melaksanakan CTL Dan sebagainya Standar Kelulusan: Prestasi akademik lulusan belum memenuhi standar nasional pendidikan (rata-rata SKBM 50% dan rata-rata NUAN 5.00) SKBM: 50% GSA NUAN: 3. sumber 42 2. sarana. 5.

000 rupiah per bulan per anak atau sekitar 40-%) Dan sebagainya Pengembangan Pengelolaan: 100% Fungsi-fungsi pengelolaan 25% sekolah memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya Pengembangan Pembiayaan: Pembiayaan memenuhi standar 60% nasional (di atas 150. baik tingkat kesulitasn maupun modelmodel yang digunakan) Dan sebagainya Dan sebagainya Catatan: Yang dikembangkan dalam contoh ini HANYA terbatas pada program sekolah aspekaspek tertentu saja. Kondisi yang diharapkan (lima tahun ke depan) sumber belajar terdapat rata. Pengembangan Penilaian: Pengembangan Penilaian: Guru dan sekolah 80% Guru dan sekolah 100% 20% melaksanakan sistem penilaian melaksanakan sistem penilaian sesuai dengan tuntutan sesuai dengan tuntutan kurikulum kurikulum atau standar atau standar nasional pendidikan nasional pendidikan (rata-rata masih di bawah standar nasional.000 rupiah per bulan per anak) Dan sebagainya 6.No. 43 . sekolah dapat mengembangkan lagi sesuai dengan kondisi dan tuntutan sekolah masing-masing.belajar 100% memenuhi standar rata 75% memenuhi standar nasional pendidikan nasional pendidikan Dan sebagainya Dan sebagainya Kondisi saat ini Pengembangan Pengelolaan: 70% Fungsi-fungsi pengelolaan sekolah memenuhi standar nasional pendidikan Dan sebagainya Pengembangan Pembiayaan: Pembiayaan masih rendah (di bawah 70. 7. 8.

terampil. memiliki indikator pengembangan prestasi akademik dan non akademik c. spesifikasi. Terwujudnya lulusan yang cerdas dan kompetitif d. b. UUD. dll yang bersifat baku dan telah menjadi pegangan hidup bangsa Indonesia b. e. Indikator-indikator VISI sekolah. Berkualitas tinggi. Rambu-rambu: kata yang mengandung apa yang diharapkan. Dsb. 2. Terwujudnya kelembagaan sekolah yang selalu belajar (learning school) h. Rambu-rambu merumuskan visi sekolah: a. “TAQSIMANTRA” (Bertaqwa Berprestasi Beriman. iman. berkepribadian. iman dan taqwa serta kompetitif 2025 Cerdas. misalnya: Cerdas. Terwujudnya pengembangan kurikulum yang adaptif and proaktif b. belum operasional i. c. ………berdasarkan iman dan takwa “PANCA DARMA WIYATA” “TAMAN BUDAYA” (Berprestasi Beriman Berbudi Berbudaya dan Dapat Dipercaya) f. Terwujudnya media pembelajaran yang interaktif f. Berwawasan IPTEK yang bersumber IMTAQ dan Unggul. Terwujudnya proses pembelajaran yang efektif dan efisien c. nasionalisme. sekolah. komplit. terampil. dsb. Piawai Mengasah Budi Pekerti. budaya-nasional/Indonesia d. Terwujudnya SDM pendidikan yang memiliki kemampuan dan kesanggupan kerja yang tinggi g. dilandasi oleh keimanan dan ketaqwaan g. misalnya: a. 3. Berprestasi Disertai Iman dan Taqwa serta Unggul g. perkembangan era global e. Terwujudnya penggalangan biaya pendidikan yang memadai j. menggambarkan harapan masa datang j. taqwa. unsur yang ada. ada proses kenaikan. visi yayasan h. d. dan Unggul) h. dsb b. Beriman dan Taqwa serta Unggul i. konotasi sempurna. Terwujudnya manajemen manajemen sekolah yang tangguh i. Terampil. Terwujudnya prasarana dan sarana pendidikan yang relevan dan mutakhir e. tanda. adanya perbandingan (unggul/kompetitif). Indikator: ciri. Mengacu kepada landasan filosofis bangsa. Mengukir Prestasi Tinggi.F. a. 44 . Misalnya dengan awalan kata : “Terwujudnya” Contoh indikator visi: a. sesuai konteks daerah. perkembangan IPTEK f. VISI SEKOLAH 1. berbudaya. dan unggul Berprestasi. bermutu tinggi. canggih. dan sebagainya Contoh visi sekolah. c.

mutakhir. “Mewujudkan pendidikan yang menghasilkan lulusan cerdas. dan berbagai sektor pembangunan dan sub-sub sektornya. kata kerja. Mewujudkan perangkat kurikulum yang lengkap. bertaqwa. akses. relevansi. TUJUAN SEKOLAH DALAM 5 TAHUN a. khusus tujuan yang akan dicapai oleh sekolah antara lain: untuk indikator visi no 1 dan dicapai dengan misi misi no a: “Terwujudnya pengembangan kurikulum yang adaptif and proaktif”. yaitu kebutuhan peserta didik.G. Mewujudkan sekolah sehat j.Mewujudkan pendidik dan tenaga kependidikan yang mampu dan tangguh f. beriman. Mewujudkan keterampilan kejuruan yang marketable dan kompetif o. Mewujudkan sekolah inovatif b. Mengacu indikator butir (a) tentang: “Terwujudnya pengembangan kurikulum yang adaptif and proaktif” antara lain misinya: a. Mewujudkan kemampuan seni yang tangguh dan kompetitif k. kreatif. “Memenuhi akan mutu. Mewujudkan nilai-nilai agama bagi kenikmatan hidup peserta didik n. ada benang merahnya dengan misi. Mewujudkan sekolah wiyata mandala yang menikmatkan belajar siswannya i.Mewujudkan kepramukaan yang menjadi suri tauladan l.Tujuan mengandung ABCD (Audience-Behaviour-Conditions-Degree) Dalam kurun waktu lima tahun kedepan (misalnya dihitung dari tahun 2006). mutakhir. Menghasilkan sistem penilaian yang otentik 45 . Mewujudkan penyelenggaraan pembelajaran aktif. satu (1) indikator bisa lebih dari satu misi. Contoh lain: a. Mewujudkan pembiayaan pendidikan yang memadai. efektif. dan berwawasan kedepan d. Mewujudkan diversifikasi kurikulum SMP agar relevan dengan kebutuhan. maka contoh tujuannya antara lain: a. Mewujudkan kemampuan olah raga yang tangguh dan kompetitif h. Mewujudkan kemampuan KIR yang cerdas dan kompetentitif m. Menghasilkan perangkat kurikulum yang lengkap. dan tata kelola pendididikan yang baik” b. terukur. MISI SEKOLAH Misi mengacu kepada indikator. dan menyenangkan e. wajar dan adil e. mutakhir. Mewujudkan manajemen berbasis sekolah yang tangguh g. terampil. Mewujudkan sistem penilaian yang otentik d. dll.Mewujudkan fasilitas sekolah yang relevan. keluarga.Tujuan dibuat untuk jangka waktu 5 tahun b. Tiap misi bisa dibuat lebih dari satu tujuan c. dan memiliki keunggulan kompetitif” b. dan berwawasan kedepan c. redaksinya operasional. Mewujudkan nilai-nilai solidaritas bagi kehidupan sekolah H. dan berwawasan kedepan c. Mewujudkan organisasi sekolah yang terus belajar (learning organization) c.

relevan. dll  ini bisa dijabarkan lebih rinci) d. dan berbagai sektor pembangunan dan sub-sub sektornyambanhgkan silabus internasional Contoh lain tentang tujuan: a. prasarana.”Pengembangan sistem pendidikan yang bermutu.Pengembangan sarana. Pengembangan kurikulum satuan pendidikan. h. keluarga. model/sistem penilaian lengkap.Pengembangan RPP d. misalnya ”Menghasilkan KBK yang mutakhir dan berwawasan kedepan”. Menghasilkan diversifikasi kurikulum SMP agar relevan dengan kebutuhan. kreatif. semua mengajar sesuai bidangnya. misi. Menghasilkan pemetaan standar kompetensi. Pengembangan pemetaan e.Dibuat program-program pokok atau dominan atau yang diprioritaskan dan yang realistis untuk mencapai tujuan. efektif. Program harus mengacu pada tujuan. merata. dll. maka contoh programnya sbb: a. dan media pendidikan d. pendekatan pembelajaran individual. Pencapaian standar pencapaian ketuntasan kompetensi/prestasi/kelulusan. Menghasilkan RPP untuk kelas 7-9 semua mata pelajaran pada tahun 2007 c. fasilitas.d. telah mengikuti PTBK.Pengembangan proses pembelajaran b. RPP lengkap. kompetensi dasar. yaitu kebutuhan peserta didik. dll f. silabus lengkap. dan visi Contoh Program Strategis: Berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan. dan efisien sesuai dengan SNP” b. dan menyenangkan e. dan aspek untuk kelas 7-9 semua matapelajaran pada tahun 2006 b. Pencapaian standar isi (kurikulum satuan pendidikan/KBK. Pengembangan kurikulum muatan lokal. Pengembangan bahan dan sumber belajar 46 . administrasi. dll e. SDM. PROGRAM STRATEGIS a. kesiswaan. Pencapaian standar sarpras/fasilitas sekolah meliputi: semua srapras.Pengembangan sistem penilaian f. sarpras. Pengembangan silabus c. Pencapaian standar proses pembelajaran meliputi: tercapai/telah dibuat/ditetapkan melaksanakan pembelajaran dengan strategi/metode: CTL. b. indikator. Menghasilkan penyelenggaraan pembelajaran aktif. kurikulum. Pengembangan dan peningkatan SDM pendidik dan tenaga kependidikan c. dan perawatan memenuhi SPM g. Contoh lain program strategis: a. meliputi: tercapai/ telah dibuat kurikulum satuan. peralatan. dan g. Pencapaian standar pendidik dan tenaga kependidikan meliputi: semua guru berkualifikasi minimal S1. I. Pencapaian standar pengelolaan sekolah meliputi: pencapaian standar pengelolaan : pembelajaran. pendekatan belajar tuntas.

baik kuantitas maupun kualitas yaitu dari program-program strategis yang direncanakan sesuai dengan standar nasional pendidikan. STRATEGI PELAKSANAAN/PENCAPAIAN Merupakan cara. merata. Contoh: Hasil yang diharapkan tercapai atau terpenuhi dari program-program di atas antara lain: a. mutakhir. membuat silabus.Pengembangan manajemen sekolah f. efektif. Atau dalam program Pengembangan kurikulum: menjalin kerjasama dan mengoptimasikan warga sekolah dalam membuat pemetaan SK. Monev 47 .Dalam program Pengembangan srapras.e. L. dan g. menambah. dan tahapan pencapaian. lokakarya. HASIL YANG DIHARAPKAN Merupakan hasil-hasil pencapaian pelaksanaan program. d. Pengembangan kegiatan lomba-lomba akademik dan non akademik. ”Terealisasinya sistem pendidikan yang bermutu. metode dll dalam pelaksanakan program-program strategis Contoh Strategi Pelaksanaan/Pencapaian: a. Dan sebagainya K. workshop. sumber belajar. MONITORING DAN EVALUASI (MONEV) 1. In House Training. dan media pembelajaran: menjalin kerjasama dengan pihak lain dan mengoptimasikan SDM sekolah untuk mengembangkan. J. Dsb Perlu ditambahkan bahwa hasil yang diharapkan agar memuat apa yang dihasilkan.Dalam program Pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan: strateginya adalah menjalin kerjasama dengan Komite Sekolah dan stakeholder lain dalam melaksanakan kunjungan. dan menyenangkan e. Terealisasinya diversifikasi kurikulum SMP agar relevan dengan kebutuhan. dan berwawasan kedepan c.dll. teknik. relevan. seminar. yaitu kebutuhan peserta didik. melengkapi. Terealisasinya Sistem penilaian yang otentik d. dll untuk menghasilkan Kurikulum Satuan Pendidikan b. Hasilhasil yang diharapkan adalah tingkat pencapaian tujuan yang telah dirumuskan pada butir G.KD. membuat model-model penilaian. dan berbagai sektor pembangunan dan sub-sub sektornyambanhgkan silabus internasional f. dan efisien sesuai dengan SNP” b. dll melalui workshop. kreatif. keluarga. IHT. kapan dicapai. Peningkatan prestasi kelulusan. Ingat bahwa: monitoring dan evaluasi ini merupakan salah satu rencana program strategis selama lima tahun untuk melaksanakan MONEV di sekolahnya. Terealisasinya perangkat kurikulum yang lengkap. dsb dalam rangka memenuhi standar sarpras dan media pembelajaran sekolah. bahan ajar. c. seni. membuat RPP. Terealisasinya penyelenggaraan pembelajaran aktif. dll untuk menghasilkan domkumen kurikulum sekolah.

Mewujudkan supervisi klinis KBK (membuat instrumen. menganalisis. Bisa dibuat tabulasi atau bentuk lain 4. dan lainnya 4. Pada kolom program.: kinerja guru. membuat laporan. “Mewujudkan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan hasilhasilnya” 2. memvalidasi. tiap tahunnya dapat dibuat rinci dari berbagai sumber atau langsung perkiraan totalnya dari berbagai sumber. 48 . Termasuk komponen yang dimasukkan ke dalam kolom program adalah seperti: gaji dan tunjangan pendidik dan tenaga kependidikan. menganalisis. tindak lanjutnya) 3. pengadaan sarana kantor/pendidikan. kinerja sekolah. tindak lanjutnya) M. Mewujudkan supervisi klinis CTL. dan tenaga kependidikan lainnya. memvalidasi. Ingat bahwa semua perolehan dana dari semua sumber dimasukkan dalam RPS. membuat laporan. Mewujudkan evaluasi kinerja sekolah (internal)- akhir tahun (memnetukan tim. TU. melaksanakan. pemeliharaan gedung dan ruang serta inventaris. 3. 2.l. maupun pengembangan kapasitas sekolah/pendidikan. Pembiayaan untuk 5 tahun. 5.2. efisiensi. Semua program strategis dimasukkan. Bisa melakukan kerjasama dengan pihak lain (eksternal) Termasuk di dalamnya adalah program supervisi klinis oleh sekolah. Contoh program Supervisi dan Monev selama lima tahun: 1. keperluan sehari-hari. relevansi. baik program dalam rangka peningkatan mutu. guru. langganan jasa dan daya. Substansi yang dimonev a. membuat instrumen. 5. serta untuk mengetahui kecukupan unsur-unsur sekolah lainnya sesuai dengan SNP. pemerataan. Sangat dimungkinkan satu program strategis dapat dibiayai dari lebih satu sumber dana (pembiayaan saling melengkapi atau subsidi silang) dengan tetap mengacuk kepada peraturan masing-masing yang berlaku. terutama ditujukan untuk mengetahui kinerja sekolah. dan sumber daya sekolah lainnya. 6. tinggal memasukkan program – program strategis yang telah dibuat sebelumnya 3. termasuk kesiswaan Dilakukan oleh kepala sekolah atau tim yang dibentuk sekolah Bisa membuat atau mengadopsi instrumen monev dari berbagai instrumen yang ada seperti instrumen akreditasi atau lainnya yang relevan. PEMBIAYAAN 1. 6. melaksanakan. 4.

.. ............. (Rp) ........ Rutin LainnyaSumber Dana BOS Komite Sekolah LainnyaSumber Dana A 1… … 2… … 3… … … Dst B Peningkatan Pemerataan Peningkatan Pemerataan ...................... Jumlah (Rupiah) 49 Tahun II SSN ........... .. ..... . ... .Program-Program Strategis Tahun Dan Sumber Dana Tahun I BOS SSN Rutin Komite Sekolah ... ...... ..... 1… … 2… … 3… … … Dst Jum .......... .... ...... .................. . ...................... ........ . ..... .... ....... ... .. . Peningkatan Kualitas Peningkatan Kualitas ........ ...... lah . ............. .. .. ..... ... . .. . ....... ..................... ............. Dst Sampai Dengan Th IV ......... ....

Terdapat 5% angka putus sekolah b. Dan merupakan rencana yang akan dilaksanakan pada tahun yang akan berjalan 3. baik internal maupun eksternal sekolah. 1 Kondisi saat ini Pemerataan kesempatan: a. Terdapat 15% siswa miskin belum mendapatkan bangtuan pendidikan c. ANALISIS LINGKUNGAN OPERASIONAL SEKOLAH: sekolah melaksanakan analisis ini dan hasilnya ditulis disini B. ANALISIS PENDIDIKAN SEKOLAH 1 TAHUN KEDEPAN (YANG DIHARAPKAN) : sekolah melaksanakan analisis ini dan hasilnya ditulis disini D. No.II. Kurikulum belum memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran belum disusun untuk kelas 7-9 semua mapel) b. Prestasi akademik lulusan sudah memenuhi standar nasional pendidikan (SKBM 75% dan NUAN = 6. Khusus bagi sekolah SSN direkomendasikan menggunakan anasis SWOT A. Prestasi akademik lulusan belum memenuhi standar nasional pendidikan (SKBM di bawah 50% dan NUAN Kondisi yang diharapkan (satu tahun ke depan) Pemerataan kesempatan: a. Dan sebagainya Kualitas pendidikan: a. RENCANA OPERASIONAL (RENOP) SEKOLAH: SATU (1) TAHUN Catatan penting dalam penyusunan Renop: 1. dan analisis kondisi sekolah sekarang dan yang diharapkan masa datang (SATU tahun ke depan). ANALISIS PENDIDIKAN SEKOLAH SAAT INI: : sekolah melaksanakan analisis ini dan hasilnya ditulis disini C. BUKAN LIMA TAHUN SEKALIGUS 2.Terdapat 20% siswa miskin belum mendapatkan bangtuan pendidikan c. Proses pembelajaran sudah memenuhi standar nasional pendidikan.00 50 . IDENTIFIKASI TANTANGAN NYATA SATU (1) TAHUN Berdasarkan pada analisis situasi. yaitu baru 50% guru melaksanakan CTL c. Renop dibuat TIAP TAHUN. Kurikulum 50% memenuhi standar nasional pendidikan (perangkat pembelajaran sudah disusun untuk kelas 7-9 semua mapel) b. Proses pembelajaran belum memenuhi standar nasional pendidikan. Terdapat 3% angka putus sekolah b. maka dapat diketahui kesenjangan yang terjadi.00) Besarnya tantangan nyata 2% 5% 2 50% 30% SKBM: 25% NUAN: 1. yaitu 80% guru melaksanakan CTL c. Renop mengambil satu tahun dari renstra atau merupakan bagian yang tak terpisahkan dari renstra. Dan sebagainya Kualitas pendidikan: a.

50% guru belum h. Dan sebagainya j. baik ulangan kenaikan kelas. Kondisi saat ini Kondisi yang diharapkan (satu tahun ke depan) 3 di bawah 5. sarana. media e.00) d.000 rupiah per bulan per 70. Prasarana. sumber belajar terdapat ratasumber belajar 75% rata 60% memenuhi standar memenuhi standar nasional nasional pendidikan pendidikan f. sarana. Angka putus sekolah tinggi b. Ratio kelulusan dengan d. keterampian tingkat kabupaten/kota) (rata-rata minimal mencapai juara II tingkat propinsi) j. bahan ajar. Fungsi-fungsi pengelolaan sekolah 75% memenuhi sekolah telah sebagian standar nasional pendidikan memenuhi standar nasional pendidikan: kemandirian. media pembelajaran. Ratio kelulusan dengan masukan siswa rendah masukan siswa tinggi (100%) Besarnya tantangan nyata 20% 15% 5% 25 ribu rupiah 25% 2 tingkat kejuaraan 20% 10% 10% 51 . ujian tingkat kesulitasn maupun sekolah. angka kenaikan tingkat 90% rendah (70%) b. Prasarana. Angka putus sekolah 0% (10%) c. angka kenaikan tingkat a. (Belum ada (bersertifikat kompetensi) yang bersertifikat kompetensi) e. Kualifikasi pendidik dan d. Prestasi non akademik i. keterbukaan. pendidikan. kesenian. standar nasional. Prestasi non akademik sekolah sekolah masih rendah (ratauntuk cabang-cabang olah rata mencapai kejuaraan raga. Rata-rata biaya operasional g. bahan ajar.000 rupiah per bulan per anak anak h. akunabel sebesar 80% g.No. UTS. UAS. Kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan tenaga kependidikan terdapat terdapat 100% belum 20% sudah memenuhi standar memenuhi standar nasional nasional pendidikan. dll dengan beberapa model-model yang teknik penilaian tes dan non digunakan) tes i. Dan sebagainya Efisiensi: Efisiensi: a. pembelajaran. Rata-rata biaya operasional pendidikan bagi tiap siswa pendidikan bagi tiap siswa 50. yaitu: dengan (rata-rata masih di bawah ulangan harian. Fungsi-fungsi pengelolaan f. 75% guru telah melaksanakan melaksanakan sistem sistem penilaian sesuai penilaian sesuai dengan dengan tuntutan kurikulum tuntutan kurikulum atau atau standar nasional standar nasional pendidikan pendidikan. partisipasi.

Dan sebagainya Kondisi yang diharapkan (satu tahun ke depan) e. Sekolah mengembangkan pemetaan SK. Ada skala prioritas sasaran dari tujuan lima tahun 3.No. seperti: PBM. media. KD. TUJUAN SITUASIONAL/SASARAN Harus diperhatikan: 1. Alumni yang melanjutkan sekolah 40% Besarnya tantangan nyata tidak 20% 5 f. Sekolah mengembangkan pemetaan SK. KD. manajemen. Dan sebagainya 25% 15% E. Kondisi saat ini (90%) Alumni yang tidak melanjutkan sekolah tinggi (60%) f. aspek untuk kelas 8 semua mapel c. Pelayanan bakat minat siswa 75% terpenuhi b. kesiswaan. Dan sebagainya Relevansi: a . dll adalah dari 52 . Pelayanan bakat minat siswa belum terpenuhi (baru 50%) b. KD. Indikator. Dan sebagainya Relevansi: a. Sekolah mengembangkan silbus untuk kelas 7 semua mata pelajaran (ini bisa lebih rinci lagi untuk jumlah mapelnya) b. buku. guru. Pelaksanaan budaya tata krama in action di sekolah 75% c. Pelaksanaan budaya tata krama in action di sekolah 90% c. IDENTIFIKASI FUNGSI-FUNGSI/ KOMPONEN/URUSAN SEKOLAH UNTUK MENCAPAI SETIAP SASARAN Rambu-rambu untuk langkah ini antara lain: • Identifikasi fungsi hanya untuk tiap sasaran • Selalu memperhatikan unsur-unsur yang lazim di dalam sistem pembelajaran. Sasaran dibuat lebih rinci dari tujuan renstra Misalnya dari salah satu tujuan renstra: ”Sekolah mengembangkan silabus untuk kelas 7-9 semua mata pelajaran” Maka sasarannya 1 tahun 2006/2007: a. dana. Indikator. aspek untuk kelas 9 semua mapel F. Sekolah mengembangkan pemetaan SK. Sasaran diambil atau merupakan bagian dari RENSTRA 2. aspek untuk kelas 7 semua mapel b. e. Indikator. Sekolah mengembangkan silbus untuk kelas 8 semua mata pelajaran (ini bisa lebih rinci lagi untuk jumlah mapelnya) c. Sekolah mengembangkan silbus untuk kelas 9 semua mata pelajaran (ini bisa lebih rinci lagi untuk jumlah mapelnya) Contoh lain: a.

Dinas pendidikan d.Fasilitas komputer d. Komite sekolah i. fasilitas. Tlima e. Eksternal: a.internal sekolah. Komite sekolah c. dsb Misalnya: Sasaran ke-1: ”Sekolah mengembangkan silabus untuk kelas 7 semua mapel” Komponen yang diperlukan untuk melaksanakan sasaran tersebut: 1. Pakaian olah raga renang g. Eksternal: a.Guru b. Dan sebagainya Sasaran ke-2: ”Sekolah juara 1 bidang olah raga renang pada tingkat kabupaten tahun 2006” Komponen yang diperlukan untuk melaksanakan sasaran tersebut: 1. Internal: a.Kepala sekolah f.PBM/latihan b. Dinas pendidikan d. Air e. Sarana olah raga renang e.Kolam d. sedangkan fungsi dari eksternal antara lain: dana. Uji coba k. Dan sebagainya 53 . pendidik. ATK i. Guru/pelatih c. Dana h.Dana b. Dana h. Dan sebagainya 2. Orang tua j. Nara sumber c. Tenaga administrasi j. Komite sekolah c. Dana b. Internal: a.Siswa f. Dan sebagainya 2. Kurikulum g.

10 orang sesuai BS Dan seterusnya Komputer Pentium 5 Jumlah komputer 10 buah Jumlah printer 3 bh Jumlah CD 10 bh Dan seterusnya (3) Kualifikasi 100% S1 Sesuai bidang studi 100% Pengalaman pelatihan KBK min. INTERNAL Guru (2) Kualifikasi 100% S1 Sesuai bidang studi 100% Pengalaman pelatihan KBK min. 5 thn Pengalaman pelatihan CTL min.G. 7 orang sesuai BS Dan seterusnya Komputer Pentium 5 Jumlah komputer 5 buah Jumlah printer 2 bh Jumlah CD 10 bh Dan seterusnya (5) √ √ (5) √ √ √ √ √ √ √ 2 3 Nara Sumber Fasilitas Komputer B. Dapat dilakukan justifikasi sendiri pada kriteria ideal yang bersifat umum e. Misalnya analisis SWOT pada Sasaran ke-1: ”Sekolah mengembangkan silabus untuk kelas 7 semua mape”l Komponen/Fungsi dan Faktornya (Kondisi Ideal)Kriteria Kesiapan Tingkat Kesiapan Faktor Kondisi Nyata 1 (1) A. ANALISIS SWOT Hal-hal yang harus diperhatikan dalam analisis ini: a. 3 kali Jumlah guru min. naskah akademik atau konsep dan pedoman lainnya yang relevan d.1 kali Pengalaman mengajar min. Bila hasil analisis ternyata tingkat kesiapan siap semua berarti sasaran dapat ditingkatkan. Analisis dilakukan pada setiap komponen/urusan sekolah dan faktor-faktornya (subsub komponennya) c. EKSTERNAL 54 Tidak Siap √ Siap . 1kali Jumlah guru min. Kriteria ideal dan kondisi nyata harus terukur. f. 5 thn Pengalaman pelatihan CTL min. Analisis dilakukan tiap sasaran b.3 kali Pengalaman mengajar min. demikian pula sebaliknya. Dalam menentukan kriteria ideal menggunakan dasar dari aturan pemerintah.

dan dipilih yang paling ringan.Komponen/Fungsi dan Faktornya (Kondisi Ideal)Kriteria Kesiapan Kondisi Nyata Tingkat Kesiapan Faktor Tidak Siap (5) Siap (5) 1 (1) ……………… (2) (3) H. Misalnya dari hasil analisis di atas dapat ditabulasikan komponen yang TIDAK SIAP sebagai berikut: Sasaran ke-1: ”Sekolah mengembangkan silabus untuk kelas 7 semua mape”l Komponen/ Faktor yang TIDAK SIAP 1. tepat.Ingg .Matematika) 2. Setiap komponen atau faktor yang tidak siap dicarikan alternatif-alternatif pemecahannya. ALTERNATIF LANGKAH-LANGKAH PEMECAHAN PERSOALAN Hal-hal yang harus diperhatikan: a. maka diidentifikasi komponen dan faktor yang “TIDAK SIAP” terlebih dahulu untuk diatasi lebih dulu.Indo. Guru Persoalan pada komponen/faktor pengalaman pelatihan KBK kurang (baru 1 kali) • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Altaernatif Pemecanahn Persoalan mengadakan ws KBK mengirimkan ws KBK magnag di sekolah lain IHT di sekolahnya sendiri PTK mengikutkan guru pada MGMP Dsb mengadakan ws CTL mengirimkan ws CTL magnag di sekolah lain IHT di sekolahnya sendiri PTK Mengikutkan guru ke MGMP Dsb mengusulkan ditambah PNS 3 guru dg 3 BS mengangkat GTT 3 gr 3 BS minta guru bantu kpd pemda memberdayakan guru yang ada Dsb Mengadakan dengan cara membeli baru Pinjam/kerjasama dengan pihak lain Menyewa Mengajukan bantuan kepada pemda/komite sekolah Dsb Mengadakan dengan cara membeli baru Pengalaman pelatihan CTL kurang (baru 1 kali) jumlah guru kurang 3 (B. 55 . Fasilitas Komputer Jumlah komputer kurang 5 buah Jumlah printer kurang 1 buah. dan efisien/efektif. Berdasarkan hasil analisis SWOT. b. B.

Monitoring dan Evaluasi pelaksanaan KBK di sekolah 2. Program 2: Melaksnakan workshop pembuatan sialbus dan sisnil Kegiatan: . Pada kegiatan belum dirinci ke dalam satuan volume. sehingga memudahkan dalam pengalokasian anggaran. Program kerja dapat lebih dari satu kegiatan b. measurable. 1. relevan.Mensupervisi/membimbing . Persoalan lain dapat dikembangkan sendiri program dan kegiatannya).Mengirimkan guru ke MGMP .Menyusun kalender pendidikan 56 . jumlah waktu. jumlah orang. (Dalam contoh di bawah ini sebatas baru mengatasi sebagian persoalan dan sekaligus juga melaksanakan program pencapaian sasaran. RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN Perlu diperhatikan bahwa: a. Program dan kegiatan dibuat rinci/operasional. c. achievable. Program juga dapat secara paralel berjalan beriringan antara program mengatasi persoalan dengan program pencapaian sasaran (mengingat waktu terbatas) d. Program 1: Meningkatkan kemampuan guru terhadap kompetensi KBK Kegiatan: .Melaksanakan ws KBK . Program lebih diutamakan mengatasi persoalan dulu dengan memilih salah satu alternatip pemecahan persoalan yang dipandang mampu dan efisien bagi sekolah. Misalnya program dan kegiatan untuk mencapai sasaran ke-1: ”Sekolah mengembangkan Silabus untuk kelas 7 semua mapel”. Harap dikembangkan sendiri sesuai kebutuhan sekolah).Sosialisasi KBK kepada guru . Program bersfifat SMART (spesific. dll.Komponen/ Faktor yang TIDAK SIAP Persoalan pada komponen/faktor • • • • • Altaernatif Pemecanahn Persoalan Pinjam/kerjasama dengan pihak lain Menyewa Mengajukan bantuan kepada pemda/komite sekolah Dsb Dan seterusnya I. time) e.

Penggandaan hasil ......... .............. Supervisi juga termasuk masalah gurunya. .................Pelaksanaan uji coba silabus dan sisnil .... pemecahan masalah) d. .............Sinkronisasii/sosialisasi kepada guru tentang silabus dan sisnil . KBM...... RENCANA ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA SEKOLAH (RAPBS) Ketentuan : 57 .. 7................... Persiapan b... pedoman penilaian monev bisa dikembangkan sendiri atau mengacu pada instrumen lain yang relevan...... administrasi. 6..MenDokumentasikan silabus Program 5: Melakukan evaluasi pembuatan silabus Kegiatan: ............ kisi......................... untuk perbaikan/masukan sasaran tahun berikutnya 4......................... Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain: 1..Perabikan silabus dan sisnil .................... dll 3.........Supervisi ................... Program 5: Melakukan tindak lanjut dari pembuatan silabus Kegiatan: .............. ......... Pelaksanaan (pengambilan data dan analisis data............. Rincian kegiatan MONEV antara lain: a........... Kegiatan supervisi dan monev dilakukan oleh intern sekolah...... Program 5: Dan setersunya sesuai kebutuhan sekolah... monitoring dan evaluasi program-program dan hasilnya di sekolah selama satu tahun ajaran. Pelaporan K..................Penggandaan ...... 2... ......... Monev dilakukan pada akhir program mengetahui ketercapaian tujuan/sasaran............ Supervisi dilakukan untuk mengetahui dan mengatasi masalah2 proses pelaksanaan semua program dan kegiatan sekolah........ 4........ RPPdll) ........ 5..................................... J..... sarana................... Instrumen...................... Pengembangan perangkat instrumen c....... 6..............Membuat laporan Program 3: Melaksanakan Uji coba dan validasi Silabus Kegiatan: .3.Menyusun pemetaan .. RENCANA MONITORING DAN EVALUASI (MONEV) Kegiatan di sini meliputi perencanaan dan pelaksanaan supervisi..Menmbuat peranngkat pembelajaran (sialbus dan sisnil seluruh mapel........ Lebih baik tiap sasaran ada evaluasi 5.........

peningkatan efieinsi. maupun pengembangan kapasitas sekolah. Semua program dimasukkan.1. Semua sumber dana dicantumkan. RAPBS ini merupakan bagian dari rencana anggaran dalam renstra 5. demikian pula besarnya dana dari masing-masing sumber dana. 4. baik program dari peningkatan mutu. 2. Bisa menggunakan prinsip efisiensi dan subsidi silang sesuai dengan peruntukan dan pedoman penggunaan dana dari tiap sumber dana untuk suatu program atau kegiatan kerja. Format RAPBS menggunakan contoh model sebagai berikut: 58 . 3. peningkatan pemerataan. peningkatan relevansi.

.........................RENCANA ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA SEKOLAH (RAPBS) SMP TAHUN AJARAN .......................................................... 3) Dst B.......... Sumber Dana Dan Alokasi Anggaran Sumber Dana Lainnya Jumlah (Rupiah) Rutin I.......... Satuan....................... Program 1: ................................................................................. 1....... 1. Sasaran ke-1: ....... a..... Program 1: ....... Program 1: ......................................................................... 3) Dst II............ PENINGKATAN PEMERATAAN A... RAPBS TAHUN KE Spesifikasi.......... Sasaran ke-1: .... 2) .. Vol.. Program 1: .Dst 1................ a.... 2) . 3) Dst JUMLAH (RUPIAH) ........ Kegiatan 1: 1) ..... Sasaran ke-2:.......... Dll .................................... BOS SSN Program Dan Kegiatan SekolahKomite 59 ............................... Sasaran ke-2:....... Unit.......... 20.................. 2) ................................................... 2) .................. a....... Mengetahui/Menyetujui Kepala Dinas Pendidikan Kab/kota Komite Sekolah Kepala Sekolah ........................ Kegiatan 1: 1) ..Dst 1.... Or/Bln........................ a............. Kegiatan 1: 1) .........Jmlh.................................. PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN A.... 3) Dst B......................... Kegiatan 1: 1) .................

.. Gambar layout sekolah 5. Dan jadwal penyusunan laporan akuntabilitas dan kinerja satuan pendidikan untuk satu tahun terakhir. Demi efisiensi biaya dan tenaga bisa satu sasaran satu penanggung jawab c...(.. 16.. SK dan susunan kepenguruan komite sekolah 8. LAMPIRAN Beberapa dokumen yang harus dilampirkan dalam RPS ini antara lain: 1.......) L. Sebaiknya sekolah membentuk TIM SSN (Koordinator/ketua.. 14.... Jadwal rapat... 10... Gambar rencana pembangunan ruang/kantor/lab/bangunan lain jika memerlukan bantuan dan Rencana Anggaran Bangunan 6.. Dll M.. 15. 60 .... Penugasan pendidik pada mata pelajaran dan kegiatan lainnya........ 12. Sangat tergantung kemampuan sekolah masing-masing d.. anggota. 17. pengadaan.... Master plan sekolah 7............ Buku teks pelajaran yang dipakai.. dimasukkan semua program yang telah ditulis sebelumnya c...... dan persediaan minimal bahan habis pakai. Foto-foto profil sekolah yang dipandang perlu 9. Nomor rekening sekolah 3.) (.. Penanggung jawab harus kualified dan kompeten e... Jadwal penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk tahun ajaran berikutnya.. dll) dan ada TUPOKSI NYA dengan SK kepala sekolah N... Dan lainnya yang dianggap relevan.. Copyan sertifikat tanah 4. Bisa tiap program ada penanggungjawabnya b.. dibuat per minggu per bulan dalam satu tahun b.. Kalender pendidikan/akademik. PENANGGUNG JAWAB Ketentuan: a....) (. 13... 11. Ingat kalender pendidikan d............ Profil sekolah lengkap 2. JADWAL KEGIATAN Ketentuan: a.. penggunaan.. sekretaris....... Mata pelajaran yang ditawarkan pada semester gasal dan genap.. Jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana.

61 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->