P. 1
hadist 1

hadist 1

|Views: 9|Likes:
Published by qowiyyu

More info:

Published by: qowiyyu on Jul 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/29/2014

pdf

text

original

1

BAB I
PENDAHULUAN
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, shalawat serta salam semoga tetap
tercurah limpahkan atas Nabi Muhammad SAW yang telah diutus bagi alam semesta dan
seluruh mahluk-Nya. Dakwah merupakan aktivitas yang begitu lekat dengan kehidupan
muslimin, begitu dekatnya sehingga hampir seluruh lapisan masyarakat terlibat
didalamnya. Penting untuk disadari bahwa antara dakwah dan penyeru dakwah (da‟i)
adalah bagaikan dua sisi mata uang, keduanya slaing melengkapi, saling membutuhkan
dan saling menyempurnakan.
Dari sinilah, maka merupakan suatu keharusan bagi para aktifis dakwah islam
untuk memulai dakwahnya dengan pemahaman syamil ( utuh dan menyeluruh ) terhadap
Islam. Mereka harus yakin dengan kekuatan dakwah yang akan menyelesaikan
problematika kehidupan yang ada. Dakwah Islam yang hendak berupaya melakukan
perubahan kearah perbaikan umat dan keselamatan masyarakat serta kemajuan Negara,
memahami benar dari al-Quran bahwa mendakwahi manusia untuk memeluk agama ini
tidak boleh dengan paksaan dan kekerasan.
Dalam makalah ini telah dijelaskan masalah mengenai materi dakwah yang sering
disampaikan oleh para da‟I yang dimana dalam penyampaiannya di sesuaikan dengan
suatu kondisi dan keadaan audiens yang ada. Dengan hal ini da‟I dituntut untuk
menguasai materi yang akan disampaikan supaya dalam proses pelaksanaannya berjalan
dengan lancar dan sesuai dengan apa yang diharapkan.
Dalam proses pemilihan materi sebaiknya disesuaikan dengan keadaan atau gejala
social yang sedang hangat atau sedang terjadi, agar dapat diterima dan mudah dipahami
oleh para audiens.
Dalam hal ini penulis menyadari akan adanya kekurangan baik dalam penulisan
maupun materi yang belum sempurna, maka dari itu penulis membuka pintu selebarnya
akan adanya kritik dan saran demi perbaikan kedepannya..

2

BAB II
PEMBAHASAN


A. Teks Hadist

باطخىا ِب سَع يبأ يْثح :هاق ديدش وجز اْييع عيط اذإ ًىي تاذ ٌيسو ٔييع ا ًيص ا هىسز دْع ِحّ اَْيب
دْسأف ٌيسو ٔييع ا ًيص يبْىا ًىإ سيج ًتح دحأ اٍْ ٔفسعي لو سفسىا سثأ ٔييع يسي ل سعشىا ديدش بايثىا ضايب
مز خف ًىإ ٔيفم عضوو ٔيتبمز ًىإ ٔيتب و ٔير :هاق ف ًلسلا ِع يّسبخأ ! دَحٍ اي :ٌيسو ٔييع ا ًيص ا هىسز هاق
ًىصتو ةامزىا يتؤتو ةلصىا ٌيقتو ٌيسو ٔييع ا ًيص ا هىسز دَحٍ ُأو ا لا ٔىال ُأ دهشت ُأ ًلسلا
.ليبس ٔيىإ عاطتسا ُإ تيبىا جحتو ُاضٍز :هاق .تقدص :هاق ْبجعف ا .ُاَيلا ِع يّسبخأف :هاق ٔقدصيو ٔىأسي ٔى
اب ٍِؤت ُأ :هاق لٍو ل ِع يّسبخأف :هاق تقدص :هاق .ٓسشو ٓسيخ زدقىاب ٍِؤتو سخلا ًىيىاو ٔيسزو ٔبتمو ٔتنئ
.كاسي ّٔئف ٓاست ِنت ٌى ُئف ٓاست لّأم ا دبعت ُأ :هاق .ُاسحلا
B. Terjemah Hadist
Abdullah bin „Umar bercerita, aku mendapatkan hadist dari ayahku, „Umar bin al-
Khatab katanya, “suatu hari kami sedang berada di sisi Rasulullah SAW, tiba-tiba
dihadapan kami muncul seorang laki-laki yang memakai baju yang sangat putih dan
rambutnya yang sangat hitam. Jejak perjalanannya tidak terlihat, tak seorang pun
diantara kami yang mengetahuinya, hingga ia duduk di depan Nabi SAW lalu ia
menyandarkan lututnya pada lutut Nabi, ia meletakan kedua tangannya diatas paha Nabi
dan ia berkata, “hai Muhammad, ceritakan kepadaku tentang Islam”. Rasulullah SAW
bersabda , “Islam adalah engkau bersaksi bahwa sungguh tidak ada tuhan selain Allah
dan sungguh Muhammad adalah utusan Allah, engkau mendirikan shalat, membayar
zakat, berpuasa Ramadhan, berhaji di Baitullah jika engkau mampu dalam
perjalanannya”. “engkau benar”, kata orang laki-laki tersebut. Kami heran kepadanya,
ia menanyakannya sekaligus membenarkannya, “ceritakan kepadaku tentang Iman”.
“engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-
Nya, hari ahir, beriman pada Qhadar, baik maupun buruknya”. Jawab Nabi. “engkau
3

benar”, katanya. Ia bertanya “ceritakan kepadaku tentang Ihsan”. Nabi SAW
menjawab,” engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, padahal
engkau tidak melihat-Nya, sementara Dia melihat engkau”
1


C. Penjelasan Hadist
Dari hadis diatas ada tiga pokok masalah yang saling berkaitan satu sama lain,
yaitu Iman, Islam, Ihsan. Seseorang tidaklah cukup hanya menganut Islam saja tanpa
mengiringinya dengan Iman, begitupula sebaliknya Islam tanpa Iman tidaklah berarti.
Akan tetapi Iman dan Islam tidaklah cukup tanpa disertai dengan Ihsan supaya segala
amaal ibadahnya mendapat nilai atau pahala dari Allah.
Maka hal ini sangat penting kiranaya dalam penyampaian dakwah seseorang
untuk mengambil tema hal diatas gunanya untuk mempertebal keimanan serta ketakwaan
orang pada umumnya. Dakwah sudah menjadi kewajiban bagi setiap orang yang beriman,
untuk menjadikannya orang yang beragama dan berpengetahuan banyak tentang islam.
Ditinjau dari bahasa, dakwah berasal dari bahasa arab dari kata da’a-yad’u yang berarti
panggilan, seruan, ajakan. Dakwah dalam pengertian diatas dapat dijumpai dalam surat
Yusup ayat 33:
4··~ ´p·4O ÷};×´pO¯- OUEOÒ¡ ©OÞ¯)³
O©g` ×/j_4^ONN;³4C gO^O·¯)³ W ·º)³4Ò
;)O¯^·> /j´_4N O}¬-E³^OE CU;Ò¡
O}jg¯O·¯)³ }7Ò¡4Ò =}g)` 4×-)U)_O_^¯-
^@@÷
33. Yusuf berkata: "Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan
mereka kepadaku. dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu
aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku Termasuk
orang-orang yang bodoh."
2

Dengan demikian dakwah adalah suatu kewajiban bagi setiap orang yang
beriman, untuk mempengaruhi seseorang sesuai dengan apa yang kita harapkan dalam

1

2
Drs. Hasan Bisri, filsafat Dakwah, Dakwah Digital Pres (Surabaya, 2010) hal 19
4

rangka mewujudkan ajaran Islam dalam kehidupan individual maupun masyarakat yang
beriman dan bertakwa serta adil dan makmur dan mendapatkan ridloi dari Allah SWT.
Sebelum melakukan kegiatan dakwah adakalanya kita mempersiapkan materi
yang akan disampaikan kepada para audiens atau mad‟u, hal ini sangat penting halnya
demi kelancaran proses berdakwah, materi dakwah adalah ajaran-ajaran islam, yang
dimana hal ini harus benar-benar diketahui, dipahami, dihayati, dan diamalkan sehingga
mereka hidup dan berada dalam kehidupan yang sesuai dengan ketentuan agama islam.
Pengambilan materi dakwah yang bersumber pada al-Quran dan hadist, baik itu
mengenai akidah, syari‟ah, akhlak. Akidah yaitu hal yang didalamnya meliputi iman
kepada Allah, iman kepada malaikat-malaikat Allah, kitab Allah, Rasul Allah, qadha dan
qadar Allah. Syari’ah yaitu yang meliputi ibadah dalam arti khas (thaharah, salat, as-
shaum, zakat, haji) dan muamalah dalam arti luas (al-qanun-al khas / hokum perdata dan
al-qanun al-„am / hokum public). Akhlak yaitu yang meliputi akhlak kepada al-Khalik
dan makhluk ( Allah dan manusia).
3

1. Aqidah (keimanan)
Aqidah dalam arti etimologis berarti ikatan, sangkutan, sedangkan secara
tekhnis berarti kepercayaan, keyakinan, iman. Aqidah adalah keyakinan hidup
yaitu iman dalam arti khas adlah pengingkaran yang bertolak dari hati.
Dalam hadis diatas diterangkan bahwa Iman adalah percaya kepada Allah,
para Malaikat Allah, Kitab Allah, Rasul Allah, Qadha dan Qadar.
=}4`-47 N·O÷c·O¯- .E©) 4·@O^q¡
gO^O·¯)³ }g` ·gO)Þ·O
4pONLg`u·÷©^¯-4Ò _ ¯7 =}4`-47
*.) ·gOg·¯j·^ÞU4`4Ò
·gO)l+74Ò ·g¡)-÷c+O4Ò ºº 7-@´OE¼+^
¬-u-4 l³EOÒ¡ }g)` ·g¡)-÷cGO _
W-O7¯·~4Ò 4Lu¬g©Ec E4u¬·CÒ¡4Ò W
El4^-4O^¼7N E4+4O ¬C^O·¯)³4Ò
+OO´E©^¯- ^gg)÷

3
Asmuni Syukir, Dasar-Dasar Strategi Dakwah Islam, Al-Ikhlas (Surabaya, 1983) hal 60
5

285. Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya
dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. semuanya beriman
kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya.
(mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun
(dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami
dengar dan Kami taat." (mereka berdoa): "Ampunilah Kami Ya Tuhan Kami dan
kepada Engkaulah tempat kembali."
keimanan dipandang sempurna apabila ada pengakuan dengan lidah,
pembenaran dalam hati secara yakin yang tak bercampuran dengan keraguan dan
dilaksanakan dalam perbuatan sehari-hari yang menimbulkan pengaruh terhadap
pandangan hidup dan cita-citanya. Dalam al-Quran dijelaskan tentang kewajiban,
sikap, tingkah laku seseorang yang beriman dalam kehidupannya. selain itu
diterangkan pula dengan jelas tentang pahala dan kebahagiaan yang akan
diterimanya, antara lain sebagaimana diterangkan dalam ayat:
;³·~ EEÞU^·Ò¡ 4pONLg`u·÷©^¯- ^¯÷
4ׯg~-.- ¯ª¬- O)× ¯ªjgj¯ºE=
4pON¬g=E= ^g÷ 4ׯg~-.-4Ò ¯ª¬- ^}4N
÷O^¯^U¯- ¬]O¬¯@Ou¬N` ^@÷
4ׯg~-.-4Ò ¯ª¬- jE_OEEOUg¯
4pO¬Ug¬·· ^j÷ 4ׯg~-.-4Ò ¯ª¬-
¯ª)_´_ÒNO¬¼g¯ 4pOO¬g¼EO ^)÷ ·º)³
-OÞ>4N ¯ª)_´_4Ò^eÒ¡ uÒÒ¡ 4` ;e·¯ÞU4`
¯ª×g÷+E©uCÒ¡ ¯ª×gE+)¯·· +O¯OEN
¬--g`O¬U4` ^g÷
1. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,
2. (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya,
3. dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang
tiada berguna,
4. dan orang-orang yang menunaikan zakat,
5. dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,
6

6. kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; Maka
Sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa.

Aqidah dalam islam bersifat I‟tiqad batiniyah yang erat hubungannya dengan
rukun iman, aqidah yang memberi arah bagi hidup dan kehidupan seorang
muslim. Dengan demikian iman saja tidak cukup, tetapi harus disertai dengan
berbagai amal shaleh agar mendapatkan karunia dari Allah sebagai pahala bagi
mereka yang mentaati apa yang menjadi perintah dan larangan-Nya. Jiwa yang
kosong dari Iman akan lemah dan hampa sebagaimana jasad yang tidak diberi
makan, dengan demikian Iman akan merupakan inti kehidupan batin dan sekaligus
menjadi penyelamat dari siksa abadi di akhirat kelak.
4

2. Islam (syari‟ah)
Syaria’ah dalam arti etimologis adalah jalan, syaria’ah islam adalah satu
sistema norma illahi yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan
manusia dengan sesama manusia dengan alam sekitarnya. Qaidah syaria’h islam
ini pada dasarnya terbagi padagaris besarnya adalah:
+ Qa’idah ‘ibadah dalam arti khas (qa’idah ‘ubudiyah) yaitu tata aturan
illahiyang mengatur hubungan ritual langsung antara mahluk dengan
tuhannya, yang cara-cara dan upaaranya telah ditentukan secara terinci
dalam al-Quran dan sunnah Rasul. Pada umumnya didalamnya telah
dibahas mengenai at- Thaharah, as-Shalat, az-Zakat, as-Shaum, al-Haj.
+ Qa’idah Mu’amallah dalam arti luas yaitu tata aturan illahi yang mengatur
hubungan manusia dengan sesame manusia dan hubungan manusia dengan
benda. Hal ini berhubungan dengan aktivitas manusia dalam sehari-hari
dalam melasungkan kehidupannya. secara garis besar mua’malah dalam
arti luas terbagi dalam dua bagian yaitu:
a) Al-Qanunu I-Khas – hokum perdata. Bagian ini terbagi dalam
beberapa bagian yaitu: hokum niaga, hokum nikah (munakahah),
hokum waris (waratsah).

4
Drs. H. M. Masyhur Amin, Dakwah Islam dan Pesan Moral, Al-Amin Pres ( Yogyakarta, 1997) hal 11
7

b) Al-Qanunu I-‘Am, hokum public yang meliputi; hokum pidana
(jinayah), hokum kenegaraan(khilafah), hokum perang dan damai
(jihad).
Menurut Muhamad Ali Tahanuwi, syari’at islam adlah hokum Allah yang
ditetapkan untuk hambanya (manusia) yang disampaikan melalui para Nabi atau
Rasul-NYA, agar menta’ati hokum yang telah ditetapkan Allah SWT yang
disertakan atas dasar iman baik yang berkaitan dengan akidah, muamalah, dan
akhlak.
Islam adalah agama yang dibawa oleh para utusan Allah dan
disempurnakan oleh Rasulullah SAW yang memiliki sumber pokok al-Quran dan
Sunnah Rasulullah sebagai petunjuk kepada umat manusia sepanjang masa, yang
dijalankan oleh manusia dengan penuh kepatuhan, keihhlasan, dan kesungguhan
hati. Hal itu sesuai dengan arti Islam yaitu penyerahan. Agama Islam adalah
agama yang benar dan hanya Islamlah agama yang diterima disisi Allah SWT.
Ep)³ ¬-¯g].- E³4gN *.-
O¦ÞU¯ce"- ¯ …. ^¯_÷
19. Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam.
}4`4Ò ;u4-¯±4C 4O¯OEN +ªÞU¯ce"- 44Cg1
}ÞU·· º4:^³NC +Ou4g` 4O¬-4Ò O)× jE4O´=E-
=}g` =}C@O´OEC^¯- ^g)÷
85. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, Maka sekali-kali
tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan Dia di akhirat Termasuk
orang-orang yang rugi.

Syari‟ah dalam islam erat hubungannya dengan amal lahir (nyata) dalam
rangka mentaati semua peraturan atau hokum Allah guna mengatur hubungan
antara manusia dengan Tuhannya dan mengatur pergaulan hidup antara sesama
manusia. Dalam hadis diatas dinyatakan bahwa Islam adalah menyembah kepada
Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, mendirikan shalat,
membayar zakat, menunaikan ibadah puasa dan berangkat haji bagi yang mampu.
8

Secara singkat dapat dijelaskan bahwa agama Islam mengatur segala
aspek kehidupan, baik yang berkenaan dengan kepercayaan, ibadah, moral, social,
ekonomi, kebudayaan, pemerintah, hubungan internasional serta pandangan dan
sikap hidup terhadap alam semesta.
Hadist diatas juga mencerminkan hubungan antara manusia dengan Allah,
artinya masaah-masalah yang berhubungan dengan masalah syari‟ah bukan hanya
terbatas pada ibadah kepada Allah melainkan hubungan hidup antar sesama
manusia, seperti hukum jual beli, rumah tangga, kepemimpinan dan masalah
hidup lainnya. Demikian juga dengan segala larangan Allah seperti berzina,
mencuri dan sebagainya.
5

3. Ihsan (akhlakul karimah)
Akhlak secara etimologis adalah perbuatan yang ada sangkutpautnya
dengan khalik (pencipta) dan makhluk, sebagaimana dinyatakan dalam ayat:
¯ Ep)³ -.- NON`·4C ´·;³E¬^¯)
^}=O;Oe"-4Ò ^<.4-C)³4Ò OgO
_©Þ.¯O¬³^¯- _O·euL4C4Ò ^}4N
g7.4=¯·E¼^¯- @OE:4÷©^¯-4Ò
+/^¯4l^¯-4Ò _ ¯ª7¯O¬g¬4C ¯ª¬:^UE¬·¯
¬]ÒNO-EO·> ^_´÷
90. Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) Berlaku adil dan berbuat
kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan
keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar
kamu dapat mengambil pelajaran.
Secara garis besar Akhlak islam terdiri atas; akhlak manusia terhadap
Khalik nya, akhlak manusia terhadap makhluknya, manusia terhadap alam dan
makhluk selain manusia seperti flora, fauna, dll dan makhluk manusia itu sendiri.
Akhlak atau moral merupakan pendidikan jiwa agar jiwa seseorang dapat bersih
dari sifat-sifat tercela dan dihiasi dengan sifat terpuji, seperti rasa persaudaraan
dan saling tolong menolong antar sesama manusia, sabar, belas kasih, akhlak yang

5
Asmuni Syukir, Dasar-Dasar Strategi Dakwah Islam, Al-Ikhlas (Surabaya, 1983) hal 62
9

mulia ini adalah buah dari imannya dan amal perbuatannya. Hal ini sangat penting
sebab jiwa ini merupakan sumber dari perilaku manusia.
Dalam hadist diatas terdapat Pernyataan bahwa “menyembah kepada Allah
seakan-akan engkau melihat-Nya” mengandung arti bahwa dlam menyembah
kepada Allah kita harus bersungguh-sungguh, serius, dan penuh keikhlasan serta
melebihi sikap seorang rakyat jelata ketika mennghadapi raja.
Ihsan merupakan salah satu factor utama dalam menentukan diterima atau
tidaknya suatu amal oleh Allah. Karena orang yang berlaku ihsan akan ikhlas
dalam beramal dan sedangkan ikhlas merupakan inti diterimanya suatu amal
ibadah.

D. HUBUNGAN ANTARA AQIDAH, SYARIA’AH DAN AKHLAK
Jika dilihat dari hubungan ketiganya, maka erat sekali kaitannya tidak dapat
dipisahkan meskipun dapat dibedakan. Apabila digambarkan tiga macam bidang ajaran
islam ini bagaikan sebuah pohon yang amat rindangnya, yang terdiri dari akar yang
berada didalam perut bumi berupa akidah, sedangkan batang pohonnya adalah hokum-
hukum yang disyaria’kan oleh Allah dan buah serta dedaunnya adalah akhlak karimah.
Bisa jadi pohon itu mengering tidak berbuah dan daunnya berguguran bahkan
batangnyapun mulai goyang dan hendak rubuh karena akarnya tidak kuat. Demikian
halnya dengan kadar iman seseorang , bilamana iman seseorang mulai menipis, enggan
beribadah dan enggan mematuhi syaria‟t Allah, akhirnya ia bergelimang dalam
kemaksiatan, perbuatan keji dan senang melakukan dosa.
Hal ini dapat dilihat dari perbuatan sehari-harinya kalau ia tekun melakukan
kebaikan, taat atas segala perintah dan larangan Allah maka kadar imannya bertambah,
maka begitupun sebaliknya.
Pesan-pesan moral, keyakinan, dan hukum yang disyaria‟tkan Allah, itulah yang
menjadi materi dakwah yang harus disampaikan kepada umat manusia, baik secara
individu maupun kelompok, sehingga mereka dapat mengerti dan menerima islam
sebagai agamanya.
6



6
Drs. H. M. Masyhur Amin, Dakwah Islam dan Pesan Moral, Al-Amin Pres ( Yogyakarta, 1997) hal 14
10










BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari hadis diatas ada tiga pokok masalah yang saling berkaitan satu sama lain,
yaitu Iman, Islam, Ihsan. Seseorang tidaklah cukup hanya menganut Islam saja tanpa
mengiringinya dengan Iman, begitupula sebaliknya Islam tanpa Iman tidaklah berarti.
Akan tetapi Iman dan Islam tidaklah cukup tanpa disertai dengan Ihsan supaya segala
amaal ibadahnya mendapat nilai atau pahala dari Allah.
1. Aqidah (keimanan)
Aqidah dalam arti etimologis berarti ikatan, sangkutan, sedangkan secara
tekhnis berarti kepercayaan, keyakinan, iman. Aqidah adalah keyakinan hidup yaitu
iman dalam arti khas adlah pengingkaran yang bertolak dari hati.
2. Islam (syari‟ah)
Syaria’ah dalam arti etimologis adalah jalan, syaria’ah islam adalah satu
sistema norma illahi yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan
11

manusia dengan sesama manusia dengan alam sekitarnya. Qaidah syaria’h islam ini
pada dasarnya terbagi padagaris besarnya adalah:
+ Qa’idah ‘ibadah dalam arti khas (qa’idah ‘ubudiyah) yaitu tata aturan
illahiyang mengatur hubungan ritual langsung antara mahluk dengan tuhannya,
yang cara-cara dan upaaranya telah ditentukan secara terinci dalam al-Quran
dan sunnah Rasul. Pada umumnya didalamnya telah dibahas mengenai at-
Thaharah, as-Shalat, az-Zakat, as-Shaum, al-Haj.
+ Qa’idah Mu’amallah dalam arti luas yaitu tata aturan illahi yang mengatur
hubungan manusia dengan sesame manusia dan hubungan manusia dengan
benda. Hal ini berhubungan dengan aktivitas manusia dalam sehari-hari dalam
melasungkan kehidupannya. secara garis besar mua’malah dalam arti luas
terbagi dalam dua bagian yaitu:
a. Al-Qanunu I-Khas – hokum perdata. Bagian ini terbagi dalam beberapa
bagian yaitu: hokum niaga, hokum nikah (munakahah), hokum waris
(waratsah).
b. Al-Qanunu I-‘Am, hokum public yang meliputi; hokum pidana (jinayah),
hokum kenegaraan(khilafah), hokum perang dan damai (jihad).
3. Ihsan (akhlakul karimah)
Akhlak secara etimologis adalah perbuatan yang ada sangkutpautnya dengan
khalik (pencipta) dan makhluk,
Secara garis besar Akhlak islam terdiri atas; akhlak manusia terhadap Khalik
nya, akhlak manusia terhadap makhluknya, manusia terhadap alam dan makhluk
selain manusia seperti flora, fauna, dll dan makhluk manusia itu sendiri.

B. HUBUNGAN ANTARA AQIDAH, SYARIA’AH DAN AKHLAK
Jika dilihat dari hubungan ketiganya, maka erat sekali kaitannya tidak dapat
dipisahkan meskipun dapat dibedakan. Ketiganya sangat berhubungan dan berkaitan
antar satu dengan yang lainnya. Apabila digambarkan tiga macam bidang ajaran islam ini
bagaikan sebuah pohon yang amat rindangnya, yang terdiri dari akar yang berada
didalam perut bumi berupa akidah, sedangkan batang pohonnya adalah hokum-hukum
yang disyaria’kan oleh Allah dan buah serta dedaunnya adalah akhlak karimah.
12




13

DAFTAR PUSTAKA

Amin, M. Masyhur, 1997, Dakwah Islam dan Pesan Moral, Al-Amin Pres: Yogyakarta.
Aziz, Jum’ah Amin Abdul, 1997, Fiqih Dakwah, Intrmedia: Solo.
Bisri, Hasan, 2010, filsafat Dakwah, Dakwah Digital Pres: Surabaya.
Syukir, Asmuni. 1983, Dasar-Dasar Strategi Dakwah Islam, Al-Ikhlas: Surabaya.











You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->